• Tidak ada hasil yang ditemukan

Materi Rapat Kerja Komisi IV DPR. Jakarta, 20 September 2021

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Materi Rapat Kerja Komisi IV DPR. Jakarta, 20 September 2021"

Copied!
25
0
0

Teks penuh

(1)

Jakarta, 20 September 2021

Materi Rapat Kerja

Komisi IV DPR

(2)

DAFTAR ISI

1. PRODUKSI & STOK PUPUK BERSUBSIDI

2. MONITORING DISTRIBUSI PUPUK BERSUBSIDI

3. REALISASI PENYALURAN PUPUK BERSUBSIDI TA 2021 4. PIUTANG SUBSIDI

5. KARTU TANI

(3)

PRODUKSI

&

STOK PUPUK BERSUBSIDI

(4)

Kemampuan Penyediaan Pupuk Untuk Penyaluran Pupuk Bersubsidi Tahun 2021

Keterangan:

• Untuk Pupuk Organik Cair, kapasitas produksi (Petrokimia Gresik) sebesar 3,2 juta liter dan alokasi yang ditetapkan Pemerintah sebesar 1,5 juta liter

• Sisa stock di akhir tahun 2021 sebesar 1.899.646 ton adalah untuk pengamanan stock di awal tahun 2022

Stok Awal Januari 2021

Prognosa

Produksi 2021 Subsidi Non Subsidi Total

1 2 3 4 5 6 7 = 5+6 8 = 3+4-7

1 Urea 1.008.520 7.797.000 4.166.669 3.796.756 7.963.425 842.095 2 NPK 542.560 3.187.000 2.679.000 618.126 3.297.126 432.434 3 SP36 121.631 840.000 640.812 20.000 660.812 300.819 4 ZA 138.388 795.576 784.144 20.000 804.144 129.820 5 Organik 130.728 834.600 770.850 - 770.850 194.478

1.941.830

13.454.176 9.041.475 4.454.882 13.496.357 1.899.646 G.Total 15.396.006

Total

Alokasi Penyaluran/Penjualan 2021

Cadangan Penyediaan Pupuk

No Jenis Pupuk

(5)

Rencana Produksi Pupuk Bersubsidi Per Anak Perusahaan

PRODUSEN /

PUPUK* UREA NPK SP-36 ZA

PKG 975,000 2,494,000 840,000 795,576

PKC 874,000 185,000 - -

PKT 3,391,000 245,000 - -

PIM 450,000 - - -

PSP 2,107,000 263,000 - -

TOTAL 7,797,000 3,187,000 840,000 795,576 G. TOTAL

UREA + NPK + SP-36 + ZA (Diluar ORGANIK)

12,619,576

Keterangan :

• Organik sejumlah 834.600 Ton dipenuhi dari mitra organik

• Pupuk Organik Cair, kapasitas produksi (Petrokimia Gresik) sebesar 3,2 juta liter dan alokasi yang ditetapkan Pemerintah sebesar 1,5 juta liter

• Rencana Produksi Based RKAP BUMN

• Kekurangan produksi di SP-36 dan ZA subsidi dipenuhi oleh impor

• Alokasi Produksi mengutamakan untuk pemenuhan subsidi

(6)

Posisi Stok Pupuk Bersubsidi Saat Ini Per 17 September 2021

Keterangan :

• Lini I Berada di Gudang Pabrik Produsen

• Lini II Berada di Gudang Penyangga Level Provinsi

• Lini III Berada di Gudang Penyangga Level Kabupaten/ Kota

• Lini IV Berada di Gudang Distributor dan Kios (Level Kabupaten/ Kecamatan/ Desa)

LINI I LINI II LINI III

UREA 515.822 79.211 411.113 140.815 1.146.961 NPK 84.501 43.880 163.644 82.542 374.567 SP-36 80.207 47.023 68.998 18.395 214.623 ZA 13.695 10.498 69.963 26.286 120.442 ORGANIK 42.533 25.340 113.300 27.560 208.733

SUB TOTAL 736.758 205.953 827.018 TOTAL

JENIS PUPUK

PRODUSEN

LINI IV TOTAL LINI I S.D IV

295.599 2.065.327

1.769.729

(7)

Posisi Stok Pupuk Bersubsidi Saat Ini

Stok pupuk bersubsidi per tgl 17 September 2021 mencapai 275% apabila dibandingkan dengan ketentuan stok minimum yang ditentukan.

7

STOK KETENTUAN

STOK MINIMUM

% STOK MIN

1 2 3 = 1:2

UREA 411,113 137,251 300

NPK 163,644 89,480 183

SP-36 68,998 21,381 323

ZA 69,963 26,137 268

ORGANIK 113,300 26,562 427

TOTAL 827,018 300,810 275 JENIS

PUPUK

(8)

PERENCANAAN PRODUKSI DAN DISTRIBUSI

8

Kebutuhan Pupuk Subsidi

1. RKAP

2. SK Kementan 3. SK Kadinas Prop 4. SK Kadinas Kab/Kota

Perencanaan Produksi

& Pemasaran (*)

1.Subsidi 2.Non Subsidi

Distribusi (**)

1.Lini 1 ke 2 2.Lini 2 ke 3

3.Lini 3 ke Distributor 4.Distributor ke Kios

Penyaluran (***)

1.Kios ke Petani

Keterangan :

*) : Rapat Koordinasi Produksi dan Pemasaran berlangsung setiap bulan. Rapat koordinasi internal produksi dilaksanakan setiap hari.

**) : Distribusi berlangsung setiap saat sesuai dengan perencanaan bulanan, Koordinasi dan Evaluasi dilaksanakan setiap Mingguan untuk memastikan pelaksanaan dan pencapaian atas perencanaan bulanan. Tanggung Jawab Utama PI

Adalah dalam Distribusi

***): Penyaluran dari Kios ke Petani memiliki aturan yang ditetapkan oleh Kementan sesuai Permentan No. 49/2020 dan Kep. Dirjen No. 01/Kpts/RC.210/B/01/2021.

(9)

MONITORING PUPUK BERSUBSIDI

(10)

Skema Penyaluran dan Monitoring Pupuk Bersubsidi oleh Pupuk Indonesia Berbasis Teknologi Informasi

PABRIK GUDANG LINI II / UPP GUDANG LINI III DISTRIBUTOR KIOS PENGECER KELOMPOK TANI plant region II warehouse region III warehouse distributor warehouse retailer warehouse farmers group

RDKK

&

ALOKASI

LINI I LINI II LINI III LINI IV

SAP

APLIKASI GUDANG (APG)

WEB COMMERCE DISTRIBUTION PLANNING AND CONTROL SYSTEM (DPCS)

RMS

Paper Based (F5/F6) Telah Menggunakan Aplikasi Digital

PRODUCT TRACKING (RFID/ Bag Code/Product Certificate) ANALYTICS

Sudah Dilakukan Belum Dilakukan

(11)

VIEW STOK NASIONAL

Helikopter View stok pupuk seluruh Indonesia dari wilayah I sd IV beserta atributnya (Rayon, stok, gudang, kapal, truk, dsb)

Keterangan Bendera DPCS

(12)

VIEW STOK PROVINSI/KABUPATEN/KOTA

Titik Lokasi Gudang,

Distributor dan Kios

Stok Level Kabupaten

(13)

TRACKING KAPAL/TRUK

Tracking Angkutan Kapal Laut

Tracking Angkutan

Truk

(14)

REALISASI PENYALURAN PUPUK BERSUBSIDI DAN

TANTANGAN PENYALURAN TAHUN 2021

(15)

Kinerja Penyaluran Pupuk Bersubsidi 5 Tahun Terakhir

Dalam (Ton)

0 2.000.000 4.000.000 6.000.000 8.000.000 10.000.000 12.000.000

REALISASI ALOKASI REALISASI ALOKASI REALISASI ALOKASI REALISASI ALOKASI REALISASI ALOKASI

2016 2017 2018 2019 2020*

UREA SP-36 ZA NPK ORGANIK 9,21 juta

9,55juta 96,4%

9,55juta 97,2%

9,29juta 9,55juta

97,3%

9,29juta

8,87juta 95,6%

8,48juta

8,90juta 97,7%

8,71 juta

Keterangan:

Realisasi penyaluran 2016-2019 merupakan audited BPK

Realisasi 2020 audited BPK

(16)

Realisasi Penyaluran Pupuk Bersubsidi per 17 September 2021

* Realisasi merupakan penebusan distributor

(17)

TANTANGAN PENYALURAN PUPUK BERSUBSIDI TA 2021 :

PETANI :

1. Melakukan penebusan sesuai dengan kemampuan keuangan.

2. Tidak menebus dikarenakan sudah beralih profesi.

3. Tidak menebus dikarenakan sewa lahan garapannya tidak diperpanjang.

4. Enggan menebus diawal karena jatahnya sedikit dan biaya transportasi yang mahal untuk pergi pulang ke kios.

ALOKASI :

1. Tidak terdapat alokasi SP-36 bagi Petani tanaman padi dan jagung di beberapa wilayah yang memiliki tingkat serapan tinggi (contoh : Kab. Indramayu, Kab. Karawang), alokasi SP-36 tersebut hanya diperuntukkan untuk Petani hortikultura.

2. Berkurangnya alokasi di wilayah-wilayah yang serapannya tinggi (Contoh : Kab. Klaten dan Kab. Grobogan), disisi lain terdapat daerah yang alokasinya lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata serapan (Contoh : Kab. Magelang, Kab. Temanggung, Kab. Banjarnegara, Kab. Wonosobo).

3. Di Jatim dan Jateng, alokasi untuk Urea secara umum sudah disesuaikan dengan e-RDKK sehingga menyulitkan realokasi antar Kabupaten/Kota.

LAINNYA :

1. Persyaratan penebusan manual yang tidak dapat diwakilkan (menandatangani form penebusan, melampirkan fotocopy KTP).

2. Beberapa Dinas Pertanian yang membatasi penyaluran pupuk bersubsidi terkait musim tanam (contoh : Provinsi Jawa Tengah).

3. Diperlukan pengesahan dari PPL atau Kepala Desa apabila ditemukan data petani di e-RDKK yang tidak akurat seperti terdapat ketidaksesuaian Nama dan NIK sehingga memperlambat penyaluran di kios.

(18)

PIUTANG SUBSIDI

(19)

PIUTANG SUBSIDI 2021

Catatan :

1) Nilai diatas termasuk Pajak Pertambahan Nilai (PPN)

No. Tahun

Saldo Piutang

Per 31 Agust 2021 Status

1. 2020

- Kurang Bayar net off (a) Rp 2.361.170.179.191

Audited; belum dianggarkan dalam APBN 2021, Piutang Subsidi yg ditagihkan sebesar Rp2,50 T (Usulan Revisi DIPA), sedangkan Rp139 M akan disetorkan ke negara

2. 2021 (s.d Agust) (b) Rp 8.074.543.857.550

- Penerimaan di Bulan Sept 2021 sebesar Rp3,88 T, terdiri atas :

a. Tag Juni Rp1,84 T, b. Tag Juli Rp1,58 T

c. Sisa Jan – Mar Rp 458 M

- Sisa untuk diverifikasi Rp4,19 T*

Total (a) + (b) Rp10.435.714.036.741

Kinerja penagihan piutang subsidi terus mengalami peningkatan setiap tahunnya, hal tersebut terlihat dari penurunan piutang subsidi dibandingkan tahun sebelumnya

(20)

KARTU TANI

(21)

Kebijakan implementasi Kartu Tani Input data petani ke dalam ERDKK

Menerbitkan & Membagikan Kartu Tani kepada petani

Memasang mesin EDC di Kios Pupuk Lengkap

Menyediakan Kios Pupuk Lengkap (KPL) Menyalurkan pupuk bersubsidi

dengan Kartu Tani

Tanggung Jawab Stakeholder Dalam Implementasi Kartu Tani

PEMERINTAH PUSAT PEMERINTAH DAERAH

HIMBARA

PUPUK INDONESIA

(22)

1. Menerbitkan kebijakan kepada Produsen antara lain :

DUKUNGAN PI DALAM IMPLEMENTASI KARTU TANI

3. Mempersiapkan proses dan ketentuan penagihan piutang dengan Dashboard Bank berbasis penyaluran menggunakan kartu tani

2. Melakukan sosialisasi bersama Kementerian Pertanian dan Himpunan Bank Negara (HIMBARA)

a. Menjadikan seluruh Kios menjadi Kios Pupuk Lengkap (KPL)

b. Mewajibkan KPL menyalurkan Pupuk bersubsidi dengan Kartu Tani dan/ atau ketentuan lain yang ditetapkan oleh KPA Kementan

c. Melakukan proses penagihan dengan Dashboard Bank dan melakukan Rekonsiliasi

untuk penyesuaian dengan data manual

(23)

Kebijakan Penebusan Pupuk Bersubsidi Tahun 2021 Menggunakan Kartu Tani dan Manual Berdasarkan Permentan 49 Tahun 2020

1. Mengacu kepada Permentan 49 Tahun 2020 tentang Alokasi dan HET Pupuk Bersubsidi tahun 2021, Pasal 3 menyebutkan dalam hal suatu wilayah telah siap menggunakan Kartu Tani, pemberian Pupuk Bersubsidi dapat menggunakan Kartu Tani.

2. Melalui Surat Direktur Pupuk dan Pestisida Nomor : 751.2/SR.320/B.5.2/12/2020 tanggal 30 Desember 2020 perihal Penyaluran Pupuk Bersubsidi tahun 2021 menyampaikan bahwa penyaluran Pupuk Bersubsidi bagi wilayah yang belum menggunakan Kartu Tani agar dilakukan penebusan manual dengan menyampaikan fotocopy KTP dan mengisi form Penebusan.

3. Terkait dengan poin 1 dan 2 diatas, Pupuk Indonesia telah meneruskan kepada Distributor dan Kios

melalui surat Direktur Pemasaran PT Pupuk Indonesia (Persero) Nomor : 0009/H/PJ/C31/ET/2021

tanggal 4 Januari 2021 perihal Penyaluran Pupuk Bersubsidi Tahun Anggran 2021.

(24)

Kesimpulan

Agro-solution:

Pupuk Indonesia siap mengawal penyaluran program pupuk bersubsidi di sisa tahun 2021 melalui :

Mempersiapkan stock pupuk bersubsidi sesuai ketentuan;

Menyediakan pupuk non subsidi, serta

Mendorong program AgroSolution dalam memenuhi kekurangan

pupuk bersubsidi.

(25)

Terima kasih

Referensi

Dokumen terkait

Pemerintah bagi suatu destinasi menjadi salah satu faktor penunjang dalam perkembangannya. Dalam Desa Mekarjaya, Pemerintah diharapkan dapat memperbaiki sarana dan

Pullback : Kenaikan paska terjadi Breakdown dimana maksimum kenaikan adalah Resistance yang berasal dari Support yang baru saja di-Breakdown. Technical Rebound : Kenaikan

Berdasarkan kajian teori dan didukung dengan analisis variansi serta mengacu pada rumusan masalah yang telah diuraikan di awal, dapat disimpulkan sebagai berikut. 1)

Penelitian ini menemukan bahwa gaya bahasa metafora dan kontradiksi dipakai secara dominan oleh penyair dalam penyampaian makna puisinya, yaitu penggambaran sosok oma

Pesan kesalahan akan tampil bila tidak diisi dengan huruf besar semua Pilihlah tipe fasilitas dari drop down list yang sudah disiapkan.. d) Apabila data proses pengisian

Bedasarkan penjelasan dari Bapak Paujul Ajim Siregar selaku Kepala Seksi Pupuk, Pestisida dan Alsintan, koordinasi antar pelaksana penyaluran pupuk bersubsidi di

Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis penyuntikan hormon GnRH-a 0,5 mL/kg pada induk ikan baung saat proses pemijahan buatan menghasilkan derajat penetasan yang lebih

Hal tersebut dapat diinterpretasikan bahwa dalam penyusunan criteria revitalisasi kawasan berse- jarah harus ada lembaga atau pihak yang memiliki otoritas sebagai pengelola