Jurnal Inovasi Pembelajaran Biologi, 3 (1): 43-52, Maret 2022
43 e-ISSN: 2721-030843 e-ISSN: 2721-0308
e-ISSN: 2721-0308
Jurnal Inovasi Pembelajaran Biologi
https://journal.unesa.ac.id/index.php/jipb
PENGARUH SMARTPHONE TERHADAP MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR BIOLOGI MATERI SISTEM EKSKRESI
KELAS XI SMA
Aulia Rahma1, Bayu Sandika2
1,2 Program Studi Tadris Biologi, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, IAIN Jember E-mail: [email protected]
HISTORY OF ARTICLE:
Received: 20 Oktober 2021 Accepted: 06 Februari 2022 Published: 31 Maret 2022
Keywords: learning results;
motivations; smartphone Kata kunci: hasil belajar;
motivasi; smartphone
ABSTRACT: The purpose of this study to determine the effect of smartphones-assisted learning on motivation and learning outcomes to excretion system material in class XI IPA. This study uses an inferential quantitative approach with quasi experimental research type with a nonequivalent group posttest only design. The population in this study were 68 students in class XI IPA 3 and XI IPA 4. The sampling technique was using purposive sampling technique.
Methods of data collection using tests and questionnaires. Data analysis used Independent T-test. Based on the results of this study, it is know that smartphone-assisted learning has a significant effect on lerning motivatin learning and learning outcomes to excretion system material in class XI IPA, indicated by the results Sig (2-tailed) for 0,002<0,05 then Ha is accepted and H0 is denied.
ABSTRAK: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pembelajaran berbantuan smartphone terhadap motivasi belajar dan hasil belajar siswa pada materi sistem ekskresi di kelas XI IPA.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif inferensial dengan jenis penelitian quasi eksperiment dengan desain nonequivalent group posttest only. Populasi pada penelitian ini yaitu siswa kelas XI IPA 3 dan XI IPA 4 yang berjumlah 68 siswa. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling.
Metode pengumpulan data menggunakan tes dan angket. Analisis data menggunakan Independent T-test. Berdasarkan hasil penelitian ini dikatahui bahwa pembelajaran berbantuan smartphone berpengaruh secara signifikan terhadap motivasi belajar dan hasil belajar siswa pada materi sistem ekskresi di kelas XI IPA, ditunjukkan dengan Sig (2-tailed) sebesar 0,002<0,05 maka Ha diterima dan H0 ditolak
44 e-ISSN: 2721-030844 e-ISSN: 2721-0308
PENDAHULUAN
Smartphone merupakan ponsel yang memiliki kemampuan tingkat tinggi serta dapat terhubung dengan internet, dan umumnya memiliki fungsi seperti komputer. Selain itu, banyak fitur yang mendukung smartphone seperti internet, e-book, e-mail, serta terdapat papan ketik dan penyambung VGA sehingga smartphone fungsinya seperti komputer kecil yang dapat digunakan untuk melakukan panggilan telepon (Budiono, 2013). Pengoperasiannya yang mudah membuat smartphone digunakan oleh semua kalangan masyarakat dan juga berbagai jenjang usia, baik siswa sekolah dasar hingga pelajar di perguruan tinggi, pengajar maupun pegawai kantor menggunakan smartphone (Pahrul, 2018). Hampir semua siswa SMA menggunakan smartphone dalam kehidupan sehari-hari (Surya, 2019).
Fenomena tersebut kemudian digunakan oleh beberapa pihak untuk membantu dalam proses pembelajaran. Menurut Permadi (2015) smartphone berperan sebagai alat bantu pendamping untuk memperoleh berbagai informasi yang sesuai dengan pelajaran. Jika sumber dari buku masih kurang dan digunakan sebagai alat pencarian informasi terkait istilah asing yang belum dipahami, dengan bantuan smartphone tersebut siswa dapat melakukan browsing informasi apa saja yang dibutuhkan dengan mudah dan cepat atau membagi informasi yang dimiliki dengan mudah.
Salah satu mata pelajaran yang membutuhkan informasi yang luas dari luar dan informasi terbaru yaitu biologi, salah satunya yaitu pada materi sistem ekskresi. Salah satu materi dalam biologi yang membutuhkan literasi yang cukup luas adalah sistem ekskresi, dengan literasi yang luas maka siswa dapat dengan mudah mendapatkan pembelajaran bermakna dalam mengenal organ sistem ekskresi, memahami bagian-bagian organ sistem ekskresi, menjelaskan fungsi organ sistem ekskresi, menjelaskan proses yang terjadi pada sistem ekskresi. Jika hanya berpedoman pada buku paket tentu kurang untuk mendapatkan literasi yang lebih bervariasi dan luas. Hal tersebut tentu kurang membantu untuk mencapai tujuan utama pembelajaran yaitu siswa mampu menjelaskan struktur organ, dan fungsinya pada materi sistem ekskresi manusia dan hewan. Menjelaskan proses ekskresi pada manusia dan hewan, serta penyakit dan cara pengobatannya. Pengobatan pada penyakit teruslah diperbarui dengan seiring perkembangan zaman.
Menurut (Augusta, 2017; Maknuni, 2020; Ardyansyah, 2020), bahwa penggunaan smartphone berpengaruh terhadap peningkatan motivasi siswa dalam belajar. Motivasi siswa merupakan aspek penting untuk mencapai hasil belajar yang optimal (Suprihatini, 2015).
Motivasi menurut penelitian Emda (2017) dapat berasal dari dalam diri maupun dalam diri individu. Ada berbagai cara atau strategi pendidikn untuk mendorong motivasi belajar melalui media yang menarik dan interaktif (Anggraini, 2011). Saat ini peran penting smartphone dapat disetarakan dengan penggunaan buku cetak dalam memperoleh pengetahuan, karena penggunaannya mudah, dan dapat diakses kapan saja oleh siswa.
Manumpil (2015) menjelaskan bahwa penggunaan gadged memiliki hubungan dengan tingkat prestasi belajar siswa. Jika siswa dapat menggunakan dengan tepat dan tidak berlebihan. Sa’adah (2015) menambahkan, terdapat dampak positif penggunaan smartphone yaitu dengan bertambahnya teman baru dan mempermudah komunikasi jarak jauh. Dari beberapa penelitian tersebut perlu dilakukan penelitian lebih jauh apakah smartphone juga dapat berpengaruh tidak hanya pada motivasi belajar namun juga hasil belajar dengan objek penelitian dan materi yang berbeda.
Berdasarkan penelitian Rachmawati, dkk (2017) diketahui bahwa gadget juga memiliki pengaruh terhadap hasil belajar. Hasil belajar sendiri memiliki arti perilaku dalam bentuk sikap, pengetahuan, keterampilan, strategi kognitif, dan informasi baru yang diperoleh siswa hasil dari interaksi dengan proses pembelajaran atau suatu kondisi
Jurnal Inovasi Pembelajaran Biologi, 3 (1): 43-52, Maret 2022
45
lingkungan tertentu (Harisandy, 2015). Dari beberapa penelitian tersebut smartphone memiliki pengaruh juga terhadap hasil belajar siswa.
Smartphone juga memiliki dampak negatif, diantaranya yaitu dapat membuat siswa menjadi individualis, tidak terjalinnya kerjasama antar teman, kehilangan makna interaksi antara face to face, dan kurang berinterkasi dengan lingkungan. Dampak negatif tersebut dapat terjadi jika tidak menggunakan smartphone dengan semestinya, misalnya di tengah pembelajaran agar tidak merasa bosan dengan membuka sosial media (Rachmawati dkk, 2017). Tidak hanya itu dampak lainnya dapat mengurangi konsentrasi dalam kelas, apatis terhadap lingkungan, munculnya fenomena nomophobia, dan berkurangnya budaya literasi media cetak (Haq, 2018).
Smartphone dalam penggunaanya memiliki dampak negatif, namun beberapa sekolah tetap memperbolehkan siswanya membawa smartphone ke sekolah. Salah satu sekolah yang memperbolehkan siswanya membawa smartphone yaitu SMA Negeri 3 Jember. Sekolah tersebut mengizinkan siswa-siswinya membawa dan menggunakan smartphone terutama untuk kepentingan belajar. Hal ini selaras dengan visi sekolah yaitu terwujudnya siswa yang berkarakter, terampil, cerdas, mandiri, dan memiliki wawasan global. Adapun misi sekolah yaitu mengembangkan bakat, minat, dan potensi siswa dalam IPTEK. Sekolah mendukung perkembangan zaman ini dengan mengizinkan siswa menggunakan smartphone untuk membantu proses pembelajaran.
Smartphone sebagai salah satu media pembelajaran mutakhir, tentu menjadi hal yang dibutuhkan oleh siswa sebagai penunjang dari proses pembelajaran siswa, khususnya di kelas XI IPA. Smartphone tersebut digunakan untuk melakukan browsing informasi ketika mengerjakan lembar kerja siswa (LKS) yang diberi oleh guru atau mencari penjelasan lebih tentang istilah ilmiah yang ada di dalamnya. Pembelajaran ini tentu harus mendapat pengawasan lebih dari guru. Berdasarkan yang telah diamati langsung oleh peneliti pada saat magang. Masih banyak siswa yang menyalahgunakan smartphone untuk mengurangi rasa bosannya ketika pembelajaran dengan membalas chat, mengakses sosial media yang tidak ada kaitannya dengan materi pelajaran, dan bermain game online.
Fakta tersebut dapat dilihat bahwa adanya faktor dari dalam individu siswa yang dapat mempengaruhi motivasi dan hasil belajar. Menurut Dalyono (2015) dalam penelitiannya dijelaskan bahwa keberhasilan seorang siswa dalam kegiatan belajar dipengaruhi oleh dua hal yaitu internal dan ekternal. Faktor internal antara lain, intelegensi, kesehatan, minat, bakat, motivasi, dan metode belajar. Faktor eksternal dipengaruhi oleh kondisi lingkungan seperti keluarga, masyarakat, sekolah, dan juga lingkungan sekitar.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh smartphone terhadap motivasi dan hasil belajar biologi materi sistem ekskresi di kelas XI SMA. Hasil belajar siswa memiliki hubungan yang erat dengan motivasi belajar, dengan motivasi belajar yang tinggi, siswa diharapkan juga akan mampu meningkatkan hasil belajar.
METODE
Jenis Penelitian ini termasuk penelitian eksperimen semu (quasi eksperiment) menggunakan pendekatan kuantitatif inferensial. Penelitian dilakukan pada bulan Januari sampai Februari tahun 2020 di SMAN 3 Jember. Populasi pada penelitian ini yaitu siswa kelas XI IPA berjumlah 208 orang siswa, sedangkan sampel berjumlah 68 siswa yang diambil dari kelas XI IPA 3 sebagai kelas perlakuan dan XI IPA 4 sebagai kelas kontrol yang ditentukan secara purposive sampling.
Teknik pengumpulan data menggunakan angket, tes dan dokumentasi. Angket digunakan untuk mengukur motivasi belajar siswa yang berjumlah 15 pernyataan yang
mewakili motivasi belajar siswa. Angket dibuat dengan memodifikasi angket yang telah dibuat oleh Fitriana (2015). Tes yang digunakan untuk mengetahui hasil belajar siswa berupa posttest dengan muatan lima soal dengan model uraian. Dokumentasi yang digunakan meliputi dokumen sekolah, nilai siswa, data siswa, foto pelaksanaan penelitian.
Data yang diperoleh dari angket dan tes dianalisis secara statistik menggunakan Independent Sample T-Test, yang terlebih dahulu diuji menggunakan Kolmogorov-Smirnov untuk mengetahui distribusi datanya, dan Levene Test untuk mengetahui homogenitas data.
Prosedur penelitian meliputi 1) Tahap identifikasi masalah, melakukan tinjauan kepustakaan yang relevan dengan penelitian, mendefinisi kerangka teoritis, dan merumuskan hipotesis; 2) Tahap perencanaan dan perancangan; 3) Tahap membuat instrumen dan pengumpulan data; 4) Tahap pengumpulan data; 5) Tahap penyajian data dan analisis; 6) Tahap akhir (penyusunan hasil penelitian sampai pada kesimpulan dari hasil penelitian).
Penelitian pengaruh penggunaan smartphone terhadap motivasi dan hasil belajar siswa dilakukan treatment (perlakuan) berbeda antara dua kelas, yaitu kelas kontrol dan kelas perlakuan. Adapun kelas kontrol pembelajaran dilakukan secara konvensional tanpa menggunakan smartphone, sedangkan pada kelas perlakuan pada saat pembelajaran memanfaatkan penggunaan smartphone dengan tetap dalam pengawasan peneliti.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil penelitian motivasi belajar diperoleh dari hasil angket motivasi belajar siswa antara kelas kontrol dan perlakuan, diketahui bahwa 65% siswa di kelas kontrol memiliki motivasi belajar pada kategori tinggi, sementara 35% lainnya memiliki motivasi belajar kategori sedang (Gambar 1). Sementara pada kelas perlakuan diketahui bahwa 20,6% siswa yang mempunyai motivasi sedang, siswa mempunyai motivasi yang tinggi sebesar 64,7%
dan 14,7% siswa mempunyai motivasi yang sangat tinggi lihat pada Gambar 2. Hasil angket tersebut menunjukkan bahwa kelas yang menggunakan pembelajaran menggunakan smartphone memiliki motivasi belajar yang lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol yang tidak menggunakan smartphone pada proses belajar mengajarnya.
Gambar 1. Hasil motivasi belajar siswa kelas kontrol
Smartphone merupakan media yang berperan sebagai alat bantu dalam kegiatan pembelajaran, memiliki konten yang bisa diakses dalam sebuah pembelajaran, baik itu konten yang berada dalam media sosial, website, ataupun platform belajar online. Fasilitas dan platform yang tersedia pada smartphone mendukung siswa untuk mendapatkan informasi yang tentang materi yang dipelajari, maka tidak salah jika smartphone menjadi media yang sangat efektif untuk meningkatkan motivasi belajar siswa (Sardiman, 2012).
Jurnal Inovasi Pembelajaran Biologi, 3 (1): 43-52, Maret 2022
47
Sejalan dengan hasil penelitian Barakati (2013), bahwa smartphone berpengaruh signifikan terhadap motivasi siswa untuk belajar karena adanya dampak portabilitas dari smartphone itu sendiri. Dengan adanya alat bantu yang mudah, praktis, dan portable menjadikan siswa lebih termotivasi untuk belajar dan menggali informasi tentang materi yang dipelajari. Dengan demikian belajar menggunakan smartphone menjadi lebih mudah, praktis, efektif, dan menyenangkan. Augusta (2018) juga mengemukakan bahwa penggunaan smartphone memiliki pengaruh terhadap motivasi belajar siswa, hal ini dapat ditunjukkan dengan kecenderungan siswa yang selalu menggunakan smartphone dibandingkan membaca buku.
Gambar 2. Diagram persentase angket motivasi belajar siswa kelas perlakuan
Rata-rata nilai angket kelas perlakuan sebesar 59,5%, nilai ini lebih tinggi dari nilai rata-rata hasil angket kelas kontrol yakni sebesar 54,3% lihat pada Gambar 3. Berpedoman dari pengambilan keputusan pada uji Independent t-test, dapat diartikan bahwa antara motivasi belajar siswa yang dibelajarkan menggunakan bantuan smartphone dan motivasi belajar siswa yang melakukan pembelajaran konvensional pada materi sistem ekskresi di kelas XI IPA ada perbedaan yang signifikan.
Gambar 3. Histogram rata-rata perolehan nilai angket kelas perlakuan dan kontrol Terdapat perbedaan signifikan antara motivasi belajar siswa yang dibelajarkan menggunakan bantuan smartphone dan motivasi belajar siswa yang tidak menggunakan smartphone pada materi sistem ekskresi di kelas XI IPA. Jadi, diawal sebelum diberikannya treatment, motivasi pada kedua kelas cenderung sama karena keduanya memiliki nilai yang homogen dan dilihat dari semangat belajar sebelum diberikannya treatment. Setelah diberikan treatment pada kelas perlakuan berupa pembelajaran dengan bantuan smartphone,
terdapat perbedaan signifikan berdasarkan hasil analisis angket. Hal ini menunjukkan bahwa ada pengaruh signifikan pada pembelajaran berbantuan smartphone terhadap motivasi belajar siswa pada materi sistem ekskresi di kelas XI IPA. Sejalan dengan penelitian Agustina & Priambodo, (2021) Penggunaan smartphone berpengaruh positif terhadap motivasi belajar.
Penelitian dari Khaeriyah dan Mahmud (2017) juga menunjukkan bahwa intensitas penggunaan sumber belajar berupa smartphone dan internet dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. Lebih jauh, Sobon dan Mangundap (2019) juga membuktikan bahwa smartphone memiliki pengaruh pada motivasi belajar siswa. Secara parsial, motivasi belajar siswa meningkat secara signifikan, hal ini dipengaruhi oleh penggunaan smartphone.
Motivasi yang kuat dapat menentukan kualitas seseorang baik dalam aspek bekerja, belajar, dan berbagai aspek dalam kehidupan yang lain (Suprihatin, 2015).
Umumnya siswa yang cenderung rajin dan bersemangat dalam mengerjakan tugas dan suka mempelajari berbagai hal baru yang belum pernah diketahui merupakan siswa yang memiliki motivasi untuk berprestasi tinggi. Sebaliknya, siswa yang malas, mementingkan bermain dibandingkan belajar, pekerjaan rumah jarang dikerjakan, dan ketika ujian cenderung tidak mempunyai persiapan apapun biasanya siswa mempunyai motivasi yang rendah untuk mencapai prestasi (Inriyani dkk., 2017).
Penggunaan smartphone secara benar sebagai alat bantu pembelajaran digital dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. Motivasi sangat dibutuhkan oleh siswa dalam proses pembelajaran, dalam penggunaan smartphone di SMA Negeri 3 Jember termasuk faktor dari luar siswa yang mempengaruhi motivasi belajar mereka. Sebagaimana dalam penelitian yang menjelaskan bahwa penggunaan smartphone tersebut di dalam teori motivasi dan pembagiannya termasuk ke dalam salah satu contoh motivasi ekstrinsik. Motivasi ekstrinsik merupakan suatu kondisi yang berasal dari luar individu siswa yang menimbulkan dorongan untuk melakukan kegiatan belajar (Sobon dan Mangundap, 2019). Perlu diketahui bahwa dalam pembelajaran keadaan siswa yang dinamis, berubah-ubah, dan kurang menariknya media pembelajaran dapat menurunkan semangat belajar siswa maka dibutuhkanlah motivasi ekstrinsik tersebut.
Penggunaan smartphone untuk meningkatkan motivasi belajar siswa akan memberikan solusi agar siswa lebih semangat belajar dan turut secara aktif dalam proses pembelajaran, dengan beberapa kemudahan dan keindahan tampilan dalam proses pembelajaran. Peggunaan Smartphone yang lebih familiar bagi siswa menjadi kelebihan tersendiri dalam pemilihan smartphone sebagai alat bantu dalam belajar yang mudah diakses untuk siswa. Selain itu, akses penggunaan smartphone menjadi alat bantu dalam belajar yang baik, sehingga motivasi siswa untuk belajar juga akan meningkat.
Ulasan di atas dapat kita simpulkan bahwa penggunaan smartphone sebagai alat bantu dalam pembelajaran memiliki beberapa keunggulan yang tidak bisa didapat ketika menggunakan alat bantu yang lain. Beberapa keunggulan tersebut diantaranya: a) sebagai penjaga stabilitas psikis siswa yang cenderung dinamis, b) kemudahan mengakses informasi yang sangat luas dan cepat, c) keberadaan smartphone yang mudah diakses, d) siswa yang telah familiar dengan sistem operasi smartphone dan e) konten pembelajaran dalam smartphone yang bervariasi.
Berdasarkan hasil penelitian, nilai hasil posttest dari kelas kontrol maupun kelas perlakuan, menunjukkan rata-rata nilai sebesar 57,8, nilai ini jauh lebih rendah dari rata-rata nilai hasil posttest kelas perlakuan yakni sebesar 72,2. Dengan demikian, rata-rata peningkatan nilai siswa kelas kontrol sebesar 29,5 sedangkan rata-rata peningkatan nilai siswa kelas perlakuan sebesar 41 terdapat pada Gambar 4.
Jurnal Inovasi Pembelajaran Biologi, 3 (1): 43-52, Maret 2022
49
Gambar 4. Histogram rata-rata nilai posttest kelas perlakuan dan kelas kontrol
Nilai rata-rata yang diperoleh kelas perlakuan dan kelas kontrol sebelum diberikannya treatment pada kelas perlakuan, menunjukkan nilai rata-rata yang homogen.
Setelah diberikan treatment berupa pembelajaran dengan bantuan smartphone, pada kelas perlakuan menunjukkan adanya pengaruh signifikan terhadap hasil belajar siswa pada materi sistem ekskresi di kelas XI IPA. Dari hasil tersebut maka terdapat perbedaan signifikan antara hasil belajar siswa yang dibelajarkan menggunakan bantuan smartphone dan hasil belajar siswa yang menggunakan pembelajaran konvensional pada materi sistem ekskresi di kelas XI IPA.
Setelah itu dilakukan analisis data menggunkan Independent Sample T-Test diketahui nilai Sig (2-tailed) pada Equal Variances Assumed sebesar 0,000 < 0,05 maka Ha diterima dan Ho ditolak. Dapat diartikan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara hasil belajar siswa yang dibelajarkan menggunakan bantuan smartphone dan hasil belajar siswa yang menggunakan pembelajaran konvensional pada materi sistem ekskresi di kelas XI IPA.
Adapun kebaharuan penelitian ini adalah mengkaji lebih kompleks lagi pengaruh penggunaan smartphone. Jika pada penelitian sebelumnya hanya meneliti pengaruh smartphone pada motivasi belajar saja atau hasil belajar saja, maka dalam penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penggunaan smartphone dalam pembelajaran secara tepat terhadap motivasi dan hasil belajar siswa pada materi ekskresi.
Hasil penelitian yang didapatkan selaras dengan penelitian dari Khaeriyah dan Mahmud (2017) yang membuktikan bahwa ada pengaruh positif yang signifikan antara hasil belajar dengan intensitas penggunaan smartphone terutama siswa di Pemalang Kota. Artinya bahwa pemanfaatan smartphone dikategorikan sebagai sumber belajar searah, dalam penelitian tersebut diketahui bahwa di setiap peningkatan intensitas dalam menggunakan smartphone sebesar satu satuan maka terjadi peningkatan hasil belajar siswa dan sebaliknya.
Hasil penelitian tersebut didukung oleh penelitian dari Dewanti dan Triyono (2016) yang dibuktikan dengan adanya hubungan antara keterampilan sosial siswa dan penggunaan smartphone dengan prestasi belajar siswa SMA. Artinya siswa yang menggunakan smartphone untuk mencari topik/materi selama pembelajaran ternyata memiliki hasil belajar yang lebih baik dibandingkan dengan siswa yang tidak mau atau tidak bisa menggunakan smartphone dalam kegiatan belajar.
Rachmawati, dkk. (2017) juga menemukan bahwa penggunaan smartphone dapat mempengaruhi hasil belajar siswa Pendidikan Biologi FKIP UNTAD. Smartphone memiliki manfaat bagi pelajar sebagai media belajar dengan memanfaatkannya untuk mencari data atau informasi terbaru mengenai materi pembelajaran, yang merupakan cara guru
mengeksplor materi ajar selama kegiatan belajar mengajar berlangsung, dan penggunaannya lebih efisien baik saat berasda di kelas maupun saat belajar mandiri di rumah.
Hasil belajar diukur dari aspek kognitif (pengetahuan) diartikan dalam bentuk nilai setelah dilakukannya pretest dan posttest. Untuk mendorong hasil belajar tersebut, siswa membutuhkan media pembelajaran seperti smartphone yang dapat mempermudah siswa untuk mengakses lebih jauh materi pembelajaran yang diberikan guru. Siswa dapat belajar tidak hanya terpaku pada buku dan materi pelajaran yang diberikan guru di kelas. Melalui smartphone siswa dapat mencari materi yang sedang dibahas di sekolah maupun hal baru yang mungkin belum didapatkan di kelas, tentunya hal ini sangat menunjang belajar siswa (Dewanti dan Triyono, 2016).
Motivasi yang baik akan mendukung dan meningkatkan hasil belajar yang baik, untuk meningkatkan motivasi tersebut dibutuhkan sebuah media penunjang seperti smarphone yang akan mempermudah siswa dalam memahami materi, sehingga saat siswa melakukan tes mereka sudah memiliki kemampuan untuk menyelesaikan tugasnya dengan baik. Penelitian Amin (2018) menunjukkan bahwa penggunaan smartphone secara tepat akan memberikan pengaruh terhadap meningkatnya hasil belajar siswa. Dengan demikia dapat disimpulkan bahwa penggunaan smartphone akan berdampak signifikan terhadap hasil belajar siswa karena dengan media tersebut akan membangkitkan motivasi, dan dari motivasi ini akan menjadi faktor penentu dalam capaian hasil belajar siswa.
SIMPULAN
Pembelajaran berbasis smartphone berpengaruh secara signifikan terhadap motivasi belajar siswa yang lebih tinggi dibandingkan motivasi belajar siswa pada kelas tidak menggunakan smartphone. Pembelajaran berbasis smartphone berpengaruh secara signifikan terhadap hasil belajar siswa yang lebih tinggi dibandingkan hasil belajar siswa pada kelas yang tidak menggunakan smartphone.
DAFTAR RUJUKAN
Anggraini, I. S. (2011). Motivasi Belajar dan faktor-Faktor yang Berpengaruh: Sebuah Kajian pada Interaksi Pembelajaran Siswa. Jurnal Pendidikan Dasar dan Pembelajaran, 1(2): 100- 109.
Amin, M. F. (2018). Pengaruh Smartphone terhadap Prestasi Belajar Siswa Kelas 8 MTs. Wali Songo Sugihwaras Bojonegoro. Skripsi. Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya.
Ardyansyah, S. S. (2020). Pengaruh Penggunaan Gadget Terhadap Motivasi Belajar Bagi Mahasiswa Prgoram Studi Teknik Informatika ITN Malang. Jurnal VALTECH, 2 (2):
160-164.
Augusta, G. (2017). Pengaruh Penggunaan Smartphone terhadap Prestasi Belajar Siswa Melalui Motivasi Belajar. Skripsi. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan.
Universitas Sanata Dharma.
Agustina, N., Priambodo, A. (2021) Pengaruh Gadget Terhadap Motivasi Belajar Siswa Mengikuti Pembelajaran PJOK Selama Pandemi Covid-19. Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan, 3 (1): 365-371.
Barakati, D. P. (2013). Dampak Penggunaan Smartphone dalam Pembelajaran Bahasa Inggris (Persepsi Siswa). Skripsi. Universitas Sam Ratulangi.
Budiono, F. (2013). Persepsi dan Harapan Pengguna Terhadap Kualitas Layanan Data pada
Jurnal Inovasi Pembelajaran Biologi, 3 (1): 43-52, Maret 2022
51
Smartphone di Jakarta. Jurnal Telekomunikasi, 11 (2): 93.
Dalyono, (2012). Psikologi Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta.
Dewanti., Triyono. (2016). Hubungan Keterampilan Sosial dan Penggunaan Gadged Smartphone dengan Prestasi Belajar Siswa SMA Negeri 9 Malang. Jurnal Kajian Bimbingan dan Konseling, 1 (1): 123-131.
Emda, A. (2017). Kedudukan Motivasi Belajar Siswa dalam Pembelajaran. Jurnal Lantanida, 5 (2): 93-196.
Fitriana, A. (2015). Pengaruh Respons Siswa pada Pemberian Reward and Punishment terhadap Motivasi Belajar Matematika Siswa Kelas VA MI Ma’arif Bego Maguwoharjo Depok Sleman Tahun Pelajaran 2014/2015. Skripsi. Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas Negeri Sunan Kalijaga.
Harisandy, R. (2015). Peningkatan Hasil Belajar Siswa Kelas XI pada Mata Pelajaran Pengendali Daya Tegangan SMK 1 Sedayu Melalui Model Kooperatif Tipe GI (Group Investigation). Skripsi. Fakultas Teknik Universitas Yogyakarta.
Haq, M. K. (2018). Pengaruh Penggunaan Media Smartphone sebagai Sumber Belajar terhadap Motivasi Belajar dan Prestasi Akademik Mata Kuliah Studi Fiqh Siswa Jurusan Pendidikan Agama Islam UIN Maliki Malang. Tesis.
Khaeriyah., Mahmud. (2017). Pengaruh Intensitas Penggunaan Smartphone dan Pemanfaatan Internet Terhadap Motivasi Belajar dan Hasil Belajar Ekonomi. Fakultas Ekonomi. Economic Education Analysis Journal. 3 (1): 140-149.
Maknuni, J. (2020). Pengaruh Media Belajar Smartphone Terhadap Belajar Siswa Diera Pandemi Covid-19. Indonesian Education Administration and Leadership Journal, 2 (2): 94- 106.
Manumpil, B., Amatus Y.I., Frandly O. (2015). Hubungan Penggunaan Gadget Dengan Tingkat Prestasi Siswa Di SMA Negeri 9 Manado. Fakultas Kedokteran. Jurnal Keperawatan, 3 (2): 1-6.
Pahrul. (2018). Dampak Penggunaan Smartphone (Studi Prilaku Sosial Siswa SMA Negeri Kecil Pulau Kulambing Kabupaten Pangkep). Program Pascasarjana. Universitas Negeri Makasar.
Permadi, A. (2015). Strategi Pemanfaatan Smartphone Sebagai Sumber Belajar Siswa Sekolah Menengah Atas Negeri 3 Boyolali Tahun 2015/2016. Skripsi. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Sebelas Maret.
Rachmawati, P., Amram, R., Mohammad, J. (2017). “Pengaruh Penggunaan Gadget Terhadap Hasil Belajar Siswa Pendidikan Biologi Angkatan 2013 FKIP UNTAD pada mata kuliah Desain Media Pembelajaran”. e- JIP BIOL ,5(1): 35-40.
Sa’adah. (2015). Dampak Penggunaan Gadget Terhadap Prilaku Sosial Siswa di Man Cirebon 1 Kabupaten Cirebon. Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan. Institus Agama Islam Negeri Syekh Nurjati Cirebon.
Soboon, K., Mangundap, J. M. (2019). Pengaruh Penggunaan Smartphone Terhadap Motivasi Belajar Siswa Sekolah Dasar di Kecamatan Mapanget, Kota Manado. Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar, 3 (1): 52-64.
Sardiman, A.M. (2012). Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: Rajawali Pers.
Suprihatini, S (2015). Upaya Guru dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa. Jurnal Pendidikan Ekonomi, 2(1): 73-82.
Surya, B. J. (2019). Pengaruh Metode Blended Learning Berbasis Web dan Motivasi Terhadap Hasil Belajar Biologi pada Pokok Bahasan Klasifikasi Makhluk Hidup di Kelas X SMA Negeri 1 Secanggang langkat. Jurnal Biolokus, 2 (1): 171-174.