• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

 Pada bulan Januari 2017 di Kota Singaraja mengalami inflasi sebesar 1,79 persen, dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 137,52. Tingkat inflasi tahun kalender Januari 2017 sebesar 1,79 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Januari 2017 terhadap Januari 2016) sebesar 5,36 persen.

 Inflasi yang terjadi pada bulan Januari 2017 di Kota Singaraja disebabkan oleh peningkatan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks pada enam kelompok pengeluaran, yaitu kelompok pengeluaran transpor, komunikasi, dan jasa keuangan 3,63 persen; kelompok bahan makanan 3,50 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar 1,24 persen; kelompok sandang 0,32 persen; kelompok kesehatan 0,26 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,24 persen. Sedangkan kelompok pengeluaran pendidikan, rekreasi dan olah raga tidak mengalami perubahan indeks.

 Komoditas yang mengalami peningkatan harga selama bulan Januari 2017 antara lain: cabai rawit, tarif listrik, biaya perpanjangan STNK, daging ayam ras, bensin, buncis, tarif pulsa ponsel, ikan tongkol/ambu-ambu, telur ayam ras dan bayam. Sementara itu komoditas yang mengalami penurunan harga antara lain: bawang merah, pisang, bahan bakar rumah tangga, cabai merah, salak, daging ayam kampung, kelapa, jeruk, penyedap masakan/vetsin dan apel.

 Pada bulan Januari ini dari 82 kota yang menghitung angka inflasi, seluruhnya mengalami inflasi. Tiga kota dengan angka Inflasi tertinggi adalah Pontianak 1,82 persen, disusul Singaraja 1,79 persen, dan Surabaya 1,76 persen. Tiga kota dengan inflasi terendah adalah Manokwari 0,09 persen, Tual 0,10 persen dan Jayapura 0,12 persen.

 Jika diurutkan dari inflasi tertinggi, maka Singaraja menempati urutan ke-2 dari 82 kota yang mengalami inflasi.

No. 02/02/5108/Th. IV, 1 Februari 2017

P

ERKEMBANGAN

I

NDEKS

H

ARGA

K

ONSUMEN

/I

NFLASI

JANUARI 2017 KOTA SINGARAJA INFLASI 1,79 PERSEN

Hasil pemantauan BPS pada bulan Januari 2017, Kota Singaraja mengalami inflasi sebesar 1,79 persen, atau terjadi peningkatan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 135,10 pada Desember 2016 menjadi 137,52 pada Januari 2017. Tingkat inflasi tahun kalender (Januari) 2017 sebesar 1,79 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Januari 2017 terhadap Januari 2016) sebesar 5,36 persen.

Inflasi terjadi karena adanya peningkatan harga yang ditunjukan oleh naiknya indeks kelompok pengeluaran transpor, komunikasi, dan jasa keuangan 3,63 persen; kelompok bahan makanan 3,50 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar 1,24 persen; kelompok sandang 0,32 persen; kelompok kesehatan 0,26 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,24 persen

(2)

Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga pada Januari 2017 antara lain cabai rawit, tarif listrik, biaya perpanjangan STNK, daging ayam ras, bensin, buncis, tarif pulsa ponsel, ikan tongkol/ambu-ambu, telur ayam ras, bayam, sate, ikan tongkol pindang, minyak goreng, rokok kretek filter, wortel, ketimun, kentang, teri, kangkung, layang/benggol, sawi hijau, obat gosok, gula pasir, tomat sayur, cumi-cumi, mie kering instan, pepaya, ongkos jahit, baju kaos berkerah, celana pendek laki-laki, obat dengan resep, ikan cakalang/sisik, ikan ekor kuning, kacang tanah, rokok putih, kemeja panjang katun, garam, celana panjang jeans, sabun cair/cuci piring, sabun detergen bubuk/cair.

Sedangkan komoditas yang mengalami penurunan harga antara lain: bawang merah, pisang, bahan bakar rumah tangga, cabai merah, salak, daging ayam kampung, kelapa, jeruk, penyedap masakan/vetsin, apel, kacang kedelai, tauge/kecambah, bawang putih.

Pada bulan Januari 2017 kelompok-kelompok komoditas yang memberikan andil/sumbangan inflasi, yaitu: bahan makanan 1,0164; transpor, komunikasi dan jasa keuangan 0,3803; perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,3227; makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,0489; sandang 0,0129; kesehatan 0,0098.

Gambar 1

Perkembangan Inflasi Kota Singaraja Januari 2016 Januari 2017

Tabel 1

Sumbangan (Andil) Inflasi/Deflasi Menurut Kelompok Pengeluaran Kota Singaraja Januari 2017

Kelompok Pengeluaran Inflasi Andil

(1) (2)

Umum 1,7910

1. Bahan Makanan 1,0164 2. Makanan Jadi, Minuman, Rokok, dan Tembakau 0,0489 3. Perumahan, Air, Listrik, Gas, dan Bahan Bakar 0,3227

4. Sandang 0,0129

5. Kesehatan 0,0098

6. Pendidikan, Rekreasi, dan Olahraga 0,0000 7. Transpor, Komunikasi, dan Jasa Keuangan 0,3803

1.03 -0.28 0.81 -0.06 0.02 0.13 0.88 0.80 0.07 -0.32 0.78 0.63 1.79 -0.98 -0.48 0.02 0.52 1.02 1.52 2.02 2.52 3.02 3.52 4.02

(3)

Tabel 2

Laju Inflasi Kota Singaraja Januari 2017, Tahun Kalender Januari 2017, dan Januari 2017 terhadap Januari 2016 Menurut Kelompok Pengeluaran

Kelompok Pengeluaran IHK Desember 2016 IHK Januari 2017 Laju Inflasi Januari 2017 *) Laju Inflasi Tahun 2017 **) Laju Inflasi Tahun ke Tahun ***) (1) (2) (3) (4) (5) (6) Umum 135,10 137,52 1,79 1,79 5,36 Bahan Makanan 145,90 151,00 3,50 3,50 9,90 Makanan Jadi, Minuman, Rokok, dan Tembakau 143,93 144,27 0,24 0,24 3,78 Perumahan, Air, Listrik, Gas, dan Bahan Bakar 132,89 134,54 1,24 1,24 2,92 Sandang 133,16 133,58 0,32 0,32 8,08 Kesehatan 112,41 112,70 0,26 0,26 4,55 Pendidikan, Rekreasi, dan Olahraga 121,65 121,65 0,00 0,00 5,87 Transpor, Komunikasi, dan Jasa Keuangan 118,09 122,38 3,63 3,63 1,53

*) Persentase perubahan IHK Januari 2017 terhadap bulan sebelumnya **) Persentase perubahan IHK Januari 2017 terhadap bulan Desember 2016 ***) Persentase perubahan IHK Januari 2017 terhadap bulan Januari 2016

PERBANDINGAN INFLASI TAHUNAN

Laju inflasi Januari 2017 dan laju inflasi tahun kalender (Januari 2017) sebesar 1,79 persen, laju Januari 2017 terhadap Januari 2016) sebesar 5,36 persen. Sedangkan pada periode yang sama, inflasi Januari 2016 dan laju inflasi tahun kalender (Januari 2016) sebesar 1,03 persen, dan laju inflasi tahun ke tahun (Januari 2016 terhadap Januari 2015) sebesar 4,67 persen.

Tabel 3

Inflasi Bulanan, Tahun Kalender, dan Year on Year, di Kota Singaraja Tahun 2016 2017 Inflasi 2016 2017 (1) (2) (3) 1.Januari 1,03 1,79 2.Kumulatif Tahunan 1,03 1,79 3. Januari (Y on Y) 4,67 5,36 Gambar 2

Laju Inflasi Kota Singaraja bulan Januari Tahun 2017 Menurut Kelompok Pengeluaran

3.63 3.50 1.24 0.32 0.26 0.24 0.00 0.00 1.00 2.00 3.00 4.00

TRANSPOR,KOMUNIKASI DAN JASA KEUANGAN BAHAN MAKANAN PERUMAHAN,AIR,LISTRIK,GAS & BAHAN BAKAR SANDANG

(4)

URAIAN MENURUT KELOMPOK PENGELUARAN

1.

Bahan Makanan

Indeks kelompok bahan makanan pada bulan Januari 2017 sebesar 151,00 sedangkan bulan sebelumnya sebesar 145,90 sehingga mengalami inflasi sebesar 3,50 persen. Dari sebelas subkelompok yang termasuk didalam kelompok ini, sembilan subkelompok mengalami peningkatan indeks atau inflasi yaitu: subkelompok bumbu-bumbuan 12,61 persen; subkelompok sayur-sayuran 8,63 persen; subkelompok ikan segar 5,52 persen; subkelompok ikan diawetkan 4,23 persen; subkelompok daging dan hasil-hasilnya 2,39 persen; subkelompok telur, susu dan hasil-hasilnya 1,92 persen; subkelompok lemak dan minyak 1,28 persen; subkelompok padi-padian, umbi-umbian dan hasilnya 0,05 persen; serta subkelompok kacang-kacangan 0,04 persen. Satu subkelompok yang mengalami penurunan indeks atau deflasi yaitu subkelompok buah-buahan 2,67 persen. Sedangkan untuk subkelompok bahan makanan lainnya, tidak mengalami perubahan indeks.

Komoditas yang memberikan sumbangan inflasi terbesar pada kelompok ini adalah: cabai rawit 0,8101 persen; daging ayam ras 0,0926 persen; buncis 0,0834 persen; tongkol/ambu/ambu 0,0519 persen; telur ayam ras 0,0328 persen; bayam 0,0273 persen; ikan tongkol pindang 0,0224 persen; dan minyak goreng 0,0210 persen. Sedangkan urutan komoditas yang memberikan sumbangan deflasi terbesar dikelompok ini adalah: bawang merah 0,1549 persen, pisang 0,0307 persen; cabai merah 0,0165 persen; salak 0,0110 persen; daging ayam kampung 0,0052 persen; kelapa 0,0038 persen; jeruk 0,0029 persen; penyedap masakan/vetsin 0,0014 persen; apel 0,0011 persen; kacang kedelai 0,0011 persen; tauge 0,0010 persen; bawang putih 0,0001 persen. Kelompok pengeluaran ini memberikan sumbangan inflasi sebesar 1,0164 persen.

2.

Makanan Jadi, Minuman, Rokok, dan Tembakau

Indeks kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau pada bulan Januari 2017 adalah sebesar 144,27 sedangkan bulan sebelumnya sebesar 143,93 sehingga mengalami inflasi sebesar 0,24 persen. Dari tiga subkelompok yang termasuk pada kelompok ini, semuanya mengalami peningkatan indeks/inflasi dengan urutan yaitu subkelompok tembakau dan minuman beralkohol 0,40 persen; subkelompok makanan jadi 0,18 persen dan subkelompok minuman yang tidak beralkohol 0,17 persen. Komoditas yang memberikan andil terbesar terhadap inflasi antara lain: sate 0,0225 persen; rokok kretek filter 0,0178 persen; gula pasir 0,0070 persen; rokok putih 0,0016 persen. Kelompok pengeluaran ini memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,0489 persen.

3.

Perumahan

,

Air, Listrik, Gas,dan Bahan Bakar

Indeks kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar pada bulan Januari 2017 adalah 134,54 sedangkan bulan sebelumnya 132,89 sehingga mengalami inflasi sebesar 1,24 persen. Dari empat subkelompok yang termasuk pada kelompok ini, dua subkelompok mengalami peningkatan indeks/inflasi dengan urutan dari yang terbesar yaitu: subkelompok bahan bakar, penerangan dan air 6,01 persen; serta subkelompok penyelenggaraan rumahtangga sebesar 0,15 persen. Sedangkan subkelompok biaya tempat tinggal dan subkelompok perlengkapan rumahtangga tidak mengalami perubahan indeks.

Komoditas pada kelompok ini yang memberikan sumbangan inflasi terbesar adalah: tarip listrik 0,3375 persen; sabun cair/cuci piring 0,0009 persen; sabun detergen bubuk/cair 0,0009 persen; pengharum/pelembut cucian 0,0005 persen. Kelompok pengeluaran ini memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,3227 persen.

(5)

4.

Sandang

Indeks kelompok sandang pada bulan Januari 2017 adalah 133,58 sedangkan bulan sebelumnya 133,16 sehingga mengalami inflasi sebesar 0,32 persen. Dari empat subkelompok yang termasuk pada kelompok ini, tiga subkelompok mengalami peningkatan indeks/inflasi dengan urutan dari yang terbesar yaitu: subkelompok barang pribadi dan sandang lainnya 0,74 persen; subkelompok sandang laki-laki 0,45 persen; serta subkelompok sandang wanita 0,28 persen. Sedangkan subkelompok sandang anak-anak tidak mengalami perubahan indeks.

Komoditas pada kelompok ini yang memberikan sumbangan inflasi terbesar adalah : ongkos jahit 0,0036 persen; baju kaos berkerah 0,0034 persen; celana pendek laki-laki 0,0027 persen; kemeja panjang katun 0,0015 persen; celana panjang jeans 0,0013 persen; kemeja pendek katun 0,0004 persen. Kelompok pengeluaran ini memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,0129 persen.

5.

Kesehatan

Indeks kelompok kesehatan pada bulan Januari 2017 adalah 112,70 sedangkan bulan sebelumnya adalah 112,41 sehingga mengalami inflasi sebesar 0,26 persen. Dari empat subkelompok yang termasuk pada kelompok ini, hanya satu subkelompok yang mengalami perubahan berupa peningkatan indeks/inflasi yaitu subkelompok obat-obatan sebesar 1,71 persen. Sedangkan tiga subkelompok lainnya tidak mengalami perubahan indeks, yaitu subkelompok jasa kesehatan, subkelompok jasa perawatan jasmani, serta subkelompok perawatan jasmani dan kosmetika.

Pada kelompok kesehatan ini, hanya dua komoditas yang memberikan sumbangan inflasi yaitu obat gosok 0,0073 persen dan obat dengan resep 0,0025 persen. Kelompok pengeluaran ini memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,0098 persen.

6.

Pendidikan, Rekreasi,dan Olahraga

Indeks kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga pada bulan Januari 2017 sama dengan bulan sebelumnya yaitu sebesar 121,65 sehingga kelompok pengeluaran ini tidak mengalami peningkatan indeks.

7.

Transpor, Komunikasi, dan Jasa Keuangan

Indeks kelompok pengeluaran transpor, komunikasi, dan jasa keuangan pada bulan Januari 2017 adalah 122,38 sedangkan bulan sebelumnya sebesar 118,09 sehingga mengalami peningkatan indeks/inflasi sebesar 3,63 persen. Dari empat subkelompok yang termasuk pada kelompok ini, tiga subkelompok mengalami perubahan indeks berupa inflasi yaitu: subkelompok sarana dan penunjang transport sebesar 19,21 persen; subkelompok komunikasi dan pengiriman sebesar 2,78 persen; serta subkelompok transpor sebesar 1,29 persen, Sedangkan subkelompok jasa keuangan tidak mengalami perubahan indeks.

Komoditas pada kelompok ini yang memberikan sumbangan inflasi adalah biaya perpanjangan STNK 0,2335 persen; bensin 0,0915 persen; tarif pulsa ponsel 0,0552 persen; solar 0,0001 persen. Kelompok pengeluaran ini memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,3803 persen.

(6)

Tabel 4

Indeks Harga Konsumen Kota Singaraja Bulan Desember 2016 dan Januari 2017, Perubahannya, serta Sumbangan Inflasi (2012=100)

Kelompok/Subkelompok Indeks Desember 2016 Indeks Januari 2017 Perubahannya (%) Sumbangan Inflasi (1) (2) (3) (4) (5) UMUM 135,10 137,52 1,79 1,7910 I. BAHAN MAKANAN 145,90 151,00 3,50 1,0164

a. Padi-padian, Umbi-umbian, danHasilnya 133,31 133,37 0,05 0,0049 b. Daging dan Hasil-hasilnya 132,00 135,15 2,39 0,0875 c. Ikan Segar 120,91 127,58 5,52 0,0815 d. IkanDiawetkan 103,85 108,24 4,23 0,0232 e. Telur, Susu, dan Hasil-hasilnya 126,39 128,82 1,92 0,0333 f. Sayur-sayuran 132,67 144,12 8,63 0,1715 g. Kacang-kacangan 158,48 158,55 0,04 0,0007 h. Buah-buahan 153,70 149,60 -2,67 -0,0419 i. Bumbu-bumbuan 291,68 328,46 12,61 0,6385 j. LemakdanMinyak 113,84 115,30 1,28 0,0172 k. BahanMakananLainnya 130,73 130,73 0,00 0,0000

II MAKANAN JADI, MINUMAN, ROKOK, DAN TEMBAKAU 143,93 144,27 0,24 0,0489

a. Makanan Jadi 141,86 142,12 0,18 0,0225 b. Minuman Tidak Beralkohol 135,20 135,43 0,17 0,0070 c. Tembakau dan Minuman Beralkohol 158,18 158,82 0,40 0,0194

III. PERUMAHAN, AIR, LISTRIK, GAS, DAN BAHAN BAKAR 132,89 134,54 1,24 0,3227

a. Biaya Tempat Tinggal 135,47 135,47 0,00 0,0000 b. Bahan Bakar, Penerangan, dan Air 128,21 135,91 6,01 0,3204 c. Perlengkapan Rumahtangga 141,48 141,48 0,00 0,0000 d. Penyelenggaraan Rumahtangga 114,96 115,13 0,15 0,0023 IV. SANDANG 133,16 133,58 0,32 0,0129 a. Sandang Laki-Laki 143,00 143,65 0,45 0,0059 b. Sandang Wanita 124,35 124,70 0,28 0,0034 c. Sandang Anak-Anak 136,75 136,75 0,00 0,0000 d. Barang Pribadi dan Sandang Lain 124,83 125,75 0,74 0,0036

V. KESEHATAN 112,41 112,70 0,26 0,0098

a. Jasa Kesehatan 104,63 104,63 0,00 0,0000 b. Obat-obatan 118,84 120,87 1,71 0,0098 c. Jasa Perawatan Jasmani 111,05 111,05 0,00 0,0000 d. Perawatan Jasmani dan Kosmetika 118,20 118,20 0,00 0,0000

VI. PENDIDIKAN, REKREASI, DAN OLAHRAGA 121,65 121,65 0,00 0,0000

a. Pendidikan 128,70 128,70 0,00 0,0000 b. Kursus-kursus/Pelatihan 101,38 101,38 0,00 0,0000 c. Perlengkapan/Peralatan Pendidikan 119,29 119,29 0,00 0,0000 d. Rekreasi 107,82 107,82 0,00 0,0000 e. Olahraga 103,03 103,03 0,00 0,0000

VII. TRANSPOR, KOMUNIKASI, DAN JASA KEUANGAN 118,09 122,38 3,63 0,3803

a. Transpor 127,48 129,12 1,29 0,0916 b. Komunikasi dan Pengiriman 95,99 98,66 2,78 0,0552 c. Sarana dan PenunjangTranspor 111,05 132,38 19,21 0,2335 d. Jasa Keuangan 126,32 126,32 0,00 0,0000

(7)

PERBANDINGAN INFLASI KOTA SINGARAJA DENGAN KOTA LAIN

DI INDONESIA JANUARI 2017

Pada bulan Januari 2017 tercatat 82 kota mengalami inflasi. Tiga kota dengan angka Inflasi tertinggi adalah Pontianak sebesar 1,82 persen, Singaraja 1,79 persen, Surabaya 1,76 persen. Sedangkan tiga kota dengan inflasi terendah adalah Manokwari 0,09 persen, Tual 0,10 persen, Jayapura 0,12 persen.

Tabel 5

Perbandingan Indeks Harga Konsumen dan Inflasi/Deflasi 82 Kota Bulan Desember 2016

No Kota IHK (%) (1) (2) (3) (4) 1 PONTIANAK 137,25 1,82 2 SINGARAJA 137,52 1,79 3 SURABAYA 127,98 1,76 4 SINGKAWANG 127,75 1,76 5 PANGKAL PINANG 135,69 1,72 6 TANJUNG PANDAN 136,53 1,71 7 CILACAP 129,85 1,60 8 DUMAI 129,65 1,58 9 WATAMPONE 122,10 1,52 10 MATARAM 126,17 1,51 11 PEKANBARU 129,82 1,46 12 JEMBER 124,35 1,46 13 MALANG 128,18 1,45 14 BIMA 130,92 1,40 15 MADIUN 124,44 1,39 16 DENPASAR 124,81 1,39 17 KUDUS 132,98 1,36 18 MEULABOH 127,51 1,34 19 BOGOR 127,76 1,34 20 PALU 128,77 1,32 21 GORONTALO 123,34 1,28 22 YOGYAKARTA 124,74 1,24 23 TEMBILAHAN 131,43 1,19 24 SURAKARTA 123,83 1,16 25 PROBOLINGGO 124,50 1,15 26 MAKASSAR 127,88 1,14 27 SEMARANG 125,97 1,11 28 MANADO 127,02 1,10 29 PADANGSIDIMPUAN 126,72 1,08 30 BALIKPAPAN 133,00 1,08 31 PURWOKERTO 124,53 1,05 32 SAMARINDA 130,14 1,02 33 MERAUKE 133,47 1,02

(8)

...Lanjutan Tabel 5 No Kota IHK (%) (1) (2) (3) (4) 34 DKI JAKARTA 127,52 0,99 35 BULUKUMBA 131,53 0,99 36 BENGKULU 136,36 0,98 37 TEGAL 123,69 0,98 38 TANJUNG PINANG 127,23 0,97 39 CILEGON 132,26 0,97 40 KEDIRI 123,71 0,94 41 BANJARMASIN 127,47 0,94 42 PARE-PARE 123,23 0,93 43 SAMPIT 128,14 0,91 44 KENDARI 122,75 0,88 45 DEPOK 125,42 0,86 46 SORONG 127,93 0,86 47 LUBUKLINGGAU 124,86 0,85 48 PALANGKARAYA 124,40 0,85 49 BANDAR LAMPUNG 128,38 0,84 50 CIREBON 122,18 0,84 51 BUNGO 125,37 0,82 52 PALOPO 124,79 0,82 53 SUKABUMI 126,10 0,81 54 BEKASI 124,05 0,80 55 KUPANG 130,09 0,79 56 SERANG 134,06 0,78 57 TANJUNG 128,45 0,77 58 PEMATANG SIANTAR 133,02 0,72 59 METRO 135,04 0,72 60 TASIKMALAYA 125,30 0,70 61 TARAKAN 137,54 0,69 62 BATAM 127,81 0,67 63 SUMENEP 123,83 0,67 64 BANYUWANGI 123,31 0,66 65 TANGERANG 134,48 0,65 66 TERNATE 131,09 0,63 67 MAMUJU 126,26 0,59 68 SIBOLGA 133,28 0,58 69 PADANG 134,24 0,57 70 PALEMBANG 125,62 0,53 71 BANDUNG 125,89 0,49 72 BAU-BAU 129,45 0,45 73 MAUMERE 122,35 0,40 74 MEDAN 133,44 0,38 75 BANDA ACEH 120,27 0,28 76 AMBON 126,20 0,28 77 LHOKSEUMAWE 125,26 0,26 78 JAMBI 127,53 0,25 79 BUKITTINGGI 126,57 0,22 80 JAYAPURA 128,81 0,12 81 TUAL 140,27 0,10 82 MANOKWARI 122,46 0,09

(9)

Informasi lebih lanjut hubungi:

Eman Sulaeman, SST, MAP.

Kepala BPS Kabupaten Buleleng

Telp./fax.: 0362 - 22145 / 29747

E-mail: [email protected]

Referensi

Dokumen terkait

Bagunan Raad van Justitie yang dibangun atas rancangan Van Raders dengan menggunakan gaya Indische Empire Style memiliki makna sebagai simbol kekuasaan dan

Suhu pengeringan memberikan pengaruh berbeda sangat nyata (P<0,01) terhadap organoleptik warna dan indeks pencoklatan, serta memberikan pengaruh berbeda tidak nyata

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana framing pemberitaan yang dilakukan oleh media online Detik.com dan Vivanews.com menyampaikan peristiwa di Kebun

maupu upun n mas masala alah-m h-masa asalah lah se secar cara a umu umum m ada adalah lah bah bahwa wa sua suatu tu ma masal salah ah tid tidak ak dapat semata-mata

Temuan penelitian khusus ditemukan perbedaan hasil belajar dengan menggunakan model pembelajaran Quantum Teaching dan model pembelajaran kooperatif tipe

Seiring dengan perkembangan isu perempuan, di tahun 1998- 2014 Majelis Ulama Indonesia (MUI) turut mendampingi dan berusaha memberikan pandangannya khusus terkait

Pokok masalah yang akan dibahas dalam skripsi ini ada tiga yaitu bagaimana sejarah desa, bagaimana sejarah dan prosesi perkawinan adat dan bagaimana akulturasi

menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang berjudul Pengembangan Lab Dalam Kepingan (LDK) Berbasis Kertas Untuk Penentuan Kadar Asam Urat, Protein, dan pH