Pembuatan Karbon Aktif dari Cangkang Kelapa Sawit dengan Menggunakan H 2 O sebagai Aktivator untuk Menganalisis Proksimat, Bilangan Iodine dan Rendemen
Teks penuh
Gambar
Dokumen terkait
Dari data ini menunjukkan bahwa semakin tinggi suhu ACCKS pertumbuhan jamur semakin berkurang dan paling kecil pertumbuhan jamur adalah pada suhu ACCKS 400°C, ini
Dalam penelitian ini bahan dasar yang digunakan sebagai sumber karbon aktif adalah pelepah kelapa sawit melalui proses aktivasi fisika dengan uap air dengan memvariasikan
Menurut Sani (2011), konsentrasi aktivator memberikan pengaruh pada proses aktivasi, yaitu semakin tinggi konsentrasi activator maka semakin besar pula pengaruhnya untuk mengikat
Dari analisa rendemen dari proses pirolisa diperoleh semakin lama waktu pirolisis dilakukan maka semakin besar jumlah rendemen arang cangkang kelapa sawit
Inilah yang menyebabkan rerata jejari pori pada adsorben karbon aktif cangkang sawit aktivasi kimia memilki ukuran yang lebih besar dibanding dengan karbon aktif komersial.. Hal
Kandungan fixed carbon dan abu akan semakin meningkat dengan meningkatnya suhu karbonisasi tetapi kandungan volatile matter akan semakin menurun, hal ini terjadi karena pada suhu
Dari analisa rendemen dari proses pirolisa diperoleh semakin lama waktu pirolisis dilakukan maka semakin besar jumlah rendemen arang cangkang kelapa sawit
Dari hasil analisis, karbon aktivasi kimia fisika memiliki diameter pori yang cukup besar, hal ini disebabkan setelah aktivasi fisika banyak zat pengotor pada arang yang menguap