PENGARUH JARAK GROWLIGHT TERHADAP KETINGGIAN MICROGREENS LETTUCE Dikky Kusuma Wijaya1*, Romi Supriyono 2, Stefanus Rico Asprila 3, Oky Fajar Dewanto 4
1,2,3,4Program Studi Teknologi Perancangan Mekanik dan Mesin, Politeknik ATMI Surakarta
Jl. Mojo No. 1 Karangasem, Laweyan, Surakarta 57145
*Email: [email protected]
Abstrak
Microgreens merupakan tanaman herbal yang dipanen saat usia 7 – 14 hari setelah semai, ketika daun muda sudah mulai tumbuh, ukuran sayuran microgreens biasanya hanya sekitar 2-8 cm bergantung pada jenis tanaman dan metode produksi yang digunakan.
Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemberian jarak lampu growlight terhadap pertumbuhan dan hasil produksi tanaman microgreens. Penelitian dilakukan dengan melakukan percobaan pemberian jarak sebesar 30 cm dan 60 cm antara growlight terhadap media tanam, pemeliharaan tanaman dilakukan dengan melakukan penyiraman 2x dalam waktu 1 hari, dan penyinaran dilakukan dengan menggunakan growlight dalam intensitas waktu selama 12 jam dalam waktu 1 hari. Percobaan dan penelitian dilakukan selama 7 hari dari mulai semai hingga hari ke-7 dengan menggunakan media tanam rockwool.
Kata kunci: microgreens, growlight, rockwool
1. PENDAHULUAN
Usia tanaman microgreens yang masih muda membutuhkan perlindungan terhadap hujan dan lingkungan tekanan lainnya, Produksi microgreens lebih baik dilakukan di lingkungan yang cukup perlindungan, seperti rumah kaca atau green house. Microgreens dapat ditanam konvensional maupun hidroponik, penanaman harus memperhatikan media tanam yang digunakan mampu menyuplai air yang dibutuhkan bagi pertumbuhan dan perkembangan tanaman microgreens. Purwanto (2006) menyatakan, media tanam yang baik memiliki beberapa persyaratan, diantaranya mampu mengikat dan menyimpan air dan hara, memiliki aerasi dan drainase yang baik, tidak menjadi sumber penyakit, cukup porus sehingga mampu menyimpan oksigen yang diperlukan untuk proses respirasi. Produksi microgreens juga dapat dilakukan didalam ruangan dibawah lampu growlight sebagai sumber cahaya manipulasi sinar matahari yang dibutuhkan oleh microgreens untuk membantu proses pertumbuhan microgreens sehingga tanaman dapat tumbuh di dalam ruang tertutup.
Intensitas cahaya yang diterima oleh tanaman akan dipengaruhi oleh jarak lampu terhadap tanaman.
Berdasarkan uraian di atas, untuk memperoleh microgreens yang optimal perlu dilakukan penelitian mengenai pengaruh pemberian jarak growlight terhadap pertumbuhan, perkembangan dan hasil produksi tanaman microgreens.
1.1. Tujuan Penelitian
1. Mengetahui pengaruh jarak growlight terhadap ketinggian microgreens.
2. Mengetahui jarak growlight ideal pada proses produksi microgreens.
2. METODOLOGI
Proses penelitian ini menggunakan beberapa bahan dan peralatan sebagai perlengkapan dalam proses percobaan, serta menggunakan metode pengumpulan data, menganalisis data dengan percobaan yang dilakukan untuk menunjang keberhasilan proses penelitian.
2.1. Metode penelitian
Metode yang digunakan dalam proses penelitian ini jika dilihat dari jenis data dan analisis yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif. Alur pengerjaan pada penelitian ini mempertimbangkan unsur-unsur penelitian yang dibahas secara kuantitatif yakni dengan melakukan pengumpulan data yang akan dijadikan sebagai referensi, percobaan, pengamatan, dan pengukuran ketinggian microgreens pada jarak lampu growlight yang berbeda. Dari percobaan yang dilakukan akan diperoleh hasil berupa ketinggian microgreens.
2.2. Proses Penelitian
Proses penelitian Pengaruh Jarak Growlight Terhadap Ketinggian Microgreens, menggunakan beberapa metode pengerjaan yang dilakukan dengan beberapa tahapan yang ditunjukan pada flowchart di gambar 1.
START
Finish
Pengumpulan Data
Persiapan Alat dan Bahan
Pelaksanaan Uji Coba dan Pengamatan
Analisis Hasil Uji Coba
Gambar 1. Flowchart Proses Penelitian
Berdasarkan flowchart proses penelitian pada gambar 1 tersebut diketahui bahwa proses penelitian diawali dengan tahap proses pengumpulan data, tahap persiapan alat dan bahan, tahap pelaksanaan uji coba dan pengamatan, dan diakhiri dengan tahap analisis hasil uji coba.
2.2.1. Pengumpulan Data
Pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan mencari referensi dari internet berupa jurnal, makalah dan skripsi terkait metode penanaman untuk menanam tanaman microgreens, pengaruh pemberian jarak ketinggian lampu growlight terhadap tanaman microgreens, dan juga mencari referensi media tanam yang baik digunakan untuk
menanam tanaman microgreens. Informasi yang didapatkan dari berbagai sumber tersebut kemudian dijadikan referensi untuk melakukan percobaan dan penelitian.
2.2.2. Persiapan alat dan bahan
Alat dan bahan yang digunakan pada proses percobaan sebagai berikut:
1. Nampan ukuran 20x20
Nampan ini berfungsi sebagai media untuk meletakan media tanam dan menanam microgreens.
2. Growlight
Lampu growlight digunakan sebagai sumber cahaya pengganti sinar matahari untuk memenuhi kebutuhan tanaman selama proses pertumbuhan dan perkembangan berlangsung.
3. Rockwool
Rockwool digunakan sebagai media tanam pada proses produksi tanaman microgreens.
4. Benih Microgreens
Benih microgreens digunakan sebagai objek pada percobaan.
5. Air
Air digunakan untuk membantu memberikan kebutuhan microgreens selama proses pertumbuhan dan perkembangan.
6. Sprai
Sprai digunakan untuk membantu menyemprotkan air pada tanaman selama proses pertumbuhan dan perkembangan.
7. Jangka Sorong
Jangka sorong digunakan untuk membantu dalam mengukur hasil ketinggian microgreens.
2.2.3. Pelaksanaan Uji Coba dan Pengamatan
1. Pelaksanaan uji coba dan pengamatan dalam proses penanaman tanaman microgreens dengan pemberian jarak lampu growlight terhadap tanaman sebesar 30 cm.
Gambar 2. Jarak growlight 30cm
Pelaksanaann uji coba dan pengamatan pertama dalam proses penanaman tanaman microgreens adalah dengan melakukan pemberian jarak lampu growlight terhadap tanaman microgreens yakni sebesar 30cm. Proses uji coba dan pengamatan terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman microgreens tersebut dilakukan selama 7 hari dari mulai semai hingga pada hari
ke-7 proses pertumbuhan dan perkembangan tanaman microgreens.
Pemeliharaan tanaman dilakukan dengan melakukan penyiraman menggunakan sprai sebanyak 2x dalam waktu 1 hari, dan penyinaran dilakukan dengan menggunakan lampu growlight dalam intensitas waktu selama 12 jam dalam waktu 1 hari.
2. Pelaksanaan uji coba dan pengamatan dalam proses penanaman tanaman microgreens dengan pemberian jarak lampu growlight terhadap tanaman sebesar 60 cm.
Gambar 3. Jarak growlight 60cm
Pelaksanaann uji coba dan pengamatan kedua dalam proses penanaman tanaman microgreens adalah dengan melakukan pemberian jarak lampu growlight terhadap tanaman microgreens yakni sebesar 60cm. Proses uji coba dan pengamatan terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman microgreens tersebut dilakukan selama 7 hari dari mulai semai hingga pada hari ke-7 proses pertumbuhan dan perkembangan tanaman microgreens.
Pemeliharaan tanaman dilakukan dengan melakukan penyiraman menggunakan sprai sebanyak 2x dalam waktu 1 hari, dan penyinaran dilakukan dengan menggunakan lampu growlight dalam intensitas waktu selama 12 jam dalam waktu 1 hari.
2.2.4. Analisis Hasil Uji Coba
Dari hasil uji coba dan pengamatan terhadap proses penanaman microgreens diperoleh hasil sebagai berikut :
Tabel 1. Data Hasil Pengamatan
No Jarak Growlight Ketinggian Tanaman
1. 30 cm 6,4 cm
2. 60 cm 4,2 cm
Berdasarkan hasil pengamatan pada tabel 1 diketahui bahwa pemberian jarak lampu growlight terhadap tanaman microgreens akan berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Hasil uji coba pertama dengan pemberiak jarak lampu growlight terhadap tanaman microgreeens sebesar 30cm menghasilkan ketinggian tanaman sebesar 6,4cm. Hasil uji coba kedua dengan pemberiak jarak lampu growlight terhadap tanaman microgreeens sebesar 60cm menghasilkan ketinggian tanaman sebesar 4,2 cm.
3. KESIMPULAN
Berdasarkan hasil analisis percobaan mengenai pengaruh pemberian jarak growlight terhadap pertumbuhan, perkembangan dan hasil produksi tanaman microgreens dapat
disimpulkan bahwa jarak growlight mempengaruhi intensitas cahaya dan ketinggian microgreens. Semakin dekat jarak lampu growlight dengan media tanam, semakin tinggi pula intensitas cahaya yang akan dihasilkan sehingga laju fotosintesis pada tanaman microgreens juga akan semakin tinggi. Jarak ideal growlight terhadap tanaman yang sesuai berdasarkan hasil penelitian diatas adalah 30cm.
DAFTAR PUSTAKA
Ikrarwati, Iskandar Zulkarnaen, Ana Fathonah, Nurmayulis, Fitria Riany Eris. 2020. Pengaruh Jarak Lampu LED dan Jenis Media Tanam Terhadap Microgreen Basil (Ocimum basilicum L.). Politeknik Negeri Jember
Perwitasari. B., Mustika T., dan Catur W. 2012. Pengaruh Media Tanam dan Nutrisi terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Pakchoi (Brassica juncea L.) dengan Sistem Hidroponik. J. Agrovigor. Vol. 5(1): 14-25
Lizda As’adiya. 2020. Pengaruh Lama Penyinaran Lampu Led Merah, Biru, Kuning Terhadap Pertumbuhan Dan Kualitas Nutrisi Microgreen Kangkung (Ipomoea Reptant). Fakultas Pertanian Universitas Islam Malang.
Acero, 2013. Pengaruh Warna Lampu LED Terhadap Pertumbuhan Tanaman Krisan. Skripsi.
Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknologi Industri Institut Sains dan Teknologi AKPRIND : Yogyakarta.
Lindawati, Y. 2015. Pengaruh Lama Penyinaran Lampu LED dan Lampu Neon Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Pakcoy (Brassica rapa L.) dengan Hidroponik Sistem Sumbu (Wick System). Skripsi. Fakultas Pertanian. Universitas Lampung.
S, Laxmana Exsaudi Roganda. 2018. Pengaruh Tiga Jenis Lampu Grow Light Terhadap Pertumbuhan Tanaman Selada (Lactuca Sativa L.). Fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya.
Azis Samsinar, 2018. Pengaruh Daya Lampu Led Terhadap Pertumbuhan Tanaman Bayam (Amaranthus Sp.). Fakultas Sains dan Teknologi UIN Alauddin Makassar.
Erniyanti et al,. 2016. Pengaruh Cahaya Terhadap Pertumbuhan Kacang Hijau. Samarinda:
Mitreka Satata.