• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini akan dilakukan terhadap konsumen kota Gresik, yang mana

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini akan dilakukan terhadap konsumen kota Gresik, yang mana"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

BAB III

METODE PENELITIAN

A. Lokasi penelitian

Penelitian ini akan dilakukan terhadap konsumen kota Gresik, yang mana mereka akan mengambil keputusan pembelian mie Lemonilo.

B. Jenis penelitian

Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah survey, yang mana peneliti memberikan kuesioner sebagai alat pengumpul data, peneliti hanya mencatat data dari hasil analisis yang ditulis oleh responden dalam kuesionair, menganalisis dan menafsirkan data tersebut. Jenis penelitian survey sendiri adalah suatu teknik pengumpulan informasi-informasi dengan cara menyusun daftar pertanyaan-pertanyaan yang diajukan kepada koresponden.

Jenis penelitian yang digunakan adalah metode survei yang termasuk dalam metode kuantitatif, dimana metode penelitian kuantitatif dapat diartikan sebagai metode yang sistematis terhadap bagian dari fenomena serta hubungan-hubungannya, metode ini digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif atau statistik, dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan guna untuk mengetahui informasi tentang pengaruh green product dan harga persepsi harga terhadap keputusan pembelian mie Lemonilo di kota Gresik.

C. Variabel dan Definisi Operasional Variabel

(2)

Tabel 3.1 Variabel dan Definisi Operasional Variabel Variabel Definisi

Operasional

Indikator Sumber

Green Product

Produk yang tidak

mengandung zat atau bahan yang berbahaya bagi tubuh.

 Mengandung bahan alami.

 Mengandung rendah karbohidrat

 Aman apabila dikonsumsi.

 Tidak banyak mengandung minyak.

 Tidak mengandung bahan pengawet.

Septiani &

Zulfikar (2019)

Harga (X3) Harga adalah

sejumlah nilai yang ditetapkan produsen sebagai alat tukar barang/jasa.

 Kesesuaian harga yang ditetapkan oleh produsen dengan manfaat yang diperoleh.

 Keterjangkauan harga yang dapat diperoleh oleh konsumen agar dapat menikmati atau membeli sebuah produk

 Harga yang ditetapkan tidak lebih mahal dari merek lain.

 Harga yang ditetapkan dapat bersaing dengan merek lain di market place

Tambunan (2012)

Variabel Definisi Operasional

Indikator Sumber

Keputusan Pembelian (Y1)

Keputusan atau tindakan konsumen dalam menetapkan atau membeli sebuah produk/jasa.

 Kemantapan konsumen dalam membeli sebuah produk.

 Kecepatan

konsumen dalam mengambil

keputusan

pembelian sebuah produk.

 Kebiasaan

konsumen dalam

Julia (2019)

(3)

mengambil keputusan

pembelian sebuah produk.

D. Populasi dan Sampel

1. Populasi

Populasi adalah generalisasi wilayah yang terdiri atas objek/subjek yang mempunyai kualitas dan karakter tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan setelah itu ditarik kesimpulan (Sugiyono, 2015). Adapun dalam penelitian ini, populasi yang digunakan adalah masyarakat kota Gresik yang telah melakukan keputusan pembelian mie Lemonilo.

2. Sampel

Menurut Sugiyono (2015), sampel merupakan bagian dari jumlah populasi yang memiliki beragam karakteristik. penelitian ini, menggunakan teknik pengambilan purposive sampling, yang mana pengambilan sampel masuk kedalam nonprobability sampling dengan pertimbangan tertentu dalam penerapannya. Apabila populasi besar, dan peneliti tidak mungkin mempelajari penelitian, ukuran sampel yang layak dalam melakukan penelitian adalah 30-500 responden, maka dalam penelitian ini peneliti mengambil anggota sampel sejumlah 100 responden konsumen mie Lemonilo di kota Gresik, dengan karakteristik sebagai berikut :

a) Konsumen yang telah melakukan pembelian mie Lemonilo.

b) Konsumen yang tinggal di kecamatan Kebomas Gresik.

c) Konsumen yang dengan usia 17 tahun keatas.

3. Sumber Data

(4)

Sumber data yang digunakan oleh peneliti pada studi kali ini adalah sumber data premier. Data primer yaitu kuesioner pada subjek dalam penelitian ini adalah konsumen mie Lemonilo di kota Gresik..

4. Metode Pengumpulan Data

Pengambilan data pada studi ini, dengan menyebarkan angket (kuesioner). Metode pengambilan data berupa kuesioner sendiri merupakan angket yang menyertakan beberapa pertanyaan mengenai alasan memilih dan percaya pada suatu brand, sehingga peneliti mendapatkan data konkret untuk menunjang studinya.

5. Teknik Penskalaan Data

Metode pengukuran data yang digunakan dalam studi ini adalah pengukuran data dengan skala likert. Pengukuran data dengan menggunakan skala likert bertujuan mengukur pendapat, sikap dan persepsi konsumen mengenai suatu kejadian, berdasarkan definisi operasional yang ditetapkan oleh peneliti (Sugiyono, 2015). Pengukuran skala likert sendiri mengandung unsur pernyataan positif dan pernyataan negatif seseorang. Tingkatan penilaian pada skala likert terdapat lima pernyataan, mulai dari statement sangat setuju hingga sangat tidak setuju. Penilaian pada skala likert adalah pernyataan sangat setuju akan diberi nilai lima, pernyataan setuju akan diberi nilai empat, pernyataan netral akan mendapatkan nilai tiga, sedangkan pernyataan tidak setuju akan diberi nilai dua, dan pernyataan sangat tidak setuju akan mendapatkan nilai satu.

6. Uji Instrumen 1. Uji Validitas

(5)

Menurut Ghozali (2009), uji validasi digunakan untuk mengukur keabsahan atau kevalidan sebuah kuesioner. Sebuah kuesioner dikatakan sah, apabila pertanyaan yang terdapat dalam sebuah penelitian telah menerangkan hal-hal yang akan diukur dalam kuesioner tersebut. Suatu kuesioner memiliki tingkat kevalidan yang tinggi, jika pertanyaan tersebut telah mengoperasikan fungsi ukurnya atau menyampaikan hasil ukur yang akurat. Pengujian validitas didapat dari mencari korelasi antar nilai pada masing-masing pertanyaan dengan nilai total. Metode yang digunakan dalam menguji keabsahan sebuah kuesioner dengan menggunakan rumus sebagai berikut :

= ∑ – (∑ )(∑ )

√ ∑ – (∑ ) ( ∑ (∑ ) )

Keterangan :

= koefisien korelasi N = banyaknya sampel

∑ = jumlah perkalian variabel X dengan variabel Y

∑ = jumlah nilai kuadrat X

∑ = jumlah nilai kuadrat Y

(∑ ) = jumlah nilai X yang dikuadratkan (∑ ) = jumlah nilai Y yang dikuadratkan

Tolak ukur uji validitas adalah jika r hitung ≥ r tabel maka instrumen pernyataan mempunyai hubungan signifikan terhadap total nilai dan dinyatakan sah atau valid. Begitupula sebaliknya, apabila r hitung ≤ r tabel

(6)

maka instrumen pernyataan tidak memiliki korelasi yang signifikan terhadap total nilai dan dinyatakan tidak sah/valid.

2. Uji Reliabilitas

Uji reliabilitas digunakan untuk mengukur sebuah indikator dari suatu kuesioner dalam sebuah penelitian, yang mana indikator tersebut sebagai peubah atau konstruk (Ghozali, 2009). Alat ukur yang dilakukan dalam uji reliabilitas bertujuan untuk membandingkan jawaban kuesioner dari dua subjek, dan hasil dari kedua respon tersebut sama atau tidak. Hasil pengukuran dari uji ini, diharapkan konsisten dari waktu kewaktu, sehingga dapat dinyatakan reliabel dengan menggunakan pengujian indikator variabel yang sama. Variabel dalam penelitian dinyatakan reliabel, apabila nilai Alpha Croanbach lebih besar dari 0,60 (Ghozali, 2009). Metode yang digunakan mencari nilai reliabel, dengan menggunakan rumus sebagai berikut :

= (

) ( ) Keterangan :

= reliabilitas yang dicari

n = jumlah item pertanyaan yang diuji

∑ = jumlah varian nilai dari masing-masing item

= nilai total varian 7. Uji Asumsi Klasik

1. Uji Normalitas

Menurut Ghozali (2013), uji normalitas digunakan untuk menguji tiap- tiap variabel telah berdistribusi nilai normal atau tidak. Adanya uji normalitas bertujuan melakukan pengujian-pengujian variabel yang lain

(7)

dengan mengasumsikan bahwasannya nilai residual mengikuti distribusi normal. Apabila asumsi tersebut dilanggar, maka uji statistik menjadi tidak sah/valid dan nilai statistik parametiknya tidak dapat digunakan. Basis pengumpulan uji normalitas data sebagai berikut :

a) Apabila data menyebar garis diagonal dan mengikuti garis diagonal ataupun grafik histogram menunjukkan distribusi normal, maka model regresinya memenuhi asumsi normalitas.

b) Apabila datanya menyebar jauh dari diagonal dan atau tidak mengikuti arah garis diagonal ataupun grafik histogramnya tidak menunjukkan distribusi normal, maka model regresinya tidak memenuhi asumsi normalitas.

2. Uji Autokorelasi

Menurut Ghozali (2012), pengujian autokorelasi berguna untuk menguji apakah dalam model regresi terdapat korelasi antara kesalahan pengganggu pada periode t dengan kesalahan pengganggu pada periode t˗1. Pengujian ini, dilakukan dengan menggunakan uji durbin watson dengan membandingkan nilai durbin watson hitung (d) dengan nilai durbin watson tabel, yakni batas atas (du) dan batas bawah (dL).

Parameter pengujian sebagai berikut :

a) Jika 0 < d < dL, maka terjadi autokorelasi positif.

b) Jika dL < d < du, maka tidak terdapat kepastian terjadi autokorelasi atau tidaknya.

c) Jika d-dL < d < du, maka terjadi autokorelasi negatif.

(8)

d) Jika 4 ˗du < d < 4 ˗dL, maka tidak ada kepastian terjadinya autokorelasi atau tidak.

e) Jika du < d < 4 ˗du, maka tidak terjadi autokorelasi positif ataupun negatif.

3. Uji Multikolinearitas

Menurut Ghozali (2013) pengujian uji multikolinearitas digunakan untuk menguji apakah model tegresi ditemukan hubungan korelasi antara variabel independennya. Model regresi yang baik, seharusnya tidak terjadi korelasi antar variabel independennya. Apabila variabel indenpen saling berkorelasi, maka variabel ini tidak orthogonal. Variabel orthogonal sendiri adalah variabel yang nilai korelasi antar variabel independennya sama dengan nol. Basis dalam pengambilan keputusan pengujian uji multikolinearitas adalah :

a) Apabila antara variabel bebas pada korelasi bernilai diatas 0,09, maka terjadi multikolinearitas.

b) Multikolinearitas terjadi dapat dilihat dari VIF, jika VIF bernilai kurang dari sepuluh maka tingkat kolinieritasnya masih bisa ditoleransi.

c) Nilai Eigen Value berjumlah satu atau lebih, apabila variabel independen mendekati nol menunjukkan terjadi multikolinearitas.

4. Uji Heteroskedastisitas

Uji heterokedastisitas digunakan untuk menguji apakah pada model regresi terjadi perbedaan varian dari residual berbagai pengamatan, jika varian dari residual satu pengamatan dengan pengamatan lainnya berbeda,

(9)

maka disebut heteroskedastisitas (Ghozali, 2013). Basis pengambilan keputusan dalam menguji heteroskedastisitas adalah :

a) Apabila dalam sebuah pola tertentu, seperti titik yang membuat pola teratur (bergelombang, melebur kemudian menyempit), dapat diidentifikasikan telah terjadi heteroskedastisitas.

b) Apabila tidak terdapat pola yang jelas, dan titik-titiknya menyebar diatas dan dibawah angka 0 pada sumbu Y, sudah dapat dipastikan tidak terjadi heteroskedastisitas.

8. Teknik Analisis Data 1. Rentang Skala

Rentang skala digunakan untuk mengukur dan menilai variabel yang diteliti. Dalam penelitian ini rentang skala yang digunakan untuk mendeskripsikan bagaimana pengaruh green product dan harga terhadap keputusan pembelian. Untuk itu menetukan rentang skala menggunakan rumus sebagai berikut :

Rs= ( ) Keterangan :

Rs = Rentang skala n = jumlah sampel

m = jumlah alternatif jawaban

Berdasarkan rumus tersebut maka dapat diperoleh rentang skala dengan perhitungan sebagai berikut :

Rs = ( )

= = 80

(10)

erdasarkan hasil perhitungan, telah diperoleh rentang skala sebesar 80, dengan demikian skala penelitian variabel green product dan harga terhadap keputusan pembelian dapat dilihat dalam tabel dibawah ini :

Tabel 3.2 Rentang Skala Variabel Green Product dan Harga terhadap Keputusan Pembelian

Skala Penilaian Green Product Harga Keputusan Pembelian 100-180 Sangat Buruk Sangat Tidak

Terjangkau

Sangat Tidak Mantap 180,1-260,1 Buruk Tidak Terjangkau Tidak Mantap

260,2-340,2 Cukup Cukup Cukup

340,3-420,3 Baik Terjangkau Mantap

420,4-500,4 Sangat Baik Sangat Terjangkau Sangat Mantap

2. Analisis Regresi Berganda

Analisis regresi bertujuan untuk mengukur sebuah hubungan keterkaitan antara dua variabel independen atau lebih dengan variabel dependen dalam sebuah penelitian (Ghozali, 2013). Sedangkan analisis regresi linier berganda adalah mengukur hubungan linier antara dua variabel independen atau lebih dengan variabel dependennya. Pada studi ini variabel independen pertama adalah green product (X1), variabel independen kedua adalah harga (X2), dan variabel dependennya adalah keputusan pembelian (Y). Mengukur menggunakan regresi linier berganda dengan tujuan, mengetahui arah hubungan nilai positif ataupun negatif antara variabel independen dengan variabel dependen. Adapun cara pengambilan nilai, menggunakan rumus sebagai berikut :

Y = a + + + e

(11)

Katerangan :

Y = variabel bebas (keputusan pembelian) a = konstanta

dan = parameter koefisien regresi = green product

= harga

e = unsur ganggu (error) 9. Pengujian Hipotesis

1. Uji T

Uji T digunakan untuk mengetahui pengaruh variabel independen dalam menjelaskan variabel dependen dan mengetahui pengaruh masing- masing variabel independen secara individual terhadap variabel dependen dengan tingkat signifikan 0,05 (Ghozali, 2009). Rumus yang dapat digunakan, yakni :

=

Keterangan :

b = parameter estimasi sb = standart error

Dijelaskan kriteria pengujian sebagai berikut :

a. Apabila probabilitas < 0,05 atau > maka Ho ditolak dan Ha diterima, artinya ada pengaruh yang nyata antara variabel independen terhadap variabel dependen.

(12)

b. Apabila probabilitas ≥ 0,05 atau maka Ho diterima Ha ditolak, artinya ada pengaruh yang tidak nyata antara variabel independen terhadap variabel dependen.

Gambar

Tabel 3.1 Variabel dan Definisi Operasional Variabel  Variabel  Definisi  Operasional  Indikator  Sumber   Green  Product  Produk  yang tidak  mengandung  zat  atau  bahan  yang  berbahaya  bagi tubuh
Tabel 3.2 Rentang Skala Variabel Green Product dan Harga  terhadap Keputusan Pembelian

Referensi

Dokumen terkait

Hal tersebut menunjukkan bahwa subtes EAS 4 kecepatan dan ketelitian visual memiliki validitas kriteria yang baik yang ditunjukkan oleh korelasi positif yang sangat

1) Menentukan SMP N 16 Kota Jambi sebagai tempat penelitian 2) Membuat materi menemukan unsur-unsur cerita anak. 4) Menentukan jumlah nilai siswa. 2) Peneliti mengarahkan

 Deskripsi Modul : Membuat laporan hasil pemeriksaan merupakan salah satu modul untuk membekali seorang Ahli Pengawas Konstruksi Bangunan Gedung (Construction

Kemudian untuk menentukan besar interval kelas, perlu diketahui dahulu range nya yaitu, selisih antara skor tertinggi 28 dan skor terendah 7, dengan demikian interval untuk

125

Metode penelitian kuantitatif dapat diartiksan sebagai metode penelitian yang berdasarkan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau

Hal ini tentunya dapat memberikan manfaat ganda bagi pemerintah daerah dimana selain dapat mengatasi keterbatasan dana pembangunan, juga dapat membuat masyarakat

Selain itu yang paling penting adalah pakaian harus nyaman digunakan, mampu menyerap keringat, memiliki kantung untuk tempat buku catatan saku, berkerah dan mudah