• Tidak ada hasil yang ditemukan

DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA"

Copied!
30
0
0

Teks penuh

(1)

DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA

RISALAH RAPAT

RAPAT KERJA KOMISI X DPR RI DENGAN MENTERI PENDIDIKAN KEBUDAYAAN RISET DAN TEKNOLOGI REPUBLIK INDONESIA

Tahun Sidang : 2020-2021

Masa Persidangan : V Rapat Ke-

Jenis Rapat

: 1

: Rapat Kerja Sifat Rapat

Hari/Tanggal

: Terbuka

: Selasa, 15 Juni 2021

Waktu : Pukul 11.30 WIB s.d. 13.00 WIB

Tempat : Ruang Rapat Komisi X DPR RI

(secara Fisik dan Virtual)

Ketua Rapat : H. SYAIFUL HUDA / Ketua Komisi X DPR RI

Acara :.Pembahasan RKA K/L dan RKP Tahun

Anggaran 2022

Sekretaris Rapat : DADANG PRAYITNA, S.IP., M.H. / Kabag Sekretariat Komisi X DPR RI

Hadir : Pimpinan:

1. H. SYAIFUL HUDA

2. AGUSTINA WILUJENG PRAMESTUTI, S.S.

3. Dr. Ir. HETIFAH SJAIFUDIAN, MPP 4. DEDE YUSUF M.E, S.T., M.I.Pol.

5. DR. H. ABDUL FIKRI FAQIH

Anggota:

Fraksi PDI PERJUANGAN 6. dr. SOFYAN TAN 7. PUTRA NABABAN 8. MY ESTI WIJAYATI

9. PUTI GUNTUR SUKARNO, S.IP. (I) 10. DR. AHMAD BASARAH (I)

11. M. GURUH IRIANTO SUKARNO PUTRA (I) 12. RANO KARNO, S.IP. (I)

13. Dr. ANDREAS HUGO PAREIRA 14. Dra. ADRIANA CHARLOTTE

DONDOKAMBEY, M.Si.

15. VANDA SARUNDAJANG

(2)

Fraksi Partai GOLKAR

16. FERDIANSYAH, S.E., M.M.

17. Dr. H. A. MUJIB ROHMAT, M.H. (I) 18. H. MUHAMMAD NUR PURNAMASIDI 19. DR. Drs. ADRIANUS ASIA SIDOT, M.Si.

20. ADRIAN JOPIE PARUNTU

21. ROBERT JOPPY KARDINAL, SAB.

Fraksi Partai GERINDRA

22. Prof. Dr. Ir. DJOHAR ARIFIN HUSIN 23. Hj. HIMMATUL ALIYAH, S.Sos., M.Si.

24. Ir. H. NUROJI

25. ALI ZAMRONI, S.Sos.

26. MARTINA, S.I.Kom., M.Si. (I) 27. H. MUHAMMAD NUR

28. ELNINO M. HUSEIN MOHI, S.T., M.Si. (I)

Fraksi Partai NASDEM

29. RATIH MEGASARI SINGKARU, M.Sc.

30. RIAN FIRMANSYAH, S.Pd.

31. LESTARI MOERDIJAT 32. EVA STEVANY RATABA

33. Dra. Hj. TINA NUR ALAM, M.M. (I)

Fraksi PKB

34. Dr. H. MUHAMMAD KADAFI, S.H., M.H.

35. H. ACEP ADANG RUHIAT, M.Si.

36. Drs. H. BISRI ROMLY, M.M.

37. MUH. HASSANUDIN WAHID (I)

38. Drs. H. ANDI MUAWIYAH RAMLY, M.Si.

Fraksi Partai DEMOKRAT

39. A. S. SUKAWIJAYA ALIAS YOYOK SUKAWI (I) 40. Ir. BRAMANTYO SUWONDO, M.M.

41. DEBBY KURNIAWAN, S.Kom. (I) 42. ANITA JACOBA GAH, S.E.

Fraksi PKS

43. Hj. LEDIA HANIFA AMALIAH, S.Si., M.Psi.T.

44. H. MUSTAFA KAMAL, S.S.

45. DR. H. FAHMI ALAYDROES, M.M., M.Ed. (I) 46. Hj. SAKINAH ALJUFRI, S.Ag. (I)

Fraksi PAN

47. Hj. DEWI CORYATI, M.Si.

48. DESY RATNASARI, M.Si., M.Psi.

49. Prof. Dr. ZAINUDDIN MALIKI, M.Si.

50. MITRA FAKHRUDDIN, MB

(3)

Fraksi PPP

51. Hj. ILLIZA SAADUDDIN DJAMAL, S.E.

52. ROJIH

Pemerintah 1. NADIEM MAKARIM, B.A., M.B.A. (Mendikbud- ristek RI)

2. Prof. AINUN NA’IM, Ph.D. (Sekjen Kemendikbud- ristek RI)

3. Dr. IWAN SYAHRIL, Ph.D. (Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbud-ristek RI) 4. JUMERI, S.TP., M.Si. (Dirjen PAUD, Pendidikan

Dasar dan Pendidikan Menengah Kemendikbud- ristek RI)

5. WIKAN SAKARINTO, S.T., M.Sc., Ph.D. (Dirjen Pendidikan Vokasi Kemendikbud-ristek RI)

6. Prof. Ir. NIZAM, M.Sc., DIC., Ph.D. (Dirjen Pendidikan Tinggi Kemendikbud-ristek RI)

7. HILMAR FARID, Ph.D. (Dirjen Kebudayaan Kemendikbud-ristek RI)

8. CHATARINA MULIANA GIRSANG, S.H., S.E., M.H. (Irjen Kemendikbud-ristek RI)

9. ANINDITO ADITOMO, S.Psi., M.Phil., Ph.D.

(Kepala Balitbang dan Perbukuan Kemendikbud- ristek RI)

10. Prof. ENDANG AMINUDIN AZIZ, MA., Ph.D.

(Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikbud-ristek RI)

11. PRAMODA DEI SUDARMO, MBA., MPA. (Staf Khusus Mendikbud Ristek Bidang Kompetensi dan Manajemen)

12. MUHAMAD HEIKAL, S.Ip., MPC. (Staf Khusus Mendikbud Ristek Bidang Komunikasi dan Media)

13. FIONA HANDAYANI, MBA. (Staf Khusus Mendikbud Ristek Bidang Isu-isu Strategis)

14. HAMID MUHAMMAD, M.Sc., Ph.D. (Staf Khusus Mendikbud Ristek Bidang Pembelajaran)

15. JURIST TAN, B.A., MPA/ID. (Staf Khusus Mendikbud Ristek Bidang Pemerintahan)

16. Beserta Jajaran

(4)

KETUA RAPAT/F-PKB (H. SYAIFUL HUDA):

Bapak/Ibu sekalian.

Mas Menteri kita mulai.

Assalammu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Selamat pagi.

Salam sejahtera untuk kita semuanya.

Om swastiastu.

Namo buddhaya.

Salam kebajikan.

Yang saya hormati Saudara Mendikbud-ristek RI, Mas Menteri kita Mas Menteri Nadiem Anwar Makarim beserta seluruh jajaran Eselon I.

Pak Sekjen, seluruh Dirjen, Biro Perencanaan dan semua yang hadir, Kepala Badan, Kepala Pusat dan seterusnya yang hadir.

Yang saya hormati Pimpinan Komisi hadir lengkap pada kesempatan pagi hari ini, ada Tante Agustina, ada Ibu Hetifah, Kang Dede Yusuf, Pak Fikri.

Seluruh Anggota Komisi yang hadir, para Kapoksi, Anggota Komisi yang hadir melalui Zoom meeting dan yang hadir fisik yang saya hormati, saya banggakan.

Syukur alhamdulillah pada kesempatan pagi hari ini kita bisa melaksanakan rapat kerja dalam rangka pembahasan pagu indikatif tahun 2022 dalam keadaan sehat walafiat. Semoga kita dan seluruh keluarga dan seluruh rakyat Indonesia terus diberi kesehatan untuk menghadapi cobaan kesehatan menghadapi Covid-19.

Menurut laporan dari Sekretariat Komisi telah hadir memenuhi kuorum, 9 fraksi dan karena itu rapat kerja dinyatakan kuorum dengan membaca bismillahirrahmanirrahim, perkenankan kami membuka rapat kerja ini dan rapat kerja dinyatakan terbuka untuk umum.

(RAPAT DIBUKA PUKUL 11.30 WIB) Bapak/Ibu sekalian yang saya hormati.

Agenda rapat kerja ini tunggal yaitu membahas RKA K/L dan RKP Tahun Anggaran 2022, apakah disetujui?

(RAPAT: SETUJU) Terima kasih.

Bapak/Ibu sekalian.

Mas Menteri yang kita hormati bersama.

Ada empat hal yang ingin saya sampaikan pada kesempatan ini sebagai pengantar, yang pertama kami ucapkan terima kasih telah terselenggara dengan luar biasa konsinyering dan termasuk RDP pada pagi

(5)

hari ini dipimpin langsung oleh Ibu Agustina untuk menuntaskan beberapa agenda dari konsinyering. Banyak hal yang dibahas Mas Menteri dalam konsinyering termasuk memberikan masukan, saran terkait pelaksanaan tahun 2021. Oleh karena itu semua kritik, semua saran, dan semua masukan mohon menjadi bagian utuh dari perbaikan kita terutama dalam pembahasan pagu indikatif tahun 2022.

Yang kedua, di dalam konsinyering juga kami sudah bahas satu persatu menyangkut soal ajuan tambahan yang sudah disampaikan oleh Kemendikbud-ristek kepada kami sebagai tembusan dari surat yang sudah disampaikan kepada Bappenas dan Kementerian Keuangan. Prinsipnya sepenuhnya kami dukung dan nanti secara formal akan disampaikan tanggapan dari masing-masing fraksi.

Poin yang ketiga, menyangkut soal keprihatinan kita menyangkut soal anggaran pendidikan yang mengalami penurunan yang cukup signifikan untuk tahun anggaran 2022. Dari berbagai analisa dan dari berbagai hitungan yang kami bikin di Komisi X akan ada risiko RPJMN kita tidak terpenuhi karena pengurangan anggaran pada tahun 2022 ini. Oleh karena itu pada kesempatan yang baik ini kami ingin menyampaikan kepada seluruh masyarakat Indonesia, kepada seluruh publik Indonesia, kita sedang berjuang supaya kekurangan anggaran untuk sektor pendidikan ini bisa menjadi komitmen bersama, supaya sesuai dan tercapai rencana RAPBN, mohon maaf rencana RPJMN kita sampai pada tahun 2024 yang akan datang.

Catatan kami yang keempat, kami mendorong sepenuhnya Mas Menteri untuk terus meyakinkan Bappenas dan Kementerian Keuangan terkait dengan penambahan ini sambil kami akan memaksimalkan untuk menyampaikan pesan kami kepada Badan Anggaran di DPR RI. Terutama seluruh Anggota Komisi kami dari Komisi X yang ada di Banggar yang berjumlah kurang lebih sekitar 9 anggota kami di Banggar dari masing-masing fraksi untuk terus menyuarakan terkait dengan penambahan anggaran ini.

Supaya sekali lagi darurat pendidikan kita terlebih-lebih dalam masa pandemi Covid-19 ini perlu betul-betul ada penambahan anggaran kita.

Saya kira itu sekedar pengantar dan selebihnya kita akan serahkan forum kepada Mas Menteri karena semuanya sudah dibahas dalam konsinyering dan RDP untuk Mas Menteri menyampaikan highlight terakhir, mungkin mengulang sedikit dari raker sebelumnya posisi anggaran kita dan tambahan yang dimintakan. Setelah itu nanti kita akan lanjutkan tanggapan mewakili masing-masing fraksi juru bicara satu orang untuk menyampaikan tanggapan resmi semacam pandangan akhir dari fraksi-fraksi terkait dengan pagu indikatif plus tambahan yang dimintakan oleh Kemendikbud RI.

Sebelum kami serahkan kepada Mas Menteri kita sepakati waktu sampai jam berapa Bapak/Ibu? Jam 13.00 WIB? 12.30 WIB.

(RAPAT: SETUJU) Kami persilakan Mas Menteri.

(6)

MENDIKBUD-RISTEK RI (NADIEM ANWAR MAKARIM, B.A., M.B.A.):

Assalammu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Terima kasih Pak Ketua.

Bapak/Ibu Anggota Komisi X.

Izinkan saya melakukan paparan singkat, selanjutnya kami akan mendengarkan tanggapan dari masing-masing fraksi dan harapannya kami bisa mendapatkan masukan-masukan yang sangat berharga. Izinkan kalau ada paparan bisa ditayangkan. Kami sudah mendengar beberapa saran dan pandangan dari Komisi X di antaranya terkait yang pertama yang kami dengarkan adalah pentingnya landasan ketentuan peraturan perundang- undangan di dalam program dan kegiatan. Ini merupakan satu poin yang sering kami dengar dari berbagai anggota fraksi mengenai pentingnya mengukuhkan berbagai macam program ini dalam regulasi dan peraturan turunannya. Jadi ini menjadi masukan yang sangat penting buat kami dan kami terima.

Turunan kebijakan Merdeka Belajar seperti guru penggerak, sekolah penggerak, SMK pusat keunggulan ya, revitalisasi SMK, KIP dan KIP Kuliah dan juga pengadaan peralatan TIK dan APE, event kebudayaan dan lain-lain.

Jadinya pengukuhan program ini dalam bentuk regulasi ini sepertinya menjadi satu poin yang sangat penting untuk Komisi X dan itu kami menjadi masukan bagi kami.

Juga poin yang kami dapatkan salah satu pandangan mengenai sinergi dari kegiatan untuk menjawab kebutuhan vokasi di DU/DI dan pemenuhan APK. Jadi ini satu poin yang kami dengar di dalam rapat-rapat konsinyering, satu adalah memastikan bahwa kebutuhan vokasi di dunia industri itu benar- benar terpenuhi sehingga ada fokus yang cukup dalam pelaksanaan itu.

Tentunya hari ini saja kita baru meluncurkan Kampus Merdeka Festival partisipasi DU/DI-nya luar biasa, hampir 160 perusahaan kelas dunia bergabung pertama kali untuk menawarkan 100 posisi per perusahaan untuk magang bersertifikat belajar satu semester di luar kampus. Saya dengar mungkin juga ada kabar baik bahwa DPR pun akan melancarkan program Kampus Merdeka, jadi luar biasa, terima kasih Ibu Agustina. Juga untuk menjadi salah satu pelopor dalam program ini Komisi X yang bergerak untuk mengadakan program Kampus Merdeka, magang bersertifikat ya Ibu untuk DPR RI, luar biasa, semoga sukses.

Jadinya bukan hanya DU/DI saja tapi juga partisipasi pemerintah, semangat di program Kampus Merdeka ini luar biasa. Kami belum pernah melihat jumlah perusahaan seperti itu yang menawarkan 100 posisi, hampir 20 ribu total posisi terbuka sekarang, magang bersertifikat dan studi independen, luar biasa. Jadi itu akan menjadi masukan mengenai partisipasi dan kebutuhan DU/DI itu akan menjadi masukan buat kita dan tentunya pemenuhan APK, terutama di tingkat SMA ya yang mungkin masih harus kita

(7)

ya kalau tentunya didukung dengan anggaran, bagaimana kita bisa menutup lubang-lubang akses di tingkat SMA/SMK yang belum terjadi.

Juga kami mendengar dari Anggota Komisi X mengenai proses evaluasi daripada dana transfer daerah, termasuk DAK fisik dari sisi ketercapaian 20% dana pendidikan. Ini isu yang sudah kami bahas dengan Komisi X beberapa kali dan sangat selaras ya isu yang kita hadapi bersama ini bahwa kita semua sepakat, bahwa anggaran baik dari sisi DAK fisik maupun transfer daerah lainnya itu harus benar-benar mengacu kepada program strategis dan prioritas yang datang dari kementerian, atas juga kerja sama dengan Komisi X dan isu-isu mengenai definisi apa yang digunakan untuk pendidikan itu, saya rasa kami juga sepakat dengan Komisi X bahwa itu definisi dan kriteria tersebut harus diperketat. Untuk memastikan bahwa anggaran pendidikan benar-benar digunakan untuk pendidikan dan bahwa partisipasi daerah itu benar-benar sesuai dengan undang-undang. Jadi itu poin-poin yang sangat penting.

Untuk yang berikutnya adalah isu dan memastikan kami didorong oleh Komisi X untuk memastikan bahwa tidak ada terjadinya diskriminasi di antara negeri dan swasta, di antara satuan pendidikan, maupun universitas negeri dan swasta dan ini merupakan tantangan yang kami terima di Kemendikbud untuk bagaimana terus memastikan bahwa seperti yang saya bilang di awal jabatan saya, saya bukan Menteri Pendidikan sekolah negeri atau PTN, saya Menteri Pendidikan dan Kebudayaan untuk semua. Jadi itu merupakan hal yang sangat serius kami tanggapi.

Yang berikutnya adalah bagaimana kita meningkatkan kualitas LPTK dan perguruan tinggi penyelenggara prodi keguruan dan ilmu pendidikan. Ini memang sudah menjadi salah satu program prioritas kita, tentunya dari Ditjen GTK akan memastikan bahwa kapasitas untuk kebutuhan guru baru kita itu bisa tercapai dan dalam waktu dekat pasti kita akan menyediakan target- target kita dan bagaimana kita bisa mengekspansi kapasitas dan kualitas daripada program guru-guru baru kita.

Yang berikutnya adalah kesinambungan tunjangan profesi guru dan tenaga kependidikan yang ada di daerah khususnya di daerah 3T. Ini menjadi satu area fokus karena yang penting bukan hanya masalah tunjangannya, yang penting juga bahwa kebutuhan guru yang ada di situ dan bagaimana kita bisa memastikan bahwa daerah-daerah yang selalu sepi gurunya itu malah menjadi daerah yang guru-guru semangat untuk pindah ke sana menjadi guru dan juga bekerja sama dengan guru-guru dari daerah setempat situ. Ini adalah membutuhkan berbagai macam program transformasi insentif, bukan hanya insentif finansial tapi misalnya insentif karier yang akan sangat membantu realokasi guru kepada daerah-daerah yang paling membutuhkan.

Yang berikutnya adalah platform pendidikan, sinergi dalam semua penggunaan platform pendidikan itu memang suatu prioritas kunci kita.

Produk-produk digital kita akan mulai meluncur tahun ini untuk bisa digunakan beberapa sekolah dan tentunya dalam tahun-tahun ke depan ini kita akan mengekspansi fitur-fiturnya dan sinergi Program Desa Kemajuan Kebudayaan

(8)

dengan Program Desa Wisata yang ada di Kementerian Parekraf biar saling mendukung, tidak ada tumpang tindih tapi saling menyinergikan program tersebut untuk meningkatkan baik pariwisata dan kebudayaan. Karena tidak mungkin ada kesinambungan dalam kebudayaan kalau tidak ada dampak nyata ekonomi kepada masyarakat lokalnya dan satu-satunya cara itu bisa terjadi adalah melalui pariwisata Bapak/Ibu, baik domestik maupun internasional. Jadi kami mendengar saran, pandangan dan catatan Komisi X, kami sangat mengapresiasi mungkin halaman berikutnya.

Kami sangat mengapresiasi semua hasil kerja keras Komisi X untuk tanggapannya dan dukungannya dan kami mengapresiasi komitmen Komisi X untuk terus mendorong pesan-pesan dan melakukan sosialisasi dan juga dorongan terkait alokasi 20% anggaran fungsi pendidikan untuk berbagai macam fungsi pendidikan dan hanya untuk pendidikan. Apalagi kita mengalami learning loss yang harus kita bersama mengejar ketertinggalan tersebut, jadi logikanya adalah kalau kita tertinggal malah seharusnya baik dari sisi anggaran dan sumber daya harusnya dipercepat dan diperbesar itu merupakan suatu hal yang kami sangat mengapresiasi dukungan Komisi X untuk memastikan fungsi anggaran pendidikan.

Juga untuk yang kedua yaitu komitmen untuk mendorong usulan tambahan anggaran Kemendikbud-ristek tahun 2022, karena tanpa itu terus terang hampir banyak sekali program kita yang enggak akan berjalan tahun depan. Tentunya kalau misalnya dalam skenario terburuk di mana tidak mendapatkan tambahan anggaran tersebut, tentunya Komisi X juga sangat mengerti bahwa kita pasti harus melakukan realokasi yang cukup masif secara internal untuk memastikan program-program prioritas kita tidak ter korbankan begitu.

Selanjutnya kami akan berkoordinasi dengan Kemenkeu dan Bappenas untuk mendapatkan ruang fiskal yang memadai, yaitu adalah komitmen kita Bapak/Ibu. Selama ini kita telah berjuang untuk berbagai macam program-program baru dan kenyataannya berhasil, mohon doa restu dari Bapak/Ibu Komisi X untuk kita berhasil berjuang dalam peningkatan anggaran ini biar tidak kekurangan.

Untuk slide terakhir mungkin cuma sekedar memaparkan sekali lagi seperti Catatan kami yang keempat, kami mendorong sepenuhnya Mas Menteri untuk terus meyakinkan Bappenas dan Kementerian Keuangan terkait dengan penambahan ini sambil kami akan memaksimalkan untuk menyampaikan pesan kami kepada Badan Anggaran di DPR RI.

sebelumnya, bahwa kita punya total defisit sekitar 20 triliun, lebih dari 20 triliun. Di mana 2,9 triliun itu di dalam program PAUD dan wajib belajar 12 tahun, 752 miliar di program pemajuan dan pelestarian bahasa dan kebudayaan, kita ada defisit 5,5 triliun di program kualitas pengajaran dan pembelajaran dan defisit sekitar 5,7 triliun untuk program pendidikan tinggi, defisit sekitar 2,3 triliun untuk program pendidikan dan pelatihan vokasi dan 1,9 triliun untuk program dukungan manajemen dan sekitar 887 miliar untuk program riset, inovasi dan Iptek. Jadinya cukup besar defisitnya, tapi saya

(9)

rasa Komisi X sudah mengetahui ini karena sudah mendalami dalam RDP dan konsinyering.

Saya rasa sekian dari saya Pak Ketua dan sekali lagi mohon doa restunya untuk bisa memulihkan anggaran kami di tahun 2022. Terima kasih.

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

KETUA RAPAT:

Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh.

Terima kasih Mas Menteri.

Atas nama Pimpinan dan Anggota saya ucapkan selamat atas launching Kampus Merdekanya dapat respons luar biasa, kita kasih aplaus untuk Pak Menteri, termasuk akan ada yang magang di sini. Ini menarik, siapa tahu nanti Pak Azam bisa ditemani satu mahasiswa, bukan mahasiswi Pak Azam, yang bisa mengikuti semua aktivitas Pak Azam sebagai Anggota BURT. Terima kasih.

Bapak/Ibu yang saya hormati.

Selanjutnya kita sepakati satu fraksi satu jubir untuk memberikan pandangan akhir dari pembahasan pagu indikatif, kita semua berikhtiar semoga di saat pagu definitif ada kenaikan 2,1 triliun, amin, 20,1 triliun amin.

Kami persilahkan Pak Tan mewakili Fraksi PDI Perjuangan, kami persilakan.

F-PDI PERJUANGAN (dr. SOFYAN TAN):

Terima kasih.

Yang kami hormati Ketua, Wakil Ketua.

Anggota Komisi X yang kami banggakan.

Yang kami hormati Mas Menteri beserta jajaran yang hadir.

Assalammu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Salam sejahtera.

Om swastiastu.

Namo buddhaya.

Salam kebajikan.

Mas Menteri ada kata yang bijak bahwa sebagai seorang menteri harus mampu menghadapi berbagai persoalan yang ada. Hari ini kita menghadapi turbulensi, selama saya jadi Anggota DPR RI di Komisi X anggaran yang paling besar turunnya adalah pada masa ini dan kita juga menghadapi masa Covid-19 yang tidak pernah terjadi sedemikian rupa di Indonesia. Kami sangat paham apa yang dilakukan oleh Mas Menteri beserta jajaran untuk bisa membangun sumber daya manusia yang baik, yang berkualitas, bukan menghasilkan saja lulusan yang siap pakai, tetapi

(10)

menghasilkan lulusan yang mampu membuka lapangan kerja seperti yang Mas Menteri tunjukkan kepada Indonesia, dengan modal yang sekecil- kecilnya tapi Gojek mampu lapangan yang seluas-luasnya. Pengalaman yang dilakukan, ilmu yang ada hendaknya dapat menjawab tantangan tersebut.

Nah karena itu ada orang tua kita yang mengatakan air itu selalu mengalir dari atas ke bawah, enggak pernah dari bawah ke atas. Karena itu kami juga menginginkan bahwa hasil yang dilakukan ini, perjuangan kita ini bisa dinikmati oleh anak cucu kita. Oleh karena itu apa yang dilakukan dengan program digitalisasi, apa yang dilakukan dengan Kampus Merdeka, Sekolah Merdeka menekankan bagaimana membangun guru-guru yang terampil yang mampu menjawab tantangan menghasilkan SDM yang baik.

Serta dengan tentunya pendidikan vokasi dengan pendidikan keunggulan itu, pusat keunggulan tersebut itu adalah jawaban yang dilakukan.

Kata orang tua saya kepada saya, “Sofyan, kalau kamu ingin menjadi orang hebat dan sukses, kamu lakukanlah sesuatu yang tidak pernah dilakukan orang lain dan hasilnya bisa mempengaruhi kehidupan banyak orang”. Oleh karena itu kata ini tepat pada Mas Menteri, walaupun mendapatkan dana yang kecil tapi saya berharap bahwa semangat untuk dengan menggunakan dana yang kecil, tetapi bisa menghasilkan sesuatu yang besar seperti apa yang Mas Menteri lakukan sehingga itu bisa berdampak luas kepada pembangunan di Indonesia. Tetap pada titik yang kami ingin sampaikan bahwa menghasilkan SDM yang berkualitas, tetapi juga tetap harus mempunyai jiwa kebangsaan yang tinggi, cinta terhadap tanah air dan memiliki ideologi Pancasila yang kuat.

Oleh karena itu Mas Menteri, kami mendukung sepenuhnya, dukungan sepenuhnya bukan saja dari Poksi X Fraksi PDI Perjuangan, tetapi kami juga meminta Poksi Badan Anggaran Fraksi PDI Perjuangan untuk memperjuangkan apa yang diinginkan oleh Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi Republik Indonesia untuk 20 triliun lebih tersebut. Terakhir sejalan dengan itu, kami meminta kepada Mas Menteri untuk melakukan hubungan lobi terhadap Kemenkeu, Bappenas khususnya kepada Kemenkeu bahwa kami Fraksi PDI Perjuangan menolak kalau pendidikan dikenakan pajak pertambahan nilai.

Sekian dan terima kasih.

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Merdeka!

KETUA RAPAT:

Terima kasih Pak Tan, pagi ini powerful Beliau, luar biasa, gass poll.

Selanjutnya kami persilakan dari Fraksi Partai Golkar, Pak Asia Sidot kami persilakan.

F-P. GOLKAR (DR. Drs. ADRIANUS ASIA SIDOT, M.Si.):

(11)

Terima kasih Pimpinan.

Assalammu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Selamat pagi.

Salam sejahtera untuk kita semua.

Shalom.

Om swastiastu.

Namo buddhaya.

Salam kebajikan.

Adil ka’ talino bacuramin ka’ saruga basengat ka’ jubata.

Yang terhormat Pimpinan Komisi X dan rekan-rekan Anggota Komisi X.

Yang saya hormati Bapak Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi beserta Sekjen, Irjen dan para Dirjen serta jajarannya.

Pertama kami mengucapkan atas terima kasih atas perhatian Bapak Menteri terhadap hasil konsinyering dengan para Eselon I dalam membahas pagu anggaran untuk tahun 2022. Pada dasarnya memang kita satu bahasa menginginkan penambahan dana untuk Kementerian Pendidikan seperti yang sudah kita bicarakan bersama. Karena memang kementerian ini menempatkan, tapi posisi yang strategis dalam pembangunan sumber daya manusia di Indonesia.

Terima kasih juga Pak Menteri, atas terobosan-terobosan dan reformasi serta rekonstruksi sistem pendidikan Indonesia yang dilakukan saat ini. Kami didukung penuh yaitu Merdeka Belajar, Kampus Merdeka, Guru Penggerak, Organisasi Penggerak dan seterusnya walaupun banyak kritikan- kritikan dari berbagai elemen masyarakat. Yang perlu dilakukan adalah terus- menerus melakukan sosialisasi agar masyarakat semakin paham akan program-program pembaharuan di bidang pendidikan ini, termasuk juga para guru ya.

Kami ingin kembali me-review usulan kami mengenai tunjangan guru di daerah 3T yang tadi juga sudah direspons oleh Pak Menteri, jangan sampai hilang Pak karena guru-guru di daerah terpencil ini memang merasakan berbagai kesulitan, sehingga semangat mereka perlu dikobarkan terus dengan perhatian dari pemerintah, termasuk juga tunjangan guru di daerah perbatasan Pak. Karena di Kalimantan Barat itu perbatasannya sangat panjang lebih dari 1.000 kilometer dan di situ ada ratusan ribu bahkan jutaan anak-anak kita yang bersekolah di sana dengan guru-guru yang sangat setia bahkan sebagian besar di antaranya adalah guru-guru honorer.

Kemudian juga mohon perhatian Pak Menteri juga atas usulan-usulan daerah, ini kami menerima banyak sekali titipan usulan dari bupati-bupati di daerah pemilihan kami terkait dengan misalnya rehab sekolah, sarana IT dan seterusnya yang diusulkan melalui DAK, yang usulannya telah disampaikan kepada Bapak Mendikbud dan usulan-usulan ini tentu sudah melalui proses yang benar. Artinya sudah memasuk e-planning sehingga kalau ditelusuri

(12)

jelas asalnya dari mana, bukan usulan dari Anggota tapi kami mem-backup usulan-usulan dari bupati-bupati yang disampaikan kepada kami.

Termasuk juga saat ini kami membawa usulan yang harusnya saya sampaikan di tahun 2019 yang lalu Pak Menteri, dari Universitas Tanjungpura. Satu-satunya universitas negeri di Kalimantan Barat yang mengusulkan pembangunan dan pengadaan peralatan laboratorium jalan raya, yang kondisi laboratoriumnya saat ini sangat-sangat memprihatinkan, sehingga kalau mereka mau praktik laboratorium harus ke Bandung, harus ke IPB. Begitu juga usulan dari Bupati Sanggau yang berkaitan dengan pengembangan Kampus Politeknik Negeri Pontianak, program studi di luar kampus utama di Kabupaten Sanggau. Saya minta izin Pimpinan, nanti untuk diserahkan secara langsung kepada Bapak Menteri karena ini urgen, izin Pimpinan.

KETUA RAPAT:

Terima kasih Pak Asia Sidot, terima kasih Mas Menteri sudah menerima langsung aspirasi dari Kalimantan Barat.

Selanjutnya kami persilahkan dari Fraksi Partai Gerindra, Pak Azam.

Kami persilakan Pak.

F-P. GERINDRA (ALI ZAMRONI, S.Sos.):

Terima kasih Pimpinan.

Dari Fraksi Gerindra, saya persilakan kepada Prof. Djohar untuk menyampaikan.

F-P. GERINDRA (Prof. DR. Ir. DJOHAR ARIFIN HUSIN):

Terima kasih Pak Ali, Ketua Poksi.

Assalammu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Pimpinan, Anggota yang berbahagia.

Saudara Menteri beserta jajaran.

Tentang penambahan anggaran kami telah membahas di fraksi dan Fraksi Gerindra mendukung pengusulan penambahan dana 20 triliun lebih dan ini harus ada upaya yang serius untuk memperjuangkan agar ini tidak hanya usulan, tapi hendaknya menjadi kenyataan. Walaupun ini masih di awang-awang tapi hendaknya kita juga harus mempersiapkan diri, seandainya ini ditolak, kami minta semua program harus jalan on the track ya jangan sampai nanti pendidikan kita terkendala hanya karena pendanaan yang kita usulkan tidak kita dapatkan.

Kemudian kami terima kasih banyak kemajuannya yang kami lihat tapi ada juga harus kita serius mengerjakan seperti Kampus Merdeka, biarkanlah

(13)

mereka memilih rektor, biarkanlah mereka menyelesaikan guru-guru besarnya dengan kondisi mereka sendiri. Kemudian tentang pembelajaran tatap muka yang sekarang ini terkendala dengan adanya Covid-19, kami minta kebijakan yang tidak sama di seluruh tanah air. Karena ada daerah-daerah yang sudah bisa tatap muka dan sudah bermohon, tapi kebijakannya karena merata semua sehingga tidak mereka bisa laksanakan. Jadi hendaknya kondisional sehingga ketinggalan kita dalam pendidikan tidak terlalu parah karena mereka sudah bisa duduk bersama di dalam kelas.

Kemudian kami dari Fraksi Gerindra menolak keras adanya pajak pertambahan nilai di bidang pendidikan, semestinya pendidikan tugas negara tapi kalau masyarakat bisa membantu malah dikenakan pajak. Jadi sangat tidak bagus, mereka membantu pendidikan kita malah dikenakan pajak.

Semestinya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bisa berusaha keras karena Undang-undang Dasar 1945 20% pendidikan itu biaya pendidikan itu untuk pendidikan, 20% dari APBN mestinya ada sekitar 500 triliun lebih. Ini hendaknya di bawah kontrol Kementerian Pendidikan, pelaksanaannya mungkin saja di kementerian lain, tapi hendaknya di bawah kontrol Kementerian Pendidikan.

Sebenarnya masih bisa lagi dana yang kita ambil, ada program yang diinginkan oleh Presiden, revolusi mental itu belum disambut dengan serius.

Program-programnya ini hendaknya ada, bagaimana membangun karakter bangsa ini kita masih ketinggalan. Di mana ada kejujuran itu hampir bangga tidak jujur, sedangkan ini adalah permintaan dari Presiden. Sebenarnya ini bisa dimanfaatkan untuk merebut anggaran-anggaran seperti itu.

Ini saja Pimpinan, terima kasih, mohon maaf.

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

KETUA RAPAT:

Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh.

Cukup Pak Ali? 3 menit Prof. pas ini, terima kasih.

Selanjutnya kami persilakan dari Fraksi Partai Nasdem.

F-P. NASDEM (RATIH MEGASARI SINGKARRU, M.Sc.):

Baik, terima kasih Pimpinan.

Bismillahirrahmanirrahim.

Assalammu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Yang kami hormati Pak Ketua, beserta seluruh Pimpinan dan juga seluruh Anggota Komisi X.

Lalu Mas Menteri, Pak Dirjen semua beserta seluruh jajaran.

(14)

Semoga kita semua selalu dalam kondisi sehat, saya langsung saja.

Jadi kami dari Fraksi Nasdem mendukung penuh lahir dan batin kalau kata Bang Azam dengan adanya usulan anggaran tahun anggaran 2022, program prioritas dalam RKP Kemendikbud-ristek terutama pada program peningkatan pendidikan Indonesia melalui peningkatan kualitas dan juga prestasi pendidikan vokasi terkhususnya untuk link and match-nya. Lalu juga program asesmen nasional, penuntasan vaksin GTK, program pertemuan tatap muka, Sekolah Penggerak, Kampus Merdeka, Merdeka Belajar, peta jalan pendidikan, pengembangan kurikulum dan perbukuan, penelitian kebijakan pendidikan dan kebudayaan, penelitian arkeologi dan rumah peradaban, pelaksanaan akreditasi serta revisi Undang-Undang Sisdiknas, lalu juga program PAUD serta wajib belajar 12 tahun, peningkatan kualitas pengajaran dan pembelajaran dan juga terkhususnya pada pengangkatan GTK honorer menjadi ASN.

Lalu juga dalam rangka mendukung program Merdeka Belajar yang salah satu programnya adalah pelaksanaan asesmen nasional yang memerlukan dukungan penyediaan sarpras, terkhususnya juga TIK terutama untuk di sekolah-sekolah kita Mas Menteri itu juga kami dukung dengan adanya anggaran kebutuhan TIK di pagu 2022 ini dan juga diperlukan evaluasi terkait pernyataan serta penyaluran TIK sehingga itu semua tepat sasaran dan juga bersifat transparan. Lalu juga kami dukung sarana TIK persiapan asesmen nasional itu perlu diperhatikan dengan adanya riset dan juga survei sebelum pelaksanaan asesmen nasional. Sehingga nanti pada saat kita upaya untuk mendapatkan evaluasi dari sistem pendidikan itu dapat terwujud.

Lalu terkait di bidang pendidikan vokasi, kami juga Fraksi Nasdem berkomitmen penuh dalam memberikan dukungan serta melakukan pengawasan terhadap peningkatan kualitas pendidikan vokasi, baik itu di SMK, politeknik, akademi komunitas dan LKP, lalu juga serta integrasi dan juga kolaborasinya dalam dunia kerja juga karena itu sangat penting sekali.

Lalu kami memberikan perhatian khusus kepada sarpras pendidikan vokasi yang layak di seluruh Indonesia, terkhususnya untuk di daerah-daerah tertinggal Mas Menteri karena itu perhatiannya sungguh masih sangat kurang sekali. Lalu juga distribusi guru, pelatih itu juga tidak hanya berpusat di kota- kota besar tapi juga merata di daerah-daerah terkhususnya sekali lagi di daerah 3T. Lalu juga kami akan kawal terus juga untuk realisasi serta implementasi program pendidikan vokasi untuk link and match-nya, keterlibatan DU/DI di segala aspek penyelenggaraan pendidikan vokasi terkhususnya untuk penanganan jumlah pengangguran akibat dampak dari pada Covid-19 ini. Begitu.

Lalu juga kami dari Fraksi Nasdem Mas Menteri, kami dengan tegas menolak apabila ada rencana pemerintah menaikkan pajak sekolah itu sangat absurd sekali menurut kami. Karena ini hal yang sangat kita sayangkan bertentangan dengan konstitusi dan juga kami harap ini tidak diberlakukan seperti itu. Jadi saya harap, kami harap Mas Menteri bisa mengambil sikap yang sama dengan kami di Komisi X, satu frekuensi dengan kami untuk juga tidak mendukung wacana kenaikan PPN ini.

(15)

Sekian Pimpinan, lebih kurangnya mohon maaf apabila ada salah penyampaian.

Wa billahit taufiq wal hidayah.

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

KETUA RAPAT:

Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh.

Terima kasih Mbak Ratih mewakili dari Fraksi Partai Nasdem, memberikan catatan-catatannya.

Selanjutnya kami persilahkan dari Fraksi PKB, Mas Kadafi.

F-PKB (Dr. H. MUHAMMAD KADAFI, S.H., M.H.):

Assalammu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Yang saya hormati Pimpinan dan seluruh Anggota Komisi X.

Yang saya banggakan Bro Menteri beserta seluruh jajarannya.

Kami dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa, jadinya ada beberapa catatan berkenaan dengan konsinyering kemarin. Salah satunya adalah bagaimana pagu anggaran berkenaan dengan GTK honorer ini harus dijaga dan dioptimalisasi pendistribusiannya dan kita berharap mereka nantinya bisa didorong untuk menjadi ASN dan juga bisa memanfaatkan beberapa program seperti halnya guru penggerak.

Kemudian kita tahu bahwa proses belajar mengajar pada hari ini kondisi situasi memang pandemi Covid-19 ini belum bisa tertangani dengan cukup baik, terus berubah yang tadinya wilayah hijau bisa berubah ke kuning, yang oranye bisa jadi ke hijau. Oleh karena itu bantuan TIK sangat dibutuhkan, oleh karena itu ini haruslah didorong agar optimalisasi proses pembelajaran jangan sampai learning loss ini semakin melebar. Oleh karena itu bantuan TIK perlu difokuskan agar nantinya bantuan ini juga bisa dirasakan sampai di daerah-daerah 3T pun tetap proses pembelajarannya bisa dilakukan secara optimal.

Kemudian juga kita tahu bahwa di vokasi, memang data-data sebelumnya adalah pencetak pengangguran terbesar. Oleh karena itu kita ketahui bahwa kondisi pandemi ini banyak sekali PHK, maka vokasi ini harus bisa menjadi fokus kita. Jadi sangat tepat ini Pak Wikan berani menaikkan anggarannya dibandingkan tahun ini, itu adalah bagian daripada kerja kita, optimalisasi kita bagaimana bisa mendorong bahwa vokasi ini bisa melahirkan para entrepreneur-entrepreneur baru. Karena tanpa melahirkan entrepreneur- entrepreneur baru, kalau kita mendorong mereka hanya sebagai pekerja hari ini lapangan pekerjaan itu sangat terbatas.

(16)

Jika kita bisa mendorong mereka menjadi para wirausaha baru, para entrepreneur baru, Insya Allah ini semakin membuka lapangan pekerjaan dan kita berharap juga nantinya vokasi semakin meningkat, bisa mendorong mereka dengan melanjutkan pendidikan dan juga kita berharap bisa memberikan terobosan-terobosan baru. Kita tahu bahwa dengan pandemi ini banyak sekali peluang-peluang baru yang bisa ditangkap oleh teman-teman vokasi. Ini harus menjadi solusi baru, terobosan baru di vokasi di bawah kepemimpinan Bro Menteri.

Kemudian di akhir pandangan kami bahwa kami sangat mendukung penambahan anggaran 20 triliun lebih karena ini menjadi investasi kita untuk generasi masa yang akan datang. Karena tanpa keseriusan kita dalam menginvestasikan anggaran untuk generasi penerus bangsa, maka learning loss ini akan terjadi dan kita akan kehilangan satu generasi yaitu generasi bonus demokrasi.

Mungkin itu, terima kasih.

Wallahul muwaffiq ila aqwamit thariq.

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

KETUA RAPAT:

Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh.

Terima kasih Mas Kadafi dari Fraksi PKB, pas 3 menit.

Selanjutnya kami persilakan dari Fraksi Partai Demokrat, Kang Dede.

PIMPINAN KOMISI/F-P. DEMOKRAT (DEDE YUSUF M.E., S.T., M.I.Pol.):

Pak Ketua, terima kasih.

Assalammu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Selamat siang.

Salam sejahtera.

Kang Menteri yang saya hormati, jadi kalau dipanggil Bro itu bahasa gaul karena saya kan orang Jawa Barat, saya panggil Kang Menteri, Kang Nadiem supaya ingat terus dengan Jawa Barat maksudnya.

Terima kasih sekali bahwa selama beberapa hari kita melakukan konsinyering kita menemukan bahwa ada sebuah terobosan-terobosan baru yang akan dilakukan dan kita mengapresiasi juga apa yang rencana-rencana besar yang sudah di-launching salah satunya adalah Kampus Merdeka ini menjadi sangat baik sekali. Catatan-catatan kecil dari Fraksi Demokrat adalah yang pertama ada usulan tambahan sekitar 20,1 triliun tentu ini merupakan suatu angka yang juga sangat tinggi sekali. Di mana pada saat ini hampir semua kementerian dan lembaga itu juga sedang mengusulkan tambahan, jadi ini adalah perjuangan yang besar sekali.

(17)

Oleh karena itu catatan-catatan kami adalah bahwa kita akan berjuang bersama-sama dan akan memfokuskan juga kepada hal-hal yang skala prioritas. Apabila, sekali lagi peningkatan anggaran tidak sesuai harapan, maka catatan Fraksi Demokrat adalah benar-benar memberikan prioritas yang pertama adalah terkait dengan pendidikan Dikdasmen, pendidikan dasar ini karena ini adalah salah satu yang menjadi tanggung jawab kita di dalam undang-undang. Terutama tentunya kita melihat bahwa pada program- program wajib seperti program PAUD dan wajib belajar 12 tahun yang masih mengalami kekurangan anggaran 2,9 triliun dan program-program lainnya.

Lalu yang kedua untuk program KIP dan PIP, saya rasa ini harus tetap menjadi unggulan di tahun 2022. Apalagi sebagaimana yang disampaikan oleh kawan-kawan tadi terjadi yang namanya adalah learning loss.

Kekhawatiran kami bukan hanya learning loss, tetapi disebut sebagai generation loss karena faktor kondisi yang terjadi di era pandemi ini semakin banyak anak-anak kita yang mulai meninggalkan sekolah, bahkan mungkin tidak peduli lagi dengan proses belajar mengajar.

Berikutnya Mas Menteri yang saya hormati, mengenai program vokasi.

Pak Wikan, saya pikir usulan yang sangat baik sekali untuk melakukan penambahan dan benar yang disampaikan kawan-kawan juga bahwa program-program vokasi memang harus terjadi sinergi dengan dunia usaha dan dunia industri dan saya sepakat bahwa masalah entrepreneurship harus kita dukung karena saat ini kita melihat angka wirausaha di Indonesia masih dalam tataran yang masih kurang daripada kebutuhan daripada negara. Oleh karena itu di mana pada saat terjadi angka pengangguran yang makin lama makin tinggi dan angka kemiskinan turun, maka harus ada terobosan di bidang training vocational education untuk mendorong agar pemuda/pemudi kita bisa berusaha dengan baik.

Berikutnya juga di bidang vokasi, kami memberikan catatan yaitu pemenuhan APK adalah program yang baik dan perlu ditingkatkan agar program ini bisa dirasakan, terutama pada daerah-daerah 3T. Ada anggota kami ini Ibu Anita yang di daerah 3T selalu mempertanyakan bahwa perhatian negara terhadap daerah 3T kelihatannya masih dirasa kurang. Jadi oleh karena itu sangat wajar jika kita memberikan perhatian yang penuh kepada daerah-daerah 3T tersebut atau mungkin di daerah-daerah yang belum memadai.

Sedikit lagi Pak Ketua, berikutnya tambahan untuk guru-guru. Ini masalah guru di Dirjen GTK ada beberapa catatan bahwa yang kuota 1 juta ini ternyata ada sebagian daerah yang mendapatkan pemotongan. Satu contoh di daerah Jawa Barat mengusulkan 21 ribu, namun yang ditetapkan hanya 16 ribu dan ketika ditanyakan kepada provinsi bahwa pemotongan itu langsung dari pusat. Seharusnya ada penjelasan yang lebih lanjut, apakah rasio guru kelebihan ini terhadap beberapa Mapel, pemetaan ajuan yang tidak sesuai dan sebagainya ketika diverifikasi pusat menjadi berkurang.

Terakhir Mas Menteri, catatan kami mengenai kesiapan tatap muka di bulan Juli ini rasanya harus ada ketegasan yang tegas dari Kemendikbud

(18)

dikarenakan saat ini posisi masih bertanya-tanya di tengah meningkatnya Covid-19, terutama di daerah kota-kota besar rasanya ini harus memberikan satu dukungan. Jangan semuanya langsung diserahkan kepada pemerintah daerah karena ini adalah bencana nasional yang harus kita tanggung bersama dan kami dari Fraksi Partai Demokrat, tentu kami juga menolak apabila sekolah diberikan pajak karena saat ini semua sekolah sudah megap- megap dan juga tidak mungkin untuk menambah beban nanti kepada orang tua.

Akhirnya dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, kami Fraksi Partai Demokrat menerima RKA K/L daripada Kemendikbud-ristek dan juga usulan tambahan sebesar 20,1 triliun. Demikian Pak Ketua yang saya hormati, terima kasih.

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

KETUA RAPAT:

Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh.

Terima kasih Kang Dede mewakili Fraksi Partai Demokrat.

Selanjutnya kami persilakan dari Fraksi PKS, Ibu Ledia kami persilakan Ibu.

F-PKS (Hj. LEDIA HANIFA AMALIAH, S.Si., M.PSi.T.):

Terima kasih Pimpinan.

Assalammu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Pimpinan dan Anggota Komisi X, yang mudah-mudahan senantiasa sehat dan berbahagia.

Pak Menteri beserta seluruh jajaran juga mudah-mudahan senantiasa sehat dan berbahagia.

Ada beberapa catatan yang ingin kami sampaikan, pertama ketika kita membicarakan tentang anggaran tentu anggaran ini mengikuti program yang disusun. Oleh karenanya program itu menjadi bagian yang sangat penting ke mana arah pendidikan kita akan bergerak. Terkait dengan pendidikan vokasi, kami masih memandang bahwa program yang dibuat bobotnya masih untuk pencari kerja bukan untuk menciptakan kerja. Oleh karenanya tentu kita ke depan harus semakin menguatkan kemampuan siswa, mahasiswa pendidikan vokasi kita agar mereka mampu menciptakan lapangan kerja.

Terkait dengan asesmen nasional ini harus dipastikan dan menjadi base line untuk mengetahui kondisi pendidikan kita dan harus diikuti dengan menyiapkan kemampuan para guru untuk melakukan asesmen kemampuan per siswa agar dapat memberikan perlakuan atau treatment pendidikan yang

(19)

sesuai dengan kebutuhan siswa, jangan bicara asesmen diagnostik sebelum memberikan kemampuan kepada siswa.

Ketiga terkait tentang riset dan inovasi perguruan tinggi, tampaknya di 2022 ini belum tersentuh padahal itu amanat Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2019 tentang Sistem Nasional Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Riset dasar harus berkembang dari perguruan tinggi, dari situ kemudian nanti akan berkembang riset terapan dan juga inovasi-inovasi. Terkait dengan sarana dan prasarana pendidikan, tampaknya harus dipastikan bagaimana penyelesaiannya dengan Kementerian PUPR karena jika tidak diselesaikan kita tidak bisa memastikan bagaimana bisa menyelesaikan keseluruhannya.

Kemudian kami mengusulkan Pimpinan, semestinya 20% anggaran fungsi pendidikan dari 20% APBN harusnya dikelola di bawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Kalau seperti sekarang keadaannya kaki diikat tapi disuruh berlari, bagaimana ceritanya? Itu enggak akan memberikan kemudahan bagi kita. Mas Menteri, saya ingin mengingatkan bagus kerja sama vokasi dengan berbagai perusahaan, banyak terobosan-terobosan tapi jangan lupa anak buah sendiri, kenapa? Karena ternyata 30 UPT di bawah Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa enggak dianggarkan. Itu nanti akan sangat berkaitan erat dengan kesejahteraan mereka. Karena ketika tidak dianggarkan program sama sekali gajinya ada, hanya gaji pokok, tunjangan kinerjanya akan diperoleh dari mana karena memang tidak ada kinerja. Saya pikir selain memandang keluar, ke dalam juga harus diperhatikan.

Terakhir pendidikan adalah satu kegiatan yang bersifat nirlaba, sudah selayaknya tidak diangkat, tidak diambil pajak pendidikan. Oleh karenanya menjadi bagian yang sangat penting bagi kita semua untuk tidak menyelenggarakan pemungutan pajak di sektor pendidikan, terutama karena kita tahu bahwa pendidikan adalah sebuah kegiatan yang bersifat nirlaba.

Terima kasih Pimpinan, Fraksi PKS dengan berat hati menyetujui karena anggaran pagu indikatifnya sangat rendah tetapi kita juga mendorong agar dalam upaya kita untuk meningkatkan tambahan di pagu definitif nanti bisa dilangsungkan.

Terima kasih Pimpinan.

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

KETUA RAPAT:

Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh.

Terima kasih Ibu Ledia, beberapa catatannya, semoga menjadi bagian utuh dari raker dan pelaksanaan nanti Catatan kami yang keempat, kami mendorong sepenuhnya Mas Menteri untuk terus meyakinkan Bappenas dan Kementerian Keuangan terkait dengan penambahan ini sambil kami akan memaksimalkan untuk menyampaikan pesan kami kepada Badan Anggaran di DPR RI. dan pelaksanaan nanti.

(20)

Kami persilakan selanjutnya dari Fraksi Partai Amanat Nasional, Prof.

Zainuddin. Kami persilakan Prof.

F-PAN (Prof. Dr. ZAINUDDIN MALIKI, M.Si.):

Assalammu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Yang saya hormati Pimpinan Komisi X, semua anggota yang hadir fisik maupun virtual.

Mas Menteri dan seluruh jajaran Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi yang saya hormati dan saya banggakan.

Kami dari Fraksi Partai Amanat Nasional jujur saja merasa waswas dengan turunnya pagu indikatif yang disediakan oleh pemerintah untuk menyediakan anggaran Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dari 81 triliun kemudian turun menjadi 73 triliun, sekitar 8 triliun lebih anggaran Kementerian Pendidikan ini berkurang. Dengan anggaran yang pernah diberikan saja kita masih merasa belum bisa berbuat banyak untuk memberikan afirmasi kepada lembaga-lembaga pendidikan.

Sehingga kemudian kita masih merasa atau masyarakat merasa pemerintah baru bisa memberi perhatian kepada lembaga pendidikan negeri dan belum swasta, karena apa? Karena memang masih kita ini belum bisa menyediakan anggaran yang cukup, padahal afirmasi atau langkah-langkah yang tulus dan ikhlas dari masyarakat untuk menyelenggarakan pendidikan swasta itu dilakukan penuh dengan kesungguhan. Meskipun dengan anggaran sarana-prasarana yang sedikit, gaji guru yang juga sangat jauh dari layak tapi mereka mau melakukan.

Saya kira Fraksi Partai Amanat Nasional berada di belakang Menteri Pendidikan untuk berusaha mendapatkan tambahan anggaran 20 triliun itu.

Fraksi Partai Amanat Nasional juga tidak setuju kalau pemerintah mau mengenakan PPN 12% kepada pendidikan, yang pertama ini jelas akan memberikan beban kepada masyarakat, yang kedua ini kemudian membangun sebuah mindset bahwa pendidikan bukan sebuah lembaga yang diberi tugas untuk memanusiakan manusia. Lembaga pendidikan dipandang sebagai instrumen bisnis yang layak dikenakan sebagai objek pajak. Oleh karena itu Fraksi Partai Amanat Nasional menolak pengenaan PPN 12%

kepada pendidikan.

1 menit lagi saya mohon izin, yang terakhir Fraksi Partai Amanat Nasional dalam kesempatan yang berbahagia ini meminta kepada Mas Menteri karena Menteri Pendidikan itu adalah yang diberi tanggung jawab untuk mengendalikan sistem pendidikan nasional. Kalau kemudian anggaran 20% yang harus disediakan ternyata disebar ke berbagai sektor dan disalurkan ke daerah, maka yang paling bertanggung jawab untuk menjamin semua anggaran itu benar-benar dalam rangka mewujudkan tujuan pendidikan nasional itu ada di tangan Menteri Pendidikan. Oleh karena itu kami berharap supaya alokasi anggaran yang 20% ini bisa dikoordinasikan dengan baik, sehingga mereka benar-benar mengacu kepada tujuan

(21)

pendidikan nasional yang tanggung jawabnya ada di tangan Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi.

Saya kira itu, terima kasih.

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

KETUA RAPAT:

Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh.

Terima kasih Prof. Zainuddin, berbagai catatannya atas nama Fraksi Partai Amanat Nasional.

Selanjutnya dari Fraksi PPP, tapi saya dapat konfirmasi Ibu Illiza sedang melaksanakan Rapat Kerja Partai di Bali. Kelihatannya tidak ada yang mewakili sambil kita tunggu mungkin Beliau masuk nanti di tengah-tengah.

Selanjutnya kami persilahkan dari unsur Pimpinan, Pak Fikri sebelum nanti ke Ibu Hetifah dan Tante Agustina.

PIMPINAN KOMISI / F-PKS (DR. H. ABDUL FIKRI FAQIH):

Terima kasih Pak Ketua. Sedikit saja.

Pimpinan dan Anggota Komisi X DPR RI.

Mas Menteri dan jajarannya yang saya hormati.

Langsung saja saya membawa pesan saja karena keputusan tadi sudah disampaikan Fraksi PKS persetujuannya. Berat hati itu karena kecil jadi kurang legowo, karena kecil maksudnya, jadi mestinya ditambah. Saya hanya menyampaikan ini Pak, mungkin karena sama-sama guru ya. Kondisi ini tadi disampaikan, disuarakan saya juga membaca tulisannya Puang Andi, kemudian juga YouTube yang dikirim oleh Mas Nur Purnamasidi dan seterusnya. Sekarang ini kondisi yang sedang gelisah adalah guru Pak, terutama guru honorer ini mungkin mohon tentang 1 juta rekrutmen guru honorer itu dipastikan. Karena kemarin sebelumnya sudah, ini ada Ketua Panjanya, tapi saya khawatir kemudian banyak yang kecewa dari hasilnya.

1 juta itu hitungan mereka baik itu dari Pemda maupun juga dari guru- guru itu hanya sekitar 500 ribu, sehingga 500 ribu itu nanti akan, ini guru honorer saja belum yang lain nanti. Apakah itu nanti menjadi PNS atau mungkin jadi PPPK itu tidak ada masalah, tetapi yang penting status. Jadi ini suasana kebatinan guru ini sekarang lagi galau, termasuk juga tenaga kependidikan. Jadi beberapa kali minta bertemu, bertemu pun tidak menyelesaikan sesungguhnya, ya paling tidak mengurangi beban mereka itu saja. Jadi kita hanya mendengarkan apa yang disampaikan oleh mereka karena beban di dalam menjalankan tugas itu. Mohon segera perhatian, satu tentang guru dan tenaga kependidikan.

(22)

Yang kedua, juga sama ini suasana kebatinan. Sekarang ini senang sebetulnya dengan menteri sekarang ini Mendikbud Ristek ini, terutama tentang pendidikan vokasi. Tapi memang nanti yang bagus adalah yang unggulan-unggulan yang prestasinya bagus, tapi kita ini kan dalam pendidikan harus bersama terutama yang rendah ini tampaknya terutama di daerah juga yang minim, sekolah-sekolah yang kurang berprestasi dan seterusnya, apalagi SMK. SMK ini kalau praktik atau magang itu mereka bukan hanya belajar Pak, tetapi merusak alat. Oleh karenanya tidak seluruhnya perusahaan atau dunia industri yang mau menerima, jadi merusak alat dan bahan, ini kan juga tidak mudah.

Nah oleh karenanya mungkin peluang-peluang 100 dan seterusnya, dan seterusnya di berskala dunia dan seterusnya, internasional itu saya kira bagus tetapi nanti akan yang meraih adalah sekolah-sekolah yang punya prestasi yang bagus. Nah sekolah yang prestasinya rendah ini kok akhirnya menurut hukum alam nanti akan gulung tikar semua, oleh karenanya saya kira mohon perhatian supaya kita berjalan bersama. Jadi untuk juga tetap bahwa mereka yang kualitasnya saya mohon maaf sekarang masih belum beruntung itu juga bisa difasilitasi oleh Kemendikbud-ristek ini untuk juga maju.

Matur wuwun.

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

KETUA RAPAT:

Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh.

Terima kasih Pak Fikri. Terkait dengan pertanyaan 1 juta ini mohon nanti ada respons khusus dari Mas Menteri, apakah pemenuhan kuota sisa kurang lebih sekitar setengah juta yang direncanakan Agustus itu apakah betul bisa dilaksanakan atau tidak. Mungkin nanti bisa disampaikan langsung oleh Mas Menteri.

Saya persilakan selanjutnya Ibu Hetifah.

PIMPINAN KOMISI/F-P. GOLKAR (Dr. Ir. HETIFAH SJAIFUDIAN, MPP.):

Terima kasih Pak Ketua.

Teman-teman Pimpinan dan Anggota.

Mas Menteri beserta seluruh jajaran.

Rebusan pisang kue klepon.

Teman semua ayo nikmati.

Saran pandang sudah direspons.

Tambahan dana disepakati.

(23)

Begitulah sikap kami mendukung penuh Pak Ketua, pengajuan tambahan dana di samping karena tambahan tugas dengan Ristek masuk ke Kementerian Dikbud. Memang tahun ini masih banyak sekali PR kita di 2020- 2021 tentu saja Mas Menteri kita semua tertatih dengan adanya disrupsi yang sangat luar biasa. Tapi kami berharap di 2022 ini mudah-mudahan KBM atau kegiatan belajar mengajar kita bisa memasuki new normal dengan berbagai inovasi yang sudah dilakukan. Mudah-mudahan anggarannya bisa memanifestasikan ya upaya inovatif kita untuk menanggulangi dampak pandemi, seperti learning loss tadi teman-teman sudah mengingatkan, Kang Dede dan kawan-kawan.

Program inovatif seperti tadi Mbak Ratih sampaikan ya, semua lah guru penggerak, sekolah penggerak, SMK pusat keunggulan, kurikulum yang lebih sesuai dengan fase pendidikan anak, pengangkatan atau rekrutmen PPPK dan lain-lain. Kami juga berharap program-program inovatif ini tetap berlanjut dan tentu saja kami mengapresiasi upaya untuk melakukan pendidikan karakter, memajukan kebudayaan, mengubah mindset misalnya di program vokasi tadi ditegaskan ya dari BMW menjadi WBM ya, jadi wirausahanya menjadi di depan dan tentu saja kita sangat berharap suatu saat dimulai dari sekarang juga negara kita juga bisa seperti negara lain yang memiliki perusahaan lokal kelas dunia.

Saya yakin Mas Menteri dengan pengalamannya mengelola decacorn mampu memberikan wadah bagi generasi muda kita ke arah sana. Tentu saja kami sudah berpesan juga kepada Mas Wikan waktu itu ya, jadi kita harus sesuaikan upaya ini juga dengan manpower planning di Indonesia seperti apa, diberikan yang memang dibutuhkan jangan ajarkan yang sudah out of date dan sebagainya. Kami Komisi X tentu saja, khususnya Fraksi Golkar siap selalu menjadi mitra aktif namun juga tetap kritis dalam perjalanan program kita di 2022 yang akan datang. Mudah-mudahan segala persoalan yang kita hadapi dan itu bisa kita hadapi bersama dan apa yang diusulkan terkait dengan pengajuan dana bisa terwujud Pak Ketua, mari kita berdoa bersama.

Terima kasih.

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

KETUA RAPAT:

Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh.

Ibu Hetifah tepat waktu Ibu, pas 3 menit.

Kami persilakan Tante Agustina, oh ya sudah kelewat kita perpanjang sampai pukul 13.00 WIB.

(RAPAT: SETUJU) Kami persilakan Tante.

(24)

PIMPINAN KOMISI/F-PDI PERJUANGAN (AGUSTINA WILUJENG PRAMESTUTI, S.S.):

Terima kasih Pak Ketua.

Sedikit mungkin tentang magang di rumah rakyat, kebetulan saya mengikuti persiapan teknisnya, beberapa kali rapat, terakhir di Semarang.

Yang ingin kami sasar adalah bahwa anak-anak mahasiswa itu nanti memahami tugas legislator, membuat undang-undang, mengawasi jalannya pemerintahan dan turut serta dalam membahas dan mengesahkan RAPBN.

Kemudian dengan cara bagaimana legislator ini menjalankan fungsi- fungsi aspirasi, fungsi artikulasi, fungsi agregasi, fungsi edukasi dan fungsi advokasi harapan masyarakat serta fungsi partisipasi dan fungsi budget.

Mereka akan ditempatkan di komisi-komisi, badan-badan dan lembaga- lembaga di bawah Sekjen secara bergantian. Mereka juga mendapatkan kesempatan untuk mengikuti Paripurna, kunjungan kerja dan reses Anggota DPR supaya dapat secara utuh melihat kemungkinan masa depan mereka suatu hari menjadi seorang anggota legislatif atau bekerja di dalam gedung legislatif.

Yang kedua, tentu kita sepakat harus menolak pajak pendidikan.

Undang-Undang Dasar 1945 mengamanatkan 20% itu anggaran adalah seharusnya menjadi anggaran pendidikan. Namun diketahui bersama bahwa di Kemendikbud hanya sekitar 14 koma sekian yang mendekati 15%, kemudian di Kemenag ada mungkin lebih kecil lagi yang untuk khusus untuk sekolah. Dari sekian banyak kementerian lembaga yang berkaitan langsung dengan pendidikan anak usia sekolah itu tidak sampai 400 triliun dari 550 triliun.

Karenanya di masa pandemi ini kita berharap pemerintah dapat memberikan kesempatan kepada anak-anak usia sekolah. Diprioritaskan mendapatkan 20% dari APBN, saya yakin 73 triliun pagu anggaran dari Kemendikbud ini jauh sekali dari 100%-nya 20% peran APBN tapi kita lihat nanti pada saat kita dapat menghitung seluruh kebutuhan di Badan Anggaran.

Saya kira hari ini Badan Anggaran sedang rapat, masing-masing dari Anggota Fraksi sudah memberikan message kepada para Anggota Banggar bahwa Komisi X menuntut 20% mayoritas diberikan untuk prioritas anak-anak usia sekolah.

Izin, satu setengah menit mungkin. Yang terakhir untuk GTK honorer Mas Menteri, dari 1 juta hanya 580 ribu saja yang bisa didaftar karena dari peta permasalahan yang mencuat pada saat pembahasan di Panja, sebagian karena disinformasi yang diterima oleh pemerintah kabupaten/kota tentang penganggaran. Mereka khawatir walaupun sekarang sudah terjawab, mereka tidak lagi khawatir tetapi dalam tahapannya sudah to late. Maka kita berharap pada bulan Agustus nanti dapat dibuka kembali, kabupaten/kota yang sudah ter cerahkan bahwa ternyata tenaga PPPK yang akan di angkat itu nanti tidak akan mengganggu APBD mereka, dapat mengusulkan kembali jumlah tenaga honorer yang akan dimintakan menjadi tenaga PPPK.

(25)

Kemudian yang kedua, Mas Menteri tentang guru honorer. Masih ada beberapa formasi guru yang tidak ada, yang padahal gurunya itu existing ada yaitu guru-guru bahasa daerah, guru olahraga, guru kesenian dan kebudayaan dan berbagai hal yang nanti secara resmi akan kami kirimkan suratnya dari Komisi X tentunya melalui Pimpinan DPR kepada Kemendikbud.

Formasi apa saja yang existing gurunya itu honorer ada, tetapi tidak ada di dalam proses pendaftaran. Yang terakhir Mas Menteri, mutu dari pendidikan tentu harus dijaga. Artinya para guru honorer yang tiga kali berturut-turut kemudian tetap gagal, tidak bisa lulus tes kami berharap dibuatkan formasi tenaga pendidik. Jadi tidak mengajar tetapi mereka tetap berada di sekolah untuk mengabdikan diri kepada para murid dan guru.

Saya kira demikian, terima kasih Pak Ketua, waktu saya kembalikan.

KETUA RAPAT:

Terima kasih Ibu Agustina. Menyangkut soal isu yang terakhir, menambahkan apa yang menjadi concern juga oleh Pak Fikri dan teman- teman yang lain.

Selanjutnya kami persilakan Mas Menteri untuk memberikan respons beberapa terkait dengan masukan dan saran dari teman-teman tadi, silakan.

MENDIKBUD-RISTEK RI (NADIEM ANWAR MAKARIM, B.A., M.B.A.):

Terima kasih Pak Ketua, terima kasih Bapak/Ibu Anggota.

Ada beberapa poin mungkin saya tanggapi, yang satu kami mendengar dengan sangat jelas posisi Komisi X mengenai wacana penambahan pajak PPN untuk sekolah. Itu tentunya akan kami kaji karena kami juga harus mendalami dahulu untuk melihat situasinya, tapi pesan itu akan kita bawa ke dalam internal pemerintahan pusat.

Kedua adalah kami sangat berterima kasih atas apresiasi dan dukungan untuk meningkatkan anggaran ini. Semoga dukungan di Banggar juga bisa terjadi, saya yakin dengan perjuangan teman-teman Komisi X harapannya bisa tercapai walaupun tidak 100%, tapi saya rasa kita bisa bersama-sama mencapai peningkatan sehingga tidak semua program ter korbankan. Kami juga mendengar sangat jelas mengenai posisi penjelasan dan otoritas daripada alokasi dari 20% anggaran pendidikan ini yang harus dipertajam, diperjelas definisinya dan otoritas siapa yang seharusnya melakukan alokasi tersebut. Itu merupakan suatu hal yang akan kami tanggapi secara serius tapi tentunya butuh dukungan dari seluruh Anggota Komisi X dan semua fraksi untuk itu terjadi.

Saya sangat setuju tadi mengenai bahwa TIK itu harus diprioritaskan dan tidak boleh dikorbankan untuk tahun ke depan, ini bukan hanya karena pandemi karena itu adalah basis daripada pemerataan informasi dan akses untuk daerah mana pun. Itu adalah bahan dasar daripada peningkatan kualitas pendidikan, kalau dia tidak punya akses ke guru-guru yang baik lewat

(26)

platform digital, kalau dia tidak punya akses ke informasi terbaru dari Kemendikbud-ristek, sekolah itu mana mungkin bisa terus memperbaiki dirinya, jadi TIK itu harusnya tidak dikorbankan.

Saya belum mendengar mengenai konsep mengenai formasi yang ditolak, tapi kalau ada mohon dilaporkan kami akan segera menginvestigasi.

Saya ingin menjelaskan sekali lagi karena mungkin sudah 5 sampai 10 kali ya saya mengulang ini mengenai informasi 1.500.000. Jadi mohon bantuan dukungan Anggota Komisi X untuk memperjelas apa yang dimaksudkan.

Kemarin 1 juta adalah jumlah anggaran yang sebenarnya sudah disiapkan untuk menghadapi. Anggaran itu hanya bisa dipenuhi kalau daerah mengajukan formasi, untuk tahun ini yang mengajukan formasi se-pul-pulnya itu sudah didorong dikasih tahu akan menjadi anggaran APBN itu 550 ribu, itu bukan kabar jelek, itu kabar yang luar biasa gembiranya.

Karena bertahun-tahun kemarin cuma 50 ribu, maksimal 40 ribu formasi kita. Jadinya sudah harusnya tidak ada kesedihan, angka 550 ribu adalah rekor untuk kita semua, tapi jangan juga nanti ada mispersepsi angka 500 ribu itu yang akan diangkat karena itu tidak benar, yang lulus tes seleksi akan diangkat. Kalau yang lulus tes seleksi hanya 100 ribu ya cuma 100 ribu yang diangkat, kalau lulus seleksi 500 ribu, 500 ribu diangkat. Kalau yang lulus seleksi 600 ribu, 500 ribu diangkat 100 ribu sisanya diangkat di tahun berikutnya. Ini saya ulang lagi ya, mungkin biar masyarakat dan organisasi- organisasi ini mengerti.

Ini pertama kalinya terbuka sebesar ini, yang akan diangkat adalah yang lolos seleksi dan yang masuk dari jumlah yang diminta pemda formasi, yang meminta itu pemda bukan pemerintah yang menentukan. Kita memberikan sebesar 1 juta ya dapatnya saja 500 ribu dari pemda, tapi jangan khawatir untuk tahun bulan Agustus ini, tahun depan kita akan menambah lagi, kita akan ronda berikutnya untuk 2022. Jadi dari formasi 500 ribu itu siapa yang akan diangkat? Bukan 500 ribu, berapa pun yang akan lolos tes seleksi. Kalau 100 ribu yang lolos tes seleksi ya 100 ribu diangkat tahun ini, kalau 500 ribu lolos seleksi ya 500 ribu diangkat tes ini. Kalau 700 ribu yang lolos seleksi cuma 500 ribu yang diangkat tahun ini, 200 ribu sisanya bisa diangkat tahun depan.

Mohon maaf saya berulang-ulang, tapi ini agar ada kepastian bagi masyarakat bahwa sudah sekarang ya kita lihat siapa yang lolos tes seleksinya karena kan semuanya harus mengikuti tes. Jadi mohon ini dimengerti dan tolong disosialisasikan ke masyarakat biar enggak terus memutar-mutar kembali, enggak perlu ada kegelisahan begitu. Kalau yang enggak masuk tahun ini bisa masuk di bulan Agustus ini dan pemda kita terus berbicara per pemda bahwa anggaran itu dari pusat.

Terima kasih, saya rasa sekian dari saya.

Masukan-masukan mengenai program secara spesifik mengenai SMK PK, sekolah penggerak dan UPT-UPT yang ada di bawah kita itu akan kita tanggapi dan akan kita kaji dan tentunya persiapan tatap muka poin saya

(27)

terakhir adalah kebijakan SKB mengenai tatap muka bahwa yang sudah divaksin itu wajib memberikan opsi, itu masih berjalan. Hanya saja jadinya tidak perlu khawatir mengenai perubahan daripada SKB tersebut, kriteria masih sama. Kalau sudah divaksin wajib memberikan opsi, terserah mau sekali seminggu, dua kali seminggu, tiga kali seminggu asal mengikuti prokes dan checklist bisa dilakukan.

Satu hal mungkin yang akan terjadi adalah di mana ada situasi PPKM yaitu pembatasan skala mikro ya itu saja yang mungkin dalam dua, kan sekarang pembatasan skala mikro dalam waktu 2 minggu ya biasanya kan untuk melakukan isu itu. Ada kemungkinan di dalam PPKM tersebut berarti tidak bisa tatap muka terbatas, tapi itu adalah suatu keharusan yang dialami semua sektor. Dalam 2 minggu itu ada pembatasan begitu dan dalam 2 minggu itu kalau kemungkinan akan dilaksanakan bahwa tidak ada tatap muka terbatas yang boleh terjadi untuk kelurahan atau desa tersebut ya kan, mikro makanya tingkatnya.

Jadi itu sudah menjadi bagian dari SKB kita bahwa PPKM itu bisa mem-by pass ya, bisa saja menganulir selama dua minggu tersebut proses pembelajaran tatap muka terbatas. Jadi itu saja, jadi enggak perlu khawatir bahwa akan ada perubahan apa tidak, PPKM akan menjadi instrumen pemerintah untuk melakukan rem di daerah, atau di kelurahan, atau di desa tersebut. Jadi lanjutkan saja proses KBM-nya kalau PPKM terjadi di daerah Anda ya mungkin akan berhenti, tatap muka terbatas tapi hanya untuk dua minggu tersebut. Sama seperti kalau misalnya restoran cuma boleh 50%

kapasitas, atau masyarakat disuruh bekerja dari rumah ya kan sama. Sektor pendidikan mungkin harus PJJ selama PPKM tersebut, tapi peraturan SKB kita masih berlaku selama ini.

Jadi tidak perlu ada kebingungan, tidak perlu ada pertanyaan mengenai apakah akan ada perubahan ya. Lanjutkan saja seperti sekarang, kalau daerah itu diimplementasi PPKM, kemungkinan akan PJJ saja untuk 2 minggu tersebut. Tapi lanjut lagi setelah PPKM-nya sudah selesai, lalu balik lagi jadinya sudah mendingan siap-siap dari sekarang begitu, mulai saja nanti jadi enggak perlu dikhawatirkan bahwa antisipasi perubahan. Semua sekolah sudah harus siap-siap, mau itu daerah akan dimasukkan dalam PPKM apa tidak, harus sudah mulai siap-siap sekarang begitu.

Saya rasa sekian dari saya, terima kasih Bapak/Ibu Anggota.

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

KETUA RAPAT:

Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh.

Terima kasih Mas Menteri atas jawaban dan klarifikasinya menyangkut soal guru honorer dan seterusnya itu. Tentu ini tidak bisa memuaskan terutama teman-teman asosiasi guru, tapi penjelasan Mas Menteri paling tidak meng-clear-kan beberapa isu yang selama ini belum sampai secara

(28)

detail di teman-teman guru. Semoga ini akan terus kita perbaiki, akan terus kita tuntaskan karena salah satu isu pokok pendidikan kita adalah menyangkut soal guru ini.

Bapak/Ibu sekalian yang kami hormati.

Selanjutnya saya mohon izin untuk kita langsung membaca laporan singkat dari raker ini, mohon untuk ditayangkan, sambil makan dipersilakan Bapak/Ibu, Prof, kami persilakan. Pak Menteri lagi ke ini dahulu, nanti mohon Pak Sekjen kita baca sambil nanti kita satu persatu. Kita langsung masuk pada romawi II.

II. KESIMPULAN/KEPUTUSAN

1. Berdasarkan Surat Menkeu RI Nomor: S-361/MK.02/2021 dan Surat Menteri PPN/Kepala Bappenas Nomor: B.238/M.PPN/D.8/PP.04.02/

04/2021 tanggal 29 April 2021 tentang Pagu Indikatif Belanja K/L Tahun Anggaran 2022, Kemendikbud-ristek RI menyampaikan alokasi pagu indikatif pada RAPBN Tahun Anggaran 2022 sebesar Rp.

73.082.867.097.000 dan selanjutnya menyampaikan usulan tambahan sebesar Rp. 20.166.199.670.000, sehingga usulan pagu indikatif RAPBN Tahun Anggaran 2022 menjadi Rp. 93.249.066.768.000, dengan perincian sebagai berikut:

Kita lihat bersama-sama Pak Sekjen, mohon nanti dikoreksi kalau ada angka-angka yang masih tidak sesuai. Per unit utama, kolam 1 unit utama Pak, kolom 2 pagu indikatif 2022, usulan tambahan dan kolom terakhir total usulan pagu indikatif 2022.

Per Unit Utama

- Unit utama Sekretariat Jenderal: pagu indikatif Rp. 31,3 triliun, usulan tambahan Rp. 7,4 triliun, total usulan pagu indikatif 2022 Rp. 38,7 triliun.

- Inspektorat Jenderal: pagu indikatif Rp. 206 miliar, tidak ada usulan tambahan.

- Ditjen PAUD Dikdasmen: pagu indikatif Rp. 2,7 triliun, usulan tambahan Rp. 4,4 triliun sekian, total Rp. 7,1 triliun.

- Ditjen Pendidikan Vokasi: pagu indikatif Rp. 6,2 triliun, usulan tambahan Rp. 2 triliun, total Rp. 8,7 triliun.

- Ditjen Pendidikan Tinggi: pagu indikatif Rp. 29,3 triliun, usulan tambahan Rp. 2 triliun sekian dan total usulan pagu indikatif Rp. 31,3 triliun.

- Ditjen Guru dan Tenaga Kependidikan: pagu indikatif Rp. 1,3 triliun, usulan tambahan Rp. 2,1 triliun, usulan pagu indikatif total Rp. 3,4 triliun.

- Ditjen Kebudayaan: pagu indikatif Rp. 1 triliun sekian, usulan tambahan Rp. 867 miliar, total menjadi Rp. 1,9 triliun sekian.

- Balitbang Perbukuan: pagu indikatif Rp. 495 miliar, usulan tambahan Rp. 475 miliar, total usulan pagu indikatif Rp. 970 miliar.

Referensi

Dokumen terkait

Wa’alaikum Salam. Terima kasih bung Laurens betapa susahnya membuat argumentasi. Baik berikutnya kami persilakan Fraksi Partai Persatuan Pembangunan. Pimpinan dan para Anggota yang

Menanggapi pandangan Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Fraksi Partai Golongan Karya, Fraksi Partai Gerakan Indonesia Raya, Fraksi Partai Demokrat,

Menanggapi pandangan dari Fraksi PDIP, Fraksi Golkar, Fraksi Gerindra, Fraksi Partai Demokrat, Fraksi Partai Amanat Nasional, Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa,

Totok Daryanto Center bekerjasama dengan BKKBN Pusat menyelenggarakan acara Ngaji Bareng Cak Nun yang merupakan rangkaian dari kegiatan KIE Kreatif Program Kependudukan

Terima kasih saya persilakan Fraksi Persatua.n Pembangunan. FRAKSI PERSATUAN PEMB ... J'adi kelihatan baik FKP maupun- FPP mengenai ancaman hukuman ini ya

Perbedaan dengan penelitian terdahulu adalah peneliti menggunakan tahun periode perpajakan dan laporan keuangan yang berbeda, yaitu tahun 2013 sampai dengan tahun 2015,

Program IMSTEP telah menghasilkan model pen- didikan guru MIPA masa depan yang tercermin dari pro- gram-program yang dikembangkan antara lain common textbooks dan

Pendapat Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia terhadap Rancangan Undang-Undang tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara