• Tidak ada hasil yang ditemukan

PT Perdana Bangun Pusaka Tbk dan anak perusahaan/and subsidiaries

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PT Perdana Bangun Pusaka Tbk dan anak perusahaan/and subsidiaries"

Copied!
55
0
0

Teks penuh

(1)

Consolidated financial statements

with independent auditors’ report

(2)

Daftar Isi Table of Contents

Halaman/

Page

Laporan Auditor Independen Independent Auditors’ Report

Neraca Konsolidasi ………. 1-2 ..……… Consolidated Balance Sheets

Laporan Laba Rugi Konsolidasi ……… 3 ……… Consolidated Statements of Income

Consolidated Statements of Changes

Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasi ……… 4 ……… in Shareholders’ Equity

Laporan Arus Kas Konsolidasi ……….. 5 .……… Consolidated Statements of Cash Flows

Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi ……… 6-51 …… Notes to the Consolidated Financial Statements

(3)
(4)
(5)

Catatan atas laporan keuangan konsolidasi terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan

The accompanying notes form an integral part of these consolidated financial statements.

2010 Notes 2009

ASET ASSETS

ASET LANCAR CURRENT ASSETS

Kas dan setara kas 17.419.537.491 2c,2k,2p,3 10.285.295.678 Cash and cash equivalents

19

Piutang usaha - pihak ketiga,

setelah dikurangi cadangan kerugian Trade receivables - third parties,

penurunan nilai sebesar net of allowance for

Rp308.979.957 pada tahun 2010 impairment losses of

dan Rp734.110.915 pada Rp308,979,957 in 2010 and

tahun 2009 10.569.635.427 2p, 4,19 9.201.651.811 Rp734,110,915 in 2009

Piutang hubungan istimewa 1.500.000.000 8c - Due from a related party

Persediaan, Inventories,

setelah dikurangi penyisihan net of allowance for

persediaan usang dan penurunan inventory obsolescence and

nilai persediaan sebesar decline in value

Rp515.952.429 pada tahun 2010 of inventories of

dan Rp1.594.847.930 Rp515,952,429 in 2010 and

pada tahun 2009 28.458.752.470 2e,5 44.656.835.271 Rp1,594,847,930 in 2009

Pajak dibayar dimuka 51.637.138 9a 2.389.821.788 Prepaid tax

Aset lancar lain-lain 705.961.472 2f,2p,19 141.002.204 Other current assets

JUMLAH ASET LANCAR 58.705.523.998 66.674.606.752 TOTAL CURRENT ASSETS

ASET TIDAK LANCAR NON-CURRENT ASSETS

Aset pajak tangguhan-bersih 1.920.112.330 2m,9f 1.862.062.841 Deferred tax assets-net

Aset tetap, setelah dikurangi

akumulasi penyusutan sebesar Fixed assets,

Rp29.880.351.419 pada tahun 2010 net of accumulated depreciation

dan Rp28.742.258.872 of Rp29,880,351,419 in 2010 and

pada tahun 2009 22.424.659.864 2g,6 23.327.571.789 Rp28,742,258,872 in 2009

Aset lain-lain 1.791.082.068 1c,2d,2f 1.252.573.735 Other assets

2g,8a,19

JUMLAH ASET TIDAK LANCAR 26.135.854.262 26.442.208.365 TOTAL NON-CURRENT ASSETS

JUMLAH ASET 84.841.378.260 93.116.815.117 TOTAL ASSETS

(6)

Catatan atas laporan keuangan konsolidasi terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan

keuangan konsolidasi secara keseluruhan.

The accompanying notes form an integral part of these consolidated financial statements.

LIABILITIES AND SHAREHOLDERS'

KEWAJIBAN DAN EKUITAS EQUITY

KEWAJIBAN LIABILITIES

KEWAJIBAN LANCAR CURRENT LIABILITIES

Hutang bank 49.450.500.000 2k,2p,7,19 58.750.000.000 Bank loan

Hutang - pihak ketiga Accounts payable - third parties

Usaha 79.764.154 2p,19 1.695.465.600 Trade

Lain-lain 35.410.000 2p,19 187.580.500 Others

Beban masih harus dibayar 1.676.221.960 2p,19 1.547.371.937 Accrued expenses

Hutang pajak 284.007.748 2m,9b 125.998.360 Taxes payable

Pendapatan ditangguhkan-yang akan

direalisasikan dalam Unearned

revenues-waktu satu tahun 60.838.090 2i 16.744.091 current maturities

Hutang hubungan istimewa 829.793.540 2d,2p,8b,19 829.793.540 Due to a related party

Jumlah Kewajiban Lancar 52.416.535.492 63.152.954.028 Total Current Liabilities

KEWAJIBAN TIDAK LANCAR LONG-TERM LIABILITIES

Pendapatan ditangguhkan- Unearned revenues-

bagian jangka panjang 859.767.877 2i 651.649.809 long term portion

Jaminan dari penyewa 672.938.500 725.677.750 Tenants’ deposit

Kewajiban imbalan kerja 7.324.880.000 2j,17 6.365.826.845 Employee benefits liability

Jumlah Kewajiban Tidak Lancar 8.857.586.377 7.743.154.404 Total Long-term Liabilities

JUMLAH KEWAJIBAN 61.274.121.869 70.896.108.432 TOTAL LIABILITIES

SELISIH LEBIH NILAI ASET EXCESS OF NET ASSETS OVER

BERSIH ATAS BIAYA PEROLEHAN THE ACQUISITION COST OF

ANAK PERUSAHAAN, BERSIH 97.964.729 2h,10 129.737.071 SUBSIDIARIES, NET

HAK MINORITAS ATAS ASET MINORITY INTERESTS

BERSIH ANAK PERUSAHAAN IN NET ASSETS OF

YANG DIKONSOLIDASI 317.685 2b 317.685 CONSOLIDATEDSUBSIDIARIES

EKUITAS SHAREHOLDERS' EQUITY

Modal saham - nilai nominal Sharecapital - Rp500 par value

Rp500 per saham per share

Modal dasar - 200.000.000 saham Authorized - 200,000,000 shares

Modal ditempatkan dan disetor Issued and fully paid -

penuh - 76.000.000 saham 38.000.000.000 11 38.000.000.000 76,000,000 shares

Agio saham 8.080.485.432 8.080.485.432 Capital paid in excess of par value

Akumulasi rugi (22.611.511.455) 21 (23.989.833.503) Accumulated losses

Ekuitas, Bersih 23.468.973.977 22.090.651.929 Shareholders' Equity, Net

JUMLAH KEWAJIBAN DAN TOTAL LIABILITIES AND

EKUITAS 84.841.378.260 93.116.815.117 SHAREHOLDERS' EQUITY

(7)

Catatan atas laporan keuangan konsolidasi terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan

The accompanying notes form an integral part of these consolidated financial statements.

Catatan/

2010 Notes 2009

PENDAPATAN BERSIH 77.888.958.822 2i,12 51.950.337.626 NET REVENUES

BEBAN POKOK PENDAPATAN 63.490.913.317 2i,13 38.312.741.887 COST OF REVENUES

LABA KOTOR 14.398.045.505 13.637.595.739 GROSS PROFIT

BEBAN USAHA 2i,14 OPERATING EXPENSES

Penjualan 11.637.117.573 9.931.211.919 Selling

Umum dan administrasi 3.085.423.341 2.546.256.905 General and administrative

Jumlah Beban Usaha 14.722.540.914 12.477.468.824 Total Operating Expenses

INCOME (LOSS) FROM

LABA (RUGI) USAHA (324.495.409) 1.160.126.915 OPERATIONS

PENGHASILAN (BEBAN) OTHER INCOME

LAIN-LAIN (CHARGES)

Laba selisih kurs, bersih 2.582.557.228 2k 5.628.549.999 Gain on foreign exchange, net

Penghasilan bunga 602.957.139 3 179.222.476 Interest income

Laba penjualan aset tetap 51.806.802 2g,6 995.370.572 Gain on sale of fixed assets

Beban bunga (565.880.620) 7 (792.707.002) Interest expense

Lain-lain, bersih 399.823.558 2h,10 (199.282.998) Miscellaneous, net

Penghasilan

Lain-lain, Bersih 3.071.264.107 5.811.153.047 Other Income, Net

LABA SEBELUM INCOME BEFORE

BEBAN (MANFAAT) PAJAK 2.746.768.698 6.971.279.962 TAX EXPENSE (BENEFIT)

BEBAN (MANFAAT) PAJAK 2m TAX EXPENSE (BENEFIT)

Tahun berjalan 1.426.496.139 9d 1.662.641.489 Current

Tangguhan (58.049.489) 9e (174.370.983) Deferred

Beban Pajak, Bersih 1.368.446.650 1.488.270.506 Tax Expense, Net

LABA BERSIH 1.378.322.048 5.483.009.456 NET INCOME

LABA BERSIH BASIC NET INCOME

PER SAHAM DASAR 18 2n 72 PER SHARE

(8)

Catatan atas laporan keuangan konsolidasi terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan

keuangan konsolidasi secara keseluruhan.

The accompanying notes form an integral part of these consolidated financial statements.

Ditempatkan dan

Disetor Penuh/

Issued and Agio Saham/ Akumulasi Rugi/ Ekuitas, Bersih/ Catatan/ Fully Paid Additional Accumulated Shareholders’

Note Share Capital Paid-in Capital Losses Equity, Net

Balance as of

Saldo per 31 Desember 2008 11 38.000.000.000 8.080.485.432 (29.472.842.959) 16.607.642.473 December 31, 2008

Laba bersih tahun 2009 - - 5.483.009.456 5.483.009.456 Net income for 2009

Balance as of

Saldo per 31 Desember 2009 11 38.000.000.000 8.080.485.432 (23.989.833.503) 22.090.651.929 December 31, 2009

Laba bersih tahun 2010 - - 1.378.322.048 1.378.322.048 Net income for 2010

Balance as of

Saldo per 31 Desember 2010 11 38.000.000.000 8.080.485.432 (22.611.511.455) 23.468.973.977 December 31, 2010

(9)

Catatan atas laporan keuangan konsolidasi terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan

The accompanying notes form an integral part of these consolidated financial statements.

Catatan/

2010 Notes 2009

ARUS KAS DARI AKTIVITAS CASH FLOWS FROM OPERATING

OPERASI ACTIVITIES

Penerimaan kas dari pelanggan 76,714,198,024 47.103.412.049 Cash receipts from customers

Pembayaran kas kepada/untuk: Cash payments to/for:

Pemasok (48,348,499,128) (68.442.465.599) Suppliers

Beban usaha (12,272,148,226) (10.540.725.312) Operating expenses

Kas yang diperoleh dari Cash provided by

(digunakan untuk) (used in)

aktivitas operasi 16,093,550,670 (31.879.778.862) operatingactivities

Penerimaan kas dari: Cash receipts from:

Pajak 574,226,457 - Taxes

Penghasilan bunga 518,523,455 187.568.032 Interest income

Lain-lain 373,540,187 217.079.015 Others

Pembayaran kas untuk: Cash payments for:

Pajak (1.842.713.208) (1.603.384.047) Taxes

Beban bunga (570.656.755) (852.076.190) Interest expense

Lain-lain (533,997,303) (231.067.051) Others

Kas Bersih Diperoleh dari Net Cash Provided by

(Digunakan untuk) (Used in)

Aktivitas Operasi 14.612.473.503 (34.161.659.103) Operating Activities

ARUS KAS DARI AKTIVITAS CASH FLOWS FROM INVESTING

INVESTASI ACTIVITIES

Proceeds from sale of

Hasil penjualan aset tetap 113.636.364 6 1.319.550.000 fixed assets

Acquisitions of fixed

Perolehan aset tetap (541.868.054) 6 (814.427.293) assets

Kas Bersih Diperoleh dari Net Cash Provided by

(Digunakan untuk) (Used in)

Aktivitas Investasi (428.231.690) 505.122.707 Investing Activities

ARUS KAS DARI AKTIVITAS CASH FLOWS FROM FINANCING

PENDANAAN ACTIVITIES

Pembayaran hutang bank (7.050.000.000) 7 - Payments of bank loans

Penerimaan dari hutang bank - 37.316.250.000 Proceeds from bank loans

Kas Bersih Diperoleh dari Net Cash Provided by

(Digunakan untuk) (Used in)

Aktivitas Pendanaan (7.050.000.000) 37.316.250.000 Financing Activities

KENAIKAN BERSIH NET INCREASE IN

KAS DAN SETARA KAS 7.134.241.813 3.659.713.604 CASH AND CASH EQUIVALENTS

KAS DAN SETARA KAS CASH AND CASH EQUIVALENTS

AWAL TAHUN 10.285.295.678 6.625.582.074 AT BEGINNING OF YEAR

KAS DAN SETARA KAS CASH AND CASH EQUIVALENTS

AKHIR TAHUN 17.419.537.491 3 10.285.295.678 AT END OF YEAR

(10)

a. Pendirian Perusahaan a. The Company’s Establishment

PT Perdana Bangun Pusaka Tbk

(“Perusahaan”) didirikan dengan nama PT Konica Cemerlang berdasarkan akta notaris James Herman Rahardjo, S.H., No. 27 tanggal 7 Oktober 1987. Berdasarkan akta notaris No. 100 dari notaris yang sama tanggal 27 April 1988, nama Perusahaan diubah menjadi PT Perdana Bangun Pusaka. Perubahan ini disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. C2-4750.HT.01.01 TH 88 tanggal 3 Juni 1988, didaftarkan di Pengadilan Negeri Jakarta Timur dengan No. 86/Leg/1988 dan No. 154/Leg/1988 tanggal 16 Juni 1988 dan diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 46, Tambahan No. 2030 tanggal 8 Juni 1990.

PT Perdana Bangun Pusaka Tbk

(the “Company”) was established under the name of PT Konica Cemerlang based on the Notarial Deed No. 27 dated October 7, 1987 of James Herman Rahardjo, S.H. The Company’s name was changed to PT Perdana Bangun Pusaka based on the Notarial Deed No. 100 dated April 27, 1988 of the same notary. This change was approved by the Minister of Justice of the Republic of Indonesia in his Decision Letter No. C2-4750.HT.01.01 TH 88 dated June 3, 1988, registered in District Court of East Jakarta No. 86/Leg/1988 and No. 154/Leg/1988 dated June 16, 1988 and published in the State Gazette of the Republic of Indonesia No. 46, Supplement No. 2030 dated June 8, 1990.

Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, yang terakhir dengan akta notaris Nyonya Poerbaningsih Adi Warsito, S.H., No. 37 tanggal 8 Agustus 2008

mengenai perubahan Anggaran Dasar

Perusahaan, untuk menyesuaikan dengan Undang-undang No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas dan dengan peraturan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga

Keuangan (BAPEPAM-LK) No.

Kep-179/BL/2008 tanggal 14 Mei 2008 No. IX.J.1. Perubahan terakhir Anggaran Dasar ini telah mendapat persetujuan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam

Surat Keputusan No.

AHU-86536.AH.01.02.Tahun 2008 tanggal

17 November 2008 dan diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 462, Tambahan No. 2 tanggal 6 Januari 2009.

The Company’s Articles of Association has been amended several times, the latest by the Notarial Deed No. 37 dated August 8, 2008 of Nyonya Poerbaningsih Adi Warsito, S.H., concerning the changes of the Company’s Articles of Assosiation to conform with Law No. 40 Year 2007 of Limited Liability Company and with Regulation No. Kep-179/BL/2008 No.IX.J.1 dated May 14, 2008 of Badan Pengawas Pasar Modal-Lembaga Keuangan (BAPEPAM-LK). The latest amendment of the Articles of Association have been approved by the Ministry of Laws and Human Rights of the Republic of Indonesia in its

Decision Letter No.

AHU-86536.AH.01.02.Tahun 2008 dated November 17, 2008 and published in the State Gazette of the Republic of Indonesia No. 462, Supplement No. 2 dated January 6, 2009.

Ruang lingkup kegiatan Perusahaan

Berdasarkan Anggaran Dasar meliputi:

The Company’s scope of activities based on the Company’s Articles of Association comprises of:

i. Menjalankan usaha-usaha khususnya di bidang pengolahan film, industri alat-alat perlengkapan fotografi, kertas fotografi dan kamera, serta di bidang perfilman.

i. Operating businesses in the industry of

film assembling, photographic equipment industry, photographic paper and camera, and film industry.

ii. Menjalankan perdagangan impor dan ekspor, bertindak sebagai perwakilan, agen, distributor dari badan-badan dan perusahaan-perusahaan lain, baik dari dalam maupun luar negeri.

ii. Operating import and export trading, acting as a representative, agent, distributor of other companies, both local and overseas.

iii. Menjalankan usaha-usaha di

bidang perindustrian, pembangunan, pertambangan, pengangkutan, pertanian,

peternakan, pergudangan dan

percetakan.

iii. Operating businesses in industry,

development, mining, transportation,

agriculture, farming, warehousing and printing.

(11)

1. UMUM (lanjutan) 1. GENERAL (continued)

a. Pendirian Perusahaan (lanjutan) a. The Company’s Establishment (continued)

Perusahaan mulai beroperasi komersial pada tahun 1987.

The Company started its commercial

operations in 1987.

Saat ini Perusahaan bergerak terutama di bidang penjualan dan distribusi produk-produk fotografi. Perusahaan dan Anak perusahaan berdomisili di Jakarta, sedangkan depot-depot atau kantor perwakilan yang dimiliki atau disewa oleh Perusahaan berlokasi di 14 (2009: 14) wilayah geografis di Indonesia. Perusahaan beralamat di Jalan Gunung Sahari No. 78, Jakarta 10610.

At present, the Company is mainly engaged in the sale and distribution of photographic products. The Company and Subsidiaries are domiciled in Jakarta, while the retail stores or representative offices which are owned or

rented are located in 14

(2009: 14) geographic areas throughout Indonesia. The Company’s address is in Jalan Gunung Sahari No.78, Jakarta 10610.

b. Penawaran umum Perusahaan b. The Company’s public offerings

Pada tanggal 20 Juli 1995, berdasarkan Surat Badan Pengawas Pasar Modal (BAPEPAM, sekarang Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan atau “BAPEPAM-LK”) No. S-965/PM/1995, Perusahaan menawarkan

kepada masyarakat 23.000.000 saham

dengan nilai nominal Rp500 per saham dan harga jual Rp950 per saham. Seluruh saham Perusahaan tercatat di Bursa Efek Indonesia.

On July 20, 1995, based on the Capital Market Supervisory Agency (BAPEPAM, currently Capital Market and Financial Institutions Supervisory Agency or the “BAPEPAM-LK”) Letter No. S-965/PM/1995, the Company offered to the public 23,000,000 shares with Rp500 par value per share at the selling price of Rp950 per share. All of the Company’s shares are listed on the Indonesia Stock Exchange.

c. Struktur Perusahaan dan Anak perusahaan c. Structure of the Company and Subsidiaries

Struktur Perusahaan dan Anak perusahaan

adalah sebagai berikut: The Subsidiaries is as follows: structure of the Company and

Jumlah Aset Sebelum Eliminasi

(Dalam Jutaan

Rupiah)/

Tahun Mulai Total Assets Operasi Komersial/ Persentase Before Eimination

Year Commercial Pemilikan/ (In Million of Rupiah)

Kegiatan Pokok/ Operations Percentage of

Perusahaan/Companies Principal Activity Started Ownership 2010 2009

PT Perdana Bangun Pusaka Tbk Penjualan dan distribusi produk-produk

(PBP) - Induk Perusahaan/ fotografi/Sale and distribution of

Parent Company photographic products 1987 - 89.228 98.091

PT Perdana Adiloka (PAL) Menyewakan ruang gedung perkantoran/

Lease of office spaces 1993 99,99% 13.226 12.515

PT Perdana Liga Prima (PLP) Manufaktur film dan kertas foto/

Manufacture of film and

photographic paper 1991 99,99% 2.244 2.239

Perusahaan dan Anak perusahaan

(12)

c. Struktur Perusahaan dan Anak perusahaan

(lanjutan) c. Structure of the Company and Subsidiaries (continued)

Disamping itu, Perusahaan memiliki PT Perdana Citra Pusaka (PCP), Anak perusahaan. Berdasarkan risalah rapat umum pemegang saham luar biasa yang diaktakan dengan Akta Notaris Marina Soewana, S.H., No. 18 tanggal 17 Januari 2003, pemegang saham PCP memutuskan untuk menghentikan operasi PCP untuk waktu tak terbatas yang berlaku sejak tanggal tersebut. Aset bersih PCP sejumlah Rp532.678.163 mencerminkan 0,63% dan 0,57% dari jumlah aset konsolidasi pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009. Aset dari operasi dalam penghentian ini dicatat sebagai bagian dari “Aset tidak lancar-aset lain-lain” pada neraca konsolidasi.

Besides that, the Company owned

PT Perdana Citra Pusaka (PCP), a Subsidiary. Based on the minutes of the extraordinary general shareholders’ meeting which was notarized by Notarial Deed No. 18 of Marina Soewana, S.H., dated January 17, 2003, the shareholders of PCP decided to stop PCP’s operation for an indefinite period effective on that date. Net assets of PCP amounting to Rp532,678,163 represent 0.63% and 0.57% of the consolidated total assets as of December 31, 2010 and 2009, respectively. Assets from this discontinued operation are recorded as part of “Non-current assets-other asset” in the consolidated balance sheets.

d. Dewan komisaris, direksi dan karyawan d. Boards of commissioners, directors and

employees Susunan Dewan Komisaris dan Direksi

Perusahaan pada tanggal

31 Desember 2010 dan 2009 adalah sebagai berikut:

The composition of the Company’s Boards of

Commissioners and Directors as of

December 31, 2010 and 2009 are as follows:

Dewan Komisaris Board of Commissioners

Presiden Komisaris : Lukman Kolim : President Commissioner

Komisaris : Lukman Roswita : Commissioner

Komisaris Independen : Yustino Nirjana : Independent Commissioner

Direksi Directors

Presiden Direktur : Beng Irawan : President Director

Direktur : Rudy Lauw : Director

Direktur : Buntaram Gondomartono : Director

Susunan anggota Komite Audit adalah sebagai berikut:

The members of the Audit Committee are as follows:

Komite Audit Audit Committee

Ketua : Yustino Nirjana : Chairman

Anggota : Djunaedy Nauli : Member

Anggota : Hermawan : Member

Gaji dan tunjangan untuk komisaris dan direksi Perusahaan dan Anak perusahaan adalah sebesar Rp845 juta dan Rp933 juta masing-masing pada tahun 2010 dan 2009.

Salaries and compensation benefits incurred

for the Company and Subsidiaries’

commissioners and directors amounted to Rp845 million and Rp933 million in 2010 and 2009, respectively.

Pada tanggal 31 Desember 2010, jumlah karyawan tetap Perusahaan dan Anak perusahaan adalah 195 orang (2009:184) (tidak diaudit).

As of December 31, 2010, the Company and Subsidiaries have a total of 195 (2009:184) permanent employees (unaudited).

(13)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES

a. Dasar penyajian laporan keuangan

konsolidasi a. Basis of preparation of consolidated financial statements

Laporan keuangan konsolidasi disusun sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia, yaitu Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) dan peraturan serta pedoman penyajian laporan keuangan yang ditetapkan oleh BAPEPAM-LK.

The consolidated financial statements have been prepared in accordance with generally accepted accounting principles in Indonesia, which are the Statements of Financial Accounting Standards (PSAK) and regulations and the guidelines on financial statements presentation issued by BAPEPAM-LK.

Laporan keuangan konsolidasi disusun berdasarkan konsep biaya perolehan, kecuali untuk akun-akun tertentu yang dinilai berdasarkan pengukuran lain sebagaimana diungkapkan dalam kebijakan akuntansi masing-masing akun tersebut.

These consolidated financial statements are prepared using the historical cost concept, except for certain accounts which have been valued on other measurement basis as disclosed in each accounting policy of the respective accounts.

Laporan arus kas konsolidasi yang disusun dengan menggunakan metode langsung, menyajikan penerimaan dan pengeluaran kas dan setara kas yang diklasifikasikan ke dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan.

The consolidated statements of cash flows which prepared using the direct method, present receipts and payments of cash and cash equivalents classified into operating, investing and financing activities.

Mata uang pelaporan yang digunakan dalam laporan keuangan konsolidasi adalah Rupiah.

The reporting currency used in the

consolidated financial statements is

Indonesian Rupiah.

b. Prinsip-prinsip konsolidasi b. Principles of consolidation

Laporan keuangan konsolidasi meliputi laporan keuangan Perusahaan dan Anak perusahaan (Catatan 1c).

The consolidated financial statements include the accounts of the Company and the Subsidiaries (Note 1c).

Jumlah aset PLP dan PAL (Catatan 1c) mencerminkan 16% dan 14% dari jumlah aset konsolidasi masing-masing pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009.

The total assets of PLP and PAL (Note 1c) represent 16% and 14% of the total consolidated assets as of December 31, 2010 and 2009, respectively.

Hak minoritas atas ekuitas Anak perusahaan disajikan dalam akun “Hak Minoritas atas Aset Bersih Anak Perusahaan yang Dikonsolidasi” dalam neraca konsolidasi.

The minority shareholders’ proportionate share in the equity of the consolidated Subsidiaries is presented under “Minority Interests in Net Assets of Consolidated Subsidiaries” in the consolidated balance sheets.

Seluruh saldo akun dan transaksi yang signifikan antar Perusahaan dan Anak perusahaan yang dikonsolidasi telah dieliminasi.

All significant intercompany accounts and transactions between the Company and Subsidiaries have been eliminated.

(14)

c. Setara kas c. Cash equivalents Deposito berjangka yang jatuh tempo dalam

waktu 3 (tiga) bulan atau kurang sejak tanggal penempatan dan tidak digunakan sebagai jaminan atas hutang diklasifikasikan sebagai “Setara kas”.

Time deposits with maturity periods of three (3) months or less at the time of placement and not pledged as collateral to loans are classified as “Cash equivalents”.

d. Transaksi dengan pihak yang mempunyai

hubungan istimewa d. Transactions with related parties

Perusahaan dan Anak perusahaan melakukan

transaksi dengan pihak-pihak yang

mempunyai hubungan istimewa sebagaimana

didefinisikan dalam PSAK No. 7,

“Pengungkapan Pihak-pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa”.

The Company and Subsidiaries have transactions with certain parties which are regarded as having special relationship as defined under PSAK No. 7, “Related Party Disclosures”.

Seluruh transaksi signifikan yang berkaitan

dengan pihak-pihak yang mempunyai

hubungan istimewa, telah diungkapkan pada catatan atas laporan keuangan konsolidasi.

All significant transactions with related parties, are disclosed in the notes to the consolidated financial statements.

e. Persediaan e. Inventories

Persediaan dinyatakan berdasarkan nilai terendah antara biaya perolehan atau nilai realisasi neto. Biaya perolehan ditentukan

dengan menggunakan metode

“masuk pertama, keluar pertama (FIFO)”. Nilai realisasi neto adalah estimasi harga jual dalam kegiatan usaha setelah dikurangi dengan estimasi biaya penyelesaian dan estimasi biaya yang diperlukan untuk melaksanakan penjualan. Penyisihan persediaan usang dan penurunan nilai persediaan, ditentukan berdasarkan penelaahan berkala atas nilai pasar dan kondisi fisik persediaan untuk menurunkan nilai persediaan ke nilai realisasi neto.

Inventories are stated at the lower of cost or net realizable value. Cost is determined using first-in, first-out method (FIFO). Net realizable value is the estimated selling price in the ordinary course of business, less estimated cost of completion and the estimated cost necessary to make the sale. Allowance for inventory obsolescence and decline in value of inventory is provided, based on the periodic review of the market value and physical condition of the inventories to the net realizable values.

f. Biaya dibayar di muka f. Prepaid expenses

Biaya dibayar di muka diamortisasi dan dibebankan pada operasi selama masa manfaatnya. Biaya dibayar di muka yang mempunyai masa manfaat lebih dari 1 (satu) tahun disajikan sebagai bagian dari “Aset tidak lancar-aset lain-lain”.

Prepaid expenses are amortized and charged to operations over the periods benefited. Prepaid expenses with benefited periods of over one (1) year are presented as part of “Non-current assets-other assets”.

(15)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING

(lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

g. Aset tetap g. Fixed assets

Aset tetap, kecuali tanah, dinyatakan sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan rugi penurunan nilai. Biaya perolehan termasuk biaya penggantian bagian aset tetap saat biaya tersebut terjadi, jika memenuhi kriteria pengakuan. Selanjutnya, pada saat inspeksi yang signifikan dilakukan, biaya inspeksi itu diakui ke dalam jumlah tercatat (“carrying amount”) aset tetap sebagai suatu penggantian jika memenuhi kriteria pengakuan. Semua biaya pemeliharaan dan perbaikan lainnya yang tidak memenuhi kriteria pengakuan diakui dalam laba atau rugi pada saat terjadinya.

Fixed assets, except for land, are stated at cost less accumulated depreciation and impairment losses. Such cost includes the cost of replacing part of the fixed assets when that cost is incurred, if the recognition criteria are met. Likewise, when a major inspection is performed, its cost is recognized in the carrying amount of the fixed assets as a replacement if the recognition criteria are satisfied. All other repairs and maintenance costs that do not meet the recognition criteria are recognized in profit or loss as incurred.

Penyusutan dihitung dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis aset tetap sebagai berikut:

Depreciation is computed using the straight-line method over the estimated useful lives of the assets as follows:

Tahun/Years

Bangunan dan prasarana 20 Buildings and improvements

Mesin 10 Machinery

Peralatan dan perabot kantor 5 Furniture and fixtures

Kendaraan 5 Vehicles

Tanah dinyatakan sebesar biaya perolehan dan tidak diamortisasi. Biaya-biaya tertentu

sehubungan dengan perolehan atau

perpanjangan hak pemilikan tanah,

ditangguhkan dan diamortisasi sepanjang periode hak atas tanah atau umur ekonomis tanah, mana yang lebih pendek. Beban ditangguhkan ini dicatat sebagai bagian dari “Aset tidak lancar - aset lain-lain” pada neraca konsolidasi.

Penurunan nilai aset tetap dibebankan pada operasi tahun berjalan bilamana terdapat peristiwa atau perubahan situasi yang menunjukkan adanya indikasi penurunan nilai aset.

Land is stated at cost and not amortized. Specific cost associated with the acquisition or renewal of land titles is deferred and amortized over the legal term of the landrights or economic life of the land, whichever is shorter. These deferred costs are recorded as part of “Non-current assets - other assets” in the consolidated balance sheets.

Impairment in value of fixed assets is charged to current year operations whenever there are events or changes in circumstances which indicate asset impairment.

Aset dalam penyelesaian dinyatakan sebesar biaya perolehan dan disajikan sebagai bagian dari “Aset tetap” pada neraca konsolidasi. Akumulasi biaya perolehan akan dipindahkan ke masing-masing akun aset tetap yang bersangkutan pada saat aset tersebut selesai dikerjakan dan siap untuk digunakan.

Construction in progress is stated at cost and presented as part of “Fixed assets” in

the consolidated balance sheets.

The accumulated costs will be reclassified to the appropriate fixed assets accounts when the construction is substantially completed and the asset is ready for its intended use.

(16)

g. Aset tetap (lanjutan) g. Fixed assets (continued) Jumlah tercatat aset tetap dihentikan

pengakuannya pada saat dilepaskan atau saat tidak ada manfaat ekonomis masa depan yang

diharapkan dari penggunaan atau

pelepasannya. Laba atau rugi yang timbul dari penghentian pengakuan aset (dihitung sebagai perbedaan antara jumlah neto hasil pelepasan dan jumlah tercatat dari aset) dimasukkan dalam laba atau rugi pada tahun aset tersebut dihentikan pengakuannya.

An item of fixed assets is derecognized upon disposal or when no future economic benefits are expected from its use or disposal. Any gain or loss arising from derecognition of the asset (calculated as the difference between the net disposal proceeds and the carrying amount of the asset) is included in profit or loss in the year the asset is derecognized.

Pada setiap akhir tahun buku, nilai residu, umur manfaat dan metode penyusutan dievaluasi, dan jika diperlukan disesuaikan secara prospektif.

The asset’s residual values, useful lives and methods of depreciation are reviewed, and adjusted prospectively, if appropriate, at each financial year end.

h. Selisih lebih nilai aset bersih atas biaya

perolehan Anak perusahaan h. Excess of net assets over acquisition cost of consolidated Subsidiary

Selisih lebih nilai aset bersih atas biaya perolehan Anak perusahaan pada tanggal pemilikan diamortisasi selama dua puluh (20) tahun sampai dengan tahun 2014 dengan menggunakan metode garis lurus.

Excess of the net assets over the acquisition cost of consolidated Subsidiary is amortized over twenty (20) years until the year 2014 using the straight-line method.

i. Pengakuan pendapatan dan beban i. Revenue and expense recognition

Pendapatan atas penjualan barang diakui pada saat barang diserahkan kepada distributor/pelanggan. Beban diakui pada saat terjadinya.

Revenue from sale of goods is recognize when goods are delivered to the distributors or customers. Expenses are recognized when incurred.

Pada Anak perusahaan yang bergerak di bidang penyewaan ruangan, pendapatan atas sewa ruang kantor, parkir serta jasa pemeliharaan yang diterima di muka ditangguhkan dan diakui sebagai pendapatan sesuai dengan jangka waktu perjanjian sewa.

For the Subsidiary engaged in space leasing, revenues from office space leasing, parking and maintenance fees received in advance are deferred and recognized as revenues over the term of the lease agreement.

j. Imbalan kerja j. Employee benefits

Perusahaan dan Anak perusahaan mengakui kewajiban imbalan kerja berdasarkan Undang-undang Ketenagakerjaan No. 13/2003 tanggal 25 Maret 2003 (“Undang-undang”) dan PSAK No. 24 (Revisi 2004), “Imbalan Kerja”. Pernyataan ini mewajibkan Perusahaan dan Anak perusahaan mengakui seluruh imbalan kerja yang diberikan melalui program atau perjanjian formal dan informal, peraturan perundang-undangan atau peraturan industri,

yang mencakup imbalan pasca-kerja

karyawan, imbalan kerja jangka pendek dan jangka panjang lainnya, pesangon pemutusan hubungan kerja dan imbalan berbasis ekuitas.

The Company and Subsidiaries recognize their employee benefits liability in accordance with Labor Law No. 13/2003 dated March 25, 2003 (the “Law") and PSAK No. 24 (Revised 2004), “Employee Benefits”. This statement requires the Company and Subsidiaries to provide all employee benefits

under formal and informal plans or

agreements, under legislative requirements or through industry arrangements, including post-employment benefits, short-term and other long-term employee benefits, termination benefits and equity compensation benefits.

(17)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING

(lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

j. Imbalan kerja (lanjutan) j. Employee benefits (continued)

Berdasarkan PSAK No. 24 (Revisi 2004), penyisihan imbalan kerja ditentukan dengan menggunakan metode “Projected Unit Credit”. Keuntungan dan kerugian aktuarial diakui sebagai pendapatan atau beban bila akumulasi keuntungan dan kerugian aktuarial yang belum diakui pada akhir periode pelaporan tahun sebelumnya melebihi 10% dari nilai kini kewajiban imbalan pasti pada tanggal tersebut. Keuntungan atau kerugian ini diakui dengan metode garis lurus selama rata-rata sisa masa kerja karyawan yang diharapkan.

Under PSAK No. 24 (Revised 2004), the cost of providing employee benefits is determined using the projected unit credit method. Actuarial gains and losses are recognized as income or expense when the net cumulative unrecognized actuarial gains and losses for each individual plan at the end of the previous reporting year exceeded 10% of the present value of the defined benefit obligation at that date. These gains or losses are recognized on a straight-line method over the expected average remaining working lives of the employees.

k. Transaksi dan saldo dalam mata uang

asing k. Foreign balances currency transactions and

Perusahaan dan Anak perusahaan

menyelenggarakan catatan akuntansinya dalam Rupiah.

The Company and its Subsidiaries maintains its accounting records in Rupiah.

Transaksi dalam mata uang asing dicatat dalam nilai mata uang Rupiah berdasarkan kurs yang berlaku pada saat transaksi dilakukan. Pada tanggal neraca, aset dan kewajiban moneter dalam mata uang asing dijabarkan ke dalam mata uang Rupiah berdasarkan kurs tengah terakhir Bank Indonesia yang diumumkan pada akhir tahun yang berlaku pada tanggal tersebut dan laba atau rugi kurs yang terjadi dikreditkan atau dibebankan pada operasi tahun berjalan.

Transactions involving foreign currencies are recorded in Rupiah at the rates of exchange prevailing at the time the transactions are made. At balance sheet date, monetary assets

and liabilities denominated in foreign

currencies are adjusted to Rupiah using the latest year end published rate of Bank Indonesia’s middle rate of exchange prevailing at such date and any resulting gains or losses are credited or charged to current operations.

Pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009, kurs yang digunakan masing-masing adalah Rp8.991 dan Rp9.400 untuk US$1.

As of December 31, 2010 and 2009, the exchange rates used were Rp8,991 and Rp9,400 for US$1, respectively.

l. Informasi segmen l. Business Segment information

Sesuai PSAK No. 5 (Revisi 2000), “Pelaporan Segmen”, segmen usaha menyajikan informasi produk atau jasa yang memiliki risiko dan imbalan yang berbeda dengan risiko dan imbalan segmen usaha lain. Segmen geografis menyajikan informasi produk atau jasa pada wilayah ekonomi tertentu yang memiliki risiko dan imbalan yang berbeda dengan risiko dan imbalan pada komponen yang beroperasi pada wilayah ekonomi lain.

In accordance with PSAK No. 5 (Revised

2000), “Segment Reporting”, business

segments present information on products or services that are subject to risks and returns that are different from those of other business segments. Geographical segments present information on products or services within a particular economic environment that is subject to risks and returns that are different from those of components operating in other economic environments.

(18)

l. Informasi segmen (lanjutan) l. Business Segment information (continued)

Perusahaan dan Anak perusahaan

mengelompokkan segmen usaha menjadi tiga jenis industri yaitu perdagangan produk-produk fotografi yang diselenggarakan di 14 wilayah geografis di Indonesia (Catatan 1a dan 16b), manufaktur dan jasa penyewaan ruangan perkantoran.

The Company and Subsidiaries categorize their businesses into three industry types, namely, trading of photographic products which are conducted in 14 geographic areas in Indonesia (Notes 1a and 16b), manufacturing and office space rental.

m. Pajak penghasilan m. Income tax

Beban pajak tahun berjalan dihitung berdasarkan taksiran penghasilan kena pajak dalam tahun yang bersangkutan, kecuali untuk penghasilan Anak perusahaan yang bergerak di bidang penyewaan, yang dikenakan pajak final. Aset dan kewajiban pajak tangguhan diakui atas beda temporer antara aset dan kewajiban untuk tujuan komersial dan untuk tujuan perpajakan setiap tanggal pelaporan.

Current tax expense is determined based on the estimated taxable income for the year, except for the income of a Subsidiary engaged in rental of office space, which is subject to final tax. Deferred assets and liabilities are recognized for temporary differences between financial and the tax bases of assets and liabilities at each reporting date.

Aset pajak tangguhan, seperti akumulasi rugi fiskal, diakui apabila besar kemungkinan bahwa laba fiskal pada masa yang akan datang memadai untuk dikompensasi.

Deferred tax assets, such as tax loss carryforwards, are also recognized to the extent that there is adequate future taxable income to realize such deferred tax benefit.

Penghasilan Anak perusahaan yang bergerak di bidang penyewaan ruangan perkantoran dikenakan pajak yang bersifat final dengan tarif 10%.

Income earned by a Subsidiary engaged in the office space rental is subject to final income tax rate of 10%.

Perubahan terhadap kewajiban perpajakan diakui pada saat Surat Ketetapan Pajak (SKP) diterima atau jika Perusahaan atau Anak perusahaan mengajukan keberatan, pada saat keputusan atas keberatan tersebut telah ditetapkan.

Amendments to tax obligations are recorded when the Tax Assessment Letter (SKP) is received or, if appealed against by the Company or its Subsidiaries, when the result of the appeal is determined.

Pajak tangguhan dihitung dengan

menggunakan tarif pajak yang berlaku atau secara substansial telah berlaku pada tanggal neraca. Perubahan nilai tercatat aset dan kewajiban pajak tangguhan yang disebabkan oleh perubahan tarif pajak dibebankan pada tahun berjalan, kecuali untuk transaksi-transaksi yang sebelumnya telah langsung dibebankan atau dikreditkan ke ekuitas.

Deferred tax is calculated at the tax rates that have been enacted or substantively enacted at balance sheet date. Changes in the carrying amount of deferred tax assets and liabilities due to a change in tax rates is charged to current year operations, except to the extent that it relates to items previously charged or credited to equity.

(19)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING

(lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

n. Laba bersih per saham n. Net Income per share

Laba bersih per saham dasar dihitung dengan membagi laba bersih dengan jumlah rata-rata tertimbang dari saham ditempatkan dan disetor penuh yaitu sejumlah 76.000.000 saham, masing-masing pada tahun 2010 dan 2009.

Net income per share is computed by dividing the net income, with the weighted average number of issued and fully paid shares which totaled 76,000,000 shares each in 2010 and 2009.

o. Penggunaan estimasi o. Use of estimates

Penyusunan laporan keuangan konsolidasi sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia mengharuskan manajemen

membuat estimasi dan asumsi yang

mempengaruhi jumlah yang dilaporkan. Dengan adanya ketidakpastian yang melekat

dalam pembuatan estimasi, hasil

sesungguhnya yang dilaporkan di masa mendatang mungkin didasarkan pada jumlah yang berbeda dengan estimasi tersebut.

The preparation of consolidated financial statements in conformity with generally accepted accounting principles in Indonesia requires management to make estimations and assumptions that affect amounts reported therein. Due to inherent uncertainty in making estimates, actual results reported in future periods may be based on amounts which differ from those estimates.

p. Instrumen Keuangan p. Financial Instruments

Mulai tanggal 1 Januari 2010, Perusahaan dan Anak perusahaan mengadopsi PSAK No. 50

(Revisi 2006), “Instrumen Keuangan:

Penyajian dan Pengungkapan” (PSAK

No. 50R), dan PSAK No. 55 (Revisi 2006),

“Instrumen Keuangan: Pengakuan dan

Pengukuran” (PSAK No. 55R) secara

prospektif.

Starting January 1, 2010, the Company and Subsidiaries adopted prospectively the PSAK No. 50 (Revised 2006), “Financial Instruments:

Presentation and Disclosures” (PSAK

No. 5R0), and the PSAK No. 55 (Revised 2006), “Financial Instruments: Recognition and Measurement” (PSAK No. 55R).

PSAK No. 50R mengatur persyaratan tentang

penyajian instrumen keuangan dan

mengidentifikasi informasi yang harus diungkapkan. Persyaratan penyajian tersebut berlaku terhadap klasifikasi instrumen keuangan, dari perspektif penerbit, dalam aset

keuangan, kewajiban keuangan, dan

instrumen ekuitas; pengklasifikasian yang terkait dengan suku bunga, dividen, kerugian dan keuntungan, dan keadaan di mana aset keuangan dan kewajiban keuangan akan saling hapus. PSAK ini mensyaratkan pengungkapan, antara lain, informasi mengenai faktor yang mempengaruhi jumlah, waktu dan tingkat kepastian arus kas masa datang yang terkait dengan instrumen keuangan dan kebijakan akuntansi yang digunakan untuk instrumen tersebut.

The PSAK No. 50R contains the requirements for the presentation of financial instruments and identifies the information that should be disclosed. The presentation requirements apply to the classification of financial instruments, from the perspective of the issuer, into financial assets, financial liabilities and equity instruments; the classification of related interest, dividends, losses and gains; and the circumstances in which financial assets and financial liabilities should be offset. This PSAK requires the disclosure of, among others, information about factors that affect the amount, timing and certainty of an entity’s future cash flows relating to financial instruments and the accounting policies applied to those instruments.

(20)

p. Instrumen Keuangan (lanjutan) p. Financial Instruments (continued) PSAK No. 55R mengatur prinsip-prinsip dasar

pengakuan dan pengukuran aset keuangan, kewajiban keuangan, dan kontrak pembelian dan penjualan item non keuangan. Pernyataan ini, antara lain, memberikan definisi dan karakteristik terhadap derivatif, kategori

instrumen keuangan, pengakuan dan

pengukuran, akuntansi lindung nilai dan penetapan hubungan lindung nilai.

Tidak terdapat penyesuaian transisi terhadap laporan keuangan konsolidasi Perusahaan dan Anak perusahaan per tanggal 1 Januari 2010.

The PSAK No. 55R establishes the principles for recognizing and measuring financial assets, financial liabilities, and some contracts to buy or sell non-financial items. This standard provides for the definitions and characteristics of a derivative, the categories of financial instruments, recognition and

measurement, hedge accounting and

determination of hedging relationships, among others.

No transition adjustment in the Company and Subsidiaries’ consolidated financial statements as of January 1, 2010.

i. Aset Keuangan i. Financial Assets

Pengakuan awal Initial recognition

Aset keuangan dalam ruang lingkup PSAK No. 55R diklasifikasikan sebagai aset keuangan yang dinilai pada nilai wajar melalui laba atau rugi, pinjaman yang diberikan dan piutang, investasi yang dimiliki hingga jatuh tempo, dan aset keuangan tersedia untuk dijual.

Financial assets within the scope of PSAK No. 55R are classified as financial assets at fair value through profit or loss, loans and receivables, held-to-maturity

investments and available-for-sale

financial assets.

Perusahaan dan Anak perusahaan

menentukan klasifikasi aset keuangan pada saat pengakuan awal dan, jika diperbolehkan dan sesuai, akan dievaluasi kembali setiap akhir tahun keuangan.

The Company and Subsidiaries

determines the classification of its financial assets at initial recognition and, where allowed and appropriate, re-evaluates this designation at each financial year end.

Pada saat pengakuan awal, aset keuangan diukur pada nilai wajar. Dalam hal investasi tidak diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi, nilai wajar tersebut ditambah dengan biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung.

Financial assets are recognized initially at fair value, in the case of investments not at fair value through profit or loss, plus directly attributable transaction costs.

Aset keuangan Perusahaan dan Anak perusahaan mencakup kas dan setara kas, piutang usaha, piutang hubungan istimewa, aktiva lancar lain-lain yang terdiri dari piutang lain-lain, dan uang jaminan sewa dan pinjaman karyawan yang disajikan dalam aset tidak lancar lain-lain.

The Company and Subsidiaries’ financial assets include cash and cash equivalents, trade receivables, due from a related party, other current assets which consist of other receivables, and security deposit, and employee loan which presented as other non-current asets.

Pada tanggal 1 Januari 2010, aset

keuangan Perusahaan dan Anak

perusahaan diklasifikasikan sebagai pinjaman yang diberikan dan piutang.

On January 1, 2010, financial assets of the Company and Subsidiaries are classified as loans and receivable.

(21)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING

(lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

p. Instrumen Keuangan (lanjutan) p. Financial Instruments (continued)

i. Aset Keuangan (lanjutan) i. Financial Assets (continued)

Pengukuran setelah pengakuan awal Subsequent measurement

Pengukuran setelah pengakuan awal dari aset keuangan tergantung pada klasifikasi sebagai berikut:

The subsequent measurement of financial assets depends on their classification as follows:

Pinjaman yang diberikan dan piutang • Loans and receivables

Pinjaman yang diberikan dan piutang adalah aset keuangan non derivatif dengan pembayaran tetap atau telah ditentukan dan tidak mempunyai kuotasi di pasar aktif. Setelah pengukuran awal, aset keuangan tersebut dicatat pada biaya perolehan yang diamortisasi menggunakan metode tingkat bunga efektif. Laba atau rugi diakui dalam laporan laba rugi konsolidasi pada saat pinjaman

dan piutang dihentikan

pengakuannya atau mengalami

penurunan nilai, serta melalui proses amortisasi.

Loans and receivables are non-derivative financial assets with fixed or determinable payments that are not quoted in an active market. After initial measurement, such financial assets are carried at amortized cost using the effective interest rate method. Gains and losses are recognized in the consolidated statement of income when the loans and receivables are derecognized or impaired, as well as through the amortization process.

ii. Kewajiban Keuangan ii. Financial Liabilities

Pengakuan awal Initial recognition

Kewajiban keuangan dalam ruang lingkup PSAK No. 55 diklasifikasikan sebagai kewajiban keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba atau rugi, hutang dan pinjaman atau derivatif yang telah ditetapkan untuk tujuan lindung nilai yang efektif, jika sesuai. Perusahaan dan Anak perusahaan menentukan klasifikasi

kewajiban keuangan pada saat

pengakuan awal.

Financial liabilities within the scope of the PSAK No. 55 are classified as financial liabilities at fair value through profit or loss, loans and borrowings, or as

derivatives designated as hedging

instruments in an effective hedge, as

appropriate. The Company and

Subsidiaries determines the classification of their financial liabilities at initial recognition.

(22)

p. Instrumen Keuangan (lanjutan) p. Financial Instruments (continued)

ii. Kewajiban Keuangan (lanjutan) ii. Financial Liabilities (continued)

Pengakuan awal (lanjutan) Initial recognition (continued)

Saat pengakuan awal, kewajiban

keuangan diukur pada nilai wajar dan, dalam hal hutang dan pinjaman, termasuk biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung.

Financial liabilities are recognized initially at fair value and, in the case of loans and

borrowings, inclusive of directly

attributable transaction costs.

Kewajiban keuangan Perusahaan dan Anak perusahaan mencakup hutang bank, hutang usaha, hutang lain-lain, dan beban masih harus dibayar.

The Company and Subsidiaries’ financial liabilities include bank loans, trade payable, other payables, and accrued expenses.

Pada 1 Januari 2010, kewajiban

keuangan Perusahaan dan Anak

perusahaan diklasifikasikan sebagai hutang dan pinjaman.

On January 1, 2010, the financial liabilities of the Company and Subsidiaries are classified as loans and borrowings.

Pengukuran setelah pengakuan awal Subsequent measurement

Pengukuran kewajiban keuangan

bergantung pada klasifikasi sebagai berikut:

The measurement of financial liabilities depends on their classification as follows:

Hutang dan pinjaman Loans and borrowings

Setelah pengakuan awal, hutang dan pinjaman yang dikenakan bunga

diukur pada biaya perolehan

diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif. Pada tanggal neraca, biaya bunga yang masih harus dibayar dicatat terpisah dari pokok pinjaman sebagai bagian dari kewajiban lancar.

After initial recognition, interest-bearing loans and borrowings are subsequently measured at amortized cost using the effective interest rate method. At balance sheets date, the

accrued interest is recorded

separately from the respective

principal loan as part of current liabilities.

Laba atau rugi harus diakui dalam laporan laba rugi konsolidasi ketika kewajiban tersebut dihentikan pengakuannya serta melalui proses amortisasinya, menggunakan metode tingkat bunga efektif.

Gains and losses are recognized in the consolidated statement of income when the liabilities are derecognized as well as through the amortization process, using the effective interest rate method.

(23)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING

(lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

p. Instrumen Keuangan (lanjutan) p. Financial Instruments (continued)

iii. Nilai wajar instrumen keuangan iii. Fair value of financial instruments

Nilai wajar instrumen keuangan yang secara aktif diperdagangkan di pasar keuangan ditentukan dengan mengacu pada kuotasi harga pasar yang berlaku pada penutupan pasar pada akhir periode pelaporan. Untuk instrumen keuangan yang tidak diperdagangkan di pasar aktif,

nilai wajar ditentukan dengan

menggunakan teknik penilaian. Teknik penilaian tersebut meliputi penggunaan transaksi pasar terkini yang dilakukan secara wajar (arm’s-length market

transactions), referensi atas nilai wajar

terkini dari instrumen lain yang secara substantial sama, analisis arus kas yang didiskonto, atau model penilaian lainnya.

The fair value of financial instruments that are actively traded in organized financial markets is determined by reference to quoted market bid prices at the close of business at the end of the reporting period. For financial instruments where there is no active market, fair value is determined using valuation techniques. Such techniques may include using recent arm’s-length market transaction, reference to the current fair value of another instrument that is substantially the same, discounted cash flow analysis, or other valuation models.

Penyesuaian risiko kredit Credit risk adjustment

Perusahaan dan Anak perusahaan

menyesuaikan harga di pasar yang lebih menguntungkan untuk mencerminkan adanya perbedaan risiko kredit pihak yang bertransaksi antara instrumen yang diperdagangkan di pasar tersebut dengan instrumen yang dinilai untuk posisi aset keuangan. Dalam penentuan nilai wajar posisi kewajiban keuangan, risiko kredit Perusahaan dan Anak perusahaan terkait dengan instrumen keuangan tersebut ikut diperhitungkan.

The Company and Subsidiaries adjusts the price in the observable market to reflect any differences in counterparty credit risk between instruments traded in that market and the ones being valued for financial asset positions. In determining the fair value of financial liability positions, the Company and Subsidiaries's own credit risk associated with the instrument is taken into account.

iv. Biaya perolehan yang diamortisasi dari instrumen keuangan

iv. Amortized cost of financial instruments Biaya perolehan yang diamortisasi diukur

dengan menggunakan metode suku bunga efektif dikurangi penyisihan penurunan nilai dan pembayaran atau pengurangan pokok. Perhitungan ini mencakup seluruh premi atau diskonto pada saat akuisisi dan mencakup biaya transaksi serta komisi yang merupakan bagian tak terpisahkan dari suku bunga efektif.

Amortized cost is computed using the effective interest rate method less any allowance for impairment and principal repayment or reduction. The calculation takes into account any premium or discount on acquisition and includes transaction costs and fees that are an integral part of the effective interest rate.

Gambar

Tabel  berikut  ini  adalah  rangkuman  kewajiban  imbalan kerja yang diakui pada neraca konsolidasi  serta  beban  imbalan  kerja  yang  diakui  pada  laporan laba rugi konsolidasi:

Referensi

Dokumen terkait

Ketika suatu liabilitas keuangan yang ada digantikan oleh liabilitas keuangan lain dari pemberi pinjaman yang sama dengan persyaratan yang berbeda secara substansial,

Ketika liabilitas keuangan saat ini digantikan dengan yang lain dari pemberi pinjaman yang sama dengan persyaratan yang berbeda secara substansial, atau modifikasi

Ketika liabilitas keuangan saat ini digantikan dengan yang lain dari pemberi pinjaman yang sama dengan persyaratan yang berbeda secara substansial, atau modifikasi secara

Ketika liabilitas keuangan awal digantikan dengan liabilitas keuangan lain dari pemberi pinjaman yang sama dengan ketentuan yang berbeda secara substansial, atau modifikasi

Ketika kewajiban keuangan awal digantikan dengan kewajiban keuangan lain dari pemberi pinjaman yang sama dengan ketentuan yang berbeda secara substansial, atau

Ketika suatu liabilitas keuangan yang ada digantikan oleh liabilitas keuangan lain dari pemberi pinjaman yang sama dengan persyaratan yang berbeda secara substansial, atau

Ketika suatu liabilitas keuangan yang ada digantikan oleh liabilitas keuangan lain dari pemberi pinjaman yang sama dengan persyaratan yang berbeda secara substansial, atau

Ketika kewajiban keuangan awal digantikan dengan kewajiban keuangan lain dari pemberi pinjaman yang sama dengan ketentuan yang berbeda secara substansial, atau