Hibridisasi Ikan Nila Pandu Dan Kunti Generasi F4 Terhadap Efek Heterosis Pada Ikan Nila Larasati (Oreochromis Niloticus) Generasi F4 Pada Umur 5 Bulan
Teks penuh
Gambar
Dokumen terkait
Menurut Tave (1986), dan Rusfidra (2006), nilai heritabilitas termasuk dalam kategori tinggi serta menunjukan bahwa seleksi individu yang dilakukan cukup efektif. Data
Dibandingkan dengan nilai estimasi perbaikan genetik untuk jenis hewan air berkisar 10-20% (Gjedrem, cit Ponzoni et al ., 2005) yang diperoleh menggunakan metode seleksi
Untuk karakter panjang memiliki nilai positif walaupun rendah, sedangkan karakter lebar dan berat memiliki nilai heterosis negatif yang artinya performan lebar dan
Dari hasil perbandingan dengan standar FCR ikan nila larasati yang diperoleh dari hasil penelitian yang sebelumnya, maka nilai FCR hasil penelitian dengan
Kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini adalah bahwa program seleksi dari ikan nila Pandu generasi F4 ke generasi F5 menghasilkan kualitas genetik yang
Dengan demikian dapat dikemukakan bahwa individu-individu yang memiliki pertumbuhan diatas rata-rata populasi untuk jenis jantan dan betina pada lingkungan kolam dan danau
Ikan nila di Indonesia merupakan salah satu ikan air tawar yang memiliki nilai ekonomis penting. Berbagai upaya terus dilakukan dalam meningkatkan produksi ikan
Kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini adalah bahwa program seleksi dari ikan nila Pandu generasi F4 ke generasi F5 menghasilkan kualitas genetik yang