• Tidak ada hasil yang ditemukan

MUSYAWARAH KERJA NASIONAL III TAHUN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "MUSYAWARAH KERJA NASIONAL III TAHUN"

Copied!
53
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN

JAKARTA, 3 – 5 DESEMBER 2021

MUSYAWARAH KERJA NASIONAL III TAHUN 2021

MENUJU ORGANISASI

DENGAN

MANAJEMEN

PROFESIONAL

(2)

LAPORAN MUKERNAS III PDHI TAHUN 2021

DAFTAR ISI

I. Daftar Isi ... 1 II. Kata Pengantar...………... 2 III. Latar Belakang... 3 – 4 IV. Maksud dan Tujuan... 4

V. Susunan Panitia Pelaksana... 5 VI. Agenda Acara Mukernas... 6 – 8 VII Peserta Mukernas PDHI………... 8 – 9 VIII Laporan Ketua Umum PB PDHI………..……… 9 – 11

IX Laporan keuangan PB PDHI 2019 – 2021……… 12 – 15 X Laporan Kegiatan PB PDHI 2020 – 2021……….. 15 – 17 XI. Roadmap PDHI………..……… 17 – 19 XII Hasil Kesepakatan Mukernas III PDHI..……….. 19 – 21 XIII Keuangan Mukernas III PDHI……… 21 – 22 XIV Penutup………... 23

XV Lampiran………. 24 – 53

(3)

LAPORAN MUKERNAS III PDHI TAHUN 2021

KATA PENGANTAR Assalamualaikum wr wb

Viva Veteriner,

Puji dan syukur Kita panjatkan kehadirat Allah SWT atas rahmat dan karunia-Nya hingga kita dapat melaksanakan Musyawarah Kerja Nasional III pada tanggal 3 – 5 Desember 2021 bertempat di Grand Whisz Hotel, Jakarta dengan agenda membahas draft usulan perubahan Kode Etik dan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) PDHI, penyampaian Road Map PDHI sebagai arah kebijakan PDHI sebagai organisasi profesi dokter hewan dalam 10 tahun ke depan. Selain itu juga disampaikan paparan laporan kegiatan Pengurus Besar, Pengurus Cabang PDHI dan ONT serta laporan perkembangan pelaksanaan uji materi Undang – undang Cipta Kerja ke Mahkamah Konstitusi oleh Tim Kuasa Hukum PB PDHI.

Kami berharap kesepakatan – kesepakatan yang telah diambil dalam Mukernas III ini dapat segera di sosialisasikan kepada seluruh anggota dan dengan semangat Profesional Transparan dan Akuntable kita akan mewujudkan PDHI menjadi organisasi dengan manajemen professional yang maju dan modern serta mampu menjadi rumah bagi seluruh dokter hewan Indonesia sehingga mampu meningkatkan kontribusi dokter hewan dalam memberikan kontribusi bagi pembangunan bangsa dan negara dalam mensejahterakan masyarakat melalui bidang kesehatan hewan.

Kami menyadari bahwa laporan ini masih jauh dari sempurna dan masih banyak kekurangan di sana-sini mengingat keterbatasan waktu, kapasitas ilmu dan pangalaman yang kami miliki.

Kami berharap laporan ini dapat memberikan informasi yang dibutuhkan bagi para dokter hewan Indonesia akan kegiatan yang telah, sedang dan akan dilaksanakan oleh PDHI.

Kami menyampaikan terima kasih yang tak terhingga atas bantuan dan dukungan semua pihak yang telah bersedia berkontribusi dalam suksesnya penyelenggaraan Mukernas III PDHI.

Majulah dan Jayalah Dokter Hewan Indonesia Terima kasih

Wassalamualaikum wr wb

Pengurus Besar Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia Periode 2018 – 2022

Dr. Drh. M. Munawaroh, MM Ketua Umum

(4)

LAPORAN MUKERNAS III PDHI TAHUN 2021

1. Latar Belakang

Dokter Hewan adalah profesi strategis yang berperan penting dalam mensejahterakan manusia melalui dunia hewan, sebagaimana slogan Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) yaitu Manusya Mriga Satwa Sewaka. Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia dibentuk untuk menyatukan semangat, arah aktualisasi profesi dan tekad agar pembangunan kesehatan hewan di Indonesia dapat didorong dan didampingi sehingga dapat memberikan kontribusi yang nyata bagi pembangunan bangsa.

Visi PDHI adalah Mewujudkan citra profesi Dokter Hewan Indonesia yang profesional, mandiri, tangguh dan berdaya saing global dan berwawasan kebangsaan yang luas dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Guna mewujudkan visi tersebut, PDHI mengemban 7 (tujuh) misi sebagai berikut :

1. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia (Dokter Hewan) sebagai indovidu maupun sebagai bagian darinorganisasi perhimpunan dan masyarakat

2. Meningkatkan kualitas pelayanan jasa veteriner menuju standar pelayanan jasa yang memberikan kepuasan kepada pemakai jasa (client) dan kesejahteraan hewan (patient)

3. Meningkatkan kualitas organisasi perhimpunan menuju organisasi yang professional, mandiri dan progresif yang mampu berperan dalam pengembangan profesi dan pembinaan kesehatan hewan dan kesehatan masyarakat pada umumnya.

4. Meningkatkan peran organisasi PDHI sebagai Statutory Body Veteriner bersama Pemerintah NKRI

5. Meningkatkan kualitas komunikasi antar anggota dan profesi dengan masyarakat 6. Meningkatkan lingkaran pengarusutamaan dan kepedulian terhadap kesehatan

masyarakat veteriner, kesehatan lingkungan dan kesejahteraan hewan 7. Membangun jejaring di tingkat nasional dan internasional.

Dalam rangka mewujudkan visi dan misi tersebut PDHI melaksanakan berbagai program kerja dengan berbagai pendekatan dan perangkat digital sehingga organisasi dapat berjalan transparan, lebih efisien, memberikan kemudahan dan manfaat yang lebih banyak kepada anggota, dan menjadi PDHI yang lebih baik.

(5)

LAPORAN MUKERNAS III PDHI TAHUN 2021

Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) PDHI dilaksanakan sesuai amanat AD/ART.

Mukernas PDHI Tahun 2021 ini dilaksanakan dalam rangka menyelaraskan program kerja, menyampaikan capaian kinerja dan rencana kerja yang akan dilaksanakan pada tahun berikutnya sehingga penyelenggaraan keorganisasian mulai dari Pengurus Besar, Pengurus Cabang, dan Organisasi Non Teritorial (ONT) dapat menyatukan tujuan dan mensinergiskan gerak langkah dalam beraksi nyata membangun dunia kesehatan hewan di Indonesia.

2. Maksud dan Tujuan a. Maksud

Membangun konsolidasi dan menyiapkan perangkat organisasi untuk merencanakan, mempersiapkan dan merealisasikan Rencana Strategis (Renstra), Program dan Kegiatan sesuai amanat Anggaran Dasar (AD), Anggaran Rumah Tangga (ART), dan Ketetapan (TAP) Kongres PDHI Ke-18.

b. Tujuan

1. Ajang silahturahmi pengurus besar PDHI, Pengurus Cabang dan ONT.

2. Melaksanakan evaluasi atas capaian kinerja PDHI Tahun 2021.

3. Menyusun program kerja dan kegiatan PDHI Tahun 2022.

4. Menyusun tata hubungan organisasi yang harmonis dan produktif antara Pengurus Besar, Pengurus Cabang dan Organisasi Teritorial.

5. Memetakan permasalahan strategis yang diprioritaskan penyelesaiannya pada Tahun 2022.

6. Mempersiapkan bahan keputusan yang akan ditetapkan dalam Kongres PDHI Tahun 2022.

(6)

LAPORAN MUKERNAS III PDHI TAHUN 2021

3. Susunan Panitia Pelaksana Musyawarah Kerja Nasional PDHI Tahun 2021 Pelindung : Dr. Drh. M. Munawaroh, MM

Prof. Dr. Drh. Suwarno, M.Si

Penanggung Jawab : Dr. Drh. Widagdo Sri Nugroho, MP

Ketua : Drh. Bonifasius Suli Teruli Sekretaris : Drh. Sariyanti, M.Si Bendahara : Drh. Enny Pudjiwati, MM

Kesekretariatan : Tim Sekretariat PB PDHI Koordinator Acara dan

Persidangan

: Drh. Andi Widjanarko

Anggota 1. Drh Arief Ervana 2. Drh. R. Nurcahyo, M.Si 3. Drh. Kemaz Aditya 4. Drh. Dahlia Dhestinia Koordinator Sponsorship : Drh. Novi Wulandari

Anggota 1. Drh. Ani Handayani 2. Drh. Mirjawal 3. Drh. Joko Daryono Koordinator Konsumsi : Drh. Sinta R Binol

Anggota 1. Herlin 2. Susi

Koordinator Perlengkapan : Drh. Jack Ruben Simatupang Anggota 1. Drh. NK. Sari Asih

2. Ahmad Maulana Koordinator Humas : Drh. Dedy Fachrudin Kurniawan

Anggota 1. Drh. Apris Beniawan, M.Si 2. Drh. Joko Ismadi

(7)

LAPORAN MUKERNAS III PDHI TAHUN 2021

4. Agenda Acara Mukernas III PDHI Tahun 2021 Jumat, 3 Desember 2021

Waktu Agenda PIC

14.00 WIB – selesai Check in delegasi mukernas Tim secretariat

18.00 – 19.00 WIB Makan malam Tim sekretariat

19.00 – 20.00 WIB 20.00 – 21.00 WIB

Paparan Ketua Umum PB PDHI (ketum + pengurus inti)

Paparan Tim Kuasa Hukum Judicial Review

Drh. Suli + drh. Sari Moderator : drh. Suli

Sabtu, 4 Desember 2021

07.30 – 08.00 WIB Registrasi delegasi mukernas Tim secretariat

08.00 – 08.45 WIB Pembukaan Drh. Shinta

Pembacaan Doa Drh. Andi W

Menyanyikan lagu Indonesia Raya Panitia Menyanyikan Mars Dokter Hewan Panitia

Tarian selamat datang Panitia

Sambutan Ketua Panitia Drh. Suli

Sambutan Ketua Umum PB PDHI Drh. Munawaroh 08.45 – 09.00 WIB Iklan + video sponsor Drh. Novi + Drh. Ruben

08.50 – 09.00 WIB Kompas Drh. Novi + Drh. Ruben

09.00 – 09.15 WIB Paparan LSP Keswan Drh. Mulyanto 09.15 – 09.30 WIB Paparan Yayasan Kesejahteraan Family

Veteriner

Drh. Ani

09.30 – 09.40 WIB Nutricel Drh. Novi + Drh. Ruben

09.40 – 10.00 WIB Coffee Break dan set up ruang Panitia 10.00 – 12.00 WIB Kelompok 1 Paparan Draft dan

Pembahasan Kode Etik

Prof. Bambang Sumiarto dan Drh Ruben

Kelompok 2 Paparan Draft dan Pembahasan AD/ART

Drh. Suli dan Drh.Novi

12.00 – 13.00 WIB ISHOMA

13.00 – 15.00 WIB Kelompok 1 Pembahasan Kode Etik Drh Ruben Kelompok 2 Pembahasan AD/ART Drh.Novi 15.00 – 16.00 WIB ISHOMA

16.00 – 17.30 WIB Sidang pleno Drh. Widagdo + drh. Sari 17.30 – 18.30 WIB Istirahat dan Makan Malam

18.30 – 21.00 WIB Paparan Cabang dan ONT Drh. Andi + Drh. Novi Minggu, 5 Desember 2021

(8)

LAPORAN MUKERNAS III PDHI TAHUN 2021

06.00 – 08.00 WIB Sarapan

08.00 – 09.00 WIB Paparan Cabang dan ONT Drh. Andi + Drh. Novi

09.00 – 09.30 WIB 09.30 – 10.30 WIB

Sidang Pleno Paparan BPHP

Paparan Roadmap PDHI

Drh. Widagdo + drh. Sari Drh. Martha

Drh. Munawaroh 10.30 – 11.30 WIB Konklusi dan Rekomendasi Hasil

Mukernas

Drh. Munawaroh

11.30 – 12.00 WIB Penutupan Drh. Sari

5. Peserta Mukernas PDHI Tahun 2021 Delegasi PDHI Cabang

No PDHI Cabang Kehadiran Jumlah

Delegasi No PDHI Cabang Kehadiran Jumlah Delegasi

1 Aceh Online 2 30 Jawa Timur II Online 2

2 Sumatera Utara

Online 2 31 Jawa Timur III Offline 2

3 Sumatera Barat

Online 2 32 Jawa Timur IV Offline 2

4 Riau Offline 2 33 Jawa Timur V Offline 2

5 Kepulauan Riau

Online 2 34 Jawa Timur VI Online 2

6 Sumatera Selatan

Online 2 35 Jawa Timur VII Offline 2

7 Jambi Online 2 36 Jawa Timur VIII Online 2

8 Bengkulu Online 2 37 Jawa Timur IX Online 2

9 Bangka Belitung

Online 2 38 Jawa Timur X Offline 2

10 Lampung Online 2 39 Kalimantan

Barat

Online 2

11 Jawa Barat I Offline 2 40 Kalimantan Tengah

Online 2

12 Jawa Barat II Offline 2 41 Kalimantan Selatan

Online 2

13 Jawa Barat III Offline 2 42 Kalimantan Timur I

Online 2

14 Jawa Barat IV Offline 2 43 Kalimantan Timur II

Online 2

15 Jawa Barat V Offline 2 44 Kalimantan Utara

Online 2

16 Jawa Barat VI Online 2 45 Bali Online 2

17 Jawa Barat VII Offline 1 46 Nusa Tenggara Barat I

Online 2

18 Jawa Barat VIII Offline 2 47 Nusa Tenggara Barat II

Online 2

19 Banten I Offline 2 48 Nusa Tenggara Timur

Online 2

20 Banten II Offline 2 49 Sulawesi Selatan

Online 2

(9)

LAPORAN MUKERNAS III PDHI TAHUN 2021

21 DKI Jakarta Offline 2 50 Sulawesi Utara Online 2 22 Jawa Tengah I Offline 2 51 Sulawesi

Tenggara

Online 2

23 Jawa Tengah II Offline 2 52 Sulawesi Tengah

Online 2

24 Jawa Tengah III

Online 2 53 Gorontalo Online 2

25 Jawa Tengah IV

Offline 2 54 Maluku Utara Online 2

26 Jawa Tengah V

Offline 2 55 Papua Online 2

27 Jawa Tengah VI

Offline 2 56 Papua Barat Online

2 28 Yogyakarta Offline 2

29 Jawa Timur I Offline 2

Delegasi ONT

No ONT Kehadiran Jumlah

Delegasi No ONT Kehadiran Jumlah Delegasi

1 IDHKI Online 2 11 AEVI Offline

2 IDHSI Online 1 12 APVI Offline

3 ASLIQEWAN Offline 13 ADHKI Offline

4 ASKESMAVETI Offline 14 ADHAI Offline

5 AMERVI Online 1 15 ADHMI Offline

6 ADHPHKI Offline 1 16 AFFAVETI Offline

7 ADHPHLI Online 2 17 APARVI Online 1

8 AKIVI Online 3 18 AMVI Online

9 ADBVI Online 1 19 ADHTCVMI Online

10 ADHPI Online 20 ADHMAI Online

21 AKTIVI Offline 1

6. Laporan Ketua Umum PB PDHI

(10)

LAPORAN MUKERNAS III PDHI TAHUN 2021

Data Keanggotaan PDHI

Jumlah total anggota 10.545 orang

Dengan rincian jumlah anggota perempuan dan laki – laki sebagai berikut :

Uraian Laki – laki Perempuan

Jumlah Anggota (orang) 4.447 6.098

Belum Teraktivasi 219

Data Anggota Per Cabang

No PDHI Cabang Jumlah

Anggota No PDHI Cabang Jumlah Anggota

1 Aceh 302 30 Jawa Timur II 403

2 Sumatera Utara 247 31 Jawa Timur III 50

3 Sumatera Barat 330 32 Jawa Timur IV 115

4 Riau 212 33 Jawa Timur V 147

5 Kepulauan Riau 96 34 Jawa Timur VI 193

6 Sumatera Selatan 121 35 Jawa Timur VII 98

7 Jambi 108 36 Jawa Timur VIII 76

8 Bengkulu 62 37 Jawa Timur IX 119

(11)

LAPORAN MUKERNAS III PDHI TAHUN 2021

9 Bangka Belitung 33 38 Jawa Timur X 218

10 Lampung 197 39 Kalimantan Barat 119

11 Jawa Barat I 358 40 Kalimantan Tengah 101 12 Jawa Barat II 449 41 Kalimantan Selatan 73 13 Jawa Barat III 82 42 Kalimantan Timur I 75 14 Jawa Barat IV 70 43 Kalimantan Timur II 56 15 Jawa Barat V 218 44 Kalimantan Utara 16

16 Jawa Barat VI 92 45 Bali 907

17 Jawa Barat VII 118 46 Nusa Tenggara Barat I

181 18 Jawa Barat VIII 113 47 Nusa Tenggara

Barat II

55

19 Banten I 89 48 Nusa Tenggara

Timur

371

20 Banten II 299 49 Sulawesi Selatan 317

21 DKI Jakarta 560 50 Sulawesi Utara 34

22 Jawa Tengah I 239 51 Sulawesi Tenggara 41 23 Jawa Tengah II 71 52 Sulawesi Tengah 37

24 Jawa Tengah III 158 53 Gorontalo 31

25 Jawa Tengah IV 271 54 Maluku Utara 18

26 Jawa Tengah V 64 55 Papua 84

27 Jawa Tengah VI 49 56 Papua Barat 47

28 Yogyakarta 624

29 Jawa Timur I 820

(12)

LAPORAN MUKERNAS III PDHI TAHUN 2021

7. Laporan Keuangan Periode 2019 – 2021

(13)

LAPORAN MUKERNAS III PDHI TAHUN 2021

(14)

LAPORAN MUKERNAS III PDHI TAHUN 2021

(15)

LAPORAN MUKERNAS III PDHI TAHUN 2021

8. Kegiatan PB PDHI Selama Tahun 2020 – 2021

(16)

LAPORAN MUKERNAS III PDHI TAHUN 2021

(17)

LAPORAN MUKERNAS III PDHI TAHUN 2021

9. Road Map PDHI

(18)

LAPORAN MUKERNAS III PDHI TAHUN 2021

Mewujudkan Kesejahteraan Anggota

Mewujudkan Kepengurusan PB PDHI Yang Solid

Memiliki Finansial Yang Kuat

(19)

LAPORAN MUKERNAS III PDHI TAHUN 2021

Suksesi Kepemimpinan

Tujuan Suksesi Kepemimpinan dengan system presidential elect

10. Hasil dan Kesepakatan Musyawarah Kerja Nasional PDHI tahun 2021

Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia telah berlangsung pada tanggal 3 – 5 Desember 2021 di Hotel Grand Whizz Jakarta.

Mukernas dihadiri oleh delegasi utusan dari Cabang-Cabang Perhimpunan dan Organisasi Non Teritorial, baik yang hadir secara luring maupun secara daring. Cabang Perhimpunan yang hadir sebanyak 22 cabang dan 3 ONT yang hadir secara luring.

Sedangkan 33 cabang lainnya hadir secara daring demikian juga dengan ONT lainnya juga hadir secara daring.

Mukernas tahun 2021 ini membahas 2 tema utama yaitu:

1. Penyempurnaan Naskah Kode Etik Dokter Hewan Indonesia,

2. Penataan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Perhimpunan, Serta paparan:

a. Ketua Umum PB PDHI tentang :

• Laporan kegiatan PB PDHI dan laporan keuangan,

• Peta Jalan PDHI sepuluh tahun ke depan.

(20)

LAPORAN MUKERNAS III PDHI TAHUN 2021

b. Ketua Cabang PDHI dan Ketua ONT tentang:

• Laporan Kegiatan dan keuangan c. Tim kuasa hukum PB PDHI tentang:

• Laporan perkembangan Judicial Review UU No. 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja

Seluruh bahan yang menjadi agenda dalam Mukernas 2021 telah dibahas dan didiskusikan oleh seluruh peserta bersama dengan pengurus besar, tidak sedikit muncul banyak hal-hal baru dan bahkan persoalan-persoalan dalam diskusi membuat pentingnya menata ulang beberapa aspek mendasar keroganisasian baik pedoman tata laksana organisasi, pedoman penyelesaian masalah anggota dan organisasi (baik etik maupun hukum), pedoman standar pengamalan ilmu kedokteran hewan serta beberapa hal lainnya yang terungkap selama diskusi dan pembahasan.

Demikian banyaknya persoalan yang mengemuka selama Mukernas tersebut maka dapat direkomendasikan beberapa hal yang perlu dibahas oleh para pengurus cabang dan organisasi non teritoral dalam rangka perbaikan terhadap landasan berorganisasi Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia ini. Berikut adalah hasil dan rekomendasi Mukernas 2021:

A. Penyelenggaraan Kongres ke 19 dan KIVNAS 2022:

1. Kongres ke 19 tahun 2022 akan dlaksanakan pada bulan Oktober tahun 2022 di Makasar.

2. Konferensi Ilmiah Veteriner Nasional akan diselenggarakan pada tanggal 6 – 8 Juli 2022 bertempat di Jakarta Convention Center .

B. Revisi Kode Etik Dokter Hewan Indonesia:

1. Telah dilakukan pembahasan pasal demi pasal, masukan-masukan tambahan lainnya juga telah dicatat sebagai usulan perubahan.

2. Mengingat narasi tertulis dalam kode etik juga perlu diperbaiki agar lebih mudah di mengerti maka perbaikan narasi tersebut menjadi tugas Majelis Kehormatan Perhimpunan bersamaan dengan pembagian saran usulan apakah masuk dalam kode etik atau masuk dalam Peraturan Perhimpunan.

3. Draft hasil pembahasan sebagaimana terlampir dalam laporan ini.

C. Revisi Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga PDHI:

1. Perbaikan AD/ART PDHI dilaksanakan sebagai kewajiban pemenuhan peraturan perundang-undangan mengingat PDHI adalah organisasi kemasyarakat berbadan hukum dan telah disahkan oleh Kementerian Hukum dan Ham pada tahun 2016.

(21)

LAPORAN MUKERNAS III PDHI TAHUN 2021

2. Peraturan perundang-undangan yang dimaksud adalah UU No 17 tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan.

3. Perbaikan yang diusulkan terkait tata urutan pengaturan, isi pasal dan ayat, dan pendelegasian pengaturan sesuai hirarki peraturan dalam organisasi.

4. Bahan isi perubahan tetap mengacu ke AD/ART PDHI hasil Kongres ke 18 tahun 2018.

5. Hasil pembahasan dan diskusi dalam rapat kelompok pembahasan AD/ART terungkap banyak permasalahan yang perlu dipecahkan dan sesuai kespakatan bersama hal ini perlu diperhatikan dengan seksama agar adanya pengaturan yang lebih teknis di bawah ART sehingga lebih mudah dalam pembagian hirarki aturannya. Pengaturan teknis tersebut dimasukkan dalam Peraturan Perhimpunan yang nantinya akan terbagi dalam beberapa urusan terpisah sehingga memudahkan dalam perumusan.

6. Terlampir beberapa hal yang menjadi bahan masukan selama pembahasan perubahan AD/ART.

7. Mengingat draft revisi AD/ART masih sangat baru dengan format yang berbeda walaupun isinya tetap diambil dari format AD/ART 2018, para delegasi dan perwakilan pengurus Cabang dan ONT, perlu waktu memahami dan membahasnya pada masing-masing cabang dan ONT sehingga direkomendasikan akan adanya pertemuan secara virtual secara khusus untuk membahas revisi AD/ART ini secara berkala.

8. Diharapkan pertengahan tahun 2022 draft final revisi AD/ART sudah selesai dan dapat disahkan pada kongres ke 19.

9. Draft hasil pembahasan sebagaimana terlampir dalam laporan ini.

10. Laporan Keuangan Mukernas PEMASUKAN

No Keterangan Jumlah

1 PT Intertama Trikencana Bersinar 5.000.000

2 PT Romindo Primavetcom 2.500.000

3 Kapolda Maluku Utara 10.000.000

4 PT Indogal Agro Trading 15.000.000

5 PT Nutricell Pasific 15.000.000

6 PT Jakpetz Lintas Satwa 5.000.000

(22)

LAPORAN MUKERNAS III PDHI TAHUN 2021

7 PT Medion Farma Jaya 2.500.000

8 PT Sido Agung 5.000.000

9 PT Japfa Comfeed 10.000.000

10 PT Bina Citra Agro Farma 10.000.000

11 PT Biotis Prima Agrisindo 15.000.000

12 PT Ivet Data 2.500.000

13 Penjualan PIN 50.000

14 Penjualan Termos 500.000

15 Penjualan Kaos 3.450.000

16 Kas PB PDHI 52.972.114

Total : 152.472.114

PENGELUARAN

No Keterangan Jumlah

1 Biaya hotel 2 hari 101.812.300

2 Pembelian tumblr termos 10.000.000

3 Biaya paket streaming internet dan video 12.500.000 4 Transport narasumber, panitia pelaksana, staf sekretariat 19.000.000

5 Biaya hiburan (tari daerah) 3.000.000

6 Tiket Pengurus inti PB PDHI (PP) 4.759.714

7 Pembelian handsanitizer 731.600

8 Biaya fotocopy materi dan beli ATK 930.000

9 Biaya cetak spanduk banner 630.000

10 Biaya konsumsi panitia pelaksana 1.063.000

11 Pembelian P3K 45.500

Total : 154.472.114

(23)

LAPORAN MUKERNAS III PDHI TAHUN 2021

PENUTUP

Demikian hasil dan rekomendasi Musyawarah Kerja Nasional Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia tahun 2021 yang bisa kami himpun dan sampaikan kepada seluruh Pengurus Cabang Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia dan Pengurus Organisasi Non Teritorial Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia. Semoga memberikan manfaat yang besar bagi profesi kedokteran hewan, bangsa dan negara Indonesia.

Jakarta, 10 Desember 2021

PANITIA MUSYAWARAH KERJA NASIONAL PDHI III TAHUN 2021

Drh. B. Suli Teruli Ketua

Drh. Sariyanti, M.Si Sekretaris

Mengetahui, PENGURUS BESAR

PERHIMPUNAN DOKTER HEWAN INDONESIA PERIODE 2018 – 2022

Dr. Drh. M. Munawaroh, MM Ketua Umum

Dr. Drh. Widagdo Sri Nugroho, MP Sekretaris Jenderal

(24)

LAPORAN MUKERNAS III PDHI TAHUN 2021

Lampiran :

Hasil Pembahasan Kelompok AD/ART Mukernas III PDHI Tahun 2021

Jakarta, 4 Desember 2021

Usulan Perubahan Anggaran Dasar :

1. Ditambahkan kewenangan untuk memberikan reward kepada Lembaga atau mitra kerja yang berjasa pada dunia kedokteran hewan.

2. Menyesuaikan kedudukan sekretariat PB PDHI akan tetap di Jakarta atau menyesuaikan dengan Ibu Kota Negara, hal ini untuk mempertimbangkan kemungkinan kepindahan ibu kota negara.

3. Untuk keseragaman pemahaman agar membuat definisi dalam ketentuan umum 4. Usulan untuk menghilangkan istilah anggota muda karena kemungkinan setelah lulus

para dokter hewan muda pindah dari lokasi kampusnya sehingga menyulitkan dalam pendataan keanggotaan

5. Penambahan kelengkapan organisasi Majelis Kehormatan

6. Penambahan fungsi PDHI “sebagai pihak yang melakukan pembinaan dan pengawasan dlm penerapan sumpah drh dan kode etik drh

7. Perbaikan tata naskah dan konsistensi penggunaan istilah istilah keswan, kedokteran hewan dan medikvet

Usulan Perubahan Anggaran Rumah Tangga :

1. kesinambungan kepemimpinan organisasi untuk cabang disamakan dengan PB yaitu diberi kesempatan dapat dipilih 2 x baik berturut-turut ataupun tidak

2. Periode kepengurusan ditetapkan selama 4 (empat) tahun atau diantara 2 kongres, agar mengantisipasi jika pengurus berhalangan

3. Untuk menjaga keberlanjutan program yang sedang berjalan, diusulkan kemungkinan pemberlakuan system presidential election dalam pemilihan pengurus pada semua tingkatan kepengurusan ( PB, Pengurus Cabang dan ONT)

4. Untuk keseragaman pemahaman agar membuat definisi dalam ketentuan umum 5. Keseragaman penomoran anggota untuk ONT

6. Penyesuaian masa berlaku STRV disesuaikan dengan ketentuan peraturan perundang- undangan

7. Penegasan pembentukan komisi etik cabang menjadi sebuah kewajiban 8. Pengaturan tentang Pengambilan keputusan melalui fasilitasi media elektronika 9. Penambahan anggota biasa yang belum dimasukan dalam pasal

(25)

LAPORAN MUKERNAS III PDHI TAHUN 2021

10. Perbaikan tata naskah dan konsistensi penggunaan istilah

11. Kewajiban setiap cabang untuk berkoordinasi dengan pemerintah daerah dengan melaporkan keberadaan cabang ke pemda setempat

12. Selain kemampuan teknis dokter hewan diusulkan juga untuk melaksanakan Ujian kode etik atau pernyataan kesanggupan mentaati kode etik drh dalam melaksanakan aktivitasnya sebagai drh.

13. Penyesuaian persyaratan menjadi anggota PDHI dan persyaratan memperoleh rekomendasi untuk tidak lagi menggunakan Ijazah tetapi diganti dengan ijazah dan/atau sertifikat profesi drh dan penambahan kalimat “sesuai ketentuan peraturan perundang- undangan”

14. Musyawarah mufakat dalam pemilihan pengurus dicantumkan dalam tata tertib pemilihan pengurus

15. Persyaratan pembentukan cabang baru tidak hanya didasarkan pada kemauan individu tetapi didasarkan pada kebutuhan wilayah dan perkembangan organisasi, tidak mencantumkan jumlah minimal drh yang dapat membentuk cabang baru

16. Pembentukan koordinasi lintas wilayah untuk menangani dokter hewan lintas batas 17. Pembatasan jumlah tempat praktik drh (maksimal 3) dan tidak mengenal batas wilayah

dan pengenaan jarak minimal bagi lokasi praktik

18. Kemungkinan cabang membentuk yayasan----disesuaikan dengan aturan perundang- undangan tentang organisasi kemasyarakatan

19. Penambahan pasal tentang Veterinary Statutary Body (VSB) dan pola hubungannya dengan PDHI. VSB adalah suatu badan yang menangani drh dan paramedik langsung dibawah presiden dengan anggota drh, paramedik, Perguruan Tinggi dan Pemerintah.

20. Penegasan Kembali tentang masa berlaku KTA manual, harus segera diganti dengan KTA seumur hidup

Pembentukan Peraturan Perhimpunan untuk :

1. Standar Operational Procedure (SOP) atau panduan Penanganan sengketa bagi pengurus PDHI

2. SOP atau panduan penyeliaan oleh dokter hewan

3. SOP atau penanganan sanksi dan pedoman penanganan pelanggaran kode etik dan disiplin

4. Peraturan tentang penyeliaan drh atas paramedis baik yang linear maupun yang tidak linear pendidikannya

(26)

LAPORAN MUKERNAS III PDHI TAHUN 2021

5. Pedoman penerbitan rekomendasi SIP, penyeragaman masa berlaku rekomendasi dan batas maksimal rekomendasi SIP yang berhak diterima oleh seorang dokter hewan yaitu 3 baik dalam 1 wilayah maupun tidak.

Usulan :

Diagendakan membuat pertemuan khusus untuk membahas dan mencari solusi atas permasalahan-permasalahan yang dihadapi oleh cabang

(27)

LAPORAN MUKERNAS III PDHI TAHUN 2021

Kode Etik Dokter Hewan Indonesia

KODE ETIK PROFESI DOKTER HEWAN INDONESIA Lampiran TAP. Nomor 07 / Kongres Ke-16 / PDHI / 2010

Usulan Revisi melalui “Kongres XIX” Oktober Tahun 2022

MUKADIMAH

Ilmu Kedokteran Hewan adalah keilmuan yang menunjang kesejahteraan manusia dan lingkungannya melalui suatu fungsi perlindungan dan pengamanan dari adanya ancaman ancaman penyakit bersumber hewan serta kemampuan melakukan penjaminan keamanan pangan asal hewan yang dikonsumsi manusia. Selain itu ilmu kedokteran hewan juga untuk memastikan kesehatan hewan (assurance) serta kemampuan reproduksi hewan untuk peningkatan populasi dalam rangka mencapai kecukupan bahan pangan hewani. Ilmu kedokteran hewan termasuk dalam rumpun ilmu kesehatan dan medis dengan obyek hewan serta memenuhi ciri-ciri profesi medis. Ilmu Kedokteran Hewan yang melekat pada gelar profesi dokter hewan digunakan untuk fungsi pelayanan praktik kedokteran yang bukan

merupakan pekerjaan yang boleh dilakukan oleh siapa saja,

melainkan hanya boleh dilakukan oleh kelompok profesional kedokteran yang memiliki kompetensi yang memenuhi standar tertentu, diberi kewenangan oleh institusi yang berwenang di bidang itu dan bekerja sesuai dengan etik, standar dan profesionalisme yang ditetapkan oleh organisasi

profesinya. Dalam pergaulan masyarakat yang berbudaya tinggi seperti diwariskan oleh para leluhur kita, berlaku standar-standar etika, yang berisi norma-norma yang

MUKADIMAH

Ilmu kedokteran hewan menjamin dan mewujudkan keselamatan dan kesejahteraan manusia, hewan, dan lingkungan. Hal tersebut hanya dapat dicapai melalui fungsi perlindungan dan pengamanan dari ancaman penyakit bersumber hewan, kemampuan melakukan penjaminan keamanan pangan asal hewan,

memastikan kesehatan hewan dan kemampuan reproduksi hewan untuk peningkatan populasi dan pencapaian kecukupan pangan asal hewan, serta penerapan pelayanan kedokteran hewan yang profesional sesuai dengan etika, standar, dan profesionalisme yang ditetapkan oleh Organisasi Profesi.

Atas berkat rahmat Tuhan Yang Maha Esa, dengan kesungguhan dan keluhuran ilmu kedokteran hewan serta untuk memelihara penghormatan, penghargaan, dan kepercayaan masyarakat terhadap profesi

haruslah didasarkan pada penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi dan keterampilan serta perilaku Dokter Hewan, baik kepada profesi, pasien dan klien, teman sejawat, masyarakat maupun kepada dirinya sendiri.

Dokter Hewan harus berpegang pada standar nilai luhur yang hidup di dalam pergaulan masyarakat Indonesia yang bersumber dari Pancasila sebagai landasan ideal, Undang-Undang Dasar 1945 sebagai landasan struktural, dan juga kepada tata nilai etika Dokter Hewan, kami para Dokter Hewan Indonesia yang tergabung dalam Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia, merumuskan dan menyepakati Kode Etik Dokter Hewan Indonesia.

(28)

LAPORAN MUKERNAS III PDHI TAHUN 2021

mengatur dan memelihara

hubungan antar manusia dengan lingkungannya demikian pula sebaliknya, Norma-norma / etika yang luhur dan berbudaya merupakan jati diri Bangsa Indonesia. Unsur-unsur untuk memperoleh penghormatan, penghargaan dan kepercayaan masyarakat itu terbentuk dari keunggulan dalam penguasaan pengetahuan, ketrampilan dan perilaku Dokter Hewan, baik terhadap profesinya, pasien dan kliennya, teman sejawat maupun terhadap dirinya sendiri. Untuk memelihara penghormatan, penghargaan dan kepercayaan masyarakat terhadap profesi Dokter Hewan, maka Dokter Hewan harus berpegang pada standar-standar nilai luhur yang hidup didalam pergaulan

masyarakat Indonesia dan ini bersumber dari dalam falsafah Pancasila sebagai landasan ideal dan Undang-Undang Dasar 1945 sebagai landasan struktural dan juga kepada tata nilai etika dokter hewan (veteriner) universal. Kami Dokter Hewan Indonesia, dibawah naungan dan rahmat Tuhan Yang Maha

Pengasih dan Penyayang,

menyusun nilai-nilai luhur etika dokter hewan itu sebagai pijakan tatakrama dalam menjalankan tugas dan kewajiban kami, yang tersurat dan tersirat di dalam butir-butir sebagai berikut, yang untuk seterusnya kami namakan

“KODE ETIK DOKTER HEWAN INDONESIA”

BAB I KEWAJIBAN UMUM

Pasal 1

Dokter Hewan merupakan Warga Negara yang baik yang memanifestasikan dirinya dalam

cara berpikir, bertindak dan menampilkan diri dalam sikap

dan budi pekerti luhur dan penuh sopan santun.

BAB I ETIKA UMUM

Pasal 1

Dokter Hewan merupakan Warga Negara yang baik yang memanifestasikan dirinya dalam cara berpikir, bertindak, dan menampilkan diri dalam sikap, budi pekerti luhur, dan penuh sopan santun.

(29)

LAPORAN MUKERNAS III PDHI TAHUN 2021

Pasal 2

Dokter Hewan diharapkan menjujung tinggi Sumpah/Janji

Kode Etik Dokter Hewan.

Pasal 3

Dokter Hewan tidak akan menggunakan profesinya

bertentangan dengan perikemanusiaan dan usaha pelestarian sumber daya alam.

Pasal 4

Dokter Hewan tidak mencantumkan gelar yang tidak ada relevansinya dengan profesi

yang dijalankannya.

Pasal 5

Dokter Hewan wajib mematuhi perundangan dan peraturan yang

berlaku.

Pasal 6

Dokter Hewan wajib berhati – hati dalam mengumumkan dan

menerapkan setiap penemuan teknik therapi atau obat baru yang belum teruji kebenarannya.

Pasal 2

Dokter Hewan dalam menjalankan profesinya tidak akan bertentangan dengan perikemanusiaan, mengutamakan kesejahteraan hewan dan kelestarian alam.

Pasal 3

(1) Dokter Hewan wajib menjunjung tinggi,

menghayati, dan mengamalkan sumpah Dokter Hewan dan kode etik Dokter Hewan.

(2) Dokter Hewan wajib melaksanakan profesinya sesuai dengan standar profesi tertinggi.

Pasal 4

(1) Dokter Hewan dalam menjalankan profesinya harus menghormati hak pasien, klien, teman sejawat, dan/atau tenaga kesehatan hewan lainnya.

(2) Dokter Hewan dalam menjalankan profesinya harus saling menghormati dalam bekerjasama dengan para pihak lintas sektoral di bidang kesehatan hewan, bidang lainnya, dan/atau masyarakat.

Pasal 5

(1) Pencantuman gelar selain gelar Dokter Hewan harus mengikuti peraturan perundang- undangan yang berlaku.

(2) Dokter Hewan tidak mencantumkan gelar yang tidak ada relevansinya dengan profesi dokter hewan yang dijalankan.

Pasal 6

Dokter Hewan harus mematuhi peraturan perundang- undangan dan peraturan lain yang berlaku.

Pasal 7

Dokter Hewan dilarang mengumumkan dan menerapkan setiap penemuan teknik terapi atau obat baru yang belum teruji secara ilmiah kebenarannya.

(30)

LAPORAN MUKERNAS III PDHI TAHUN 2021

Pasal 7

Dokter Hewan wajib berhati-hati dalam menulis artikel atau hasil analisa yang dapat menimbulkan polemik maupun kekhawatiran

publik tanpa didasari kajian ilmiah

Pasal 8

Dokter Hewan menerima imbalan sesuai dengan jasa yang diberikan kecuali dengan keikhlasan, sepengetahuan dan

kehendak klien sendiri.

Pasal 8

Dokter Hewan dilarang mempublikasikan informasi atau menulis artikel atau hasil analisis yang dapat menimbulkan polemik maupun kekhawatiran/

keresahan publik tanpa didasari kajian ilmiah yang telah teruji kebenarannya.

Pasal 9

(1) Dokter Hewan yang melakukan pelayanan boleh menerima imbalan sesuai dengan jasa yang diberikan, kecuali dengan keikhlasan, sepengetahuan dan kehendak klien sendiri.

(2) Dokter Hewan dilarang mencari keuntungan di atas penderitaan pasien dan/atau keawaman klien atas tindakan medis yang tidak dapat dipertanggungjawabkan secara profesi.

Pasal 10

Dokter Hewan dalam berkomunikasi kepada klien, antar pribadi atau beberapa sejawat dokter hewan, kepada masyarakat atau pemerintah harus mematuhi kaidah/etika komunikasi yang sesuai dengan norma- norma yang berlaku dalam masyarakat ataupun budaya Indonesia.

BAB II KEWAJIBAN TERHADAP PROFESI

Pasal 9

Dokter Hewan dalam menjalankan profesinya wajib mematuhi persyaratan umum

dan khusus yang berlaku sehingga citra profesi dan korsa

terpelihara karenanya.

BAB II

ETIKA TERHADAP PROFESI Pasal 11

Dokter Hewan dalam menjalankan profesinya wajib mematuhi persyaratan umum dan khusus yang berlaku sehingga citra profesi dan korsa terpelihara karenanya.

Pasal 12

Dokter Hewan harus berperan aktif dalam berbagai kegiatan pengembangan profesi kedokteran hewan untuk meningkatkan kualitas keilmuan dan layanannya.

(31)

LAPORAN MUKERNAS III PDHI TAHUN 2021

Pasal 10

Dokter Hewan tidak mengajarkan ilmu kedokteran hewan yang bisa mendorong ilmu tersebut disalah

gunakan.

Pasal 11

Dokter Hewan yang melakukan praktek memasang papan nama

sebagai informasi praktek yang tidak berlebihan.

Pasal 13

Dokter Hewan tidak mengajarkan ilmu kedokteran hewan kepada pihak lain yang dapat mendorong ilmu tersebut disalahgunakan.

Pasal 14

(1) Dokter Hewan yang melakukan praktek wajib memasang papan nama sebagai informasi praktek.

(2) Dokter Hewan wajib menetapkan tempat praktek sebagai tempat kedudukan yang resmi bila berpraktek, dan memasang identitas yang sesuai aturan.

(3) Ukuran papan nama panjang 80 cm dan lebar 60 cm dengan dasar warna putih dan tulisan berwarna hitam.

(4) Dalam papan nama hanya mencantumkan, secara berurutan: nama Dokter Hewan, nomor Surat Izin Praktek, nomor Surat Tanda Registrasi Veteriner, dan jam praktek.

Pasal 15

(1) Dokter Hewan yang melakukan konsultasi (pengobatan jarak jauh dan/atau saran jarak jauh) menggunakan dengan media komunikasi internet (email, media sosial, dan media dalam jaringan) wajib memenuhi semua unsur dalam Pasal 10 dan Pasal 14.

(2) Ketentuan Dokter Hewan dalam melakukan pengobatan jarak jauh adalah:

a. wajib melakukan pemeriksaan, membuat diagnosa, dan/atau memberikan pengobatan terhadap pasien tersebut sebelumnya;

b. wajib memberikan pengobatan non parenteral; dan

c. harus melakukan monitoring selama proses pengobatan.

(3) Dokter Hewan dalam melakukan saran jarak jauh hanya boleh memberikan saran tanpa memberikan resep.

(4) Dalam hal diperlukan tindakan medik lanjutan dan/atau kedaruratan maka Dokter Hewan yang bersangkutan wajib merujuk ke kolega di wilayah dimana pasien berada.

(32)

LAPORAN MUKERNAS III PDHI TAHUN 2021

Pasal 12

Dokter Hewan yang tidak melakukan praktek hendaknya

merujuk ke Dokter Hewan praktek apabila ada klien yang meminta jasa pelayanan medik.

Pasal 13

Pemasangan iklan dalam media massa hanya dalam rangka pemberitahuan mulai buka,

pindah atau penutupan prakteknya.

Pasal 14

Dokter Hewan dianjurkan menulis artikel dalam media

massa dan jurnal veteriner.

Pasal 15

Dokter Hewan tidak membantu atau mendorong adanya praktek

ilegal bahkan wajib melaporkan bilamana mengetahui adanya

praktek ilegal itu.

Pasal 16

Dokter Hewan wajib melaporkan kejadian penyakit menular kepada instansi yang berwenang.

Pasal 17

Dokter Hewan ikut berpartisipasi aktif dalam mensosialisasikan Kesehatan Masyarakat Veteriner,

kesejahteraan hewan dan pelestarian alam.

(5) Dokter Hewan dilarang mengunggah kegiatan tindakan medik dalam pelayanan profesionalnya di media sosial dan media dalam jaringan yang dapat diakses masyarakat umum.

Pasal 16

Dokter Hewan yang tidak melakukan praktek, hendaknya merujuk ke Dokter Hewan praktek apabila ada klien yang meminta jasa pelayanan medik.

Pasal 17

Pemasangan iklan hanya dalam rangka pemberitahuan mulai buka, pindah, atau penutupan prakteknya.

Pasal 18

(1) Dokter Hewan sebaiknya menulis artikel dalam media massa dan terutama pada jurnal bidang kedokteran hewan.

(2) Dokter Hewan sebaiknya membagikan pengalaman profesionalnya dalam forum profesi.

Pasal 19

Dokter Hewan tidak membantu praktek ilegal dan wajib melaporkan bilamana mengetahui adanya praktek ilegal.

Pasal 20

Dokter Hewan wajib melaporkan kejadian dan tindakan terhadap penyakit hewan menular dan zoonosis kepada instansi yang berwenang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Pasal 21

Dokter Hewan harus berperan aktif dalam kegiatan bakti sosial dan sosialisasi terkait dengan profesi dokter hewan, Kesehatan Hewan, Kesehatan Masyarakat Veteriner, kesejahteraan hewan dan pelestarian alam.

(33)

LAPORAN MUKERNAS III PDHI TAHUN 2021

BAB III KEWAJIBAN TERHADAP PASIEN

Pasal 18

Dokter Hewan memperlakukan pasien dengan penuh perhatian

dan kasih sayang sebagaimana arti tersebut bagi pemiliknya,

dan menggunakan segala pengetahuannya, keterampilannya dan pengalamannya untuk kepentingan pasiennya.

Pasal 19

Dokter Hewan siap menolong pasien dalam keadaan darurat

dan atau memberikan jalan keluarnya apabila tidak mampu

dengan merujuk ke sejawat lainnya yang mampu

melakukannya.

Pasal 20

Pasien yang selesai dikonsultasikan oleh seorang

sejawat wajib dikembalikan kepada sejawat yang meminta

konsultasi.

Pasal 21

Dokter Hewan dengan persetujuan kliennya dapat melakukan Euthanasia (mercy

sleeping), karena diyakininya tindakan itulah yang terbaik sebagai jalan keluar bagi pasien

dan kliennya.

Pasal 22

Dokter Hewan yang melakukan praktek pada suatu peternakan, mengutamakan kesehatan hewan

dan pencegahan terhadap perluasan penyakit yang dapat berakibat kerugian ekonomi dan

sosial.

BAB III

ETIKA TERHADAP PASIEN Pasal 22

(1) Dokter Hewan wajib melaksanakan layanan kesehatan hewan (promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif) secara kompeten.

(2) Dokter Hewan wajib melaksanakan layanan kesehatan hewan dengan perhatian, kasih sayang, dan rasa hormat mengutamakan kesejahteraan hewan dan demi kesehatan manusia, serta kelestarian alam.

(3) Dokter Hewan wajib mempertimbangkan kepentingan pasien untuk mencegah dan meringankan penyakit, penderitaan, kecacatan, dan meminimalkan rasa sakit atau ketakutan.

Pasal 23

(1) Dokter Hewan wajib memberikan layanan medik yang optimal pada pasien, dan apabila tidak mampu wajib merujuk kepada sejawat yang kompeten.

(2) Dokter Hewan wajib mengembalikan pasien rujukan kepada sejawat yang merujuk.

Pasal 24

Dokter Hewan berdasarkan pertimbangan medis, kesejahteraan hewan dan atas persetujuan klien dapat melakukan euthanasia dengan menggunakan metode yang etis, sesuai kesejahteraan hewan, terstandar, dan sesuai peraturan perundangan yang berlaku.

Pasal 25

Dokter Hewan yang melakukan praktek pada suatu peternakan, harus mengutamakan kesehatan hewan dan pencegahan terhadap masuk serta meluasnya penyakit hewan menular yang dapat berakibat kerugian ekonomi dan sosial.

(34)

LAPORAN MUKERNAS III PDHI TAHUN 2021

BAB IV KEWAJIBAN TERHADAP KLIEN

Pasal 23

Dokter Hewan menghargai klien untuk memilih Dokter Hewan

yang diminati.

Pasal 24

Dokter Hewan menghargai klien untuk setuju / tidak setuju dengan prosedur dan tindakan

medik yang hendak dilakukan Dokter Hewan setelah diberi

penjelasan akan alasan- alasannya sesuai dengan ilmu

Kedokteran Hewan.

Pasal 25

Dokter Hewan tidak menanggapi keluhan (complain) versi klien

mengenai sejawat lainnya.

Pasal 26

Dokter Hewan melakukan client education dan memberikan penjelasan mengenai penyakit yang sedang diderita hewannya

dan kemungkinan – kemungkinan lainnya yang dapat

terjadi. Dalam segala hal yang penting dan harus dilakukan demi kebaikan pasien dengan segala resikonya maka dokter hewan menyampaikan secara transparan termasuk segala resiko yang terburuk sekalipun.

Pasal 27

Dokter Hewan yang melakukan praktek, tehnical service, tehnical

sales dan konsultan veteriner tidak memaksakan kehendak dalam pemakaian obat, vaksin maupun imbuhan pakan tanpa

argumentasi ilmiah.

BAB IV

ETIKA TERHADAP KLIEN Pasal 26

(1) Dokter Hewan menghargai pilihan klien untuk menggunakan jasa Dokter Hewan sesuai minat dan keinginannya.

(2) Dokter Hewan wajib memberikan penjelasan secara transparan kepada klien mengenai penyakit yang diderita hewannya, kemungkinan risiko yang dapat terjadi, serta strategi terapi yang dilakukan.

(3) Dokter Hewan wajib melindungi informasi medis dari pihak yang tidak berkepentingan.

(4) Dokter Hewan menghargai klien untuk setuju/tidak setuju dengan prosedur dan tindakan medik yang hendak dilakukan Dokter Hewan setelah diberi penjelasan yang memadai sesuai ilmu Kedokteran Hewan.

Pasal 27

Dokter Hewan dilarang menanggapi keluhan klien mengenai sejawat lainnya.

Pasal 28

Dokter Hewan yang melakukan praktek dan/atau konsultasi veteriner wajib menggunakan argumentasi ilmiah dalam melakukan tindakan, pemakaian obat, vaksin, peralatan, dan imbuhan pakan.

(35)

LAPORAN MUKERNAS III PDHI TAHUN 2021

BAB V KEWAJIBAN TERHADAP SEJAWAT DOKTER HEWAN

Pasal 28

Dokter Hewan memperlakukan sejawat lainnya seperti dia ingin

diperlakukan seperti dirinya sendiri.

Pasal 29

Dokter Hewan tidak akan mencemarkan nama baik sejawat

Dokter Hewan lainnya

Pasal 30

Dokter Hewan wajib menjawab konsultasi yang diminta

sejawatnya menurut pengetahuan, keterampilan dan

pengalaman yang dapat dipertanggung jawabkan secara

ilmiah dan etikal serta telah terbukti menyelesaikan masalah

yang sama dengan baik dan benar.

Pasal 31

Dokter Hewan memberikan pengalamannya yang bermanfaat

dalam pertemuan sejawat.

Pasal 32

Dokter Hewan tidak melakukan pendekatan-pendekatan /menghasut klien dengan maksud untuk menyarankan berpindah ke sejawat lainnya.

Pasal 33

Dokter hewan yang akan membuka pelayanan kesehatan

hewan/medik veteriner dan melakukan praktek di suatu tempat dalam wilayah tertentu , harus membuat pemberitahuan kepada sejawat Dokter hewan yang lebih dahulu berpraktek di

lingkungan yang sama atau berdekatan .

BAB V

ETIKA TERHADAP SEJAWAT DOKTER HEWAN Pasal 29

(1) Dokter Hewan tidak akan merendahkan nama baik sejawat Dokter Hewan lainnya.

(2) Dokter Hewan wajib menghormati dan memperlakukan sejawat lainnya dengan bermartabat dan sebagai orang yang layak dihormati, sebagaimana dia sendiri ingin diperlakukan.

(3) Dokter Hewan wajib bersikap jujur dan menjaga hubungan baik dengan sejawat serta memelihara lingkungan kerja yang harmonis agar dapat memberikan layanan kesehatan hewan yang optimal.

Pasal 30

Dokter Hewan harus menjawab konsultasi yang diminta sejawatnya menurut pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman yang dapat dipertanggung jawabkan secara ilmiah dan etis serta telah terbukti dapat menyelesaikan masalah yang sama dengan baik dan benar.

Pasal 31

(1) Dokter Hewan dilarang menghasut klien dengan maksud untuk menyarankan berpindah ke sejawat lainnya.

(2) Dokter Hewan dilarang mengambil alih pasien dari teman sejawat, kecuali dengan persetujuan keduanya.

Pasal 32

Dokter Hewan yang akan membuka pelayanan kesehatan hewan dan melakukan praktek di suatu tempat harus memberitahukan kepada sejawat Dokter Hewan yang lebih dahulu berpraktek di lingkungan yang sama atau berdekatan.

(36)

LAPORAN MUKERNAS III PDHI TAHUN 2021

BAB VI KEWAJIBAN TERHADAP DIRI SENDIRI

Pasal 34

Dokter Hewan wajib memelihara bahkan meningkatkan kondisi

dirinya sehingga selalu berpenampilan prima dalam

menjalankan profesinya.

Pasal 35

Dokter Hewan tidak mengiklankan kelebihan dirinya

secara berlebihan.

Pasal 36

Dokter Hewan wajib selalu mempertajam pengetahuan, keterampilan dan meningkatkan

perilakunya dengan cara mengikuti perkembangan ilmu

pengetahuan dan teknologi Kedokteran Hewan terkini .

BAB VI

ETIKA TERHADAP DIRI SENDIRI Pasal 33

Dokter Hewan harus memelihara kesehatan diri dan berpenampilan prima dalam menjalankan profesinya.

Pasal 34

Dokter Hewan wajib memberi surat keterangan atau pendapat kesehatan hewan yang telah diperiksa sendiri kebenarannya sesuai dengan keahlian dan kompetensi yang dimilikinya.

Pasal 35

Dokter Hewan harus selalu meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan perilakunya dengan cara mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi Kedokteran Hewan terkini.

Pasal 36

Dokter Hewan harus menghindari perbuatan yang bersifat memuji diri sendiri.

BAB VII

ETIKA TERHADAP MASYARAKAT Pasal 37

Dokter Hewan harus memberikan komunikasi, informasi, dan edukasi tentang kesehatan hewan, penyakit zoonotik, dan kesejahteraan hewan kepada masyarakat.

Pasal 38

Dokter Hewan harus membantu negara dalam pengendalian penyakit hewan menular dan kesehatan masyarakat veteriner

(37)

LAPORAN MUKERNAS III PDHI TAHUN 2021

BAB VIII

PENGAWASAN DAN PEMBINAAN SERTA TATA-CARA PENEGAKAN ETIKA

Pasal 39

Pengawasan dan pembinaan pelaksanaan etika Dokter Hewan dilakukan secara berjenjang sesuai kewenangannya oleh pengurus Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia

Pasal 40

Tatacara penegakan etika Dokter Hewan ditetapkan oleh Pengurus Besar PDHI bersama-sama Majelis Kehormatan Perhimpunan dan Etika Profesi Veteriner.

- BAB IX

SANKSI Pasal 41

(1) Pelanggaran Kode Etik yang dilakukan dengan sengaja dapat diberikan sanksi berupa:

a. sanksi ringan, b. sanksi sedang, atau c. sanksi berat.

(2) Sanksi ringan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a berupa teguran lisan.

(3) Sanksi sedang sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b berupa teguran tertulis sampai pemberhentian sementara dari keanggotaan PDHI.

(4) Sanksi berat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c berupa pemberhentian dengan tidak hormat dari keanggotaan PDHI.

Pasal 42

(1) Pelanggaran terhadap Pasal 9 ayat (1); Pasal 12;

Pasal 18; Pasal 26 ayat (1) adalah pelanggaran ringan.

(2) Pelanggaran terhadap Pasal 1; Pasal 4; Pasal 5;

Pasal 6, Pasal 9 ayat (2); Pasal 10; Pasal 16; Pasal 17; Pasal 21; Pasal 24; Pasal 26 ayat (4); Pasal 30 ayat (2); Pasal 31; Pasal 33; Pasal 34 ayat (1);

Pasal 35; Pasal 36; Pasal 37; Pasal 38 adalah pelanggaran sedang.

(3) Pelanggaran terhadap Pasal 2; Pasal 3; Pasal 7;

Pasal 8; Pasal 11; Pasal 13; Pasal 15; Pasal 19;

Pasal 20; Pasal 22; Pasal 23; Pasal 25; Pasal 26

(38)

LAPORAN MUKERNAS III PDHI TAHUN 2021

ayat (2) , Pasal 26 ayat (3); Pasal 27; Pasal 28;

Pasal 29; Pasal 30 ayat (1); Pasal 32; Pasal 34 ayat (2) adalah pelanggaran berat.

Pasal 43

(1) Jenis sanksi bagi dokter hewan yang melanggar kode etik diputuskan melalui sidan Komisi Etik Cabang atau Majelis Kehormatan Perhimpunan dan Etika Profesi Veteriner PB-PDHI.

(2) Dokter Hewan yang memperoleh sanksi berat berupa pemberhentian dengan tidak hormat dari keanggotaan PDHI dapat melakukan pembelaan diri pada Kongres PDHI.

(3) Keputusan Kongres PDHI sebagaimana dimaksud pada ayat (2) bersifat final dan mengikat.

BAB VII PENUTUP

Pasal 37

Dokter Hewan harus berusaha dengan sungguh-sungguh untuk

menghayati, mematuhi dan mengamalkan Kode Etik Dokter

Hewan Indonesia dalam pekerjaan profesinya sehari-hari,

demi martabat profesi dan kepercayaan masyarakat kepada

pengabdian dokter hewan bagi masyarakat, bangsa dan negara

melalui dunia hewan (Manusya Mriga Satwa Sewaka).

Kode Etik Dokter Hewan Indonesia, merupakan perjanjian

yang mengikat setiap Dokter Hewan untuk mematuhi norma-

norma dan nilai-nilai yang baik dan buruk, salah dan benar yang

disepakati nasional dan berlaku bagi korps profesi dokter hewan di Indonesia, harus dihayati dan

diimplementasikan secara bertanggung jawab dalam melaksanakan pekerjaan

profesinya .

Kode Etik dan nilai-nilai etika yang bersifat spesifik medik

veteriner dan melekat pada tindakan teknis medis oleh

BAB X PENUTUP

Pasal 44

(1) Dokter Hewan wajib menghayati, mematuhi, dan mengamalkan Kode Etik Dokter Hewan Indonesia dalam menjalankan profesinya, untuk menjaga martabat profesi dan kepercayaan masyarakat sesuai Manusya Mriga Satwa Sewaka.

(2) Kode Etik Dokter Hewan Indonesia merupakan perjanjian yang mengikat setiap Dokter Hewan untuk mematuhi norma dan nilai yang disepakati secara nasional dan berlaku bagi profesi Dokter Hewan di Indonesia.

(3) Dokter Hewan harus menjaga citra dan nama baik profesi dan tidak melakukan hal-hal yang bertentangan dengan peraturan perundang- undangan, Kode Etik, dan Sumpah profesi Dokter Hewan.

Pasal 45

Pedoman Pelaksanaan Penanganan Pelanggaran Kode Etik Dokter Hewan disusun oleh Pengurus Besar PDHI.

(39)

LAPORAN MUKERNAS III PDHI TAHUN 2021

dokter hewan sesuai dengan kespesialisasian spesies maupun

disiplin ilmu kedokteran hewan perlu disusun tersendiri.

Oleh karena itu, setiap Dokter Hewan harus menjaga citra profesi dan nama baik dokter hewan sebagai profesi yang mulia

dengan menjauhkan diri dari perbuatan yang bertentangan atau tidak sesuai dengan UU, Kode Etik dan Sumpah profesi

Ditetapkan di Semarang Pada tanggal 12 Oktober 2010.

Ditetapkan di ………. Pada tanggal

……….2020

Jumlah BAB = 7

Jumlah Pasal = 37 Jumlah BAB = 10

BAB VII ETIKA TERHADAP MASYARAKAT BAB VIII. PENGAWASAN DAN PEMBINAAN

SERTA TATA-CARA PENEGAKAN ETIKA BAB IX. SANKSI

Jumlah Pasal = 45

(40)

LAPORAN MUKERNAS III PDHI TAHUN 2021

PENJELASAN KODE ETIK DOKTER HEWAN INDONESIA

Penjelasan Umum.

1. Kode (code) adalah piagam yang tertulis berisikan kaedah-kaedah atau ketentuan-ketentuan yang mengikat anggotanya.

2. Etik (ethics) adalah ilmu tentang kesusilaan yang menentukan bagaimana sepatutnya manusia hidup di dalam masyarakat untuk mengetahui mana yang patut dilakukan dan mana yang tidak patut dilakukan.

3. Kedokteran hewan adalah ilmu yang mempelajari aspek-aspek kesejahteraan timbal balik bersama antara manusia dan hewan serta lingkungannya, meliputi penyakit, budidaya, mutu dan keamanan produksi sehingga sumber daya alam lestari adanya.

4. Dokter Hewan adalah orang yang memiliki profesi di bidang kedokteran hewan dan kewenangan Medik Veteriner dalam melaksanakan pelayanan Kesehatan Hewan.

5. Veteriner adalah segala urusan yang berkaitan dengan Hewan, Produk Hewan, dan Penyakit Hewan.

6. Medik Veteriner adalah penyelenggaraan kegiatan praktik kedokteran hewan.

7. Mala praktek adalah kesalahan dalam melakukan praktek profesi karena adanya unsur lalai menyebabkan pasien cacat atau mati.

8. Non-profesional adalah profesi yang dilakukan tidak sesuai dengan standar keahlian yang ditetapkan.

9. Non-etis adalah tindakan yang bertentangan dengan etika profesi, nilai, norma (moralitas) yang berlaku.

10. Professional miss-behaviour adalah perilaku melunturnya tindakan profesional.

11. Profesional adalah suatu pekerjaan untuk memenuhi kepuasan lahir dan batin yang dilandasai oleh penguasaan ilmu pengetahuan dan keterampilan.

Sebelum melakukan pekerjaan, wajib mengucapkan Sumpah dan Janji berkenaan dengan gelar yang disandangnya, serta selama menjalankan tugas dan kewajibannya wajib mematuhi Kode Etik yang ditetapkan oleh Organisasi Profesinya.

12. Standar Profesi Keilmuan adalah norma yang menjadi acuan pada operasional pelayanan profesi veteriner pada bidang keilmuan yang spesifik.

13. Wajib: harus dilakukan; tidak boleh tidak dilaksanakan (ditinggalkan) 14. Harus: patut; mesti, boleh dilakukan, boleh juga ditinggalkan

Referensi

Dokumen terkait

Hasil yang sama juga dinyatakan dalam penelitian yang dilakukan oleh Tania dan Sutanto (2013) bahwa kepuasan kerja memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap

Sedangkan mahasiswa baru yang tidak peduli dengan lingkungan sekitar, menarik diri dari lingkungan dan lebih memilih untuk membiarkan masalah yang terjadi

Penelitian ini akan dilakukan dengan mengumpulkan karya-karya Djenar Maesa Ayu, membaca secara keseluruhan karya-karya yang telah dikumpulkan, menganalisis kecenderungan

Hampir tidak terukurnya jumlah akumulasi logam berat Pb dari bulan pertama ke bulan kedua pemeliharaan pada setiap organ ikan nila merah, diikuti dengan peningkatan laju

Selain memiliki kekayaan flora dan fauna, kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Pangandaran ini juga memiliki ekosistem yang masih utuh, dengan fenomena alamnya yang

Manusia satu-satunya makhluk paling sempurna. Karena hanya manusia yang mendapat karunia akal dari Allah Swt. Dengan akal kita menjadi tahu bagaimana cara hidup yang baik, dapat

Hasil diskusi ringan penulis dengan salah satu dosen Universitas Ahmad Dahlan (UAD) pada pertemuan kolegial bimbingan konseling (BK) se Indonesia di Surabaya pada tanggal

Dari data yang terdapat pada grafik di atas, kita dapat melihat dengan jelas bahwa produk ikan hias yang paling banyak diimpor oleh Korea Selatan adalah produk ikan tropis.. Hal ini