• Tidak ada hasil yang ditemukan

Volume Tegakan Acacia Mangium pada Uji Perolehan Genetik dengan Kerapatan Tegakan Tinggi

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Volume Tegakan Acacia Mangium pada Uji Perolehan Genetik dengan Kerapatan Tegakan Tinggi"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

Gambar

Tabel 2.   Informasi sumber benih yang diuji pada uji perolehan genetik A. mangium di Jonggol, Jawa Barat
Gambar 1.  Produktivitas  volume  tegakan  (m3/ha)  umur  2,  3  dan  4  tahun  pada  petak  uji  perolehan  genetik          A
Tabel 5.  Volume tegakan pada petak uji perolehan genetik A. mangium di Jonggol, Jawa Barat
Gambar 2.   Perolehan genetik aktual umur 2, 3 dan  4  tahun  pada  petak  uji  perolehan  genetik  A

Referensi

Dokumen terkait

Hasil Penelitian menunjukkan bahwa terjadi interaksi antara perlakuan komposisi media dan interval penyiraman terhadap pertumbuhan semai Akasia (Acacia mangium Wild), pada semua

Berdasarkan penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan menurut sertifikat hasil uji No.1.02.03.16/K/LUK-IKB/2016 dan No.2.02.03.16/K/LUKIKB/2016 setelah dibandingkan

Tujuan dari penelitian adalah untuk studi hubungan antara kecepatan, volume, kerapatan dengan menggunakan model Northwestern dan dibandingkan dengan model Greenberg pada ruas

Hasil penjumlahan biomassa yang terdapat di atas permukaan tanah yang terdiri dari tegakan, tumbuhan bawah dan serasah menunjukkan bahwa potensi biomassa total pada

Dicksonia blumei koleksi Kebun Raya Cibodas ini apabila dibandingkan dengan Dicksonia blumei yang berasal dari Bali secara morfologi tidak menunjukkan perbedaan yang

Hasil penelitian menunjukkan bahwa, pada ke empat kelompok perlakuan terdapat penurunan jumlah geliat mencit yang berarti bila dibandingkan dengan jumlah geliat kelompok

Secara umum dapat dikatakan bahwa jumlah maksimum hasil yang dapat diperoleh dari hutan pada suatu waktu tertentu adalah jumlah kumulatif pertumbuhan sampai waktu itu,

pengamatan pada Gambar 2 menunjukkan bahwa rerata pertumbuhan diameter tertinggi terdapat pada perlakuan T3K2 (dosis 45 gram Trichoderma sp. dan dosis 100 gram pupuk