• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perbuatan Melawan Hukum Oleh Pemerintah Berdasarkan Pasal 1365 KUHPerdata.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Perbuatan Melawan Hukum Oleh Pemerintah Berdasarkan Pasal 1365 KUHPerdata."

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

SKRIPSI

PERBUATAN MELAWAN HUKUM OLEH PEMERINTAH

BERDASARKAN PASAL 1365 KUHPERDATA

MARIA VIRGINIA USFUNAN NIM. 1216051169

FAKULTAS HUKUM

UNIVERSITAS UDAYANA

(2)

Lembar Persetujuan Pembimbing

SKRIPSI INI TELAH DISETUJUI PADA TANGGAL, 20 SEPTEMBER 2016

PEMBIMBING I

MARWANTO, SH, M.Hum NIP. 196001011986021001

PEMBIMBING II

(3)
(4)

SURAT PERNYATAAN KEASLIAN

Dengan ini penulis menyatakan bahwa Karya Ilmiah/Penulisan Hukum/ Skripsi ini

merupakan hasil karya asli penulis, tidak terdapat karya yang pernah diajukan untuk

memperoleh gelar keserjanaan di suatu perguruan tinggi manapun, dan sepanjang

pengetahuan penulis juga tidak terdapat karya atau pendapat yang pernah penulis atau

ditertibkan oleh penulis lain, kecuali yang secara tertulis diacu dalam naskah ini dan

disebutkan dalam daftar pustaka.

Apabila Karya Ilmiah/Penulisan Hukum/Skripsi ini terbukti merupakan duplikasi

ataupun plagiasi dari hasil karya penulis lain dan/atau sengaja mengajukan karya atau

pendapat yang merupakan hasil karya penulis lain, maka penulis bersedia menerima sanksi

akademik dan/atau sanksi hukum yang berlaku.

Demikian Surat Pernyataan ini saya buat sebagai pertanggung jawaban ilmiah tanpa

ada paksaan maupun tekanan dari pihak manapun juga.

(5)

DAFTAR ISI

SAMPUL DALAM ………. i

PRASYARATAN GELAR SARJANA HUKUM ……… ii

PERSETUJUAN BIMBINGAN ……….... iii

PENGESAHAN PANITIA PENGUJI ……….…….... iv

SURAT PERNYATAAN KEASLIAN ……….... v

KATA PENGANTAR ……….………..... vi

1.4 Orisinalitas Penelitian ... 7

1.5 Tujuan Penelitian ... 10

a.Tujuan umum ... 10

b.Tujuan khusus ... 11

1.6 Manfaat Penelitian ... 11

(6)

1.6.2 Manfaat praktis ... 11

1.8.4 Teknik Pengumpulan Bahan Hukum ... 22

1.8.5 Teknik Pengolah dan Analisis Bahan Hukum... .... 22

BAB II. TINJAUAN UMUM TENTANG PERBUATAN MELAWAN HUKUM 2.1 Sejarah Perbuatan Melawan Hukum ... 26

2.2 Perkembangan Konsep Perbuatan Melawan Hukum ... 27

2.3 Pengertian Perbuatan Melawan Hukum... ... 32

2.4 Akibat Perbuatan Melawan Hukum ... 36

BAB III. PERBUATAN MELAWAN HUKUM OLEH PEMERINTAH 3.1 Perbuatan Pemerintah yang menyimpang ... 38

3.2 Kriteria Perbuatan Melawan Hukum Oleh Penguasa ... 43

3.3 Konsekuensi Hukum Perbuatan Melawan Hukum Oleh Pemerintah ... 53

(7)

4.2Analisis ... 63

BAB V. PENUTUP

5.1 Kesimpulan... ... ... 65

5.2 Saran ... ... 65

DAFTAR PUSTAKA

(8)

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan ke hadapan Tuhan Yang Maha Esa, atas segala rahmat dan

karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan penulisan skripsi yang berjudul PERBUATAN

MELAWAN HUKUM OLEH PEMERINTAH BERDASARKAN PASAL 1365

KUHPERDATA tepat pada waktunya.

Adapun skripsi ini adalah sebagai syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Hukum di

Fakultas Hukum Universitas Udayana.

Adapun keberhasilan dalam penyusunan skripsi ini tidak terlepas dari bimbingan dan

bantuan moral dari berbagai pihak, baik yang berupa materiil maupun moril. Untuk itu, melalui

kesempatan ini, penulis menyampaikan rasa hormat dan terima kasih yang sebesar-besarnya

kepada :

1. Bapak Prof. Dr. I Made Arya Utama, SH.,M.Hum., Dekan Fakultas Hukum Universitas

Udayana.

5. Bapak Dr. I Wayan Wiryawan, SH., MH., Ketua Bagian Hukum Perdata Fakultas Hukum

(9)

6. Bapak DR. Marwanto, SH.,M.,Hum, Dosen Pembimbing I yang telah memberikan

bimbingan, pengarahan, saran, dukungan, dan motivasi kepada penulis dalam

menyelesaikan skripsi ini.

7. Bapak A.A. Gede Agung Dharmakusuma, SH.,M.Hum, Dosen Pembimbing II yang telah

memberikan bimbingan, pengarahan, saran, dukungan, dan motovasi kepada penulis

dalam menyelesaikan skripsi ini.

8. Semua dosen pengajar di lingkungan Fakultas Hukum Universitas Udayana yang telah

banyak memberikan ilmu pengetahuan kepada saya selama menempuh ilmu di Fakultas

Hukum Universitas Udayana.

9. Seluruhstaf Tata Usaha Fakultas Hukum Universitas Udayana yang telah membantu

dalam pelayanan administrasi dan literature selama saya mengikuti perkuliahan.

10. Kedua orang tua tercinta, Ayah Prof., Dr., Yohanes Usfunan, Drs. SH.,MH. Ibu Yudith

Bana, SH. Kakak Dr. Jimmy Zeravianus Usfunan, SH.,MH, kakak Charlie Yustus

Usfunan,S.H., kakak dr. Maria Putu Arista Dewi, adik Maria Angelina Usfunan dan

keponakanku Maria Gracentia Usfunan. Juga kepada Almarhum Kakek Zackarias Bano

Usfunan dan Almarhumah Nenek Maria Kusi Naikofi , Almarhumah Nenek Wihelmina

Dortia Sonbai dan Kakek Michael Balok Bana. Kepada semua keluarga besar yang telah

memberikan dukungan serta doa demi kelancaran penulisan skripsi ini.

Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari sempurna. Sehingga kritik dan saran

untuk penyempurnaan skripsi ini tentunya sangat diharapkan. Akhir kata semoga skripsi ini

(10)

Denpasar, 20 SEPTEMBER 2016

(11)

ABSTRAK

Perkembangan pengertian perbuatan melawan hukum di negeri Belanda sangat berpengaruh di dalam perkembangan di Indonesia berdasarkan asas konkordasi termasuk Indonesia. Akan tetapi kriteria melawan hukum oleh penguasa dan akibat perbuatan melawan hukum yang dilakukan oleh penguasa, perlu diteliti guna hasil penelitian yang berpengaruh pada perkembangan ilmu hukum.

Metode hukum yang dipergunakan adalah metode hukum normatif. Jenis pendekatan yang digunakan dalam penelitian hukum normatif adalah pendekatan Undang-undang, Pendekatan Kasus, Pendekatan Historis, Pendekatan Komparatif, Pendekatan Konseptual.

Adapun hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan penafsiran hukum, maka perbuatan melawan hukum seperti yang diatur Pasal 1365 KUHP tersebut, dapat diperluas artinya sehingga mencakup perbuatan melawan hukum oleh penguasa. Dalam hal penyebutan perbuatan melawan hukum oleh penguasa yang pada dasarnya adalah sama artinya dengan perbuatan menyimpang oleh pejabat pemerintah maupun sama artinya dengan perbuatan mal administrasi oleh pejabat pemerintah.

(12)

ABSTRACT

The development of the tort by authorities (onrechtmatige Overheidsdaad) in the Netherlands is very influential to developing the rule of law in Indonesia on the basis of a Concordance. But the criteria of the tort by authorities (onrechtmatigeOverheidsdaad) and the impact of the tort needs research in order to provide the results of research that affects the development of the science of law.

A legal method in use is normative law. This type of approach used in normative legal research is the statute approach, case Approach, historical approach, comparative approach, and conceptual Approach.

The results obtained in this study is to use the legal interpretation, it is against the law to which the provisions of Article 1365 of the Penal Code, can be extended meaning to include tort by the authorities. In the event that any mention of tort by authorities which is basically synonymous with deviant act by government officials as well as synonymous with the act of maladministration by government officials.

Referensi

Dokumen terkait

Kemudian permasalahan utama yang dibahas adalah mengenai penafsiran “perbuatan melawan hukum’ yang terdapat di dalam penjelasan pasal 2 ayat (1) yang oleh Mahkamah Konstitusi

Sedangkan tanggung jawab perdata atas pemberitaan yang tidak benar yang dilakukan oleh media cetak adalah perbuatan melawan hukum yang di atur dalam Pasal

Melawan hukum artinya meskipun perbuatan tersebut tidak diatur dalam peraturan perundang-undangan (melawan hukum formil) namun apabila perbuatan tersebut dianggap tercela karena

20 Tahun 2001 menjabarkan bahwa yang dimaksud dengan ‚secara melawan hukum‛ dalam pasal ini mencakup perbuatan melawan hukum dalam arti formil maupun dalam arti materiil,

a)Perbuatan melawan hukum yang dilakukan oleh CM telah memenuhi unsur-unsur objektif Pasal 167 KUHP yang terdiri dari: barang siapa; melawan hukum; memaksa masuk

Melawan hukum artinya meskipun perbuatan tersebut tidak diatur dalam peraturan perundang-undangan (melawan hukum formil) namun apabila perbuatan tersebut dianggap tercela karena

Perbuatan melawan hukum sebagaimana diatur dalam Pasal 1365 KUH Perdata ini dapat pula digunakan sebagai dasar untuk mengajukan ganti kerugian atas perbuatan yang dianggap

Konsepsi hukum dari perbuatan melawan hukum dan prestasi adalah Perbuatan melawan hukum diartikan dalam perbuatan melawan hukum dalam arti sempit, yakni sekedar suatu perbuatan yang