▸ Baca selengkapnya: contoh liturgi natal sekolah minggu terbaru
(2)A CHURCH WHERE CARE, TEACHING, AND MISSION MEET TOGETHER
Panggilan Beribadah Pengkhotbah
Votum Pengkhotbah
Bacaan Bertanggapan Liturgos & Jemaat Pujian Pengakuan Dosa Liturgos & Jemaat Doa Pengakuan Dosa Secara
Pribadi Jemaat
Doa Pengakuan Dosa Liturgos
Berita Anugerah Liturgos
Petunjuk Hidup baru Liturgos & Jemaat Pujian “Salam Damai” / “Shalom
shalom” Liturgos & Jemaat
Pujian Syukur 1 Liturgos & Jemaat Pujian Syukur 2 Liturgos & Jemaat Pengakuan Iman Liturgos & Jemaat
Pujian Liturgos & Jemaat
Doa Firman Tuhan Pengkhotbah
Khotbah Pengkhotbah
Persembahan Liturgos & Jemaat Doa Persembahan & Doa Syafaat Petugas Doa
Pengumuman & Seri Pembinaan Pengkhotbah Doxology /
“Kami memuji Kebesaran-Mu” Pengkhotbah
Doa berkat Pengkhotbah
Amin / “Thank You Lord” Pengkhotbah Theme Song “Jesus At The Center“ Pengkhotbah
SuSunan Liturgi ibadah Minggu
2
3
haMba tuhan rEC
GEMBALA SIDANG SENIOR
Pdt. Yakub Tri Handoko, Th.M Telp : 0815 5055 985
Email: [email protected]
GEMBALA LOKAL ESTE SQUARE
Pdt. Reyco Wattimury, S.Th.
Telp.081-331515954
Email: [email protected]
GEMBALA LOKAL NGINDEN
Ev. Yohanes Dodik Iswanto, M.A.
Telp. 081-233780070
Email: [email protected]
GEMBALA LOKAL POS PI BATAM
Ev. Samuel Sambudjo Budiman, M.K.
Telp. 081-931003006
Email: [email protected] /
GEMBALA LOKAL DARMO
Pdt. Novida Lassa, M.Th.
Telp. 081-13321904
Email: [email protected]
MAGZ
e
Khotbah Minggu | #TEACHING
M
inggu lalu kita sudah membicarakan tentang tanggung-jawab para isteri Kristen, yaitu menundukkan diri kepada suami dan menunjukkan kesederhanaan hidup sehingga kecantikan dari dalam menjadi lebih terlihat (3:1-6). Khotbah hari ini akan difokuskan pada sisi para suami.Kata sambung “demikian juga” (homoiōs) di awal ayat 7 sebaiknya tidak dipahami secara sempit, seolah-olah isteri dan suami memiliki tanggung- jawab yang sama (misalnya menundukkan diri satu sama lain). Kata ini hanya menyiratkan bahwa dua pihak sama-sama memiliki tanggung-jawab, tetapi jenis tanggung-jawab yang diemban masing-masing pihak tetaplah berbeda. Menghormati isteri (3:7b) berbeda dengan menundukkan diri
Isteri: Bejana Yang Lemah Dan Teman Pewaris Kasih Karunia
(1 Petrus 3:7)| Mimbar REC | Pdt. Yakub Tri Handoko, Th.M
4
kepada suami (3:1). Kata Yunani yang digunakan berbeda. Alasan di balik masing- masing perintah juga berlainan.
Baik suami maupun isteri sama- sama mengemban tanggung-jawab, namun tanggung-jawab masing- masing tetap berbeda.
Tanggung-jawab suami
Apakah tanggung-jawab suami terhadap isteri? Dalam teks ini Petrus secara khusus menyinggung dua tanggung-jawab.
Pertama, hidup dengan bijaksana bersama isteri (ayat 7a). Penerjemah LAI:TB menerjemahkan bagian awal dari ayat ini dengan: “Hiduplah
bijaksana dengan isterimu”.
Beberapa versi Inggris memilih
“Hiduplah bersama isterimu dengan pengertian” (NASB/NIV/
ESV). Yang lain mengambil:
“Tinggallah bersama isterimu menurut pengetahuan” (KJV/
NKJV). Di antara semua opsi ini, yang terakhir lebih hurufiah. Frasa synoikountes kata gnōsin memang berarti “hiduplah bersama menurut pengetahuan”.
Mengetahui terjemahan hurufiah bukan berarti mengetahui maksud penulisnya. Apa artinya “hidup bersama” (synoikeō)? Apa pula arti “menurut pengetahuan” (kata gnōsin)?
Beberapa penafsir memahami synoikeō sebagai rujukan untuk hubungan seksual suami-isteri.
Dalam Septuaginta (LXX), kata ini memang kadangkala digunakan dalam arti yang lebih sempit seperti itu (Ul. 22:13; 24:1; 25:5). Dalam konteks 1 Petrus 3, kita sebaiknya memahami kata ini secara lebih luas. Tidak ada nuansa maupun rujukan seksual sama sekali di teks ini. LXX juga sering menggunakan kata synoikeō untuk hidup bersama dalam sebuah pernikahan, tanpa penekanan pada aspek seksual (Kej.
20:3; Hak. 14:20; 2Mak. 1:14, dll).
Berkaitan dengan frasa “menurut
pengetahuan”, kita sebaiknya mengaitkan pengetahuan ini dengan
Allah. Sebagaimana ketundukan isteri kepada suami bukan didasari oleh ketakutan terhadap suami, melainkan terhadap Allah (3:1, 6), demikian pula pengetahuan di 3:7a berkaitan dengan MAGZ
e
Khotbah Minggu | #TEACHING
5
Allah. Sebagaimana ketidakadilan perlu disikapi dengan kesadaran tentang
kehendak Allah (2:19), demikian pula kehidupan bersama dalam sebuah pernikahan perlu diwarnai dengan kesadaran yang sama (3:7a). Maksudnya, dalam bagian ini Petrus memerintahkan para suami untuk selalu menggumulkan apa yang menjadi kehendak Allah dalam pernikahan mereka.
Perlakuan mereka terhadap isteri masing-masing harus sesuai dengan pengetahuan mereka tentang Allah.
Tanggung-jawab kedua yang diemban suami adalah memberikan
hormat kepada isteri (ayat 7b).
Nasihat ini merupakan ide yang asing menurut budaya Yunani- Romawi pada waktu itu. Dalam berbagai literatur kuno pada masa itu, yang lebih banyak dibicarakan adalah tanggung-jawab isteri kepada suami. Kalaupun kebalikannya sempat dibicarakan, pemberian hormat (timē) kepada isteri tidak termasuk di dalamnya. Kehormatan adalah milik para suami.
Apa yang dinasihatkan oleh Petrus di bagian ini merupakan penyeimbang dari apa yang disampaikannya di ayat 1-6. Para isteri memang harus tunduk kepada suami, bukan sebaliknya. Bagaimanapun, hal ini tidak berarti bahwa para isteri tidak layak mendapatkan penghormatan.
Ketundukan isteri kepada suami dan penghormatan suami kepada isteri harus berjalan beriringan. Yang satu tidak meniadakan yang lain.
Apa arti “memberikan hormat kepada isteri”? Kata timē sebelumnya sudah muncul dua kali di surat ini (1:7; 2:7). Keduanya berkaitan dengan sesuatu yang sangat mahal atau berharga. Dari data ini dapat ditarik sebuah kesimpulan bahwa memberikan hormat kepada isteri berarti menganggap dia berharga.
Bentuk yang labih praktis, memuji isteri sebagai bagian kehidupan yang bernilai.
Dua tanggung-jawab di atas – hidup bersama menurut pengetahuan tentang Allah dan memberikan hormat kepada isteri – bukanlah pilihan. Ini merupakan perintah ilahi. Jika dilanggar, ada konsekuensi MAGZ
e
Khotbah Minggu | #TEACHING
6
yang mengikutinya.
Secara khusus Petrus menyebutkan doa yang terhalang (ayat 7b). Apa yang dilakukan suami kepada isteri turut menentukan apa yang Allah lakukan kepadanya.
Suami yang tidak menghiraukan perintah Allah tidak akan mendapat pengabulan doa dari Allah.
Ayat 12 memberikan penjelasan penting tentang hal ini: “Sebab mata Tuhan tertuju kepada orang- orang benar, dan telinga-Nya kepada permohonan mereka yang minta tolong, tetapi wajah Tuhan menentang orang-orang yang berbuat jahat”. Keenganan suami untuk menunaikan tangung-jawab kepada isteri merupakan kejahatan di mata Tuhan, sehingga Dia tidak akan menghiraukan permohonan suami.
Isteri di mata suami
Sikap seorang suami terhadap isterinya ditentukan oleh bagaimana dia memandang isterinya. Cara pandang menentukan tindakan.
Cara pandang yang keliru akan menghasilkan tindakan yang keliru pula.
Yang terutama, isteri adalah kaum yang lebih lemah (ayat 7a). Kata
“kaum” (LAI:TB) secara hurufiah berarti “bejana” (skeuei). Walaupun semua manusia, baik laki-laki maupun perempuan, bisa disebut sebagai “bejana” (Kis. 19:15; bdk.
Rm. 9:21-23), tetapi ada perbedaan antara laki-laki dan perempuan.
Perempuan merupakan bejana yang lebih lemah (asthenesterō skeuei).
Kelemahan ini tentu saja tidak bersifat emosional, intelektual, moral, atau spiritual. Tidak ada bukti theologis maupun historis bahwa perempuan secara emosional, intelektual, moral, dan spiritual lebih lemah daripada laki-laki. Alkitab bahkan mencatat bahwa para perempuan tetap setia mengikuti Yesus sampai ke kayu salib (Luk. 23:49), sedangkan para pengikut laki-laki justru meninggalkan Dia (Mat. 26:31).
Yang dipikirkan oleh Petrus adalah kelemahan atau kekuatan secara fisik. Harus diakui, laki-laki memang lebih kuat daripada perempuan. Hal ini terlihat kentara dalam bidang olah raga. Walaupun kesejajaran laki-laki dan perempuan sudah diterapkan
7
MAGZ
e
Khotbah Minggu | #TEACHING
di banyak bidang, perbedaan keduanya tetap dipertahankan dalam olah
raga. Bukan berarti bahwa setiap perempuan pasti lebih lemah daripada semua laki-laki. Namun, secara umum laki-laki memang lebih kuat secara fisik. Dengan bobot dan latihan yang sama, laki- laki lebih kuat daripada perempuan.
Isteri juga merupakan teman pewaris kasih karunia (ayat 7b). Ide tentang warisan menunjukkan bahwa kasih karunia ini bersifat eskhatologis.
Ini akan digenapi nanti di akhir zaman. Dalam dunia ini perempuan tetap berbeda dan dibedakan dari laki-laki. Perbedaan seks dan gender seringkali menempatkan perempuan pada situasi yang sulit. Diskriminasi dan pelecehan sukar diberantas sama sekali. Puji Tuhan! Di surga kelak perbedaan ini tidak lagi relevan. Laki-laki dan perempuan akan memiliki titik akhir yang sama. Mereka akan menikmati warisan yang sama.
Warisan ini berkaitan dengan kehidupan (ayat 7b). Banyak versi Inggris menggunakan terjemahan hurufiah yang agak kabur, yaitu “grace of life”. Penerjemah LAI:TB secara tepat memperlakukan kata “kehidupan”
(zōēs) sebagai penjelasan terhadap “kasih karunia” (apositional genitif).
Kasih karunia, yaitu kehidupan. Kehidupan yang dimaksud di sini tentu saja bukan sekadar kehidupan yang terus-menerus ada. Bukan hanya kekekalan (1:3-5). Yang disorot adalah keberhargaan dan kebahagiaan dari kehidupan kekal tersebut. Untuk apa hidup terus-menerus tetapi di dalam siksaan? Bagi kita semua yang percaya kepada kematian dan kebangkitan Yesus Kristus tersedia sebuah janji yang luar biasa indah, yaitu kita akan
“memperoleh puji-pujian dan kemuliaan dan kehormatan pada hari Yesus Kristus menyatakan diri-Nya” (1:7). Inilah warisan yang tersimpan bagi kita. Inilah kekayaan kita yang sesungguhnya. Soli Deo Gloria.
8
MAGZ
e
Khotbah Minggu | #TEACHING
Sikap seorang suami terhadap isterinya
ditentukan oleh bagaimana
dia memandang isterinya
POKOK DOA SYAFAAT
9
MAGZ
e
Pokok Doa Syafaat | #TEACHING
1. Berdoa untuk perancangan program setiap komisi.
Kiranya Tuhan memberikan hikmat kepada setiap pengurus setiap komisi untuk dapat merencanakan dan mempersiapkan program tahun 2018 untuk dapat berdampak kepada peningkatan kwalitas pelayanan dan secara efektif memberkati setiap jemaat.
2. Berdoa untuk perizinan REC Kutisari. Kiranya Tuhan yang
sudah menolong proses perizinan sejauh ini tetap menyertai
proses kelanjutan sampai selesai supaya peribadatan segera
dilaksanakan. Dukung dalam doa supaya penjangkauan jiwa
di sana dapat berjalan dengan efektif sehingga gereja ini dapat
menjadi berkat.
KATEKISMUS WESTMINSTER
10
MAGZ
e
Katekismus Westminster | #TEACHING
Pertanyaan 134:
Apa tugas-tugas kewajiban yang pelaksanaannya dituntut dalam hukum yang keenam?
Jawaban :
Tugas-tugas kewajiban yang pelaksanaannya dituntut dalam hukum yang keenam ialah, semua daya upaya yang berdasarkan kasih sayang dan yang sesuai dengan hukum, untuk memelihara kehidupan kita sendiri dan orang lain. Caranya denga mebnentang semua pikiran dan niat, mengendalikan semua hawa nafsu, dan menghindari semua kesempatan, godaan, dan kebiasaan yang membawa seseorang mencabut nyawa siapa pun juga dengan tidak adil; dengan pembelaannya secara adil melawan kekerasan; menanggung tangan Allah dengan sabar; ketenangan batin, kegembiraan hati, ugahari dalam hal makan, minum, obat-obatan, tidur,pekerjaan, dan hiburan;
dengan pikiran ramah, kasih, belas kasihan, sikap lemah lembut, penuh kasih sayang, dan mesra; dengan bicara dan kelakuan yang penuh damai, lemah lembut, dan sopan; dengan toleransi, kesediaan untuk didamaikan, menanggung dan mengampuni penghinaan dengan penuh kesabaran, membalas kejahatan dengan kebaikan;
dengan menghibur dan menyantuni orang yang bersedih hati, dan
melindungi serta membela orang yang tidak bersalah.[y]
KATEKISMUS WESTMINSTER
11
MAGZ
e
Katekismus Westminster | #TEACHING
a. Efe 5:28-29. b. 1Ra 18:4. c. Yer 26:15-16; Kis 23:12, 16-17, 21, 27.
d. Efe 4:26-27. e. 2Sa 2:22; Ula 22:8. f. Mat 4:6-7; Ams 1:10-11, 15- 16. g. 1Sa 24:12; 26:9-11; Kej 37:21-22. h. Maz 82:4; Ams 24:11-12;
1Sa 14:45. i. Yak 5:7-11; Ibr 12:9. j. 1Te 4:11; 1Pe 3:3- 4; Maz 37:8- 11. k. Ams 17:22. l. Ams 25:16, 27. m. 1Ti 5:23. n. Yes 38:21. o. Maz 127:2. p. Pengk 5:12; 2Te 3:10, 12; Ams 16:26. q. Pengk 3:4, 11. r. 1Sa 19:4-5; 22:13-14. s. Rom 13:10. 20. Luk 10:33-34. u. Kol 3:12-13. 22.
Yak 3:17. w. 1Pe 3:8-11; Ams 15:1; Hak 8:1-3. x. Mat 5:24; Efe 4:2,
32; Rom 12:17, 20-21. y. 1Te 5:14; Ayu 31:19-20; Mat 25:35-36; Ams
31:8- 9.
12
MAGZ
e
All About Marriage | #CARE
TEROBOSAN MENJADI ORANGTUA
Percaya Kepada Tuhan Awalnya, Akhirnya, dan Selamanya
BERIKAN KASIH TANPA SYARAT
S
aya tahu bahwa tatkala masih kanak-kanak, saya sangat membutuhkan kasih pada saat sayapaling tidak layak menerimanya.
Dan orangtua saya memberi kasih itu kepada saya. Apabila mereka tengah mendisiplin saya, mereka menjelaskan mengapa mereka melakukannya dan kira-kira 30 menit kemudian, saya dipanggil dan dirangkulnya. Sikap mereka sangat melapangkan hati saya, dan makin
sulit masalah yang saya hadapi, makin teguh sikap mereka.
Sejalan dengan waktu, saya makin tahu bahwa orangtua saya adalah sahabat terbaik saya. Ini kedengarannya terlalu berlebihan, tetapi sesungguhnya memang begitu. Saya masih ingat ketika ibu saya meminta saya duduk di dapur.
Waktu itu saya berumur 16 tahun.
Ia membicarakan sepasang remaja di lingkungan tempat tinggal kami.
Yang lelaki adalah siswa kelas tiga SMU, sedangkan sang gadis masih
13
MAGZ
e
All About Marriage | #CARE
duduk di SMP. Saya namakan saja Fred dan Jill.
“John, aku ingin berbicara tentang Fred dan Jill,” kata Ibu. Aku tidak tahu apa kamu sudah mendengarnya atau belum, tetapi Fred telah menghamili Jill.”
Wajah saya berubah merah. Saya tahu siapa mereka, tetapi saya tidak terlalu mengenal mereka. Canggung rasanya membicarakan masalah itu dengan Ibu.
“Orangtua mereka sedih sekali,” kata Ibu. “Mereka minggat minggu lalu karena mereka ingin agar bayinya memiliki nama ayahnya, dan mereka tidak ingin anak itu lahir sebagai anak haram. Agaknya Fred harus berhenti sekolah sehingga ia bisa bekerja. Rencananya mereka akan pergi ke Ohio dan belajar untuk menjadi insinyur bangunan, tetapi saya tidak tahu apakah ia bisa atau tidak. Jill ingin agar ia tetap bisa bersekolah sampai akhir tahun, tetapi selanjutnya ia tidak dapat melanjutkan ke sekolah yang lebih tinggi.”
Ibu menatap saya dan menambahkan,
“John, kamu harus tahu bahwa hidup kudus itu penting. Penting bagi Allah, tetapi juga penting demi masa depanmu, khususnya jika kamu menjadi seorang pengkhotbah.”
Kemudian ia merentangkan tangannya dan memeluk saya.
”Tetapi,” ia melanjutkan, “jika kamu bermasalah – masalah apa saja – kamu harus berbicara kepada kami dahulu, aku dan ayahmu. Kami ingin kamu benar, tetapi jika kamu berbuat salah, jangan lari. Kami selalu mengasihi dan menolongmu dalam setiap badai kehidupan.”
Kasih sayang mereka tidak saja mendorong saya untuk berperilaku baik, tetapi juga memberi saya perasaan memiliki. Saya tahu saya selalu diterima oleh mereka, apapun yang terjadi, dan kesadaran akan hal ini membuat saya leluasa untuk berkarya.
BERSIKAP TENANG
Kami berdua, saya dan Margaret bertemperamen kolerik yang terbiasa mengambil-alih masalah dan membereskannya. Kami selalu
14
MAGZ
e
All About Marriage | #CARE
berupaya keras untuk memperbaiki ketidakberesan pada diri pasangan. Ternyata berusaha memperbaiki orang lain bukan sesuatu yang baik. Saya menyadari hal ini ketika orang meminta saya bimbingan pastoral. Saya sanggup membuat mereka tenang berada dekat saya, tetapi saya ingin memberi pemecahan atas permasalahan mereka dan memberitahukan langkah-langkah untuk mengubah diri mereka sendiri. Saya tidak membiarkan mereka mengatasi persoalannya.
Saya juga menyimpulkan bahwa pendekatan-bereskan-sekarang tidak dapat diterapkan pada anak-anak. Kadangkala yang terbaik untuk dilakukan adalah tidak ikut campur dan bersikap tenang, khususnya apabila yang menjadi persoalan berkaitan dengan masalah selera atau watak. Itulah sebabnya Margaret dan saya membuat lima prioritas utama – agar kami tahu kapan harus bersikap serius dan kapan harus tenang atau santai. Ketika kebiasaan makan anak mulai mengganggu ketenangan, misalnya, kami tidak mempermasalahkannya. Sebaliknya, kami sekadar berkomentar, ”Ini memang harus terjadi.”
DOA: WUJUD NYATA DARI RASA PERCAYA
Bagaimana seorang ayah atau ibu menaruh rasa percaya pada Allah?
Melalui doa, wujud nyata dari rasa percaya. Seperti yang diajarkan orangtua saya, “Tatkala masalah datang, sedikit berbicara, banyak berdoa.”
Sebagai seorang anak Joel Porter sangat membutuhkan doa (dan ia tetap membutuhkannya sampai sekarang). Secara khusus saya ingat suatu saat ketika kami sedang berkemah dalam musim liburan di hutan Georgia.
Joel berusia kurang lebih 6 atau 7 tahun, dan perilakunya mengganggu sekali. Suatu subuh, saya meninggalkan mobil kemah kami untuk membeli sarapan. Ketika saya kembali kira-kira 20 menit kemudian, Margaret duduk di tangga mobil dengan Joel di pangkuannya. Keduanya tengah menangis.
15
MAGZ
e
All About Marriage | #CARE
“Ada apa, Sayang?” ini kata-kata yang langsung terlontar.
“Saya sedang menegur Joel tentang tingkah lakunya yang kurang menyenangkan, dan aku merasa bahwa kami harus mendoakannya. Ketika kami berdoa, Allah hadir, dan kukira Ia melakukan sesuatu yang luar biasa kepada kami berdua. Joel meminta maaf untuk perilakunya selama ini, dan aku merasa bebanku sudah terangkat.”
Sepanjang sisa liburan kami saksikan perubahan nyata pada sikap dan tindakan Joel. Tentu saja, kami tidak selalu langsung melihat hasil doa-doa kami. Tatkala Anda berdoa, Anda tidak tahu apa yang akan terjadi. Cara Allah menjawab doa tidak terbatas. Iman kepada Allah menolong Anda percaya bahwa Ia dapat menyingkirkan dari Anda apa pun yang membuat Anda kesulitan. Percaya kepada Allah menolong Anda percaya bahwa Ia akan memegang tangan Anda dan berjalan bersama Anda menghadapi kesulitan. Tetapi baik percaya, baik iman yang Anda miliki, perlu Anda ketahui bahwa apa pun yang terjadi, Anda berada di tangan Allah. Penulis kitab Ibrani menunjukkan bahwa Allah telah berkata:
“Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau.”
Sebab itu dengan yakin kita dapat berkata:
“Tuhan adalah Penolongku. Aku tidak akan takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku?”
Kita bisa bergantung kepada Allah. Kita dapat menyerahkan semua kekhawatiran kita kepada-Nya karena Ia memelihara kita, seperti komentar C. H. Spurgeon, “Allah terlalu baik untuk berbuat tidak baik. Ia terlalu bijak untuk bingung. Jika saya tidak bisa menggapai tangan-Nya, saya bisa selalu mempercayai hati-Nya.”
Belum lama berselang, kami membantu Elizabeth memindahkan barang- barangnya ke asramanya. Sementara kami menjinjing kardus terakhir,
16
MAGZ
e
All About Marriage | #CARE
Margaret mulai memindahkan barang-barang dan menata ruangan.
“Menurutku tempat tidur paling baik ditaruh menempel dinding,” katanya.
“Jadi kamu bisa menaruh rak buku di sana.”
”Ibu, aku yang mengatur nanti,” Elizabeth berkata.
”Dan pigura itu baik sekali kalau diletakkan di situ,” sambung Margaret.
”Ibu! Akulah yang akan mengatur.”
”Engkau mau aku menggantungkan korden itu?” Margaret bertanya.
Elizabeth merasa diremehkan.
”Baik, baik, kami akan pulang,” kata Margaret. “Setidaknya kita berdoa dahulu?”
Elizabeth setuju dan kami berdoa selama 20 menit meminta agar Allah melindungi dan memberkati kuliahnya. Tatkala kami meninggalkan asrama, saya menengok ke arah Margaret dan berkata, ”Tugas kita selesai, Sayang. Pengasuhan kita berhenti di sini. Kini Elizabeth sendiri yang akan mengambil keputusan untuk dirinya. Dari sekarang kita hanya perlu mempercayai Tuhan saja.”
Perlahan-lahan kami belajar untuk melepas Elizabeth. Tidak mudah.
Kami banyak menghabiskan waktu untuk berdoa bagi Elizabeth dan dari hari ke hari kami makin mempercayai Allah, demikian juga harapan saya bagi Anda.
Cuplikan-cuplikan Terobosan No. 10:
Breakthrough Parenting – John C. Maxwell bersambung …
MAGZ
e
Apakah Konsep Tritunggal Disiratkan Dalam Kejadian? | #QandA
B entuk jamak “Kita” dalam ucapan Allah di Kejadian 1:26 merupakan sesuatu yang layak dicermati. Orang Israel adalah pengikut monotheisme yang ketat. Mereka hanya mengakui satu Allah yang esa, yaitu TUHAN (Ul. 6:4). Mengapa dalam kitab suci mereka (yang juga kita terima otoritasnya) terdapat rujukan jamak untuk Allah?
Sebagian theolog memahami bentuk jamak ini sebagai rujukan terhadap allah-allah lain. Mereka mempercayai bahwa penulis Kitab Kejadian menggunakan sumber-sumber kuno yang politheistik (mempercayai banyak dewa) dan mitologis (kisah-kisah legenda yang mengakar pada budaya tertentu). Sumber-sumber ini lantas dimodifikasi sedemikian rupa oleh penulis sehingga sesuai dengan
Apakah Konsep Tritunggal Disiratkan Dalam Kejadian 1:26-27?
Pdt. Yakub Tri Handoko, Th.M
17
MAGZ
e
Apakah Konsep Tritunggal Disiratkan Dalam Kejadian? | #QandA
paham monotheisme yang dia anut. Nah, bentuk jamak di ayat 26 merupakan peninggalan yang masih bisa terdeteksi karena si penulis gagal merevisi sumbernya secara teliti.
Pandangan ini sukar untuk diterima. Bentuk jamak hanya muncul di ayat 26. Ayat 27 memiliki rujukan tunggal untuk Allah. Jika si penulis berhasil memodifikasi sumbernya di ayat 27, mengapa dia sampai lupa merevisi ayat 26? Lagipula, dugaan bahwa penulis Kitab Kejadian menggunakan sumber-sumber tertulis kuno di luar Alkitab belum terbukti secara memadai. Apakah penulis menggunakan atau justru menentang sumber-sumber itu?
Solusi kedua yang diusulkan adalah percakapan antara Allah dengan penghuni surgawi. “Kita” di ayat 26 mungkin merujuk pada Allah dan para malaikat.
Kita sebaiknya menolak pandangan ini. Jika “Kita” berarti Allah dan para malaikat, maka “menurut gambar dan rupa Kita” juga berarti “menurut gambar dan rupa Allah beserta para malaikat”.
Persoalannya, di ayat 27 hanya disebutkan “menurut gambar-Nya”
atau “menurut gambar Allah”. Tidak ada malaikat di sana. Di samping itu, Alkitab tidak pernah mengajarkan bahwa para malaikat terlibat dalam penciptaan. Mereka hanyalah penonton yang bersukacita melihat karya Allah (Ay. 38:4-7).
Theolog yang lain mengusulkan “jamak kemuliaan” sebagai solusi.
Bentuk ini seringkali digunakan oleh para raja. Ini hanya sekadar kebiasaan retoris di kalangan atas.
18
MAGZ
e
Apakah Konsep Tritunggal Disiratkan Dalam Kejadian? | #QandA
Banyak ahli sudah meninggalkan teori ini. Ada perbedaan besar antara jamak kemuliaan yang digunakan oleh para raja dengan bentuk jamak di Kejadian 1:26. Dalam teks Ibrani Alkitab, tidak ada bentuk jamak kemuliaan yang digunakan beserta dengan kata kerja dan kata ganti orang.
Usulan lain yang tidak kalah populer adalah “jamak deliberasi”.
Maksudnya, seseorang berbicara kepada dirinya sendiri dengan sebuah tekad untuk melakukan sesuatu. Contoh Alkitab yang digunakan sebagai pendukung adalah Kejadian 11:7 “Baiklah Kita turun dan mengacaubalaukan di sana bahasa mereka, sehingga mereka tidak mengerti lagi bahasa masing-masing”.
Bersambung……..
19
20
MAGZ
e
Doctrine Does Matter | #TEACHING
(Lanjutan tgl 17 September 2017)
K
ita telah membahas perkataan-perkataan Yesus dan menyimpulkan bahwa semuanya menunjukkan bahwa Dia adalah yang Absolut, Allah itu sendiri. Tetapi bisakah Yesus keliru dalam mengeluarkan klaim tentang diri-Nya? Di dalam bab ini kita akan menunjukkan bahwa cara hidup-Nya dan pekerjaan atau perbuatan-Nya tidak memungkinkan hal tersebut. Kita telah menunjukkan di dalam Yohanes 14 bahwa Yesus berkata Dia dan Allah adalah satu (Yoh. 14:7-10a) dan perkataan-Nya menunjukkan hal ini: “Apa yang Aku katakan padamu, tidak Aku katakan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang diam di dalam Aku, Dialah yang melakukan pekerjaan-Nya” (ay. 10b). Bagi mereka yang sulit menerima perkataan-nya, Dia menyatakan pekerjaan-Nya sebagai bukti perkataan- Nya (Yoh. 14:11).PEKERJAAN-NYA MEMBUKTIKAN KEBENARAN
PERKATAAN-NYA
21
MAGZ
e
Doctrine Does Matter | #TEACHING
PERCAYA KARENA PERBUATAN YESUS
Yesus berkata, “Percayalah kepada-Ku bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku; atau setidak-tidaknya, percayalah karena pekerjaan-pekerjaan itu sendiri” (Yoh. 14:11). Yesus mengeluarkan klaim yang sangat berani dalam kitab Injil, tapi Dia tahu sebagian orang akan sulit mempercayainya, dan Dia memberikan pekerjaan-pekerjaan-Nya untuk membantu mereka agar percaya.
Alkitab Indonesia menerjemahkan kata untuk pekerjaan ini sebagai mujizat. Kata Yunani yang digunakan di sini, ergon, “terutama merujuk kepada mujizat yang dilakukan-Nya, tapi kata ini cukup umum artinya sehingga bisa mencakup semua pekerjaan baik yang Yesus lakukan, baik mujizat maupun bukan mujizat.” Kata “pekerjaan” merupakan terjemahan yang lebih harfiah. Jadi, kita percaya bahwa yang dimaksudkan oleh pernyataan di atas adalah seluruh perbuatan Yesus. Kita akan mempelajari perbuatan Yesus melalui hidup-Nya, yang menunjukkan bahwa Dia layak menjadi perantara antara Allah dan manusia, dan setelah itu, kita akan melihat mujizat yang dilakukan-Nya.
LAYAK MENJADI PENGANTARA YANG SEMPURNA KELAHIRAN DAN KEHIDUPAN AWAL YESUS
Mulai dari kejadian-kejadian di seputar kelahiran-Nya, kehidupan Yesus menunjukkan suatu paduan yang unik antara keilahian yang transenden dan kemanusiaan yang nyata. Kelahiran-Nya merupakan hasil dari konsepsi yang dikerjakan oleh Roh Kudus pada seorang perawan.
(Sebagian theolog di masa kini lebih suka menggunakan istilah virginal conception daripada virgin birth karena istilah kedua bisa disalahartikan sehingga menyebabkan kesalahpahaman yang tidak perlu atas catatan Alkitab.) Ajaran tentang konsepsi perawan ini telah ditolak oleh mereka yang menolak mujizat dalam Alkitab. Tetapi argumen mereka secara luar
22
MAGZ
e
Doctrine Does Matter | #TEACHING
biasa telah dipatahkan, bahkan oleh sarjana generasi lalu seperti J. Gresham Machen dan James Orr. Perdebatan terjadi dalam gereja mengenai apakah kelahiran dari perawan diperlukan bagi keilahian dan ketidakberdosaan Kristus. Alkitab memang tidak memberikan penegasan
Yang jelas akan hal ini. Tetapi Alkitab jelas-jelas menegaskan bahwa Dia
“dikandung oleh Roh Kudus [dan] lahir dari anak dara Maria,” seperti kalimat dalam pengakuan iman (lihat Mat. 1:18-25; Luk. 1:26-38). Itu menjadi tanda bahwa Yesus memiliki misi ilahi yang akan membuktikan bahwa Dia bukan manusia biasa.
Bersambung……..
Sumber: Supremasi Kristus oleh Ajith Fernando
23
MAGZ
e
Siapakah Yang Mendirikan Kota:Kain/Henokh|#DOYOUKNOW
(Lanjutan tgl 17 September 2017)
S
eandainya hukuman Kain di 4:12 mencakup keterpisahan dari komunitas dan gaya hidup nomadik, maka tindakan ini bertentangan juga dengan hukuman yang sudah diberikan. Bagaimanapun, untuk poin ini kita tidak bisa terlalu yakin.Seperti yang sudah disinggung beberapa kali, penekanan pada hukuman Kain sebagai pelarian adalah keterpisahan dari komunitas,
bukan gaya hidup nomadik.
Berdasarkan konteks yang ada, tujuan Kain mendirikan kota kemungkinan besar adalah untuk menyediakan perlindungan bagi dirinya. Dengan memiliki sebuah kota sebagai tempat tinggal bersama-sama dengan seluruh keturunannya, maka Kain sekaligus mendapatkan dua hal: komunitas dan perlindungan. Seandainya
SIAPAKAH YANG MENDIRIKAN KOTA : KAIN ATAU HENOKH?
Ev. Nike Pamela, M.A
24 Siapakah Yang Mendirikan Kota:Kain/Henokh|#DOYOUKNOW
ini benar, maka tindakan ini menyiratkan bahwa Kain tidak sepenuhnya percaya pada perlindungan yang diberikan oleh Allah (4:15). Ia ingin “membantu” Allah merealisasikan janji- Nya melalui usahanya sendiri. Beberapa petunjuk yang menguatkan dugaan ini antara lain: (1) isu yang dikuatirkan Kain sebelum ia diusir dari hadapan TUHAN adalah perlindungan untuk dirinya (4:14-15); (2) 4:17-24 diakhiri dengan upaya Lamekh untuk melindungi diri melalui kekuatan dan kesombongannya (4:23-24); (3) di kemudian hari TUHAN memerintahkan Musa untuk mendirikan kota perlindungan bagi mereka yang membunuh sesamanya tanpa kesengajaan (Bil 35:9-12). Ini tidak berlaku dalam kasus pembunuhan yang disengaja, apalagi didasari kebencian (Ul 19:11-13). Pembaca pada jaman Musa tidak akan kesulitan untuk melihat kesalahan di balik upaya Kain mencari perlindungan bagi dirinya dengan cara mendirikan sebuah kota; (4) pola “membantu Allah” untuk merealisasikan janji-Nya merupakan fenomena yang umum dalam kitab Kejadian. Abraham mengambil Hagar sebagai isteri supaya ia mendapatkan keturunan (16:1-3). Yakub memperdayai kakak (25:30-34) dan ayahnya (27:5-29).
Kota itu diberi nama Henokh (ḥanḥk), sesuai nama anaknya. Nama “Henokh”
juga muncul digunakan oleh beberapa orang lain di kitab Kejadian (5:18- 24; 25:4; 46:9). Para ahli belum bisa memastikan asal-usul (etimologi) dari nama ini. Sebagian meyakini bahwa nama ini berhubungan dengan kata Ibrani ḥānak yang berarti “melatih” atau “mendedikasikan”. Yang lain menduga kata ini berasal dari rumpun Semitik barat ḥnk yang memiliki arti “memulai” atau “merintis”. Jika kita menganggap Kain sebagai pendiri kota, maka makna yang tersirat dari nama kota ini (ḥanḥk) sesuai dengan tindakan Kain yang mendedikasikan (ḥānak) kota itu untuk anaknya.
NK_P MAGZ
e
25 Injil Ditengah Ketidakadilan dan Kemiskinan | #MISSION
(Lanjutan tgl 17 September 2017)
K aum partikularis
menegaskan, bahwa sesuai pengamatan dan analisis, apapun yang dapat ditawarkan agama lain kepada pengikut-pengikutnya, bukan keselamatan dari dosa yang diartikan sebagai alienasi pribadi dari Allah yang pribadi.
Kaum generalis keliru kalau percaya bahwa orang-orang
yang mengikuti tradisi agama lain kemungkinan besar akan berbalik kepada Allahnya kepada Yesus Kristus, bahkan dalam cara- cara lain yang dapat diterima, walaupun di luar kepercayaan yang sadar. Hal ini disebabkan oleh kebudayaan dan praktik agama mereka telah mengakibatkan mereka menganut pandangan yang sangat berbeda tentang
INJIL DITENGAH PERJUMPAAN DENGAN AGAMA- AGAMA DUNIA
MAGZ
e
26
MAGZ
e
Injil Ditengah Ketidakadilan dan Kemiskinan | #MISSION
masalah yang dihadapi manusia dan cara penyelesaiannya.
Mereka tidak percaya bahwa dosa adalah pemberontakan terhadap Allah dan mereka tidak tahu tentang kemungkinan pengampunan yang ditawarkan sebagai suatu pemberian Cuma- Cuma yang diberikan atas dasar bahwa Allah sendiri telah memikul hukuman yang adil terhadap pelanggaran-pelanggaran mereka.
Kepercayaan agamawi mereka sendiri harus “ditidakpercayakan”
dahulu sebelum mereka dapat memahami keselamatan yang datang dari Allah sendiri.
Kaum generalis dapat menyetujui sebagian besar dari argument di atas, namun mereka akan menekankan bahwa ada cukup banyak bukti dalam Kitab Suci yang mengesankan bahwa ada lebih dari satu jalan untuk datang kepada Allah melalui Yesus Kristus. Kedudukan dari banyak orang di luar iman yang jelas kepada Kristus dapat diumpamakan seperti para orang percaya di Perjanjian Lama, yang imannya (tanpa pengetahuan tentang Kristus), sangat dipuji (Rom 4:9 dst; Ibr. 11:4 dst). Mereka menerima bahwa wahyu yang terbatas, namun yang benar, yang datang kepada mereka. Kornelius malambangkan semua orang yang takut kepada Allah, karena mereka berdoa kepada Allah secara teratur dan memberi dengan murah hati kepada orang yang berkekurangan, sedekahnya diterima oleh-Nya (Kis 10:24, 34-35). Namun kaum generalis ini tidak mau membahas tentang bagaimana orang-orang yang dikatakan saleh itu, menerima para pembawa berita Injil secara terbuka dan dengan murah hati, yang memperhatikan kebutuhan orang lemah dan yang rentan, telah mengakui Kristus di dalam diri orang-orang itu; mereka menerima anugerah Allah bukan karena kesalehan mereka (Mat.
10:40-42; 25:34-40). Tidak semua orang lebih mencintai kegelapan
dari pada terang; ada yang hidup sesuai kebenaran dan sebagai
27
MAGZ
e
Injil Ditengah Ketidakadilan dan Kemiskinan | #MISSION
hasilnya menerima lebih banyak terang (Yoh 3:21).
Akan terjadi banyak kejutan; sebab jika Allah menghendaki keselamatan bagi semua orang (I Tim. 2:4), apakah Ia juga harus menciptakan sebanyak mungkin jalan untuk membawa mereka kepada diri-Nya? Bukankah dengan satu jalan saja cukup, bukankah penebusan dari dosa melalui penumpahan darah anak domba Allah?
Kalau anugerah Allah diberikan dalam Kristus sebelum kedatangan historis Kristus (2 Tim. 1:9), bukankah itu juga wajib diberikan di dalam Kristus, sebelum kedatangan geografis Kristus? Pandangan ini, yang umum di gereja-gereja Katolik Roma dan Ortodoks dan di antara banyak orang Protestan, telah menyebabkan munculnya istilah “orang Kristen anonym”. Mereka anonym dalam arti bahwa, walaupun mereka tidak dipersatukan dengan Kristus dalam anugerah- Nya, kenyataannya hal ini tersembunyi bagi mereka, sebab mereka tidak pernah mendengar nama Kristus, jika mereka tidak pernah mendengar nama Kristus bagaimana mereka akan diselamatkan, karena hanya Yesus adalah satu-satunya jalan(Yoh 3:16).
Berbeda lagi pandangan dengan kaum universalis tidak secara
khusus mengacu pada Kitab Suci, kecuali mungkin acuannya pada
perjanjian Allah dengan bangsa-bangsa di luar Israel (Am. 9:7; Yes
19:24-25), untuk menghadirkan ibadah dan keselamatan sejati di
luar Israel (Yes. 19:19-22; Mal. 1:11) dan meniadakan setiap kutukan
nyata terhadap agama-agama lain sebagaimana patutnya. Hal ini
bukanlah sesuatu yang mengherankan, mengingat asumsi bahwa
kitab-kitab suci masing-masing agama menyatakan keberadaan
Allah dalam cara-cara yang berbeda-beda. Jadi tidak perlu bagi
mengacu pada Kitab Suci agama Kristen, karena Injil hanya bagi
orang Kristen saja. Tidak ada alasan berdasarkan pengalaman untuk
28
MAGZ
e
Injil Ditengah Ketidakadilan dan Kemiskinan | #MISSION
percaya pada iman Kristen pasti menghasilkan orang-orang yang lebih adil, lebih mengasihi, lebih berbelas kasih atau lebih suci dari pada mereka yang percaya tradisi-tradisi agama lain.
Bagaimana mengcounter pandangan ini?
Bersambung……...
29
MAGZ
e
Family Fellowship | #CARE
RENUNGAN HARIAN
Senin, 25 September 2017 INDAHNYA CINTA KITA (Bacaan:Kidung Agung 1:1-17)
B
ukan kebetulan cinta menghinggapi manusia. Tuhanlah yang menciptakannya. Perintah pertama dan utama-Nya adalah agar manusia mencintai-Nya dengan segenap hati, jiwa, dan kekuatan. Kidung Agung adalah kitab yang paling gamblang mengekspresikan cinta, karena memang ditulis sebagai syair-syair cinta Raja Salomo. Kitab ini adalah salah satu tulisan suci yang dibacakan pada hari raya Paskah umat Yahudi.Para penafsir sepakat bahwa kitab ini memberikan model seksualitas yang sehat sebagaimana rancangan Tuhan, yaitu hubungan antara laki-laki dan perempuan (bukan antara sesama jenis), dan dinikmati dalam ikatan pernikahan yang kudus.
Meski kitab ini secara unik mengangkat hubungan kasih dalam pernikahan, ada banyak hal yang dapat direnungkan dalam konteks hubungan kita dengan Tuhan. Misalnya yang kita baca hari ini. Betapa kita terpesona melihat cinta yang berkobar hebat di antara kedua mempelai. Sosok dan keindahan dari yang terkasih membayang ke mana pun pergi (ayat 2-3, 7-8, 9-10, 12-14). Waktu-waktu bersama begitu menggairahkan, begitu dinanti (ayat 15-17). Pernahkah cinta kita kepada Tuhan berkobar sedemikian hebat?
Pikirkan saja waktu-waktu teduh kita. Apakah dilalui dengan gairah dan kerinduan untuk bertemu Tuhan? Ataukah itu rutinitas yang ingin kita lewati dengan cepat saja? Apakah keindahan pribadi dan karya Tuhan adalah hal-hal yang senang kita renungkan ketika menjalani hari-hari kita, ataukah kita terlalu sibuk untuk memikirkan-Nya? Diiringi syukur atas cinta yang Tuhan karuniakan dalam relasi kita dengan orang-orang terkasih, mari memeriksa temperatur cinta kita kepada Tuhan.—HAN
30
MAGZ
e
Family Fellowship | #CARE
Selasa, 26 September 2017 CINTA DAN DISIPLIN DIRI (Bacaan: Kidung Agung 2:1-7)
P
ria lebih mudah tergoda oleh apa yang dilihat dan disentuhnya, wanita oleh apa yang didengar dan dirasakannya. Sehingga bagi sepasang kekasih, yang belum menikah, pria harus menjaga diri dari menyentuh, sang perempuan dari memberi diri disentuh.Percakapan manis mempelai perempuan dan kekasihnya merupakan ungkapan kasih sejati yang berorientasi bukan pada diri sendiri, melainkan pada pasangannya. Perhatikan bagaimana mempelai pria memuji kekasihnya (1:9-11, 15; 2:2). Sebaliknya, sang perempuan terhadap kekasihnya (1:12-14, 16; 2:3). Lihat bagaimana sang mempelai perempuan begitu terpesona pada kekasihnya sehingga ‘sakit asmara’
(2:3b-6). Kerinduan untuk berada di peraduan bersama dengan sang kekasih begitu kuat, pada saat yang sama, sadar bahwa untuk semua itu ada waktunya (2:7). “Jangan kamu membangkitkan dan menggerakkan cinta sebelum diingininya” bisa diartikan sebagai bentuk disiplin diri untuk tidak hanyut pada keinginan atau kebutuhan biologis semata.
Bagi pasangan yang belum menikah, tentu seks dan segala bentuk keintiman fisik yang berpotensi ke arah itu harus dihindari. Di sini peran perempuan untuk mengatakan ‘tidak’ sangat penting (2:7).
Sebaliknya bagi pasangan yang resmi, relasi seks yang indah dan nikmat merupakan hak bersama, walau tidak berarti segala-galanya.
Disiplin dalam seks penting karena kita bukan binatang yang hidup didorong oleh naluri. Kita adalah makhluk mulia, gambar dari Sang Khalik. Dia memberikan cinta, seks, dan keintiman untuk tujuan mulia, bukan semata-mata untuk kenikmatan sesaat, apalagi sepihak. Kiranya, ketertarikan kita pada pasangan kita, selalu dikendalikan oleh kekudusan dan kasih sejati. Kasih sejati mau memberikan yang terbaik untuk pasangannya, dan bukan sekadar mau menerima- GKISJ
31
MAGZ
e
Family Fellowship | #CARE
Rabu, 27 September 2017 RUBAH CINTA KITA
(Bacaan: Kidung Agung 2:8-17)
E
ntah apa yang istimewa dengan rubah sehingga Salomo menyebutkan hewan ini dalam syairnya (ayat 15). Mungkin ia memang benar-benar melihat sekawanan rubah ketika ia sedang menelusuri kebun anggur bersama kekasihnya! Rubah adalah hewan omnivora, tetapi makanan favoritnya memang adalah buah-buahan.Beberapa penafsir menganggap rubah-rubah ini melukiskan hal-hal kecil yang bisa merusak hubungan dalam pernikahan. Karena kecilnya, seringkali luput dari perhatian. Posturnya mirip anjing peliharaan, tampaknya tidak berbahaya. Namun, orang yang tahu sifat rubah yang merusak tidak akan membiarkannya. Rubah tak hanya akan sekadar dihalau karena ia bisa kembali lagi, tetapi ditangkap untuk dihabisi. Hal- hal perusak pernikahan juga harus serius ditangani hingga tuntas. Rubah- rubah itu tidak membatalkan pernikahan, tetapi bisa merusaknya.
Hubungan pernikahan dipakai Alkitab untuk menggambarkan hubungan Kristus dengan umat-Nya. Seperti hubungan pernikahan, hubungan kita dengan Tuhan juga sering dirusak oleh hal-hal yang tampaknya sepele.
Dosa-dosa yang tidak diakui, kesibukan yang mengambil alih persekutuan pribadi dengan Tuhan, kemalasan untuk belajar firman, kecintaan pada keluarga atau harta benda yang melebihi kecintaan pada Tuhan. Anda dapat meneruskan daftarnya. Kelihatan tidak berbahaya, kita masih ke gereja dan aktif dalam kegiatan-kegiatan rohani. Status kita sebagai anak Tuhan tidak berubah. Namun, kita tak lagi menikmati hubungan yang intim dan indah dengan Tuhan. Kebun anggur kita tak lagi semerbak, habis dilalap rubah. Rubah-rubah kecil apa yang harus kita tangkap dan bereskan di hadapan-Nya hari ini?—HAN
32
MAGZ
e
Family Fellowship | #CARE
Kamis, 28 September 2017 MENJADI MEMPELAI RAJA (Bacaan: Kidung Agung 3:6-11)
P
ernah menonton video pernikahan Lady Diana dan Prince Charles (1981), yang dikatakan sebagai pernikahan termegah sedunia? Yang menarik dari pernikahan ini, Lady Di bukanlah bangsawan, walau kemudian dianugerahi gelar Princess of Wales.Namun ia menikah dengan putra mahkota kerajaan Inggris.
Tentu banyak wanita yang bermimpi beroleh anugerah seperti itu.
Mimpi sang mempelai wanita, bisa saja berlanjut sampai pada hari yang dinanti-nanti. Atau paling tidak dalam fantasinya, saat membayangkan masa depan bersama sang kekasih. Saat sang kekasih yang menjadi mempelai pria, sang raja dengan jolinya yang megah, diiringi arak- arakan pasukannya yang gagah menjemput sang mempelai wanita untuk masuk perjamuan nikah akbar. Kemegahan itu diungkapkan dalam bentuk kegagahan pengiring raja, dan juga terciumnya harum- haruman kemenyan dan mur (6). Oh, betapa hari yang dinanti-nantikan oleh semua pasangan. Betapa indahnya memasuki rumah tangga baru, dengan restu orang tua (11) dan tentu berkat dari Tuhan sendiri. Tentu saja, persiapan mempelai wanita bukan berhenti pada mengimbangi kegagahan sang calon suami dengan kecantikan fisik, keelokan busana, dan iring-iringan teman-teman wanita yang tak kalah maraknya dengan pasukannya raja. Hari-hari sesudah pernikahan tentu harus diisi dengan tugas seorang istri, tugas seorang permaisuri, bahkan tugas seorang ibu kelak bagi anak-anak yang akan dilahirkannya bagi sang raja.
Persiapan pernikahan tidak pernah boleh hanya sebatas hari-H pernikahan itu karena hari itu hanyalah gerbang untuk memasuki realitas keluarga yang baru dibentuk. Relasi keintiman dan kerja sama membangun keluarga baru membutuhkan sikap dan karakter yang saling memberi dan menerima, juga saling mengutamakan seperti saat masa sebelum menikah-GKISJ
33
MAGZ
e
Family Fellowship | #CARE
Jumat, 29 September 2017
MEMUJI ISTRI DENGAN TULUS (Bacaan: Kidung Agung 4)
K
apan terakhir kali Anda memuji kecantikan atau kegagahan pasangan Anda? Apakah itu hanya Anda lakukan pada saat pendekatan atau masa berpacaran, atau pada bulan-bulan pertama pernikahan? Seiring waktu, yang kita lihat mungkin hanyalah kekurangan dan ketidaksesuaian dengan selera Anda, atau perubahan pada fisik maupun psikis, entah karena usia yang bertambah atau pola makan yang tidak terkendali.Pujian tulus sang pria kepada istrinya ini memang bukan untuk konsumen publik, juga bukan untuk anggota keluarga yang lain. Inilah pujian sang suami yang eksklusif hanya untuk sang istri, satu-satunya dan tidak boleh ada yang lain. Oleh karena itu, ungkapan yang jujur, blak-blakan, yang buat orang luar terkesan mungkin vulgar dan ‘jorok’, tidaklah demikian bagi pasutri. Karena istri mana yang tidak suka dipuji dan dikatakan cantik, bahwa tubuhnya terawat baik, selalu siap menggairahkan sang suami? Suami mana yang tidak menjadi senang melihat istri selalu siap tampil cantik, indah menawan, harum yang membangkitkan hasrat, sehingga siap untuk mencapai keintiman yang terdalam?
Kiranya, apa yang menjadi pujian tulus di sini, khususnya bagi pasutri, bukan hanya pada malam pengantin, atau masa bulan madu. Melainkan terus diulang pada momen-momen keintiman pasutri. Momen itu memang harus diadakan, direncanakan, dan dilaksanakan di tengah kesibukan kerja, mengurus anak, dan lainnya. Justru momen tersebut akan menjaga keutuhan dan kesatuan rumah tangga.
Buat yang belum menikah, biarlah perikop firman Tuhan ini menjadi suatu persiapan kelak bila Tuhan sudah memberikan kepada kita pasangan masing-masing untuk mengasihinya dengan tulus, menjaganya dalam kehormatan dan kesucian, serta menjadi partner yang setia, satu kali untuk selama-lamanya, sampai maut memisahkan. -GKISJ
34
MAGZ
e
Family Fellowship | #CARE
Sabtu, 30 September 2017 KEKUATAN CINTA
(Bacaan: Kidung Agung 8:5-7)
R
esepsi pernikahan antara Putri Herlina dan Reza Hilyard Somantri berlangsung sangat mengharukan. Reza sadar betul kekurangan Putri, yang terlahir tanpa tangan dan dibesarkan di panti asuhan.Adapun dirinya secara fisik sempurna, dan ia tak lain putra mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia, Maman Husein Somantri. Namun, perbedaan itu tidak membuatnya undur. Rasa cintanya kepada Putri tak terbendung. Cinta memotivasinya menerima Putri apa adanya.
Kekuatan cinta memang menakjubkan. Kidung Agung mengisahkan kekuatan cinta gadis Sulam. Gadis Sulam lebih mencintai kekasihnya, seorang gembala, dan tidak silau oleh kekayaan yang ditawarkan raja, yang hendak meminangnya. Kitab ini pun mencatat bahwa cinta sejati itu dikobarkan Allah sendiri (ay. 6) pada pasangan yang diberkati-Nya. Cinta sejati tidak dapat ditukar dengan kesempurnaan fisik dan harta benda. Ia akan terus membara, tidak dapat dipadamkan sekalipun oleh aliran sungai deras.
Sambutlah anugerah Tuhan, yang mengaruniakan kepada kita cinta yang sejati dan tulus terhadap pasangan kita. Mencintai berarti menerima segala kelebihan dan kelemahan pasangan kita. Mencintai berarti memberi, bahkan rela berkurban, dan tidak mementingkan diri sendiri. Kekuatan cinta sejati Kristus kepada manusia menjadi teladan yang sempurna tentang bagaimana cara mencintai. Tuhan telah menganugerahkan cinta sejati itu kepada kita, dan Dia memampukan kita untuk dapat mencintai pasangan kita seperti Dia mencintai manusia.—RA
35
MAGZ
e
PENGUMUMAN
Hari / Tanggal Keterangan
Senin, 25 Sept 2017 23.00 Siaran rohani “Grace Alone” Pdt. Yakub Tri Handoko, Th.M di Radio Bahtera Yudha , 96,4 FM
HUT: Sdr. Yosi
HUT: Ibu Maria Marseliana Yenny
Rabu, 27 Sept 2017 18.30 Pembinaan Jemaat modul 1 “Gereja Yang Menggerakkan Jemaat”
Oleh: Ev. Heri Kristanto 19.00 Latihan Musik KU 3
Kamis, 28 Sept 2017 18.30 Pembinaan Jemaat modul 1 “Gereja Yang Menggerakkan Jemaat”
Oleh: Ev. Yohanes Dodik
19.00 Latihan Musik KU 1 dan KU 2 HUT: Sdri. Selvina R Wayne Jumat, 29 Sept 2017 HUT: Sdr. Sonny F Toni
Sabtu, 30 Sept 2017 06.00 Doa Pemuridan
18.30 Persekutuan Pemuda
22.00 Siaran rohani “Grace Alone” Pdt. Yakub Tri Handoko, Th.M di Radio Mercury, 96 FM
HUT: Anak Lovenia Ribby Arthur HUT: Sdri. Michelle Bella Angelina
Minggu, 1 Okt 2017 Sakramen Perjamuan Kudus KU 1, 2 dan 3
AGENDA MINGGU INI
Kepada jemaat yang berulang tahun, segenap hamba Tuhan, penatua, dan jemaat mengucapkan :
“Selamat bertambah usia, kiranya kasih karunia dan hikmat Tuhan
menyertai senantiasa, serta semakin mengasihi dan bertumbuh dalam pelayanan kepada Tuhan dan sesama.”
36
MAGZ
e
JADWAL PENATALAYANAN
IBADAH UMUM
Minggu, 24 September 2017
Penata- layanan
Ibadah Remaja
(Pk. 10.00 WIB)
Ibadah Umum I
(Pk. 07.00)
Ibadah Umum
(Pk. II
10.00)
Ibadah Umum III
(Pk. 17.00)
Cab.
Darmo
(Pk.
07.00)
Cab. Dar-
(Pk. 10.00)mo
Tema Bulan Keluarga: Istri: Bejana Yang Lemah dan Teman Pewaris Kasih Karunia (1 Petrus 3:7)
Pengkhot-
bah Ev. Yohanes
Dodik Pdt. Yakub Tri Handoko, Th.M. Ev. Edo Walla Liturgos Sdri. Naomi Bp. Felix Sdri. Henny Sdri. Dina
Pelayan Musik
Sdr. Michael Sdr. Daniel Sdr. Calvin Sdr. Arka
Sdri. Christin
Sdr. Tan Hendra Sdr. Edsel
Sdr. Rian
TEAM
Pelayan
LCD Sdr. Abraham Sdr. Kevin T Sdri.
Melissa Sdr. Yosi Sdri. Marlin
Penyambut
Jemaat Sdr. Aurel Sdri. Angie
Ibu Suani Ibu Fenissa
Bp. Yefta
LipurnoBp.
HariatiIbu LusianaIbu Ibu Febry
Sdr. Nobel Bp. Suyono
Sdri. Erista Sdri. Lina
Doa Syafaat
Sdri. Angie Ibu Suani Ibu
Hariati Ibu Ike
Ev. Edo Walla Persemba-Doa
han Sdri. lina
Doa Pra
& pasca
Ibadah Ev. Heri Bp. Felix Ev. Dodik
Singer Sdri.
Krisna Sdri. Ririt
Sdri. Ririt Sdri. Vani
Sdr. Dennis Sdri. AngelineAng
Sdr. Happy Sdri. Dina
MAGZ
e
JADWAL PENATALAYANAN
IBADAH UMUM
Minggu, 1 Oktober 2017
Penata- layanan
Ibadah Remaja
(Pk. 10.00 WIB)
Ibadah Umum I
(Pk. 07.00)
Ibadah Umum II
(Pk. 10.00)
Ibadah Umum III
(Pk. 17.00)
Cab.
Darmo
(Pk.
07.00)
Cab.
Darmo
(Pk.
10.00) Tema Jika Allah Baik, Mengapa Orang Benar Menderita? Bagian 2
(Mazmur 73) Pengkhot-
bah
Gabung Ibadah Umum
Pdt. Yakub Tri Handoko, Th. M
Pdt. Reyco Wattimury,
S.Th
Ev. Yo- hanes Dodik
Ev. Edo Walla
Liturgos Ibu Wilis Ibu Ike Ev.
Mito Sdr. Dave
Pelayan Musik
Bp. Eliazar
&
Sdri. Jessica
Sdr. Ishak Sdr. Cleming Sdr. Willy W
Sdr.
Amir
Sdr. Amir Sdr. Rio Sdr. Ishak
Sdr.
Klemens Pelayan
LCD Sdr. Lutfi Sdr. Evan Sdr. Tan
Hendra Sdr. Yosi Sdri.
Marlin
Penyambut Jemaat
Bp. Agus Swandono Ibu Enggar
Ibu Naomi
Sdr. Calvin Sdr. Aurel Sdr. Nathan
Sdr. Kevindie Sdri. Brenda
Sdri. Karina Sdr. Sebastian
RuthIbu Andrew Bp.
L Doa Syafaat
Bp. Agus
Swandono Ev. Heri Ibu Mei
DodikEv. Ev. Edo Walla Persemba-Doa
han Sdri. Eka
Doa Pra
& pasca
Ibadah Ibu Wilis Ev. Heri
Singer Ibu Debby
Ibu Santi Ibu Carla
Sdr. Daniel Sdri. Lia Sdr. Michael
Sdri.
Sdri. Eka Dita
Sdri. Dina Sdri. Dita
Sdri.
Clara
38
MAGZ
e
JADWAL PENATALAYANAN
Keterangan 24 September 2017
(Pk. 09.30 WIB) 1 Oktober 2017
(Pk. 09.30 WIB)
Liturgis Kak Mei Kak Santi
Pelayan Musik Kak Willy Kak Willy
Doa Pra/Pasca
SM Kak Fenny Kak Suani
Tema TUHAN MENYERTAI YUSUF TUHAN MEMILIKI RENCANA ATAS HIDUP YUSUF
Bahan Alkitab Kejadian 39-41 Kejadian 35:23-36; 37:1-11
Sion Kak Budi Kak Budi
Getsemani Kak Suani Kak Suani
Yerusalem Kak Mei Kak Vena
Nazareth Kak Evelyn Kak Debby
Betlehem Kak Santi Kak Kezia
SEKOLAH MINGGU
Keterangan 23 September 2017
(Pk. 09.30 WIB) 30 September 2017
(Pk. 09.30 WIB) Tema
Pengkhotbah Pdt. Reyco W Pdt. Reyco W
Litrugos Sdr. Fredy Sdri. July
Pelayan Musik TEAM TEAM
Pelayan LCD Sdri. Christine Sdri. Christine
Penyambut Jemaat Sdri. Jenny
Sdr. Lovery Sdri. Clara
Sdr. Oka
Petugas Doa Sdr. Lovery Sdr. Oka
Singer Sdri. Yanti
Sdr. Lexi Sdri. Elsye
Sdr. Lovery
IBADAH PEMUDA
39
MAGZ
e
Data Kehadiran Jemaat
Ibadah Hari/Tanggal Jumlah Jemaat Keterangan
Umum 1
Minggu, 17 September 2017
27
Umum 2 84
Umum 3 61
Sekolah Minggu 32
Remaja
Pemuda 36
Cab. Darmo KU 1 27
Cab. Darmo KU 2 35 SM = 5; RM = 5
POS Batam 20 SM = 51; RM = 41
POS Batu Aji SM & RM = 26