• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pandangan Masyarakat Islam terhadap Tradisi Manre Dewata pada Proses Pernikahan Adat Bugis di Kecamatan Dua Pitue Kabupaten Sidrap

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Pandangan Masyarakat Islam terhadap Tradisi Manre Dewata pada Proses Pernikahan Adat Bugis di Kecamatan Dua Pitue Kabupaten Sidrap"

Copied!
103
0
0

Teks penuh

Gambar

Foto  prosesi  tradisi  Manre  Dewata,  pada  saat  sandro  (dukun  bugis)  membaca-bacai  calon  pengantin yang berada di Kecamatan Dua Pitue
Foto prosesi tradisi Manre Dewata, pada saat sanro (dukun bugis) menuyuapi calon pengantin

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana makna komunikasi non verbal dalam tradisi siraman pada proses pernikahan adat Sunda di Kelurahan Pasanggrahan

Interaksi tradisi Turun Balun dan Islam dalam ritual pernikahan masyarakat di Desa Balun Kecamatan Turi Kabupaten Lamongan dibuktikan dengan adanya beberapa tahapan yang harus

Menurut masyarakat Kecamatan Binamu Kabupaten Jeneponto tradisi Passili merupakan suatu proses yang dilakukan sebelum melakukan acara pernikahan yang di tuntun

Tesis ini berjudul “EKSISTENSI UANG PANAI’ TERHADAP STATUS SOSIAL LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN DALAM TRADISI PERKAWINAN MASYARAKAT BUGIS (Studi Kasus, di Desa Tompo Kecamatan

Berpijak pada permasalahan diatas, maka peneliti ingin mengetahui mengenai bagaimana proses tradisi sebambangan dan pandangan tokoh adat sebagai orang yang

Informan yang tidak memiliki kemampuan menghitung weton, dan memiliki pengalaman baik, mengkontruksi weton sebagai tradisi yang dilakukan secara turun temurun

Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam upacara tradisi mappanre temme’ pada pernikahan adat masyarakat suku Bugis di Dusun Labose ada beberapa alasan sehingga tradisi ini masih

Mengetahui makna simbol nonverbal pada tradisi makan dalam kelambu masyarakat Bugis Desa Punggur Kapuas Kecamatan Sungai Kakap Kabupaten Kubu Raya Penelitian ini menggunakan jenis