MENINGKATKAN KEMAMPUAN GURU MELAKSANAKAN PEMBELAJARAN KUANTUM MELALUI SUPERVISI AKADEMIK TEKNIK JOB INSTRUCTION TRAINING DI SMAN 1 SIMPANG KANAN ROKAN HILIR-RIAU.

Teks penuh

(1)

MENINGKATKAN KEMAMPUAN GURU MELAKSANAKAN PEMBELAJARAN KUANTUM MELALUI SUPERVISI AKADEMIK TEKNIK JOB INSTRUCTION TRAINING DI SMAN 1 SIMPANG KANAN

ROKAN HILIR – RIAU

TESIS

Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan Dalam Memperoleh Gelar Magister Pendidikan

Pada Program Studi Administrasi Pendidikan Konsentrasi Kepengawasan

Oleh

ROSMAIDAR

NIM : 8126132063

PROGRAM PASCASARJANA

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

MEDAN

(2)

MENINGKATKAN KEMAMPUAN GURU MELAKSANAKAN PEMBELAJARAN KUANTUM MELALUI SUPERVISI AKADEMIK TEKNIK JOB INSTRUCTION TRAINING DI SMAN 1 SIMPANG KANAN

ROKAN HILIR – RIAU

TESIS

Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan Dalam Memperoleh Gelar Magister Pendidikan

Pada Program Studi Administrasi Pendidikan Konsentrasi Kepengawasan

Oleh

ROSMAIDAR

NIM : 8126132063

PROGRAM PASCASARJANA

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

MEDAN

(3)
(4)
(5)
(6)

i

ABSTRACT

ROSMAIDAR. Improving Teacher’s Ability to Perform Quantum Teaching through

Akademic Supervision Job Instruction Training Technique for Teachers in SMAN 1 Simpang Kanan, Rokan Hilir, Riau. Post Graduate Program, Medan State University (Unimed).

This research is aimed at knowing teacher’s ability in SMAN 1 Simpang Kanan

Rokan Hilir, Riau to perform quantum teaching through academic supervision job instruction training technic (JIT). The research hypothesis is academic supervision

with JIT technique can increase the teacher’s ability to perform quantum teaching in

SMAN 1 Simpang Kanan. This study used school-action research method through two cycles. The subject of this research consists of 6 science teachers from SMAN 1 Simpang Kanan in 2013/2014 academic year. The main data were collected from the

teacher’s ability to perform quantum teaching. Another supported data were the

result of training reflection and lesson plan analysis of quantum teaching model. Techniques of the data collection were through questionnaire, interview, observation, documentation study, and information record. The activities done during the research were quantum teaching training, lesson plan analysis, class observation and reflection. The data were analyzed in qualitative descriptive way. The research was considered successful if all the teachers got value above 70 % or very good (A) and good (B) categories. The research outcomes show that there were improvement

teachers’ability to perform quantum teaching with increase 46,52 % than pre-cycle or 27,40 % than the first cycle. Thus, the research applying the academic supervision with job instruction training technique can be applied to improve

teacher’s ability to perform quantum teaching for SMAN 1 Simpang Kanan’s

teachers especially the science teacher.

(7)

ABSTRAK

ROSMAIDAR. Meningkatkan Kemampuan Guru Melaksanakan Pembelajaran Kuantum Melalui Supervisi Akademik Teknik Job Instruction Training Bagi Guru-Guru SMAN 1 Simpang Kanan, Rokan Hilir, Riau. Program Pascasarjana Universitas Negeri Medan (Unimed).

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan guru SMAN 1 Simpang Kanan, Rokan Hilir, Riau dalam melaksanakan pembelajaran kuantum melalui supervise akademik teknik job instruction training (JIT). Hipotesis penelitian adalah melalui supervisi akademik teknik JIT dapat meningkatkan kemampuan guru melaksanakan pembelajaran kuantum di SMAN 1 Simpang Kanan. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan sekolah (PTS) melalui dua siklus. Subjek dalam penelitian berjumlah enam orang yakni guru MIPA SMAN 1 Simpang Kanan tahun ajaran 2013/2014. Data utama yang dikumpulkan adalah kemampuan guru melaksanakan pembelajaran kuantum. Data penunjang lainnya adalah hasil refleksi pelatihan dan telaah RPP pembelajaran kuantum. Teknik pengumpulan data melalui angket, wawancara, observasi, studi dokumentasi, dan rekaman informasi. Kegiatan yang dilakukan adalah berupa pelatihan pembelajaran kuantum, telaah RPP, observasi kelas, dan refleksi. Data dianalisis dengan cara kualitatif deskriptif. Kriteria keberhasilan penelitian ini adalah jika semua guru mendapatkan nilai di atas 70 % atau kategori nilai amat baik (A) dan baik (B). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan kemampuan guru melaksanakan pembelajaran kuantum sebesar 46,52 % dibanding prasiklus atau sebesar 27,40 % dibanding siklus pertama. Dengan demikian penelitian dengan menerapkan supervisi akademik teknik job instruction

training dapat dilaksanakan untuk meningkatkan kemampuan guru melaksanakan

pembelajaran kuantum bagi guru-guru SMAN 1 Simpang Kanan khususnya guru MIPA.

(8)
(9)

KATA PENGANTAR

Puji syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan

kurnianya sehingga tesis ini bisa diselesaikan pada waktunya. Selawat dan salam

juga tercurah bagi Rasulullah SAW yang telah memberikan petunjuk dan hidayah

kepada manusia sehingga dunia ini mengenal ilmu pengetahuan sehingga tesis ini

bisa peneliti selesaikan dengan baik.

Selain itu, peneliti juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak

yang telah membantu dalam penyelesaian tesis ini, yaitu :

1. Direktorat P2TK Dikmen sebagai pelaksana program pemberian beasiswa

peningkatan kualifikasi strata dua (S2) kerjasama dengan Universitas Negeri

Medan (Unimed)

2. Bpk. Prof. Dr. Ibnu Hajar Damanik selaku Rektor Unimed yang

memberikan dedikasinya sebagai seorang pemimpin.

3. Bpk. Prof. Dr. Belferik Manullang selaku pembimbing I yang telah

memberikan arahan, bimbingan, dan dedikasinya.

4. Bpk. Prof. Dr. H. Abdul Muin Sibuea, M.Pd selaku Direktur Pascasarjana

dan pembimbing II yang juga ikut memberikan arahan, bimbingan dan

dedikasinya.

5. Bpk. Prof. Dr. H. Syaiful Sagala, M.Pd. selaku narasumber yang

memberikan ilmu kependidikannya.

6. Bpk. Dr. Irsan Rangkuti, M.Pd. M.Si. selaku narasumber yang juga banyak

memberikan ilmunya.

(10)

iv

7. Bpk. Dr. Yasaratodo Wau, M.Pd. selaku narasumber yang juga telah

mencurahkan ilmu kependidikannya.

8. Bpk. Drs. Sugeng H.M. Idris selaku Pengawas Pendidikan di SMAN 1

Simpang Kanan yang telah memberikan inspirasi dan dukungannya.

9. Bpk. Warsono, S.Pd. M.M selaku Kepala SMAN 1 Simpang Kanan yang

telah memberikan fasilitas dan dukungannya.

10. Bpk. Drs. Ismail, AD selaku Kepala SMAN 1 Bangko Pusako, instansi asal

peneliti yang telah memberi dukungan penuhnya.

11. Bpk/Ibu guru MIPA SMAN 1 Simpang Kanan tahun ajaran 2013/2014, Pak

Lusi, Pak Adi, Bu Er, Bu Ros, Bu Ema, dan Bu Dewi yang telah menjadi

guru model dalam pembelajaran kuantum.

12. Orang tua tercinta yang telah yang telah memberikan motivasi dan doanya.

13. Mas Amir dan bayi kecilku Unima tercinta sebagai motivator dan inspirator.

14. Bpk/Ibu staf TU pascasarjana Unimed yang telah membantu administrasi.

15. Teman-Teman di Program Studi Administrasi Pendidikan Konsentrasi

Kepengawasan yang telah memberikan inspirasi yang baik selama ini.

Layaknya sebuah penelitian, tidak akan sempurna tanpa kritik dan saran dari

semua pihak yang bertanggung jawab demi kemajuan pendidikan ini. Begitu juga

halnya tesis ini perlu perbaikan yang membangun sehingga besar harapan penulis

atas kritik dan saran dari semua pihak terhadap tesis ini. Atas kritik dan saran

yang telah diberikan, peneliti ucapkan terima kasih.

(11)

DAFTAR ISI

A. Latar Belakang Masalah ... 1

B. Identifikasi Masalah ... 5

1. Kemampuan Guru Melaksanakan Pembelajaran Kuantum ... 8

2. Supervisi Akademik ... 25

3. Job Instruction Training ... 33

B. Penelitian yang Relevan ... 44

C. Kerangka Berpikir ... 46

D. Hipotesis ... 48

BAB III METODOLOGI PENELITIAN ... 49

A. Tempat Dan Waktu Penelitian ... 49

B. Subjek Penelitian ... 49

(12)

D. Teknik Pengumpulan Data ... 50

E. Prosedur Penelitian... 52

1.Siklus 1 ... 54

2.Siklus 2 ... 58

F. Teknik Analisis Data ... 60

G. Kriteria Keberhasilan ... 62

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAN ... 63

A. Hasil Penelitian ... 63

B. Deskripsi Hasil Penelitian ... 64

1. Prasiklus ... 64

2. Siklus I ... 67

3. Siklus II ... 73

C. Temuan Penelitian ... 78

D. Pembahasan ... 78

1. Pengisian Angket ... 78

2. Pelaksanaan Pelatihan ... 80

3. Telaah RPP ... 83

4. Kemampuan Guru Melaksanakan Pembelajaran Kuantum ... 85

E. Ketebatasan Penelitian ... 93

BAB V SIMPULAN, IMPLIKASI, DAN SARAN ... 94

A. Simpulan ... 94

B. Implikasi ... 94

C. Saran ... 95

DAFTAR PUSTAKA ... 96

(13)

DAFTAR TABEL

Tabel 2.1 Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran Kuantum... 24

Tabel 2.2 Kegiatan Supervisi Akademik ... 25

Tabel 2.3 Kegiatan Pengawas Sekolah ... 30

Tabel 2.4 Jenis Tindakan Pengawas Sekolah ... 31

Tabel 3.1 Skenario Siklus I ... 56

Tabel 3.2 Skenario Job Instruction Training ... 57

Tabel 3.3 Skenario Siklus II ... 59

Tabel 4.1 Paparan Data Kemampuan Guru Melaksanakan Pembelajaran Kuantum ... 63

Tabel 4.2 Kemampuan Guru Melaksanakan Pembelajaran Kuantum Pada Prasiklus ... 66

Tabel 4.3 Bentuk Kegiatan Pelatihan Pembelajaran Kuantum ... 68

Tabel 4.4 Kemampuan Guru Melaksanakan Pembelajaran Kuantum Pada Siklus I ... 71

Tabel 4.5 Kemampuan Guru Melaksanakan Pembelajaran Kuantum Pada Siklus II ... 75

Tabel 4.6 Rata-rata Kemampuan Guru Melaksanakan Pembelajaran Kuantum Antar Siklus ... 77

Tabel 4.7 Hasil Telaah RPP Siklus I dan Siklus II ... 84

Tabel 4.8 Analisis Peningkatan Kemampuan Guru Melaksanakan Pembelajaran Kuantum Antar Siklus ... 86

Tabel 4.9 Peningkatan Kemampuan Melaksanakan Pembelajaran Kuantum ... 87

Tabel 4.10 Peningkatan Kemampuan Masing-masing Guru Dalam Melaksanakan Pembelajaran Kuantum Antar Siklus ... 88

(14)

DAFTAR GAMBAR

Gambar 3.1 Skema Penelitian Tindakan ... 52 Gambar 4.1 Diagram Kemampuan Guru Melaksanakan Pembelajaran Kuantum Pada Prasiklus, Siklus I dan II... 76 Gambar 4.2 Telaah RPP siklus I dan II ... 85 Gambar 4.3 Diagram Kemampuan Melaksanakan Pembelajaran Kuantum

(15)

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 : Modul Pembelajaran Kuantum ... 99

Lampiran 2 : RPP Kuantum ... 180

Lampiran 3 : Angket Pembelajaran Kuantum ... 181

Lampiran 6 : InstrumenTelaah RPP ... 183

Lampiran 4 : Jadwal Kegiatan Pelatihan Pembelajaran Kuantum ... 185

Lampiran 5 : Lembar Evaluasi Pelatihan Pembelajaran Kuantum ... 187

Lampiran 7 : Lembar Observasi Pembelajaran Kuantum ... 188

Lampiran 8 : Lampiran Perhitungan ... 190

Lampiran 9 : Tabel Distribusi Student (ttabel) ... 197

Lampiran 10 : Rencana Kegiatan Penelitian (RKP) ... 198

Lampiran 10 : Berita Acara Pelaksanaan Penelitian ... 202

Lampiran 11 : Daftar hadir Sosialisasi Pembelajaran Kuantum ... 204

Lampiran 12 : Daftar Hadir Pelaksanaan Siklus I ... 206

Lampiran 13 : Daftar Hadir Pelaksanaan Siklus II ... 207

Lampiran 14 : Daftar Hadir Penutupan Pembelajaran Kuantum ... 208

Lampiran 15 : Dokumentasi ... 210

Lampiran 16 : Profil SMAN 1 Simpang Kanan ... 220

Lampiran 17 : Surat Keputusan Pembimbing Tesis Prodi AP ... 234

Lampiran 18 : Undangan Seminar Proposal Tesis ... 235

Lampiran 19 : Surat Izin Penelitian Lapangan dari Pascasarjana Unimed ... 236

Lampiran 20 : Surat Izin Melakukan Penelitian dari Dinas Pendidikan Rohil .... 237

Lampiran 21 : Surat Keterangan Telah Melaksanakan Penelitian ... 238

Lampiran 22 : Undangan Ujian Tesis ... 239

Lampiran 23 : Surat Keterangan Lulus TOEFL ... 240

(16)

1

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Pendidikan itu pada dasarnya sangatlah penting dan tidak dapat dipisahkan

dari kehidupan seseorang, keluarga, bangsa dan negara. Maju mundurnya suatu

bangsa banyak ditentukan oleh maju mundurnya pendidikan bangsa itu. Begitu

juga dengan baik buruknya suatu bangsa bisa dilihat dari baik buruknya

pendidikan bangsa tersebut. Mengingat sangat pentingnya bagi kehidupan, maka

pendidikan harus dilaksanakan sebaik-baiknya sehingga memperoleh hasil yang

diharapkan. Untuk melaksanakan pendidikan harus dimulai dengan pengadaan

tenaga pendidikan sampai pada usaha peningkatan mutu tenaga pendidikan.

Dalam hal ini, guru merupakan salah satu tenaga pendidik yang memegang

peranan penting terhadap keberhasilan pendidikan bangsa ini

Menurut UU No. 14 Tahun 2005 pasal 8 menyatakan guru wajib memiliki

kualifikasi akademik, kompetensi, sertifikat pendidik, sehat jasmani dan rohani,

serta memiliki kemampuan untuk meujudkan tujuan pendidikan nasional.

Selanjutkan dalam pasal 10 ayat (1) menyatakan kompetensi guru sebagaimana

dimaksud dalam pasal 8 meliputi kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial dan

profesional yang diperoleh melalui pendidikan profesi (Sagala : 2011). Untuk itu,

dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan nasional, pemerintah telah

menetapkan delapan standar pendidikan nasional (SPN) yang dituangkan dalam

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 19 Tahun 2005. Salah satunya

(17)

2

pembelajaran, (b) pelaksanaan pembelajaran, dan (c) penilaian pembelajaran.

Ketiga komponen tersebut mutlak dilaksanakan oleh guru dan mutlak dipantau

oleh pengawas sekolah. Mengingat guru adalah salah satu pelaku utama

peningkatan mutu pendidikan, maka kemampuan profesional guru dalam

melaksanakan SPN ini sangat diperlukan. Kemampuan guru sebagai tenaga

pendidikan, baik secara personal, sosial, maupun profesional harus benar-benar

dikembangkan.

Untuk menciptakan kelancaran kegiatan belajar mengajar, seorang guru

perlu memahami dengan baik proses belajar mengajar (PBM), selain itu pula

harus memiliki kompetensi yang sesuai dengan bidang garapannya, serta dapat

mengelola kegiatan belajar mengajar untuk mencapai tujuan pembelajaran.

Menurut Sagala (2009), supervisi akademik tujuannya antara lain (1) membantu

guru dalam mengembangkan proses belajar mengajar; (2) membantu

guru-guru menterjemahkan kurikulum ke dalam proses belajar mengajar; dan (3)

membantu guru-guru mengembangkan staf sekolah.

Dalam dunia pendidikan, banyak model pembelajaran yang bisa

diterapkan, seperti model Jigsaw, Number Head Together, Group Investigation,

Role Playing, dan lain lain yang semua itu bertujuan agar materi pembelajaran

bisa dipahami siswa. Begitu juga halnya pembelajaran kuantum merupakan salah

satu cara pengajaran yang dapat digunakan guru untuk meningkatkan motivasi

siswa, menciptakan susana pembelajaran menjadi lebih menyenangkan, dan

dengan cara pengajaran ini siswa dapat lebih mudah menerima dan memahami

(18)

3

Hal ini terbukti berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Super Camp

sebuah program percepatan Quantum Teaching yaitu 68 % meningkatkan

motivasi, 73 % meningkatkan nilai, 81 % meningkatkan percaya diri, 84 %

meningkatkan harga diri, dan 98 % meningkatkan penggunaan keterampilan.

Quantum Teaching mencakup petunjuk spesifik untuk menciptakan lingkungan

belajar yang efektif, merancang kurikulum, menyampaikan isi, dan memudahkan

proses belajar. Metodologi ini dibangun berdasarkan pengalaman delapan belas

tahun dan penelitian terhadap 25.000 siswa, dan sinergi pendapat dari ratusan

guru (De Porter : 2002).

Adapun halnya dengan SMAN 1 Simpang Kanan yang terus berbenah diri

untuk kemajuan anak bangsa, terbuka untuk mengadakan pembaruan guna

peningkatan tenaga pendidik dan peserta didiknya. Sebagaimana sekolah pada

umumnya, SMAN 1 Simpang Kanan tidak terlepas dari masalah guru-guru dalam

pelaksanaan pembelajarannya. Berdasarkan hasil wawancara dengan pengawas

pendidikan SMAN 1 Simpang Kanan pada hari Kamis, tanggal 17 Oktober 2013

(Bpk Drs. Sugeng H.M Idris) didapat gambaran bahwa kemampuan guru

melaksanakan pembelajaran kuantum masih rendah.

Dalam pembicaraan tersebut terungkap bahwa dalam pelaksanaan

pembelajaran, masih terlihat guru yang monoton (kurang variasi dalam mengajar),

mengajar langsung pada topik sehingga jarang dalam pemberian motivasi terlebih

dahulu, jarang memuji keberhasilan anak sebagai bentuk penghargaan kepada

mereka. Kemampuan guru dalam melaksanakan pembelajaran yang bisa

menghidupkan suasana yang menggairahkan dan menimbulkan motivasi anak

(19)

4

Berdasarkan angket yang dibagikan dan wawancara lanjut yang dilakukan

terhadap guru MIPA sendiri menyatakan bahwa kesulitan mereka dalam menarik

minat dan motivasi siswa untuk belajar. Mereka juga kesulitan untuk membuat

anak lebih mudah memahami materi terutama rumus-rumus sehingga tak jarang

siswa mudah bosan dalam belajar, cuek, dan mengantuk. Pembelajaran biasanya

berupa ceramah langsung ke topik bahasan dengan media papan tulis. Masalah ini

terus dialami oleh guru MIPA dari tahun ke tahun tanpa bisa berbuat banyak.

Masalah ini semakin terlihat dari lembar observasi pembelajaran kuantum yang

diakui oleh guru sendiri didapat nilai kemampuan guru melaksanakan

pembelajaran kuantum selama ini masih kurang.

Masalah yang dihadapi guru ini perlu disikapi dengan pelaksanaan

supervisi khususnya supervisi akademik yang berhubungan langsung dengan

usaha bantuan dari supervisor terhadap guru yang memiliki masalah dalam

pembelajarannya. Hal inilah yang memicu keinginan peneliti untuk mengadakan

suatu perbaikan. Sebagaimana paparan di atas, peneliti berusaha mengenalkan

pembelajaran kuantum yang telah terbukti dapat meningkatkan motivasi, nilai,

kepercayaan dan harga diri sehingga masalah guru dalam pembelajaran tadi tidak

ditemui lagi. Dalam usaha perbaikan kualitas guru ini nantinya peneliti

mengambil pelatihan teknik job instruction training yakni jenis pelatihan instruksi

kerja yang bisa dilakukan di tempat kerja guru di saat melaksanakan tugasnya

tanpa mengganggu aktivitas pokoknya dalam PBM.

Berdasarkan beberapa masalah pembelajaran yang ada di SMAN 1

Simpang Kanan di atas serta pilihan solusinya, maka hal ini membuat peneliti

(20)

5

Meningkatkan Kemampuan Guru Melaksanakan Pembelajaran Kuantum Melalui

Supervisi Akademik Teknik Job Instruction Training di SMAN 1 Simpang

Kanan, Rokan Hilir – Riau. Diharapkan nantinya melalui kegiatan penelitian yang

bertajuk supervisi akademik ini bisa mengatasi atau meminimalisir

masalah-masalah yang dihadapi guru khususnya guru MIPA di SMAN 1 Simpang Kanan,

Rokan Hilir – Riau.

B. Identifikasi Masalah

Dari uraian di atas, ada beberapa masalah yang ditemui di SMAN 1

Simpang Kanan, Rokan Hilir - Riau. Masalah yang ditemui antara lain kurangnya

kemampuan guru melaksanakan pembelajaran kuantum seperti variasi/metode

dalam mengajar masih monoton, pemberian motivasi pada siswa masih kurang,

dan jarang memuji keberhasilan anak, pembelajaran yang sulit atau membosankan

bagi anak. Masalah ini perlu ditanggapi guru secara serius sebagai orang pertama

yang langsung berhadapan dengan siswa dan bantuan supervisi yang dilakukan

oleh seorang pengawas sekolah khususnya supervisi akademik dalam hal

melakukan pemantauan atau monitoring, penilaian, dan pelatihan/pembimbingan.

Berhubungan dengan pelatihan, begitu banyak teknik pelatihan yang bisa

dikembangkan dan secara garis besar dibagi atas dua yakni on the job training

method dan off the job training. Jenis pelatihan on the job training terbagi lagi

atas; (1) job instruction training; (2) apprenticeship; (3) internship and

assistantship; (4) job rotation and transfer; (5) junior boards and committee

assigments; dan (6) couching and counseling. Teknik off the job training terbagi

(21)

6

Metode presentasi informasi sendiri terbagi lagi atas, (a) kuliah, (b)

presentasi video, (c) metode konferensi, (d) programmed instruction, dan (e) studi

sendiri. Termasuk dalam metode simulasi adalah, (a) metode studi kasus, (b) role

playing,(c) business game, (d) vestibule training, dan (e) latihan laboratorium

(Yani, 2012 : 99). Dalam hal ini, pelatihan yang paling populer digunakan

menurut Dessler (2010) adalah on the job training dan untuk pekerjaan yang

terdiri dari sebuah rangkaian langkah logis yang diajarkan secara bertahap dikenal

dengan istilah job instruction trainin.

C. Batasan Masalah

Demikian banyaknya model yang teridentifikasi tapi penelitian ini dibatasi

pada supervisi akademik teknik job instruction training di SMAN 1 Simpang

Kanan, Rokan Hilir - Riau.

D. Rumusan Masalah

Adapun rumusan masalah yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah

apakah supervisi akademik teknik job instruction training dapat meningkatkan

kemampuan guru melaksanakan pembelajaran kuantum di SMAN 1 Simpang

Kanan, Rokan Hilir - Riau ?

E. Tujuan Penelitian

Tujuan dari penelitian ini dilakukan adalah untuk mengetahui kemampuan

guru SMAN 1 Simpang Kanan, Rokan Hilir dalam melaksanakan pembelajaran

kuantum melalui supervisi akademik teknik job instruction training.

(22)

7

F. Manfaat Penelitian

Dari penelitian ini, manfaat yang diharapkan nantinya adalah sebagai

berikut :

a) Manfaat teoritis

Menambah wawasan keilmuan peneliti tentang pembelajaran kuantum

serta manfaatnya bagi PBM.

b) Manfaat Praktis

1. Bagi guru agar bisa memotivasi dalam penerapan pembelajaran

kuantum sebagai salah satu model pembelajaran yang bisa

meningkatkan motivasi dan keaktifan siswa dalam PBM.

2. Bagi sekolah sebagai bahan masukan pilihan model pembelajaran yang

bisa digunakan guru dalam mengatasi masalah pembelajaran.

3. Bagi pengawas sekolah sebagai masukan untuk dapat menggunakan

supervisi akademik teknik job instruction training sebagai sebuah

model supervisi yang bisa terus dikembangkan dan diterapkan pada

(23)

94

BAB V

SIMPULAN, IMPLIKASI, DAN SARAN A. Simpulan

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan di SMAN 1 Simpang Kanan

maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :

Adanya peningkatan kemampuan guru melaksanakan pembelajaran kuantum

melalui supervisi akademik teknik job instruction training di SMAN 1 Simpang

Kanan, Rokan Hilir, Riau.

B. Implikasi

Hasil penelitian ini membuktikan bahwa supervisi akademik teknik job

instruction training (JIT) dapat meningkatkan kemampuan guru melaksanakan

pembelajaran kuantum. Dengan adanya penelitian ini, maka manfaatnya sangat

positif sekali dalam mengatasi masalah pembelajaran di SMAN 1 Simpang kanan

selama ini. Ada beberapa perbaikan yang telah dilakukan oleh guru-guru SMAN 1

Simpang kanan khususnya guru MIPA setelah mengikuti supervisi akademik

teknik JIT ini.

Perbaikan tersebut berhubungan dengan langkah-langkah pembelajaran

yang selama ini kurang diperhatikan guru dalam melaksanakan pembelajaran.

Guru cenderung melaksanakan pembelajaran langsung masuk ke kegiatan inti

(penyajian materi). Mereka kurang melakukan kegiatan pendahuluan dan penutup

yang dalam pembelajaran kuantum dikenal dengan istilah penumbuhan motivasi

dan pemberian pengalaman baru (tahap Tumbuhkan dan Alami) dan bentuk

(24)

95

Melalui supervisi akademik teknik JIT ini, guru-guru diberikan motivasi, video

motivasi dan pembelajaran, bentuk-bentuk perayaan atau dukungan terhadap

setiap usaha yang telah dilakukan siswa sehingga pembelajarannya lebih meriah,

mudah dipahami, penuh semangat, dan menyenangkan.

Perbaikan ini tidak hanya perlu dilakukan oleh guru yang bersangkutan

tapi juga perlu didukung oleh kepala sekolah dan pengawas sekolah. Jika

masalahnya dilihat secara lebih serius lagi maka perlu ditindaklanjuti oleh Dinas

Pendidikan. Semua ini perlu dilakukan agar bisa menghasilkan pendidik dan

peserta didik yang berkualitas.

C. Saran

Berdasarkan implikasi di atas, maka saran-saran untuk perbaikan bagi

pendidikan ke depan adalah sebagai berikut :

1. Perlunya penambahan keterampilan guru-guru dalam melaksanakan

pembelajaran melalui pelatihan pembelajaran kuantum.

2. Perlunya pembinaan secara berkelanjutan terhadap kemampuan guru

melaksanakan pembelajaran kuantum oleh pengawas sekolah melalui

supervisi akademik teknik job instruction training.

3. Perlunya pembinaan yang intensif dari Dinas Pendidikan terhadap

jajarannya khususnya pengawas sekolah dalam melaksanakan tugas

pokoknya yakni supervisi akademik dengan pemberian latihan /

(25)

96

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto. 2010. Prosedur Penelitian. Yogyakarta : Rineka Cipta.

Bahri. 2010. Strategi Belajar Mengajar.Jakarta : Rineka Cipta.

Candra, Husni Gunawan. 2008. Pengaruh pelatihan dan pengembangan sumber daya manusia (job instruction training, coaching, apprenticeship, lecture, dan vestibule training) terhadap prestasi kerja karyawan pada PT Bank Central Asia, tbk cabang Borobudur.

http://osrel.stiemce.ac.id/?page=thesis&level=s1&id=6199.

Davis, Eddie. 2005.The Training Managers : A Handbook. Jakarta : PT Bhuana Ilmu Populer.

De Porter, Bobbi, dkk. 20002. Quantum Learning. Bandung : Kaifa. ... 2002. Quantum Teaching. Bandung : Kaifa.

... 2000. Quantum Business. Bandung : Kaifa.

Dessler, Gary. 2010. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta : PT Indeks.

Diat, Sudiyono. 2011. Supervisi Pendidikan. Yogyakarta : Gaya Media.

Dryden, Gordon; Vos, Jeanette. 2002. Revolusi Cara Belajar (The Learning

Revolution) Belajar Akan Efektif Kalau Anda dalam Keadaan "Fun".

Bandung : Kaifa.

Gagne, Robert M, and Leslie J. Briggs, and Walter W. Warge. 1992. Principles of

Intructional Design, (4thed) Fort Worth, Tx : Hobcourt Brace Ivanovich.

Glover, Derek. 2005. Improving Learning (Memperbaiki Pembelajaran). Jakarta : Grasindo.

Goleman, Daniel, 2003, Kecerdasan Emosi untuk Mencapai Puncak Prestasi. Cetakan V. Jakarta : PT Gramedia Pustaka Utama.

Halida. 2013. Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas X-3 Sma Negeri 6 Banjarmasin Pada Materi Ajar Perpindahan Kalor Melalui Penerapan Model

Quantum Teaching.

(26)

97

Hamalik. 2013. Manajemen Pelatihan dan Ketenagakerjaan. Jakarta : Bumi Aksara.

Handoko, Hani. 2001. Manajemen Personalia dan Sumber Daya Manusia. Yogyakarta : BPFE - Yogyakarta.

Ma’aruf .2008. Pembelajaran Quantum Teaching dengan Metode

Multikecerdasan untuk motivasi belajar siswa. Geliga Sains, Vol 1 No. 1

Mangkunegara, Anwar Prabu. 2008. Manajemen Sumber Daya Manusia

Perusahaan.Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Martoyo, Susilo. 2000. Manajemen Sumber Daya Manusia. Yogyakarta: BPFE- Yogyakarta.

Mathis, Robert L.2006. Human Resorces Management Manajemen Sumber Daya

Manusia (terjemahan). Jakarta : Salemba Empat.

Mitrawati. 2012. Upaya meningkatkan aktivitas dan hasil belajar fisika siswa kelas X 8 SMAN 1 Bukittinggi menggunakan model pembelajaran Quantum

Teaching berbasis ikhlas

http://ejournal.unp.ac.id/index.php/jppf/article/view/596

Patricia. 2013. Penerapan model Quantum Teaching untuk meningkatkan hasil belajar ranah kognitif dan metakognitif materi Alat Optik siswa SMA.

http://repository.upi.edu/id/eprint/4555

Nata, Abudin. 2003. Manajemen Mengatasi kelemahan Pendidikan Islam di

Indonesia,. Jakarta : Kencana.

Ronnie, Dani M. 2006. The Power of Emotional & Adversity Quotien for

Teachers. Cet ke-1. Jakarta Selatan : Hikmah

Rose, Colin. 2002. Accelerated Learning For The 21st Century, Cara belajar

Cepat Abad XXI. Bandung : Nuansa.

Sagala, Syaiful. 2009. Administrasi Pendidikan Kontemporer. Cet. Ke-5. Bandung : Alfabeta.

...2010. Supervisi Pembelajaran. Cet. Ke-1. Bandung : Alfabeta.

...2011. Kemampuan Profesional Guru dan Tenaga Kependidikan. Cet. Ke-3. Bandung : Alfabeta.

(27)

98

Sirait, Justine T. 2012. Memahami Aspek Pengelolaan SDM dalam Organisasi. Jakarta : Grasindo.

Siregar, Eveline. 2010. Teori Belajar dan Pembelajaran. Jakarta : Ghalia Indonesia.

Sudjana, dkk. 2012. Pemantauan Pelaksanaan Standar Nasional Pendidikan.

Bekasi : Binamitra Publishing.

Sudjana, Nana. 2010. Menyusun Karya Tulis Ilmiah. Bekasi : Binamitra Publishing.

... 2012. Supervisi Pendidikan. Bekasi : Binamitra Publishing.

... 2005. Metoda Statistika. Bandung : Tarsito.

Welberg, Herbert dan Greenberg, Rebbeca. 1997. “Using The Learning

Environment Inventory, Educational Leadership”

Wijaya. 1994. Kemampuan Dasar Guru dalam Proses Belajar Mengajar. Bandung : Remaja Rosda Karya.

Wycoff, Joyce. 2003. Menjadi Super Kreatif . Bandung : Kaifa

Yani, M.2012. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta : Mitra Wacana Media.

ebekunt.files.wordpress.com/2009/06/8-quantum-teaching1.ppt

http://arka-materi.blogspot.com/2011/11/pelatihan-on-job-training-off-job.html

http://managementdaily.co.id/journal/index/category/human_resources/27/690http

Figur

Gambar 3.1 Skema Penelitian Tindakan ...............................................................

Gambar 3.1

Skema Penelitian Tindakan ............................................................... p.14

Referensi

Memperbarui...