• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN. belahan dunia dapat saling terkait secara mudah dan cepat.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN. belahan dunia dapat saling terkait secara mudah dan cepat."

Copied!
52
0
0

Teks penuh

(1)

1 BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Perkembangan zaman yang semakin maju membuat kebutuhan masyarakat akan informasi semakin meningkat. Media massa menjadi salah satu sumber pemenuh kebutuhan akan informasi. Era globalisasi mendorong perkembangan teknologi yang mampu mengubah cara pengiriman dan pengonsumsian media massa (Biagi, 2010:13). Pengguna media menunt ut kemudahan dalam kegiatannya bertukar informasi dan berkomunikasi.Kemunculan new media atau media baru memberika n kemudahan bagi penggunanya untuk bertukar informasi.Manusia di semua belahan dunia dapat saling terkait secara mudah dan cepat.

Media baru merupakan konvergensi dua lintasan sejarah yang terpisah:

komputasi dan media teknologi (Lev Manovich, 2001:44). Media baru merupakan bentuk digitalisasi konsep pemahaman dari semua yang bersifat manual menjadi otomatis dan dari semua yang bersifat rumit menjadi ringkas.Salah satu bagian dari new media adalah “Network Society”. Sejarah situs jaringan sosial dimulai dengan SixDegree.com yang dikreditkan sebagai situs sosial pertama dan didirikan pada tahun 1997 dengan fitur- fitur seperti profil, sahabat, dan pesan (Mustafa dan Hamzah, 2010:38). Pada awal tahun 2000, muncul situs jejaring sosial yang digunakan untuk beerbisnis, seperti Ryze.com dan LinkedIn.com. Beberapa tahun kemudian, muncul Friendster

(2)

MySpace, FacebookYoutube, dan lain-lain. Situs jaringan sosial ini berkembang pesat dengan fitur-fitur seperti blog, berbagi foto, dan berbagi video menjadi sesuatu yang biasa. Situs-situs ini memungkinkan pengguna bertemu satu sama lain melalui jaringan online.

Media sosial yang berbentuk audiovisual banyak bermunculan di dunia maya. Akan tetapi situs video sharing yang paling banyak digunakan untuk berbagi video adalah Youtube. Youtube merupakan sebuah situs web video sharing (berbagi video) populer dimana para pengguna dapat memuat, menonton, dan berbagi klip video secara gratis. Youtube merupakan situs berbagi video terbesar di dunia. Pengguna dapat berpartisipasi mengungga h (meng-upload) video ke server Youtube dan membaginya ke seluruh dunia (Baskoro, 2009:58). Youtube diciptakan oleh Chad Hurley, Steve Chen, dan Jawed Karim, mantan karyawan website perdagangan online PayPal, wesbsite Youtube diresmikan dengan sedikit pemberitaan publik pada bulan Juni 2005 (Burgess dan Green, 2009:1). Video pertama yang diunggah ke Youtube adalah video berjudul Me at the Zoo oleh Jawed Karim yang merupakan salah satu pendiri Youtube pada 23 April 2005.

Youtube memiliki lebih dari satu miliar pengguna, hampir sepertiga dari semua pengguna internet. Setiap hari orang menonton ratusan juta jam video di Youtube dan menghasilkan miliaran kali penayangan. Baik diakses melalui komputer maupun perangkat seluler, Youtube telah menjangkau lebih banyak pemirsa yang berusia 18-34 dan 18-49 tahun daripada jaringan televisi kabel mana pun di Amerika Serikat (Youtube Statistic, 2015).

(3)

Kepopuleran Youtubedibuktikan lagi oleh sebuah berita mengejutka n dari Google, sebuah perusahaan super besar di Amerika yang berkutat khusus di bidang penyajian jasa berbasis internet tersebut pada bulan November 2006 telah membeli Youtube dengan harga total 1,65 miliar US dollar dalam bentuk saham (viva.co.id, 2011)

Youtube muncul dengan segala kemudahan untuk penggunanya. Untuk dapat menyaksikan video yang diunggah ke Youtube, seseorang tidak perlu menjadi pengguna, akan tetapi untuk menyaksikan video tertentu diperlukan konfirmasi usia dari penggunanya. Pada November 2011, jejaring sosial Google+ terintegrasi langsung dengan Youtube dan penjelajah web Chrome, sehingga video-video Youtube bisa ditonton di Google+. Perkembangan tersebut membuat Youtube tidak lagi hanya dapat diakses lewat komputer, namun dapat juga diakses melalui smartphone. Bahkan menurut berita cnnindonesia.com, Youtubeakan meluncurkan fitur baru live streaming agar dapat bersaing dengan media sosial Periscope. Motif pengguna dalam menggunakan Youtube sebagai media komunikasi, menurut penelitian yang dilakukan oleh Sianipar difokuskan pada motif penggunaan media yaitu: motif informasi (surveillance), motif identitas pribadi (personal identity), integras i dan interaksi sosial, serta motif hiburan atau diversi (Sianipar, 2012:4).

Indonesia merupakan negara yang menjadi pengguna Youtube terbanyak di Asia Pasifik. Hasil dari survei Google, peningkatan Youtube Indonesia dari tahun ke tahun mencapai 600 persen berdasarkan data kuartal ketiga 2015 dibandingkan tahun sebelumnya dan pertumbuhan tersebut dinilai lebih besar

(4)

tiga kali lipat dari negara lain di Asia Pasifik (tangkasnews.com, 2017). Dari hasil survey Google, pengguna di Indonesia mayoritas mengakses YouTube melalui ponsel pintar dan rata-rata menghabiskan waktu selama 30 menit.

Maraknya penggunaan Youtubedi Indonesiamendorong munculnya berbagai fenomena sosial media, salah satunya adalah munculnya fenomena vlog.Vlog adalah singkatan dari video blogging, yaitu suatu bentuk kegiatan blogging dengan menggunakan video sebagai media, bukan hanya menggunakan teks ataupun audio sebagai sumber media utama. Menurut Urban Dictionary, vlogadalah sebuah video dokumentasi jurnalistik di web mengenai kehidupan seseorang, pikiran, pendapat, dan ketertarikan (urbandictionary.com, 2017).

Munculnya fenomena video blog ini dianggap cukup menarik. Pada awalnya para viewersmenjadikan Youtube sebagai situs berbagi video yang berisi hal-hal yang dianggap penting bagi khalayak. Namun dengan munculnya fenomena ini menunjukkan bahwa adanya pergeseran ideal type dari Youtube sendiri.Saat ini khalayak lebih tertarik untuk melihat sesuatu yang menarik dibandingkan sesuatu yang penting.Vlog lebih banyak menyajikan tentang kehidupan seseorang dibandingkan dengan penyajian informasi penting yang dibutuhan oleh khalayak.

Di Indonesia vlog sudah dikenal sejak tahun 2014.Banyak vlogger Indonesia yang menunjukkan eksistensinya.Salah satu vlogger Indonesia yang menarik banyak perhatian khalayak adalah Kaesang Pangarep.Kaesang merupakan anak bungsu dari Presiden Republik Indonesia ke-7, Joko

(5)

Widodo.Kaesang mulai mengunggah video blog di akun Youtube milik nya pada bulan Maret 2016. Apabila dilihat dari konten vlog miliknya, mungk in tidaklah berbeda dari vlogger-vlogger Indonesia yang lain. Vlog pribadi milik Kaesang yang diberi nama Pilok ini sebagian besar berisi mengena i kegiatannya. Dalam vlog miliknya ini, Kaesang juga sering mengajak viewers untuk membahas tentang segala hal yang tengah menjadi Trending Topic di media sosial. Yang menjadi daya tarik dari vlog milik Kaesang ini adalah kolaborasinya dengan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo.Channel Youtube milik Kaesang tersebut telah menarik 23.087.606viewers.

Vlog pertama Kaesang bersama Bapak Jokowi yang berjudul “Pilok #3 Pulang Rumah Diejek Bapak” diunggah pada tanggal 25 Mei 2016 yang lalu berhasil menarik perhatian 2.102.463 viewers. Peningkatan yang sangat signifikan dari jumlah viewers Kaesang di vlog sebelumnya yang hanya menginjak angka ratusan ribu.Tercatat bahwa Kaesang adalah Youtuber pertama yang berkolaborasi dengan Presiden. Dalam vlog tersebut, Kaesang menunjukkan respon dari sang ayah, yang juga merupakan Presiden Republik Indonesia mengenai gaya rambut yang dipilihnya. Dalam vlog yang diungga h anaknya tersebut, Joko Widodo sama sekali tidak merubah caranya dalam bersikap dan berbicara. Jokowi beraksi di depan kamera, memberika n tanggapannya sebagai seorang Ayah dengan bahasa khas beliau yang sering dianggap medok.

Tidak hanya sekali, sampai awal tahun 2017 Kaesang telah mengungga h 7vlog yang menampilkan kedekatannya dengan sang ayah, Joko Widodo. Vlog

(6)

Kaesang yang tidak kalah menyita perhatian para viewers di Youtube adalah

“Pilok #4 Adu Panco”.Vlog ini diunggah pada tanggal 2 Juli 2016 dan telah disaksikan oleh 2.425.877 viewers. Dalam vlog ini, Kaesang mengajak para viewers untuk menyaksikan adu panco antara Kaesang dan Bapak Jokowi. Di akhir vlog singkat yang berdurasi 1 menit 37 detik ini disisipkan pesan moral yang diberikan sang Ayah, Bapak Jokowi kepada Kaesang. Vlog terbarunya bersama Bapak Jokowi diunggah pada tanggal 16 Januari 2017 yang lalu dengan judul “Pilok #25: Mas Jumadi Nyukur Bapak.” Dalam vlog ini, Kaesang menemani sang Ayah, Bapak Jokowi potong rambut. Percakapan beliau dengan tukang cukurnya terlihat sangat santai, jauh dari suasana tegang, mengingat beliau adalah Presiden Republik Indonesia.Pembawaan Bapak Jokowi dalam vlog Kaesang menunjukkan pribadi beliau yang santai namun tetap berwibawa dan disegani.

Vlog yang disajikan Kaesang bersama sang Ayah, Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo selain menampilkan kedekatan hubungan antara ayah dan anak, juga menampilkan kesederhanaan hidup yang mereka jalani yang dapat menjadi hiburan serta menjadi salah satu sarana bagi viewers untuk lebih mengenal sosok Presiden Republik Indonesia dari sisi yang lain. Para viewersbebas memberikan komentarnya mengenai vlog Kaesang bersama Joko Widodo di akun Youtube miliknya.Tidak jarang, Kaesang juga memberika n tanggapan langsung melalui kolom komentar tersebut.

Sebuah persepsi khalayak menurut Saputro dalam skripsinya dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu faktor perhatian, faktor fungsio na l,

(7)

serta faktor struktural (Saputro, 2016:88-94). Faktor perhatian diwujudka n pada setiap masing- masing viewerstentunya memiliki hal yang mendapat perhatian lebih. Faktor fungsional adalah faktor kebutuhan ataupun dari pengalaman masa lalu yang sama. Sedangkan faktor struktural muncul karena adanya peranan pemilik akun atau pembawa acara yang merupakan bagian dari keseluruhan sebuah program dalam pembentukan pemahaman viewers.

Para viewers pasti akan memiliki persepsi sendiri mengenai citra Joko Widodo dalam vlog yang diunggah oleh anaknya, Kaesang Pangarep. Proses pembentukan persepsi dari viewers tidak hanya diperoleh dengan menonton vlog Kaesang Pangarep saja. Persepsi tersebut juga dapat terbentuk karena adanya pengaruh faktor-faktor eksternal yang berada di luar diri viewers.Faktor eksternal tersebut dapat berupa informasi yang diperoleh dari media lain.

Media yang dapat bebas diakses para viewers untuk menambah pengetahua n serta informasi mengenai citra Joko Widodo antara lain media cetak, media audio visual, serta media sosial dan internet yang sering memberitakan Joko Widodo.

Viewers yang dipilih peneliti yaitu Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi di UNS dan UMS. Mahasiswa dipilih karena menurut survey Data Statistik Pengguna Internet Indonesia tahun 2016 yang dilakukan oleh APJII (Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia), dinyatakan bahwa sebesar 7,8% pengguna internet adalah mahasiswa (Isparmo.web.id, 2016).

(8)

Gambar I - 1. Diagram Komposisi Pengguna Internet Indonesia

Sumber: Isparmo, 2016

Menurut data Pew Research yang dibeberkan oleh CNN Indonesia, Youtube paling popular diantara kalangan anak muda dewasa yang penggunanya berada di rentang usia 18 hingga 29 tahun (cnnindonesia. co m, 2015). Dapat dipastikan bahwa kalangan mahasiswa berada di dalam rentang usia pengguna Youtube terbanyak. Sedangkan peneliti memilih Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi di UMS dan UNS dikarenakan Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi dianggap memiliki media realitas yang tinggi.

Lokasi UNS dan UMS dipilih dengan alasan kedua universitas tersebut masih berada di wilayah eks-Karisidenan Surakarta dan image dari Joko Widodo tidak bisa dilepaskan dari Kota Surakarta mengingat Joko Widodo memula i karir politiknya sebagai Walikota Solo yang merupakan pusat dari eks- Karisidenan Surakarta di tahun 2005. Selain itu UNS dan UMS merupakan dua universitas yang dapat mewakili universitas negeri dan universitas swasta serta memiliki jumlah mahasiswa prodi Imu Komunikasi yang paling banyak.

(9)

Menurut data yang dihimpun DIKTI terdapat 661 mahasiswa di UNS dan 828 mahasiswa di UMS (forlap.dikti.go.id, 2017).

Penelitian ini melibatkan 80 responden. Responden tersebut merupakan mahasiswa program studi Ilmu Komunikasi di UNS dan UMS yang telah menonton vlog Kaesang Pangarep dan Joko Widodo di Youtube. Responden tersebut dihimpun melalui proses pra survey yang dilakukan oleh penelit i sebelumnya. Pra survey dilakukan dengan menyebarkan kuesioner online kepada seluruh mahasiswa program studi Ilmu Komunikasi di UNS dan UMS yang masih aktif di kampus melalui grup chatting online LINE, yaitu mahasiswa angkatan tahun 2012 sampai 2016.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian yang telah dikemukakan pada latar belakang masalah di atas, maka rumusan masalah pada penelitian ini adalah:

1. Apakah terdapat hubungan yang signifikan antara aktivitas menonton vlog Kaesang Pangarep dengan Persepsi Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi di UNS dan UMS pada Citra Joko Widodo?

2. Apakah terdapat hubungan yang signifikan antara pengaruh faktor eksternal dengan Persepsi Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikas i di UNS dan UMS pada Citra Joko Widodo?

(10)

C. Tujuan Penelitian

Berdasarkan latar belakang dan rumusan masalah diatas, tujuan dari penelitian ini adalah:

1. Untuk mengetahui apakah terdapat hubungan yang signifikan antara aktivitas menonton vlog Kaesang Pangarep dengan Persepsi Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi di UNS dan UMS pada Citra Joko Widodo

2. Untuk mengetahui apakah terdapat hubungan yang signifikan antara pengaruh faktor eksternal dengan Persepsi Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi di UNS dan UMS pada Citra Joko Widodo?

D. Manfaat Penelitian

Dengan berdasarkan pada tujuan penelitian di atas, peneliti mengharapka n manfaat penelitian ini adalah:

a. Manfaat Akademik

 Memberikan sumbangan pengetahuan dan pemikiran di bidang new media.

 Sebagai tambahan masukan teori dalam memahami tentang persepsi khalayak media.

 Sebagai bahan masukan untuk peneliti lain yang melakukan penelitian yang sama.

(11)

b. Manfaat Praktis

Memberikan informasi kepada masyarakat mengenai sisi lain Joko Widodo melalui vlog yang diunggah oleh Kaesang Pangarep di Youtube. Selain itu memberi masukan kepada pemilik channel vlog untuk meningkatkan kualitas informasi berdasarkan persepsi mahasiswa yang ditemukan oleh peneliti.

E. Tinjauan Teori

1. New Media

New media berasal dari dua kata, yaitu new dan media. Media baru atau new media merupakan bentuk dari perkembangan teknologi media digita l, komputer, serta jaringan teknologi dan komunikasi. Sebagian besar teknologi yang disebut media baru merupakan media dalam bentuk digita l sehingga mudah untuk dimanipulasi. Menurut Everett M. Rogers (dalam Abrar, 2003:17-18) merangkum perkembangan media komunikasi ke dalam empat era, yaitu: (1) Era komunikasi tulisan; (2) Era komunikas i cetak; (3) Era telekomunikasi; dan (4) Era komunikasi interaktif. Menurut Rogers, kemunculan new media berada di era komunikasi interaktif.

Sedangkan menurut McQuail, media baru dapat dikategorikan menjadi:

(1) media komunikasi interpersonal seperti telepon genggam dan e-mail;

(2) media permainan interaktif seperti video games dan permainan on-line;

(3) media pencarian informasi seperti Google, Bing, dan Yahoo; (4) media pertukaran informasi kolektif untuk berbagi pengalaman, pendapat, dan

(12)

menjalin relasi yang juga dapat melibatkan emosi dan perasaan (McQuail, 2000:127).

Menurut John Vivian, new media merupakan perusahaan dan produk media baru yang muncul dari teknologi baru (Vivian, 2008:16). Vivia n mengatakan bahwa new media merupakan High-Tech Media yaitu teknologi yang dapat menciptakan kemungkinan-kemungkinan baru.

New media menurut Miles, Rice, dan Barr (Flew, 2008:2) merupakan suatu media hasil dari integrasi dan juga kombinasi antara beberapa aspek teknologi yang digabungkan, yaitu teknologi komputer dan informas i, jaringan komunikasi dan media, serta pesan informasi berbentuk digital.Konvergensi antara aspek-aspek tersebut menjadi awal perkembangan dari new media. Konvergensi tersebut dapat dilihat dari fenomena penggabungan antara komputer, komunikasi, maupun media content (Flew, 2008:3)

Gambar I - 2. The Three Cs of Convergent Media

Sumber: Flew, 2008.

(13)

Flew mengatakan bahwa konsepp dari perkembangan new media tidak dapat terlepas dari kemunculan internet dan World Wide Web sebagai dampak dari globalisasi teknologi komunikasi (Flew, 2008:4). Media baru memiliki karakteristik yaitu dapat memberi akses ke konten dimana saja dan kapan saja. Media baru memiliki sifat digital yang merupakan media interaktif. New media atau media baru memberikan ruang bagi para penggunanya untuk berpartisipasi di dalamnya. Selain itu pesan individ ua l di media baru dapat dikirimkan kepada beberapa orang yang tidak terbatas dalam waktu yang bersamaan, dan memungkinkan adanya timbal balik dari setiap orang yang terlibat dalam konten media baru tersebut.

Media baru memiliki empat kategori utama (Mc Quail, 2005:25), yaitu:

a. Media komunikasi interpersonal.

b. Media permainan interaktif. Dalam hal ini, video game komputer menjadi salah satu contohnya, dimana terjadi hubungan interaktif antara para pengguna atau pemainnya.

c. Media pencarian informasi. salah satu bentuk dari karakteristik new media ini adalah internet atau WWW (World Wide Web).

Internet diibaratkan sebagai jendela informasi bagi para netizen.

d. Media partisipatif kolektif. Dalam hal ini, pengguna new media dapat berbagi serta bertukar informasi, ide, dan pengalaman. Salah satu bentuk dari karakteristik new media ini adalah kemuncula n vlog (video blogging) dimana seseorang dapat melakukan kegiatan

(14)

blogging serta berbagi pengalaman melalui video yang diungga h di media sosial Youtube.

1.1 VLOG sebagai New Media

Vlog merupakan salah satu contoh konten yang marak ditemui di Youtube. Vlog atau video blogging adalah suatu bentuk kegiatan blogging dengan menggunakan video sebagai media, bukan hanya menggunaka n teks ataupun audio sebagai sumber media utama. Menurut Urban Dictionary, vlog adalah sebuah video dokumentasi jurnalistik di web mengenai kehidupan seseorang, pikiran, pendapat, dan ketertarikan (urbandictionary.com, 2017).Vlog memuat semua hal yang diungkapka n oleh pembuatnya (vlogger) yang dapat berupa curahan hati, pikiran, dan juga kegiatan sehari-hari. Semua orang yang memiliki alat rekam dan memiliki akun di Youtube dapat mengunggah vlog.

Vlog menggunakan media video yang berupa gambar bergerak. Video merupakan salah satu jenis media audio-visual yang dapat menggambarkan suatu objek yang bergerak bersamaan dengan suara-suara yang melengkapinya. Video terdiri dari gambar dalam frame, dimana frame-frame tersebut diproyeksikan melalui lensa proyektor secara mekanis sehingga pada layar terlihat gambar hidup (Arsyad, 2011:49).

Kemampuan video melukiskan gambar hidup dan suara memberikan daya tarik sendiri bagi penggunanya.

(15)

2. Persepsi

Persepsi merupakan inti komunikasi, dan penafsiran (interpretas i) sendiri merupakan inti persepsi yang identik dengan penyandian balik atau decoding (Riswandi, 2009:49). Perhatian menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi terbentuknya suatu persepsi. Perhatian tersebut akan terbentuk apabila kita memfokuskan konsentrasi pada salah satu alat indera tertentu dan mengesampingkan input dari alat indera yang lain (Rakhmat, 1984:52).

Persepsi merupakan proses ketika seorang individu membuat penilaia n, membangun kesan, serta memberikan makna mengenai suatu hal yang terjadi di lapangan penginderaannya. Persepsi memiliki beberapa unsur yaitu seleksi yang mencakup sensasi dan atensi, serta unsur organisas i yang melekat dalam unsur interpretasi. Hal tersebut dapat didefinisika n sebagai proses peletakan suatu rangsangan bersama rangsangan lainnya dehingga menjadi suatu keseluruhan yang memiliki makna.

Persepsi merupakan pengalaman tentang suatu obyek peristiwa atau hubungan-hubungan yang diperoleh dengan menyimpulkan informasi dan menafsirkan pesan. Dengan kata lain, memberikan makna pada stimuli inderawi atau sensory stimuli (Rakhmat, 2005:51).

2.1 Syarat dan Faktor yang Mempengaruhi Persepsi

Terdapat tiga syarat terbentuknya persepsi (Walgito, 2010:54), yaitu:

a. Adanya obyek yang dipersepsi.

(16)

b. Adanya alat indera atau reseptor yaitu alat yang menerima stimulus

c. Adanya perhatian.

Perhatian dinilai sangat mempengaruhi proses. Perhatian merupakan proses mental ketika stimulus atau rangkaia n stimulus menjadi menonjol dalam kesadaran pada saat stimulus lainnya melemah.

Menurut Rahmat (Sobur, 2010:452) faktor-faktor internal yang mempengaruhi persepsi meliputi:

a. Pengalaman/pengetahuan

Perbedaan pengalaman serta pengetahuan individu menjadi faktor yang membedakan interpretasi.

b. Latar belakang

Mempengaruhi hal apa saja yang akan dipilih dakam persepsi.

Kebiasanya individu akan cenderung mencari yang memilik i latar belakang sama.

c. Kebutuhan

Persepsi yang diciptakan terhadap suatu obyek bergantung pada seberapa banyak energi atau perceptual vigilance yang digunakan.

d. Motivasi

Motivasi atau dorongan dalam diri seorang individu akan mempengaruhi persepsinya.

(17)

e. Kepribadian

Dalam mempersepsi, seorang individu mungkin akan lebih tertarik kepada orang lain yang berkepribadian sama atau bahkan berkepribadian yang sangat berbeda.

f. Suasana hati

Tingkat emosi seorang individu dapat memperngar uhi perilakunya, karena suasana hati akan menunjukkan bagaimana perasaan seseorang saat menerima lalu bereaksi dan menginga t sebuah rangsangan.

Sedangkan faktor-faktor eksternal yang mempengaruhi persepsi antara lain:

a. Warna dari obyek-obyek

b. Keunikan dan kekontrasan stimulus c. Intensitas dan kekuatan dari stimulus d. Motion atau gerakan

e. Sesuatu yang baru

Faktor-Faktor yang dapat mempengaruhi persepsi (Toha, 2003:154) antara lain:

a. Faktor Internal

Faktor tersebut berupa perasaan, sikap dan kepribadian individu, prasangka, proses belajar, keinginan atau harapan, perhatian, keadaan fisik, nilai dan kebutuhan serta minat, gangguan kejiwaan, dan motivasi.

(18)

b. Faktor Eksternal

Faktor tersebut berupa latar belakang keluarga, informasi yang diperoleh, pengetahuan dan kebutuhan sekitar, ukuran, intensitas, keberlawanan, hal-hal baru, ketidak asingan terhadap suatu objek, dan pengulangan gerak.

2.2 Jenis-Jenis Persepsi

Persepsi terbagi menjadi dua jenis (Riswandi, 2009:51-53) antara lain:

a. Persepsi Lingkungan Fisik

Persepsi ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain:

- Latar belakang pengalaman - Latar belakang budaya - Latar belakang psikologis

- Latar belakang nilai, keyakinan, dan harapan

- Kondisi faktual alat-alat panca indera dimana informasi yang sampai kepada orang itu adalah lewat pintu itu

b. Persepsi Sosial

Persepsi yang biasa disebut juga sebagai persepsi terhadap orang lain ini merupakan proses penangkapan arti obyek sosial dan kejadian yang dialami dalam lingkungan tertentu. Persepsi ini memiliki beberapa prinsip, yaitu:

- Persepsi berdasarkan pengalaman - Persepsi berdasarkan selektif - Persepsi bersifat dugaan

(19)

- Persepsi bersifat evaluatif

Persepsi meliputi penginderaan (sensasi) melalui alat-alat indera yang kita miliki (indera peraba, indera penglihat, indera pencium, indera pengecap, dan indera pendengar), atensi, dan interpretasi (Mulya na, 2007:182).

Melalui sensasi atau penginderaan, kita mengetahui dunia.Sensas i merujuk pada pesan yang dikirimkan ke otak lewat penglihata n, pendengaran, sentuhan, penciuman, dan pengecapan.Penginder aa n tersebut berguna untuk menafsirkan sebuah pesan verbal maupun non verbal. Atensi (perhatian) adalah proses mental ketika stimuli atau rangkaian stimuli menjadi menonjol dalam kesadaran pada saat stimuli yang lain melemah (Rakhmat, 2005:52). Kita tidak dapat secara langsung menginterpretasikan makna suatu obyek, namun makna dapat diinterpretasikan melalui apa yang kita percaya mewakili obyek tersebut.

2.3 VLOG Mempengaruhi Persepsi

Vlog memiliki karakteristik serupa dengan stimulus-stimulus yang dianggap mampu mempengaruhi persepsi. Salah satu syarat terbentuknya persepsi adalah adanya perhatian merupakan proses mental ketika stimulus atau rangkaian stimulus menjadi menonjol dalam kesadaran pada saat stimulus lainnya melemah (Walgito, 2010:54).

Stimulus diperhatikan karena memiliki sifat-sifat yang menonjo l (Rakhmat, 2005:50) , antara lain:

(20)

a. Gerak

Pada dasarnya manusia secara visual tertarik pada obyek-obyek bergerak.

b. Intensitas Stimuli

Manusia lebih memperhatikan stimulus yang meninjol, seperti pilihan suara yang digunakan.

c. Kebaruan (Novelty)

Hal yang baru, yang tidak biasa dan berbeda akan menarik perhatian. Kemunculan media baru akan membawa cara-cara baru yang dapat digunakan. Karena tanpa hal baru, stimulus akan dinilai membosankan.

d. Perulangan

Hal-hal yang disajikan beberapa kali yang disertai dengan sedikit variasi, akan menarik perhatian. Menurut Emil Dofivat, perulangan merupakan satu dari tiga prisnsip penting dalam menaklukkan masyarakat

Vlog menggunakan media video yang berupa gambar bergerak. Video

merupakan salah satu jenis media audio-visual yang dapat menggambarkan suatu objek yang bergerak bersamaan dengan suara-suara yang melengkapinya. Vlog biasanya diunggah lebih dari satu kali oleh pembuatnya agar dapat selalu berhubungan dengan para ppenonton (viewers). Isi dalam vlog yang disajikan sangat beragam. Dapat berupa

(21)

kegiatan sehari-hari vlogger, curahan hati atau pemikiran vlogger, serta informasi- informasi baru yang dapat dibagikan kepada para penonton.

3. Citra

Citra adalah dunia di sekeliling yang memandang kita (Soemirat dan Elvinaro, 2007:171). Citra adalah bagaimana pihak lain memanda ng seseorang, perusahaan, suatu komite, atau suatu aktivitas. Menurut Frank Jefkins, citra diartikan sebagai kesan dari seseorang mengenai sesuatu yang muncul sebagai hasil dari pengetahuan serta pengalamannya (Soemirat dan Elvinaro, 2007:114).

3.1 Jenis-Jenis Citra

Jenis-jenis citra menurut Frank Jefkins (Soemirat dan Elvina ro, 2007:117), antara lain:

a. The mirror image, yaitu bagaimana citra manjemen publik eksternal dalam melihat perusahaan.

b. The current image, yaitu citra yang terdapat pada publik eksternal berdasarkan pengalaman atau berhubungan dengan miskinnya informasi dan pemahaman publik eksternal.

c. The wish image, yaitu pencapaian prestasi tertentu yang diinginkan manajemen untuk sesuatu yang baru sebelum diterima oleh publik eksternal.

(22)

d. The multiple image, yaitu citra yang dibentuk oleh sejumla h individu, kantor cabang, atau perwakilan perusahaan lainnya yang dapat membentuk citra tertentu yang belum tentu sama dengan citra seluruh organisasi atau perusahaan.

3.2 Pembentukan Citra

Proses pembentukan citra merupakan bentuk respon dari stimulus yang diberikan. Akan tetapi proses tersebut akan menciptakan hasil yang berbeda karena dipengaruhi oleh persepsi, kognisi, motivasi, dan sikap yang berbeda-beda. Pembentukan citra dipengaruhi oleh empat komponen (Soemirat dan Elvinaro, 2007:116), yaitu:

a. Persepsi, yaitu hasil pengamatan terhadap unsur lingkunga n yang dikaitkan dengan suatu proses pemaknaan.

b. Kognisi, yaitu suatu keyakinan diri terhadap pemberi rangsangan. Dengan kata lain, individ u harus diberikan informasi yang cukup sehingga dapat mempengar uhi kognisinya.

c. Motivasi, yaitu keadaan di dalam pribadi seseorang yang mendorong keinginan individu untuk melakukan kegiatan tertentu guna mencapai tujuan.

d. Sikap, yaitu kecenderungan bertindak, berpersepsi, berpikir, serta merasa dalam menghadapi objek, ide, situasi, dan nilai.

(23)

Melihat dari hubungan media sosial terhadap pembentukan citra diri, terdapat empat hal dalam mengkonstruksi citra diri (Qashmal dan Ahmadi, 2015:227), yaitu:

a. Berdasarkan perkembangan kognitif. Pengguna media sosial membutuhkan media untuk mendapatkan informasi terbaru serta menambah wawasan baru mengenai tren yang sedang berkembang.

b. Berdasarkan integratif personal atau pengaruh kredibilit as.

Dalam pembentukan citra diri, dibutuhkan kredibilitas, tingkat stabilitas, kepercayaan, dan aktualisasi diri.

c. Berdasarkan integratif sosial. Dalam pembentukan citra diri dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain faktor interaksi yang baik, kemudahan komunikasi, serta faktor sarana bertukar informasi.

d. Berdasarkan pelepasan ketegangan terhadap pembentukan citra diri yang dapat disebabkan oleh beberapa faktor yaitu menghindarkan diri dari tekanan pikiran, sarana hiburan, serta sarana mencurahkan isi pikiran.

4. Citra Diri

Citra diri adalah salah satu unsur penting untuk menunjukkan jati diri kita.Citra diri terbentuk dari pembelajaran serta pengalaman sehingga menjadi keyakinan mengenai siapa sesungguhnya diri kita. Ibraham Elfik i menyatakan bahwa citra diri adalah cara melihat diri sendiri dan berpikir

(24)

mengenai diri sendiri pada saat sekarang (Umam, 2013:71). Menurut Human Resources Edowment, terdapat berbagai jenis potensi manus ia yang dapat menjadi gambaran mengenai jati diri yang dimilikinya, antara lain:

- Potensi Fisik

- Potensi Mental Intelektual - Potensi Sosial Emosional - Potensu Mental Spiritual

- Potensi Kemampuan untuk Bertahan.

Selain potensi diri tersebut, aspek lain yang juga ikut membentuk jati diri seseorang adalah konsep diri atau citra diri (Umam, 2013:72).

4.1 Citra Diri Pemimpin

Citra diri seorang pemimpin adalah suatu pandangan yang positif terhadap eksistensi sebagai pemimpin yang baik dengan dasar penila ia n dari bawahannya secara realistis.

Citra diri pemimpin terlihat dari rekam jejak kehidupannya dan pengalaman yang telah dilalui, yaitu pada aspek pendidikan, latar belakang keluarga, profesionalitas, gaya kepemimpinan, moralitas, serta aspek- aspek yang lain (Umam, 2013:1). Setiap pemimpin akan berusaha menampilkan citra yang positif untuk mendapatkan perhatian dari khalayak yang dipimpinnya.

(25)

Dimensi citra diri pemimpin tersebut dapat dilihat pada upaya pemeliharaan pada beberapa aspek diri seorang pemimpin (Umam, 2013:73), yaitu:

- Penampilan Diri

Penampilan yang menimbulkan sikap percaya diri dan disegani orang lain.

- Nada Suara

Hal ini menunjukkan wibawa kepemimpinan, bukan yang tidak tegas bahkan sinis.

- Ucapan yang mantap dengan menggunakan bahasa yang baik, jelas, serta dapat membuat orang kagum pada kemampuannya dalam berkomunikasi.

- Sikap berbicara yang memperlihatkan perhatiaanya kepada orang lain atau lawan bicara dan tidak bersikap acuh atau meremehkan lawan bicara.

Dimensi citra diri pemimpin juga dapat dillihat dari aspek lain, yaitu:

- Integritas

- Tanggung Jawab - Kasih Sayang - Percaya Diri - Disiplin - Sabar

- Pengendalian Diri

(26)

Gambar I - 2.Dimensi Citra Diri Pemimpin

Sumber:Soegiantohartono, 2017

F. Tinjauan Penelitian Sebelumnya

Dalam sebuah jurnal penelitian terdahulu yang berjudul “You are Known by How You Vlog: Personality Impressions and Nonverbal Behavior in Youtube” (Biel, Aran, dan Perez, 2011) menyatakan bahwa Kombinasi antara pesan audio dan visual (vlog) dapat digunakan untuk memprediksi 34% varians ekstravensi yang sesuai untuk menilai sifat kepribadian yang paling akurat.

Dalam penelitian ini digunakan metode kuantitatif dengan cara mengumpulka n 442 vlog. Peneliti menemukan fakta bahwa hanya dalam hitungan detik saja apa yang disajikan dalam sebuah vlog, sudah dapat digunakan sebagai indikator dalam mempersepsikan citra diri orang yang bersangkutan. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah inter class correlation dan Pearson’s correlation. Peneliti mengkorelasikan penilaian responden dengan indikator kepribadian menurut Big Five dengan menggunakan intra-class correlation

(27)

(ICC), kemudian mengkorelasikan kegiatan nonverbal yang nampak pada vlog dengan indikator kepribadian, serta mengkorelasikan kepribadian vlogger dengan perhatian yang muncul dari khalayak penonton vlog di Youtube.

Kelemahan dari penelitian ini adalah kurangnya cakupan responden yang dipilih serta kurangnya kesesuaian indikator nonverbal dengan klasifika s i vlogger sehingga hasilnya dianggap kurang akurat.

Menurut sebuah jurnal penelitian yang berjudul “Annotation and Multimodal Perception of Attitudes: A Study on Video Blogs” (Madzlan, et al., 2015) bahwa video blogs (VLOG) adalah dimana pembicara (vlogger) merepresentasikan ekspresi dari sikap yang dinamis dalam suatu kondisi interaksi sosial tertentu. Dalam penelitian ini responden diminta untuk mengidentifikasi dan memberikan label tentang persepsi citra diri atau kepribadian sesuai dengan indikator yang telah ditetapkan. Indikator citra diri atau kepribadian dalam penelitian ini disesuaikan dengan antara indikator menurut Heinrichsen dan Allwood dengan apa yang nampak dalam vlog yang diteliti. Dalam pengambilan data, responden diminta untuk mengisi survey secara online dan menjawab 20 pertanyaan yang telah disediakan. Hasil yang didapatkaan dalam penelitian ini adalah 1) Dengan pengukuran Fleiss Kappa dihasilkan anotasi kepribadian yang paling menonjol dari vlog yang diteliti, 2) Terpaan audiovisual (vlog) memiliki kemampuan yang lebih besar dalam mempengaruhi persepsi terhadap citra atau kepribadian seseorang. Kelemahan dari penelitian ini adalah pemberian pilihan ‘Others’ dalam indikator citra membuat para responden lebih banyak memilih indikator tersebut, sehingga

(28)

tidak dapat merepresentasikan secara pasti tentang persepsi terhadap citra vlogger yang diteliti.

Dalam sebuah penelitian yang berjudul "Audience Perceptions of News:

Analysis of Blogs on The Pope's Visit to Turkey" (Orhon dan Ӧzmen, 2007) dinyatakan bahwa berita online memungkinkan khalayakpenonton untuk bereaksi seketika. penonton menonton sebuah pemberitaan melalui teknologi baru melalui web (video). Studi persepsi dalam penelitian ini digunakan untuk mengetahui bagaimana interpretasi dan pembacaan sebuah informasi yang diterima (production, decoding, and comprehensions). Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dan kualitatif dengan membahas empat versi online pemberitaan utama nasional yang beredar, yaitu “Milliyet”,

“Hürriyet”, “Sabah”, dan “Zaman”. Tahap pertama, dilakukan melalui analisis isi dengan pengkodean data Strauss dan Corbin.Kemudian data dikumpulkan dan dianalisis dengan metode Miles dan Huberman.Tahap akhir adalah hasil yang muncul kemudian ditafsirkan dan dibandingkan.Da ta kualitatif yang diperoleh kemudian diubah menjadi data kuantitatif untuk membandingkan hasil temuan dengan kategori yang telah ditentukan.Kelemahan dari penelitian ini adalah penggunaan dua metode penelitian yang memakan banyak waktu sehingga kurang efisien.

Sebuah penelitian dengan judul “Looking for you: An Analysis of Video Blog” (Griffith dan Papacharissi, 2010) memahami bahwa vlog digunaka n sebagai presentasi diri yang sengaja dibangun. Vlog juga menjadi cermin dari diri si pembuat vlog tersebut (vlogger). Dalam penelitian ini, khalayak

(29)

penonton vlog berada di level interaksi interpersonal yaitu dengan menila i pembuat vlog berdasarkan apa yang dilihat dalam vlog tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif analis is tekstual.Pengambilan sampel menggunakan metode snowball sampling untuk mengumpulkan responden yang mewakili kecenderungan menonton sebuah vlog.Vlog dipilih dari Internet Archieve yang didasarkan pada popularitasnya.Kelemahan dari penelitian ini adalah pemilihan metode sampling yaitu snowball sampling, sehingga cakupan sampelnya tidak cukup luas.

G. Definisi Konsep

1. Variabel Independen: Aktivitas Menonton Vlog Kaesang Pangarep Aktivitas adalah keaktifan atau kegiatan (kbbi.web.id). Menonton adalah proses menikmati dengan menggunakan indera. Aktivita s menonton vlog merupakan bentuk dari penggunaan media.Tingka t penggunaan media dapat dilihat dan diukur dari frekuensi penggunaa n media tersebut hingga durasi penggunannya (Ardianto dan Erdinaya, 2004).Terpaan yang diberikan oleh media dapat dioperasionalka n menjadi:

a. Jumlah waktu yang digunakan dalam berbagai jenis media b. Isi media

c. Hubungan antara khalayak dengan isi pesan media tersebut.

Terpaan media juga dapat dioperasionalkan menjadi (Kriyantono, 2007:205):

(30)

a. Jenis media

b. Frekuensi penggunaan c. Durasi penggunaan

Kaesang Pangarep adalah putra bungsu dari Joko Widodo yang lahir pada 25 Desember 1994 di Kota Solo.Kaesang memulai kegiatan video blogging pada 7 Maret 2016 yang lalu dengan mengunggah video ke akun Youtube pribadi miliknya dengan judul "Video Youtube Pertama".Vlog pertamanya tersebut telah ditonton oleh lebih dari seribu pengguna Youtube (www.tekno.kompas.com, 2017).

Kegiatan vloggingnya tidak berhenti sampai disitu, pada 25 Mei 2016 Kaesang mengunggah sebuah video yang melibatkan ayahnya, Joko Widodo.Video ini merupakan vlog pertama yang melibatkan Presiden Republik Indonesia dan menjadi viral di kalangan netizen.Hingga saat ini terhitung sebanyak 7 video blog bersama Joko Widodo yang telah diunggah Kaesang ke dalam akun Youtube pribadi miliknya.

2. Variabel Dependen: Persepsi Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi di UNS dan UMS pada Citra Joko Widodo

Persepsi merupakan inti komunikasi, sedangkan penafsira n (interpretasi) merupakan inti persepsi yang identik dengan penyandia n balik atau decoding (Riswandi, 2009:49). Perhatian menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi terbentuknya suatu persepsi. Perhatian tersebut akan terbentuk apabila kita memfokuskan konsentrasi pada salah satu alat

(31)

indera tertentu dan mengesampingkan input dari alat indera yang lain (Rakhmat, 1984 : 52). Persepsi merupakan proses ketika seorang individ u membuat penilaian, membangun kesan, serta memberikan makna mengenai suatu hal yang terjadi di lapangan penginderaannya.

Citra adalah dunia di sekeliling yang memandang kita (Soemirat dan Elvinaro, 2007:171). Citra adalah bagaimana pihak lain memanda ng seseorang, perusahaan, suatu komite, atau suatu aktivitas. Menurut Frank Jefkins, citra diartikan sebagai kesan dari seseorang mengenai sesuatu yang muncul sebagai hasil dari pengetahuan serta pengalamannya (Soemirat dan Elvinaro, 2007:114). Citra merupakan persepsi yang tumbuh di benak khalayak terhadap sesuatu, baik yang bersifat positif maupun negatif.Citra positif bagi seorang pemimpin sangatlah penting untuk mendukung kesuksesannya.

Ir. H. Joko Widodo atau biasa dikenal Jokowi adalah Presiden ke-7 Republik Indonesia yang mulai menjabat sejak 20 Oktober 2014. Joko Widodo terpilih bersama Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla dalam Pemilu Presiden 2014.Jokowi lahir di Solo, 21 Juni 1961.karir politik pertamanya adalah sebagai Walikota Solo selama dua periode berturut - turut, terhitung sejak tanggal 28 Juli 2005 hingga 1 Oktober 2012. Nama Joko Widodo mulai dikenal setelah dianggap berhasil mengubah image Kota Solo menjadi kota pariwisata, kota budaya, serta kota batik.

Kemudian namanya semakin banyak dikenal oleh masyarakat Indonesia semenjak beliau terpilih sebagai Gubernur DKI Jakarta bersama wakilnya

(32)

Basuki Tjahaja Purnama pada tanggal 15 Oktober 2012.Popularitas Joko Widodo mulai melambung dan menjadi sorotan media, terutama karena kegiatan 'blusukan' yang beliau terapkan.Pada tanggal 14 Maret 2014, Joko Widodo menerima amanat dari Ketua Umum PDI-P, Megawati untuk maju sebagai calon presiden.

Dikutip dari laman kompasiana.com (Kompasiana.com, 2015), karakter yang dimiliki Joko Widodo yang menjadi daya tarik beliau sehingga disukai dan mendapatkan hati sebagian besar masyarakat Indonesia antara lain:

a. Rendah Hati

Nada pembicaraan yang digunakan Joko Widodo tidak pernah sinis. Sifat menghormati kepada siapapun orang yang beliau temui.Joko Widodo dinilai pribadi yang guyub dan tidak memandang jabatan.

b. Tulus

Sikap tulus dapat dinilai dari cara bekerja Joko Widodo, yaitu dari langkahnya yang memilih untuk tidak mengambil gaji.

Ketulusannya dalam bekerja membawa prestasi yang luar biasa bagi Kota Solo.

c. Sederhana dalam Tingkah Bicara

Joko Widodo dinilai tidak berlebihan.Caranya berbicara yang sederhana dan tidak nampak dibuat-buat, caranya berpakaian yang sederhana, serta tidak pernah pamer kekayaan.

(33)

d. Tidak Pendendam

Joko Widodo tidak pernah membalas ucapan-ucapan yang merendahkannya.

e. Pekerja Keras

Joko Widodo dinilai cepat dalam menyelesaikan persoalan. Beliau berusaha cepat dalam mewujudkan apa yang telah direncanakan.

Salah satu bentuk dari sifatnya yang pekerja keras adalah beliau tidak segan untuk langsung terjun ke wilayah-wilayah tertentu atau biasa disebut blusukan.

f. Komunikatif

Kemampuan Joko Widodo dalam berdialog serta bernegosias i tidak perlu diragukan lagi.Joko Widodo tidak pernah menganggap dirinya seseorang dari strata atas ketika berbicara dengan rakyatnya.

g. Taktis

Satu sikap yang disukai oleh masyarakat kepada Joko Widodo adalah kemampuannya dalam berpikir taktis, di satu sisi ia bisa berpikir sosialis, melakukan tindakan-tindakan kolektif dimana kekayaan negara bisa diarahkan untuk kesejahteraan rakyat banyak.

h. Berbhineka

Joko Widodo mengajarkan dalam ruang publik dan tata pemerintahan yang rasional tidak baik mengedepankan sentimen

(34)

identitas seperti agama, suku dan status sosial tapi kedepankanlah prestasi, kedepankanlah nilai-nilai kejujuran dan etika, serta membawa rasionalitas ke dalam tataran perjuangan politik sehingga rakyat diajari dalam memilih ukuran-ukuran rasional Dalam penelitian ini, persepsi terhadap citra Joko Widodo diukur melalui citra diri yang telah disesuaikan dengan karakteristik Joko Widodo yang banyak disukai oleh masyarakat Indonesia menurut Kompasiana.co m serta isi dari konten vlog Kaesang Pangarep bersama Joko Widodo, antara lain:

a. Rendah Hati b. Sederhana c. Komunikatif

d. Pribadi yang penuh Kasih Sayang e. Sabar

3. Variabel Kontrol: Pengaruh Faktor Eksternal

Persepsi individu dapat dipengaruhi oleh berbagai macam faktor internal maupun faktor eksternal. Faktor eksternal yang dinilai mampu mempengaruhi persepsi Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi di Kota Solo terhadap citra Joko Widodo adalah informasi yang diperoleh dari media lain. Media komunikasi terbagi menjadi beberapa macam, antara lain: media audiovisual, media cetak, media sosial, internet, dan lain-lain.

(35)

H. Definisi Operasional

1. Variabel Independen: Aktivitas Menonton Vlog Kaesang Pangarep di Youtube

Dalam penelitian ini kegiatan menonton vlog Kaesang Pangarep diukur dari:

a. Frekuensi menonton vlog Kaesang Pangarep bersama Joko Widodo.

Tingkat keseringan menonton vlog Kaesang Pangarep bersama Joko Widodo di akun Youtube Kaesang Pangarep

Vlog Kaesang Pangarep bersama Joko Widodo yang diunggah di akun Youtube pribadi milik Kaesang Pangarep sebanyak 7 kali. Untuk menentukan tiga kategori frekuensi, maka perlu dicari interval kelas terlebih dahulu dengan menggunakan cara:

i = batas atas – batas bawah jumlah kategori

i = 7 – 1 3 i = 7

3

i = 2,3 dibulatkan menjadi 2 Keterangan:

i = interval kelas

Diukur dengan pertanyaan:

(36)

Berapa kali Anda menonton vlog Kaesang Pangarep bersama Joko Widodo?

Maka kategori frekuensi menonton vlog Kaesang Pangarep bersama Joko Widodo adalah:

- Tinggi.

Jika responden menonton 5 sampai 7 vlog Kaesang Pangarep bersama Joko Widodo, diberi nilai 3.

- Sedang

Jika responden menonton 3 sampai 4 vlog Kaesang Pangarep bersama Joko Widodo, diberi nilai 2

- Rendah

Jika responden menonton 1 sampai 2 vlog Kaesang Pangarep bersama Joko Widodo, diberi nilai 1

b. Intensitas menonton vlog Kaesang Pangarep bersama Joko Widodo.

Kedalaman menonton vlog kaesang Pangarep bersama Joko Widodo baik secara kualitas maupun kuantitas.Dalam hal ini dapat dinyakatakan melalui kualitas waktu yang digunakan untuk melihat vlog Kaesang Pangarep bersama Joko Widodo.

Diukur dengan pertanyaan:

Apakah Anda menonton setiap vlog Kaesang Pangarep bersama Joko Widodo dari awal hingga akhir?

Maka kategori intensitas menonton vlog Kaesang Pangarep bersama Joko Widodo adalah:

(37)

- Tinggi.

Jika responden Selalu menonton vlog Kaesang Pangarep bersama Joko Widodo dari awal hingga akhir, diberi nilai 3.

- Sedang

Jika responden Kadang-Kadang vlog Kaesang Pangarep bersama Joko Widodo dari awal hingga akhir, diberi nilai 2

- Rendah

Jika responden Tidak Pernah vlog Kaesang Pangarep bersama Joko Widodo dari awal hingga akhir, diberi nilai 1

c. Motivasi menonton vlog Kaesang Pangarep bersama Joko Widodo.

Bentuk dorongan yang timbul dari dalam diri secara sadar maupun tidak sadar untuk melakukan suatu tindakan dengan tujuan tertentu.

Diukur dengan pertanyaan:

Seberapa besar motivasi Anda untuk menonton setiap vlog Kaesang Pangarep bersama Joko Widodo untuk mencari tahu citra diri Joko Widodo?

Maka kategori motivasi menonton vlog Kaesang Pangarep bersama Joko Widodo adalah:

- Tinggi.

(38)

Jika responden Selalu menonton setiap vlog Kaesang Pangarep bersama Joko Widodo untuk mencari tahu citra diri Joko Widodo, diberi nilai 3.

- Sedang

Jika responden Kadang-Kadang menonton setiap vlog Kaesang Pangarep bersama Joko Widodo untuk mencari tahu citra diri Joko Widodo, diberi nilai 2

- Rendah

Jika responden Tidak Pernah menonton setiap vlog Kaesang Pangarep bersama Joko Widodo untuk mencari tahu citra diri Joko Widodo, diberi nilai 1

d. Minat menonton vlog Kaesang Pangarep bersama Joko Widodo.

Rasa ketertarikan dan keinginan dalam mengikuti setiap vlog baru bersama Joko Widodo yang diunggah di akun Youtube Kaesang Pangarep.

Diukur dengan pertanyaan:

Seberapa besar ketertarikan dan keinginan Anda untuk menonton setiap vlog baru Kaesang Pangarep bersama Joko Widodo?

Maka kategori minat menonton vlog Kaesang Pangarep bersama Joko Widodo adalah:

- Tinggi.

(39)

Jika responden Selalu memiliki ketertarikan dan keingina n Anda untuk menonton setiap vlog baru Kaesang Pangarep bersama Joko Widodo, diberi nilai 3.

- Sedang

Jika responden Kadang-Kadang memiliki ketertarikan dan keinginan Anda untuk menonton setiap vlog baru Kaesang Pangarep bersama Joko Widodo, diberi nilai 2

- Rendah

Jika responden Tidak Pernah memiliki ketertarikan dan keinginan Anda untuk menonton setiap vlog baru Kaesang Pangarep bersama Joko Widodo, diberi nilai 1

2. Variabel Dependen: Persepsi Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi di UNS dan UMS pada Citra Joko Widodo

Dalam penelitian ini persepsi terhadap citra Joko Widodo diukur melalui citra diri yang telah disesuaikan dengan karakteristik Joko Widodo yang banyak disukai oleh masyarakat Indonesia menurut Kompasiana.co m serta isi dari konten vlog Kaesang Pangarep bersama Joko Widodo, antara lain:

a. Rendah Hati

Indikator ini dinilai dari bagaimana sikap dan sifat Joko Widodo yang nampak dalam vlog Kaesang Pangarep.

Diukur dengan pernyataan:

(40)

Sikap dan sifat rendah hati yang dimiliki oleh Joko Widodo nampak pada vlog Kaesang Pangarep bersama Joko Widodo

Maka kategori rendah hati:

- Tinggi.

Jika responden menjawab Sering nampak sikap dan sifat rendah hati yang dimiliki oleh Joko Widodo pada vlog Kaesang Pangarep bersama Joko Widodo, diberi nilai 3.

- Sedang

Jika responden menjawab Kadang-kadang nampak sikap dan sifat rendah hati yang dimiliki oleh Joko Widodo pada vlog Kaesang Pangarep bersama Joko Widodo, diberi nilai 2 - Rendah

Jika responden menjawab Tidak Pernah nampak sikap dan sifat rendah hati yang dimiliki oleh Joko Widodo pada vlog Kaesang Pangarep bersama Joko Widodo, diberi nilai 1 b. Sederhana

Indikator ini dinilai dari cara berbicara serta cara berpakain Joko Widodo yang nampak dalam vlog Kaesang Pangarep.

Diukur dengan pernyataan:

1) Cara berbicara Joko Widodo yang nampak pada vlog Kaesang Pangarep bersama Joko Widodo menunjukkan kesederhanaannya.

Maka kategori penilaian:

- Tinggi.

(41)

Jika responden menjawab Sering cara berbicara Joko Widodo yang nampak pada vlog Kaesang Pangarep bersama Joko Widodo menunjukkan kesederhanaannya, diberi nilai 3.

- Sedang

Jika responden menjawab Kadang-Kadang cara berbicara Joko Widodo yang nampak pada vlog Kaesang Pangarep bersama Joko Widodo menunjukkan kesederhanaannya, diberi nilai 2.

- Rendah

Jika responden menjawab Tidak Pernah cara berbicara Joko Widodo yang nampak pada vlog Kaesang Pangarep bersama Joko Widodo menunjukkan kesederhanaannya, diberi nilai 1.

2) Cara berpakaian Joko Widodo yang nampak pada vlog Kaesang Pangarep bersama Joko Widodo menunjukkan kesederhanaannya.

Maka kategori penilaian:

- Tinggi.

Jika responden menjawab Sering cara berpakaian Joko Widodo yang nampak pada vlog Kaesang Pangarep bersama Joko Widodo menunjukkan kesederhanaannya, diberi nilai 3.

- Sedang

Jika responden menjawab Kadang-Kadang cara berpakaian Joko Widodo yang nampak pada vlog Kaesang Pangarep

(42)

bersama Joko Widodo menunjukkan kesederhanaannya, diberi nilai 2.

- Rendah

Jika responden menjawab Tidak Pernah cara berpakaian Joko Widodo yang nampak pada vlog Kaesang Pangarep bersama Joko Widodo menunjukkan kesederhanaannya, diberi nilai 1.

c. Komunikatif

Indikator ini dinilai dari pesan yang disampaikan serta perhatian yang diberikan kepada lawan bicara Joko Widodo yang nampak dalam vlog Kaesang Pangarep.

Diukur dengan pernyataan:

1) Pesan yang disampaikan Joko Widodo yang nampak pada vlog Kaesang Pangarep bersama Joko Widodo bernilai dan mudah dipahami.

Maka kategori penilaian:

- Tinggi.

Jika responden menjawab Selalu pesan yang disampaika n Joko Widodo yang nampak pada vlog Kaesang Pangarep bersama Joko Widodo bernilai dan mudah dipahami, diberi nilai 3.

- Sedang

Jika responden menjawab Kadang-Kadang pesan yang disampaikan Joko Widodo yang nampak pada vlog Kaesang

(43)

Pangarep bersama Joko Widodo bernilai dan mudah dipahami, diberi nilai 2.

- Rendah

Jika responden menjawab Tidak Pernah pesan yang disampaikan Joko Widodo yang nampak pada vlog Kaesang Pangarep bersama Joko Widodo bernilai dan mudah dipahami, diberi nilai 1.

2) Joko Widodo memberikan perhatian kepada lawan bicara yang nampak dalam vlog Kaesang Pangarep bersama Joko Widodo.

Maka kategori penilaian:

- Tinggi.

Jika responden menjawab Selalu Joko Widodo memberika n perhatian kepada lawan bicara yang nampak dalam vlog Kaesang Pangarep bersama Joko Widodo, diberi nilai 3.

- Sedang

Jika responden menjawab Kadang-Kadang Joko Widodo memberikan perhatian kepada lawan bicara yang nampak dalam vlog Kaesang Pangarep bersama Joko Widodo, diberi nilai 2.

- Rendah

Jika responden menjawab Tidak Pernah Joko Widodo memberikan perhatian kepada lawan bicara yang nampak

(44)

dalam vlog Kaesang Pangarep bersama Joko Widodo, diberi nilai 1.

d. Pribadi yang penuh Kasih Sayang

Indikator ini dinilai dari hubungan yang dijalin oleh Joko Widodo baik dengan Kaesang Pangarep maupun dengan orang lain yang nampak pada vlog Kaesang Pangarep.

Diukur dengan pernyataan:

Hubungan yang dijalin oleh Joko Widodo baik dengan Kaesang Pangarep maupun dengan orang lain yang nampak pada vlog Kaesang Pangarep menunjukkan pribadi yang Penuh Kasih Sayang.

Maka kategori penilaian:

- Tinggi.

Jika responden menjawab Sering hubungan yang dijalin oleh Joko Widodo baik dengan Kaesang Pangarep maupun dengan orang lain yang nampak pada vlog Kaesang Pangarep menunjukkan pribadi yang Penuh Kasih Sayang, diberi nilai 3.

- Sedang

Jika responden menjawab Kadang-kadang hubungan yang dijalin oleh Joko Widodo baik dengan Kaesang Pangarep maupun dengan orang lain yang nampak pada vlog Kaesang Pangarep menunjukkan pribadi yang Penuh Kasih Sayang, diberi nilai 2

- Rendah

(45)

Jika responden menjawab Tidak Pernah hubungan yang dijalin oleh Joko Widodo baik dengan Kaesang Pangarep maupun dengan orang lain yang nampak pada vlog Kaesang Pangarep menunjukkan pribadi yang Penuh Kasih Sayang, diberi nilai 1 e. Sabar

Indikator ini dinilai dari sikap Joko Widodo dalam menghadap i kejadian tidak terduga yang nampak pada vlog Kaesang Pangarep.

Diukur dengan pernyataan:

Sikap Joko Widodo dalam menghadapi kejadian tidak terduga yang nampak pada vlog Kaesang Pangarep bersama Joko Widodo menunjukkan pribadi yang Sabar.

Maka kategori penilaian:

- Tinggi.

Jika responden menjawab Sering sikap Joko Widodo dalam menghadapi kejadian tidak terduga yang nampak pada vlog Kaesang Pangarep bersama Joko Widodo menunjukka n pribadi yang Sabar, diberi nilai 3.

- Sedang

Jika responden menjawab Kadang-Kadang sikap Joko Widodo dalam menghadapi kejadian tidak terduga yang nampak pada vlog Kaesang Pangarep bersama Joko Widodo menunjukka n pribadi yang Sabar, diberi nilai 2

- Rendah

(46)

Jika responden menjawab Tidak Pernah sikap Joko Widodo dalam menghadapi kejadian tidak terduga yang nampak pada vlog Kaesang Pangarep bersama Joko Widodo menunjukka n pribadi yang Sabar, diberi nilai 1

3. Variabel Kontrol: Pengaruh Faktor Eksternal

Faktor eksternal yang dinilai mampu mempengaruhi persepsi Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi di Kota Solo terhadap citra Joko Widodo adalah informasi yang diperoleh dari media lain

Indikator ini diukur dari seberapa banyak media serta jenis media apa saja yang diakses untuk mendapatkan informasi mengenai Joko Widodo

Diukur dengan pertanyaan:

Selain melalui Vlog Kaesang Pangarep bersama Joko Widodo, media apa saja yang anda jadikan sumber untuk mengetahui tentang citra diri Joko Widodo?

1. Media Audiovisual a. > 3 media

b. 2 – 3 media c. 0 – 1 media 2. Media Cetak

a. > 3 media b. 2 – 3 media c. 0 – 1 media

(47)

3. Media Sosial dan Internet a. > 3 media

b.2 – 3 media c. 0 – 1 media Maka kategori penilaian:

“Tinggi” apabila responden menjawab > 3 nama media maka diberi nilai 3, “Sedang” apabila responden menjawab 2 – 3 nama media diberi nilai 2, dan “Rendah” responden menjawab 0 – 1 nama media diberi nilai 1.

(48)

I. Kerangka Pemikiran

Gambar I - 3. Kerangka Pemikiran

Kegiatan Menonton Vlog Kaesang Pangarep di Youtube

(X) 1. Frekuensi

Menonton 2. Intensitas

Menonton 3. Motivasi

Menonton 4. Minat Menonton

Persepsi Mahasiswa terhadap Citra Joko Widodo

(Y) 1. Rendah hati 2. Sederhana 3. Komunikatif

4. Penuh Kasih Sayang 5. Sabar

Pengaruh Faktor Eksternal (Z)

Informasi yang diperoleh dari media lain

1. Media Audio Visual 2. Media Cetak

3. Media Sosial dan Internet

(49)

J. Hipotesis

Berdasarkan landasan teori diatas, maka dalam penelitian ini penulis merumuskan hipotesis yaitu:

H1: Terdapat hubungan yang signifikan antara Aktivitas Menonton Vlog Kaesang Pangarep dengan Persepsi Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi di Kota Solo terhadap Citra Joko Widodo.

H0: Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara aktivitas menonton vlog Kaesang Pangarep dengan Persepsi Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi di Kota Solo terhadap Citra Joko Widodo.

H1: Terdapat hubungan yang signifikan antara pengaruh Faktor Eksternal dengan Persepsi Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi di Kota Solo terhadap Citra Joko Widodo.

H0: Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pengaruh faktor eksternal dengan Persepsi Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikas i di Kota Solo terhadap Citra Joko Widodo.

K. Metodologi Penelitian

1. Jenis Penelitian

Metode penelitian yang digunakan peneliti adalah survey. Menurut Zikmund, survey adalah satu bentuk teknik penelitian dimana informas i dikumpulkan dari sejumlah sampel berupa orang, melalui pertanyaan- pertanyaan. Dalam penelitian ini, peneliti mendatangi mahasiswa program

(50)

studi Ilmu Komunikasi di UNS dan UMS yang telah melakukan pra survey untuk mengisi kuesioner yang sudah disediakan secara langsung.

2. Obyek Peneltian

Obyek dalam penelitian ini adalah persepsi Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi di UNS dan UMS mengenai citra Joko Widodo dalam vlog Kaesang Pangarep.

3. Lokasi Penelitian

Penelitian ini dilakukan di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sebelas Maret (UNS) dan Universitas Muhammadi ya h Surakarta (UMS). Peneliti memilih dua universitas (UNS dan UMS) sebagai obyek penelitian dengan alasan:

• Jumlah mahasiswa Ilmu Komunikasi terbanyak berada di dua universitas tersebut yaitu terhitung pada tahun ajaran semester genap 2016 UNS memiliki mahasiswa sebanyak 661 mahasiswa dan UMS sebanyak 828 mahasiswa (forlap.dikti.go.id, 2017).

• UNS dan UMS merupakan dua universitas besar yang berada di eks Karisidenan Surakarta.

• UNS dapat mewakili universitas negeri dan UMS dapat mewakili universitas swasta di eks Karisidenan Surakarta.

(51)

4. Jenis Data a. Data Primer

Sumber data dalam penelitian ini merupakan hasil survey dengan Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi di UNS dan UMS.

Obyek ini dipilih karena merupakan kelompok orang yang mengena l media sosial khususnya Youtube.

b. Data Sekunder

Sumber data sekunder dalam penelitian ini merupakan data yang didapatkan dengan cara mengutip dari sumber data lokasi penelit ia n dengan tujuan untuk melengkapi data primer.

5. Populasi

Populasi yang dipilih dalam penelitian ini adalah Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi di UMS dan UNS yang telah menonton vlog Kaesang Pangarep dan Joko Widodo. Populasi yang didapatkan dalam penelitian ini sebanyak 80 responden yang terdiri dari 42 mahasiswa UNS dan 38 mahasiswa UMS. Hasil tersebut didapatkan dari pra survey yang telah dilakukan sebelumnya untuk mengetahui jumlah mahasiswa di UNS dan UMS yang telah menonton vlog Kaesang Pangarep dan Joko Widodo.

Pra survey dilakukan dengan menggunakan kuesioner online yang disebarkan melalui aplikasi online chatting LINE.

6. Sampel

Dalam penelitian ini tidak digunakan teknik sampling karena jumla h populasi yang terbatas, yaitu 80 responden. Sehingga, penelit i

(52)

memutuskan untuk melakukan penelitian populasi, yaitu meneliti seluruh responden yang telah dihimpun melalui pra survey.

7. Teknik Pengumpulan Data

Dalam penelitian ini teknik pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner. Kuesioner merupakan seperangkat daftar pertanyaan tertentu yang disusun secara sistematis dan lengkap (Slamet, 2006:94)

8. Teknik Analisis Data

Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, maka dalam penelit ia n ini apabila data sudah terkumpul maka akan dianalisa dengan menggunakan program SPSS 17.00, uji yang dilakukan adalah Uji Korelasi Bivariat.

ρ = 1 = 6∑d

12

/ N

3

– N

Keterangan:

d1 = beda antara 2 pengamatan berpasangan N = total pengamatan

ρ

= koefisien korelasi Spearman

Referensi

Dokumen terkait

Diperoleh total biaya operasional pendistribusian air Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) kabupaten Minahasa Utara sebelum dilakukan minimalisasi yaitu sebesar Rp. Biaya

Kebijakan puritanisme oleh sultan Aurangzeb dan pengislaman orang-orang Hindu secara paksa demi menjadikan tanah India sebagai negara Islam, dengan menyerang berbagai praktek

Kepuasan pasien atas pelayanan yang diberikan oleh petugas RSUD Sejiran Setason khususnya dalam administrasi telah dilakukan sesuai harapan dan kenyataan yang dialami

Abstrak: Pengaruh Budaya Organisasi dan Gaya Kepemimpinan terhadap Kinerja Pegawai Bagian Keuangan Organisasi Sektor Publik dengan Motivasi Kerja sebagai

selaku Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah yang dengan sabar dan tulus memberi arahan, dorongan, dan semangat pada penulis untuk menyelesaikan penulisan tesis

Seluruh berita tersebut memuat pemberitaan mengenai kasus-kasus Tenaga Kerja Wanita (TKW) Indonesia, baik yang terjadi di Malaysia sendiri maupun di negara lain, tetapi

Menjadi organisasi Pusat Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran Pendidikan Tinggi yang terdepan dan andal dalam implementasi sistem manajemen mutu pendidikan tinggi

medan listrik induksi juga menyebabkan elektron dipercepat sehingga pada nilai energi kinetik tertentu elektron akan membelok dari jari-jarinya dan menabrak partikel