35 BAB IV
HASIL PENELITIAN
A. Pengembangan E-Modul Struktur dan Fungsi Jaringan Tumbuhan 1. Penyusunan Materi
Materi dalam E-modul diambil dari bab struktur dan fungsi jaringan tumbuhan KD 3.3 dan 4.3 kelas 11, pengambilan materi berdasar analisis dan wawancara pra-penelitian kepada guru yang mengampu mata pelajaran biologi di SMAN 4 Surakarta. Hasil wawancara memberikan gambaran kepada peneliti bahwa selama masa pandemi yang telah berlangsung semenjak tahun 2019, guru dalam membelajarkan suatu materi harus dapat menyesuaikan waktu dengan situasi yang ada, sehingga pada masa ini murid dituntut lebih banyak melakukan pembelajaran secara mandiri, sehingga siswa sedikit kesulitan dalam memahami materi struktur dan fungsi jaringan yang kompleks dan memerlukan media yang mendukung pembelajaran supaya efektif.
Materi struktur dan fungsi jaringan tumbuhan dikemas dengan bentuk E-Modul, pembuatan tersebut didasarkan oleh hasil angket analisis kebutuhan yang telah diisi oleh 75 responden yang berasal dari kelas XI MIPA 1 dan 2 di SMAN 4 Surakarta. Pembuatan E-modul juga didasari oleh perkembangan teknologi yang sedang diterapkan secara masif kedalam bidang pendidikan di abad 21 ini. E-modul ini memiliki bentuk berupa aplikasi sehingga dapat dipasang secara langsung pada gawai masing-masing pengguna yang memiliki basis operasi android. Didalam E-modul ini terdapat beberapa bagian, termasuk materi dan gambar mikroskopik dari anatomi organ tanaman seperti pada organ daun dan bagian batang. Pada E-modul ini juga terdapat quizz yang akan meningkatkan semangat belajar siswa dan meningkatkan tantangan kepada peserta didik dalam belajar. Dikarenakan materi dalam E-modul dibuat ringkas, maka ada tombol yang berisi materi tambahan yang dapat didownload siswa agar dapat melakukan pembelajaran lebih lanjut. E-
modul struktur dan fungsi jaringan tumbuhan ini telah didesain sedemikian rupa agar dapat berlaku secara fleksibel, independen dan mudah digunakan oleh peserta didik dikarenakan tujuan pembuatan adalah untuk memfasilitasi pembelajaran yang telah ada.
2. Pemilihan Media
Modul elektronik (E-modul) dipilih untuk dikembangkan dan dibuat pada penelitian karena berdasar pada angket kebutuhan dan sifat yang dimiliki oleh E-modul ini sendiri, karena E-modul dapat digunakan secara fleksibel, efektif, efisien, mudah diperbaharui, tahan lama dan independen dibandingkan dengan pembuatan modul secara cetak, selain itu akan sangat bermanfaat pada masa pembelajaran daring karena penyebaran dapat dilakukan secara daring pula, sehingga meminimalisir kontak antar manusia. Dalam pengembangannya, diperlukan beberapa hal seperti perangkat lunak dan keras antara lain :
a. Perangkat Keras
Pengembangan menggunakan gawai berupa komputer jinjing (laptop) dengan merk Lenovo dengan series G405 dengan spesifikasi sebagai berikut:
1) Processor AMD tipe Essential (E1-2100) 1,00 GHz 2) RAM 2,0 GB DDR3
3) HDD SATA 320GB
4) AMD Radeon HD 8210M Graphics 5) Layar 14GB WLed technology
6) Speaker internal by Dolby Surround Sound b. Perangkat Lunak
Pengembangan modul elektronik materi struktur dan dan fungsi jaringan tumbuhan ini didukung oleh perangkat lunak yang berupa :
1) Sistem operasi a) Windows 7 Pro b) Android
2) Pembuat aplikasi
a) Aplikasi Unity Hub 3) Desain grafis
a) Coreldraw X5 b) Canva
c) PicsArt 3. Pemilihan Format Media
Pembuatan E-modul struktur dan fungsi jaringan tumbuhan dibuat dalam format aplikasi (.apk) yang langsung dapat di instal langsung pada gawai dengan sistem operasi android. Dengan ukuran aplikasi yang kecil hanya sebesar 25Mb akan memudahkan penyimpanan dan penyebaran aplikasi, karena file installer aplikasi dapat langsung dikirim melalui grup WA kelas. E-modul dikembangkan dalam format aplikasi karena bertujuan memudahkan pengorganisasian gambar, materi (teks), link soal gform, dan link materi tambahan. Setelah pemasangan aplikasi pada handphone langsung dapat langsung dibuka dan digunakan setiap saat.
4. Desain Produk
E-modul ini berisi tentang materi struktur dan fungsi jaringan tumbuhan yang diperuntukkan untuk siswa kelas XI Sekolah Menengah Atas. Kompetensi dasar yang harus dicapai pada KD 3.3 dan KD 4.3 pada mata pelajaran biologi kurikulum 2013. E-modul mencakup materi, gambar dan soal yang dapat diakses setelah aplikasi terinstal di handphone android.
Tampilan pertama aplikasi adalah menu awal yang berisi 3 tombol, yaitu tombol isi yang berisikan fitur utama dari E-modul, tombol credit yang berisi nama pembuat aplikasi beserta nama pembimbing, serta tombol exit untuk keluar dari aplikasi. Tampilan awal aplikasi adalah sebagai berikut :
Gambar 4.1 Tampilan Menu Awal Aplikasi
Gambar 4.2 Tampilan Menu E-Modul
Gambar 4.3 Tampilan menu credit
Gambar 4.4 Tampilan menu isi
5. Spesifikasi Perangkat Pengoperasian E-Modul Struktur dan Fungsi Jaringan Tumbuhan
Pengoperasian aplikasi E-Modul struktur dan fungsi jaringan tumbuhan, memiliki spesifikasi sebagai berikut :
a. Aplikasi e-modul dikembangkan menggunakan Aplikasi Unity Hub dan menggunakan desain gambar menggunakan Corel draw CS5 b. Aplikasi e-modul hadir dalam format .apk
c. Pengoperasian menggunakan handphone dengan sistem operasi android
d. Tombol pada aplikasi e-modul aplikasi pada halaman awal adalah isi, credit dan exit. Saat menekan tombol isi, akan ada 3 tombol yang muncul yaitu tombol kompetensi yang menjelaskan KD yang diterapkan, tombol materi yang berisi materi struktur dan fungsi jaringan tumbuhan dengan disusun runtut berdasar organ pada tumbuhan seperti buah, bunga, daun, batang dan akar. Serta tombol evaluasi, yang berisikan quizz, materi tambahan dan evaluasi terhadap aplikasi yang akan di isi oleh pengguna.
` Pada tombol credit yang berada di halaman awal dari aplikasi, tombol tersebut menampilkan nama pembuat aplikasi beserta pembimbing dari skripsi. Dan tombol yang terakhir adalah exit, yang berfungsi untuk keluar dari aplikasi. Selain tombol tombol tersebut, adapula tombol lainnya, seperti tombol panah ke
kiri, yang berfungsi untuk menunujukkan bahwa tombol tersebut berguna agar dapat kembali pada menu sebelumn dan tombol rumah yang memiliki fungsi kembali ke menu awal.
e. Program ini mencakup beberapa aspek, seperti materi, gambar (baik ilustrasi maupun gambar hasil mikroskopik), quizz dan materi tambahan yang tersusun secara ringkas
6. Penggunaan E-Modul Struktur dan Fungsi Jaringan Tumbuhan a. Instalasi Program
Aplikasi e-modul dapat di unduh melalui grup WA kelas peserta didik setelah peneliti mengirim file ekstensi .apk dan mengunduhnya.
Aplikasi berukuran 25mb sehingga meminimalisir kepenuhan memori penyimpan peserta didik. Pemasangan aplikasi langsung dapat dilakukan pasca mengunduh e-modul.
b. Pengoperasian Pogram
Cara pengoperasian e-modul struktur dan fungsi jaringan tumbuhan dapat dilihat dibawah ini :
Gambar 4 5 Tampilan menu awal aplikasi
Tampilan pertama ketika aplikasi e-modul struktur dan fungsi jaringan yaitu halaman awal saat aplikasi terbuka.
Gambar 4.6 Tampilan menu isi
Untuk membaca e-modul dapat melalui tombol isi pada menu halaman awal. Selanjutnya akan menampilkan tiga tombol seperti di atas dengan fungsi masing-masing.
Gambar 4.7 Tampilan menu kompetensi
Tampilan setelah tombol kompetensi di klik pada halaman sebelumnya, tampilan ini berisi keterangan tentang kompetensi dasar dan indikator kompetensi yang diterapkan pada e-modul dalam pembelajaran. KD yang dipakai adalah KD 3.3
Gambar 4.8 Tampilan menu materi
Berisi bagian-bagian dari organ pada tumbuhan, bagian tersebut antara lain organ buah, organ daun, organ akar, organ bunga, organ akar dan organ batang. Pada masing-masing tombol tulisan tersebut jika ditekan akan memunculkan halaman lain yang akan menjelaskan organ tersebut secara lebih rinci pada tahap jaringan.
Gambar 4.9 Tampilan menu buah
Menu buah ini berisi bagian-bagian struktur jaringan pada organ buah tumbuhan, hingga sampai bagian struktur biji pada buah. Struktur jaringan tersebut tersusun dari bagian dalam hingga ke bagian luar buah antara lain endosperm, embrio, kulit biji, endocarp, mesocarp dan eksocarp. Tiap tombol terdapat informasi mengenai jaringan secara ringkas.
Gambar 4.10 Tampilan menu bunga
Menu bunga ini berisi bagian-bagian struktur jaringan pada organ bunga tumbuhan, bagian bunga yang dipakai adalah bunga sempurna.
Struktur jaringan tersebut antara lain stigma, pollen, anther, style, filamen, putik, petal, sepal, ovary dan ovule. Tiap tombol terdapat informasi mengenai jaringan secara ringkas.
Gambar 4.11 Tampilan menu daun
Menu daun ini berisi bagian-bagian struktur jaringan pada organ daun tumbuhan. Struktur jaringan tersebut tersusun dari bagian atas hingga ke bagian bawah daun antara lain trikoma, epidermis, paliade, spons, jaringan pembuluh (floem dan xylem), sel penjaga dan stomata.
Tiap tombol terdapat informasi mengenai jaringan secara ringkas.
Gambar 4 12 Tampilan menu batang
Berisi bagian struktur jaringan pada organ batang, baik jenis dikotil maupun monokotil. Struktur tersebut antara lain epidermis, korteks, jaringan dasar, jaringan (korteks) pembuluh, kambium pembuluh (dikotil) dan empulur. Tiap tombol terdapat informasi mengenai jaringan secara ringkas.
Gambar 4.13 Tampilan menu akar
Berisi bagian struktur jaringan organ akar, baik jenis dikotil maupun monokotil. Struktur tersebut antara lain rambut akar, korteks, protoxylem, floem, metaxylem, pith, perisikel, endodermis dan epiblema. Tiap tombol terdapat informasi mengenai jaringan secara ringkas.
Gambar 4.14 Tampilan menu evaluasi
Pada menu evaluasi ini terdapat 3 tombol , tombol pertama yaitu tombol quizz saat ditekan akan mengarahkan ke googleform yang berisi quiz sebanyak 10 soal. Tombol materi tambahan, saat ditekan akan mengarahkan pengguna pada penyimpanan di googledrive yang berisi materi secara ringkas dalam format PDF. Untuk tombol terakhir adalah tombol evaluasi, saaat ditekan akan mengarahkan ke googleform yang berisi beberapa pertanyaan yang bertujuan untuk menilai aplikasi e- modul struktur dan fungsi jaringan oleh pengguna aplikasi tersebut.
B. Kelayakan E-modul Struktur dan Fungsi Jaringan Tumbuhan
Kelayakan media e-modul struktur dan fungsi jaringan tumbuhan diperoleh berdasarkan pada uji validitas oleh masing-masing ahli dan juga uji coba lapangan terbatas. Uji validitas dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui kevalidan e-modul dan memastikan e-modul berkualitas sebelum dapat digunakan dan diujikan di lapangan oleh validator ahli materi, validator ahli media dan validator pada pertanyaan evaluasi. Uji coba lapangan terbatas e-modul ditujukan untuk melihat respon oleh guru dan peserta didik.
1. Uji Validitas Materi
Materi dalam e-modul ini terfokus pada KD 3.3 kelas XI, struktur dan fungsi jaringan tumbuhan dan telah divalidasi oleh dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) jurusan Pendidikan Biologi Universitas Sebelas Maret yaitu Nurmiyati S.Pd., M.Si.. Validator ahli dipilih atas dasar keahlian beliau dalam bidang tumbuhan berdasar mata
kuliah yang telah diampu beliau. Hasil yang diperoleh pada validasi adalah sebagai berikut:
Tabel 4.1 Hasil Uji Validitas Materi
Butir Penilaian
Skor
Penilaian Keterangan 1 2 3 4
Kelengkapan Isi
Kelengkapan materi √ Sangat Valid/Sangat
Layak
Keakuratan materi √ Valid/Layak
Materi pendukung
pembelajaran √ Sangat Valid/Sangat
Layak Penyajian
Teknik Penyajian Materi √ Sangat Valid/Sangat Layak
Pengembangan e-modul mendapat revisi satu kali dengan arahan dari validator untuk menyesuaikan materi dan soal quiz agar lebih mendekati dengan KD 3.3 kelas 11. Peneliti menambah materi berupa ringkasan materi tambahan serta menambah butir soal agar e-modul dapat digunakan dengan layak.
2. Uji Validitas Media
Pengembangan e-modul struktur dan fungsi jaringan tumbuhan telah divalidasi oleh alumni mahasiswa pendidikan teknik informatika yaitu sdri. Denta Ayu Meilany.Validator ahli media menguasai di bidang teknologi yang berkaitan dengan dunia pendidikan. Berdasar hasil penilaian ahli media melalui angket diperoleh hasil sebagai berikut:
Tabel 4.2 Hasil Uji Validitas Media Kriteria Penilaian Nilai
Keterangan 1 2 3 4
Tampilan Desain media
pembelajaran
√ Valid/Layak Tata letak komponen pada
aplikasi struktur dan fungsi jaringan tumbuhan
√ Sangat Valid/Sangat Layak
Teks di dalam aplikasi struktur dan fungsi jaringan tumbuhan
√ Valid/Layak
Kualitas tampilan foto atau gambar (ilustrasi) pada media pembelajaran
√ Valid/Layak
Kelengkapan isi media pembelajaran
√ Sangat Valid/Sangat Layak
User Interface
Navigasi yang disajikan √ Sangat Valid/Sangat Layak
Petunjuk penggunaan media pembelajaran
√ Sangat Valid/Sangat Layak
Usabilitas √ Sangat Valid/Sangat Layak
Aksesibilitas √ Sangat Valid/Sangat Layak
Aplikasi e-modul struktur dan fungsi jaringan tumbuhan dinilai sudah memiliki tampilan yang baik setelah melalui revisi yang disarankan oleh ahli media, revisi tesebut meliputi saran warna, font tulisan, typo dalam paragraf, panjang paragraf, layout gambar dan letak tombol-tombol.
Hasil kelayakan media e-modul struktur dan fungsi jaringan tumbuhan yang didapat berdasar uji validasi oleh ahli materi dan ahli media akan digunakan sebagai acuan yang digunakan untuk membuat revisi pengembangan media yang telah dibuat agar dapat diterapkan dengan baik pada lapangan untuk mengetahui respon guru dan peserta
didik pada uji coba lapangan terbatas. Revisi yang dilakukan bukanlah merupkan revisi mayor namun hanya pada poin poin tertentu seperti pada tampilan lay out, font tulisan, typo pada tulisan, letak tombol, pemilihan warna dan penambahan materi dan soal pada e-modul.
3. Uji Coba Lapangan Terbatas
Uji coba lapangan dilakukan di SMA Negeri 4 Surakarta dan Universitas Sebelas Maret dengan sampel berjumlah 1 guru dan 51 peserta didik. Pengambilan siswa mencakup seluruh siswa kelas XI MIPA 1 dan XI MIPA 2 yang memakai handphone dengan sistem operasi android.
a. Respon Guru
Respon guru dalam uji coba lapangan terbatas e-modul struktur dan fungsi jaringan tumbuhan dinilai oleh bapak Yulianto Edi Martono, S.Pd, berdasar lembar penilaian angket dengan 4 aspek penilaian didapatkan hasil sebagai berikut:
Tabel 4.3 Hasil Respon Guru Aspek Skor
Penilaian
Skor Maksimum
Persentase Skor
Keterangan Penyajian
Materi 17 20 85% Sangat Baik
Tampilan 16 20 80% Baik
Kebahasaan 13 16 81% Sangat Baik
Manfaat 11 12 92 % Sangat Baik
Pengembangan e-modul materi struktur dan fungsi jaringan tumbuhan telah mendapatkan respon oleh guru dan disetujui untuk digunakan dalam pembelajaran dan sudah bersifat layak pada empat indikator besar yang ada dalam angket, namun sedikit diperbaiki pada aspek tampilan dan kebahasaan agar mendapat media pembelajaran yang maksimal.
Berdasar hasil wawancara dengan guru biologi pasca penerapan e-modul pada pembelajaran, beliau menyatakan bahwa penggunaan e-modul sangat membantu dalam kegiatan di kelas online terutama saat guru memberikan tugas dan materi tambahan saat selesai mengajar. E-modul juga mudah dioperasikan dan dipahami cara penggunaannya dan pemasangannya sehingga tidak menghambat murid dalam menguasai materi. Di dalam e-modul terdapat menu yang berisikan pranala dan langsung mengarahkan ke halaman googleform yang mengandung soal untuk memberikan tugas berupa pekerjaan rumah, selain hal tersebut di dalam e-modul terdapat yang letaknya terorganisir dengan baik, sehingga peserta didik dapat dengan mudah apabila ingin mempelajari materi di dalamnya. Beliau menjelaskan ada kekurangan pada e-modul ini seperti kurangnya elemen pendukung dalam e-modul seperti musik dan gambar animasi pada penjelasan materi yang berada di dalamnya agar dapat lebih menarik peserta didik dalam menggunakannya saat kegiatan pembelajaran (Wijayanto, 2021).
b. Respon Siswa
Respon siswa yang didapat dari hasil pengisian angket ini sebanyak 51 respon yang berasal dari 2 kelas XI MIPA 1 dan 2 SMA Negeri 4 Surakarta yang telah melalui pembelajaran materi struktur dan fungsi jaringan tumbuhan. Berdasar hasil angket yang didapat, data diolah menggunakan metode RASCH dengan aplikasi Ministep (winstep).
Tabel 4.4 Respon Peseta Didik Pada Tiap Item Item
Nomor
Jumlah Respon Skor 3&4
Persentase Respon Skor 3&4 (%)
1 51 100
2 42 82,4
3 50 98,0
4 42 82,4
5 45 88,2
6 49 96,1
7 46 90,2
8 48 94,1
9 45 88,2
10 49 96,1
11 46 90,2
12 42 82,4
13 51 100
14 47 92,2
15 50 98,0
Gambar 4.15 Sebaran Probabilitas Respon Peserta Didik
Sebaran diatas menunjukkan peluang terpilihnya opsi 1-4, pemilihan berdasar kemampuan siswa yang menjawab dalam menetujui. Semakin rendah kemampuan siswa untuk menyetujui, maka semakin banyak opsi 1 (sangat tidak setuju) yang akan dipilih oleh siswa, demikian pula hal sebaliknya.
Tabel 4.5 Hasil Person Measure Respon Peserta Didik
Data diatas menunjukkan reabilitas yang diperoleh dari responden siswa sebesar 0.75 dengan indeks separasi 1.73 dan nilai dari α cronbach sebesar 0.80. Terdapat pula nilai outfit MNSQ 1.04, ZSTD -0.04
C. Pembahasan Hasil RASCH
Tujuan awal dilakukan penelitian ini adalah mengembangkan media pembelajaran berupa e-modul pada materi struktur dan fungsi jaringan tumbuhan yang ditujukan khusus untuk penggunaan pada kalangan siswa Sekolah Menengah Atas. Lalu diujikan kelayakan penggunaan aplikasi melalui uji coba lapangan terbatas yang dilakukan pada peserta didik SMA Negeri 4 Surakarta. Penggunaan analisis RASCH dalam penelitian ini ditujukan untuk melihat reliabilitas dan validitas data yang dihasilkan, karena analisis ini dapat mengetahui kemampuan dan kesungguhan respoden, dapat mengetahui keandalan dari instrumen yang digunakan sehingga dapat melihat secara akurat terhadap data yang didapatkan dan instrumen yang digunakan (Lia et al., 2020). Nilai keandalan tersebut dapat dilihat dari nilai α cronbach sebesar 0.80 termasuk kedalam golongan yang sangat baik dan
menunjukkan bahwa angket yang digunakan tergolong andal (konsisten) untuk pengujian berulang pada subjek yang berbeda dan data yang dihasilkan dapat dipercaya, selain itu semakin tingggi angka yang didapat maka menujukkan semakin tinggi pula korelasi antara subjek (person) dan angket yang diujikan (items) atau dapat diinterpretasikan bahwa data tersebut homogen (Sumintono & Widhiarso, 2015). Walau menurut Stadler et al., (2021) hasil α cronbach dapat menjadi misinterpretasi jika item yang diujikan terlampau banyak dan lingkup pengujian terlalu luas seperti beda negara dapat menghasilkan data yang bias.
Dengan melihat pada tabel 4.4, diketahui aplikasi dapat diterima dengan baik oleh siswa setelah pengujian dilakukan, dikarenakan pada tiap item soal telah melebihi kuantitas kriteria sangat valid (sangat layak) yang dibutuhkan, dikarenakan kriteria kelayakan minimal adalah sebesar 81% dan persentase yang didapat pada tiap item sudah melebihi angka tersebut
Selanjutnya dapat kita ketahui pada tabel 4.5, nilai reabilitas siswa sebesar 0.75, nilai tersebut tergolong dalam kategori cukup, sehingga dapat diketahui bahwa siswa memiliki kesungguhan dalam mengisinya. Indeks separasi sebesar 1.73, hal tersebut menunjukkan bahwa pertanyaan yang terdapat dalam angket dapat menguji 2 kelompok pengetahuan individu (rendah dan sedang). Hasil RASCH ini dapat diterima, mengacu pada nilai outfit MNSQ dan ZSTD. Nilai Outfit MNSQ sebesar 1.04 dengan nilai optimum pada 1.00, hal tersebut menunjuukan hanya ada 4% penyimpangan yang terjadi dan data tergolong kondisi yang baik untuk pengukuran.
Begitupula dengan data outfit ZSTD dengan nilai -0.04 dengan nilai optimum pada 0.00 yang menunjukkan hanya 4% sehingga data mempunyai perkiraan yang logis. Namun hal tersebut tidak terlalu dipertimbangkan karena lingkup penelitian dan jumlah item yang digunakan memiliki kemungkinan kecil untuk menimbulkan misinterpretasi data.