• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH PEMANFAATAN ADOBE FLASH DALAM PEMBELAJARAN ENERGI DAN PERUBAHANNYA TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA DI SEKOLAH DASAR

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "PENGARUH PEMANFAATAN ADOBE FLASH DALAM PEMBELAJARAN ENERGI DAN PERUBAHANNYA TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA DI SEKOLAH DASAR"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

1

PENGARUH PEMANFAATAN ADOBE FLASH DALAM PEMBELAJARAN ENERGI DAN PERUBAHANNYA TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA

DI SEKOLAH DASAR

Pawadi, Aloysius Mering, Indri Astuti

Program Magister TEP Universitas Tanjungpura Pontianak Email: [email protected]

Abstract

The main problem of this research is concerning the process of natural science learning focusing on the standards of competency of energy and its change (electricity subject) which is still conventionally taught. The main purpose of this research is to examine the extent to which Adobe Flash can improve students’ learning outcome. The design of this research is “One-Group Pretes-Posttest (O1 X O2) with observation and documentation used as data collection techniques. The analysis results show that: 1). The average score of pretest of learning energy and its change with adobe flash is 64 meaning that it is still far below the minimum passing score (70); 2). The average score of posttest of learning energy and its change with adobe flash is 92.33 meaning that it is far above the minimum passing score (70); 3). The range between pretest and posttest of learning energy and its change with adobe flash is 28,33. In other words, the posttest score is higher than that of the pretest. This also indicates that using adobe flash media could result in better learning outcomes for students, especially in learning about energy and its change. Next, effect size calculation yields the score of 2,04 and can be categorized as very high. In conclusion, the use of adobe flash media is highly effective for improving students’ learning outcomes.

Keywords: Adobe Flash, Learning, Learning Outcome

PENDAHULUAN

Mata pelajaran IPA diajarkan di sekolah untuk membekali siswa, agar memiliki pengetahuan dan keterampilan yang dapat membantu siswa memahami gejala alam secara mendalam dan menyadari akan kebesaranTuhan Yang MahaEsa, oleh karena itu, dalam melaksanakan pembelajaran IPA di kelas, guru harus mengaitkan pengembangan diri dan pengalaman-pengalamanbelajar inovatif, menantang dan menyenangkan. Hal ini dapat dilakukan melalui upaya penggunaan media pembelajaran secara optimal dalam proses pembelajaran di kelas.

Guru bertindak sebagai satu-satunya sumber belajar, menyajikan pelajaran dengan model ceramah, tanyajawab, latihan soal, bahkan guru kurang menggunakan media pendukung. Proses pembelajaran seperti itu, guru yang aktif berbicara, sedangkan siswanya pasif, jika siswa tidak dapat memahami materi pelajaran yang disampaikan oleh guru, kesalahan cenderung dilimpahkan kepada siswa. Hal ini sesuai pendapat Daryanto (2013:4) menyatakan: 1.

Pembelajaran konvensional yang lebih cenderung membosankan, kurang efektif dan kurang komunikatif dalam mentransfer pengetahuan. 2.

Menurunnya motivasi belajar siswa dalam proses pembelajaran.

(2)

2 Proses pembelajaran seperti di atas, merupakan proses pembelajaran yang sanga tmembosankan, akhirnya proses pembelajaran menjadi tidak efektif, sehingga tujuan pembelajaran tidak tercapai secara optimal.

Akibatnya hasil belajar siswa tidak mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang ditentukan.

Permasalahan tersebut, sehingga penggunaan media pembelajaran menjadi sangat bermanfaat, karena dapat membantu terjadinya proses pembelajaran yang dapat memberikan motivasi kepada siswa untuk lebih bersemangat untuk belajar, terhindar dari rasa jenuh dan bosan, ketika berlangsungnya proses pembelajaran.

Media pembelajaran dapat menjembatani antara konsep yang abstrak menuju yang konkret.

Penggunaan media pembelajaran dalam proses pembelajaran dapat membuat siswa lebih aktif dan siswa dapat terlibat langsung dalam pembelajaran dan dapat diartikan pembelajaran menjadi lebih bermakna, karena siswa menemukan sendiri suatu konsep, sehingga melekat pada ingatan siswa, yang nantinya dapat berpengaruh terhadap hasil belajar siswa.

Hasil belajar siswa merupakan tolak ukur yang digunakan untuk menentukan tingkat keberhasilan siswa dalam memahami materi yang diajarkan oleh guru, pada umumnya dinyatakan dengan angka atau hurup. Hasil belajar dapat berupa pengetahuan, keterampilan dan sikap, kaitan dengan itu untuk meningkatkan hasil belajar IPA, keberadaan media pembelajaran memegang peranan penting.

Media pembelajaran yang digunakan guru dalam proses pembelajaran, siswa yang mengikuti proses pembelajarandenganaktif, sehinggaminat, motivasi belajar bertambah untuk mengikuti mata pelajaran IPA, yang pada gilirannya pemanfatan media pembelajaran Adobe Flash dapat meningkatkan hasil belajar siswa.

Adobe flash (awal namanya Macromedia Flash) merupakan software animasi yang sangat populer dan diakui kecanggihannya. Kelengkapan fasilitas dan kemampuannya luar biasa dalam membuat animasi, menjadikan software tepat

digunakan dalam penelitia ini, karena keberadaannya benar-benar mampu membantu dan memudahkan untuk menyelesaikan pembuatan media pembelajaran dalam hal animasi dan presentasi.

Adobe flash merupakan sebuah sofware yang didesain khusus oleh adobe dan program aplikasi standar authoring tool professional yang digunakan untuk membuat animasi dan bitmap yang sangat menarik untuk keperluan pembangunan situs web yang interaktif dan dinamis. Adobe flash menyediakan berbagai macam fitur yang akan sangat membantu para animator untuk membuat animasi menjadi semakin mudah dan menarik.

Berdasarkan penjelasan di atas, yang dimaksud Adobe Flashi adalah perangkat lunak(sofware) yang dapat digunakan untuk membuat animasi, bitmap untuk keperluan pembangunan situs web yang interaktif dan dinamis.

Kelebihan adobe flash: 1) Adobe flash merupakan teknologi animasi web yang paling populer, sehingga banyak didukung oleh berbagai pihak; 2) Adobe flash mempunyai ukuran file yang kecil dengan kualitas yang baik; 3). Adobe flash mempunyai kebutuhan hadware yang tidak tinggi; 4). Adobe flash dapat membuat website, cd-interaktif, animasi web, animasi kartun, kartu elektronik, iklan tv, banner di web, presentasi cantik, membuat permainan (game), aplikasi web dan handphone; 5). Adobe flash dapat ditampilkan di banyak media seperti web, CD rom, VCD, DVD, televisi, handphone dan PDA.

Kekurangan Adobe Flash :1) Pembuatan yang rumit, karena semua serba manual, mulai dari pembuatan gambar, gerakan, sehingga pembuatan fungsi tombol seperti tombol next, prev dan lain sebagainya; 2). Dibutuhkan waktu yang lama dalam pembuatannya; 3) Perangkat yang akan digunakan harus mempunyai adobe flash player; 4). Pembuatannya, membutuhkan banyak variable untuk memberikan nama pada object yang akan kita mainkan, baik untuk nama gambar, suara, gambar bergerak dan perhitungan matematik.

(3)

3 Menurut Oemar Hamalik (2015:36) “all learning is a process of developing or training of mind”. “Belajar merupakan proses perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman dan latihan”. Menurut Harold Spears “learning is to observe, to read, to imitate, to try somathingthem selves, to listen, to follow direction”. (Belajar adalah mengamati, membaca, meniru, mencoba sesuatu pada dirinya sendiri, mendengar dan mengikuti aturan), sedangkan Gagne mengemukakan: “learning is relatively permanent change in behavior that result from past experience or purposeful instruction”. (Belajar adalah suatu perubahan perilaku yang relative menetap yang dihasilkan dari pengalaman masa lalu maupun dari pembelajaran yang bertujuan/direncanakan), dalam Eveline Siregar, Hartini Nara (2011:4).

Selanjutnya Gagne mengemukakan bahwa,

“Learning ischange in human disposition or capacity, which persists over a period time, and which is not simply ascribable to process a growth.” (Belajar adalah perubahan yang terjadi dalam kemampuan manusia setelah belajar secara terus menerus, bukan hanya disebabkan proses pertumbuhan saja), dalam Asis Saefuddin dan Ika Berdiati (2016:8), sedangkan Cronbach berpendapat bahwa “leaning is shown by change in behavior as a result of experience”. (Belajar sebagai suatu aktivitas yang ditunjukkan oleh perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman), dalam Rusman, Deni Kurniawan, Cepi Riyana (2015:8).

Berdasarkan beberapa pendapat ahli tentang belajar, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa belajar adalah usaha yang dilakukan individu, sehingga terjadi perubahan tingkah laku, sebagai akibat interaksi dengan lingkungan.

Ilmu Pengetahuna Alam (IPA), yang dimaksud IPA adalah “upaya sistematis untuk

menciptakan, membangun, dan

mengorganisasikan pengetahuan tentang gejala alam”. Silabus SD/MI (2016:2). Carin dalamMuchsin Wibowo (2008:14) mendefinisikan IPA sebagai “The activity of questioning and exploring the universe and

finding expressing its hidden order,” yaitu suatu kegiatan berupa pertanyaan dan penyeledikan alam semesta dan penemuan dan pengungkapan serangkaian rahasia alam.

Menurut Abruscato dalam Muchsin Wibowo (2008:15) bahwa “Science is the knowledge gathered through a group of processes that people use systematically to make discoveries about the natural world.” IPA adalah pengetahuan yang dikumpulkan dari suatu proses yang digunakan secara sistematis untuk penemuan tentang dunia alam.

Definisi-definisi di atas tentu masih banyak perumusan lain yang berusaha untuk menjelaskan tentang IPA. Namun dari definisi-definisi tersebut sebenarnya saling terkait, yaitu IPA merupakan produk dan proses yang tidak dapat dipisahkan.

IPA sebagaisuatu proses penelusuran (investigation), artinya adalah sains sebagai suatu proses penelusuran merupakan pandangan sains yang menghubungkan sains yang berhubungan erat dengan kegiatan laboratorium beserta perangkatnya. IPA sebagai kumpulan nilai mengandung maksud bahwa sains adalah kumpulan nilai yang berhubungan dengan penekanan pada proses. Nilai tersebut meliputi kejujuran, rasa ingintahu, dan keterbukaan akan berbagai fenomena baru sekalipun.

METODE PENELITIAN

Metodepenelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah“One-Group Pretest-Posttest Design(O1 X O2)”.(Sugiyono: 2015:163), Keterangan: O1 adalah nilai pretest, X adalah perlakuan pada siswa yang yang melakukan kegiatan pembelajaran memanfaatkan media adobe flash berbantuan komputer, sedangkan O2 adalah nilai posttest.

Menurut Sudjana dalam Hadari Nawawi (1983:141), populasi adalah totalitas semua nilai yang mungkin, baik hasil menghitung maupun pengukuran, kuantitatif maupun kualitatif, dari pada karakteristik tertentu mengenai sekumpulan obyek yang lengkap dan jelas. Menurut Hadari Nawawi (1983:141) populasi adalah keseluruhan obyek penelitian yang dapat terdiri dari manusia,

(4)

4 benda-benda, hewan, tumbuh-tumbuhan, gejala- gejala, nilai test atau peristiwa sebagai sumber data yang memiliki karakteristik tertentu di dalam suatu penelitian, sedangkan populasi menurut Sukardi (2018:69), populasi adalah semua anggota kelompok manusia, binatang, peristiwa, atau benda yang tinggal bersamaan dalam satu tempat dan secara terencana menjadi target kesimpulan dari hasil akhir suatu penelitian, dapat berupa guru, siswa, kurikulum, fasilitas, lembaga sekolah, hubungan sekolah dan masyarakat, karyawan perusahaan, jenis tanaman hutan, jenis padi, kegiatan marketing,hasil produksi, dan sebagainya. Berdasarkan batasan pengertian populasi di atas, maka peneliti menentukan bahwa populasi dalam penelitian ini adalah: siswa kelas VI Sekolah Dasar Mujahidin tahun pelajaran 2018/2019, sejumlah 169 siswa.

Menurut Sukardi (2018:70), sampel adalah sebagian dari jumlah populasi atau cuplikan, sedangkan menurut Suharsimi Arikunto (2006:134), jika jumlah subyek (populasi) lebih dari 100, maka dapat diambil 10-15 % atau 20- 25 %, Jadi penelitian ini populasinya sejumlah 149, maka ditetapkan sampelnya sebesar 20 % = 30 siswa, sampel dalam penelitian ini menggunakan sampel purposive sampling.

Teknik analisis data dalam penelitian ini

adalah “one sample t-test

(EndangMulyatiningsih: 2013:96), menggunakan SPSS versi 25, uji prasyarat analisis digunakan uji normalitas, sedangkan hipotesis yang diuji adalah (1) Hipotesis Nol: Tidak terdapat pengaruh pemanfaatan adobe flash dalam pembelajaran energi dan perubahannya terhadap hasil belajar siswa, (2) Hipotesis Alternatif: Terdapat pengaruh pemanfaatan adobe flash dalam pembelajaran energi dan perubahannya terhadap hasil belajar siswa.

Pengujianhipotesispenelitian,

makadirumuskanhipotesisstatistikberupa Ho dan Ha.

HipotesisNol:

Tidakterdapatpengaruhpemanfaatanadobe flash dalam pembelajaran energi dan perubahannya terhadap hasil belajar siswa.

HipotesisAlternatif: Terdapat pengaruh pemanfaatan adobe flash dalam pembelajaran energi dan perubahannya terhadap hasil belajar siswa.

Pengambilan keputusan hasil uji hipotesis adalah hasil uji t, kemudian dibandingkan dengan t table dengan tarafsignifikansi 5 % untuk uji satu pihak (one tail test) untuk menentukan Ho diterima atau ditolak. Jika t hitung< t tabel, maka Ho diterima, artinya tidak terdapat pengaruh pemanfaatan adobe flash dalam pembelajaran energi dan perubahannya terhadap hasil belajar siswa, sedangkan untuk menentukan Ha diterima atau ditolak. Jika t hitung> t tabel, maka Ha diterima, artinya terdapat pengaruh pemanfaatan adobe flash dalam pembelajaran energi dan perubahannya terhadap hasil belajar siswa.

HASIL DAN PEMBAHASANPENELITIAN Hasil Penelitian

Berdasarkan hasil observasi dan dokumentasi pengambilan data dalam penelitian yang berjudul

“Pengaruh Pemanfaatan Adobe Flash Dalam Pembelajaran Energi dan Perubahannya Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas VI Pada Mata Pelajaran IPA Di Sekolah Dasar Mujahidin Kota Pontianak”, melalui nilai pretest dan posttest proses pembelajaran menggunakan adobe flash, maka diperoleh data sebagai berikut dan dipaparkan dalam bentuk tabel dan grafik, diawali dengan uji normalitas.

Tabel 1 Uji Normalitas

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

(5)

5 Gambar 1 Distribusi Nilai Pretest

Gambar 2 Distribusi Nilai Posttest Gambar 3 Rata-Rata Pretest dan Posttest

Tabel 2 Paired Samples Test

Uji effect size dilakukan untuk mengetahui besarnya efektivitas media Adobe flash untuk pembelajaran IPA terhadap hasil belajar siswa. Uji effect size menggunakan rumus single group/one group model chon.

Berdasarkan hasil belajar pretest dan post-test, hasil uji effect size dapat dilihat pada tabel 3

Tabel 3 Uji Effect Size

Pembahasan

Abode Flash dalam penelitian, merupakan media yang digunakan untuk pemberlakuan proses pembelajaran energi dan perubahannya terhadap hasil belajar siswa kelas VI pada mata pelajaran IPA di Sekolah Dasar Mujahidin Kota Pontianak tahun pelajaran 2018/2019. Peneliti sebelum melaksanakan proses pembelajaran, melakukan hal- halsebagai berikut: 1. Menyiapkan ruang komputer, 2. Menekan power seluruh komputer yang akan dimanfaatkan oleh siswa dalam proses pembelajaran 3. Memasukkan program adobe flash kedalam 34 buah komputer yang tersedia, 4.

Mengerahkan siswa kelas VI, masuk keruang komputer, 5. Peneliti melakukan kegiatan awal, yang meliputi: menyiapkan siswa secara fisik dan psikis di ruang komputer, siswa membaca do’a, peneliti mengabsen siswa, memberikan motivasi belajar kepada siswa, peneliti mengadakan appersepsi, peneliti menjelaskan tujuan

(6)

6 pembelajaran dan manfaat materi pembelajaran, menyampaikan garis besar cakupan materi dan penjelasan tentang kegiatan yang akan dilakukan oleh siswa dalam rangka memanfaatkan media adobe flash, harus melakukan langkah-langkah sebagai berikut: 1. Menyalakan komputer sebagai alat bantu. 2. Siswa mengklik simbol F = adobe flash, tampiltulisan energi dan perubahannya, pendahuluan, materi dan evaluasi. 3. Klik pendahuluan: tampil tulisan standar kompetensi, kompetensi dasar dan indikator. 4. Klik standar kompetensi: tampil tulisan mempraktekkan pola penggunaan dan perubahan energi. 5. Klik simbol rumah di sebelah kanan atas (kembali semula). 6.

Klik pendahuluan: tampil tulisan SK, KD dan indikator, klik standar dasar: tampil tulisan melakukan percobaan untuk menyelidiki hubungan antara gaya dan gerak. 7. Klik simbol rumah di sebelah kanan atas (kembali semula). 8. Klik pendahuluan: tampil tulisan SK, KD dan indikator, klik indikator: tampil tulisan membuat model untuk menjelaskan gaya berpengaruh terhadap gerak. 9.

Klik simbol rumah di sebelah kanan atas (kembali semula). 10. Klik tulisan materi: tampil tulisan ada tiga pokok bahasan yang dapat dipelajari dalam materi energi dan perubahannya. 11. Klik materi listrik: tampil pengertian listrik. 12. Klik simbol →:

tampil tulisan menghasilkan arus... 13. Klik simbol →: tampil tulisan gambar dan tulisan dinamo sepeda terdiri dari...14. Klik simbol→:

tampil gambar generator AC dan prinsif kerjanya...15. Klik simbol →: tampil tulisan macam-macam pengbangkit listrik 16. Klik simbol→: tampil tulisan penghantar listrik. 17. Klik simbol→: tampil tulisan tulisan rangkaian listrik, 18. Klik simbol→: tampil tulisan rangkaian paralel.

19. Klik simbol→: tampil tulisan rangkaian listrik seri dan listrik paralel. 20. Klik simbol→: tampi ltulisan kelebihan dan kekurangan rangkaian seri dan rangkaian paralel. 21. Klik simbol→: tampil tulisan rangkuman, menujukkan bahwa materi telah selesai. 22. Klik symbol rumah di sebelah kanan atas. 23. Klik tulisan evaluasi: tampil uji kompetensi, kilk tulisan listrik: tampil tulisan quis listrik, klik tulisan masuk, tampil soal quis, kemudian siswa mengklik alternatif jawaban

pilihan A, B, C, atau D dianggap jawaban benar.

Apabila jawaban siswa benar,

makatampiltulisanbenar, apabila jawaban siswa salah, maka tampil tulisan salah, siswa melanjutkan soal berikutnya dengan cara mengklik simbol→

dan begitulah seterusnya. Siswa setelah menjawab soal terakhir, maka tampil nilai perolehan siswa.

Berdasarkan observasi peneliti memanfaatkan adobe flash dalam proses pembelajaran energi dan perubahannya terhadap hasil belajar siswa, ternyata siswa 90 % merasa senang. Peneliti memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil belajar siswa, setelah itu peneliti penutup proses pembelajaran.

Analisis data hasil belajar siswa pada pretest menunjukkan bahwa nilai minimum yang diperoleh siswa adalah 40, sedangkan nilai maksimum yang diperoleh siswa adalah 100, sedangkan nilai rata- rata pretest adalah 64, masih di bawah KKM yang telah ditetapkan yaitu 70. Rincian nilai hasil belajar siswa pada pretest, nilai pretest diperoleh siswa, nilai 40=1 orang, nilai pretest diperoleh siswa, nilai 50=7 orang, nilai pretest diperoleh siswa, nilai 60=8 orang, nilai pretest diperoleh siswa, nilai 70=9 orang, nilai pretest diperoleh siswa, nilai 80=4 orang, nilai pretest diperoleh siswa, nilai 100=1 orang, sedangkan nilai yang sering muncul (modus) yaitu 70, artinya sebagian besar hasil belajar pada pretest, siswa mendapatkan nilai tersebut.

Analisis data hasil belajar siswa pada posttest menunjukkan nilai minimum yang diperoleh siswa adalah 70, sedangkan nilai maksimum yang diperoleh siswa adalah 100, sedangkan nilai rata- rata posttest adalah 92,33. Rincian nilai hasil belajar siswa pada posttest, nilai posttest diperoleh siswa, nilai 70=2 orang, nilai posttest diperoleh siswa, nilai 80=2 orang, nilai posttest diperoleh siswa, nilai 90=13 orang, nilai posttest diperoleh siswa, nilai 100=13 orang,

Uji distribusi normal adalah uji untuk mengukur apakah data yang didapatkan memiliki distribusi normal sehingga dapat dipakai dalam statistic parametrik (statistikin ferensial). Dengan kata lain, uji normalitas adalah uji untuk mengetahui apakah data empirik yang didapatkan

(7)

7 dari lapangan itu sesuai dengan distribusi teoritik tertentu. Kasus ini, distribusi normal. Kata lain, apakah data yang diperoleh berasal dari populasi yang berdistribusi normal. Berdasarkan uji distribus normal, maka menunjukkan data kategori normal.

Uji t yang digunakan dalam penelitian ini adalah paired sampel t-test, sampel yang dimaksud yaitu nilai pretest dan posttest siswa yang telah diperoleh oleh peneliti. Perhitungan uji t dilakukan dengan menggunakan bantuan SPSS versi 25.

Pedoman dalam pengambilan keputusan yang digunakan dalam uji paired sampel t-test yaitu: (a) Berdasarkan nilai signifikan yaitu: jika nilai probabilitas atau sig (2-tailed)< 0,05, maka Ha diterima atau terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar siswa pada pretest dan postest.

Sebaliknya, jika nilai probabilitas atau sig (2-tailed)

> 0,05, maka Ho ditolak atau tidak dapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar siswa pada pretest dan postest. (b) Berdasarkan perbandingan antara t hitung dan t table yaitu: jika t hitung> t tabel, maka Ho ditolak dan Ha diterima atau terdapat perbedaan antara hasil belajar pada pretest dan postest. Sebaliknya, jika t hitung< t tabel, maka Ho diterima dan Ha ditolak atau tidak terdapat perbedaan antara hasil belajar pada pretest dan postest.

Berdasarkan hasil uji t pada tabel 4.2, diketahui bahwa nilai sig (2-tailed) sebesar 0,000 <

0,05 karenanilai sig (2-tailed) sebesar 0,000 lebihkecildari 0,05 atau t hitung = (14.549) dan t tabeldengan df 30 pada tarafsifnifikan 5% sebesar 0,30. Nilai t hitung> t tabel (10,958) > (0, 3778).

Maka dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar menggunakan media adobe flash untuk pembelajaran IPA antara sebelum dan sesudah menggunakan media adobe flash.

Berdasarkan uji effect size menunjukkan bahwa besarnya efektivitas penggunaan media adobe flash untuk pembelajaran IPA sebesar 2,04 dan apabila disesuaikan dengan Effect Size, maka memberikan pengaruh yang kuat terhadap pembelajaran IPA terhadap hasil belajar dengan menggunakan effect size dikategorikan sanggat tinggi. Sehingga dapat disimpulkan bahwa

penggunaan media adobe flash memiliki efektivitas yang tinggi terhadap hasil belajar siswa.

SIMPULAN DAN SARAN Simpulan

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, secara khusus dapat disimpulkan sebagai berikut: (1) Nilai rata-rata pretest dalam pembelajaran energi dan perubahannya terhadap hasil belajar siswa kelas VI pada mata pelajaran IPA di sekolah dasar Mujahidin Kota Pontianak, adalah 64, artinya nilai rata-rata pretest, belum mencapai KKM yang ditetapkan oleh pihak sekolah, yaitu 70. (2) Nilai rata-rata posttest dalam pembelajaran energi dan perubahannya terhadap hasil belajar siswa kelas VI pada mata pelajaran IPA di sekolah dasar Mujahidin Kota Pontianak, adalah 92,33, artinya nilai rata-rata posttest sudah lebih tinggi dari nilai KKM yang telah ditetapkan oleh pihak sekolah 70, maknanya bahwa proses pembelajaran memanfaatkan media adobe flash hasil belajar siswa menjadi lebih baik (3) Perbedaan nilai rata-rata pretest dan nilai rata-rata posttest pemanfaatan adobe flash dalam pembelajaran energi dan perubahannya terhadap hasil belajar siswa kelas VI pada mata pelajaran IPA di sekolahdasar Mujahidin Kota Pontianak, berpengaruh positif hal ini ditunjukkan nilai rata-rata posttest 92,33 lebih besar, bila dibandingkan nilai rata-rata pretest 64, perbedaan nilai sebesar 28,33, artinya proses pembelajaran memanfaatkan media adobe flash terbukti mampu meningkatkan hasil belajar siswa. (4) Berdasarkan uji effect size menunjukkan bahwa besarnya efektivitas penggunaan media adobe flash untuk pembelajaran IPA sebesar 2,04 dan apabila disesuaikan dengan Effect Size, maka memberikan pengaruh yang kuat terhadap pembelajaran IPA terhadap hasil belajar dengan menggunakan effect size dikategorikan sangat tinggi. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penggunaan media adobe flash memiliki efektivitas yang tinggi terhadap hasil belajar siswa.

Saran

(8)

8 Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, maka peneliti dapat memberikan saran kepada: (1) Guru matapelajaran IPA, agar dapat mengikuti pelatihan membuat media pembelajaran dan mendesain Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) menggunakan media pembelajaran. (2) Kepala Sekolah SD Mujahidin Kota Pontianak, agar dapat melakukan pelatihan membuat media pembelajaran dan menyediakan sarana untuk itu.

DAFTAR RUJUKAN

Arfani. F.R. S. A. (2017) Pengaruh Penggunaan Multimedia Interaktif Berbasis Adobe Flash Terhadap Peningkatan Prestasi Belajar Tema 5 AnakTunagrahita Ringan Kelas V Di SLB Negeri Surakarta Tahun Pelajaran 2016/2017. FKIP Universitas Sebelas Maret. 7

Arsyad, A. (2017) Media Pembelajaran. Cetakan Ke-20, Jakarta: PT. Raja GrafindoPersada.

Arikunto, S. (2006) Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Cetakan Ke-13, Jakarta: PT. RenikaCipta.

Asis, S. dan Ika, B. (2016) Pembelajaran Efektif.

Cetakan Ke-3, Bandung:PT. Remaja Rosdakarya.

CepiRiyana. D.K.R. (2015) Pembelajaran Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi Mengembangkan Profesionalitas Guru. Cetakan Ke-4, Jakarta: PT Raja GrafindoPersada.

Daryanto. (2009) Panduan Proses Pembelajaran Kreatif dan Inovatif. CetakanKe-1, Jakarta: AV.Publisher.________.2013.

Media Pembelajaran Peranannya Sangat Penting Dalam Mencapai Tujuan Pembelajaran. Cetakan Ke-2, Gava Media.

Haris, A. dan Asp, J. (2009) Evaluasi Pembelajaran. Cetakan Ke-3, Yogyakarta: Multi Pressindo.

Hamalik, O. (2015) Proses Belajar Mengajar.

Cetakan Ke-17, Jakarta: PT BumiAksara.

Herlinda, H. A. (2018) Pengaruh Media Animasi Berbasis Adobe Flash Terhadap Hasil Belajar Pada Materi Plantae Pada Siswa Kelas X SMA Mujahidin Kota Pontianak. FKIP Untan Pontianak. 7-8.

Heryadi, H. D. H. (2017) Penggunaan Multimedia Interaktif Berbasis Adobe Flash Untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Kewirausahaan. TEP STKIP Garut. 149.

Hamdani, (2011) Strategi Belajar Mengajar.

Cetakan Ke-10, Bandung: CV. Pustaka Setia.

Mulyatiningsih, E. (2013) Metode Penelitian Terapan Bidang Pendidikan. Cetakan Ke-1, Bandung: CV. Alfabeta.

Siregar, E. dan Nara H. (2014) Teori Belajar dan Pembelajaran. Cetakan Ke-3, Bogor:

Ghalia Indonesia.

Sukiman. (2012) Pengembangan Media Pembelajaran. Cetakan Ke-1, Yogyakarta: PT Pustaka Insan Madani.

Sukardi. (2018) Metodologi Penelitian Pendidikan Kompetensi dan Praktiknya.

Cetakan Ke-1, Jakarta: Cahaya Prima Santosa.

Sugiyono. (2015) Cara Mudah Menyusun:

Skripsi, Tesis dan Disertasi. Cetakan Ke-3, Bandung: CV. Alfabeta.

Suhana. (2011) Pembelajaran Matematika Untuk Materi Perkalian Bilangan Bulat Berbantuan Macromedia Flash 8 Di Kelas II Madrasah Ibtidaiyah Negeri Teladan.Tesis. FKIP. Univ. Untan, Pontianak.

(9)

9 Wibowo. M. (2008) Pengembangan Media

Pembelajaran Berbantuan Komputer Pada Mata Pelajaran Sains Kelas VI SD. Tesis. Univ. UNY, Yogyakarta

Referensi

Dokumen terkait

Animasi Pembelajaran Bahasa Inggris untuk Anak Sekolah Dasar dari kelas I sampai dengan kelas VI dimana aplikasi ini menggunakan Adobe Flash telah selesai

Peningkatkan Hasil Belajar Ilmu Pengetahuan Alam dengan Media KIT IPA Pada Siswa Kelas VI Sekolah Dasar Negeri 01 Mojoroto Kecamatan Mojogedang Kabupaten Karanganyar Tahun

Rata-rata skor hasil belajar siswa kelas VB (kelas kontrol) Sekolah Dasar Negeri 20 Pontianak Selatan dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam tanpa menggunakan media KIT

pembelajaran IPA Kelas VI di Sekolah Dasar Katolik Kecamatan Langke Rembong pada umumnya sudah memadai untuk terlaksananya kegiatan pembelajaran, tetapi dari

Berdasarkan penelitian yang dilakukan di kelas III Sekolah Dasar Negeri 66 Pontianak Kota dan hasil analisis data pretest dan posttest pada mata pelajaran Pendidikan

Rohmah, Siti. Peningkatan Hasil Belajar IPA Materi Energi dan Perubahannya dengan Menggunakan Metode Proyek Pada Siswa Kelas VI MI Ma’arif Tingkir Lor Kecamatan

SIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian pengembangan media pembelajaran interaktif berbasis adobe flash pada mata pelajaran IPA kelas V Sekolah Dasar yang telah dilakukan dapat

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas V Sekolah Dasar menggunakan model pembelajaran