TINJAUAN YURIDIS TENTANG WANPRESTASI DALAM PELAKSANAAN PERJANJIAN SEWA-MENYEWA MOBIL - Unissula Repository

14 

Loading.... (view fulltext now)

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

1

BAB I

PENDAHULUAN

A.Latar Belakang Masalah

Hubungan antara manusia yang satu dengan yang lainnya di era globalisasi ini sangat penting terutama dalam rangka memenuhi kebutuhan hidupnya. Manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya harus saling mengadakan interaksi sosial antara manusia yang satu dengan yang lain. Wujud interaksi tersebut dapat berupa suatu perbuatan hukum.

Hubungan hukum adalah hubungan yang diatur oleh hukum. Hubungan yang diatur oleh hukum ini adalah hak dan kewajiban warga, pribadi yang satu terhadap warga, pribadi yang lain dalam hidup bermasyarakat perbuatan hukum merupakan hubungan yang diatur oleh hukum dimana ada hak dan kewajiban yang melekat dalam hubungan tersebut dan apabila tidak terpenuhinya hak dan kewajiban tersebut maka dapat dikenakan sanksi menurut hukum. Sanksi dapat berupa denda yaitu dengan membayar sejumlah uang akibat tidak terpenuhinya hak dan kewajiban atau pidana yaitu dengan berkaitan dengan pengadilan dan penjara.

(2)

Mobil adalah suatu kendaraan roda empat yang digerakkan dengan tenaga mesin dengan bahan bakar bensin atau solar yang mempunyai bentuk tertentu. Mobil termasuk barang mewah dan harganya sangat mahal sehingga tidak semua orang bisa memiliki mobil sebagai barang milik pribadi. Karena hal tersebut maka banyak perorongan atau badan usaha yang mendirikan rental mobil (persewaan mobil) yang dapat membantu seseorang yang tidak mempunyai mobil untuk menikmati fungsi dan fasilitas mobil tersebut. Rental mobil (persewaan mobil) adalah pemakaian suatu kendaraan atau mobil untuk suatu waktu tertentu atau untuk perjalanan tertentu, dengan pengemudinya yang akan menuruti segala aturan yang telah ditentukan oleh pemilik atau pengusaha Rental mobil yang bersangkutan dengan dikenakan biaya atau harga sewa atas kendaraan atau mobil yang disewanya sesuai dengan harga sewa yang telah disepakati bersama. 1

Terjadinya perjanjian sewa-menyewa mobil tersebut karena adanya kesepakatan antara penyewa dan yang menyewakan mobil, Undang-Undang telah menentukan syarat sahnya suatu persetujuan atau kontrak. Hal ini dapat dilihat pada pasal 1320 KUHPerdata yakni suatu persetujuan yang dianggap sah harus memenuhi syarat-syarat :

1. Adanya kata sepakat dari kedua belah pihak

2. Kecakapan atau kedewasaan pada diri yang membuat perjanjian 3. Harus mengenai pokok atau obyek yang tertentu

4. Dasar alasan atau sebab musabab yang diperbolehkan

1

(3)

Dari keempat syarat yang ditentukan tersebut maka syarat satu dan kedua disebutkan sebagai syarat subyektif, karena mengenai subyek-subyeknya. Apabila syarat itu tidak terpenuhi maka perjanjian dapat dibatalkan. Perjanjian dapat dibatalkan maksudnya adalah selama belum dibatalkan maka perjanjian terus mengikat para pihak, sebelum ada keputusan hakim yang membatalkan perjanjian tersebut, keputusan hakim bersifat konstitutif.

Sedangkan syarat ketiga dan keempat sebagai syarat obyektif karena menyangkut obyek dari perjanjian tersebut. Bila syarat itu tidak dipenuhi maka perjanjian batal demi hukum, artinya secara yuridis perjanjian dianggap tidak pernah ada.

Perjanjian sewa-menyewa mobil adalah persetujuan antara pihak penyewa dengan pihak yang menyewakan mengenai penyewaan mobil dalam waktu tertentu dan pembayaran harga sewa sesuai persetujuan. Dari pengertian di atas maka dapat diuraikan bahwa perjanjian sewa-menyewa mobil merupakan suatu yang harus memenuhi sebagai berikut.

1. Suatu persetujuan antara pihak penyewa dan pihak yang menyewakan. 2. Pihak yang menyewakan menyerahkan sesuatu barang kepada pihak

penyewa untuk sepenuhnya dinikmati.

3. Penikmatan berlangsung untuk jangka waktu tertentu dengan pembayaran sejumlah harga sewa yang tertentu pula.

(4)

pasal 1320 KUHPerdata. Pada pasal tersebut mengatur tentang syarat-syarat sahnya perjanjian. Pasal tersebut menyatakan untuk sahnya perjanjian diperlukan empat syarat yang antaranya adalah kata sepakat mereka yang mengikatkan dirinya.

Dalam pasal tersebut disebutkan suatu bentuk formalitas tertentu, maka dapatlah disimpulkan bahwa setiap perjanjian adalah sudah sah apabila sudah tercapai kata sepakat mengenai pokok-pokok perjanjian. Perjanjian sewa menyewa kendaraan bermotor khususnya mobil, pihak yang menyewakan menyatakan kenikmatan atas barang dengan suatu perjanjian, pihak penyewa menandatangani surat perjanjian tersebut, sekaligus sebagai suatu bukti dibayarkannya uang sewa kendaraan tersebut. Untuk sewa dibayar lunas di muka pada waktu perjanjian dibuat.

Waktu penyewaannya tidak ada suatu ketentuan tertentu, maksudnya adalah tergantung dari keinginan si penyewa itu sendiri, apakah si penyewa akan membayar perjam atau perhari atau bahkan bisa lebih. Pembayaran uang sewanya dilakukan lunas pada saat perjanjian diadakan dan jaminannya sebagai tanggungan dalam dalam hal ini jaminan yang dicantumkan dalam perjanjian tersebut adalah sebuah mobil beserta surat-suratnya serta kartu identitas dari si penyewa tersebut.

(5)

hak dan kewajibannya masing-masing pihak secara jelas dan disamping itu juga untuk memudahkan di dalam pembuktian seandainya terjadi perselisihan antara kedua belah pihak, hal ini sangat diperlukan sekali untuk menangkal apabila di dalam pelaksanaan perjanjian tersebut terjadi penyimpangan dari apa yang telah disepakati oleh kedua belah pihak di dalam surat perjanjian.

Perjanjian diadakan oleh para pihak untuk membuat surat perjanjian tertulis karena objek sewanya mempunyai nilai yang tidak sedikit. Surat perjanjian ini mempunyai fungsi yang penting dikarenakan dengan adanya surat perjanjian tersebut para pihak akan lebih mudah untuk mengetahui hak dan kewajibannya masing-masing pihak secara jelas dan disamping itu juga untuk memudahkan di dalam pembuktian seandainya terjadi perselisihan antara kedua belah pihak, hal ini sangat diperlukan sekali untuk menangkal apabila di dalam pelaksanaan perjanjian tersebut terjadi penyimpangan dari apa yang telah disepakati oleh kedua belah pihak di dalam surat perjanjian.

(6)

menyewakan, baik itu kerugian waktu maupun kerugian tentang barang yang disewakan.

Perjanjian sewa menyewa kendaraan/mobil dalam praktiknya dapat dimungkinkan timbulnya suatu masalah, baik dari obyek perjanjian atau dari para pihak yang melakukan perjanjian maka yang menarik bagi penulis adalah karena adanya suatu benda yang dijadikan sebagai objek sewa menyewa hal ini tentu akan melibatkan para pihak di dalam penanganannya. Disini pihak yang menyewakan akan dihadapkan dengan berbagai permasalahan hukum yang berkaitan dengan perjanjian sewa menyewa kendaraan/mobil.

(7)

Perjanjian sewa-menyewa menimbulkan hak dan kewajiban antara penyewa dan yang menyewakan. Kewajiban pihak yang menyewakan adalah menyerahkan barangnya untuk dinikmati oleh penyewa sedangkan kewajiban penyewa adalah membayar harga sewa.2 Jadi barang diserahkan tidak untuk dimilki seperti halnya dalam jual-beli, tetapi hanya untuk dipakai, dinikmati kegunaannya. Dengan demikian maka penyerahan barang hanya bersifat menyerahkan kekuasaan belaka atas barang yang disewa tersebut.

Perjanjian sewa menyewa mobil pasti ada kalanya terjadi sesuatu hal yang menyebabkan kerugian baik dari pihak penyewa atau pihak yang menyewakan biasanya terjadi permasalahan atau sengketa yang disebut wanprestasi. Wanprestasi lebih sering dilakukan oleh debitur atau pihak penyewa dan seorang debitur dapat dikatakan telah melakukan wanprestasi apabila mengulang sewakan atau melepas sewa, kerusakan yang dilakukan oleh penyewa pihak atau penyewa terlambat mengembalikan mobil yang disewa, dan pihak penyewa menggunakan kendaraan tidak sesuai dengan apa yang diperjanjikan. Berdasarkan uraian di atas penulis mengambil judul

TINJAUAN YURIDIS TENTANG WANPRESTASI DALAM

PELAKSANAAN PERJANJIAN SEWA-MENYEWA MOBIL”

B.Rumusan Masalah

Dari latar belakang masalah yang telah dikemukakan tersebut, maka penulis merumuskan masalah sebagai berikut.

2

(8)

1. Bagaimana pelaksanaan perjanjian sewa menyewa mobil?

2. Faktor–faktor apakah yang menjadi kendala sehingga dapat menyebabkan timbulnya wanprestasi?

3. Bagaimana penyelesaian sengketa jika terjadi dalam perjanjian sewa menyewa timbul wanprestasi?

C.Tujuan Penelitian

Dari permasalahan-permasalahan tersebut di atas, maka tujuan penelitian yang hendak dicapai penulis adalah sebagai berikut.

1. Untuk mengetahui dan mendalami pelaksanaan perjanjian sewa menyewa mobil.

2. Untuk mengetahui faktor–faktor yang menjadi kendala sehingga dapat menyebabkan timbulnya wanprestasi dalam perjanjian sewa menyewa mobil.

3. Untuk mengetahui penyelesaian sengketa jika terjadi dalam perjanjian sewa menyewa mobil timbul wanprestasi.

D.Manfaat Penelitian

Suatu penelitian yang dilaksanakan harus dapat memberikan manfaat yang jelas. Adapun manfaat yang ingin dicapai penulis dalam penelitian ini adalah:

1. Segi teoritis

(9)

berguna bagi penelitian selanjutnya yang lebih mendalam.

b. Memberikan sumbangan terhadap ilmu hukum pada khususnya perjanjian sewa menyewa mobil.

2. Segi praktis

a. Untuk menambah wawasan dan pengetahuan penulis mengenai perjanjian sewa-menyewa mobil.

b. Untuk menambah wawasan dan pengetahuan masyarakat dan khalayak ramai mengenai perjanjian sewa-menyewa mobil.

c. Hasil penelitian ini diharapkan mampu memberikan kontribusi pemikiran terhadap pengetahuan dan wawasan keilmuan khususnya bagi praktisi hukum, terutama pada Fakultas Hukum Universitas Sultan Agung Semarang.

E. Metode Penelitian

Metode dalam hal ini diartikan sebagai suatu cara yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan dengan menggunakan alat-alat tertentu. Sedangkan penelitian adalah suatu usaha untuk menemukan, mengembangkan dan menguji suatu pengetahuan, suatu usaha dimana dilakukan dengan menggunakan metode tertentu.3

Adapun metode penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah:

1. Metode Pendekatan

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan

3

(10)

pendekatan yuridis sosiologis yaitu mengkaji mengenai ketentuan hukum yang berlaku di masyarakat dalam perundang-undangan dan juga untuk memperhatikan aspek-aspek sosiologis dalam implementasinya.

2. Spesifikasi Penelitian

Spesifikasi penelitian yang digunakan penulis dalam penulisan skripsi ini adalah penelitian deskriptif. Penelitian deskriptif adalah suatu penelitian yang dimaksudkan untuk memberikan data seteliti mungkin tentang suatu manusia, keadaan atau gejala-gejala lainnya maksudnya yaitu mempertegas hipotesa-hipotesa agar dapat membantu dalam memperkuat teori-teori lama dalam menyusun teori baru.4

Alasan menggunakan penelitian deskriptif adalah untuk memberikan gambaran, lukisan dan memaparkan segala sesuatu yang nyata yang berhubungan dengan perjanjian sewa menyewa mobil.

3. Sumber Data

Dalam Penelitian ini penulis menggunakan beberapa sumber untuk mencari data sebagai pelengkap dalam penulisan yaitu meliputi 2 sumber : a. Data primer

Yaitu data yang berasal dari sumber data utama yang berupa tindakan-tindakan sosial dan kata-kata dari pihak-pihak yang terkait dengan masalah yang diteliti.5 Sehingga penulis dapat memperoleh hasil yang sebenarnya dari obyek yang diteliti melalui informan dari pemilik atau penyewa mobil.

4

Soerjono Soekanto, Pengantar Penelitian Hukum, Jakarta: UI Press. 1993 hlm. 10

5

(11)

b. Data sekunder

Yaitu data-data yang diperoleh dari bahan kepustakaan berupa peraturan perundang-undangan, buku-buku, dan dokumen yang ada hubungannya dengan obyek penelitian.

1) Bahan hukum primer yaitu bahan yang mengikat, terdiri dari : a) Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (Burgelijk Wetboek) b) Peraturan perundangan lainnya yang berkaitan dengan materi

penelitian ini.

2) Bahan hukum sekunder yaitu bahan yang memberi penjelasan bagi bahan hukum primer, terdiri dari buku-buku atau hasil penelitian yang membahas tentang perjanjian sewa menyewa atau majalah-majalah dan dokumen-dokumen yang berkaitan dengan perjanjian sewa menyewa.

3) Bahan hukum tersier yaitu bahan hukum yang memberikan petunjuk dan penjelasan terhadap bahan hukum primer dan sekunder terdiri dari: kamus hukum, surat kabar dan majalah.

4. Lokasi Penelitian

Lokasi penelitian untuk mendukung dalam memperoleh fakta penulisan skripsi ini bertempat di Jalan Majapahit Semarang kantor Blue Bird Group dan Joya Rentcar di Jalan Gemah Pedurungan Semarang.

5. Metode Pengumpulan data

(12)

lapangan adalah metode ini digunakan untuk memperoleh data primer yang dilakukan dengan cara peneliti terjun langsung ke lapangan guna memperoleh data yang diperlukan. Adapun cara pengumpulan datanya adalah melalui beberapa tahapan antara lain.

Wawancara berupa tanya jawab antara penulis dengan sumber informasi yang berlangsung secara lisan. Wawancara ini dilakukan dengan cara terarah, guna mencapai data yang jelas sehingga penulis lebih mudah untuk menganalisis dan mengembangkan data yang dihasilkan dari wawancara tersebut.

Observasi (pengamatan) dengan cara mengamati secara langsung tentang pola-pola perilaku yang nyata sebagaimana adanya, untuk memperoleh gambaran yang lebih mendalam mengenai perilaku manusia yang mungkin tidak diketemukan dalam teori.

Studi pustaka tahap ini digunakan untuk memperoleh data sekunder yang dilakukan dengan cara mempelajari buku-buku, pendapat-pendapat para sarjana, dokumen-dokumen perundang-undangan yang berkaitan dengan obyek penelitian.

6. Metode Analisis Data

(13)

dapat memberikan data seteliti mungkin mengenai obyek penelitian.

F. Sistematika Penulisan

Untuk memperoleh pembahasan dan pemahaman penelitian ini, maka penulis membuat sistematika penulisan skripsi sebagai berikut.

BAB I. PENDAHULUAN

Dalam penulisan ini membahas mengenai Latar Belakang Masalah yang menguraikan tentang judul dalam penulisan, Rumusan Masalah, Tujuan Penelitian Manfaat Penelitian, Metode penelitian Sistematika Penulisan. BAB II. TINJAUAN PUSTAKA

Membahas mengenai perjanjian, pengertian perjanjian, asas-asas perjanjain, syarat sahnya perjanjian, subyek dan obyek perjanjian, akibat hukum perjanjian, berakhirnya perjanjian, tinjauan umum mengenai perjanjian sewa-menyewa, pengertian sewa-menyewa, kewajiban dan tanggung jawab pihak yang menyewakan, kewajiban dan tanggung jawab pihak penyewa, resiko, berakhirnya sewa-menyewa, tinjauan umum tentang wanprestasi, pengertian wanprestasi, kriteria-kriteria wanprestasi, bentuk-bentuk wanprestasi, penyelesaian wanprestasi dalam perjanjian sewa menyewa menurut perspektif Islam.

BAB III. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

(14)

menyewa timbul wanprestasi. BAB IV. PENUTUP

Kesimpulan merupakan pernyataan singkat dan tepat yang di jabarkan dari hasil penelitian dan pembahasan. Kesimpulan harus disesuaikan dengan rumusan masalah atau sebagai jawaban singkat dari rumusan masalah.

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...