PROPOSAL
PEMBUKAAN PROGRAM STUDI
PROGRAM STRATA SATU (S1) ASTRONOMI ISLAM
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) DATOKARAMA PALU
2019
Pengajuan Pembukaan Program Studi
I. Pendahuluan A. Latar Belakang
B. Visi, Misi dan Tujuan Program Studi II. Studi Kelayakan
A. Kondisi Obyektif prodi yang sudah dilaksanakan B. Need Assessmen
C. Analisis Job Market D. Analisis Market Share III. Proyeksi Program Studi
A. Kurikulum
B. Sumber Daya Manusia C. Sarana dan Prasarana D. Proyeksi Pendanaan E. Proyeksi Kerja Sama IV. Penutup
V. Lampiran-Lampiran
Lampiran 1. Akte Notaris Pendirian BP-PTAI Lampiran 2. Statuta/AD-ART lembaga Lampiran 3. Sertifikasi Kepemilikan Tanah
Lampiran 4. SK/Sertifikasi akreditasi program studi yang ada Lampiran 5. Ijazah Dosen dan tenaga kependidikan
Lampiran 6. SK Pengangkatan Dosen
Lampiran 7. Biodata Dosen dan tenaga kependidikan
Lampiran 8. Surat Pernyataan dosen mengenai kesediaan Mengajar Lampiran 9. Koleksi Perpustakaan yang relevan
Lampiran 10. Referensi Bank atau rekening lembaga pengusul
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang
Peningkatan mutu pendidikan merupakan suatu kebutuhan bangsa yang ingin maju, karena keyakinan, bahwa pendidikan yang bermutu dapat menunjang pembangunan di segala bidang. Menghadapi era Revolusi Industri 4.0, pendidikan tinggi harus segera melakukan perubahan mendasar dan mengembangkan apa yang dibutuhkan pasar saat ini.
Era Revolusi Industri 4.0 yang bercirikan pada pola digital economy, artificial intelligence, cloud computing dan big data. Secara perlahan namun pasti, sains dan teknologi telah menyatu dalam berbagai bidang kehidupan, baik dalam perdagangan/bisnis (Electronic-Commerce), pendidikan dan pembelajaran (e- education dan e-learning), kesehatan (e-health), budaya, transportasi, industri, pariwisata, lingkungan, kolaborasi (collaborative working), hingga sektor hiburan.
Sains dan teknologi menjadi salah satu faktor penentu dalam dinamika bisnis dan pengembangan organisasi serta komunitas dalam kehidupan global.
Penggunaan sains dan teknologi yang efektif dan efisien merupakan suatu elemen penting dalam mencapai keunggulan bersaing termasuk dalam dunia bisnis dan industri. Namun, kemajuan teknologi digital yang semakin pesat tersebut harus diimbangi dengan kapasistas maupun pengetahuan sumber daya manusia untuk mengelola dan memanfaatkannya. Oleh karena itu, dunia pendidikan tinggi harus mampu menyiapkan dan mengembangkan sektor sumber daya manusia yang berkompeten dalam bidang sains dan teknologi demi menyikapi tantangan tersebut.
Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu sebagai suatu lembaga perguruan tinggi negeri perlu menerjemahkan tantangan tersebut melalui pengembangan dan pembangunan prodi – prodi yang dapat dibutuhkan di era digitalisasi ini. Upaya UIN Datokarama Palu membuka program studi S1 Astronomi Islam menjanjikan harapan yang besar bagi perguruan tinggi dalam peningkatan peran dalam sains dan teknologi.
Selain itu, dengan hadirnya Program Studi S1 Astronomi Islam secara institusional, minimal telah memberikan ruang gerak, arah, kebijakan serta strategi dalam kerangka menyiapkan mahasiswa astronomi agar menjadi ahli dan profesional secara akademik, serta memiliki sejumlah pengetahuan eksak yang menjadi modal dasar sebagai sdm yang unggul dalam bidang sains
Penyelenggaraan program studi S1 Astronomi Islam menjanjikan harapan yang besar bagi Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu di masa depan dalam bidang penelitian sains dan keagamaan. Astronomi adalah ilmu alam yang mempelajari benda-benda langit termasuk di dalamnya mempelajari aspek matematika, fisika, kimia biologi, dan juga evolusi dari benda-benda tersebut. Tak hanya itu, astronomi juga mempelajari fenomena diluar atmosfer Bumi, seperti ledakan supernova, ledakan sinar gamma, radiasi latar belakang mikrokosmik bahkan pengembangan perangkat lunak, perograman, analisis model, dan statistika juga digunakan dan dikembangkan pada astronomi.
Program studi astronomi sendiri terdiri atas tiga bidang keahlian yaitu Tata Surya, Fisika Bintang, serta Galaksi dan Kosmologi. Banyak hal menarik dalam pembelajaran Astronomi, misalnya pembelajaran Lintasan Satelit yang lebih
mengarah pada Astronautika, Pengantar Intrumen yang memperkenalkan kemajuan teknologi instrumen dalam Astronomi, dan Sistem Kalender yang nantinya dapat digunakan juga untuk penentuan hilal, yaitu penentuan awal bulan pada setiap penanggalan Islam.
Pada bidang Tata Surya, kajian yang dipelajari terdiri atas sistem tata surya beserta anggota keluarganya, diantaranya planet, asteroid, planet kerdil, dan lain sebagainya. Dari pengetahuan tentang planet dapat diturunkan lagi ilmu-ilmu lain, diantaranya komposisi atmosfer planet dan satelit-satelitnya, hingga pencarian planet di luar tata surya yang bisa dihuni. Pada bidang Fisika Bintang akan dipelajari evolusi bintang, bagaimana bintang terbentuk dari lahir hingga mati, serta bagaimana spektrum bintang. Galaksi dan Kosmologi mencakup komposisi dan bentuk galaksi, materi antar bintang, quark hingga pengembangan alam semesta. Dengan seperangkat pembelajaran dalam program studi S1 Atronomi Islam diatas akan menjadikan mahasiswa sebagai tenaga ahli dan profesional dalam kajian astronomi, ilmu falak, matematika, fisika, dan lain sebagainya, serta dapat menerapkan teori pembelajaran dalam penelitian sains.
Berdasarkan penjelasan tersebut, maka pendirian Program Studi Strata Satu (S1) Astronomi Islam pada Fakultas Sains dan Teknologi UIN Datokarama Palu sangatlah penting dan strategis, karena melalui Program Studi S1 Astronomi Islam dapat dijadikan awal dan kesempatan bagi tenaga ahli astronomi yang profesional dan ahli di bidangnya serta dapat melahirkan lulusan dengan SDM yang baik pada tingkatan lokal dan nasional. Penyiapan SDM lulusan S-1 Astronomi Islam yang baik ini, diharapkan pada akhirnya akan memberikan
kontribusi positif bagi percepatan pembangunan nasional khususnya di Sulawesi Tengah.
B. Visi, Misi, dan Tujuan Program Studi
Visi Program Studi S1 Astronomi Islam Fakultas Sains dan Teknologi UIN Datokarama Palu adalah
“Program studi terkemuka, pelopor pengembangan astronomi dan sains serta memberikan kontribusi bagi kesejahteraan bangsa dan peradaban tahun 2038”.
Misi Program Studi S1 Astronomi Islam Fakultas Sains dan Teknologi UIN Datokarama Palu adalah:
1. Menyelenggarakan pendidikan terbaik dalam astronomi dan sains untuk menghasilkan lulusan berkarakter dan berdaya saing global.
2. Mengembangkan riset di bidang astronomi berbasis unity of sciences yang dapat menangani masalah sosial dan keagamaan.
3. Melaksanakan pelayanan publik dan pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan keahlian program studi bagi kesejahteraan masyarakat.
4. Mewujudkan tata kelola Program Studi S1 Astronomi yang profesional berstandar good university governance. Serta membangun kerjasama untuk peningkatan kualitas tri dharma perguruan tinggi.
Dalam rangka mencapai visi dan misi program studi astronomi seperti diatas, maka visi dan misi tersebut dirumuskan ke dalam bentuk yang lebih terarah dan bersifat operasional, yaitu berupa perumusan tujuan strategis (strategis goals).
Dalam rangka ikut serta berkontribusi pada tujuan UIN Datokarama Palu secara
khusus dan secara umum pada pembangunan bangsa serta dalam rangka memajukan astronomi dan ilmu pengetahuan alam, maka tujuan strategis prodi astronomi adalah “terwujudnya prodi astronomi sebagai simpul dalam jaringan pengembangan astronomi dan sains di tingkat regional dan international”. Tujuan ini dijabarkan sebagai berikut:
1. Meningkatkan kualitas program studi S1 astronomi, sehingga tetap terakreditasi nasional dan menghasilkan lulusan yang siap bersaing di era global.
2. Meningkatkan kualitas penelitian sehingga menempatkan prodi astronomi sebagai rujukan secara nasional, regional, dan internasional, serta meningkatkan kemandirian dan daya saing bangsa terutama dalam pengelolaan sumber daya alam, penyediaan bahan baku dan energi serta pelestarian lingkungan.
3. Meningkatkan peran aktif prodi astronomi dalam pengembangan astronomi dan sains untuk menjawab tantangan bangsa dengan cara berkaloborasi secara nasional dan internasional.
4. Meningkatkan kapasitas dan kualitas sistem, sumber daya dan tata kelola prodi astronomi, menjamin keefektifan dan efisiensi internal organisasi prodi astronomi dalam menghadapi perubahan dan pengembangan UIN Datokarama Palu sebagai Perguruan Tinggi Kegamaan Islam Negeri (PTKIN) yang maju 2035.
Sasaran Strategis
Sasaran strategis program studi Astronomi Islam sebagai penjabaran dari tujuan strategis yang disebutkan adalah sebagai berikut:
1. Memiliki kompetensi sebagai tenaga pendidik dalam bidang Astronomi maupun MIPA
2. Memiliki kecakapan dalam penelitian di bidang Astronomi. Serta memperkuat prodi astronomi dalam mendukung fakultas sains dan teknologi UIN Datokarama Palu sebagai Research University menuju Entrepreneurial University (excellence in teaching, excellence in research, and excellence in innovation).
3. Manajemen modern. Peningkatan efektifitas sistem dan operasi pengelolaan organisasi dan kapasitas layanan kelembagaan.
4. Sumber daya produktif. Peningkatan produktifitas sumber daya insani yang mampu berkarya di tingkat nasional dan internasional; penguatan kapasitas sarana prasarana; dan peningkatan sumber serta kapasitas pendanaan.
II. STUDI KELAYAKAN
A. Kondisi Obyektif Prodi Yang Sudah Dilaksanakan
UIN Datokarama Palu sebagai pelaksana akademik mempunyai tugas menghasilkan lulusan yang bermutu dan berdaya saing tinggi termasuk dalam bidang sains dan teknologi yang bernafaskan Islam. UIN Datokarama Palu dalam perannya sebagai penyelenggara pendidikan tinggi yang bernuansa islami, terutama untuk merespons perkembangan masyarakat global, jurusan, telah
berupaya melakukan inovasi dalam proses perkuliahan. UIN Datokarama Palu saat ini terdiri dari 4 fakultas penyelenggara pendidikan S1 yakni Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah, Fakultas Syariah, serta Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam dan memiliki 23 Jurusan/Program Studi yang tersebar pada keempat fakultas tersebut.
Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) menaungi 9 jurusan/program studi yang terdiri dari Pendidikan Agama Islam (PAI), Pendidikan Bahasa Arab (PBA), Manajemen Pendidikan Islam (MPI), Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyyah (PGMI), Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD), Tadris Bahasa Inggris (TBI), Tadris IPS (TIPS), Tadris IPA (TIPA) dan Tadris Matematika (TMAT). Fakultas Usluhuddin Adab dan Dakwah (FUAD) terdiri dari 8 jurusan/program studi yakni Jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT), Jurusan Aqidah dan Filsafat (AFI), Jurusan Bimbingan dan Konseling Islam (BKI), Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), Jurusan Pengembangan Masyarakat Islam (PMI), Sejarah Peradaban Islam (SPI), Ilmu Perpustakaan (IPI), dan Ilmu Pemikiran Politik Islam (IPPI). Fakultas Syariah terdiri dari 4 Jurusan/Program Studi yang meliputi Jurusan Hukum Keluarga Islam (HKI), Jurusan Hukum Ekonomi Islam (HES), Jurusan Hukum Tata Negara (HTN), serta Perbandingan Mazhab dan Hukum (PMH). Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) terdiri dari 2 Jurusan/Program Studi yaitu Perbankan Syariah dan Ekonomi Syariah.
Sejak beralih status, UIN Datokarama Palu terus diminati oleh calon mahasiswa dari berbagai provinsi. Jumlah peminatnya pun juga semakin
meningkat siginfikan. Adapun gambaran jumlah mahasiswa UIN Datokarama Palu lima tahun terakhir dapat dilihat pada Tabel berikut.
Tabel 1
Penerimaan Mahasiswa Baru UIN Datokarama Palu Tahun 2014-2018
No. Tahun Mahasiswa Baru
Ket.
Pendaftar Diterima Pertumbuhan
1 2014 953 796 9,4% IAIN
2 2015 1585 1000 20% IAIN
3 2016 1793 1235 19% IAIN
4 2017 2237 1550 20% IAIN
5 2018 3035 1980 22% IAIN
1. Analisis Kekuatan, Kelemahan, Peluang dan Ancaman terhadap Program Studi yang telah dilaksanakan
Untuk melihat kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman program studi secara komperhensif diperlukan kejujuran, kejelian serta ketajaman analisis dalam mencermati lima komponen utama yang dijadikan indikator kelayakan program (five thershold indicators). Kelima indikator kelayakan tersebut adalah sumber daya manusia, pengelolaan program, infrastruktur, Astronomi Islam dan pembiayaan program.
Kelima unsur tersebut secara obyektif harus dinilai melalui analisis SWOT yang bertumpu pada sejauh mana relevansi program, iklim akademik, komitmen institusi, keberlangsungan program dan efesiensi pelaksanaan program dalam merealisasikan visi dan misi program.
2. Kekuatan
a. Dosen UIN Datokarama Palu terdiri atas 257 Dosen Tetap yang meliputi 178 Dosen PNS dan 79 Dosen Tetap Non PNS. Jumlah dosen yang berpendidikan
S3 atau bergelar Doktor berjumlah 41 orang atau sekitar 15,95%. Jumlah dosen yang mempunyai jabatan fungsional Lektor Kepala dan Guru Besar berjumlah 83 orang atau 32,29%. Seluruh dosen telah familiar dengan teknologi informasi. Untuk meningkatkan kinerja pendidikan dan pengajaran, para dosen aktif melakukan kegiatan publikasi dan penelitian, serta aktif melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Selain itu juga lembaga telah menyediakan akses internet LAN dan nirkabel (Wifi) sehingga bisa mengakses informasi dan melakukan kegiatan komunikasi di area kampus.
b. Tenaga pendukung (pegawai) terdiri dari pegawai PNS, pegawai wiyata bhakti, dan pegawai kontrak. Setiap karyawan memiliki kompetensi sesuai dengan pekerjaan yang akan dilakukan dan ditempatkan diberbagai unit seperti unit pusat penjamin mutu pendidikan, unit akademik dan kemahasiswaan, jurusan, perpustakaan, kepegawaian, keuangan, Unit Pengembangan Bahasa, ICT, Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM), dan lain-lainnya. Setiap pegawai harus memiliki kesiapan untuk menjalankan tugas-tugas baru untuk meningkatkan kompetensinya.
c. Prodi-Prodi di UIN Datokarama Palu juga memiliki kekuatan dalam bidang pendanaan Program. Meskipun sumber dana utama masih bersumber DIPA, DIPA-R, dan DIPA-PNBP, akan tetapi karena dalam menetapkan anggaran sudah dikalkulasi secara cermat dan juga didukung oleh sistem efisiensi penggunaan keuangan, maka pengelola tidak menemukan kendala yang berarti dalam hal pendanaan. Bahkan, pengelola optimis bahwa Prodi-prodi di UIN Datokarama Palu dapat meningkatkan kesejahteraan dosen dan pengelola di
kemudian hari. Hal ini dibuktikan dengan indikator adanya kegiatan tambahan dalam bentuk proyek maupun kerjasama dengan berbagai lembaga maupun instansi yang dapat menghasilkan tambahan sumber dana.
d. Dari segi input program, Program Studi di UIN Datokarama Palu cukup optimis. Indikator yang dapat digunakan sebagai pertimbangan banyaknya peminat program studi ini adalah jumlah pendaftar dalam kurun waktu lima tahun terakhir ini selalu mengalami peningkatan. Tentu dapat diprediksikan bahwa jumlah pendaftar pada tahun-tahun mendatang akan terus meningkat secara signifikan.
e. Perkembangan kajian Astronomi Islam serta meningkatnya kebutuhan dunia kerja terhadap SDM yang memiliki kompetensi di bidang tersebut setiap tahunnya.
f. Dalam konteks UIN Datokarama Palu, kebijakan Pemerintah tersebut merupakan daya dukung untuk membuka Program studi baru yaitu Program studi Astronomi Islam yang berada dibawah naungan Fakultas Sains dan Teknologi UIN Datokarama Palu. Dari segi sumber daya yang diharapkan dapat membantu meningkatkan mutu kajian sains di Indonesia, sampai saat ini UIN Datokarama Palu telah memiliki 6 orang dosen tetap bidang astronomi Islam dan Ilmu Falak yang dapat memberikan pelayanan optimal bagi mahasiswa Program Studi Astronomi Islam.
g. Dari segi geografis, letak UIN Datokarama Palu di mana Program studi Astronomi Islam akan dibuka sangat strategis karena berada di kota Palu dengan kecerahan langit malam yang sangat baik untuk pengamatan benda-
benda langit, dan sangat mudah dijangkau oleh kendaraan umum. Selain itu, pembukaan Program studi Astronomi Islam UIN Datokarama Palu mendapat dukungan dari pimpinan, civitas akademika dan masyarakat Sulawesi Tengah pada umumnya.
3. Kelemahan
Mahasiswa UIN Datokarama Palu kebanyakan berasal dari daerah-daerah yang ada di Sulawesi Tengah, hampir 90% latar belakang sosial ekonomi orang tua mahasiswa adalah golongan menengah ke bawah, sebagai Perguruan Tinggi Negeri, operasionalisasi semua kegiatan sangat tergantung pada pemerintah.
Namun kelemahan tersebut tidak menjadi suatu hambatan dalam pelaksanaan Program Studi di UIN Datokarama Palu.
Selain itu, sebagai Program Studi yang baru akan diusulkan izin operasionalnya, pembukaan Prodi Astronomi Islam Fakultas Sains dan Teknologi UIN Datokarama Palu, tentu saja memiliki kelemahan-kelemahan, antara lain, masih minimnya sarana dan parasarana penunjang, terutama laboratorium astronomi sebagai wadah praktikum mahasiswa, alat-alat astronomi, bahan ajar, modul praktikum dan referensi tentang Astronomi Islam yang tersedia di perpustakaan.
Selain itu, tentu saja karena minimnya pengalaman dosen Astronomi Islam UIN Datokrama Palu di dalam mengelola Prodi Astronomi Islam. Oleh karena itu, dibutuhkan kerjasama dengan berbagai pihak, terutama dengan Prodi Astronomi Islam dari perguruan tinggi lain yang lebih berpengalaman dalam mengelola Prodi Astronomi Islam, terutama dalam hal tenaga pengajar (dosen-
dosen) Astronomi Islam untuk ikut ambil bagian dalam proses pembelajaran di Prodi Astronomi Islam Fakultas Sains dan Teknologi UIN Datokarama Palu.
4. Peluang
Pembukaan Prodi Astronomi Islam Fakultas Sains dan Teknologi UIN Datokarama Palu akan memenuhi kebutuhan para lulusan SMA, baik sekolah menengah umum, maupun madrasah dan pesantren, yang tersebar di 13 kabupaten/kota di provinsi Sulawesi Tengah, khususnya jurusan MIPA untuk melanjutkan jenjang pendidikannya ke Strata Satu (S1) dalam bidang Astronomi Islam.
Selain itu, kebutuhan masyarakat terhadap persoalan astronomi begitu besar namun sumber daya manusia nya masih kurang untuk wilayah kota Palu dan sekitarnya. Dengan demikian, dibukanya Program Studi Astronomi Islam Fakultas Sains dan Teknologi UIN Datokrama Palu kekurangan-kekurangan tersebut dapat diminimalisir. Selain itu, lulusan Prodi Astronomi Islam Fakultas Sains dan Teknologi UIN Datokarama Palu dapat pula berkiprah di berbagai sektor lainnya.
Kondisi perekonomian yang fluktuatif beberapa tahun terakhir diperkirakan merupakan faktor yang dipertimbangkan dalam memilih UIN Datokrama Palu sebagai tempat belajar yang secara ekonomis terjangkau dimana pembayaran SPP relatif murah. Letak UIN Datokarama Palu berada di wilayah yang strategis dan tersentralisir memberikan kemudahan akses terhadap masyarakat, sehingga mengundang minat mahasiswa untuk melanjutkan studinya di UIN Datokarama Palu, serta menjadikan perguruan tinggi ini sebagai tujuan
studi. Disamping itu, UIN Datokarama Palu merupakan satu-satunya perguruan tinggi Islam negeri yang ada di Sulawesi Tengah.
Banyaknya Jumlah Organisasi, Perusahaan atau Badan Usaha baik negeri maupun swasta, di wilayah Sulawesi Tengah merupakan potensi yang cukup besar bagi pasar Program Studi Astronomi Islam, seperti BMKG, LAPAN, Planetarium, Kementerian Agama, dll. Kebutuhan akan tenaga bidang Astronomi yang semakin meningkat menunjukkan betapa pentingnya Program studi ini.
5. Ancaman
Pembukaan Prodi Astronomi Islam Fakultas Sains dan Teknologi UIN Datokarama Palu tentu saja akan mendapat tantangan dan hambatan terutama karena lulusannya akan bersaing dengan lulusan jurusan Astronomi Islam yang ada di Perguruan Tinggi lain seperti ITB, yang memiliki sarana dan prasarana yang lebih lengkap dalam proses pembelajarannya. Ancaman internal pembukaan Prodi Astronomi Islam Fakultas Sains dan Teknologi UIN Datokarama Palu juga tetap ada, terutama seringnya terjadi putus kuliah di kalangan mahasiswa dengan berbagi sebab, terutama ketidakmampuan melanjutkan kuliah karena masalah biaya dan atau pindah ke Prodi lain karena ketidakmampuan mengikuti Perkuliahan di Prodi Astronomi Islam Fakultas Sains dan Teknologi UIN Datokarama Palu.
B. Need Assessment
Setelah melakukan survey atas minat masyarakat terhadap program studi Astronomi Islam, diperoleh respon positif dari berbagai kalangan, teritama dari kalangan pegawai di beberapa lembaga yang ada di Kota Palu dan sekitarnya.
Banyak dari siswa atau santri jurusan MIPA ingin melanjutkan pendidikan yang dapat mengembangkan bakat mereka di bidang sains, khususnya astronomi, akan tetapi belum ada perguruan tinggi keagamaan Islam negeri di Kota palu yang membuka Prodi Astronomi Islam tersebut. Selain itu, setiap tahunnya jumlah lulusan SMA/MA dan yang sederajat khususnya di Provinsi Sulawesi Tengah terus mengalami peningkatan dalam 3 tahun terakhir yang juga selaras dengan peningkatan yang terjadi secara nasional. Berdasarkan data yang diperoleh dari puspendik kemdikbud (https://hasilun.puspendik.kemdikbud.go.id) pada tahun 2017 jumlah lulusan SMA/MA sederajat di Sulawesi Tengah adalah 11688 siswa, tahun 2018 mencapai 13013 dan pada tahun 2019 kembali mengalami peningkatan menjadi 13251 siswa. Hal ini tentu menjadi harapan yang menjanjikan bagi UIN Datokarama Palu.
Untuk merespon tuntutan masyarakat dan peserta didik Kota Palu dan sekitarnya yang ingin melanjutkan sarjana strata satu (S1), khususnya program studi Astronomi Islam, Fakultas Sains dan Teknologi Terapan UIN Datokarama Palu akan mengusulkan pembukaan program studi Astronomi Islam.
1. Kebutuhan Kualifikasi dan Kompetensi Sarjana Astronomi Islam yang Profesional
Di era globalisasi saat ini pengembangan sains dan teknologi begitu pesat dan telah menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari hari yang antara lain meliputi ilmu pengetahuan, rekayasa/desain, produk, layanan, operasional dan manajemen. Sebagai bagian dari proses peningkatan aktifitas sosial dan ekonomi, masyarakat dunia telah memasuki suatu masyarakat yang berorientasi kepada
sains dan teknologi bahkan lebih jauh menuju masyarakat berpengetahuan (knowledge society). Sains dan teknologi menjadi salah satu faktor penentu dalam dinamika bisnis serta pengembangan organisasi dan komunitas dalam kehidupan global saat ini. Dengan demikian kompetensi pada bidang Astronomi Islam dibutuhkan sebagai dasar dalam pengembangan dan inovasi sains dalam penelitian. Kompetensi tersebut meliputi:
a) Mampu menganalisis kebutuhan sistem dengan menggunakan pendekatan yang sistematis hingga menghasilkan spesifikasi kebutuhan sistem lengkap serta rekomendasi perbaikan yang layak (feasible).
b) Mampu merancang sistem yang mencakup perancangan prosedur, perancangan basis data dan perancangan antar muka sehingga menghasilkan rancangan sistem yang sesuai dengan hasil analisis.
c) Mampu menyusun tahapan implementasi sistem beserta dengan kebutuhan untuk setiap tahapan sehingga sistem dapat berjalan dengan benar sesuai dengan spesifikasi yang direncanakan.
d) Mampu menyusun kriteria evaluasi dan mengevaluasi sistem dari sisi kelebihan dan kekurangan serta manfaatnya, sehingga dihasilkan hasil evaluasi yang berkualitas untuk perbaikan sistem.
e) Mampu merencanakan solusi Astronomi Islam sesuai dengan kebutuhan dan tujuan organisasi.
f) Mampu mengarahkan proses deployment solusi Astronomi Islam dalam organisasi.
g) Mampu mengevaluasi dampak solusi Astronomi Islam untuk keberlanjutan dan perbaikan bisnis.
h) Mampu membuat aturan bisnis yang berkaitan dengan sistem yang akan diimplementasikan.
i) Mampu merencanakan manajemen perubahan yang berkaitan dengan sistem yang akan diimplementasikan
2. Keberlanjutan Program
Pesatnya perkembangan serta inovasi sains dan teknologi saat ini yang telah menjangkau berbagai bidang dalam kehidupan berimplikasi pada kebutuhan yang mendesak dan dipandang untuk terus mengembangkan Program Studi S1 Astronomi Islam untuk semakin memperkokoh kompetensi profesinya. Selain itu, terbangunnya networking yang sangat baik antara UIN Datokarama Palu dengan Kementerian Agama di Kota/Kabupaten maupun Propinsi Sulawesi Tengah dan berbagai badan usaha serta organisasi khususnya yang berada di Sulawesi Tengah tentang kebutuhan tenaga dan peningkatan kualitas tenaga komputer dan Astronomi Islam menjadi peluang tersendiri bagi keberlanjutan (sustainability) program S-1 Astronomi Islam di masa depan. Sarana dan prasarana pembelajaran yang memadai, dukungan rektorat dan keseriusan dari seluruh civitas akademika UIN Datokarama Palu semakin memperkuat keberadaan Program S-1 Astronomi Islam Fakultas Sains dan Teknologii UIN Datokarama Palu.
Indonesia diperkirakan masih membutuhkan banyak tenaga kerja di bidang sains dan teknologi seiring dengan semakin tumbuhnya perusahaan rintisan (startup) teknologi dan e-commerce belakangan ini. Selain itu berbagai organisasi
atau badan usaha baik negeri maupun swasta terus mengupayakan penggunaan sains dan teknologi demi efektivitas dan efisiensi manajemen organisasi.
3. Prospek Masa Depan
a) Perkembangan sains dan teknologi yang sangat pesat menuntut adanya SDM yang memiliki kompetensi profesional dalam pemanfaatan Astronomi Islam pada suatu organisasi atau lembaga.
b) Persepsi dan kepercayaan masyarakat yang baik terhadap UIN Datokarama Palu yang telah berhasil mengelola program pendidikan di berbagai bidang keilmuan.
c) Minat masyarakat yang semakin meninggi, terlihat dari jumlah pendaftar yang semakin meningkat dari tahun ke tahun.
4. Daya Tampung Program Studi S1 Astronomi Islam
Dengan tidak adanya Program Studi S1 Astronomi Islam pada berbagai Perguruan Tinggi Agama Islam baik negeri maupun swasta yang ada di Sulawesi Tengah, maka Program Studi S1 Astronomi Islam sangat berpeluang memberikan solusi yang tepat dan berperan bagi penerimaan calon mahasiswa yang berasal dari lulusan SMA/MA dan sederajat.
Tabel 2
Perkiraan Daya Tampung Program Studi S-1 Sistem Informasi UIN Datokarama Palu
No Asumsi Tahun Penerimaan
2021 2022 2023 2024 2025
1 Pendaftar 150 175 200 225 250
2 Keketatan Persaingan (%) 33,3% 28,6% 25% 22,2% 20%
3 Mahasiswa Baru 50 50 50 50 50 4 Jumlah Mahasiswa Terdaftar 50 100 150 200 250
5 Jumlah Lulusan - - - - 40
6 Jumlah Dosen 5 7 9 11 13
7 Rasio mahasiswa dosen 1:10 1:14 1:17 1:18 1:19 C. Analisis Job-Market
Jurusan astronomi Islam adalah jurusan yang mempelajari tentang benda- benda langit ataupun luar angkasa. Sehingga dalam hal ini mata pelajaran Astronomi masuk ke dalam jurusan MIPA. Untuk di daerah Indonesia jurusan dalam astronomi ini memang belum banyak yang berminat, namun jika untuk daerah yang diluar negeri jurusan astronomi ini sangat diminati sekali.
Karena gaji yang didapatkan untuk menjadi seorang astronomi adalah cukup sangat besar untuk di luar negeri, sehingga tidak heran jika memang sangat banyak sekali soerang yang ingin bekerja menjadi seorang astronomi untuk di luar negeri. Namun untuk di daerah Indonesia pekerjaan ini masih belum banyak diminati oleh banyak orang.
Untuk lulusan astronomi nantinya akan mendapatkan gelar Sains. Namun bukan hanya itu menjadi seorang lulusan astronomi tidak semuanya akan harus menjadi seorang astronom yang bekerja di satu bidang saja, meneliti benda-benda langit atau luar angkasa. Namun juga dapat bekerja di bidang lainnya, diantaranya sebagai berikut:
1. Lembaga Penelitian, Lembaga Antariksa, Hisab Rukyat Kemenag RI, dan Observatorium.
Seorang lulusan dari jurusan astronomi Islam adalah seseorang yang dapat bekerja di bagian pemerintahan bidang astronomi di lembaga
penelitian (LIPI), lembaga antariksa (LAPAN, BMKG), Hisab Rukyat Kemenag RI dan observatorium. Pekerjaan ini biasanya di luar negeri atapun dalam negeri. Di Asia Tenggara, Negara-negaranya yang semakin sadar akan pentingnya Astronomi, membangun jaringan yang dinamakan SEAN (South East Asia Networking). Dipercaya bahwa Indonesia akan menjadi pusat SDM untuk jaringan ini karena Astronomi ITB masih merupakan satu-satunya pendidikan formal ilmu Astronomi di Asia Tenggara
2. Dosen, Tenaga Pengajar.
Bagi sarjana yang memang ahli dibidangnya dan ingin menjadi seorang yang bekerja di bidang akademis, dapat bekerja menjadi seorang pengajar sains di suatu lembaga pendidikan atau dapat pula di Bimbingan Belajar dengan orang lain, atau dapat menjadi seorang dosen yang professional. Sehingga dalam hal ini menjadi seorang dosen adalah hal yang sangat di inginkan oleh banyak orang.
3. Bidang Media.
Sarjana Astronomi Islam dapat menjadi penulis kolom dan editor pada majalah-majalah maupun jurnal sains dan hukum Islam, serta menyampaikan konsep-konsep sains dengan cara yang kreatif.
4. Bidang Programer.
Selain bidang-bidang di atas, lulusan Astronomi Islam juga dapat berkecimpung di bidang-bidang lain misalnya analisis sistem pengembangan perangkat lunak.
Oleh karena itu, sangat beralasan bagi UIN Datokarama Palu menyelenggarakan Program Studi S1 Astronomi Islam. Dalam konteks inilah UIN Datokarama Palu memandang penting menyelenggarakan Program S1 Astronomi Islam dengan terselenggaranya S1 Astronomi Islam Fakultas Sains dan Teknologi UIN Datokarama Palu menjadi harapan banyak pihak, baik yang berada di wilayah Propinsi Sulawesi Tengah secara khusus maupun di seluruh Indonesia secara umum.
D. Analisis Market Share
Perkembangan dunia yang semakin mengglobal dewasa ini ditandai dengan tingkat persaingan yang semakin tinggi. Bidang Sains dan teknologi merupakan topik hangat yang terus diperbincangkan dalam era revolusi industri 4.0 yang berlangsung sekarang ini. Pesatnya inovasi teknologi yang terjadi telah merambah berbagai bidang dalam kehidupan termasuk bisnis dan industri. Oleh karena itu penyelenggaraan Prodi Sl Astronomi Islam perlu memperhatikan kebutuhan pasar kerja yang berkaitan dengan penggunaan Sains dan Teknologi pada berbagai organisasi atau perusahaan.
Dengan semangat persaingan global yang semakin kompetitif baik individu maupun instansi, UIN Datokarama Palu terpacu untuk meningkatkan kualitas kegiatan perkuliahannya, demikian pula dengan peningkatan kualitas tenaga bidang Sains dan Teknologi. Sesuai dengan kompetensi peningkatan kualitas tenaga Sains dan Teknologi di perusahaan atau organisasi khususnya yang terdapat di wilayah Sulawesi Tengah, maka terbuka peluang besar bagi penyelenggaraaan program S-l Astronomi Islam Fakultas Sains dan Teknologi
UIN Datokarama Palu. Disamping itu, peluang ini ditambah lulusan Sekolah Menengah Atas dan sederajat yang berminat untuk berprofesi di bidang sains dan teknologi.
Pada sisi lain, dari berbagai informasi yang diterima, kebutuhan masyarakat akan adanya program S1 Astronomi Islam terus mendesak dan meminta UIN Datokarma Palu membuka Program yang dimaksud. Desakan muncul dari masyarakat luas. Di Sulawesi Tengah, belum ada Program S1 Astronomi Islam yang berada di bawah naungan kampus negeri, sehingga diyakini Program S1 Astronomi Islam Fakultas Sains dan Teknologi UIN Datokarama Palu sangat dibutuhkan oleh masyarakat Sulawesi Tengah. Oleh karena itu, dengan terselenggaranya Prodi S1 Astronomi Islam menjadi harapan banyak pihak khususnya perusahaan atau organisasi yang membutuhkan tenaga profesional, baik yang berada di wilayah Propinsi Sulawesi Tengah maupun di seluruh Indonesia pada umumnya. Atas dasar inilah UIN Datokarama Palu terdorong untuk dapat menyelenggarakan Program Studi S1 Astronomi Islam.
III. PROYEKSI PROGRAM STUDI A. Kurikulum
Struktur kurikulum dan proses implementasinya dirancang untuk membentuk pola berfikir mahasiswa serta metodologi bekerja secara terstruktur, progresif, dan adaptif. Mahasiswa akan mempelajari berbagai aspek fisis dan matematis kerangka alam semesta, yaitu fisika tata surya, fisika bintang, fisika galaksi, dan kosmologi. Hal diatas terkait dengan tautan fisika matematika, yaitu
mekanika, termodinamika, fisika kuantum, elektromagnetik, listrik magnet, kalkulus, geometri, aljabar linier, operasi matriks, persamaan diferensial, statistika, berbagai metoda matematika dan numeric, algoritma pemrograman yang relevan untuk pemecahan problema sains.
Kurikulum Program Sarjana terdiri dari 144 sks selama 4 tahun, yang terbagi dalam 112 sks mata kuliah wajib dan 32 sks mata kuliah pilihan. Evaluasi akhir berupa penulisan naskah tugas akhir.
Karakter utama dalam kurikulum Program Studi Astronomi Islam untuk Program Sarjana (S1) adalah mempertajam kuliah inti Astronomi untuk kuliah mayor astronomi dan mengakomodasi perubahan paradigma astronomi terhadap kajian hukum Islam, seperti arah kiblat, waktu shalat, penentuan awal bulan hijriah, fenomena gerhana. Sejumlah pengetahuan yang dinilai fundamental dalam matematika, fisika, astronomi dan astrofisika terdapat dalam matakuliah mayor astronomi. Tujuan dari untaian MK tersebut diharapkan akan membangun karakter calon sarjana dengan latar belakang penguasaan sains astronomi dan astrofisika yang kokoh sebagai wujud dari sarjana sains yang terintegrasi islam.
Materi yang lebih lanjut dan/ atau lebih khusus diberikan dalam bentuk matakuliah pilihan yang jumlah dan ragamnya banyak, yang dirancang untuk memberikan gambaran serta pendalaman dalam kecenderungan perkembangan berbagai ilmu seperti pemahaman kebangsaan, kajian ilmu falak, serta kajian alquran dan hadis yang akan bermanfaat di masa datang. Hal ini agar calon sarjana memiliki bekal wawasan untuk tanggap terhadap perkembangan sains dan teknologi, serta hukum Islam yang sangat cepat.
Bekal ini akan memenuhi kebutuhan umum sains dan teknologi modern (serta masyarakat modern) yang menghendaki fleksibilitas dan ketrampilan yang tinggi. Mata kuliah laboratorium serta mata kuliah pilihan dan tugas akhir akan memberikan bekal multi disiplin dengan latar belakang sains yang kuat. Selain itu mahasiswa memiliki kesempatan yang luas untuk melakukan kegiatan ekstrakulikuler berupa komunikasi Astronomi dengan masyarakat umum. Hal ini akan menciptakan karakter sarjana yang tidak hanya siap belajar di jenjang yang lebih tinggi di bidang astronomi maupun non-astronomi, tetapi juga tanggap, cepat beradaptasi, memiliki kemampuan sosial untuk mengembangkan diri dilingkungan apapun.
Kurikulum prodi Astronomi Islam mengusulkan beberapa matakuliah
“baru”, yang merupakan aransemen dan distribusi baru berbagai konsep dasar fisika dan matematika yang segera diikuti oleh pengkayaan dalam aspek astronomi dan astrofisika. Mata kuliah Laboratorium Astronomi dimajukan ke tahap sarjana muda, untuk lebih mengawalkan pelatihan ketrampilan kelaboratoriuman, dengan perombakan materi yang terintegrasi. Pengetahuan tentang teori dan pengolahan sinyal digital, pengenalan hardware, dsb. serta aplikasinya untuk astronomi disusun secara integratif.
Agar sesuai dengan tujuan pendidikan, jumlah total SKS matakuliah diperbanyak menjadi 32 SKS, yang lebih banyak daripada dalam kurikulum 2003 yang hanya 24 SKS. Sejak tahun kedua mahasiswa berkesempatan untuk mengambil matakuliah pilihan. Dalam implementasinya, peran dosen wali tentu perlu dioptimalkan
1. Materi pembelajaran/Mata Kuliah Astronomi Islam
Struktur content kurikulum sangat menentukan bagi capaian kompetensi sarjana Astronomi Islam yang akan dilahirkan. Setiap sebaran mata kuliah, haruslah menjawab kompetensi yang ingin dicapai. Olehnya itu, kompetensi harus terukur dan terjangkau oleh mata kuliah yang akan disebarkan dalam proses pembelajaran setiap semester. Struktur kurikulum yang ideal harus makin menunjukkan kompetensi prodi/jurusan yang bersangkutan. Kalau digambarkan struktur kurikulum ini, adalah sebagai berikut: Komponen keahlian Institut/Lembaga hanya diporsikan sejumlah 22 sks dari total 147 sks, atau sekitar 15%. Sedangkan komponen Fakultas/Jurusan mengambil porsi sejumlah 25 sks dari total 147 sks, atau sekitar 17%. Komponen program studi/jurusan mengambil porsi terbesar yakni 100 sks atau sejumlah 68%. Total secara keseluruhan dari 147 sks yang ditawarkan untuk program studi Astronomi Islam ini terdapat sejumlah 54 mata kuliah.
Tugas pokok UIN Datokarama Palu adalah menyelenggarakan pendidikan tinggi dan penelitian serta pengabdian kepada masyarakat di bidang ilmu pengetahuan agama Islam, sains dan teknologi yang bernafaskan Islam, sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Sebagai pelaksana pendidikan, lembaga pendidikan tinggi, seperti halnya Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) sangat berkepentingan dan terkena dampak secara langsung dari setiap perubahan kurikulum pendidikan. Penyelenggaraan
pendidikan tinggi pada UIN Datokarama Palu dilaksanakan atas dasar kurikulum yang disusun sesuai dengan sasaran program studi (Pasal 66). Respon terhadap perubahan kurikulum tersebut dapat dilihat dari banyaknya regulasi yang mendorong melakukan improvisasi kurikulum pendidikan tinggi yang responsif dan adaptif baik dengan perkembangan iptek, kebutuhan aktual masyarakat, maupun dunia kerja.
Atas Dasar Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor: 232/U/2000 Jo. Nomor: 045/U/2002 tentang Pedoman Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi dan Penilaian hasil belajar mahasiswa, maka kurikulum UIN Datokarama Palu terbagi menjadi dua bagian yaitu Kurikulum Inti dan Kurikulum Institusional yang disesuaikan dengan arah UIN Datokarama Palu serta kebutuhan akan tenaga kerja pembangunan daerah setempat, sehingga output UIN Datokarama Palu diharapkan siap memasuki dunia kerja yang sesuai dengan kebutuhan pembangunan.
Diantara regulasi yang menghendaki pengembagan kurikulum, misalnya lahirnya Undang-undang No. 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, kebijakan tentang implementasi kurikulum 2013, lahirnya Undang-undang No. 12 tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi, Peraturan Presiden No. 8 tahun 2012 tentang Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI), Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 49 tahun 2014 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi. Implikasi Kebijakan tersebut secara tidak langsung berdampak pada pola perubahan kurikulum setiap program studi bahkan penyesuaian materi ajar (content) yang akan disampaikan kepada mahasiswa. Dalam perspektif KKNI,
setiap program studi diharuskan memperjelas “profil lulusan” yang diharapkan melalui kegiatan pelacakan studi, studi kelayakan dan analisis kebutuhan di masyarakat. Profil lulusan mencerminkan kemampuan minimal yang harus dikuasai mahasiswa setelah lulus yang merujuk pada empat aspek kebutuhan (1) sikap (attitude), (2) bidang kemampuan kerja, (3) pengetahuan, dan (4) manajerial dan tanggung jawab.
Kurikulum yang diberlakukan di UIN Datokarama Palu mengacu pada Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI). Adapun Struktur kurikulum program S-1 Astronomi Islam berdasarkan Kompetensi yang diharapkan adalah sebagai berikut:
1. Mata Kuliah Penciri Institut 2. Mata Kuliah Penciri Fakultas 3. Mata Kuliah Penciri Program Studi 4. Mata Kuliah Pilihan
Berdasarkan dari keempat komponen matakuliah tersebut, kemudian dikelompokkan menjadi 4 komponen yaitu:
1. Komponen/Kelompok Matakuliah Institut yang disajikan untuk semua jurusan dan program studi di UIN Datokarama Palu.
2. Komponen/Kelompok Matakuliah Fakultas yang disajikan pada Fakultas tertentu di UIN Datokarama Palu.
3. Komponen/Kelompok Matakuliah program studi yang disajikan untuk program studi tertentu di UIN Datokarama Palu.
4. Komponen/Kelompok Matakuliah pilihan Fakultas yang harus diambil oleh mahasiswa pada Fakultas tertentu minimal 6 sks dan maksimal 10 sks serta tidak diperbolehkan memprogram matakuliah pilihan lintas Fakultas.
Kompetensi adalah seperangkat tindakan cerdas, penuh tanggung jawab yang dimiliki seseorang sebagai syarat kemampuan untuk mengerjakan tugas- tugas di bidang pekerjaan tertentu. Sementara Standar kompetensi lulusan adalah kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Berangkat dari profil sarjana yang diharapkan, maka UIN Datokarama Palu merumuskan kompetensi lulusan Program Studi Astronomi Islam sebagai berikut.
a) Kompetensi Dasar
Kompetensi dasar adalah kompetensi yang dimiliki oleh setiap mahasiswa sebagai dasar bagi kompetensi utama dan kompetensi pendukung:
1) Memiliki kemampuan dasar ilmu keislaman serta mampu menerapkannya di masyarakat dan dalam menjalankan profesinya sebagai ahli hukum Islam 2) Menguasai general knowledge untuk mendasari profesi sebagai ahli
Astronomi Islam
3) Menjadi Sarjana Muslim yang beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia 4) Memiliki rasa kebangsaan, kebhinekaan, demokratis, dan solidaritas sosial 5) Mencintai ilmu pengetahuan, cinta kebenaran, rasional, kritis, obyektif,
menghargai pendapat orang lain
6) Memiliki keterampilan berbahasa Arab dan Inggris 7) Memiliki keterampilan berbahasa Indonesia
b) Kompetensi Utama
Kompetensi utama adalah kompetensi yang dimiliki oleh setiap lulusan program studi Astronomi Islam UIN Datokarama Palu sesudah menyelesaikan pendidikannya di suatu program studi tertentu:
1) Memiliki pengetahuan secara komprehensif tentang konsep teknologi informasi.
2) Mengetahui dan memahami konsep dasar manajemen dan teori organisasi.
3) Mengetahui dan memahami ilmu dasar matematika, statistik dan riset operasi sebagai alat bantu dalam sistem pendukung keputusan.
4) Mampu melakukan penelitian sederhana
5) Mengidentifikasi, menganalisis, merancang, dan membuat implementasi Astronomi Islam sesuai kebutuhan organisasi.
6) Mampu mengintegrasikan solusi berbasis teknologi informasi secara efektif pada suatu organisasi
7) Mampu menerapkan konsep-konsep dasar komputer yang dibutuhkan dalam merancang dan mengimplementasikan solusi teknologi Informasi.
8) Mampu mengelola dan memelihara Astronomi Islam.
c) Kompetensi Pendukung
Kompetensi pendukung adalah kompetensi yang diharapkan dapat menunjang kompetensi utama.
1) Menggunakan teknologi informasi dan komunikasi untuk membangun Astronomi Islam.
2) Menghasilkan ide-ide kreatif untuk membangun dan mengembangkan Astronomi Islam.
3) Mampu bekerja secara mandiri maupun kelompok 4) Memiliki motivasi dan etos kerja yang tinggi
5) Berkarya dengan perilaku etika sesuai bidang keprofesian teknologi informasi
6) Memiliki kemampuan untuk dapat berkomunikasi secara efektif pada berbagai kalangan
7) Dapat mengidentifikasi kebutuhan untuk menjadi seorang wirausaha di bidang teknologi informasi
Tabel 3
Penyebaran Mata Kuliah Prodi Astronomi Islam FST UIN Datokarama Palu
Semester I
No Kode Mata Kuliah SKS
1. NAS. 01 Pancasila 2
2. NAS. 02 Kewarganegaraan 2
3. NAS. 03 Bahasa Indonesia 2
4. INS. 01 Kajian Islam Moderat 3
5. INS. 02 Metodologi Studi Islam 3
6. FST. 01 Bahasa Arab 3
7. FST. 02 Bahasa Inggris 3
8. FST. 03 Dasar-Dasar Sains 2
Jumlah 20
Semester II
No Kode Mata Kuliah SKS
1. INS. 03 Studi Qur’an 3
2. INS. 04 Studi Hadits 3 3. FST. 04 Pengantar Teknologi Informasi 2
4. SI. 01 Matematika 4
5. SI. 02 Fisika Dasar 4
6. SI. 03 Astronomi Bola 3
7. SI. 04 Pengantar Astronomi Islam 2
8. SI. 05 Statistika dalam Astronomi 3
Jumlah 23
Semester III
No Kode Mata Kuliah SKS
1. FST. 05 Statistika Penelitian 3
2. SI. 06 Kimia Dasar 4
3. SI. 07 Sistem Penanggalan 3
4. SI. 08 Perhitungan Awal Bulan Qamariyah 3
5. SI. 09 Astronomi Komputasi 4
6. SI. 10 Astronomi dan Peradaban Islam 3 7. SI. 11 Perangkat Rukyat hilal (Optik dan Teleskop) 4
Jumlah 24
Semester IV
No Kode Mata Kuliah SKS
1. FST. 06 Metodologi Penelitian 3
2. SI. 12 Mekanika Benda Langit 3
3. SI. 13 Lab Astronomi Dasar 3
4. SI. 14 Perhitungan Arah Kiblat 3
5. SI. 15 Metode Matematika dalam Astronomi 4
6. SI. 16 Perhitungan Gerhana Bulan 3
7. SI. 17 Astrofisika 4
Jumlah 23
Semester V
No Kode Mata Kuliah SKS
1. SI. 18 Fisika Termal 3
2. SI. 19 Tata Surya 3
3. SI. 20 Proses Atrofisika 3
4. SI. 21 Perhitungan Gerhana Matahari 3
5. SI. 22 Lab Astronomi Islam 3
6. SI. 23 Astronomi Posisi 3
7. PSI. 01 Matkul Pilihan 1 4
Jumlah 22
Semester VI
No Kode Mata Kuliah SKS
1. SI. 24 Pengantar Kosmologi 3
2. SI. 25 Fisika Bintang 3
3. SI. 26 Fisika Galaksi 2
4. SI. 27 Astrofisika Pengamatan 3
5. SI. 28 Fotometri 2
6. PSI. 02 Matkul Pilihan 2 3
7. PSI. 03 Matkul Pilihan 3 3
Jumlah 19
Semester VII
No Kode Mata Kuliah SKS
1. SI. 29 Praktek Kerja Lapangan 3
2. INS. 05 Kuliah Kerja Nyata 4
Jumlah 7
Semester VIIII
No Kode Mata Kuliah SKS
1. FST. 07 Komprehensif 3
2. FST. 08 Skripsi 6
Jumlah 9
Mata Kuliah Pilihan
No Kode Mata Kuliah SKS
1. PSI. 01 Mobile Technology Astronomi Islam 4 2. PSI. 02 Astronomi dan Lingkungan 3 3. PSI. 03 Manajemen Institusi Astronomi Islam 3
4. PSI. 01 Pengemb. Aplikasi Berbasis Web 4
5. PSI. 02 Lintasan Satelit 3
6. PSI. 03 Cuaca Antariksa 3
7. PSI. 01 Bisnis Cerdas Astronomi 4 8. PSI. 02 Dinamika Sistem Bintang 3 9. PSI. 03 Benda Kecil Tata Surya 3
Jumlah 30
2. Pendekatan dan Metode Pembelajaran
Metode pembelajaran merupakan salah satu tools penting dalam memastikan proses pelaksanaan serta pencapaian kompetensi yang ditetapkan dalam kurikulum. Metode pembelajaran yang digunakan dalam kurikulum Program Studi Sarjana Astronomi Islam, berpedoman pada konsep Student Centered Learning (SCL) dalam Buku Panduan Pengembangan Kurikulum Berbasis Kompetensi. Dalam rangka penjaminan pencapaian kompetensi lulusan maka Program Studi mengharuskan pada setiap dosen untuk menerapkan konsep SCL dalam kegiatan pembelajaran. Hal ini harus dituliskan dalam SAP, RPS setiap Mata Kuliah. Sebagai salah satu bentuk assesment terhadap kurikulum KKNI maka setiap dosen diwajibkan membuat, mengisi, melaporkan protofolio perkulihan yang berisikan antara lain:
(1) Rencana Pengajaran dan Metode Pengajaran (2) Contoh Soal untul assesment
(3) Evaluasi mahasiswa pada akhir perkuliahan (4) Rekomendasi perbaikan
Sebagai panduan untuk metode pengajaran dapat menggunakan panduan dari buku KBK Diktis. Dalam buku Panduan KBK Diktis beberapa metode pembelajaran untuk SCL, di antaranya adalah:
(1) Small Group Discussion;
(2) Role-Play & Simulation;
(3) Case Study;
(4) Discovery Learning;
(5) Self-Directed Learning;
(6) Cooperative Learning;
(7) Collaborative Learning;
(8) Contextual Instruction;
(9) Project Based Learning;
(10) Problem Based Learning and Inquiry (PBL).
3. Evaluasi Pembelajaran
Evaluasi pembelajaran adalah usaha untuk mengukur ketercapaian standar yang ditetapkan bagi peserta didik. Evaluasi harus lebih mengandalkan evaluasi menyeluruh, yaitu: evaluasi formatif, evaluasi sumatif, evaluasi alternatif, evaluasi komprehensif dan portofolio. Selain evaluasi yang sudah populer yakni formatif dan sumatif, sebaiknya menggunakan evaluasi dalam bentuk lain yang dikenal dengan evaluasi alternative dan komprehensif. Evaluasi ini digunakan lebih untuk melihat aspek lain, selain aspek kognitif. Sebagaimana diketahui, bahwa penilaian dengan menggunakan tes formatif dan sumatif, hanya dapat mengukur kemampuan peserta didik dari ranah kognitif atau pengetahuan. Sementara ranah
afektif dan psikomotor, relatif belum tersentuh melalui tes-tes tersebut. Untuk itulah berkembang pandangan, dengan memberikan alternatif evaluasi dalam bentuk lain yaitu alternatif dan komprehensif.
a. Evaluasi Alternatif
Evaluasi alternatif, lebih difokuskan pada pemberian berbagai aktivitas melalui tagihan belajar baik di kelas maupun di luar kelas. Tagihan belajar yang dievaluasi harus sesuai dengan topik materi yang di ajarkan. Hal ini, penting diperhatikan, karena kalau tagihan belajar yang dievaluasi tidak sesuai dengan materi, maka tidak akan memberikan kontribusi bagi mahasiswa untuk pencapaian kompetensinya. Oleh karena itu, evaluasi alternatif juga adalah alat ukur bagi ketercapaian kompetensi seseorang. Evaluasi alternatif ini, oleh Hisyam Zaini, dkk., (2002) dirangkum ke dalam sepuluh hal, yang dikenal dengan “10 P,” yaitu:
1) Paper (makalah)
2) Presentation (presentasi) 3) Participation (partisipasi) 4) Project (proyek atau penelitian) 5) Practice (praktek)
6) Performance (performa atau kinerja) 7) Pre-test (pra-tes)
8) Proposal Writing (penulisan proposal) 9) Portofolio (portopolio), dan
10) Presence (kehadiran)
Dalam menilai hasil belajar dengan alternatif ini, maka seorang dosen harus membuat standar dari tugas yang diberikan baik menggunakan penilaian acuan patokan (PAP) atau penilaian acuan normatif (PAN). Aspek yang dinilai, juga harus dibuat standarnya. Hal ini untuk menghindari penilaian subjektif dan bias terhadap mahasiswa.
b. Evaluasi Komprehesif
Penilaian komprehensif adalah evaluasi yang lebih menekankan pada aspek kemampuan mahasiswa secara keseluruhan. Penilaian ini didasarkan atas kinerja yang dicapai baik dikelas maupun di luar kelas. Penilaian komprehensif biasanya dilengkapi dengan lembar atau buku portfolio.
B. Sumber Daya Manusia 1. Dosen Astronomi Islam
Untuk membuka Program Studi S-1 Astronomi Islam FST, UIN Datokarama Palu telah menyiapkan dosen tetap seperti pada Tabel berikut:
Tabel 4
Data Dosen Tetap Yang Bidang Keahliannya Sesuai Dengan Program Studi
No Nama Dosen
Tetap Tgl. Lahir Jabatan Akademik
Pendidikan S1, S2, S3 dan
Asal Universitas
Bid.
Keahlian
(1) (2) (3) (4) (4) (5)
1 Harsano Jayadi.
S.Si., M.Si. 10/11/1982 -
S-2 Ilmu Fisika Universitas Gadjah Mada Yogyakarta
Ilmu Fisika
2
Icha Untari Meidji. S.Si., M.Si.
10/04/1988 -
S-2 Ilmu Fisika Universitas Gadjah Mada Yogyakarta
Ilmu Fisika
3
Muhammad Syarief Hidayatullah, S.H.I., M.H
25/04/1992 -
S-2 Ilmu Falak UIN
Walisongo Semarang
Ilmu Falak
4 Desy Kristiane,
S.H.I., M.H 07/08/1992 -
S-2 Ilmu Falak UIN
Walisongo Semarang
Ilmu Falak
5 Uswatun Hasanah,
S.Pd., M.Pd 15/05/1989 -
S-2 Pendidikan Kimia
Universitas Tadulako Palu
Pendidikan Kimia
6 Dzakiah, M.Pd 29/06/1992 -
S-2 Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Negeri Makassar
Pendidikan Bahasa Inggris
Masa depan pengembangan kompetensi di bidang sains dan teknologi dalam menghadapi era globalisasi melalui pendidikan sangat tergantung pada adanya kesadaran, perhatian, dan tanggung jawab para pihak yang terlibat termasuk pemerintah. Salah satu bentuk kongkrit dari kepedulian pemerintah mengenai peningkatan kualitas dan peran sains dan teknologi adalah dengan lahirnya program Studi Astronomi Islam di sejumlah PTAI se-Indonesia. Program Studi Astronomi Islam sebagai embrio pengembangan kompetensi sains dan teknologi menjadi pilihan strategis dalam melahirkan tenaga yang diharapkan dapat menjawab kebutuhan dan tantangan di era globalisaasi.
Sebagai program yang terarah, maka Program Studi Astronomi Islam haruslah melibatkan peran dan kompetensi dosen secara maksimal dalam situasi pembelajaran kepada para mahasiswa. Oleh karena itu, Program Studi Astronomi Islam sebagai strategi dan wadah melahirkan tenaga komputer yang profesional sangatlah ditentukan oleh kompetensi dosennya. Dengan demikian, salah satu
unsur terpenting yang menjadi perhatian bagi pengembangan prodi Astronomi Islam di 62 perguruan tinggi STAIN, IAIN dan UIN se-Indonesia adalah dosen.
Dosen merupakan SDM pendidikan yang memegang peranan penting dalam proses transfer of knowledge, transfer of value ang transfer of experience kepada peserta didik. Dosen memegang peran kunci dalam melakukan transformasi pendidikan kepada mahasiswa program studi Astronomi Islam agar menjadi berhasil. Untuk memberikan layanan pendidikan yang berkualitas melalui program Astronomi Islam, maka dosen yang menjadi tenaga pengajar diupayakan secara bertahap melalui pengadaan Dosen Program Studi Astronomi Islam, kemudian dosen yang mengajar tersebut memiliki jenjang pendidikan minimal strata dua (S2), memiliki kepribadian yang baik, menguasai kompetensi sains dan teknologi, serta berwawasan keislaman.
Perubahan-perubahan serta pengembangan khususnya dalam bidang Astronomi Islam yang terus terjadi secara dinamis menuntut kompetensi dosen yang memadai sehingga siap menghadapi segala tantangan di masa depan. Dosen tidak boleh kaku terhadap perkembangan zaman yang begitu pesat dan cepat di era saat ini. Peningkatan kompetensi dosen akan terus dilakukan secara kontinu melalui berbagai kegiatan seperti workshop, seminar, praktek kerja, studi banding dan lain lain yang berhubungan langsung dengan bidang keahlian yang dikuasai.
Dosen juga terus didorong untuk melakukan Tri Dharma Perguruan Tinggi secara optimal terutama dalam penelitian dan pengabdian baik secara mandiri mapun berkelompok. Selain itu, tenaga dosen akan diupayakan untuk menempuh studi ke
jenjang yang lebih tinggi (S3) demi mengupgrade level pengetahuan dan keilmuan yang dimiliki.
2. Tenaga Administrasi dan Penunjang Akademik
Tenaga Pendukung/Pegawai yang dimiliki oleh Fakultas Sains dan Teknologi UIN Datokarama Palu sebanyak 6 orang pegawai tetap. Pegawai tetap diangkat oleh Kementerian Agama melalui jalur pengangkatan PNS dan 5 orang pegawai tidak tetap diangkat sesuai dengan kemampuan program/Jurusan.
Peningkatan kualitas pelayanan administrasi, dilakukan dengan memberikan kesempatan kepada Staf Administrasi untuk mengambil studi lanjut (S.1 atau S.2) di luar jam kerja dan mengikuti berbagai pelatihan teknis sesuai bidang kerjanya.
Sementara pembinaan tenaga pendukung/pegawai administrasi dilakukan melalui rapat mingguan antar pimpinan dengan karyawan. Selain itu juga diselenggarakan kegiatan Jum’at Sehat/Bersih, berupa kegiatan olah raga dan kebersihan yang diikuti oleh para dosen dan semua karyawan serta komponen mahasiswa. Untuk meningkatkan kualitas pelayanan, secara berkala para pegawai diberikan kesempatan untuk mengikuti pelatihan-pelatihan teknis, baik yang diselenggarakan di dalam maupun di luar lingkungan UIN Datokarama Palu.
3. Sarana Prasarana
Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu memiliki sejumlah fasilitas gedung perkuliahan dan perkantoran, serta sarana penunjang lainnya yang dibangun di atas lahan seluas 3,6 ha milik sendiri dan telah bersertifikat, di samping itu juga terdapat rumah susun sewa (rusunawa) yang dibangun pada lahan terpisah seluas 0,6 ha, rinciannya dapat dilihat pada tabel berikut
Tabel 5
Data Sarana Prasarana Fakultas Sains dan Teknologi UIN Datokarama Palu
Ruang Kerja Dosen Jumlah Ruang Jumlah Luas (m2)
(1) (2) (3)
Ruang untuk lebih dari 4 dosen 2 60 m2
Ruang untuk 3-4 dosen 2 40 m2
Ruang untuk 2 dosen 1 10 m2
Ruang untuk 1 dosen (bukan pejabat
struktural) 2 10 m2
Nama Ruang Volume Jumlah Ket.
Ruang Perkuliahan 92 ruang 12.203 m2 Permanen
Ruang Perkantoran 8 ruang 2.326 m2 Permanen
Rektorat 1 unit 610 m2 Permanen
Ruang Perpustakaan 1 ruang 800 m2 Permanen
Perpustakaan Digital 1 unit 20 m2 Permanen
Ruang Laboratorium Bahasa 1 ruang (lt.1) 105 m2 Permanen Ruang Laboratorium Komputer 1 ruang (lt.2) 105 m2 Permanen
Ruang Dosen 1unit/gedung 1.205,5 m2 Permanen
Ruang seminar/diskusi 4 ruang 144 m2 Permanen
Audotorium 2 ruang 3.274 m2 Permanen
Unit Kegiatan Mahasiswa (Student Center)
2 unit 586 m2 Permanen
Masjid 1 unit 600 m2 Permanen
Gedung IT 1 unit 132m2 Permanen
Gedung Pascasarjana 1 unit 2.550 m2 Permanen
Lapangan Volly Ball 2 unit 90 m2 Permanen
Lapangan Futsal 1 unit 90 m2 Permanen
Sarana Panjat dinding 2 unit 50 m2 Permanen
Rumah susun sewa (Rusunawa) 2 unit 6.846 m2 Permanen
Data sarana dan prasarana pada tabel di atas merupakan data sebelum terjadinya gempa dan tsunami yang melanda Kota Palu, Kabupaten Sigi dan Donggala pada bulan September 2018. Saat ini pemulihan sarana- prasarana sem entara dalam proses pelaksanaan yang ditangani oleh Kementerian
PUPR dan Bappenas RI, atas pendanaan Asian Development Bank (ADB). Di samping itu, pada tahun 2019 juga dibangun 2 (dua) unit gedung perkuliahan melalui dana Surat Berharga Syariah Negara (SBSN)
a. Fasilitas Kendaraan
Untuk menunjang kelancaran mobilitas, Fakultas Sains dan Teknologi UIN Datokarama Palu memiliki satu unit mobil. Disamping satu kendaraan tersebut, Fakultas Sains dan Teknologi UIN Datokarama Palu Palu juga bisa memanfaatkan 2 buah Bus UIN Datokarama Palu untuk keperluan operasionalnya, maupun mobil operasional lain jika diperlukan.
b. Sarana lain
Sarana lain juga tersedia di Fakultas Sains dan Teknologi UIN Datokarama Palu seperti LCD/infocus, Camera digital, komputer, laptop, whiteboard, wireless, microphone, speaker dan lain-lain yang dimaksimalkan untuk proses belajar mengajar.
Pengelolaan infrastruktur Program Studi di Fakultas Sains dan Teknologi UIN Datokarama Palu dilakukan dengan asas efektivitas dan efisiensi.
Pengelolaan seluruh sarana prasarana dilakukan secara profesional, di bawah tanggung jawab Kabag Umum dan Perlengkapan, yang secara struktural bertanggungjawab kepada Kepala Biro Umum. Seluruh inventaris telah didata dan diberi penomoran, yang setiap periode tertentu dilakukan pengecekan ulang.
Secara umum, seluruh sarana prasarana telah dimanfaatkan untuk optimalisasi kegiatan akademik dan kemahasiswaan, baik yang dilaksanakan
dalam bentuk kegiatan belajar mengajar, maupun kegiatan lain yang secara tidak langsung dapat menunjang prestasi akademik mahasiswa.
Pemeliharaan sarana dan prasarana dilakukan dengan dua cara:
1. Untuk pembangunan dan perencanaan fisik gedung secara keseluruhan direncanakan secara terpadu melalui rencana induk (master plan) pengembangan UIN Datokarama Palu.
2. Untuk pemeliharaan dan perbaikan keseharian seperti pengecatan, rehabilitasi ringan, penataan keindahan lingkungan kampus, dilakukan oleh UIN Datokarama Palu, dengan proyeksi anggaran DIPA-R (Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran–Rutin) dan DIPA-P, DIPA-R, PNBP Fakultas Sains dan Teknologi UIN Datokarama Palu.
Gedung Fakultas Sains dan Teknologi UIN Datokarama Palu tediri dari dua unit, satu unit dengan tiga lantai, yang secara fisik dirancang untuk ruang belajar, ruang kerja dan unit kegiatan mahasiswa. Satu unit untuk Kantor Fakultas terdiri dari dua lantai.
C. Proyeksi Pendanaan 1. Kebutuhan Dana Investasi
Dana pembiayaan Program Studi Sistem Informasi FST UIN Datokarama Palu dirancang melalui sumber primer dan sekunder. Sumber primer melalui pendapatan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran Proyek (DIPA-Proyek), Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran Rutin (DIPA-R) dan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran-Penerimaan Negara Bukan Pajak (DIPA-PNBP) bersumber dari dana Departemen Agama Pusat, sedangkan DIPA-R berasal dari SPP mahasiswa yang
besarnya ditetapkan oleh Rektor UIN Datokarama Palu. Sumber sekunder diperoleh dari berbagai lembaga baik pemerintah maupun swasta dalam bentuk kerjasama atau bentuk lain yang halal dan tidak mengikat. Selain itu, terdapat pula sumber dana lain yang meliputi dana Surat Berharga Syariah Negara (SBSN), dana bantuan/hibah dari Asian Development Bank (ADB) dan Islamic Development Bank (IDB) serta dana dari pihak ketiga yang tidak mengikat.
2. Kebutuhan Dana Operasional dan Pemeliharaan
Dana yang berasal dari DIPA-P & DIPA-R dipergunakan untuk keperluan operasional program yang bersifat rutin, seperti pengadaan ATK, pembayaran dosen-dosen honorer, pegawai honorer. Sedang yang berasal dari DIPA digunakan untuk pengadaan sarana dan prasarana, seperti pembangunan gedung, pengadaan meubelair dan peralatan, serta penyediaan beberapa fasilitas yang diperlukan.
Dalam mengelola keuangan, Program Studi Astronomi Islam FST UIN Datokarama Palu menganut prinsip anggaran yang berimbang. Dana yang dikeluarkan sesuai dengan dana yang diperoleh. Untuk mematangkan perencanaan penggunaan keuangan, setiap menjelang tahun ajaran baru disusun PO (pedoman operasional) penggunaan uang dan RAB (rencana anggaran belanja), yang selanjutnya disahkan oleh Dekan Fakultas. Struktur penganggaran yang dibuat adalah; 30% untuk peningkatan kualitas dosen, 30% untuk kemahasiswaan, 30%
untuk peningkatan kualitas PBM sedangkan 10% sisanya untuk manajemen.
Untuk memudahkan pengawasan dan pertanggungjawaban keuangan, disusun SPJ (Surat Pertanggung jawaban) yang dilanjutkan dengan pembukuan.
3. Penerimaan Internal
Ada tiga kategori sumber penerimaan keuangan rutin di UIN Datokarama Palu, yaitu DIPA-P, DIPA-R dan DIPA-PNBP. Keuangan DIPA-P dan DIPA-R berasal dari Pemerintah Pusat sedangkan keuangan DIPA-PNBP berasal dari SPP dan penerimaan mahasiswa baru, wisuda serta sumber penerimaan keuangan lain yang termasuk PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak), yang berasal dari hasil penyewaan sarana-sarana yang ada di IAIN Palu seperti auditorium, laboratorium bahasa, laboratorium komputer dan lapangan Tenis Meja. Selain itu, terdapat pula sumber dana lain yang meliputi dana Surat Berharga Syariah Negara (SBSN), dana bantuan/hibah dari Asian Development Bank (ADB) dan Islamic Development Bank (IDB) serta dana dari pihak ketiga yang tidak mengikat.
Secara umum jumlah penerimaan keuangan IAIN Palu menunjukkan kenaikan dari tahun ke tahun. Jumlah penerimaan keuangan dari DIPA-P dan DIPA-R dalam banyak hal sangat tergantung pada kondisi keuangan negara, karena dua jenis sumber keuangan ini berasal dari Pemerintah Pusat. Sedangkan penerimaan dari DIPA-PNBP dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan yang cukup signifikan, dikarenakan jalinan kerjasama dengan berbagai pihak berjalan dengan baik. Disamping itu untuk menambah penerimaan dari sumber DIPA-PNBP lain seperti diuraikan di atas, juga terus diupayakan meningkat.
Untuk itu proses pembenahan asset UIN Datokarama Palu, terus dilakukan untuk didayagunakan sebesar mungkin dalam proses penggalian dana. Diharapkan dengan terus meningkatnya penerimaan dari DIPA-PNBP baik dari SPP maupun sumber lainnya, keuangan UIN Datokarama Palu akan sustainable, mampu
menjamin berlangsungnya seluruh kegiatan dalam rangka mewujudkan visi dan misi Fakultas Sains dan Teknologi UIN Datokarama Palu.
Sedangkan pada aspek pengeluaran diupayakan berimbang dengan penerimaan yang ada. Disamping berimbang, pengeluaran diupayakan mengikuti prinsip efektif dan efisien, artinya pemasukan yang didapat diupayakan seoptimal mungkin memiliki manfaat sebesar-besarnya bagi pencapaian visi dan misi jurusan.
4. Analisis Rencana Pembiayaan Program Studi S1 Astronomi Islam a. Biaya pengadaan ruang kuliah Prodi Astronomi Islam minimal 4 kelas.
b. Biaya pengadaan penambahan kursi untuk perkuliahan minimal 120.
c. Biaya pengadaan lemari arsip Prodi Astronomi Islam 2 buah.
d. Biaya pengadaan infocus minimal 5 buah.
e. Biaya pengadaan kendaraan bermotor Prodi Astronomi Islam 1 unit.
f. Biaya honorarium tenaga pengajar (dosen LB).
g. Biaya honorarium tenaga administrasi.
h. Biaya honorarium pembimbing skripsi.
i. Biaya honorarium penguji skripsi.
j. Biaya honorarium penasihat akademik.
k. Biaya honorarium pembimbing PPL.
l. Biaya honorarium pembimbing KKL.
m. Biaya operasional administrasi.
n. Biaya rapat dan lokakarya.
o. Biaya perawatan sarana prasaran milik Prodi Astronomi Islam