BAB IV: PEMBAHASAN KERJA PRAKTEK
4.1. Tinjauan Umum
Pada pembangunan proyek Ramayana Cikupa pekerjaan Fasade, secara umum pekerjaan dibagi menjadi 5 pekerjaan yang dimulai dari peerjaan pemasangan hingga pekerjaan finishing. Pekerjaan-pekerjaan tersebut terdiri dari:
Pekerjaan Shop Front Pekerjaan ACP Pekerjaan Cladding
Pekerjaan Dinding Bata ringan Pekerjaan Plesteran Dinding Luar
Pada pelaksanaannya, pekerjaan tersebut tidak dikerjakan untuk diselesaikan satu persatu karena pekerjaan yang satu saling berhubungan dengan pekerjaan yang lain, sehingga untuk mempermudah dan mempercepat waktu pelaksanaanya, beberapa pekerjaan dimulai pada waktu bersamaan agar pekerjaan yang satu dengan yang lainnya tidak saling menghambat. Contoh hubungan antara pekerjaan-pekerjaan tersebut diantaranya :
Pekerjaan plesteran dinding luar harus dikerjakan setelah pemasangan dinding bata ringan selesai.
Pekerjaan clading harus dikerjakan setelah pekerjaan plesteran dinding luar selesai. Sedangkan pekerjaan ACP dapat terus berlangsung setelah pemasangan dinding selesai
4.1.1. Biaya
Rencana anggaran biaya secara keseluruhan pada proyek ini berkisar sekitar Rp. 38.000.000.000,00 (tiga puluh delapan milyar rupiah)
4.1.2. Kurva S
Salah satu bentuk perencanaan waktu kerja / time schedule, dapat dilihat dari kurva S. Berdasarkan kurva S yang diterima dari Proyek Ramayana Cikupa tersebut, dilampirkan bahwa proyek dimulai pada bulan Januari 2017 dan selesai pada juni 2017. Rencana pekerjaan berdasarkan jadwal akan dijelaskan dalam diagram
bar-chart dan Kurva S yang terdapat pada lampiran gambar.
Apabila kurva S tidak tercapai dalam perencanaan, maka diambil tindakan-tindakan sebagai berikut:
Pihak kontraktor mengajukan main schedule revisi schedule mingguan, bulanan, tahunan. Alasannya adalah:
- Keterlambatan pelaksanaan konstruksi bagian bawah ada hal teknis yang tidak memenuhi syarat seperti bored pile dan tiang pancang.
- Kondisi lokasi yang berdekatan dengan Sutet sehingga pemasangan bore pile terganggu.
Penyebab Non-teknis
- Adanya demo warga sekitar
- Kemacetan disekitar proyek mempengaruhi transportasi material.
4.2. Pekerjaan Fasade
Alat kerja merupakan salah satu faktor yang menentukan dalam menciptakan hasil kerja yang memuaskan. Kontraktor harus mengadakan semua peralatan atau perlengkapan kerja yang lengkap untuk melaksanakan pekerjaan. Pemilihan dari jumlah kebutuhan ditetapkan berdasarkan macam pekerjaan, rencana kerja, keadaan lapangan, dan volume pekerjaan yang akan dikerjakan.
Alat kerja tersebut harus cukup memadai baik dari segi kualitas maupun kuantitasnya, agar dalam pelaksanaan pekerjaan tidak terjadi saling pinjam akibat kurangnya alat serta harus memperbaiki alat terlebih dahulu karena alat tersebut sebetulnya sudah tidak layak dipakai. Konsultan pengawas berhak untuk
mengintruksikan kapada kontraktor untuk melengkapi atau menambah jumlah peralatan jika dirasa peralatan yang tersedia kurang memadai dalam usaha mencapai target prestasi.
Alat–alat yang digunakan dalam pelaksanaan proyek, baik itu alat berat maupun ringan bertujuan untuk menunjang kelancaran pekerjaan proyek. Beberapa tujuan secara umum:
1. Mempercepat penyelesaian pekerjaan.
2. Meningkatkan kualitas dan kuantitas pekerjaan 3. Meningkatkan efisiensi dan produktivitas pekerjaan.
4. Menghemat biaya dalam pemilihan alat yang akan digunakan dalam
pelaksanaan proyek harus disesuaikan dengan besar volume pekerjaan yang ada, dengan kata lain harus ada keseimbangan antara jumlah pekerjaan yang ada dengan alat yang akan dioperasikan dengan hasil yang optimal. Adapun alat-alat yang di gunakan adalah:
4.2.1. Alat Kerja Shop Front
Alat-alat yang digunakan dalam pekerjaan Shop Front pada Proyek Ramayana Cikupa, meliputi:
Tabel 1. Alat Kerja Pemasangan Shop Front
No Nama Alat Fungsi Gambar
01 Theodolite Alat ukur membuat
02 Mesin Bor Melubang frame kaca dan mengencangkan screw
03 Obeng Mengencangkan screw
dan lain-lain
04 Mesin Potong Memotong frame/rangka
aluminium
05 Vacum Glass Untuk memegang kaca
06 Rivet Gun Untuk memasang rivet ke
4.2.2. Alat Kerja ACP
Alat-alat yang digunakan dalam pekerjaan ACP pada Proyek Kebayoran Icon, meliputi:
Tabel 2. Alat Kerja Pemasangan ACP
No Nama Alat Fungsi Gambar
01 Meteran Alat untuk mengukur
02 Penggaris Siku Mengukur posisi tegak lurus ACP
03 Sarung tangan Pelindung tangan
05 Palu karet Alat pengetok
06 Bending ACP Untuk membelokkan ACP
07 Mesin Bor Alat untuk melubangi dan mengencangkan screw
08 Spidol Untuk menandai
4.2.3. Alat Kerja Plesteran Dinding
Alat-alat yang digunakan dalam pekerjaan plesteran dinding pada Proyek Kebayoran Icon, meliputi:
Tabel 3. Alat Kerja Plesteran Dinding
No Nama Alat Fungsi Gambar
01 Sendok aduk Mengaduk
acian/plesteran instan
02 Jidar aluminium Untuk meratakan
plesteran
03 Ember/kotak adukan Tempak adukan
plesteran/acian instan
04 Roskam kayu/besi Untuk meletakkan dan meratakan adukan
05 Mesin Mortar Utama Mesin pengaduk
4.2.4. Alat Kerja Cladding metal sheet
Tabel 4. Alat Kerja Plesteran Dinding
No Nama Alat Fungsi Gambar
01 Meteran Alat ukur
02 Sarung Tangan Pelindung tangan
03 Kacamata Safety Pelindung mata
04 Pemotong Metal Sheet Untuk memotong metal
4.3. Material Pekerjaan Fasade
Bangunan dikatakan baik jika memiliki kekuatan struktur. Kekuatan struktur erat kaitannya dengan kekuatan bahan. Kekuatan bahan tergantung jenis dan kualitasnya, cara pengerjaannya dan perawatannya. Material bangunan merupakan komponen yang sangat mempengaruhi mutu dari hasil pekerjaan. Maka bahan bangunan yang akan digunakan sedapat mungkin merupakan yang terbaik dan sesuai dengan kebutuhan dan pertimbangan biaya yang ada, disesuaikan dengan ketentuan yang ada dalam Rencana Kerja dan Syarat (RKS).
Semua material yang akan dipakai di proyek melalui persetujuan pengawas sehingga sesuai dengan persyaratan dalam RKS dan dapat menjamin mutu pekerjaan di lapangan. Material yang akan dipakai hendaknya menggunakan bahan yang masih baru dan masih terjaga mutunya. Penyimpanan bahan bangunan perlu diperhatikan, agar bahan bangunan yang dipakai tetap dalam kondisi yang layak pakai.
Apabila selama penyimpanan material menjadi tidak layak pakai, maka pengawas akan meminta pelaksana selaku penanggungjawab agar mengganti dengan material yang sesuai persyaratan. Material yang memenuhi syarat yaitu bahan yang sesuai dengan peraturan-peraturan standar yang berlaku di Indonesia. Material-material yang dipergunakan dalam pekerjaan arsitektur fasade pada proyek Ramayana Cikupa adalah:
4.3.1. Material Shop Front
Material-material yang di gunakan dalam pekerjaan Shop Front pada Proyek RamayanaCikupa, meliputi:
Tabel 5. Material Shop Front
No Nama Alat Gambar
02 Bracket
03 Kaca
04 Sealent
05 Backup Rubber
06 Mur dan Baut
4.3.2. Material ACP
Material-material yang digunakan dalam pekerjaan ACP pada Proyek Ramayana Cikupa, meliputi:
Tabel 6. Material ACP (Aluminium Composite Panel)
No Nama Alat Gambar
01 ACP (Aluminium Composite Panel)
02 Bracket
03 Rangka Aluminium
05 Backup Rubber
06 Mur dan Baut
4.3.3. Material Plesteran Dinding Luar
Tabel 7. Material Plesteran DInding
No Nama Alat Gambar
01 Semen Plester Instan
02 Semen Acian Instan
4.3.4. Material Cladding Metal Sheet
Tabel 8. Material Cladding
No Nama Alat Gambar
01 Metal Sheet
02 Besi Siku
4.4. Metode Pekerjaan Arsitektur Fasade
4.4.1. Pekerjaan Shop Front
Shop Front adalah bagian arsitektural yang terbuat dari rangka Aluminium dan kaca berfungsi sebagai pembatas antara ruangan dengan area umum, yang biasanya terletak pada sisi depan bangunan dan dapat terletak didalam bangunan serta memiliki batas ketinggian tertentu.
Shop Front didesain untuk meningkatkan nilai jual yang lebih dari bangunan serta untuk memberikan kesan yang luas / terbuka.
Gambar 15. Dinding Shop Front Ramayana Cikupa Sumber: Data Proyek
a. Tahapan Pekerjaan
b. Tahapan Pelaksanaan Pekerjaan
1. Cek Gambar meliputi: pengecekan dimensi, spesifikasi & volume material, komposit pekerjaan terkait
2. Pekerjaan persiapan meliputi: seleksi dan negosiasi vendor, jadwal material, pengaturan stock yard, handling material ke lokasi pekerjaan, pembersihan lokasi
3. Marking meliputi: pengukuran dan penentuan titik awal pekerjaan sesuai dengan gambar teknis, memberikan garis bantu untuk memudahkan pemeriksaan.
4. Pasang bracket meliputi: penentuan titik baut untuk penempatan baut sesuai pemasangan tiang Aluminium.
5.
Pasang rangka Aluminium meliputi: pabrikasi rangka sesuai gambar teknisGambar 16. Pemasangan Rangka Aluminium
Sumber: Data Proyek
START
CEK
GAMBAR
PERSIAPA
N
MARKING
PAS.
BARCKET
PAS.RANGKA
ALUMINIUM
INSPEKSI
PAS.BACK
UP
RUBBER
6.
Pasang backup rubber meliputi : pemasangan backup rubber sebagai bantalan kaca agar tidak bersentuhan langsung dengan Aluminium7.
Pasang Kaca meliputi : pemasangan kaca sesuai dimensi dan spesifikasiGambar 17. Pemasangan Kaca Sumber: Data Proyek
8.
Pasang Sealent meliputi: pemasangan back rod dan sealent c. Persyaratan Bahan Rangka Aluminium
- Bracket dan baut harus tahan karat (zinkromat / galvanis) - Bracket menempel sempurna
- Rangka kuat dan lurus
- Warna rangka alumuniun seragam
- Sambungan antar Aluminium rapi dan kuat Kaca dan Sealent
- Kaca tidak baret, retak dan gumpil - Dimensi sesuai ukuran
- Jarak pertemuan antar kaca sama - Warna kaca harus seragam - Sealent mengisi penuh dan rata - Lebar permukaan sealent harus sama - Tarikan alur sealent satu arah
d. Lingkup Permasalahan dan Perubahan Gambar Desain
Pembagian modul kaca pada gambar desain shop front mengakibatkan waste kaca terlalu boros karena tidak sesuai modul kaca
Penambahan desain pintu pada gambar shop front oleh owner karena dirasa kurang untuk akses masuk pengunjung
e. Solusi Permasalahan
Sebelum mendesain Shop Front perlu dipertimbangkan modul pemakaian kaca dengan ukuran standar modul kaca yang tersedia disupplier sehingga akan mengurangi waste material.
Pada pembuatan gambar shopdrawing shop front dilakukan perubahan modul kaca yang akan dipasang.
Penambahan desain pintu pada gambar shopdrawing. Jadi sebelum mendesain entrance harus dipertimbangkan berapa kira-kira kebutuhan pengunjung yang akan masuk.
4.4.2. Pekerjaan ACP (Aluminium Composite Panel)
Aluminium Composite Panel atau yang biasa disingkat ACP adalah salah satu tipe
plat panel yang mengandung bahan non-aluminium di antara dua lembar aluminium yang direkatkan. Lembar aluminium dapat dilapisi dengan PVDF atau cat Polyester (PE).
Keunggulan dari bahan composite ini adalah beratnya yang lebih ringan tetapi dengan kekuatan yang lebih tinggi, tahan karat, dengan biaya perakitan yang lebih murah karena berkurangnya jumlah komponen perakitannya dan tidak memerlukan baut-baut penyambung.
Composite material, atau biasa disebut bahan composite atau composition materials, adalah bahan material yang direkayasa dengan bahan alami, dibuat dengan dua atau lebih unsur bahan yang secara signifikan berbeda secara fisik maupun kimiawinya, terpisah dan juga berbeda dalam struktur hasil produksinya.
Gambar 18. Pemasangan ACP (Aluminium Composite Panel) Sumber: Data Proyek
a. Tahapan Pekerjaan
b. Tahapan Pelaksanaan Pekerjaan
1. Periksa Gambar Shopdrawing dan sampel tersedia
2. Periksa Assesoris: Bracket, hollow, siku, mur dan baut tersedia dari bahan anti karat
3. Periksa material panel: ukuran sesuai shopdrawing, terproteksi, tidak tergores dan penyok
4. Kesiapan lokasi berupa marking sudah jelas dan tegas, dynabolt terpasang pada slab beton/kolom struktur dengan kuat
5. Pasang bracket dengan dynabolt, jarak antar bracket mengikuti lebar panel
Gambar 20. Pemasangan Bracket & Rangka Sumber: Data Proyek
6. Pasang Mullion pada bracket, periksa dengan lot/theodolit
7. Pasang transom antar mullion, periksa dengan watrepas / auto level 8. Periksa pemasangan mur- baut pada bracket-mullion-transome 9. Pasang panel ACP searah sesuai tanda yang tertera
Gambar 21. Pemasangan ACP (Aluminium Composite Panel) Sumber: Data Proyek
10. Periksa kerataan antar panel saat pemasangan, toleransi 2mm 11. Lepas proteksi film
12. Pasang sealant
13. Pembersiahan cukup dengan air dan spon c. Persyaratan Bahan
Untuk mendapatkan hasil dari produk sesuai dengan quality target yang sudah ditetapkan, diperlukan adanya saran dan usulan terhadap pekerjaan yang akan di kerjakan:
1. Pada saat pembelian material, pastikan Panel ACP dikelompokkan pada tipe dan warna yang sama.
2. Menyelesaikan pekerjaan kusen apabila didalam ACP terdapat kusen atau sejenisnya. Agar tidak terjadi pekerjaan bongkar pasang.
3. Membuat gambar kerja pemasangan ACP berdasarkan hasil pengukuran sehingga dapat di tentukan lebar rencana potongan agar tidak boros waste.
d. Lingkup Permasalahan
Saat tender seringkali delatasi pemasangan ACP tidak diperhitungkan untuk area tekukan. Perlu biaya tambahan untuk hal tersebut.
Terjadi Kesalahan estimasi harga saat tender.
Bracket yang terpasang pada dinding belum kencang
Pemilihan warna ACP pada waktu pemesanan ke suplier/subkon harus dipastikan agar tidak ada penukaran material.
Gambar forcon untuk rangka ACP tidak sesuai modul ACP e. Solusi Permasalahan
Pada waktu penghitungan material sebelum tender harus diperhatian dan diteliti apa saja yang akan masuk pada pembiayaan dilapangan.
Harus dicek dengan benar pemasangan bracket pada dinding sebelum dipasang ACP.
Pembuatan order material dan memastikan kepada suplier jenis dan warna material sebelum dikirim.
4.4.3. Pekerjaan Plesteran Dinding
Plesteran merupakan lapisan yang biasa dipakai sebagai pelapis dinding bata / bata ringan yang berfungsi sebagai berikut:
Pelindung tembok / dinding dari pengaruh cuaca Menambah kekuatan / kekokohan dinding tembok Meratakan permukaan dinding atau tembok
Sedangkan Acian merupakan lapisan penghalus terakhir untuk menampilkan tekstur yang lebih rapi dan rata pada permukaan dinding pasangan bata / bata ringan, yang bersifat elastis dan berfungsi sebagai kedap air.
a. Tahapan Pekerjaan
b. Pelaksanaan Tahapan Pekerjaan
Gambar 23. Ik Plesteran dINDING Sumber: Data Proyek
c. Persyaratan Bahan
1. Permukaan plesteran rata dan halus (dengan jidar alumunium panjang 2m, celah tidak bisa dilewati uang logam Rp 100)
2. Tidak retak rambut 3. Tali air rapi dan lurus
4. Plesteran Lot toleransi 2mm / m 5. Sudutan siku toleransi 4mm / 30cm
d. Lingkup Permasalahan Permukaan bergelombang dan kasar Timbul retak rambut
Tali air tidak lurus dan tidak rapi Plesteran terkelupas
e. Solusi Permasalahan
Untuk mendapatkan hasil dari produk sesuai dengan quality target yang sudah ditetapkan, diperlukan adanya saran dan usulan terhadap pekerjaan yang akan di kerjakan, seperti contoh berikut ini:
Shopdrawing Struktur dan arsitektur dinding luar harus sudah di kompositkan Pengawasan Ketat saat pekerjaan struktur sisi luar untuk mencegah bobokan
dan tambahan biaya
Cek desain ketebalan dan kerataan plesteran Pengecekan kualitas semen dan pasir
Menggunakan tenaga kerja yang ahli/spesialis
Alat-alat yang digunakan berkualitas bagus (menggunakan mesin seperti ex turbosol)
Mengadakan pelatihan secara kontinuitas mengenai pencapaian kualitas terhadap tenaga kerja sehingga harapannya akan diperoleh kualitas yang seragam
Memperhatikan keterkaitan dengan pelaksanaan pekerjaan yang lain Pekerjaan dilakukan pada siang hari/kondisi terang matahari
Gambar 24. Pembuatan klabangan, plesteran dan acian Sumber: Data Proyek
4.4.4. Pekerjaan Cladding Metal Sheet
Metal sheet atau lembaran-lembaran metal adalah bahan material yang biasa digunakan untuk atap, plafond, canopy, dan juga bisa digunakan sebagai fasad luar untuk menutup dinding luar sebuah bangunan.
Gambar 25. Pembuatan klabangan, plesteran dan acian Sumber: Data Proyek
Pada prinsipnya pekerjaan cladding metal sheet hampir sama dengan pekerjaan pemasangan ACP. Berikut tahapan pekerjaan Cladding Metal Sheet pada proyek Ramayana Cikupa.
a. Tahapan Pekerjaan
b. Tahapan Pelaksanaan Pekerjaan 1. Periksa Gambar Shopdrawing dan sampel tersedia
2. Periksa Assesoris: Bracket, hollow, siku, mur dan baut tersedia
3. Periksa material panel: ukuran sesuai shopdrawing, terproteksi, tidak tergores dan penyok. Periksa Assesoris Mulai Periksa Material Cladding Pasang Bracket Pasang Mullion Pasang Transome Periksa Pemasangan Siap?
Periksa Kesiapan Lokasi Periksa Shodrawing & Sampel
Perbaiki
Pasang Cladding
Periksa Pemasangan
4. Kesiapan lokasi berupa marking sudah jelas dan tegas, dynabolt terpasang pada slab beton/kolom struktur dengan kuat
5. Pasang bracket dengan dynabolt
6. Pasang Mullion dan Transome pada bracket, periksa dengan lot/theodolit
Gambar 26. Pemasangan Rangka Cladding Sumber: Data Proyek
7. Periksa pemasangan mur- baut pada bracket-mullion-transome 8. Pasang Cladding pada rangka yang telah disiapkan
Gambar 27. Pemasangan Metal Sheet Sumber: Data Proyek
9. Periksa kerataan antar panel saat pemasangan 10. Selesai
c. Persyaratan Bahan
Untuk mendapatkan hasil dari produk sesuai dengan quality target yang sudah ditetapkan, diperlukan adanya saran dan usulan terhadap pekerjaan yang akan di kerjakan:
1. Pada saat pembelian material, pastikan Metal sheet ditempatkan pada tempat yang sudah disediakan
2. Menyelesaikan pekerjaan plesteran dinding agar tidak terjadi pekerjaan bongkar pasang.
3. Membuat gambar kerja pemasangan cladding berdasarkan hasil pengukuran sehingga dapat di tentukan lebar rencana potongan agar tidak boros waste.
d. Lingkup Permasalahan
Terjadi Kesalahan type dan warna material cladding. Bracket yang terpasang pada dinding belum kencang
Gambar forcon untuk rangka cladding tidak sesuai modul Metal sheet Mudul rangka cladding menutupi bukaan yang ada didinding
e. Solusi Permasalahan
Harus dicek dengan benar pemasangan bracket pada dinding sebelum dipasang ACP.
Pembuatan order material dan memastikan kepada suplier jenis dan warna material sebelum dikirim.
Pembuatan gambar shopdrawing gambar rangka ACP sesuai modul ACP yang dipesan.