RENCANA STRATEGIS
DIREKTORAT DIPLOMASI PUBLIK 2020 -2024
DIREKTORAT JENDERAL INFORMASI DAN DIPLOMASI
PUBLIK
Draf 5, 22 januari 2021
KATA PENGANTAR
Segala puji dan syukur kami haturkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas rahmat dan karuniaNya, Direktorat Diplomasi Publik menyelesaikan Rencana Strategis Direktorat Diplomasi Publik (Renstra) tahun 2020-2024. Penyusunan Renstra merupakan salah satu perwujudan dan komitmen Direktorat Diplomasi Publik dalam menjalankan tugas dan fungsi pemerintahan di bidang hubungan luar negeri RI dalam lingkup upaya peningkatan citra positif Indonesia serta dalam mewujudkan manajemen pemerintahan yang efektif, transparan dan akuntabel.
Rencana Strategis Direktorat Diplomasi Publik disusun berdasarkan Rencana Strategis Direktorat Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik dan Kementerian Luar Negeri, yang mengacu pada Peraturan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2019 tentang Tata Cara Penyusunan Rencana Strategis Kementerian/Lembaga Tahun 2020-2024.
Dalam Rencana Strategis Direktorat Diplomasi Publik Tahun 2020 – 2024 ditegaskan Visi Direktorat Tahun 2020 - 2024, yaitu "Menjadi penjuru penguatan citra positif Indonesia melalui Peningkatan Diplomasi Publik” yang disertai dengan penjabaran misi, tujuan, sasaran strategis, target kinerja serta pendanaan yang diperlukan. Proses pencapaian visi dan misi ini dilaksanakan melalui koordinasi dan kerja sama dengan berbagai pihak terkait. Pelaksanaan misi dengan sasaran strategis akan dipantau melalui mekanisme monitoring dan evaluasi yang dilakukan berbagai pihak antara lain Kementerian Luar Negeri, Kementerian Bappenas serta Kementerian Keuangan.
Akhir kata, kami sampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan tulus kepada seluruh staf di Direktorat Diplomasi Publik serta semua pihak yang telah berpartisipasi aktif dalam penyusunan Rencana Strategis Direktorat Diplomasi Publik Tahun 2020-2024. Kami berharap Renstra ini dapat dijadikan acuan dan dasar pelaksanaan kegiatan di seluruh Subdit di Direktorat Diplomasi Publik dalam 5 (lima) tahun mendatang, sehingga menjadi terarah dan tersinergi dengan baik. Selain itu, Renstra dapat dijadikan sebagai pedoman dalam mengukur dan menilai kinerja Direktorat Diplomasi Publik dalam upaya meningkatkan citra Indonesia secara positif.
Jakarta, 24 Januari 2021
Direktur Diplomasi Publik
Yusron B. Ambary
ANALISIS STRENGTHS, WEAKNESS, OPPORTUNITIES, THREATS (SWOT) ... 1
A. TABEL ANALISIS SWOT ... 1
B. ANALISIS KEKUATAN DAN KELEMAHAN ... 2
C. ANALISIS PELUANG DAN HAMBATAN ... 4
BAB II ... 5
VISI, MISI,TUJUAN, SASARAN STRATEGIS ... 5
II.1 VISI DIREKTORAT DIPLOMASI PUBLIK ... 5
II. 2 MISI DIREKTORAT DIPLOMASI PUBLIK ... 5
II.3. TUJUAN DIREKTORAT DIPLOMASI PUBLIK ... 6
II.4 SASARAN STRATEGIS DIREKTORAT DIPLOMASI PUBLIK ... 8
LAMPIRAN 1: MATRIKS STRATEGI DIREKTORAT DIPLOMASI PUBLIK ... 9
LAMPIRAN 2: MATRIKS TARGET KINERJA DIREKTORAT DIPLOMASI PUBLIK ... 12
1 BAB I
ANALISIS STRENGTHS, WEAKNESS, OPPORTUNITIES, THREATS (SWOT)
Selaras dengan visi, misi, tujuan Direktorat Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik yaitu Menjadi Penjuru Penguatan Citra Positif Indonesia, Direktorat Diplomasi Publik memiliki visi “Menjadi Penjuru Penguatan Citra Positif Indonesia Melalui Peningkatan Diplomasi Publik”.
Pencapaian visi tersebut dilakukan dengan berbagai misi dan tujuan yang ditetapkan berdasarkan mandat tugas, mandat peraturan perundang-undangan dan standar yang berlaku. Dalam rangka pencapaian visi ini perlu diformulasikan analisis internal dan eksternal yang dapat memberikan masukan strategis dalam penyusunan misi, sasaran dan target kinerja. Analisis internal dan eksternal akan melihat pada potensi, kelemahan, peluang serta hambatan yang dihadapi.
A. TABEL ANALISIS SWOT STRENGTHS (S)
Faktor Kekuatan Internal WEAKNESSES (W) Faktor Kelemahan Internal S.1 Kemlu sebagai koordinator
perumusan dan pelaksanaan politik luar negeri termasuk isu-isu diplomasi publik;
W.1 Ketersediaan Sumber Daya Manusia baik dari segi jumlah maupun kualifikasi;
S.2 Aset-aset diplomasi publik Indonesia sebagai soft power diplomacy yang diakui oleh dunia internasional;
W.2 Kemlu belum memiliki grand strategy terkait dengan Diplomasi Publik sehingga kegiatan bersifat rutin, sporadis dan munculnya banyak kegiatan yang tidak direncanakan sebelumnya (pop-up events);
S.3 Berbagai kegiatan diplomasi publik dapat menjadi wadah untuk menyuarakan kepentingan nasional;
W.3 Belum adanya kesepakatan prioritas kegiatan diplomasi publik untuk memenuhi tingginya permintaan pemangku kepentingan terhadap isu diplomasi publik;
S.4 Ruang lingkup isu yang ditangani tidak terbatas hanya pada suatu kawasan sehingga dapat melibatkan pemangku kepentingan baik di dalam maupun di luar negeri;
W.4 Kontribusi MILN terhadap pembangunan Indonesia belum maksimal karena belum didukung oleh data akurat serta anggaran, kelembagaan dan SDM yang kuat;
S.5 Memiliki berbagai jaringan kelompok diaspora Indonesia di luar negeri yang menjadi mitra kerja Pemerintah Indonesia;
W.5 Sarana dan prasarana yang belum menunjang khususnya Teknologi Informasi.
S.6 Kerja sama dan koordinasi tim yang baik dalam pelaksanaan tugas-tugas diplomasi publik.
OPPORTUNITIES (O)
Faktor Peluang Eksternal THREATS (T)
Faktor Ancaman Eksternal O.1 Terdapat upaya peningkatan peran
kekoordinatoran Kemlu c.q. Ditjen IDP dalam diplomasi soft power melalui penyusunan Grand Design Diplomasi Soft Power Indonesia;
T.1 Perkembangan isu-isu global yang dapat mempengaruhi pelaksanaan politik luar negeri RI terjadi dengan sangat cepat, terutama akibat pesatnya perkembangan Teknologi Informasi;
O.2 Tingginya antusiasme para pemangku kepentingan (akademisi, tokoh agama, masyarakat madani,
T.2 Pandangan negatif dari pihak-pihak tertentu terhadap isu penguatan nilai- nilai demokrasi, toleransi antar umat
media, pemuda, dsb.) dalam mendukung diplomasi publik;
beragama, dan perekonomian yang selama ini menjadi aset diplomasi publik;
O.3 Adanya pengakuan dunia internasional terhadap aset-aset diplomasi publik Indonesia yang ditunjukkan dengan tingginya partisipasi dalam kegiatan-kegiatan diplomasi publik seperti Bali Democracy Forum, BSBI, OYTW, Community Outreach Museum KAA, DLA, public lecture, UFTR, dan DT;
T.3 Belum adanya persepsi yang sama mengenai pentingnya aset-aset diplomasi publik sebagai soft power diplomacy termasuk pemberdayaan MILN diantara K/L;
O.4 Pelaksanaan demokrasi di Indonesia yang telah diakui sebagai salah satu yang terbesar dan terkompleks di dunia, telah berjalan dengan relatif lancar dalam beberapa tahun terakhir, menjadi modal/aset diplomasi publik yang dapat meningkatkan peran dan pengaruh Indonesia di dunia internasional;
T.4 Kurangnya pemahaman masyarakat Indonesia terhadap pelaksanaan dan hasil-hasil diplomasi;
O.5 Diplomasi ekonomi dan pemberdayaan masyarakat di luar negeri/diaspora Indonesia merupakan salah satu prioritas utama Pemerintah RI.
T.5 Belum maksimalnya pemahaman K/L terkait dan pemerintah daerah terhadap prosedur pelaksanaan dan hasil-hasil diplomasi;
T.6 Ancaman Pandemi Covid-19 yang
diprediksi masih akan berlangsung beberapa tahun kedepan serta sorotan negatif akan penanganan Covid-19 dalam negeri akan kegiatan- kegiatan yang direncanakan;
T.7 Ekosistem aset soft power yang belum
ditangani dengan optimal dalam negeri.
B. ANALISIS KEKUATAN DAN KELEMAHAN
Direktorat Diplomasi Publik memiliki tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan di bidang penyelenggaraan diplomasi publik untuk mendapatkan dukungan publik di dalam dan luar negeri terhadap pelaksanaan politik luar negeri di bidang politik, keamanan, ekonomi, pembangunan, sosial budaya, dan pemberdayaan masyarakat Indonesia di luar negeri, serta isu aktual dan strategis.
Dalam menjalankan tugas tersebut, beberapa kekuatan yang dimiliki Direktorat Diplomasi Publik antara lain:
1) Kemlu sesuai dengan UU No 37 Tahun 1999 merupakan penjuru pelaksanaan hubungan luar negeri hal ini mencakup semua bentuk hubungan luar negeri baik berupa negara dengan negara, negara dengan pihak non-negara, dan mendukung people to people antara WNI dengan warga asing. Isu Diplomasi publik terkini banyak tercakup dalam hubungan antara people to people contact dimana Direktorat Diplomasi Publik adalah salah satu penjurunya;
Draf 5, 23 januari 2021
3
2) Aset-Aset Diplomasi Publik Indonesia sebagai soft power diplomacy yang diakui oleh dunia Internasional dalam bidang diaspora Indonesia, kepemudaan, penyiaran, media; bidang sosial dan budaya; kebijakan luar negeri; dan di bidang ekonomi. Hal ini membantu Pemerintah Indonesia untuk dapat memanfaatkan aset-aset yang luas tersebut untuk mendekati negara mitra atau publik di negara lain untuk menyampaikan pesan positif mengenai Indonesia;
3) Dengan banyaknya kegiatan diplomasi publik dengan menggunakan aset-aset soft power tersebut, hal ini dipercaya dapat mempengaruhi konstituen asing maupun dalam negeri untuk mendukung kepentingan nasional;
4) Ruang lingkup yang luas dan multi-dimensi dari Diplomasi Publik membuat Direktorat Diplomasi Publik aktif bekerja sama dengan instansi ataupun lembaga lain, baik dalam negeri maupun luar negeri, untuk menyampaikan pesan atau kepentingan nasional Indonesia;
5) Jaringan diaspora yang tersebar di luar negeri merupakan aset yang bisa digarap terutama dalam menyampaikan kepentingan nasional Indonesia.
Diaspora Indonesia di luar negeri juga banyak yang memiliki keterampilan profesional maupun sosial budaya, seni, dan kuliner yang dapat menjadi aset bangsa dalam menggemakan budaya Indonesia dan aset soft power lainnya;
6) Dengan kerja sama dan kekuatan SDM dari Direktorat Diplomasi Publik memungkinkan pelaksanaan berbagai program dengan cakupan yang luas.
Terdapat banyak kegiatan yang tidak bisa ditangani oleh satu sub direktorat sehingga membutuhkan kerja sama lintas sub direktorat.
Selain kekuatan yang dimiliki, peran Direktorat Diplomasi Publik dalam menjadi penjuru penguatan citra positif indonesia melalui peningkatan diplomasi publik masih menghadapi beberapa kelemahan, antara lain:
1) Kemlu belum memiliki grand strategy terkait dengan Diplomasi Publik sehingga kegiatan bersifat rutin, sporadis dan muncul banyak kegiatan yang tidak direncanakan sebelumnya (pop-up events). Hal ini mempersulit pembuatan rancangan program diplomasi publik yang menjadi dasar program penguatan citra positif Indonesia;
2) Belum adanya kesepakatan prioritas program kegiatan diplomasi publik untuk memenuhi tingginya permintaan pemangku kepentingan terhadap isu diplomasi publik. Dengan banyaknya aset soft power yang dimiliki, diperlukan perencanaan yang matang yang melibatkan banyak instansi terkait untuk penentuan prioritas;
3) Belum terpenuhinya jumlah dan kualifikasi SDM sesuai dengan formasi yang ada. Keterbatasan jumlah dan kualitas SDM dalam jangka panjang dapat berkontribusi pada kurang optimalnya pelaksanaan kegiatan yang telah direncanakan dan dapat membebani subdit lain dikarenakan kegiatan tersebut membutuhkan manpower yang tidak sedikit;
4) Kontribusi MILN terhadap pembangunan Indonesia belum maksimal karena belum didukung oleh data akurat serta anggaran, kelembagaan dan SDM yang kuat. Sampai saat ini belum terdapat data yang secara jelas dapat mengidentifikasi jumlah diaspora Indonesia di luar negeri dan kurangnya
dukungan secara SDM dan finansial kelembagaan untuk menangani diaspora tersebut;
5) Keterbatasan sarana dan prasarana seperti laptop, komputer dan printer yang sudah outdated dan kurangnya kepemilikan perangkat lunak yang mendukung proses kreasi dan penyebaran informasi. Diplomasi Publik masih memiliki laptop, komputer, dan printer yang kurang beroperasi dengan optimal yang dapat menghambat proses kerja. Selain itu, seiring dengan pentingnya penggunaan platform digital yang semakin masif, menuntut kepemilikan beberapa perangkat lunak yang dapat menunjang proses kreatif dalam desain presentasi, ataupun proses penyebaran informasi dan promosi secara digital.
C. ANALISIS PELUANG DAN HAMBATAN
Sebagai unit kerja yang memiliki tugas di bidang peningkatan citra Indonesia dengan cakupan yang luas, secara eksternal Direktorat Diplomasi Publik dapat memanfaatkan peluang yang dapat mendukung misi dari Diplomasi Publik tersebut.
Sebagai negara yang memiliki banyak aset soft power, Indonesia mendapatkan pengakuan internasional terhadap aset-aset diplomasi publik Indonesia yang ditunjukkan dengan tingginya partisipasi dalam kegiatan-kegiatan diplomasi publik seperti Bali Democracy Forum, Beasiswa Seni dan Budaya Indoneesia, Outstanding Youth for The World, Community Outreach Museum KAA, Dialog Lintas Agama, public lecture, Update from The Region, dan Diplomatic Tour.
Namun demikian, terdapat beberapa hambatan dari pihak eksternal yang dapat mempengaruhi terlaksananya tugas layanan Diplomasi Publik, antara lain:
1) Perkembangan isu-isu global yang dapat mempengaruhi pelaksanaan politik luar negeri RI terjadi dengan sangat cepat, terutama akibat pesatnya perkembangan Teknologi Informasi. Hal ini terefleksi dalam beberapa isu seperti sawit dimana Indonesia mendapatkan citra negatif dari komoditas unggulan tersebut.
2) Adanya pandangan negatif dari pihak-pihak tertentu terhadap isu penguatan nilai-nilai demokrasi, toleransi antar umat beragama, dan perekonomian yang selama ini menjadi aset diplomasi publik, dapat menurunkan reputasi Indonesia.
3) Belum adanya persepsi yang sama mengenai pentingnya aset-aset diplomasi publik sebagai soft power diplomacy termasuk pemberdayaan MILN diantara K/L.
Hal ini terefleksi dengan belum ditindaklanjutinya implementasi fasilitas bagi MILN sesuai Perpres 76 tahun 2017 oleh K/L terkait.
4) Kurangnya pemahaman masyarakat Indonesia terhadap pelaksanaan dan hasil- hasil diplomasi dan belum maksimalnya pemahaman K/L terkait dan pemerintah daerah terhadap prosedur pelaksanaan dan hasil-hasil diplomasi.
5) Ancaman Pandemi Covid-19 yang diprediksi masih akan berlangsung beberapa tahun kedepan serta sorotan negatif akan penanganan Covid-19 dalam negeri dapat menghambat kegiatan-kegiatan yang direncanakan Direktorat Diplomasi Publik.
6) Ekosistem aset soft power yang belum ditangani dengan optimal oleh pemangku kepentingan dalam negeri sebagaimana terefleksi dari hasil penyelenggaraan FGD soft power Indonesia.
Draf 5, 23 januari 2021
5 BAB II
VISI, MISI, TUJUAN, SASARAN STRATEGIS
II.1 VISI DIREKTORAT DIPLOMASI PUBLIK
Direktorat Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik adalah pelaksana tugas di bidang penyelenggaraan hubungan dan kebijakan luar negeri pada tahun 2020- 2024 dengan visi “Menjadi penjuru penguatan citra positif Indonesia”.
Selaras dengan visi Direktorat Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik, Direktorat Diplomasi Publik sebagai Unit Kerja Eselon II yang menyelenggarakan tugas di bidang penyelenggaraan hubungan dan kebijakan luar negeri memiliki visi dalam periode 2020 - 2024, yaitu:
"Menjadi Penjuru Penguatan Citra Positif Indonesia Melalui Peningkatan Diplomasi Publik”.
Penjuru adalah garda terdepan, lokomotif, dan peran koordinator.
Penguatan adalah menjadikan lebih kuat dari kondisi sebelumnya.
Citra positif Indonesia adalah persepsi positif yang dipercayai/diyakini aktor lain terhadap Indonesia yang didasarkan kepada pola perilaku yang ditunjukkan Indonesia dalam pergaulan internasional.
Peningkatan adalah menjadikan lebih baik dari kondisi sebelumnya.
Diplomasi Publik adalah adalah upaya pemerintah untuk mempengaruhi publik asing maupun domestik melalui pemanfaatan aset-aset soft power dalam rangka mencapai dan mempertahankan kepentingan nasional.
II.2 MISI DIREKTORAT DIPLOMASI PUBLIK
Sebagai upaya mencapai visi yang ditetapkan, Direktorat Diplomasi Publik menetapkan tiga misi yang akan dilaksanakan dalam kurun waktu 2020 - 2024, sebagai berikut:
Meningkatkan adalah menjadikan lebih baik dari kondisi sebelumnya.
Promosi adalah memperkenalkan atau menunjukan.
Aset-aset Diplomasi Publik adalah segala sumber daya yang dapat mendukung upaya pemerintah untuk mempengaruhi publik asing maupun domestik melalui pemanfaatan aset-aset soft power dalam rangka mencapai dan mempertahankan kepentingan nasional.
Meningkatkan adalah menjadikan lebih baik dari kondisi sebelumnya.
Dukungan adalah memberikan sokongan baik dalam proses ataupun cara.
Konstituen domestik/internasional adalah pemangku kepentingan misi Diplomasi Publik yang berada di dalam negeri maupun luar negeri.
Negara Sahabat adalah negara mitra Indonesia.
Aset-aset Diplomasi Publik adalah segala sumber daya yang dapat mendukung upaya pemerintah untuk mempengaruhi publik asing maupun domestik melalui pemanfaatan aset-aset soft power dalam rangka mencapai dan mempertahankan kepentingan nasional.
Meningkatkan adalah menjadikan lebih baik dari kondisi sebelumnya.
Citra positif Indonesia adalah persepsi positif yang dipercayai/diyakini aktor lain terhadap Indonesia yang didasarkan kepada pola perilaku yang ditunjukkan Indonesia dalam pergaulan internasional.
Dunia internasional adalah lingkup hubungan antar bangsa, baik bilateral, regional maupun multilateral.
Keikutsertaan adalah partisipasi secara aktif.
Pemangku kepentingan adalah segenap pihak dalam dan luar negeri yang memiliki kepentingan dan terkait dengan pelaksanaan diplomasi Indonesia.
Kegiatan diplomasi publik adalah kegiatan dalam upaya pemerintah untuk mempengaruhi publik asing maupun domestik melalui pemanfaatan aset-aset soft power dalam rangka mencapai dan mempertahankan kepentingan nasional.
II.3. TUJUAN DIREKTORAT DIPLOMASI PUBLIK
Misi Direktorat Diplomasi Publik selanjutnya dijabarkan dalam tujuan Direktorat dengan penetapan indikator kinerja untuk mengukur pencapaian tujuan, sebagai berikut:
Meningkatkan dukungan konstituen domestik/internasional dan negara sahabat terhadap aset-aset diplomasi publik Indonesia
Meningkatkan citra positif dan pengaruh Indonesia di dunia internasional melalui keikutsertaan pemangku kepentingan dalam
kegiatan diplomasi publik.
Draf 5, 23 januari 2021
7
1. Kepemimpinan dan Peran Indonesia yang Berpengaruh dalam Kerja Sama Internasional
Kepemimpinan adalah upaya/cara dalam memandu.
Peran Indonesia adalah tindakan yang dilakukan oleh Indonesia.
Berpengaruh mempunyai daya yang ikut membentuk tindakan.
Kerja sama Internasional kegiatan bilateral/multilateral yang dilakukan oleh sebuah negara dengan negara lainnya.
Tujuan tersebut diukur dengan indikator yang disertai dengan target dari tahun 2020 s.d 2024.
Tujuan Indikator
Kinerja Utama Target
2020 2021 2022 2023 2024
Kepemimpinan dan
Peran Indonesia
yang Berpengaruh dalam Kerja Sama Internasional
Persentase dukungan konstituen internasional terhadap promosi aset- aset diplomasi publik
Indonesia
85%
85%
87%
89%
90%
2. Integritas Kedaulatan NKRI dan Citra Positif Indonesia di Dunia Internasional yang Meningkat
Integritas adalah kesatuan.
Kedaulatan NKRI adalah kekuasaaan tertinggi atas pemerintahan negara dan daerah.
Citra Positif Indonesia adalah persepsi positif yang dipercayai/diyakini aktor lain terhadap Indonesia yang didasarkan kepada pola perilaku yang ditunjukkan Indonesia dalam pergaulan internasional.
Dunia Internasional adalah lingkungan antar bangsa.
Meningkat adalah menjadikan lebih baik dari kondisi sebelumnya.
Tujuan Indikator
Kinerja Utama Target
2020 2021 2022 2023 2024
Integritas
Kedaulatan NKRI dan Citra Positif Indonesia di Dunia Internasional yang
Indeks Citra Indonesia di Dunia
Internasional
3,8
(skala 5) 3,85
(skala 5) 3,9
(skala 5) 3,95
(skala 5) 4 (skala 5)
Meningkat
II.4 SASARAN STRATEGIS DIREKTORAT DIPLOMASI PUBLIK
Sasaran strategis tersebut diukur melalui Indikator Kinerja Utama (IKU) yang disertai dengan target IKU, sebagai berikut:
Sasaran Strategis Indikator Kinerja
Utama
Target
2020 2021 2022 2023 2024
Kepemimpinan dan Peran Indonesia yang Berpengaruh dalam Kerja Sama Internasional
Persentasi dukungan konstituen internasional terhadap promosi aset- aset diplomasi publik
Indonesia
85%
85%
87%
89% 90%
Integritas
Kedaulatan NKRI dan Citra Positif Indonesia di Dunia Internasional yang Meningkat
Indeks citra Indonesia di dunia
internasional
3.8 3.85 3.9 3.95 4
Persentasi respon positif dari
masyarakat internasional dan domestik terhadap program diplomasi publik
85%
91%
91%
92% 92%
Diplomasi Ekonomi Sosial dan Budaya yang Kuat
Jumlah inisiatif pemberdayaan masyarakat Indonesia di luar negeri
4 4 5 5 6
Tata Kelola
organisasi di Direktorat
Diplomasi Publik yang baik
Nilai Evaluasi AKIP
Direktorat Diplomasi Publik
78(BB) 89(BB) 80(BB) 81(BB) 82 (BB)
Draf 5, 23 januari 2021
9 LAMPIRAN 1: MATRIKS STRATEGI DIREKTORAT DIPLOMASI PUBLIK
No. Arah Kebijakan
Kementerian Luar Negeri No. Strategi Direktorat Jenderal Informasi dan
Diplomasi Publik Strategi Direktorat Diplomasi Publik A. Peningkatan citra positif
Indonesia di dunia internasional
1. Mengkoordinasikan Penyusunan Grand Design
Soft Power Diplomacy Indonesia. Direktorat diplomasi publik akan menyelenggarakan berbagai Focus Group Discussion (FGD) menuju lokakarya nasional untuk mendalami aset-aset soft power Indonesia.
2. Meningkatkan kerja sama strategis antara Direktorat Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik dengan aktor non-pemerintah dalam diplomasi publik yang inklusif.
Sebagai upaya peningkatan diplomasi people to people serta sebagai upaya untuk diseminasi informasi, Direktorat Diplik senantiasa melibatkan aktor non- pemerintah sebagai pemangku kepentingan dalam berbagai kegiatan.
3. Menguatkan promosi pada 6 (enam) dimensi citra yaitu governance, investment and immigration, export, tourism, culture dan people melalui kerja sama dengan Perwakilan RI.
Menguatkan kerja sama dengan Perwakilan RI dan civil society untuk mempromosikan 6 (enam) dimensi citra, yaitu governance, investment and immigration, export, tourism, culture dan people.
4. Meningkatkan soft power diplomacy dalam memperkuat peran dan postur Indonesia di tataran regional dan global guna mendukung diplomasi ekonomi dan pencapaian kepentingan strategis Indonesia.
Menyelenggarakan kegiatan-kegiatan promosi potensi daerah Indonesia dari berbagai sisi aset-aset soft power yang dimiliki oleh Indonesia.
B. Penguatan Diplomasi Sosial
Budaya 1. Mempertajam strategi diplomasi publik Indonesia melalui kerja sama sosial kebudayaan, promosi kuliner, promosi nilai-nilai Indonesia (terutama kearifan Bhineka Tunggal Ika, Pancasila dan Indonesia Homegrown Democracy, serta toleransi dan perdamaian), pemberian beasiswa, dialog
Memperkuat strategi diplomasi publik Indonesia melalui rangkaian kegiatan promosi seperti Bali Democracy Forum, Beasiswa Seni dan Budaya Indonesia, Dialog Lintas Agama, Update from the Region, Kartu Masyarakat Indonesia di Luar Negeri,
10 No. Arah Kebijakan
Kementerian Luar Negeri No. Strategi Direktorat Jenderal Informasi dan
Diplomasi Publik Strategi Direktorat Diplomasi Publik lintas agama, people to people contact, jejaring
diaspora Indonesia dan Indonesianist. dan Community Outreach MKAA.
2. Mengembangkan dan memperluas jaringan alumni asing penerima beasiswa Indonesia dan jaringan alumni WNI penerima beasiswa asing untuk memperkuat diplomasi publik.
Mengembangkan dan memperluas jaringan alumni untuk memperkuat diplomasi publik melalui kegiatan Beasiswa Seni dan Budaya Indonesia (BSBI), Outstanding Youth for The World, dan Bali Democracy Student Conference.
3. Mengembangkan dan memperluas kerja sama dengan K/L terkait dalam memperkuat rumah budaya Indonesia di Luar Negeri melalui pemberdayaan Friends of Indonesia, jaringan diaspora Indonesia dan Indonesianist penerima beasiswa asing untuk memperkuat diplomasi publik.
Memperkuat kerja sama dengan K/L terkait dalam memperkuat rumah budaya Indonesia di Luar Negeri melalui pemberdayaan Friends of Indonesia, jaringan diaspora Indonesia dan Indonesianist penerima beasiswa asing untuk memperkuat diplomasi publik.
4. Meningkatkan peran diaspora maupun WNI di luar negeri dalam mendukung diplomasi budaya RI.
Melakukan koordinasi dan sinergi dengan kementerian/Lembaga terkait dengan revisi Perpres No 76 tahun 2017, Permenlu No 7 tahun 2017 dan pemberian fasilitas bagi pemegang KMILN.
5. Melaksanakan kerja sama dengan K/L lainnya dalam penyusunan grand design terpadu dan business plan gastrodiplomacy Indonesia.
Menyelenggarakan kerja sama dengan K/L lainnya dalam penyusunan grand design soft power dan business plan gastrodiplomacy Indonesia.
6. Mendukung tumbuhnya enterpreneur gastronomi
pemula. Mendukung tumbuhnya entrepreneur gastronomi
pemula melalui pemberdayaan masyarakat Indonesia di luar negeri.
7. Melaksanakan kerja sama dengan K/L lain untuk mendorong fasilitasi bantuan pemerintah dalam mendukung bisnis kuliner di luar negeri.
Menyelenggarakan berbagai koordinasi dan sinergi dengan K/L lain untuk mendukung fasilitasi bantuan pemerintah dalam mendukung bisnis kuliner di luar
Draf 5, 23 januari 2021
11 No. Arah Kebijakan
Kementerian Luar Negeri No. Strategi Direktorat Jenderal Informasi dan
Diplomasi Publik Strategi Direktorat Diplomasi Publik negeri.
12 LAMPIRAN 2: MATRIKS TARGET KINERJA DIREKTORAT DIPLOMASI PUBLIK
SASARAN
PROGRAM/KEGIATAN DAN INDIKATOR KINERJA
TARGET ALOKASI ANGGARAN (dalam juta Rupiah)
2020 2021 2022 2023 2024 2020 2021 2022 2023 2024
Kepemimpinan dan Peran Indonesia yang Berpengaruh dalam Kerja Sama Internasional
13.543
18.754
34.619
38.081
41.890 Persentasi dukungan konstituen
internasional terhadap promosi aset-aset diplomasi publik Indonesia
85%
85%
87%
89%
90%
9.412
12.200
15.500
18.150
19.965
Integritas Kedaulatan NKRI dan Citra Positif Indonesia di Dunia Internasional yang Meningkat
Indeks citra Indonesia di dunia
internasional 3.8 3.85 3.9 3.95 4
-
3.436
9.546
10.501
11.551 Persentasi respon positif dari
masyarakat internasional dan domestik terhadap program diplomasi publik
85% 91% 91% 92% 92%
3.880
3.118
8.573
9.430
10.373
Diplomasi Ekonomi Sosial dan Budaya yang Kuat
Jumlah inisiatif pemberdayaan masyarakat Indonesia di luar negeri
4 4 5 5 6 249
Tata Kelola Organisasi di Direktorat Diplomasi Publik yang baik
Draf 5, 23 januari 2021
13 Nilai evaluasi AKIP Direktorat
Diplomasi Publik
78(BB) 89(BB) 80(BB) 81(BB) 82 (BB)
14