• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kebijakan Pengelolaan Data Kanwil Kemenag

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Kebijakan Pengelolaan Data Kanwil Kemenag"

Copied!
28
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

Jargon Data

Jargon Data

“Membangun data itu mahal dan sulit,

tetapi akan jauh lebih mahal dan sulit

jika membangun tanpa data”

(3)
(4)

Untuk mencapai tujuannya, sebuah

organisasi harus mampu melakukan

analisis terhadap dirinya sendiri

(

Analisis SWOT

).

Strength

(Kekuatan)

Weakness

(Kelemahan)

Opportunity

(Peluang)

(5)

EMIS : sebuah instrumen yang menjadi ujung

tombak Ditjen Pendis dalam pengelolaan

data dan sistem informasi pendidikan Islam.

EMIS dikelola oleh Subbag Sistem Informasi.

EMIS diharapkan menjadi solusi atas

kelemahan Ditjen Pendis dalam mengelola

data pendidikan Islam.

Fungsi utama EMIS : mendukung

perencanaan dan pengambilan kebijakan.

Perencanaan yang baik memerlukan

(6)

Pemutakhiran data EMIS harus dilakukan

secara periodik sehingga data EMIS dapat

terjamin kelengkapan, keakuratan dan

ketepatan waktunya.

Data EMIS digunakan untuk mendukung

perencanaan program Pendis (untuk

menentukan kebutuhan sarana prasarana

madrasah, alokasi BOS, BSM/KIP, dan

perencanaan program lainnya).

(7)

Tantangan Pengelolaan Data Pendis

Tantangan Pengelolaan Data Pendis

Belum adanya “trust” atau kepercayaan penuh

dari pengguna data (unit teknis/direktorat

terkait) terhadap data EMIS  direktorat terkait

cenderung lebih senang mengembangkan sistem pendataan masing-masing sesuai dengan bidang tugasnya tanpa koordinasi dengan Subbag

Sistem Informasi.

Banyaknya sistem pendataan yang

dikembangkan (EMIS, SIMBOS, SIMSARPRAS, dll) tetapi masih belum didukung dengan konsep

integrasi data yang baik.

Sumber data merasa jenuh dalam melayani

permintaan data yang sejenis dengan

(8)

Pendataan EMIS masih berada pada prioritas

yang rendah dan lebih sering diabaikan karena sumber data merasa tidak merasakan urgensi dari data EMIS.

Data EMIS dianggap tidak memiliki kaitan

dengan perencanaan dan pelaksanaan program & anggaran.

Masih rendahnya perhatian dan keseriusan dari

para pimpinan satker dan satuan pendidikan di daerah terhadap pengelolaan data EMIS.

Minimnya kondisi infrastruktur TIK di sebagian

besar daerah sehingga sumber data sering mengalami kendala di dalam pelaksanaan updating data EMIS.

Tantangan Pengelolaan Data Pendis

Tantangan Pengelolaan Data Pendis

(2)

(9)

Hardware yang dimiliki EMIS Pusat masih belum

memadai.

Kendala struktural dalam pengelolaan data dan

sistem informasi di lingkungan Ditjen Pendidikan Islam : hanya ditangani oleh unit eselon-IV

(Subbag Sistem Informasi, Setditjen Pendis).

Data dan sistem informasi yang dikelola oleh

Subbag Sistem Informasi memiliki cakupan yang sangat besar, terdiri dari : data RA, MI, MTs, MA, Pondok Pesantren, Diniyah, TPQ, dan PTAI, serta data Guru PAIS dan Pengawas.

Tantangan Pengelolaan Data Pendis

Tantangan Pengelolaan Data Pendis

(3)

(10)

C

C

akupan Data Pendidikan Islam

akupan Data Pendidikan Islam

(EMIS)

(EMIS)

 RA, MI, MTs, MA & PTAI : Data Lembaga, Data Peserta

Didik (Siswa/Santri/Mahasiswa) & Data Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK).

 Guru PAIS dan Pengawas : Data Individual Guru &

(11)

Peluang Pengelolaan Data Pendis

Peluang Pengelolaan Data Pendis

Secara Terintegrasi

Secara Terintegrasi

Mulai tumbuhnya kesadaran di kalangan pimpinan

di jajaran Ditjen Pendis akan pentingnya memiliki satu sistem informasi pendidikan Islam yang

dapat diandalkan.

Adanya penegasan dari pimpinan, terkait dengan

unit penanggungjawab di dalam pengelolaan data dan pengembangan sistem informasi pendidikan di lingkup Ditjen Pendis, yaitu Subbag Sistem

Informasi.

Secara teknis, proses integrasi data antara

Aplikasi EMIS dengan sistem informasi lain sangat dimungkinkan, sepanjang didukung komitmen

(12)

Contoh: terkait data siswa/santri/mahasiswa,

Aplikasi EMIS dapat diintegrasikan dengan

SIMBOS, SIM-BSM atau SIM-BOPTN; terkait data PTK, Aplikasi EMIS dapat diintegrasikan dengan Aplikasi Sertifikasi Guru/Dosen, Aplikasi

Tunjangan.

Unit-unit kerja yang mengelola sistem informasi

lain di lingkup Ditjen Pendis sudah mulai

melakukan koordinasi dengan Subbag Sistem Informasi untuk mulai membahas mengenai proses integrasi pengelolaan data pendidikan Islam.

Peluang Pengelolaan Data Pendis

Peluang Pengelolaan Data Pendis

Secara Terintegrasi

(13)

Peluang Pengelolaan Data Pendis

Peluang Pengelolaan Data Pendis

Secara Terintegrasi

Secara Terintegrasi

(3)

(3)

Untuk satker Kanwil Provinsi, saat ini sudah

terbentuk unit penanggungjawab EMIS di masing-masing Kanwil, yaitu Seksi Sistem Informasi pada setiap bidang yang menangani pendidikan Islam (Bidang Madrasah, Bidang PD-Pontren, Bidang PAI, Bidang PAKIS dan Bidang Pendis).

Tersedianya alokasi anggaran untuk pengelolaan

data EMIS, bukan hanya untuk satker pusat saja tetapi juga untuk satker daerah (Kanwil Kemenag Provinsi, Kankemenag Kab./Kota, PTAIN dan

(14)

Peluang Pengelolaan Data Pendis

Peluang Pengelolaan Data Pendis

Secara Terintegrasi

Secara Terintegrasi

(4)

(4)

Anggaran tersebut harus dimanfaatkan

semaksimal mungkin untuk mendukung kegiatan pengelolaan data EMIS di masing-masing satker (Kanwil & Kankemenag).

Anggaran EMIS untuk Kankemenag Kab./Kota

(15)

Pemutakhiran Data EMIS

Pendidikan Madrasah

(16)

Objek Pendataan EMIS

Pendidikan Madrasah

No

. Objek Pendataan Komponen Data Instrumen

1. RA, MI, MTs, MA

Data Profil

Lembaga Aplikasi Desktop Data Detail

Personal

Excel + Aplikasi Desktop

Data Detail Siswa Excel + Aplikasi Desktop

Data Detail Lulusan Excel + Aplikasi Desktop

(17)

Variabel data di dalam komponen “Profil Lembaga”, antara lain:

Data Identitas Lembaga : NSM, NPSN, Nama

Lembaga, Status Lembaga, Status Akreditasi, SK Akreditasi, Alamat, Dokumen Perijinan (SK Ijin

Operasional/SK Ijin Pendirian), Titik Koordinat Bumi, Identitas Kepala Madrasah, dll.

Rekap data jumlah personal (PTK), siswa dan

lulusan.

Rekap data jumlah sarana dan prasarana

berdasarkan kondisi bangunan.

Rekap data jumlah siswa dan rombel TP 2013/2014.

Data Pengelola BOS (khusus Madrasah Swasta).

(18)

Variabel data di dalam komponen “Detail Data Personal”, antara lain:

Identitas Lembaga Tempat Tugas : NSM, Nama

Lembaga, Status Lembaga, Alamat, dll.

Identitas Personal : Nama Personal, NIP, NUPTK,

No. KTP, Tempat Tanggal Lahir, Jenis Kelamin, Nama Ibu Kandung.

Pendidikan Terakhir, Status Pegawai, Inpassing,

Golongan, TMT, Gaji Pokok, Status Tempat Tugas, Tuga Utama dan Tugas Tambahan.

Informasi sertifikasi, tunjangan profesi pendidik

(19)

Variabel data di dalam komponen “Detail Data Siswa”, antara lain:

Identitas Lembaga Tempat Belajar : NSM, Nama

Lembaga, Status Lembaga, Alamat, dll.

Identitas Siswa : NIS Lokal, NISN, Nama Siswa,

Tempat Tanggal Lahir, Jenis Kelamin, Kelas, Status

Siswa, Asal Sekolah, Alamat Tempat Tinggal.

Informasi Orangtua Siswa : No. KK, Nama Ayah &

Ibu, Pekerjaan Ayah & Ibu, Pendidikan Ayah & Ibu, Penghasilan Orangtua.

Informasi BSM : Status Menerima BSM, Alasan

(20)

Lulusan : siswa kelas akhir (kelas 6 MI, 9 MTs, 12 MA) TP 2013/2014 yang telah memenuhi syarat untuk

menyelesaikan suatu jenjang pendidikan dan berhak mendapat ijazah di akhir tahun pelajaran.

Variabel data di dalam komponen “Detail Data Lulusan”, antara lain:

Identitas Lembaga Tempat Belajar : NSM, Nama

Lembaga, Status Lembaga, Alamat, dll.

Identitas Lulusan : NIS Lokal, NISN, Nama Lulusan,

Tempat Tanggal Lahir, Jenis Kelamin.

Informasi Nilai Ujian : Total dan Rata-rata Nilai Ujian. Lamanya Waktu Menyelesaikan Pendidikan.

Jenis Pendidikan Lanjutan.

(21)

Data sarpras madrasah yang didata oleh EMIS adalah jumlah sarpras yang dimiliki madrasah

menurut kondisi bangunan (baik, rusak ringan dan rusak berat), antara lain:

Ruang Kelas

Ruang Kepala Madrasah

Ruang Guru

Ruang Tata Usaha

Laboratorium IPA, Komputer & Bahasa

Perpustakaan

Ruang UKS

Ruang Keterampilan

Ruang Kesenian

Toilet Guru dan Toilet Siswa

(22)

Operato r Lembag a/Madra sah 1. Input/Update Data Profil Lembaga & Sarpras Aplikasi Desktop 2. Input/Update Data Personal, Siswa & Lulusan Form Data Excel 3. Upload Data Personal, Siswa & Lulusan File Backup Data

Terdiri dari 7 file Backup Data 4. Jika Sudah Valid, Backup Data Operato r Kanwil & Kab./Kot a 5. Upload File Backup Data (7 file)

Aplikasi EMIS Online

Register Lembaga, Atur Jadwal, Reset

(23)

 Aplikasi desktop EMIS RA/Madrasah akan

dilengkapi dengan fitur cetak pelaporan, seperti : Laporan Bulanan Lembaga ke Kanwil/Kemenag Kabupaten/Kota, Profil RA/Madrasah, dll.

 Aplikasi EMIS Online akan ditambah fitur cetak

form bukti updating sebagai bukti sebuah

lembaga sudah melakukan updating data EMIS yang akan menjadi salah satu syarat pengajuan bantuan sarpras, dll ke Ditjen Pendis, Kanwil

Propinsi atau Kemenag Kabupaten/Kota.

 Data EMIS akan diintegrasikan dengan sistem

(24)

Database EMIS Pengolaha n Data Aplikasi EMIS Online Berbasis GIS Publikasi Data (GIS,Tabulasi Data) Pimpina n Unit Kerja Terkait Kanwil Provinsi & Kemenag Kab/Kota Pengguna Data Lainnya (Dikbud, BAPPENAS, UKP4, BPS, dll) SIMBO S, SIM-BSM SIMSARPR AS Data Siswa & Lembaga Data Sarpras & Lembaga INTEGR A

SI DATA

(25)

 Pengajuan NPSN bagi satuan pendidikan di bawah

Kementerian Agama melalui sistem pendataan EMIS.

 Lembaga yang belum memiliki NPSN mengajukan

kepada Kankemenag Kab./Kota.

 Kankemenag Kab./Kota memverifikasi dan merekap

pengajuan dari lembaga, lalu mengirimkan pengajuan NPSN ke Kanwil Kemenag Provinsi.

 Kanwil Kemenag Provinsi merekap pengajuan NPSN

dari Kemenag Kab./Kota, lalumengirimkannya ke EMIS Pusat.

 EMIS Pusat memverifikasi data pengajuan NPSN,

apakah sudah sesuai dengan database EMIS.

 Variabel pokok dalam pengajuan NPSN : NSM, Nama

(26)

 Pengajuan NISN bagi satuan pendidikan di bawah

Kementerian Agama melalui sistem pendataan EMIS.

 Siswa kelas akhir TP 2014/2015 yang akan mengikuti

UN & belum memiliki NISN, NISN akan diproses melalui pendataan Peserta UN oleh Puspendik menggunakan Aplikasi BIO UN.

 Untuk siswa selain kelas 6 MI, 9 MTs dan 12 MA,

pengajuan NISN melalui pendataan EMIS. Mekanisme pengajuan masih dalam tahap diskusi dengan PDSP.

 Siswa lulusan madrasah yang melanjutkan ke sekolah

di bawah Kemdikbud & belum memiliki NISN,

(27)

CATATAN PENTING :

1.Sebaik apapun aplikasi yang tersedia tidak akan ada artinya bila tidak dimanfaatkan dan tidak mendapat dukungan/ support dari

sumber data.

2.EMIS tidak akan mampu menyajikan data yang lengkap, akurat dan tepat waktu, bila tidak mendapat pasokan data mentah yang lengkap dan akurat dari sumber data.

3.Perencanaan program Pendidikan Islam

tidak akan berjalan dengan baik, efektif dan efisien, jika tidak didukung dengan data yang lengkap, akurat dan tepat waktu.

(28)

Referensi

Dokumen terkait

Folklor Dina Tradisi Tujuh Bulanan di Kecamatan Cilawu Kab.Garut Pikeun Bahan Pangajaran Maca Artikel Budaya di SMA Kelas XII.. Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

Can be combined with text and its variations to indicate that though the regular text view should not be multiple lines, the IME should provide multiple lines if it

Kelompok Kerja Pokja ULP Pengadaan Barang/Jasa Bidang Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, telah melakukan Penjelasan (Aanwijzing) Dokumen di

Dari pembahasan makalah diatas, maka dapat kami simpulkan bahwa Pengolahan Dari pembahasan makalah diatas, maka dapat kami simpulkan bahwa Pengolahan informasi

PENGARUH KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL TERHADAP MOTIVASI KERJA GURU DI SEKOLAH DASAR SE-KECAMATAN KIARACONDONG KOTA BANDUNG.. Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu |

JANGKA MENENGAH DAERAH KOTA BALIKPAPAN…….. INDIKATOR KINERJA

Perkembangan dunia pendidikan tinggi Islam dengan perubahan be- berapa IAIN menjadi UIN, juga dibukanya prodi-prodi umum di IAIN, memunculkan harapan baru bagi munculnya

Proses elektrolisis untuk larutan garam 35% ini dilakukan selama 180 menit dan perubahan pH yang terjadi selama proses elektrolisis menggunakan penyekat polivinil