• Tidak ada hasil yang ditemukan

Lesta Yananda Amardana 21020110141087 BAB 4

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Lesta Yananda Amardana 21020110141087 BAB 4"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

Hunian Bertingkat Lansia Modern di Jakarta Selatan dengan Penekanan Universal Design

65 65 BAB IV

KESIMPULAN, BATASAN DAN ANGGAPAN

4.1. Kesimpulan

Dari uraian pada bab-bab sebelumnya, maka secara garis besar dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:

1. Lansia adalah seseorang yang telah berusia lebih dari 60 tahun dengan perubahan

psikis yang semakin menurun dan psikologi yang dipengaruhi oleh faktor pertambahan usia.

2. Hunian Bertingkat Lansia adalah suatu tempat di mana Lansia dapat bersosialisasi, terawat dengan fasilitas medis dan penunjang yang dikelola oleh yayasan ataupun swasta.

3. Penekanan desain yang digunakan untuk mengakomodasi kegiatan Lansia dalam menjalani kehidupan sehari harinya adalah Arsitektur Universal Desain.

4. Perkembangan penduduk Lansia di Jakarta Selatan terus meningkat dari tahun ke tahun.

5. Perencanaan dan perancangan yang digunakan tentunya memperhatikan faktor keterbatasan mobilitas dan fisik akibat penuaan yang dialami.

6. Lansia yang dapat menempati hunian ini dapat berupa penghuni yang menetap atau penghuni yang hanya menggunakan fasilitasnya saja namun tidak menetap.

7. Hunian Bertingkat Lansia adalah sebagai salah satu alternatif untuk meningkatkan

kualitas hidup lansia, maka harus dilengkapi dengan berbagai fasilitas, antara lain hunian, perawatan fisik,kesehatan, pembinaan, fasiltas penunjang, psikologi dan sosial.

4.2. Batasan

Batasan dalam perencanaan Hunian Bertingkat Lansia di Jakarta Selatan adalah sebagai berikut:

1. Hunian ini digunakan oleh manusia lanjut usia (manula) yang memenuhi kriteria, antara lain berusia 60 tahun ke atas, dari golongan ekonomi menengah ke atas dan merupakan Lansia Potensial

2. Jenis pelayanan di hunian ini berupa pelayanan room service, pelayanan kesehatan

fisik, pembinaan terhadap keterampilan rohani dan keterampilan lansia, pengembangan sosial, serta terdapat kegiatan penunjang.

3. Penanganan terhadap klien yang membutuhkan perawatan fisik dan psikologis dirujukkan pada instansi terkait.

4. Perencanaan yang digunakan pada bahasan ini dianggap mampu memenuhi kebutuhan selama 10 tahun ke depan

5. Perencanaan Hunian Lansia ini mengacu pada ketentuan dan peraturan pemerintah setempat mengenai Koefisien Dasar Bangunan, Koefisien Lantai Bangunan, RTBL dan

Garis Sempadan Bangunan pada kawasan yang akan dibangun.

(2)

Hunian Bertingkat Lansia Modern di Jakarta Selatan dengan Penekanan Universal Design

66 66 4.3. Anggapan

Anggapan dalam perencanaan Hunian Bertingkat Lansia Modern di Jakarta Selatan adalah sebagai berikut:

1. Kebutuhan sumber daya alam dan sumber daya manusia, dan juga biaya perencanaan dan pelaksanaan dianggap telah memadai.

2. Hunian Lansia ini dikelola oleh pihak swasta dalam pengawasan dan pembiayaan.

3. Tapak terpilih dianggap tidak terkena rencana pengembangan kota minimal 10 tahun ke depan.

4. Kondisi tapak yang ada diangggap memiliki daya dukung tanah memadai, sehingga mempermudah pelaksanaan pembangunan Hunian Lansia.

5. Tapak yang digunakan bebas dari banjir dan permukaan tanah yang digunakan pun agar tidak membahayakan para pengguna..

6. Kondisi tapak yang ada dianggap memenuhi kriteria untuk membangun fasilitas ruang

Referensi

Dokumen terkait

Gender-responsive constitutional implementation is supported by gender-speciic constitutional provisions, including but not limited to provisions for substantive gender

Dalam pembahasan peningkatan pendapatan sektor perikanan ini, saya akan mengambil sample untuk pembahasan adalah perikanan di provinsi Jawa Tengah dimana banyak

Untuk mendapatkan sinyal audio ini diberikan tapis lolos bawah pada umpan balik dan tapis yang dirancang adalah tapis lolos bawah orde 2 dengan tipe Butterworth..

[r]

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh dana investasi melalui instrumen Surat Utang Negara (SUN) dan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) terhadap Pertumbuhan

[r]

Namun demikian, dalam hal-hal tertentu keputusan RUPS yang berkaitan dengan sesuatu yang sangat mendasar bagi keberadaan, kelangsungan atau sifat suatu perseroan, Undang-undang ini

METODE PENELITIAN TAFSIR DAN FILOLOGI PROGRAM STUDI TAFSIR HADIS SEMESTER VI A FAKULTAS USHULUDDIN. INSITITUT AGAMA ISLAM NEGERI SUMATERA UTARA