BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.1. Hasil Penelitian
Berdasarkan hasil penelitian mengenai keamanan, kerahasiaan dan kemudahan penggunaan e-filing terhadap kepatuhan pajak, maka data dan informasi yang diperoleh akan diuraikan di bawah ini dengan bantuan Statistical Package for Social Science (SPSS) For Windows.
4.1.1. Analisis Deskriptif Tanggapan Responden
Responden dalam penelitian ini adalah wajib pajak pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama Cibeunying Bandung. Sesuai dengan metode yang telah ditentukan sebelumnya, maka skala yang digunakan untuk pembobotan item kuesioner variabel X dan Y adalah skala likert, dengan bobot sebagai berikut :
Sangat Setuju (SS) : diberi bobot nilai 5 Setuju (S) : diberi bobot nilai 4 Cukup Setuju (CS) : diberi bobot nilai 3 Tidak Setuju (TS) : diberi bobot nilai 2 Sangat Tidak Setuju (STS) : diberi bobot nilai 1
Selanjutnya dicari rata-rata dari setiap jawaban responden untuk memudahkan penilaian dari rata-rata tersebut, maka dibuat interval sebesar 5 (lima). Rumus yang digunakan menurut Sudjana (2005:79) adalah sebagai berikut :
P = Rentang
Banyak Kelas Interval Keterangan :
Rentang : Nilai tertinggi – nilai terendah Banyak kelas interval : 5
Berdasarkan rumus diatas, maka panjang kelas interval adalah :
P = 5
1 5 −
= 0,8
Maka interval dari kriteria penilaian adalah sebagi berikut : 1,00 – 1,79 = Sangat Tidak Baik (STB)
1,80 – 2,59 = Tidak Baik (TB) 2,60 – 3,39 = Ragu-ragu (RR) 3,40 – 4,19 = Baik (B)
4,20 – 5,00 = Sangat Baik (SB)
A. Persepsi Responden Mengenai Keamanan
Berikut tanggapan responden terhadap keamanan penggunaan e-filing pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama Cibeunying Bandung sebagai berikut :
Tabel 4.1
Analisis Pernyataan Responden Mengenai Keamanan (X1) secara keseluruhan
No Pernyataan SS S CS TS STS Bobot
Rata-rata
(5) (4) (3) (2) (1) Total
1 Pemanfaatan layanan pelaporan pajak dengan menggunakan e-filing
adalah aman bagi saya. 46 49 3 0 0 435 4,44
2 Pemanfaatan layanan pelaporan pajak dengan menggunakan e-filing dapat memberikan tingkat jaminan yang tinggi.
45 47 6 0 0 431 4,40
3 Saya tidak khawatir dengan masalah keamanan e-filing.
47 41 6 3 1 424 4,33
Jumlah 138 137 15 3 1 1290 13,16
Total 690 548 45 6 1 1290
Persentase 53,49 42,48 3,49 0,47 0,08 100
Rata-rata 4,39
Sumber : Data kuesioner yang telah diolah
Keterangan :
1. Berdasarkan pernyataan No. 1 dapat dilihat bahwa responden yang menyatakan sangat setuju sebanyak 46 responden, diikuti responden yang menyatakan setuju sebanyak 49 orang responden, dan yang menyatakan cukup setuju sebanyak 3 orang responden. Dari 98 orang responden secara
keseluruhan dapat ditarik kesimpulan bahwa pemanfaatan layanan pelaporan pajak dengan menggunakan e-filing adalah aman bagi wajib pajak, dilihat dari rata-rata skor yaitu 435/98 = 4,44 karena berapa pada interval 4,20 – 5,00.
2. Berdasarkan pernyataan No. 2 dapat dilihat bahwa responden yang menyatakan sangat setuju sebanyak 45 orang responden, diikuti responden yang menyatakan setuju sebanyak 47 orang responden, dan yang menyatakan cukup setuju sebanyak 6 orang responden. Dari 98 orang responden secara keseluruhan dapat ditarik kesimpulan bahwa pemanfaatan layanan pelaporan pajak dengan menggunakan e-filing dapat memberikan tingkat jaminan yang tinggi, dilihat dari rata-rata skor yaitu 431/98 = 4,40 karena berada pada interval 4,20 – 5,00.
3. Berdasarkan pernyataan No. 3 dapat dilihat bahwa responden yang menyatakan sangat setuju sebanyak 47 orang responden, diikuti responden yang menyatakan setuju sebanyak 41 orang responden, sedangkan yang menyatakan cukup setuju sebanyak 6 orang responden, serta yang menyatakan tidak setuju sebanyak 3 orang responden, dan yang menyatakan sangat tidak setuju sebanyak 1 orang responden. Dari 98 orang responden secara keseluruhan dapat ditarik kesimpulan bahwa wajib pajak tidak khawatir dengan masalah keamanan e-filing, dilihat dari rata-rata skor yaitu 424/98 = 4,33 karena berada pada interval 4,20 – 5,00.
B. Persepsi Responden Mengenai Kerahasiaan
Berikut tanggapan responden terhadap kerahasiaan penggunaan e-filing pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama Cibeunying Bandung sebagai berikut :
Tabel 4.2
Analisis Pernyataan Responden Mengenai Kerahasiaan (X2) secara keseluruhan
No Pernyataan SS S CS TS STS Bobot Rata-
rata
(5) (4) (3) (2) (1) Total
1 Saya percaya bahwa e-filing dapat menjaga kerahasiaan saya.
49 47 2 0 0 439 4,48
2 Saya tidak khawatir dengan masalah kerahasiaan data saya.
48 49 1 0 0 439 4,48
3 Saya percaya bahwa kerahasiaan data saya tidak akan
disalahgunakan. 47 37 13 1 0 424 4,33
Jumlah 144 133 16 1 0 1302 13,29
Total 720 532 48 2 0 1302
Persentase 55,30 40,86 3,69 0,15 0,00 100
Rata-rata 4,43
Sumber : Data kuesioner yang telah diolah
Keterangan :
1. Berdasarkan pernyataan No. 1 dapat dilihat bahwa responden yang menyatakan sangat setuju sebanyak 49 responden, diikuti responden yang menyatakan setuju sebanyak 47 orang responden, dan yang menyatakan cukup setuju sebanyak 2 orang responden. Dari 98 orang responden secara
keseluruhan dapat ditarik kesimpulan bahwa e-filing dapat menjaga kerahasiaan wajib pajak, dilihat dari rata-rata skor yaitu 439/98 = 4,48 karena berapa pada interval 4,20 – 5,00.
2. Berdasarkan pernyataan No. 2 dapat dilihat bahwa responden yang menyatakan sangat setuju sebanyak 48 orang responden, diikuti responden yang menyatakan setuju sebanyak 49 orang responden, dan yang menyatakan cukup setuju sebanyak 1 orang responden. Dari 98 orang responden secara keseluruhan dapat ditarik kesimpulan bahwa wajib pajak tidak khawatir dengan masalah kerahasiaan data wajib pajak, dilihat dari rata-rata skor yaitu 439/98 = 4,48 karena berada pada interval 4,20 – 5,00.
3. Berdasarkan pernyataan No. 3 dapat dilihat bahwa responden yang menyatakan sangat setuju sebanyak 47 orang responden, diikuti responden yang menyatakan setuju sebanyak 37 orang responden, sedangkan yang menyatakan cukup setuju sebanyak 13 orang responden, dan yang menyatakan sangat tidak setuju sebanyak 1 orang responden. Dari 98 orang responden secara keseluruhan dapat ditarik kesimpulan bahwa wajib pajak percaya kerahasiaan data tidak akan disalahgunakan, dilihat dari rata-rata skor yaitu 424/98 = 4,33 karena berada pada interval 4,20 – 5,00.
C. Persepsi Responden Mengenai Kemudahan
Berikut tanggapan responden terhadap kemudahan penggunaan e-filing pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama Cibeunying Bandung sebagai berikut :
Tabel 4.3
Analisis Pernyataan Responden Mengenai Kemudahan (X3) secara keseluruhan
No Pernyataan SS S CS TS STS Bobot Rata-
rata
(5) (4) (3) (2) (1) Total
1 Mempelajari
penggunaan e-filing adalah mudah bagi saya.
50 43 5 0 0 437 4,46
2 Menggunakan e-filing adalah mudah bagi
saya. 50 44 4 0 0 438 4,47
3 Interaksi saya dengan e-filing adalah jelas
dan terpahami. 55 37 6 0 0 441 4,50
4 Saya mudah
beradaptasi dengan e-
filing. 53 36 9 0 0 436 4,45
5 Saya mudah untuk menjadi terampil dalam menggunakan
e-filing. 55 37 6 0 0 441 4,50
6 Secara keseluruhan e- filing adalah mudah digunakan.
57 35 6 0 0 443 4,52
Jumlah 320 232 36 0 0 2636 26,90
Total 1600 928 108 0 0 2636
Persentase 60,70 35,20 4,10 0,00 0,00 100
Rata-rata 4,48
Sumber : Data kuesioner yang telah diolah
Keterangan :
1. Berdasarkan pernyataan No. 1 dapat dilihat bahwa responden yang menyatakan sangat setuju sebanyak 50 responden, diikuti responden yang menyatakan setuju sebanyak 43 orang responden, dan yang menyatakan cukup setuju sebanyak 5 orang responden. Dari 98 orang responden secara keseluruhan dapat ditarik kesimpulan bahwa mempelajari penggunaan e-filing adalah mudah bagi wajib pajak, dilihat dari rata-rata skor yaitu 437/98 = 4,46 karena berapa pada interval 4,20 – 5,00.
2. Berdasarkan pernyataan No. 2 dapat dilihat bahwa responden yang menyatakan sangat setuju sebanyak 50 orang responden, diikuti responden yang menyatakan setuju sebanyak 44 orang responden, dan yang menyatakan cukup setuju sebanyak 4 orang responden. Dari 98 orang responden secara keseluruhan dapat ditarik kesimpulan bahwa menggunakan e-filing adalah mudah bagi wajib pajak, dilihat dari rata-rata skor yaitu 438/98 = 4,47 karena berada pada interval 4,20 – 5,00.
3. Berdasarkan pernyataan No. 3 dapat dilihat bahwa responden yang menyatakan sangat setuju sebanyak 55 orang responden, diikuti responden yang menyatakan setuju sebanyak 37 orang responden, dan yang menyatakan cukup setuju sebanyak 6 orang responden. Dari 98 orang responden secara keseluruhan dapat ditarik kesimpulan bahwa interaksi wajib pajak dengan e- filing adalah jelas dan terpahami, dilihat dari rata-rata skor yaitu 441/98 = 4,50 karena berada pada interval 4,20 – 5,00.
4. Berdasarkan pernyataan No. 4 dapat dilihat bahwa responden yang menyatakan sangat setuju sebanyak 53 orang responden, diikuti responden yang menyatakan setuju sebanyak 36 orang responden, dan yang menyatakan cukup setuju sebanyak 9 orang responden. Dari 98 orang responden secara keseluruhan dapat ditarik kesimpulan bahwa wajib pajak mudah beradaptasi dengan e-filing, dilihat dari rata-rata skor yaitu 436/98 = 4,45 karena berada pada interval 4,20 – 5,00.
5. Berdasarkan pernyataan No. 5 dapat dilihat bahwa responden yang menyatakan sangat setuju sebanyak 55 orang responden, diikuti responden yang menyatakan setuju sebanyak 37 orang responden, dan yang menyatakan cukup setuju sebanyak 6 orang responden. Dari 98 orang responden secara keseluruhan dapat ditarik kesimpulan bahwa wajib pajak mudah untuk menjadi terampil dalam menggunakan e-filing, dilihat dari rata-rata skor yaitu 441/98 = 4,50 karena berada pada interval 4,20 – 5,00.
6. Berdasarkan pernyataan No. 6 dapat dilihat bahwa responden yang menyatakan sangat setuju sebanyak 57 orang responden, diikuti responden yang menyatakan setuju sebanyak 35 orang responden, dan yang menyatakan cukup setuju sebanyak 6 orang responden. Dari 98 orang responden secara keseluruhan dapat ditarik kesimpulan bahwa secara keseluruhan e-filing adalah mudah digunakan, dilihat dari rata-rata skor yaitu 443/98 = 4,52 karena berada pada interval 4,20 – 5,00.
D. Persepsi Responden Mengenai Kepatuhan
Berikut tanggapan responden terhadap kepatuhan penggunaan e-filing pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama Cibeunying Bandung sebagai berikut :
Tabel 4.4
Analisis Pernyataan Responden Mengenai Kepatuhan (Y) secara keseluruhan
No Pernyataan SS S CS TS STS Bobot Rata-
rata
(5) (4) (3) (2) (1) Total
1 Saya mendaftarkan diri sebagai wajib pajak untuk
memenuhi kewajiban saya sebagai warga negara yang baik
46 49 3 0 0 435 4,44
2 Saya akan
melaporkan SPT tepat pada waktunya
49 47 2 0 0 439 4,48
3 Saya akan
menghitung pajak terhutang dengan jujur dan benar
58 32 8 0 0 442 4,51
4 Saya membayar pajak dengan harapan akan berfungsi untuk kemajuan daerah
47 41 10 0 0 429 4,38
5 Setiap wajib pajak harus mendaftarkan diri untuk NPWP
49 47 2 0 0 439 4,48
Jumlah 249 216 25 0 0 2184 22,29
Total 1245 864 75 0 0 2184
Persentase 57,01 39,56 3,43 0,00 0,00 100
Rata-rata 4,46
Sumber : Data kuesioner yang telah diolah
Keterangan :
1. Berdasarkan pernyataan No. 1 dapat dilihat bahwa responden yang menyatakan sangat setuju sebanyak 46 responden, diikuti responden yang menyatakan setuju sebanyak 49 orang responden, dan yang menyatakan cukup setuju sebanyak 3 orang responden. Dari 98 orang responden secara keseluruhan dapat ditarik kesimpulan bahwa wajib pajak mendaftarkan diri sebagai wajib pajak untuk memenuhi kewajiban wajib pajak sebagai warga negara yang baik, dilihat dari rata-rata skor yaitu 435/98 = 4,44 karena berapa pada interval 4,20 – 5,00.
2. Berdasarkan pernyataan No. 2 dapat dilihat bahwa responden yang menyatakan sangat setuju sebanyak 49 orang responden, diikuti responden yang menyatakan setuju sebanyak 47 orang responden, dan yang menyatakan cukup setuju sebanyak 2 orang responden. Dari 98 orang responden secara keseluruhan dapat ditarik kesimpulan bahwa wajib pajak akan melaporkan SPT tepat pada waktunya, dilihat dari rata-rata skor yaitu 439/98 = 4,48 karena berada pada interval 4,20 – 5,00.
3. Berdasarkan pernyataan No. 3 dapat dilihat bahwa responden yang menyatakan sangat setuju sebanyak 58 orang responden, diikuti responden yang menyatakan setuju sebanyak 32 orang responden, dan yang menyatakan cukup setuju sebanyak 8 orang responden. Dari 98 orang responden secara keseluruhan dapat ditarik kesimpulan bahwa wajib pajak akan menghitung pajak terhutang dengan jujur dan benar, dilihat dari rata-rata skor yaitu 442/98
= 4,51 karena berada pada interval 4,20 – 5,00.
4. Berdasarkan pernyataan No. 4 dapat dilihat bahwa responden yang menyatakan sangat setuju sebanyak 47 orang responden, diikuti responden yang menyatakan setuju sebanyak 41 orang responden, dan yang menyatakan cukup setuju sebanyak 10 orang responden. Dari 98 orang responden secara keseluruhan dapat ditarik kesimpulan bahwa wajib pajak membayar pajak dengan harapan akan berfungsi untuk kemajuan daerah, dilihat dari rata-rata skor yaitu 429/98 = 4,38 karena berada pada interval 4,20 – 5,00.
5. Berdasarkan pernyataan No. 5 dapat dilihat bahwa responden yang menyatakan sangat setuju sebanyak 49 orang responden, diikuti responden yang menyatakan setuju sebanyak 47 orang responden, dan yang menyatakan cukup setuju sebanyak 2 orang responden. Dari 98 orang responden secara keseluruhan dapat ditarik kesimpulan bahwa setiap wajib pajak harus mendaftarkan diri untuk NPWP, dilihat dari rata-rata skor yaitu 439/98 = 4,48 karena berada pada interval 4,20 – 5,00.
4.1.2. Statistika Derkriptif
Data yang dikumpulkan pada penelitian ini adalah sebanyak 98 responden, yaitu wajib pajak pada KPP Pratama Bandung Cibeunying. Data mengenai karakteristik dari responden tersebut disajikan sebagai berikut :
A. Responden Berdasarkan Jenis Kelamin
Karakteristik wajib pajak berdasarkan jenis kelamin dapat dilihat pada Tabel 4.5 berikut ini :
Tabel 4.5
Distribusi Responden Berdasarkan Jenis Kelamin
Sumber : Data primer diolah, 2018
Berdasarkan jenis kelamin seperti disajikan pada Tabel 4.5 dapat diketahui bahwa mayoritas responden dalam penelitian ini berjenis kelamin perempuan.
B. Responden Berdasarkan Usia
Karakteristik Wajib Pajak berdasarkan usia dapat dilihat pada Tabel 4.6 berikut ini:
Tabel 4.6
Distribusi Responden Berdasarkan Usia
No Usia Frekuensi Persentase
1 < 20 tahun 5 5 %
2 20 – 29 tahun 39 40 %
3 30 – 39 tahun 26 27 %
4 Lebih dari 40 tahun 28 28 %
Total 98 100 %
Sumber: Data primer diolah, 2018
Berdasarkan usia seperti tampak pada Tabel 4.6 dapat diketahui bahwa paling banyak responden berusia antara 20 – 29 tahun, Hal ini
No Jenis Kelamin Frekuensi Persentase
1 Laki-laki 48 49 %
2 Perempuan 50 51 %
Total 98 100 %
dirasakan wajar karena pengambil keputusan ini bisa dikategorikan usia produktif, dimana usia tersebut merupakan usia yang cukup matang untuk memberikan tanggapan terhadap pernyataan yang diajukan.
C. Responden Berdasarkan Pendidikan Terakhir
Karakterisitik responden berdasarkan pendidikan terakhir dapat dilihat pada Tabel 4.7 berikut ini :
Tabel 4.7
Distribusi Responden Berdasarkan Pendidikan Terakhir
No Pendidikan Frekuensi Persentase
1 SMU 15 15 %
2 Diploma 11 12 %
3 S1 52 53 %
4 S2 20 20 %
Total 98 100 %
Sumber: Data primer diolah, 2019
Berdasarkan pendidikan terakhir seperti disajikan pada Tabel 4.7 dapat diketahui bahwa paling banyak responden berpendidikan S1. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan e-filing dibutuhkan pendidikan yang cukup.
4.1.3. Pengujian Data
A. Analisis Pengujian Validitas
Uji Validitas dilakukan untuk mengukur sejauh mana instrument dapat digunakan untuk mengukur apa yang hendak diukur. Uji Validitas yang dilakukan dalam penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui apakah pernyataan-pernyataan yang digunakan dalam penelitian ini sudah dapat mengukur variabel penelitian.
Uji validitas dalam hal ini bertujuan untuk menguji tingkat ketepatan instrument dalam mengukur variabel persepsi Keamanan (X1), persepsi Kerahasiaan (X2), persepsi Kemudahan (X3), dan Kepatuhan Pajak (Y). Perhitungan uji validitas instrument menggunakan analisis korelasi pearson dengan bantuan komputer program SPSS. Dari hasil uji validitas dapat dilihat sebagai berikut :
a. Variabel X
Variabel X merupakan variabel independen yaitu Keamanan, Kerahasiaan, dan kemudahan. Berdasarkan uji validitas yang dilakukan terhadap pernyataan- pernyataan variabel X, seluruh butir pernyataan tersebut dinyatakan valid. Artinya seluruh item sesuai dengan apa yang hendak kita ukur dan menunjukkan kekonsistenan atau keselarasan. Nilai koefisien korelasi tiap butir kuesioner variabel X terhadap skor totalnya yang telah dihitung dengan SPSS dapat dilihat pada Tabel tabel berikut :
Tabel 4.8
Uji Validitas Variabel X1
Sumber : Kuesioner diolah
Hasil pengujian validitas item kuesioner menunjukkan bahwa seluruh item pernyataan dalam setiap variabel Keamanan (X1) memiliki nilai korelasi di atas 0.220 sebagai nilai batas suatu item kuesioner penelitian dikatakan dapat digunakan (dapat diterima). Sehingga dapat dikatakan bahwa item kuesioner variabel Keamanan (X1) valid dan dapat digunakan untuk mengukur variabel yang diteliti.
Tabel 4.9
Uji Validitas Variabel X2
Sumber : Kuesioner diolah
Hasil pengujian validitas item kuesioner menunjukkan bahwa seluruh item pernyataan dalam setiap variabel Kerahasiaan (X2) memiliki nilai korelasi di atas 0.220 sebagai nilai batas suatu item kuesioner penelitian dikatakan dapat digunakan (dapat diterima). Sehingga dapat dikatakan bahwa item kuesioner variabel Kerahasiaan (X2) valid dan dapat digunakan untuk mengukur variabel yang diteliti.
Tabel 4.10
Uji Validitas Variabel X3
Sumber : Kuesioner diolah
Hasil pengujian validitas item kuesioner menunjukkan bahwa seluruh item pernyataan dalam setiap variabel Kemudahan (X3) memiliki nilai korelasi di atas 0.220 sebagai nilai batas suatu item kuesioner penelitian dikatakan dapat digunakan (dapat diterima). Sehingga dapat dikatakan bahwa item kuesioner variabel Kemudahan (X3) valid dan dapat digunakan untuk mengukur variabel yang diteliti.
b. Variabel Y
Variabel Y merupakan variabel dependen yaitu Kepatuhan Pajak. Berdasarkan uji validitas yang dilakukan terhadap pernyataan-pernyataan variabel Y, korelasi item-item berada diatas rtabel = 0.220. Maka diperoleh simpulan bahwa seluruh item dapat digunakan dalam pernyataan kuesioner, karena seluruh item berada dalam
keadaan valid. Nilai koefisien korelasi variabel Y terhadap skor totalnya dapat dilihat pada Tabel 4.11 seperti berikut :
Tabel 4.11 Uji Validitas Variabel Y
Sumber : Kuesioner diolah
Hasil pengujian validitas item kuesioner menunjukkan bahwa seluruh item pernyataan dalam setiap variabel Kepatuhan Pajak (Y) memiliki nilai korelasi di atas 0.220 sebagai nilai batas suatu item kuesioner penelitian dikatakan dapat digunakan (dapat diterima). Sehingga dapat dikatakan bahwa item kuesioner variabel Kepatuhan Pajak (Y) valid dan dapat digunakan untuk mengukur variabel yang diteliti.
B. Uji Reliabilitas
Setiap instrument penelitian harus memiliki syarat reliable. Untuk itu diperlukan uji reliabilitas untuk menunjukkan sejauh mana suatu hasil pengukuran relatif konsisten apabila pengukuran diulangi lebih dari sekali.
Uji reliabilitas instrument bertujuan untuk mengetahui besarnya indeks instrument dari variabel Keamanan (X1), Kerahasiaan (X2), Kemudahan (X3), dan Kepatuhan Pajak (Y). Setelah dilakukan uji validitas dan diperoleh butir pernyataan yang valid, selanjutnya dilakukan uji reliabilitas dengan menggunakan rumus Cronbach Alpha. Keputusan untuk mengetahui bahwa instrument adalah reliable jika
nilai r Alpha > 0,6. Dari analisis dengan program SPSS diperoleh uji reliabilitas seperti pada tabel dibawah ini :
Tabel 4.12
Uji Reliabilitas Variabel X1 Reliability Statistics Cronbach's
Alpha
Cronbach's Alpha Based on
Standardized Items
N of Items
,617 ,664 3
Untuk variabel Keamanan (X1) diperoleh Cronbach’s Alpha sebesar 0.617, maka kuesioner untuk variabel ini dinyatakan reliable karena >0.60.
Tabel 4.13
Uji Reliabilitas Variabel X2 Reliability Statistics Cronbach's
Alpha
Cronbach's Alpha Based on
Standardized Items
N of Items
,616 ,666 3
Untuk variabel Kerahasiaan (X2) diperoleh Cronbach’s Alpha sebesar 0.616, maka kuesioner untuk variabel ini dinyatakan reliable karena > 0.60.
Tabel 4.14
Uji Reliabilitas Variabel X3 Reliability Statistics Cronbach's
Alpha
Cronbach's Alpha Based on
Standardized Items
N of Items
,923 ,923 6
Untuk variabel Kemudahan (X3) diperoleh Cronbach’s Alpha sebesar 0.923, maka kuesioner untuk variabel ini dinyatakan reliable karena > 0.60.
Tabel 4.15
Uji Reliabilitas Variabel Y
Reliability Statistics Cronbach's
Alpha
Cronbach's Alpha Based on
Standardized Items
N of Items
,827 ,828 5
Untuk variabel Kepatuhan Pajak (Y) diperoleh Cronbach’s Alpha sebesar 0.827, maka kuesioner untuk variabel ini dinyatakan reliable karena > 0.60.
Berdasarkan hasil uji reliabilitas yang dilakukan terhadap semua item dalam penelitian ini menunjukkan bahwa semua item penelitian dapat dikatakan reliable (Nilai koefisien reliabilitas lebih besar dari 0.60) dengan demikian dapat digunakan sebagai instrument dalam mengukur variabel yang ditetapkan dalam penelitian ini.
4.1.4. Uji Asumsi Klasik
Sebelum hasil regresi diuji lebih lanjut, terlebih dahulu dilakukan uji asumsi klasik. Uji asumsi klasik dilakukan untuk memperoleh penelitian yang akurat.
Pengujiannya meliputi uji normalitas, uji multikolinearitas, uji hetroskadisitas, dan uji autokorelasi. Berikut adalah hasil pengujian terhadap keempat asumsi tersebut.
A. Uji Normalitas
Uji normalitas data dilakukan untuk menguji kenormalan distribusi data, dimana data yang normal atau terdistribusi secara normal akan memusat pada nilai rata-rata dan median. Uji normalitas bertujuan untuk mengetahui seberapa besar data terdistribusi secara normal dalam variabel yang digunakan didalam penelitian ini.
Data yang baik yang dapat dipakai dalam suatu penelitian adalah data yang telah terdistribusi secara normal. Uji normalitas dilakukan dengan mengamati dan melakukan pengujian Kolmogrov – Smirnov, dengan criteria pengujian :
a. Angka Signifikansi (Sig) > 0.05 maka data terdistribusi normal b. Angka Signifikansi (Sig) < 0.05 maka data tidak terdistribusi normal
Berdasarkan hasil pengolahan data menggunakan software SPSS. Hasilnya dapat diperoleh pada tabel berikut :
Tabel 4.16 Uji Normalitas
One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
Keamanan Kerahasiaan Kemudahan Kepatuhan
N 98 98 98 98
Normal Parametersa,b Mean 13,15 13,23 26,90 22,29
Std. Deviation 1,515 1,463 3,125 2,279
Most Extreme Differences
Absolute ,174 ,182 ,197 ,169
Positive ,163 ,176 ,160 ,117
Negative -,174 -,182 -,197 -,169
Kolmogorov-Smirnov Z 1,725 1,803 1,948 1,671
Asymp. Sig. (2-tailed) ,055 ,053 ,051 ,057
a. Test distribution is Normal.
b. Calculated from data.
Dari tabel 4.16 diperoleh hasil bahwa tingkat signifikansi pada variabel- variabel penelitian adalah terdistribusi normal.
B. Uji Multikolinieritas
Multikolinearitas adalah suatu keadaan yang menggambarkan adanya hubungan linier yang sempurna atau pasti diantara beberapa atau semua variabel independen dari model yang diteliti. Multikolinearitas berarti adanya hubungan yang kuat diantara beberapa atau semua variabel bebas pada model regresi. Jika terdapat multikolinearitas maka koefisien regresi menjadi tidak tentu, tingkat kesalahannya menjadi sangat besar dan biasanya ditandai dengan nilai koefisien determinasi yang sangat besar tetapi pada pengujian parsial koefisien regresi, tidak ada ataupun kalau ada sangat sedikit sekali koefisien regresi yang signifikan.
Adapun cara pendeteksiannya jika multikolinieritas tinggi, dengan melihat tolerance value dari variance inflation fantor (VIF). Bila nilai tolerance value > 0,1
atau VIF untuk variabel bebas < 10, maka tidak terjadi multikolinieritas seperti pada Tabel 4.17 berikut ini :
Tabel 4.17 Uji Multikolinearitas
Dari hasil perhitungan pada tabel diatas, di dapat hasil hasiltolerance value di atas 0,1 dan Value Inflation Factor (VIF) di bawah 10, sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi multikolinieritas di antara variabel bebas.
C. Uji Heteroskedastisitas
Berikut adalah uji heteroskedastisitas, dimana dalam analisis regresi varians dari residual tidak sama atau tidak memiliki pola tertentu dari satu pengamatan ke pengamatan lain, yang ditunjukkan dengan nilai yang tidak sama antara satu varians dari residual dengan besarnya varians antar residual tidak homogen, sedangkan apabila terdapat gejala varians sama disebut homokedastisitas. Hasil uji heteroskedasitas pada penelitian ini, dengan menggunakan scatterplot model, yaitu melalui diagram pencar antara nilai yang diprediksi (ZPRED) dan sudentized residual (SRESID), seperti pada gambar berikut ini :
Gambar 4.1 Uji Heteroskedasitas
Berdasarkan diagram pencar diatas, maka dapat dilihat bahwa penyebaran residual tidak homogen. Hal tersebut dapat dilihat dari plot yang menyebar dan tidak membentuk suatu pola tertentu. Dengan hasil demikian terbukti bahwa terjadi gejala homokedastis atau persamaan regresi memenuhi asumsi non-heteroskedasitas.
D. Uji Autokorelasi
Autokorelasi digunakan untuk melihat apakah ada pengaruh variabel-variabel dalam modelnya melalui selang waktu. Untuk mengetahui apakah terdapat autokorelasi atau tidak, dapat kita lihat dalam tabel berikut :
Tabel 4.18 Uji Autokorelasi
Pada tabel model summary diatas, terbaca nilai Durbin-Watson sebesar 1,810 maka, menurut metode pengujian Durbin-Watson, bila nilai DW diantara 1,724 – 2,276 (Gujarati 2006 : 90) berarti tidak ada autokorelasi.
E. Analisis Regresi Berganda Hipotesis yang akan diuji :
H1 : Variabel keamanan berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan pajak H2 : Variabel kerahasiaan berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan pajak H3 : Variabel kemudahan berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan pajak
H4 : Variabel keamanan, kerahasiaan dan kemudahan berpengaruh signifikan secara bersama-sama terhadap kepatuhan pajak
Kriteria Pengujian :
Untuk hipotesis H1, H2, dan H3 :
Apabila nilai Sig. t < 0,05 maka hipotesis diterima Apabila nilai Sig. t > 0,05 maka hipotesis ditolak
Untuk hipotesis H4
Apabila nilai Sig. F < 0,05 maka hipotesis diterima Apabila nilai Sig. F > 0, 05 maka hipotesis ditolak Pengujian pertama
H1 : Variabel keamanan berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan pajak H2 : Variabel kerahasiaan berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan pajak H3 : Variabel kemudahan berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan pajak Hasil pengujian dengan SPSS menghasilkan output sebagai berikut :
Tabel 4.19 Regresi Berganda
Kesimpulan :
Data diatas menunjukkan bahwa nilai Sig. untuk Keamanan adalah sebesar 0,018 (p<0,05) maka dari itu hipotesis diterima artinya variabel Keamanan berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan pajak.
Untuk variabel kerahasiaan, data diatas menunjukkan nilai Sig. sebesar 0, 064 (p>0,05) maka dari itu hipotesis ditolak artinya variabel kerahasiaan tidak berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan pajak.
Selanjutnya untuk variabel kemudahan, data diatas menunjukkan nilai Sig. sebesar 0,000 (p<0,05) maka dari itu hipotesis diterima, artinya variabel kemudahan berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan pajak.
Pengujian kedua
H4 : Variabel keamanan, kerahasiaan dan kemudahan berpengaruh signifikan secara bersama-sama terhadap kepatuhan pajak
Hasil pengujiannya adalah sebagai berikut : Tabel 4.20 Regresi Berganda
ANOVAa
Model Sum of Squares Df Mean Square F Sig.
1
Regression 413,324 3 137,775 142,826 ,000b
Residual 90,676 94 ,965
Total 504,000 97
a. Dependent Variable: Kepatuhan
b. Predictors: (Constant), Kemudahan, Kerahasiaan, Keamanan
Kesimpulan :
Berdasarkan data diatas, didapatkan nilai Sig. F sebesar 0,000 (p<0,05) maka dapat disimpulkan bahwa hipotesis diterima, artinya variabel keamanan, kerahasiaan dan kemudahan berpengaruh signifikan secara bersama-sama terhadap kepatuhan pajak.
4.2 Pembahasan
4.2.1. Uji Hipotesis Secara Simultan
Untuk mengetahui suatu persamaan regresi yang dihasilkan baik untuk mengestimasi nilai variabel dependen.
A. Uji Koefisien Determinasi (R2)
Besarnya kontribusi variabel Keamanan (X1), Kerahasiaan (X2), dan Kemudahan (X3) terhadap Kepatuhan Pajak (Y) ditunjukkan dengan besarnya koefisien determinasi (adalah hasil pengkuadratan dari koefisien korelasi dikali 100%) atau R Square.
Tabel 4.21
Uji Koefisien Determinasi
Model Summaryb
Model R R Square Adjusted R
Square
Std. Error of the Estimate
Durbin-Watson
1 ,906a ,820 ,814 ,982 1,810
a. Predictors: (Constant), Kemudahan, Kerahasiaan, Keamanan b. Dependent Variable: Kepatuhan
Dari Tabel 4.21 diatas, diketahui bahwa koefisien determinasinya adalah sebesar 0,820 atau 82%, artinya variabel Keamanan (X1), Kerahasiaan (X2), dan Kemudahan (X3) mempunyai pengaruh terhadap Kepatuhan Pajak (Y) sebesar 82%
dan sisanya 18% dipengaruhi oleh faktor lain.
B. Uji Signifikansi Simultan (Uji Statistik F)
Untuk dapat mengetahui Pengaruh Keamanan, Kerahasiaan, dan Kemudahan Penggunaan E-Filing Terhadap Kepatuhan Pajak secara simultan (uji F) maka perlu dilakukan pengujian hipotesis dimana hasilnya dapat diperoleh pada tabel berikut :
Tabel 4.22 Uji Statistik F
ANOVAa
Model Sum of Squares Df Mean Square F Sig.
1
Regression 413,324 3 137,775 142,826 ,000b
Residual 90,676 94 ,965
Total 504,000 97
a. Dependent Variable: Kepatuhan
b. Predictors: (Constant), Kemudahan, Kerahasiaan, Keamanan
Berdasarkan tabel diatas terdapat nilai sig. dan nilai F hitung sebesar 142,826.
Hal ini menunjukan nilai signifikan lebih kecil dari 0,05 dan nilai F hitung lebih besar dari nilai F tabel sebesar 2,700 Artinya bahwa semua variabel independen yaitu Keamanan, Kerahasiaan dan Kemudahan secara simultan berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen yaitu kepatuhan pajak.
4.2.2. Uji Hipotesis Secara Parsial
A. Pengaruh Keamanan Terhadap Kepatuhan Pajak pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama Cibeunying Bandung
Untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh antara Keamanan Terhadap Kepatuhan Pajak, maka kita harus mengetahui koefisien korelasi, koefisien determinasi, dan uji hipotesis.
1. Analisis Korelasi
Untuk mengetahui sejauh mana hubungan (korelasi) antara Keamanan dengan Kepatuhan Pajak secara parsial, maka hasil pengujiannya sebagai berikut:
Tabel 4.23
Analisis Koefisien Korelasi Pengaruh Keamanan Terhadap Kepatuhan Pajak
Model Summaryb
Model R R Square Adjusted R
Square
Std. Error of the Estimate
1 ,766a ,587 ,583 1,472
a. Predictors: (Constant), Keamanan b. Dependent Variable: Kepatuhan
Berdasarkan Tabel 4.23, hasil perhitungan koefisien korelasi (R) adalah sebesar 0,766. Nilai tersebut berada antara nilai 0,60 – 0,799 artinya Keamanan (X1) memiliki keeratan hubungan yang kuat dengan Kepatuhan Pajak (Variabel Y).
2. Koefisien Determinasi
Besarnya kontribusi variabel Keamanan (X1) terhadap Kepatuhan Pajak (Variabel Y) ditunjukkan dengan besarnya koefisien determinasi (adalah hasil pengkuadratan dari koefisien korelasi dikali 100%) atau R Square.
Dari Tabel 4.23 koefisien determinasi di atas diketahui bahwa koefisien determinasinya (R Square ) adalah sebesar 0,587 atau 58,7%, artinya variabel Keamanan (X1) mempunyai pengaruh terhadap Kepatuhan Pajak (Variabel Y) sebesar 58,7% dan sisanya sebesar 41,3% dipengaruhi oleh faktor lain.
3. Pengujian Hipotesis Secara Parsial (Uji t)
Untuk dapat mengetahui apakah terdapat pengaruh antara Keamanan (X1) terhadap Kepatuhan Pajak (Variabel Y) maka perlu dilakukan pengujian hipotesis dengan langkah-langkah sebagai berikut:
1) Hipotesis Pertama
H0 : r1 < 0, artinya tidak terdapat pengaruh antara Keamanan terhadap Kepatuhan Pajak
H1 : r1> 0, artinya terdapat pengaruh Keamanan terhadap Kepatuhan Pajak 2) Menentukan tingkat signifikansi
Tingkat signifikansi yang diambil untuk penelitian ini adalah 5%
3) Menghitung nilai t hitung (uji dua pihak) dan kesimpulan
Untuk dapat mengetahui apakah terdapat pengaruh antara variabel Keamanan (X1) terhadap Kepatuhan Pajak (Variabel Y), maka dilakukan pengujian hipotesis berdasarkan nilai uji t.
Tabel 4.24
Uji Hipotesis Pengaruh Keamanan (X1) Terhadap Kepatuhan Pajak (Y)
Coefficientsa
Model Unstandardized
Coefficients
Standardized Coefficients
t Sig.
B Std. Error Beta
1
(Constant) 7,124 1,306 5,454 ,000
Keamanan 1,153 ,099 ,766 11,684 ,000
a. Dependent Variable: Kepatuhan
Dari Tabel 4.24 di atas, dapat disimpulkan bahwa nilai thitung (11,684)
> ttabel (1,985) artinya, Ho ditolak. Dengan demikian variabel Kemanan (X1) berpengaruh terhadap variabel Kepatuhan Pajak (Variabel Y). Daerah penolakan Ho dapat dilihat pada gambar sebagai berikut:
Gambar 4.2
Kriteria Uji t Variabel X1 Terhadap Y
B. Pengaruh Kerahasiaan Terhadap Kepatuhan Pajak pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama Cibeunying Bandung
Untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh antara Kerahasiaan Terhadap Kepatuhan Pajak, maka kita harus mengetahui koefisien korelasi, koefisien determinasi, dan uji hipotesis.
1. Analisis Korelasi
Untuk mengetahui sejauh mana hubungan (korelasi) antara Kerahasiaan dengan Kepatuhan Pajak secara parsial, maka hasil pengujiannya sebagai berikut:
Tabel 4.25
Analisis Koefisien Korelasi Pengaruh Kerahasiaan Terhadap Kepatuhan Pajak
Model Summaryb
Model R R Square Adjusted R
Square
Std. Error of the Estimate
1 ,756a ,571 ,567 1,501
a. Predictors: (Constant), Kerahasiaan b. Dependent Variable: Kepatuhan
1,985 0
Daerah Penerimaan Ho
11,684 Daerah Penolakan Ho
Berdasarkan Tabel 4.25, hasil perhitungan koefisien korelasi (R) adalah sebesar 0,756. Nilai tersebut berada antara nilai 0,60 – 0,799 artinya Kerahasiaan (X2) memiliki keeratan hubungan yang kuat dengan Kepatuhan Pajak (Variabel Y).
2. Koefisien Determinasi
Besarnya kontribusi variabel Kerahasiaan (X2) terhadap Kepatuhan Pajak (Variabel Y) ditunjukkan dengan besarnya koefisien determinasi (adalah hasil pengkuadratan dari koefisien korelasi dikali 100%) atau R Square.
Dari Tabel 4.25 koefisien determinasi di atas diketahui bahwa koefisien determinasinya (R Square ) adalah sebesar 0,571 atau 57,1%, artinya variabel Kerahasiaan (X2) mempunyai pengaruh terhadap Kepatuhan Pajak (Variabel Y) sebesar 57,1% dan sisanya sebesar 42,9% dipengaruhi oleh faktor lain.
3. Pengujian Hipotesis Secara Parsial (Uji t)
Untuk dapat mengetahui apakah terdapat pengaruh antara Kerahasiaan (X2) terhadap Kepatuhan Pajak (Variabel Y) maka perlu dilakukan pengujian hipotesis dengan langkah-langkah sebagai berikut:
1) Hipotesis Pertama
H0 : r1 < 0, artinya tidak terdapat pengaruh antara Kerahasiaan terhadap Kepatuhan Pajak
H1 : r1> 0, artinya terdapat pengaruh Kerahasiaan terhadap Kepatuhan Pajak 2) Menentukan tingkat signifikansi
Tingkat signifikansi yang diambil untuk penelitian ini adalah 5%
3) Menghitung nilai t hitung (uji dua pihak) dan kesimpulan
Untuk dapat mengetahui apakah terdapat pengaruh antara variabel Kerahasiaan (X2) terhadap Kepatuhan Pajak (Variabel Y), maka dilakukan pengujian hipotesis berdasarkan nilai uji t.
Tabel 4.26
Uji Hipotesis Pengaruh Kerahasiaan (X2) Terhadap Kepatuhan Pajak (Y)
Coefficientsa
Model Unstandardized
Coefficients
Standardized Coefficients
t Sig.
B Std. Error Beta
1
(Constant) 6,703 1,387 4,834 ,000
Kerahasiaan 1,177 ,104 ,756 11,304 ,000
a. Dependent Variable: Kepatuhan
Dari Tabel 4.26 di atas, dapat disimpulkan bahwa nilai thitung (11,304)
> ttabel (1,985) artinya, Ho ditolak. Dengan demikian variabel Kerahasiaan (X2) berpengaruh terhadap variabel Kepatuhan Pajak (Variabel Y). Daerah penolakan Ho dapat dilihat pada gambar sebagai berikut:
Gambar 4.3
Kriteria Uji t Variabel X2 Terhadap Y
1,985 0
Daerah Penerimaan Ho
11,304 Daerah Penolakan Ho
C. Pengaruh Kemudahan Terhadap Kepatuhan Pajak pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama Cibeunying Bandung
Untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh antara Kemudahan Terhadap Kepatuhan Pajak, maka kita harus mengetahui koefisien korelasi, koefisien determinasi, dan uji hipotesis.
1. Analisis Korelasi
Untuk mengetahui sejauh mana hubungan (korelasi) antara Kemudahan dengan Kepatuhan Pajak secara parsial, maka hasil pengujiannya sebagai berikut:
Tabel 4.27
Analisis Koefisien Korelasi Pengaruh Kemudahan Terhadap Kepatuhan Pajak
Model Summaryb
Model R R Square Adjusted R
Square
Std. Error of the Estimate
1 ,818a ,669 ,665 1,319
a. Predictors: (Constant), Kemudahan b. Dependent Variable: Kepatuhan
Berdasarkan Tabel 4.27, hasil perhitungan koefisien korelasi (R) adalah sebesar 0,818. Nilai tersebut berada antara nilai 0,70 – 0,899 artinya Kemudahan (X3) memiliki keeratan hubungan yang sangat kuat dengan Kepatuhan Pajak (Variabel Y).
2. Koefisien Determinasi
Besarnya kontribusi variabel Kemudahan (X3) terhadap Kepatuhan Pajak (Variabel Y) ditunjukkan dengan besarnya koefisien determinasi (adalah hasil pengkuadratan dari koefisien korelasi dikali 100%) atau R Square.
Dari Tabel 4.27 koefisien determinasi di atas diketahui bahwa koefisien determinasinya (R Square ) adalah sebesar 0,669 atau 66,9%, artinya variabel
Kemudahan (X3) mempunyai pengaruh terhadap Kepatuhan Pajak (Variabel Y) sebesar 66,9% dan sisanya sebesar 33,1% dipengaruhi oleh faktor lain.
3. Pengujian Hipotesis Secara Parsial (Uji t)
Untuk dapat mengetahui apakah terdapat pengaruh antara Kemudahan (X3) terhadap Kepatuhan Pajak (Variabel Y) maka perlu dilakukan pengujian hipotesis dengan langkah-langkah sebagai berikut:
1) Hipotesis Pertama
H0 : r1 < 0, artinya tidak terdapat pengaruh antara Kemudahan terhadap Kepatuhan Pajak
H1 : r1> 0, artinya terdapat pengaruh Kemudahan terhadap Kepatuhan Pajak 2) Menentukan tingkat signifikansi
Tingkat signifikansi yang diambil untuk penelitian ini adalah 5%
3) Menghitung nilai t hitung (uji dua pihak) dan kesimpulan
Untuk dapat mengetahui apakah terdapat pengaruh antara variabel Kemudahan (X3) terhadap Kepatuhan Pajak (Variabel Y), maka dilakukan pengujian hipotesis berdasarkan nilai uji t.
Tabel 4.28
Uji Hipotesis Pengaruh Kemudahan (X3) Terhadap Kepatuhan Pajak (Y)
Coefficientsa
Model Unstandardized
Coefficients
Standardized Coefficients
t Sig.
B Std. Error Beta
1
(Constant) 6,242 1,161 5,377 ,000
Kemudahan ,596 ,043 ,818 13,914 ,000
a. Dependent Variable: Kepatuhan
Dari Tabel 4.28 di atas, dapat disimpulkan bahwa nilai thitung (13,914)
> ttabel (1,985) artinya, Ho ditolak. Dengan demikian variabel Kemudahan (X3) berpengaruh terhadap variabel Kepatuhan Pajak (Variabel Y). Daerah penolakan Ho dapat dilihat pada gambar sebagai berikut:
Gambar 4.4
Kriteria Uji t Variabel X3 Terhadap Y
1,985 0
Daerah Penerimaan Ho
13,914 Daerah Penolakan Ho