• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERAN MATAYA ARTS AND HERITAGE DALAM MENGEMBANGKAN EVENT BUDAYA DI KOTA SOLO

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PERAN MATAYA ARTS AND HERITAGE DALAM MENGEMBANGKAN EVENT BUDAYA DI KOTA SOLO"

Copied!
82
0
0

Teks penuh

(1)

commit to user

PERAN MATAYA ARTS AND HERITAGE DALAM MENGEMBANGKAN EVENT BUDAYA DI KOTA SOLO

LAPORAN TUGAS AKHIR

Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh Gelar Ahli Madya

Pada Program Studi Diploma III Usaha Perjalanan Wisata

Disusun Oleh: NUR MUJIANA C9408026

PROGRAM DIII USAHA PERJALANAN WISATA FAKULTAS SASTRA DAN SENI RUPA

UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA

(2)

commit to user

ii

PENGESAHAN PEMBIMBING

PERAN MATAYA ARTS AND HERITAGE DALAM PENGEMBANGAN EVENT BUDAYA DI KOTA SOLO

( Study Dalam Tahun 2010-2011)

Di susun Oleh

NUR MUJIANA

C9408026

Telah Disetujui Oleh Pembimbing

Pembimbing

Bambang Ary Wibowo,S.H

Mengetahui Ketua Program D III UPW

Dra. Isnaini WW, M. Pd

(3)

commit to user PENGESAHAN UJIAN

Judul Laporan Tugas Akhir : Peran Mataya Arts And Heritage Dalam

Mengembangkan Event Budaya Di

Kota Solo

Nama Mahasiswa : Nur Mujiana

Nomor Induk Mahasiswa : C9408026

Tanggal Ujian : 20 Juni 2011

DITERIMA DAN DISETUJUI OLEH PANITIA PENGUJI TUGAS AKHIR

DIPLOMA III USAHA PERJALANAN WISATA

1. Dra. Isnaini WW, M.Pd (……….………..) Ketua

2. Umi Yuliati, S.S, M.Hum (……….…..) Sekertaris

3. Bambang Ary Wibowo, S.H (...………...) Penguji I

4. Insiwi Febriary Setiasih, S.S, M.A (.………..)

Penguji II

Surakarta, 11 Juni 2011

Dekan

Drs. Riyadi Santosa, M.Ed, Ph. D

(4)

commit to user

iv MOTTO

1. Manusia hanya bisa berencana, tetapi Tuhan yang berhak menentukan

segalanya (Penulis).

2. Lakukan apa yang dapat kamu lakukan hari ini, jangan menunggu hari esok

karena hari esok belum tentu mendapatkan kesempatan seperti hari ini

(Penulis).

(5)

commit to user PERSEMBAHAN

Tugas Akhir ini penulis persembahkan untuk :

1. Almamater ( Universitas Sebelas Maret

Surakarta )

2. Ayah, Ibu, Keluarga dan Kekasih hati Sertu

Muntarom yang selalu mensupport,

mendoakan dan tiada hentinya memberikan

dorongan semangat baik moril, spiritual dan

material.

3. Semua teman Penulis yang senantiasa

memberi semangat disaat putus asa. Semoga

Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat

dan kasih sayangNya untuk kalian semua

(6)

commit to user

vi

KATA PENGANTAR

Alhamdulillahirabbilalamin atas kehadirat Allah SWT, berkat rahmat

dan karuniaNya yang telah melindungi dan membimbing sehingga dapat

menyelesaikan Tugas Akhir ini.

Laporan tugas akhir ini disusun untuk memenuhi sebagian

persyaratan untuk menyelesaikan studi bagi mahasiswa Program Diploma

III Usaha Perjalanan Wisata Fakultas Sastra dan Seni Rupa Universitas

Sebelas Maret Surakarta. Penulis menyadari tanpa adanya bantuan dari

beberapa pihak, tugas akhir ini tidak akan mungkin dapat terselesaikan

dengan lancer dan baik. Oleh karena itu, penulis penulis menyampaikan

terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu, terutama kepada :

1. Bapak Drs. Riyadi Santosa, M.Ed, Ph. D ,selaku Dekan Fakultas Sastra

dan Seni Rupa Universitas Sebelas Maret Surakarta yang telah

berkenan memberikan kesempatan untuk menyelesaikan tugas akhir

ini.

2. Ibu Dra. Isnaini WW, M.Pd, selaku Ketua Program Diploma III Usaha

Perjalanan Wisata yang telah memberikan petunjuk dan saran – saran

serta pengarahansehingga terselesaikannya tugas Akhir ini.

3. Bapak Drs. Suharyana, M.Pd, selaku sekretaris Program Diploma III

Usaha Perjalanan Wisata yang telah memberikan bimbingan sehingga

terselesaikan Tugas Akhir ini.

4. Bapak Bambang Ary Wibowo, S.H., selaku Dosen Pembimbing yang

dengan sabar memberikan petunjuk dan bimbingan serta pengarahan

(7)

commit to user

5. Ibu Insiwi Febriary Setiasih, S.S, M.A., Selaku Dosen penguji yang

telah memberikan bimbingan sehingga terselesaikan Tugas Akhir ini.

6. Ibu Umi Yuliati, S.S, M.Hum., Selaku sekertaris penguji yang telah

memberikan bimbingan sehingga terselesaikan Tugas Akhir ini.

7. Bapak Heru Prasetyo selaku pimpinan Mataya Arts And Heritage

yang telah memberikan informasi sehingga terselesaikan Tugas Akhir ini.

8. Bapak Rey Tanjung selaku sekertaris Mataya Arts And Heritage

yang telah memberikan informasi sehingga terselesaikan Tugas Akhir ini.

9. Bapak Sudyanto Selaku Staf Kebudayaan Dinas Pariwisata Kota Solo.

10.Segenap staf Badan Pusat Statistik Kota Solo.

11.Ibu Syarifah Husna Barokah dan Ibu Heny Nur Hastuti selaku Tata

Usaha Program Diploma III Usaha Perjalanan Wisata, terimakasih atas

segala bantuan dan saran – sarannya sehingga terselesaikan Tugas

Akhir ini.

12.Ayah, Ibu, Keluarga, dan Kekasih hati Sertu Muntarom yang selalu

mensupport dan mendoakan sehingga saya dapat menyelesaiakan

Tugas Akhir ini.

13.Seluruh mahasiswa – mahasiswi Program Diploma III Usaha

Perjalanan Wisata angkatan 2008 yang telah membantu dalam

menyelesaikan Tugas akhir ini khususnyaWarsini, Putry Ari Susantie,

Dwi Supriyanti, Tri Novyanti, Aneke Selvia Jeney Rahmawati, Ferni

Octaviane Tunas.

14.Semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu yang telah

(8)

commit to user

viii

Penulis menyadari sepenuhnya bahwa dalam penulisan tugas

Akhir ini masih belum sempurna, oleh karena itu semua kekurangan,

kritik, dan saran dari pembaca akan diterima dengan senang hati demi

penyempurnaan tulisan ini.

Akhirnya penulis berharap semoga laporan ini dapat

bermanfaat.

Surakarta 12 Juli 2011

(9)

commit to user ABSTRAK

Nur Mujiana, C9408026, Peran Mataya Arts And Heritage Dalam Mengembangkan Event Budaya Di Kota Solo, Program D3 Usaha Perjalanan Wisata Fakultas Sastra Dan Seni Rupa Sebelas Maret Surakarta.

Laporan Tugas Akhir ini mengkaji tentang pengembangan event budaya oleh Mataya Arts And Heritage. Mataya Art And Heritage merupakan salah satu Event Organizer di Kota Solo yang bergerak di bidang Event Budaya. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui manajemen Mataya Arts And Heritage dalam membantu pemerintah mengembangkan event budaya untuk menambah daya tarik wisata Kota Solo.

Perumusan masalah dari laporan penulis ini adalah bagaimana keadaan event budaya yang terdapat di Kota Solo, bagaimana manajemen Mataya Arts And Heritage dalam melaksanakan event budaya, dan bagaimana peran masyarakat dalam mengikuti kegiatan event budaya yang dilaksanakan Mataya Arts And Heritage.

Penulisan laporan ini bertujuan untuk mengetahui kegiatan Event Organizer Mataya Art And Heritage dalam membantu pemerintah Kota Solo untuk mengembangkan event budaya dan untuk menambah daya tarik wisata Kota Solo, mengetahui kerja sama Event Organizer Mataya Art And Heritage dalam menjalankan sebuah event budaya dan mengetahui manfaat yang diperoleh masyarakat terhadap pengetahuan mengenai event budaya di Kota Solo.

Metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah observasi, wawancara ke Mataya Arts And Heritage, Dinas Pariwisata Kota Solo, Masyarakat Kota Solo dan study pustaka di Lab.Tour dan Gramedia.

Penelitian membahas sejarah, latar belakang, maksud dan tujuan sehingga masyarakat Kota Solo dapat mengetahui perkembangan event budaya di Kota Solo yang dilaksanakan oleh pihak Mataya Arts And Heritage.

(10)

commit to user

(11)

commit to user

B. Sejarah Singkat Kota Solo...17

C. Tradisi Kebudayaan Kota Solo...18

D. Event Organizer Yang Bekerja Sama Dengan Pemerintah Kota

Solo...38

E. Syarat-Syarat Event Organizer Yang Dapat Bekerjasama Dengan

Pihak Pemerintah Kota Solo...39

F. Sistem Pembayaran Saat Pemerintah Kota Solo Bekerjasama

Dengan Event Organizer...40

G. Evaluasi Event budaya yang dilaksanakan Pemerintah Kota Solo

dengan Event Organizer...41

BAB III USAHA PENGEMBANGAN EVENT KEBUDAYAAN

OLEH MATAYA ARTS AND HERITAGE

A. Deskripsi Profil Mataya Arts And Heritage...42

B. Program Kerja Sama Mataya Arts And Heritage dengan Pihak

Lain...54

C. Kendala-kendala yang di hadapi oleh Mataya Arts And

Heritage...54

D. Pengembangan event budaya oleh Mataya Arts And

Heritage...58

E. Peran Serta Masyarakat Dalam Mengikuti Kegiatan Mataya Arts

(12)

commit to user

xii

LAMPIRAN...f

...67

DAFTAR TABEL

Tabel.1 Pertumbuhan Penduduk Kota Solo Tahun 2000 – 2009

Tabel.2 Banyaknya Penduduk Menurut Agama Yang Dianut di Kota Solo 2009

(13)

commit to user

Gambar.5, Bengawan Travel Mart

Gambar.6, Solo Menari

Gambar.7, Mangkunegaran Performing Art

Gambar.8, Solo Kampung Art

Gambar.9, Solo Batik Carnival

Gambar.10, Keraton Art Festival

Gambar.11, Tinggalan Jumenengan Dalem Ke-7 XIII

Gambar.12, Solo International Performing Art

Gambar.13, Solo Batik Fashion

Gambar.14, Solo Culinary Festival

Gambar.15, Pentas Wayang Orang Gabungan

Gambar.16, Solo Keroncong Festival

Gambar.17, Grand Final Cipta Lagu Keroncong

Gambar.18, Bengawan Solo Gethek Festival

Gambar.19, Pasar Seni Balekambang

Gambar.20, Javanesse Theatrical

Gambar.21, Kirab Apem Sewu

Gambar.22, Wiyosan Jumeneng SP KGPAA Mangkoe Nagoro IX

(14)

commit to user

xiv

Gambar.24, Pesta Budaya Dan Kembang Api

Gambar.25, Grebeg Sudiro

Gambar.26, Sekaten

Gambar.27, Malem Selikuran

Gambar.28, Grebeg Mulud

Gambar.29, Bakdan Ing Balekambang

Gambar.30, Grebeg Syawalan

Gambar.31, Pekan Syawalan Jurog

Gamabr.32, Festival Dolanan Bocah

Gambar.33, Kreatif Anak Sekolah Solo

Gambar.34, Kemah Budaya

Gambar.35 Wayang Bocah

(15)

commit to user

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 Daftar Informan

Lampiran 2 Bangunan Mataya Arts And Heritage

Lampiran 3 Festival Seni Jelajah Pasar

Lampiran 4 Festival Jelajah Museum

Lampiran 5 Jelajah Kampung

Lampiran 6 Srawung Batik

Lampiran 7 Jelajah Pusaka

Lampiran 8 Wayang Lintang Johar

Lampiran 9 Solo Batik Carnival

Lampiran 10 Jelajah Pasar

Lampiran 11 Solo City Guide Map

(16)

PERAN MATAYA ARTS AND HERITAGE DALAM MENGEMBANGKAN EVENT BUDAYA DI KOTA SOLO

Nur Mujiana1 Bambang Ary Wibowo,S.H2

ABSTRAK

2011. Program D3 Usaha Perjalanan Wisata Fakultas Sastra Dan Seni Rupa Sebelas Maret Surakarta.

Laporan Tugas Akhir ini mengkaji tentang pengembangan event budaya oleh Mataya Arts And Heritage. Mataya Art And Heritage merupakan salah satu Event Organizer di Kota Solo yang bergerak di bidang Event Budaya. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui manajemen Mataya Arts And Heritage dalam membantu pemerintah mengembangkan event budaya untuk menambah daya tarik wisata Kota Solo.

Perumusan masalah dari laporan penulis ini adalah bagaimana keadaan event budaya yang terdapat di Kota Solo, bagaimana manajemen Mataya Arts And Heritage dalam melaksanakan event budaya, dan bagaimana peran masyarakat dalam mengikuti kegiatan event budaya yang dilaksanakan Mataya Arts And Heritage.

Penulisan laporan ini bertujuan untuk mengetahui kegiatan Event Organizer Mataya Art And Heritage dalam membantu pemerintah Kota Solo untuk mengembangkan event budaya dan untuk menambah daya tarik wisata Kota Solo, mengetahui kerja sama Event Organizer Mataya Art And Heritage dalam menjalankan sebuah event budaya dan mengetahui manfaat yang diperoleh masyarakat terhadap pengetahuan mengenai event budaya di Kota Solo.

Metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah observasi, wawancara ke Mataya Arts And Heritage, Dinas

1

Mahasiswa Jurusan D III Usaha Perjalanan Wisata dengan NIM C9408026

2

Dosen Pembimbing

Pariwisata Kota Solo, Masyarakat Kota Solo dan study pustaka di Lab.Tour dan Gramedia.

Penelitian membahas sejarah, latar belakang, maksud dan tujuan sehingga masyarakat Kota Solo dapat mengetahui perkembangan event budaya di Kota Solo yang dilaksanakan oleh pihak Mataya Arts And Heritage.

(17)

commit to user

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Budaya adalah jantung dari suatu daerah. Budaya juga merupakan

pembeda antar suku. Manusia sangat erat hubunganya dengan budaya karena

menjadi identitas diri, tingkah laku dan pandangan hidup mereka dalam

bermasyarakat. Hal itu disebabkan oleh karena kebudayaan mencakup lingkup

dimana manusia sebagai mahkluk Tuhan, selain hidup sebagai individu pribadi,

juga sebagai mahkluk sosial yang hidup berirama dengan masyarakat, lingkungan

serta alam sekitar. Budaya sendiri sangat komplek, yang didalamnya terkandung

pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat dan sarana hasil

karya manusia. Tinggi rendahnya suatu kebudayaan menunjukan seberapa tingkat

peradapan dalam suatu bangsa. Kebudayaan adalah sifat untuk kehidupan suatu

bangsa.

Indonesia adalah negara yang memiliki keanekaragaman budaya dan tradisi.

Dalam perkembangannya budaya di Indonesia mengalami kemajuan yang pesat

terutama pada masyarakat Jawa. Budaya lokal yang masih dijunjung dan warisan

budaya yang masih tetap dijaga menjadi kunci utama masyarakat Jawa agar tetap

eksis di dunia pariwisata nasional maupun internasional. Peradaban yang makin

(18)

commit to user

tradisi, dan budaya yang telah mengakar dalam diri masyarakat Jawa sedikit demi

sedikit mulai pudar dan terlupakan.

Solo adalah sebuah kota di Provinsi Jawa tengah, Indonesia. Solo

merupakan kota peringkat kesepuluh terbesar setelah Yogyakarta. Sisi timur kota

ini dilewati sungai yang terabadikan dalam salah satu lagu keroncong, Bengawan

Solo. Kota ini dulu juga tempat kedudukan dari residen, yang membawahi

karisidenan Surakarta sejak jaman Belanda. Jabatan residen sekarang dihapuskan

dan menjadi “ Pembantu Gubernur untuk wilayah Surakarta ”. Kota Solo

mempunyai semboyan BERSERI yang merupakan akronim dari Bersih, Sehat,

Rapi, dan Indah. Untuk kepentingan pemasaran pariwisata Solo mengambil slogan

pariwisata “ Solo The Spirit Of Java ” yang diharapkan citra kota Solo sebagai

pusat kebudayaan Jawa.

Penyebutan Solo sebagai Kota Budaya salah satunya adalah karena

mempunyai masa lalu sebagai salah satu pusat kerajaan di Jawa. Sikap ini

membuat hasil budaya dan kebudayaan di Solo masih tetap bertahan, termasuk

beberapa karya fisik/arsitektur masa lampau mulai dari bangunan

ibadah,bangunan umum, keraton, hingga bangunan militer. Selain Keraton

Surakarta dan Keraton Mangkunegaran, terdapat pula Benteng Vastenburg

peninggalan Belanda. Pada tahun 1997 telah didata 70 peninggalan sejarah di Solo

yang meliputi tempat bersejarah, rumah tradisional, bangunan kolonial, tempat

ibadah, pintu gerbang, monumen, furnitur, jalan, dan taman kota.

Pelestarian terhadap hal tesebut berkaitan erat dengan wawasan identitas

(19)

seperti warisan arsitektur traditional tedapat pada Keraton Surakarta dan Istana

Mangkunegaraan, warisan peninggalan kolonial terdapat pada Benteng

Vastenburg, warisan tempat bersejarah terdapat pada rumah tradisional, tempat

ibadah, warisan arsitektur modern terdapat pada gedung pencakar langit yaitu

Solo Paragon.

Citra Solo sebagai salah satu kota wisata dan kota budaya di Indonesia

selain peninggalan berupa bangunan masih ada peninggalan budaya lain salah

satunya adalah batik. Pada perjalanan kulturalnya, Batik Solo menjadi satu akar

pertumbuhan tradisi batik nusantara.” Batik is live, Solo is Batik ” begitu kira

-kira menyebut Kota Solo yang tidak bisa dilepaskan dengan batik. Saat ini

Pemerintah Daerah Surakarta melaui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Solo

berusaha untuk melestarikan budaya dengan mengadakan beberapa event-event

kebudayaan salah satunya adalah Event Budaya Solo Batik Carnival. Pengadaan

event tersebut tidak terlepas oleh campur tangan event organizer. Salah satu event

orgainazer yang terlibat adalah Mataya Arts And Haritage.

Mataya Arts and Heritage terletak Jl.Jawa No 18 Timuran Solo adalah event

organizer yang bergerak dibidang budaya dan tujuan terbentuknya event

organizer ini adalah melestarikan dan mendukung budaya Kota Solo. Mataya Arts

And Heritage telah menangani ratusan bahkan ribuan acara yang berhubungan

dengan budaya. Kegiatan budaya Mataya Arts And Heritage terdiri dari :

1. Event hiburan yang terdiri dari event pentas seni, karnaval budaya.

(20)

commit to user

3. Event pameran yang terdiri dari beberapa kegiatan srawung batik yang

ditampilkan di beberapa daerah dan masih banyak event budaya lainya.

Kegiatan budaya yang dilaksanakan event organizer tidak hanya dari

Pemerintah kota Surakarta melainkan dari masyarakat dan kerja sama dengan

pihak lain. Mataya Arts And Heritage akan menyinergikan antara budaya dan

masyarakat dan dalam setiap event yang dilaksanakan sepenuhnya untuk

masyarakat. Alasan pengambilan judul ini karena Mataya Arts And Heritage

mempunyai potensi untuk mengembangkan event budaya yang ada di Kota Solo,

karena Solo adalah kota pariwisata yang kaya akan budaya, dan budaya tersebut

harus dilestarikan dan dikembangkan menjadi salah satu daya tarik wisata kota

Solo. Berdasarkan latar belakang yang telah disebutkan diatas maka judul yang

akan diambil adalah “ PERAN MATAYA ARTS AND HERITAGE DALAM

MENGEMBANGKAN EVENT BUDAYA DI KOTA SOLO ”.

B. Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah yang telah ditulis di atas maka masalah

yang akan dianalisis dapat dirumuskan sebagai berikut :

1. Bagaimana kondisi event budaya yang ada di Kota Solo untuk menambah

daya tarik wisata Kota Solo?

2. Bagaimana manajemen Mataya Arts and Heritage dalam menyelenggarakan

(21)

3. Apakah manfaat yang diperoleh masyarakat saat mengikuti event yang

diselenggarakan Mataya Arts and Heritage?

C. Tujuan Penelitian Adapun tujuan penelitian ini adalah :

1. Untuk mengetahui kondisi event budaya yang ada di Kota Solo untuk

menambah daya tarik wisata Kota Solo.

2. Untuk mengetahui manajemen Mataya Arts And Heritage dalam

menyelenggarakan event budaya.

3. Untuk mengetahui manfaat yang diperoleh masyarakat saat mengikuti event

yang diselenggarakan Mataya Arts And Heritage.

D. Manfaat Penelitian

Adapun manfaat dari penelitian ini adalah :

1. Manfaat Praktis

a. Untuk menambah pengetahuan dan wawasan bagi para pembaca kaitanya

manajemen Mataya Arts And Heritage.

b. Bagi kalangan akademik dapat digunakan sebagai referensi tambahan

dalam melakukan penelitian sejenis atau yang berkaitan di masa

(22)

commit to user

c. Bagi pemilik Mataya Arts And Heritage dapat digunakan sebagai salah

satu acuan dalam usaha pengembangan event budaya.

2. Manfaat Teoritis

a. Menambah ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan dunia pariwisata

khususnya pusaka budaya Kota Solo.

b. Menambah ilmu pengetahuan baik secara praktis, teoritis, maupun

akademik dan pengembangan diri.

E. Tinjauan Pustaka

1. Pengertian Pariwisata

Usaha pariwisata adalah usaha padat karya yang menuntuk kualitas tinggi

dan saling berhubungan satu dengan yang lainya, yang bertujuan memuaskan

wisatawan dengan fasilitas yang mendukung, yang ditunjang dengan sumber daya,

manusia yang handal dari setiap lini.

Pariwisata merupakan peluang bisnis yang cukup potensial bagi negara kita

karena negara kita merupakan negara kepulauan dengan kekayaan bumi dan

hayati yang luar biasa ditambah keanekaragaman seni dan budaya, adat istiadat

yang kental serta pesona alam. Pariwisata juga diartikan perjalanan orang ke suatu

tujuan untuk bersenang-senang yang didukung berbagai fasilitas dan layanan yang

(23)

Selain pendapat di atas juga terdapat berbagai pendapat mengenai pariwisata

antara lain sebagai berikut :

a. Pariwisata adalah suatu perjalanan untuk sementara waktu, yang

diselenggarakan dari suatu tempat ke tempat yang lain, dengan maksud

bukan untuk berusaha atau mencari nafkah di tempat yang dikunjungi, tapi

semata–mata untuk meniknati perjalanan tersebut guna bertamasya dan

rekreasi atau untuk memenuhi keinginan yang beranekaragam (Oka

A.Yoeti,2001:109).

b. Pariwisata adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan wisata termasuk

pengusahaan obyek dan daerah tujuan wisata serta usaha-usaha yang terkait

di bidang tersebut (Ramaini Kodhyat,1992:85).

c. Pariwisata merupakan manifestasi gejala naluri manusia sejak purbakala,

yaitu hasrat untuk mengadakan perjalanan. Lebih dari itu pariwisata dengan

ragam motivasinya akan menimbulkan permintaan-permintaan dalam

bentuk jasa-jasa ini terus meningkat dengan perkembangan kehidupan

manusia (Samsuridjal D.Kaelany HD,1997 : 11).

2. Pengertian Kebudayaan

Budaya adalah sebuah sistem yang mempunyai koherensi. Bentuk-bentuk

simbolis berupa kata, benda, milik, sastra, lukisan, nyanyian, musik, kepercayaan

mempunyai kaitan erat dengan konsep-konsep epistemologis dari sistem

(24)

commit to user

Kebudayaan adalah suatu entitas yang otonom dalam kehiupan manusia,

betapapun dia dapat dipengaruhi perkembangannya oleh faktor-faktor tertentu

dalam konstelasi sosial maupun lingkungan alamiah (Oka A.Yoeti,2006:26).

Kebudayaan sangat terkait dengan suatu sistem yang dikenal dengan nama

sistem sosial budaya. Masing-masing memiliki cakupan pengertian

sendiri-sendiri. Kebudayaan mengacu pada hal-hal yang bersifat abstrak berupa sistem

nilai, gagasan, kepercayaan, simbol-simbol, idiologi yang dibayangkan oleh suatu

komunitas atau masyarakat tertentu. Komunitas itu bisa berupa sekumpulan

manusia yang hidup dalam wilayah yang lebih luas yang disebut bangsa (Nina

Witasari.dkk,2009:2).

Kebudayaan adalah keseluruhan sistem gagasan, tindakan, dan hasil karya

manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik diri manusia

dengan belajar (Koentjaraningrat,1984:180).

Sebagai sebuah nilai yang dihayati kebudayaan diwariskan secara

turun-temurun, dari generasi ke generasi. Proses pewarisan budaya disebut sebagai

proses enkulturasi. Proses enkulturasi berlangsung mulai dari kesatuan yang

terkecil ,yakni keluarga, kerabat, masyarakat, suku bangsa hingga kesatuan yang

lebih besar lagi (Nina Witasari,dkk,2009:3).

Media pewarisan kebudayaan memiliki bermacam-macam bentuk. Pada

masyarakat yang sudah mengenal tulisan, media pewarisan berupa tulisan. Dan

media pewarisan berupa lisan yang berkembang dalam masyarakat berupa

nyanyian rakyat, puisi rakyat serta upacara traditional.

Kebudayaan adalah sesuatu yang akan mempengaruhi tingkat pengetahuan

(25)

sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan bersifat abstrak (Nina

Witasari,dkk,2009:4).

Kebudayaan dapat digolongkan menjadi 7 kelompok yang berdasarkan

asas-asas pemikiranya, yaitu :

a. Pengelompokan berdasarkan deskripsi.

b. Pengelompokan berdasarkan hal-hal sejarah.

c. Pengelompokan menurut norma – norma.

d. Pengelompokan menurut ilmu jiwa.

e. Pengelompokan menurut struktur.

f. Pengelompokan menurut asasnya.

g. Pengelompokan definisi yang tidak lengkap.

Dari ketujuh pengelompokan tersebut diatas kemudian dibuat kesimpulan

berupa sebuah kaonsepsi sebagai yaitu kebudayaan terdiri dari pola - pola yang

nyata maupun tersembunyi dari dan untuk perilaku yang diperoleh dan

dipindahkan dengan simbol–simbol yang menjadi hasil–hasil yang tegas dari

kelompok–kelompok manusia termasuk perwujudanya dalam barang-barang

buatan manusia, inti yang pokok dari kebudayaan terdiri dari gagasan tradisional

yaitu yang diperoleh dan dipilih secara historis yang dapat dianggap sebagai

hasil-hasil tindakan,di pihak lain sebagai unsure-unsure yang mempengaruhi tindakan

selanjutnya (www.definisi kebudayaan.com, diakses tanggal 28 Mei 2011).

Dengan tujuh pengelompokan yang salah satu diantaranya menyebutkan

(26)

commit to user

merupakan gagasan–gagasan tradisional yang telah menjadi adat dan tradisi dalam

masyarakat.

3. Pengertian Wisata Budaya

Wisata Budaya adalah perjalanan yang dilakukan atas dasar keinginan untuk

memperluas pandangan hidup seseorang dengan jalan mengadakan kunjungan

atau peninjauan ketempat lain atau keluar negeri, mempelajari keadaan rakyat,

kebiasaan dan adat istiadat mereka, cara hidup mereka, budaya dan seni mereka.

Jenis wisata budaya ini adalah paling populer bagi tanah air kita (Nyoman

S.Pendit 1986:26,31).

Dari kajian di atas dapat diketahui bahwa pusaka budaya semestinya dapat

meningkatkan perekonomian masyarakat. Khususnya kota yang diteliti oleh

penulis yaitu Kota Solo.

4. Pengertian Menajemen

Dalam mengertikan dan mendefinisikan manajemen ada berbagai ragam,

ada yang mengartikan dengan ketatalaksanaan, manajemen, manajemen

pengurusan dan lain sebagainya. Bila dilihat dari literatul– literatul yang ada

pengertian manajemen dapat dilihat dari 3 pengertian :

a. Manajemen sebagai suatu proses.

b. Manajemen sebagai suatu kolektifitas manusia.

(27)

Manajemen sebagai suatu proses, melihat bagaimana cara orang mencapai

suatu tujuan yang telah ditetapkan terlebih dahulu. Pengertian manajemen sebagai

suatu proses dapat dilihat dari pengertian menurut :

a. Encylopedia of the social science yaitu suatu proses dimana pelaksanaan

suatu tujuan tertentu dilaksanakan dan diawasi.

b. Haiman, manajemen yaitu fungsi untuk mencapai suatu tujuan melalui

kegiatan orang lain, mengawasi usaha-usaha yang dilakukan individu

untuk mencapai tujuan.

c. George R.Terry, yaitu cara mencapai tujuan yang telah ditentukan terlebih

dahulu dengan melalui kegiatan orang lain.

Manajemen suatu kolektifitas yaitu merupakan suatu kumpulan dari orang–

orang yang bekerja sama untuk mencapai suatu tujuan bersama. Kolektifitas atau

kumpulan orang-orang inilah yang disebut dengan manajemen, sedang orang yang

bertanggung jawab terhadap terlaksananya suatu tujuan atau berjalanya aktifitas

manajemen disebut manajer.

Manajemen sebagai suatu ilmu dan seni, melihat bagaimana aktifitas

manajemen dihubungkan dengan prinsip–prinsip dari manajemen. Pengertian

manajemen sebagai suatu ilmu dan seni dari :

Chaster I Bernard dalam bukunya yang berjudul The Function of the

Executive, menyatakan bahwa manajemen yaitu seni dan ilmu. Marry Parker

(28)

commit to user

Dari definisi diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa manajemen yaitu

koordinasi semua sumber daya melalui proses perencanaan, pengorganisasian,

penetapan tenaga kerja, pengarahan dan pengawasan untuk mencapai tujuan

yang telah ditetapkan terlebih dahulu (Oey Liang Lee, Pengertian Manajemen.

Balai Pustaka Administrasi,UGM,Buletin no 1.p.15).

F. Metode Penelitian

1. Lokasi Penelitian

Penelitian dilaksanakan di dua tempat, yaitu di event organizer Mataya Arts

And Heritage dan masyarakat Kota Solo. Lokasi penelitian pertama terletak di

Jalan Jawa No 18 Timuran, Surakarta. Telepon : (0271) 3020255, buka :

08.00-16.00 setiap hari. Penelitian yang kedua adalah Kota Solo.

2. Teknik Pengumpulan Data

a. Observasi

Observasi adalah cara pengumpulan data dengan mengamati ,meneliti

,atau mengukur kejadian yang sedang berlangsung. Dengan cara ini data

yang diperoleh adalah data faktual dan aktual, dalam arti data yang

dikumpulkan diperoleh pada saat peristiwa berlangsung (Kusmayadi dan

Endar Sugiarto,2000:84-85).

Observasi langsung ini digunakan untuk mengamati secara langsung

manajemen yang dilakukan staf Mataya Arts And Heritage Solo dalam

(29)

event yaitu dengan cara pengamatan langsung. Pengamatan langsung

dilakukan dengan cara ikut terjun langsung menjalankan manajemen

serta mengumpulkan informasi serta data-data. Objek yang diamati dan

diteliti adalah proses manajemen dalam melaksanakan sebuah event serta

peran serta masyarakat dalam mengikuti sebuah event.

b. Wawancara

Wawancara yaitu percakapan dengan maksud tertentu. Percakapan ini

dilakukan oleh pihak kedua, yaitu pewawancara yang mengajukan

pertanyaan dan yang diwawancarai yang memberikan jawaban atas

pertanyaan yang diajukan.Wawancara dapat dilakukan secara langsung

dengan bertatap muka atau melalui telepon.

Dalam penulisan ini wawancara dilakukan dengan cara mengajukan

beberapa pertanyaan yang telah disusun sebagai pedoman wawancara

dengan penentuan nara sumber/informan yang dilakukan dengan teknik

porposif. Wawancara ini diperoleh dari bebepara informan, antara lain

Staf Mataya Arts And Heritage serta Masyarakat Kota Solo.

c. Studi Pustaka

Adalah mempelajari buku buku referensi yang berhubungan dengan

naskah untuk mendapatkan data sebagai landasan dalam membahas

kenyataan penelitian sehingga nantinya dapat mendukung kegiatan

penelitian. Studi pustaka dilakukan dengan mengunjungi Perpustakaan

Pusatdi Universitas Sebelas Maret, Lab.Tour, Gramedia.

(30)

commit to user

Studi Dokumen adalah metode pengumpulan data yang ditunjukan untuk

memperoleh data secara langsung dari tempat penelitian meliputi

laporan-laporan yang relevan, peraturan-peraturan, laporan kegiatan,

foto-foto, film dokumen dan data yang relevan untuk penelitian

(Sugiarto,2002:86).

Studi Dokumen ini diperoleh dari beberapa informan,yaitu antara lain

Staf Event Orgenaizer Mataya Arts And Heritage dan masyarakat yang

berpartisipasi dalam event tersebut.

3. Analisis Data

Pada tahap ini data dikumpulkan dan dimanfaatkan untuk menjawab

persoalan yang diajukan dalam rumusan masalah. Analisa yang digunakan adalah

analisa deskriptif kualitatif. Metode analisa deskriptif kualitatif adalah penelitian

yang berusaha mendeskripsikan atau menggambarkan atau melukiskan fenomena

atau hubungan antar fenomena yang diteliti dengan sistematis, faktual, dan akurat

mengenai fakta-fakta, sifat-sifat serta hubungan antar fenomena yang diselidiki

(Kusmayadi dan Endar Sugiarto,2000:29).

Analisis yang digunakan dalam penulisan ini adalah teknik analisis

diskriptif kualitatif dimana dalam penelitian ini penulis dapat memberikan

gambaran secara sistematis dan akurat tentang data-data manajemen event budaya

(31)

G.Sistematika Penelitian

Bab I, pada bab ini membahas tentang latar belakang masalah, perumusan

masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, tinjauan pustaka, metode

penelitian, teknik pengumpulan data, dan analisis data dan sistematika penelitian.

Bab II, pada bab ini membahas landasan teori tentang keadaan umum Kota

Solo, sejarah singkat Kota Solo, tradisi event kebudayaan Kota Solo, Event

Organizer yang bekerjasama dengan Pemerintah Kota Solo, Syarat-syarat Event

Organizer yang dapat bekerja sama dengan pemerintah, sistem pembayaran yang

ada pada Pemerintah Kota Solo, Evaluasi event yang ada di Pemerintah Kota

Solo.

Bab III, pada bab ini membahas sejarah Mataya Arts And Heritage,

Struktur organisasi Mataya Arts And Heriatage, manajemen Mataya Arts And

Heritage, membahas peran serta masyarakat dalam mengikuti event budaya yang

dilaksanakan oleh Mataya Arts And Heritage, membahas pengembangan event

budaya oleh Mataya Arts And Heritage, dan kendala-kendala yang dihadapi oleh

Mataya Arts And Heritage.

(32)

commit to user

BAB II

GAMBARAN UMUM EVENT KEBUDAYAAN SEBAGAI

DAYA TARIK WISATA DI KOTA SOLO

A. Keadaan Umum Kota Solo

Secara geografis Kota Solo terletak di dataran rendah di ketinggian kurang

lebih 92 m dari permukaan laut. Kota dengan luas 44,06 km2 ini berbatasan

dengan Kabupaten Karanganyar dan Kabupaten Boyolali di sebelah utara,

Kabupaten Karanganyar dan Kabupaten Sukoharjo di sebelah timur dan barat, dan

Kabupaten Sukoharjo di sebelah selatan. Kota Solo berada sekitar 65 km timur

laut Yogyakarta dan 100 km tenggara Semarang serta dikelilingi oleh Gunung

Merbabu dan Merapi (tinggi 3115 m) di bagian barat, dan Gunung Lawu (tinggi

2806 m) di bagian timur. Di sebelah selatan terbentang Pegunungan Sewu. Tanah

di sekitar kota ini subur karena dikelilingi oleh Bengawan Solo, sungai terpanjang

di Jawa, dengan beberapa anak sungai di sekitar sungai Bengawan Solo. Kota

Solo terbagi menjadi 5 kecamatan yaitu : Kecamatan Laweyan, Serengan, Pasar

Kliwon, Jebres dan Banjarsari (Badan Pusat Statistik Kota Surakarta,2010:3).

Jumlah penduduk Kota Solo berdasarkan hasil sementara Sensus

Penduduk pada tahun 2010 adalah 500.642 jiwa dimana jumlah penduduk

perempuan lebih banyak dari penduduk laki-laki yakni 257.279 jiwa perempuan

dan 243.363 jiwa laki-laki. Perbandingan kelaminnya 96,06% yang berarti setiap

100 orang wanita terdapat 96 orang laki-laki. Pertumbuhan penduduk mencapai

1,01 % per tahunya. Kehidupan beragama yang harmonis sangat didambakan

(33)

masyarakat. Hal ini terlihat dari tempat-tempat peribadatan yang ada di sekitar

warga seperti masjid, gereja, dan pesantren. Sistem kepercayaan yang dianut di

Kota Solo adalah 5 kepercayaan yang di anut di Indonesia yaitu Islam, Kristen

Katholik, Kristen Protestan, Budha, dan Hindu. Kota Solo memiliki beberapa

kelompok etnik terdapat etnik Arab yang bertempat di daerah Pasar Kliwon dan

sekitarnya kelompok etnik Arab sering mengadakan event yang bersifat religi,

Etnik Tiong Hoa yang tersebar di beberapa daerah di Kota Solo salah satu tempat

yang sering dijadikan tempat untuk berbagai event yang dilaksanakan oleh etnik

Tiong Hoa salah satunya adalah Pasar Gede dan etnik Jawa yang juga tersebar di

seluruh Kota Solo. Etnik Jawa di Kota Solo masih menjunjung tinggi budaya

sejarah nenek moyang oleh sebab itu tak dapat dipungkiri etnik Jawa sering

mengadakan event-event kebudayaan yang bersifat religi dan sejarah (Badan

Pusat Statistik Kota Surakarta,2010:6,43).

B. Sejarah Singkat Kota Solo

Eksistensi kota ini dimulai di saat Kesultanan Mataram memindahkan

kedudukan raja dari Kartasura ke Desa Sala, di tepi Bengawan Solo. Secara resmi,

keraton mulai ditempati tanggal 17 Februari 1745. Akibat perpecahan wilayah

kerajaan, di Solo berdiri dua keraton : Kasunanan Surakarta dan Praja

Mangkunegaran, menjadikan Kota Solo sebagai kota dengan dua administrasi.

Status Susuhunan Surakarta dan Adipati Mangkunegara menjadi rakyat biasa di

(34)

commit to user

membawahi Karesidenan Surakarta ( Residentie Soerakarta ). Tanggal 16 Juni

diperingati sebagai hari jadi Kota Solo era modern

(www.google/wikipedia.org.com, diakses tanggal 2 Juni 2011).

Sejarah membawa Kota Solo memiliki banyak bangunan bersejarah di

Surakarta, mulai dari bangunan ibadah, bangunan umum, keraton, hingga

bangunan militer. Selain Keraton Surakarta ( dibangun 1675 ) dan Keraton

Mangkunegaran ( dibangun 1757 ), terdapat pula Benteng Vastenburg

peninggalan Belanda. Pada tahun 1997 telah didata terdapat beberapa peninggalan

sejarah di Solo yang meliputi tempat bersejarah, rumah tradisional, bangunan

kolonial, tempat ibadah, pintu gerbang, monumen, furnitur jalan, dan taman kota

dan sekarang sering dijadikan tempat untuk mengadakan event-event budaya Kota

Surakarta (www.google/wikipedia.org.com, diakses tanggal 2 Juni 2011).

C. Tradisi Budaya Kota Solo

Pengertian kebudayaan dijelaskan sebagai hasil kegiatan dan penciptaan

batin ( akal budi ) manusia seperti kepercayaan, kesenian dan adat istiadat,

sedangkan istilah budaya sebagai : pikiran, akal budi, hasil budaya, adat istiadat,

mengenai kebudayaan yang telah berkembang dan sesuatu yang sudah menjadi

kebiasaanyang sudah sukar diubah (Budiono Kusumohamidjojo,2009:34,35).

Pengertian event kebudayaan adalah kegiatan yang bersifat budaya yang

dilakukan pada saat tertentu untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu yang terkadang

(35)

dalam mengembangkan pariwisata khususnya dibidang event budaya sering

mengadakan event budaya untuk menarik minat wisatawan lokal dan

mancanegara dan penyelenggaraan event budaya tersebut tidak terlepas dengan

pihak-pihak yang membantu salah satunya adalah event organizer. Berbagai event

budaya diselenggarakan di Kota Solo dibagi menjadi 3 klasifikasi diantaranya :

1. Event Budaya

Event budaya tidak dapat lepas kaitannya dengan sejarah dan seni di Kota

Solo. Event budaya diselenggarakan untuk mengenang, memperingati suatu

proses sejarah dan menggelar event yang memiliki nilai seni yang dapat

dipromosikan menjadi daya tarik wisata di Kota Solo. Adapun Even budaya

yang diselenggarakan di Kota Solo antara lain adalah :

a. Festival Ketoprak

Festival Ketoprak digelar di Gedung Kesenian Balekambang, yaitu

pementasan group-group ketoprak yang ada di Kota Solo.

Gambar.1

(36)

commit to user b. Solo Carnaval

Solo Carnaval yaitu Karnaval Budaya dalam rangka peringatan Hari Jadi

ke-266 Kota Solo dan digelar di Jalan Slamet Riyadi.

Gambar.2

Solo Carnaval.<http://media.photobucket.com/solo carnaval> .(diakses

tanggal 8 Juli 2011 pukul 18.15).Solo Carnaval di Jalan Slamet Riyadi.

c. Festival Tirtonadi

Festival Tirtonadi yaitu pagelaran seni budaya berupa tari, seni lukis,

instalasi bertema air. Dimeriahkan juga dengan pasar rakyat dan karnaval

budaya. Diselenggarakan di pelataran Sungai Kalianyar.

Gambar.3

Festival Tirtonadi.<http://nasionalisrakyatmerdeka.files.wordpress.com>

.(diakses tanggal 8 Juli 2011 pukul 18.15).Festifal Tirtonadi yang

(37)

d. Mahesa Lawung

Mahesa Lawung adalah Ritual adat Keraton Kasunanan Surakarta untuk

memohon keselamatan dan supaya terhindar dari segala macam

marabahaya. Peserta upacara berangkat dari Gondorasan ke Bangsal

Sewayana Keraton Surakarta kemudian seterusnya menuju ke Hutan

Krendawahana di Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar ( 14 km arah

utara Kota Solo ). Tempat ini dianggap sakral dan merupakan tempat

semedi para leluhur Keraton Mataram.

Gambar.4

Mahesa Lawung.<http://files-solo.files.webnote.com>.(diakses tanggal 8

Juli 2011 pukul 18.15).Mahesa Lawung di Keraton Surakarta.

e. Bengawan Travel Mart

Gambar.5

Bengawan Travel Mart.<http://www.solopos.com/dokumen>.(diakses

(38)

commit to user f. Solo Menari

Solo Menari adalah pertujukan seni tari sehari penuh di sepanjang jalan

utama Kota Solo.

Gambar.6

Solo Menari.<http://www.solopos.com/dokumen>.(diakses tanggal 8 Juli

2011 pukul 18.15).Peserta Solo Menari sedang menampilkan atraksi tari

di Jalan Slamet Riyadi.

g. Mangkunegaraan Performing Art

Mangkunegaraan Performing Art adalah pentas seni budaya karya adi

luhung Dinasti Mangkunegaran yang diselenggarakan di Pura

Mangkunegaran.

Gambar.7

Media Indonesia. Mangkunegaran Performing Art.

<http://www.mediaindonesia.com.dokumen/2011>.(diakses tanggal 8

(39)

h. Solo Kampung Art

Solo Kampung Art adalah pementasan seni yang menampilkan

seniman-seniman kampung dan memperingati hari jadi Kota Solo.

Diselenggarakan di Kawasan Monumen 45 Banjarsari.

Gambar.8

Solo Kampung Art. <http.www.solopos.com/dokumen>.(diakses tanggal

8 Juli 2011 pukul 18.15). Walikota Solo Jokowi melihat hasil kerajianan

tangan salah satu stand yang ada di pameran.

i. Solo Batik Carnival

Karnaval yang diselenggarakan di Jalan Slamet Riyadi. SBC digelar

untuk mengangkat citra batik dan Kota Solo sebagai Kota Batik.

Gambar.9

Solo Batik Carnival.<http://icankkecil.files.wordpress.com>.(diakses

(40)

commit to user j. Keraton Art Festival

Keraton Art Festival adalah ajang yang mempertunjukan warisan budaya

Keraton yang tangible ( koleksi pusaka, peninggalan artefak, dll ) serta

yang intangible ( upacara adat, peragaan busana keraton ) yang

diselenggarakan di Keraton Kasunanan Surakarta.

Gambar.10

Keraton Art Festival.<http://s3.hubimg.com>.(diakses tanggal 8 Juli

2011 pukul 18.15).Pementasan seni pembukaan Keraton Art Festival.

k. Tinggalan Jumenengan Dalem Ke-7 XIII

Upacara peringatan kenaikan tahta SISKS Paku Buwono XIII. Dalam

acara ini dipergelarkan tarian sakral Bedaya Ketawang yang

diselenggarakan di Keraton Kasunanan Surakarta.

Gambar.11

Tinggalan Jumenengan Dalem Ke-7 XIII.

<http://2.bp.blogspot.com>.(diakses tanggal 8 Juli 2011 pukul

(41)

l. Solo International Performing Art

Sebuah pentas seni pertunjukan yang digelar di Pamedan

Mangkunegaran yang menampilkan kekayaan pusaka non bendawi

(intangible heritage), tidak hanya dari Solo tetapi juga dari daerah-daerah

lain di Indonesia serta dari mancanegara.

Gambar.12

Solo International Performing Art.<http://www.solopos.com>.(diakses

tanggal 8 Juli 2011 pukul 18.15).Kemeriahan Solo International

Performing Art.

m.Solo Batik Fashion

Penampilan busana berbahan dasar batik dari para desainer yang

diselenggarakan di Komplek Balai Kota.

Gambar.13

Solo Batik Fashion.<http://www.tokobatikmodern.com>.(diakses

(42)

commit to user n. Solo Culinary Festival

Menampilkan keanekaragaman makanan dan minuman Khas Jawa

khususnya Solo. Ditampilkan pula makanan khas daerah-daerah lain di

Indonesia serta mancanegara.

Gambar.14

Solo Culinary Festival.<http://files.explore-solo.webnote.com>.(diakses

tanggal 8 Juli 2011 pukul 18.15).Pelaksanaan Solo Culinary Festival.

o. Pentas Wayang Orang Gabungan

Diselenggarakan di Gedung Wayang Orang Sriwedari yang menampilkan

pagelaran gabungan kelompok-kelompok wayang orang yang masih

lestari hingga saat ini.

Gambar.15

Pentas Wayang Orang Gabungan di Teater Sriwedari Solo

.<http://files.exploresolo.webnote.com>.(diakses tanggal 8 Juli 2011

(43)

p. Solo Keroncong Festival

Solo Keroncong Festival diselenggarakan di kawasan Mangkunegaran

dan menampilkan para seniman keroncong nasional maupun lokal, dalam

upaya melestarikan musik tradisi dan memupuk rasa nasionalisme.

Gambar.16

Solo Keroncong Festival.<http://lintassolo.com>.(diakses tanggal 8 Juli

2011 pukul 18.15).Pelaksanaan Solo Keroncong Festival di Kawasan

Mangkunegara.

q. Grand Final Cipta Lagu Keroncong

Puncak acara lomba cipta lagu-lagu keroncong yang digelar dalam upaya

untuk melestarikan seni keroncong.

Gambar.17

Grand Final Cipta Lagu Keroncong.<http://gopergi.com>.(diakses

(44)

commit to user r. Bengawan Solo Gethek Festival

Bertempat di Langenharjo Jurog yaitu kontes gethek untuk mengenang

dan melestarikan masa-masa Bengawan Solo sebagai alat transportasi

utama.

Gambar.18

Bengawan Solo Gethek Festival .<http://gopergi.com>.(diakses tanggal 8

Juli 2011 pukul 18.15).Pelaksanaan Bengawan Solo Gethek Festival.

s. Pasar Seni Balekambang

Menyuguhkan pentas seni, budaya maupun lukisan yang merupakan

rangkaian peringatan HUT Taman Balekambang.

Gambar.19

Pasar Seni Balekambang .<http://melayuonline.com>.(diakses tanggal 8

(45)

t. Javanesse Theatrical

Pementasan teater Jawa.

Gambar.20

Javanesse Theatrical.<http://melayuonline.com>.(diakses tanggal 8 Juli

2011 pukul 18.15).Pementasan Javanesse Theatrical.

u. Kirap Apem Sewu

Kirap yang digelar warga Kampung Sewu, Jebres, sebuah kawasan di

tepian Bengawan Solo. Ada 1000 apem yang di kirabkan di sekeliling

kampung.

Gambar.21

Kirap Apem Sewu.<http://www.pasarsolo.com>.(diakses tanggal 8 Juli

(46)

commit to user

v. Wiyosan Jumeneng SP KGPAA Mangkoe Nagoro IX

Diselenggarakan di Pura Mangkunegaran yaitu event budaya peringatan

naik tahta Kanjeng Gusti Pangeran Arya Adipati ( KGPAA ) Mangkoe

Nagoro (MN) IX, penguasa Pura Mangkunegaran Solo.

Gambar.22

Wiyosan Jumeneng SPKGPAA Mangkoe Nagoro

IX.<http://2.bp.blogspot.com>.(diakses tanggal 8 Juli 2011 pukul

18.15).Pelaksanaan Wiyosan Jumeneng SPKGPAA Mangkoe Nagoro IX.

w.Kirab Malam 1 Sura

Diselenggarakan di Keraton Kasunanan Surakarta dan di Pura

Mangkunegaran yaitu perayaan tahun baru menurut Kalender Jawa.

Gambar.23

Kirab Malam 1 Sura.<http://3.bp.blogspot.com>.(diakses tanggal 8 Juli

(47)

x. Pesta Budaya Dan Kembang Api Malam Tahun Baru

Menampilkan atraksi budaya dan pesta kembang api menyongsong

pergantian tahun 2012 (Calender of cultural event solo,2011,3-9).

Gambar.24

Pesta Budaya Dan Kembang Api Malam Tahun Baru

.<http://halosolo.com>.(diakses tanggal 8 Juli 2011 pukul

18.15).Pelaksanaan Pesta Budaya Dan Kembang Api Malam Tahun

Baru.

2. Event Religi

Kota Solo terdiri dari masyarakat yang beragam dan memiliki etnik yang

berbeda-beda oleh karena itu tidak dipungkiri terdapat masyarakat yang berasal

dari etnik Jawa, Arab, Tiong Hoa, Batak, Bugis dan memiliki kepercayaan

sendiri-sendiri. Setiap etnik memiliki tradisi yang berbeda-beda untuk

(48)

commit to user a. Grebeg Sudiro

Bertempat di Pasar Gede adalah acara yang digelar untuk memeriahkan

tahun baru Imlek Gunungan dari ribuan kue keranjang dikirabkan di

sekitar pasar Gede.

Gambar.25

Grebeg Sudiro.<http://pasarsolo/kotasolo.com>.(diakses tanggal 8 Juli

2011 pukul 18.15).Pelaksanaan Grebeg Sudiro.

b. Sekaten

Sekaten adalah ritual untuk memperingati hari kelahiran Nabi Muhamad

SAW yang dimeriahkan berbagai pertunjukan dan pasar rakyat yang

memasarkan souvenir dan kerajinan tangan lainnya bertempat di

Alun-Alun Utara Keraton Kasunanan Kota Solo.

Gambar.26

Sekaten.<http://wisatasolo.netne.net.com>.(diakses tanggal 8 Juli 2011

(49)

c. Malem Selikuran

Bertempat di Keraton Kasunanan Surakarta dan Taman Sriwedari

merupakan ritual traditional Keraton Kasunanan Surakarta dan

masyarakat untuk memperingati Nuzurul Qur’an yang ditandai dengan

kirab 1000 tumpeng.

Gambar.27

Malem Selikuran.<http://www.solopos.com>.(diakses tanggal 8 Juli

2011 pukul 18.15).Pelaksanaan Malem Selikuran di Keraton Kasunanan

Surakarta.

d. Grebeg Mulud

Diselenggarakan di Keraton Kasunanan Surakarta dan Masjid Agung

adalah puncak dari perayaan sekaten dengan keluarnya gunungan dari

Keraton menuju Masjid Agung.

Gambar.28

Grebeg Mulud.<http://www.solopos.com>.(diakses tanggal 8 Juli 2011

(50)

commit to user e. Bakdan Ing Balekambang

Pementasan seni pasca lebaran di Taman Balekambang.

Gambar.29

Bakdan Ing Balekambang.<http://www.solopos.com>.(diakses tanggal 8

Juli 2011 pukul 18.15).Pelaksanaan Bakdan Ing Balekambang di

Pelataran Balekambang.

f. Grebeg Syawalan

Bertempat di Keraton Kasunanan Surakarta dan Masjid Agung yaitu

upacara traditional yang digelar berkaitan dengan Hari Raya Idhul Fitri.

Gambar.30

Grebeg Syawalan.<http://www.solopos.com>.(diakses tanggal 8 Juli

(51)

g. Pekan Syawalan Jurog

Rangkaian peringatan syawalan yang dipusatkan di Taman Satwa Taru

Jurog. (Calender of cultural event solo,2011,1-3)

Gambar.31

Pekan Syawalan Jurog.<http://www.solopos.com>.(diakses tanggal 8 Juli

2011 pukul 18.15).Pelaksanaan Pekan Syawalan Jurog.

3. Event Kreasi Anak

Event Kreasi Anak adalah kegiatan yang bertujuan untuk menampilkan

kreatifitas anak-anak sekolah, pentas seni, unjuk prestasi dan memberi pelajaran

kemandirian pelajar dalam nuansa budaya. Adapun Event Kreasi Anak

diantaranya adalah :

a. Festival Dolanan Bocah

Diselenggarakan di Kawasan Gladak yaitu atraksi permainan anak-anak

(52)

commit to user Gambar.32

Festival Dolanan Bocah.<http://media.photo.bucket.com>.(diakses

tanggal 8 Juli 2011 pukul 18.15).Spanduk Festival Dolanan Bocah di

Jalan Slamet Riyadi.

b. Kreatif Anak Sekolah Solo

Bertempat di Kawasan Mangkunegaran yaitu ajang untuk menampilkan

kreatifitas anak-anak sekolah, pentas seni, dsb.

Gambar.33

Kreatif Anak Sekolah Solo.<http://www.solopos.com>.(diakses tanggal 8

Juli 2011 pukul 18.15).Peserta Kreatif Anak Sekolah Solo.

c. Kemah Budaya

Diselenggarakan di Lapangan Kota Barat yaitu sebuah pembelajaran

(53)

Gambar.34

Kemah Budaya.<http://4.bp.blogspot.com>.(diakses tanggal 8 Juli 2011

pukul 18.15).Peserta Kemah Budaya.

d. Wayang Bocah

Bertempat di Gedung Wayang Orang Sriwedari yaitu pentas wayang

orang yang dimainkan oleh anak-anak dari kelompok-kelompok seni dan

sanggar-sanggar di Kota Solo dan daerah-daerah sekitarnya (Calender of

cultural event solo,2011,9-11).

Gambar.35

Wayang Bocah.<http://2.bp.blogspot.com>.(diakses tanggal 8 Juli 2011

(54)

commit to user

D. Event Organizer Yang Bekerja Sama Dengan Pemerintah Kota Solo

Pemerintah Kota Solo dalam menyelenggarakan sebuah event budaya

dilaksanakan dengan jalan kerja sama dengan event organizer yang bergerak

dibidang pariwisata khususnya event kebudayaan. Event organizer menjalankan

tugasnya sebagai pelaksana sebuah event, selain bekerja sama dengan event

organizer Pemerintah Kota Solo juga bekerjasama dengan pihak-pihak lain yang

bergerak dibidang event budaya seperti komunitas seniman. Komunitas seniman

yang terpilih adalah komunitas yang memenuhi syarat dari Pemerintah Kota Solo

untuk dapat mengadakan kontrak kerja dengan Pemerintah Kota Solo. Komunitas

seniman tersebut memiliki tugas yang sama dengan event organizer yaitu

melaksanakan event budaya yang ada di Kota Solo. Komunitas seniman tersebut

adalah perkumpulan dari seniman - seniman yang ada di Kota Solo, dan

mempunyai bakat di bidang seni dan budaya.

Event organizer dan komunitas seniman yang bekerjasama dengan

Pemerintah Kota Solo yang bergerak dibidang event budaya antara lain adalah :

1. Event organizer Mataya Arts And Heritage.

2. CV Beat Production.

3. Komunitas seniman Rumah Budaya.

4. Komunitas seniman Sanggar Sarutama (Wawancara dengan Sudyanto,27 Juni

(55)

E. Syarat-Syarat Event Organizer Yang Dapat Bekerjasama Dengan Pihak Pemerintah Kota Solo

Pemerintah Kota Solo dalam melaksanakan kerja sama dengan event

organizer memiliki beberapa syarat yang wajib dipenuhi oleh event organizer,

apabila event organizer tersebut belum melengkapi syarat tersebut berarti tidak

dapat bekerjasama dengan Pemerintah Kota Solo. Syarat-syarat tersebut antara

lain :

1. Legal

Legal artinya event organizer tersebut telah mendapatkan rekomendasi

sebagai event organizer resmi yang bergerak dibidang budaya.

2. Memiliki NPWP ( Nomor Penduduk Wajib Pajak )

Event Organizer wajib memiliki NPWP. NPWP adalah surat yang

dikeluarkan oleh direktorat perpajakan yang menerangkan bahwa Event Organizer

tersebut telah membayar pajak sesuai dengan Peraturan Pemerintah Republik

Indonesia.

3. Memiliki SIUP ( Surat Ijin Usaha Perdagangan )

SIUP adalah dokumen yang menerangkan bahwa event organizer tersebut

bergerak dibidang pariwisata khususnya event budaya.

4. Memiliki TDP ( Tanda Daftar Perusahaan )

Event organizer yang dapat bekerjasama dengan Pemerintah Kota Solo

wajib memiliki TDP yang terdaftar di Kota Solo ( Wawancara dengan

(56)

commit to user

F. Sistem Pembayaran Saat Pemerintah Kota Solo Bekerjasama Dengan

Event Organizer

Pemerintah Kota Solo sebelum melaksanakan event budaya terlebih dahulu

mengadakan pertemuan dengan pihak event organizer untuk mendapatkan

persetujuan atau kontrak kerja sama. Event organizer sebelumnya telah membuat

proposal event budaya yang harus mendapatkan persetujuan oleh pihak

Pemerintah Kota Solo, sebelum menyetujui proposal event yang diselenggarakan

oleh pihak event organizer. Pemerintah Kota Solo memeriksa dan menyinergikan

dengan anggaran yang ada dalam melaksanakan sebuah event. Proposal yang

diajukan oleh event organizer apabila telah disetujui akan terbentuk kontrak kerja

sama antara pihak event organizer dengan pihak Pemerintah Kota Solo dan akan

menyelenggarakan event budaya sesuai dengan ketentuan kedua belah pihak.

Pemerintah Kota Solo dalam menyelenggarakan event budaya telah

memiliki anggaran dana yang terdapat di DPASKPD ( Dokumen Pelaksana

Anggaran Satuan Kerja Perangkat Daerah ). Dalam DPASKPD tersebut terdapat

prediksi anggaran dari Dinas Pariwisata Kota Solo untuk menyelenggarakan event

budaya, yang mempertimbangkan faktor opimalisasi dan minimalisasi anggaran

untuk mewujudkan event budaya yang berhasil. Faktor optimalisasi dan faktor

minimalisasi dilihat dari kepentingan dalam pembuatan event budaya ada

anggaran yang perlu dikurangi dan ada juga yang perlu ditambah tergantung

(57)

G. Evaluasi Event budaya yang dilaksanakan Pemerintah Kota Solo dengan

Event Organizer

Pemerintah Kota Solo memiliki Panitia Pemeriksa Hasil Pekerjaan ( PPHP )

dan Pejabat Pembuat Komitmen untuk membuat dan mengeveluasi setiap event

budaya yang diselenggarakan oleh event organizer. Panitia tersebut bertugas

memantau kegiatan event budaya di lapangan dan hasil pantauan event budaya

akan dipertanggung jawabkan pada saat event budaya tersebut berakhir oleh event

(58)

commit to user

BAB III

USAHA PENGEMBANGAN EVENT KEBUDAYAAN OLEH

MATAYA ARTS AND HERITAGE

A. Deskripsi Profil Mataya Arts And Heritage

1. Sejarah berdirinya Mataya Arts And Heritage

Mataya Arts And Heritage didirikan pada 8 Oktober 1996 sebagai organisasi

jaringan kerja untuk kebudayaan yang bertempat di Solo, dan sampai saat ini aktif

dalam penyelenggaraan event kebudayaan. Dalam perjalanannya sejak tahun 2006

Mataya Arts And Heritage menyadari dan menganggap penting

menyelenggarakan kesenian di tempat umum (public space) sebagai bagian dari

membangun dan mencintai warisan budaya (heritage). Mataya Arts And Heritage

menilai penting mengadakan event budaya di tempat-tempat yang memiliki nilai

sejarah di Kota Solo (Wawancara dengan Heru Prasetyo,10 Mei 2011).

Mataya Arts And Heritage menganggap peninggalan seni dan budaya dapat

menjadi komunikasi kultural yang sangat bermanfaat untuk pelesterian budaya.

Permasalahan perkotaan yang semakin kompleks dimana banyak tangible

heritage banyak yang hilang/rusak diakibatkan oleh arus urbanisasi makin

meningkat, kerusuhan kota, pembongkaran bangunan bersejarah, bencana alam,

dan lain-lain akan mengakibatkan warisan budaya tersebut semakin terkikis dan

hilang. Tangible heritage adalah warisan budaya yang berupa benda yang masih

dapat kita lihat berupa arsitektur bangunan bersejarah, candi, museum, situs dan

lain-lain (Wawancara dengan Heru Prasetyo,10 Mei 2011).

(59)

Mataya Arts And Heritage beranggapan saat era masyarakat audiovisual

sekarang ini yang mulai menggunakan akses-akses dunia dengan cepat,

masyarakat semakin menjauhi intangible heritage. Intangible heritage adalah

warisan budaya yang tidak berwujud tetapi dapat kita nikmati keberadaanya.

Intangible Heritage contohnya adalah tari, musik, tradisi lisan, perayaan seni

tradisi, dan lain-lain.

Mataya Arts And Heritage akan memberi makna kembali kedua jenis

heritage tersebut di dalam pertumbuhan masyarakat kota dalam perspektif

modern lewat penyelenggaraan peristiwa kesenian sekitar, misalnya

kampung-kampung, museum, bangunan arsitektur bersejarah, pasar tradisional dll. Dengan

demikian heritage bukan hanya sebagai masa lalu saja, namun memaknai kembali

heritage dengan nilai-nilai baru sebagai pusaka untuk generasi mendatang. Tahun

2006 Mataya Production berganti nama menjadi Mataya Arts And Heritage yang

sampai saat ini setiap tahun mengelola dan menggelar 3 Festival kesenian di

ruang-ruang Publik di Kota Solo secara aktif yaitu Temu Koreografer Wanita,

Solo Dance Festival dan Festival Seni Pasar Kumandang (Wawancara dengan

Heru Prasetyo, 10 Mei 2011).

Mataya Arts And Heritage sepanjang tahun 2007-2011 setiap sebulan sekali

menggelar program-program Workshop seni ( batik, keramik, tari, janur ) untuk

anak-anak dan menggelar pementasan kesenian Tradisional di ruang-ruang publik

Kota Solo setiap bulan sepanjang tahun 2008-2009 sebagai gerakan pelestarian

dan pengembangan pusaka budaya Solo. Untuk mendorong tumbuhnya industri

(60)

commit to user

kreatif antara lain : Srawung Batik, One Day Solo Creative Industry & Solo

Power Design Festival (Wawancara dengan Heru Prasetyo, 10 Mei 2011).

2. Stuktur Organisasi Mataya Arts And Heritage

Mataya Arts And Heritage sebagai event organizer perlu mempunyai

struktur organisasi yang jelas. Struktur organisasi yang dimiliki adalah sebagai

berikut :

Gambar.36 Struktur Organisasi Mataya Arts And Heritage

Tugas dan tanggung jawab setiap bagian di Mataya Arts And Heritage

a. Direktur : Bertanggung jawab terhadap semua mekanisme kerja sebuah event

budaya. Direktur Mataya Arts And Heritage saat ini dijabat oleh Bapak Heru

Prasetya.

b. Sekertaris : bertugas dan bertanggung jawab menangani bagian surat menyurat.

(61)

c. Bendahara : bertugas dan bertanggung jawab menangani aliran keuangan.

Bendahara Mataya Arts And Heritage saat ini dijabat oleh Ibu Endang

Pujiastuti.

d. Koordinator Pelaksana : bertanggung jawab pada bagian pelaksanaan event

budaya dan bertugas memantau jalanya event budaya di lapangan. Koordinator

Mataya Arts And Heritage adalah Taufik Achmad.

e. Seksi Publikasi dan dokumentasi : bertugas menangani pemasangan baliho,

famlet, poster, sebelum diadakanya event budaya dan bertugas

mendokumentasikan kegiatan yang dilakukan saat event budaya berlangsung.

Seksi publikasi dan dokumentasi Mataya Arts And Heritage adalah Adi.

f. Seksi acara : bertugas pada saat pelaksanaan event budaya, mengatur kegiatan

sesuai dengan proposal event budaya yang dibuat. Seksi Acara MatayaArts

And Heritage adalah Danu Putra Wijaya.

g. Seksi artistik : bertugas menangani pembuatan dekorasi seni baik yang di

gunakan untuk iklan maupun pada saat event berlangsung.Seksi Artistik

Mataya Arts And Heritage adalah Kris Wahyudi.

h. Seksi hubungan masyarakat : bertugas mencari peserta yang mengikuti

kegiatan event budaya. Seksi hubungan masyarakat adalah Adi.

i. Freelance : bertugas membantu penyelenggaraan event budaya mulai dari

membantu menangani tempat registrasi sampai tahap eveluasi event budaya.

Freelance Mataya Arts And Heritage mulai dari pelajar sampai mahasiswa lain

(62)

commit to user 3. Manajemen Mataya Arts And Heritage

Pelaksanaan event budaya tidak akan berjalan dengan lancar apabila tidak

memperhatikan beberapa faktor yang mempengaruhi pembuatan event budaya.

Mataya Arts And Heritage adalah event organizer yang juga menerapkan fungsi

dasar dalam manajemen diantaranya adalah :

a. Planning

Planning yaitu perencanaan yang meliputi penentuan tujuan dan

tindakan, prosedur, rencana pengembangan, dan mengidentifikasikan

segala kemudahan dan hambatan. Mataya Arts And Heritage sebelum

mengadakan event budaya terlebih dahulu merencanakan gagasan ide

yang akan dituangkan dalam event budaya, merencanakan dengan

stakeholders mana saja yang akan bekerjasama, dan merencanakan

pengembangan event budaya yang akan dilaksanakan.

b. Organising

Organising yaitu pengorganisasian meliputi pembagian tugas dan

wewenang, membuat jaringan kerja dan penyusunan aktifitas-aktifitas

yang diperlukan untuk mencapai tujuan. Mataya Arts And Heritage

setelah merencanakan gagasan event budaya kemudian mengorganisasi

jaringan kerja agar tercapai suatu tujuan yang diinginkan.

c. Actuating.

Actuating merupakan fungsi manajemen yang didalamnya terkait dengan

proses leading ( pemimpin ) dan staffing ( karyawan ).

(63)

Leading yaitu mencakup perintah, motivasi, cara kepemimpinan. Mataya

Arts And Heritage mempunyai ketua yang bertanggung jawab dan

memiliki jiwa kepemimpinan.

2) Staffing

Staffing adalah penentuan jenis SDM yang akan direkrut, penyeleksian,

dan pelatihan. Mataya Arts And Heritage setelah merencanakan gagasan

event budaya, mengorganisasi jaringan kerja kemudian membuat panitia

pembuatan event budaya yang terbagi menjadi seksi-seksi yang terlibat

dalam pembuatan event budaya. Setiap orang memiliki tugas, wewenang

dan tanggung jawab sesuai dengan pembagian tugas dan kemampuan

yang dimiliki.

d. Contolling

Controling yaitu fungsi pengawasan yang menentukan standarisasi dan

evaluasi agar semua sasaran dan tujuan pembuatan event budaya sesuai

dengan rencana yang disusun. Mataya Arts And Heritage dalam

menyelenggarakan event budaya memberikan pengarahan terhadap staf

yang terlibat dalam pembuatan event budaya serta memberikan perbaikan

berupa saran kepada hal-hal yang menyimpang agar tidak terulang pada

event budaya selanjutnya.

Manajemen pelaksanaan event budaya membutuhkan stakeholder yang

mendukung pengembangan event tersebut. Stakeholder yang mendukung

keberhasilan event budaya yaitu :

a. Seniman : seniman sangat berpengaruh dalam penyelenggaraan event

(64)

commit to user

agar menarik masyarakat untuk mengikuti pelaksanaan event budaya

yang diadakan.

b. Instansi Pemerintah : tidak dapat dipungkiri bahwa berhasilnya event

budaya tidak terlepas dari pihak - pihak yang membantu dalam

memperlancar jalanya event budaya. Pihak yang terlibat adalah

Pemerintah Kota Solo.

c. Masyarakat : Mataya Arts And Heritage sebagai bagian dari masyarakat

juga memberikan dampak pada pelaksanaan sebuah event budaya.

Mataya Arts And Heritage juga berperan sebagai penyelenggara yang

harus bekerja sama dengan Pemerintah Kota Solo dan seniman yang

menampilkan atraksi budaya lain (Wawancara dengan Heru Prasetyo,10

Mei 2011).

4. Visi Dan Misi Mataya Arts And Heritage a. Visi

Memaknai kembali nilai-nilai historis kemanusiaan dengan nilai-nilai

baru pada tangible heritage dan intangible heritage sebagai bagian

pertumbuhan masyarakat kota dalam perspektif kekinian.

b. Misi

1) Menghidupkan spirit masyarakat kota dalam mencintai heritage dalam

bentuk penyelenggaraan peristiwa kesenian.

2) Membangun kesadaran bersama masyarakat untuk peduli dan merawat

heritage demi generasi mendatang (wawancara dengan Heru Prasetyo,

Gambar

GAMBARAN UMUM EVENT KEBUDAYAAN SEBAGAI
  Gambar.1
Gambar.2 Solo Carnaval.<http://media.photobucket.com/solo carnaval> .(diakses
Gambar.4 Mahesa Lawung.<http://files-solo.files.webnote.com>.(diakses tanggal 8
+7

Referensi

Dokumen terkait

Pengantar karya Tugas Akhir ini berjudul Perancangan media promosi Red Batik Solo untuk mengangkat budaya di Kota Solo melalui komunikasi visual. Sebagai

Semakin meningkatnya partisipasi masyarakat untuk menyaksiakan pertunjukan atau event-event yang diselenggarakan di kota Solo, dapat menjadi tolak ukur pemerintah

Aktivitas Public Relations dalam Meningkatkan Awareness Hotel di THE ROYAL SURAKARTA HERITAGE Hotel Solo .... commit

Tujuan penulisan Laporan Tugas Akhir ini adalah untuk mengetahui peran dan strategi public relations dalam meningkatkan brand image di Lorin Solo Hotel.. Metode penelitian

Upaya kepemimpinan kepala madrasah dalam mengembangkan budaya Islami di MTs Sunan Kalijogo Kota Malang Upaya kepala madrasah dalam mengembangkan budaya islami di MTs Sunan

Setelah dilakukan wawancara dengan beberapa informan dapat diambil kesimpulan bahwa penelitian terkait peran public relation dalam membangun image Solo Kota Budaya dapat

Begitu pula yang dilakukan oleh event budaya SIEM 2010, yaitu dengan menggunakan strategi komunikasi pemasaran untuk menginformasikan event SIEM 2010 kepada masyarakat dan

Laporan akhir ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran Humas Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Purwakarta dalam Produksi event Festival Budaya Nyi Pohaci