Jargon Data
Jargon Data
“Membangun data itu mahal dan sulit,
tetapi akan jauh lebih mahal dan sulit
jika membangun tanpa data”
Untuk mencapai tujuannya, sebuah
organisasi harus mampu melakukan
analisis terhadap dirinya sendiri
(
Analisis SWOT
).
Strength
(Kekuatan)
Weakness
(Kelemahan)
Opportunity
(Peluang)
EMIS : sebuah instrumen yang menjadi ujung
tombak Ditjen Pendis dalam pengelolaan
data dan sistem informasi pendidikan Islam.
EMIS dikelola oleh Subbag Sistem Informasi.
EMIS diharapkan menjadi solusi atas
kelemahan Ditjen Pendis dalam mengelola
data pendidikan Islam.
Fungsi utama EMIS : mendukung
perencanaan dan pengambilan kebijakan.
Perencanaan yang baik memerlukan
Pemutakhiran data EMIS harus dilakukan
secara periodik sehingga data EMIS dapat
terjamin kelengkapan, keakuratan dan
ketepatan waktunya.
Data EMIS digunakan untuk mendukung
perencanaan program Pendis (untuk
menentukan kebutuhan sarana prasarana
madrasah, alokasi BOS, BSM/KIP, dan
perencanaan program lainnya).
Tantangan Pengelolaan Data Pendis
Tantangan Pengelolaan Data Pendis
Belum adanya “trust” atau kepercayaan penuh
dari pengguna data (unit teknis/direktorat
terkait) terhadap data EMIS direktorat terkait
cenderung lebih senang mengembangkan sistem pendataan masing-masing sesuai dengan bidang tugasnya tanpa koordinasi dengan Subbag
Sistem Informasi.
Banyaknya sistem pendataan yang
dikembangkan (EMIS, SIMBOS, SIMSARPRAS, dll) tetapi masih belum didukung dengan konsep
integrasi data yang baik.
Sumber data merasa jenuh dalam melayani
permintaan data yang sejenis dengan
Pendataan EMIS masih berada pada prioritas
yang rendah dan lebih sering diabaikan karena sumber data merasa tidak merasakan urgensi dari data EMIS.
Data EMIS dianggap tidak memiliki kaitan
dengan perencanaan dan pelaksanaan program & anggaran.
Masih rendahnya perhatian dan keseriusan dari
para pimpinan satker dan satuan pendidikan di daerah terhadap pengelolaan data EMIS.
Minimnya kondisi infrastruktur TIK di sebagian
besar daerah sehingga sumber data sering mengalami kendala di dalam pelaksanaan updating data EMIS.
Tantangan Pengelolaan Data Pendis
Tantangan Pengelolaan Data Pendis
(2)
Hardware yang dimiliki EMIS Pusat masih belum
memadai.
Kendala struktural dalam pengelolaan data dan
sistem informasi di lingkungan Ditjen Pendidikan Islam : hanya ditangani oleh unit eselon-IV
(Subbag Sistem Informasi, Setditjen Pendis).
Data dan sistem informasi yang dikelola oleh
Subbag Sistem Informasi memiliki cakupan yang sangat besar, terdiri dari : data RA, MI, MTs, MA, Pondok Pesantren, Diniyah, TPQ, dan PTAI, serta data Guru PAIS dan Pengawas.
Tantangan Pengelolaan Data Pendis
Tantangan Pengelolaan Data Pendis
(3)
C
C
akupan Data Pendidikan Islam
akupan Data Pendidikan Islam
(EMIS)
(EMIS)
RA, MI, MTs, MA & PTAI : Data Lembaga, Data Peserta
Didik (Siswa/Santri/Mahasiswa) & Data Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK).
Guru PAIS dan Pengawas : Data Individual Guru &
Peluang Pengelolaan Data Pendis
Peluang Pengelolaan Data Pendis
Secara Terintegrasi
Secara Terintegrasi
Mulai tumbuhnya kesadaran di kalangan pimpinan
di jajaran Ditjen Pendis akan pentingnya memiliki satu sistem informasi pendidikan Islam yang
dapat diandalkan.
Adanya penegasan dari pimpinan, terkait dengan
unit penanggungjawab di dalam pengelolaan data dan pengembangan sistem informasi pendidikan di lingkup Ditjen Pendis, yaitu Subbag Sistem
Informasi.
Secara teknis, proses integrasi data antara
Aplikasi EMIS dengan sistem informasi lain sangat dimungkinkan, sepanjang didukung komitmen
Contoh: terkait data siswa/santri/mahasiswa,
Aplikasi EMIS dapat diintegrasikan dengan
SIMBOS, SIM-BSM atau SIM-BOPTN; terkait data PTK, Aplikasi EMIS dapat diintegrasikan dengan Aplikasi Sertifikasi Guru/Dosen, Aplikasi
Tunjangan.
Unit-unit kerja yang mengelola sistem informasi
lain di lingkup Ditjen Pendis sudah mulai
melakukan koordinasi dengan Subbag Sistem Informasi untuk mulai membahas mengenai proses integrasi pengelolaan data pendidikan Islam.
Peluang Pengelolaan Data Pendis
Peluang Pengelolaan Data Pendis
Secara Terintegrasi
Peluang Pengelolaan Data Pendis
Peluang Pengelolaan Data Pendis
Secara Terintegrasi
Secara Terintegrasi
(3)
(3)
Untuk satker Kanwil Provinsi, saat ini sudah
terbentuk unit penanggungjawab EMIS di masing-masing Kanwil, yaitu Seksi Sistem Informasi pada setiap bidang yang menangani pendidikan Islam (Bidang Madrasah, Bidang PD-Pontren, Bidang PAI, Bidang PAKIS dan Bidang Pendis).
Tersedianya alokasi anggaran untuk pengelolaan
data EMIS, bukan hanya untuk satker pusat saja tetapi juga untuk satker daerah (Kanwil Kemenag Provinsi, Kankemenag Kab./Kota, PTAIN dan
Peluang Pengelolaan Data Pendis
Peluang Pengelolaan Data Pendis
Secara Terintegrasi
Secara Terintegrasi
(4)
(4)
Anggaran tersebut harus dimanfaatkan
semaksimal mungkin untuk mendukung kegiatan pengelolaan data EMIS di masing-masing satker (Kanwil & Kankemenag).
Anggaran EMIS untuk Kankemenag Kab./Kota
Pemutakhiran Data EMIS
Pendidikan Madrasah
Objek Pendataan EMIS
Pendidikan Madrasah
No
. Objek Pendataan Komponen Data Instrumen
1. RA, MI, MTs, MA
Data Profil
Lembaga Aplikasi Desktop Data Detail
Personal
Excel + Aplikasi Desktop
Data Detail Siswa Excel + Aplikasi Desktop
Data Detail Lulusan Excel + Aplikasi Desktop
Variabel data di dalam komponen “Profil Lembaga”, antara lain:
Data Identitas Lembaga : NSM, NPSN, Nama
Lembaga, Status Lembaga, Status Akreditasi, SK Akreditasi, Alamat, Dokumen Perijinan (SK Ijin
Operasional/SK Ijin Pendirian), Titik Koordinat Bumi, Identitas Kepala Madrasah, dll.
Rekap data jumlah personal (PTK), siswa dan
lulusan.
Rekap data jumlah sarana dan prasarana
berdasarkan kondisi bangunan.
Rekap data jumlah siswa dan rombel TP 2013/2014.
Data Pengelola BOS (khusus Madrasah Swasta).
Variabel data di dalam komponen “Detail Data Personal”, antara lain:
Identitas Lembaga Tempat Tugas : NSM, Nama
Lembaga, Status Lembaga, Alamat, dll.
Identitas Personal : Nama Personal, NIP, NUPTK,
No. KTP, Tempat Tanggal Lahir, Jenis Kelamin, Nama Ibu Kandung.
Pendidikan Terakhir, Status Pegawai, Inpassing,
Golongan, TMT, Gaji Pokok, Status Tempat Tugas, Tuga Utama dan Tugas Tambahan.
Informasi sertifikasi, tunjangan profesi pendidik
Variabel data di dalam komponen “Detail Data Siswa”, antara lain:
Identitas Lembaga Tempat Belajar : NSM, Nama
Lembaga, Status Lembaga, Alamat, dll.
Identitas Siswa : NIS Lokal, NISN, Nama Siswa,
Tempat Tanggal Lahir, Jenis Kelamin, Kelas, Status
Siswa, Asal Sekolah, Alamat Tempat Tinggal.
Informasi Orangtua Siswa : No. KK, Nama Ayah &
Ibu, Pekerjaan Ayah & Ibu, Pendidikan Ayah & Ibu, Penghasilan Orangtua.
Informasi BSM : Status Menerima BSM, Alasan
Lulusan : siswa kelas akhir (kelas 6 MI, 9 MTs, 12 MA) TP 2013/2014 yang telah memenuhi syarat untuk
menyelesaikan suatu jenjang pendidikan dan berhak mendapat ijazah di akhir tahun pelajaran.
Variabel data di dalam komponen “Detail Data Lulusan”, antara lain:
Identitas Lembaga Tempat Belajar : NSM, Nama
Lembaga, Status Lembaga, Alamat, dll.
Identitas Lulusan : NIS Lokal, NISN, Nama Lulusan,
Tempat Tanggal Lahir, Jenis Kelamin.
Informasi Nilai Ujian : Total dan Rata-rata Nilai Ujian. Lamanya Waktu Menyelesaikan Pendidikan.
Jenis Pendidikan Lanjutan.
Data sarpras madrasah yang didata oleh EMIS adalah jumlah sarpras yang dimiliki madrasah
menurut kondisi bangunan (baik, rusak ringan dan rusak berat), antara lain:
Ruang Kelas
Ruang Kepala Madrasah
Ruang Guru
Ruang Tata Usaha
Laboratorium IPA, Komputer & Bahasa
Perpustakaan
Ruang UKS
Ruang Keterampilan
Ruang Kesenian
Toilet Guru dan Toilet Siswa
Operato r Lembag a/Madra sah 1. Input/Update Data Profil Lembaga & Sarpras Aplikasi Desktop 2. Input/Update Data Personal, Siswa & Lulusan Form Data Excel 3. Upload Data Personal, Siswa & Lulusan File Backup Data
Terdiri dari 7 file Backup Data 4. Jika Sudah Valid, Backup Data Operato r Kanwil & Kab./Kot a 5. Upload File Backup Data (7 file)
Aplikasi EMIS Online
Register Lembaga, Atur Jadwal, Reset
Aplikasi desktop EMIS RA/Madrasah akan
dilengkapi dengan fitur cetak pelaporan, seperti : Laporan Bulanan Lembaga ke Kanwil/Kemenag Kabupaten/Kota, Profil RA/Madrasah, dll.
Aplikasi EMIS Online akan ditambah fitur cetak
form bukti updating sebagai bukti sebuah
lembaga sudah melakukan updating data EMIS yang akan menjadi salah satu syarat pengajuan bantuan sarpras, dll ke Ditjen Pendis, Kanwil
Propinsi atau Kemenag Kabupaten/Kota.
Data EMIS akan diintegrasikan dengan sistem
Database EMIS Pengolaha n Data Aplikasi EMIS Online Berbasis GIS Publikasi Data (GIS,Tabulasi Data) Pimpina n Unit Kerja Terkait Kanwil Provinsi & Kemenag Kab/Kota Pengguna Data Lainnya (Dikbud, BAPPENAS, UKP4, BPS, dll) SIMBO S, SIM-BSM SIMSARPR AS Data Siswa & Lembaga Data Sarpras & Lembaga INTEGR A
SI DATA
Pengajuan NPSN bagi satuan pendidikan di bawah
Kementerian Agama melalui sistem pendataan EMIS.
Lembaga yang belum memiliki NPSN mengajukan
kepada Kankemenag Kab./Kota.
Kankemenag Kab./Kota memverifikasi dan merekap
pengajuan dari lembaga, lalu mengirimkan pengajuan NPSN ke Kanwil Kemenag Provinsi.
Kanwil Kemenag Provinsi merekap pengajuan NPSN
dari Kemenag Kab./Kota, lalumengirimkannya ke EMIS Pusat.
EMIS Pusat memverifikasi data pengajuan NPSN,
apakah sudah sesuai dengan database EMIS.
Variabel pokok dalam pengajuan NPSN : NSM, Nama
Pengajuan NISN bagi satuan pendidikan di bawah
Kementerian Agama melalui sistem pendataan EMIS.
Siswa kelas akhir TP 2014/2015 yang akan mengikuti
UN & belum memiliki NISN, NISN akan diproses melalui pendataan Peserta UN oleh Puspendik menggunakan Aplikasi BIO UN.
Untuk siswa selain kelas 6 MI, 9 MTs dan 12 MA,
pengajuan NISN melalui pendataan EMIS. Mekanisme pengajuan masih dalam tahap diskusi dengan PDSP.
Siswa lulusan madrasah yang melanjutkan ke sekolah
di bawah Kemdikbud & belum memiliki NISN,
CATATAN PENTING :
1.Sebaik apapun aplikasi yang tersedia tidak akan ada artinya bila tidak dimanfaatkan dan tidak mendapat dukungan/ support dari
sumber data.
2.EMIS tidak akan mampu menyajikan data yang lengkap, akurat dan tepat waktu, bila tidak mendapat pasokan data mentah yang lengkap dan akurat dari sumber data.
3.Perencanaan program Pendidikan Islam
tidak akan berjalan dengan baik, efektif dan efisien, jika tidak didukung dengan data yang lengkap, akurat dan tepat waktu.