• Tidak ada hasil yang ditemukan

mezbah keluarga november

N/A
N/A
Yammy Mansye Lisapaly

Academic year: 2022

Membagikan "mezbah keluarga november"

Copied!
37
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

GEREJA KRISTEN INJILI DI TANAH PAPUA

1 PERSIAPAN

 Masing-masing anggota keluarga menyiapkan Alkitab, Ny. Mazmur, Ny. Rohani, dan Kidung Jemaat.

Tempat persembahan dan Lilin.

 Lilin dinyalakan.

1. Lagu Pembukaan : Oleh Ibu.

Damai di Keluarga……, Kemuliaan bagi Allah,

Di hari pertama bulan November ini, kita terus merasakan Kasih Tuhan yang sungguh nyata atas hidup kita. Untuk itu akan beribadah Bersama, tenangkan hati dan silakan berdiri…..kita menyanyi Ny.Roh. 94: 1 “ Berhimpun semua „ 2. Votum & Salam : Oleh Ibu

Mari Kita Beribadah: Dalam Nama Bapa, Anak dan Roh Kudus. Amin. Salam sejahtera dari Tuhan Allah, Yesus Kristus dan Roh Kudus untuk kita sekalian.

(Disilakan Duduk) 3. Pujian : Oleh Anak.

Mari kita menyanyi Ny.Roh. 94: 2 „ Hormati NamaNya „ 4. Doa dan Pembacaan Alkitab : Oleh Anak.

Sebelum membaca Alkitab, kita akan berdoa:

Tuhan Yesus, kami mau membaca Alkitab, tolonglah kami supaya saat kami baca dan renungkan, kami mengerti dan akan melakukannya dalam hidup setiap hari. Dalam namaMu kami memohon. Amin.

Mari kita baca bersama-sama : 1 RAJA-RAJA 2 : 13-25 5. Renungan : Oleh Bapak

BERANI BERTINDAK TEGAS Keluarga yang dikasihi Tuhan….

Dalam menjalani tanggungjawab kepemimpinannya sebagai raja, menggantikan ayahnya Daud, ternyata Salomo menampakkan karakter kepemimpinan yang tegas. Salomo berhadapan dengan ancaman saudaranya sendiri Adonia yang merasa berhak menjadi putra mahkota kerajaan menggantikan Daud ayahnya. Adonia mengabaikan campur tangan Allah yang menghendaki Salomo untuk menjadi raja menggantikan Daud, dan dengan berbagai cara Adonia berupaya melakukan kekuatan tandingan untuk merongrong kepemimpinan Salomo. Adonia bergabung dengan imam Abyatar dan Yoab dan mereka bersekongkol untuk merebut tahta kerajaan dari Salomo dan mengacaukan keamanan ditengah masyarakat Israel. Untuk memuluskan rencananya, Adonia juga berupaya membujuk Batsyeba, ibu dari Salomo untuk berbicara dengan Salomo, agar ia memberikan Abisag gadis Sunem yang adalah gundik raja Daud, untuk menjadi isteri Adonia. Dalam tradisi Israel, seorang gundik raja hanya akan diberikan kepada pengganti raja itu dan hal itu berarti, Adonia sengaja menjebak Batsyeba dan Salomo untuk memberikan tahta kerajaan Isarel kepada Adonia. Bagaimana tindakan Salomo untuk mengokohkan takhta kerajaannya? Salomo bertindak dengan tegas namun ia meminta hikmat dari Allah. Untuk melindungi tahta kerajaan Israel dari tangan orang-orang yang jahat seperti Adonia, imam Abyatar dan Yoab, Salomo bertindak tegas dengan menghukum mereka dengan hukuman mati, artinya semua gerakan mereka harus dihentikan, dan suasana damai harus dihadirkan di Israel.

Firman Tuhan hari ini mau mengingatkan kita bahwa, menghadapi berbagai tindakan kejahatan yang mengacaukan kehidupan banyak orang memang dibutuhkan sikap yang berani dan tegas, dan hal itu diharapkan menjadi karakter setiap pemimpin untuk menghadirkan damai dan sukacita.

Kehidupan berjemaat harus terhindar dari penyakit yang suka mencari-cari soal dan bersilat kata (saling mempertahankan kebenaran atau Pendapat). Sebab hal itu dilakukan oleh orang- orang yang tidak lagi berpikiran sehat dan kehilangan kebenaran. Tuhan menolong kita. Amin

6. Persembahan : Oleh Bapak

Kita akan memberi persembahan sebagai tanda syukur kepada Tuhan, kita menyanyi bersama Ny.Rohani 76 : 1 “Tuhanku BerkatMu Limpah”

7. Doa Syafaat : Doa Bapa Kami bersama-sama 8. Pujian Penutup : oleh Ibu (Disilakan berdiri)

Kita menyanyi Ny.Roh. 147 : 2 „ Telah kau Cari…”

9. Berkat : Oleh Ibu.

Kita memohon berkat Tuhan : „Kiranya TUHAN memberkati dan terus melindungi kita, WajahNya bersinar atas kita dan kasih KaruniaNya diberikan untuk kita, TUHAN menghadapkan wajahNya kepada kita dan memberi kita damai sejahtera‟.

Amin…. amin…. amin….. (dinyanyikan bersama)

(3)

 Ibadah dipimpin oleh seorang Ibu

1. Nyanyian Pembukaan; Ny.Rohani 2 : 1 “Ya Tuhan Kami Puji NamaMu Besar”

2. Votum dan Salam

Ibadah dalam keluarga kami, didasarkan dalam nama Bapa, Anak, dan Roh kudus. Kasih karunia Allah didalam Yesus Kristus menyertai kita Amin.

3. Mazmur Pujian Mazmur 117 : 1-2 (baca secara bersama) 4. Menyanyi Ny.Rohan 10 : 1 “Pujilah TuhanMu”

5. Doa Pembacaan Alitab; Oleh seorang Pemuda/Anak

Terima Kasih Tuhan untuk kasih setia dan perlindunnganMu bagi kami, Kami mau membaca firman-Mu, berilah Roh kudus-Mu bagi kami untuk mengerti maksud-Mu, dan kami dimampukan melakukan seturut dengan Firman-Mu, Terima Kasih Tuhan Amin.

Pembacaan Alkitab 1 TIMOTIUS 6 : 2B-10 6. Renungan (oleh Bapak)

HATI-HATI GUNAKAN UANGMU

Mama dan anak-anak yang Tuhan kasihi ada 2 hal dalam bacaan kita dimana Rasul Paulus memberi nasehat pada Timotius :

Pertama agar supaya Timotius konsisten dalam menjalankan tugas pelayanan dengan setia dan taat kepada Tuhan, dengan tidak terpengaruh dengan berbagai ajaran sesat yang mengacaukan kehidupan iman jemaat. Timotius dinasehati Paulus untuk tetap menjaga pengajaran yang benar yang berasal dari Tuhan dengan menunjukan sikap hidup yang benar tidak seperti ajaran sesat yang mengacaukan dengan sikap hidup yang tidak benar karena berlagak tau tetapi tidak tau apa-apa, mencari-cari masalah, bersilat kata yang menyebakan dengki, fitnah curiga, penuh keangkuhan dan selalu menonjolkan diri bertingkah laku seperti ini tidak lagi memuliakan Tuhan.

Kedua, dalam pelayanan Timotius diminta untuk cukupkan diri dengan apa yang ada seperti pada ayatnya yang ke-8 artinya Timotius harus merasa cukup dengan apa yang Tuhan sudah limpahkan dalam tugas pelayanannya karena keinginan untuk hidup berkelebihan bisa membawa kepada kejahatan seperti mereka yang tidak mengenal Tuhan ingin hidup berlebihan mencintai uang membawa kebinasaan Paulus katakan hati- hati kehidupan seperti ini karena akar segala kejahatan adalah cinta uang. Jika Timotius tidak hati-hati hidupnya pelayananya bisa menyimpang dari kebenaran yang dikehendaki Tuhan.

Mama dan anak-anak apa pesan Tuhan untuk kita,

keadaan dunia bisa berubah-ubah disekitar kita tapi kita diminta tetap menunjukan iman kita kepada Tuhan dengan taat dan setia melakukan kebenaran Tuhan dengan menunjukan sikap hidup yang benar sebagai anak Tuhan. mensyukuri segala pemberian Tuhan dengan hidup, tidak untuk diri sendiri saja tetapi berguna bagi sesama. Dalam hidup kita perlu uang yang fungsinya harus digunakan dengan benar dan bertanggung jawab jika kita menyalahgunakannya maka uang yang adalah akar kejahatan itu bisa membinasakan kita bahkan juga orang lain Tuhan memberkati kita Amin.

7. Persembahan Syukur Menyanyi Ny.Rohani 133: 1 ”Jiwa Puji Raja Sorga”

8. Doa Syukur (bisa diganti dengan doa Bapa Kami secara bersama)

9. Nyanyin Penutup Ny.Kidung Jemaat 413: 1 & 2 “Tuhan Pimpin AnakMu” (disilakan berdiri) 10.Berkat (Oleh Bapa)

“Kasih Karunia dan Damai Sejahtera dari Allah Bapa Tuhan Yesus Kristus Menyertai Keluarga kita, Sekarang dan Selamanya. Amin”

(4)

PERSIAPAN

 Masing-masing anggota keluarga menyiapkan Alkitab, Ny. Mazmur, Ny. Rohani, dan Kidung Jemaat.

Tempat persembahan dan Lilin.

 Lilin dinyalakan.

1. Pembukaan : Oleh Bapak Syaloom…. Damai di hati...

Marilah kita mengarahkan hati dan seluruh kehidupan kita kepada Tuhan, dan beribadah kepadaNya. Marilah kita beridiri dan kita nyanyikan Ny. Rohani No. 93 : 1 “Yesus Lihatlah Jemaat” (disilakan berdiri) 2. Doa Pembukaan : Oleh. Bapak

Ya Tuhan, terimalah kami yang bersekutu dan beribadah kepadaMu, di sini, di rumah kami. Amin.

3. Pujian : Oleh Bapak.

Mari kita memuji Tuhan sekali lagi dari Ny. Rohani No. 126 : 1 ”Hatiku Teduhkan Diri”

...disilakan duduk...

4. Doa dan Pembacaan Alkitab : Oleh Ibu.

- Doa Pembacaan

- Pembacaan Firman Tuhan malam hari ini, terambil dari LUKAS 15 : 18-24 5. Renungan : Oleh Ibu.

MARI KOREKSI HIDUP INI

Biasanya warisan akan diberikan kepada anak-anak setelah orang tua meninggal. Tetapi lain halnya dengan perumpamaan yang dibicarakan Yesus kali ini. Saat sang masih hidup, si bungsu telah meminta harta kekayaan yang menjadi bagiannya. Kemudian ia menjual segala miliknya itu lalu pergi ke negeri yang jauh. Nasib malang menimpa ketika datang bencana kelaparan di negeri yang ditempati oleh si bungsu itu. Ia pun harus hidup melarat, sampai-sampai untuk mengisi perut saja ia ingin memakan makanan babi.

Pada akhirnya dalam situasi hidup yang sulit itu ia teringat kepada Bapanya. Walaupun dipenuhi dengan rasa bersalah ia bangkit dan pergi kembali kepada saat bertemu dengan bapanya ia mengaku telah berdosa dan tidak layak lagi disebut sebagai anak bapa. Sebagai seorang bapa yang mengasihi anaknya. Sang bapa menyambut si bungsu dengan penuh sukacita.

Suatu pelajaran berharga kita dapati dari kisah ini adalah. Tuhan begitu mengasihi dan menyayangi kita. Ia tahu setiap kelemahan kita. Sebagai manusia, kita harus jujur mengakui bahwa terkadang sikap kita layaknya si bungsu ini, yang tidak mempergunakan dengan baik, harta kekayaan bagiannya yang ia dapat lebih dahulu. Kasih karunia telah kita dapatkan, pemeliharaan Allah telah kita alami, namun kita sering lupa untuk bersyukur dan menganggap diri kitalah yang paling penting, yang paling hebat. Kasih karunia yang diberikan kepada setiap kita menjadi sia-sia. Saat kita ada dalam persoalan hidup, barulah kita ingat pada Tuhan. Saat itu mulai kita berseru Tuhan tolong dsb

Walaupun sudah melakukan kesalahan yang merugikan dirinya sendiri, si bungsu memiliki jiwa yang besar untuk kembali pulang kepada bapanya dan mengaku segala dosa dan kesalahannya. Sikap seperti ini juga harus menjadi bagian kehidupan kita. Mari. dengan rendah hati kita datang mengaku segala dosa dan kesalahan kita di hadapan Tuhan. Allah kita adalah Allah yang maha murah tetapi kasihNya bukan murahan untuk itu, tidak sebatas kita mengaku dosa saja tetapi memiliki komitmen untuk memperbaharui hidup ini, tidak lagi menyia- nyiakan Kasih Karunia yang telah Allah berikan kepada kita. Mari koreksi hidup ini.... tuhan menolong kita...

Amin....

6. Persembahan : Oleh Anak.

Segala yang kita terima dalam kehidupan ini, asalnya dari pemberian Tuhan. Untuk itu sebagai tanda syukur, kita akan memberikan persembahan syukur. Bersama kita bernyanyi dari Ny. Rohani No. 132 : 1 “Ya Tuhan Murah-Mu Baka”

7. Doa Persembahan dan Syafaat : Oleh Anak.

8. Doa Syafaat : Oleh Bapak 9. Berkat : Oleh Anak.

Semuanya disilahkan berdiri, bersama kita memohon Berkat dari Tuhan, kita nanyikan Ny. Rohani 19

“Berkati dan Lindungi Kami Hu”

(5)

1. Lagu Pembukaan : oleh Bapak.

Syaloom….. Sebagai ungkapan syukur kita atas kasih-Nya, mari kita beribadah pada-Nya. Untuk itu, disilakan berdiri dan kita menyanyi dari Ny. Rohani No. 5 : 1 “Hai Makhluk Allah Hu Besar”

2. Doa Pembukaan : Oleh Bapak.

Kita Berdoa…… Pada saat yang berbahagia dengan syukur yang kami naikan, kami datang beribadah kepada- Mu.

Kami memohon, ya Tuhan, sertailah ibadah ini dari awal sampai selesai dengan kuasa kasih dan kehendak-Mu. Amin.

(disilakan duduk) 3. Pujian : oleh Bapak.

Ny. Rohani No. 5 : 7 “Hai Makhluk-Nya Sekalian”

4. Doa dan Pembacaan Alkitab : Oleh Anak.

Kita berdoa… Ya Tuhan, Engkau patut dimuliakan karena penyertaan-Mu bagi kami, maka kami memohon Engkau pun menuntun kami dalam membaca dan merenungkan bersama firman-Mu. Amin.

Mari kita membaca Firman dari “1 TIMOTIUS 6:2B-10 (10)”

5. Renungan : oleh Ibu.

JANGAN TERJEBAK PERJUDIAN Keluargaku yang dikasihi Tuhan Yesus….

Apakah bermain judi itu dosa? Mungkin pertanyaan ini yang muncul dibenak ketika kita melihat sebuah tempat perjudian atau melihat orang bermain judi. Kenyataannya, ada sebagian orang menganggap judi itu dosa, tetapi ada sebagian lagi yang menganggap judi itu bukan dosa. Beberapa negara melegalkan judi, namun beberapa negara, seperti Indonesia, menetapkan judi sebagai tindakan melanggar hukum. Itulah sebabnya, ada banyak orang yang terlibat permainan ini selama negara tidak melarangnya. Meski demikian, benarkah permainan judi tidak bertentangan dengan iman Kristen?

Walaupun di Indonesia terdapat larangan bermain judi, namun banyak masyarakat kita yang senang menekuni permainan judi seperti togel atau toto gelap. Permainannya tidak terbatas secara offline tapi terdapat berbagai situs dan aplikasi judi online di internet yang mempermudah akses. Ada pula yang bermain ludo dengan taruhan sejumlah uang.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), judi ialah permainan dengan memakai uang atau sesuatu yang berharga sebagai taruhan. Dengan demikian, permainan apapun yang disertai dengan taruhan dapat disebut judi. Misalnya, pertandingan sepak bola adalah olahraga, tetapi bila disertai dengan taruhan maka itu adalah judi.

Keluargaku yang dikasihi Tuhan Yesus….

Memang alkitab tidak secara jelas menyebut judi sebagai dosa. Namun melihat adanya keinginan umtuk menang atau mendapat uang dari berjudi, maka dalam berjudi terdapat sikap cinta uang (1 Tim 6:9-10), selain ketamakan (Luk.

12:15) dan kemalasan (Ams. 10:4). Sikap-sikap ini dapat mendorong seseorang untuk melakukan kejahatan agar bisa berjudi. Misalnya, seseorang bisa mencuri agar memiliki uang untuk bertaruh, bahkan nekat membunuh ketika dihalangi untuk berjudi. Jelaslah bahwa judi bertentangan dengan kehendak Tuhan. Selain itu juga bisa menjadi candu karena membuat orang ingin terus berjudi, lalu melupakan hal-hal lain yang lebih penting (beribadah, berdoa, bekerja) untuk kehidupannya. Oleh karena itu, janganlah terjebak atau terlibat dalam perjudian. Ingatlah bahwa cinta uang adalah akar segala kejahatan dan judi hanya akan membawa kita kepada kecanduan, keterikatan, kemiskinan bahkan penghukuman.

6. Persembahan Syukur : oleh Bapak.

Untuk menyatakan syukur kita, mari kita berikan persembahan syukur. Mengiringinya kita menyanyi dari Ny. Rohani 160:1-3 “Tuhan, Ambil Hidupku”

7. Doa Persembahan dan Syafaat : oleh Bapak.

8. Pujian : oleh Ibu.

Sebelum kita mengakhiri ibadah disaat ini, semua disilahkan berdiri dan mari kita nyanyikan Ny. Rohani 160:4 & 5 “Jadikan kehendakku….”

9. Berkat : Oleh Ibu.

“Kasih dan damai Sejahtera serta berkat dari Allah yang adalah Bapa, Anak dan Roh Kudus memenuhi kehidupan kita sekeluarga. Amin.

(6)

PERSIAPAN

 Masing-masing anggota keluarga menyiapkan Alkitab, Ny. Mazmur, Ny. Rohani, dan Kidung Jemaat.

Tempat persembahan dan Lilin.

 Lilin dinyalakan.

1. Lagu Pembukaan : oleh Ibu.

Damai di Keluarga….. Kemuliaan bagi Allah. Kemulian bagi Allah…...Damai di Keluarga……. Kita akan beribadah kepada Tuhan saat ini, untuk itu keluarga dipersilahkan berdiri dan mari kita nyanyikan Ny. Rohani No. 9 : 1 “Hai Kaum Tuhan Hu”

2. Doa Pembukaan : oleh Ibu.

Mari kita berdoa…. Tuhan Yang Mahabaik, kami adalah umat-Mu yang mau sepenuhnya percaya dan mengandalkan- Mu. Oleh karena itu saat ini kami meminta Engkau turut campur tangan dalam ibadah yang hendak kami lakukan menurut kehendak-Mu. Amin. (disilakan duduk)

3. Pujian : oleh Ibu.

Bersama kita puji Tuhan dengan menyanyi dari Ny. Rohani No.9 : 2 “Yang Rumah-Nya T‟rang”

4. Doa Baca Firman : oleh Anak.

”Mari kita berdoa…Kami percaya bahwa firman-Mu adalah terang bagi langkah kehidupan kami, maka kuasailah kami dengan kuasa-Mu agar kami pun sanggup membaca dan merenungkan firman-Mu, serta pakai kami untuk dapat melaksanakannya. Amin.”

Marilah kita membaca bagian Firman Tuhan yang terdapat di dalam “MATIUS 27:3-5”.

5. Renungan : oleh Bapak.

UANG DAN PERSAHABATAN Keluargaku yang dikasihi Tuhan Yesus….

Yokbed dan Marisa adalah dua sahabat yang saling menyayangi. Mereka selalu bersama dalam berbagai keadaan. Mereka juga saling terbuka dan hampir-hampir tidak ada rahasia di antara mereka. Yokbed sering menginap di rumah Marisa, demikian juga sebaliknya. Orang tua Yokbed pun sudah menganggap Marisa sebagai anak kandung mereka. Begitu juga dengan orang tua Marisa.

Yokbed berasal dari keluarga kaya, sedangkan Marisa dari keluarga sederhana. Meskipun demikian mereka tetap bersahabat.

Suatu waktu, Marisa membutuhkan sejumlah uang. Ia mencoba meminjamnya dari Yokbed. Sebagai seorang sahabat, Yokbed bersedia meminjamkannya. Marisa membayarnya tepat waktu. Pada kemudian hari, Marisa membutuhkan uang yang cukup besar. Ia kembali meminta bantuan kepada Yokbed. Yokbed sebenarnya agak ragu sebab ia tahu kemampuan Marisa untuk mengembalikannya.

Tetapi karena Marisa sangat membutuhkannya dan berjanji akan mengembalikannya tepat waktu, maka Yokbed pun memberikannya.

Namun ketika tiba waktu untuk mengembalikannya, Marisa tidak melakukannya. Bahkan ia tidak menjelaskan alasannya kepada Yokbed, padahal mereka sering bertemu. Setelah lewat beberapa hari dari waktu yang disepakati, Marisa tidak juga menunjukkan inisiatif untuk mengembalikan uang Yokbed. Yokbed mencoba mendiamkannya karena tidak ingin Marisa tersinggung. Sebulan berlalu, Yokbed tidak dapat bersabar lebih lagi. Ia pun memberanikan diri menanyakannya kepada Marisa. Sahabatnya itu hanya berkata bahwa ia belum memiliki uang. Ia pasti mengembalikannya nanti saat sudah punya uang. Mendengar jawaban Marisa, Yokbed merasa kecewa. Marisa dianggapnya tidak bertanggung jawab. Yokbed mulai mengurangi pertemuannya dengan Marisa.

Semakin lama, semakin jarang mereka bertemu bahkan akhirnya tidak ada kontak lagi. Persahabatan mereka pun berakhir.

Keluargaku yang dikasihi Tuhan Yesus….

Uang dapat merusak hubungan persahabatan. Yesus adalah sahabat Yudas Iskariot (Mat. 9:15), namun Yudas nekat menjual sahabatnya itu kepada para pemimpin Yahudi seharga 30 keping perak. Itu bukanlah nilai yang besar, tetapi Yudas akhirnya menyesal dan gantung diri. Hati-hatilah dalam persahabatan kita. Jangan sampai uang membuat hubungan dengan sahabat kita rusak. Uang mestinya menjadi perekat persahabatan, bukan penghancur persahabatan.

6. Persembahan Syukur : oleh Ibu.

Kita berikan persembahan syukur, dan untuk mengiringi persembahan ini, kita nyanyikan Ny. Rohani No. 130 : 1-2 “ Kepada Tuhan Jua ”

7. Doa Syafaat : oleh Ibu.

Diberikan waktu ± 5 menit untuk masing-masing kita berdoa kepada Tuhan menyampaikan segala hal yang kita gumuli, setelah itu saya akan berdoa bagi persembahan syukur dan Firman lalu kita akan mengakhiri doa ini dengan mengucapkan “Doa Bapa Kami” secara bersama-sama.

8. Pujian : oleh Bapak.

Semua dipersilakan berdiri dan mari kita menyanyikan Ny. Rohani No. 181 : 1 “Setialah Kepada Tuhan- Mu”

9. Berkat : oleh Bapak.

“Semoga Allah sumber kasih dan sejahtera memberkati dan melindungi kita sampai selama-lamanya. Amin.”

(7)

6

 Masing-masing anggota keluarga menyiapkan Alkitab, Ny. Mazmur, Ny. Rohani, dan Kidung Jemaat.

Tempat persembahan dan Lilin.

 Lilin dinyalakan.

1. NYANYIAN PERSIAPAN : oleh Ibu……. (Disilakan berdiri)

Marilah kita arahkan hati kita untuk beribadah kepada Tuhan yang menjadikan dan memelihara kita. Kita menyanyi dari Ny.Rohani 16 : 1,2 :Sekarang B’ri Syukur

2. DOA PEMBUKAAN : oleh ibu

Pertolongan kita ialah dari Allah Bapa, Tuhan Yesus dan Roh Kudus, Amin 3. PUJI-PUJIAN : oleh ibu...(Disilahkan duduk)

Kita akan memuji Tuhan dengan segenap hati, mari menyanyi dari Ny. Rohani 16 : 3 4. Doa dan Pembacaan Alkitab : oleh Bapak

 Doa : Ya Tuhan Tuliskanlah FirmanMu di dalam hati kami dan mampukan kami untuk memelihara dan melakukannya selalu. Dalam Nama Yesus, Firman yang hidup. Amin.

 Pembacaan Alkitab : 1 TAWARIKH 17 : 16 – 27 5. Renungan :

PENGHARAPAN DAN GAYA HIDUP ORANG PERCAYA

Persekutuan yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus

Seetiap orang pasti memiliki pengharapanan tertentu, dan tiap orang pasti memiliki gaya hidup tertentu sesuai harapannya. Pada bagian Alkitab yang kita baca saat ini kita dapat belajar tentang pengharapan dan gaya hidup orang percaya, sebagaimana terjadi dalam kehidupan raja Daud.

Raja Daud memiliki pengharapan akan membangun Bait Suci, tetapi Tuhan tidak berkenan pembangunan itu terjadi sesuai harapan Raja Daud. Tuhan berkenan akan pembangunan Bait Suci namun pembangunan itu akan dilakukan bukan oleh Raja Daud tetapi oleh anaknya.

Jadi harapan Raja Daud tidak dapat terwujud menurut keinginannya malainkan menurut keinginan Tuhan.

Atas kenyataan ini, bagaimana reaksi Raja Daud ? Apakah harapan yang tidak terwujud itu merubah gaya hidup Raja Daud menjadi orang yang memberontak atau membelakangi Tuhan ?

Ternyata sekalipun pengharapannya tidak menjadi kenyataan, Raja Daud tetap tunduk pada kehendak dan rancangan Tuhan baginya dan bagi keluarganya. Sekalipun harapannya ditolak tetapi Raja Daud tidak merasa dibuang oleh Tuhan. Dan hal itu Nampak dalam gaya hidupnya, ia tetap datang, duduk dan bicara di hadapan Tuhan (ayat 16). Ia tidak bertanya mengapa Tuhan menolak harapapnnya, tetapi ia mempercayai hati Tuhan (ayat 19).

Inilah contoh bagi kita tentang pengharapan dan gaya hidup orang percaya yang patut diteladani. Pengaharapan orang percaya selalu tunduk pada kehendak Tuhan. Pengharapan orang percaya tidak dapat melampaui, mendahului atau melangkahi kehendak dan rancangan Tuhan. Justru ketika Tuhan tidak berkenan atas pengharapan kita, maka kita harus segera menyesuaikan pengharapan kita dengan kehendak Tuhan. Sebab rancangan hati Tuhan selalu benar. Dan ketika kita menyesuaikan harapan kita dengan kehendak Tuhan maka hal itu akan nampak dalam gaya hidup kita yang terus datang pada Tuhan, merendahkan diri, dengar-dengaran pada kehendak Tuhan.

Kiranya Roh Kudus memampukan kita memiliki pengharapan yang sesuai kehendak Tuhan dan gaya hidup kita terarah sesuai pengharapan yang benar di dalam Tuhan. Amin.

6. NYANYIAN PERSEMBAHAN : oleh Anak

Marilah kita menyatakan syukur bagi kemuliaan Tuhan Allah kita yang tidak terhingga itu dan kita menyanyi dari Ny.Rohani 129 : 1,2 “Karunia Baik Semua”

7. DOA SYUKUR DAN SYAFAAT: oleh Anak…….DOA BAPA KAMI (bersama) 8. NYANYIAN PENUTUP : oleh Anak...(Disilakan Berdiri)

Marilah kita menyanyi dari nyanyian Rohani 129 : 3 9. BERKAT : oleh Bapak

Tuhan memberkati kita dan melindungi kita, Tuhan menyinari kita dengan wajahNya dan memberi kita kasih karunia, Tuhan menghadapkan wajahNya kepada kita dan memberi kita damai sejahtera. Amin.

(8)

PERSIAPAN

 Masing-masing anggota keluarga menyiapkan Alkitab, Ny. Mazmur, Ny. Rohani, dan Kidung Jemaat.

Tempat persembahan dan Lilin.

 Lilin dinyalakan.

1. NYANYIAN PERSIAPAN : oleh Anak...(Disilakan berdiri)

Pujilah Tuhan di tempat kudusNya, naikkanlah syukur bagiNya. Mari kita menyanyi nyanyian Kidung Jemaat 18 :1,2 “Allah Hadir Bagi Kita”

2. DOA PEMBUKAAN : oleh Anak

Ya Tuhan Allah Bapa, Putra dan Roh Kudus, berkatilah kami yang beribadah saat ini dan selamanya. Amin.

3. PUJI-PUJIAN : oleh Anak (Disilahkan Duduk)

Bergiranglah karena kasih Allah pada kita. Mari kita memuji namaNya dengan menyanyi KJ 18 : 3 4. PELAYANAN FIRMAN : oleh ibu

 Doa : Ya Tuhan FirmanMu adalah Pelita bagi kaki kami dan terang di jalan kami. Berilah oleh Roh Kudus kami mengerti dan sanggup melaksanakan kehendakMu. Dalam nama Yesus Firman yang hidup. Amin.

 Pembacaan Alkitab : 1 TAWARIKH 17 : 16 – 27 5. Renungan :

PENGHARAPAN DAN GAYA HIDUP ORANG PERCAYA Persekutuan yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus.

Menyambung renungan kita kemarin, disini kita akan melihat bagaimana Raja Daud menerima kehendak Tuhan dan meletakkan pengharapannya dalam rancangan Tuhan. Tanpa ragu, Raja Daud percaya Tuhan menegakkan keluarganya bukan hanya pada masa hidup Raja Daud tetapi juga bagi keturunannya. Raja Daud berharap penuh pada Tuhan karena percaya pada janji berkat Tuhan (ayat 23, 27). Ia percaya berkat Tuhan tidak terbatas oleh waktu dan tempat dan berkat Tuhan kekal selama-lamanya.

Secara pribadi Raja Daud percaya penuh dan berharap penuh kepada Tuhan, tetapi ia tidak hanya meletakkan harapan untuk kepentingan pribadinya tetapi juga meletakkan harapannya tentang seisi keluarganya bahkan bangsanya. Inilah salah satu gaya hidup orang yang berpengharapan pada Tuhan. Ia tahu Tuhan sanggup mengurus bukan cuma satu orang atau satu keluarga tetapi Tuhan sanggup mengurus satu bangsa bahkan satu dunia.

Disini kita belajar bahwa pengharapan orang percaya tidak berputar pada kepentingan pribadi tetapi kepentingan Tuhan dan kepentingan sesama. Pengharapan orang percaya mesti tidak egois. Pengharapan orang percaya tidak tergantung pada kesanggupan manusia dalam mewujudkannya tetapi tergantung pada kehendak dan waktu Tuhan. Terpujilah Tuhan Yesus yang meneguhkan pengharapan kita. Amin.

6. NYANYIAN PERSEMBAHAN : oleh Bapak

Mari kita menyatakan syukur dengan sambil menyanyi KJ 367 : 1 “PadaMu Tuhan dan Allahku”

7. DOA SYUKUR DAN SYAFAAT : Oleh Bapak...mari berdoa 8. NYANYIAN PENUTUP : oleh Bapak (Disilahkan Berdiri)

Mari tetap bersukacita dalam hidup yang memuj-muji Tuhan Allah Penolong kita. Kita menyanyi KJ 367 : 2,3 9. BERKAT : oleh Ibu

Arahkan hati kita pada Tuhan dan terimalah berkatNya.

Berkat kasih karunia dari Allah Bapa, Tuhan Yesus Kristus dalam tuntunan Roh Kudus melimpah bagi kita sekarang sampai selama-lamanya. Amin.

(9)

1. Pembukaan Ibadah : Oleh Anak

Shalom keluarga. Hari ini kita akan beribadah lagi kepada Tuhan, karena Tuhan selalu penuh kasih dan memberkati kita. Mari kita siapkan diri dan memuji Tuhan, menyanyi Ny.Rohani 14 : 1 Kesukaan Yang Ceria

2. Doa Pembukaan : Oleh Ibu_Semua Berdiri_

Kita berdoa : Tuhan Yesus yang baik, Allah Bapa kami di Surga, dalam Roh Kudus Penhibur kami. Kami menyembah dan membesarkan karya pemeliharan bagi kami. Biarlah Engkau berkenan atas keluarga kami dan memberkati kami dalam ibadah keluarga ini. Dalam nama Bapa, Putra, Roh Kudus. Amin.

(Disilakan Duduk) 3. Mazmur Pujian : Oleh Anak

Kita membaca bersama Mazmur 27:1-6 4. Doa & Pembacaan Alkitab : Oleh Anak

Sebelum kita membaca Alkitab, mari kita berdoa :

Bapa kami di surga, dalam Tuhan Yesus Kebenaran yang sejati. Kami mohon pada-Mu, berilah kami hikmat- Mu, untuk mengerti kehendak-Mu dan percaya dan melakukannya. Dalam nama Tuhan Yesus. Amin.

Pembacaan Alkitab : I TAWARIKH 17:16

Lalu masuklah raja Daud ke dalam, kemudian duduklah ia di hadapan TUHAN sambil berkata: "Siapakah aku ini, ya TUHAN Allah, dan siapakah keluargaku, sehingga Engkau membawa aku sampai sedemikian ini?

5. Renungan : Oleh Bapak.

“PENGHARAPAN & GAYA HIDUP WARGA KERAJAAN ALLAH – PENGHARAPAN KEPADA ALLAH – BERKAT DARI ALLAH”

Keluarga yang Bapak kasihi

Pernahkah kita alami, kita mendapat sesuatu yang tidak disangka-sangka? Kita tidak pikirkan, tapi kemudian kita dapat.

Dalam bacaan kita, khusus di ayat 16 yang kita baca hari ini. Kita membaca ungkapan hati dari Daud kepada Tuhan.

Nabi Natal baru sampaikan kepada Daud, rencana Tuhan untuk hidup Daud dan keluarganya. Awalnya Daud mau membangun rumah bagi Allah, membangun Bait Allah (ayat 1), kemudian Nabi Natan mendapat pesan dari Tuhan untuk sampaikan ke Daud. Isinya bukan Daud yang akan bangun Bait Allah, tapi keturunan Daud. Daud tetap akan mendapat kasih dari Tuhan, juga keturunan Daud dan Tuhan akan mengokohkan kerajaan Daud (ayat 12-14). Nabi Natan sampaikan itu kepada Daud. Dalam ayat 16 ini, Daud mengungkapkan rasanya kepada Tuhan.Siapakah aku ini ya Tuhan dan siapakah keluargaku, sehingga engkau membawa aku sampai sedemikian ini?

Daud mengakui, kalau Daud lihat dirinya sendiri dan keluarganya, mereka punya apa sampai Daud -dari gembala kambing domba di lembah, jadi raja untuk bangsa besar seperti Israel, yang tinggal dalam rumah dari kayu aras- mereka tidak punya apa-apa untuk bisa mencapai semua yang luar biasa ini, kalau bukan Tuhan. Bahkan Tuhan mereka itu masih kurang, sehingga Tuhan mau meneguhkan tahta Daud. Daud sadar diri, tidak punya apa-apa, hanya karena Tuhan dan dari Tuhan, maka Daud dibahwa sejauh ini, jadi raja, raja Israel, tahtanya akan kokoh selama-lamanya.

Keluarga yang kekasih di dalam Tuhan

Dari ungkapan hati Daud ini, hari ini kita belajar bahwa hidup kita dan keluarga ini, bukan tentang apa yang kita kejar dan inginkan, tapi apa yang Tuhan telah tetapkan dalam hidup kita.

Daud mau buat rumah bagi Tuhan, Tuhan mau keturunan Daud yang akan buat. Daud tidak pernah pikir akan jadi Raja, tapi Tuhan bawa Daud jadi raja Israel yang dikokohkan kerajaannya sampai selamanya.

Allah menyediakan, berkat Allah melimpah. Tapi baik kita tahu, mengapa Allah mau dan berkenan pada Daud ? Daud taat, baik pada orang tuanya- ayahnya, juga pada kakak-kakaknya (Daud taat diminta gembalakan domba).

Daud taat terlebih pada proses Tuhan – mengampuni (Daud terhadap Saul yang hendak membunuhnya). Daud mau belajar dari kesalahan dan memperbaiki diri (Asa mati saat bawa tabut karena

(10)

Daud melakukan tidak sesui petunjuk Tuhan). Dari sikap hidup yang takut Tuhan, taat, mengampuni, belajar dari kesalahan, Tuhan berkenan dan meneguhkan, mengokohkan Daud bahkan keturunannya.

Hari ini keluarga, kita belajar bahwa sebagai warga kerajaan Allah, pengharapan kita adalah Allah. Allah menyediakan semua yang terbaik bagi kita dan keluarga kita. Bagian kita sebagai warga kerajaan Allah adalah hidup sesuai dengan kehendak Allah, maka apa yang terbaik yang Allah sediakan, Allah teguhkan dan kokohkan bagi kita.

Amin.

6. Persembahan Syukur : Oleh Anak.

Kita bersyukur bagi Tuhan Yesus. Kita nyanyikan pujian Yesus Pokok dan Kitalah Carangnya.

Yesus Pokok dan kitalah carangnya, tinggallah di dalam-Nya ]3x Pastilah kau akan berbuah.

Yesus cintaku, ku cinta kau, kau cinta Dia...

7. Doa Syafaat : Oleh Bapak.

8. Lagu Penutup : Oleh Anak

Kita akhiri ibadah ini dengan menyanyikan pujian: Pengharapanku Yesus

Pengharapanku hanya Yesus sajam yang mati atas Golgota Dia gembala jiwaku yang sungguh, Yesus Dia harapanku Reff: Yesus harapan jiwaku, Yesus menebus dosaku Dia pohon selamat, Dan kemenanganku, Yesus Dia harapanku Dia membelaku dalam pencobaan, bebaskan dengan kuasaNya Kuditegakkan kokoh bagai karang, Yesus Dia harapanku---Reff Dia menyediakan bagiku di surge, tempat yang indah dan senang

Sungguh bahagia bila percaya Dia, Yesus Dia harapanku---Reff 9. Berkat : Oleh Ibu_Semua Berdiri_

TUHAN memberkati engkau dan melindungi engkau; TUHAN menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia; TUHAN menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera. Amin.

(11)

1. Pembukaan Ibadah : Oleh Ibu

Keluarga yang saya kasihi. Mari bersyukur pada Tuhan, muliakan Tuhan dengan pujian kita.. Ny.Rohani 3 : 1 Hormat bagi Allah Bapa,

2. Doa Pembukaan : Oleh Bapak_Semua Berdiri_

Mari berdoa : Bapa yang baik. Engkaulah sumber hidup kami. Kami bersyukur pada-Mu, kami menyembah- Mu.

Berilah kami hari ini urapan-Mu, agar kami nikmati persekutuan dengan Tuhan dan mengalami hidup diberkati oleh Tuhan. Dalam nama Tuhan Yesus. Amin.

(Disilakan Duduk) 3. Mazmur Pujian : Oleh Anak

Kita bermazmur dengan menyanyikan Mazmur 28:6-9 4. Doa & Pembacaan Alkitab : Oleh Anak

Sebelum kita membaca Alkitab, mari kita berdoa :

Kekasih jiwa kami, Engkau Tuhan. Memberi kami surat cinta-Mu, yakni Alkitab. Tolong kami yang akan belajar firman-Mu, mengerti kehendak-Mu dan beri kami rajin melakukannya. Dalam nama Tuhan Yesus. Amin.

Pembacaan Alkitab : I TAWARIKH 17:19

Ya TUHAN, oleh karena hamba-Mu ini dan menurut hati-Mu Engkau telah melakukan segala perkara yang besar ini dengan memberitahukan segala perkara yang besar itu.

5. Renungan : Oleh Bapak.

“PENGHARAPAN & GAYA HIDUP WARGA KERAJAAN ALLAH – PENGHARAPAN KITA KARENA HATI

ALLAH”

Keluargaku yang diberkati dan dikasihi Tuhan Yesus

Dalam hidup kita sekeluarga, ada peristiwa karena sebab akibat, tapi ada juga peristiwa karena sayang saja

– bukan karena alasan lainnya. Contoh sebab akibat itu banyak, yang mau diberi contoh ini tentang peristiwa karena sayang saja.. Anak-anak banyak kali kasih kecewa orang tua, kalau karena sebab akibat, sebab anak buat kecewa, akibatnya orang tua marah, kecewa. Tapi ada juga kenyataan, anak buat kecewa berulang- ulang, buat kesalahan yang memalukan keluarga, orang tua marah tapi tetap sayang, tetap harap yang baik untuk anak. Bapa dan mama juga, kadang saling kecewakan, buat sedih, tapi mama tetap laksanakan mama peran dan tugas, melayani bapa dan anak-anak.. itu tentu bukan karena sebab akibat, tapi karena sayang saja..

Keluarga, dalam bacaan kita ini, Daud menyatakan kepada Tuhan isi hatinya atas rencana Tuhan yang Tuhan sampaikan lewat nabi Natan. Daud menyatakan bahwa apa yang direncanakan Tuhan bagi Daud dan keluarga Daud itu, hanya karena hati Tuhan. Bahwa hati Tuhan penuh kasih, penuh kebaikan, penuh kemurahan dan karena hati itulah Daud dan keluarganya mengalami, tahta Daud diteguhkan dan sampai kepada keturunannya tahta Daud tetap akan kokoh. Penyebabnya sekali lagi, bukan karena Daud dan semua pencapaian Daud, karena Daud juga ada kurangnya, ada salahnya. Jadi semua terjadi, terencana menurut hati Bapa sendiri.

Keluarga yang dikasihi oleh Tuhan

Hari ini kita belajar bahwa pengharapan kita adalah kepada Tuhan. Pengharapan kita kepada Tuhan ini tidak akan kecewakan kita. Dan apa yang kita harapkan ini, kita akan dapatkan, bukan berdasarkan kebaikan kita, tapi karena hati Bapa, hati Tuhan yang penuh kasih, kebaikan dan kemurahan. Itu saja.

Jadi apapun yang jadi harapan kita, kita bisa miliki, karena hati Allah Bapa yang penuh kasih, kebaikan. Tapi bukan berarti lalu kita hidup kacau saja, buat dosa saja, karena perbuatan kita tidak pengaruhi tapi hati Bapa sendiri yang tentukan. Bukan begitu juga. Kita yang sudah tahu hati Bapa yan penuh kasih dan kebaikan kepada kita, kita meresponnya dengan hidup yang makin baik, makin benar. Kita melakukan bukan supaya saya dapat sesuatu dari Tuhan, tapi karena saya sudah menerima banyak dari Tuhan. Dasar

(12)

perbuatan benar dan baik kita, bukan supaya, tapi karena sudah. Dasar dan motivasi ini akan memberi pengaruh besar pada apa yang kita lakukan.

Mari bergerak, berpengharapan kepada Tuhan, dan menurut hati Tuhan, Ia –Tuhan, akan kerjakan yang terbaik bagi kita. Amin.

6. Persembahan Syukur : Oleh Anak.

Kita menyanyikan pujian “Yesus kekasih jiwaku” sambil memberi persembahan syukur kita.

Yesus kekasih jiwaku, Sungguh kupercaya padaMu Karena kasihMu padaku, Kau tebus dosaku Dari terbitnya matahari, Dan sampai terbenamnya Ku

angkat lagu pujian, Tinggikan nama-Nya

Dengan gendang ku puji, ku puji, Dengan kecapi, oh Ku bernyanyi Haleluya, Tinggikan nama-Nya

7. Doa Syafaat : Oleh Bapak 8. Lagu Penutup : Oleh Anak

Kita akhiri ibadah ini dengan menyanyikan pujian: Bersyukur Selalu

Bersyukur selalu bagi kasihMu, di dalam hidupku Takkan ku ragu atas rencanaMu, tuk masa depanku

Sbagai Bapa yang baik, takkan pernah Kau melupakanku Sbagai Bapa yg sangat baik, takkan pernah Kau meninggalkanku

Reff:

Ku kan menari dan bersuka, karnaMu oh Yesusku dan ku kan minum airMu, bagai rusa rindu selalu ku

hidup dalamMu, dan hidupMu di dalamku Oh Yesusku, Kau sangat kucinta

9. Berkat : Oleh Ibu_Semua Berdiri_

Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah Bapa dan Kristus Yesus, Juruselamat kita, menyertai kita. Amin.

(13)

1. Panggilan Beribadah : Oleh Ibu

Disilahkan Berdiri, kita menyanyi : Nyanyian Roh 3 : 1 – 2 “Hormat Bagi Allah Bapa”

2. Doa Pembukaan Mari kita beribadah :

“Ibadah Mezbah keluarga kami yang kami lakukan saat ini dari awal, pertengahan sampai berakhirnya, kiranya jadi dalam nama Allah, Yesus Kristus dan Roh Kudus. Amin.”

3. Pujian : oleh Ibu

Mari Kita Menyanyi Ny. Rohani 3 : 3 “ Haleluya persembahan”

4. Doa dan Pembacaan Alkitab : oleh Bapak Sebelum membaca Alkitab mari kita berdoa :

(Disilakan Duduk)

“Ya Allah Tuhan kami mau untuk tetap menjadi pengikutMu yang setia dan hidup sesuai dengan firmanMu. Kami mau membacanya saat ini, tolong kami supaya dapat mengerti dan melakukannya. Amin.”

Mari kita baca bersama-sama : MARKUS 1:16-20 5. Renungan : Oleh ibu.

Keluarga ku yang terkasih didalam Tuhan Yesus…………

Refleksi singkat membuka renungan kita hari ini :

 Kita bisa membeli rumah, tapi tidak bisa membeli kebahagiaan di dalamnya.

 Kita bisa membeli jam dinding, atau jam tangan, tapi kita tidak bisa membeli waktu.

 Kita bisa membeli makanan, tapi kita tidak bisa membeli kesehatan.

 kita bisa membeli asuransi, tapi kita tidak bisa membeli keselamatan.

 Namun jika kita punya kedekatan yang kuat dengan Tuhan, maka Ia akan menganugerahkan segala sesuatu yang lebih hebat dari yang kita minta.

Tentu kita tahu bersama bahwa cobaan dan masalah dalam kehidupan adalah bagian yang tak terpisahkan dengan kita sebagai ciptaan Tuhan. Namun cobaan dan masalah tidak hanya datang di zaman milenial ini, namun sudah ada sejak jemaat perdana. Setelah Yesus memberi pesan agar rasul-rasulnya mewartakan Injil ke seluruh dunia dan setelah peristiwa Pentakosta, para pengikut Kristus itu memiliki sebuah keberanian dalam hati dan dalam komunitas jemaat perdana dengan nuansa kebersamaan yang kuat. Para rasul sangat yakin kalau Allah begitu dekat dengan mereka dan selalu menyertai mereka. Cobaan pada masa gereja perdana juga begitu berat di mana para pengikut Kristus ini ditolak di mana-mana, bahkan banyak yang mati karena mewartakan Injil keselamatan.

Pembacaan kita saat ini memberi pada kita satu wawasan baru tentang Allah yang juga ingin bekerjasama dengan manusia dalam memberitakan Injil..Allah memanggil manusia untuk turut mengambil bagian dalam karya keselamatan. Empat rasul pertama yakni Petrus, Andreas, Yakobus dan Yohanes yang dipilih adalah orang-orang sederhana yang kemudian memberi diri untuk menjadi penjala manusia. Belajar dari para pemberita Injil ,mula – mula, yang tidak mengeluh, mengeluh dan mengeluh namun penuh sukacita menjalani hidup. Corona tidak bisa mengalahkan kita dan membuat kita mengalah. Masalah yang kita hadapi apapun bentuknya itu tidak boleh membuat kita putus asa dan akhirnya menyalahkan Tuhan. Mungkin kita tidak pernah melihat Tuhan, tapi Dia selalu melihat kita. Dia menangis saat kita menangis, Dia tersenyum saat kita tersenyum, dia bahagia saat kita bahagia, karena dia pernah tinggal bersama dengan manusia di dunia. AMIN

(14)

6. Persembahan : oleh Anak

Kita akan memberikan Persembahan, kita menyanyi Pujian “Betapa Hatiku”

Betapa hatiku berterima kasih, Tuhan Kau mengasihiku

Kau memilikiku

Hanya ini Tuhan, persembahanku Segenap hidupku, jiwa, dan ragaku Sebab tak ku miliki harta kekayaan Yang cukup berarti 'tuk kupersembahkan

Hanya ini Tuhan, permohonanku Terimalah Tuhan persembahanku Pakailah hidupku sebagai alat-Mu

Seumur hidupku 7. Doa Syafaat : Oleh ibu .

8. Berkat : oleh Bapak

Semua Disilakan Berdiri kita menyanyi : Nyanyian Rohani 19 “Berkati dan Lindungi Kami, Hu” Sebagai kata- kata Berkat.

(15)

1. Panggilan Beribadah : oleh Ibu :

Disilahkan Berdiri, kita menyanyi Nyanyian Kidung Jemaat 3 : 1” Kami Puji dengan Riang”

2. Doa Pembukaan : oleh Ibu Mari Kita Berdoa :

“Di Dalam nama Bapa, Anak dan Roh Kudus, tertahbislah kiranya ibadah keluarga kami malam ini. Amin.”

(Disilakan Duduk) 3. Pujian : oleh Anak

Kita menyanyi Nyanyian Kidung Jemaat 3 : 2 “Kau membri Kau mengampuni”

4. Doa dan Pembacaan Alkitab : oleh Ibu

Kita akan membaca Alkitab, sebelumnya kita berdoa, doa kita dalam bentuk nyanyian, kita menyanyi Nyanyian Kidung Jemaat 235 : 4 (Ragam Nyanyian Rohani 76).

Mari kita baca bersama-sama : ROMA 14:16-18.

5. Renungan: Oleh Anak

“GAYA HIDUP ORANG PERCAYA”

Paulus menjelaskan gaya hidup Kerajaan Allah pada jemaat di Roma. Konteks pasal ini adalah soal makanan/minuman (dan hari), karena jemaat bertengkar satu sama lain (dituduh tidak rohani kalau makan sesuatu, dan sebagainya). Paulus ingin menekankan bahwa gereja sering ribut soal secondary things (soal musik, gaya bergereja, dan sebagainya), tapi lebih kepada apakah gereja melakukan apa yang Tuhan ingin gereja lakukan? (Menjangkau jiwa dan memenuhi misiNya). Di dalam Kristus kita punya kebebasan (ayat 16) tapi jangan sampai kebebasan kita akhirnya menjadi batu sandungan bagi yang lain dan malah menjadi kejahatan. Kerajaan Allah tidak fokus pada yang external atau kelihatan (penampilan luar, status, dan sebagainya)! – ayat 17: kebenaran, damai sejahtera, dan suka cita oleh Roh Kudus (lihat juga Roma 5:1-2). Artinya adalah karena Allah sudah menyatakan kita benar melalui pengorbanan/kematian Kristus di salib, kita hidup di dalam kebenaran, di damaikan oleh Tuhan, dan karena itu kita bersuka cita di dalamnya! Roh Kudus lah yang memampukan kita. Karena kita sudah dibenarkan oleh Allah, kita harus mempunyai gaya hidup seperti orang benar. Ini bukan berarti kita sudah sempurna, tapi ada standar yang kita harus ikuti – yaitu kekudusan Allah sebagai tolak ukurnya. Kebenaran kita harus di dasarkan pada karakter Allah dan firmanNya! Kebenaran dalam dunia modern saat ini banyak didasarkan dari film, cerita, pengalaman, atau kata-kata orang pada umumnya – padahal bukan itu kebenaran yang seharusnya kita pegang!. Paulus menulis tentang kerajaan Allah sebanyak 14 kali (dari 1Korintus, Galatia, Efesus, Kolose, 1Tes 2, 2Tim). Dan 7 dari 14 tulisan tersebut ditekankan untuk kita hidupi pada saat ini (1Kor 6:9-10, Efesus 5:5).Paulus ingin menekankan bahwa orang yang bersenang- senang, menikmati dosanya, tidak merasa bersalah dan tidak ada pertobatan, jangan-jangan belum sungguh-sungguh percaya pada Kristus dan masuk dalam kerajaan Allah. Karena orang yang sungguh-sungguh bertobat menyerahkan hidupnya pada Kristus tidak bisa lagi menikmati dosa, mau mengaku dosa dan datang pada Tuhan untuk dipulihkan. Dengan iman, kita percaya pada Kristus dan dibenarkan oleh Allah, karena itu kita ada damai sejahtera (ada perdamaian dengan Allah dan sesama). Ketika kita sudah berdamai dengan Allah, akan lebih mudah bagi kita untuk berdamai dengan sesama. Dulu kita sesat dan orang berdosa, musuh Allah, menyembah diri sendiri dan kemauan kita. Namun sekarang Tuhan sudah mengampuni kita dan tidak ada lagi permusuhan dengan Allah saat kita menyerahkan diri kita pada Kristus yang mati untuk kita. AMIN

6. Persembahan Syukur : oleh Anak

Mari kita memberi Persembahan, kita menyanyi KJ 299 “ bersyukur kepada Tuhan”

7. Doa syafaat : Oleh ibu 8. Pujian Penutup : oleh Ibu

sambil berdiri Kita menyanyi bersama Ny. Kidung Jemaat 424 : 1 “Yesus menginginkan daku”

9. Berkat : oleh Bapak

Kasih Karunia Tuhan Yesus Kristus dan kasih Allah serta pimpinan kuasa Roh Kudus menyertai kita hari ini dan selamanya”AMIN

(16)

PERSIAPAN

 Masing-masing anggota keluarga menyiapkan Alkitab, Ny. Mazmur, Ny. Rohani, dan Kidung Jemaat.

Tempat persembahan dan Lilin.

 Lilin dinyalakan.

1. Lagu Pembukaan : Oleh Ibu.

Syalom… Syukur bagi Tuhan, sebab IA baik bagi keluarga kita. Penyertaan dan berkat-Nya terus kita alami.

Mensyukuri kasih dan kebaikan Tuhan, kita beribadah kepada-Nya ! Tenangkan hati dan diri kita sejenak…..

Disilakan berdiri dan mari menyanyi : Ny. KJ No.355 : 1,2 “Yesus Memanggil”

2. Doa Pembukaan : Oleh Anak.

Mari kita berdoa :

Tuhan, kami mau bersyukur dan beribadah kepada-Mu, merayakan kasih setia dan kebaikan-Mu bagi hidup kami.

Hadirlah di ibadah kami ini sebab peribadatan kami didasari hanya dengan nama Allah Bapa, Tuhan Yesus Krsitus dan Roh Kudus, Amin. (disilakan duduk)

3. Pujian : Oleh Ibu.

Mari kita menyanyi Ny.KJ No.64 : 1,2 “Bila Kulihat Bintang Gemerlapan”

4. Doa dan Pembacaan Alkitab : Oleh Anak.

Marilah berdoa :

Ya Tuhan, kehendak-Mu kami cari melalui Firman-Mu yang kami baca dan renungkan ini. Kuasailah kami dengan Roh- Mu yang kudus, buatlah kami mengerti dan melakukannya, supaya kemulian Allah nyata dalam hidup kami, Amin.

Marilah kita baca : “YEREMIA 17 :7,8”

5. Renungan : Oleh Bapak.

ANDALKAN TUHAN DAN BERHARAP PADA TUHAN

Keluarga yang dikasihi Tuhan.. Menurut saudara adakah manusia terhebat yang saudara ketahui tidak pernah mengalami masalah? Kita mengakui bahwa kehidupan kita manusia siapapun dia tidak selamanya baik-baik saja. Kesuksesan, kepandaian, kelimpahan materi ternyata tidak menjamin hidup kita bebas dari masalah. Dengan demikian, apakah kita dapat hidup tanpa Tuhan ?

Bagian Firman Tuhan mau memberitahukan kepada kita bahwa berkat Tuhan itu ada atas orang-orang yang mengandalkan Tuhan dan yang menaruh harapannya pada Tuhan. Berkat Tuhan itu ada atas orang-orang yang percaya dan menaruh kepercayaannya pada Tuhan. Orang percaya itu digambarkan seperti seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah. Akar pohon ini kuat menembus tanah mencari air sebagai sumber kehidupan. Inilah rahasianya mengapa pohon tersebut dapat bertahan dalam tahun kekeringan.

Keluargaku yang dikasihi Tuhan… Penting untuk diingat oleh kita adalah bahwa sikap percaya dan mempercayakan hidup pada Tuhan ini harus terjadi di setiap musim hidup yang dijalani, yaitu saat kita ada dalam keadaan baik-baik saja atau dalam keadaan buruk sekalipun. Mengapa demikian ? Agar ketika kita ada di musim kelimpahan.. saat dalam keadaan yang baik, kita tidak melupakan Tuhan Sang sumber berkat dan kehidupan atau ketika ada di musim kekeringan, dalam kesusahan kita tidak menyangkal kemahakuasaan Tuhan. Kita akan tetap melihat dan mengalami berkat Tuhan di setiap musim hidup yang kita jalani. Sebab kita percaya bahwa hanya Tuhan yang sanggup menolong dan menyelamatkan. Dengan demikian jangan hanya ketika mengalami masalah atau kesusahan barulah mengingat Tuhan. Sikap ini bisa saja membuat seseorang tidak sabar, tidak bertahan dalam ujian hidup, cepat putus asa yang akhirnya mengambil jalan instan yang mendatangkan dosa.

Membangun hubungan kita dengan Tuhan itu harus terjadi terus menerus di setiap waktu supaya iman kita tidak mudah rapuh karena situasi atau keadaan. Iman kita harus kuat.

Kita harus berakar, bertumbuh dan berbuah dalam Krsitus agar kuat menjalani kehidupan dan tantangannya dan Tuhan dipermuliakan melalui hidup kita. Janganlah kuatir, andalkan Tuhan dan berharap hanya kepada-Nya, Amin.

6. Persembahan : Oleh Anak.

Mari kita bersukur kepada Tuhan atas segala berkat-Nya di dalam hidup kita dengan memberikan persembahan syukur.

Kita menyanyi Ny. Rohani 130 : 2 dan 3 ”Bersandar Pada Tuhan”

7. Doa Persembaan dan Syafaat : Oleh Bapak.

8. Pujian : Oleh Ibu

Menyanyi Ny. Rohani No.130 : 8 & 9 “Imanmu Harus Tahan“ (disilakan berdiri) 9. Doa Penutup : Oleh Ibu.

Mari kita berdoa memohon Berkat Tuhan : “Ya Tuhan, Berkatilah setiap kami dan keluarga kami dengan berkat yang melimpah saat ini dan selamanya, Amin.”

(17)

1. Lagu Pembukaan : oleh seorang anak Shalom…

Keluargaku yang dikasihi Tuhan, marilah kita beribadah kepada-Nya. Kita bernyanyi dari Nyanyian “S’gala Puji Syukur”

S’gala puji syukur hanya bagi-Mu, Tuhan, sebab Kau yang layak dipuja Kami mau bersorak tinggikan nama-Mu, Haleluya

Soraklah, haleluya )2x Haleluya 2. Tahbisan dan Salam : oleh Bapak

“Ibadah Mezbah Keluarga saat ini terjadi kiranya di dalam Nama Bapa, Anak, dan Roh Kudus. Amin.”

(Disilakan Duduk) 3. Nyanyian Pujian : Oleh Bapak

Kita melagukan bersama Nyanyian Rohani 9 : 1 “Hai Kaum Tuhan Hu”

4. Doa dan Pembacaan Alkitab : Oleh Ibu Mari kita berdoa…. :

Dalam persekutuan kecil keluarga kami saat ini, kami rindu dilawat oleh-Mu dalam kebenaran Firman-Mu, ya Tuhan.

Berilah pada kami hikmat dan pengertian sehingga bagian alkitab yang kami baca dan kami renungkan bersama dapat menguatkan kami untuk menjalani hari-hari yang dipenuhi dengan banyak tantangan dan ujian hidup. demi Kristus, Firman yang hidup, kami bermohon. Amin.

Saya akan membacakan : INJIL MATIUS 24 : 3 – 14 5. Renungan : Oleh Ibu

PERMULAAN PENDERITAAN PADA ZAMAN BARU Keluargaku yang dikasihi Tuhan,

Penyampaian Yesus dalam teks ini merupakan sebuah nubuatan tentang suatu masa yang akan datang, yang diawali dengan beberapa peristiwa buruk yang akan terjadi, seperti penyesatan dengan menggunakan nama Mesias, perang atau kabar-kabar tentang perang, kelaparan, gempa bumi, penyiksaan dan pembunuhan anak-anak Tuhan, munculnya nabi-nabi palsu, dan bertambahnya kedurhakaan. Yesus menyebut semua peristiwa itu sebagai permulaan penderitaan menjelang zaman baru. Dan, semua itu menjadi semacam ujian iman bagi orang percaya untuk menilai kembali pengakuan dan kasihnya kepada Allah. Kata Yesus, “Tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat”.

Keluargaku yang dikasihi Tuhan,

Kita tidak dapat memungkiri bahwa kita tidak mau hal-hal buruk terjadi pada diri kita atau keluarga kita atau orang-orang yang berada di sekitar kita. Kita lebih suka menghindar dari hal-hal buruk. Namun, pada nubuatan Yesus ini, tidak seorang pun dapat menghindarinya. Pada waktunya, kita akan diperhadapkan dengan semua itu dan kita harus dapat menjalaninya sekalipun sulit bagi kita. Di sini, iman sangat berperan. Jika dengan sungguh-sungguh beriman kepada Allah di dalam Yesus Kristus, kita akan tahu bahwa Ia tidak akan meninggalkan kita dalam penderitaan. Ia akan menyertai kita dan memberi kekuatan kepada kita. Sekalipun penderitaan tentu tidak terhindarkan, namun kekuatan kita peroleh untuk menghadapinya. Sebab, setelah itu, mahkota kemenangan menanti kita. Hidup yang kekal menjadi bagian kita. Karena itu, marilah kita terus pupuk iman kita di hari-hari ini. Hal-hal duniawi tentu menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari hidup kita di dunia ini, namun perihal rohani janganlah kita abaikan. Ibadah dan doa serta praktek iman lainnya mestilah kita lakukan dengan baik dan benar. Firman Tuhan biarlah menjadi makanan rohani kita. Persekutuan sebagai orang-orang percaya perlu terus kita tingkatkan nilainya melalui praktek yang benar dan tepat, sesuai dengan yang Tuhan mau bagi kita lakukan. Niscaya, semuanya tidak akan sia-sia. Satu hal, mulailah dari dalam persekutuan keluarga kita ini!

Semuanya diuji melalui kebersamaan kita dalam keluarga ini. Tuhan menolong kita senantiasa. Amin.

6. Persembahan : Oleh Bapak

Kita akan memberi persembahan sebagai tanda syukur kepada Tuhan, kita menyanyi bersama Pujian: Nyanyian Kidung Jemaat 439 : 1 & 4 “Bila Topan K’ras Melanda Hidupmu”

7. Doa Syafaat : Oleh Ibu

8. Pujian Penutup : oleh Anak (Disilakan berdiri)

Mari, kita melagukan Nyanyian Kidung Jemaat 278 : 1 & 3 “Bila Sangkakala Menggegap”

9. Berkat : Oleh Bapak

Kita memohon berkat Tuhan :

“Kiranya TUHAN senantiasa memberkati dan terus melindungi kita dalam setiap pergumulan hidup, Roh-Nya menuntun kita untuk mengimani Dia dalam kata dan perbuatan nyata tiap-tiap hari sampai selama-lamanya” Semua : Amin….

amin…. amin….. (dinyanyikan bersama)

(18)

GEREJA KRISTEN INJILI DI TANAH PAPUA

1 PERSIAPAN

 Masing-masing anggota keluarga menyiapkan Alkitab, Ny. Mazmur, Ny. Rohani, dan Kidung Jemaat.

Tempat persembahan dan Lilin.

 Lilin dinyalakan.

1. PEMBUKAAN ( Oleh Ibu )

Damai dihati…..kemuliaan bagi Allah…keluargaku yang dikasihi Tuhan, sekarang kita akan beribadah kepada Tuhan, silakan berdiri dan kita menyanyi Ny Rohani 2 : 1 “ Ya Tuhan, Kami Puji NamaMu Besar “.

2. DOA PEMBUKAAN ( Oleh Ibu )

Ibadah keluarga ini, terjadi dalam nama Allah Bapa, Tuhan Yesus Kristus dan Roh Kudus, kasih Allah Bapa dan damai Kristus menyertai keluarga kita. (disilakan Duduk)

3. PUJIAN ( Oleh Ibu )

Kita menyanyi Ny Rohani 2 : 2 “ RasulMu Di Tempat KemuliaanMu “.

4. DOA PEMBACAAN ALKITAB ( Oleh Anak )

Tuhan Yesus Firman yang hidup, kami mempersiapkan kehidupan kami saat ini untuk mendengarkan firmanMu.

Berfirmanlah kepada kami, Amin.

5. PEMBACAAN ALKITAB : FILIPI 1 : 12, 25B ( Oleh Anak ) 6. RENUNGAN ( oleh Anak )

TETAP MAJU

Seorang pendeta bercerita, bahwa suatu hari, dalam sebuah perjalanan pulang dengan kendaraan dari sebuah pelayanan bersama dengan sekelompok pemuda gereja, kami mengalami suatu hal yang tak diduga – duga. Ketika mobil sedang melaju di malam hari, tiba – tiba ada orang yang tak dikenal melemparkan batu yang cukup besar kea rah kaca depan mobil, dan otomatis kaca mobil pecah. Pecahan kaca mobil itu mengenai saya yang duduk pada bagian depan mobil.

Puji Tuhan hanya serpihan kecil kaca yang melukai saya dan batunya tidak langsung mengenai saya. Hal itu benar – benar mengagetkan kami dan membuat teman – teman pemuda mulai takut untuk pergi ke tempat pelayanan yang jarak jauh. Saya pun harus memberi pemahaman kepada mereka tentang tantangan dalam pelayanan dan hambatannya, saya juga menguatkan mereka agar tidak takut didalam melaksanakan pelayanan. Setelah saya memberi pemahaman dan menguatkan pemuda – pemuda, iman saya dan mereka pun semakin teguh, kami terus bertumbuh dan bersama melaksanakan pelayanan pemberitaan Injil dan pelayanan kasih kepada sesame.

Keluargaku, dalam pelayanan Rasul Paulus banyak menghadapi tantangan dan penderitaan. Belum lagi ada sekelompok orang yang katanya memberitakan Injil, padahal mereka melakukannya dengan motivasi yang keliru. Ada banyak hal lain yang terjadi dalam diri Paulus yang membuatnya merasa lebih baik jika dia mengakhiri pelayanannya di bumi ini, dan pergi ke Sorga atau memilih untuk tetap bertahan. Memang secara manusia apa yang dialami oleh Paulus dapat membuat para pengikut Kristus lainnya menjadi tawar hati. Namun karena anugerah Tuhan sematalah, sehingga baik Paulus dan para pengikut Kristus lainnya makin dikuatkan dan didorong dengan giat dan terus maju dalam pelayanannya.

Bagaimana dengan kondisi kita sekarang ini? Dalam dunia sekarang ini, tantangan dan penderitaan tidak pernah berakhir, tantangan dari luar gereja dan dari dalam gereja menjadi penghambat pelayanan pemberitaan Injil. Iman kita diuji dengan tantangan dan penderitaan – penderitaan yang kita alami sendiri. Hari ini, kita diingatkan tidak terfokus berlebihan pada tantangan dan penderitaan itu, tetapi bagaimana kita dapat menghadapi dan melewati serta menyelesaikannya dengan baik. Kita harus tetap berpikir positif dan maju dengan iman yang sungguh kepada Tuhan sang Penolong kita. Amin.

7. PERSEMBAHAN ( Oleh Bapak )

Kita memberi persembahan sambil menyanyi Ny Rohani 133 : 1, 2 “ Jiwa Puji Raja Sorga ).

8. DOA PERSEMBAHAN DAN SYAFAAT ( Oleh Bapak ) 9. BERKAT ( Oleh Bapak )

Keluargaku, silakan berdiri, kita akan menerima berkat Tuhan dengan menyanyikan Ny Rohani 18 “ Anugerah Tuhan Kami Yesus Kristus “.

(19)

1. PEMBUKAAN ( Oleh Anak )

Syalom keluargaku, saat ini kita berkumpul untuk beribadah kepada Tuhan, saya persilakan kita semua berdiri dan menyanyi Ny Rohani 107 : 1 “ KepadaMu Ya Tuhan Hua “.

2. DOA PEMBUKAAN ( Oleh Anak )

Tuhan Yesus yang baik, kami sekeluarga telah berkumpul dan hendak memulai ibadah saat ini. Kami Alaskan ibadah ini dengan nama Bapa, Anak dan Roh Kudus, Amin. (disilakan Duduk)

3. PUJIAN ( Oleh Anak )

Atas kasih pemeliharaan Tuhan kepada keluarga kita, bapak dan mama mewakili kita memuliakan Tuhan dengan menyanyi sebuah lagu yang dipilih oleh bapak dan mama. Disilakan!

4. DOA PEMBACAAN ALKITAB & PEMBACAAN ALKITAB, RENUNGAN ( Oleh Bapak ) 5. PEMBACAAN ALKITAB II KORINTUS 1 : 3 – 11; II TIMOTIUS 4 : 5

6. RENUNGAN

NYANYIAN DALAM NYALA API

Charles Spurgeon mempunyai isteri berkarakter kuat yang mendukung pelayanannya sebagai hamba Tuhan, mereka banyak mengalami penderitaan, tetapi mereka setia mengembangkan pelayanan yang Tuhan percayakan. Ny Spurgeon menceritakan salah satu pengalaman indah yang ia alami saat ia depresi karena berbagai kesukaran dalam pelayanan. Pada suatu malam saya berbaring diatas dipan. Ketika malam semakin larut, kegelapan diluar merembet merasuki jiwa saya dan mulai mengaburkan mata iman saya. Hati saya terasa sangat sedih dan sungut – sungut pun mulai keluar dari hati saya, “ Mengapa Tuhan mengizinkan anak – anakNya

menderita? Mengapa Dia mengizinkan ada kelemahan yang menghambat pelayanan manisku terhadap hamba – hambaNya yang miskin ? “. Beberapa saat suasana terasa begitu lengang, hanya ada bunyi kayu oak yang semakin habis dimakan api. Tiba – tiba saya

mendengar bunyi yang lembut dan manis seperti merdunya kicauan burung robin. Saya bertanya, “ Suara apa itu, tidak mungkin ada

burung yang menyanyi di malam selarut ini “. Tiba – tiba teman saya yang juga sedang merenung, berkata demikian, “ Suara itu berasal dari kayu di perapian. Api yang membakar kayu itu mengeluarkan suara dari jantung kayu oak yang paling dalam.

Barangkali kayu itu sudah lama menyimpan suara tersebut., mungkin juga ketika burung – burung berkicau diatas dahan – dahannya, kemudian saat api membakarnya, ia dapat mempersembahkan suara yang merdu “.

Keluargaku, Ny Spurgeon, merenungkan kejadian itu dan menemukan penghiburan yang manis didalamnya. “ Ah ketika api penderitaan

datang seharusnya hati saya yang terdalam keluar pujian bagi Tuhan, seperti yang dilakukan kayu oak itu. Api penderitaan memang baik untuk memurnikan saya dan memuliakan Allah “. Penderitaan adalah alat yang dipakai Tuhan untuk membuat hidup kita mengeluarkan

nyanyian yang indah di telingaNya. Penderitaan akan membakar kekerasan dan rasa apatis dari hidup kita. Malam itu Ny Spurgeon berdoa, “ Tuhan biarlah perapian ini dipanaskan tujuh kali dari yang sebelumnya “. Begitu luar biasanya iman dan pengharapan yang dimiliki Ny Spurgeon, sehingga ia sangat dalam memahami arti penderitaan yang dialaminya selama melayani Tuhan.

Keluargaku yang Tuhan kasihi, kita juga mungkin sedang mengalami penderitaan yang mendalam karena mengiring dan melayani Tuhan.

Tetapi ketahuilah bahwa setiap kali kita berdoa dan menaikkan syukur kepada Tuhan karena penderitaan tersebut, maka doa dan ucapan syukur itu merupakan nyanyian yang merdu di telinga Tuhan. Karena itu, jika Tuhan mengizinkan api penderitaan datang untuk memurnikan kita, maka kuatkan hati, buang sungut – sungut, dan naikkanlah syukur ke hadapan Tuhan. Hadapi apai penderitaan itu dengan hati yang bersyukur dengan demikian hidup kita akan menggemakan pujian yang memuliakan Tuhan. Amin.

7. PERSEMBAHAN ( Oleh Ibu )

Mensyukuri kasih dan berkat pertolongan kepada keluarga kita disepanjang hari ini, mari kita memberi persembahan dengan menyanyi Ny Kidung Jemaat 440 : 1, 2 “ Bila Topan Kras Melanda Hidupmu “.

8. DOA SYAFAAT ( Oleh Ibu )

9. PUJIAN NY KIDUNG JEMAAT 438 : 1, 3 “ APAPUN JUGA MENIMPAMU “. ( Oleh Ibu )

Keluargaku, sebelaum mengakhiri ibadah keluarga saat ini, kita menyanyi Kidung Jemaat 438 : 1 dalam keadaan duduk, bait ke – 3 dalam keadaan berdiri.

10. BERKAT

Anugerah selamat sejahtera dari Allah Bapa, Tuhan Yesus Kristus dan Roh Kudus tinggal menyertai kita semua, sekarang ini dan sampai selama – lamanya. Amin.

(20)

GEREJA KRISTEN INJILI DI TANAH PAPUA

1 PERSIAPAN

 Masing-masing anggota keluarga menyiapkan Alkitab, Ny. Mazmur, Ny. Rohani, dan Kidung Jemaat.

Tempat persembahan dan Lilin.

 Lilin dinyalakan.

1. Lagu Pembukaan : Oleh Bapak : Syaloom…..!

Marilah kita mengucap syukur dan memuliakan Nama Tuhan dalam Mezbah Keluarga saat ini. Kasih dan berkat Tuhan melimpah bagi keluarga kita. Tuhan memelihara kita dengan kasihNya dan melawat kita dengan kuasaNya. Disilahkan berdiri dan kita menyanyi Ny. Rohani. 5:1,7 “Hai Makhluk Allah Hu Besar”

2. Doa Pembukaan : Oleh Ibu

Ya Allah kami yang Maha Baik, kami bersukacita dan bergemar, mengangkat nyanyian baru bagi Tuhan. Haleluyah, haleluyah, haleluyah, kami mengagungkan namaMu. Kami bersyukur atas kesempatan yang indah dalam perjumpaan dengan Tuhan di tengah kehidupan keluarga kami. Oleh sebab itu kami dasar Mezbah keluarga saat ini dengan nama Bapa, Anak dan Roh Kudus. Amin. (disilakan duduk)

3. Pujian : Oleh Ibu.

Mari kita menyanyi Nyanyian Kidung Jemaat 454:1,2 “Indahnya Saat yang Teduh”

4. Doa dan Pembacaan Alkitab : Oleh Anak . Marilah kita berdoa

Ya Yesus Firman yang hidup, penuhilah kami dengan RohMu yang Kudus agar kami menjadi pendengar dan pelaku FirmanMu. Jadikanlah hati kami bagaikan tanah yang subur agar FirmanMu berakar, bertumbuh dan berbuah banyak di hidup kami. Dalam nama Yesus kami berdoa. Amin !

Mari kita baca bersama-sama dari : MATIUS 24:9-14 5. Renungan : Oleh Bapak

“BERTAHAN SAMPAI PADA KESUDAHANNYA”

John Stephen Akhwari adalah seorang pelari marathon asal Tanzania yang mengikuti Olimpiade Meksiko tahun 1968. Ia tidak meraih medali apapun di ajang olahraga dunia itu. Tetapi perjuangan ”heroik”nya membuat ia selalu dikenang. Akhwari mengalami kram hebat di tengah pertandingan. Ia terjatuh dengan sendi tergeser, tertabrak pelari lain dan bahunya terluka. Tim medis sudah menyarankannya untuk berhenti tetapi ia memilih untuk bertahan. Di tempat finish, para penonton sudah beranjak akan pulang karena para pelari sudah masuk finish. Pertandingan terlihat sudah akan selesai. Banyak bangku telah kosong. Kemudian para penonton yang belum pulang dikejutkan dengan bunyi sirene dan seorang pelari yang masuk stadion menuju garish finish dengan terpincang-pincang. Para penonton yang tersisa berdiri dan bertepuk tangan, mereka menyemangati pelari tersebut. John Stephen Akhwari menyentuh garis finish di saat semua atlet lari telah menyentuh garis finish. Ketika sudah sampai finish, dia diwawancarai media, kenapa tidak mundur saja? Orang-orang akan maklum bila ia berhenti. Dan dia menjawab, “Negara mengirim saya bukan hanya untuk memulai lomba tapi juga untuk menyelesaikan lomba ini”.

Yesus berkata: “Orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat”. Bertahan membutuhkan komitmen dan ketekunan. Bertahan bukan hanya sebentar, bukan hanya di tengah jalan tetapi sampai akhir. Setialah sampai akhir meskipun mengalami berbagai penderitaan. Setialah dalam perjuangan iman sebagai keluarga yang saling mengasihi sebagai suami dan isteri, orang tua dan anak, kakak dan adik. Setialah menjadi berkat dalam hidup, kerja dan pelayanan. Tetaplah bertahan sampai pada kesudahannya seperti teladan Yesus yang setia sampai mati. Kita meresponi perenungan Firman Tuhan dengan menyanyi pujian

“SELIDIKI AKU”

Selidiki aku, Lihat hatiku, Apakah ku sungguh mengasihi-Mu Yesus?

Kau yang Maha tahu dan menilai hidupku, Tak ada yang tersembunyi bagi-Mu Reff: T'lah kulihat kebaikan-Mu,Yang tak pernah habis di hidupku Ku

berjuang sampai akhirnya, Kau dapati aku tetap setia 6. Persembahan : Oleh Bapak .

Marilah kita mengumpulkan persembahan dengan sukacita sambil menyanyi dari Nyanyian Rohani 129:1,2

“Karunia Baik Semua”

7. Doa Syafaat : oleh Ibu.

8. Pujian : Oleh Ibu.

Mari berdiri dan Menyanyi Nyanyian Rohani 181:1 “Setialah”

9. Berkat : Oleh Bapak.

Terimalah berkat Tuhan : Semoga Allah Sumber Pengharapan itu memenuhi kamu dengan segala sukacita dan damai sejahtera dalam iman kamu, supaya oleh kekuatan Roh Kudus kamu berlimpah-limpah dalam pengharapan. Amin.

(21)

1. Panggilan Beribadah : Oleh Ibu

Syaloom…..! * Saat Teduh... Saat Teduh Selesai ... Disilakan berdiri !

Mengakhiri hari ini marilah kita bersama bersyukur dan memuliakan Nama Tuhan di atas Mezbah Keluarga kita.

Disilakan berdiri dan kita menyanyi dari Ny,Rohani 97:1 : “Tuhan Allah Hadir.”

2. Doa Pembukaan

Mari kita berdoa : "Pujian Syukur kepada-Mu ya Tuhan Yesus karena kami diberi kesempatan untuk berkumpul kembali dalam persekutuan mezbah keluarga kami. Maka biarlah Ibadah Mezbah keluarga ini terjadi dengan nama Bapa, Anak dan Roh Kudus. Amin. (disilakan duduk)

3. Mari kita memuji Tuhan dengan melagukan : Ny. Rohani 97 : 2 : “Datang Dalam Hati.”

4. Doa dan Pembacaan Alkitab : Oleh Anak

Sebelum membaca Alkitab, mari kita berdoa : "Tuhan Yesus, kami siap untuk membaca kebenaran Firman-Mu dan itu hanya dapat terjadi dalam tuntunan kuasa Roh Kudus. biarlah Roh Kudus hadir bersama kami sekeluarga saat ini sehingga firman-Mu dapat menjadi panduan dalam kehidupan kami sekeluarga. dalam Nama Tuhan Yesus Firman.

Amin.

Mari kita membaca dari : MATIUS 24 : 3 - 14 5. Renungan : Oleh Bapak

“PERMULAAN PENDERITAAN PADA ZAMAN BARU”

Keluargaku yang diberkati Tuhan, penderitaan dan keadaan sulit bukanlah sesuatu yang menyenangkan, misalnya sakit, dukacita, korban kecelakaan, difitnah, dicaci maki, kemiskinan dan sebagainya. ini adalah hal-hal yang kita hadapi.

tetapi ketika menjelang akhir zaman akan ada banyak penderitaan yang dahsyat dan berbagai kesulitan lainnya seperti yang disampaikan oleh Yesus : semua kemegahan akan hancur, akan ada banyak ajaran sesat yang muncul dari para mesias palsu yang menggunakan nama Yesus, terjadinya malapetaka perang dimana-mana, bangsa akan bangkit melawan bangsa, kerajaan melawan kerajaan, bencana alam/gempa bumi serta bencana kelaparan dan saling membenci.

inilah yang disampaikan oleh Tuhan Yesus kepada para murid ketika mereka bertanya tentang waktu akhir zaman dan bagaimanakah itu akan terterjadi serta tanda-tanda kesudahan dunia; tetapi Yesus katakan "ini barulah PERMULAAN PENDERITAAN MEJELANG ZAMAN BARU" itu. Keluargaku yang terkasih, Apa yang harus kita lakukan dalam menghadapi permulaan penderitaan menjelang akhir zaman/zaman baru itu?

*Manusia sejak dahulu sampai kini, ingin mengetahui hal-hal yang akan terjadi, apalagi yang menyangkut akhir zaman.

Tidak heran ada banyak peramal dimana-mana yang meramalkan tentang waktu akhir zaman. Tetapi ingatlah firman Tuhan, bahwa Yesus katakan "tidak seorangpun yang tahun, malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anakpun tidak, hanya Bapa sendiri (Matius24:36). Para peramal ini merupakan salah satu pengajar sesat. Yesus mengingatkan "Wasapadalah supaya jangan ada orang yang menyesatkan kamu!" berawas-awaslah / berjaga-jagalah jangan kamu gelisah; sebab semuanya itu harus terjadi, tetapi itu belum kesudahannya (ay.6). Jangan sampai kita murtad dan menyangkal Yesus karena ada banyak tawaran dunia yang menggoda dan menjanjikan kesenangan yang semu. ini akan menjadi tantangan bagi iman setiap orang percaya karena itu kita harus tenang, tetap berdoa dengan sungguh-sungguh dan tekun membaca firman Tuhan agar selalu mengalami kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi itu semua. Ingatlah Janji dan jaminan Tuhan, bahwa "orang yang bertahan sampai kesudahannya akan selamat (ay. 13). tetaplah kerjakan tanggung jawabmu sebagai pekabar-pekabar Injil Tuhan dengan setia sampai pada kesudahannya nanti . Amin.

6. Persembahan Syukur : Oleh Anak

Kita akan memberi persembahan Syukur sambil menyanyikan Ny. Rohani 158 : 1 & 2 : “Isilah Tuhan, Hidupku”.

7. Doa Syafaat : oleh Ibu 8. Pujian

Mari Menyanyikan : Ny. Kidung Jemaat 370 : 1 & (2 berdiri) : 'Ku Mau Berjalan Dengan Jurus'lamatku"

9. Berkat : Oleh Bapak

Marilah berdoa memohon berkat dari Tuhan : Kasih karunia dari Allah Bapa dan Tuhan Yesus Kristus menyerrtai kita sekalian, sekarang dan sampai Tuhan Yesus datang kembali Amin. * Saat Teduh * Lilin dipadamkan

Referensi

Dokumen terkait

Secara administratif dalam kegiatan keperawatan, bertanggung jawab kepada Perawat Kepala Kamar Operasi, dan secara operasional bertanggung jawab kepada ahli bedah dan perawat

Makalah ini bertujuan untuk memberikan pandangan baru kepada masyarakat tentang pembangkit listrik tenaga nuklir yang modern, keuntungan pemanfaatan teknologi

Arterio-Venous Malformation (AVM) atau malformasi pada pembuluh darah arteri dan vena dengan banyak pirau yang saling berhubungan tanpa pembuluh darah kapiler

Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) Nomor 22 mendefinisikan merger sebagai bentuk dari penggabungan usaha, yang merupakan penyatuan dua atau lebih perusahaan yang

Hasil analisis deskriptif mengenai tingkat pendidikan peternak terhadap adopsi inovasi beternak ayam broiler menunjukkan bahwa sebagian besar peternak (90,67 %; Tabel 7.4)

Pengaruh Level Pemberian Kombinasi Air Rebusan Kunyit dan Daun Sirih Melalui Air Minum terhadap Retensi Bahan Kering, Bahan Organik, dan Kecernaan Lemak pada Broiler..

Burung masa kini telah beradaptasi sedemikian rupauntuk menyesuaikan diri dengan lingkungan yang lebih ekstrim, kekuatan sayap lebih baik dalam kondisi lingkungan