• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB III METODE PENELITIAN"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

25

BAB III

METODE PENELITIAN

3.1 Desain Penelitian

Desain penelitian yang dilakukan adalah sebagai berikut.

Tabel 3.1 Desain Penelitian

TUJUAN PENELITIAN JENIS PENELITIAN METODE PENELITIAN

UNIT ANALISIS TIME HORIZON

T-1 T-2 Asosiatif Asosiatif Survey Survey Individual Individual Cross Sectional Cross Sectional

3.2 Operasional Variabel Penelitian

Skala yang digunakan dalam metode penelitian ini adalah skala Likert. Disebutkan dalam buku Riduwan (2011, p20) skala Likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat dan persepsi seseorang atau sekelompok tentang kejadian atau gejala social. Dalam penelitian gejala sosial ini telah ditetapkan secara spesifik oleh peneliti, yang selanjutnya disebut variable penelitian.

Dengan menggunakan skala Likert, maka variabel yang akan diukur dijabarkan menjadi dimensi, dimensi dijabarkan menjadi sub variable kemudian sub variable dijabarkan lagi menjadi indicator-indikator yang terukur ini dapat dijadikan titik tolak untuk membuat item instrument yang berupa pertanyaan atau pernyataan

(2)

26

yang perlu dijawab oleh responden. Setiap jawaban dihubungkan dengan bentuk pernyataan atau dukungan sikap yang diungkapkan dengan kata-kata sebagai berikut.

Pernyataan Positif Pernyataan Negatif

Sangat Setuju (SS) = 5 Sangat Setuju (SS) = 5

Setuju (S) = 4 Setuju (S) = 4

Netral (N) = 3 Netral (N) = 3

Tidak Setuju (TS) = 2 Tidak Setuju (TS) = 2

Sangat Tidak Setuju (STS) = 1 Sangat Tidak Setuju (STS) = 1

Skala ini mengukur tingkat persetujuan atau ketidak setujuan responden terhadap serangkaian pernyataan yang mengukur suatu objek. Skala ini dikembangkan Rensis Likert dan biasanya memiliki 5 atau 7 kategori dari “Sangat Setuju” sampai “Sangat Tidak Setuju”. Skala Likert banyak digunakan dalam riset-riset SDM yang menggunakan metode survey untuk mengukur sikap karyawan, persepsi karyawan, tingkat kepuasan karyawan, atau mengukur perasaan karyawan yang lain. Skala Likert dapat dikategorikan sebagai skala interval. (Istijanto, 2010, p87)

(3)

27

Tabel 3.2 Operasional Variabel Penelitian

Variabel Konsep Variabel Indikator Ukuran Model Pemberdayaan SDM (X) Pemberdayaan merupakan hubungan antar personal yang berkelanjutan untuk membangun kepercayaan antara karyawan dan

manajemen. (Suwatno & Donni Juni Priansa, 2011, p182-183)

• Desire

• Trust

- Pekerja diberi kesempatan untuk

mengidentifikasikan permasalahan yang sedang berkembang

- Memperkecil directive personality

dan memperluas keterlibatan perkerja

- Mendorong terciptanya perspektif

baru dan memikirkan strategi kerja

- Menggambarkan keahlian tim dan

melatih karyawan untuk

mengawasi sendiri (self control)

- Memberi kesempatan pada

karyawan untuk berpartisipai dalam pembuatan kebijakan

- Menyediakan waktu dan sumber

daya yang mencukupi bagi karyawan dalam menyelesaikan kerja

(4)

28

• Confident

• Credibility

- Menyediakan pelatihan yang

mencukupi bagi kebutuhan kerja

- Menghargai perbedaan

pandangan dan menghargai kesuksesan yang diraih karyawan

- Menyediakan akses informasi

yang cukup

- Mendelegasikan tugas yang

penting kepada karyawan

- Menggali ide dan saran dari

karyawan

- Memperluas tugas dan

membangun jaringan antar departemen

- Menyediakan jadwal job

instruction dan mendorong penyelesaian yang baik

- Memandang karyawan sebagai

partner strategis

- Peningkatan target di semua

bagian perkerjaan

- Memperkenalkan inisiatif individu

(5)

29

• Accountab ility • Communic ation melalui partisipasi - Membantu menyelesaikan perbedaan-perbedaan dalam penentuan tujuan dan prioritas

- Menggunakan jalur training dalam

mengevaluasi kinerja karyawan

- Memberikan tugas yang jelas dan

ukuran yang jelas

- Melibatkan karyawan dalam

penentuan standard dan ukuran

- Memberikan bantuan kepada

karyawan dalam penyelesaian beban kerja

- Menyediakan periode dan waktu

pemberian feedback

- Menetapkan kebijakan open door

communication

- Menyediakan waktu untuk

mendapatkan informasi dan mendiskusikan permasalahan secara terbuka

- Menciptakan kesempatan untuk

(6)

30

Nilai Organisasi (Y)

Nilai-nilai organisasi adalah apa yang secara actual memang menjadi pratek dari organisasi tersebut. Apa yang disaksikan, diyakini, dipercaya, dilakukan dan dipraktekan oleh para karyawan di organisasi ini

merupakan nilai-nilai rill (nyata) (http://sscnco.com/Ima ges/pdf/Nilai-Nilai%20Dasar%20Fond asi%20Organisasi%20-%20Apr%2004.pdf) - Tata nilai organisasi yang unggul

- Keunggulan yang berbasis pada

kepentingam pelanggan

- Fokus pada masa depan

- Tanggung jawab pada

masyarakat

- Fokus pada hasil dan nilai

Ordinal

3.3 Jenis dan Sumber Data Penelitian

Berdasarkan pendapat Istijanto (2010, p133), Dalam riset, kegiatan pengumpulan data sering kali disebut kerja lapangan (field work). Untuk mengumpulkan data dilapangan, penriset perlu mengacu kembali kepada desain riset

(7)

31

yang telah ditetapkan sebelumnya, misalnya dalam hal pengambilam sampel merujuk pada rencana yang tertuang dalam desain riset atau proposal riset. Pengumpulan data ini memiliki berbagai bentuk. Untuk riset eksploratori, kegiatan pengumpulan data bisa meliputi pencarian data di perpustakaan atau lembaga-lembaga yang terkait dengan topic riset, pelaksanaan diskusi grup terfokus, atau wawancara dengan karyawan. Perkerjaan pengumpulan data untuk riset deskriptif bisa berupa menyebar kuesioner yang dibagikan (untuk survey), atau mengamati dan mencatat perilaku karyawan atau objek yang diamati (untuk observasi). Untuk riset kausal, kerja lapangan menyangkut tindakan mengubah variable independen, mengamati dan mencatat perubahan yang terjadi pada variable dependen.

3.4 Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah sebagai berikut :

1. Library research

Studi yang dilakukan dengan cara mempelajari buku, referensi, dan jurnal yang relevan dengan permasalahan yang diteliti. Studi kepustakaan ini dimaksudkan untuk memperoleh data sekunder dan landasan teori sebagai bahan untuk studi perbandingan.

2. Field Researh

Data dihimpun secara langsung dengan menggunakan kuesioner, dan wawancara secara langsung dengan responden.

• Wawancara

Melakukan tanya jawab dengan pihak perusahaan mengenai segala sesuatu yang berkaitan dengan masalah yang akan dibahas.

(8)

32

Merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara menyebarkan kuesioner daftar pertanyaan yang berkaitan dengan cara menyebarkan kuesioner daftar pertanyaan yang berkaitan dengan masalah yang dibahas.

3.5 Metode Analisis

Alat analisa data yang digunakan peneliti menggunakan uji statistik regresi linier dengan menggunakan alat sofware SPSS sebagai pengolah data. Setelah data dikumpulkan, maka dilakukan analisis dengan metode sebagai berikut:

Tabel 3.3 Metode Analisis

TUJUAN PENELITIAN TEKNIK ANALISIS

T-1 Regresi T-2 Regresi

Penggunaan dan pengukuran kuisioner menggunakan metode pengukuran skala ordinal dan diukur dengan ketentuan skala likert. Skala likert merupakan skala yang digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang kejadian atau gejala sosisal. Dalam penelitian ini gejala sosial ini telah ditetapkan secara spesifik oleh peneliti, yang disebut sebagai variabel penelitian. Variabel dalam penelitian ini terdiri dari :

- Variabel X (bebas) = Model Pemberdayaan SDM - Variabel Y (terikat) = Nilai Organisasi

Dengan mengggunakan skala likert, maka variabel yang akan diukur dijabarkan menjadi dimensi, dimensi dijabarkan menjadi indikator-indikator yang

(9)

33

dapat diukur. Setiap jawaban dihubungkan dengan bentuk pertanyaan atau dukungan sikap yang diungkapkan dalam kata-kata sebagai berikut :

• Sangat setuju : berbobot 5

• Setuju : berbobot 4

• Ragu-ragu : berbobot 3

• Tidak setuju : berbobot 2

• Sangat tidak setuju : berbobot 1

Bobot dari setiap jawaban kuesioner akan diuji validitas, reliabilitas, dan normalitasnya untuk mengetahui apakah kuesioner sesuai dengan sasaran yang ingin dicapai. Menurut Riduwan (2007, p109-110), validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat keandalan atau kesahihan suatu alat ukur, dimana alat ukur dalam penelitian ini adalah kuesionerUntuk menghitung validitas alat ukur digunakan rumus : Dimana : r = koefisien kolerasi N = jumlah data X = variabel bebas Y = variabel terikat

(∑X)² = kuadrat jumlah skor total X (∑Y)² = kuadrat jumlah skor total Y

∑X² = jumlah kuadrat skor total X

∑Y² = jumlah kuadrat skor total Y

(10)

34

• Jika rhitung positif, serta rhitung > rtabel, maka butir atau variabel tersebut valid

• Jika rhitungpositif, serta rhitung< rtabel, maka butir atau variabel tersebut tidak

valid

• Jika rhitung> rtabel, tapi bertanda negatif, maka butir atau variabel tersebut

tidak valid

Jika instrumen itu valid, maka dilihat kriteria penafsiran mengenai indeks kolerasinya (r) sebagai berikut :

• Antara 0,000 – 0,199 : sangat rendah

• Antara 0,200 – 0,399 : rendah

• Antara 0,400 – 0,599 : cukup tinggi

• Antara 0,600 – 0,799 : tinggi

• Antara 0,800 – 1,000 : sangat tinggi

Sementara untuk menguji kebenaran data maka dengan menggunakan uji realibilitas. Uji reliabilitas merupakan karakter utama instrumen pengukuran, karena pengukuran yang memiliki reliabilitas tinggi yaitu pengukuran yang mampu memberikan hasil ukur yang tepercaya (reliabel). reliabel disebut juga keterpercayaan, keterandalan, keajegan, konsistensi, kestabilan dan sebagainya. Pengujian reliabillitas dilakukan untuk menilai konsistensi dan stabilitas instrumen penelitian dengan menggunakan koefisien Cronbach Alpha. Instrumen dianggap

reliabel apabila Cronbach Alpha > 0.6. Perkiraan Cronbach Alpha juga menunjukkan

kepada kita bagaimana tingginya butir-butir dalam kuesioner berkolerasi atau berinteraksi.

Dasar pengambilan keputusannya adalah sebagai berikut (Santoso, 2000,

p250) :

(11)

35

• Jika ralpha positif dan ralpha < rtabel, maka butir atau variabel tersebut tidak

reliabel

• Jika ralpha > rtabel tapi bertanda negatif, maka butir atau variabel tersebut

tidak reliabel

Untuk menguji data terdistribusi normal maka menggunakan uji normalitas. Pengujian normalitas mempunyai tujuan untuk mengtahui apakah dalam sebuah model regresi baik variabel terikat (independent variable ) mempunyai distribusi yang normal ataupun tidak. Model regresi yang baik adalah distribusi data variabel terikat adalah normal atau mendekati normal. Pengujian normalitas dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov. Jika nilai signifikansinya l ebih besar dari 0,05 maka data distribusi tersebut dinyatakan normal.

Adapun kriteria pengujian normalitas adalah sebagai berikut :

• Jika angka signifikansi Uji Kolmogorov-Smirnov Sig > 0,05 maka data

berdistribusi normal

• Jika angka signifikansi Uji Kolmogorov-Smirnov Sig < 0,05 maka data

berdistribusi tidak normal

Untuk mengetahui hubungan variable menggunakan uji statistic regresi

linier. Regresi adalah suatu proses memperkirakan secara sistematis tentang apa

yang paling mungkin terjadi dimasa yang akan datang berdasarkan informasi masa lalu dan sekarang yang dimiliki agar kesalahannya dapat diperkecil. (Riduwan dan Kuncoro, 2011, p83-84).

Kegunaan dalam penelitian salah satunya adalah untuk meramalkan (memprediksi) variabel terikat (Y) apabila variabel bebas (X) diketahui. Asumsi-asumsi model regresi terpusat pada (1) data yang dianalisis jenis data interval dan ratio, (2) data yang dipilih secara acak (random), (3) data yang dihubungkan

(12)

36

distribusi normal, (4) data yang dihubungkan berpola linier, (5) data yang dihubungkan mempunyai pasangan yang sama sesuai dengan subjek yang sama. Persamaan regresi sederhana adalah :

Y = a+bx

Dimana :

a = Y pintasan (nilai Y bila X = 0)

b = kemiringan dari garis regresi (kenaikan atau penurunan Y untuk

setiap perubahan satuan X) atau koefisien regresi, yang mengukur

besarnya pengaruh X terhadap Y kalau X naik satu unit.

X = nilai tertentu dari variabel bebas

Y = nilai yang ditukar atau dihitung pada variabel tidak bebas

Jadi, analisis regresi ganda akan dilakukan jika jumlah variabel

independentnya minimal dua.

3.6 Rancangan Uji Hipotesis

Sesuai tujuan penelitian hipotesisi yang di uji adalah Model Pemberdayaan

SDM berpengaruh secara signifikan terhadap Nilai Organisasi.

Pengujian hipotesisnya :

a. Formulasi Hipotesa

- Ho : b = 0, tidak terdapat pengaruh hubungan antara X terhadap Y

- Ho : b ≠ 0, terdapat pengaruh hubungan antara Xterhadap Y

b. Menentukan uji statistika

- Dalam menggunakan uji statistika digunakan cara perhitungan SPSS 17.0.

(13)

37

- Y = nilai variabel dependen (Nilai Organisasi)

- X = variabel independen dua yang digunakan untuk memprediksi nilai

variabel dependen (Nilai Organisasi)

Rancangan uji hipotesis ini disajikan berdasarkan tujuan penelitian. Tingkat kepercayaan yang digunakan adalah 95%, sehingga tingkat presesi atau batas

ketidakakuratan sebesar α = 5% = 0.05. Jadi ukuran uji statistic menggunakan

tingkat signifikasi dibandinkan dengan hasil nilai signifikasi regresi yang di hasilkan

oleh SPSS.

Dasar pengambilan keputusan:

Sig ≥ 0.05 maka H0 diterima dan Ha ditolak.

Sig ≤ 0.05 maka H0 ditolak dan Ha diterima.

Keterangan :

X: Model Pemberdayaan SDM

Y : Nilai Organisasi

Penelitian akan diarahkan ke hipotesis sebagai berikut :

Mencari pengaruh antara Model Pemberdayaan SDM (X) terhadap Nilai Organisasi (Y)

• H0 : Model Pemberdayaan SDM berpengaruh secara signifikan terhadap

Nilai Organisasi

• H1 : Model Pemberdayaan SDM tidak berpengaruh secara signifikan

Gambar

Tabel 3.1 Desain Penelitian
Tabel 3.2 Operasional Variabel Penelitian
Tabel 3.3 Metode Analisis

Referensi

Dokumen terkait

Harus dibentuk suatu Komite Eropa untuk Pencegahan Penyiksaan dan Perlakuan atau Penghukuman yang Tidak Manusiawi dan Merendahkan Martabat (yang selanjutnya disebut sebagai

Berdasarkan penelitian yang dilakukan tentang angka kejadian stomatitis yang diduga sebagai denture stomatitis pada pengguna gigi tiruan lepasan akrilik di

Berdasarkan penelitian yang telah diperoleh maka dapat ditarik kesimpulan adanya pengaruh yang signifikan dari model latihan dengan permainan target terhadap

2. Khudzaifah Dimyati, SH, M.Hum, Direktur Program Pasca Sarjana Universitas Muhammadiyah Surakarta yang telah memberi ijin kepada penulis untuk mengadakan penelitian. Sutama,

Selanjutnya, dari simpulan tersebut, maka dapat dijabarkan beberapa saran, yakni (1) Bahwa pengembangan kepariwisataan perlu dilakukan secara terencana dan

Penularan kuman infeksius penyebab diare ditularkan melalui Face-Oral kuman tersebut dapat ditularkan bila masuk ke dalam mulut melalui makanan, minuman atau benda yang

Puji Syukur kehadirat Allah SWT yang senantiasa melimpahkan rahmad dan hidayahNya, sholawat serta salam kepada Nabi Muhammad SAW sehingga penulis dapat

Berdasarkan diagram diatas dapat disimpulkan bahwa sebagian besar responden memiliki penilaian citra merek yang baik akan produk Catrice, lebih dari seperemat