• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengaruh Motivasi Terhadap Kinerja Pegawai (Studi Pada PT. Asuransi Cigna Medan)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Pengaruh Motivasi Terhadap Kinerja Pegawai (Studi Pada PT. Asuransi Cigna Medan)"

Copied!
110
0
0

Teks penuh

(1)

96

DAFTAR PUSTAKA

A.M, Sardiman.(2007).Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: PT.Raja

Grafindo Persada.

Anwar Prabu Mangkunegara. 2005. Manajemen Sumber Daya Manusia.

Perusahaan cetakan pertama, penerbit PT. Remaja Rsodakarya. Bandung

Anwar Prabu Mangkunegara. 2011. Manajemen Sumber Daya Manusia

Perusahaan, Remaja Rosdakarya, Bandung

Arikunto, 1996, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Rineka

Cipta

Handoko, Hani T, Dr.MBA dan Reksohadiprodjo Sukanto, Dr. M.Com.1996.

Organisasi Perusahaan. Edisi kedua Yogyakarta : BPFE

Hani, Handoko T. 2008. Manajemen Personalia dan Sumber Daya Manusia.

BPFE : Yogyakarta

Hasibuan, Malayu, S.P. 2003. Manajemen Dasar, Pengertian dan Masalah.

Jakarta : PT Toko Gunung Agung.

Hasibuan.Malayu.SP; 2007. Organisasi dan Motivasi. Jakarta: Bumi Aksara

Ishak dan Hendri Tanjung; 2003.Manajemen Motivasi. Jakarta.

Mahmudi. (2005). Manajemen Kinerja Sektor Publik. Yogyakarta: UPP AMP

(2)

Riduwan., (2002). Skala Pengukuran Variabel-Variabel Penelitian. Alfabeta,

Bandung.

Robbins. Stephen. P; 2008.Perilaku Organisasi. PT. Indeks Kelompok Gramedia

Sedarmayanti, 2007, Sumber Daya Manusia dan Produktivitas Kerja, Bandung,

Penerbit Mandar Maju.

Singarimbun dan Effendi . 1995. Metode Venelitian Survei. LP3ES. Jakarta.

Sugiyono. 2003. Metode Penelitian Administrasi, Bandung : Alfabeta

Sugiyono. 2005. Metode Penelitian Administrasi, Alfabete : Jakarta.

Suharyadi, Purwanto SK. 2004. Statistika Untuk Ekonomi & Keuangan Modern.

jakarta : Salemba Empat.

Tika, M. Prabundu. 2006. Budaya Organisasi dan Peningkatan Kinerja

Perusahaan. Jakarta: PT Bumi Aksara.

Veithzal, Rivai. 2003. Manajemen Sumber Daya Manusia Untuk Perusahaan.

Cetakan Pertama. Jakarta: PT. Raja Grafindo

Winardi, J. 2002. Motivasi & pemotivasian dalam manajemen. Jakarta : Raja

(3)

98

Wirawan. (2009). Evaluasi Kinerja Sumber Daya Manusia. Jakarta : Salemba

Empat, Jakarta.

Wursanto, Ig. Drs. 1987. Etika Komunikasi Kantor, Yogyakarta : Khanesius.

Yogyakarta

(4)

BAB III

DESKRIPSI LOKASI PENELITIAN

A. Sejarah Singkat Perusahaan

PT. Asuransi Cigna merupakan perusahaan penyediaan jasa asuransi jiwa,

kesehatan dan kecelakaan diri yang didirikan pada tahun 1990, merupakan wujud

dari komitmen Cigna Corporation untuk mengembangkan bisnisnya di Indonesia,

di mana hingga saat ini telah tumbuh menjadi perusahaan asuransi terkemuka di

Indonesia yang sangat focus dalam Bancassurance dan Affinity Marketing.

Cigna merupakan produk asuransi yang variatif dan inovatif, cara

pembayaran yang mudah, melalui kerjasama dengan mitra usaha, baik di bidang

institusi keuangan maupun institusi lainnya. Pada akhir tahun 2011, Pemegang

polis di PT Asuransi Cigna berjumlah lebih dari 1,3 juta orang. Sampai dengan

bulan desember 2014 Cigna membukakan pencapian Rasio Tingkat Solvabilitas

atau disebut RBC ( Risk Based Capital ) sebesar 684%, jauh melebih ketentuan

pemerintah sebesar 120%

Sejalan dengan perkembangannya, Cigna Indonesia telah menerima

sejumlah penghargaan dari berbagai institusi dan majalah bisnis di Indonesia,

(5)

44

berturut-turut dan 2 kali mendapatkan anugerah PLATINUM AWARDS dari

majalah Infobank

Penghargaan Call Center Award selama 5 tahun berturut-turut dari

CARRE CCSL (Center for Customer Satisfaction & Loyalty) tahun 2009-2013,

Service Quality Gold Award dari CARRE CCSL (Center for Customer Satisfaction & Loyalty) selama 2 tahun berturut-turut 2001-2012, serta Excellent Service Performance dari ajang penghargaan yang sama pada kategori Customer Service berbasis email dalam industri Banking-Financing-Insurance (BFI) pada

tahun 2013. Cigna Indonesia juga meraih penghargaan The Best Practies Life

Insurance dari bisnis Indonesia Awards 2013

Penghargaan tersebut membuktikan komitmen Cigna Indoensia untuk

menjadi organisasi yang Customer Centric dan senantiasa memberikan produk

serta pelayanan terbaik bagi customer. Cigna telah menjalin kerjasama dengan

beberapa partner baik dalam industri keuangan maupun industri non keuangan,

sebagai berikut :

Industri Keuangan :

1. BRI

2. BCA

3. Permata Bank

4. BNI

(6)

5. ANZ

6. CIMB NIAGA

7. OCBC NISP

8. Standard Chartered

9. Bank Bukopin

10.DBS

11.Danamon

12.BII

13.BCA Finance

14.ACC

15.Mandiri Tunas Finance

Industri Non Keunagan:

1. Matahari

2. Alfamart

3. Adira Insurance

4. Telkomsel

5. Indosat

6. Air Asia

7. XL

(7)

46

B. Visi Misi PT. Asuransi Cigna

Visi

“CIGNA dan Anda bertumbuh kembang bersama, Tanpa Anda kami tidak akan

menjadi seperti sekarang ini”

Misi

Cigna merupakan perusahaan global penyedia jasa kesehatan yang

berdedikasi membantu meningkatkan kesehatan, kesejahteraan dan rasa aman dari

konsumen kami”

C. Logo PT. Asuransi Cigna

PT Asuransi Cigna telah merubah logo dan brand nya secara global

dimana logo dan brand baru ini secara lebih akurat merefleksikan identitas Cigna,

yaitu perusahaan asuransi jiwa yang memfokuskan diri pada kebutuhan nasabah

(customer-centric focus).

Melalui penyempurnaan strategi Go Deep, Go Global, Go Individual,

(8)

Cigna ingin lebih menekankan pada konsep customer-centric, yaitu melihat segala

sesuatunya berdasarkan kebutuhan nasabah. Nasabah tidak lagi hanya

diapresiasikan sebagai pemegang polis, tetapi juga individu-individu dengan

variasi kebutuhan akan program kesehatan yang terjangkau, lebih personal, dan

sesuai harapan mereka. Cigna selalu mendukung nasabah untuk mengembangkan

potensi mereka agar mampu memenuhi kebutuhan akan kesehatan sehingga dapat

menjalani dan menikmati hidup yang lebih baik.

Dengan hadirnya logo dan brand baru ini serta penyempurnaan pada

strategi, Cigna terus membantu nasabah untuk meningkatkan kesehatan,

kesejahteraan, dan perlindungan rasa aman, sesuai dengan misi.

D. PROPOSISI

Mengoptimalkan bisnis affinity melalui kemitraan strategis yang

mengedepankan inovasi dan kepentingan nasabah melalui kinerja distribusi yang

terdepan. Model bisnis affinity adalah bisnis asuransi yang menjual produk lewat

mitra bisnis yang sudah memiliki pelanggan sendiri.

A. Telemarketing

1. Memanfaatkan platform teknologi mutakhir

a) Pertama di pasar yang meluncurkan dialer yang secara otomatis

melakukan panggilan untuk menghasilkan volume tingkat

(9)

48

2. Pengalaman terpercaya dalam affinity marketing(kemitraan)

Pengalaman di pasar local baik untuk institusi pemerintah

swasta dan asing selama lebih dari satu dasawarsa

b) Implementasi manajemen kemitraan yang solid

c) Pionir dalam metode analytics-customer value management

(CVM) yang telah dipatenkan

3. Pengopersian infrastruktur telemarketing yang berpengalaman

a) Satu-satunya perusahaan asuransi jiwa yang mendapatkan

akreditasi ISO27001 untuk manajemen keamanan data

b) Unggul dalam bisnis telemarketing

c) 70% dari mitra cigna percya bahwa cigna lebih dari pesaing

untuk bisnis telemarketing

d) perusahaan asuransis dengan kegiatan telemarketing terbesar di

Indonesia

Keahlian dan pengalaman panjang cigna di telemarketing mendorong

mengembangkan yang bekelanjutan peningkatan efektifitas produk dan persistensi

seperti :

1. Sumber daya yang bertalenta

a) program kompensasi penghargaan yang terikat pada kualitas

penjualan dan persistensi kepemilikan polis nasabah

b) program kelas 6 bulan untuk telemarketing yang baru

bergabung dengan cigna sebagai bagian pengembangan

karyawan

(10)

2. Pendekatan yang berwawasan pelanggan

a) solusi dari 60 hari untuk pemenuhan kebutuhan sumber daya

manusia yang diperlukan untuk melaksanakan inisiatif ini

b) mewujudkan pengalaman nasabah yang terintegrasi untuk

memaksimalkan kepemilikan polis terkait dengan penetrasi

produk dan loyalitas nasabah

3. Teknologi untuk pelanggan

a) Sarana penjualan yang khusus untuk memenuhi kebutuhan

tenaga penjual

b) Call center khusus yang berstandarisasi keamanan yang ketat

c) Utiliasi survey pelanggan yang terotomatisasi untuk mengukur

kepuasaan nasabah

d) Asuransi pertama yang mengembangkan teknologi

telekomunikasi untuk efisiensi kontak nasabah

B. Inovasi Produk Berbasis Nasabah

1. Produk yang terjangkau dan inovatif berbasis nasabah yang

memberikan keistimewaan terhadap proposisi

2. Lebih dari sekedar proteksi asuransi. Proposis menyeluruh dalam

pencegahan, proteksi dan membeirkan nilai tambah

3. Pengembangan metode analytics untuk mengoptimalkan hasil

(11)

50

1. Pengembangan segmen nasabah dengan pengenalan kebutuhan

yang jelas

2. Mengembangkan pandangan nasabah dan kapabilitas analytics

yang sudah dipatenkan untuk meningkatkan nilai

3. Pengalaman nasabah yang terbentuk berdasarkan proses yang

berbasis kepada nasabah.

D. Kapabilitas Distribusi Terdepan

1. Terdepan dalam distribusi Multi Kanal dengan skala besar

2. Pionir dalam keahlian Direct Marketing

3. Penawaran pelayanan melalui kanal khusus yang sesuai model

bisnis

(12)

E. Struktur Perusahaan.

NO NAMA JABATAN

1 Ridho Sobri Area Sales Manager

2 Usbaniah Area Sales Manager

3 Syarifah PIA

9 Indra Lesmana Customer Management

10 Dody Hidayat PIA

16 Abdul Hamid Marpaung Customer Value

17 Iwan Arifin PIA

18 Zhafarina PIA

19 Bebby Liestya Utami PIA

20 Azwar Anas PIA

21 Anna Hasibuan Customer Value

22 Chadizah C2S

23 Eka Siagian PIA

24 Eko Naibaho PIA

25 Anggie Simanjuntak PIA

26 M. Iqbal Siregar PIA

(13)

52

28 Selvi Damayanti PIA

29 Filja Customer Management

30 Sri Handayani PIA

F. Deskripsi Jabatan

A. Tele Direct (Professional Insurance Advisor-PIA)

PIA adalah professional insurance adivisor, adalah penasihat

kebutuhan asuransi professional yang menyediakan konsultasi maupun

rekomendasi untuk membantu nasabah meningkatkan kualitas

kesehatan, kesejahteraan dan rasa aman. PIA merupakan ujung tombak

perusahaan yang bertanggung jawab dalam memasarkan, menawarkan

dan menjual produk asuransi Cigna melalui program pelatihan yang

sistemasi dan berkelanjutan.

B. Area Sales Manager

Bertanggung jawab dengan segala aktifitas field force (Supervisor,

Medical Representative) yang menjadi area tanggung jawabnya, dan

fokus terhadap tercapainya target, bertanggung jawab terhadap

pelaksanaan program dari HO dengan orientasi utama pada sales /

tercapainya target sasaran, bertanggung jawab atas

terjadinya penjualan untuk semua produk yang menjadi tanggung

jawabnya

(14)

C. S2S (Service to Sales)

Untuk memaksimalkan kontak nasabah, yang menghubungi call

center, dan menjadikan call center sebagai profit center yang akan

meningkatkan motivasi staff call center, kinerja pelayanan dan

minimalisasi perputaran staff.

D. Customer Value Management

Customer Value Management berfungsi untuk memahami

bagaimana siklus hidup menentukan tingkah laku nasbah yang dapat

dilihat dari proposisi produk yang sesuai dengan segmen nasabah,

proposisi layanan yang sesuai segmen nasabah, kanal komunikasi yang

sesuai segmen nasabah.

E. Customer Management

Membangun dan menjaga hubungan dan keterikatan antara Cigna

dengan nasabah. Dari pola yang sudah di kembangkan dan dijalankan

selama ini oleh Cigna, terbukti mampu memberikan hasil yang optimal

baik dari sisi pendapatan perusahaan maupun hubungan emosional

antara perusahaan dan nasabah.

G. Produk-Produk Asuransi Cigna

1. Asuransi Jiwa

Hari-hari akan terasa lebih nyaman dan menyenangkan kala Anda tahu

bahwa hidup Anda, harta yang paling berharga untuk Anda, akan selalu

(15)

54

Cigna Life Protection memberikan santunan kepada ahli waris berupa

Uang Pertanggungan hingga Rp 500 juta, jika Nasabah meninggal dunia

akibat penyakit dan/atau kecelakaan. Dengan premi terjangkau mulai dari

Rp 15.000 per bulan.

2. Asuransi Kesehatan

Tanpa kesehatan yang prima, kita tidak bisa menikmati hidup sepenuhnya.

Karena itu berikan perlindungan yang terbaik untuk kesehatan Anda mulai

dari bayi hingga saat Anda lanjut usia.

Cigna Health Protection, menyediakan perlindungan untuk kebutuhan

kesehatan Anda. Anda dapat memilih perlindungan kesehatan dengan

premi terjangkau mulai dari Rp 36.000 per bulan jika Anda berumur 18 –

29 tahun atau sampai dengan Rp 412.000 per bulan untuk usia 60 – 65

tahun. Dan tidak hanya itu, Cigna Health Protection juga memberikan

perlindungan bagi bayi mulai dari umur 6 bulan. Cigna Health Protection

juga menyediakan bonus 25% dari total pembayaran premi, apabila tidak

ada klaim dalam waktu 2 tahun

3. Asuransi kecelakaan

Kita tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi di masa depan. Namun

kita bisa selalu mempersiapkan dan melindungi diri dan pasangan kita

untuk menghadapi apapun yang akan terjadi nanti.

Cigna Executive Protection adalah produk asuransi personal accident

yang membantu meringankan beban Anda. Santunan yang ditawarkan oleh

(16)

Cigna Executive Protection termasuk santunan pengobatan rumah sakit

akibat kecelakaan. Dengan premi terjangkau mulai dari Rp 39.000 per

bulan dan santunan hingga sebesar Rp 1 milyar.

4. Asuransi Penyakit Kritis

Saat Anda dibayangi oleh penyakit kritis dengan harapan hidup yang tak

menentu, Anda membutuhkan perlindungan yang bisa membantu Anda

dan keluarga Anda menghadapinya dengan rasa aman dan nyaman.

Cigna Critical Illness Protection memberikan perlindungan diri Anda dan

Keluarga terhadap penyakit – penyakit kritis; dengan premi terjangkau

mulai dari Rp 35.000 per bulan.

H. Kerahasiaan Data dan Sertifikat ISO 27001

Untuk menjaga kerahasiaan data base yang dikeluarkan oleh reknan bisnis

partner untuk keperluaan bisnis Telemarketing, saat ini Cigna memiliki beberapa

kantor offisite pemasaran Telemarketing yang berada di premises Bank partner

yang dipercayakan untuk dikelola di Kantor Cigna dengan akses yang sangat ketat

sehingga kebocaran informasi data nasabah dapat dihindari.

Selain itu asuransi Cigna telah memiliki sertifikasi ISO 27001, yang

merupakan standart internasional kemanan sistem informasi (MKSI). Tujuan dari

standarisasi itu sendiri adalah untuk menyediakan model guna penetapan,

penerapan, pengoperasian, pemantauan, pengkajian, memelihara dan

(17)

56 BAB IV PENYAJIAN DATA

Penyajian data pada bab ini adalah hasil dari penelitian yang telah

dilakukan pada PT.Asuransi Cigna Medan dengan cara menyebarkan kuesioner

pada responden sebanyak 30 pegawai sebagai sampel dalam penelitian ini. Untuk

memperoleh gambaran yang jelas dari data yang diperoleh dari kuesioner tersebut,

di bawah ini disajikan data dalam tabel-tabel distribusi yang kemudian di

distribusikan sebagai berikut:

A. Karakteristik Responden

Data identitas responden mencakup distribusi data responden menurut

jenis kelamin, usia, pendidikan dan lama bekerja. Berdasarkan hasil

penelitian yang dilakukan, maka identitas responden dapat diuraikan sebagai

berikut ini :

a. Berdasarkan Jenis Kelamin Tabel 4.1

Distribusi Data Responden Bedasarkan Jenis Kelamin

NO Responden Jumlah Presentase

1 Laki-Laki 10 33,3

2 Perempuan 20 66,7

Jumlah 30 100

Sumber: Hasil Penelitian 2016

Berdasarkan tabel di atas, dapat dilihat bahwa 10 orang (33,3%) itu

adalah laki-laki dan 20 orang (66,7%) adalah perempuan. Dari tabel diatas

dapat disimpulkan bahwa jumlah pegawai PT. Asuransi Cigna Medan

(18)

lebih didominasi oleh pegawai yang berjenis kelamin perempuan

b. Berdasarkan Usia

Tabel 4.2

Distribusi Data Responden Bedasarkan Usia

NO Responden Jumlah Presentase

1 21-30 Tahun 16 53,3

2 31-40 Tahun 14 46,7

Jumlah 30 100

Sumber: Hasil Penelitian 2016

Berdasarkan tabel 2 diatas, dapat dilihat bahwa pegawai PT. Asuransi

Cigna Medan lebih didominasi oleh karyawan yang berusia 21-30 tahun

yakni sebanyak 16 orang (53,3%), kemudian diikuti dengan usia 31-40 tahun

sebanyak 14 orang (46,7%). Dengan demikian dapat dikatakan bahwa secara

umum pegawai PT. Asuransi Cigna Medan merupakan orang orang yang

(19)

58 c. Berdasarkan Pendidikan

Tabel 4.3

Distribusi Data Responden Berdasarkan Pendidikan

NO Responden Jumlah Presentase

1 SD - -

2 SMP/Sederajat - -

3 SMA/Sederajat 2 6,7

4 Sarjana Muda (D-3) 7 23,3

5 Sarjana (S1) 21 70

Jumlah 30 100

Sumber:Hasil Penelitian 2016

Berdasarkan tabel 3 diatas, dapat dilihat bahwa mayoritas karyawan

mempunyai pendidikan terakhir Sarjana yang berjumlah 21 orang (70%), dan

diikuti dengan karyawan yang memiliki pendidikan terakhir SMA yang

berjumlah 2 orang (6,7%), serta karyawan yang memiliki pendidikan terakhir

Sarjana Muda(D-3) yang berjumlah 7 orang (23,3%)

(20)

d. Berdasarkan Pekerjaan

Tabel 4.4

Distribusi Data Responden Berdasarkan Masa kerja

NO Responden Jumlah Presentase

1 0-5 Tahun 23 76,7

2 6-10 tahun 7 23,3

Jumlah 30 100

Sumber: Hasil Penelitian 2016

Berdasarkan tabel 4 diatas, menunjukkan bahwa ada sebanyak 23 orang

(76,7%) yang memiliki masa kerja (0-5 tahun), selanjutnya ada 7 orang

(23,3%) yang memiliki masa kerja 6-10 tahun. Dari data di atas dapat

disimpulkan bahwa karyawan yang bekerja di PT. Asuransi Cigna Medan

memiliki masa kerja 0-5 tahun, dimana tingkat pengalaman karyawan

tergolong masih rendah.

Deskripsi Data Variabel Penelitian a. Kusioner Variabel X (Motivasi)

Untuk mengukur variabel Kualitas Pelayanan digunakan 10 indikator

yang kemudian diubah menjadi pertanyaan. Pada setiap pertanyaan terdapat 5

alternatif jawaban dan kepada responden diminta untuk memilih salah satu

dari kelima alternatif yang tersedia. Berdasarkan jawaban responden dari

(21)

60 1. Tanggung Jawab

Tabel 4.5

Distribusi Jawaban Responden Mengenai Tanggung Jawab Pegawai Terhadap Tugas

NO Responden Jumlah Presentase

1 Sangat Bertanggung Jawab 16 53,3

2 Bertanggung Jawab 13 43,3

3 Cukup Bertanggung Jawab 1 3,3

4 Kurang Bertanggung Jawab 0 0

5 Tidak Bertanggung Jawab 0 0

Jumlah 30 100

Sumber: Hasil Penelitian 2016

Berdasarkan tabel diatas, dapat dilihat bahwa yang menjawab

sangat bertanggung jawab 16 orang (53,3%), selanjutnya yang menjawab

bertanggung jawab 13 orang (43,3%) dan kemudian yang menjawab

cukup bertanggung jawab 1 orang (3,3%). Dari tabel di atas dapat

disimpulkan bahwa banyak pegawai yang mengatakan sangat bertanggung

jawab dalam melaksanakan tugas.

(22)

2. Pengakuan

Tabel 4.6

Distribusi Jawaban Responden Tentang Pemeberian pujian Terhadap Pegawai

NO Responden Jumlah Presentase

1 Sangat Sering 10 33,3

2 Sering 16 53,3

3 Cukup Sering 4 13,3

4 Jarang 0 0

5 Tidak Pernah 0 0

Jumlah 30 100

Sumber: Hasil Penelitian 2016

Berdasarkan tabel diatas, dapat dilihat bahwa yang menjawab sering 16

orang (53,3%), selanjutnya yang menjawab sangat sering 10 orang (33,4%)

dan kemudian yang menjawab cukup sering 4 orang (13,4%). Dari tabel di

atas dapat disimpulkan bahwa banyak pegawai yang mengatakan atasan

(23)

62 3. Pencapaian Prestasi

Tabel 4.7

Distribusi Jawaban Responden Tentang Bekerja Sesuai Dengan Peraturan dan Standar Kerja

NO Responden Jumlah Presentase

1 Sangat Sesuai 8 26,7

2 Sesuai 21 70,0

3 Cukup Sesuai 1 3,3

4 Kurang Sesuai 0 0

5 Tidak Sesuai 0 0

Jumlah 30 100

Sumber: Hasil Penelitian 2016

Berdasarkan tabel diatas, dapat dilihat bahwa yang menjawab sesuai 21

orang (70,0%), selanjutnya yang menjawab sangat sesuai 8 orang (26,7%)

dan kemudian yang menjawab cukup sesuai 1 orang (3,3%). Dari tabel di atas

dapat disimpulkan bahwa banyak pegawai yang mengatakan bekerja sesuai

dengan peraturan dan standar kerja

(24)

4. Kemajuan

Tabel 4.8

Distribusi Jawaban Responden Tentang Keinginan Pegawai Bekerja Lebih Giat

NO Responden Jumlah Presentase

1 Sangat ingin 12 40,0

2 Ingin 17 56,7

3 Cukup Ingin 1 3,3

4 Kurang Ingin 0 0

5 Tidak ingin 0 0

Jumlah 30 100

Sumber: Hasil Penelitian 2016

Berdasarkan tabel diatas, dapat dilihat bahwa yang menjawab ingin 17

orang (56,7%), selanjutnya yang menjawab sangat ingin 12 orang (13,3%).

Dan yang menjawab cukup ingin 1 orang (3,3%). Dari tabel di atas dapat

disimpulkan bahwa banyak pegawai yang mengatakan ingin bekerja lebih

(25)

64 5. Gaji

Tabel 4.9

Distribusi Jawaban Responden Tentang Kepuasan Pegawai Terhadap Gaji yang Diterima Setiap Bulan

NO Responden Jumlah Presentase

1 Sangat Puas 25 83,3

2 Puas 4 13,3

3 Cukup Puas 1 3,3

4 Kurang Puas 0 0

Jumlah 30 100

Sumber: Hasil Penelitian 2016

Berdasarkan tabel diatas, dapat dilihat bahwa yang menjawab sangat

puas 25 orang (83,3%), selanjutnya yang menjawab puas 4 orang (13,3%),

selanjutnya yang menjawab cukup puas 1 orang (3,3%). Dari tabel di atas

dapat disimpulkan bahwa banyak pegawai yang mengatakan sangat puas

terhadap gaji yang diterima setiap bulannya.

(26)

6. Pengawasan

Tabel 4.10

Distribusi Jawaban Responden Tentang Pimpinan Menegur hasil Kerja Pegawai

NO Responden Jumlah Presentase

1 Sangat Sering 3 10,0

2 Sering 12 40,0

3 Cukup Sering 8 26,7

4 Jarang 7 23,3

5 Tidak Pernah 0 0

Jumlah 30 100

Sumber: Hasil Penelitian 2016

Berdasarkan tabel diatas, , dapat dilihat bahwa yang menjawab sering

12 orang (40,0%), selanjutnya yang menjawab cukup sering 8 orang (26,7%),

kemudian yang menjawab jarang 7 orang (10,0%), dan yang menjawab

sangat sering 3 orang (10,0%). Dari tabel di atas dapat disimpulkan bahwa

banyak pegawai yang mengatakan pimpinan sering menegur hasil kerja

(27)

66 7. Lingkungan Kerja

Tabel 4.11

Distribusi Jawaban Responden Tentang Lingkungan Kerja

NO Responden Jumlah Presentase

1 Sangat menyenangkan 11 36,7

2 menyenangkan 12 40,0

3 Cukup menyenangkan 5 16,7

4 Kurang Menyenangkan 2 6,7

5 Tidak Menyenangkan 0 0

Jumlah 30 100

Sumber: Hasil Penelitian 2016

Berdasarakan tabel diatas, dapat dilihat bahwa yang menjawab

menyenangkan 12 orang (40,0%), dan kemudian yang menjawab sangat

menyenangkan 11 orang (36,7%), selanjutnya yang menjawab cukup

menyenangkan 5 (16,7%), dan kemudian yang menjawab kurang

menyenangkan 2 orang (6,7%). Dari tabel di atas dapat disimpulkan bahwa

banyak pegawai yang mengatakan bahwa lingkungan kerja pegawai

menyenangkan.

(28)

8. Jaminan Kerja

Tabel 4.12

Distribusi Jawaban Responden Tentang Program Pemberian Jaminan Hari Tua

NO Responden Jumlah Presentase

1 Sangat Baik 7 23,3

2 Baik 20 66,7

3 Cukup Baik 3 10,0

4 Buruk 0 0

5 Sangat Buruk 0 0

Jumlah 30 100

Sumber: Hasil Penelitian 2016

Berdasarakan tabel diatas, dapat dilihat bahwa yang menjawab baik 20

orang (66,7%), selanjutnya yang menjawab sangat baik7 orang (23,3%),

selanjutnya yang menjawab cukup baik 3 orang (10,0%). Dari tabel di atas

dapat disimpulkan bahwa banyak pegawai yang program pemberia jaminan

(29)

68

9. Hubungan Interpersonal Antar Sesama Rekan Kerja Tabel 4.13

Distribusi Jawaban Responden Tentang Hubungan Kerja Sama dan Rasa Memiliki Terhadap Rekan Kerja

NO Responden Jumlah Presentase

1 Sangat baik 14 46,7

2 Baik 12 40,0

3 Cukup baik 4 13,3

4 Buruk 0 0

5 Tidak buruk 0 0

Jumlah 30 100

Sumber: Hasil Penelitian 2016

Berdasarkan tabel diatas, dapat dilihat bahwa yang menjawab sangat

baik 14 orang (46,7%), selanjutnya yang menjawab baik 12 orang (40,0%),

selanjutnya yang menjawab cukup baik 4 orang (13,3%). Dari tabel di atas

dapat disimpulkan bahwa banyak pegawai yang mengatakan hubungan kerja

sama dan rasa memiliki antar rekan kerja lainnya berjalan dengan baik.

(30)

10. Kenaikan Pangkat

Tabel 4.14

Distribusi Jawaban Responden Tentang Kenaikan Pangkat Sesuai Dengan Kurun Waktu Yang Ditetapkan

NO Responden Jumlah Presentase

1 Sangat Sesuai 11 36,7

2 Sesuai 12 40,0

3 Cukup sesuai 7 23,3

4 Kurang sesuai 0 0

5 Tidak sesuai 0 0

Jumlah 30 100

Sumber: Hasil Penelitian 20156

Berdasarkan tabel diatas, dapat dilihat bahwa yang menjawab sesuai 12

orang (40,0%), selanjutnya yang menjawab sangat sesuai 11 orang (36,7%),

selanjutnya yang menjawab cukup sesuai 7 orang (23,3%). Dari tabel di atas

dapat disimpulkan bahwa banyak pegawai yang mengatakan kenaikan

pangkat sesuai dengan kurung waktu ditetapkan.

Kuisioner Variabel Y (Kinerja Pegawai)

Untuk mengukur variabel Loyalitas Konsumen digunakan 8 indikator

yang kemudian diubah menjadi 10 pertanyaan. Pada setiap pertanyaan

terdapat 5 pilihan jawaban, dimana reponden diharuskan memilih salah satu

pilihan jawaban yang disediakan. Jawaban pegawai akan disajikan bersamaan

dengan jawaban masyarakat untuk melihat perbandingannya. Berdasarkan

(31)

70

masyarakat, maka di peroleh jawaban sebagai berikut:

1. Kuantitas

Tabel 4.15

Distribusi Jawaban Responden Tentang Kemampuan Pegawai Dalam Mencapai Sasaran Kerja Yang Ditetapkan

NO Responden Jumlah Presentase

1 Sangat mampu 12 40,0

2 Mampu 17 56,7

3 Cukup mampu 1 3,3

4 Kurang mampu 0 0

5 Tidak mampu 0 0

Jumlah 30 100

Sumber: Hasil Penelitian 2016

Berdasarkan tabel diatas, dapat dilihat bahwa yang menjawab mampu

17 orang (56,7%), selanjutnya yang menjawab sangat mampu 12 orang

(40,0%), selanjutnya yang menjawab cukup mampu 1 orang (3,3%). Dari

tabel di atas dapat disimpulkan bahwa banyak pegawai yang mengatakan

mampu dalam pencapaian sasaran kerja yang ditetapkan.

(32)

2. Kualitas

Tabel 4.16

Distribusi Jawaban Responden Tentang Penyelesaikan Tugas Lebih Cepat Dari Waktu Yang Ditentukan

NO Responden Jumlah Presentase

1 Sangat cepat 13 43,3

2 Cepat 13 43,3

3 Cukup cepat 4 13,3

4 Jarang 0 0

5 Sangat Jarang 0 0

Jumlah 30 100

Sumber: Hasil Penelitian 2016

Berdasarkan tabel diatas, dapat dilihat bahwa yang menjawab sangat

cepat 13 orang (43,3%), selanjutnya yang menjawab cepat 13 orang (43,3%),

selanjutnya yang menjawab cukup cepat 4 orang (13,3%). Dari tabel di atas

dapat disimpulkan bahwa banyak pegawai yang mengatakan sangat cepat

(33)

72 3. Pengetahuan Pekerjaan

Tabel 4.17

Distribusi Jawaban Responden Tentang Pekerjaan Yang Diberikan Sesuai Dengan Pengetahuan Yang Dimiliki

NO Responden Jumlah Presentase

1 Sangat Sesuai 6 20,0

2 Sesuai 20 66,7

3 Cukup Sesuai 4 13,3

4 Kurang sesuai 0 0

5 Tidak sesuai 0 0

Jumlah 30 100

Sumber: Hasil Penelitian 2016

Berdasarkan tabel diatas, dapat dilihat bahwa yang menjawab sesuai 20

orang (66,7%), selanjutnya yang menjawab sangat sesuai 6 orang (20,0%),

selanjutnya yang menjawab cukup sesuai 4 orang (13,3%). Dari tabel di atas

dapat disimpulkan bahwa banyak pegawai yang mengatakan pekerjaan yang

diemban sesuai dengan pengetahuan yang dimiliki.

(34)

4. Kerja Sama

Tabel 4.18 a.

Distribusi Jawaban Responden Tentang Kerja Sama Antar Pegawai Lainnya Dalam Menyelesaikan Tugas

NO Responden Jumlah Presentase

1 Sangat puas 4 13,3

2 Puas 23 76,7

3 Cukup puas 3 10,0

4 Kurang puas 0 0

5 Tidak puas 0 0

Jumlah 30 100

Sumber: Hasil Penelitian 2016

Berdasarkan tabel diatas, dapat dilihat bahwa yang menjawab puas 23

orang (76,7%), selanjutnya yang menjawab sangat puas 4 orang (13,3%),

selanjutnya yang menjawab cukup puas 3 orang (10,0%). Dari tabel di atas

dapat disimpulkan bahwa banyak pegawai yang mengatakan puas dengan

(35)

74 Tabel 4.18 b.

Distribusi Jawaban Responden Tentang Kerja Sama Dengan Sikap Konstruktif Dalam Tim

NO Responden Jumlah Presentase

1 Sangat mampu 6 20,0

2 Mampu 8 26,7

3 Cukup mampu 14 46,7

4 Kurang mampu 2 6,7

5 Tidak mampu 0 0

Jumlah 30 100

Sumber: Hasil Penelitian 2016

Berdasarkan tabel di atas, dapat dilihat bahwa yang menjawab cukup

mampu 14 orang (46,7%), selanjutnya yang menjawab mampu 8 orang

(26,7%), kemudian yang menjawab sangat mampu 6 orang (20,0%), dan

kemudian yang menjawab kurang mampu 2 orang (6,7%). Dari tabel di atas

dapat disimpulkan bahwa banyak pegawai yang mengatakan cukup mampu

melakukan kerja sama dengan sikap yang konstruktif.

(36)

5. Ketergantungan

Tabel 4.19

Distribusi Jawaban Responden Tentang Kepercayaan Dari Pegawai Untuk Mendiskusikan Hasil Kerja

NO Responden Jumlah Presentase

1 Sangat Sering 3 10,0

2 Sering 13 43,3

3 Cukup Sering 14 46,7

4 Jarang 0 0

5 Tidak pernah 0 0

Jumlah 30 100

Sumber: Hasil Penelitian 2016

Berdasarkan tabel diatas, dapat dilihat bahwa yang menjawab cukup

sering 14 orang (60,0%), selanjutnya yang menjawab sering 13 orang

(20,0%), selanjutnya yang menjawab sangat sering 3 orang (10,0%). Dari

tabel di atas dapat disimpulkan bahwa banyak pegawai yang mengatakan

sering mendapat kepercayaan dari pegawai lainnya untuk mendiskusikan

(37)

76 6. Inisiatif

Tabel 4.20

Distribusi Jawaban Responden Tentang Melakukan Pekerjaan Tanpa Harus Diperintah Oleh Atasan

NO Responden Jumlah Presentase

1 Sangat mampu 6 20,0

2 Mampu 19 63,3

3 Cukup mampu 5 16,7

4 Kurang mampu 0 0

5 Tidak mampu 0 0

Jumlah 30 100

Sumber: Hasil Penelitian 2016

Berdasarkan tabel di atasa, dapat dilihat bahwa yang menjawab mampu

19 orang (63,3%), selanjutnya yang menjawab sangat mampu 6 orang

(20,0%), dan yang menjawab cukup mampu 5 orang (16,7%). Dari tabel di

atas dapat disimpulkan bahwa banyak pegawai yang mengatakan mampu

melakukan pekerjaan tanpa harus diperintah oleh atasan.

(38)

7. Kualitas Personal

Tabel 4.21 a.

Distribusi Jawaban Responden Tentang Pelaksaan Kerja Lembur

NO Responden Jumlah Presentase

1 Sangat Sering 3 10,0

2 Sering 21 70,0

3 Cukup Sering 3 10,0

4 Jarang 3 10,0

5 Tidak pernah 0 0

Jumlah 30 100

Sumber: Hasil Penelitian 2016

Berdasarkan tabel di atasa, dapat dilihat bahwa yang menjawab sering

21 orang (70,0%), selanjutnya yang menjawab sering 3 orang (10,0%),

selanjutnya yang menjawab sangat sering 3 orang (10,0%), dan kemudian

yang menjawab jarang 3 orang (10,0%). Dari tabel di atas dapat disimpulkan

bahwa banyak pegawai yang mengatakan sering lembur dalam menyelesaikan

(39)

78 Tabel 4.21 b.

Distribusi Jawaban Responden Tentang Kehadiran Sesuai Dengan Jadwal Kerja

NO Responden Jumlah Presentase

1 Sangat sesuai 11 36,7

2 Sesuai 14 46,7

3 Cukup sering 4 13,3

4 Kurang sesuai 0 0

5 Tidak sesuai 0 0

Jumlah 30 100

Sumber: Hasil Penelitian 2016

Berdasarkan tabel di atasa, dapat dilihat bahwa yang menjawab sesuai

14 orang (46,7%), selanjutnya yang menjawab sangat sesuai 11 orang

(36,7%), dan yang menjawab cukup sering 4 orang (13,3%). Dari tabel di atas

dapat disimpulkan bahwa banyak pegawai yang mengatakan hadir sesuai

dengan jam kerja yang ditentukan.

(40)

8. Kreatif

Tabel 4.22

Distribusi Jawaban Responden Tentang Memberikan Gagasan Untuk Kemajuan Perusahaan

NO Responden Jumlah Presentase

1 Sangat sering 5 16,7

2 Sering 18 60,0

3 Cukup sering 6 20,0

4 Jarang 1 3,3

5 Tidak sering 0 0

Jumlah 30 100

Sumber: Hasil Penelitian 2016

Berdasarkan tabel di atasa, dapat dilihat bahwa yang menjawab sering

18 orang (60,0%), selanjutnya yang menjawab cukup sering 6 orang (20,0%),

kemudian yang menjawab sangat sering 5 orang (16,7%), dan yang menjawab

jarang 1 orang (3,3%). Dari tabel di atas dapat disimpulkan bahwa banyak

pegawai yang mengatakan sering memberikan gagasan untuk kemajuan

(41)

80 BAB V ANALISA DATA

A. Rekapitulasi Data

Setelah seluruh data yang diperoleh dari hasil penelitian diuraikan, maka

tahap selanjutnya adalah melakukakn pembahasan dan interpretasi data untuk

masing-masing variabel penelitian, yakni dengan membuat rekapitulasi data dari

motivasi (Variabel X) dan kinerja pegawai (Variabel Y).

1. Rekapitulasi Frekuensi Klasifikasi Jawaban Responden Untuk motivasi (Variabel X)

Setelah data penelitian dianalisis maka diperoleh nilai/skor tertinggi

adalah 38,761311 dan nilai/skor terendah adalah17,3338957. Untuk menentukan

jarak intervalnya maka digunakan rumus sebagai berikut (Sugiyono, 2005 : 212) :

Interval tersebut dapat digunakan untuk menyusun kategori sebagai

berikut :

Untuk kategori sangat tinggi : 34,4759111– 38,7613111

Untuk kategori tinggi : 30,190511– 34,475911

(42)

Untuk kategori sedang : 25,90511– 30,19051

Untuk kategori rendah : 21,6197 – 25,9051

Untuk kategori sangat rendah : 17,33429 – 21,61969

Untuk mengetahui pengaruh motivasi di PT. Asuransi Cigna Medan,

dapat dilihat dari rekapitulasi jawaban responden dalam tabel berikut ini :

Tabel 5.1

Rekapitulasi Klasifikasi Jawaban Responden Berdasarkan Motivasi Kategori Interval Frekuensi Persentase(%) Sangat Tinggi

Sumber : Kuesioner Penelitian (2016)

Berdasarkan tabel diatas, dapat dilihat bahwa motivasi di PT. Asuransi

Cigna, berada pada kategori sangat tinggi yang ditunjukkan dari 8 orang (26,7%),

kategori sedang sebanyak 8 orang (26,7%), kategori sangat rendah sebanyak 3

orang (10%), selanjutnya kategori sangat rendah sebanyak 7 orang (23,3%) dan

kategori tinggi sebanyak 2 orang (6,7%).

2. Rekapitulasi Frekuensi Klasifikasi Jawaban Responden Untuk Kinerja Pegawai (Variabel Y)

Setelah data penelitian dianalisis maka diperoleh nilai/skor tertinggi

adalah 40,7606577 dan nilai/skor terendah adalah16,076851. Untuk menentukan

(43)

82

Interval tersebut dapat digunakan untuk menyusun kategori sebagai

berikut :

Untuk kategori sangat tinggi : 35,82390318 – 40,7606577

Untuk kategori tinggi : 30,88714865 – 35,82390317

Untuk kategori sedang : 25,82390317 – 30,88714864

Untuk kategori rendah : 21,01363959 – 25,95039411

Untuk kategori sangat rendah :16,07688506– 21,0136395

Tabel 5.2

Rekapitulasi Klasifikasi Jawaban Responden Berdasarkan Kinerja Pegawai Kategori Interval Frekuensi Persentase(%)

Sangat Tinggi Tinggi

Sedang

Rendah

Sangat Rendah

35,82390318 – 40,7606577 30,88714865 – 35,82390317 25,82390317 – 30,88714864

21,01363959 – 25,95039411

16,07688506 – 21,01363958 4

Sumber : Kuesioner Penelitian (2016)

Berdasarkan tabel diatas, dapat dilihat bahwa kinerja pegawai di PT.

Asuransi Cigna Medan, berada pada kategori rendah yang ditunjukkan dari 10

responden (3,3%), kategori sangat sedang sebanyak 9 orang (30,0%), kategori

(44)

sangat tinggi sebanyak 4 orang (13,3%), kategori sangat rendah sebanyak 4 orang

(13,3%) dan kategori tinggi sebanyak 3 orang (10,0 %).

B. Uji Validitas dan Reliabilitas 1. Uji Validitas

Untuk melakukakn uji validitas, maka nilai dari thitung dengan terlebih

dahulu mencari nilai r dengan menggunakan rumus Product Moment Pearson.

Nilai r yang diperoleh digunakan untuk memperoleh nilai dari thitung dengan

menggunakan rumus Uji-t. Untuk melihat nilai ttabel dalam penelitian ini dengan

ketentuan dk = n-2, 30-2 = 28 dan tingkat signifikansi sebesar 5%, maka angka

yang diperoleh dari nilai ttabel adalah 2,048.

Berdasarkan pengujian atas 30 item pertanyaan yang terdiri dari 10 item

pertanyaan untuk variabel x (motivasi) dan 10 item pertanyaan untuk variabel y

(kinerja pegawai) dengan menggunakan program Microsoft Office Excel 2013

dapat diperoleh validitas instrumen masing-masing item pertanyaan sebagai

(45)

84 Tabel 5.3

Validitas Instrumen Untuk Variabel X (Motivasi) No Pertanyaan thitung <or> ttabel Validitas

1 3,838 > 2,048 Valid

2 11.263 > 2,048 Valid

3 9,020 > 2,048 Valid

4 9,707 > 2,048 Valid

5 3,341 > 2,048 Valid

6 3,806 > 2,048 Valid

7 11,480 > 2,048 Valid

8 3,872 > 2,048 Valid

9 11,438 > 2,048 Valid

10 13,045 > 2,048 Valid

Sumber : Hasil Data Penelitian 2016 Yang Telah Diolah

Dari tabel 5.3 di atas dapat dilihat bahwa semua item pertanyaan

dinyatakan valid, yang diperoleh dari thitung>ttabel untuk dk = 30-2 = 28 dan alpha

α = 5%.

(46)

Tabel 5.4

Validitas Instrumen Untuk Variabel Y (Kinerja Pegawai) No Pertanyaan thitung <or> ttabel Validitas

1 6,998 > 2,048 Valid

2 4,367 > 2,048 Valid

3 7,122 > 2,048 Valid

4 6,095 > 2,048 Valid

5 9,555 > 2,048 Valid

6 6,379 > 2,048 Valid

7 3,123 > 2,048 Valid

8 9,988 > 2,048 Valid

9 4,464 > 2,048 Valid

10 4,718 > 2,048 Valid

Sumber : Hasil Data Penelitian 2016 Yang Telah Diolah

Dari tabel 5.4 di atas dapat dilihat bahwa semua item pertanyaan

dinyatakan valid, yang diperoleh dari thitung>ttabel untuk dk = 30-2 = 28 dan alpha

(α) = 5%.

2. Uji Reliabilitas

Pada uji reliabilitas instrumen, butir-butir instrumen di belah menjadi dua

kelompok, yaitu kelompok instrumen ganjil dan kelompok instrumen genap.

Untuk kelompok instrumen ganjil, skor butirnya dijumlah sehingga menghasilkan

skor total, sama juga dengan kelompok instrumen genap. Selanjutnya skor total

antara kelompok instrumen ganjil dan genap dicari korelasinya dengan rumus

(47)

86

program Microsoft Excel 2013, sehingga diperoleh r = 0,9119 untuk variabel x

dan r = 0,8452 untuk variabel y. Kemudian nilai korelasi tersebut dimasukkan ke

dalam rumus pengujian reliabilitas instrumen dengan teknik belah dua dari

Spearman Brown.

Pengujian reliabilitas instrumen untuk Variabel Motivasi (X) dengan

rumus Spearman Brown yaitu :

Berdasarkan perhitungan uji reliabilitas instrumen untuk variabel X di

atas, maka dapat disimpulkan bahwa nilai koefisien reliabilitas instrumen ri> nilai

rtabel yaitu 0,9586 > 0,361 sehingga instrumen untuk variabel X dinyatakan

reliabel.

Pengujian reliabilitas instrumen untuk Variabel Kinerja Pegawai (Y)

dengan rumus Spearman Brown yaitu :

(48)

Berdasarkan perhitungan uji reliabilitas instrumen untuk variabel Y di

atas, maka dapat disimpulkan bahwa nilai koefisien reliabilitas instrumen ri> nilai

rtabel yaitu 0,9161 > 0,361 sehingga instrumen untuk variabel Y dinyatakan

reliabel.

C. Koefisien Korelasi Product Moment

Untuk mengetahui ada tidaknya dan besar kecilnya hubungan antara

motivasi (variabel X) terhadap kinerja pegawai (variabel Y), maka dapat dilihat

dengan menggunakan rumus Korelasi Product Moment (Sugiyono, 2005 : 212) .

(49)

88

Hasil perhitungan korelasi yang didapat sebesar 0,602 bernilai positif,

berarti ada hubungan antara motivasi terhadap kinerja pegawai PT. Asuransi

Cigna Medan. Maka hasil dari perhitungan korelasi sebelumnya perlu disesuaikan

dengan nilai tabel. Dari perhitungan korelasi di atas diperoleh nilai rhitung adalah

0,602, bila dikonsultasikan dengan nilai rtabel untuk n = 30 dan kesalahan 5%

maka r tabel adalah 0,312. Dengan demikian korelasi itu signifikan dan hipotesis

yang diajukan dapat diterima karena rxy adalah lebih besar dari nilai rtabel n = 30

yaitu 0,602 > 0,312. Untuk mengetahui kadar tinggi rendahnya koefisien korelasi,

maka diperlukan interpretasi sebagai berikut (Sugiyono, 2005 : 212) :

Tabel 5.5

Tabel Interpretasi Koefisien Korelasi

Interval Koefisien Tingkat Hubungan

Antara 0,00 – 0,19 Sangat Rendah

Antara 0,20 – 0,39 Rendah

Antara 0,40 – 0,59 Sedang

Antara 0,60 – 0,79 Tinggi

Antara 0,80 – 1,00 Sangat Tinggi

(50)

Dari hasil perhitungan yang menggunakan rumus koefisien Korelasi

Product Moment, maka diperoleh hasil 0,677. Jadi dapat disimpulkan dengan

adanya motivasi memberi pengaruh positif terhadap kinerja pegawai di PT.

Asuransi Cigna Medan. Dengan kata lain, apabila salah satu variabel terjadi

peningkatan, maka akan diikuti dengan peningkatan variabel yang berkorelasi.

Selain itu, dengan mengkonsultasikan r yang diperoleh dengan tabel pedoman

interpretasi Sugiyono, maka dapat dilihat bahwa r = 0,677 berada pada interval

koefisien antara 0,60 – 0,79. Jadi, tingkat pengaruh antara motivasi terhadap

kinerja pegawai di PT. Asuransi Cigna berada pada tingkat hubungan tinggi.

D. Uji Signifikansi Koefisien Korelasi (Uji “t”)

Untuk mengetahui apakah variabel X dan variabel Y terdapat hubungan

atau tidak, maka dilakukan uji signifikansi koefisien korelasi dengan

menggunakan rumus Uji-t dan dk = n-2 dengan α = 0,05 (uji dua pihak) adalah sebagai berikut :

(51)

90

Hasil perhitungan uji signifikansi koefisien korelasi didapat harga thitung

adalah 3,991 selanjutnya dibandingkan dengan harga ttabel. Jika dilihat pada tabel t

untuk kesalahan 5% uji dua pihak dan dk = 30-2 = 38, maka diperoleh ttabel adalah

2,048. Hal ini dapat digambarkan sebagai berikut

Gambar 5. Uji Signifikansi Koefisien Korelasi Dengan Uji Dua Pihak

Berdasarkan perhitungan dan gambar diatas, thitung bernilai 3,991 dan ttabel

bernilai 2,048, maka dapat dinyatakan bahwa Ha diterima jika –tα < thitung> + tα (-2,048 < 3,991 dan 3,991> (-2,048) dan Ho ditolak. Dari penjelasan tersebut ada

pengaruh signifikan antara motivasi terhadap kinerja pegawai di PT. Asuransi

Cigna Medan.

E. Koefisien Determinasi

Tujuan koefisien determinan ini adalah untuk mengetahui persentase

besarnya pengaruh variabel X (variabel bebas) terhadap variabel Y (variabel

terikat), yang dapat dilakukan dengan menggunakan rumus :

Daerah Penolakan

Ho Daerah Penolakan

Ho Daerah

Penerimaan

Ho

-3,991 -2,048 2,048 3,991

(52)

Dengan koefisien determinasi, maka diperoleh hasil sebesar 36,24%. Ini

berarti pencapaian kinerja pegawai di PT. Asuransi Cigna Medan dipengaruhi

oleh adanya Motivasi sebesar 36,24%. Sedangkan sisanya dipengaruhi oleh

faktor-faktor lain yang tidak dibahas dalam penelitian ini yakni sebesar 63,76%.

F. Regresi Linier Sederhana

Analisis regresi linier sederhana dilakukan bila hubungan dua variabel

berupa hubungan kausal/sebab akibat atau fungsional. Analisis regresi linier

sederhana juga digunakan untuk melihat bagaimana variabel independen (X)

mempengaruhi variabel dependen (Y). Untuk menguji regresi linier sederhana

antara variabel X dengan variabel Y, maka digunakan rumus sebagai berikut :

(53)

92

Berdasarkan perhitungan regresi linier sederhana, nilai motivasi dan

Kinerja Pegawai PT. Asuransi Cigna Medan adalah Y = 0,1242 + 0,0417 X. Hasil

dari persamaan regresi diatas mempunyai makna:

Dari hasil perhitungan regresi linier sederhana tersebut diperoleh nilai

konstanta (a) sebesar 0,1242 dan nilai b 0,0417 yang artinya jika variabel

independen yaitu motivasi tetap (X=0) maka perubahan kinerja pegawai sebesar

0,1242 atau 12%. Koefisien regresi bernilai 0,0417 mengakibatkan motivasi

berpengaruh positif terhadap kinerja pegawai. Nilai ini menunjukan bahwa setiap

adanya upaya penambahan satu satuan pada gaya motivasi atau variabel X

ditingkatkan 100% maka kineja pegawai akan bertambah sebesar 0,39.

Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa signifikan dan bersifat

positif antara motivasi terhadap kinerja pegawai di PT. Asuransi Cigna Medan.

(54)

BAB VI PENUTUP

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan tentang pengaruh motivasi

terhadap kinerja pegawai pada PT. Asuransi Cigna Medan, maka dapat diambil

kesimpulan sebagai berikut :

1. Hasil rekapitulasi dari data penelitian menunjukkan bahwa motivasi

terhadap kinerja pegawai di PT. Asuransi Cigna Medan dapat dikatakan

baik. Hal ini dapat ditunjukkan bahwa motivasi (variabel X) berada pada

kategori sangat tinggi berdasarkan jawaban responden yang berjumlah 8

responden (26,7%) dari total responden sebanyak 30 responden (100%).

Sedangkan untuk kinerja pegawai berada pada kategori rendah berdasarkan

jawaban responden yang berjumlah 10 orang (33,3%) dari total responden

sebanyak 30 responden (100%).

2. Berdasarkan uji validitas untuk variabel X (motivasi) dari 10 item

pertanyaan, semua dinyatakan valid yang diperoleh dari thitung> ttabel (2,048)

untuk dk = 30-2 = 28 dan alpha (α) = 5% dan untuk variabel Y (kinerja pegawai) dari 10 item pertanyaan, semua dinyatakan valid yang diperoleh

dari thitung> ttabel (2,048) untuk dk = 30-2 = 28 dan alpha (α) = 5%.

Sedangkan berdasarkan uji reliabilitas instrumen dengan rumus korelasi

(55)

94

nilai rtabel yaitu 0,9586 > 0,361 sehingga instrumen untuk variabel X

dinyatakan reliabel dan nilai koefisien reliabilitas instrumen variabel Y

adalah ri> nilai rtabel yaitu 0,9161 > 0,361 sehingga instrumen untuk variabel

Y dinyatakan reliabel

3. Hasil perhitungan korelasi Product Moment yang didapat sebesar 0,602

bernilai positif, berarti ada hubungan antara motivasi terhadap kinerja

pegawai di PT. Asuransi Cigna Medan dengan tingkat hubungan tinggi

dengan mengkonsultasikan r yang diperoleh dengan tabel pedoman

interpretasi Sugiyono, maka dapat dilihat bahwa r = 0,602 berada pada

interval koefisien antara 0,60-0,79

4. Berdasarkan perhitungan dan gambar, thitung bernilai 3,991 dan ttabel bernilai

2,048, maka dapat dinyatakan bahwa Ha diterima jika –tα < thitung> +tα(

-2,048 < 3,991 dan 3,991> -2,048) dan Ho ditolak. Dengan demikian dari

penjelasan di atas hipotesisnya adalah Ha: terdapat pengaruh yang positif

antara pemberian motivasi terhadap kinerja pegawai di PT. Asuransi Cigna

Medan.

5. Dengan koefisien determinasi, maka diperoleh hasil sebesar 36,24%. Ini

berarti pencapaian kinerja pegawai pada PT. Asuransi Cigna Medan

dipengaruhi oleh adanya motivasi sebesar 36,24%. Sedangkan sisanya

dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak dibahas dalam penelitian ini

yakni sebesar 63,76%.

6. Berdasarkan perhitungan regresi linier sederhana, motivasi dan kinerja

pegawai di PT. Asuransi Cigna Medan adalah Y = 0,1242 + 0,04017 X.

(56)

B. Saran

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, maka penulis dapat

memberikan saran sebagai berikut :

1. Dari segi motivasi

Motivasi yang ada di PT. Asuransi Cigna Medan sudah baik. Namum hal

tersebut harus dipertahankan dan ditingkatkan, yakni dalam pengawasan

dan tanggung jawab terhadap kinerja pegawai. Dengan adanya pengawasan

dan tanggung jawab maka kinerja pegawai akan lebih produktif.

2. Dari Kinerja Pegawai

Kinerja pegawai di PT. Asuransi Cigna Medan baik. Untuk

mempertahankan dan meningkatkan kinerja pegawai sesuai kriteria kinerja

yang telah diterapkan, maka berdayakan pegawai untuk melakukan hal yang

terbaik untuk organisasi, mendengarkan semua keluh kesah pegawai untuk

mengembangkan semangat kerja, sehingga pegawai merasa dihargai dan

akan lebih produktif, dengan begitu pegawai merasa bertanggung jawab atas

tugas, kewajiban dan wewenang yg dimiliki. Selain itu, hendaknya

pemberian tugas disesuaikan dengan kemampuan pegawai agar pekerjaan

dapat dilaksanakan dengan efisien dan efektif.

3. Peneliti Selanjutnya

Disarankan kepada peneliti selanjutnya untuk melakukan penelitian

selanjutnya dengan menggunakan variabel yang berbeda untuk melengkapi

(57)

31 BAB II

METODOLOGI PENELITIAN

A. Bentuk Penelitian

Bentuk penelitian yang penulis gunakan adalah bentuk penelitian

regresi yaitu penelitian yang tujuanya adalah melihat pengaruh dua atau

lebih variable, maka penulis menggunakan analisis kuantitatif sehingga

diharapkan dapat menjelaskan apakah ada pengaruh pemberian motivasi

terhadap kinerja pegawai.

B. Lokasi Penelitian

Penelitian ini dilakukan di PT. Asuransi CIGNA Putri Hijau, Medan

C. Populasi dan Sampel

1. Populasi

Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek/subjek yang

mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk

dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya, (Sugiono, 2005: 90). Dalam

penelitian ini yang menjadi populasi adalah 30 pegawai PT. Asuransi CIGNA.

(58)

2. Sampel

Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh

populasi. (Sugiyono, 2003:91). Pengambilan sebagian itu dimaksudkan sebagian

refresentatif dari seluruh populasi, sehingga kesimpulan juga berlaku bagi

keseluruhan populasi. Menurut Arikunto (1996:104) apabila subjeknya atau

populasinya kurang dari 100 orang, lebih baik diambil semuanya sehingga

penelitiannya merupakan penelitian populasi.

Dengan demikian jumlah sampel dalam penelitian ini berdasarkan

prosedur pengambilan sampel adalah seluruh pegawai PT ASURANSI CIGNA

MEDAN yang berjumlah 30 orang.

D. Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data yang digunakan penulis dalam mengumpulkan

data atau keterangan dan informasi adalah sebagai berikut :

1. Metode Pengumpulan Data Primer

Merupakan data yang langsung dari objek penelitian, terdiri dari :

f. Metode kuisoner dengan menyebarkan daftar pertanyaan secara tertutup

menyangkut penelitian kepada para responden dengan berbagai alternatif

jawaban.

g. Metode Observasi dengan melakukan pengamatan langsung terhadap

(59)

33

2. Metode Pengumpulan Data Sekunder

Merupakan data yang tidak secara langsung dari objek penelitian terdiri

dari :

a. Studi kepustakaan yaitu pengumpulan data melalui buku-buku,

makalah, literature, internet dan lain-lain yang memiliki relevansi dengan

masalah yang diteliti.

b. Studi Dokumentasi, dengan cara mengkaji informan yang bersumber

dari dokumen-dokumen atau catatan-catatn yang menyangkut dengan

masalah penelitian.

E. Teknik pengukuran Skor

Teknik pengukuran skor atau nilai yang digunakan dalam penelitian ini

adalah memakai skala ordinal untuk menilai jawaban kuesioner yang disebarkan

kepada responden (Sugiono 2004:108).

Adapun penentuan skor dari pernyataan yang ditentukan adalah :

a. Untuk alternative jawaban a diberi skor tertinggi 5

b. Untuk alternative jawaban b diberi skor tinggi 4

c. Untuk alternative jawaban c diberi skor sedang 3

d. Untuk alternative jawaban d diberi skor rendah 2

e. Untuk alternative jawaban e diberi skor terendah 1

(60)

Kemudian untuk ,menentukan kategori jawaban responden terhadap

masing-masing alternatif apakah tergolong sangat tinggi, tinggi, sedang, rendah,

sangat rendah terlebih dahulu ditentukan skala interval. Berdasarkan alternative

jawaban dari masing masing-masing responden, ditentukan kelas intervalnya

dengan perhitungan sebagai berikut :

Skor tertinggi-Skor terendah

Banyaknya bilangan

Maka diperoleh:

Dengan demikian dapat diketahui kategori jawaban pada masing-masing

variabel yaitu :

a. Skor untuk kategori sangat tinggi = 1,00 – 1,80

b. Skor untuk kategori tinggi = 1,81 – 2,61

c. Skor untuk kategori sedang = 2,62 – 3,42

d. Skor untuk kategori rendah = 3,43 – 4,23

e. Skor untuk kategori sangat rendah = 4,24 – 5,00

F. Teknik Analisis Data

Teknik analisa data yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah teknik

(61)

35

variabel bebas dan variabel terikat dengan menggunakan perhitungan statistik.

Adapun metode statistik yang digunakan dalam mengelola data penelitian ini

adalah sebagai berikut :

1. Uji Validitas dan Reliabilitas Instrumen

Kualitas pengumpulan data dengan menggunakan metode kuantitatif

sangat ditentukan oleh kualitas atau instrumen alat pengumpulan data yang

digunakan. Suatu instrumen data penelitian dikatakan berkualitas dan dapat

dipertanggungjawabkan jika sudah terbukti validitas dan reliabilitasnya yang

harus disesuaikan dengan instrumen yang digunakan dalam mengelola data

penelitian.

c. Uji Validitas

Validitas menunjukkan sejauh mana suatu alat pengukur itu mengukur

apa yang ingin diukur. Instrumen dapat dikatakan valid jika terdapat

kesamaan antara data yang terkumpul dengan data yang sesungguhnya

terjadi pada objek yang diteliti. Uji validitas yang digunakan dalam

penelitian ini adalah validitas konstruk (construct).

Uji Validitas digunakan rumus korelasi Product Moment Pearson

(Arikunto, 2006 : 72) sebagai berikut :

Keterangan : rxy = Koefisien korelasi antara gejala x dan y

N = Jumlah Sampel

∑x = Jumlah skor x

(62)

∑y = Jumlah skor y

∑xy = Jumlah hasil kali antara x dan y

Untuk melihat suatu data dikatakan valid maka perlu dilakukan perbandingan

antara nilai r hitung dengan r table. r table ditentukan dengan

d. Uji Reliabilitas Instrumen

Reliabilitas adalah istilah yang dipakai untuk menunjukkan sejauh

mana suatu hasil pengukuran relatif konsisten apabila pengukuran

diulangi dua kali atau lebih. Dengan kata lain, reliabilitas

menunjukkan konsistensi suatu alat pengukur di dalam mengukur

gejala yang sama.

Uji reliabilitas instrumen dilakukan dengan internal consistency

dengan Teknik Belah Dua (Split Half) yang dianalisis dengan rumus

Spearman Brown, dimana butir-butir instrumen dibelah menjadi dua

kelompok, yaitu kelompok instrumen ganjil dan kelompok instrumen

genap (Sugiyono, 2005 : 126)

Rumus Spearman Brown adalah sebagai berikut :

(63)

37

rb = korelasi product moment antara belahan pertama

dan kedua

2. Koefisien Korelasi Product Moment

Teknik analisa ini digunakan untuk mengetahui ada tidaknya dan tinggi

rendahnya hubungan antar variabel bebas (X) dengan variabel terikat (Y)

(Sugiyono, 2005 : 212).

Cara perhitungannya menggunakan rumus sebagai berikut:

Keterangan : rxy = Koefisien korelasi antara gejala x dan y

N = Jumlah Sampel

∑x = Jumlah skor x

∑y = Jumlah skor y

∑xy = Jumlah hasil kali antara x dan y

Untuk melihat hubungan antara kedua variabel dari hasil perhitungan,

maka dapat dirumuskan dengan memberikan tiga kemungkinan mengenai

hubungan antara kedua variabel yaitu :

c. Nilai rxy positif artinya kedua variabel menunjukkan hubungan positif

dimana kenaikan nilai variabel pertama diikuti dengan variabel yang lain.

(64)

d. Nilai rxy negatif artinya kedua variabel menunjukkan hubungan negatif

dimana kenaikan nilai variabel pertama diikuti oleh turunnya variabel

kedua.

e. Nilai r sama dengan nol artinya kedua variabel tidak menunjukkan

hubungan dimana variabel pertama tetap meskipun variabel lain berubah.

Untuk mengetahui adanya hubungan yang tinggi atau rendah antara

kedua variabel berdasarkan nilai r (koefisien korelasi) digunakan penafsiran atau

interpretasi angka (Sugiyono, 2005 : 149), yaitu :

Tabel 2. Pedoman Untuk Memberikan Interpretasi Koefisien Korelasi

Interval Koefisien Tingkat Hubungan

Antara 0,00 – 0,199 Sangat Rendah

Antara 0,20 – 0,399 Rendah

Antara 0,40 – 0,599 Sedang

Antara 0,60 – 0,799 Tinggi

Antara 0,80 – 1,000 Sangat Tinggi

Dari nilai rxy yang diperoleh dapat dilihat secara langsung melalui tabel

korelasi untuk mengetahui apakah nilai r yang diperoleh berarti atau tidak. Tabel

korelasi ini mencantumkan batas-batas r yang signifikan. Ketentuannya adalah

bila rhitung lebih kecil dari rtabel (rhitung < rtabel) maka Ho diterima dan Ha ditolak.

(65)

39

Tabel korelasi ini mencantumkan batas-batas r signifikan tertentu, dalam

hal ini yang signifikan 5%. Bila nilai r tersebut adalah signifikan berarti hipotesa

kerja/hipotesa alternatif dapat diterima.

Pada korelasi product moment, data harus berskala interval maka data

berskala ordinal harus ditransformasikan terlebih dahulu menjadi skala interval

dengan tahapan-tahapan sebagai berikut:

a. Memperhatikan setiap butir jawaban responden dari angket yang disebarkan

pada setiap butir ditentukan beberapa orang yang mendapat skor 1,2,3,4 dan

5 yang disebut frekuensi

b. Setiap frekuensi dibagi dengan banyaknya responden dan hasilnya disebut

proporsi,

c. Menentukan nilai proporsi kumulatif dengan jalan menjumlahkan nilai

proporsi secara berurutan perkolom skor,

d. Menggunakan tabel distribusi normal, hitung nilai Z untuk setiap proporsi

kumulatif yang diperoleh,

e. Menentukan nilai tinggi densitas untuk setiap nilai Z yang diperoleh dengan

menggunakan nilai tabel tinggi densitas dengan rumus:

( )

f. Menentukan nilai setiap skala untuk setiap kategori

(66)

g. Hitung skor (nilai hasil transformasi) untuk setiap kategori melalui

persamaan

Tahapan-tahapan diatas telah ditransformasikan kedalam sebuah program

MSI (Methode of Succesivbe Interval) yang dirancang oleh Drs. Rasyudin

Ginting, M.Si. Program MSI sebagai penyempurnaan dari program-program yang

telah ada sebelumnya. Mentransformasikan data skala ordinal menjadi data skala

interval yang berguna untuk memenuhi sebagian dari syarat analisis parametrik

yang mana data setidak-tidaknya berskala interval.

3. (Uji “t”)

Untuk mengetahui apakah diantara dua variabel terdapat hubungan yang

independen atau tidak, maka perlu dilakukan uji independen. Hipotesis yang harus

diujikan adalah Ho: ρ = 0, melawan Ha: ρ ≠ 0. Dimana sampel yang diambil dari

populasi normal bervariabel dua berukuran n memiliki koefisien korelasi r, maka

dapat digunakan uji statistik t dengan rumus (Suharyadi, 2004 : 466) :

Keterangan : t = nilai hitung

r = nilai koefisien korelasi

n = jumlah data pengamatan

Hasil thitung kemudian dikonfirmasi pada nilai ttabel untuk mengetahui

(67)

41

Kriteria pengujian adalah jika harga thitung < ttabel, maka hipotesis alternatif ditolak

dan jika harga thitung > ttabel, maka hipotesis alternatif diterima. Selanjutnya untuk

taraf nyata = α, maka hipotesis diterima jika <t<

, dimana

distribusi t yang digunakan mempunyai dk = (n-2). Dalam hal lainnya Ho ditolak.

Bentuk alternatif untuk menguji hipotesis Ho bisa Ha: ρ > 0 atau Ha : ρ <

0. Yang pertama merupakan uji pihak kanan sedangkan yang kedua merupakan uji

pihak kiri. Daerah kritis pengujian harus disesuaikan dengan alternatif yang

diambil

4. Koefisien Determinasi

Koefisien determinan digunakan untuk mengetahui berapa persen

besarnya pengaruh variabel bebas (X) terhadap variabel terikat (Y). Adapun

rumus koefisien determinasi “D” yaitu (Sugiyono, 2005 : 212) :

D = (rxy)2 x 100%

Keterangan : D = koefisien determinan

rXY = koefisien korelasi product moment antara X dan Y

5. Regresi Linier Sederhana

Regresi sederhana didasarkan pada hubungan fungsional ataupun

kausal/sebab akibat satu variabel independen (variabel bebas) dengan satu

variabel dependen (variabel terikat). Persamaan umum regresi linier sederhana

adalah (Sugiyono, 2005 : 204-206) :

Gambar

Tabel 4.1
Tabel 4.2
Tabel 4.3
Tabel 4.4
+7

Referensi

Dokumen terkait

Ini berarti t hitung (9,169) &gt; t tabel (2,004) sehingga hipotesis yang diajukan dapat diterima, yaitu : Lingkungan kerja berpengaruh positif terhadap motivasi kerja pegawai

Hasil uji t diperoleh thitung = 4,79 dan t tabel = 1,98 sehingga t hitung &gt; t tabel maka H a diterima, yang berarti ada pengaruh yang signifikan antara hasil belajar

kesimpulannya yaitu motivasi mempunyai pengaruh positif yang signifikan terhadap prestasi kerja, t hitung dari komitmen (3,511) &gt; t tabel (1,66) jadi H 0

Hal ini menunjukkan bahwa t hitung &gt; t tabel = 1,97 &gt;1,66 berarti H 0 ditolak dan H 1 diterima, sehingga dapat dinyatakan bahwa terdapat pengaruh positif

Ini berarti t hitung (9,169) &gt; t tabel (2,004) sehingga hipotesis yang diajukan dapat diterima, yaitu : Lingkungan kerja berpengaruh positif terhadap motivasi kerja pegawai

pegawai adalah prestasi kerja atau hasil kerja yang dicapai oleh pegawai dalam. melaksanakan tugas kerjanya sesuai dengan tanggunngjawab yang

Merupakan data yang tidak secara langsung dari objek penelitian terdiri..

Sedarmayanti, 2007, Sumber Daya Manusia dan Produktivitas Kerja , Bandung,.. Penerbit