• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perbandingan Jumlah Koloni Bakteri Aerob dalam Saliva antara Subjek yang Memakai dan yang Tidak Memakai Alat Ortodontik Cekat (Penelitian Laboratorium Dilakukan pada Mahasiswi Program Studi Pendidikan Dokter Gigi Universitas Kristen Maranatha).

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Perbandingan Jumlah Koloni Bakteri Aerob dalam Saliva antara Subjek yang Memakai dan yang Tidak Memakai Alat Ortodontik Cekat (Penelitian Laboratorium Dilakukan pada Mahasiswi Program Studi Pendidikan Dokter Gigi Universitas Kristen Maranatha)."

Copied!
22
0
0

Teks penuh

(1)

v ABSTRAK

Penggunaan alat ortodontik cekat memiliki efek samping klinik, seperti inflamasi gingiva dan lesi karies awal, yang disebabkan karena meningkatnya retensi plak. Insersi bracket menyebabkan peningkatan formasi biofilm disertai dengan perubahan ekologi mikroba. Perubahan ekologi mikroba penting untuk memahami patogenesis penyakit mulut, seperti karies dan penyakit periodontal yang disebabkan oleh bakteri oral. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui perbandingan jumlah koloni bakteri aerob dalam saliva antara subjek yang memakai dan yang tidak memakai alat ortodontik cekat pada mahasiswi Program Studi Pendidikan Dokter Gigi Universitas Kristen Maranatha.

Penelitian menggunakan metode eksperimental kuasi dengan desain non equivalent control group. Analisis statistik menggunakan uji-t tidak berpasangan. Sampel saliva diambil dari 16 mahasiswi yang memakai alat ortodontik cekat dan 16 mahasiswi yang tidak memakai alat ortodontik.

Rerata jumlah koloni bakteri aerob dalam saliva pada subjek yang memakai alat ortodontik cekat sebesar 126,21, sedangkan subjek yang tidak memakai alat ortodontik sebesar 63,48. Rerata jumlah koloni bakteri aerob dalam saliva pada subjek yang memakai alat ortodontik cekat lebih banyak daripada subjek yang tidak memakai alat ortodontik. Hasil statistik menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan (p<0,05).

Simpulan hasil penelitian adalah terdapat perbedaan jumlah koloni bakteri aerob dalam saliva antara subjek yang memakai dan yang tidak memakai alat ortodontik cekat pada mahasiswi Program Studi Pendidikan Dokter Gigi Universitas Kristen Maranatha.

(2)

vi ABSTRACT

Fixed orthodontic treatment can increase plaque retention, induce biofilm formation and changes in microbial ecology, which are important in oral disease patogenesis, such as caries and periodontal disease. The purpose of this research is to compare aerob bacteria colony count in saliva from subjects with and without fixed orthodontic appliance at Female Student Maranatha Christian University Dentristry Education Program.

This research used quasi experimental method with non equivalent control group design. Statistical analysis was done by impaired t-test. Saliva samples were collected from 16 subjects with orthodontic appliance and 16 subjects without orthodontic appliance.

The result showed that the average number of aerob bacteria colony count in saliva in subjects wtih fixed orthodontic appliance was 126.21 and in subjects without fixed orthodontic appliance was 63.48. The average aerob bacteria colony count in saliva of subjects with fixed orthodontic appliance was more than subjects subjects without orthodontic appliance, which was significantly different (p<0.005).

In conclusion, there is significant difference aerob bacteria colony count in saliva from subject with and without fixed orthodontic appliance.

(3)

x DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ... i

LEMBAR PERSETUJUAN ... ii

SURAT PERNYATAAN ... iii

LEMBAR PERSETUJUAN PERBAIKAN ... iv

ABSTRAK ... v

ABSTRACT ... vi

PRAKATA ... vii

DAFTAR ISI ... x

DAFTAR TABEL ... xv

DAFTAR GAMBAR ... xvi

DAFTAR DIAGRAM ... xvii

DAFTAR BAGAN ... xviii

DAFTAR LAMPIRAN ... xix

BAB I PENDAHULUAN ... 1

1.1Latar Belakang ... 1

1.2Identifikasi masalah ... 2

1.3Tujuan Penelitian ... 2

1.4Manfaat Penelitian ... 2

1.4.1 Manfaat Akademis... 2

1.4.2 Manfaat Praktis ... 3

(4)

xi

1.5.1 Kerangka Pemikiran ... 3

1.5.2 Hipotesis ... 5

1.6Metode Penelitian ... 5

1.7Lokasi dan Waktu Penelitian ... 5

BAB II TINJAUAN PUSTAKA ... 6

2.1 Bakteri dalam Saliva ... 6

2.1.1 Flora Normal Rongga Mulut ... 6

2.1.2 Ekosistem Rongga Mulut ... 7

2.1.3 Jenis-Jenis Bakteri yang Ditemukan dalam Rongga Mulut .... 8

2.1.3.1 Kokus Gram Positif ... 8

2.1.3.1.1 Genus Streptococcus ... 8

2.1.3.1.2 Anaerobic streptococci ... 9

2.1.3.1.3 Genus Stomatococcus ... 10

2.1.3.1.4 Genus Staphylococcus dan Micrococcus . 10 2.1.3.2 Batang dan Filamen Gram Positif... 10

2.1.3.2.1 Genus Actinomyces ... 10

2.1.3.2.2 Genus Lactobacillus ... 11

2.1.3.2.3 Genus Eubacterium ... 11

2.1.3.2.4 Genus Propionibacterium ... 11

2.1.3.3 Kokus Gram Negatif ... 11

2.1.3.3.1 Genus Neisseria ... 11

2.1.3.3.2 Genus Veilonella ... 12

(5)

xii

2.1.3.4.1 Genus Haemophilus ... 12

2.1.3.4.2 Genus Aggregatibacter ... 12

2.1.3.4.3 Genus Eikenella ... 13

2.1.3.4.4 Genus Capnocytophaga ... 13

2.1.3.4.5 Genus Porphyromonas ... 13

2.1.3.4.6 Genus Prevotella ... 13

2.1.3.4.7 Genus Fusobacterium ... 14

2.1.3.4.8 Genus Leptotrichia ... 14

2.1.3.4.9 Genus Wolinella ... 14

2.1.3.4.10 Genus Selenomonas ... 15

2.1.3.4.11 Genus Treponema ... 15

2.1.4 Saliva, Bakteri, dan Biofilm ... 17

2.2 Alat Ortodontik Cekat ... 19

2.2.1 Definisi Alat Ortodontik Cekat ... 19

2.2.2 Komponen Alat Ortodontik Cekat ... 20

2.2.2.1 Komponen Aktif ... 20

2.2.2.2 Komponen Pasif ... 22

2.2.3 Indikasi dan Kontraindikasi Pemakaian Alat Ortodontik Cekat ... 23

2.2.3.1 Indikasi Pemakaian Alat Ortodontik Cekat ... 23

(6)

xiii

2.2.4.1 Keuntungan Pemakaian Alat Ortodontik Cekat ... 24

2.2.4.2 Kerugian Pemakaian Alat Ortodontik Cekat ... 25

2.3 Koloni Bakteri Aerob dalam Saliva pada Subjek yang Memakai dan yang Tidak Memakai Alat Ortodontik Cekat ... 26

BAB III BAHAN DAN METODE PENELITIAN ... 28

3.1 Bahan dan Alat Penelitian ... 28

3.1.1 Bahan Penelitian ... 28

3.1.2 Alat Penelitian ... 28

3.2 Metode Penelitian ... 29

3.2.1 Desain Penelitian ... 29

3.2.2 Populasi dan Sampel ... 29

3.2.3 Variabel Penelitian ... 31

3.2.4 Definisi Operasional Variabel ... 32

3.2.5 Prosedur Penelitian ... 33

3.2.6 Alur Penelitian ... 35

3.3 Metode Analisis Data ... 36

3.3.1 Hipotesis Statistik ... 36

3.3.2 Kriteria Uji Hipotesis ... 36

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN ... 37

4.1 Hasil Penelitian ... 37

4.1.1 Hasil Penelitian Jumlah Koloni Bakteri Aerob dalam Saliva37 4.1.2 Hasil Analisis Statistik ... 38

(7)

xiv

4.3 Uji Hipotesis ... 41

BAB V SIMPULAN DAN SARAN ... 42

5.1 Simpulan ... 42

5.2 Saran ... 42

DAFTAR PUSTAKA ... 43

LAMPIRAN ... 47

(8)

xv

DAFTAR TABEL

Tabel 2.1 Jenis-jenis bakteri yang ditemukan di dalam rongga mulut ... 16

Tabel 4.1 Hasil penelitian jumlah koloni bakteri aerob dalam saliva ... 37

Tabel 4.2 Hasil statistik perbandingan jumlah koloni bakteri aerob dalam

(9)

xvi

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Alat ortodontik cekat ... 19

Gambar 2.2 Komposit modern ... 20

Gambar 2.3 Glass ionomer cement... 20

Gambar 2.4 Separator elastis ... 21

Gambar 2.5 Nickel titanium wire ... 21

Gambar 2.6 Berbagai macam warna elastic band ... 21

Gambar 2.7 Band untuk gigi molar pertama mandibula permanen ... 22

(10)

xvii

DAFTAR DIAGRAM

(11)

xviii

DAFTAR BAGAN

(12)

xix

DAFTAR LAMPIRAN

I Kuisioner Penelitian ... 47

II Alat dan Bahan Penelitian ... 48

III Etik Penelitian ... 50

IV Inform Consent ... 51

V Dokumentasi Hasil Penelitian ... 53

VI Hasil Penelitian Jumlah Koloni Bakteri Aerob dalam Saliva ... 54

(13)

1

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Penggunaan alat ortodontik dapat mengatasi maloklusi atau setidaknya dapat

mencegah supaya tidak bertambah parah.1 Penggunaan alat ortodontik, terutama

alat ortodontik cekat menyebabkan perubahan keadaan rongga mulut, termasuk

perubahan pH, peningkatan akumulasi plak, dan peningkatan jumlah mikroba

pada saliva dan biofilm.2 Penggunaan alat ortodontik cekat memiliki efek samping

klinik, seperti inflamasi gingiva dan lesi karies awal, yang disebabkan karena

meningkatnya retensi plak.3 Mikroba akan lebih mudah berkembang biak dan

dapat melekat leluasa di tempat tersembunyi pada alat-alat tersebut dalam bentuk

plak.2,4 Penelitian membuktikan insersi bracket menyebabkan peningkatan

formasi biofilm disertai dengan perubahan ekologi mikroba.3 Perubahan ekologi

mikroba penting untuk memahami patogenesis penyakit mulut, seperti karies dan

penyakit periodontal yang disebabkan oleh bakteri oral.5

Perubahan jumlah bakteri pada band tidak signifikan selama perawatan

ortodontik cekat.6 Hasmet Ulukapi, Fatma Koray, dan Begum Efes melaporkan

adanya hasil yang bertentangan yaitu peningkatan, penurunan, dan tidak ada

perubahan jumlah koloni streptococcus mutans dalam saliva selama perawatan

ortodontik cekat.7 Jumlah bakteri aerob dan anaerob meningkat pada pasien yang

memakai alat ortodontik cekat.8 Peningkatan jumlah bakteri yang paling tinggi

(14)

2

1.2 Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang tersebut, penulis ingin mengetahui apakah terdapat

perbedaan jumlah koloni bakteri aerob dalam saliva antara subjek yang memakai

dan yang tidak memakai alat ortodontik cekat pada mahasiswi Program Studi

Pendidikan Dokter Gigi Universitas Kristen Maranatha.

1.3 Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan jumlah koloni

bakteri aerob dalam saliva antara subjek yang memakai dan yang tidak memakai

alat ortodontik cekat pada mahasiswi Program Studi Pendidikan Dokter Gigi

Universitas Kristen Maranatha..

1.4 Manfaat Penelitian

Setelah menyelesaikan penelitian, maka manfaat yang ingin dicapai dari

penelitian ini adalah sebagai berikut:

1.4.1 Manfaat Akademis

1. Mendukung perkembangan ilmu pengetahuan kedokteran gigi khususnya di

bidang ortodontik.

2. Memberikan informasi yang dapat dijadikan sebagai bahan masukan dan

(15)

3

1.4.2 Manfaat Praktis

1. Memberikan informasi kepada operator yang bukan spesialis ortodontik agar

dapat merencanakan perawatan seefektif mungkin terutama untuk pasien yang

menggunakan alat ortodontik cekat mengingat sulitnya pasien dalam menjaga

kebersihan rongga mulut.

2. Memberikan informasi yang bermanfaat kepada klinisi agar dapat menjelaskan

kepada pasien yang menggunakan alat ortodontik cekat tentang pentingnya

menjaga kebersihan rongga mulut selama perawatan.

1.5 Kerangka Pemikiran dan Hipotesis

1.5.1 Kerangka Pemikiran

Perawatan ortodontik digunakan untuk memperbaiki gigi yang berjejal, tidak

beraturan, dan protrusi, sehingga tampak lebih estetik.1,3 Pasien yang memakai

alat ortodontik, khususnya alat ortodontik cekat memiliki komponen seperti band,

bracket, ligature wire, dan elastics encourage.10 Alat ortodontik cekat memiliki

desain yang lebih sulit untuk dibersihkan sehingga pasien yang memakai alat

ortodontik cekat lebih sulit untuk memelihara kebersihan mulut selama

perawatan.11 Keadaan rongga mulut yang berubah menyebabkan oral hygiene

pasien memburuk.10 Material alat ortodontik cekat mempengaruhi kebersihan

rongga mulut. Bakteri kariogenik lebih banyak ditemukan pada bracket plastik

dibandingkan pada bracket stainless steel, karena tegangan permukaan plastik

(16)

4

penambahan filler, sedangkan kombinasi plastik dan filler akan menghasilkan

permukaan kasar yang dapat meningkatkan perlekatan dan retensi bakteri.12

Permukaan jaringan keras dan lunak dalam rongga mulut dilapisi oleh lapisan

tipis saliva yang disebut pelikel. Pelikel disusun oleh berbagai komponen yaitu

glikoprotein, protein kaya prolin, phospoprotein, protein kaya histidin, enzim, dan

molekul lain yang berfungsi sebagai tempat adhesi bakteri. Bakteri dalam saliva

akan melekat pada pelikel kemudian berkolonisasi pada permukaan pelikel dan

membentuk biofilm.13 Bakteri dalam biofilm akan membentuk koloni-koloni baru

sehingga terbentuk plak yang dapat merusak jaringan keras maupun lunak dalam

rongga mulut.10 Plak yang terus berakumulasi menyebabkan perubahan

lingkungan rongga mulut sehingga terjadi peningkatan jumlah bakteri.13

Penggunaan alat ortodontik cekat telah dibuktikan dapat mempengaruhi plak dan

kolonisasi bakteri.14 Mikroba berkembang biak dan melekat di tempat

tersembunyi di antara alat-alat ortodontik cekat dalam bentuk plak.2,4

Proses bakterial secara progresif dapat menyebabkan kerusakan pada jaringan

keras maupun lunak. Pasien yang sedang menjalani perawatan ortodontik cekat

dan tidak menjaga kebersihan mulut juga berisiko tinggi terkena karies.11 Pada

jaringan lunak, penyakit periodontal meningkat akibat perawatan ortodontik yang

disebabkan oleh meningkatnya jumlah bakteri pada plak.2,15 Bakteri pada saliva

merupakan bakteri yang berasal dari seluruh permukaan lain di rongga mulut,

termasuk plak gigi. Jumlah bakteri dalam saliva telah digunakan sebagai indikator

karies, yang merupakan salah satu efek samping pemakaian alat ortodontik

(17)

5

1.5.2 Hipotesis

Hipotesis penelitian adalah terdapat perbedaan jumlah koloni bakteri aerob

dalam saliva antara subjek yang memakai dan yang tidak memakai alat ortodontik

cekat pada mahasiswi Program Studi Pendidikan Dokter Gigi Universitas Kristen

Maranatha.

1.6 Metode Penelitian

Jenis penelitian yang digunakan adalah kuasi eksperimental dengan desain

non equivalent control group. Penelitian dilakukan untuk mengetahui

perbandingan jumlah koloni bakteri aerob dalam saliva pada subjek yang

memakai dan yang tidak memakai alat ortodontik cekat.

1.7 Lokasi dan Waktu Penelitian

Penelitian dilakukan dengan sampel 16 orang dewasa perempuan yang

memakai alat ortodontik cekat dan 16 orang dewasa perempuan yang tidak

memakai alat ortodontik cekat di Program Studi Pendidikan Dokter Gigi

Universitas Kristen Maranatha. Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari hingga

(18)

42 BAB V

SIMPULAN DAN SARAN

5.1 Simpulan

Simpulan hasil penelitian adalah terdapat perbedaan jumlah koloni bakteri

aerob dalam saliva antara subjek yang memakai dan yang tidak memakai alat

ortodontik cekat pada mahasiswi Program Studi Pendidikan Dokter Gigi

Universitas Kristen Maranatha.

5.2 Saran

Perlu penelitian lebih lanjut mengenai:

1. Perbandingan jumlah koloni bakteri pada setiap komponen di dalam rongga

mulut pada subjek yang memakai alat ortodontik cekat.

2. Pengaruh lama pemakaian alat ortodontik cekat terhadap jumlah koloni.

3. Perbandingan jumlah koloni bakteri pada subjek yang memakai alat ortodontik

cekat dan lepasan.

4. Jumlah koloni bakteri sebelum dan sesudah perawatan ortodontik cekat.

5. Metode yang paling efektif dalam menjaga oral hygiene pada pasien yang

(19)

43

DAFTAR PUSTAKA

1. Profitt WR, Fields HW, Sarver DM. Contemporary Orthodontics. 4st ed.

Canada: Mosby Elsevier; 1986: 3.

2. Eckley B, Thomas J, Crout R, Ngan P. Periodontal and Microbiological

Status of Patients Undergoing Orthodontic Therapy. Hong Kong Dental

Association; 2012: 9 (1): 11-20.

3. Lindel ID, Elter C, Heuer W, Heidenblut T, Stiesch M, Polly RS et al.

Comparative Analysis of Long-term Biofilm Formation on Metal and

Ceramic Brackets. Angle Orthodontist; 2011: 81 (5): 907-14.

4. Salzman JA. Orthodontics in Daily Practice. Philadelphia: J.B.Lipincott

Company; 1974: 3.

5. Samaranayake L. Essential microbiology for dentistry. 3rd ed. Hongkong:

Churchill Livingstone; 2002: 255-61.

6. Huser MC, Baehni PC, Lang R. Effects of Orthodontic Bands on

Microbiologic and Clinical Parameters. PubMed; 1990. 97 (3): 213-8.

7. Ulukapi H, Koray F, Efes B. Monitoring the Caries Risk of Orthodontic

Patients. Quintessence International; 1997: 28 (1): 28-9.

8. Vizitiu TC, Ionescu E. Microbiological Changes in Orthodontically Treated

Patients. Therapuetics, Phrmacology and Clinical Toxicology; 2010: 14 (4):

(20)

44

9. Bamani MSA, Shafshak S, Ali MS. Microbiological and Gingival Tissue

Changes Aassociated with The Active Orthodontic Therapy. Journal of

Applied Science Research; 2013: 9(9): 5489-96.

10. Yohana W. The Importance Oral Health for The Patient with Fixed

Orthodontic Appliance. In: Cisral. [Online]. 2009 [cited: 12 Februari 2014].

Available from: URL:

http://pustaka.unpad.ac.id/wp-content/uploads/2009/10/the_importance_oral_health_for_the_patient.pdf

11. Mantiri SC, Wowor VNS, Anindita PS. Status Kebersihan Mulut dan Status

Karies Gigi Mahasiswa Pengguna Alat Ortodontik Cekat. Jurnal e-GiGi;

2013: 1 (1): 1-7.

12. Pramod S, Kailasam V, Padmanabhan S, Chitharanjan AB. Presence of

Cariogenic Sstreptococci on Various Bracket Materials Detected by

Polymerase Chain Reaction. PubMed; 2011: 27 (1): 46-51.

13. Lindhe J, Karring T, Lang NP. Clinical Periodontology and Implant

Dentistry. 4th ed. Oxford: Blackwell Munksgaard; 2003: 81-85.

14. Lee SM, Yoo SY, Kim HS, Kim KW, Yoon YJ, Lim SH et al. Prevalence of

putative periodonto pathogens in subgingival dental plaques from gingivitis

lesions in korean orthodontic patients. The Journal of Microbiology; 2005:

43 (3): 260-5

15. Robichaux SM. Genetic Considerations of Diseases and Disorders that

Affect The Oral Cavity. In:Louisiana health science center. [Online].

(21)

45

http://www.medschool.lsuhsc.edu/genetics_center/louisiana/article_oralcavi

ty1.htm

16. Marsh PD, Martin MV. Oral Microbiology. 5th ed. New York: Elsevier;

2009: 415-21.

17. Arora DR, Arora H. Textbook of Microbiology for Dental Students. 2nd ed.

India: CBS. 2006; 415-7.

18. Cappuccino JG, Sherman N. Microbiology A Laboratory Manual. 8th ed.

San Francisco: Pearson Education; 2008: 23

19. Alam MK. A to Z Orthodontics: Fixed Appliances. Kelatan: PPSP

Publication; 2012: 8-10.

20. Jaypee. Textbook of Orthodontics. 2nd ed. New Delhi: Gurkeerat Singh;

2007: 449-50.

21. Harry DR, Sandy J. Appliance Choices. British Dental Journal; 2004: 196

(1): 9-18.

22. Mitchell L. An Introduction to Orthodontics. Oxford: Oxford University

Press; 2001: 17

23. Bishara SE. Textbook of Orthodontic. Philaddelphia: W.B. Saunders

Company; 2001: 463-471.

24. Brown DY, Carlyle TD, Isfeld D. Systematic Evaluation of Patient Oral

Hygiene for Orthodontic Patients. In: P&G Professional Oral Health.

[Online]. 2009 [cited: 15 Mei 2014]. Available from: URL:

(22)

46

25. Slomkowska GS, Zrobek JJ. The Effect of Oral Health Education on Dental

Plaque Development and The Level of Caries-Related Streptococcus mutans

and Lactobacillus spp. Oxford University Press of the European

Referensi

Dokumen terkait