• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERKEMBANGAN PEDAGOGICAL CONTENT KNOWLEDGE (PCK) CALON GURU BIOLOGI PADA PESERTA PENDEKATAN KONSEKUTIF DAN PADA PESERTA PENDEKATAN KONKUREN.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PERKEMBANGAN PEDAGOGICAL CONTENT KNOWLEDGE (PCK) CALON GURU BIOLOGI PADA PESERTA PENDEKATAN KONSEKUTIF DAN PADA PESERTA PENDEKATAN KONKUREN."

Copied!
57
0
0

Teks penuh

(1)

PERKEMBANGAN

PEDAGOGICAL CONTENT KNOWLEDGE (PCK)

CALON GURU BIOLOGI PADA PESERTA PENDEKATAN KONSEKUTIF

DAN PADA PESERTA PENDEKATAN KONKUREN

Disertasi

Diajukan untuk Memenuhi Sebagian dari Syarat Memperoleh

Gelar Doktor Kependidikan dalam Bidang

Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam

Oleh

YENNY ANWAR

1007165

SEKOLAH PASCASARJANA

(2)

YENNY ANWAR

PERKEMBANGAN

PEDAGOGICAL CONTENT KNOWLEDGE (PCK)

CALON GURU BIOLOGI PADA PESERTA PENDEKATAN KONSEKUTIF

DAN PADA PESERTA PENDEKATAN KONKUREN

disetujui dan disahkan oleh panitia disertasi

Promotor Merangkap Ketua

Prof. Dr. Nuryani Y. Rustaman, M.Pd.

Ko-Promotor Merangkap Sekretaris

Dr. Phil. Ari Widodo, M.Ed.

Anggota

Prof. Dr. Sri Redjeki, M.Pd.

Mengetahui,

Ketua Program Studi Pendidikan IPA

(3)

PERNYATAAN

Dengan ini saya menyatakan bahwa disertasi dengan judul “Perkembangan Pedagogical Content Knowledge (PCK) Calon Guru Biologi antara Peserta

Pendekatan Konsekutif dan Peserta Pendekatan Konkuren” ini beserta seluruh isinya adalah benar-benar karya saya sendiri, dan saya tidak melakukan penjiplakan atau

pengutipan dengan cara-cara yang tidak sesuai dengan etika keilmuan yang berlaku

dalam masyarakat keilmuan. Atas pernyataan ini, saya siap menaggung resiko/sanksi

yang dijatuhkan kepada saya apabila kemudian ditemukan adanya pelanggaran

terhadap etika keilmuan dalam karya saya ini, atau ada klaim dari pihak lain terhadap

karya saya ini.

Bandung, Juli 2014 Yang Membuat pernyataan,

(4)

KATA PENGANTAR

Penelitian ini dilandasai oleh perhatian penulis terhadap mutu pendidikan,

khususnya kebutuhan profesional guru. Berbagai upaya telah dilakukan dalam rangka

memenuhi kebutuhan guru agar menjadi guru yang profesional. Salah satu kebutuhan

tersebut adalah kemampuan guru dalam meramu materi pelajaran dengan strategi

pengajaran yang tepat, yang semuanya terangkum dalam Pedagogical Content

Knowledge (PCK). Kebutuhan tersebut telah diberikan sejak mereka masih mejadi

calon guru atau masih menjadi mahasiswa. Profesional atau tidaknya guru sebagian

tergantung pada profesional atau tidaknya model pendidikan guru, profesional atau

tidaknya model pendidikan guru juga tergantung pada peraturan perundangan yang

mengatur pendidikan guru.

Guru profesional menurut Undang-Undang no 14 tahun 2005 harus

berpendidikan S1 atau DIV ditambah pendidikan profesi tanpa mempersoalkan latar

belakang dari pendidikan atau nonpendidikan. Untuk itu desain Pendidikan

Profesional Guru dipilah menjadi Pendidikan Profesi Guru untuk yang berlatar

belakang S1 pendidikan (konten dan pedagogi diberikan secara terintegrasi) dan

Pendidikan Profesi Guru berlatar belakang S1 atau DIV nonkependidikan (konten dan

pedagogi diberikan secara terpisah). Desain Pendidikan Profesional Guru ini merujuk

pada pembelajaran yang menekankan pada content-based dan content-specific

pedagogy untuk menyiapkan mahasiswa calon guru agar mampu mengajar di

lingkungan para peserta didik yang multikultural (UPI, 2010).

Melalui penelitian yang berjudul Perkembangan Pedagogical Content

Knowledge (PCK) calon guru biologi antara peserta pendekatan konsekutif dan

peserta pendekatan konkuren, penulis tidak hanya dapat melihat perkembangan PCK

calon guru program pendidikan guru dengan dua pendekatan yang berbeda, namun

dari hasil tersebut penulis juga dapat menemukan suatu model tentatif untuk

mengembangkan PCK calon guru.

Penulis berharap semoga hasil penelitian ini dapat bermanfaat bagi para

(5)

menyadari bahwa penelitian ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan

saran dari pembaca sangat penulis harapkan.

Bandung, Juli 2014

(6)

UCAPAN TERIMA KASIH

Segala Puji bagi Allah SWT, yang dengan segala rahmat dan kasih sayangNya

telah memberikan kekuatan, ridho dan tuntunanNya hingga seleaainya disertasi ini.

Terimakasih atas kesehatan, keteguhan dan kesabaran yang engkau berikan sehingga

penulis dapat menyelesaikan disertasi ini.

Disertasi ini disusun sebagai salah satu syarat memperoleh gelar Doktor

Pendidikan IPA. Kemampuan penulis dalam menyelesaikan disertasi ini tidak

terlepas dari bantuan, dukungan, pengorbanan serta doa berbagai pihak. Untuk itu

saya mengucapkan terima kasih kepada para pembimbing yang tiada lelah dan jemu

menuntun menyempurnakan disertasi ini sehingga layak disebut sebagai karya ilmiah

yang dapat memberikan sumbangan dan manfaat pada pendidikan IPA khususnya,

semogga Alloh swt senantiasa mengkaruniakan rahmanNya kepada para

pembimbing. Dengan segala kerendahan hati dan penghargaan yang tinggi penulis

sampaikan kepada:

1. Ibu Prof. Dr. Nuryani Y. Rustaman, M.Pd selaku Promotor yang telah

mencurahkan segenap pikiran, keilmuan dan waktunya yang sangat berharga

dalam membimbing penulis. Terimakasih atas bekal pengetahuan yang telah

diberikan selama penulis melaksanakan studi dan selama proses bimbingan,

dorongan untuk maju, motivasi serta kasih sayang yang telah ibu berikan dan

ibu ajarkan.

2. Dr. Phil. Ari Widodo, M.Ed, selaku Ko-promotor yang telah meluangkan

banyak waktu dalam membimbing penulis, terimakasih atas ilmu,

masukan-masukan yang mendasar, dan kesabaran yang bapak ajarkan.

3. Prof. Dr. Sri Redjeki, M.Pd. selaku anggota yang telah sepenuh hati

memberikan bimbingan, pemikiran, waktu yang sangat berharga dalam

membimbing penulis. Terimakasih atas pengetahuan, budi baik serta

keikhlasan yang ibu ajarkan.

4. Dr. Sri Anggraeni, M.Si., Dr. Taufik Rahman, M.Pd dan Dr. Dida Hamida,

M.si. selaku validator yang telah memberikan masukan-masukan untuk

(7)

5. Prof. Dr. Anna Permanasari, M.Si selaku Ketua Program Studi Pendidikan

IPA yang telah memfasilitasi untuk mengembangkan kemampuan akademik

dan fasilitas publikasi nasional dan internasional.

6. Sofendi, M.A., P.hD selaku dekan FKIP universita Sriwijaya yang telah

memberikan izin untuk melaksanakan tugas belajar pada jenjang S3.

7. Segenap staf dan dosen Jurusan Pendidikan Biologi UPI yang telah

memberikan kesempatan, kemudahan, dan kelancaran kepada penulis untuk

melakukan penelitian.

8. Seluruh staf dosen Sekolah pasca sarjana UPI yang telah memberikan

kesempatan kepada penulis untuk menggali pengetahuan, pengalaman dan

wawasan yang membuat penulis mampu menyelesaikan studi ini.

9. Sahabat-sahabatku angkatan 2010 program studi pendidikan IPA S-3 SPs

UPI, Terimakasih atas dukungan, semangat dan doa yang diberikan.

10.Kepada semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu, terima kasih

atas bantuan , dorongan serta doanya.

Secara khusus ucapan terima kasih yang tulus dan tak terhingga bagi

orang-orang terkasih, suamiku Sigit Kurniawan Nata Imam serta anak-anakku Zaky

Al-Fatih, Daffa Al-Arkan, Haniffah Nahdah, dan Hanna Nafi’ah Athaya. Terima kasih atas doa, pengertian, dorongan dan pengorbanan serta kasih sayang yang tak

henti-hentinya dicurahkan sehingga mampu menyemangati penulis dalam menyelesaikan

studi ini.

Semoga Allah SWT membalas semua budi baik yang telah diberikan dengan

lebih baik dan berlipat ganda. Amin

Bandung, Juli 2014

(8)
(9)

Yenny Anwar, 2014

Perkembangan Pedagogical Content Knowledge (Pck) Calon Guru Biologi Pada Peserta Pendekatan Konsekutif Dan Pada Peserta Pendekatan Konkuren

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

DAFTAR ISI

Halaman

PERSETUJUAN PEMBIMBING ii

PERNYATAAN iii

KATA PENGANTAR iv

UCAPAN TERIMA KASIH vi

ABSTRAK viii

ABSTRACT ix

DAFTAR ISI x

DAFTAR TABEL xii

DAFTAR GAMBAR xiv

DAFTAR LAMPIRAN xvi

BAB I. PENDAHULUAN 1

A. Latar Belakang Masalah 1

B. Rumusan Masalah 7

C. Tujuan Penelitian 8

D. Manfaat Penelitian 8

E. Penjelasan Istilah 9

F. Sistematika Penulisan 10

BAB II. PENGEMBANGAN PROFESIONAL GURU MELALUI IMPLEMENTASI PEDAGOGICAL CONTENT KNOWLEDGE

11

A. Pedagogical Content Knowledge 11

B. Model-model PCK yang dikembangkan oleh peneliti terdahulu 14

C. Posisi Penting PCK dalam mengembangkan praktik profesional guru

23

D. Standar Kompetensi Guru IPA 24

(10)

Yenny Anwar, 2014

Perkembangan Pedagogical Content Knowledge (Pck) Calon Guru Biologi Pada Peserta Pendekatan Konsekutif Dan Pada Peserta Pendekatan Konkuren

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

F. Program Pendidikan Guru Jenjang Sarjana (Konkuren) 29

G. Program Pendidikan Profesi Guru (Konsekutif) 31

H. Pentingnya Materi Transportasi Zat pada Pelajaran Biologi 35

I. Hasil Penelitian yang Relevan 38

BAB III. METODE PENELITIAN 41

A. Paradigma Penelitian 41

B. Lokasi dan Subjek Penelitian 43

C. Desain dan Prosedur Penelitian

1. Studi Pendahuluan

D. Definisi Operasional 52

E. Instrumen Penelitian 53

F. Prosedur dan Teknik Pengolahan Data 54

BAB IV. HASIL, PEMBAHASAN DAN TEMUAN 57

A. Hasil Penelitian dan Pembahasan

1. Profil Perkembangan PCK Calon Guru Biologi

57

a. Jumlah Konsep yang Muncul 58

b. Kemampuan Representasi Konten 64

c. Kemampuan Representasi Pedagogi 74

2. Perkembangan PCK Setiap Individu Calon Guru

Pendekatan Konsekutif 78

3. Model Tentatif Untuk Mengembangkan PCK Calon Guru 106

B. Temuan dan Kebaruan 113

(11)

Yenny Anwar, 2014

Perkembangan Pedagogical Content Knowledge (Pck) Calon Guru Biologi Pada Peserta Pendekatan Konsekutif Dan Pada Peserta Pendekatan Konkuren

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

DAFTAR TABEL

Halaman

Tabel 2.1 Perbedaan konseptualisasi PCK (daptasi dari Van Driel et al. (1998) dan Lee & Luft, (2008))

14

Tabel 2.2 Indikator keterampilan mengajar guru IPA (NSTA, 1998) 28

Tabel 2.3 Sebaran mata kuliah pada program studi Pendidikan Biologi terkait kemampuan PCK pada materi Transportasi Zat

30

Tabel 2.4 Mata kuliah matrikulasi Program Pendidikan Profesional Guru

33

Tabel 2.5 Materi-materi terkait materi Transportasi Zat pada setiap tingkatan

37

Tabel 3.1 Subjek Penelitian 43

Tabel 3.2 Latar Belakang pendidikan guru 45

Tabel 3.3 Jumlah konsep penting menurut guru pada materi transportasi

zat. 46

Tabel 3.4 Deskripsi kemampuan PCK guru 46

Tabel 3.5 Pengumpulan data pada pendekatan konsekutif 48

Tabel 3.6 Pengumpulan data pada program konkuren 50

Tabel 3.7 Instrumen Penelitian 53

Tabel 4.1 Persentase konsep/ide yang muncul pada calon guru pendekatan konkuren dan konsekutif

58

Tabel 4.2 Konsep-konsep penting yang muncul pada pendekatan konkuren (tingkat IV) dan pendekatan konsekutif pada tes terakhir (setelah PLP)

59

Tabel 4.3 Mata kuliah/kegiatan yang mungkin berkontribusi terhadap perkembangan PCK calon guru pada materi transportasi zat

61

Tabel 4.4 Perkembangan kemampuan representasi konten calon guru pada pendekatan konkuren dan konsekutif

(12)

Yenny Anwar, 2014

Perkembangan Pedagogical Content Knowledge (Pck) Calon Guru Biologi Pada Peserta Pendekatan Konsekutif Dan Pada Peserta Pendekatan Konkuren

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Tabel 4.5 Perbedaan representasi pedagogi calon guru pendekatan konkuren dan pendekatan konsekutif

77

Tabel 4.6 Perkembangan PCK calon guru pendekatan konsekutif 79

Tabel 4.7 Kesesuaian antara CoRe pada tes III dan real teaching (Calon guru A)

81

Tabel 4.8 Kesesuaian antara CoRe pada tes III dan real teaching (Calon

guru B) 83

Tabel 4.9 Kesesuaian antara CoRe pada tes III dan real teaching (Calon

guru C) 85

Tabel 4.10 Kesesuaian antara CoRe pada tes III dan real teaching (Calon

guru D) 87

Tabel 4.11 Kesesuaian antara CoRe pada tes III dan real teaching (Calon

guru E) 89

Tabel 4.12 Kesesuaian antara CoRe pada tes III dan real teaching (Calon

guru F) 91

Tabel 4.13 Kesesuaian antara CoRe pada tes III dan real teaching (Calon

guru G) 93

Tabel 4.14 Kesesuaian antara CoRe pada tes III dan real teaching (Calon

guru H) 96

Tabel 4.15 Kesesuaian antara CoRe pada tes III dan real teaching (Calon

guru I) 98

(13)

Yenny Anwar, 2014

Perkembangan Pedagogical Content Knowledge (Pck) Calon Guru Biologi Pada Peserta Pendekatan Konsekutif Dan Pada Peserta Pendekatan Konkuren

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

DAFTAR GAMBAR

Halaman

Gambar 2.1 Model PCK (Grossman , 1990) 15

Gambar 2.2 Model Pengetahuan guru (Magnusson et al., 1999) 17

Gambar 2.3 Model PCK (Magnusson et al., 1999) 18

Gambar 2.4 Dua model interpretasi PCK (Newsome and Lederman, 1999) 19

Gambar 2.5 Model pengembangan PCK (Van Driel, 2010) 20

Gambar 2.6 Kerangka penyajian PCK 21

Gambar 2.7 Keterkaitan PCK dengan praktek profesional guru 23

Gambar 2.8 Dimensi pengetahuan profesional (Shulman,1986) 25

Gambar 2.9 Pendidikan guru terintegrasi, setara dengan pendidikan guru konsekutif

32

Gambar 3.1 Paradigma penelitian 42

Gambar 3.2 Prosedur penelitian 51

Gambar 3.3 Prosedur analisis data 55

Gambar 4.1 Perubahan jumlah konsep yang akan diajarkan 60

Gambar 4.2 Perkembangan kemampuan representasi konsten 64

Gambar 4.3 Perkembangan kemampuan representasi pedagogi 74

Gambar 4.4 Profil perkembangan PCK calon guru A 80

Gambar 4.5 Profil perkembangan PCK calon guru B 82

Gambar 4.6 Profil perkembangan PCK calon guru C 84

Gambar 4.7 Profil perkembangan PCK calon guru D 86

Gambar 4.8 Profil perkembangan PCK calon guru E 88

Gambar 4.9 Profil perkembangan PCK calon guru F 90

Gambar 4.10 Profil perkembangan PCK calon guru G 92

(14)

Yenny Anwar, 2014

Perkembangan Pedagogical Content Knowledge (Pck) Calon Guru Biologi Pada Peserta Pendekatan Konsekutif Dan Pada Peserta Pendekatan Konkuren

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Gambar 4.12 Profil perkembangan PCK calon guru I 97

Gambar 4.13 Profil perkembangan PCK calon guru J 99

Gambar 4.14 Perkembangan PCK calon guru (Pra PCK, Growing PCK,

Maturing PCK) 103

Gambar 4.15 Ilustrasi perkembangan PCK calon Guru pada pendekatan

konsekutif 107

Gambar 4.16 Ilustrasi perkembangan PCK calon Guru pada pendekatan

konkuren 108

(15)

Yenny Anwar, 2014

Perkembangan Pedagogical Content Knowledge (Pck) Calon Guru Biologi Pada Peserta Pendekatan Konsekutif Dan Pada Peserta Pendekatan Konkuren

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

DAFTAR LAMPIRAN

Halaman

1. Instrumen CoRe dan PaP-eRs 125

2. Indikator Penilaian CoRe dan PaP=eRs 127

3. Hasil Analisis CoRe dan PaP-eRs pada pendekatan konsekutif 131

4. Rekap skor kemampuan PCK calon guru pendekatan konsekutif 136

5. Hasil Analisis CoRe dan PaP-eRs pada pendekatan konkuren 137

6. Rekap skor kemampuan PCK calon guru pendekatan konkuren 152

7. Metode yang digunakan calon guru pendekatan konsekutif 153

8. Metode yang digunakan calon guru pendekatan konkuren 157

9. Kategori perkembangan PCK calon guru 160

10. Profil perkembangan PCK calon guru 162

11. Perkembangan calon guru pendekatan konsekutif berdasarkan sembilan kategori PCK

189

12. Frekuensi munculnya konsep saat pembelajaran di kelas 194

13. Frekuensi munculnya konsep saat pembelajaran di kelas 195

14. Perkembangan PCK calon guru pada kategori Pra PCK, Growing PCk dan Maturing PCK

(16)

Yenny Anwar, 2014

Perkembangan Pedagogical Content Knowledge (Pck) Calon Guru Biologi Pada Peserta Pendekatan Konsekutif Dan Pada Peserta Pendekatan Konkuren

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

PERKEMBANGAN PEDAGOGICAL CONTENT KNOWLEDGE (PCK) CALON GURU BIOLOGI PADA PESERTA PENDEKATAN KONSEKUTIF DAN PADA

PESERTA PENDEKATAN KONKUREN

ABSTRAK

PCK merupakan pengetahuan yang penting dalam proses pengembangan kemampuan professional guru dan calon guru. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perkembangan kemampuan Pedagogical Content Knowledge (PCK) calon guru biologi yang mengikuti program pendidikan guru melalui pendekatan konsekutif (angkatan 2011/2012) dan calon guru yang mengikuti pendidikan guru pada pendekatan konkuren (angkatan 2008/2009 s/d 2011/2012). Calon guru pada program konsekutif merupakan peserta Pendidikan Profesi Guru (PPG) biologi yang merupakan alumni S1 biologi. Perkembangan PCK diteliti selama satu tahun melalui tahap matrikulasi, workshop, peer teaching, dan praktik mengajar dengan menggunakan metode longitudinal study. Calon guru pada pendekatan konkuren merupakan mahasiswa tingkat I, tingkat II, tingkat III dan tingkat IV yang mengikuti program S1 pendidikan Biologi, perkembangannya diteliti secara cross sectional study. Data dikumpulkan dari CoRe dan PaP-eRs yang dibuat calon guru dan hasil wawancara. Sebagai data tambahan, pelaksanaan pembelajaran oleh calon guru pendekatan konsekutif juga diobservasi. Data hasil penelitian yang diperoleh melalui CoRe dan PaP-eRs pada materi transportasi zat, dianalisis dengan teknik deskriptif kualitatif dan kuantitatif menggunakan desain konkuren triangulasi (concurrent triangulation design). Hasil penelitian menunjukkan ada kesamaan pola perkembangan PCK antara calon guru program konkuren dan calon guru program konsekutif. Kemampuan PCK calon guru biologi yang mengikuti program pendidikan guru pada pendekatan konsekutif maupun konkuren mengalami peningkatan secara bertahap dari waktu ke waktu, mulai dari pra PCK menjadi growing PCK. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa perkembangan PCK calon guru ini bersifat kontinum, bertahap sesuai proses pada tiap tahapan. Dari hasil tersebut dapat direkomendasikan bahwa untuk memfasilitasi perkembangan PCK calon guru, model pendidikan calon guru perlu secara bertahap dan terstruktur secara dini memberikan pengalaman kepada calon guru untuk berinteraksi dan memperoleh pengalaman di sekolah, misalnya dengan tahapan observasi, menyusun rencana pembelajaran bersama guru, Co-teaching, dan Real teaching.

Kata Kunci: Pendidikan Guru Biologi, Pedagogical Content Knowledge (PCK), Pendidikan Guru Konsekutif, Pendidikan Guru Konkuren, Calon Guru Biologi

THE DEVELOPMENT OF CONCURRENT AND CONSECUTIVE PRE-SERVICE

(17)

Yenny Anwar, 2014

Perkembangan Pedagogical Content Knowledge (Pck) Calon Guru Biologi Pada Peserta Pendekatan Konsekutif Dan Pada Peserta Pendekatan Konkuren

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

ABSTRACT

Teachers’ Pedagogical Content Knowledge (PCK) is an important indicator of teachers’ competencies. Many studies on teachers’ PCK have been conducted and they contributed to our understanding of teachers’ PCK. However, few have been done to understand pre-service teachers PCK. This study aims at understanding the development of pre-service teachers’ PCK starting from the first year through the completion of the teaching practice. Participants are pre-service biology teachers who took two different education models, i.e. consecutive model and concurrent model. Participants of the consecutive model are bachelor of biology who took teacher certificate in order to be a teacher (Academic year 2011 to 2012) while participants of the concurrent model are biology education students from first year, second year, third year and fourth year (Academic year 2008 to 2012). Due to different characteristic of the participants two different research approaches were employed. The development of pre-service teachers in consecutive model was identified through longitudinal study while data for concurrent participants were identified through cross sectional study. Pre-service

teachers’ PCK were identified using CoRe and PaP-eRs developed by Loughran (2012) and were analysed using concurent triangulation design. The study finds that pre-service teachers’ PCK from the two teacher preparation models (consecutive and concurrent) show a similar pattern of continuum PCK development. The study proposes stages of PCK development, starting from Pre-PCK to Growing PCK and finally Maturing PCK. In this study none of the pre-service teachers is at Maturing PCK level. The findings suggest that a well-structured program is needed to facilitate the development of a teacher’s PCK. Pre-service teachers should be given opportunities to observe lessons, developing lesson plan, and conducting real teaching. This suggests that universities should closely collaborate with schools in preparing teachers. Tentative model for developing pre-service teachers’ PCK may include school observation, developing lesson plans, co-teaching and real teaching.

(18)

Yenny Anwar, 2014

Perkembangan Pedagogical Content Knowledge (Pck) Calon Guru Biologi Pada Peserta Pendekatan Konsekutif Dan Pada Peserta Pendekatan Konkuren

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Arus globalisasi serta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi

memunculkan serangkaian tantangan baru yang perlu disikapi dengan cermat dan

sistematis. Perubahan tersebut secara khusus berdampak terhadap tuntutan akan

kualitas pendidikan secara umum, dan kualitas pendidikan guru secara khusus

untuk menghasilkan guru yang professional.

Ide-ide kreatif mulai bermunculan dari berbagai sumber dalam rangka

memperbaiki pendidikan, tetapi hanya guru yang mampu memperbaikinya. Guru

merupakan agen pengubah, yang memiliki pengetahuan khusus yang diperoleh

melalui pengalaman mengajar selama bertahun-tahun. Menurut Cooper (1990), “Teacher is person charge with the responsibility of helping other to learn to behave in new different ways”. Oleh karena itu guru perlu memiliki pengetahuan

khusus, kemampuan yang tidak dimiliki oleh orang yang bukan guru. Guru yang

efektif memiliki disposisi positif ke arah pengetahuan, mereka paling tidak

menguasai tiga hal: 1) dasar pengetahuan yang luas untuk menangani subjek yang

diajarkannya, 2) perkembangan dan pembelajaran manusia, dan 3) pedagogi.

Mereka menggunakan pengetahuan ini sebagai pedoman bagi ilmu dan seni

praktik mengajarnya (Arends, 2008).

Guru adalah orang dewasa yang secara sadar bertanggung jawab dalam

mendidik, mengajar, dan membimbing peserta didik. Orang yang disebut guru

adalah orang yang memiliki kemampuan merancang program pembelajaran serta

mampu menata dan mengelola kelas agar peserta didik dapat belajar dan pada

akhirnya dapat mencapai tingkat kedewasaan sebagai tujuan akhir dari proses

pendidikan. Guru merupakan suatu profesi, yang berarti suatu jabatan yang

memerlukan keahlian khusus sebagai guru dan tidak dapat dilakukan oleh

(19)

2

Yenny Anwar, 2014

Perkembangan Pedagogical Content Knowledge (Pck) Calon Guru Biologi Pada Peserta Pendekatan Konsekutif Dan Pada Peserta Pendekatan Konkuren

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

suatu ilmu tertentu secara mendalam yang hanya mungkin diperoleh dari

lembaga-lembaga pendidikan yang sesuai, sehingga kinerjanya didasarkan pada

keilmuan yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Untuk itu penyiapan

seorang guru yang professional harus disiapkan sejak awal, yaitu ketika mereka

masih menjadi mahasiswa calon guru. Selaras dengan pendapat National Science

Teacher Association (NSTA, 1998) bahwa standar penyiapan guru sains meliputi

tiga tingkatan yaitu tingkatan preservice, guru pemula (induction), dan guru

profesional. Kompetensi yang harus dimiliki oleh calon guru (preservice) yaitu

mampu merencanakan dan menggabungkan strategi mengajar IPA yang sesuai

bagi pelajar dengan beragam latar belakang dan gaya belajar (NSTA, 1998).

Untuk memenuhi kebutuhan calon guru tersebut maka didesain suatu

program pendidikan profesional guru melalui pendekatan konkuren maupun

konsekutif, yang tujuannya adalah memadukan pengetahuan materi ajar dan

pengetahuan pedagogik. Profesional atau tidaknya guru sebagian tergantung pada

profesional atau tidaknya model pendidikan guru, profesional atau tidaknya model

pendidikan guru juga tergantung pada peraturan perundangan yang mengatur

pendidikan guru. Guru profesional menurut Undang-Undang no 14 tahun 2005

harus berpendidikan S1 atau DIV ditambah pendidikan profesi tanpa

mempersoalkan latar belakang dari pendidikan atau nonpendidikan, namun tetap

mempertimbangkan kecenderungan perubahan dan tuntutan pendidikan pada masa

yang akan datang. Untuk itu desain Pendidikan Profesional Guru dipilah menjadi

Pendidikan Profesi Guru untuk yang berlatar belakang S1 pendidikan dan

Pendidikan Profesi Guru berlatar belakang S1 atau DIV nonkependidikan

(konsekutif). Desain pendidikan Guru konsekutif ini masih menjadi pro kontra

karena dinilai hanya akan mencetak guru-guru instan yang tidak memiliki

kemampuan profesionalisme sebagai guru. Hasil penelitian ini diharapkan mampu

memberikan hasil yang dapat memberikan masukkan sebagai pertimbangan untuk

(20)

3

Yenny Anwar, 2014

Perkembangan Pedagogical Content Knowledge (Pck) Calon Guru Biologi Pada Peserta Pendekatan Konsekutif Dan Pada Peserta Pendekatan Konkuren

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Desain Pendidikan Profesional Guru ini merujuk pada pembelajaran yang

menekankan pada content-based dan content-specific pedagogy untuk

menyiapkan mahasiswa calon guru agar mampu mengajar di lingkungan para

peserta didik yang multikultural (UPI, 2010). Keseluruhan program harus

mendukung penyiapan calon guru yang mampu merefleksi upaya

pembelajarannya, bekerja sama dengan pendidik lain guna mencari dan

menemukan pemecahan masalah umum yang muncul dalam pembelajaran.

Desain Pendidikan Profesional Guru (PPG) yang merujuk pada content

based dan content-specific pedagogy ini sudah lama dinyatakan oleh Shulman

(1987), bahwa seorang guru profesional harus memiliki pengetahuan dan

kemampuan Pedagogical Content Knowledge (PCK) yang baik. Sebagai agen

perubahan sudah seharusnya para guru terus mengembangkan kualitas proses

mengajarnya di kelas dan calon guru terus melatih kemampuannya dalam

merancang rencana pembelajaran, salah satunya dengan memahami PCK.

Pedagogical Content Knowledge merupakan pengetahuan yang harus dipahami

oleh seorang guru dan calon guru karena seorang guru harus terbiasa dengan

konsep dan kesulitan yang akan dihadapi siswa serta dapat mengorganisasikan,

menyusun, menjalankan dan menilai materi subjek, yang semuanya itu terangkum

dalam Pedagogical Content Knowledge (PCK).

PCK merupakan pengetahuan, pengalaman dan keahlian yang diperoleh

melalui pengalaman-pengalaman di kelas (Baxter & Lederman, 1999; National

Research Council, 1996; Van Driel et al., 2002); dan PCK merupakan kumpulan

pengetahuan yang terintegrasi, konsep, keyakinan dan nilai yang dikembangkan

guru pada situasi mengajar (Marks, 1990; Fernandez-Balboa & Stiehl, 1995; Van

Driel, Verloop, & de Vos, 1998; Gess-Newsome, 1999; Loughran, Milroy, Berry,

Gunstone, & Mulhall, 2001; Loughran, Berry & Mulhall, 2004; Lee and Julie, 2008). The National Science Education Standards (National Research Council, 1996) menyatakan; “incoporated the concept of PCK as an essential component

(21)

4

Yenny Anwar, 2014

Perkembangan Pedagogical Content Knowledge (Pck) Calon Guru Biologi Pada Peserta Pendekatan Konsekutif Dan Pada Peserta Pendekatan Konkuren

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

suggestion that teachers needed strong PCK to be the best possible teachers has

resulted in a range of studies into PCK in pre-service scienceteacher education.

Jadi untuk menjadi seorang guru yang baik, seyogianya memiliki pengetahuan

tentang PCK yang kuat.

Loughran et al. (2008) mencoba menggambarkan PCK secara eksplisit

melalui CoRes dan PaP-eRs (Resource Folio). Resource Folio rupakan format

PCK yang berhasil dikembangkan oleh Loughran et al. melalui studi dialog,

workshop dan observasi selama beberapa tahun terhadap guru-guru.

“CoRes and PaP-eRs as a kind of heuristic device to help student-teachers gain insight into the complex nature of learning about teaching through access to experienced science teachers’thinking. By using PCK as a heuristic there is an additional challenge of working to push student-teachers beyond the mindset of an immediate need to gather up tips and tricks about how to teach” .

Menurut Shulman (1987), PCK merupakan pengetahuan yang penting dan

harus dimiliki oleh seorang guru. Berdasarkan hasil beberapa penelitian

dikemukakan bahwa PCK merupakan pengetahuan yang sangat penting dan harus

dimiliki oleh seorang guru. Hasil temuan di lapangan menunjukkan bahwa

kemampuan PCK mahasiswa calon guru bahkan guru yang ada di lapangan masih

minim, terlihat dari jawaban serta CoRes dan PaP-eRs yang dihasilkan oleh

mahasiswa calon guru dan guru biologi. Dari jawaban calon guru dan guru-guru

yang berpengalaman mengajar selama dua sampai lima tahun, diperoleh

gambaran bahwa mereka tidak memperhatikan tuntutan kurikulum, tidak

memahami konsep-konsep sulit apa yang akan dihadapi oleh siswa serta batasan

materi untuk siswa bahkan masih ada yang miskonsepsi.

Guna memenuhi kebutuhan seorang guru yang profesional didesain suatu

program Pendidikan Profesional Guru melalui pendekatan konkuren maupun

pendekatan konsekutif, yang bertujuan untuk memadukan pengetahuan materi ajar

dan pengetahuan pedagogik (UPI, 2010). Pendekatan konkuren menyiapkan calon

guru dengan memberikan penguasaan konten (materi) dan pedagogi secara

(22)

5

Yenny Anwar, 2014

Perkembangan Pedagogical Content Knowledge (Pck) Calon Guru Biologi Pada Peserta Pendekatan Konsekutif Dan Pada Peserta Pendekatan Konkuren

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

pembentukan kemampuan mengajar setelah penguasaan materi. Oleh karena itu

untuk menemukan kemampuan PCK calon guru perlu diteliti kemampuan calon

guru mengemas materi termasuk untuk calon guru biologi bagaimana mereka

menemas materi biologi tertentu yang akan dikaitkan dengan pengetahuan

pedagoginya. Kemampuan ini akan dilihat perkembangannya pada setiap tahap

yang dilalui. Beberapa studi terdahulu telah mengungkap bahwa ada peningkatan

PCK mahasiswa calon guru setelah melalui tahap praktik mengajar (Rustaman,

2013), selain itu workshop perencanaan pembelajaran juga dapat meningkatkan

PCK calon guru (Van Driel, 2002). Hasil studi yang dilakukan Loughran dan

Nilsson (2002) juga menunjukkan bahwa dengan mengaplikasikan CoRe pada

mahasiswa calon guru kemampuan PCK mereka dapat meningkat. Studi-studi

yang dilakukan hanya sebatas satu tahapan dalam program perkuliahan, yang

diukur sebelum dan setelah melalui tahapan yang diikuti oleh calon guru melalui

program yang sama. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, peneliti tertarik

untuk melihat bagaimana perkembangan PCK calon guru yang memiliki latar

belakang berbeda dan mengikuti program pendidikan guru dengan pendekatan

yang berbeda dan tahapan yang berbeda. Perkembangan ini juga diamati secara

berkesinambungan sesuai dengan tahapan yang mereka lalui, dari hasil ini akan

diperoleh gambaran tahapan mana yang lebih efektif dalam meningkatkan

kemampuan PCK calon guru.

Kemampuan PCK ini tidak terlepas pada materi yang akan diajarkan,

untuk itu materi yang dipilih adalah materi transportasi zat, yang merupakan topik

penting yang harus dipahami oleh siswa. Terdapat beberapa alasan untuk memilih

materi transportasi zat dalam penelitian ini yaitu: 1) merupakan materi

fundamental yang harus dipahami oleh calon guru biologi; 2) merupakan materi

yang terintegrasi konsep antara fisika, kimia dan biologi; 3) meruapakan materi

mendasar untuk memahami proses biologi selanjutnya; 4) merupakan materi yang

telah diberikan sejak jenjang SMA dan diperdalam pada jenjang S1 pendidikan

(23)

6

Yenny Anwar, 2014

Perkembangan Pedagogical Content Knowledge (Pck) Calon Guru Biologi Pada Peserta Pendekatan Konsekutif Dan Pada Peserta Pendekatan Konkuren

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

seperti pada konsep difusi dan osmosis (Pertiwi, 2013). Materi transportasi zat

terkait proses kehidupan dan menjadi dasar dalam mempelajari

proses-proses biologi lebih lanjut. Proses transportasi melalui membran memainkan

peran penting dalam berbagai proses fisiologis dan farmakologis (Lash, 2010). Di

berbagai buku teks, materi Transportasi Zat diletakkan pada bagian awal

(Campbell, Cain, Urry, Jackson, Minorsky, & Wasserman, 2011; Raven &

Johnson, 2001), karena materi Transportasi Zat merupakan materi dasar untuk

memahami proses-proses biologi lanjut.

Hasil wawancara dengan beberapa guru, calon guru, serta siswa, terkait

pada materi Transportasi Zat menunjukkan bahwa siswa sering mengalami

kesalahan konsep (Anwar, 2013). Hasil ini ternyata sesuai dengan temuan

penelitian terdahulu, salah satu yang menyebabkan miskonsepsi ini adalah karena

materi yang bersifat abstrak sehingga sulit untuk dipahami oleh siswa (Pertiwi,

2013; Zuckerman,1993). Faktor lain yang menjadi penyebab miskonsepsi adalah,

adanya buku-buku pelajaran siswa yang masih salah dalam menyajikan informasi,

kurangnya pengetahuan guru tentang konten terkait serta pemahaman guru tentang

strategi mengajar. Menurut Tekkaya (2003) miskonsepsi yang sering terjadi pada

konsep biologi disebabkan oleh beberapa hal yaitu, pengetahuan awal siswa,

strategi mengajar guru, buku ajar dan konsep biologi yang terintegrasi dengan

konsep lain seperti konsep fisika dan kimia.

Materi terkait Transportasi Zat, telah diberikan sejak jenjang SMA dan

diperdalam lagi pada jenjang S1 Biologi. Pada Jurusan Pendidikan Biologi, materi

Transportasi Zat diberikan pada tiap tingkatan (Kurikulum, 2010). Oleh karena

itu materi Transportasi zat dapat digunakan sebagai subjek spesifik dalam PCK

yang dapat diukur perkembangannya. Memahami Transportasi Zat merupakan

dasar untuk belajar dan mengajar biologi. Oleh karena itu materi ini dipilih agar

dapat diperhatikan oleh para guru dan calon guru, sehingga guru atau calon guru

(24)

7

Yenny Anwar, 2014

Perkembangan Pedagogical Content Knowledge (Pck) Calon Guru Biologi Pada Peserta Pendekatan Konsekutif Dan Pada Peserta Pendekatan Konkuren

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Berdasarkan kurikulum UPI (2010) konten biologi yang diterima oleh

calon guru pada pendekatan konsekutif lebih banyak dari calon guru yang

mengikuti pendekatan konkuren. Oleh karena itu calon guru yang mengikuti

program pendidikan guru melalui pendekatan konsekutif seyogianya memiliki

kemampuan materi subjek yang lebih baik dibandingkan calon guru yang

mengikuti pendekatan konkuren. Sebaliknya pada kurikulum pendidikan guru

dengan pendekatan konkuren calon guru telah diberikan pengetahuan tentang

pedagogi sejak awal sehingga seyogianya calon guru dari pendekatan konkuren

memiliki kemampuan pedagogi yang lebih baik dibandingkan calon guru dari

pendekatan konsekutif. Program Pendidikan Guru dengan pendekatan konkuren

dan pendekatan konsekutif ini memiliki tujuan yang sama yaitu menjadikan calon

guru sebagai guru yang profesional. Salah satu bukti bentuk ke profesionalan

mereka yaitu penguasaannya terhadap PCK. Berdasarkan program dengan

pendekatan yang berbeda kemungkinan perkembangan PCK mereka berbeda.

Namun seberapa jauh perkembangan yang diperoleh calon guru yang mengikuti

program dengan pendekatan konsekutif dan konkuren belum ada yang

mengukurnya. Dari perkembangan tersebut bisa diperoleh gambaran program

mana yang efektif untuk mengembangkan kemampuan PCK calon guru. Oleh

karena PCK merupakan amalgam antara pedagogi dan konten maka menarik

untuk dikaji bagaimana proses amalgamasi ini terjadi.

Berdasarkan beberapa alasan tersebut maka dirasa perlu untuk melakukan

penelitian mengenai perkembangan pedagogical content knowledge calon guru

biologi yang mengikuti Program Pendidikan Guru melalui pendekatan konsekutif

dan calon guru yang mengikuti Program Pendidikan Guru melalui pendekatan

konkuren.

B. Rumusan Masalah

Pendekatan konkuren dan pendekatan konsekutif pada Program

Pendidikan Guru memiliki tujuan yang sama yaitu menghasilkan calon guru yang

(25)

8

Yenny Anwar, 2014

Perkembangan Pedagogical Content Knowledge (Pck) Calon Guru Biologi Pada Peserta Pendekatan Konsekutif Dan Pada Peserta Pendekatan Konkuren

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Berdasarkan latar belakang di atas maka rumusan masalah yang diajukan adalah:

Bagaimanakah Perkembangan PCK calon guru biologi pada materi Transportasi

Zat pada Program Pendidikan Guru dengan pendekatan konsekutif atau

pendekatan konkuren?

Agar rumusan masalah lebih operasional maka diuraikan lebih rinci

menjadi beberapa pertanyaan penelitian, sebagai berikut.

1. Bagaimanakah profil perkembangan PCK calon guru biologi yang

mengikuti pendidikan guru melalui pendekatan konkuren dan pendekatan

konsekutif?

a. Bagaimanakah perkembangan jumlah konsep yang dimunculkan oleh

calon guru biologi pada peserta pendekatan konsekutif dan pada

peserta pendekatan konkuren?

b. Bagaimanakah perkembangan representasi konten calon guru biologi

pada peserta pendekatan konsekutif dan pada peserta pendekatan

konkuren?

c. Bagaimanakah perkembangan representasi pedagogi calon guru antara

peserta pendekatan konsekutif dan pada peserta pendekatan konkuren?

2. Bagaimanakah pola perkembangan PCK tiap individu calon guru peserta

program pendidikan guru melalui pendekatan konsekutif?

3. Bagaimanakah model pendidikan yang bisa memfasilitasi pengembangan

PCK calon guru

C. Tujuan Penelitian

Tujuan utama penelitian ini adalah untuk menganalisis perkembangan

PCK calon guru biologi pada materi transportasi zat sejak mereka mulai

mengikuti program pendidikan hingga mereka melakukan praktik mengajar di

sekolah. Melalui penelitian ini juga dideskripsikan perbedaan perkembangan PCK

yang ditemukan pada calon guru antara peserta pendidikan calon guru biologi

(26)

9

Yenny Anwar, 2014

Perkembangan Pedagogical Content Knowledge (Pck) Calon Guru Biologi Pada Peserta Pendekatan Konsekutif Dan Pada Peserta Pendekatan Konkuren

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

juga bertujuan menemukan model tentatif pendidikan calon guru yang bisa

memfasilitasi pengembangan PCK.

D. Manfaat Penelitian

Hasil penelitian ini dapat memberikan manfaat teoritis maupun manfaat

praktis. Secara teoritis penelitian ini dapat menjadi referensi atau masukan bagi

perkembangan ilmu pendidikan khususnya perkembangan PCK calon guru.

Secara praktis, penelitian ini dapat menjadi masukan bagi LPTK atau pihak-pihak

penyelenggara program pendidikan secara konkuren maupun secara konsekutif

dalam mengembangkan program pendidikan dari sisi kurikulum maupun aspek

lainnya yang dapat memfasilitasi pengembangan kemampuan PCK calon guru.

Penelitian ini juga bermanfaat bagi pihak-pihak yang terlibat dalam peningkatan

profesionalisme guru terutama dalam menyusun program pembinaan dalam

rangka peningkatan PCK calon guru pemula.

E. Penjelasan Istilah

Untuk menghindari perbedaan interpretasi lain terhadap istilah yang

digunakan, berikut beberapa penjelasan istilah penting.

1. Pendekatan Konkuren

Pendekatan konkuren merupakan suatu pendekatan dalam Program Pendidikan

Guru yang mengupayakan penguasaan konten dan pedagogi secara bersamaan

(UPI, 2010).

2. Pendekatan Konsekutif

Pendekatan konsekutif merupakan suatu pendekatan dalam Program

Pendidikan Profesional Guru yang mengupayakan pembentukan kemampuan

mengajar setelah penguasaan konten (UPI, 2010).

3. Pedagogical Content Knowledge (PCK)

PCK merupakan pengetahuan guru tentang bagaimana mengajar konten

(27)

10

Yenny Anwar, 2014

Perkembangan Pedagogical Content Knowledge (Pck) Calon Guru Biologi Pada Peserta Pendekatan Konsekutif Dan Pada Peserta Pendekatan Konkuren

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

berkembang terus menerus melalui pengalaman (Baxter &Lederman, 1999;

National Research Council, 1996; Van Driel et al., 2001).

4. Content Representation (CoRe)

CoRe merupakan uraian konsep-konsep atau materi yang dinilai penting

dalam mengajarkan suatu topik tertentu. CoRe berisi berisi jawaban atas

beberapa pertanyaan yang mencakup aspek konten materi tertentu terkait

dengan siswa, strategi mengajar dan bagaimana penilaiannya (Loughran et al.,

2003).

5. Pedagogical and Profesional experience Repertoires ( PaP-eRs)

PaP-eRs merupakan cara bagaimana konten tersebut disampaikan. Melalui

Pap-eR kita dapat melihat situasi dalam proses belajar mengajar yang akan

menentukan pedagogi.

6. Resource Folio

Resource Folio merupakan gabungan CoRes dan PaP-eRs untuk topik tertentu

yang merepresentasikan kemampuan PCK seorang guru.

F. Sistematika Penulisan

Disertasi ini terdiri atas lima bab. Bab I berisi gambaran umum mengenai

penelitian, yang terdiri atas latar belakang penelitian, rumusan masalah dan

pertanyaan penelitian, tujuan penelitian, manfaat penelitian, penjelasan istilah, dan

sistematika penulisan. Bab II menguraikan landasan teoretik berupa teori-teori

utama dan teori-teori turunannya dalam bidang yang dikaji yaitu tentang

Pedagogical Content Knowledge, Model-model Pedagogical Content Knowledge,

Posisi penting PCK, standar kompetensi guru IPA, Kompetensi Guru Mata

pelajaran Biologi pada SMA/MA, SMK/MAK, program pendidikan guru melalui

pendekatan konkuren dan pendekatan konsekutif dan hasil penelitian yang

relevan. Bab III mengupas metodologi penelitian yang mencakup beberapa

(28)

11

Yenny Anwar, 2014

Perkembangan Pedagogical Content Knowledge (Pck) Calon Guru Biologi Pada Peserta Pendekatan Konsekutif Dan Pada Peserta Pendekatan Konkuren

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

prosedur penelitian, definisi operasional, instrumen penelitian, teknik

pengumpulan dan analisis data serta prosedur analisis data. Bab IV memaparkan

hasil penelitian dan pembahasannya; temuan dan kebaruan. Bab V berisikan

jawaban terhadap masalah yang dikemukakan pada Bab I, yang terdiri atas

(29)

41

Yenny Anwar, 2014

Perkembangan Pedagogical Content Knowledge (Pck) Calon Guru Biologi Pada Peserta Pendekatan Konsekutif Dan Pada Peserta Pendekatan Konkuren

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

BAB III

METODE PENELITIAN

A. Paradigma Penelitian

Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji perkembangan Pedagogical content

knowledge calon guru yang mengikuti program pendidikan guru dengan pendekatan

konkuren dan pendekatan konsekutif. Dari perkembangan ini dapat diperoleh suatu

model tentatif bagaimana mengembangkan PCK calon guru. PCK merupakan

amalgam antar konten dan pedagogi yang merupakan pengetahuan profesional yang

wajib dikuasai oleh guru. Oleh karena PCK merupakan amalgam antara konten dan

pedagogi, proses pendidikan calon guru yang memberikan konten dan pedagogi

secara berurutan (Konsekutif) mungkin akan menghasilkan PCK guru yang berbeda

dari pendidikan calon guru yang memberikan konten dan pedagogi secara bersamaan

(Konkuren). Kedua pendekatan memiliki tujuan yang sama yaitu ingin mencetak

seorang guru yang profesional, yang salah satunya adalah menguasai konten dan

pedagogi serta mampu membelajarkannya. Oleh karena itu dalam penelitian ini dikaji

perkembangan PCK calon guru peserta pendidikan dengan pendekatan Konsekutif

dan calon guru dengan pendekatan konkuren (Gambar 3.1).

Pada calon guru peserta pendekatan konkuren PCK mungkin terbangun sejak

awal karena sejak semester pertama mereka telah mendapatkan kuliah materi subjek

dan pedagogi pada semester yang sama. Seiring dengan makin banyaknya konten dan

pedagogi yang mereka pelajari diduga kemampuan PCK mereka juga semakin

bertambah. Sementara itu pada calon guru peserta pendekatan konsekutif, PCK baru

mulai berkembang pada saat mereka mulai mendapatakan kuliah pedagogi, yaitu

(30)

42

Yenny Anwar, 2014

Perkembangan Pedagogical Content Knowledge (Pck) Calon Guru Biologi Pada Peserta Pendekatan Konsekutif Dan Pada Peserta Pendekatan Konkuren

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Penelitian ini dirancang berdasarkan paradigma yang diilustrasikan melalui

diagram berikut.

Perkembangan PCK calon guru

Program Pendidikan

Konkuren Konsekutif

Materi Subjek (8 semester) Guru Profesional

(PCK)

Materi Subjek & Pedagogi (2 semester)

Praktik Mengajar (1 semester) Materi Subjek +

Pedagogi

(7 semester)

Praktik Mengajar (1 semester)

(31)

43

Yenny Anwar, 2014

Perkembangan Pedagogical Content Knowledge (Pck) Calon Guru Biologi Pada Peserta Pendekatan Konsekutif Dan Pada Peserta Pendekatan Konkuren

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Gambar 3.1. Paradigma penelitian

B.Lokasi dan Subjek Penelitian

Penelitian ini dilakukan di Universitas Pendidikan Indonesia di Bandung.

Subjeknya adalah mahasiswa calon guru yang sedang mengikuti Program PPG

(konsekutif) tahun 2011/2012 dan mahasiswa yang sedang mengikuti program

reguler (Konkuren). Program PPG diuntukkan bagi alumni S1 biologi yang akan

menjadi guru biologi, sedangkan peserta program pendidikan S1 (Konkuren) adalah

mahasiswa tingkat I, tingkat II, tingkat III dan tingkat IV (angkatan

2008/2009-2011/2012).

Pengambilan sampel untuk peserta PPG menggunakan teknik purposive

sampling. Sampel dipilih berdasarkan pertimbangan sekolah tempat praktek mengajar

calon guru pendekatan konsekutif yang juga menjadi tempat praktek mengajar calon

guru pendekatan konkuren (tingkat IV). Dengan demikian sekolah tersebut sudah

terbiasa untuk menjadi tempat praktek mengajar sehingga faktor sekolah tempat

mengajar tidak menjadi variabel tambahan. Untuk sampel dari program konkuren

digunakan teknik random sampling. Deskripsi subjek penelitian dapat dilihat pada

Tabel 3.1.

Tabel 3.1. Subjek Penelitian

Aspek Konkuren Konsekutif

Jumlah Subyek Tingkat I : 20 orang Tingkat II : 15 orang Tingkat III:16 orang Tingkat IV: 9 orang

10 orang (berdasarkan pengundian yang dilakukan kesepuluh calon guru

selanjutnya diberi kode calon guru A sampai dengan calon guru J).

(32)

44

Yenny Anwar, 2014

Perkembangan Pedagogical Content Knowledge (Pck) Calon Guru Biologi Pada Peserta Pendekatan Konsekutif Dan Pada Peserta Pendekatan Konkuren

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Data yang dikumpulkan

Kemampuan PCK

(representasi konten dan pedagogi)

Kemampuan PCK (representasi konten dan pedagogi)

C. Desain dan Prosedur Penelitian

Penelitian ini menggunakan Concurrent Triangulation Design (Creswell,

2007). Dalam desain ini peneliti mengumpulkan data kuantitatif dan kualitatif secara

konkuren, kemudian membandingkan dua database ini untuk mengetahui apakah ada

konvergensi, perbedaan-perbedaan, atau beberapa kombinasi. Data yang diperoleh

dianalisis untuk mendapatkan pola perkembangan PCK calon guru yang pada

akhirnya digunakan sebagai alternatif untuk menentukan model tentatif untuk

mengembangkan kemampuan PCK calon guru.

Terdapat dua strategi pengumpulan data, yaitu longitudinal study dan

cross-sectional study. Strategi longitudinal digunakan untuk menjaring data dari calon guru

pendekatan konsekutif (PPG) sedangkan strategi cross-sectional digunakan pada

calon guru yang mengikuti program pendidikan dengan pendekatan konkuren.

Prosedur dan Langkah-langkah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut.

1. Studi Pendahuluan

Sebagai bahan untuk melakukan penelitian serta menentukan indikator

penilaian, dilakukan studi pendahuluan. Untuk itu dilakukan studi pendahuluan

terhadap empat guru SLTA yang mengajar biologi khususnya kelas XI. Data yang

dikumpulkan dari keempat guru meliputi konsep-konsep apa saja yang dianggap

esensial dalam mengajarkan materi transportasi zat dan bagaimana mengajarkannya,

konsep yang sering disalah mengerti ataupun mengalami miskonsepsi pada materi

transportasi zat, serta kendala-kendala yang dihadapi guru dalam membelajarkan

(33)

45

Yenny Anwar, 2014

Perkembangan Pedagogical Content Knowledge (Pck) Calon Guru Biologi Pada Peserta Pendekatan Konsekutif Dan Pada Peserta Pendekatan Konkuren

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

CoRe dan PaP-eRs. Informasi lebih rinci tentang keempat guru tersebut dapat dilihat

pada Tabel 3.2.

Tabel 3.2 Latar Belakang Pendidikan Guru

Guru Pendidikan Tempat mengajar Pengalaman

mengajar

C S1 Pendidikan Biologi UNPAS

Pengajar biologi Kelas XI di SMAN Bina Bhakti

< 10 tahun di SMA

D S1 Biologi UNPAD Pengajar biologi Kelas XI di SMAN 6

Bandung

< 10 tahun di SMA

Konsep-konsep esensial yang dimunculkan keempat guru disajikan pada

Tabel 3.3. Dari hasil wawancara dan dari hasil dokumen CoRe yang dibuat oleh para

guru, guru (C) memunculkan konsep hipertonik, hipotonik, isotonik dan plasmolisis

dengan alasan karena konsep tersebut merupakan konsep yang sangat penting, tidak

kalah pentingnya dengan konsep difusi ataupun osmosis. Alasan yang sama

diungkapkan oleh guru (D), namun guru (D) tidak memunculkan konsep plasmolisis

dengan alasan bahwa konsep tersebut merupakan contoh dari proses osmosis

sehingga konsep plasmolisis lebih tepat berada di dalam konsep osmosis. Guru (A

dan B) tidak memunculkan konsep hipertonik, hipotonik, isotonik dan plasmolisis,

tetapi guru (A dan B) memasukkan konsep tersebut ke dalam konsep osmosis.

(34)

46

Yenny Anwar, 2014

Perkembangan Pedagogical Content Knowledge (Pck) Calon Guru Biologi Pada Peserta Pendekatan Konsekutif Dan Pada Peserta Pendekatan Konkuren

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

mereka menganggap konsep tersebut tidak penting, tetapi mereka mempunyai alasan

bahwa konsep tersebut akan lebih tepat jika berada di dalam konsep osmosis karena

konsep hipotonik, isotonik, hipertonik dan plasmolisis akan menjelaskan proses

osmosis selanjutnya (Anwar 2013).

Tabel 3.3. Jumlah konsep penting menurut guru pada materi Transportasi Zat

No Konsep A B C D

1 Difusi √ √ √ √

2 Osmosis √ √ √ √

3 Difusi Berfasilitas √ √ √ √

4 Transpor Aktif √ √ √ √

5 Transpor Pasif √ √ √ √

6 Endositosis √ √ √ √

7 Eksositosis √ √ √ √

9 Hipertonik - - √ √

10 Hipotonik - - √ √

11 Isotonik - - √ √

12 Plasmolisis - - √ -

Secara umum kemampuan PCK keempat guru tersebut tidak begitu berbeda,

masing-masing guru memiliki alasan yang rasional terkait keadaan kondisi yang

dihadapi. Guru A dan Guru B lebih fokus pada konsep-konsep yang cenderung terjadi

miskonsepsi pada siswa dan pada bagian yang sulit dipahami oleh siswa. Untuk aspek

pembelajaran mereka lebih fokus pada penggunaan metode. Mereka lebih fleksibel

dalam memilih strategi mengajar dengan alasan-alasan yang lebih rasional (Tabel

3.4).

Tabel 3.4 Deskripsi kemampuan PCK guru

No Aspek Deskripsi kemampuan Guru

(35)

47

Yenny Anwar, 2014

Perkembangan Pedagogical Content Knowledge (Pck) Calon Guru Biologi Pada Peserta Pendekatan Konsekutif Dan Pada Peserta Pendekatan Konkuren

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

No Aspek Deskripsi kemampuan Guru

materi dan kebutuhan siswa. Guru menunjukkan fleksibilitas dalam menyesuaikan dengan standar yang ditetapkan dalam kurikulum.

2. Pemilihan konsep Guru bisa mengidentifikasi konsep-konsep yang benar-benar penting untuk dikuasai siswa. Guru juga bisa memberikan alasan yang kuat mengapa suatu konsep dipilih untuk diajarkan.

3. Nilai pentingnya konsep bagi siswa

Alasan mengajarkan suatu konsep bukan hanya untuk dasar bagi pelajaran berikutnya tetapi juga manfaatnya bagi kehidupan sehari-hari siswa. 4. Keluasan dan kedalaman

materi

Guru bisa menantukan batas keluasan dan kedalaman materi dengan baik dengan disertai alasan yang logis, misalnya kemampuan dan kondisi siswa.

5. Memprediksi kesalahan konsep

Guru bisa memberikan penjelasan tentang kemungkinan miskonsepsi atau kesulitan siswa dalam memahami suatu konsep. Guru juga bisa memberikan alternatif tindakan untuk

memperbaikinya.

6. Pertimbangan mengajar Guru menggunakan pengalamannya sebagai pertimbangan dalam merancang pembelajaran sehingga pertimbangan bukan hanya didasarkan pada materi dan fasilitas pendukung tetapi juga dari hasil refleksi pemahaman guru serta keadaan siswa.

7. Strategi mengajar Guru menunjukkan fleksibilitas dalam menentukan strategi pembelajaran. Guru bisa mengubah pembelajarannya dengan

memanfaatkan momentum atau kejadian menarik yang muncul saat pembelajaran. 8. Pengorganisasian materi Dalam menyajikan materi guru tidak terpaku

pada sistematika/urutan yang ada pada buku tetapi bisa mengubahnya dengan

mempertimbangkan kondisi yang ada. 9. Mengukur kemampuan

siswa

(36)

48

Yenny Anwar, 2014

Perkembangan Pedagogical Content Knowledge (Pck) Calon Guru Biologi Pada Peserta Pendekatan Konsekutif Dan Pada Peserta Pendekatan Konkuren

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Sementara itu Guru 3 dan Guru 4 lebih fokus pada kedalaman materi dan

model-model pembelajaran yang digunakan. Adanya perbedaan di antara para guru

mungkin disebabkan oleh latar belakang dan pengalaman mengajar yang berbeda.

Ketika membahas materi secara global cenderung sama, tetapi ketika masuk pada

materi yang lebih spesifik ada beberapa perbedaan. Guru C dan Guru D lebih

bervariasi dalam menekankan struktur materi serta lebih rinci. Sedangkan Guru A dan

Guru B lebih sederhana dan hanya terbatas pada input dan output serta kebutuhan

siswa.

Hasil studi pendahuluan kemudian digunakan oleh peneliti sebagai bahan

acuan untuk menganalisis PCK calon guru. Karena calon guru masih pada tahap awal

perkembangan, ada kemungkinan PCK mereka belum memenuhi indikator

sebagaimana yang ditunjukkan oleh guru.

2. Menganalisis Kurikulum

Sebelum menganalisis kemampuan PCK para mahasiswa calon guru

dilakukan analisis kurikulum pendidikan pada program Pendidikan Guru baik

melalui pendekatan konkuren maupun kurikulum pada pendekatan konsekutif.

Analisis dilakukan untuk memperoleh informasi mengenai mata kuliah dan tahapan

kegiatan yang telah diikuti.

3. Pengumpulan data kemampuan PCK

Pengumpulan data pada program dengan pendekatan konsekutif dilakukan

sebanyak empat kali yaitu setelah matrikulasi, setelah workshop, setelah peer

teaching dan setelah praktik mengajar (Tabel 3.5). Calon guru diminta untuk mengisi

CoRe dan PaP-eRs setiap kali mereka menyelesaikan tahapan-tahapan tersebut.

Setelah hasil CoRe dan PaP-eRs dianalisis calon guru diwawancarai secara

individual.

(37)

49

Yenny Anwar, 2014

Perkembangan Pedagogical Content Knowledge (Pck) Calon Guru Biologi Pada Peserta Pendekatan Konsekutif Dan Pada Peserta Pendekatan Konkuren

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Tahap Pendidikan Data yang dikumpulkan Strategi pengumpulan data Matrikulasi Representasi konten dan

representasi pedagogi

Representasi konten dan representasi pedagogi

(38)

50

Yenny Anwar, 2014

Perkembangan Pedagogical Content Knowledge (Pck) Calon Guru Biologi Pada Peserta Pendekatan Konsekutif Dan Pada Peserta Pendekatan Konkuren

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Untuk melihat perkembangan PCK calon guru pada pendekatan konkuren,

pengambilan data dilakukan sebanyak empat kali (satu kali pada tiap tingkat), yaitu

setelah melewati semester I, semester III, semester V dan semester VII. Pada setiap

semester calon guru memperoleh mata kuliah terkait konten dan pedagogi yang

mungkin memberikan pengaruh terhadap perkembangan PCK calon guru. Sama

halnya dengan pada pendekatan konsekutif, setiap calon guru diminta mengisi CoRe

dan PaP-eRs terkait materi Transportasi Zat, kemudian dilakukan wawancara terkait

CoRe dan PaP-eRs yang mereka hasilkan. Untuk lebih jelasnya informasi dapat

dilihat pada Tabel 3.6 berikut.

Tabel 3.6. Pengumpulan data pada pendekatan konkuren

(39)

51

Yenny Anwar, 2014

Perkembangan Pedagogical Content Knowledge (Pck) Calon Guru Biologi Pada Peserta Pendekatan Konsekutif Dan Pada Peserta Pendekatan Konkuren

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Tahap Pendidikan Data yang dikumpulkan

Prosedur penelitian tersebut digambarkan sebagai berikut.

Analisis Kurikulum

Konkuren Konsekutif

(40)

52

Yenny Anwar, 2014

Perkembangan Pedagogical Content Knowledge (Pck) Calon Guru Biologi Pada Peserta Pendekatan Konsekutif Dan Pada Peserta Pendekatan Konkuren

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Gambar 3.2. Prosedur Penelitian

D. Definisi Operasional

Untuk memudahkan dalam memahami maksud penelitian dan menghindari

interpretasi lain selain yang dimaksudkan dalam penelitian ini, disajikan definisi

sebagai berikut.

1. Program Profesi Guru, merupakan program penyiapan guru profesional dan

perolehan sertifikat pendidik bagi alumni biologi. Program ini mencakup

matrikulasi pedagogi, workshop penyusunan silabus dan RPP, peer teaching

dan praktek mengajar di sekolah.

2. PCK calon guru adalah kemampuan calon guru dalam menentukan

konsep-konsep esensial dan bagaimana membelajarkannya dengan

mempertimbangkan keadaan siswa, keadaan fasilitas, strategi mengajar, dan

asesmen. PCK diukur dengan menggunakan CoRe, PaP-eRs, observasi praktik

mengajar dan wawancara.

Pola Perkembangan PCK calon guru

Model tentatif untuk pengembangan PCK calon

guru biologi

Setelah workshop

Setelah peerteaching

(41)

53

Yenny Anwar, 2014

Perkembangan Pedagogical Content Knowledge (Pck) Calon Guru Biologi Pada Peserta Pendekatan Konsekutif Dan Pada Peserta Pendekatan Konkuren

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

3. Perkembangan PCK merupakan perkembangan kemampuan peserta yang

diukur sejak mengikuti program PPG hingga menyelesaikan program tersebut

(peserta konsekutif). Bagi peserta konkuren, merupakan perkembangan

kemampuan peserta pada tingkat yang berbeda yang diukur secara cross

sectional dari mahasiswa tingkat I hingga tingkat IV.

4. Representasi Konten merupakan kemampuan calon guru dalam menguraikan

konsep-konsep atau materi penting dalam mengajarkan suatu topik tertentu

yang ditandai dengan jawaban atas beberapa pertanyaan yang mencakup

aspek konten materi tertentu terkait dengan siswa, strategi mengajar dan

bagaimana penilaiannya yang diperoleh dari hasil CoRe dan observasi praktik

mengajar.

5. Representasi Pedagogi merupakan kemampuan calon guru dalam

menyampaikan konten dengan menggunakan strategi yang tepat dalam proses

belajar mengajar yang dilihat dari hasil PaP-eRs, dan wawancara, sedangkan

bagi peserta konsekutif representasi pedagogi juga dilihat hasil dari observasi

praktik mengajar.

E.Instrumen Penelitian

Beberapa jenis instrumen yang digunakan sebagai alat pengumpul data dalam

penelitian ini yaitu, perangkat isian terkait materi transportasi zat, berupa lembar

(Resouce Folio) CoRe dan PaP-eRs yang akan dinilai dengan rubrik penilaian dan

penskoran serta pedoman wawancara terkait CoRe dan PaP-eRs yang mereka buat

dan proses pembelajaran yang telah mereka lakukan, yang tampak pada Tabel 3.7.

Tabel 3.7. Instrumen Penelitian

No Instrumen Data yang dikumpulkan

1 Lembar Penilaian CoRe dan PaP-eRs.

(42)

54

Yenny Anwar, 2014

Perkembangan Pedagogical Content Knowledge (Pck) Calon Guru Biologi Pada Peserta Pendekatan Konsekutif Dan Pada Peserta Pendekatan Konkuren

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

padagogi.

2 Lembar Observasi Proses pelaksanaan yang

mencakup kegiatan matrikulasi,

Kemampuan PCK ini diukur dengan menggunakan lembar penilaian CoRe

dan PaP-eRs (lihat Lampiran 1) yang diadaptasi dari CoRe dan PaP-eRs yang

dikembangkan oleh Loughran (2012). Indikator penilaian CoRe dan PaP-eRs

diperoleh dari hasil CoRes dan PaP-eRs yang dibuat oleh guru saat dilakukan studi

pendahuluan. Penilaian CoRe dengan memberikan rentang skor 1-4 untuk setiap

jawaban dari masing-masing pertanyaan. Sementara itu penilaian PaP-eRs didasarkan

pada dasar pemilihan metode/strategi mengajar, alasan pemilihan suatu

metode/strategi mengajar, dan kemampuan calon guru mengaitkan metode/strategi

dengan konsep esensial. Skor untuk pemilihan strategi dan alasan penggunaannya,

masing-masing diberi rentang skor 1-4, yang kemudian akan dikalikan dengan

kemampuan mereka mengaitkan kedua aspek tersebut dengan materi (lihat Lampiran

2).

(43)

55

Yenny Anwar, 2014

Perkembangan Pedagogical Content Knowledge (Pck) Calon Guru Biologi Pada Peserta Pendekatan Konsekutif Dan Pada Peserta Pendekatan Konkuren

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Instrumen ini berisi catatan lapangan tentang hal-hal yang terjadi di lapangan

selama penelitian, yang antara lain mencakup : (a) Materi yang dibahas dalam

matrikulasi dan workshop; (b) pelaksanaan workshop; (c) pelaksanaan peer teaching;

(d) pelaksanaan praktik mengajar. Catatan lapangan ini digunakan untuk perbaikan

atau sebagai informasi tambahan dalam penelitian.

3. Pedoman wawancara

Pedoman wawancara ini dikembangkan berdasarkan hasil CoRe dan PaP-eRs

yang mereka buat, yang mencakup; pertimbangan dalam pemilihan konsep yang akan

disajikan dalam pembelajaran, pertimbangan pemilihan strategi magajar,

pertimbangan cara menilai pemahaman siswa. wawancara ini digunakan untuk lebih

memperjelas hasil CoRe dan PaP-eRs yang telah mereka hasilkan.

F. Prosedur dan Teknik Pengolahan Data

Data hasil penelitian dianalisis dengan teknik Deskriptif kualitatif dan

kuantitatif dengan menggunakan desain konkuren triangulasi (Creswell, 2007).

Proses pengumpulan data dan analisis data dilakukan secara terus menerus melalui

analisis dan re-analisis, sehingga diperoleh hasil perkembangan kemampuan PCK

secara menyeluruh dan proses pelaksanaan yang utuh. Hasil yang diperoleh dapat

memberikan suatu gambaran perkembangan PCK calon guru yang kemudian akan

(44)

56

Yenny Anwar, 2014

Perkembangan Pedagogical Content Knowledge (Pck) Calon Guru Biologi Pada Peserta Pendekatan Konsekutif Dan Pada Peserta Pendekatan Konkuren

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Pola perkembangan PCK Analisis

kurikulum

Program Konsekutif

Program Konkuren

Gambar 3.3. Prosedur analisis data Concurrent triangulatin design Model Tentatif Pngembangan PCK Calon Guru

Gambar

Tabel 3.1. Subjek Penelitian
Tabel 3.2 Latar Belakang Pendidikan Guru
Tabel 3.3. Jumlah konsep penting menurut guru pada materi Transportasi Zat
Tabel 3.6. Pengumpulan data pada pendekatan konkuren
+3

Referensi

Dokumen terkait

[r]

Adam Malik Medan agar mempertahankan dan meningkatkan kualitas pelayanan di ruang rawat inap anak rindu B-4 khususnya dalam pemberian discharge planning pada pasien dan untuk

Analog and Digital Circuit for Electronic Control System Application, Using the TI MSP430 Microcontroller.. Burlington:

Sahabat MQ/ Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika -Dishubkominfo- Kabupaten Temanggung/ Jawa Tengah/ mengancam akan memecat semua juru parkir di wilayah

Saran dari peneliti ini adalah agar konsumen dapat menjadikan cookies tepung biji nangka dengan sari kubis merah sebagai alternatif cemilan yang sehat dan murah.. Selain

KEARIFAN LOKAL PADA JENIS DAN MOTIF BATIK TRUSMI BERDASARKAN NILAI-NILAI FILOSOFIS MASYARAKAT CIREBON.. Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu |

The writer chose the novel &#34;Pahrik&#34; as her material, because it shows realism in the society and has a moral message that will make readers understand that there are still

Pada hakekatnya pemecahan masalah merupakan proses berfikir tingkat tinggi dan mempunyai peranan yang penting dalam pembelajaran matematika (Sumarmo, 1994, h.8)