• Tidak ada hasil yang ditemukan

Hibridisasi Ikan Nila Pandu Dan Kunti Generasi F4 Terhadap Efek Heterosis Pada Ikan Nila Larasati (Oreochromis Niloticus) Generasi F4 Pada Umur 5 Bulan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Hibridisasi Ikan Nila Pandu Dan Kunti Generasi F4 Terhadap Efek Heterosis Pada Ikan Nila Larasati (Oreochromis Niloticus) Generasi F4 Pada Umur 5 Bulan"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

Gambar

Gambar  1.    Histogram  Heterosis  Ikan  Nila  Larasati  F4  terhadap  Ikan  Nila  Pandu  F4  dan  Ikan  Nila  Kunti  F4  pada Usia 5 Bulan

Referensi

Dokumen terkait

Menurut Tave (1986), dan Rusfidra (2006), nilai heritabilitas termasuk dalam kategori tinggi serta menunjukan bahwa seleksi individu yang dilakukan cukup efektif. Data

Dibandingkan dengan nilai estimasi perbaikan genetik untuk jenis hewan air berkisar 10-20% (Gjedrem, cit Ponzoni et al ., 2005) yang diperoleh menggunakan metode seleksi

Untuk karakter panjang memiliki nilai positif walaupun rendah, sedangkan karakter lebar dan berat memiliki nilai heterosis negatif yang artinya performan lebar dan

Dari hasil perbandingan dengan standar FCR ikan nila larasati yang diperoleh dari hasil penelitian yang sebelumnya, maka nilai FCR hasil penelitian dengan

Kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini adalah bahwa program seleksi dari ikan nila Pandu generasi F4 ke generasi F5 menghasilkan kualitas genetik yang

Dengan demikian dapat dikemukakan bahwa individu-individu yang memiliki pertumbuhan diatas rata-rata populasi untuk jenis jantan dan betina pada lingkungan kolam dan danau

Ikan nila di Indonesia merupakan salah satu ikan air tawar yang memiliki nilai ekonomis penting. Berbagai upaya terus dilakukan dalam meningkatkan produksi ikan

Kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini adalah bahwa program seleksi dari ikan nila Pandu generasi F4 ke generasi F5 menghasilkan kualitas genetik yang