• Tidak ada hasil yang ditemukan

MANAJEMEN PEMBELAJARAN BCCT PADA ANAK USIA DINI DI TK BINA CITRA CENDEKIA UNGARAN KAB. SEMARANG - Test Repository

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "MANAJEMEN PEMBELAJARAN BCCT PADA ANAK USIA DINI DI TK BINA CITRA CENDEKIA UNGARAN KAB. SEMARANG - Test Repository"

Copied!
80
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN PENELITIAN INDIVIDUAL

MANAJEMEN PEMBELAJARAN BCCT

PADA ANAK USIA DINI DI TK BINA CITRA CENDEKIA

UNGARAN KAB. SEMARANG

OLEH : Dra. Nur Hasanah, M.Pd

LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI SALATIGA

(2)

KEMENTERIAN AGAMA

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) SALATIGA

LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Jl. Tentara Pelajar 02 Salatiga 50721Telp.: (0298) 323706 Fax.: (0298) 323433

Website: http://www.iainsalatiga.ac.id email:[email protected]

PENGESAHAN

1. Penelitian

a. Judul : Manajemen Pembelajarana BCCT Pada Anak Usia

Dini di TK BCC Ungaran Kab. Semarang

b. Kategori : Penelitian Individual

c. Dana Penelitian : Rp. 11.000.000,-

2. Peneliti

NIP. 19680613 1994031004 196901101994032002

Ketua LP2M

(3)

PERNYATAAN

Yang bertanda tangan di bawah ini :

Nama : Dra. Nur Hasanah, M.Pd

NIP : 196901101994032002

Menyatakan bahwa penelitian dengan judul : “Manajemen Pembelajaran BCCT Pada

Anak Usia Dini Di TK BCC Ungaran Kab. Semarang”.

Telah saya laksanakan sesuai dengan kaidah-kaidah etika penelitian.

Salatiga, 29 November 2016

Yang menyatakan

(4)

ABSTRAK

Penelitian ditujukan untuk (1) mengetahui manajemen pembelajaran BCCT pada anak usia dini di TK BCC Ungaran (2) mengetahui faktor pendukung dan penghambat manajemen pembelajaran BCCT pada anak usia dini di TK BCC Ungaran. Penelitian ini fokus pada manajemen pembelajaran BCCT pada anak usia dini di TK BCC Ungaran. Subyek penelitiannya adalah Kepala sekolah dan guru TK BCC Ungaran.Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dan teknik analisis datanya adalah teknik analisis induktif.

Hasil temuan penelitiannya menunjukkan bahwa manajemen pembelajaran BCCT di Tk BCC Ungaran sudah baik karena sesuai dengan tahapan fungsi manajemen pendidikan yaitu perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, dan evaluasi pembelajaran. Faktor pendukung manajemen pembelajaran BCCT adalah Adanya tempat, sarana dan prasarana seperti , gedung sekolah, ruang kelas, ruang guru, jenis-jenis sentra yang mendukung terselenggaranya proses pembelajara BCCT, dan adanya pemberian reward bagi guru yang berprestasi dari lembaga yang berupa pelatihan/workshop untuk magang tentang pembelajara BCCT selama 1 minggu di Istiqlal Jakarta yang semua akomodasi dan biaya ditanggung oleh lembaga. Sedangkan faktor penghambat manajemen pembelajarn BCCT adalah sebagai berikut: jumlah Guru yang masih terbatas sehingga tidak bisa memenuhi kebutuhan sesuai dengan perbandingan jumlah siswa, media pembelajara yang jumlah masih terbatas sehingga pembelajaran kurang maksimal, dan keterbatasan permaianan pada setiap pijakan sehingga anak didik tidak mempunyai pilihan yang banyak dalam memilih permainan yang sesuai dengan keinginannya.

(5)

KATA PENGANTAR

Segala puji kami panjatkan kehadirat Allah yang maha pengasih atas

selesainya penulisan laporan penelitian dengan judul “Manajemen Pembelajaran BCCT Pada Anak Usia Dini Di TK BCC Ungaran Kab, Semarang. Untuk itu peneliti

mengucapkan terima kasih yang setingginya kepada Rektor IAIN Salatiga,

Prof.Dr.H.Mansur, M.Ag selaku pembimbing yang telah meluangkan waktunya

ditengah kesibukannya sebagai guru besar, Kepala lembaga Penelitian dan

Pengabdian pada Masyarakat ( LP2M ) yang telah memberikan kesempatan kepada

kami untuk melakukan penelitian ini.

Kami mohon maaf jika penelitian ini banyak kesalahan dan kekurangannya.

Dan kami berharap semoga penelitian ini dapat bermanfaat dalam pengembangan

pendidikan Islam.

Salatiga, 29 November Oktober 2016

Peneliti

(6)

DAFTAR ISI

Halaman Judul ... i

Pengesahan ... ii

Pernyataan ... iii

Abstrak ... iv

Kata Pengantar ... v

Daftar isi ... vi

Daftar Tabel ... ix

BAB I PENDAHULUAN ... 1

A. Latar Belakang Masalah ... 1

B. Rumusan Masalah ... 4

C. Tujuan Penelitian ... 4

D. Signifikansi ... 5

BAB II KAJIAN TEORI ... 6

A. Manajemen Pembelajaran ... 6

1. Pengertian Manajemen Pembelajaran ... 6

2. Fungsi Manajemen Pembelajaran... 7

B. Pembelajaran BCCT... 9

1. Pengertian Pembelajaran PAI ... 9

2. Tujuan Pembelajaran BCCT ... 12

(7)

4. Langkah-langkah Pembelajaran BCCT ... 21

5. Peran Guru dalam Pembelajaran BCCT ... 21

C. Manajemen PembelajaranBCCT ... 24

D. Faktor Pendukung dan Penghambat Pembelajaran BCCT E. Kajian Pustaka BAB III METODOLOGI PENELITIAN ... 36

A. Pendekatan Penelitian ... 36

B. Kegiatan penelitian ... 35

C. Subyek Penelitian ... 37

D. Teknik Pengumpulan Data ... 45

E. Keabsahan Data ... 44

F. Teknik Analisis Data ... 46

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ... 51

A. Hasil Penelitian ... 51

1. Manajemen Pembelajaran BCCT ... 51

(8)

B. Saran ... 72

Daftar Pustaka

(9)

DAFTAR TABEL

Tabel I Rencana Kerja Penelitian

Tabel II Keadaan Guru TK BCC Ungaran

Tabel III Keadaan Siswa TK BCC Ungaran

Tabel IV Prestasi Akademik TK BCC Ungaran

(10)

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Usia dini atau masa prasekolah merupakan usia yang tepat untuk

mengembangkan potensi dan kecerdasan anak. Dalam rentang usia dini ini

ada berada dalam masa proses pertumbuhan dan perkembangan yang unik.

Anak memiliki perkembangan, daya pikir,cipta, bahasa dan komunikasi

sesuai dengan tingkat pertumbuhan dan perkembangan anak.

Pada masa usia dini ini pertumbuhan anak sangat hebat dan paling

sibuk. Tidak semua orang tua bisa memahami cara yang tepat dalam mendidik

anak di usia dini. Maka anak membutuhkan suatu lingkungan yang cocok

untuk mengembangkan seluruh potensi yang dimilikinya.

Dalam UU Sisdiknas No. 20 Tahun 2003 disebutkan bahwa landasan

pendidikan anak usia dini adalah upaya pembinaan dan pengembangan

segenap potensi secara optimal yang ditujukan pada anak usia 0 -6 tahun yang

dilakukan pada pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu

pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rokhani agar anak dalam

memasuki pendidikan lebih lanjut. Pemberian rangsangan tersebut meliputi

(11)

dasar pentingnya pendidikan dasar anak usia dini harus dibekali berbagai ilmu

dalam bentuk stimulant dan rangsangan. Untuk mempermudah anak

menerima rangsangan dari berbagai aspek pendidikan dalam pembelajran

tersebut maka dibutuhkan pendekatan pembelajaran yang cocok untuk anak

usia dini. Satu diantara pendekatan tersebut adalah BCCT ( Beyond Center

Circle Time) atau dikenal dengan pendekatan sentra dan saat lingkaran.

Pendekatan ini diyakini mampu merangsang seluruh kecerdasan (multiple

intelligence) anak melalui bermain yang terarah. Setting pembelajarannya

mampu merangsang anak untuk saling aktif, kreatif, dan terus berfikir dengan

menggali pengalamannya sendiri. Dalam proses pembelajarannya berlangsung

secara alamiah dalam bentuk kegiatan siswa mengalami, bukan transfer

pengetahuan dari guru. Siswa mengerti apa makna belajar, apa manfaat

belajar dan bagaimana cara mencapainya. Guru berperan sebagai fasilitator,

motivator dan dinamisator. Hal ini berbeda dengan pendekatan konvensional

yang menekankan pembelajaran berpusat pada guru. Dimana peran guru lebih

aktif sehingga siswa dijadikan sebagai obyek pembelajaran dan guru sebagai

sumber belajar.

TK Bina Citra Cendekia (BCC) Ungaran kab. Semarang adalah salah

satu lembaga yang menggunakan pendekatan pembelajaran . TK tersebut

telah melaksanakan pembelajaran sejak tahun 2011 dan memiliki lahan yang

(12)

sentra dengan ruang kelas yang menggunakan AC dan lingkungan yang

bersih dan nyaman serta SDM (guru) yang secara kuantitas dan kualitas sudah

baik . Namun keadaan ini (adanya sarana yang memadai dan SDM yang

cukup ) masih membutuhkan manajemen atau pengelolaan untuk mendukung

pelaksanaan pendekatan pembelajaran BCCT. Manajemen yang dimaksud

peneliti dalam penelitian ini adalah perencanaan (persiapan) pembelajaran,

pelaksanaan (proses) pembelajaran dan evaluasi pembelajaran yang dilakukan

oleh guru dalam pembelajaran. Dengan adanya manajemen pembelajaran

dalam perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi maka tujuan pembelajaran

dapat tercapai secara efektif dan efisien.

Berdasarkan pemikiran tersbut maka peneliti tertarik untuk meneliti

bagaimana manajemen pendekatan pembelajaran BCCT pada anak usia dini di

Taman Kanak-kanak (TK) Bina citra Cendekia (BCC) Ungaran.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latarbelakang masalah tersebut maka rumusan masalah dalam

penelitian ini adalah sebagai berikut :

1. Bagaimana manajemen pembelajaran BCCT pada anak usia dini di TK

Bina Citra Cendekia Ungaran ?

2. Apa faktor pendukung dan penghambat manajemen pembelajaran BCCT

(13)

C. Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah tersebut maka tujuan penelitian ini adalah

sebagai berikut:

1. Untuk mengetahui manajemen pembelajaran BCCT pada anak usia dini di

TK Bina Citra Cendekia Ungaran

2. Untuk mengetahui faktor-faktor pendukung dan penghambat manjemen

pembelajaran BCCT pada anak usia dini di TK Bina Citra Cendekia

Ungaran

D. Signifikansi 1. Secara teoritis

a. Sebagai masukan guru dalam menambah pengetahuan tentang

pembelajaran BCCT pada anak usia dini di TK Bina Citra

Cendekia

b. Memberikan acuan guru dalam mengembangkan manajemen

pembelajaran BCCT pada anak usia dini di Taman Kanak-Kanak

(TK)

2. Secara praktis

a. Sebagai bahan pertimbangan bagi guru TK dalam meningkatkan

(14)

b. Sebagai bahan pertimbangan bagi Fakultas Tarbiyah dan Ilmu

Keguruan (FTIK) dalam pembenahan dan pengembangan

kurikulum Taman Kanak-Kanak

BAB II

KAJIAN TEORI

A. Manajemen Pembelajaran

I. Pengertian Manajemen Pembelajaran

Secara harfiah manajemen berasal dari kata to manage yang

sinonim dengan kata to hand, to control, to guide yang artinya

mengurus , memeriksa, memimpin. Adapun secara istilah manajemen

adalah suatu proses yang continue yang memiliki kemampuan dan

ketrampilan khusus yang dimiliki oleh seseorang untuk melakukan

suatu kegiatan baik secara individu maupun kelompok dalam

mengkoordinasi dan menggunakan segala sumber dalam mencapai

tujuan organisasi yang produktif, efektif dan efisien (Engkosworo dan

Aan Komariah, 2010: 87).

Sedangkan pembelajaran adalah proses interaksi antara pendidik

dan anak didik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar (UU

(15)

Dengan demikian dapat dipahami bahwa manajemen pembelajaran

adalah usaha pengelolaan sumber daya manusia yang meliputi

perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, serta pengawasan dalam

menciptakan iklim belajar mengajar yang kondusif sehingga dapat

tercapai tujuan pembelajaran secara produktif, efisien, dan efisien.

2. Fungsi Manajemen Pembelajaran

Dalam pelaksanaannya manajemen pembelajaran memiliki fungsi

manajemen. Menurut George R. Terry fungsi-fungsi manajemen ada

empat, yaitu : planning (perencanaan), organizing (pengorganisasian),

actuating (pelaksanaan), dan controlling (pengawasan) (Daryanto,

2013: 47).

1) Perencanaan pembelajaran

Perencanaan pembelajaran merupakan proses pengambilan keputusan

berdasarkan hasil berpikir secara rasional, tentang sasaran dan tujuan

pembelajaran tertentu, perubahan tingkah laku peserta didik setelah

melalui pembelajaran serta upaya yang harus dilakukan dalam mencapai

tujuan tersebut. Konkretnya, dalam perencanaan pembelajaran ini

pendidik membuat perangkat pembelajaran.

(16)

Pengorganisasian pembelajaran adalah pendidik mengumpulkan

dan menyatukan berbagai macam sumber daya dalam proses

pembelajaran, baik pendidik, peserta didik, ilmu pengetahuan serta

media belajar. Dan dalam waktu yang sama, mensinergikan antara

berbagai sumberdaya yang ada dengan tujuan yang akan dicapai.

3) Pelaksanaan pembelajaran

Pelaksanaan pembelajaran merupakan proses berlangsungnya

pembelajaran di kelas dan merupakan inti dari kegiatan

pembelajaran. Kegiatan guru adalah sebagai pemimpin dan

manajer dalam pembelajaran. Dimana di dalam kelas terjadi

interaksi antara guru dan siswa.

4) Evaluasi pembelajaran

Evaluasi pembelajaran adalah kegiatan menilai yang dilakukan

ketika kegiatan sedang berlangsung. Dalam kegiatan menilai itulah

pendidik dapat menemukan bagaimana proses berlangsungnya

pembelajaran serta sejauh mana tujuan pembelajaran dapat

tercapai. Sehingga dapat menemukan berbagai upaya untuk

meningkatkan kualitas pembelajaran berikutnya. Melalui kegiatan

mengevaluasi pembelajaran ini kemudian dapat dilakukan upaya

perbaikan pembelajaran. Manajemen pembelajaran merupakan

bagian penting dalam proses pembelajaran dan pendidikan.

(17)

kegiatan dan hal-hal penting untuk diperhatikan. Beberapa bagian

terpenting dalam manajemen pembelajaran tersebut antara lain:

penciptaan lingkungan belajar, mengajar dan melatih peserta didik,

meningkatkan aktivitas belajar, dan meningkatkan kedisiplinan

peserta didik.

5) Pengawasan pembelajaran

Pengawasan merupakan kegiatan untuk memastikan anggota

organisasi melaksanakan apa yang dikehendaki dengan

mengumpulkan , menganalisis dan mengevaluasi informasi serta

manfaatnya untuk mengendalikan organisasi.

B. Pembelajaran BCCT

1. Pengertian BCCT (Beyond Center and Circel Time )

adalah pendekatan penyelenggaraan pendidikan anak usia dini

(PAUD) yang berpusat pada anak yang dalam proses pembelajarannya

berpusat di sentra main dan saat anak dalam lingkaran (Yuliani Nurani

Sujiono, 2009: 216). Beyond Centers and Circles Time () dapat

dikatakan sebagai konsep belajar dimana pendidik (guru)

menghadirkan dunia nyata ke dalam kelas dan mendorong anak didik

membuat hubungan antara pengetahuan yang dimiliki dengan

penerapannya dalam kehidupan mereka sehari-hari. dikembangkan

(18)

Florida, USA dan dilaksanakan di Creative Pre school Florida, USA

selama lebih dari 25 tahun, baik untuk anak normal maupun untuk

anak dengan kebutuhan khusus

Dalam pelaksanaan pendekatan kelas dirancang dalam bentuk

sentra-sentra. Sentra bermain merupakan zona atau area main anak

yang dilengkapi seperangkat alat main yang berfungsi sebagai pijakan

lingkungan yang diperlukan untuk mendukung perkembangan anak

dalam tiga jenis permainan. Yakni main sensorimotor (fungsional),

main peran, dan main pembangunan.

Sedangkan saat lingkaran merupakan saat guru duduk bersama

anak dengan posisi melingkar untuk memberikan pijakan (arahan)

kepada anak yang dilakukan sebelum dan sesudah main.

Beyond Centers and Circles Time adalah metode

penyelenggaraan PAUD yang berpusat pada anak yang dalam proses

pembelajarannya berpusat di sentra main dan saat anak dalam

lingkaran dengan menggunakan empat pijakan. empat pijakan. Di

Indonesia metode ini lebih dikenal dengan Sentra dan lingkaran

(Seling). metode pengajaran yang menempatkan siswa pada posisi

yang proposional. Pendekatan sentra dan lingkaran berfokus pada

anak. Setiap sentra memunyai definisi dan tujuan yang bebeda, namun

(19)

anak. Menurut Dr. Pamela dalam bukunya Mukhtar latif dkk. (2013

:124 - 137) ada tujuh macam sentra yang dikembangkan di sekolah

binaannya yang bernama Sekolah Al-Falah Ciracas Jakarta Timur

yang hingga saat ini menjadi binaan langsung dari Creative Center for

Chilhood Research and training (CCCRT). Tujuh macam sentra

tersebut adalah sebagai berikut :

a. Sentra persiapan.

Sentra persiaan merupakan sentra tempat bekerja dan memberikan

kesempatan kepada anak untuk mengembangkan kognisi, motorik

halus dan keaksaraanya yang diorganisasikan oleh guru dan focus

pada kegiatan-kegiatan matematika, membaca, dan menulis. Sentra

ini focus pada kesempatan anak untuk mengurutkan,

mengklasifikasikan, membuat pola-pola dan mengorganisasikan

alat-alat dan bahan kerja.

Tujuan sentra persiapan ini focus pada kesempatan anak untuk

mengurutkan, mengklasifikasikan, membuat pola-pola dan

mengorganisasikan alat-alat dan bahan kerja, termasuk persiapan

membaca, menulis, dan berhitung. Contohnya anak mengurutkan

angka dari yang besar sampe yang kecil, atau sebaliknya ,

menyusun benda yang paling kecil sampai yang paling besar atau

sebaliknya. Sentra persiapan mempunyai aturan yang berbeda

(20)

aturan yang berbeda yaitu lima prosedur kerja dan aturan main.

Lima Prosedur kerjanya antara lian adalah : memilih satu

pekerjaan, bekerja tuntas, menujukkan hasil kerja, beres-beres,

memilih pekerjan lain. Sedangkan aturan mainnya adalah sayang

teman, medengar, focus, control, menggunakan alat sesuai

fungsinya, beragi bergatian, berada dalam kelompok berjalan,

start-finish, meyelesaikan masalah dengan bicara.

Perlengkapan main di sentra persiapan antara lain ; alat-alat

yang mendukung proses klasifikasi, urutan, ukuran hubungan

seperti mozaik, halma, art school, papan geometri, timbangan,

puzzle-puzzle, alat-alat yang mendukung keakaraan ; buku, kartu

huruf, kartu kata, alat menulis ; alat-alat yang mendukung

ketrampilan motorik halus seperti jepitan dengan berbagai ukuran,

gunting, kertas dan stepler, manic dan tali, alat-alat dn bahan untuk

menggambar.

Adapun kegiatan di sentra persiapan adalah membaca, menulis,

dan matematika.

b. Sentra Balok

Sentra balok merupakan sentra yan memberikan kesempatan

kepada anak untuk engembankan kemampuan sistematika berpikir

dengan menggunakan media pembengunan terstruktur. Sentra ini

(21)

konstruksi mereka dari membuat susunan garis lurus keatas ke

representasi nyata dan dari bermain sendiri ke kemampuan bekerja

dalam kelompok kecil, merencanakan, dan membangun.

Adapun aturan dalam main balok adalah balok untuk

membangun, membangun balok diatas alas, mengambil balok

secukupnya, start-finish lancer, bermain tepat waktu, beres-beres.

Main balok ini bermanfaat dalam mengembangkan ketrampilan

hubungannya dengan teman sebaya, ketrampilan kounikasi,

kekuatan dan koordinasi motorik halus dan kasar, konsep

matematika dan geometri, pemikiran simbolik, pengetahuan

pemetaan, ketrampilan membedakan penglihatan. Perlengkapan

main sntra balok adalah macam-macam bentuk dan ukuran balok

unit dengan jumlah 100 – 200 balok natural, alat pendukung

seperti boneka orang, rambu-rambu lalu lintas, dan kendaraan,

alas untuk bermain balok dengan bentuk dan diwarnai dengan

warna primer, literacy; kertas HVS, krayon, spidol 24 warna,

pensil, penghapus, enggaris ukuran 30 cm, 60 cm, meteran, dan

gunting, balok warna ukuran kecil untuk dekorasi.

Kegiatan disentra balok antara lan ; membangun dengan

menggunakan maam-macam bentuk dan ukuran balok unit,

(22)

bangunan, bermain peran dengan menggunakan alat-alat

pendukung yang dilakukan dalam bangunan yang dibuatnya.

c. Sentra Main Peran Besar

Sentra main peran besar adalah sentra yang memberikan

kesempatan kepada anak untuk mengembangkan pengertian

mereka tentang dunia disekitarnya, kemampuan berbahasa,

ketrampilan mengambil sudut pandang dan empati melalui

mainperan yang mengalirkan knowledge pada anak.

Tujuan sentra main peran besar adalah mengembangkan

kemampuan interaksi social dan berbahasa, dan membangun rasa

empati , mengambil sudut pandang spasial afeksi. Aturan di sentra

main besar antara lain adalah focus main sesuai peran, control diri

dalam berinteraksi dengan pemeran lain dan dalam menggunakan

alat, beres-beres selesai bermain kembaikan alat ketempatnya.

Sentra main besar bermanfat untuk mendukung anak dalam

memiliki kemampuan untuk memisahkan pikiran dari kegiatan dan

benda, memiliki kemampuan menahan dorongan hati dan

menyusun tindakan yang diarahkan sendiri dengan sengaja dan

fleksibel, memiliki kemampuan membedakan imajinasi dan

(23)

Perlengkapan dalam main di sentra main besar adalah alat

dengan ukuran yang sesungguhnya, artinya alat tersebut bias

dipakai anak saat bermain. Perlengkapan main di sentra peran

besar dibagi atas ; alat dan bahan main kerumahtangaan, alat dan

bahan man keprofesian, alat dan bahan main yang mendukung

keaksaraan. Kegiatan di sentra main peran besar adalah

memainkan peran-peran yang ada dimuka bumi yang dekat dengan

anak, seperti peran ibu, ayah, dokter, binatang-binatang.

d. Sentra Main Peran Kecil

Sentra main peran kecil adalah mengalirkan materi pada anak

melalui alat main berukuran kecil. Anak sebagai dalang yang

menggerakkan boneka yang menjadi pameran.

Tujuan sentra peran kecil adalah membangun kemampuan

abstrak berpikir dan berpikir secara obyektif, dan mengembangkan

kemampuan dalam berinteraksi social dan berbahasa. Aturan

disentra mai peran kecil antara lain ; focus main sesuai peran yang

diilih melalui bonekanya, control diri dalam berinteraksi dengan

pemain yang lain dan dalam menggunakan alat main, beres-beres

mengaembalikan alat-alat yang telah dimainkan kembali ke

tempatnya sesuai dengan labelnya. Sentra main peran kecil

bermanfaat untuk mendukung anak dalam memiliki kemampuan

(24)

kemampuan menahan dorongan hati dan menyusun tindakan yang

diarahkan sendiri dengan sengaja dan fleksibel, dan memiliki

kemampuan berpikir obyektif. Sedangkan perlengkapan main di

sentra pern kecil adalah menggunakan alat bermain atau benda

berukuran mini atau kecil seperti boneka orang atau binatang,

rumah boneka, mobil-mobilan, pohon, perahu, pesawat. Alat dan

bahan sntra main peran kecil dapat diklasifikasikan seperti maket

bangunan berikut perlengkapan furniture dengan ukuran yang

proposional dengan bangunannya seperti rumah, boneka, meja ,

kursi yang sesuai dengan ukuran rumah boneka, boneka orang dan

binatang, asesoris pendukung seperti pohon, pagar, kendaraan,

perlengkapan makan, perlengkapan memasak, perlengkapan yang

berhubungan dengan peran profesi masing-masing, dan alat dan

bahan main yang mendukung keaksaraan anak.

Kegiatan di sentra main peran kecil adalah memainkan

peran-peran dimuka bumi yang ada disekitar anak melalui alat-alat yang

berukran kecil seperti boneka yang berperan sebagai ibu, ayah,

kaka,adik, atau binatang.

e. Sentra Bahan Alam.

Sentra bahan alam adalah sentra yang memberikan kesempatan

kepada anak untuk berinteraksi langsung dengan berbagai macam

(25)

Sentra ini bertujuan member kesempatan untuk membangun

kemampuan dengan berbagai macam bahan atau dengan

bahan-bahan yang berbeda, member kesempatan anak mendapatkan

pengalamann sensorimotor yang kaya, dan membangun control

anak.

Sedangkan aturan di sentra bahan alam adalah penggunaan alat

sesuai fungsinya, control diri, beres-beres, bekerja tuntas. Manfaat

main sentra bahan alam antara lain mendukung tahap

perkembangan sensomotorik, mendukung tahap perkembangan

knstruksi cair 9tahap melukis, tahap playdough), mendukung anak

belajar konsep-konsep sains, mendukung anak untuk lebih control,

memperkuat fine motor skill. Perlengkapan main sentra ahan alami

aalah plsydough, finger painting, cat lukis, beras, biji-bijian, pasir

dan air, krayon, spidol, kertas untuk melukis, menggambar, finger

painting, kuas, alat-alat untuk menakar. Dan kegiatan di sentra

bahan alam adalah kegatan pembangunansifat cair yang banyak

menggunakan baha-bahan bersifat fluid, seperti ; air,pasir,

biji-bijian, tepung terigu; kegiatan meakar, menuang, mengisi;

pengamatan terhadap kejadian-kejadian sains.

f. Sentra Seni

Sentra seni adalah sentra yang memberikan kesempatanpada anak

(26)

berinteraksi dengan berbagai alat dan bahan seni sperti ; lem,

gunting, krayon, cat, clay, playdough.

Tujuan sentra seni adalah memberikan penalaman proses kerja

yang bermutu, bukan menghaslkan karya seni, anak mendapatkan

kesenangan dari eksplorasi warna, ketrampilan motorik, halus dan

proses kreaivitas, membangun kemampuan dasar-dasar seni.

Aturan di sentra seni adalah memilh kegiatan yang disediakan,

memulai dan mengakhiri kegiatan yang sudah diilh, bekerja sesuai

dengan kreasinya, melaporkan pekerjaan yang telah diselesaikan,

berganti kegiatan seni yang lainnya, bila waktu masih

memungkinkan, beres-beres. Manfaa senra seni antara lain ;

mengembangkan ketrampilan motorik halus, kemampuan

menggunakan berbagai alat dan bahan, kemampuan estetik anak

terhadap karya sei, kemampuan menghargai karya seni diri dan

orang lain, kemampuan bekerja secaa sistematis.

Perlengkapan main sentra seni antara lai berbagai jenis dan

ukuran krayon dan spidol, cat air, kuas besa dan kecil,

macam-macam keras, kanji warna , bahan-bahan bekas, kain perca,

macam-macam benang. Dan kegiatan di senra seni adalah

menggambar dengan krayon, melukis dengan kuas besar/kecil,

menggunting dan menempel pola / gambar, kolase, mozaik, finger

(27)

g. Sentra Imtaq

Sentra imtaq adalah sentra yang memberikan kesempatan kepada

anak pembelajaran nilai-nilai, aturan-aturan agama sehingga anak

dapat mengembangkan keimanan dan ketakwaan melalui

pembiasaan sehari-hari pada kegiatan main anak. Fokus sentra in

mendukung anak untuk engenal dan membangun konsep-konsep

Al-Qur’an dan Hadis.

Tujuan sentra imtaq ini adalahmemberikan kesempatan pada

anak untuk memainkan berbagai macam alat main dan kegiatan

yang dilakukan dengan tujuan agar mereka memilih dengan arahan

diri dan menggunakan alat dengan ukuran sesungguhnya. Serta

membangn konsep diri sebagai seorang muslim.

Aturan di sentra imtaqadalah focus dan khusyuk, memilih alat

main, bekerja tuntas, beres-beres, dan tertib. Selanjutnya manfaat

sentra imtaq adalah anak menyukai , senang, dan mencintai

agamanya, sehingga mau melakukan yang diperintahkan oleh

Allah secara ikhlas, anak dapat bersikap /berakhlakul karimal

seperti yang dicontohkan oleh Nabi Muhamad SAW, anak dapat

paktiklangsung cara-cara beribadah yang benar, anak mendapatkan

(28)

dapat belajar awal membaca dan menulis huruf hijaiyah.

Perlengkapan main di sentra imtaq adalah alat-alat sholat,

Al-Qur’an dan buku Iqra’, kartu-kartu huruf hijaiyah, puzzle masjid,

puzzle ka’bah, puzzle urutan sholat dan wudhu, dan haji,

plydough, alat-alat menggambar dan menulis, mencap dengan

stempel huruf hijaiyah, gunting, kertas berbagai ukuran, stepler,

bahan flannel sesuai tema.

Dan kegiatan di senra imtaq adalah membahas tentang ayat

Al-Qur’an yang berhubungan dengan tema, mengucapka surat-surat

pendek dan do’a-do’a harian, membaca dan menulis huruf hijaiyah

sesuai perkembangan anak, praktik wudlu dan sholat,

mengenalkan konsep rukun Islam dan rukun iman.

2. Tujuan Pembelajaran BCCT

Tujuan dari pendekatan BCCT yang dimaknai sebagai sentra dan saat

lingkaran adalah sebagai berikut :

a. Pendekatan ini ditujukan untuk merangsang seluruh aspek

kecerdasan anak (kecerdasan jamak) melalui bermain yang terarah

b. Anak Menciptakan setting pembelajaran yang merangsang anak

aktif, kreatif dengan menggali pengalamannya sendiri ( bukan

hanya sekedar mengikuti perintah, meniru, atau menghafal)

c. Dilengkapi dengan standar operasional yang baku, yang berpusat

(29)

bersama pendidik,sehingga mudah diikuti (Yuliani Nurani Sujiono,

2009: 217).

3. Prinsip-prinsip Pembelajaran BCCT

a. Pembelajaran berpusat pada anak

b. Menempatkan setting lingkungan main sebagai pijakan awal yang

penting

c. Memberikan dukungan penuh kepada setiap anak untuk aktif,

kreatif, dan berani mengambil keputusan sendiri

d. Peran pendidik sebagai fasilitator, motivator, dan evaluator

e. Kegiatan anak berpusat pada sentra-sentra yang berfungsi sebagai

pusat minas

f. Memiliki standar prosedur operasional (SPO) yang baku baik di

sentra maupun pada saat lingkaran

g. Pemberian pijakan sebelum dan setelah anak bermain dilakukan

dalam posisi duduk melingkar (Muchtar latif dkk, 2013: 219).

4. Langkah-langkah Pembelajaran BCCT

a. Persiapan

- Penyiapan pendidikan dan pengelola melalui pelatihan dan

pemagangan

- Penyiapan tempat dan alat bermain sesuai jenis sentra dan alat

(30)

- Penyiapan administrasi kelompok dan pencatatan

perkembangan anak

- Pengenalan metode pembelajaran kepada orang tua

b. Pelaksanaan

1) Bukalah sentra secara bertahap sesuai dengan kesiapan

pendidik dan sarana pendukung lain

2) Gilirlah setiap kelompok anak untuk bermain di sentra

sesuai dengan jadwal.Setiap kelompok dalam satu hari

hanya bermain satu sentra saja

3) Berikan variasai dan kesempatan yang cukup kepada setiap

anak agar tidak bosan dan tidak berebut

4) Seiring dengan kesiapan pendidikan dan sarana yang

mendukung, tambahilah sentra baru apabila belum lengkap

5) Lengkapilah dalam sentra dengan berbagai jenis APE (Alat

Peraga Edukatif) baik yang buatan pabrik maupun yang

dikembangkan sendiri dengan bahan limbah dan

lingkungan alam sekitar.

c. Penyambutan anak

Pendidik menyambut kedatangan anak di depn pintu gerbang

dengan dengan ramah dan semangat dengan mengucapkan salam,

dan menanyakan bagaimana kabar anak dan pendidik menyebut

(31)

d. Masa transisi

Pada masa transisi ini pendidik mempersilahkan anak bermain

dalam bimbingan orang tuanya, dan atau sambil konsultasi dengan

pendidik, konselor ata psikolog yang ada. Pada masa ini anak

diberi kesempatan untuk berkonsultasi dengan pendidik,

konselor,atau psikolog tentang apa saja yang mereka ketahui dan

bercerita tentang pengalaman yang mereka alami

e. Main pembukaan

Pada main pembukaan pendidik mengawali kegiatan dengan

berdo’a bersama. Kemudian anak diajak bernyanyi, menari,

melompat dan tertawa, serta sambil bertepuk tangan dan

melambaikan tangan. Main pembukaan ini bertujuan untuk

menyemangatkan anak, anak lebih semangat dalam melakukan

kegiatan.

f. Kegiatan awal bermain

Pada kegiatan ini pendidik mengajak anak menuju sentra atau

pusat kegiatan bermain dengan cara bernyanyi bersama. Disini

pendidik menjelaskan permainan yang akan dilakukan oleh anak

dan membuat aturan permainan atas kesepakatan anak sebelum

permainan dimulai.

g. Kegiatan inti bermain di masing-masing kelompok

(32)

1) Pijakan pengalaman sebelum bermain

2) Pijakan pengalaman main setiap anak

3) Pijakan pengalaman setelah main

4) Makan bekal bersama

Makan bekal makanan yang dibawa sendiri-sendiri oleh

anak dilalukan bersama-sama selama 15 menit sebelum

akhir kegiatan.

5) Kegiatan akhir bermain

Pada saat akhir kegiatan bermain pendidik

mengucapkan selamat kepada semua anak atas yang

telah mereka alami hari ini. Anak-anak berdo’a

bersama ddan dihantarkan pulang bersama orang

tuanya yang telah menunggu.

(http//repository.Unib.ac.id /tentang Konsep, Teori

BCCT/ diakses pada tanggal 10 April 2016)

5. Peran Guru dalam pembelajaran BCCT

1) Guru sebagai fasilitator

2) Guru sebagai motivator

3) Guru sebagai evaluator

C. Manajemen Pembelajaran BCCT

Pembelajaran BCCT merupakan pembelajaran anak usia dini yang

(33)

dengan belajar sambil bermain. Pada model ini anak dilayani secara

individual, anak memiliki kebbebasan memilih sentra sesuai dengan

minatnya , sehingga anak memilki kesempatan mengeksplorasi dunianya.

Dengan demikian anak dapat belajar menemukan sendiri pengetahuan dan

pengalaman secara mandiri. Guru hanya sebagai fasilitator bagi anak.

Pembelajaran ini dapat tercapai manakala manajemen pembelajaran

BCCT yang diditerapkan adalah perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi

pembelajaran sebagaimana yang tercantum dalam Permendiknas No. 58

tahun 2009 tentang standar PAUD yang menyebutkan bahwa salah satu

standar pelaksanaan pembelajaran adalah standar proses dan penilaian.

Standar proses dan penilaian meliputi perencanaan, pelaksanaan, dan

penilaian program yang dilaksanakan secara terpadu sesuai bakat, minat,

dan kebutuhan anak.

D. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pembelajaran BCCT

Menurut Noni Dwi Cahyowati (2012: 10) faktor-faktor yang

mempengaruhi manajemen pembelajaran BCCT antara lain adalah :

a. Sarana prasarana yang terbatas

b. Kurangnya wawasan / pengetahuan guru tentang guru

BCCT

c. Dana yang kurang

(34)

e. Kurangnya perhatian orang tua dalam membantu

pembelajaran siswa

f. Dukungan dari lembaga pendidikan yang bersangkutan.

E. Prior Research Review

Penelitian yang berhubungan dengan pembelajaran pada anak usia

dini sudah pernah dilakukan oleh beberapa peneliti, antara lain Pelaksanaan

pembelajaran dengan pendekatan BCCT pada kelompok B di PAUD Assalam

Kota Bengkulu (Selvi Citra Sari, 2014: 1). Penelitian yang dilakukan oleh (

Nova Indriati 2013: 1) tentang Pengaruh pendekatan BCCT untuk

meningkatkan kemampuan sosialisasi kelompok A PAUD terpadu Nurul

Dzikri yang hasilnya menunujukkan ada pengaruh pendekatan terhadap

kemampuan social anak.

Kedudukan penelitian terhadap penelitian terdahulu adalah untuk

menambah dan melengkapi khasanah penelitian tentang manajemen

pembelajaran BCCT. Karena penelitian ini akan mengkaji lebih jauh tentang

bagaimana manjemen pembelajaran BCCT pada anak usia dini di TK BCC

Ungaran. Diharapkan dari hasil penelitian ini manajemen pembelajaran

BCCT dapat dilaksanakan sebagaimana fungsi manajemen pembelajaran yaitu

(35)

BAB III

METODE PENELITIAN

1. Pendekatan Penelitian

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan

pendekatan deskriptif. Karena data yang dikumpulkan berbentuk kata atau

gambaran dari naskah wawancara, cacatan lapangan, dokumen pribadi (

Moleong, 2002 : 11). Bentuk penelitian ini akan mampu menangkap

berbagai informasi kualitatif dengan deskriptif yang penuh nuansa, yang

lebih berharga dari pada sekedar pernyataan jumlah atau frekwensi dalam

(36)

tunggal. Hal ini dipilih karena penelitian telah ditentukan variabel pokok

yang akan dijadikan pusat kajian.

2. Kegiatan Penelitian

Kegiatan penelitian ini dilaksanakan di TK Bina Citra Cendekia Ungaran

selama 6 bulan. Dengan tahap-tahap peneitian antara lain : melakukan

observasi, menentuntukan key person, informan dengan teknik

snowbolling. Secara singkat penelitian tersebut dapat dilhat dalam tabel

rencana kerja sebagai berikut :

Tabel I

Rencana Kerja Penelitian

Waktu bulan ke

Perencanaan Penelitian

1 2 3 4 5 6

Observasi V V

Perijinan :birokrasi V

Wawancara /pencatatan/pengamatan

(penelitian)

V V V V V V

(37)

3. Subyek Penelitian

Agenda sentral penelitian ini adalah hendak mengungkap

berbagai permasalahan yang berhubungan dengan manajemen

pembelajaran BCCT di TK BCC Ungaran , maka yang menjadi subyek

penelitian adalah Kepala sekolah, guru dan siswa TK BCC Ungaran.

Mereka dipilih sebagai key informan karena mereka yang lebih paham

tentang manajemen pembelajaran BCCT di TK BCC Ungaran dan

kondisi siswa TK BCC Ungaran. Sedangkan informan sekunder dalam

penelitian ini adalah tokoh masyarakat yang lebih memahami persepsi TK

BCC Ungaran. Adapun visi misi sekolah , keadaan guru dan siswa, data

inventaris dan prestasi akademik TK BCC Ungaran adalah sebagai

berikut :

a. Visi dan Misi

Visi

Sebagai Lembaga Pendidikan Islam mempersiapkan dan

meningkatkan Generasi berakhlaq mulia, Kreatif, Mandiri,

amanah dan mengharap ridha Allah SWT dengan segala aspek

kehidupan bermasyarakat. berbangsa dan bernegara

(38)

o Mengembangkan konsep operasional kader umat yang siap

tumbuh menjadi generasi berakhlaq mulia, dan proses

pendidikannya.

o Membantu orang tua dalam mewujudkan anak sholih sholihah

yang ditampilkan dengan akhlaq mulia dan disertai

kemampuan intelektual tinggi, menguasai sains teknologi

disertai emosional stabil.

o Menyelenggarakan sarana dan prasarana pendidikan sejalan

dengan kebutuhan pendidikan yang bermutu tinggi

o Membangun kualitas guru / pendidik professional yang

berakhlaq mulia

o Menjadikan kemajuan dan keberhasilan peserta didik dalam

proses pendidikan sebagai pusat orientasi dan tujuan yang

paling diutamakan dalam semua kegiatan.

TUJUAN

1. Menanamkan nilai-nilai Islam sejak dini sehingga anak terbiasa

berperilaku mulia dan berbudi luhur.

2. Melatih anak untuk berkreativitas dan bersosialisasi.

3. Agar anak dapat tumbuh dan berkembang normal baik jasmani

maupun rohani.

(39)

TABEL II

9 Siti Chanifah Guru/Staff Adm &

Keuangan

10 Ratna Yuniar Guru/Staff Perpustakaan

TABEL III

KEADAAN SISWA TK BCC UNGARAN

NO

(40)

1 Kelas TK AI 21

NO TAHUN PERINGKAT KETERANGAN

1 2004 JUARA I

Lomba Memindah Bola Dalam Rangka Gelar Seni & Kreatifitas Anak

KB-TK-SD Islam Hidayatullah Semarang ( 21 –

22 Februari 2004 )

2 2004 JUARA I

Lomba Balita Bergaya Dalam Rangka Gelar Seni & Kreatifitas Anak

KB-TK-SD Islam Hidayatullah Semarang ( 21 –

22 Februari 2004 )

3 2004 JUARA II

Lomba Balita Bergaya Dalam Rangka Gelar Seni & Kreatifitas Anak

KB-TK-SD Islam Hidayatullah Semarang ( 21 –

22 Februari 2004 )

4 2004 JUARA III

Lomba Hafalan Surat Pendek Dalam Rangka Gelar Seni & Kreatifitas Anak

KB-TK-SD Islam Hidayatullah Semarang ( 21 –

(41)

5 2006 JUARA III

Lomba Balita Bergaya Busana Casual Kategori Balita) "Nutrisi A+ Untuk Anak A+. Lembaga Pendidikan Islam Hidayatullah ( 18 Maret 2007 )

9 2008 JUARA II Lomba Melukis Hardiknas IGTKI PGRI

Kecamatan Ungaran Barat (28 Mei 2008)

10 2009 JUARA I

Festival Gerak dan Lagu (Tingkat Play Group)

Hari Anak Nasional tingkat Kabupaten

Semarang

11 2009 JUARA II Lomba Mewarnai (Tingkat TK) YLPI Hj. Isriati

(42)

TABEL V

DAFTAR SAARANA PRASARANA

NO NAMA JUMLAH

1 Ruang Kelas 6 ruang

2 Ruang Kantor 1 ruang

3 Ruang Ttat Usaha 1 ruang

4 UKS 1 ruang

5 Perpustakaan 1 ruang

6 Gudang 1 ruang

7 Dapur 1 ruang

8 Kamar Mandi Guru 1 ruang

9 Kamar Mandi Anak 3 ruang

10 Kamar Mandi Tamu 1 ruang

11 Pos Satpam 1 ruang

1. SARANA BERMAIN OUT DOOR:

a. Ayunan

b. Papan luncur

c. Jungkitan

d. Tangga Majemuk

(43)

f. Papan Panjat

g. Kolam Renang

h. Bajing Loncat

2. SARANA PENUNJANG PEMBELAJARAAN : a. Televisi

b. DVD

c. Tape recorder

d. LCD

e. Komputer

4. Teknik Pengumpulan Data

Penelitian ini menggunakan metode interaktif dan metode non

interaktif (Goetz dan le Comte , 1984 : 14). Metode interaktif meliputi

observasi berperan dan wawancara , sedangkan metode non interaktif

meliputi observasi dan analisis dalam dokumen.

Sesuai dengan bentuk pendekatan penelitian kualitatif dan sumber data

yang akan digunakan , maka teknik pengumpulan data yang digunakan

dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :

(44)

Metode wawancara ini bertujuan memperoleh data atau

informasi dari responden ( key informan) tentang manajemen

pembelajaran BCCT di TK BCC Ungaran , maka yang menjadi key

informan adalah Kepala TK, guru , dan siswa TK BCC Ungaran.

Sedangkan tokoh masyarakat setempat menjadi informan sekunder

yang terlibat dengan persoalan yang terkait dengan manajemen

pembelajaran BCCT di TK BCC Ungaran..

Riset ini juga akan menggunakan teknik Focus Group Discussion

(FGD) untuk kebutuhan melengkapi data tentang manajemen

pembelajaran. Secara umum teknik ini akan mengambil sampel dari

Kepala TK BCC dan guru. Karena mereka yang terlibat langsung

dengan siswa. Kedua kategori ini dikelompokkan secara terpisah.

Penggalian data melalui diskusi kelompok ini dimaksudkan agar

peneliti dapat menghimpun data dari hasil sharing pengalaman

informan.

2. Observasi

Metode ini dilakukan dengan pengamatan langsung dan pengamatan

tidak langsung terhadap obyek yang diteliti (Suharsimi Arikunto, 1993

: 1). Pengamatan langsung ini dilakukan oleh peneliti untuk

(45)

tentang manajemen pembelajaran , begitu juga tentang keadaan guru

dalam pembelajaran dikelas. Sedangkan pengamatan tidak langsung

dilakukan untuk memperoleh data tentang persepsi masyarakat

terhadap TK BCC Ungaran .

3. Dokumentasi

Metode dokumentasi digunakan untuk mencari data mengenai hal-hal

yang berupa catatan, tulisan, arsip atau dokumen (Moh. Nazir, 1999 :

56). Catatan dan tulisan tersebut berupa UU Sisdiknas, peraturan

pemerintah, jurnal, dan catatan penilaian kepala sekolah, penilaian

guru, prestasi siswa serta profil TK BCC Ungaran. Dokumen tersebut

dapat dijadikan data pendukung dalam penelitian ini.

E. Keabsahan Data

Agar data yang diperoleh berujung pada kesimpulan atau verifikasi

dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah , maka mutlak dilakukan

pemeriksaan keabsahan data. Dalam pemeriksahan keabsahan data

dalam penelitian ini menggunakan derajat kepercayaan (reliability)

data yang diperoleh dari informan, keteralihan (transferability) data

dari sumber data satu dengan sumber data yang lain, ketergantungan

(dependability) data dan kepastian (confirmability) data yang diperoleh

(46)

Dalam menguji keabsahan data peneliti menggunakan tri angulasi.

Tri angulasi yaitu teknik pemeriksahan keabsahan data yang

memanfaatkan sesuatu yang lain diluar data ituuntuk keperluan

pengecekan atau sebagai pembenading terhadap data. Pemeriksaan itu

dilakukan terhadap sumber lainnya, sebagaimana dikatakan moleong

(2002 : 178) yaitu berupa pemeriksaan yang memanfaatkan

penggunaan sumber data. Tri angulasi dengan sumber berarti

membandingkan dan mengecek balik derajat kepercayaan suatu

informasi melalui alat yang berbeda dengan jalan :

1. Membandingkan data hasil pengamatan dari berbagai pihak yang

terlibat dalam manajemen pembelajaran BCCT di TK BCC

Ungaran dengan hasil wawancara.

2. Membandingkan dengan apa yang dikatakan oleh orang di depan

umum secara pribadi dari subyek penelitian, baik key informan

maupun informan pendukung.

3. Membandingkan hasil wawancara dengan isi suatu dokumen

pelaksanaan kompetensi profesional guru.

(47)

Teknik analisis data dalam penelitian ini

deskriptif-eksploratif-analisis, yaitu mendiskripsikan pendapat kepalaTK BCC, komite sekolah,

guru, dan siswa serta tokoh masyarakt kemudian dianalisa tentang

manajemen pembelajaran. Adapun alur yang digunakan interprestasi data

dalam penelitian ini adalah teori yang dikemukakan oleh Miles dan

Huberman (1992 : 16), yaitu reduksi data, sajian data, dan verifikasi.

a. Reduksi Data

Reduksi data adalah proses pemilihan, perumusan, perhatian pada

penyederhanaan atau menyangkut data dalam bentuk uraian (laporan)

yang terperinci dan sistematis, menonjolkan pada pokok-pokok yang

penting agar lebih mudah dikendalikan. Reduksi data merupakan satu

bentuk analisis yang menajamkan, menggolongkan,membuang yang

tidak perlu , yang akan memberikan gambaran yang lebih terarah

tentang hasil pengamatan, dan juga mempermudah peneliti untuk

mencari kembali data itu apabila diperlukan.

Display data merupakan upaya penyajian data untuk melihat

gambaran keseluruhan data atau bagian-bagian tertentu dari penelitian.

Data yang dikumpulkan tidak semuanya valid dan reliable, karenanya

perlu dilakukan reduksi agar data yang akan dianalisis benar-benar

(48)

b. Sajian Data

Sajian data adalah rangkaian organisasi informasi yang

memungkinkan kesimpulan riset dapat dilakukan (Bambang

Sumardjoko : 2003 : 30). Sajian data diperlukan peneliti untuk lebih

mudah memahami berbagai hal yang terjadi dan memungkinkan

mengerjakan sesuatu pada analisis ataupun tindakan lain berdasarkan

pemahamannya. Sajian data dapat berupa berbagai jenis matriks,

gambar,skema, jaringan kerja yang berkaitan dengan kegiatan dan juga

tabel.

c. Penarikan Kesimpulan

Sejak awal kegiatan pengumpulan data seorang peneliti sudah harus

memahami arti berbagai hal yang ditemui dengan mulai melakukan

pencatatan peraturan-peraturan , pola-pola, pernyataan-pernyataan,

konfigurasi-konfigurasi yang mungkin , arahan sebab akibat dan

berbagai proposisi. Kesimpulan atau verifikasi adalah upaya untuk

mencari makna terhadap data yang dikumpulkan dengan mencari pola,

tema, hubungan, persamaan, hal-hal lain yang sering timbul dan

(49)

Pengambilan kesimpulan atau verifikasi dilakukan secara bertahap.

Pertama-tama dirumuskan kesimpulan sementara, akan tetapi dengan

bertambahnya data perlu dilakukan dengan cara mempelajari kembali

data-data yang terkumpul, baik yang telah direduksi maupun yang

telah disajikan. Demikian juga verifikasi ini dilakukan dengan cara

meminta pertimbangan dari pihak-pihak yang kompeten, misalnya

kepala TK ,komite sekolah, dan tokoh masyarakat. Teknik

pengambilan kesimpulan dan penelitian ini adalah teknik analisis

induktif berdasarkan bagian-bagian yang telah dikumpulkan,

kemudian dikelompok-kelompokkan yang saling berhubungan

(Moleong, 2002 : 6).

Reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi

sebagai sesuatu yang jalin menjalin pada saat sebelum, selama, dan

sesudah pengumpulan data dalam bentuk yang sejajar untuk

membangun wawasan umum yang disebut analisis.

Tiga jenis kegiatan analisis (reduksi data, sajian dat, verifikasi atau

penarikan kesimpulan) dan kegiatan pengumpulan data merupakan

siklus dan interaktif. Peneliti bergerak ulang alik diantara kegiatan

reduksi data , sajian data, dan verifikasi selama kurun waktu

penelitian. Pengkodean data , misalanya reduksi data menjurus kearah

(50)

(penyajian data). Pencatatan data mempersyaratkan reduksi data

selanjutnya. Setelah matrik teirisi, kesimpulan awal dapat ditarik, dan

menggiring pada pengambilan keputusan, misalnya untuk menambah

kolom lagi pada matriks itu untuk dapat menguji kesimpulan tersebut.

Untuk lebih jelasnya tiga komponen dalam kegiatan penelitian ini

dapat dilihat dalam gambar di bawah ini :

Masa pengumpulan data

reduksi data

sebelum sesudah

(51)

sebelum sesudah

kesimpulan (verifikasi)

(Miles and Huberman, 1984: 19).

Gambar 1. Tahap-tahap analisis data menurut Miles and Huberman.

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. HASIL PENELITIAN

I. Manajemen Pembelajaran BCCT di TK BCC Ungaran

Berdasarkan hasil wawancara dengan guru TK BCC Ungaran yang

pada hari Senin tanggal 5 September 2016 diperoleh data sebagai

berikut :

a. Guru TK BCC yang berinisial SHT

Manajemen pembelajaran BCCT TK BCC Ungaran sudah sesuai

(52)

pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, dan evaluasi pembelajaran.

Dengan deskripsi sebagai berikut :

1) Perencanaan pembelajaran BCCT di TK BCC Ungaran

Bardasarkan hasil wawancara diperoleh data sebagai berikut :

“ Sebelum guru terlibat dalam pembelajaran guru harus ikut

pelatihan khusus tentang Pembelajaran agar guru tersebut

mengerti, memahami dan dapat mengaplikasikan manajemen

pembelajaran BCCT. Pelatihan itu dilaksanakan di luar instasi

lain yaitu di Istiqlal Jakarta selama 1 minggu secara

bergantian secara rurin karena dananya terbatas.Dan selain

itu pada tahun 2015 guru dikikutkan dalam workshop BCCT

selama 3 hari di Bandungan kab. Semarang dalam 3

gelombang. Dan semua guru yang sudah memililiki

pengetahuan , pemahaman dan pengalaman tentang

pembelajaran BCCT terlibat dalam pembelajaran BCCT

dengan membuat rencana pembelajaran yang disebut dengan

rencana kegiatan 1 Tahun, Rencana kegiatan semester ,

rencana kegiatan bulanan , RKM (Rencana Kegiatan

Mingguan ) dan RKH (Rencana Kegiatan Harian. Rencana

kegiatan ini dibuat oleh guru mengacu pada kalender akademi

(53)

pembelajaran dilakukan secara terstruktur sesuai dengan

jangka waktunya. Rencana kegiatan tahunan dijabarkan

menjadi rencana kegiatan semester yang kemudian dijabarkan

lagi menjadi rencana kegiatan bulanan, dari rencana kegiatan

bulanan ini dijabarkan lagi menjadi rencana kegiatan

mingguan . Dan dari rencana kegiatan mingguan ini yang

kemudian dikonsultasikan kepada kepala sekolah. Semua guru

dituntut untuk membuat rencana kegiatan harian sebelum

melaksanakan pembelajaran . Dalam rencana kegiatan harian

inilah guru rencana tujuan pembelajaran, rencana

langkah-lamgkah pembelajaran, metode, media, dan menyusun

instrumen pembelajaran yang akan digunakan.

Guru yang terlibat dalam menyusun rencana kegiatan ini

berjumlah 10 orang yang terdiri dari 6 orang sudah lulus S.1

PAUD dan 4 orang lulus SMA.

2) Pelaksanaan Pembelajaran

Berdasarkan hasil wawancar diperoleh data sebagai berikut :

“TK BCC Ungaran merupakan lembaga pendidikan PAUD

yang melaksanakan kegiatan pembelajaran lima hari sekolah.

Guru dalam mengajar menggunakan Rencana mbelajaran

(54)

Dalam proses pembelajaran anak belajar sambil bermain

yang dikondisiskan dengan permainan dan mengalami sendiri

sesuai dengan jenis sentranya. Pembelajaran dilakukan di

dalam 6 sentra yaitu Sentra ibadah, makro, balok, bahan alam,

Sentra seni, dan Sentra persiapan.

Pelaksanaan pembelajaran di TK BCC Ungaran dimulai pukul

07.00 – 11.00 WIB untuk hari senin sampai hari Kamis. Untuk

hari Jum’at dimulai pukul 07.30 – 10.00 WIB. Sedang hari

Sabtu tidak ada pembelajaran tapi guru tetap masuk. Adapun

proses pembelajaran di TK BCC melalui 7 tahapan sebagai

berikut :

a) Jurnal pagi

Jurnal pagi merupakan kegiatan di dalam kelas yakni

anak mengerjakan sesuatu untuk mengisi waktu

sebelum bel berbunyi. Di dalam kelas TK A jurnal pagi

diisi bermain Alat Peraga Edukatif (APE), membaca,

menulis, menggambar, mewarnai pada pukul 07.00 –

07.30 WIB. Sedang TK B jurnal pagi diisi dengan

bermain dihalaman sekolah mulai jam 07.00 – 08.00

WIB.

(55)

Pembukaan merupakan suatu kegiatan sebelum materi

pagi. Kegiatan pembukaan meliputi motorik kasar,

membaca syahadat, ikrar, istighfar, sholawat, asmaul

husna, surat pendek, salam, tepuk, menyanyi. Kegiatan

ini dimulai dari jam 07.30 – 08.00 WIB.

c) Materi pagi

Materi pagi meliputi membaca Alfatihah, Do’a kepada

orang tua, absen, penyampean webbing (tema), dan

keaksaraan angka. Materi pagi dilakukan ja 08.00 –

08.30 WIB.

d) Kegiatan inti/sentra

Kegiatan sentra merupakan kegiatan dimana anak

mulai bermain. Kegiatan bermain sesuai dengan sentra

masing-masing. Permainan yang disediakan harus

dapat nengembangkan aspek-aspek perkembangan

anak. Kegiatan sentra dilakukan mulai pukul 08.30 –

09.45 WIB.

Pembelajaran dalam sentra dilaksanakan melalui

empat pijakan, yaitu pijakan lingkungan main, pijakan

(56)

main. Pijakan lingkungan main meliputi tempat main,

jumlah ragam main, kelas serta jumlah anak dalam

satu kelas. Pijakan sebelum main meliputi salam, do’a,

membaca basmalah, mengupas tema, membaca aturan

dan harapan main yang meliputi perhatikan

pegangannya nanti, pilih teman, pilih mainan,

perhatikan mainan, rapikan, sayang gur dan teman.

Pijakan saat main meliputi mengamati, memotivasi,

dan menilai. Anak-anak berperan aktif, mereka

seolah-olah menjadi orang yang ada dalam permainan itu.

Pijakan setelah main yaitu recallingyakni evaluasi dan

review, membaca dan menutup majelis dan do’a

sebelum makan. Metode yang digunakan dalam

pembelajara sentra adalah ceramah dan cerita serta

demonstrasi untuk memberiakan contoh gerakan atau

permainan , misalnya gerakan sholat. Kemudian

metode tanya jawab, dialog atau bercakap-cakap,

metode bermain peran, karya wisata, metode

pemberian tugas, metode praktek.Anak disuruh

menyelesaikan tugas dengan permainan yang ada pada

(57)

Media pembelajaran yang digunakan disesuaikan

dengan sentra masing-masing. Media tersebut meliputi

Audio( media yang dapat didengar seperti radio, tape

recorder. Kemudian media visual yakni media yang

dapat dilihat seperti TV, vidio animasi. Selain itu media

APE (alat peraga edukatif) baik indoor maupun

outdoor seperti balok, boneka, kotak kotak,

alphabet,kartu bilangan, kartu pasangan, papan titian,

jangkit-jangki, bola dunia, perosotan, ayunan, bola

tendang, bola basket.

Sarana lain yang menunjang pembelajaran adalah

vidio player, LCD, Komputerdan majalah dinding.

e) Istirahat

Istirahat dilakukan mulai jam 09.45 – 10.30 WIB.

Kegiatan dalam istirahat meliputi cuci tangan, makan

bersama, gosok gigi.

f) Penutup

Kegiatan penutup dilakukan mulai 10.30 -11.30. Di

kelas TK kegiatan penutup disisi dengan mengaji,

(58)

KB tidak ada mengaji dan LKS, setelah istirahat

langsung berdo’a dan pulang.

3) Evaluasi Pembelajaran

Berdasarkan wawancara diperoleh data sebagai berikut :

“Evaluasi pembelajaran BCCT di TK BCC Ungaran

akan oleh guru pada setiap bulan , setiap minggu, dan

setiap hari baik penilaian dalam aspek kognitif, afektif

maupun psikomotorik. Adapun model penilaiannya

adalah observasi atau pengamatan dari awal sampai

akhir pembelajaran.Dalam melakukan evaluasi

pendidik membuat cacatan atau anekdot penilaian

tersendiri. Hasil penilaian berbentuk narasi dan huruf.

Dalam bentuk pengembangan psikologi penilaian

berbentuk narasi. Sedangkan penilaian berbentuk baik,

sedang, dan buruk. Untuk nilai perkembangan anak

setiap semesternya berbentuk huruf yaitu PB (perlu

bimbingan, MB : Mulai bimbingan, BST : Berkembang

(59)

penilaian hafalan dengan bentuk L : Lancar, KL :

Kurang lancar, TL: Tidak lancar.

Dalam evaluasi pembelajaran TK BCC

Ungaran bekerjasama dengan orang tua wali murid.

Setiap satu bulan sekali wali murid dikumpulkan untuk

menyampaikan hasil penilaian perkembangan

kemajuan siswa. Hal ini dilakukan sebagai bentuk

dukungan orang tua terhadap keberhasilan

siswa.Keterlibatan orang tua sangat mecapaian tujuan

pembelajaran yng sudah ditentukan”.

b) Guru TK BCC Ungaran berinisial WPA

Berdasarkan hasil wawancara diperoleh data sebagai berikut:

Pembelajaran BCCT TK BCC Ungaran sudah sesuai dengan

komponen manajemen pendidikan yang meliputi perencanaan

pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, dan evaluasi

pembelajaran. Dengan deskripsi sebagai berikut :

1) Perencanaan pembelajaran BCCT di TK BCC Ungaran

(60)

“Semua guru yang terlibat dalam pembelajaran BCCT ikut

menyususn perencanaan pembelajaran baik perencanaan

pembelajaran tahunan/semester, bulanan, mingguan maupun

harian. Sebelum guru terlibat dalam perencanaan

pembelajaran BCCT meskipun sudah lulus S.1 Jurusan

Psikologi maupun Bimbingan Konseling namun guru

diharuskan ikut pelatihan atau workshop tentang BCCT

diselenggarakan oleh dinas pendidikan secara lokal atau

nasional.Secara nasional guru diikutkan worksho BCCT di

Istiqlal Jakarta selama 1 minggu secara

bergantian.Kemuadian secara lokal juga diikutkan workshop

di Bandungan kab. Semarang.Hal ini dimaksudkan agar para

guru memiliki pengetahuan, dan ketrampilan tentang BCCT,

sehingga dalam aplikasinya dilapangan tidak menemui

kesulitan.

Semua guru diharuskan membuat rencana kegiatan harian

sebagai penjabara dari rencana kegiatan migguan yang

kemuadian dikonsultasikan langsung dengan kepala sekolah.

Rencana kegiatan tersebut dibuat secara terstruktur dengan

mengacu pada kalender pendidikan.

(61)

Berdasarkan hasil wawancar diperoleh data sebagai berikut :

“Kegiatan pembelajaran TK BCC Ungaran dilakukan lima

hari sekolah. Guru dalam mengajar menggunakan Rencana

pembelajaran yaitu RKH (Rencana Kegiatan Harian) yang

sudah dibuat setiap mau mengajar.

Dalam proses pembelajaran anak belajar sambil bermain

sesuai dengan jenis sentranya. Pembelajaran dilakukan di

dalam 6 sentra yaitu sentra ibadah, makro, balok, bahan alam,

sentra seni, dan sentra persiapan.

Pelaksanaan pembelajaran di TK BCC Ungaran dimulai

pukul 07.00 – 11.00 WIB untuk hari senin sampai hari Kamis.

Untuk hari Jum’at dimulai pukul 07.30 – 10.00 WIB. Adapun

proses pembelajaran di TK BCC melalui 7 tahapan sebagai

berikut :

a) Jurnal pagi

Jurnal pagi merupakan kegiatan di dalam kelas yakni

anak mengerjakan sesuatu untuk mengisi waktu

sebelum bel berbunyi. Di dalam kelas TK A jurnal pagi

diisi bermain Alat Peraga Edukatif (APE), membaca,

menulis, menggambar, mewarnai pada pukul 07.00 –

(62)

bermain dihalaman sekolah mulai jam 07.00 – 08.00

WIB.karena kelas ruangannya kurang luas.

b) Pembukaan

Pembukaan merupakan suatu kegiatan sebelum materi

pagi. Kegiatan pembukaan meliputi motorik kasar,

membaca syahadat, ikrar, istighfar, sholawat, asmaul

husna, surat pendek, salam, tepuk, menyanyi. Kegiatan

ini dimulai dari jam 07.30 – 08.00 WIB.

c) Materi pagi

Materi pagi meliputi membaca Alfatihah, Do’a kepada

orang tua, absen, penyampean webbing (tema), dan

keaksaraan angka. Materi pagi dilakukan ja 08.00 –

08.30 WIB.

d) Kegiatan inti/sentra

Kegiatan sentra merupakan kegiatan dimana anak

mulai bermain. Kegiatan bermain sesuai dengan sentra

masing-masing. Permainan yang disediakan harus

dapat nengembangkan aspek-aspek perkembangan

anak. Kegiatan sentra dilakukan mulai pukul 08.30 –

(63)

Pembelajaran dalam sentra dilaksanakan melalui

empat pijakan, yaitu pijakan lingkungan main, pijakan

sebelum main, pijakan saat main, pijakan sesudah

main. Pijakan lingkungan main meliputi tempat main,

jumlah ragam main, kelas serta jumlah anak dalam

satu kelas. Pijakan sebelum main meliputi salam, do’a,

membaca basmalah, mengupas tema, membaca aturan

dan harapan main yang meliputi perhatikan

pegangannya nanti, pilih teman, pilih mainan,

perhatikan mainan, rapikan, sayang guru dan teman.

Pijakan saat main meliputi mengamati, memotivasi,

dan menilai. Anak-anak berperan aktif, mereka

seolah-olah menjadi orang yang ada dalam permainan itu.

Pijakan setelah main yaitu recalling yakni evaluasi dan

review, membaca dan menutup majelis dan do’a

sebelum makan. Metode yang digunakan dalam

pembelajaran sentra adalah ceramah dan cerita serta

demonstrasi untuk memberikan contoh gerakan atau

permainan , misalnya gerakan sholat. Kemudian

metode tanya jawab, dialog atau bercakap-cakap,

metode bermain peran, karya wisata, metode

(64)

menyelesaikan tugas dengan permainan yang ada pada

masing-masing sentra. Seperti menyelesaikan

perhitungan koin sampai bilangan 25, menulis angka,

menusun puzzle, memasukkan air kedalam plastik,

membuat mobil-mobilan dengan kardus dan

seterusnya. Dalam pembelajara sentra guru

memberikan stimulus antara lain memberikan jenis

ragam main. Misalnya dalam jenis ragam main sentra

persiapan membaca cerita, menulis pengalaman

pribadi, menyusun puzzle huruf, menghitung koin

sampai bilangan 25yang kemudian dihitung bersama

gurunya untuk mengecek kebenarannya. Setiap tema

dalam sentra ada puncak tema. Puncak tema ini

dilaksanakan diakhir pekan/minggu, misalnya sentra

alam puncak temanya adalah menanam sayuran.

Media pembelajaran yang digunakan

disesuaikan dengan sentra masing-masing. Media

tersebut meliputi Audio( media yang dapat didengar

seperti radio, tape recorder. Kemudian media visual

yakni media yang dapat dilihat seperti TV, vidio

animasi.Selain itu media APE (alat peraga edukatif)

Gambar

Tabel I Rencana Kerja Penelitian
TABEL III
TABEL IV  PRESTASI SISWA TK BCC UNGARAN
TABEL V DAFTAR SAARANA PRASARANA

Referensi

Dokumen terkait

Pengertian lain dari administrasi sarana dan prasarana adalah suatu usaha yang di arahkan untuk mewujudkan suasana belajar mengajar yang efektif dan

Abu sawit yang dihasilkan dari sisa pembakaran mempunyai kandungan silika yang sangat tinggi (PT.Semen Padang, 1990). Pengujian karakteristik abu sawit bertujuan untuk

Skripsi dengan judul “Penerapan Model Pembelajaran Langsung dengan Media Kartu Ayat untuk Meningkatkan Hasil Belajar Al Qur’an Hadits Peserta Didik Kelas V MI

Perbandingan Administrasi Negara yang merupakan pengembangan studi dalam. Administrasi Negara pada awal pertumbuhannya dihadapkan pada tiga pertanyaan

29 Kajian Mud volcanoes Suatu Tinjauan Tesis Sarjana Department of Geology, Lund University, 2008 Breksi lumpur pada Mud volcano muda. Mud volcano yang berumur muda dan

Artinya, harus mendisain ulang model “pendidikan Islam” yang berkualitas dan bermutu yaitu , pertama dengan merumuskan visi dan misi serta tujuan yang jelas, kedua ,

mempertimbangkan efisiensi waktu dan biaya operasional serta persyaratan kandungan polutan dalam air sudah mengikuti peraturan Menteri Kesehatan RI No.907 /

Berat Segar Tanaman Per Plot (g) Hasil sidik ragam menunjukkan pemberian berbagai dosis Tricho-kompos tandan kosong kelapa sawit (TKKS) berpengaruh nyata terhadap