• Tidak ada hasil yang ditemukan

FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS SEBELAS MARET BAHAN KULIAH KD 3 HUKUM ACARA PERDATA. Hukum Acara Perdata, FH UNS

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS SEBELAS MARET BAHAN KULIAH KD 3 HUKUM ACARA PERDATA. Hukum Acara Perdata, FH UNS"

Copied!
40
0
0

Teks penuh

(1)

BAHAN KULIAH KD 3

BAHAN KULIAH KD 3

BAHAN KULIAH KD 3

BAHAN KULIAH KD 3

FAKULTAS HUKUM

UNIVERSITAS SEBELAS MARET

BAHAN KULIAH KD 3

BAHAN KULIAH KD 3

BAHAN KULIAH KD 3

BAHAN KULIAH KD 3

(2)

PROSEDUR MEDIASI DI PENGADILAN

• Dasar Hukum : Pasal 130 HIR Pasal 154 RBg

PERMA No. 1 tahun 2008 tentang Prosedur PERMA No. 1 tahun 2008 tentang Prosedur Mediasi Di Pengadilan

(3)

Definisi

Mediasi

adalah cara penyelesaian sengketa melalui proses perundingan untuk

memperoleh kesepakatan para pihak dengan dibantu oleh mediator

(4)

RUANG LINGKUP DAN KEKUATAN BERLAKU PERMA 1 2008

• PERMA ini hanya berlaku untuk mediasi yang terkait dengan proses berperkara Perdata di Pengadilan.

• Setiap mediator / hakim mediator dan para pihak wajib

mengikuti prosedur penyelesaian sengketa melalui mediasi yang diatur dalam PERMA ini.

• Tidak menempuh prosedur mediasi berdasarkan Peraturan ini

• Tidak menempuh prosedur mediasi berdasarkan Peraturan ini merupakan pelanggaran terhadap ketentuan Pasal 130 HIR dan atau Pasal 154 Rbg yang mengakibatkan putusan batal demi hukum.

• Hakim dalam pertimbangan putusan perkara wajib

(5)

Jenis Perkara yang dimediasi

Semua perkara Perdata di PN dan PA, kecuali perkara yang diselesaikan melalui :

• prosedur pengadilan niaga

• pengadilan hubungan industrial

• pengadilan hubungan industrial

• keberatan atas putusan Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen

• keberatan atas putusan Komisi Pengawas Persaingan Usaha

(6)

YG DAPAT MENJADI MEDIATOR

• HAKIM

• MEDIATOR SELAIN HAKIM YG MEMILIKI SERTIFIKAT MEDIATOR

(7)

TAHAP PRA MEDIASI

• Pada sidang Pertama, para pihak memilih Mediator atas kesepakatan bersama

• Apabila dlm 5 hari kerja para pihak tidak

sepakat dalam memilih mediator, Mediator di sepakat dalam memilih mediator, Mediator di pilih oleh Ketua Majelis

(8)

TAHAP MEDIASI

• Proses mediasi pada asasnya tertutup kecuali para pihak menghendaki lain

• Mediasi dpt dilakukan max. dlm 40 hari kerja, jika tidak cukup dapat di tambah 14 hari kerja

• Paling lambat 5 hari setelah penunjukan Mediator, para • Paling lambat 5 hari setelah penunjukan Mediator, para

(9)

PELAKSANAAN MEDIASI

• MEDIATOR HAKIM

– Mediasi dilaksanakan di Pengadilan – GRATIS, tidak dikenakan biaya

• MEDIATOR NON HAKIM

• MEDIATOR NON HAKIM

– Dapat dilaksanakan di luar Pengadilan – Ada biaya untuk jasa mediator

(10)

• Sangat dianjurkan pihak materiil datang langsung

• Mediator mengupayakan perdamaian

• Jika diperlukan dilakukan KAUKUS

• Jika diperlukan dilakukan KAUKUS

(11)

JIKA TERJADI PERDAMAIAN

• Para pihak dapat membuat akta perdamaian, yang kemudian diminta kepada Majelis Hakim memutus sesuai dengan ini Putusan

damai/akta Perdamaian, atau

• Para pihak dapat mencabut gugatan yg telah diajukan

• Khusus perkara cerai, perdamaian dgn cara mencabut gugatan

(12)

• Mediator berwenang menyatakan mediasi gagal dan memberitahukan kepada majelis hakim

• Setelah menerima surat pemberitahuan tsb,

• Setelah menerima surat pemberitahuan tsb, majelis hakim melanjutkan pemeriksaan

(13)

KETERPISAHAN PROSES MEDIASI DARI LITIGASI

• Pemeriksaan mediasi terpisah dari litigasi

• Jika Mediasi gagal, seluruh

pernyataan,pengakuan, bukti2 yang diajukan pada proses mediasi tidak boleh diajukan

pada proses mediasi tidak boleh diajukan dalam sidang litigasi

• Catatan Mediator wajib dimusnahkan

• Mediator tdk boleh menjadi saksi dlm perkara tsb.

(14)

PERDAMAIAN DI TINGKAT BANDING / KASASI / PENINJAUAN KEMBALI

Mediasi dapat dilakukan selama putusan

belum dijatuhkan

Keinginan bermediasi harus disampaikan

secara tertulis

secara tertulis

MAjelis Hakim pemeriksa perkara

(15)

KESEPAKATAN DILUAR PENGADILAN

• Pihak yg bersengketa dan telah mencapai

kepepakatan damai dapat mendaftarkan akta perdamaiannya dgn mengajukan GUGATAN

• Gugatan dilampiri bukti hubungan hukum &

• Gugatan dilampiri bukti hubungan hukum & akta perdamaian

• Hakim memutus dengan Putusan damai/Akta Perdamaian

(16)

KELEBIHAN PUTUSAN DAMAI/AKTA PERDAMAIAN

Putusannya berkekuatan hukum tetap

Tidak ada upaya hukum

Dapat langsung dieksekusi

(17)

PENCABUTAN DAN PERUBAHAN GUGATAN

(18)

PERUBAHAN GUGATAN

Perubahan gugatan akan mempengaruhi

kepentingan Tergugat, krn perubahan itu akan mempersulit Tergugat dalam pembelaannya dan menghambat jalannya persidangan.

Tergugat akan lebih diuntungkan jika tidak ada perubahan atas gugatan yg telah diajukan

(19)

WAKTU PENGAJUAN PERUBAHAN GUGATAN

• Dilakukan sebelum pembacaan Gugatan

(20)

PERUBAHAN GUGATAN

• Tidak boleh merubah pokok perkara (peristiwa yg menjadi dasar tuntutan)

• Tidak boleh menambah tuntutan

• Perngurangan tuntutan dibolehkan

(21)

ALASAN PENCABUTAN GUGATAN

• Tergugat telah memenuhi tuntutan Penggugat.

(22)

WAKTU PENCABUTAN GUGATAN

• Dilakukan sebelum perkara diperiksa di persidangan, atau

• Sebelum Tergugat mengajukan jawaban

TIDAK PERLU PERSETUJUAN TERGUGAT

• Sesudah Tergugat mengajukan jawaban • Sesudah Tergugat mengajukan jawaban

(23)

Permasalahan :

• Mengapa pencabutan setelah Tergugat

mengajukan Jawaban harus seijin Tergugat ?

• Dapatkah Tergugat menolak pencabutan Gugatan ? Mengapa?

Gugatan ? Mengapa?

• Apa akibat hukumnya pencabutan sebelum Tergugat mengajukan Jawaban dan Sesudah mengajukan Jawaban ?

(24)

Penggabungan beberapa gugatan dalam 1 gugatan.

Penggabungan beberapa subjek atau objek dalam satu gugatan

KUMULASI GUGATAN

dalam satu gugatan

SUBJEKTIF KUMULASI

(25)

Mewujudkan peradilan yg sederhana

Menghindari putusan yg saling

bertentangan

TUJUAN KUMULASI

(26)

Terdapat hubungan yg erat

Terdapat hubungan hukum

(27)

• Dalam gugatan ada lebih dari 1 penggugat dan/atau lebih dari 1 Tergugat

– Dapat terjadi beberapa Penggugat menggugat 1 Tergugat, atau

KUMULASI SUBJEKTIF

menggugat 1 Tergugat, atau

– 1 Penggugat menggugat beberapa Tergugat, atau

– Beberapa Penggugat menggugat beberapa Tergugat

(28)

Penggugat mengajukan lebih dari 1

tuntutan sekaligus dlm 1 gugatan

Subjeknya harus sama

KUMULASI OBJEKTIF

(29)

Masuknya pihak ke III dalam gugatan

yg sedang berlangsung.

Pasal 279 – 282 Rv.

INTERVENSI

Pasal 279 – 282 Rv.

Pihak yg melakukan intervensi

disebut sebagai

INTERVENIEN

(30)

1. VOEGING : menempatkan diri di samping

salah satu pihak bersama-sama dengan pihak menghadapi pihak yang lain

2. TUSSENKOMST : (mencampuri

INTERVENSI ADA 2 JENIS

2. TUSSENKOMST : (mencampuri

/menempatkan diri) di tengah - tengah

antara ke dua belah pihak / tidak memihak, untuk kepentinganya sendiri.

(31)

VOEGING : TUSSENKOMST:

Atas inisiatif Pihak III sendiri

Atas inisiatif Pihak III sendiri

Menggabungkan diri kepada salah 1 pihak yg berperkara

Tidak memihak/ membela

kepentingannya sendiri.

(32)

Masuknya pihak III bukan karena

keinginan pihak III sendiri, tapi ditarik

oleh Tergugat untuk ikut

VRIJWARING

oleh Tergugat untuk ikut

menanggung.

(33)

Voeging dan Tussenkomst : intervenien mengajukan gugatan untuk ikut masik dlm perkara yg sedang

berlangsung

Vrijwaring : Tergugat dlm jawabannya memohon kepada hakim agar menarik pihak III masuk dlm perkara yg sedang

CARA MENGAJUKAN

hakim agar menarik pihak III masuk dlm perkara yg sedang diperiksa.

• Hakim akan memberikan putusan sela yg memutuskan menerima/menolak Voeging, Tussenkomst atau Vrijwaring

(34)

Tergugat “DAPAT” mengajukan

jawaban, untuk membantah

Gugatan Penggugat.

J

A

W

A B

A

N

Gugatan Penggugat.

Tergugat tidak wajib mengajukan

Jawaban. Tapi memiliki hak untuk

mengajukan JAWABAN

(35)

EKSEPSI

(jika ada)

KONPENSI

REKONPENSI

Jawaban dapat berisi :

(36)

TANGKISAN/BANTAHAN DILUAR POKOK

PERKARA

(37)

OBSCUUR LIBELDECLINATOIRDISQUALIFICATOIRPEREMTOIR

Jenis

E

K

S

E

P

S

I

PEREMTOIRDILATOIR

EXEPTIO PLURIUM LITIS CONSORTIUM

(38)

Gugatan kabur, tidak jelas dan pasti. Yg dimaksut gugatan kabur adalah :

• Dalil gugatan/posita/fundamental petendi tidak mempunyai dasar hukum yg jelas

O B S C U U R L I B E L

mempunyai dasar hukum yg jelas • Uraian gugatan tidak konsisten • Tidak jelas objek sengketanya • Petitum tidak jelas

(39)

• Sifat Eksepsi declinatoir adalah yang

mengelakan. Eksepsi ini bertujuan agar Hakim menyatakan diri tidak berwenang mengadili perkara.

D E C L I N A T O I R

perkara.

• Eksepsi tentang Kompentensi baik Relatif maupun Kompetensi Absolut.

(40)

Eksepsi Kompetensi Relatif :

PN tidak berwenang mengadili, seharusnya diadili oleh PN di wilayah lain.

Eksepsi Kompetensi Absolut : PN tidak berwenang mengadili, yg berwenang mengadili adalah peradilan lain, (PA, PTUN)

lain, (PA, PTUN)

Hakim dapat menyatakan diri tdk berwenang scr Absolut,

Referensi

Dokumen terkait

Semua variabel yang digunakan dalam penelitian ini (pendapatan permanen, pendapatan semen- tara, umur kepala rumah tangga, pendidikan kepala rumah tangga, jenis pekerjaan,

Dari hasil analisis data dapat diketahui bahwa terdapat perbedaan antara kurs Rp/US$ sebelum kenaikan BBM 1 Oktober 2005 dan sesudah kenaikan harga BBM 1 Oktober 20051. Nilai kurs

Dengan demikian, MPR di masa yang akan datang tidak dapat lagi menerbitkan Ketetapan MPR yang bersifat mengatur (regaling), maka Ketetapan MPR yang selama Ini berada dalam tata

Praktik Pengalaman Lapangan adalah semua kegiatan kurikuler yang harus dilakukan oleh mahasiswa praktikan, sebagai pelatihan untuk menerapkan teori yang diperoleh dalam

4. memperkokoh rasa cinta tanah air, sehingga tidak mudah dijajah oleh bangsa lain. Banyak hal yang dapat kamu lakukan untuk menunjukkan bahwa kamu bangga menjadi

Juka nantu Esat tsawan 15 Uwi 1988 amunam enentai jukma tama 203 umpuarma arantuktinian apujna unuimiatainiun nui nerentin ajasmiayi Tarimiat Aents Ekuatrnum jimiara Chicham

Keefiktifan pembelajaran yang memberi pengaruh signifikan terhadap hasil belajar dari model direct instruction telah dibuktikan oleh beberapa peneliti terdahulu yang

Perbedaan penelitian ini dengan penelitian tesis tersebut adalah metode yang digunakan dalam penetian ini merupakan penelitian hukum normatif yang menjadikan