TE 226 - Sistem Linier
Jimmy Hasugian
Electrical Engineering - Maranatha Christian University [email protected] - http://wp.me/p4sCVe-g
Sinyal Waktu-Kontinu, Sinyal Waktu-Diskrit Sinyal Genap, Sinyal Ganjil
Sinyal Periodik, Sinyal Non-periodik Sinyal Deterministik, Sinyal Acak Sinyal Energi, Sinyal Daya
2 Operasi Dasar Sinyal
Operasi pada Variabel Tak-bebas Operasi pada Variabel Bebas Beberapa Sinyal Dasar
3 Sifat-sifat Sistem
Stability Memory
Causality & Invertibility Time Invariance
Klasifikasi Sinyal
Klasifikasi Sinyal
Sinyal didefinisikan sebagai sebuah besaran fisik (physical quantity) yang berubah terhadap waktu, ruang, atau variabel bebas lainnya. Besaran fisik tersebut biasanya berisi informasi tentang perilaku sebuah fenomena. Sebagai contoh, pada rangkaian RC, sinyal dapat saja menyatakan besarnya tegangan yang ada pada kapasitor ataupun arus yang melalui resistor.
Dalam slide ini dipaparkan 5 (lima) metode dalam mengklasifikasikan
Salah cara dalam mengklasifikasikan sinyal adalah dengan memperhatikan bagaimana sinyal didefinisikan dalam fungsi waktu. Dalam hal ini sinyal dibagi menjadisinyal waktu-kontinu dansinyal waktu-diskrit. Sinyalx(t) dikatakan sinyal waktu-kontinu jika x(t) terdefinisi (memiliki nilai) untuk semua waktu t. Sinyal waktu-diskrit adalah sinyal yang memiliki nilai terhadap waktu secara diskrit. Agar lebih jelas, kedua jenis sinyal dapat dilihat pada gambar berikut ini.
Sinyal x(t) menyatakan sinyal waktu-kontinu danx[n] menyatakan sinyal waktu-diskrit.
Klasifikasi Sinyal Sinyal Genap, Sinyal Ganjil
Sinyal Genap, Sinyal Ganjil
Sinyal x(t) ataux[n] dinyatakan sebagaisinyal genap(even signal) jika dan hanya jika:
x(−t) =x(t) (1)
x[−n] =x[n]
Sinyal x(t) ataux[n] dinyatakan sebagaisinyal ganjil(odd signal) jika dan hanya jika:
x(−t) =−x(t) (2)
Contoh sinyal genap dapat dilihat pada gambar berikut ini:
Klasifikasi Sinyal Sinyal Genap, Sinyal Ganjil
Sinyal Genap, Sinyal Ganjil
Sinyal x(t) ataux[n] dapat dinyatakan sebagai penjumlahan dari 2 buah sinyal, yaitu sinyal genap dan sinyap ganjil, seperti diekspresikan melalui rumus berikut:
x(t) =xe(t) +xo(t) (3)
x[n] =xe[n] +xo[n]
Dapat pula dibuktikan, sehingga
xe(t) = 1 2 h x(t) +x(−t) i (4) xo(t) = 1 2 h x(t)−x(−t) i
Carilah komponen genap dan ganjil untuk tiap sinyal berikut ini
1 x(t) = cos(t) + sin(t) + sin(t) cos(t) 2 x(t) = 1 +t+ 3t2+ 5t3+ 9t4
3 x(t) = 1 +tcos(t) +t2sin(t) +t3sin(t) cos(t) 4 (1 +t3) cos3(10t)
Klasifikasi Sinyal Sinyal Periodik, Sinyal Non-periodik
Sinyal Periodik, Sinyal Non-periodik
Sinyal waktu-kontinu x(t) disebutsinyal periodik dengan periodeT jika terdapat nilai positif-tak-nolT sehingga
x(t+T) =x(t) untuk semuat (5)
Sinyal waktu-diskrit x[n] disebutsinyal periodikdengan periode N jika terdapat bilangan bulat-positif N sehingga
x[n+N] =x[n] untuk semua bilangan bulatn (6)
Nilai T terkecil (kontinu) atau nilaiN terkecil (diskrit) yang memenuhi
persamaan di atas, disebut sebagai periode utama (fundamental period)
Semua sinyal yang tidak memenuhi kedua persamaan di atas dinyatakan sebagai sinyal non-periodik.
Untuk sinyal berikut ini, tentukanlah apakah periodik atau bukan, dan jika periodik tentukan periode utama-nya
1 x(t) = cos2(2πt) 2 x(t) = sin3(2t) 3 x(t) =e−2tcos(2πt) 4 x[n] = (−1)n 5 x[n] = (−1)n2 6 x[n] = cos(2n) 7 x[n] = cos(2πn)
Klasifikasi Sinyal Sinyal Deterministik, Sinyal Acak
Sinyal Deterministik, Sinyal Acak
Sebuah sinyal dikatakan deterministik jika dapat direpresentasikan oleh suatu fungsi (persamaan) yang diketahui. Dengan kata lain, sinyal deterministik dideskripsikan sepenuhnya melalui fungsi yang telah ditentukan sehingga nilai dari sinyal dapat diprediksi melalui fungsi tersebut. Dengan demikian, tidak ada ketidakpastian untuk menentukan nilai sinyal tersebut pada sebarang waktu.
Sebaliknya, sinyal acakadalah sinyal yang terdapat ketidakpastian sebelum terjadi. Dengan kata lain, nilai dari sinyal tidak dapat diprediksi.
Jika diketahui sebuah sinyal x(t), maka daya sesaat (instanteneous power)
p(t) dinyatakan sebagai
p(t) =x2(t) (7)
Dan didefiniskan energi total dari sinyal waktu-kontinu x(t) adalah
E = lim T→∞ Z T2 −T 2 x2(t)dt (8) = Z ∞ −∞ x2(t)dt
Klasifikasi Sinyal Sinyal Energi, Sinyal Daya
Sinyal Energi, Sinyal Daya
Daya rata-rata (average power) didefinisikan
P = lim T→∞ 1 T Z T 2 −T 2 x2(t)dt (9)
Dan daya rata-rata dari suatu sinyal periodik x(t) dengan periode utama
T dihitung dengan P = 1 T Z T 2 −T 2 x2(t)dt (10)
Untuk sinyal waktu-diskrit x[n], maka energi total dihitung dengan E = ∞ X n=−∞ x2[n] (11) Daya rata-rata: P = lim N→∞ 1 2N N X n=−N x2[n] (12)
Dan daya rata-rata dari suatu sinyal periodik x[n] dengan periode utama
N dihitung dengan P = 1 N N−1 X n=0 x2[n] (13)
Klasifikasi Sinyal Sinyal Energi, Sinyal Daya
Sinyal Energi, Sinyal Daya
Sebuah sinyal dapat dinyatakan sebagai sinyal energi jika dan hanya jika
energi total dari sinyal memenuhi kondisi
0<E <∞ (14)
Sebuah sinyal dapat dinyatakan sebagai sinyal daya jika dan hanya jika
daya rata-rata dari sinyal tersebut memenuhi kondisi
0<P <∞ (15)
Sinyal energi dan sinyal daya bersifat saling eksklusif (mutually exclusive).
Theorem
Suatu sinyal energi akan memiliki daya rata-rata sama dengan nol;
sementara sinyal daya akan memiliki energi tak-terhingga. Sebuah catatan: sinyal periodik dan sinyal acak, dapat dipandang sebagai sinyal daya; sementara sinyal non-periodik dan sinyal deterministik dapat dipandang sebagai sinyal energi
Tentukanlah apakah sinyal berikut sinyal energi atau sinyal daya; carilah energi total ataupun daya rata-rata
1 x(t) = t, 0≤t≤1 2−t, 1≤t≤2 0, lainnya 2 x[n] = n, 0≤n<5 10−n, 5≤n≤10 0, lainnya 3 x(t) = 5 cos(πt) + sin(5πt), −∞<t <∞ 4 x[n] = ( cos(πn), −4≤n≤4 0, lainnya 5 x[n] = ( cos(πn), n ≥0 0, lainnya
Operasi Dasar Sinyal
Operasi Dasar Sinyal
Salah satu isu yang penting dalam bidang sinyal dan sistem adalah penggunaan sistem untuk memproses atau memanipulasi sinyal. Hal ini dapat dilakukan dengan melibatkan kombinasi dari beberapa operasi dasar. Operasi dasar ini dapat dikategorikan ke dalam dua kelompok:
1 Operasi pada variabel tak-bebas (dependent variable) 2 Operasi pada variabel bebas (independent variable)
Amplitude scaling
Misalkan x(t) adalah sinyal waktu-kontinu. Sinyal y(t) yang merupakan hasil amplitude scaling dari sinyal x(t) didefinisikan sebagai:
y(t) =c x(t) (16)
dengan c adalah faktor skala.
Salah satu contoh fisik penerapan hal ini adalah dalam peralatan elektronikamplifier.
Operasi ini berlaku juga untuk sistem waktu-diskrit yang dinyatakan melalui persamaan berikut:
Operasi Dasar Sinyal Operasi pada Variabel Tak-bebas
Operasi pada Variabel Tak-bebas
Addition
Misalkan x1(t) danx2(t) adalah sinyal waktu-kontinu. Sinyal y(t) yang
merupakan hasil penjumlahan (addition) didefinisikan sebagai:
y(t) =x1(t) +x2(t) (17)
Salah satu contoh fisik penerapan hal ini adalah dalam peralatan audio
mixer yang menggabungkan musik dan sinyal suara
Operasi ini berlaku juga untuk sistem waktu-diskrit yang dinyatakan melalui persamaan berikut:
Multiplication
Misalkan x1(t) danx2(t) adalah sinyal waktu-kontinu. Sinyal y(t) yang
merupakan hasil perkalian (multiplication) didefinisikan sebagai:
y(t) =x1(t)x2(t) (18)
Salah satu contoh fisik dariy(t) adalah sinyal radio AM, yaitux1(t) terdiri
dari sinyal audio dan komponen DC, serta x2(t) terdiri dari sinyal
sinusional yang disebut juga sebagai gelombang pembawa (carrier wave).
Operasi ini berlaku juga untuk sinyal waktu-diskrit yang dinyatakan melalui persamaan berikut:
Operasi Dasar Sinyal Operasi pada Variabel Tak-bebas
Operasi pada Variabel Tak-bebas
DifferentiationMisalkan x(t) adalah sinyal waktu-kontinu. Turunan dari x(t) terhadap waktu t didefinisikan sebagai:
y(t) = d
dtx(t) (19)
Sebagai contoh, induktor menunjukkan operasi turunan. Misalkan arus
i(t) yang mengalir melalui sebuah induktor L, maka teganganv(t) yang muncul di induktor adalah
v(t) =Ld dti(t)
Integration
Misalkan x(t) adalah sinyal waktu-kontinu. Integrasi dari x(t) terhadap waktu t didefinisikan sebagai:
y(t) =
Z t
−∞
x(τ)dτ (20)
Kapasitor menunjukkan operasi integrasi. Misalkan arus i(t) mengalir melalui kapasitor C, maka tegangan v(t)
v(t) = 1
C Z t
−∞
i(τ)dτ
dengan τ adalah variabel
Operasi Dasar Sinyal Operasi pada Variabel Bebas
Operasi pada Variabel Bebas
Time scalingMisalkan x(t) adalah sinyal waktu-kontinu. Sinyal y(t) diperoleh dengan pen-skalaan variabel bebas t sebesar faktora:
y(t) =x(at) (21)
Jika a>1 sinyaly(t) merupakan kompresi, jika 0<a,1, sinyaly(t) merupakan ekspansi.
Operasi ini berlaku juga untuk sinyal waktu-diskrit yang dinyatakan:
Reflection
Misalkan x(t) adalah sinyal waktu-kontinu. Sinyal y(t) adalah pencerminan (reflection) dari sinyalx(t) pada garist = 0 dengan
mengubah t menjadi−t:
y(t) =x(−t) (22)
Operasi ini berlaku juga untuk sinyal waktu-diskrit yang dinyatakan:
Operasi Dasar Sinyal Operasi pada Variabel Bebas
Operasi pada Variabel Bebas
1 Sebuah sinyal waktu-diskrit
x[n] = 1, n= 1 −1, n=−1 0, n= 0 dan |n|>1 tentukanlah y[n] =x[n] +x[−n] 2 Diketahui x[n] = ( 1, n =−1 dann = 1 0, n = 0 dan|n|>1 tentukanlah y[n] =x[−n]
Time shifting
Misalkan x(t) adalah sinyal waktu-kontinu, maka time shifting dari sinyal
x(t) adalah:
y(t) =x(t−t0) (23)
dengan t0 adalah faktor geser. Jikat0 >0 makay(t) diperoleh dengan
menggeser x(t) ke kanan, sedangkan jikat0 <0 berartix(t) digeser ke kiri.
Untuk sinyal waktu-diskrit:
Operasi Dasar Sinyal Operasi pada Variabel Bebas
Operasi pada Variabel Bebas
1 Sebuah sinyal waktu-diskrit
x[n] = 1, n= 1,2 −1, n=−1,−2 0, n= 0 dan |n|>2 tentukanlah y[n] =x[n+ 3] 2 Diketahui x[n] = ( 1, n =−1 dann = 1 0, n = 0 dan|n|>1 tentukanlah y[n] =x[n−2]
Time Scaling Vs Time Shifting
Dalam operasi dasar pada sinyal, kadang kala kedua operasi ini muncul bersamaan. Namun sangat penting untuk mengetahui operasi mana yang lebih dulu dilakukan. Misalkan diketahui sinyal waktu-kontinux(t). Tentukanlah seperti apa sinyal y(t) yang diperoleh dari hubungan:
y(t) =x(at−b)
Untuk mendapatkany(t) dari x(t) maka operasitime scaling dantime shifting harus dilakukan dengan urutan yang benar.
Time scaling: t −→at (notasi t diubah menjadi at)
Operasi Dasar Sinyal Operasi pada Variabel Bebas
Operasi pada Variabel Bebas
Diketahui sebuah sinyal pulsa
Sketsalah sinyal berikut ini
1 x(3t) 2 x(3t+ 2) 3 x(−2t−1) 4 x(2(t+ 2))
Fungsi Step Sinyal waktu-kontinu u(t) = ( 1, t >0 0, t <0 (24) Sinyal waktu-diskrit u[n] = ( 1, n ≥0 0, n <0 (25)
Gunakan fungsi step, untuk menyatakan sinyal berikut ini
x[n] =
(
1, 0≤n≤9
Operasi Dasar Sinyal Beberapa Sinyal Dasar
Beberapa Sinyal Dasar
Fungsi Impuls Sinyal waktu-kontinu δ(t) = 0; untukt 6= 0 (26) Z ∞ −∞ δ(t)dt = 1 (27)Kadang sinyal impuls dapat juga direpresentasikan melalui gambar berikut:
Fungsi Impuls Sinyal waktu-diskrit δ[n] = ( 1, n= 0 0, n6= 0 (28)
Operasi Dasar Sinyal Beberapa Sinyal Dasar
Beberapa Sinyal Dasar
Fungsi Step Vs Fungsi ImpulsFungsi stepu(t) dan fungsi impulsδ(t) saling berkaitan satu sama lain; sehingga jika salah satu diketahui maka dapat ditentukan yang lainnya. Secara khusus hubungannya adalah fungsi δ(t) adalah turunan dari fungsi
u(t) terhadap waktu:
δ(t) = d
dtu(t) (29)
Atau dapat juga dikatakan bahwa fungsi step u(t) adalah integrasi dari fungsi impuls δ(t):
u(t) =
Z t
−∞
Fungsi Ramp Sinyal waktu-kontinu r(t) = ( t, t ≥0 0, t <0 (31) r(t) =t.u(t) (32) Sinyal waktu-diskrit r[n] = ( n, n≥0 0, n<0 (33) r[n] =n.u[n] (34)
Jika fungsi δ(t) adalah turunan dari fungsi u(t), fungsi ramp r(t) adalah integrasi dari fungsi u(t).
Sifat-sifat Sistem
Sifat-sifat Sistem
Secara formal sistemdidefinisikan sebagai sebuah entitas yang dapat memanipulasi satu atau lebih sinyal untuk menghasilkan suatu fungsi (yaitu sinyal baru).
Interaksi antara sinyal dan sistem diilustrasikan pada gambar berikut ini:
Secara matematika, sistem dapat juga dipandang sebagai operasi-operasi yang saling berkaitan (interconnections of operations) yang mengubah sinyal input menjadi sinyal output dengan sifat-sifat yang berbeda dengan sinyal input.
Misalkan operator H menyatakan operasi di dalam sistem, sehingga sinyal
waktu-kontinu sebagaiinput pada sistem menghasilkan sinyal output
y(t) =H{x(t)} (35)
dan pada sinyal waktu-diskrit, dinyatakan:
y[n] =H{x[n]} (36)
Sifat-sifat Sistem
Sifat-sifat Sistem
Pada sistem waktu-diskrit, diperkenalkan operator Sk untuk menggeser
(shifts) sinyal input x[n] sebesar k menjadi x[n−k].
Perhatikan sistem di bawah ini:
Sistem yang sama dapat juga disusun dalam diagram di bawah ini juga:
Sifat-sifat Sistem Stability
Sifat-sifat Sistem
Berikut dibahas beberapa sifat-sifat sistem:
Stability
Sebuah sistem dikatakanbounded-input, bounded-output (BIBO) stable
jika dan hanya jika untuk setiap input yang terbatas (bounded) akan
menghasilkan output yang juga terbatas (bounded). Dengan kata lain
operator H dikatakan BIBO stable jika sinyaloutput y(t) memenuhi kondisi berikut
|y(t)| ≤My <∞; untuk semuat (37)
jika sinyalinput x(t) memenuhi kondisi
|x(t)| ≤Mx <∞; untuk semuat (38)
Periksalah apakah sistem y[n] = 13(x[n] +x[n−1] +x[n−2]) stabil atau tidak.
Input x[n]−−−−−−→ |magnitude x[n]|=Mx (terbatas)
Output y[n]−−−−−−→ |magnitude y[n]|=My = 31|x[n] +x[n−1] +x[n−2]| 1 3|x[n] +x[n−1] +x[n−2]| ≤ 1 3{|x[n]|+|x[n−1]|+|x[n−2]|} My ≤ 13{|x[n]|+|x[n−1]|+|x[n−2]|} My ≤ 13{Mx+Mx+Mx} My ≤Mx
Sifat-sifat Sistem Stability
Sifat-sifat Sistem
JembatanTacoma Narrows, di Washington, diresmikan pada tanggal 1
Sifat-sifat Sistem Memory
Sifat-sifat Sistem
Memory
Sebuah sistem dikatakan memiliki memori jika sinyaloutput bergantung
(dipengaruhi) oleh nilai lampau (past) atau nilai masa depan (future) dari sinyal input. Di sisi lain, sebuah sistem disebut tak punya memori
(memoryless) jika nilai sinyaloutput hanyabergantung (dipengaruhi) oleh nilai kekinian (present) dari sinyal input.
Contoh sistem y[n] = 13(x[n] +x[n−1] +x[n−2]) adalah sistem yang memiliki memori, karena sinyal output dipengaruhi oleh nilai sekarang dan nilai lampau dari sinyal input x[n].
Sementara sistem y[n] =x2[n] adalah sistem yangmemoryless, karena hanya bergantung pada nilai sekarang.
Causality
Sebuah sistem dikatakancausal jika nilai sekarang dari sinyaloutput
hanya dipengaruhi oleh nilai sekarang atau lampau (past) dari sinyalinput. Di sisi lain, sebuah sistem disebut noncausal jika nilai sinyaloutput
dipengaruhi oleh nilai masa depan (future) dari sinyal input.
Contoh sistem y[n] = 13(x[n] +x[n−1] +x[n−2]) adalah sistem causal. Sementara sistem y[n] = 13(x[n+ 1] +x[n] +x[n−1]) adalah sistem yang
Sifat-sifat Sistem Causality & Invertibility
Sifat-sifat Sistem
Invertibility
Sebuah sistem dikatakaninvertible jikainput dari sistem dapat dipulihkan (recovered) darioutput.
Hinv{y(t)}=Hinv{H{x(t)}}
=HinvH{x(t)}
dalam hal ini, syarat untuk invertible adalah:
HinvH=I (39)
Time Invariance
Sebuah sistem dikatakantime invariant jika dengan adanya pemunduran
waktu (time delay) ataupun pemajuan waktu (time advance) dari sinyal
input akan memberikan hasil yang identik dengan adanya pergeseran waktu (time shift) dari sinyal output.
y2(t) =H{x1(t−t0)} =H{St0x 1(t)} =HSt0{x 1(t)} y1(t−t0) =St0{y1(t)} =St0{H{x 1(t)}} =St0H{x 1(t)}
Sifat-sifat Sistem Linearity
Sifat-sifat Sistem
Linearity
Sebuah sistem dikatakanlinear jika sinyalinput dan sinyaloutput
memenuhi dua karakteristik berikut: superposition dan homogeneity.
Superposition Misalkan sistem diberiinput x1(t) akan menghasilkan
output y1(t), jika diberiinput x2(t) akan menghasilkan output y2(t),
maka jika diberi input x(t) =x1(t) +x2(t) akan memberikanoutput
y(t) =y1(t) +y2(t)
Homogeneity Misalkan jika sistem diberiinput x(t) akan menghasilkan
output y(t), maka jika diberi input a.x(t) akan menghasilkanoutput a.y(t)
Secara matematis jika diberikan input x(t) = N X i=1 aixi(t) (40)
akan menghasilkan output
y(t) =H{x(t)} =H ( N X i=1 aixi(t) ) (41) = N X i=1 aiH{xi(t)} = N X i=1 aiyi(t) (42)
Sifat-sifat Sistem Linearity
Sifat-sifat Sistem
Sifat linearity dapat direpresentasikan melalui diagram berikut ini:
y(t) =H ( N X i=1 aixi(t) ) y(t) = N X i=1 aiH{xi(t)} = N X i=1 aiyi(t)