PERBEDAAN HASIL EVALUASI PENGELOLAAN OBAT PUSKESMAS ISO DAN NON ISO KOTA SEMARANG TAHUN 2013
Teks penuh
Gambar
Dokumen terkait
Hasil penelitian didapatkan sistem pengelolaan obat yang sesuai standar sebagai berikut :kesesuaian DOEN (77,56%), persentase modal/dana (100%), kecocokan kartu stock
perencanaan obat belum berjalan dengan baik, metode yang digunakan juga belum. efektif, dengan hasil penelitian Kesesuaian item obat yang tersedia
Dalam Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.02.02/MENKES/068/I/2010 tentang kewajiban menggunakan obat generik di fasilitas pelayanan kesehatan
Hasil penelitian tentang pengelolaan obat dan bahan medis habis pakai di 11 Puskesmas Kota Kupang belum dilakukan dengan efisien karena tidak semua nilai indikator mencapai
Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia, 2018, Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia Tentang Pengawasan Pengelolaan Obat, Bahan
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengelolaan obat sebelum dan sesudah JKN di Puskesmas Jetis Kota Yogyakarta yang meliputi perencanaan obat, permintaan obat, penerimaan obat,
Berdasarkan hasil pengamatan, persentase kesesuaian pengelolaan obat pada bagian penggunaan obat di Puskesmas Pembantu Wates dengan pedoman yang ada adalah 90,9% yang berarti
Pengelolaan obat yang meliputi perencanaan, permintaan dan pendistribusian sudah memenuhi standar pengelolaan obat di Puskesmas kecuali penyimpanan obat masih belum