• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang"

Copied!
74
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Rencana Kerja perangkat daerah yang selanjutnya disingkat Renja Perangkat Daerah adalah dokumen perencanaan Perangkat Daerah untuk periode 1 (satu) tahun. Berdasarkan Permendagri No.86 Tahun 2017 tentang Tata Cara Perencanaan, Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan Daerah Tata Cara Evaluasi Rancangan Peraturan Daerah Tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, serta Tata Cara Perubahan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah, Perangkat Daerah menyusun Renja Perangkat Daerah dengan berpedoman pada Renstra Perangkat Daerah, evaluasi hasil Renja Perangkat Daerah Tahun lalu, dan hasil evaluasi Renja Perangkat Daerah tahun berjalan.

Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Tegal yang dibentuk berdasarkan Peraturan Daerah Kota Tegal Nomor 1 Tahun 2020 tentang Perubahan atas Peraturan Daerah Kota Tegal Nomor 4 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Kota Tegal (Lembaran Daerah Kota Tegal Tahun 2020 Nomor 1, Tambahan Lembaran Daerah Kota Tegal Nomor 47). Berdasarkan Peraturan Walikota Tegal Nomor 3 Tahun 2020 tentang Susunan Organisasi, Kedudukan, Tugas, Fungsi dan Tata Kerja Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Tegal, maka tugas Badan Kesatuan Bangsa dan Politik adalah membantu Walikota melaksanakan urusan pemerintahan di bidang kesatuan bangsa dan politik di wilayah Kota Tegal.

Dalam melaksanakan tugasnya, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Tegal menyelenggarakan fungsi :

a. Penyusunan kebijakan teknis di bidang kesatuan bangsa dan politik sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan ;

b. Pelaksanaan kebijakan, koordinasi, monitoring, evaluasi dan pelaporan di bidang pembinaan ideologi Pancasila dan wawasan kebangsaan, penyelenggaraan politik dalam negeri dan kehidupan demokrasi, pemeliharaan ketahanan ekonomi, sosial dan budaya, pembinaan kerukunan antar suku dan intra suku, umat beragama, ras dan golongan lainnya, pembinaan dan pemberdayaan organisasi

(2)

kemasyarakatan, serta pelaksanaan kewaspadaan nasional dan penanganan konflik sosial ;

c. Pelaksanaan fasilitasi Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) ;

d. Pelaksanaan administrasi kesekretariatan dan fungsi lain yang diberikan oleh Walikota Tegal sesuai dengan tugas dan fungsinya.

Struktur Organisasi Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Tegal terdiri dari :

a. Kepala Badan Kesbangpol yang memimpin pelaksanaan tugas pokok dan fungsi tersebut,

b. Sekretariat terdiri dari :

1. Subbagian Program dan Keuangan;

2. Subbagian Umum dan Kepegawaian;

c. Bidang Kesatuan Bangsa, terdiri dari :

1. Subbidang Ideologi, Wawasan Kebangsaan dan Ketahanan Ekonomi, Sosial, Budaya, Agama ;

2. Subbidang Kewaspadaan Dini dan Penanganan Konflik;

d. Bidang Politik Dalam Negeri dan Organisasi Kemasyarakatan, terdiri dari :

1. Subbidang Politik Dalam Negeri;

2. Subbidang Organisasi Kemasyarakatan;

Kedudukan, Tugas dan Fungsi

I. Sekretariat pada Badan dipimpin oleh seorang Sekretaris yang berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Badan.

II. Subbagian pada Sekretariat Badan dipimpin oleh seorang Kepala Subbagian yang berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris.

III. Bidang pada Badan dipimpin oleh seorang Kepala Bidang yang berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Badan melalui Sekretaris.

IV. Subbidang pada Badan dipimpin oleh seorang Kepala Subbidang yang berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Bidang yang bersangkutan.

(3)

Tugas dan Fungsi

1. Badan mempunyai tugas membantu Wali Kota melaksanakan Urusan Pemerintahan di bidang kesatuan bangsa dan politik di wilayah Daerah.

2. Badan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), menyelenggarakan fungsi :

a. penyusunan kebijakan teknis di bidang kesatuan bangsa dan politik di wilayah Daerah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan;

b. pelaksanaan kebijakan di bidang pembinaan ideologi Pancasila dan wawasan kebangsaan, penyelenggaraan politik dalam negeri dan kehidupan demokrasi, pemeliharaan ketahanan ekonomi, sosial dan budaya, pembinaan kerukunan antar suku dan intra suku, umat beragama, ras dan golongan lainnya, pembinaan dan pemberdayaan organisasi kemasyarakatan, serta pelaksanaan kewaspadaan nasional dan penangan konflik sosial di wilayah Daerah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan; c. pelaksanaan koordinasi di bidang pembinaan ideologi

Pancasila dan Wawasan kebangsaan, penyelenggaraan politik dalam negeri dan kehidupan demokrasi, pemeliharaan ketahanan ekonomi, sosial dan budaya, pembinaan kerukunan antar suku dan intra suku, umat beragama, ras dan golongan lainnya, pembinaan dan pemberdayaan organisasi kemasyarakatan, serta pelaksanaan kewaspadaan nasional dan penanganan konflik sosial di wilayah Daerah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan;

d. pelaksanaan monitoring, evaluasi dan pelaporan di bidang pembinaan ideologi Pancasila dan Wawasan kebangsaan, penyelenggaraan politik dalam negeri dan kehidupan demokrasi, pemeliharaan ketahanan ekonomi, sosial dan budaya, pembinaan kerukunan antar suku dan intra suku, umat beragama, ras dan golongan lainnya, pembinaan dan pemberdayaan organisasi kemasyarakatan, serta pelaksanaan kewaspadaan nasional dan penangan konflik sosial di wilayah Daerah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan;

(4)

e. pelaksanaan fasilitasi forum koordinasi pimpinan daerah;

f. pelaksanaan administrasi kesekretariatan Badan;

g. pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Wali Kota sesuai dengan tugas dan fungsinya.

3. Sekretariat Badan dalam melaksanakan tugas dan fungsinya : a. koordinasi dan penyusunan program dan keuangan di

lingkungan Badan;

b. pelaksanaan hubungan masyarakat dan keprotokolan di lingkungan Badan;

c. pelaksanaan pengelolaan keuangan di lingkungan Badan;

d. pengelolaan perlengkapan, urusan tata usaha, rumah tangga dan aset di lingkungan Badan;

e. pengelolaan urusan aparatur sipil Negara di lingkungan Badan;

f. penyusunan konsep kebutuhan jumlah dan jenis jabatan pegawai berdasarkan analisis jabatan dan analisis beban kerja;

g. pengoordinasian pelaksanaan sistem pengendalian intern pemerintah dan pengelolaan informasi dan dokumentasi;

h. pengoordinasian dan penyusunan peraturan perundang- undangan serta pelaksanaan advokasi hukum di lingkungan Badan;

i. penyusunan laporan kinerja;

j. pelaksanaan fungsi lain yang diberikan pimpinan sesuai tugas dan fungsinya.

4. Subbagian Program dan Keuangan mempunyai tugas :

a. menyiapkan bahan perumusan kebijakan teknis penyusunan program dan keuangan di lingkungan Badan;

b. menyiapkan bahan pengoordinasian penyusunan program dan keuangan di lingkungan Badan;

c. melaksanakan pengelolaan data dan informasi;

d. melaksanakan pengelolaan keuangan;

e. melaksanakan penatausahaan keuangan;

f. melaksanakan akuntansi, verifikasi dan pembukuan keuangan;

g. melaksanakan monitoring dan evaluasi sesuai lingkup tugasnya

(5)

h. mengoordinasikan penyiapan bahan penyusunan laporan kinerja;

5. Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas:

a. menyiapkan bahan perumusan kebijakan Ketatausahaan dan kepegawaian di lingkungan Badan;

b. menyiapkan bahan pengoordinasian pelaksanaan kebijakan kepegawaian di lingkungan Badan;

c. melaksanakan urusan persuratan;

d. melaksanakan pengelolaan ketatausahaan;

e. melaksanakan pengelolaan kearsipan;

f. menyiapkan bahan pelaksanaan advokasi hukum, hubungan masyarakat dan protokol;

g. melaksanakan pengelolaan perlengkapan dan aset;

h. melaksanakan pengelolaan urusan rumah tangga;

i. melaksanakan pengelolaan kepegawaian;

j. menyiapkan bahan penyusunan kebutuhan jumlah dan jenis jabatan pegawai berdasarkan analisis jabatan dan analisis beban kerja;

k. menyiapkan bahan penyusunan laporan kinerja.

6. Bidang Kesatuan Bangsa dalam melaksanakan tugasnya menyelenggarakan fungsi:

a. penyusunan program kerja di bidang ideologi, wawasan kebangsaan, bela Negara, karakter bangsa, pembauran kebangsaan, bhineka tunggal ika, sejarah kebangsaan, serta ketahanan ekonomi, sosial, budaya, fasilitasi pencegahan penyalahgunaan narkotika, fasilitasi kerukunan umat beragama dan penghayat kepercayaan serta kewaspadaan dini, kerjasama intelijen, pemantauan orang asing, tenaga kerja asing dan Lembaga asing, kewaspadaan perbatasan antar negara, serta fasilitasi kelembagaan bidang kewaspadaan dan penanganan konflik;

b. perumusan kebijakan teknis di bidang ideologi, wawasan kebangsaan, bela Negara, karakter bangsa, pembauran kebangsaan, bhineka tunggal ika, sejarah kebangsaan, serta ketahanan ekonomi, sosial, budaya, fasilitasi pencegahan penyalahgunaan narkotika, fasilitasi kerukunan umat beragama dan penghayat kepercayaan serta kewaspadaan dini,

(6)

kerjasama intelijen, pemantauan orang asing, tenaga kerja asing dan Lembaga asing, kewaspadaan perbatasan antar negara, serta fasilitasi kelembagaan bidang kewaspadaan dan penanganan konflik;

c. pelaksanaan kebijakan di bidang ideologi, wawasan kebangsaan, bela Negara, karakter bangsa, pembauran kebangsaan, bhineka tunggal ika, sejarah kebangsaan, serta ketahanan ekonomi, sosial, budaya, fasilitasi pencegahan penyalahgunaan narkotika, fasilitasi kerukunan umat beragama dan penghayat kepercayaan serta kewaspadaan dini, kerjasama intelijen, pemantauan orang asing, tenaga kerja asing dan Lembaga asing, kewaspadaan perbatasan antar negara, serta fasilitasi kelembagaan bidang kewaspadaan dan penanganan konflik;

d. Pelaksanaan koordinasi di bidang ideologi, wawasan kebangsaan, bela Negara, karakter bangsa, pembauran kebangsaan, bhineka tunggal ika, sejarah kebangsaan, serta ketahanan ekonomi, sosial, budaya, fasilitasi pencegahan penyalahgunaan narkotika, fasilitasi kerukunan umat beragama dan penghayat kepercayaan serta kewaspadaan dini, kerjasama intelijen, pemantauan orang asing, tenaga kerja asing dan Lembaga asing, kewaspadaan perbatasan antar negara, serta fasilitasi kelembagaan bidang kewaspadaan dan penanganan konflik;

e. pelaksanaan monitoring, evaluasi dan pelaporan di bidang ideologi, wawasan kebangsaan, bela Negara, karakter bangsa, pembauran kebangsaan, bhineka tunggal ika, sejarah kebangsaan, serta ketahanan ekonomi, sosial, budaya, fasilitasi pencegahan penyalahgunaan narkotika, fasilitasi kerukunan umat beragama dan penghayat kepercayaan serta kewaspadaan dini, kerjasama intelijen, pemantauan orang asing, tenaga kerja asing dan Lembaga asing, kewaspadaan perbatasan antar Negara, serta fasilitasi kelembagaan bidang kewaspadaan dan penanganan konflik;

f. penyusunan laporan kinerja;

g. pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh pimpinan sesuai tugas dan fungsinya.

(7)

7. Subbidang Ideologi, Wawasan Kebangsaan, dan Ketahanan Ekonomi, Sosial, Budaya, Agama mempunyai tugas :

a. melaksanakan penyiapan bahan penyusunan program kerja di bidang ideologi, wawasan kebangsaan, bela negara, karakter bangsa, pembauran kebangsaan, bhineka tunggal ika, sejarah kebangsaan, serta ketahanan ekonomi, sosial, budaya, fasilitasi pencegahan penyalahgunaan narkotika, fasilitasi kerukunan umat beragama dan penghayat kepercayaan;

b. melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis di bidang ideologi, wawasan kebangsaan, bela Negara, karakter bangsa, pembauran kebangsaan, bhineka tunggal ika, sejarah kebangsaan, serta ketahanan ekonomi, sosial, budaya, fasilitasi pencegahan penyalahgunaan narkotika, fasilitasi kerukunan umat beragama dan penghayat kepercayaan;

c. menyiapkan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang ideologi, wawasan kebangsaan, bela Negara, karakter bangsa, pembauran kebangsaan, bhineka tunggal ika, sejarah kebangsaan, serta ketahanan ekonomi, sosial, budaya, fasilitasi pencegahan penyalahgunaan narkotika, fasilitasi kerukunan umat beragama dan penghayat kepercayaan;

d. melaksanakan penyiapan bahan pengoordinasian pelaksanaan kebijakan di bidang ideologi, wawasan kebangsaan, bela Negara, karakter bangsa, pembauran kebangsaan, bhineka tunggal ika, sejarah kebangsaan, serta ketahanan ekonomi, sosial, budaya, fasilitasi pencegahan penyalahgunaan narkotika, fasilitasi kerukunan umat beragama dan penghayat kepercayaan;

e. menyiapkan bahan monitoring, evaluasi dan pelaporan di bidang ideologi, wawasan kebangsaan, bela Negara, karakter bangsa, pembauran kebangsaan, bhineka tunggal ika, sejarah kebangsaan, serta ketahanan ekonomi, sosial, budaya, fasilitasi pencegahan penyalahgunaan narkotika, fasilitasi kerukunan umat beragama dan penghayat kepercayaan;

f. menyiapkan bahan penyusunan laporan kinerja.

8. Subbidang Kewaspadaan Dini dan Penanganan Konflik mempunyai tugas:

a. menyiapkan bahan penyusunan program kerja di bidang kewaspadaan dini, kerjasama intelijen, pemantauan orang

(8)

asing, tenaga kerja asing dan Lembaga asing, kewaspadaan perbatasan antar negara, serta fasilitasi kelembagaan bidang kewaspadaan dan penanganan konflik;

b. menyiapkan bahan perumusan kebijakan teknis di bidang kewaspadaan dini, kerjasama intelijen, pemantauan orang asing, tenaga kerja asing dan Lembaga asing, kewaspadaan perbatasan antarn, serta fasilitasi kelembagaan bidang kewaspadaan dan penanganan konflik;

c. menyiapkan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang kewaspadaan dini, kerjasama intelijen, pemantauan orang asing, tenaga kerja asing dan Lembaga asing, kewaspadaan perbatasan antar negara, serta fasilitasi kelembagaan bidang kewaspadaan dan penanganan konflik;

d. Menyiapkan bahan pengoordinasian pelaksanaan kebijakan di bidang kewaspadaan dini, kerjasama intelijen, pemantauan orang asing, tenaga kerja asing dan Lembaga asing, kewaspadaan perbatasan antar negara, serta fasilitasi kelembagaan bidang kewaspadaan dan penanganan konflik;

e. Menyiapkan bahan monitoring, evaluasi dan pelaporan di bidang kewaspadaan dini, kerjasama intelijen, pemantauan orang asing, tenaga kerja asing dan Lembaga asing, kewaspadaan perbatasan antar negara, serta fasilitasi kelembagaan bidang kewaspadaan dan penanganan konflik;

f. menyiapkan bahan penyusunan laporan kinerja;

9. Bidang Politik Dalam Negeri dan Organisasi Kemasyarakatan dalam melaksanakan tugasnya menyelenggarakan fungsi :

a. penyiapan program kerja di bidang pendidikan politik, etika budaya politik, peningkatan demokrasi, fasilitasi kelembagaan pemerintahan, perwakilan dan partai politik, pemilihan umum/pemilihan umum kepala daerah, pemantauan situasi politik serta pendaftaran organisasi kemasyarakatan, pemberdayaan organisasi kemasyarakatan, evaluasi dan mediasi sengketa organisasi kemasyarakatan, pengawasan organisasi kemasyarakatan dan orang asing di wilayah Daerah b. Penyiapan perumusan kebijakan teknis di bidang pendidikan politik, etika budaya politik, peningkatan demokrasi, fasilitasi kelembagaan pemerintahan, perwakilan dan partai politik, pemilihan umum/pemilihan umum kepala daerah, pemantauan

(9)

situasi politik serta pendaftaran organisasi kemasyarakatan, pemberdayaan organisasi kemasyarakatan, evaluasi dan mediasi sengketa organisasi kemasyarakatan, pengawasan organisasi kemasyarakatan dan orang asing di Wilayah Daerah;

c. pelaksanaan kebijakan di bidang pendidikan politik, etika budaya politik, peningkatan demokrasi, fasilitasi kelembagaan pemerintahan, perwakilan dan partai politik, pemilihan umum/pemilihan umum kepala daerah, pemantauan situasi politik serta pendaftaran organisasi kemasyarakatan, pemberdayaan organisasi kemasyarakatan, evaluasi dan mediasi sengketa organisasi kemasyarakatan, pengawasan organisasi kemasyarakatan dan orang asing;

d. pelaksanaan koordinasi di bidang pendidikan politik, etika budaya politik, peningkatan demokrasi, fasilitasi kelembagaan pemerintahan, perwakilan dan partai politik, pemilihan umum/pemilihan umum kepala daerah, pemantauan situasi politik serta pendaftaran organisasi kemasyarakatan, pemberdayaan organisasi kemasyarakatan, evaluasi dan mediasi sengketa organisasi kemasyarakatan, pengawasan organisasi kemasyarakatan dan orang asing di wilayah Daerah;

e. pelaksanaan monitoring, evaluasi dan pelaporan di bidang pendidikan politik, etika budaya politik, peningkatan demokrasi, fasilitasi kelembagaan pemerintahan, perwakilan dan partai politik, pemilihan umum/pemilihan umum kepala daerah, pemantauan situasi politik serta pendaftaran organisasi kemasyarakatan, pemberdayaan organisasi kemasyarakatan, evaluasi dan mediasi sengketa organisasi kemasyarakatan, pengawasan organisasi kemasyarakatan dan orang asing.di wilayah Daerah;

f. penyiapan fasilitasi forum koordinasi pimpinan Daerah g. penyusunan laporan kinerja; dan

h. pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oelh pimpinan sesuai tugas dan fungsinya.

10. Subbidang Politik Dalam Negeri mempunyai tugas :

a. melaksanakan penyiapan bahan penyusunan program kerja di bidang pendidikan politik, etika budaya politik, peningkatan demokrasi, fasilitasi kelembagaan pemerintahan, perwakilan

(10)

dan partai politik, pemilihan umum/pemilihan umum kepala daerah, dan pemantauan situasi politik di wilayah Daerah;

b. melaksanakan penyiapan haban perumusan kebijakan teknis di bidang pendidikan politik, etika budaya politik, peningkatan demokrasi, fasilitasi kelembagaan pemerintahan, perwakilan dan partai politik, pemilihan umum/pemilihan umum kepala daerah, dan pemantauan situasi politik di wilayah Daerah;

c. menyiapkan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pendidikan politik, etika budaya politik, peningkatan demokrasi, fasilitasi kelembagaan pemerintahan, perwakilan dan partai politik, pemilihan umum/pemilihan umum kepala daerah, dan pemantauan situasi politik di wilayah Daerah;

d. menyiapkan bahan pengoordinasian pelaksanaan kebijakan di bidang pendidikan politik, etika budaya politik, peningkatan demokrasi, fasilitasi kelembagaan pemerintahan, perwakilan dan partai politik, pemilihan umum/pemilihan umum kepala daerah, dan pemantauan situasi politik di wilayah Daerah;

e. menyiapkan bahan monitoring, evaluasi dan pelaporan di bidang pendidikan politik, etika budaya politik, peningkatan demokrasi, fasilitasi kelembagaan pemerintahan, perwakilan dan partai politik, pemilihan umum/pemilihan umum kepala daerah, dan pemantauan situasi politik di wilayah Daerah;

f. menyiapkan bahan fasilitasi forum koordinasi pimpinan daerah;

g. Menyiapkan bahan penyusunan laporan kinerja

11. Subbidang Organisasi Kemasyarakatan mempunyai tugas:

a. melaksanakan penyiapan bahan penyusunan program kerja di bidang pendaftaran organisasi kemasyarakatan, pemberdayaan organisasi kemasyarakatan, evaluasi dan mediasi sengketa organisasi kemasyarakatan, pengawasan organisasi kemasyarakatan dan orang asing di wilayah Daerah;

b. melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis di bidang pendaftaran organisasi kemasyarakatan, pemberdayaan organisasi kemasyarakatan, evaluasi dan mediasi sengketa organisasi kemasyarakatan, pengawasan organisasi kemasyarakatan dan orang asing di wilayah Daerah;

c. menyiapkan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pendaftaran organisasi kemasyarakatan, pemberdayaan organisasi kemasyarakatan, evaluasi dan mediasi sengketa

(11)

organisasi kemasyarakatan, pengawasan organisasi kemasyarakatan dan orang asing di wilayah Daerah;

d. menyiapkan bahan pengoordinasian pelaksanaan kebijakan di bidang pendaftaran organisasi kemasyarakatan, pemberdayaan organisasi kemasyarakatan, evaluasi dan mediasi sengketa organisasi kemasyarakatan, pengawasan organisasi kemasyarakatan dan orang asing di wilayah Daerah;

e. melaksanakan penyiapan bahan monitoring evaluasi dan pelaporan di bidang pendaftaran organisasi kemasyarakatan, pemberdayaan organisasi kemasyarakatan, evaluasi dan mediasi sengketa organisasi kemasyarakatan, pengawasan organisasi kemasyarakatan dan orang asing di wilayah Daerah f. menyiapkan bahan penyusunan laporan kinerja.

12. Kelompok Jabatan Fungsional dipimpin oleh seorang Pejabat Fungsional senior sebagai Ketua Kelompok dan bertanggung jawab kepada Kepala Badan.

Dalam Peraturan Daerah Kota Tegal Nomor 6 Tahun 2019 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kota Tegal Tahun 2019- 2024 yang saat ini sedang dalam proses revisi karena ada beberapa kebijakan nasional maupun perkembangan keadaan daerah yang mempengaruhi perencanaan pembangunan daerah. Adapun visi pembangunan jangka menengah Kota Tegal 2019-2024 adalah :

“Terwujudnya Pemerintahan yang Berdedikasi Menuju Kota Tegal yang Bersih, Demokratis, Disiplin dan Inovatif”.

Makna dan harapan yang terkandung dalam visi pembangunan Kota Tegal Tahun 2019-2024 sebagai berikut:

- Berdedikasi: Menunjukkan karakter pemerintahan yang aparaturnya memiliki kemampuan, tanggung jawab dan pengabdian diri dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat sebagai perwujudan dari tata kelola pemerintahan yang baik (good governance) dan pemerintahan yang bersih (clean government).

- Bersih: Merupakan kondisi lingkungan perkotaan yang hijau, indah, nyaman dan asri dengan memperhatikan daya dukung dan kelestarian lingkungan hidup.

- Demokratis: merupakan kondisi Kota Tegal yang memberikan ruang toleransi kehidupan beragama dan bermasyarakat dengan menjunjung tinggi nilai yang berkembang di masyarakat serta memiliki

(12)

kesadaran sosial tentang kesamaan (equality) dan pemerataan (equity).

- Disiplin: menggambarkan kondisi aparatur pemerintahan dan masyarakat yang tertib, taat dan patuh terhadap peraturan untuk mendukung pemerintahan dan pembangunan.

- Inovatif: merupakan kondisi aparatur pemerintah dan masyarakat yang berkemampuan mendayagunakan pemikiran dan sumber daya lainnya untuk menghasilkan suatu karya baru yang bermanfaat bagi masyarakat sebagai upaya mewujudkan Kota Tegal sebagai kota cerdas (Tegal Smart City).

Dalam mewujudkan visi pembangunan jangka menengah, maka ditetapkan beberapa misi pembangunan jangka menengah Kota Tegal Tahun 2019-2024, yaitu:

1. Mewujudkan pemerintahan yang bersih, profesional, akuntabel, berwibawa dan inovatif, berbasis teknologi informasi.

Rumusan misi pertama ini diarahkan untuk terwujudnya reformasi birokrasi melalui tata kelola pemerintahan yang bersih dari praktek KKN (korupsi, kolusi dan nepotisme), efisien, efektif, transparan, profesional, dan akuntabel serta meningkatnya partisipasi masyarakat dalam pengambilan kebijakan publik. Untuk meningkatkan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance) perlu didukung oleh sistem pemerintahan, regulasi yang baik, serta penerapan Teknologi Informasi dan Sumber Daya Manusia yang berkualitas. Disamping itu diperlukan efektivitas perencanaan, pelaksanaan dan pengendalian pembangunan, dengan cara memantapkan sistem dan implementasi perencanaan, pelaksanaan dan pengendalian pembangunan yang didukung Teknologi Informasi serta meningkatkan pelayanan publik yang prima pada semua unit pelayanan dan Perangkat Daerah.

2. Menciptakan atmosfir kehidupan Kota Tegal yang lebih agamis, aman, kreatif, berbudaya, demokratis, melindungi hak-hak anak dan perempuan untuk kesetaraan serta keadilan gender.

Misi ini diarahkan untuk terwujudnya kondisi masyarakat yang bertaqwa kepada Tuhan yang Maha Esa, berbudi pekerti luhur, memiliki kesadaran sosial tentang esamaan dan pemerataan.

Masyarakat yang bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur akan mewujudkan kehidupan sosial yang saling bertoleransi, aman dan tentram serta menjunjung tinggi nilai-nilai budaya dan adat istiadat. Masyarakat yang memiliki kesadaran sosial

(13)

tentang kesamaan dan pemerataan akan mewujudkan kesetaraan dan keadilan gender dan jiwa demokratis.

3. Meningkatkan pembangunan di bidang pendidikan, kesehatan, kesejahteraan pekerja dan masyarakat tidak mampu.

Misi ini diarahkan untuk terwujudnya sumber daya manusia (SDM) masyarakat Kota Tegal yang berkualitas. Kualitas SDM sangat menentukan perkembangan dan kemajuan masyarakat. Dengan demikian, pembangunan pendidikan dan Kesehatan merupakan investasi utama dalam meningkatkan kualitas SDM sehingga penting perannya dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan menurunkan tingkat kemiskinan dan pengangguran. Melalui misi ini, Pemerintah Kota Tegal berkomitmen untuk memberikan perlindungan serta jaminan sosial, khususnya bagi masyarakat tidak mampu.

4. Meningkatkan infrastruktur, transportasi publik, lingkungan hidup yang bersih dan sehat serta pembangunan berkelanjutan

Misi ini diarahkan untuk terwujudnya pemenuhan infrastruktur kota yang berkualitas, transportasi publik yang nyaman dan penciptaan lingkungan Kota Tegal yang bersih dan sehat, serta pembangunan berkelanjutan. Berbagai inovasi baru diharapkan akan terus mewarnai pembangunan infrastruktur dan lingkungan hidup yang berkelanjutan, yang ditujukan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat serta mewujudkan Kota Tegal sebagai kota cerdas (Tegal Smart City).

5. Meningkatkan kepariwisataan, investasi dan daya saing daerah serta mengembangkan ekonomi kerakyatan dan ekonomi kreatif.

Misi ini diarahkan untuk meningkatnya kemampuan dan keunggulan pembeda yang dimiliki oleh Kota Tegal, baik keunggulan komparatif (comparative advantage) maupun keunggulan kompetitif (competitive advantage). Peningkatan daya saing Kota Tegal utamanya akan fokus pada pengembangan sektor pariwisata, kewirausahaan, koperasi, UMKM dan Ekonomi Kreatif. Meningkatnya daya saing daerah akan berdampak positif pada meningkatnya investasi daerah.

6. Mengoptimalkan peran pemuda, pembinaan olah raga dan seni budaya.

Misi ini diarahkan untuk mengoptimalkan peran pemuda karena keberadaan pemuda sesungguhnya menjadi modal yang besar bagi pembangunan dan kemajuan bangsa. Di samping itu misi ini diarahkan untuk mendukung kemajuan dan prestasi Kota Tegal di bidang olah raga, serta melestarikan Seni-budaya Kota Tegal karena Seni-budaya

(14)

merupakan jiwa sebuah bangsa dan identitas suatu daerah.

Adapun misi pembangunan jangka menengah Kota Tegal 2019- 2024 yang terkait dengan tugas dan fungsi adalah misi ke-2, yaitu :

“Menciptakan atmosfir Kehidupan Kota Tegal yang lebih agamis, aman, kreatif, berbudaya, demokratis, melindungi hak-hak anak dan perempuan untuk kesetaraan serta keadilan gender”. Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Tegal dalam menganggarkan program dan kegiatan serta keterkaitannya dengan penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD), berpedoman pada Misi dan Program unggulan Kepala Daerah terpilih yang terkait dengan tugas pokok dan fungsi OPD Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Tegal yaitu : Menciptakan atmosfir Kehidupan Kota Tegal yang lebih agamis, aman, kreatif, berbudaya, demokratis, melindungi hak-hak anak dan perempuan untuk kesetaraan serta keadilan gender “ dengan pokok pokok program sebagai berikut :

a. Program Penunjang Urusan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota b. Program Penguatan Ideologi Pancasila dan Karakter Kebangsaan

c. Program Pembinaan dan Pengembangan Ketahanan Ekonomi, Sosial, dan Budaya

d. Program Peningkatan Kewaspadaan Nasional dan Peningkatan Kualitas dan Fasilitasi Penanganan Konflik Sosial

e. Program Peningkatan Peran Partai Politik dan Lembaga Pendidikan melalui Pendidikan Politik dan Pengembangan Etika serta Budaya Politik f. Program Pemberdayaan dan Pengawasan Organisasi Kemasyarakatan.

1.2 Landasan Hukum

Dasar hukum penyusunan RENJA OPD Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Tegal Tahun 2022 adalah sebagai berikut :

1. Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1965 tentang Pembentukan Daerah Tingkat II Batang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1965 Nomor 52, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 2757) ;

2. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional;

3. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah ( Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 244, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5587) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Pengganti

(15)

Undang-undang Nomor 2 Tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-

Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 246,

Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5589 ) ;

4. Peraturan Presiden No. 2 Tahun 2015 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2015-2019; ( Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 3 );

5. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 Tahun 2017 tentang tata cara perencanaan, pengendalian dan evaluasi pembangunan daerah, tata cara evaluasi rancangan peraturan daerah tentang rencana pembangunan jangka menengah daerah, serta tata cara perubahan rencana pembangunan jangka panjang daerah, rencana pembangunan jangka menengah daerah dan rencana kerja Pemerintah Daerah;

6. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 Tahun 2017 tentang Tata Cara Perencanaan, Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan Daerah, Tata Cara Evaluasi Raperda tentang RPJPD dan RPJMD, serta Tata cara Perubahan RPJPD, RPJMD dan RKPD;

7. Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 70 Tahun 2019 tentang Sistem Informasi Pemerintahan Daerah;

8. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 90 Tahun 2019 tentang Klasifikasi, Kodefikasi, dan Nomenklatur Perencanaan Pembangunan dan Keuangan Daerah;

9. Peraturan Daerah Kota Tegal Nomor 18 Tahun 2008 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Tahun 2005-2025 (Tambahan Lembaran Daerah Kota Tegal Tahun 2008 Nomor 18);

10. Peraturan Daerah Kota Tegal Nomor 6 Tahun 2019 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kota Tegal Tahun 2019-2024;

11. Peraturan Daerah Kota Tegal Nomor 1 Tahun 2020 tentang Perubahan atas peraturan Daerah Kota Tegal Nomor 4 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Kota Tegal;

12. Peraturan Walikota Tegal Nomor 3 Tahun 2020 tentang Susunan Organisasi, Kedudukan, Tugas, Fungsi, dan Tata Kerja Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Tegal.

(16)

1.3 Maksud dan Tujuan 1.2.1 Maksud

Penyusunan Rencana Kerja (Renja) Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Tegal dimaksudkan sebagai upaya menentukan arah dan langkah kebijakan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Tegal di tahun 2022 serta mewujudkan keselarasan dalam menentukan rencana program dan kegiatan prioritas Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

1.2.2 Tujuan

Tujuan dari penyusunan Rencana Kerja (Renja) Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Tegal yaitu memenuhi kebutuhan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terhadap suatu rencana pembangunan tahunan untuk Tahun 2022 yang memberikan arah dan pedoman dalam pelaksanaan pembangunan di tahun 2022.

Penyusunan Rencana Kerja (Renja) Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Tegal tahun 2022 juga bertujuan untuk memberikan kerangka sistematis sebagai pedoman terhadap arah penyelenggaraan pemerintahan, pengelolaan pembangunan, dan pelayanan kepada masyarakat yang dituangkan dalam bentuk APBD Kota Tegal Tahun 2022. Selain itu, dokumen Rencana Kerja (Renja) Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Tegal Tahun 2022 juga menjadi dokumen perencanaan di tahun kelima dari dokumen RPJMD Kota Tegal Tahun 2019-2024 melalui Peraturan Daerah Kota Tegal Nomor 6 Tahun 2019 Tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kota Tegal Tahun 2019-2024. Secara lebih sistematis, tujuan penyusunan dokumen Rencana Kerja (Renja) Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Tegal Tahun 2022 adalah sebagai berikut :

1. Menjadi acuan dan pedoman dalam penyusunan kegiatan-kegiatan prioritas sebagai penunjang pelaksanaan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Tegal Tahun 2022 yang menjadi upaya nyata untuk memenuhi kebutuhan pelayanan masyarakat Kota Tegal.

2. Tersedianya dokumen perencanaan pembangunan tahun 2022 yang berpedoman pada dokumen RPJMD Kota Tegal Tahun 2019-2024 dan RKPD (Rencana Kerja Pemerintah Daerah) Kabupaten Batang Tahun 2022.

(17)

3. Menjadi alat untuk menjamin keterkaitan perencanaan, pengganggaran, pelaksanaan, dan pengawasan pembangunan daerah.

4. Sebagai bukti akuntabilitas kepada publik atas penggunaan sumberdaya dalam rentang satu tahun

1.4 Sistematika Penulisan

Adapun sistematika penyusunan RENJA OPD Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Tegal Tahun 2022 adalah sebagai berikut :

Bab I PENDAHULUAN

Bab ini memberi gambaran umum tentang penyusunan RENJA OPD Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Tegal Tahun 2022.

1.1 Latar Belakang

Bagian ini mengemukakan pengertian ringkas tentang RENJA OPD Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Tegal, proses penyusunannya, dan keterkaitannya dengan dokumen RKPD, Renstra Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Tegal.

1.2 Landasan Hukum

Bagian ini memuat peraturan-peraturan yang mendasari penyusunan RENJA OPD

1.3 Maksud dan Tujuan

Bagian ini memberikan penjelasan mengenai maksud dan tujuan dari penyusunan RENJA OPD Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Tegal.

1.4 Sistematika Penulisan

Bagian ini menguraikan pokok bahasan dalam penulisan RENJA OPD Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Tegal serta susunan garis besar isi dokumen

Bab II HASIL EVALUASI RENJA PERANGKAT DAERAH TAHUN LALU Bab ini memuat review kajian terhadap hasil evaluasi pelaksanaan RENJA OPD Badan Kesbangpol Tahun 2020 dan capaian Renstra OPD Tahun 2021

2.1. Evaluasi Pelaksanaan Renja Peranglat Daerah tahun lalu dan capaian Renstra Perangkat Daerah;

Bagian ini menguraikan review hasil evaluasi pelaksanaan RENJA OPD Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Tegal tahun 2020 dan realisasi Renstra Badan Kesatuan Bangsa dan

(18)

Politik Kota Tegal mengacu pada hasil Laporan Kinerja Tahunan.

2.2 Analisis Kinerja Pelayanan Badan Kesbangpol.

Bagian ini menguraikan capaian kinerja pelayanan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Tegal berdasarkan indikator yang sudah ditentukan

2.3 Isu isu Penting Penyelenggaraan Tugas dan Fungsi Perangkat Daerah, Bagian ini menguraikan Isu isu Penting dalam menyelenggarakan Tugas Pokok dan Fungsi Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Tegal

2.4 Review terhadap Rancangan Awal RKPD

Bagian ini menguraikan proses pembandingan rancangan awal dengan analisis kebutuhan, dan temuan-temuan yang ada setelah proses tersebut

2.5 Penelaahan usulan program dan kegiatan masyarakat

Bagian ini menguraikan proses usulan kegiatan masyarakat yang diakomodir Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Tegal

Bab III TUJUAN DAN SASARAN PERANGKAT DAERAH

Bab ini menguraikan tujuan, sasaran, program dan kegiatan yang direncanakan

3.1 Telaahan terhadap Kebijakan Nasional

Bagian ini menguraikan tentang telaahan terhadap kebijakan nasional yang menyangkut arah kebijakan dan prioritas pembangunan nasional terkait dengan tugas pokok dan fungsi Kesbangpol Kota Tegal

3.2 Tujuan dan Sasaran Renja Perangkat Daerah

Bagian ini merumuskan tujuan dan sasaran didasarkan atas isu penting penyelenggaraan tugas dan fungsi Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Tegal yang dikaitkan dengan sasaran target kinerja Renstra Kesbangpol.

3.3 Program dan Kegiatan

Bagian ini menguraian garis besar mengenai rekapitulasi program dan kegiatan.

(19)

Bab IV RENCANA KERJA DAN PENDANAAN PERANGKAT DAERAH Bab V PENUTUP

Bab ini menguraikan tentang catatan penting yang perlu mendapat perhatian, baik dalam rangka pelaksanaannya maupun seandainya ketersediaan anggaran tidak sesuai dengan kebutuhan kaidah pelaksanaannya serta rencana tindak lanjut.

(20)

BAB II

HASIL EVALUASI RENCANA KERJA PERANGKAT DAERAH TAHUN LALU

2.1. Evaluasi Pelaksanaan Rencana Kerja Badan Kesatuan Bangsa Dan Politik Kota Tegal Tahun Lalu dan Capaian Renstra Badan Kesatuan Bangsa Dan Politik Kota Tegal

Untuk mengetahui dan menilai pelaksanaan rencana pembangunan perlu dilakukan evaluasi Rencana Kerja OPD dengan mengidentifikasi apakah pelaksanaan pembangunan sesuai dengan target kinerja yang telah ditetapkan sehingga dapat diketahui efektivitas pelaksanaan proses perencanaan pembangunan dan kendala-kendala dalam pelaksanaan pembangunan. Hasil evaluasi tersebut sebagai bahan pertimbangan kebijakan di tahun berikutnya.

Review hasil evaluasi pelaksanaan rencana kerja Badan Kesatuan Bangsa Dan Politik tahun 2021, dan realisasi Renstra Perangkat Daerah mengacu pada hasil laporan kinerja tahunan Badan Kesatuan Bangsa Dan Politik dapat diuraikan sebagai berikut:

1) Realisasi program/kegiatan yang tidak memenuhi target kinerja hasil/keluaran yang direncanakan ada kegiatan karena adanya refocusing anggaran.

2) Realisasi program/kegiatan yang telah memenuhi target kinerja hasil/keluaran yang direncanakan.

a. Program Penunjang Urusan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota, Sub kegiatan:

1. Penyusunan Dokumen Perencanaan Perangkat Daerah terealisasi 1 dokumen dengan tingkat capaian sebesar 100%

2. Evaluasi Kinerja Perangkat Daerah terealisasi 1 dokumen dengan tingkat capaian sebesar 100%

3. Penyediaan Gaji dan Tunjangan ASN terealisasi 12 bulan dengan tingkat capaian sebesar 100%

4. Pelaksanaan Penatausahaan dan Pengujian/Verifikasi Keuangan SKPD terealisasi 12 bulan dengan tingkat capaian sebesar 100%

5. Penatausahaan Barang Milik Daerah pada SKPD, terealisasi sebanyak 12 bulan, dengan tingkat capaian sebesar 100%;

(21)

6. Penyediaan Komponen Instalasi Listrik/Penerangan Bangunan Kantor, terealisasi sebanyak 11 Jenis dengan tingkat capaian sebesar 100%;

7. Penyediaan Peralatan dan Perlengkapan Kantor terealisasi sebanyak 43 jenis dengan tingkat capaian sebesar 100%;

8. Penyediaan Peralatan Rumah Tangga, terealisasi sebesar 12 jenis dengan tingkat capaian sebesar 100%;

9. Penyediaan Bahan Logistik Kantor, terealisasi 12 bulan dengan tingkat capaian sebesar 100%;

10. Penyediaan Barang Cetakan dan Penggandaan, terealisasi 12 bulan dengan tingkat capaian sebesar 100%

11. Penyediaan Bahan Bacaan dan Peraturan Perundang – Undangan terealisasi 12 bulan dengan tingkat capaian sebesar 100%

12. Penyelenggaraan Rapat Koordinasi dan Konsultasi SKPD terealisasi 12 bulan dengan tingkat capaian sebesar 100%

13. Penyediaan jasa Komunikasi, Sumber Daya Air, dan Listrik terealisasi 1 rekening (12 bulan) dengan tingkat capaian sebesar 100%

14. Penyediaan Jasa Pelayanan Umum kantor terealisasi 12 bulan dengan tingkat capaian sebesar 100%

15. Penyediaan Jasa Pemeliharaan, Biaya Pemeliharaan, Pajak dan Perizinan Kendaraan Dinas Operasional atau Lapangan terealisasi 12 bulan dengan tingkat capaian sebesar 100%

16. Pemeliharaan Peralatan dan Mesin Lainnya terealisasi 12 bulan dengan tingkat capaian sebesar 100%

b. Program Penguatan Ideologi Pancasila dan Karakter Kebangsaan, sub kegiatan:

Pelaksanaan Koordinasi di Bidang Ideologi Wawasan Kebangsaan bela Negara Karakater Bangsa, Pembauran Kebangsaan, Bhineka Tunggal Ika dan Sejarah Kebangsaan terealisasi sebanyak 14 kegiatan dengan tingkat capaian sebesar 100%;

c. Program Pembinaan dan Pengembangan Ketahanan Ekonomi Sosial dan Budaya, sub kegiatan:

Pelaksanaan Kebijakan di Bidang Ketahanan Ekonomi, Sosial, Budaya, dan Fasilitasi Pencegahan Penyalahgunaan Narkotika, FKUB dan Penghayat Kepercayaan di Daerah, terealisasi sebanyak 5 kegiatan dengan tingkat capaian sebesar 100%;

(22)

2.2. Analisis Kinerja Pelayanan Perangkat Daerah

Capaian kinerja organisasi diukur melalui evaluasi keberhasilan pencapaian tujuan dan sasaran organisasi. Capaian kinerja pelayanan Badan Kesatuan Bangsa Dan Politik tahun 2020 dapat diketahui dari sasaran-sasaran dibawah ini :

Menciptakan stabilitas politik di masyarakat dan terpeliharanya suasana aman, nyaman dan tertib tercermin dari rata-rata capaian sasaran 98% . Capaian ini melebihi target yang telah ditetapkan untuk tahun 2019 yaitu sebesar 87%.

Dalam beberapa tahun terakhir, pada umumnya kualitas penyelenggaraan urusan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri di Kota Tegal terus menerus mengalami peningkatan. Beberapa hal yang menyebabkan adanya peningkatan kualitas penyelenggaraan perencanaan tersebut meliputi :

1. Meningkatnya intensitas keterlibatan berbagai unsur pemangku kepentingan pembangunan antara lain : DPRD, LSM, Organisasi Masyarakat, Organisasi Kepemudaan.

2. Meningkatnya kualitas Pendidikan Politik Masyarakat 3. Meningkatnya wawasan kebangsaan

4. Meningkatnya stabilitas keamanan di Daerah

5. Terbentuknya Tim Pengawasan Lembaga asing dan Orang asing yang melibatkan jajaran OPD, Kejaksaan, Polres, Kodim dan keimigrasian.

6. Terbentuknya Tim penyelenggara keamanan dalam negeri / Penanganan konflik sosial

7. Terbentuknya tim FKDM, FKUB, FORKOPIMDA

Selanjutnya dalam pencapaian kinerja pelayanan perangkat daerah Badan Kesbangpol Kota Tegal dengan 4 indikator terdiri dari Jumlah demo tertangani, Jumlah Konflik sosial tertangani, Jumlah masyarakat penerima wasbang dan Persentase masyarakat penerima pendidikan politik dapat

Peningkatan kualitas pencapaian kinerja tidak lepas dari meningkatnya kapasitas kelembagaan Badan Kesbangpol meliputi kapasitas SDM, sarana dan prasarana serta sistem perencanaan sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku, meliputi :

1. Peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui pendidikan formal , diklat, bimtek, sosialisasi dan kegiatan lainnya dibidang urusan ketahanan bangsa dan politik dalam negeri.

2. Terjalinnya mitra kerja sama Tim Terpadu PORA, FORKOPIMDA yang harmonis dibidang kamtrantibmas .

(23)

3. Fasilitasi berbagai forum multistakeholders ( FKUB, FKDM, ) di bidang Kesatuan Bangsa , Kerukunan umat beragama dan kewaspadaan dini terhadap ATGH yang berasal dari radikal kanan / kiri dan perumusan kebijakan pembangunan lainnya;

4. Meningkatnya koordinasi perencanaan intern yang mantap, sinergis, dan terpadu antara lain melalui focused group discussion (FGD); dan Forkopimda.

5. Pemanfaatan teknologi informasi dalam pengelolaan data dan informasi.

2.3. Isu isu penting penyelenggaraan tugas dan fungsi Perangkat Daerah Berdasarkan Peraturan Walikota Nomor 3 Tahun 2020 Susunan Organisasi, Kedudukan, Tugas, Fungsi dan Tata kerja Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Tegal pada pasal 6 mempunyai tugas membantu Walikota Tegal dalam melaksanakan tugas di Bidang Kesatuan Bangsa dan Politik.

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud Badan Kesatuan Bangsa Dan Politik mempunyai fungsi :

1. penyusunan kebijakan teknis di bidang kesatuan bangsa dan politik di wilayah Daerah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang- undangan ;

2. pelaksanaan kebijakan di bidang pembinaan ideologi Pancasila dan wawasan kebangsaan, penyelenggaraan politik dalam negeri dan kehidupan demokrasi, pemeliharaan ketahanan ekonomi, sosial dan budaya, pembinaan kerukunan antar suku dan intra suku, umat beragama, ras dan golongan lainnya, pembinaan dan pemberdayaan organisasi kemasyarakatan, serta pelaksanaan kewaspadaan nasional dan penangan konflik sosial di wilayah Daerah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan;

3. pelaksanaan koordinasi di bidang pembinaan ideologi Pancasila dan Wawasan kebangsaan, penyelenggaraan politik dalam negeri dan kehidupan demokrasi, pemeliharaan ketahanan ekonomi, sosial dan budaya, pembinaan kerukunan antar suku dan intra suku, umat beragama, ras dan golongan lainnya, pembinaan dan pemberdayaan organisasi kemasyarakatan, serta pelaksanaan kewaspadaan nasional dan penanganan konflik sosial di wilayah Daerah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan;

4. pelaksanaan monitoring, evaluasi dan pelaporan di bidang pembinaan ideologi Pancasila dan Wawasan kebangsaan, penyelenggaraan politik dalam negeri dan kehidupan demokrasi, pemeliharaan ketahanan

(24)

ekonomi, sosial dan budaya, pembinaan kerukunan antar suku dan intra suku, umat beragama, ras dan golongan lainnya, pembinaan dan pemberdayaan organisasi kemasyarakatan, serta pelaksanaan kewaspadaan nasional dan penangan konflik sosial di wilayah Daerah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan;

5. pelaksanaan fasilitasi forum koordinasi pimpinan daerah;

6. pelaksanaan administrasi kesekretariatan Badan;

7. pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Wali Kota sesuai dengan tugas dan fungsinya;

Tingkat capaian kinerja Kantor Kesatuan Bangsa Dan Politik Kota Tegal pada tahun 2020 adalah sebagai berikut :

1) Sasaran ”Menciptakan stabilitas politik di masyarakat dan terpeliharanya suasana aman, nyaman dan tertib” dengan IKU rata-rata pencapaian sasaran dengan tingkat capaian sebesar 100% yang artinya sasaran menciptakan stabilitas politik di masyarakat dan terpeliharanya suasana aman, nyaman dan tertib tahun 2020 Kota Tegal telah tercapai sesuai target yang ditetapkan.

2) Sasaran ”Terpeliharanya rasa persatuan dan partisipasi masyarakat dalam penyelesaian konflik sosial serta terpeliharanya kantrabtibmas di masyarakat” dengan IKU rata-rata pencapaian sasaran sebesar 100%

yang artinya sasaran Terpeliharanya rasa persatuan dan partisipasi masyarakat dalam penyelesaian konflik sosial serta terpeliharanya kantrabtibmas di masyarakat pada tahun 2020 telah tercapai sesuai dengan target yang ditetapkan.

3) Sasaran “Meningkatnya harmonisasi hubungan antara lembaga politik, Ormas, LSM dengan pemerintah” dengan IKU rata-rata pencapaian sasaran sebesar sebesar 100%, yang artinya sasaran Meningkatnya harmonisasi hubungan antara lembaga politik, Ormas, LSM dengan pemerintah Kota Tegal tahun 2020 telah tercapai sesuai target yang ditetapkan.

4) Sasaran “Terpeliharanya persatuan dan kesatuan bangsa serta meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap Ideologi Pancasila, wawasan kebangsaan dan nilai-nilai luhur budaya bangsa” dengan IKU rata –rata pencapaian sasaran sebesar 90%, yang artinya jumlah masyarakat penerima pembinaan wawasan kebangsaan di Kota Tegal tahun 2020 telah tercapai sesuai target yang ditetapkan.

(25)

Secara umum Penyelenggaraan pelayanan pemerintahan di Kota Tegal khususnya pada Badan Kesatuan Bangsa dan Politik berjalan dengan baik, Program dan kegiatan yang dilaksanakan dapat dicapai sesuai target yang diharapkan.

Keberhasilan Program pembinaan terhadap Ormas/LSM dan Pembinaan Politik salah satunya ditandai dengan tingkat partisipasi masyarakat dalam setiap pemilu / pemilukada dan terselenggaranya dengan aman, lancar dan tanpa diikuti konflik. Badan Kesbangpol Kota Tegal senantiasa melakukan pemantauan dan monitoring bersama sama dengan Tim DESK Pemilu pada setiap penyelenggaraan pemilu baik skala lokal maupun nasional.

Selama kurun waktu lima tahun, semua pemilu yang diselenggarakan berlangsung dalam suasana kondusif, sinergitas dan koordinasi yang baik selama ini terjalin sangat harmonis antara penyelenggara pemilu dan pemerintah Kota Tegal.

Berdasarkan realita kinerja Badan Kesbangpol Kota Tegal dapat diuraikan beberapa hal yang bisa diidentifikasi sebagai permasalahan yang bisa menghambat kinerja pelayanan OPD Badan Kesbangpol pada waktu mendatang 2019-2024 antara lain :

1. Bidang Ideologi :

a. Masih adanya upaya dari kelompok/Golongan yang mempertentangkan Pancasila;

b. Menurunnya pemahaman dan implementasi nilai nilai Pancasila, Demokrasi, Wawasan kebangsaan dan cinta tanah air akibat pengaruh globalisasi;

c. Sekelompok masyarakat mulai berpikir, beraksi dan berupaya menggantikan dengan sistem pemerintahan khilafah berdasarkan ajaran islam;

2. Bidang Politik :

a. Perubahan penyempurnaan Undang undang bidang politik mewarnai dinamika kehidupan / aktifitas para elite politik yang berpotensi peningkatan suhu politik dan potensi kerawanan konflik interes internal / eksternal dalam kehidupan berpolitik;

b. Pertumbuhan Partai politik mengalami peningkatan pada setiap penyelenggaraan pemilu, meskipun belum tentu lolos dalam verifikasi MENKUMHAM maupun verifikasi factual dari KPU sebagai peserta pemilu;.

(26)

c. Kontroversi fenomena GOLPUT terhadap partisipasi pemilih dalam pemilu yang muncul sebagai akibat sikap apatis dan krisis kepercayaan atas tidak terpenuhinya aspirasi;

d. Fasilitasi bagi Parpol, LSM, Ormas yang merupakan bagian dari Infrastuktur politik masih minim, yang mengakibatkan proses pendewasaan politik masyarakat relatif lambat;

e. Belum optimalnya pelaksanaan pendidikan politik terhadap masyarakat untuk membangun etika dan moral politik bangsa serta kedewasaan perilaku berdemokrasi;

f. Pemahaman politik yang rendah dan tidak merata dimasyarakat sehingga sering terjadi gesekan yang diakibatkan provokasi pihak tertentu yang mempunyai kepentingan;

3. Bidang Sektor Ekonomi

a. Dampak krisis keuangan global cukup berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi di daerah dan dapat menghambat laju pertumbuhan pembangunan daerah, daya beli masyarakat maupun terjalinnya kesenjangan sosial masyarakat. Kondisi tersebut dapat menimbulkan potensi konflik horizontal dan konflik konflik lainnya.;

b. Bertambahnya angka pengangguran akibat terjadinya PHK dari perusahaan yang mengalami kepailitan;

c. Pergeseran sistem ekonomi liberal dan kapitalis yang selama ini berjalan dianggap mampu menghadapi ekonomi global ketimbang sistim ekonomi Pancasila.

4. Bidang Sosial Budaya

a. Pengaruh media massa elektronik dan cetak dalam pengertian memberi dampak yang signifikan terhadap kehidupan masyarakat;

b. Budaya daerah dan kearifan lokal dipandang belum mampu menjadi filter dalam menghadapi pengaruh krisis global bagi bangsa;.

c. Kecenderungan melunturnya apresiasi terhadap seni dan budaya bangsa Indonesia;

d. Kecenderungan menurunnya kerukunan dan keharmonisan antar umat beragama dan penghayat kepercayaan;

e. Masih banyaknya pengguna miras, narkoba yang merugikan masyarakat;

f. Masih banyak perjudian dan penyakit masyarakat lainnya yang sering meresahkan masyarakat;

g. Nilai nilai kepedulian sosial dan kegotongroyongan kian bergeser ke individualisme dan Egoisme.

(27)

5. Bidang Kamtibmas

a. Maraknya aksi unjuk rasa yang dilakukan kelompok / Golongan masyarakat lainnya dalam menuntut berbagai keinginan;

b. Masih eksisnya gerakan / ancaman terorisme melalui aksi teror maupun gerakan kelompok radikal;

c. Lemahnya kondisi Kamtibmas yang berpotensi timbulnya konflik antar kelompok, kasus kriminalitas, diskriminasi dan kondisi Kamtibmas yang berkeadilan dan terjamin kepastian hukum.

a. Penyelenggaraan tugas dan fungsi Badan Kesatuan Bangsa Dan Politik terhadap pencapaian visi dan misi Kota Tegal dan terhadap capaian program nasional

Sebagaimana tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMD) Kota Tegal tahun 2019-2024 bahwa Visi pembangunan daerah jangka menengah Kabupaten Batang adalah :

“MENCIPTAKAN ATMOSFIR KEHIDUPAN KOTA TEGAL YANG LEBIH AGAMIS,AMAN,KREATIF, BERBUDAYA, DEMOKRASI, MELINDUNGI HAK – HAK ANAK DAN PEREMPUAN UNTUK KESETARAAN SERTA KEADILAN GENDER”

Perwujudan visi pembangunan ditempuh melalui misi untuk memberikan arah dan batasan proses pencapaian tujuan, maka ditetapkan 4 (empat) Misi Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Batang 2017-2022 sebagai berikut:

1. Meningkatkan kualitas pelayanan publik dengan tata kelola pemerintahan berbasis Smart City yang didukung pengembangan kerjasama.

2. Meningkatkan kualitas pembangunan sumber daya manusia seutuhnya melalui optimalisasi gerakan pemberdayaan masyarakat di berbagai bidang secara terpadu.

3. Meningkatkan pengembangan perekonomian daerah secara berkelanjutan didukung infrastruktur dan kawasan berkualitas yang ramah lingkungan dengan tetap menerapkan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan.

4. Meningkatkan keamanan, ketentraman dan kerukunan (kondusifitas daerah) bagi pelaksanaan pembangunan didukung dengan pengamalan ajaran keagamaan dan nilai-nilai budaya luhur.

Berkaitan dengan Visi dan Misi pembangunan daerah Kota Tegal tersebut, maka Badan Kesatuan Bangsa Dan Politik sebagai salah satu Perangkat Daerah di lingkup Pemerintah Daerah Kota Tegal, dalam

(28)

melaksanakan tugas dan fungsinya untuk menyusun kebijakan perencanaan pembangunan, penelitian dan pengembangan daerah, mempunyai peran penting mendukung pencapaian Visi dan seluruh Misi pembangunan Kabupaten Batang selama 5 (lima) tahun kedepan. Namun demikian, dukungan Badan Kesatuan Bangsa Dan Politik lebih dititik beratkan pada pencapaian misi 2 (dua) Walikota Tegal yaitu “Menciptakan atmosfir kehidupan Kota Tegal yang lebih agamis, aman, kreatif, berbudaya, demokrasi, Melindungi hak-hak anak dan perempuan untuk kesetaraan serta keadilan gender”

Sebagaimana telah diuraikan diatas bahwa visi, misi yang tertuang dalam RPJMD 2019-2024 Kota Tegal merupakan target capaian yang menjadi keinginan dan cita-cita serta impian yang akan diwujudkan oleh Bupati dan Wakil Bupati Batang dalam 5 (lima) tahun kedepan, yang selanjutnya dijabarkan ke dalam tujuan, sasaran serta program prioritas untuk mencapainya. Sehubungan dengan hal tersebut maka penyelenggaraan tugas dan fungsi Badan Kesatuan Bangsa Dan Politik sebagai pelaksana fungsi penunjang pemerintahan bidang Perencanaan dan Litbang berperan besar dalam penyusunan kebijakan perencanaan yang menentukan keberhasilan pencapaian tujuan dan sasaran pembangunan daerah Kota Tegal serta kebijakan dalam kelitbangan uatamanya dalam rangka mendorong inovasi daerah sebagai salah satu faktor pengungkit daya saing daerah.

b. Tantangan yang dihadapi dalam pelayanan Perangkat Daerah

Dalam upaya meningkatkan kinerja Badan Kesatuan Bangsa Dan Politik kurun waktu lima tahun kedepan perlu mengetahui seperti apa dinamika tantangan dan peluang yang ada guna mempertajam kebijakan Badan Kesatuan Bangsa Dan Politik untuk mendukung pencapaian target dan sasaran RPJMD Kota Tegal. Analisis terhadap lingkungan internal meliputi analisis kekuatan dan kelemahan yang dihadapi Badan Kesatuan Bangsa Dan Politik dalam melaksanakan tugas dan fungsinya yaitu:

1) Kekuatan

Berdasarkan hasil analisis terhadap faktor internal, teridentifikasi beberapa kekuatan yang harus dimanfaatkan secara baik, antara lain:

a) Lokasi Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Tegal yang strategis sehingga mudah dijangkau masyarakat

b) Situasi kerja yang harmonis

(29)

c) Hubungan dengan stakeholder, masyarakat, tokoh masyarakat, tokoh agama yang relatif baik

d) Jaringan Informasi dan komunikasi yang memadai 2) Kelemahan

Disamping kekuatan tersebut, terdapat berbagai kelemahan internal yang harus diminimalisir serendah mungkin, antara lain:

a) Kuantitas dan kualitas SDM belum sesuai dengan beban kerja

b) Ketersediaan sarana dan prasarana yang belum mencukupi dan belum mampu mendukung operasional pelaksanaan tupoksi

Dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Tegal menghadapi tantangan antara lain :

a) Mengantisipasi peningkatan aksi kriminalitas yang disebabkan oleh kondisi Pandemi COVID-19;

b) Meningkatkan kemampuan maupun ketersediaan teknologi untuk menyongsong fase “New Normal”;

c) Menyusun inovasi pelayanan, yaitu menciptakan dan memelihara kondusivitas wilayah, selama masa Pandemi COVID-19.

d) Makin meningkatnya orang asing yang bekerja dan berdomisili di wilayah Kota Tegal yang memerlukan pengawasan intensif.

Sedangkan peluang yang dimiliki antara lain :

a) Dukungan anggaran dari Pemerintah Kota Tegal untuk memfasilitasi penyelenggaraan pelayanan kepada masyarakat;

b) Kerjasama dan kemitraan yang dijalin dengan intansi vertikal di daerah dalam mendukung upaya menciptakan dan memelihara kondusivitas wilayah Kota Tegal;

c) Jalinan komunikasi dengan organisasi/lembaga swadaya masyarakat, tokoh agama, tokoh masyarakat, aparatur negara di tingkat kecamatan maupun kelurahan serta tokoh pemuda untuk mencegah penyebarluasan penyebaran COVID-19;

d) Media sosial yang dimiliki oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Tegal dapat digunakan sebagai media sosialisasi, baik untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap berbagai aksi kriminalitas di wilayah masing-masing, meng-counter informasi hoax yang beredar di masyarakat, maupun sosialisasi informasi yang berkaitan dengan Pandemi COVID-19.

(30)

c. Rekomendasi dan catatan yang strategis untuk ditindaklanjuti dalam perumusan program dan kegiatan

Formulasi isu-isu penting yang perlu ditindaklanjuti dalam perumusan program dan kegiatan prioritas Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Tegal tahun 2022 :

a) Rekomendasi Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Tegal. Adapun rekomendasi yang dapat disampaikan adalah sebagai berikut :

1. Mengingat pandemi COVID-19 memiliki pengaruh terhadap peningkatan aksi kriminalitas maka yang terjadi di Kabupaten Batang maka upaya-upaya penurunan angka kriminalitas perlu lebih mendapatkan perhatian;

2. Pandemi COVID-19 memunculkan fase baru, yaitu fase “New Normal”. Oleh karena itu, perlu disusun formulasi baru atau inovasi terhadap pelaksanaan kegiatan-kegiatan dalam upaya menciptakan dan memelihara kondusivitas wilayah di era “New Normal”;

3. Diperkirakan virus COVID-19 belum sepenuhnya hilang pada tahun 2022 mendatang. Oleh karena itu, untuk mencegah penyebarluasan virus COVID-19, diperlukan gerakan yang lebih terkoordinir.

b) Catatan Strategis

Catatan strategis untuk ditindaklanjuti dalam perumusan program dan kegiatan prioritas Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Tegal di tahun 2022 dapat disampaikan sebagai berikut :

1. Untuk mengantisipasi peningkatan aksi kriminalitas di Kota Tegal yang berpotensi meningkat, sehubungan dengan merebaknya virus COVID-19 maka pemberdayaan masyarakat untuk menjaga kondusivitas di wilayahnya masing-masing. Oleh karena itu, perlu dilakukan sosialisasi ke semua wilayah kecamatan guna meningkatkan kewaspadaan masyarakat di wilayah masing-masing.

Sosialisasi tentunya diselenggarakan dengan protokol kesehatan yang ketat sesuai aturan ataupun sosialisasi jarak jauh dengan memanfaatkan teknologi informasi.

2. Upaya mengantisipasi aksi kriminalitas perlu melibatkan instansi vertikal di daerah. Oleh karena itu, Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Kota Tegal perlu diaktifkan kembali di tahun 2022.

3. Perkembangan situasi Covid 19 jika terus meningkat daya beli masyarakat menurun dan sangat mempengaruhi ekonomi. Indonesia turun 66% dan Jawa Bali turun 75% , kasus aktif turun 52%. Strategi

(31)

penanganan dengan penerapan 3M, vaksinansi ditingkatkan. Dalam mensosialisasikan perlu mengoptimalkan peran dan fungsi forum- forum yang bermitra dengan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Tegal, seperti Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM), serta melibatkan organisasi kemasyarakatan, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tokoh pemuda di Kota Tegal.

Isu-isu penting dalam penyelenggaraan tugas dan fungsi perangkat daerah untuk ditindaklanjuti dalam penyusunan program dan kegiatan prioritas tahun 2021 antara lain :

1) Untuk pencapaian 5 (lima) prioritas pembangunan daerah Kota Tegal tahun 2022, utamanya terkait penanganan COVID-19 serta pemulihan ekonomi dampak pandemi COVID-19, dibutuhkan mekanisme koordinasi yang tepat dalam rangka mendorong perencanaan dan penganggaran berbasis kinerja yang optimal serta evaluasi capaian program dan kegiatan secara berkala.

2) Peningkatan kualitas perencanaan sehingga mampu menjawab permasalahan pembangunan, serta optimalisasi pemanfaatan teknologi informasi melalui sistem informasi yang terintegrasi dari perencanaan, penganggaran, evaluasi dan pelaporan.

3) Penyediaan data dan informasi untuk kebutuhan penyusunan perencanaan pembangunan yang lengkap, akurat dan terkini.

4) Cakupan tugas dan fungsi yang luas antara bidang dan fungsi yang ditangani, belum didukung dengan jumlah dan kompetensi SDM yang optimal di masing-masing bidang, sehingga memerlukan strategi khusus agar pelaksanaan tupoksi dapat terselenggara dengan baik serta perlu didukung keberadaan fasilitas dan anggaran yang dikelola dengan baik.

5) Kebutuhan terhadap kajian/penelitian terkait kondisi sosial ekonomi masyarakat dan pembangunan masih cukup tinggi, serta perlunya peningkatan inovasi daerah dalam rangka penguatan daya saing daerah.

2.4. Review terhadap Rancangan Awal RKPD Tahun 2022

Penyusunan RKPD tahun 2022 merupakan penjabaran dari RPJMD Kota Tegal tahun 2019-2024. RKPD yang telah ditetapkan digunakan sebagai landasan penyusunan KUA dan PPAS dalam rangka penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah. RKPD yang telah ditetapkan dengan peraturan kepala daerah digunakan sebagai bahan

(32)

evaluasi rancangan Peraturan Daerah tentang APBD guna memastikan APBD telah disusun berlandaskan RKPD.

Guna menghasilkan suatu rencana kerja OPD yang selaras dengan rencana kerja Pemerintah Daerah, maka diperlukan suatu telaahan (review) terhadap rancangan awal penyusunan Rencana Kerja Perangkat Daerah (RKPD) Kota Tegal Tahun 2022

Selanjutnya berdasarkan review terhadap rancangan awal RKPD tahun 2022 dapat dijelaskan sebagai berikut :

1. Berdasarkan Matrik RKPD Final Tahun Perencanaan 2022 kebutuhan Pagu Indikatif Tahun Anggaran 2022 sebesar Rp 6.427.522.124,-

2. Program kerja yang direncanakan tahun 2022 sebagai berikut :

a. Program Penunjang Urusan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota terdiri dari 6 kegiatan dan 15 sub kegiatan

b. Program Penguatan Ideologi Pancasila dan karakter Kebangsaan, terdiri dari 1 kegiatan dan 1 sub kegiatan

c. Program peningkatan peran partai politik dan lembaga pendidikan melalui pendidikan politik dan pengembangan etika serta budaya politik terdiri dari 1 kegiatan dan 3 sub kegiatan

d. Program Pemberdayaan dan Pengawasan Organisasi Kemasyarakatan terdiri dari 1 kegiatan dan 1 sub kegiatan

e. Program Pembinaan dan Pengembangan Ketahanan Ekonomi, Sosial dan Budaya terdiri dari 1 kegiatan dan 1 sub kegiatan

f. Program peningkatan kewaspadaan Nasional dan Peningkatan kualitas dan Fasilitasi Penanganan konflik sosial terdiri dari 1 kegiatan dan 1 sub kegiatan

3. Berdasarkan hasil analisis kebutuhan Pagu dan Rencana Pagu Anggaran Tahun 2022 sebesar Rp.6.427.522.124,- rancangan awal dengan hasil analisis kebutuhan pagu anggaran yang ditetapkan adalah menyesuaikan kapasitas kemampuan riil keuangan daerah berdasarkan prioritas program/kegiatan. Selanjutnya untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Tabel T-C 31 tentang review terhadap rancangan awal RKPD tahun 2022.

(33)

Tabel T-C.31.

Review terhadap Rancangan Awal RKPD Tahun 2022 Kota Tegal

Nama Perangkat Daerah : Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Tegal

No Rancangan Awal RKPD Hasil Analisis Kebutuhan Catatan

Penting Program/ Kegiatan Lokasi Indikator Kinerja Target

Capaian Pagu

Indikatif Program/

Kegiatan Lokasi Indikator Kinerja Target

Capaian Kebutuhan Dana

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12

1 Program Penunjang Urusan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota

Kota

Tegal Persentase unit kerja internal yang terlayani

12 bulan 2.820.572.12

4 Program

Penunjang Urusan Pemerintahan Daerah

Kabupaten/Kota

Kota

Tegal Persentase unit kerja internal yang terlayani

12 bulan 2.820.572.

124

Perencanaan, Penganggaran, dan evaluasi Kinerja Perangkat Daerah

Kota

Tegal Persentase unit kerja internal yang terlayani

2 dokumen

3.240.000 Perencanaan, Penganggaran, dan evaluasi Kinerja Perangkat Daerah

Kota

Tegal Persentase unit kerja internal yang terlayani

2 dokumen

3.240.000 Dok.

Renja dan LKJiP

Perencanaan, Penganggaran, dan Evaluasi Kinerja Perangkat Daerah

Kota

Tegal Jumlah dokumen laporan Renja dan LKJiP capaian kinerja dan ikhtisar realisasi kinerja OPD yang disusun

2

dokumen 3.240.000 Perencanaan, Penganggaran, dan Evaluasi Kinerja Perangkat Daerah

Kota

Tegal Jumlah dokumen laporan Renja dan LKJiP capaian kinerja dan ikhtisar realisasi kinerja OPD yang disusun

2

dokumen 3.240.000

(34)

Administrasi Keuangan Perangkat Daerah

Kota

Tegal Persentase unit kerja internal yang terlayani

12 bulan 2.087.095.62

4 Administrasi Keuangan

Perangkat Daerah

Kota

Tegal Persentase unit kerja internal yang terlayani

12 bulan 2.087.095.

624 Penyediaan Gaji dan

Tunjangan ASN

Kota

Tegal Jumlah gaji dan tunjangan ASN yang dibayar

12 bulan 2.052.895.62 4

Penyediaan Gaji dan Tunjangan ASN

Kota

Tegal Jumlah gaji dan tunjangan ASN yang dibayar

12 bulan 2.052.895.

624

Pelaksanaan Penatausahaan dan Pengujian/Verifikasi Keuangan SKPD

Kota

Tegal Jumlah tunjangan pengelola

keuangan yang dibayarkan

12 bulan 34.200.000 Pelaksanaan Penatausahaan dan

Pengujian/Verifikasi Keuangan SKPD

Kota Tegal

Jumlah tunjangan pengelola

keuangan yang dibayarkan

12 bulan 34.200.000

(35)

No

Rancangan Awal RKPD Hasil Analisis Kebutuhan

Catatan Penting Program/ Kegiatan Lokasi Indikator Kinerja Target

Capai

an Pagu Indikatif Program/ Kegiatan Lokasi Indikator Kinerja Target

Capaian Kebutuhan Dana

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12

Administrasi Barang Milik Daerah pada Perangkat Daerah

Kota

Tegal Persentase unit kerja internal yang terlayani

12 bulan

3.300.000 Administrasi

Barang Milik Daerah pada Perangkat Daerah

Kota

Tegal Persentase unit kerja internal yang terlayani

12 bulan 3.300.000

Penatausahaan Barang Milik Daerah pada SKPD

Kota

Tegal Jumlah

Penatausahaan Barang Milik Daerah yang dibayar

12 bulan

3.300.000 Penatausahaan Barang Milik Daerah pada SKPD

Kota Tegal

Jumlah

Penatausahaan Barang Milik Daerah yang dibayar

12 bulan 3.300.000

Referensi

Dokumen terkait

Program Peningkatan Peran Partai Politik Dan Lembaga Pendidikan Melalui Pendidikan Politik Dan Pengembangan Etika Serta Budaya Politik pada Kegiatan Perumusan Kebijakan Teknis

Pelaksanaan Kebijakan Di Bidang Pendidikan Politik, Etika Budaya Politik, Peningkatan Demokrasi, Fasilitasi Kelembagaan Pemerintahan , Perwakilan dan Partai Politik,

Bidang Politik Dalam Negeri dan Organisasi Kemasyarakatan bertugas melaksanakan sebagian tugas Badan Kesatuan Bangsa dan Politik di bidang pendidikan politik, etika budaya

Teknik ekstraksi merupakan suatu teknik untuk menyalin bagian-bagian teks yang paling penting atau paling informatif dari teks sumber menjadi sebuah ringkasan,

 Melaksanakan penilaian dan refleksi dengan mengajukan pertanyaan atau tanggapan peserta didik dari kegiatan yang telah dilaksanakan sebagai bahan masukan untuk perbaikan

Nama Kegiatan 5 (Eselon IV) : Pelaksanaan Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan di Bidang Pendidikan Politik, Etika Budaya Politik, Peningkatan Demokrasi, Fasilitasi

Pendidikan politik Masyarakat dengan indikator kinerja diarahkan pada fasilitasi partai politik dan pemilihan umum serta fasilitasi kelembagaan yang meliputi

Di dalam masyarakat, pemuda merupakan satu identitas yang potensial sebagai penerus cita-cita perjuangan bangsa dan sumber insani bagi pembangunan bangsanya karena pemuda