• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 4 KONSEP PERANCANGAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB 4 KONSEP PERANCANGAN"

Copied!
15
0
0

Teks penuh

(1)

125

KONSEP PERANCANGAN

4.1 Konsep Perancangan

Diagram 4.1 Concept Mind Map

Pendidikan anak usia dini diperuntukan untuk anak 2 – 6 tahun dimana pada usia itu anak mulai belajar dari apa yang mereka lihat, dengarkan dan yang dirasakan. Pada masa golden age tersebut merupakan waktu yang tepat untuk menstimulasi perkembangan anak. Oleh karena itu pada pendidikan anak usia dini, perancangan sebuah kelas sangat berpengaruh terhadap perkembangan anak.

(2)

Gambar 4.1 Ilustrasi Wonderland in Truffula Forest

Melihat perkembangan jaman seperti sekarang, kedekatan anak dengan alam mulai berkurang, akibat tempat tinggal serta lingkungan yang tidak cukup akan lahan untuk pertumbuhan alam membuat kurang adannya hubungan interaksi anak terhadap alam secara langsung. Menyajikan konsep alam pada sekolah, maka membantu anak dalam pemahaman tentang alam. Konsep pada perancangan kali ini adalah dengan tema Wonderland in Truffula Forest. Konsep ini mengajarkan anak serta mendukung anak berimajinasi. Wonderland yang dimaksudkan adalah suasana alam dalam bentuk hutan yang imajinatif, dan jauh akan kesan kelam sehingga dapat merangsang kreativitas dalam cara berpikir anak. Sedangkan Truffula Forest merupakan setting suasana di film The Lorax, yang memiliki hutan gulali yang menakjubkan dan sesuai dengan tema Wonderland.

Mengambil tema alam ada hubungannya perkembangan kecerdasan anak. Pada kecerdasan dikatakan sebagai kemampuan menganalisis, mengenali, mengategorikan, mengingat, atau menguasai pengetahuan mengenai lingkungan alam. Menurut Leslie Owen Wilson dalam The Eighth Intelligence: Naturalistic Intelligence (2000), kecerdasan naturalis berkaitan dengan wilayah otak kiri. Yaitu yang berhubungan dengan kepekaan terhadap pengenalan bentuk atau pola, kepekaan terhadap persepsi sensorik, serta kemampuan dalam mengklasifikasikan sesuatu atau menandai berbagai naturalis berkaitan dengan wilayah otak kiri. Yaitu yang berhubungan dengan kepekaan terhadap pengenalan bentuk atau pola, kepekaan terhadap persepsi sensorik, serta kemampuan dalam mengklasifikasikan sesuatu atau menandai berbagai kesamaan ataupun perbedaan di sekitarnya. Di sisi lain, sebenarnya

(3)

kecerdasan alam juga berkaitan dengan perkembangan kemampuan otak kanan. Misal, anak yang tertarik atau senang terhadap kupu-kupu karena keindahan warna dan bentuknya. Atau para pecinta alam sangat menyukai menjelalahi pegunungan karena begitu terkesan akan keindahannya. Dengan kata lain, cerdas alam juga berarti menandakan berkembangnya kemampuan otak kanan yang notabene salah satunya berkaitan dengan seni atau keindahan.

Selain itu mengambil tema hutan berhubungan dengan lokasi sekolah yang berada di daerah Dago, Bandung yang suasananya masih asri,dan memiliki banyak pepohonan sehingga dapat mendukung tema perancangan sekolah ini. Mengangkat tema alam dalam bentuk hutan tentunya harus disesuaikan dengan usia anak yang masih sangat muda yang mana pola pikirnya masih sederhana, sehingga setting hutan yang akan diolah merupakan hutan yang ceria, menyenangkan, dan simple. Bentuk yang sederhana dapat memancing anak berpikir lagi untuk membayangkan bentuk yang diinginkan. Memanjakan anak dengan imajinasinya dapat mendukung kreatifitas anak. Anak sangat dekat hubungannya dengan cerita ataupun dongeng, maka dari itu mengangkat tema film anak cocok dalam perancangan sekolah. Hutan yang akan diangkat menjadi tema adalah Truffula forest dari film The Lorax.

Film The Lorax bercerita tentang, Apa jadinya ketika pola hidup manusia di masa yang akan datang hanya bertumpu dari alam imitasi yang terbuat dari plastik mulai dari tanah, rumput, salju, dan pepohonan? jawabannya adalah kehidupan mereka pasti akan penuh kepalsuan dan jauh dari sifat alami. Itulah gambaran singkat yang coba digambarkan melalui film Dr. Seuss' The Lorax.

Layar lebar yang diangkat dari buku cerita anak karangan Theodor Seuss Geisel atau akrab dipanggil Dr. Seuss ini, mengisahkan tentang kehidupan manusia di wilayah yang bernama Thneedville, dimana semua penduduknya hidup dengan lingkungan yang terbuat dari bahan plastik. Di wilayah yang modern itu, sama sekali tidak ditemui pohon, air bersih, tanah, dan rerumputan, semua digantikan oleh plastik yang dikelola oleh seorang

(4)

pengusaha besar bernama O'Hare . Pada suatu ketika, seorang remaja bernama Ted berusaha mencari sesuatu yang diidamkan oleh gadis pujaannya yaitu Audrey berupa pohon asli berjenis Trufulla. Lewat petunjuk dari sang nenek, Ted berusaha keras untuk mencari pohon asli Trufulla yang kemungkinan masih dimiliki oleh The Oce-ler, yang masa hidupnya dipenuhi dengan penyesalan karena tidak mendengarkan amanat penjaga hutan bernama Lorax. Pada dasarnya, film Dr. Seuss' The Lorax memiliki cerita yang sangat sederhana yaitu mencoba membangkitkan semangat generasi muda untuk melestarikan alam demi kehidupan masa depan yang lebih baik.

Dengan menawarkan nuansa gambar yang sangat cerah dan tokoh-tokoh animasi lucu seperti beruang, burung, ikan, dan karakter penjaga hutan yang bertubuh mungil berwarna oranye yaitu Lorax, dapat dipastikan secara tidak langsung film ini akan sangat jauh dari kesan membosankan. Tindakan masa lalu yang telah dilakukan oleh The Oce-ler dan kepedulian Ted untuk melestarikan pohon, seakan menjadi kunci utama di film ini, karena disana tersisip sebuah edukasi yang bisa diserap dengan mudah oleh generasi muda dan berharap bisa dipresentasikan dalam kehidupan nyata. Secara keseluruhan, Dr. Seuss' The Lorax adalah film yang sangat menghibur sekaligus dapat mengedukasi para generasi muda hingga orang dewasa.

4.2 Citra Ruang

Dalam perancangan Preschool kali ini menerapkan pencitraan ruang yang imajinative, playful, dan attractive. Pencitraan ruang ini disesuaikan dengan sifat anak pada usia tersebut.

(5)

Gambar 4.2. Citra Ruang

Pemakaian warna yang bervariasi akan membuat sebuah ruang menjadi, playful dan attractive. Penggunaan warna tersebut akan membantu anak dalam belajar mengenal warna, dan pengaruh psikologis untuk embangkitkan keceriaan anak. Selain itu anak dapat belajar mengenai bentuk melalui perancangan bentuk yang digunakan pada ruang tersebut. Penggunaan gambar dan bentuk makhluk hidup yang sesuai dengan tema pada interior dimaksudkan agar anak dapat merasakan suasana yang mendukung sekaligus belajar tentang lingkungan hidup terutama alam. Citra ruang ini dapat dilihat dari penerapan keselurahan ruang, seperti furniture, penggunaan warna, element interior, pencahayaan dan pemilahan material.

1. Wall

(6)

Gambar 4.4. Wall Treatment

Wall pada ruang tersebut dilapisi oleh cat dinding yang dilukis secara mural dan disesuaikan dengan keinginan. Hal tersebut dapat membantu anak dalam mengembangkan daya imajinasi mereka 2. Floor

Gambar 4.5. Carpet flooring

(7)

Karpet hanya digunakan dibeberapa area sekolah ini. Selain pemakaian karpet, penggunaan linoleum akan digunakan di area kelas dan ruangan yang berkegiatan aktif. Berdasarkan sifat anak – anak yang sangat aktif dan senang bermain, sehingga sebaiknya material lantai yang aman dan nyaman untuk keamanan di ruang dengan intensitas kegiatan yang tinggi.

3. Furniture

Gambar 4.7. Modular Furniture

Penggunaan furniture yang bermodul dan dapat digabungkan sesuai kebutuhan dan keinginan akan membantu meningkatkan kreativitas dan imajinatif anak. Selain itu, furniture yang baik untuk anak dalam kegiatan yang aktif maka furniture tidak bersudut sangat aman untuk anak – anak.

4. Ceiling

(8)

Gambar 4.9. Cloud drop ceiling

Berhubungan dengan tema yang berkaitan dengan alam bebas maka ceiling dibentuk sesuai keadaan alam seperti langit ataupun bentuk dedaunan pohon dengan perancangan drop ceiling. Perancangan tersebut akan membantu anak dalam mengenal suasana alam bebas. Selain itu membuat ruangan berkesan attractive, playful dan imajinative.

4.3 Konsep Style

Menyesuaikan kebutuhan anak dengan metode belajar aktif maka, membutuhkan suasana yang atraktif untuk menstimulasi anak untuk proses berpikirnya. Atraktif sendiri bisa ditunjukan dengan sesuatu hal yang menonjol atau populer, dalam perencanaan ini maka diangkat warna-warna yang ‘pop’ , yang kemudian menyesuaikan dengan jaman maka gaya kontemporer dapat mendukung perancangan desain interior preschool ini. Kontemporer sama artinya dengan modern yang kekinian, tapi dalam desain kerap dibedakan. Kontemporer menandai sebuah disain yang lebih maju, variatif, fleksibel dan inovatif, baik secara bentuk maupun tampilan, jenis material, pengolahan material, maupun teknologi yang dipakai dan menampilkan gaya yang lebih baru.

(9)

Gambar 4.10. Contemporary Pop Style

Maka dari itu style yang akan digunakan secara keseluruhan dalam perancangan ini adalah Contemporary Pop.

4.4 Konsep Warna

Penggunaan warna yang dapat membuat kesan ruang menjadi colourful, cheerful dan fun. Warna juga dapat membantu merangsang daya pikir dan daya imajinasi anak.

Warna tetrad adalah komposisi empat warna yang memiliki jarak sama satu sama lain dalam lingkaran warna. Komposisi dari warna tetrad ada warna primer, sekunder, dan tertier. Macam-macam warna tersebut dapat memperkenalkan tentang warna pada anak. Warna – warna dari konsep tetrad yang dipakai adalah warna red violet, orange, yellow green, dan biru. Bermacam warna tersebut cocok untuk alat stimulus yang tepat untuk melatih indra pengeliatan anak.

Selain itu penggunaan warna – warna yang lebih menggambarkan alam akan mempermudah anak berimajinasi dan membantu mengenal alam. Warna – warna itu seperti biru dan hijau. Warna hijau yang digunakan adalah warna yellow green untuk menambah kesan cerah.

Warna – warna yang akan digunakan untuk mengangkat tema wonderland adalah:

(10)

1. Red violet, merupakan perpaduan warna merah dan ungu sehingga mewarisi sifat cerah yang berkesan berjiwa muda, menyenangkan, dan menarik, selain itu warna ini memiliki energi tinggi yang sama seperti merah, namun tidak terlalu agresif.

Gambar 4.11 Warna Red violet

2. Kuning, mampu mendorong daya kreativitas, kecerdasan, dan perasaan bahagia. Warna kuning juga dapat mestimulasi pergerakan otot anak dan menimbulkan perasaan hangat.

Gambar 4.12 Warna Kuning

3. Biru, warna biru dapat merangsang pikiran yang jernih dan ringan. Selain itu warna biru juga dapat menenangkan pikiran dan meningkatkan konsentrasi.

Gambar 4.13 Warna Biru

4. Yellow green, merupakan perpaduan warna hjau dan kuning sehingga sifat perpaduannya adalah kesuburan, kesegaran dan pertumbuhan. Aksen warna ruangan tersebut mampu menyegarkan dan dikenal mampu memperkuat rasa percaya diri serta menunjukkan harapan dan juga mencerahkan suasana hati.

(11)

Gambar 4.14 Warna Yellow green

5. Oranye, warna oranye memberi kesan hangat dan bersemangat. Warna ini merupakan symbol dari petualangan, optimisme, percaya diri dan kemampuan dalam bersosialisasi. Warna oranye sebagai peleburan dari warna merah dan kuning, sama-sama memberi efek yang kuat dan hangat.

Gambar 4.15 Warna Oranye

4.5 Konsep Pencahayaan

Pencahayaan yang digunakan adalah pencahayaan alami dan buatan. Pencayahaan alami melalui sinar matahari. Sinar matahari sangatlah baik untuk pertumbuhan anak. Pencahayaan alami didukung oleh jendela-jendela kaca sehingga cahaya matahari bisa langusung masuk. Pencahayaan buatan melalui penggunaan lampu fluorecent untuk ruang kelas dan general lighting untuk lobby. Penggunaan lampu LED juga sangat membantu penerangan, lampu LED merupakan salah satu jenis lampu yang hemat energy. Lampu LED membutuhkan daya yang kecil hingga 60%, respon kerja yang sangat baik, tidak mengandung merkuri atau zat berbahaya lain dan keterangan lampu LED jauh lebih terang dibanding dengan lampu lainnya.

4.6 Konsep Penghawaan

Penghawaan yang digunakan adalah penghawaan alami melalui jendela dan ventilasi, serta penghawaan buatan dengan penggunaan Air Conditioner (AC). AC berfungsi untuk menurunkan suhu udara di sekitar

(12)

ruangan. Suhu udara yang dibutuhkan oleh anak – anak atau orang dewasa berkisar 22 – 24°C.

4.7 Konsep Akustik Ruang

Sebagai sistem pengandalian kebisingan suatu ruang tergantung pada pemilihan suatu material yang ada di ruang tersebut. Gypsum merupakan salah satu material yang memiliki daya serap suara yang baik, selain itu gypsum merupakan material yang ringan dan tahan api. Selain itu penggunaan glasswol pada lapisan dinding partisi dapat membantu meredam suara.

4.8 Konsep Keamanan dan Signage

Furniture yang memiliki sudut lancip dapat melukai anak – anak. Oleh karena itu penggunaan furniture yang tidak memiliki sudut lancip merupakan salah satu faktor keamanan di dalam kelas. Penggunaan material lantai yang tidak licin juga salah satu pilihan sebagai keamanan.

Aspek keamanan lainnya mengenai peletakan springkler dan smoke detector di dalam ruang sangat membantu ketika terjadi kebakaran. Juga peletakan hydran di koridor juga dapat mencegah terjadinya kebakaran dini.

Pemberian signage / petunjuk yang unik di depan kelas dan ruang tertentu dapat membantu anak dan orang tua agar mudah mencari dimana kelas mereka. Pemberian signage tidak semuanya berbentuk tanda atau tulisan, petunjuk bisa digunakan dari pembedaan warna dan bentuk dari sebuah area.

4.9 Green Design

Green design adalah usaha untuk memperhatikan seluruh aspek desain mulai dari perancangan, eksekusi, pemilihan material, pencetakan, dan

(13)

pendaurulangan setelah suatu produk dipakai. Semuanya dilakukan untuk mengurangi efek pembuatan produk terhadap lingkungan. Tiga hal yang terdapat di dalam green design, yaitu:

Reduce adalah mengurangi pemakaian sesuatu yang bisa menyebabkan limbah baru (pencegahan atau memperkecil dampak terhadap lingkungan)

Reuse adalah penggunaan kembali limbah dengan tujuan yang sama tanpa melalui proses tambahan secara kimia, fisika, biologi, dan/atau secara termal

Recycle adalah mendaur ulang komponen-komponen yang bermanfaat melalui proses tambahan secara kimia, fisika, biologi, dan/atau secara termal yang menghasilkan produk yang sama ataupun produk yang berbeda.

Dalam perancang interior Kelompok Bermain dan Taman Kanak – Kanak material yang ramah lingkungan dan tidak beracun merupakan aspek terpenting. Hal tersebut dikarenakan anak – anak sangat rentan daya tahan tubuhnya dibanding dengan orang dewasa pada umumnya.

Material green design yang digunakan dalam perancangan kali ini adalah:

• Lampu LED

LED didefinisikan sebagai salah satu semikonduktor yang mengubah energi listrik menjadi cahaya. LED merupakan perangkat keras dan padat (solid-state component) sehingga unggul dalam hal ketahanan (durability). LED banyak digunakan dalam perangkat elektronik karena ukurannya yang mini dan praktis, serta konsumsi dayanya yang relatif rendah. Usia yang sangat panjang, lebih dari 30 ribu jam, menambah keunggulannya. Sayangnya, suhu lingkungan yang terlalu tinggi dapat menyebabkan gangguan elektrik pada LED itu sendiri.

Lampu pijar dan neon tidak berguna lagi setelah bohlamnya pecah, namun tidak demikian dengan lampu LED.

(14)

Lampu ini merupakan jenis solid-state lighting (SSL), artinya lampu yang menggunakan kumpulan LED, benda padat, sebagai sumber pencahayaannya sehingga dia tidak mudah rusak bila terjatuh atau bohlamnya pecah. Kumpulan LED diletakkan dengan jarak yang rapat untuk memperterang cahaya. Satu buah lampu ini dapat bertahan lebih dari 30 ribu jam, bahkan mencapai 100 ribu jam.

Kaca dan Jendela

Penggunaan jendela disetiap ruangan dapat membantu menghemat penggunaan AC dan listrik. Selain itu, sirkulasi udara yang baik sangat membantu anak dalam perkembangannya. Selain itu penggunaan kaca dapat membantu menghemat penggunaan lapmpu pada ruangan. Penerangan alami akan masuk kedalam ruangan melalui jendela kaca, sehingga dapat menghemat energy listrik.

Non toxic finisihing paint

Penggunaan material finishing tembok yang sudah tersertifikasi non-toxic untuk segi keamanan user. Produk dari Dulux sudah tersertifikasi non-toxic sehingga aman digunakan untuk finishing tembok maupun ceiling. Dulux memiliki spesifikasi produk yakni easy clean sehingga mudah dibersihkan sehingga mudah perawatannya.

• Linoleum

Marmoleum (trademark dari forbo flooring) disebut juga dengan istilah linoleum adalah resilient-flooring yang difabrikasi dari bahan linseed oil, rosins, tepung kayu, limestone, pigmen warna dan jute (serat karung goni). Marmoleum merupakan flooring yang berwawasan ekologi atau green-material.

(15)

Bahan-bahan marmoleum berasal dari alam sehingga dapat terdegradasi secara biologi dengan sempurna.

Material utama - linseed oil - diekstrak dari flax dan dilebur dengan rosins/kristal minyak pinus. Sementara tepung kayu diperoleh dari kayu tetumbuhan dari hutan yang dapat diperbaharui (renewable) sebagai body produk. Marmoleum memiliki warna-warna yang indah yang berasal dari pigmen-pigmen warna alami. Marmoleum menggunakan limestone untuk mendapatkan struktur produk yang kuat, dan jute untuk pengikat/backing bahan-bahan tersebut.

• Karpet

Karpet adalah adalah tekstil penutup lantai, terdiri dari lapisan atas yang berbulu dan melekat pada alasnya. Karpet umumnya terbuat dari wol atau serat buatan manusia seperti polypropylene, dan biasanya terdiri dari lilitan-lilitan jumbai yang seringkali dipanaskan untuk mempertahankan struktur mereka.

Jenis material pembuat karpet secara umum ada 5 jenis, yaitu wol, sutera, polpropeline, nilon, dan kulit binatang. Karpet yang digunakan ialah jenis wol menjanjikan material yang kuat, warna-warna yang cerah, dan ketahanan warna yang tinggi.

Gambar

Diagram 4.1  Concept Mind Map
Gambar 4.1 Ilustrasi Wonderland in Truffula Forest
Gambar 4.2. Citra Ruang
Gambar 4.4. Wall Treatment
+3

Referensi

Dokumen terkait

Rahayu ID (2012) Hubungan usia dan paritas dengan kejadian preeklampsia di rawat inap SMF Obstetri Ginekologi Rumah Sakit Umum Dr... Malang::

Pеnеlitian yang dilakukan bеrtujuan untuk mеngеtahui kеwajaran harga saham pеrusahaan syariah yang tеrdaftar di Bursa Еfеk Indonеsia dan Bursa Malaysia dan

Akuifer potensial yang ada di daerah Gabus adalah batupasir yang merupakan akuifer bebas(tidak tertekan) dengan nilai resistivitas 13.2 Ωm pada kedalaman 11 meter dari

Pertama, pelayanan PDAM Tirta Mangutama dalam peningkatan kepuasan pelanggan di Kuta Selatan dilihat dari indikator kualitas pelayanan serta kepuasan pelanggan pada

peristiwa pembelajaran yang telah dilaluinya. Melalui proses refleksi, pengalaman belajar itu akan dimasukkan dalam struktur kognitif murid yang pada akhirnya akan

Setiap nada-nada dalam tuturan disejajarkan dengan nada pada notasi musik (melodi). Nada-nada tuturan yang memiliki kedekatan ukuran frekuensi dengan melodi

Terdapat 6 kelas XI IPA di SMA N 2 Kota Jambi, sampel yang akan digunakan 2 kelas XI IPA, maka dilakukan lah uji homogenitas menggunakan uji levene dengan

mungkin sekali disebabkan adanya kekhawatiran yang kuat bahwa ketidak utuhan teks hadis dapat membawa bahaya yang besar, yakni terbukanya peluang yang lebih besar