BAB IV ANALISA DAN PEMBAHASAN MASALAH
4.1 Gambaran Umum Perusahaan
PT. Express adalah perusahaan swasta yang bergerak dalam bidang produksi dan penjualan permen. Perusahaan ini didirikan pada tahun 1997 oleh Bapak Peter Sinoraharjo. Beliau saat ini menjabat sebagai direktur perusahaan. Bapak Peter Sinorahado ini mula-mula memiliki perusahaan perrnen yang memproduksi dua macam permen yaitu permen merek Bolala dan Tuttifrutti. Usahanya ternyata terus berkembang sehingga
volume penjualan kedua permen tersebut mengalami peningkakn. Melihat hal ini Bapak Peter Sinoraharjo memutuskan untuk memproduksi dan memasarkan dua macam permen lagi yaitu pelmen merek Karaoke pada Agustus tahun 1998 dan permen merek kgah pada akhir tahun 1998- Penjualan petmen merek Karaoke ini memiliki keuntungan yang cukup besar. Keuntungan ini disebabkan karena begitu permen ini diluncurkan, banyak permintaan dari konsumen. Tetapi pada awal tahun 2000 permen ini mengalami penurunan penjualan dan penurunan ini terus berlangsung sampai sekarang. Penurunan bisa dikatakan penurunan yang drastis.
Melihat penurunan yang terus-menerus ini maka harus di cari penyebab masalahny a agu dapat meningkatkan penj ualan kembali-
4.2 Lokasi Perusahaan
l,okasi PT. Express ini berada di jalan Kalikepiting no.77, Surabaya.
PT. Express ini memiliki bangunan seluas 1500 m2, di mana tanah yang dimiliki seluas 3000 m2. Pemilihan lokasi ini memiliki alasan sebagai berikut:
o Terletak dekat dengan tempat hasil buangan pabrik sehingga tidak mencemari lingkungan. Hasil buangan pabrik ini tidaklah beracun.
o lokasinya jauh dari keramaian sehingga tidak mengganggu masyarakat sekitarnYa.
4.3 Tujuan Perusahaan
Setiap perusahaan atau organisasi pasti mempunyai tujuan tertentu yang ingin di capai, tujuan ini merupakan ukuran tercapai tidaknya perusahaan dalam melaksanakan aktivitasnya
Seperti yang telah kita ketahui bahwa setiap perusahaan mempunyai tujuan dan tujuan tersebut harus ditentukan dengan jelas karena hal ini merupakan kunci untuk melaksanakan aktivitas-aktivitas
selanjutnya. Adapun ma}sud ditetapkannya atau disusunnya tujuan tersebut adalah agar semua kegiatan operasional perusahaan dapat lebih terarah dan terkoordinir sehingga kelangsungan hidup dan kontinuitas usaha perusahaan dapat lebih tedamin.
Begitu pula PT. Express juga telah menetapkan tujuan yang 'hendak di capai, di mana Secam garis besarnya tujuan tersebut
digolongkan menjadi du4 Yaitu:
4.3.1 Tujuan Jangka Pendek
Tujuan jangka pendek adalah suatu tujuan perusahaan yang di capai dalam waktu yang relatif singkat yaitu kurang dari satu tahun.
Adapun tujuan jangka pendek dari PT.Express tersebut adalah:
. Berusaha untuk mempertahankan atau meningkatkan realisasi produksi yang telah tercaPai.
o Berusaha meningkatkan atau mempertahankan keuntungan atau pendapatan perusahaan serta meningkatkan produktivitas kefanya
o Meningkatkan volume penjualan.
Perusahaan sangat mengharapkan agar volume penjualan dapat diperbesar pada periode yang akan datang supaya dapat mencapai penjualan yang sesuai dengan target yang telalt ditentukan. Hal ini sudah merupakan keharusan bagi perusahaan karena dalam tahun terakhir ini perusahaan mengalami penurunan volume penjualan untuk permen merek Karaoke.
o Mencapai laba yang maksimum.
Apabila perusahaan terus meningkatkan volume penjualannya maka diharapkan dapat mencapai laba maksimum dan dengan tercapainya laba maksimum tersebut akan memungkinkan
bagi perusahaan untuk melakukan akfivitasnya sehingga kelangsungan hidup perusahaan dapat lebih terjamin.
4.3.2 Tujuan Jangka Panjang
Tujuan jangka panjang adalah suatu tujuan dari perusahaan yang di capai dalam waktu yang relatif lama. Tujuan jangka
panjang merupakan langkah kelanjutan dari tujuan jangka pendek yang telah ditetapkan oleh perusahaan. Tujuan jangka panjang ini akan dapat dilaksanakan apabila tujuan jangka pendek sudah tercapai.
Adapun tujuan jangka panjang dari PT.Express tenebut adalah : r Mempertatrankan kontinuitas perusahaan,' adanya seluruh
kegiatan-kegiatan yang dijalankan oleh PT. Express seperti kegiatan di bidang produksi, pem.Naran, finansial, dan lain-lain yang merupakan sarana penunjang dalam pencapaian tujuan perusahaan lebih lanj ut.
o Mempertahankan posisi perusahaan dalam persaingan.
Perusahaan perlu mempertahankan hidupnya dari persaingan dengan maksud supaya dapat terus meningkatkan volume penjualannnya.
. Mengadakan ekspansi.
Mengadakan ekspansi perusahaan di sini dapat diartikan bahwa perusahaair memperluas usahanya yang dilaksanakan dengan menambah modal kerja, memperluas pasar, menambah
42
atau membeli mesin-mesin dan peralatan yang baru, dan atau menambah bangunan PT. ExPress.
I Meningkatkan reputasi perusahaan, reputasi baik di mata konsumen dan masyarakat (brand image) berarti menempatkan perusatraan dalam posisi yang menguntungkan.
Jika perusahaan telah mendapatkan kepercayaan yang baik dari konsumen dan masyarakat, maka perusahaan akan semakin mudah memasarkan produk jadi ini, yang berarti dapat meningkatkan produksi yang akhirnya akan meningkatkan omset dari perusahaan.
4.4 Strulilur Organisasi Perusahaan
Struktur organisasi merupakan suatu kerangka yang menunjukkan pembagian tugas dalam suatu organisasi, menunjukkan hubungan antna departemen yang ada di dalam perusahaan, siapa berhnggung jawab kepada siapa dan menunjukan suatu pola komunikasi dan koordinasi dalam perusahaan.
struktur organisasi perusahaan didasarkan pada fungsi-fungsi manajemen yang telah di bentuk perusahaan. Adapun pembagian tugas dari masing-masing jabatan yang terdapat pada struktur organisasi di PT.Express tersebut akan dijelaskan sebagai berikut .
Direktur
o Mengendalikan aktivitas internal perusahaan.
. Mengkoordinasi semua unsur-unsur yang ada dalam perusahaan baik secara langsung ataupun tidak langsung.
o Sebagai wakil pihak perusahaan dalam hal berhubungan dengan pihak luar.
Kepala Bagian Gudang
o Memeriksa barang-barang yang masuk dan barang yang keluar.
o Memeriksa stok barang dan mencatat pada kartu stok.
o Mengaturbarang yangadadi gudang.
Gb. 2 STRUKTTIR ORGANISASI PT.EXPRESS
f ""r*l
I Bagst I
I e'oaurci
t I
I t""-*l
I eroaurci
+ I ,
I Pekeria I
t s"*-t'- | I
I eemasaran
+
I@
Sumber : intern perusahaan KepalaBagian Produksi
o Mengawasi supervisor produksi dan menerima laporan dari supervisor atas hasil produksi.
Kepala Bagian Keuangan
Kepala Bagian Pemasaran dan Penjualan
Kepala Bagian Personalia dan
Umum
t
44
o MenyelenggarakanPembukuan.
. Menghitung dan memberikan gaji pada para karyawan' o Mengawasi pekerjaan administrasi keuangan.
o Membuat laporan keuangan pada periode tertenfu.
Kepala Bagian Pemasaran dan Penjualan
o Mengawasi supervisor dan menerima laporan dari supervisor atas hasil penjualan.
o Mengatur distribusi fisik hasil produksi yang akan dipasarkan.
KepalaBagian Personalia dan Umum
. Menyeleksi dan melakukan wawancara terhadap calon karyawan perusahaan.
e Mengatur kesejahteraan pekerja.
r Membina dan memelihara hubungan antara perusahaan, serikat pekerj4 dan pemerintah khususnya Departemen Tenaga Kerja'
Supervisor Produksi
o Mengkoordinasi para pekeda dalam melaksanakan tugas.
o Mengawasi jatannya proses produksi.
o Mengawasi cwakerja para pekerja.
Administrasi Keuangan
o Mencatat semua transaksi hutang dan piutang.
o Mencatat semua transaksi biaya.
Supervisor Pemasaran
o Merencanakan omset penjualan yang hendak di capai'
o Merencanakan daerah-daerah yang hendak didatangi atau dikunjungi.
. Membuat laporan tentang penjualan.
r Bertanggungjawab kepada kepala bagian pemasaran dan penjualan.
Pekerja
o Melaksanakan perintah dari supervisor produksi.
o Mentaati peraturan-peraturan personalia yang telah disetujui.
. Bekeda sesuai dengan alur produksi yang benar.
Salesman
o Memasarkan produk PT. Express pada area yang telah ditentukan.
o Mengadakan kontrak atau order penjualan.
o Mencari daerah-daerah pemasaran sekitar areanya yang belum terpasok.
4.5 Produksi Dan Hasil Produksi
PT. Express memproduksi bahan mentah menjadi barang jadi yang siap dipasarkan untuk di konsumsi. Untuk itu penulis merasa perlu mengetahui bahan-bahan yang digunakan dalam produksi, proses produksinya dan hasil produksi yang dipasarkan.
4.5.1 Bahan yang digunakan
Adapun bahan-bahan yang digunakan untuk menghasilkan produk permen adalah :
a) Gula b) Glukosa
46
c) Essense d) Zatpewarna
Semua bahan-bahan produksi tersebut akan di proses dengan mesin dan peralatan yang ada serta di bantu oleh para pekerja untuk proses yang tidak bisa menggunakan mesin.
4.5.2 Mesin dan peralatan yang digunakan
Untuk mengetahui proses produksi dalam pabrik, sebaiknya lebih dahulu diketatrui peralatan dan mesin yang digunakan antara lain : o Mixer Pengaduk
Digunakan untuk menghaluskan bahan-bahan dan mencampurnya sehing ga dapat menghasilkari adonan permen' o Vacuum
Digunakan untuk menyedot air hasil dari percampuran bahan- bahan yang di campur di mesin mixer tadi.
o Mesin Pembentuk
Setelah keluar dari vacuum, bahan yang telah tercampur tadi di bentuk sesuai dengan ukurannya.
o Mesin Pembungkus
Setelah pembentukan selesai dan menjadi permen,lalu di bungkus dengan menggunakan mesin pembungkus.
4.5.3 Proses Produksi Keteransan :
:
1. Pertama-tama gula, glukos4 essense, dan zat pewarna dimasukkan Secara bersamaan ke dalam mesin mixer agar dapat tercampur dan membentuk suafu adonan.
2. Setelah dimasukkan ke dalam mesin mixer sekitar 15 menit, adonan yang telah tercampur tadi dimasukkan ke dalam mesin vacuum di mana mesin ini akan membuang air adonan yang tidak terpakai pada saat di mixer tadi. Dan hal ini membutuhkan waktu sekitar l0 menit untuk dapat membentuk suatu adonan permen yang padat dan biasanya berbentuk bongkahan.
Gb. 3 ALT]R PROSES PRODUKSI
Sumber : intern perusahaan
3. Adonan yang tidak berbentuk tadi (berbentuk bongkahan), lalu dimasukkan ke dalam mesin pembentuk di mana mesin
48
pembentuk ini hanya membentuk pelmen menjadi satu bentuk saja dan dalam hal ini mesin pembentuk di sini membentuk permen merek Karaoke menjadi bentuk love. untuk membentuk permen menjadi bentuk love ini butuh waktu 3 detik samPai 5 detik.
4. Adonan yang telah terbentuk tadi latu dimasukkan ke dalam mesin pembungkus di mana di sini tenaga pekerja itu sangat dibutuhkan terutama untuk menjepret bungkusan tadi pada kedua sisinva.
5. Setelatr di bungkus dan menjadi pelmen satu-satuan, lalu permen tadi dimasukkan ke dalam plastik di mana didalamnya terdaPat 50 satuan Pelmen.
6. Setelah berbentuk plastikkan, permen 50 biji yang terdapat pada plastik tadi lalu dimasukkan ke dalam satu karton. Satu karton di sini berisi 30 bungkus plastik.
4.5.4 Hasil Produksi
Hasil produksi PT. Express adalah permen yang terdiri dari empat macam permen yakni permen merek Bolal4 TuttiFrutti, I'egah, dan Karaoke dengan kemasan yang berbeda-beda pula'
4.6 Kebijalsanaan Pemasaran Perusahaan
Kebijaksanaan pemasaran perusahaan secara global didasarkan pada kebijakan produk, harga, distribusi, dan promosi. Adapun penjelasan dari masing-masing kebijaksanaan tersebut seperti di bawah ini :
4.6.1 KebijaksanaanProduk
untuk setiap petmen memiliki kemasan yang berbeda-beda dan isi serta jumlah pelmen dalam satu karton. Adapun merek dan kemasan permen masing-masing permen adalah :
Tabel 1. Merek dan Isi Permen Per Karton
MEREK PERMEN
ISI
( PER KARTON ) DALAM JLIMLAH
PLASTIK
DALAMJUMLAH PERMEN TuttiFrutti 20 bungkus 2000 biji permen
Legah 20 bungkus 2000 biji permen Karaoke 30 bungkus 1500 biji permen Bolala 200 bungkus 1000 biji pennen Sumber : intern Perusahaan
4.6.2 Kebijaksanaan Harga
Harga yang ditetapkan oleh perusahaan didasarkan pada biaya produksi di tambah biaya-biaya lain dan di tambah dengan laba yang diinginkan. Adapun harga yang berlaku untuk pelmen milik perusahaan saat ini adalah sebagai berikut :
Tabel2. Merekdan Harga Permen
MEREK
I{ARGA PERKARTON TuttiFrutti Rp 40.000,00
- 50
Legatt Rp 40.000,00
Karaoke Rp 4O.000,00
Bolala Rp 40.000,00
Sumber : intern Perusahaan
Dalam hal pembayaran, perusahaan di sini mengharuskan pembayaran dalam bentuk tunai. Hal ini disebabkan karena dengan pembayaran tunai tersebut dapat membantu perusahaan memperlancar arus kas. Dan di sini perusahaan bersedia untuk memberikan potongan atau diskon sebesar 10 sampai 15 persen untuk pembelian di atas 100 karton. Tapi apabila pembeli tidak bersedia membayar tunai maka perusahaan memberikan keb ij aksanaan tersendiri.
4.6.3 Kebijaksanaan Distribusi
Di sini perusahaan memiliki kebijakan distribusi sendiri. Untuk daerah surabaya perusatraan hanya menyebarkan pelmennya lewat agen dan toko-toko saja. Sedangkan untuk daerah di luar Surabaya atau yang di maksud di sini di luar pulau, perusahaan telah memiliki agen/distributor yaitu di Semarang. Tapi perusahaan tidak ikut campurtangan dengan distributor di Semarang karena distributor tersebut bukan bagian dari perusahaan. Distributor ini sendirilah yang mengatur sendiri
penjualan ke luar pulau Jawa. Perusahaan jugu melayani
permintaan untuk daerah di luar kota Surabaya, tetapi permintaan harus dalam jumlah Yang besar.
4.6.4 Kebijaksanaan Promosi
Dalam hal promosi PT. Express hanya menggunakan satu orang solesperson dalam menjual pelmennya ke agen maupun ke toko- toko besar. Perusahaan tidak melakukan promosi melalui televisi karena biaya yang dikeluarkan akan semakin besar dan mahal.
4.7 Pembahasan Masalah
Dari permasalahan yang telah dikemukakan sebelumnya, maka penulis di sini akan membahas satu per satu masalah yang dihadapi oleh perusahaan. Penulis akan memulai membahas dari permasalahan pertama yaitu apakah penting untuk mengembangkan produknya bila melihat minat konsumen terhadap faktor-faktor (rasa pelmen, bentuk permen, wama pelmen, warna kemaSan, bentuk kemasan, gambar kemaSan dan merek permen Karaoke). Dalam hal ini penulis meneliti ketergantungan minat konsumen membeli permen Karaoke terhadap faktor yang diteliti.
Faktor-faktor yang akan diteliti yaitu rz$a pefmen, bentuk pennen, wama permen, bentuk kemasan pennen, warna kemasan pernen, gambar kemasan serta merek permen Karaoke dan melihat faktor mana saja yang perlu dikembangkan nantinya oleh perusahaan berkaitan dengan minat konsumen sehingga dapat menggantikan perme,n Karaoke dan juga meningkatkan volume penjualan. Faktor-fatrror yang akan diteliti yaitu
5 2
rasa p€rmen, benfuk pelmen, warna permen, bentuk kemasan permen, wama kemasan petmen, gambar kemasan serta merek permen Karaoke.
4.7.1 Jenis Kelamin
Statistics Tabel 3. Jenis kelamin
N Valid 200
Missing 0
FrequenryPercent PercentValid Cumulative Percent
;'i 'V#u;,;;Iiirirukillekiti,, ;:,ri i'. ;9S i.:,, rri . 48.0 48.0 aa ,,.,,,,,r.'ilO4,;t.i.t,i..iffi1
ffi
52.0 100.0
Total r.ririAcru-ii'i..ii:iriii$,0D$,ii;.i:100.0
Dari tabel3 di atas dapat diketahui bahwajumlatr responden laki-laki adalah 96 orang (48 %) sedangkan jumlah responden perempuan adatatr 104 orang (52%). Jumlah responden keseluruhan adalah 200 oftIng.
4.7.2Usia
Statistics Tabel4. Usia
N Valid 200
Missing 0
FrequencyPercent PercentValid CumulativePercent
Xii"g,:lirii
,iiiii! 59.5 59.5m
.ffiL.E
H#IEfi
::iiffitgiiii 26.O 85.5s,.H
#.i
14.5 100.0Total ffiEE
'.ilEffiffii
1 0 0 . 0Untuk usia dapat di lihat pada tabel 4 di mana usiaT't7 tatrun ada 1 19 orang (59,5 yo), usia l8-25 tahun ada 52 orang Q6,0 %) dan usia 26 tahun ke atas ada 29 orang (14,5 %). Dari usia dapat di lihat batrwa pengkonsumsi permen yang terbanyak adalah anak-anak dan remaja.
4.T.3Ketergantungan antara minat responden membeli pelmen Karaoke dengan ketiga rasa permen Karaoke.
Untuk mencari ketergantungan antara minat responden membeli permen Karaoke dengan ketrga rasa pelmen Karaoke maka diperlukan alat statistik yaitu analisa Crosstab di mana menggunakan analisa Chi-square dan Contingency Coeffi cient.
Dari hasil anatisa Chi-square pada tabel 5, terlihat nilai level of significant hitung sebesar 0.602 (60,2 %) sehingga nilai ini lebih besar dari nilai level of significant yang ditetapkan sebelumnya yaitu sebesar 5 o/o, dengan demikian dapatdi tarik kesimpulan untuk gagal tolak Ho (terimaHo) yang artinya tidak ada ketergantungan (independen) antara minat responden membeli pelmen Karaoke dengan ketiga ftlsa permen Karaoke.
Tabel 5. Chi€quare Tests
Value df \symp. Sig. (2-sided)
:::::;:;: :;rl!:::: ! !:i.!:t:i:' j:l';i:.':ilfr illi:it,:lii..,,,.i.1 1 6 .602
i: :iil!+ii-l:;iill:::::I:ii.:i:i:ir:::i::::::1T :::; ::i:i::::: i
.11.1t:b:f1o$.1,ri
1 6 .6141 .067
,fiffi'
54
10 cells (40.0olo) have expected count less than 5. The minimum expected count is 1.10.
Chi€quare Test Frequencies Tabel 5a. Rasa yang disukai
Observed N Exoected N Residual
Melon 1 0 1 40.0 6 1 . 0
Jeruk 1 2 40.0 -28.O
Nanas 20 40.0 -20.4
Mint 49 40.0 9.0
Lainnya 1 8 40.0 -22.0
Total 200
Dari tabel 5a dapat dilihat bahwa responden yang menjawab rasa cukup enah enak dan sangat enak ternyata paling banyak menyukai ruNa permen Karaoke yang melon (101 orang) lalu rasa nanas (20 orang) dan yang terakhir rasa jeruk (12 orang). Sedangkan untuk responden yang menjawab kurang enak dan tidak enak ternyata lebih menyukai permen dengan rasa mint (49 responden), kopi (11 responden) dan susu (7 responden).
Test Statistic
rasa vano disukai
Chi-Square 136.750
Df 4
Asvmp. Sio. .000
a. 0 cells (.0%) have expected frequencies less than 5. The minimum expected cellfrequencY is 40.0.
Dari test statistik diatas juga dapat dilihat level of significant kurang dari 5 o/o yang berarti tolak Ho yang artinya ada satu atau lebih proporsi (rasa permen yang disukai) yang berbeda.
4.1.4Keterganfungan antara minat responden membeli pelmen Karaoke dengan bentuk petmen Karaoke (bentuk love).
Dari hasil analisa Chi-square pada tabel 6, terlihat nilai level of significant hitung sebesar 0.552 (55,2 %) sehingga nilai ini lebih besar dari nilai level of significant yang ditetapkan sebelumnya yaitu sebesar 5 %o, dengandemikian dapat di tarik kesimpulan untuk gagal tolak H0 (terimaHo ) yang artinya tidak ada ketergantungan
(independen) antara minat responden membeli pelmen Karaoke dengan bentuk permen Karaoke.
Tabel 6. Ghi€quare Tests
9 cells (36.0%) have expected count less than 5. The minimum expected count is 1.10.
Chi€quare Test Frequencies
Tabel 6a. Bentuk permen yang disukai
)bservedlExpected N
Residual iegiemp
rt
1 6 40.0 -24.0
lulat 40 40.0 .0
)val 1 2 40.0 -28.0
Sesitisa 1 40.0 -39.0
_ove 131 40.0 9 1 . 0
Total 200
5 6
Dari tabel 6a batrwa responden yang menjawab cukup sesuai, sesuai dan sangat sesuai ada sebanyak 131 responden yang berarti mereka menyukai bentuk dari permen Karaoke (bentuk love)- Sedangkan responden yang menjawab kurang sesuai dan tidak sesuai menyukai bentuk segiempat (16 responden), bulat (40 responden), oval (12 responden) dan segitiga (1 responden).
Test Statistics
bentuk permen yang disukai
Chi-Square 279.050
Df 4
Asvmp. Siq. .000
a. 0 cells (.0olo) have expected frequencies less than 5. The minimum expected cell frequencY is 40.0.
Dari test statistik diatas juga dapat dilihat level of significant kurang dari 5 Yo yang berarti tolak Ho yang artinya ada satu atau lebih proporsi (bentuk permen yang disukai) yang berbeda.
4.7.SKetergantungan arfiara minat responden membeli permen Karaoke dengan ketiga wama permen Karaoke.
Dari hasil analisa Chi-square pada tabel 7, terlihat nilai level of significant hitung sebesar 0.256 Q5,6 %) sehingga nilai ini lebih besar dari nilai level of significant yang ditetapkan sebelumnya yaitu sebesar 5 Yo, dengandemikian dapat di tarik kesimpulan untuk gagal tolak H0 (terimaHo ) yang artinya tidak ada ketergantungan (independen) antara minat responden membeli pelmen Karaoke dengan wama permen Karaoke.
Tabel 7. Chi€quare Tests
a. I cells (36.0%) have expected count less than 5. The minimum exPected count is 1.90.
4.7.6Ketergantungan antara minat responden membeli pelmen Karaoke dengan warna-wama kemasan permen Karaoke.
Dari hasil analisa Chi-square pada tabel 8, terlihat nilai level of significant hitung sebesar 0.002 (0,2 yo) sehingga nilai ini kurang dari nilai level of significant yang ditetapkan sebelumnya sebesar 5 oh, dengandemikian dapat di talik kesimpulan untuk terima H, Ymg artinya ada ketergantungan (dependen) antara minat responden membeli pelmen Karaoke dengan warna kemasan pelmen Karaoke.
Selanjutnya untuk melihat kekuatan hubungan antara minat responden membeli pelmen Karaoke dengan warna-wama kemasan pelmen Karaoke tersebut dapat di lihat pada tabel 8a. Terlihat bahwa nilai Contingency Coefficientnya sebesar 0.399 yang mana nilai ini lebih besar dari 0.3, dengan demikian bahwa antara minat responden membeli permen Karaoke dengan wama-wbma kemasan permen Karaoke memiliki hubungan yang kuat.
5 8
Tabel 8. Ghi-Square Tests
a. 9 cells (36.0010) have expected count less than 5. The minimum expected count is .60.
Tabel 8a. SYmmetric Measures
a. Not assuming the null hypothesis.
b. Using the asy,mptotic standard eror assuming the null hlpothesis.
Chi€quare Test Frequencies
TabelSb. Warna kemasan yang disukai Observed N Exoected N Residual
:ransparan 1 5 66.7 -51.7
nengkilap 1 0 3 66.7 36.3
roe'ireng 82 66.7 1 5 . 3
Total 200
Dari tabel 8b dapat di lihat bahwa responden yang menjawab cukup menarik, menarik dan sangat menarik ada 82 responden yang mana berarti mereka menyukai warna-warna kemasan pelmen Karaoke yaitu wama nge-jreng. Sedangkan responden yang menjawab tidak rnenarik dan kurang menarik sebanyak 15 responden menyukai
warna kemasan yang transparan dan 103 responden menyukai warna kemasan yang mengkilap.
Test Statistics
wama kemasan yang disukai
Chi-Square 8.290
Df 2
Asvmo. Siq. . 0 1 6
a. 0 cells (.0olo) have expected frequencies less than 5. The minimum expected cellfrequencY is 66.7.
Dari test statistik diatas juga dapat dilihat level of significant kurang dari 5 o/o yang berarti tolak Ho yang artinya ada satu atau lebih proporsi (warna kemasan permen yang disukai) yang berbeda.
.T.TKetergantungan antara minat responden membeli permen Karaoke dengan gambar kemasan permen Karaoke(gambar burung memegang mike).
Dari hasil analisa Chi-square pada tabel 9, terlihat nilai level of significant hitung sebesar 0.017 (1.7 %) sehingga nilai ini kurang dari nilai level of significant yang ditetapkan sebelumnya yaitu sebesar 5 o/o, dengan demikian dapat di tarik kesimpulan untuk tolak Ho (terima H,) yang artinya ada ketergantungan (dependen) antara minat responden membeli permen Karaoke dengan gambar kemasan p".rn:n Karaoke. Selanjutnya untuk melihat kekuatan hubungan antara minat responden membeli pelmen Karaoke dengan gambar kemasan permen Karaoke tersebut dapat di lihat pada tabel 9a.
60
Terlihat bahwa nilai Contingency Coefficientnya sebesar 0'362 yang mana nilai ini lebih besar dari 0.3, dengan demikian bahwa antara minat responden membeli pelmen Karaoke dengan gambar kemasan
pelmen Karaoke memitiki hubungan yang kuat'
Tabel 9. Chi€quare Tests
a'8ce|ls(32.oo/o)haveexpectedcount|essthan5'Theminimum expected count is .60.
Tabel 9a. SYmmetric Measures
a. Not assuming the null hypothesis'
b. Using the asymptotic standard error assuming the null hypothesis'
Chi€quare Test Frequencies Tabel 9b. Gambar Yang menarik
-nl--, t +-i1 ,r'-.'r -; i | --;.",.",'Jr,
t - - _ . , i . - ' . r "
\
" : ' . - . " i
Observed N
Expected N Residual
ruah 95 66.7 28.3
ove transparan 21 66.7 45.7
;ambar sesuai (emasan
84 66.7 17.3
Total 200
Dari tabel 9b dapat dilihat bahwa responden yang menjawab cukup menarilg menarik dan sangat menarik ada 84 responden di mana mereka menyukai gambar kemasan yang terdapat pada permen Karaoke. Sedangkan responden yang menjawab kurang menarik dan tidak menarik menyukai kemasan Karaoke dengan gambar buah (95 responden) dan gambar love transparan pada permen Karaoke (21 responden).
Test Statistics
oambar vanq menarik Chi-Squarc 27.O40
Df 2
Asvmp. Siq. .000
a. 0 cells (.006) have expected frequencies less than s. rn" minimum exPected cellfrequencY is 66'7.
Dari test statistik diatas juga dapat dilihat level of significant kurang dari 5 o/o yutg berarti tolak Ho yang artinya ada satu atau lebih proporsi (gambar kemasan permen yang disukai) yang berbeda
4.T.8Ketergantungan antara minat responden membeli pelmen Karaoke dengan bentuk kemasan pelmen Karaoke.
Dari hasil analisa Chi-square pada tabel 10, terlihat nilai level of significant hitung sebesar 0.505 (50,5 %) sehingga nilai ini lebih besar dari nilai level of significant yang ditetapkan sebelumnya yaitu sebesar 5 o/o, dengan demikian dapat di tarik kesimpulan untuk gagal tolak H0 fterima Ho ) yang artinya tidak ada ketergantungan
62
(independen) antara minat responden membeli pelmen Karaoke dengan bentuk kemasan permen Karaoke.
Tabel 10. Chi€quare Tests
a. 10 cells (4o.oolo) have expected count less than 5. The minimum expected count is .70.
Chi€quare Test Frequencies
Tabel 10a. Bentuk kemasan yang disukai Observed
N
Expected N Residu al libungkus segiempat 27 50.0 -23.O
rcntuk spt pita 31 50.0 - 1 9 . 0
rentuk keoala bart 5 50.0 .45.0
lesuaidengan permer (araoke
137 50.0 87.0
Total 200
Dari tabel 10a dapat di lihat bahwa responden yang menjawab cukup sesuai, sesuai dan sangat sesuai sebanyak 137 responden yang menyukai bentuk kemasan yang sudah ada pada permen Karaoke.
Sedangkan yang menjawab kurang sesuai dan tidak sesuai ternyata ada 27 responden yang menyukai permen Karaoke supaya di bungkus segiempat, 31 responden yang lebih menyukai bentuk pita dan 5 responden yang menyukai bentuk kemasan seperti kepala bart.
Test Statistics
bentuk kemasan yang disukai Chi-Square 209.680
df 3
Asvmo. Sio. .000
a. 0 cells (.0%) have expected frequencies less than 5. The minimum expected cellfrequency is 50.0.
Dari test statistik diatas juga dapat dilihat level of significant kurang dari 5 Yo yang berarti tolak Ho yang artinya ada satu atau lebih proporsi (bentuk kemasan permen yang disukai) yang berbeda' 4.7.9 Ketergantungan antara minat responden membeli pelmen Karaoke
dengan merek permen Karaoke.
Dari hasil analisa Chi-square pada tabel 11, terlihat nilai level of significant hitung sebesar 0.029 Q,9 %) sehingga nilai ini kurang dari nilai level of significant yang ditetapkan sebelumnya yaitu sebesar 5 04, dengan demikian dapat di tarik kesimpulan untuk tolak Ho (terima H,) yang artinya ada ketergantungan (dependen) antara minat responden membeli petmen Karaoke dengan merek permen Karaoke. Selanjutnya untuk melihat kekuatan hubungan antara minat responden membeli pelmen Karaoke dengan merek pelmen Karaoke tersebut dapat di lihat pada tabel lla. Terlihat bahwa nilai Contingency Coefficientrya sebesar 0.352 yang mana nilai ini lebih besar dari 0.3, dengan demikian bahwa antara minat responden . membeli permen Karaoke dengan merek pelmen Karaoke memiliki
hubungan yang kuat.
&
Tabel 11. Chi€quare Tests
a. 11 cells (44.oYo) have expected count less than 5. The minimum expected count is .60.
Tabel lla. SYmmetric Measures
Value morox. Sio.
Cmina{ btNominal Contingency Coefficient rl of Valid Cases
.352 .029 200
a. Not assuming the null hypothesis.
b. Using the asymptotic standard enor assuming the nuli hypothesis.
Chi€quare Test Frequencies
Tabel 11b. Merek permen yang menarik Observed
N
lxpected N Residual
linta 81 33.3 47.7
luoido 23 33.3 - 1 0 . 3
:rutti 1 5 33.3 - 1 8 . 3
lhup 1 2 33.3 - 2 1 . 3
-ainnva 2 33.3 - 3 1 . 3
raraoke rcndiri
67 33.3 33.7
Total 200
Dari tabel 11b dapat diketahui bahwa responden yang menjawab merek permen cukup bagus, bagus dan sangat bagus sebanyak 67 responden yang mana mereka memang menyukai merek Karaoke sedangkan yang menjawab merek pelmen kurang bagus dan tidak bagus ternyata mereka lebih menyukai permen tersebut dengan merek
cinta (81 responden), cupido Q3 responden), Frutti (15 responden), chup (12 responden) dan yang menjawab lainnya yaitu merek Love (1 responden) dan merek Melon (1 responden)'
4.7.lO Tempat responden membeli pelmen Karaoke selain di toko.
Chi€quare Test Frequencies
Tabel 12. TemPat membeli Permen
Observed N
:xpected lr Residual
ninimarket 39 66.7 -27.7
oko 96 66.7 29.3
^rarung 65 66.7 -'1.7
Total 200
Dari tabel 12 dapat di lihat batrwa 96 responden selalu membeli permen Karaoke di toko saja sedangkan 65 responden menyatakan pernah membeli pennen Karaoke di warung-warung dan sisanya yaitu 39 responden menyatakan bahwa mereka pernah membeli permen Karaoke di minimarket.
4.7 .11 Bagaimana responden mengetahui permen Karaoke Chi€quare Test
Frequencies
Tabel 13. Mengetahui Permen dari
Observed N Exoected N Residual rebetulan coba sendin 57 50.0 7 . 0
eman 54 50.0 4.O
<eluarga 1 1 50.0 -39.0
oko yang menjual 78 50.0 28.0
Total 2AO
66
Dari tabel 13 dapat dilihat batrwa 78 responden mengetahui permen Karaoke ini dari toko yang menjual. Sedangkan 57 responden mengetahuinya karena kebetulan coba sendiri, 54 responden mengetatruinya dari orang lain atau dengan kata lain teman mereka dan 11 responden menyatakan bahwa mereka mengetahui permen ini dari keluarga.
4.7.12 Pandangan responden akan masa depan permen Karaoke Chi-Square Test
Frequencies
Tabel 14. Masa depan permen
Observed N :xPected h Residual
idak baik 21 40.0 -19.0
(urang mik
81 40.0 41.O
:ukuo baik 59 40.o 1 9 . 0
3aik 33 40.0 -7.O
;angat baik 6 40.0 -34.0
Total 200
Dari tabel 14 maka dapat di lihat bahwa 21 responden menyatakan bahwa masa depan permen Karaoke ini tidak baik, 81 responden menyatakan kurang baik, 59 responden menyatakan cukup baik, 33 responden menyatakan baik dan 6 responden yang menyatakan sangat baik. Adapun alasan terbanyak mengapa responden menyatakan tidak baik dan kurang baik karena kurangnya promosi dalam memasarkan permen Karaoke ini.
Dari data-data yang dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner untuk mengetahui pendapat responden, maka di sini dapat
disimpulkan batrwa fbktor-faktor yang memiliki hubungan dengan minat responden membeli permen Karaoke adalah warna kemasan, gambar kemasan permen Karaoke dan merek pelmen Karaoke.
Responden yang tidak atau kurang menyukai warna kemasan permen karaoke ternyata lebih memilih warna kemasan yang mengkilap (103 responden) dan warna kemasan yang transparan (15 responden). Sedangkan untuk gambar kemasan permen Karaoke, responden yang menjawab kemasan pe(men karaoke tidak atau kurang menarik ternyata lebih menyukai gambar kemasan dengan gambar buah (95 responden) dan gambar love fiansparan (21 responden). Dan untuk merek Karaoke responden yang tidak atau kurang menyukai ruIma permen ini ternyata lebih menyukai merek Karaoke di ganti dengan merek Cinta (81 responden), Cupido Q3 responden), Frutti (15 responden), Chup (12 responden) dan yang menjawab lainnya yaitu merek Love (1 responden) dan merek Melon (l responden).
Permasalahan kedua yang akan di bahas adalah bagaimana hubungan atau keeratan hubungan antara volume penjualan (dalam karton) untuk daeratr Surabaya dengan biaya promosi. Setelah mengetahui bagaimana hubungan keeratan tersebut, kemudian penulis akan melakukan langkahJangkah apa yang sebaiknya di ambil dalam promosi sehingga dapat rn"nopuog produk yang akan menggantikan permen merek Karaoke.
68
4.7.13 Hubungan antara volume penjualan untuk daerah Surabaya dengan biaya promosi.
Tabel 15. Model Summary
R R Square Adjusted R Square
Std. Enorof the Estimate Moclel
. 9 1 9 .844 .838 157.2847
a. Predictors: (Constant), biaya promosi
b. Dependent Variable : penjualan daerah Surabaya
Tabel 16. ANOVA
a. Predictors: (Constant), biaya promosi
b. Dependent Variable: penjualan daerah Surabaya
Tabel 17. Coefficients
Change Statistics Durbin- Watson R Square
Change : Changedf1 dfz Sig.F Change
.u4
129.933 1 24 .000 .420Model Sum of
Squares df Mean Square F sig.
1 Regression 3214338.170 1 3214338.',70 129.933.000 Residual 593723.368 24 24738.474
Total 3808061.538L
vlodel
Unstandardized Coefficients
Standardizec
Coefficients t sig.
B Std. Enor Beta
1 (Constant) -1259.2 185.625 -6.783.000 biaya
oromosi .oo2 .o00 . 9 1 9 | 1.39S.000
a. Dependent Variable: penjualan daerah Surabaya
Tabel 18. Symmetric Measures
Value Asymp.
Std. Enot
r|Jl.,l
. T
\ppror
. S i q . nterval by lnterval Pearson's R . 9 1 9 .o29 t 1 . 3 9 S.000 irdinal bv Ordinal Spearman Conelation .948 .o32 14.5U .000
tl of Valid Cases 26
a. Not assuming the null hypothesis.
b. Using the asymptotic standard eror assuming the null hypothesis.
c. Based on normalaPProximation-
Untuk mengetahui hubungan antara kedua variabel yang akan diamati maka penulis di sini akan melakukan beberapa test yang akan membuktikan ada atau tidaknya hubungan antara kedua variabel dan bagaimana keeratan hubungan antara kedua variabel.
Penulis mengadakan test terhadap kedua variabel di mana volume penjualan daerah surabaya akan di anggap sebagai variabel yang dependen (Y) dan biaya promosi di anggap sebagai variabel yang independen (X). Dengan menggunakan program SPSS maka diperoleh persamaan regresi yang dapat di lihat pada tabel 17 yakni Y : -1259,2 + 0,002X. Dan persamiun ini akan di uji apakah persamaum ini dapat di pakai ataukah tidak. Adapun test yang akan
dibuktikan penulis di sini Yaitu :
1. Penulis di sini melakukan uji serentak atau uji Anova. Dari tabel Anova di atas yaitu pada tabel 16 dapat di lihat bahwa nilai level of significant adalah 0,000 di mana lebih kecil dari o yang
70
ditetapkan yaitu 5 %. Di sini dapat dikatakan tolak Ho yang berarti ada hubungan antara kedua variabel yang diamati.
2. Selanjutnya penulis melakukan uji individual atau uji t. Dari tabel 17 dapatdi lihat bahwa dari uji t, level of significant dari volume penjualan adalatr 0.000 dan level of significant dari biaya promosi adalatr 0.000 dimana nilai keduanya lebih kecil dari o yang ditetapkan sebelumnya yaitu sebesar 5 %. Hal ini berarti hubungan volume penjualan dan biaya promosi adalatr significant' 3. Melihat pada tabel 15, maka dapat dikatakan bahwa 84,4 o/o data
mendukung model yang artinya penjualan dipengaruhi oleh biaya promosi yufi84,4o4.
Dari uji yang dilakukan oleh penulis maka dapat dikatakan bahwa persamaan regresi Y : -7259,2 + O,OO2 X dapat diterima. Berarti ada pengaruh ankfa volume penjualan dengan biaya promosi.
Dengan kenaikan biaya promosi maka dapat menaikkan volume penjualan. Sedangkan untuk mengetahui keeratan hubungan antara volume penjualan dengan biaya promosi dapat dilihat pada tabel 18 dimana level of significantnya adalah 0.000 yang mana kurang dari 5o/o yang berarti hubungan antara keduanya sangat erat' Jadi dapat disimpulkan bahwa dengan kenaikan biaya promosi akan dapat meningkatkan volume Penj ualan'