ANALISIS PENDAPAT EMPAT MAZHAB TENTANG ZAKAT FITRAH DENGAN UANG TUNAI - Raden Intan Repository
Teks penuh
Dokumen terkait
ketidaktahuan dan keengganan orang kaya yang seharusnya mengeluarkan zakatnya inilah keberadaan amil (pengurus zakat) diperlukan. Posisi amil di sini
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pandangan Islam tentang konsep memberi sedekah, fakir miskin dan pengemis, juga larangan memberi sedekah kepada pengemis
Berdasarkan Penjelasan dalam Bab II bahwa Yusuf al-Qaradhawi dalam bukunya Fiqih Zakat, menyatakan bahwa seseorang yang ditunjuk sebagai amil zakat atau mengelola zakat,
Lembaga ini berdiri pada 31 Maret 2006, dan memiliki kegiatan menyalurkan dana zakat kepada mustahiq yang disebutkan dalam Al-Quran (Qs- At-Taubah : 60) terdiri dari delapan
Non-muslim yang fakir dan miskin lah yang diperbolehkan untuk menerima zakat fitrah, dan non- muslim yang dimaksud tidak dapat diklasifikasikan dalam golongan muallaf
Hasil yang didapat dari penelitian ini adalah pendapat Yusuf Qardhawi mengenai media cetak sebagai mustahik zakat dari kelompok fi sabilillah sudah sesuai dan
Pendapat ini dipegang pula oleh Imam Hadi, Qashim dan Abu Thalib, di mana mereka mengatakan bahwa zakat fitrah itu hanyalah diberikan kepada fakir miskin saja,
yang dapat meringankan kehidupan orang miskin, ketentuan Imam Malik dalam penafsiran zakat adalah haknya harta yang harus dikeluarkan untuk orang-orang miskin disisi lain