• Tidak ada hasil yang ditemukan

CARA MELAPORKAN HASIL ANALISIS STATISTIK: GENERALISASI DARI SAMPEL KE POPULASI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "CARA MELAPORKAN HASIL ANALISIS STATISTIK: GENERALISASI DARI SAMPEL KE POPULASI"

Copied!
34
0
0

Teks penuh

(1)

CARA MELAPORKAN HASIL

ANALISIS STATISTIK:

GENERALISASI DARI SAMPEL

KE POPULASI

(2)

PENDAHULUAN

Kebanyakan penelitian biomedik

bergantung pada kepastian bahwa apa

yang benar terjadi pada sampel juga

benar terjadi pada populasi dimana

sampel tsb diambil,

Karena itu, karakteristik dari sampel

digunakan untuk estimasi karakteristik

yang sama pada populasinya

(3)

PENDAHULUAN

Akurasi data estimasi2 tsb bergantung

pada variasi berkaitan dengan:

Teknik pengukuran (measurement error)

Jumlah dan teknik sampling (sampling

error)

(4)

PENDAHULUAN

confidence interval

, adalah nilai range

yang melalui nilai aktual yang terjadi

pada populasi

confidence interval

yang lebar

menunjukkan presisi yang kurang baik,

demikian sebaliknya

(5)

CONTOH

Perbandingan rerata suhu tubuh antara

kelompok perlakuan (n=15) dan

kelompok kontrol (n=15) menunjukkan

bahwa kelompok perlakuan secara

statistik mempunyai mean (SD) yang

lebih tinggi dibandingkan kelompok

(6)

Laporkan

confidence interval

untuk semua

perbandingan primer baik yang bermakna

maupun tidak

Laporan ilmiah yang baik bergantung lebih

pada jawaban yang akurat terhadap

pertanyaan penelitian dan bukan pada

kemaknaan statistik.

Hasil yang diperoleh dari sampel masih

merupakan estimasi: belum yang sebenarnya

dalam artian absolut, sehingga masih

mungkin bervariasi antar sampel, yang dapat

diperlihatkan melalui nilai

confidence

(7)

Laporkan

confidence interval

untuk semua

perbandingan primer baik yang bermakna

maupun tidak

confidence interval

yang sering digunakan

dalam kedokteran adalah 95%, artinya

interval tsb dapat digunakan untuk

menunjukkan apakah estimasi perubahan tsb

secara statistik bermakna pada tingkat 0,05

Nilai lain dapat digunakan, misal 90% untuk

jumlah sampel kecil

(8)

CONTOH

Beda rerata ukuran fungsi paru antar 2

kelompok adalah 0,51 L/menit (95% CI

= 0,23 sampai 0,79)

Beda rerata ukuran fungsi paru antar 2

kelompok adalah 0,12 L/menit (95% CI

= -0,16 sampai 0,40)

(9)

CONTOH

OR insidens terjadinya kanker pada

perokok dan non-perokok adalah

4,2 (95% CI = 1,32 sampai 13,33)

OR insidens terjadinya kanker pada

perokok dan non-perokok adalah

4,2 (95% CI = 0,92 sampai 18,63)

(10)

CONTOH

Sekelompok pasien mempunyai tekanan

diastolik yang rendah setelah menerima obat

selama 6 minggu, yang dapat dilaporkan sbb:

 Efek obat bermakna secara statistik.

 Efek obat untuk menurunkan tekanan diastolik

secara statistik bermakna (P < 0,05)

 Rerata tekanan diastolik dari kelompok perlakuan

turun dari 100 menjadi 92 mm Hg (P = 0,02)

 Obat menurunkan tekanan diastolik dengan rerata

sebesar 8 mm Hg, dari 100 menjadi 92 mm Hg (96% CI = 2 sampai 14 mm Hg).

(11)

Laporkan

confidence interval

untuk

statistik deskriptif

Estimasi untuk keluaran data yang

utama (mean, median, proporsi),

harus disertakan dengan CI untuk

menunjukkan presisinya

(12)

CONTOH

Rerata kadar serum IGF-1 dari 138

pasien osteoporosis adalah 300 ng/

mL (95% CI = 272 sampai 327 ng/

mL)

(13)

CATATAN

Jangan menggunakan SEM sebagai

CI

CI yang lebar dapat membuat

penggunaan estimasi menjadi tidak

valid

(14)

CARA MELAPORKAN HASIL

ANALISIS STATISTIK:

MASALAH PADA

(15)

UJI GANDA SERING

DILAKUKAN :

Uji beberapa karakteristik data dasar ataupun

faktor prognostik antara kelompok perlakuan

dan kontrol

Membandingkan tiga atau lebih kelompok

data melalui analisis terpisah untuk dua

kelompok setiap saat (ANOVA, regresi ganda)

Menguji efek ganda yang dipengaruhi oleh

(16)

UJI GANDA SERING

DILAKUKAN :

Melakukan analisis tambahan setelah data

terkumpul yang tidak direncanakan

sebelumnya

Melakukan analisis tambahan sebagai analisis

sub-kelompok yang tidak direncanakan

sebelumnya

Melakukan analisis interim dari akumulasi

data (efek pada beberapa waktu yang

berbeda)

(17)

YANG PERLU DIPERHATIKAN

PADA UJI GANDA :

Fenomena

data dredging

Dapat bermanfaat untuk menghasilkan

pertanyaan penelitian yang baru yang

bermanfaat secara biologis, asalkan

tidak men-cari2 (

fishing expedition

)

(18)

PERUBAHAN NILAI

KEMAKNAAN P:

Nilai kemaknaan P sudah ditetapkan

oleh peneliti, apakah perlu disesuaikan

nilainya untuk uji ganda?

Menggunakan 0,01 dan bukan 0,05

Menggunakan koreksi Bonferroni dengan

menghitung nilai kemaknaan baru yaitu

nilai kemaknaan lama / jumlah analisis

Lebih mengutamakan hipotesis utama

(19)

MELAPORKAN KESAMAAN ANTAR KELOMPOK

Laporkan nilai klinis untuk menilai kesamaan

antar kelompok dan jangan bergantung pada

nilai P

Pada uji klinis tanpa randomisasi, karakteristik

data awal dapat dan sering dilaporkan untuk

membandingkan apakah perbedaannya

bermakna secara statistik dan ada artinya

secara klinis:

 adanya beda menunjukkan adanya systematic

(20)

MELAPORKAN KESAMAAN ANTAR KELOMPOK

Pada uji klinis dengan randomisasi,

setiap perbedaan klinis atau statistik

yang ditemukan antar kelompok, secara

definisi merupakan hasil dari suatu

kebetulan:

Ketidakseimbangan secara klinis, walaupun

merupakan suatu kebetulan adalah sesuatu

yang nyata dan perlu disatukan dalam

(21)

MELAPORKAN KESAMAAN ANTAR KELOMPOK

Beda yang bermakna secara statistik

merupakan sesuatu yang kebetulan dan

apabila perbedaannya tidak bermakna

secara statistik, tidak menunjukkan bahwa

kedua kelompok tidak ada beda tetapi

menunjukkan kalau alokasinya efektif

Dari 80 studi RCT yang dipublikasi, hanya

(22)

MELAPORKAN PERBANDINGAN SECARA

BERPASANGAN DARI KELOMPOK2 PERLAKUAN

Jelaskan prosedur perbandingan ganda yang

digunakan untuk menunjukkan pasangan dari

kelompok yang paling berpengaruh dari

semua kemaknaan statistik mengenai

perbandingan kelompok:

 Bila tiga atau lebih data dibandingkan masing2

dua dengan analisis terpisah, maka jumlah tes akan menjadi banyak untuk masuk ke tes ganda

 Contoh, bila ada 4 kelompok yang dibandingkan 2

setiap saat dengan uji-t, maka akan ada 4(4-1)/2 atau 6 uji-tes. Bila alpha ditentukan dengan nilai 0,05 maka probabilitas untuk menemukan

perbedaan bila tidak ada beda adalah 0,05*6 = 0,3 atau 1 dari setiap 3 nilai P akan

(23)

MELAPORKAN PERBANDINGAN SECARA

BERPASANGAN DARI KELOMPOK2 PERLAKUAN

 Untuk mengatasi masalah tsb maka teknik

membandingkan kelompok dengan ANOVA dapat menganalisis data dari seluruh kelompok dan

menunjukkan adanya perbedaan antar kelompok tsb

 Bila ada perbedaan maka prosedur selanjutnya

(prosedur perbandingan ganda) dapat dilakukan untuk menunjukkan kelompok2 mana yang paling mempengaruhi adanya perbedaan menyeluruh antar kelompok

(24)

MELAPORKAN ANALISIS SEKUNDER

(RETROSPEKTIF ATAU POST HOC)

 Hasil dari suatu studi dapat menemukan hubungan

yang baru yang tidak direncanakan sebelumnya. Namun, karena studi tidak direncanakan untuk menguji hubungan tsb, maka analisis ulang hasil berdasarkan kriteria yang berbeda dapat

menimbulkan masalah dalam menginterpretasikannya:

 Contoh, suatu studi dirancang untuk menguji perbedaan

dalam tajam penglihatan antara laki-laki dan perempuan. Setelah mendapatkan hasilnya, peneliti memutuskan untuk menganalis ulang datanya berdasarkan kelompok usia

daripada berdasarkan gender. Karena asalnya kelompok

perlakuan dan kontrol telah disepadankan dalam gender dan bukan dalam usia, maka analisis post hoc yang dilakukan

(25)

MELAPORKAN ANALISIS SUBKELOMPOK

 Banyak proyek riset yang mengumpulkan sejumlah

data yang tidak ada kaitannya dengan perbandingan primernya, misal: data demografik (umur dan jenis kelamin), karena banyak gambaran klinis bervariasi berdasarkan faktor tsb.

 Peneliti mempelajari efek obat antidepresan, dan

mendapatkan bahwa efek obat tidak beda dengan plasebo

 Analisis lebih lanjut menemukan adanya penurunan depresi

secara bermakna pada perempuan post-menopause sebagai sub kelompok dari kelompok perlakuan asal

(26)

MELAPORKAN ANALISIS SUBKELOMPOK

Alternatif untuk analisis sub-kelompok adalah

dengan menggabungkan faktor2 dalam satu

model prediksi (persamaan regresi) dibanding

dengan menganalisis masing2 sub-kelompok

secara terpisah.

 Contoh, peneliti dapat menganalisis interaksi antar

usia, gender dan perlakuan dengan perbaikan depresinya dan menghindarkan analisis sub-kelompok

 Sub-kelompok yang ditentukan setelah data

dikumpulkan dapat menggambarkan efek perlakuan

(27)

MELAPORKAN ANALISIS SUBKELOMPOK

Analisis sub-kelompok dapat lebih diterima

apabila:

 Perbedaan antar kelompok cukup besar baik

penting secara klinis maupun bermakna secara statistik

 Perbandingan antar sub-kelompok merupakan

bagian dari analisis prioritas dan bukan analisis post hoc

 Perbandingan antar sub-kelompok merupakan

bagian dari hipotesis tambahan dan bukan hasil dari “data dredging”

(28)

MELAPORKAN ENDPOINT GANDA

Identifikasikan efek utama sebelum

memulai studi:

Analogi dengan masalah analisis sekunder,

dimana variabel2 ditemukan secara

bermakna merupakan masalah efek ganda;

Untuk uji klinis dengan 5 efek, maka

kesempatan untuk membuktikan hipotesis

null bahwa sedikitnya 1 perbedaan

perlakuan mencapai nilai kemaknaan P <

0,05 adalah sekitar 20%

(29)

MELAPORKAN ENDPOINT GANDA

Contoh:

 Bila obat tekanan darah secara tidak sengaja juga

merangsang pertumbuhan rambut, maka studi dapat melaporkan kedua efek tsb: tekanan darah dan pertumbuhan rambut.

 Seperti halnya pada analisis sekunder, jumlah efek

yang dapat dianalisis bisa banyak dan menimbulkan masalah masalah uji ganda

(30)

ANALISIS INTERIM DARI AKUMULASI

DATA

 Laporkan seluruh analisis interim dari akumulasi data

dan buat rasional untuk analisis tsb:

 Untuk studi yang memerlukan waktu bulanan atau tahunan,

seringkali diperlukan uji dari hasil secara berkala sehingga studi tidak berisiko untuk subyek

 Bila hasil analisis menunjukkan keunggulan atau

ketidak-unggulan obat atau obat membahayakan maka studi harus dihentikan

 Namun menimbulkan masalah uji ganda, misal analisis

dilakukan setiap subyek menyelesaikan protokol studi,

sehingga jumlah kasus yang dianalisis akan bertambah satu pada setiap analisis:

 Uji analisis akan memberikan hasil bermakna setelah kasus ke

23, tidak bermakna setelah kasus ke 27, bermakna lagi setelah kasus ke 34 dan seterusnya

(31)

ANALISIS INTERIM DARI AKUMULASI

DATA

Laporkan kriteria statistik untuk

menghentikan studi dan tunjukkan

bahwa kriteria2 tsb dibuat sebelum

studi dimulai:

Bila studi dihentikan terlalu cepat (baru

beberapa kasus yang menyelesaikan

protokol), maka power statistik bisa rendah

Bila studi diteruskan maka akan berisiko

(32)

ANALISIS INTERIM DARI AKUMULASI

DATA

Tentukan untuk siapa hasil analisis ini

perlu dilaporkan:

Melaporkan hasil analisis interin kepada

komunitas kedokteran dapat menimbulkan

bias:

 Bila hasilnya obat yang satu lebih superior

terhadap obat yang lain, maka dokter tidak akan mengijinkan pasiennya untuk diuji

Mempublikasikan melalui media:

 Bila kemudian hasilnya menjadi berbeda maka

(33)

MEMBANDINGKAN KELOMPOK PADA

WAKTU2 YANG BERBEDA

Bila kelompok dibandingkan pada waktu2

yang berbeda, jelaskan prosedur statistik

yang digunakan dan penyesuaian yang

dilakukan untuk perbandingan ganda tsb:

 Studi yang membandingkan dua atau lebih

kelompok pada waktu2 yang berbeda akan

menghasilkan nilai P ganda, sedikitnya 1 untuk setiap waktu

(34)

MEMBANDINGKAN KELOMPOK PADA

WAKTU2 YANG BERBEDA

Contoh: untuk menentukan beda saat

diberikan dan lama anastesi antara dua

jenis anestesi, pengukuran dapat dilakukan

setiap jam selama 12 jam:

 Kedua kelompok dapat dibandingkan secara

statistik setiap jam untuk menentukan pada waktu yang mana beda terjadi secara

bermakna

 Untuk itu sering dilakukan perbandingan

kelompok ganda secara individual, satu untuk setiap waktu yang ditentukan, sehingga

Referensi

Dokumen terkait

Dalam permasalahan pada sistem lama, lifely band harus mengeluarkan banyak dana untuk membuat konsep visual yang menarik dan sesuai dengan alur cerita lagu..

Selain itu diperkuat dalam juranal Jurnal Keluarga Sehat Sejahtera (Vol. 12, Desember 2014) disebutkan bahwa faktor penentu bagi perkembangan anak baik fisik

4,. Peraturan Daerah Kabupaten Daerah Tlngkat II Blora Nomor 3 Tahun 1986 tentang Pa.iak Sarang Burung beserta perubahannya ;: -Perubahan Pertama Peraturan Daerah Kabupaten Daerah

Konsumen menilai bahwa untuk sepatu olahraga Adidas memiliki nilai rata-rata tertinggi pada atribut sepatu tahan lama (X3), tampilan sepatu sesuai tren masa

latihan plyometrics dengan menerapkan metode latihan ini tujuan agar atlet renang porsiba tanjung enimdapat meningkatkan kecepatan dengan latihan menggunakan alat

Saat panggilan berlangsung, jika fitur Indikasi Saluran Bebas diaktifkan pada radio (diprogram oleh dealer), nada tanda singkat akan berbunyi saat tombol PTT pada radio target

Dalam Pandangan islam atau syariat islam Bisnis Online Syariah yaitu suatu proses transaksi jual beli antara penjual dan pembeli yang dilakukan secara online

Selain itu, untuk mewujudkan tentera sebagai sebuah badan profesional, Nordlinger (1977) dan Stepan (1996) juga menekankan bahawa adalah penting bagi tentera tidak