PERKEMBANGAN
PEDAGOGICAL CONTENT KNOWLEDGE (PCK)
CALON GURU BIOLOGI PADA PESERTA PENDEKATAN KONSEKUTIF
DAN PADA PESERTA PENDEKATAN KONKUREN
Disertasi
Diajukan untuk Memenuhi Sebagian dari Syarat Memperoleh
Gelar Doktor Kependidikan dalam Bidang
Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam
Oleh
YENNY ANWAR
1007165
SEKOLAH PASCASARJANA
YENNY ANWAR
PERKEMBANGAN
PEDAGOGICAL CONTENT KNOWLEDGE (PCK)
CALON GURU BIOLOGI PADA PESERTA PENDEKATAN KONSEKUTIF
DAN PADA PESERTA PENDEKATAN KONKUREN
disetujui dan disahkan oleh panitia disertasi
Promotor Merangkap Ketua
Prof. Dr. Nuryani Y. Rustaman, M.Pd.
Ko-Promotor Merangkap Sekretaris
Dr. Phil. Ari Widodo, M.Ed.
Anggota
Prof. Dr. Sri Redjeki, M.Pd.
Mengetahui,
Ketua Program Studi Pendidikan IPA
PERNYATAAN
Dengan ini saya menyatakan bahwa disertasi dengan judul “Perkembangan Pedagogical Content Knowledge (PCK) Calon Guru Biologi antara Peserta
Pendekatan Konsekutif dan Peserta Pendekatan Konkuren” ini beserta seluruh isinya adalah benar-benar karya saya sendiri, dan saya tidak melakukan penjiplakan atau
pengutipan dengan cara-cara yang tidak sesuai dengan etika keilmuan yang berlaku
dalam masyarakat keilmuan. Atas pernyataan ini, saya siap menaggung resiko/sanksi
yang dijatuhkan kepada saya apabila kemudian ditemukan adanya pelanggaran
terhadap etika keilmuan dalam karya saya ini, atau ada klaim dari pihak lain terhadap
karya saya ini.
Bandung, Juli 2014 Yang Membuat pernyataan,
KATA PENGANTAR
Penelitian ini dilandasai oleh perhatian penulis terhadap mutu pendidikan,
khususnya kebutuhan profesional guru. Berbagai upaya telah dilakukan dalam rangka
memenuhi kebutuhan guru agar menjadi guru yang profesional. Salah satu kebutuhan
tersebut adalah kemampuan guru dalam meramu materi pelajaran dengan strategi
pengajaran yang tepat, yang semuanya terangkum dalam Pedagogical Content
Knowledge (PCK). Kebutuhan tersebut telah diberikan sejak mereka masih mejadi
calon guru atau masih menjadi mahasiswa. Profesional atau tidaknya guru sebagian
tergantung pada profesional atau tidaknya model pendidikan guru, profesional atau
tidaknya model pendidikan guru juga tergantung pada peraturan perundangan yang
mengatur pendidikan guru.
Guru profesional menurut Undang-Undang no 14 tahun 2005 harus
berpendidikan S1 atau DIV ditambah pendidikan profesi tanpa mempersoalkan latar
belakang dari pendidikan atau nonpendidikan. Untuk itu desain Pendidikan
Profesional Guru dipilah menjadi Pendidikan Profesi Guru untuk yang berlatar
belakang S1 pendidikan (konten dan pedagogi diberikan secara terintegrasi) dan
Pendidikan Profesi Guru berlatar belakang S1 atau DIV nonkependidikan (konten dan
pedagogi diberikan secara terpisah). Desain Pendidikan Profesional Guru ini merujuk
pada pembelajaran yang menekankan pada content-based dan content-specific
pedagogy untuk menyiapkan mahasiswa calon guru agar mampu mengajar di
lingkungan para peserta didik yang multikultural (UPI, 2010).
Melalui penelitian yang berjudul Perkembangan Pedagogical Content
Knowledge (PCK) calon guru biologi antara peserta pendekatan konsekutif dan
peserta pendekatan konkuren, penulis tidak hanya dapat melihat perkembangan PCK
calon guru program pendidikan guru dengan dua pendekatan yang berbeda, namun
dari hasil tersebut penulis juga dapat menemukan suatu model tentatif untuk
mengembangkan PCK calon guru.
Penulis berharap semoga hasil penelitian ini dapat bermanfaat bagi para
menyadari bahwa penelitian ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan
saran dari pembaca sangat penulis harapkan.
Bandung, Juli 2014
UCAPAN TERIMA KASIH
Segala Puji bagi Allah SWT, yang dengan segala rahmat dan kasih sayangNya
telah memberikan kekuatan, ridho dan tuntunanNya hingga seleaainya disertasi ini.
Terimakasih atas kesehatan, keteguhan dan kesabaran yang engkau berikan sehingga
penulis dapat menyelesaikan disertasi ini.
Disertasi ini disusun sebagai salah satu syarat memperoleh gelar Doktor
Pendidikan IPA. Kemampuan penulis dalam menyelesaikan disertasi ini tidak
terlepas dari bantuan, dukungan, pengorbanan serta doa berbagai pihak. Untuk itu
saya mengucapkan terima kasih kepada para pembimbing yang tiada lelah dan jemu
menuntun menyempurnakan disertasi ini sehingga layak disebut sebagai karya ilmiah
yang dapat memberikan sumbangan dan manfaat pada pendidikan IPA khususnya,
semogga Alloh swt senantiasa mengkaruniakan rahmanNya kepada para
pembimbing. Dengan segala kerendahan hati dan penghargaan yang tinggi penulis
sampaikan kepada:
1. Ibu Prof. Dr. Nuryani Y. Rustaman, M.Pd selaku Promotor yang telah
mencurahkan segenap pikiran, keilmuan dan waktunya yang sangat berharga
dalam membimbing penulis. Terimakasih atas bekal pengetahuan yang telah
diberikan selama penulis melaksanakan studi dan selama proses bimbingan,
dorongan untuk maju, motivasi serta kasih sayang yang telah ibu berikan dan
ibu ajarkan.
2. Dr. Phil. Ari Widodo, M.Ed, selaku Ko-promotor yang telah meluangkan
banyak waktu dalam membimbing penulis, terimakasih atas ilmu,
masukan-masukan yang mendasar, dan kesabaran yang bapak ajarkan.
3. Prof. Dr. Sri Redjeki, M.Pd. selaku anggota yang telah sepenuh hati
memberikan bimbingan, pemikiran, waktu yang sangat berharga dalam
membimbing penulis. Terimakasih atas pengetahuan, budi baik serta
keikhlasan yang ibu ajarkan.
4. Dr. Sri Anggraeni, M.Si., Dr. Taufik Rahman, M.Pd dan Dr. Dida Hamida,
M.si. selaku validator yang telah memberikan masukan-masukan untuk
5. Prof. Dr. Anna Permanasari, M.Si selaku Ketua Program Studi Pendidikan
IPA yang telah memfasilitasi untuk mengembangkan kemampuan akademik
dan fasilitas publikasi nasional dan internasional.
6. Sofendi, M.A., P.hD selaku dekan FKIP universita Sriwijaya yang telah
memberikan izin untuk melaksanakan tugas belajar pada jenjang S3.
7. Segenap staf dan dosen Jurusan Pendidikan Biologi UPI yang telah
memberikan kesempatan, kemudahan, dan kelancaran kepada penulis untuk
melakukan penelitian.
8. Seluruh staf dosen Sekolah pasca sarjana UPI yang telah memberikan
kesempatan kepada penulis untuk menggali pengetahuan, pengalaman dan
wawasan yang membuat penulis mampu menyelesaikan studi ini.
9. Sahabat-sahabatku angkatan 2010 program studi pendidikan IPA S-3 SPs
UPI, Terimakasih atas dukungan, semangat dan doa yang diberikan.
10.Kepada semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu, terima kasih
atas bantuan , dorongan serta doanya.
Secara khusus ucapan terima kasih yang tulus dan tak terhingga bagi
orang-orang terkasih, suamiku Sigit Kurniawan Nata Imam serta anak-anakku Zaky
Al-Fatih, Daffa Al-Arkan, Haniffah Nahdah, dan Hanna Nafi’ah Athaya. Terima kasih atas doa, pengertian, dorongan dan pengorbanan serta kasih sayang yang tak
henti-hentinya dicurahkan sehingga mampu menyemangati penulis dalam menyelesaikan
studi ini.
Semoga Allah SWT membalas semua budi baik yang telah diberikan dengan
lebih baik dan berlipat ganda. Amin
Bandung, Juli 2014
Yenny Anwar, 2014
Perkembangan Pedagogical Content Knowledge (Pck) Calon Guru Biologi Pada Peserta Pendekatan Konsekutif Dan Pada Peserta Pendekatan Konkuren
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
DAFTAR ISI
Halaman
PERSETUJUAN PEMBIMBING ii
PERNYATAAN iii
KATA PENGANTAR iv
UCAPAN TERIMA KASIH vi
ABSTRAK viii
ABSTRACT ix
DAFTAR ISI x
DAFTAR TABEL xii
DAFTAR GAMBAR xiv
DAFTAR LAMPIRAN xvi
BAB I. PENDAHULUAN 1
A. Latar Belakang Masalah 1
B. Rumusan Masalah 7
C. Tujuan Penelitian 8
D. Manfaat Penelitian 8
E. Penjelasan Istilah 9
F. Sistematika Penulisan 10
BAB II. PENGEMBANGAN PROFESIONAL GURU MELALUI IMPLEMENTASI PEDAGOGICAL CONTENT KNOWLEDGE
11
A. Pedagogical Content Knowledge 11
B. Model-model PCK yang dikembangkan oleh peneliti terdahulu 14
C. Posisi Penting PCK dalam mengembangkan praktik profesional guru
23
D. Standar Kompetensi Guru IPA 24
Yenny Anwar, 2014
Perkembangan Pedagogical Content Knowledge (Pck) Calon Guru Biologi Pada Peserta Pendekatan Konsekutif Dan Pada Peserta Pendekatan Konkuren
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
F. Program Pendidikan Guru Jenjang Sarjana (Konkuren) 29
G. Program Pendidikan Profesi Guru (Konsekutif) 31
H. Pentingnya Materi Transportasi Zat pada Pelajaran Biologi 35
I. Hasil Penelitian yang Relevan 38
BAB III. METODE PENELITIAN 41
A. Paradigma Penelitian 41
B. Lokasi dan Subjek Penelitian 43
C. Desain dan Prosedur Penelitian
1. Studi Pendahuluan
D. Definisi Operasional 52
E. Instrumen Penelitian 53
F. Prosedur dan Teknik Pengolahan Data 54
BAB IV. HASIL, PEMBAHASAN DAN TEMUAN 57
A. Hasil Penelitian dan Pembahasan
1. Profil Perkembangan PCK Calon Guru Biologi
57
a. Jumlah Konsep yang Muncul 58
b. Kemampuan Representasi Konten 64
c. Kemampuan Representasi Pedagogi 74
2. Perkembangan PCK Setiap Individu Calon Guru
Pendekatan Konsekutif 78
3. Model Tentatif Untuk Mengembangkan PCK Calon Guru 106
B. Temuan dan Kebaruan 113
Yenny Anwar, 2014
Perkembangan Pedagogical Content Knowledge (Pck) Calon Guru Biologi Pada Peserta Pendekatan Konsekutif Dan Pada Peserta Pendekatan Konkuren
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
DAFTAR TABEL
Halaman
Tabel 2.1 Perbedaan konseptualisasi PCK (daptasi dari Van Driel et al. (1998) dan Lee & Luft, (2008))
14
Tabel 2.2 Indikator keterampilan mengajar guru IPA (NSTA, 1998) 28
Tabel 2.3 Sebaran mata kuliah pada program studi Pendidikan Biologi terkait kemampuan PCK pada materi Transportasi Zat
30
Tabel 2.4 Mata kuliah matrikulasi Program Pendidikan Profesional Guru
33
Tabel 2.5 Materi-materi terkait materi Transportasi Zat pada setiap tingkatan
37
Tabel 3.1 Subjek Penelitian 43
Tabel 3.2 Latar Belakang pendidikan guru 45
Tabel 3.3 Jumlah konsep penting menurut guru pada materi transportasi
zat. 46
Tabel 3.4 Deskripsi kemampuan PCK guru 46
Tabel 3.5 Pengumpulan data pada pendekatan konsekutif 48
Tabel 3.6 Pengumpulan data pada program konkuren 50
Tabel 3.7 Instrumen Penelitian 53
Tabel 4.1 Persentase konsep/ide yang muncul pada calon guru pendekatan konkuren dan konsekutif
58
Tabel 4.2 Konsep-konsep penting yang muncul pada pendekatan konkuren (tingkat IV) dan pendekatan konsekutif pada tes terakhir (setelah PLP)
59
Tabel 4.3 Mata kuliah/kegiatan yang mungkin berkontribusi terhadap perkembangan PCK calon guru pada materi transportasi zat
61
Tabel 4.4 Perkembangan kemampuan representasi konten calon guru pada pendekatan konkuren dan konsekutif
Yenny Anwar, 2014
Perkembangan Pedagogical Content Knowledge (Pck) Calon Guru Biologi Pada Peserta Pendekatan Konsekutif Dan Pada Peserta Pendekatan Konkuren
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Tabel 4.5 Perbedaan representasi pedagogi calon guru pendekatan konkuren dan pendekatan konsekutif
77
Tabel 4.6 Perkembangan PCK calon guru pendekatan konsekutif 79
Tabel 4.7 Kesesuaian antara CoRe pada tes III dan real teaching (Calon guru A)
81
Tabel 4.8 Kesesuaian antara CoRe pada tes III dan real teaching (Calon
guru B) 83
Tabel 4.9 Kesesuaian antara CoRe pada tes III dan real teaching (Calon
guru C) 85
Tabel 4.10 Kesesuaian antara CoRe pada tes III dan real teaching (Calon
guru D) 87
Tabel 4.11 Kesesuaian antara CoRe pada tes III dan real teaching (Calon
guru E) 89
Tabel 4.12 Kesesuaian antara CoRe pada tes III dan real teaching (Calon
guru F) 91
Tabel 4.13 Kesesuaian antara CoRe pada tes III dan real teaching (Calon
guru G) 93
Tabel 4.14 Kesesuaian antara CoRe pada tes III dan real teaching (Calon
guru H) 96
Tabel 4.15 Kesesuaian antara CoRe pada tes III dan real teaching (Calon
guru I) 98
Yenny Anwar, 2014
Perkembangan Pedagogical Content Knowledge (Pck) Calon Guru Biologi Pada Peserta Pendekatan Konsekutif Dan Pada Peserta Pendekatan Konkuren
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
DAFTAR GAMBAR
Halaman
Gambar 2.1 Model PCK (Grossman , 1990) 15
Gambar 2.2 Model Pengetahuan guru (Magnusson et al., 1999) 17
Gambar 2.3 Model PCK (Magnusson et al., 1999) 18
Gambar 2.4 Dua model interpretasi PCK (Newsome and Lederman, 1999) 19
Gambar 2.5 Model pengembangan PCK (Van Driel, 2010) 20
Gambar 2.6 Kerangka penyajian PCK 21
Gambar 2.7 Keterkaitan PCK dengan praktek profesional guru 23
Gambar 2.8 Dimensi pengetahuan profesional (Shulman,1986) 25
Gambar 2.9 Pendidikan guru terintegrasi, setara dengan pendidikan guru konsekutif
32
Gambar 3.1 Paradigma penelitian 42
Gambar 3.2 Prosedur penelitian 51
Gambar 3.3 Prosedur analisis data 55
Gambar 4.1 Perubahan jumlah konsep yang akan diajarkan 60
Gambar 4.2 Perkembangan kemampuan representasi konsten 64
Gambar 4.3 Perkembangan kemampuan representasi pedagogi 74
Gambar 4.4 Profil perkembangan PCK calon guru A 80
Gambar 4.5 Profil perkembangan PCK calon guru B 82
Gambar 4.6 Profil perkembangan PCK calon guru C 84
Gambar 4.7 Profil perkembangan PCK calon guru D 86
Gambar 4.8 Profil perkembangan PCK calon guru E 88
Gambar 4.9 Profil perkembangan PCK calon guru F 90
Gambar 4.10 Profil perkembangan PCK calon guru G 92
Yenny Anwar, 2014
Perkembangan Pedagogical Content Knowledge (Pck) Calon Guru Biologi Pada Peserta Pendekatan Konsekutif Dan Pada Peserta Pendekatan Konkuren
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Gambar 4.12 Profil perkembangan PCK calon guru I 97
Gambar 4.13 Profil perkembangan PCK calon guru J 99
Gambar 4.14 Perkembangan PCK calon guru (Pra PCK, Growing PCK,
Maturing PCK) 103
Gambar 4.15 Ilustrasi perkembangan PCK calon Guru pada pendekatan
konsekutif 107
Gambar 4.16 Ilustrasi perkembangan PCK calon Guru pada pendekatan
konkuren 108
Yenny Anwar, 2014
Perkembangan Pedagogical Content Knowledge (Pck) Calon Guru Biologi Pada Peserta Pendekatan Konsekutif Dan Pada Peserta Pendekatan Konkuren
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
DAFTAR LAMPIRAN
Halaman
1. Instrumen CoRe dan PaP-eRs 125
2. Indikator Penilaian CoRe dan PaP=eRs 127
3. Hasil Analisis CoRe dan PaP-eRs pada pendekatan konsekutif 131
4. Rekap skor kemampuan PCK calon guru pendekatan konsekutif 136
5. Hasil Analisis CoRe dan PaP-eRs pada pendekatan konkuren 137
6. Rekap skor kemampuan PCK calon guru pendekatan konkuren 152
7. Metode yang digunakan calon guru pendekatan konsekutif 153
8. Metode yang digunakan calon guru pendekatan konkuren 157
9. Kategori perkembangan PCK calon guru 160
10. Profil perkembangan PCK calon guru 162
11. Perkembangan calon guru pendekatan konsekutif berdasarkan sembilan kategori PCK
189
12. Frekuensi munculnya konsep saat pembelajaran di kelas 194
13. Frekuensi munculnya konsep saat pembelajaran di kelas 195
14. Perkembangan PCK calon guru pada kategori Pra PCK, Growing PCk dan Maturing PCK
Yenny Anwar, 2014
Perkembangan Pedagogical Content Knowledge (Pck) Calon Guru Biologi Pada Peserta Pendekatan Konsekutif Dan Pada Peserta Pendekatan Konkuren
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
PERKEMBANGAN PEDAGOGICAL CONTENT KNOWLEDGE (PCK) CALON GURU BIOLOGI PADA PESERTA PENDEKATAN KONSEKUTIF DAN PADA
PESERTA PENDEKATAN KONKUREN
ABSTRAK
PCK merupakan pengetahuan yang penting dalam proses pengembangan kemampuan professional guru dan calon guru. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perkembangan kemampuan Pedagogical Content Knowledge (PCK) calon guru biologi yang mengikuti program pendidikan guru melalui pendekatan konsekutif (angkatan 2011/2012) dan calon guru yang mengikuti pendidikan guru pada pendekatan konkuren (angkatan 2008/2009 s/d 2011/2012). Calon guru pada program konsekutif merupakan peserta Pendidikan Profesi Guru (PPG) biologi yang merupakan alumni S1 biologi. Perkembangan PCK diteliti selama satu tahun melalui tahap matrikulasi, workshop, peer teaching, dan praktik mengajar dengan menggunakan metode longitudinal study. Calon guru pada pendekatan konkuren merupakan mahasiswa tingkat I, tingkat II, tingkat III dan tingkat IV yang mengikuti program S1 pendidikan Biologi, perkembangannya diteliti secara cross sectional study. Data dikumpulkan dari CoRe dan PaP-eRs yang dibuat calon guru dan hasil wawancara. Sebagai data tambahan, pelaksanaan pembelajaran oleh calon guru pendekatan konsekutif juga diobservasi. Data hasil penelitian yang diperoleh melalui CoRe dan PaP-eRs pada materi transportasi zat, dianalisis dengan teknik deskriptif kualitatif dan kuantitatif menggunakan desain konkuren triangulasi (concurrent triangulation design). Hasil penelitian menunjukkan ada kesamaan pola perkembangan PCK antara calon guru program konkuren dan calon guru program konsekutif. Kemampuan PCK calon guru biologi yang mengikuti program pendidikan guru pada pendekatan konsekutif maupun konkuren mengalami peningkatan secara bertahap dari waktu ke waktu, mulai dari pra PCK menjadi growing PCK. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa perkembangan PCK calon guru ini bersifat kontinum, bertahap sesuai proses pada tiap tahapan. Dari hasil tersebut dapat direkomendasikan bahwa untuk memfasilitasi perkembangan PCK calon guru, model pendidikan calon guru perlu secara bertahap dan terstruktur secara dini memberikan pengalaman kepada calon guru untuk berinteraksi dan memperoleh pengalaman di sekolah, misalnya dengan tahapan observasi, menyusun rencana pembelajaran bersama guru, Co-teaching, dan Real teaching.
Kata Kunci: Pendidikan Guru Biologi, Pedagogical Content Knowledge (PCK), Pendidikan Guru Konsekutif, Pendidikan Guru Konkuren, Calon Guru Biologi
THE DEVELOPMENT OF CONCURRENT AND CONSECUTIVE PRE-SERVICE
Yenny Anwar, 2014
Perkembangan Pedagogical Content Knowledge (Pck) Calon Guru Biologi Pada Peserta Pendekatan Konsekutif Dan Pada Peserta Pendekatan Konkuren
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
ABSTRACT
Teachers’ Pedagogical Content Knowledge (PCK) is an important indicator of teachers’ competencies. Many studies on teachers’ PCK have been conducted and they contributed to our understanding of teachers’ PCK. However, few have been done to understand pre-service teachers PCK. This study aims at understanding the development of pre-service teachers’ PCK starting from the first year through the completion of the teaching practice. Participants are pre-service biology teachers who took two different education models, i.e. consecutive model and concurrent model. Participants of the consecutive model are bachelor of biology who took teacher certificate in order to be a teacher (Academic year 2011 to 2012) while participants of the concurrent model are biology education students from first year, second year, third year and fourth year (Academic year 2008 to 2012). Due to different characteristic of the participants two different research approaches were employed. The development of pre-service teachers in consecutive model was identified through longitudinal study while data for concurrent participants were identified through cross sectional study. Pre-service
teachers’ PCK were identified using CoRe and PaP-eRs developed by Loughran (2012) and were analysed using concurent triangulation design. The study finds that pre-service teachers’ PCK from the two teacher preparation models (consecutive and concurrent) show a similar pattern of continuum PCK development. The study proposes stages of PCK development, starting from Pre-PCK to Growing PCK and finally Maturing PCK. In this study none of the pre-service teachers is at Maturing PCK level. The findings suggest that a well-structured program is needed to facilitate the development of a teacher’s PCK. Pre-service teachers should be given opportunities to observe lessons, developing lesson plan, and conducting real teaching. This suggests that universities should closely collaborate with schools in preparing teachers. Tentative model for developing pre-service teachers’ PCK may include school observation, developing lesson plans, co-teaching and real teaching.
Yenny Anwar, 2014
Perkembangan Pedagogical Content Knowledge (Pck) Calon Guru Biologi Pada Peserta Pendekatan Konsekutif Dan Pada Peserta Pendekatan Konkuren
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Arus globalisasi serta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi
memunculkan serangkaian tantangan baru yang perlu disikapi dengan cermat dan
sistematis. Perubahan tersebut secara khusus berdampak terhadap tuntutan akan
kualitas pendidikan secara umum, dan kualitas pendidikan guru secara khusus
untuk menghasilkan guru yang professional.
Ide-ide kreatif mulai bermunculan dari berbagai sumber dalam rangka
memperbaiki pendidikan, tetapi hanya guru yang mampu memperbaikinya. Guru
merupakan agen pengubah, yang memiliki pengetahuan khusus yang diperoleh
melalui pengalaman mengajar selama bertahun-tahun. Menurut Cooper (1990), “Teacher is person charge with the responsibility of helping other to learn to behave in new different ways”. Oleh karena itu guru perlu memiliki pengetahuan
khusus, kemampuan yang tidak dimiliki oleh orang yang bukan guru. Guru yang
efektif memiliki disposisi positif ke arah pengetahuan, mereka paling tidak
menguasai tiga hal: 1) dasar pengetahuan yang luas untuk menangani subjek yang
diajarkannya, 2) perkembangan dan pembelajaran manusia, dan 3) pedagogi.
Mereka menggunakan pengetahuan ini sebagai pedoman bagi ilmu dan seni
praktik mengajarnya (Arends, 2008).
Guru adalah orang dewasa yang secara sadar bertanggung jawab dalam
mendidik, mengajar, dan membimbing peserta didik. Orang yang disebut guru
adalah orang yang memiliki kemampuan merancang program pembelajaran serta
mampu menata dan mengelola kelas agar peserta didik dapat belajar dan pada
akhirnya dapat mencapai tingkat kedewasaan sebagai tujuan akhir dari proses
pendidikan. Guru merupakan suatu profesi, yang berarti suatu jabatan yang
memerlukan keahlian khusus sebagai guru dan tidak dapat dilakukan oleh
2
Yenny Anwar, 2014
Perkembangan Pedagogical Content Knowledge (Pck) Calon Guru Biologi Pada Peserta Pendekatan Konsekutif Dan Pada Peserta Pendekatan Konkuren
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
suatu ilmu tertentu secara mendalam yang hanya mungkin diperoleh dari
lembaga-lembaga pendidikan yang sesuai, sehingga kinerjanya didasarkan pada
keilmuan yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Untuk itu penyiapan
seorang guru yang professional harus disiapkan sejak awal, yaitu ketika mereka
masih menjadi mahasiswa calon guru. Selaras dengan pendapat National Science
Teacher Association (NSTA, 1998) bahwa standar penyiapan guru sains meliputi
tiga tingkatan yaitu tingkatan preservice, guru pemula (induction), dan guru
profesional. Kompetensi yang harus dimiliki oleh calon guru (preservice) yaitu
mampu merencanakan dan menggabungkan strategi mengajar IPA yang sesuai
bagi pelajar dengan beragam latar belakang dan gaya belajar (NSTA, 1998).
Untuk memenuhi kebutuhan calon guru tersebut maka didesain suatu
program pendidikan profesional guru melalui pendekatan konkuren maupun
konsekutif, yang tujuannya adalah memadukan pengetahuan materi ajar dan
pengetahuan pedagogik. Profesional atau tidaknya guru sebagian tergantung pada
profesional atau tidaknya model pendidikan guru, profesional atau tidaknya model
pendidikan guru juga tergantung pada peraturan perundangan yang mengatur
pendidikan guru. Guru profesional menurut Undang-Undang no 14 tahun 2005
harus berpendidikan S1 atau DIV ditambah pendidikan profesi tanpa
mempersoalkan latar belakang dari pendidikan atau nonpendidikan, namun tetap
mempertimbangkan kecenderungan perubahan dan tuntutan pendidikan pada masa
yang akan datang. Untuk itu desain Pendidikan Profesional Guru dipilah menjadi
Pendidikan Profesi Guru untuk yang berlatar belakang S1 pendidikan dan
Pendidikan Profesi Guru berlatar belakang S1 atau DIV nonkependidikan
(konsekutif). Desain pendidikan Guru konsekutif ini masih menjadi pro kontra
karena dinilai hanya akan mencetak guru-guru instan yang tidak memiliki
kemampuan profesionalisme sebagai guru. Hasil penelitian ini diharapkan mampu
memberikan hasil yang dapat memberikan masukkan sebagai pertimbangan untuk
3
Yenny Anwar, 2014
Perkembangan Pedagogical Content Knowledge (Pck) Calon Guru Biologi Pada Peserta Pendekatan Konsekutif Dan Pada Peserta Pendekatan Konkuren
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Desain Pendidikan Profesional Guru ini merujuk pada pembelajaran yang
menekankan pada content-based dan content-specific pedagogy untuk
menyiapkan mahasiswa calon guru agar mampu mengajar di lingkungan para
peserta didik yang multikultural (UPI, 2010). Keseluruhan program harus
mendukung penyiapan calon guru yang mampu merefleksi upaya
pembelajarannya, bekerja sama dengan pendidik lain guna mencari dan
menemukan pemecahan masalah umum yang muncul dalam pembelajaran.
Desain Pendidikan Profesional Guru (PPG) yang merujuk pada content
based dan content-specific pedagogy ini sudah lama dinyatakan oleh Shulman
(1987), bahwa seorang guru profesional harus memiliki pengetahuan dan
kemampuan Pedagogical Content Knowledge (PCK) yang baik. Sebagai agen
perubahan sudah seharusnya para guru terus mengembangkan kualitas proses
mengajarnya di kelas dan calon guru terus melatih kemampuannya dalam
merancang rencana pembelajaran, salah satunya dengan memahami PCK.
Pedagogical Content Knowledge merupakan pengetahuan yang harus dipahami
oleh seorang guru dan calon guru karena seorang guru harus terbiasa dengan
konsep dan kesulitan yang akan dihadapi siswa serta dapat mengorganisasikan,
menyusun, menjalankan dan menilai materi subjek, yang semuanya itu terangkum
dalam Pedagogical Content Knowledge (PCK).
PCK merupakan pengetahuan, pengalaman dan keahlian yang diperoleh
melalui pengalaman-pengalaman di kelas (Baxter & Lederman, 1999; National
Research Council, 1996; Van Driel et al., 2002); dan PCK merupakan kumpulan
pengetahuan yang terintegrasi, konsep, keyakinan dan nilai yang dikembangkan
guru pada situasi mengajar (Marks, 1990; Fernandez-Balboa & Stiehl, 1995; Van
Driel, Verloop, & de Vos, 1998; Gess-Newsome, 1999; Loughran, Milroy, Berry,
Gunstone, & Mulhall, 2001; Loughran, Berry & Mulhall, 2004; Lee and Julie, 2008). The National Science Education Standards (National Research Council, 1996) menyatakan; “incoporated the concept of PCK as an essential component
4
Yenny Anwar, 2014
Perkembangan Pedagogical Content Knowledge (Pck) Calon Guru Biologi Pada Peserta Pendekatan Konsekutif Dan Pada Peserta Pendekatan Konkuren
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
suggestion that teachers needed strong PCK to be the best possible teachers has
resulted in a range of studies into PCK in pre-service scienceteacher education.
Jadi untuk menjadi seorang guru yang baik, seyogianya memiliki pengetahuan
tentang PCK yang kuat.
Loughran et al. (2008) mencoba menggambarkan PCK secara eksplisit
melalui CoRes dan PaP-eRs (Resource Folio). Resource Folio rupakan format
PCK yang berhasil dikembangkan oleh Loughran et al. melalui studi dialog,
workshop dan observasi selama beberapa tahun terhadap guru-guru.
“CoRes and PaP-eRs as a kind of heuristic device to help student-teachers gain insight into the complex nature of learning about teaching through access to experienced science teachers’thinking. By using PCK as a heuristic there is an additional challenge of working to push student-teachers beyond the mindset of an immediate need to gather up tips and tricks about how to teach” .
Menurut Shulman (1987), PCK merupakan pengetahuan yang penting dan
harus dimiliki oleh seorang guru. Berdasarkan hasil beberapa penelitian
dikemukakan bahwa PCK merupakan pengetahuan yang sangat penting dan harus
dimiliki oleh seorang guru. Hasil temuan di lapangan menunjukkan bahwa
kemampuan PCK mahasiswa calon guru bahkan guru yang ada di lapangan masih
minim, terlihat dari jawaban serta CoRes dan PaP-eRs yang dihasilkan oleh
mahasiswa calon guru dan guru biologi. Dari jawaban calon guru dan guru-guru
yang berpengalaman mengajar selama dua sampai lima tahun, diperoleh
gambaran bahwa mereka tidak memperhatikan tuntutan kurikulum, tidak
memahami konsep-konsep sulit apa yang akan dihadapi oleh siswa serta batasan
materi untuk siswa bahkan masih ada yang miskonsepsi.
Guna memenuhi kebutuhan seorang guru yang profesional didesain suatu
program Pendidikan Profesional Guru melalui pendekatan konkuren maupun
pendekatan konsekutif, yang bertujuan untuk memadukan pengetahuan materi ajar
dan pengetahuan pedagogik (UPI, 2010). Pendekatan konkuren menyiapkan calon
guru dengan memberikan penguasaan konten (materi) dan pedagogi secara
5
Yenny Anwar, 2014
Perkembangan Pedagogical Content Knowledge (Pck) Calon Guru Biologi Pada Peserta Pendekatan Konsekutif Dan Pada Peserta Pendekatan Konkuren
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
pembentukan kemampuan mengajar setelah penguasaan materi. Oleh karena itu
untuk menemukan kemampuan PCK calon guru perlu diteliti kemampuan calon
guru mengemas materi termasuk untuk calon guru biologi bagaimana mereka
menemas materi biologi tertentu yang akan dikaitkan dengan pengetahuan
pedagoginya. Kemampuan ini akan dilihat perkembangannya pada setiap tahap
yang dilalui. Beberapa studi terdahulu telah mengungkap bahwa ada peningkatan
PCK mahasiswa calon guru setelah melalui tahap praktik mengajar (Rustaman,
2013), selain itu workshop perencanaan pembelajaran juga dapat meningkatkan
PCK calon guru (Van Driel, 2002). Hasil studi yang dilakukan Loughran dan
Nilsson (2002) juga menunjukkan bahwa dengan mengaplikasikan CoRe pada
mahasiswa calon guru kemampuan PCK mereka dapat meningkat. Studi-studi
yang dilakukan hanya sebatas satu tahapan dalam program perkuliahan, yang
diukur sebelum dan setelah melalui tahapan yang diikuti oleh calon guru melalui
program yang sama. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, peneliti tertarik
untuk melihat bagaimana perkembangan PCK calon guru yang memiliki latar
belakang berbeda dan mengikuti program pendidikan guru dengan pendekatan
yang berbeda dan tahapan yang berbeda. Perkembangan ini juga diamati secara
berkesinambungan sesuai dengan tahapan yang mereka lalui, dari hasil ini akan
diperoleh gambaran tahapan mana yang lebih efektif dalam meningkatkan
kemampuan PCK calon guru.
Kemampuan PCK ini tidak terlepas pada materi yang akan diajarkan,
untuk itu materi yang dipilih adalah materi transportasi zat, yang merupakan topik
penting yang harus dipahami oleh siswa. Terdapat beberapa alasan untuk memilih
materi transportasi zat dalam penelitian ini yaitu: 1) merupakan materi
fundamental yang harus dipahami oleh calon guru biologi; 2) merupakan materi
yang terintegrasi konsep antara fisika, kimia dan biologi; 3) meruapakan materi
mendasar untuk memahami proses biologi selanjutnya; 4) merupakan materi yang
telah diberikan sejak jenjang SMA dan diperdalam pada jenjang S1 pendidikan
6
Yenny Anwar, 2014
Perkembangan Pedagogical Content Knowledge (Pck) Calon Guru Biologi Pada Peserta Pendekatan Konsekutif Dan Pada Peserta Pendekatan Konkuren
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
seperti pada konsep difusi dan osmosis (Pertiwi, 2013). Materi transportasi zat
terkait proses kehidupan dan menjadi dasar dalam mempelajari
proses-proses biologi lebih lanjut. Proses transportasi melalui membran memainkan
peran penting dalam berbagai proses fisiologis dan farmakologis (Lash, 2010). Di
berbagai buku teks, materi Transportasi Zat diletakkan pada bagian awal
(Campbell, Cain, Urry, Jackson, Minorsky, & Wasserman, 2011; Raven &
Johnson, 2001), karena materi Transportasi Zat merupakan materi dasar untuk
memahami proses-proses biologi lanjut.
Hasil wawancara dengan beberapa guru, calon guru, serta siswa, terkait
pada materi Transportasi Zat menunjukkan bahwa siswa sering mengalami
kesalahan konsep (Anwar, 2013). Hasil ini ternyata sesuai dengan temuan
penelitian terdahulu, salah satu yang menyebabkan miskonsepsi ini adalah karena
materi yang bersifat abstrak sehingga sulit untuk dipahami oleh siswa (Pertiwi,
2013; Zuckerman,1993). Faktor lain yang menjadi penyebab miskonsepsi adalah,
adanya buku-buku pelajaran siswa yang masih salah dalam menyajikan informasi,
kurangnya pengetahuan guru tentang konten terkait serta pemahaman guru tentang
strategi mengajar. Menurut Tekkaya (2003) miskonsepsi yang sering terjadi pada
konsep biologi disebabkan oleh beberapa hal yaitu, pengetahuan awal siswa,
strategi mengajar guru, buku ajar dan konsep biologi yang terintegrasi dengan
konsep lain seperti konsep fisika dan kimia.
Materi terkait Transportasi Zat, telah diberikan sejak jenjang SMA dan
diperdalam lagi pada jenjang S1 Biologi. Pada Jurusan Pendidikan Biologi, materi
Transportasi Zat diberikan pada tiap tingkatan (Kurikulum, 2010). Oleh karena
itu materi Transportasi zat dapat digunakan sebagai subjek spesifik dalam PCK
yang dapat diukur perkembangannya. Memahami Transportasi Zat merupakan
dasar untuk belajar dan mengajar biologi. Oleh karena itu materi ini dipilih agar
dapat diperhatikan oleh para guru dan calon guru, sehingga guru atau calon guru
7
Yenny Anwar, 2014
Perkembangan Pedagogical Content Knowledge (Pck) Calon Guru Biologi Pada Peserta Pendekatan Konsekutif Dan Pada Peserta Pendekatan Konkuren
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Berdasarkan kurikulum UPI (2010) konten biologi yang diterima oleh
calon guru pada pendekatan konsekutif lebih banyak dari calon guru yang
mengikuti pendekatan konkuren. Oleh karena itu calon guru yang mengikuti
program pendidikan guru melalui pendekatan konsekutif seyogianya memiliki
kemampuan materi subjek yang lebih baik dibandingkan calon guru yang
mengikuti pendekatan konkuren. Sebaliknya pada kurikulum pendidikan guru
dengan pendekatan konkuren calon guru telah diberikan pengetahuan tentang
pedagogi sejak awal sehingga seyogianya calon guru dari pendekatan konkuren
memiliki kemampuan pedagogi yang lebih baik dibandingkan calon guru dari
pendekatan konsekutif. Program Pendidikan Guru dengan pendekatan konkuren
dan pendekatan konsekutif ini memiliki tujuan yang sama yaitu menjadikan calon
guru sebagai guru yang profesional. Salah satu bukti bentuk ke profesionalan
mereka yaitu penguasaannya terhadap PCK. Berdasarkan program dengan
pendekatan yang berbeda kemungkinan perkembangan PCK mereka berbeda.
Namun seberapa jauh perkembangan yang diperoleh calon guru yang mengikuti
program dengan pendekatan konsekutif dan konkuren belum ada yang
mengukurnya. Dari perkembangan tersebut bisa diperoleh gambaran program
mana yang efektif untuk mengembangkan kemampuan PCK calon guru. Oleh
karena PCK merupakan amalgam antara pedagogi dan konten maka menarik
untuk dikaji bagaimana proses amalgamasi ini terjadi.
Berdasarkan beberapa alasan tersebut maka dirasa perlu untuk melakukan
penelitian mengenai perkembangan pedagogical content knowledge calon guru
biologi yang mengikuti Program Pendidikan Guru melalui pendekatan konsekutif
dan calon guru yang mengikuti Program Pendidikan Guru melalui pendekatan
konkuren.
B. Rumusan Masalah
Pendekatan konkuren dan pendekatan konsekutif pada Program
Pendidikan Guru memiliki tujuan yang sama yaitu menghasilkan calon guru yang
8
Yenny Anwar, 2014
Perkembangan Pedagogical Content Knowledge (Pck) Calon Guru Biologi Pada Peserta Pendekatan Konsekutif Dan Pada Peserta Pendekatan Konkuren
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Berdasarkan latar belakang di atas maka rumusan masalah yang diajukan adalah:
Bagaimanakah Perkembangan PCK calon guru biologi pada materi Transportasi
Zat pada Program Pendidikan Guru dengan pendekatan konsekutif atau
pendekatan konkuren?
Agar rumusan masalah lebih operasional maka diuraikan lebih rinci
menjadi beberapa pertanyaan penelitian, sebagai berikut.
1. Bagaimanakah profil perkembangan PCK calon guru biologi yang
mengikuti pendidikan guru melalui pendekatan konkuren dan pendekatan
konsekutif?
a. Bagaimanakah perkembangan jumlah konsep yang dimunculkan oleh
calon guru biologi pada peserta pendekatan konsekutif dan pada
peserta pendekatan konkuren?
b. Bagaimanakah perkembangan representasi konten calon guru biologi
pada peserta pendekatan konsekutif dan pada peserta pendekatan
konkuren?
c. Bagaimanakah perkembangan representasi pedagogi calon guru antara
peserta pendekatan konsekutif dan pada peserta pendekatan konkuren?
2. Bagaimanakah pola perkembangan PCK tiap individu calon guru peserta
program pendidikan guru melalui pendekatan konsekutif?
3. Bagaimanakah model pendidikan yang bisa memfasilitasi pengembangan
PCK calon guru
C. Tujuan Penelitian
Tujuan utama penelitian ini adalah untuk menganalisis perkembangan
PCK calon guru biologi pada materi transportasi zat sejak mereka mulai
mengikuti program pendidikan hingga mereka melakukan praktik mengajar di
sekolah. Melalui penelitian ini juga dideskripsikan perbedaan perkembangan PCK
yang ditemukan pada calon guru antara peserta pendidikan calon guru biologi
9
Yenny Anwar, 2014
Perkembangan Pedagogical Content Knowledge (Pck) Calon Guru Biologi Pada Peserta Pendekatan Konsekutif Dan Pada Peserta Pendekatan Konkuren
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
juga bertujuan menemukan model tentatif pendidikan calon guru yang bisa
memfasilitasi pengembangan PCK.
D. Manfaat Penelitian
Hasil penelitian ini dapat memberikan manfaat teoritis maupun manfaat
praktis. Secara teoritis penelitian ini dapat menjadi referensi atau masukan bagi
perkembangan ilmu pendidikan khususnya perkembangan PCK calon guru.
Secara praktis, penelitian ini dapat menjadi masukan bagi LPTK atau pihak-pihak
penyelenggara program pendidikan secara konkuren maupun secara konsekutif
dalam mengembangkan program pendidikan dari sisi kurikulum maupun aspek
lainnya yang dapat memfasilitasi pengembangan kemampuan PCK calon guru.
Penelitian ini juga bermanfaat bagi pihak-pihak yang terlibat dalam peningkatan
profesionalisme guru terutama dalam menyusun program pembinaan dalam
rangka peningkatan PCK calon guru pemula.
E. Penjelasan Istilah
Untuk menghindari perbedaan interpretasi lain terhadap istilah yang
digunakan, berikut beberapa penjelasan istilah penting.
1. Pendekatan Konkuren
Pendekatan konkuren merupakan suatu pendekatan dalam Program Pendidikan
Guru yang mengupayakan penguasaan konten dan pedagogi secara bersamaan
(UPI, 2010).
2. Pendekatan Konsekutif
Pendekatan konsekutif merupakan suatu pendekatan dalam Program
Pendidikan Profesional Guru yang mengupayakan pembentukan kemampuan
mengajar setelah penguasaan konten (UPI, 2010).
3. Pedagogical Content Knowledge (PCK)
PCK merupakan pengetahuan guru tentang bagaimana mengajar konten
10
Yenny Anwar, 2014
Perkembangan Pedagogical Content Knowledge (Pck) Calon Guru Biologi Pada Peserta Pendekatan Konsekutif Dan Pada Peserta Pendekatan Konkuren
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
berkembang terus menerus melalui pengalaman (Baxter &Lederman, 1999;
National Research Council, 1996; Van Driel et al., 2001).
4. Content Representation (CoRe)
CoRe merupakan uraian konsep-konsep atau materi yang dinilai penting
dalam mengajarkan suatu topik tertentu. CoRe berisi berisi jawaban atas
beberapa pertanyaan yang mencakup aspek konten materi tertentu terkait
dengan siswa, strategi mengajar dan bagaimana penilaiannya (Loughran et al.,
2003).
5. Pedagogical and Profesional experience Repertoires ( PaP-eRs)
PaP-eRs merupakan cara bagaimana konten tersebut disampaikan. Melalui
Pap-eR kita dapat melihat situasi dalam proses belajar mengajar yang akan
menentukan pedagogi.
6. Resource Folio
Resource Folio merupakan gabungan CoRes dan PaP-eRs untuk topik tertentu
yang merepresentasikan kemampuan PCK seorang guru.
F. Sistematika Penulisan
Disertasi ini terdiri atas lima bab. Bab I berisi gambaran umum mengenai
penelitian, yang terdiri atas latar belakang penelitian, rumusan masalah dan
pertanyaan penelitian, tujuan penelitian, manfaat penelitian, penjelasan istilah, dan
sistematika penulisan. Bab II menguraikan landasan teoretik berupa teori-teori
utama dan teori-teori turunannya dalam bidang yang dikaji yaitu tentang
Pedagogical Content Knowledge, Model-model Pedagogical Content Knowledge,
Posisi penting PCK, standar kompetensi guru IPA, Kompetensi Guru Mata
pelajaran Biologi pada SMA/MA, SMK/MAK, program pendidikan guru melalui
pendekatan konkuren dan pendekatan konsekutif dan hasil penelitian yang
relevan. Bab III mengupas metodologi penelitian yang mencakup beberapa
11
Yenny Anwar, 2014
Perkembangan Pedagogical Content Knowledge (Pck) Calon Guru Biologi Pada Peserta Pendekatan Konsekutif Dan Pada Peserta Pendekatan Konkuren
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
prosedur penelitian, definisi operasional, instrumen penelitian, teknik
pengumpulan dan analisis data serta prosedur analisis data. Bab IV memaparkan
hasil penelitian dan pembahasannya; temuan dan kebaruan. Bab V berisikan
jawaban terhadap masalah yang dikemukakan pada Bab I, yang terdiri atas
41
Yenny Anwar, 2014
Perkembangan Pedagogical Content Knowledge (Pck) Calon Guru Biologi Pada Peserta Pendekatan Konsekutif Dan Pada Peserta Pendekatan Konkuren
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
BAB III
METODE PENELITIAN
A. Paradigma Penelitian
Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji perkembangan Pedagogical content
knowledge calon guru yang mengikuti program pendidikan guru dengan pendekatan
konkuren dan pendekatan konsekutif. Dari perkembangan ini dapat diperoleh suatu
model tentatif bagaimana mengembangkan PCK calon guru. PCK merupakan
amalgam antar konten dan pedagogi yang merupakan pengetahuan profesional yang
wajib dikuasai oleh guru. Oleh karena PCK merupakan amalgam antara konten dan
pedagogi, proses pendidikan calon guru yang memberikan konten dan pedagogi
secara berurutan (Konsekutif) mungkin akan menghasilkan PCK guru yang berbeda
dari pendidikan calon guru yang memberikan konten dan pedagogi secara bersamaan
(Konkuren). Kedua pendekatan memiliki tujuan yang sama yaitu ingin mencetak
seorang guru yang profesional, yang salah satunya adalah menguasai konten dan
pedagogi serta mampu membelajarkannya. Oleh karena itu dalam penelitian ini dikaji
perkembangan PCK calon guru peserta pendidikan dengan pendekatan Konsekutif
dan calon guru dengan pendekatan konkuren (Gambar 3.1).
Pada calon guru peserta pendekatan konkuren PCK mungkin terbangun sejak
awal karena sejak semester pertama mereka telah mendapatkan kuliah materi subjek
dan pedagogi pada semester yang sama. Seiring dengan makin banyaknya konten dan
pedagogi yang mereka pelajari diduga kemampuan PCK mereka juga semakin
bertambah. Sementara itu pada calon guru peserta pendekatan konsekutif, PCK baru
mulai berkembang pada saat mereka mulai mendapatakan kuliah pedagogi, yaitu
42
Yenny Anwar, 2014
Perkembangan Pedagogical Content Knowledge (Pck) Calon Guru Biologi Pada Peserta Pendekatan Konsekutif Dan Pada Peserta Pendekatan Konkuren
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Penelitian ini dirancang berdasarkan paradigma yang diilustrasikan melalui
diagram berikut.
Perkembangan PCK calon guru
Program Pendidikan
Konkuren Konsekutif
Materi Subjek (8 semester) Guru Profesional
(PCK)
Materi Subjek & Pedagogi (2 semester)
Praktik Mengajar (1 semester) Materi Subjek +
Pedagogi
(7 semester)
Praktik Mengajar (1 semester)
43
Yenny Anwar, 2014
Perkembangan Pedagogical Content Knowledge (Pck) Calon Guru Biologi Pada Peserta Pendekatan Konsekutif Dan Pada Peserta Pendekatan Konkuren
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Gambar 3.1. Paradigma penelitian
B.Lokasi dan Subjek Penelitian
Penelitian ini dilakukan di Universitas Pendidikan Indonesia di Bandung.
Subjeknya adalah mahasiswa calon guru yang sedang mengikuti Program PPG
(konsekutif) tahun 2011/2012 dan mahasiswa yang sedang mengikuti program
reguler (Konkuren). Program PPG diuntukkan bagi alumni S1 biologi yang akan
menjadi guru biologi, sedangkan peserta program pendidikan S1 (Konkuren) adalah
mahasiswa tingkat I, tingkat II, tingkat III dan tingkat IV (angkatan
2008/2009-2011/2012).
Pengambilan sampel untuk peserta PPG menggunakan teknik purposive
sampling. Sampel dipilih berdasarkan pertimbangan sekolah tempat praktek mengajar
calon guru pendekatan konsekutif yang juga menjadi tempat praktek mengajar calon
guru pendekatan konkuren (tingkat IV). Dengan demikian sekolah tersebut sudah
terbiasa untuk menjadi tempat praktek mengajar sehingga faktor sekolah tempat
mengajar tidak menjadi variabel tambahan. Untuk sampel dari program konkuren
digunakan teknik random sampling. Deskripsi subjek penelitian dapat dilihat pada
Tabel 3.1.
Tabel 3.1. Subjek Penelitian
Aspek Konkuren Konsekutif
Jumlah Subyek Tingkat I : 20 orang Tingkat II : 15 orang Tingkat III:16 orang Tingkat IV: 9 orang
10 orang (berdasarkan pengundian yang dilakukan kesepuluh calon guru
selanjutnya diberi kode calon guru A sampai dengan calon guru J).
44
Yenny Anwar, 2014
Perkembangan Pedagogical Content Knowledge (Pck) Calon Guru Biologi Pada Peserta Pendekatan Konsekutif Dan Pada Peserta Pendekatan Konkuren
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Data yang dikumpulkan
Kemampuan PCK
(representasi konten dan pedagogi)
Kemampuan PCK (representasi konten dan pedagogi)
C. Desain dan Prosedur Penelitian
Penelitian ini menggunakan Concurrent Triangulation Design (Creswell,
2007). Dalam desain ini peneliti mengumpulkan data kuantitatif dan kualitatif secara
konkuren, kemudian membandingkan dua database ini untuk mengetahui apakah ada
konvergensi, perbedaan-perbedaan, atau beberapa kombinasi. Data yang diperoleh
dianalisis untuk mendapatkan pola perkembangan PCK calon guru yang pada
akhirnya digunakan sebagai alternatif untuk menentukan model tentatif untuk
mengembangkan kemampuan PCK calon guru.
Terdapat dua strategi pengumpulan data, yaitu longitudinal study dan
cross-sectional study. Strategi longitudinal digunakan untuk menjaring data dari calon guru
pendekatan konsekutif (PPG) sedangkan strategi cross-sectional digunakan pada
calon guru yang mengikuti program pendidikan dengan pendekatan konkuren.
Prosedur dan Langkah-langkah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut.
1. Studi Pendahuluan
Sebagai bahan untuk melakukan penelitian serta menentukan indikator
penilaian, dilakukan studi pendahuluan. Untuk itu dilakukan studi pendahuluan
terhadap empat guru SLTA yang mengajar biologi khususnya kelas XI. Data yang
dikumpulkan dari keempat guru meliputi konsep-konsep apa saja yang dianggap
esensial dalam mengajarkan materi transportasi zat dan bagaimana mengajarkannya,
konsep yang sering disalah mengerti ataupun mengalami miskonsepsi pada materi
transportasi zat, serta kendala-kendala yang dihadapi guru dalam membelajarkan
45
Yenny Anwar, 2014
Perkembangan Pedagogical Content Knowledge (Pck) Calon Guru Biologi Pada Peserta Pendekatan Konsekutif Dan Pada Peserta Pendekatan Konkuren
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
CoRe dan PaP-eRs. Informasi lebih rinci tentang keempat guru tersebut dapat dilihat
pada Tabel 3.2.
Tabel 3.2 Latar Belakang Pendidikan Guru
Guru Pendidikan Tempat mengajar Pengalaman
mengajar
C S1 Pendidikan Biologi UNPAS
Pengajar biologi Kelas XI di SMAN Bina Bhakti
< 10 tahun di SMA
D S1 Biologi UNPAD Pengajar biologi Kelas XI di SMAN 6
Bandung
< 10 tahun di SMA
Konsep-konsep esensial yang dimunculkan keempat guru disajikan pada
Tabel 3.3. Dari hasil wawancara dan dari hasil dokumen CoRe yang dibuat oleh para
guru, guru (C) memunculkan konsep hipertonik, hipotonik, isotonik dan plasmolisis
dengan alasan karena konsep tersebut merupakan konsep yang sangat penting, tidak
kalah pentingnya dengan konsep difusi ataupun osmosis. Alasan yang sama
diungkapkan oleh guru (D), namun guru (D) tidak memunculkan konsep plasmolisis
dengan alasan bahwa konsep tersebut merupakan contoh dari proses osmosis
sehingga konsep plasmolisis lebih tepat berada di dalam konsep osmosis. Guru (A
dan B) tidak memunculkan konsep hipertonik, hipotonik, isotonik dan plasmolisis,
tetapi guru (A dan B) memasukkan konsep tersebut ke dalam konsep osmosis.
46
Yenny Anwar, 2014
Perkembangan Pedagogical Content Knowledge (Pck) Calon Guru Biologi Pada Peserta Pendekatan Konsekutif Dan Pada Peserta Pendekatan Konkuren
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
mereka menganggap konsep tersebut tidak penting, tetapi mereka mempunyai alasan
bahwa konsep tersebut akan lebih tepat jika berada di dalam konsep osmosis karena
konsep hipotonik, isotonik, hipertonik dan plasmolisis akan menjelaskan proses
osmosis selanjutnya (Anwar 2013).
Tabel 3.3. Jumlah konsep penting menurut guru pada materi Transportasi Zat
No Konsep A B C D
1 Difusi √ √ √ √
2 Osmosis √ √ √ √
3 Difusi Berfasilitas √ √ √ √
4 Transpor Aktif √ √ √ √
5 Transpor Pasif √ √ √ √
6 Endositosis √ √ √ √
7 Eksositosis √ √ √ √
9 Hipertonik - - √ √
10 Hipotonik - - √ √
11 Isotonik - - √ √
12 Plasmolisis - - √ -
Secara umum kemampuan PCK keempat guru tersebut tidak begitu berbeda,
masing-masing guru memiliki alasan yang rasional terkait keadaan kondisi yang
dihadapi. Guru A dan Guru B lebih fokus pada konsep-konsep yang cenderung terjadi
miskonsepsi pada siswa dan pada bagian yang sulit dipahami oleh siswa. Untuk aspek
pembelajaran mereka lebih fokus pada penggunaan metode. Mereka lebih fleksibel
dalam memilih strategi mengajar dengan alasan-alasan yang lebih rasional (Tabel
3.4).
Tabel 3.4 Deskripsi kemampuan PCK guru
No Aspek Deskripsi kemampuan Guru
47
Yenny Anwar, 2014
Perkembangan Pedagogical Content Knowledge (Pck) Calon Guru Biologi Pada Peserta Pendekatan Konsekutif Dan Pada Peserta Pendekatan Konkuren
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
No Aspek Deskripsi kemampuan Guru
materi dan kebutuhan siswa. Guru menunjukkan fleksibilitas dalam menyesuaikan dengan standar yang ditetapkan dalam kurikulum.
2. Pemilihan konsep Guru bisa mengidentifikasi konsep-konsep yang benar-benar penting untuk dikuasai siswa. Guru juga bisa memberikan alasan yang kuat mengapa suatu konsep dipilih untuk diajarkan.
3. Nilai pentingnya konsep bagi siswa
Alasan mengajarkan suatu konsep bukan hanya untuk dasar bagi pelajaran berikutnya tetapi juga manfaatnya bagi kehidupan sehari-hari siswa. 4. Keluasan dan kedalaman
materi
Guru bisa menantukan batas keluasan dan kedalaman materi dengan baik dengan disertai alasan yang logis, misalnya kemampuan dan kondisi siswa.
5. Memprediksi kesalahan konsep
Guru bisa memberikan penjelasan tentang kemungkinan miskonsepsi atau kesulitan siswa dalam memahami suatu konsep. Guru juga bisa memberikan alternatif tindakan untuk
memperbaikinya.
6. Pertimbangan mengajar Guru menggunakan pengalamannya sebagai pertimbangan dalam merancang pembelajaran sehingga pertimbangan bukan hanya didasarkan pada materi dan fasilitas pendukung tetapi juga dari hasil refleksi pemahaman guru serta keadaan siswa.
7. Strategi mengajar Guru menunjukkan fleksibilitas dalam menentukan strategi pembelajaran. Guru bisa mengubah pembelajarannya dengan
memanfaatkan momentum atau kejadian menarik yang muncul saat pembelajaran. 8. Pengorganisasian materi Dalam menyajikan materi guru tidak terpaku
pada sistematika/urutan yang ada pada buku tetapi bisa mengubahnya dengan
mempertimbangkan kondisi yang ada. 9. Mengukur kemampuan
siswa
48
Yenny Anwar, 2014
Perkembangan Pedagogical Content Knowledge (Pck) Calon Guru Biologi Pada Peserta Pendekatan Konsekutif Dan Pada Peserta Pendekatan Konkuren
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Sementara itu Guru 3 dan Guru 4 lebih fokus pada kedalaman materi dan
model-model pembelajaran yang digunakan. Adanya perbedaan di antara para guru
mungkin disebabkan oleh latar belakang dan pengalaman mengajar yang berbeda.
Ketika membahas materi secara global cenderung sama, tetapi ketika masuk pada
materi yang lebih spesifik ada beberapa perbedaan. Guru C dan Guru D lebih
bervariasi dalam menekankan struktur materi serta lebih rinci. Sedangkan Guru A dan
Guru B lebih sederhana dan hanya terbatas pada input dan output serta kebutuhan
siswa.
Hasil studi pendahuluan kemudian digunakan oleh peneliti sebagai bahan
acuan untuk menganalisis PCK calon guru. Karena calon guru masih pada tahap awal
perkembangan, ada kemungkinan PCK mereka belum memenuhi indikator
sebagaimana yang ditunjukkan oleh guru.
2. Menganalisis Kurikulum
Sebelum menganalisis kemampuan PCK para mahasiswa calon guru
dilakukan analisis kurikulum pendidikan pada program Pendidikan Guru baik
melalui pendekatan konkuren maupun kurikulum pada pendekatan konsekutif.
Analisis dilakukan untuk memperoleh informasi mengenai mata kuliah dan tahapan
kegiatan yang telah diikuti.
3. Pengumpulan data kemampuan PCK
Pengumpulan data pada program dengan pendekatan konsekutif dilakukan
sebanyak empat kali yaitu setelah matrikulasi, setelah workshop, setelah peer
teaching dan setelah praktik mengajar (Tabel 3.5). Calon guru diminta untuk mengisi
CoRe dan PaP-eRs setiap kali mereka menyelesaikan tahapan-tahapan tersebut.
Setelah hasil CoRe dan PaP-eRs dianalisis calon guru diwawancarai secara
individual.
49
Yenny Anwar, 2014
Perkembangan Pedagogical Content Knowledge (Pck) Calon Guru Biologi Pada Peserta Pendekatan Konsekutif Dan Pada Peserta Pendekatan Konkuren
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Tahap Pendidikan Data yang dikumpulkan Strategi pengumpulan data Matrikulasi Representasi konten dan
representasi pedagogi
Representasi konten dan representasi pedagogi
50
Yenny Anwar, 2014
Perkembangan Pedagogical Content Knowledge (Pck) Calon Guru Biologi Pada Peserta Pendekatan Konsekutif Dan Pada Peserta Pendekatan Konkuren
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Untuk melihat perkembangan PCK calon guru pada pendekatan konkuren,
pengambilan data dilakukan sebanyak empat kali (satu kali pada tiap tingkat), yaitu
setelah melewati semester I, semester III, semester V dan semester VII. Pada setiap
semester calon guru memperoleh mata kuliah terkait konten dan pedagogi yang
mungkin memberikan pengaruh terhadap perkembangan PCK calon guru. Sama
halnya dengan pada pendekatan konsekutif, setiap calon guru diminta mengisi CoRe
dan PaP-eRs terkait materi Transportasi Zat, kemudian dilakukan wawancara terkait
CoRe dan PaP-eRs yang mereka hasilkan. Untuk lebih jelasnya informasi dapat
dilihat pada Tabel 3.6 berikut.
Tabel 3.6. Pengumpulan data pada pendekatan konkuren
51
Yenny Anwar, 2014
Perkembangan Pedagogical Content Knowledge (Pck) Calon Guru Biologi Pada Peserta Pendekatan Konsekutif Dan Pada Peserta Pendekatan Konkuren
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Tahap Pendidikan Data yang dikumpulkan
Prosedur penelitian tersebut digambarkan sebagai berikut.
Analisis Kurikulum
Konkuren Konsekutif
52
Yenny Anwar, 2014
Perkembangan Pedagogical Content Knowledge (Pck) Calon Guru Biologi Pada Peserta Pendekatan Konsekutif Dan Pada Peserta Pendekatan Konkuren
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Gambar 3.2. Prosedur Penelitian
D. Definisi Operasional
Untuk memudahkan dalam memahami maksud penelitian dan menghindari
interpretasi lain selain yang dimaksudkan dalam penelitian ini, disajikan definisi
sebagai berikut.
1. Program Profesi Guru, merupakan program penyiapan guru profesional dan
perolehan sertifikat pendidik bagi alumni biologi. Program ini mencakup
matrikulasi pedagogi, workshop penyusunan silabus dan RPP, peer teaching
dan praktek mengajar di sekolah.
2. PCK calon guru adalah kemampuan calon guru dalam menentukan
konsep-konsep esensial dan bagaimana membelajarkannya dengan
mempertimbangkan keadaan siswa, keadaan fasilitas, strategi mengajar, dan
asesmen. PCK diukur dengan menggunakan CoRe, PaP-eRs, observasi praktik
mengajar dan wawancara.
Pola Perkembangan PCK calon guru
Model tentatif untuk pengembangan PCK calon
guru biologi
Setelah workshop
Setelah peerteaching
53
Yenny Anwar, 2014
Perkembangan Pedagogical Content Knowledge (Pck) Calon Guru Biologi Pada Peserta Pendekatan Konsekutif Dan Pada Peserta Pendekatan Konkuren
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
3. Perkembangan PCK merupakan perkembangan kemampuan peserta yang
diukur sejak mengikuti program PPG hingga menyelesaikan program tersebut
(peserta konsekutif). Bagi peserta konkuren, merupakan perkembangan
kemampuan peserta pada tingkat yang berbeda yang diukur secara cross
sectional dari mahasiswa tingkat I hingga tingkat IV.
4. Representasi Konten merupakan kemampuan calon guru dalam menguraikan
konsep-konsep atau materi penting dalam mengajarkan suatu topik tertentu
yang ditandai dengan jawaban atas beberapa pertanyaan yang mencakup
aspek konten materi tertentu terkait dengan siswa, strategi mengajar dan
bagaimana penilaiannya yang diperoleh dari hasil CoRe dan observasi praktik
mengajar.
5. Representasi Pedagogi merupakan kemampuan calon guru dalam
menyampaikan konten dengan menggunakan strategi yang tepat dalam proses
belajar mengajar yang dilihat dari hasil PaP-eRs, dan wawancara, sedangkan
bagi peserta konsekutif representasi pedagogi juga dilihat hasil dari observasi
praktik mengajar.
E.Instrumen Penelitian
Beberapa jenis instrumen yang digunakan sebagai alat pengumpul data dalam
penelitian ini yaitu, perangkat isian terkait materi transportasi zat, berupa lembar
(Resouce Folio) CoRe dan PaP-eRs yang akan dinilai dengan rubrik penilaian dan
penskoran serta pedoman wawancara terkait CoRe dan PaP-eRs yang mereka buat
dan proses pembelajaran yang telah mereka lakukan, yang tampak pada Tabel 3.7.
Tabel 3.7. Instrumen Penelitian
No Instrumen Data yang dikumpulkan
1 Lembar Penilaian CoRe dan PaP-eRs.
54
Yenny Anwar, 2014
Perkembangan Pedagogical Content Knowledge (Pck) Calon Guru Biologi Pada Peserta Pendekatan Konsekutif Dan Pada Peserta Pendekatan Konkuren
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
padagogi.
2 Lembar Observasi Proses pelaksanaan yang
mencakup kegiatan matrikulasi,
Kemampuan PCK ini diukur dengan menggunakan lembar penilaian CoRe
dan PaP-eRs (lihat Lampiran 1) yang diadaptasi dari CoRe dan PaP-eRs yang
dikembangkan oleh Loughran (2012). Indikator penilaian CoRe dan PaP-eRs
diperoleh dari hasil CoRes dan PaP-eRs yang dibuat oleh guru saat dilakukan studi
pendahuluan. Penilaian CoRe dengan memberikan rentang skor 1-4 untuk setiap
jawaban dari masing-masing pertanyaan. Sementara itu penilaian PaP-eRs didasarkan
pada dasar pemilihan metode/strategi mengajar, alasan pemilihan suatu
metode/strategi mengajar, dan kemampuan calon guru mengaitkan metode/strategi
dengan konsep esensial. Skor untuk pemilihan strategi dan alasan penggunaannya,
masing-masing diberi rentang skor 1-4, yang kemudian akan dikalikan dengan
kemampuan mereka mengaitkan kedua aspek tersebut dengan materi (lihat Lampiran
2).
55
Yenny Anwar, 2014
Perkembangan Pedagogical Content Knowledge (Pck) Calon Guru Biologi Pada Peserta Pendekatan Konsekutif Dan Pada Peserta Pendekatan Konkuren
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Instrumen ini berisi catatan lapangan tentang hal-hal yang terjadi di lapangan
selama penelitian, yang antara lain mencakup : (a) Materi yang dibahas dalam
matrikulasi dan workshop; (b) pelaksanaan workshop; (c) pelaksanaan peer teaching;
(d) pelaksanaan praktik mengajar. Catatan lapangan ini digunakan untuk perbaikan
atau sebagai informasi tambahan dalam penelitian.
3. Pedoman wawancara
Pedoman wawancara ini dikembangkan berdasarkan hasil CoRe dan PaP-eRs
yang mereka buat, yang mencakup; pertimbangan dalam pemilihan konsep yang akan
disajikan dalam pembelajaran, pertimbangan pemilihan strategi magajar,
pertimbangan cara menilai pemahaman siswa. wawancara ini digunakan untuk lebih
memperjelas hasil CoRe dan PaP-eRs yang telah mereka hasilkan.
F. Prosedur dan Teknik Pengolahan Data
Data hasil penelitian dianalisis dengan teknik Deskriptif kualitatif dan
kuantitatif dengan menggunakan desain konkuren triangulasi (Creswell, 2007).
Proses pengumpulan data dan analisis data dilakukan secara terus menerus melalui
analisis dan re-analisis, sehingga diperoleh hasil perkembangan kemampuan PCK
secara menyeluruh dan proses pelaksanaan yang utuh. Hasil yang diperoleh dapat
memberikan suatu gambaran perkembangan PCK calon guru yang kemudian akan
56
Yenny Anwar, 2014
Perkembangan Pedagogical Content Knowledge (Pck) Calon Guru Biologi Pada Peserta Pendekatan Konsekutif Dan Pada Peserta Pendekatan Konkuren
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Pola perkembangan PCK Analisis
kurikulum
Program Konsekutif
Program Konkuren
Gambar 3.3. Prosedur analisis data Concurrent triangulatin design Model Tentatif Pngembangan PCK Calon Guru