MANAJEMEN TENAGA KEPENDIDIKAN MANAJEMEN TENAGA KEPENDIDIKAN
Manajemen tenaga kependidikan merupakan kegiatan yang mencakup penetapan norma, standar, Manajemen tenaga kependidikan merupakan kegiatan yang mencakup penetapan norma, standar, prosedur,
prosedur, pengangkatan, pengangkatan, pembinaan, pembinaan, penatalaksanaan, penatalaksanaan, kesejahteraan kesejahteraan dan dan pemberhentian pemberhentian tenagatenaga kependidikan sekolah agar dapat melaksanakan tugas dan fungsinya dalam mencapai tujuan sekolah. kependidikan sekolah agar dapat melaksanakan tugas dan fungsinya dalam mencapai tujuan sekolah. Manajemen tenaga kependidikan atau manajemen personalia pendidikan bertujuan untuk Manajemen tenaga kependidikan atau manajemen personalia pendidikan bertujuan untuk mendayagunakan tenaga kependidikan secara efektif dan efisien untuk mencapai hasil yang optimal, mendayagunakan tenaga kependidikan secara efektif dan efisien untuk mencapai hasil yang optimal, namun tetap dalam kondisi yang menyenangkan. Untuk mewujudkan keseragaman perlakuan dan namun tetap dalam kondisi yang menyenangkan. Untuk mewujudkan keseragaman perlakuan dan kepastian hukum bagi tenaga kependidikan sekolah dasar dalam melaksanakan tugas dan fungsi, kepastian hukum bagi tenaga kependidikan sekolah dasar dalam melaksanakan tugas dan fungsi, wewenang dan tanggung jawabnya sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
wewenang dan tanggung jawabnya sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
Konsep Manajemen Tenaga Kependidikan, tenaga kependidikan bertugas menyelenggarakan kegiatan Konsep Manajemen Tenaga Kependidikan, tenaga kependidikan bertugas menyelenggarakan kegiatan mengajar, melatih, meneliti, mengembangkan, mengelola, dan/atau memberikan pelayanan teknis dalam mengajar, melatih, meneliti, mengembangkan, mengelola, dan/atau memberikan pelayanan teknis dalam bidang pendidikan. Adapun komponen dari manajemen ini adalah seba
bidang pendidikan. Adapun komponen dari manajemen ini adalah seba gai berikut:gai berikut: 1.
1. Penyusunan formasi Penyusunan formasi 2.
2. Pengadaan pegawai Pengadaan pegawai 3.
3. Kenaikan pangkat Kenaikan pangkat 4.
4. Pembinaan dan pengembangan karier pegawai Pembinaan dan pengembangan karier pegawai 5.
5. Ketatalaksanaan tenaga kependidikan Ketatalaksanaan tenaga kependidikan a.
a. Pembuatan BPembuatan Buku Induk uku Induk PegawaiPegawai b.
b. Daftar Urut Kepegawaian ( DUK )Daftar Urut Kepegawaian ( DUK ) c.
c. Kartu Pegawai Kartu Pegawai ( KARPEG ( KARPEG )) d.
d. Tabungan Asuransi Tabungan Asuransi Pegawai ( Pegawai ( TASPEN )TASPEN ) e.
e. Asuransi Asuransi Kesehatan ( Kesehatan ( ASKES )ASKES ) f.
f. Kartu IKartu Istri stri ( KARI( KARIS ) S ) dan Kartu dan Kartu Suami ( Suami ( KARSU)KARSU)
Terdapat beberapa dimensi kegiatan manajemen tenaga kependidikan/ kepegawaian, antara lain : Terdapat beberapa dimensi kegiatan manajemen tenaga kependidikan/ kepegawaian, antara lain :
1.
1. Recruitment atau penarikan mulai dari pengumuman penerimaan pegawai, pendaftaran, pengetesan,Recruitment atau penarikan mulai dari pengumuman penerimaan pegawai, pendaftaran, pengetesan, pengumuman diterimanya pegawai sampai dengan daftar ulang.
pengumuman diterimanya pegawai sampai dengan daftar ulang. 2.
2. Placement atau penempatan, yaitu proses penanganan pegawai baru yang sudah melaksanakanPlacement atau penempatan, yaitu proses penanganan pegawai baru yang sudah melaksanakan pendaftaran
pendaftaran ulang ulang untuk untuk diberi diberi tahu tahu pada pada bagian bagian seksi seksi mana mana mereka mereka ditempatkan. ditempatkan. PenugasanPenugasan dilakukan sesuai dengan bidang keahlian dan kebutuhan lembaga. Didalam tahap ini sebenarnya dilakukan sesuai dengan bidang keahlian dan kebutuhan lembaga. Didalam tahap ini sebenarnya penanganan
penanganan bukan bukan berarti berarti sampai sampai menempatkan menempatkan dan dan memberi memberi tugas tugas saja, saja, tetapi tetapi juga juga menggunakanmenggunakan pegawai
pegawai tersebut tersebut sebaik-baiknya, sebaik-baiknya, merangsang merangsang kegairahan kegairahan kerja kerja dengan dengan menciptakan menciptakan kondisi kondisi atauatau suasana kerja yang baik. Di samping itu juga memberi kesejahteraan pegawai berupa gaji, insentif, suasana kerja yang baik. Di samping itu juga memberi kesejahteraan pegawai berupa gaji, insentif, memberi cuti izin, dan pertemuan-pertemuan yang bersifat kekeluargaan.
memberi cuti izin, dan pertemuan-pertemuan yang bersifat kekeluargaan. 3.
3. Development atau pengembangan, dimaksudkan untuk penigkatan mutu pegawai baik dilakukanDevelopment atau pengembangan, dimaksudkan untuk penigkatan mutu pegawai baik dilakukan dengan melalui pendidikan maupun kesempatan-kesempatan lain seperti penataran, diskusi ilmiah, dengan melalui pendidikan maupun kesempatan-kesempatan lain seperti penataran, diskusi ilmiah, lokakarya, membaca majalah dan surat kabar, menjadi anggota organisasi profesi dan lain lokakarya, membaca majalah dan surat kabar, menjadi anggota organisasi profesi dan lain sebagainya. Mengatur kenaikan pangkat dan kenaikan gaji, dapat dikategorikan sebagai pemberian sebagainya. Mengatur kenaikan pangkat dan kenaikan gaji, dapat dikategorikan sebagai pemberian kesejahteraan dan dapat dikategorikan sebagai pengembangan pegawai. Pegawai yang diberi kesejahteraan dan dapat dikategorikan sebagai pengembangan pegawai. Pegawai yang diberi penghargaan
penghargaan dengan dengan atau atau pemberian pemberian kedudukan, kedudukan, akan akan mendorong mendorong pegawai pegawai tersebut tersebut untuk untuk lebihlebih meningkatkan tanggung jawabnya.
meningkatkan tanggung jawabnya. 4.
4. Pengawasan atau evaluasi, merupakan aspek terakhir dalam penanganan pegawai. Pada tahap iniPengawasan atau evaluasi, merupakan aspek terakhir dalam penanganan pegawai. Pada tahap ini dimaksudkan bahwa pada tahap-tahap tertentu pegawai diperiksa, apakah yang mereka lakukan dimaksudkan bahwa pada tahap-tahap tertentu pegawai diperiksa, apakah yang mereka lakukan sudah sesuai dengan tugas yang seharusnya atau belum. Selain evaluasi atau penilaian juga sudah sesuai dengan tugas yang seharusnya atau belum. Selain evaluasi atau penilaian juga dilakukan untuk mengetahui tingkat kenaikan kemampuan personil setelah mereka memperoleh dilakukan untuk mengetahui tingkat kenaikan kemampuan personil setelah mereka memperoleh pembinaan dan pengembangan.
pembinaan dan pengembangan. A.
A. Pengertian Pengertian dan dan Jenis-jenis Jenis-jenis Tenaga Tenaga KependidikanKependidikan
Dalam masyarakat, tenaga kependidikan masih dianggap mempunyai dua arti yaitu guru yang Dalam masyarakat, tenaga kependidikan masih dianggap mempunyai dua arti yaitu guru yang ada dalam masyarakat (informal) seperti guru mengaji, ustad maupun orang tertua atau disegani dalam ada dalam masyarakat (informal) seperti guru mengaji, ustad maupun orang tertua atau disegani dalam masyarakat tersebut. Yang kedua yaitu tenaga kependidikan formal yaitu guru yang ada dalam masyarakat tersebut. Yang kedua yaitu tenaga kependidikan formal yaitu guru yang ada dalam sekolah-sekolah. Namun peran guru disini tidak hanya di sekolah saja tetapi juga di lungkungan masyarakatnya sekolah. Namun peran guru disini tidak hanya di sekolah saja tetapi juga di lungkungan masyarakatnya sehari-hari.
sehari-hari.
Tenaga kependidikan berbeda dengan tenaga personil (tenaga lembaga pendidikan). Lembaga Tenaga kependidikan berbeda dengan tenaga personil (tenaga lembaga pendidikan). Lembaga pendidikan
pendidikan merupakan merupakan organisasi organisasi pelaksana pelaksana pendidikan pendidikan dan dan pengelola pengelola penyelenggara penyelenggara pendidikan.pendidikan. Tenaga pendidikan termasuk personil yang ada di dalam lembaga pendidikan, tetapi tidak semua Tenaga pendidikan termasuk personil yang ada di dalam lembaga pendidikan, tetapi tidak semua personil yang
adalah tenaga- tenaga (personil) yang berkecimpung di dalam lembaga atau organisasi pendidikan yang adalah tenaga- tenaga (personil) yang berkecimpung di dalam lembaga atau organisasi pendidikan yang memiliki wawasan pendidikan (memahami falsafah dan ilmu pendidikan), dan melakukan kegiatan memiliki wawasan pendidikan (memahami falsafah dan ilmu pendidikan), dan melakukan kegiatan pelaksanaan pendidikan
pelaksanaan pendidikan (mikro atau makro) atau (mikro atau makro) atau penyelenggaraan pendidikan. penyelenggaraan pendidikan. (Hartati Sukirman, 2000:(Hartati Sukirman, 2000: 8).
8).
Menurut UUSPN No. 20 Tahun 2003 khususnya Bab I Pasal 1 ayat (5) menyebutkan bahwa Menurut UUSPN No. 20 Tahun 2003 khususnya Bab I Pasal 1 ayat (5) menyebutkan bahwa tenaga kependidikan adalah anggota masyarakat yang mengabdikan diri dan diangkat untuk menunjang tenaga kependidikan adalah anggota masyarakat yang mengabdikan diri dan diangkat untuk menunjang penyelenggaraan
penyelenggaraan pendidikan. pendidikan. Dimana Dimana tenaga tenaga kependidikan kependidikan tersebut tersebut memenuhi memenuhi syarat syarat yang yang ditentukanditentukan oleh undang-uandang yang berlaku, diangkat oleh pejabat yang berwenang, diserahi tugas dalam suatu oleh undang-uandang yang berlaku, diangkat oleh pejabat yang berwenang, diserahi tugas dalam suatu jabatan dan digaji pula menurut aturan yang berlaku.
jabatan dan digaji pula menurut aturan yang berlaku.
Tenaga kependidikan merupakan seluruh komponen yang terdapat dalam instansi atau lembaga Tenaga kependidikan merupakan seluruh komponen yang terdapat dalam instansi atau lembaga pendidikan
pendidikan yang yang tidak tidak hanya hanya mencakup mencakup guru guru saja saja melainkan melainkan keseluruhan keseluruhan yang yang berpartisipasi berpartisipasi dalamdalam pendidikan. Dilihat dari jabatannya, tenaga kependidikan dibedakan menjadi tiga, yaitu:
pendidikan. Dilihat dari jabatannya, tenaga kependidikan dibedakan menjadi tiga, yaitu: a.
a. Tenaga Tenaga strukturalstruktural
Merupakan tenaga kependidikan yang menempati jabatan-jabatan eksekutif umum (pimpinan) yang Merupakan tenaga kependidikan yang menempati jabatan-jabatan eksekutif umum (pimpinan) yang bertanggung jawab baik langsung maupun tidak langsung atas satuan pendidikan.
bertanggung jawab baik langsung maupun tidak langsung atas satuan pendidikan. b.
b. Tenaga Tenaga fungsionalfungsional
Merupakan tenaga kependidikan yang menempati jabatan fungsional yaitu jabatan yang dalam Merupakan tenaga kependidikan yang menempati jabatan fungsional yaitu jabatan yang dalam pelaksanaan pekerjaannya mengandalkan keahlian akademis kependidikan.
pelaksanaan pekerjaannya mengandalkan keahlian akademis kependidikan. c.
c. Tenaga Tenaga teknis teknis kependidikankependidikan
Merupakan tenaga kependidikan yang dalam pelaksanaan pekerjaannya lebih dituntut kecakapan teknis Merupakan tenaga kependidikan yang dalam pelaksanaan pekerjaannya lebih dituntut kecakapan teknis operasional atau teknis administratif.
operasional atau teknis administratif. Status Ketenagaan
Status Ketenagaan Tempat Kerja di SekolahTempat Kerja di Sekolah Tempat Kerja di LuarTempat Kerja di Luar Sekolah
Sekolah Tenaga Struktural
Tenaga Struktural * Kepala Sekolah* Wakil Kepala* Kepala Sekolah* Wakil Kepala Sekolah-
Sekolah- Urusan Urusan KurikulumKurikulum -
- Urusan Urusan KesiswaanKesiswaan -
- Urusan Urusan Sarana Sarana dan dan PrasaranaPrasarana -
- Urusan Urusan Pelayanan Pelayanan KhususKhusus
* Pusat : Menteri, Sekjen, * Pusat : Menteri, Sekjen, Dirjen* Wilayah : Dirjen* Wilayah : Ka.Kanwil ; Kormin ; Ka.Kanwil ; Kormin ; Kepala Bidang* Daerah : Kepala Bidang* Daerah : Kakandepdiknas Kab./Kec. : Kakandepdiknas Kab./Kec. : Kasi Kasi Tenaga Tenaga Fungsional Fungsional * Guru* Pembimbing/Penyuluh * Guru* Pembimbing/Penyuluh (Guru BP)* Pengembangan (Guru BP)* Pengembangan Kurikulum dan Teknologi Kurikulum dan Teknologi Kependidikan Kependidikan * Pengembang tes * Pengembang tes * Pustakawan * Pustakawan * Penilik* Pengawas* * Penilik* Pengawas* Pelatih Pelatih
* Tutor & Fasilitator * Tutor & Fasilitator
* Pengembangan
* Pengembangan
Pendidikan Pendidikan
Tenaga Teknis
Tenaga Teknis * Laboran* Teknisi Sumber Belajar** Laboran* Teknisi Sumber Belajar* Pelatih (Olahraga) ; Kesenian & Pelatih (Olahraga) ; Kesenian & Keterampilan Keterampilan * Petugas TU * Petugas TU * Teknisi Sumber * Teknisi Sumber Belajar/Sanggar Belajar* Belajar/Sanggar Belajar* Petugas TU Petugas TU
Tabel 1. Jenis-jenis tenaga kependidikan untuk lingkungan Departemen Pendidikan Nasional Tabel 1. Jenis-jenis tenaga kependidikan untuk lingkungan Departemen Pendidikan Nasional
Sedangkan menurut Hartati Sukirman (2000:8), tenaga kependidikan dibagi menjadi tiga macam yaitu: Sedangkan menurut Hartati Sukirman (2000:8), tenaga kependidikan dibagi menjadi tiga macam yaitu: 1.
1. Tenaga Tenaga pependindi dik dik
Tenaga pendidik adalah personil di lembaga pelaksanaan pendidikan yang melakukan salah satu Tenaga pendidik adalah personil di lembaga pelaksanaan pendidikan yang melakukan salah satu aspek atau seluruh kegiatan (proses) pendidikan, mikro ataupun makro. Adanya tenaga pendidik selain aspek atau seluruh kegiatan (proses) pendidikan, mikro ataupun makro. Adanya tenaga pendidik selain mengajar secara teori juga diharapkan dapat membimbing anak didiknya.
mengajar secara teori juga diharapkan dapat membimbing anak didiknya. Tenaga pendidik dapat dikelompokkan menjadi tiga macam yaitu:
Tenaga pendidik dapat dikelompokkan menjadi tiga macam yaitu: 2. Pengajar
2. Pengajar
Pengajar adalah personil yang secara legal profesional bertugas melaksanakan kegiatan Pengajar adalah personil yang secara legal profesional bertugas melaksanakan kegiatan pendidikan.
pendidikan. Pengajar Pengajar tidak tidak hanya hanya dikonotasikan dikonotasikan sebagai psebagai pemberi emberi materi materi pelajaran pelajaran saja, saja, melainkan melainkan utuhutuh sebagai pendidik, hanya saja pendidikannya dilakukan melalui materi pelajaran tertentu.
sebagai pendidik, hanya saja pendidikannya dilakukan melalui materi pelajaran tertentu. 3. Pe
3. Pembimbimbimbi ng ng
Pembimbing adalah personil yang bertugas melaksanakan kegiatan pendidikan yang khas, yaitu Pembimbing adalah personil yang bertugas melaksanakan kegiatan pendidikan yang khas, yaitu tertuju pada orang-orang yang bermasalah secara psikologis-rohaniah atau sosial.
adalah tenaga- tenaga (personil) yang berkecimpung di dalam lembaga atau organisasi pendidikan yang adalah tenaga- tenaga (personil) yang berkecimpung di dalam lembaga atau organisasi pendidikan yang memiliki wawasan pendidikan (memahami falsafah dan ilmu pendidikan), dan melakukan kegiatan memiliki wawasan pendidikan (memahami falsafah dan ilmu pendidikan), dan melakukan kegiatan pelaksanaan pendidikan
pelaksanaan pendidikan (mikro atau makro) atau (mikro atau makro) atau penyelenggaraan pendidikan. penyelenggaraan pendidikan. (Hartati Sukirman, 2000:(Hartati Sukirman, 2000: 8).
8).
Menurut UUSPN No. 20 Tahun 2003 khususnya Bab I Pasal 1 ayat (5) menyebutkan bahwa Menurut UUSPN No. 20 Tahun 2003 khususnya Bab I Pasal 1 ayat (5) menyebutkan bahwa tenaga kependidikan adalah anggota masyarakat yang mengabdikan diri dan diangkat untuk menunjang tenaga kependidikan adalah anggota masyarakat yang mengabdikan diri dan diangkat untuk menunjang penyelenggaraan
penyelenggaraan pendidikan. pendidikan. Dimana Dimana tenaga tenaga kependidikan kependidikan tersebut tersebut memenuhi memenuhi syarat syarat yang yang ditentukanditentukan oleh undang-uandang yang berlaku, diangkat oleh pejabat yang berwenang, diserahi tugas dalam suatu oleh undang-uandang yang berlaku, diangkat oleh pejabat yang berwenang, diserahi tugas dalam suatu jabatan dan digaji pula menurut aturan yang berlaku.
jabatan dan digaji pula menurut aturan yang berlaku.
Tenaga kependidikan merupakan seluruh komponen yang terdapat dalam instansi atau lembaga Tenaga kependidikan merupakan seluruh komponen yang terdapat dalam instansi atau lembaga pendidikan
pendidikan yang yang tidak tidak hanya hanya mencakup mencakup guru guru saja saja melainkan melainkan keseluruhan keseluruhan yang yang berpartisipasi berpartisipasi dalamdalam pendidikan. Dilihat dari jabatannya, tenaga kependidikan dibedakan menjadi tiga, yaitu:
pendidikan. Dilihat dari jabatannya, tenaga kependidikan dibedakan menjadi tiga, yaitu: a.
a. Tenaga Tenaga strukturalstruktural
Merupakan tenaga kependidikan yang menempati jabatan-jabatan eksekutif umum (pimpinan) yang Merupakan tenaga kependidikan yang menempati jabatan-jabatan eksekutif umum (pimpinan) yang bertanggung jawab baik langsung maupun tidak langsung atas satuan pendidikan.
bertanggung jawab baik langsung maupun tidak langsung atas satuan pendidikan. b.
b. Tenaga Tenaga fungsionalfungsional
Merupakan tenaga kependidikan yang menempati jabatan fungsional yaitu jabatan yang dalam Merupakan tenaga kependidikan yang menempati jabatan fungsional yaitu jabatan yang dalam pelaksanaan pekerjaannya mengandalkan keahlian akademis kependidikan.
pelaksanaan pekerjaannya mengandalkan keahlian akademis kependidikan. c.
c. Tenaga Tenaga teknis teknis kependidikankependidikan
Merupakan tenaga kependidikan yang dalam pelaksanaan pekerjaannya lebih dituntut kecakapan teknis Merupakan tenaga kependidikan yang dalam pelaksanaan pekerjaannya lebih dituntut kecakapan teknis operasional atau teknis administratif.
operasional atau teknis administratif. Status Ketenagaan
Status Ketenagaan Tempat Kerja di SekolahTempat Kerja di Sekolah Tempat Kerja di LuarTempat Kerja di Luar Sekolah
Sekolah Tenaga Struktural
Tenaga Struktural * Kepala Sekolah* Wakil Kepala* Kepala Sekolah* Wakil Kepala Sekolah-
Sekolah- Urusan Urusan KurikulumKurikulum -
- Urusan Urusan KesiswaanKesiswaan -
- Urusan Urusan Sarana Sarana dan dan PrasaranaPrasarana -
- Urusan Urusan Pelayanan Pelayanan KhususKhusus
* Pusat : Menteri, Sekjen, * Pusat : Menteri, Sekjen, Dirjen* Wilayah : Dirjen* Wilayah : Ka.Kanwil ; Kormin ; Ka.Kanwil ; Kormin ; Kepala Bidang* Daerah : Kepala Bidang* Daerah : Kakandepdiknas Kab./Kec. : Kakandepdiknas Kab./Kec. : Kasi Kasi Tenaga Tenaga Fungsional Fungsional * Guru* Pembimbing/Penyuluh * Guru* Pembimbing/Penyuluh (Guru BP)* Pengembangan (Guru BP)* Pengembangan Kurikulum dan Teknologi Kurikulum dan Teknologi Kependidikan Kependidikan * Pengembang tes * Pengembang tes * Pustakawan * Pustakawan * Penilik* Pengawas* * Penilik* Pengawas* Pelatih Pelatih
* Tutor & Fasilitator * Tutor & Fasilitator
* Pengembangan
* Pengembangan
Pendidikan Pendidikan
Tenaga Teknis
Tenaga Teknis * Laboran* Teknisi Sumber Belajar** Laboran* Teknisi Sumber Belajar* Pelatih (Olahraga) ; Kesenian & Pelatih (Olahraga) ; Kesenian & Keterampilan Keterampilan * Petugas TU * Petugas TU * Teknisi Sumber * Teknisi Sumber Belajar/Sanggar Belajar* Belajar/Sanggar Belajar* Petugas TU Petugas TU
Tabel 1. Jenis-jenis tenaga kependidikan untuk lingkungan Departemen Pendidikan Nasional Tabel 1. Jenis-jenis tenaga kependidikan untuk lingkungan Departemen Pendidikan Nasional
Sedangkan menurut Hartati Sukirman (2000:8), tenaga kependidikan dibagi menjadi tiga macam yaitu: Sedangkan menurut Hartati Sukirman (2000:8), tenaga kependidikan dibagi menjadi tiga macam yaitu: 1.
1. Tenaga Tenaga pependindi dik dik
Tenaga pendidik adalah personil di lembaga pelaksanaan pendidikan yang melakukan salah satu Tenaga pendidik adalah personil di lembaga pelaksanaan pendidikan yang melakukan salah satu aspek atau seluruh kegiatan (proses) pendidikan, mikro ataupun makro. Adanya tenaga pendidik selain aspek atau seluruh kegiatan (proses) pendidikan, mikro ataupun makro. Adanya tenaga pendidik selain mengajar secara teori juga diharapkan dapat membimbing anak didiknya.
mengajar secara teori juga diharapkan dapat membimbing anak didiknya. Tenaga pendidik dapat dikelompokkan menjadi tiga macam yaitu:
Tenaga pendidik dapat dikelompokkan menjadi tiga macam yaitu: 2. Pengajar
2. Pengajar
Pengajar adalah personil yang secara legal profesional bertugas melaksanakan kegiatan Pengajar adalah personil yang secara legal profesional bertugas melaksanakan kegiatan pendidikan.
pendidikan. Pengajar Pengajar tidak tidak hanya hanya dikonotasikan dikonotasikan sebagai psebagai pemberi emberi materi materi pelajaran pelajaran saja, saja, melainkan melainkan utuhutuh sebagai pendidik, hanya saja pendidikannya dilakukan melalui materi pelajaran tertentu.
sebagai pendidik, hanya saja pendidikannya dilakukan melalui materi pelajaran tertentu. 3. Pe
3. Pembimbimbimbi ng ng
Pembimbing adalah personil yang bertugas melaksanakan kegiatan pendidikan yang khas, yaitu Pembimbing adalah personil yang bertugas melaksanakan kegiatan pendidikan yang khas, yaitu tertuju pada orang-orang yang bermasalah secara psikologis-rohaniah atau sosial.
4. Supervi
4. Supervi ssor or pependindi dikdik an an
Supervisor pendidikan adalah personil yang bertugas melaksanakan kegiatan pendidikan Supervisor pendidikan adalah personil yang bertugas melaksanakan kegiatan pendidikan terhadap para pengajar dan pembimbing dalam pelaksanaan tugasnya.
terhadap para pengajar dan pembimbing dalam pelaksanaan tugasnya. 5.
5. Tenaga Tenaga adminiadmini sstrtr ator ator pependindi dikdik an an
Administrator pendidikaan merupakan personil yang bertugas melaksanakan kegiatan Administrator pendidikaan merupakan personil yang bertugas melaksanakan kegiatan pengelolaan
pengelolaan penyelenggaraan penyelenggaraan pendidikan. pendidikan. Personil Personil yang yang meiliki meiliki wawasan wawasan pendidikan pendidikan yang yang luas luas dandan kemampuan administratorial pengelolaan penyelenggaraan pendidikan.
kemampuan administratorial pengelolaan penyelenggaraan pendidikan. Kelompok administrator tersebut meliputi:
Kelompok administrator tersebut meliputi: 1.
1. Perencana pendidikan profesionalPerencana pendidikan profesional 2.
2. Pengembang kurikulum pendidikanPengembang kurikulum pendidikan 3.
3. Peneliti dan pemngembang pendidikanPeneliti dan pemngembang pendidikan 4.
4. Perancang sarana dan media pendidikanPerancang sarana dan media pendidikan 6.
6. Tenaga Tenaga teteknkn isi peisi pendidindidi kan kan
Merupakan orang-orang yang bertugas memberikan layanan pendidikan melalui pendekatan Merupakan orang-orang yang bertugas memberikan layanan pendidikan melalui pendekatan kondisional ( fasilitas dan layanan khusus). Tenaga tekn
kondisional ( fasilitas dan layanan khusus). Tenaga tekn isi pendidikan ini dapat meliputi:isi pendidikan ini dapat meliputi: 1.
1. Pustakawan pendidikanPustakawan pendidikan 2.
2. Petugas pusat sumber belajarPetugas pusat sumber belajar 3.
3. Laboran-pendidikLaboran-pendidik
Tenaga kependidikan merupakan hasil analisis jabatan yang dibutuhkan oleh suatu sekolah atau Tenaga kependidikan merupakan hasil analisis jabatan yang dibutuhkan oleh suatu sekolah atau satuan organisasi yang lebih luas. Sejalan dengan UU No.22 Tahun 1999 tentang pemerintahan daerah satuan organisasi yang lebih luas. Sejalan dengan UU No.22 Tahun 1999 tentang pemerintahan daerah dan PP No.25 Tahun 2000 tentang Kewenangan Pemerintah dan Kewenangan Provinsi sebagai daerah dan PP No.25 Tahun 2000 tentang Kewenangan Pemerintah dan Kewenangan Provinsi sebagai daerah otonom, maka jenis-jenis tenaga kependidikan dapat bervariasi sesuai kebutuhan organisasi yang otonom, maka jenis-jenis tenaga kependidikan dapat bervariasi sesuai kebutuhan organisasi yang bersangkutan.
bersangkutan. B.
B. Pengadaan Pengadaan Tenaga Tenaga KependidikanKependidikan
Beberapa prinsip yang perlu diperhatikan dalam pengadaan tenaga kependidikan adalah: Beberapa prinsip yang perlu diperhatikan dalam pengadaan tenaga kependidikan adalah:
1.
1. Formasi (benar-benar diperlukan tambahan tenaga edukatif.Formasi (benar-benar diperlukan tambahan tenaga edukatif. 2.
2. Mengacu pada analisa jabatan yang telah disusun agar sesuai dengan kualifikasi maupunMengacu pada analisa jabatan yang telah disusun agar sesuai dengan kualifikasi maupun syarat yang ditentukan.
syarat yang ditentukan. 3.
3. Objektif, artinya dalam pelaksanaan tenaga kependidikan tidak menganut nepotisme danObjektif, artinya dalam pelaksanaan tenaga kependidikan tidak menganut nepotisme dan kolusi ( pemberian sesuatu).
kolusi ( pemberian sesuatu). 4.
4. The right man on the right placeThe right man on the right place, kesesuaian tugas dengan kemampuan yang dimiliki, kesesuaian tugas dengan kemampuan yang dimiliki pegawai.
pegawai.
Pengadaan tenaga kependidikan diselengarakan dengan langkah-langkah sebagai berikut: Pengadaan tenaga kependidikan diselengarakan dengan langkah-langkah sebagai berikut: 1. Pe
1. Pengumungumu man man
Pengumuman ini dilakukan untuk memberitahukan kepada seluruh masyarakat yang memenuhi Pengumuman ini dilakukan untuk memberitahukan kepada seluruh masyarakat yang memenuhi kualifikasi melalui media cetak maupun media elektronik. Dalam pengumuman pengadaan tenaga kualifikasi melalui media cetak maupun media elektronik. Dalam pengumuman pengadaan tenaga kependidikan,hal yang harus tercantum adalah sebagai berikut:
kependidikan,hal yang harus tercantum adalah sebagai berikut: Jenis atau macam pegawai yang dibutuhkan
Jenis atau macam pegawai yang dibutuhkan
• Persyaratan yang dituntut dari para pelamar.• Persyaratan yang dituntut dari para pelamar.
• Batas waktu dimulai dan diakhiri pendaftara• Batas waktu dimulai dan diakhiri pendaftaran.n.
• Alamat dan tempat pengajuan pelamaran.• Alamat dan tempat pengajuan pelamaran.
• Lain• Lain-lain yang dipandang perlu.-lain yang dipandang perlu.
2. Pe
2. Pendaftndaft aran aran
Pendaftaran dilakukan setelah pengumuman tersebar dan pendaftar mengajukan pemohonan Pendaftaran dilakukan setelah pengumuman tersebar dan pendaftar mengajukan pemohonan dengan memenuhi syarat yang telah ditentukan beserta lampiran lainnya yang dibutuhkan.
dengan memenuhi syarat yang telah ditentukan beserta lampiran lainnya yang dibutuhkan. 3.
3. SeSeleksi leksi atau peatau penyarnyar iingan ngan
Dalam pengadaan tenaga kependidikan, penyaringan dilaksanakan melalui dua tahap yaitu: Dalam pengadaan tenaga kependidikan, penyaringan dilaksanakan melalui dua tahap yaitu: a)
a) Penyaringan Penyaringan administrativeadministrative
Penyaringan administrative dilaksanakan berupa pemeriksaan terhadap kelengkapan beserta Penyaringan administrative dilaksanakan berupa pemeriksaan terhadap kelengkapan beserta lampirannya. Apabila terdapat kekurangan lengkapan dalam hal administrative maka pesrta tersebut lampirannya. Apabila terdapat kekurangan lengkapan dalam hal administrative maka pesrta tersebut akan gagal.
akan gagal. b)
b) Ujian Ujian atau atau test test
Setelah peserta yang lulus dala tes penyaringan administrative maka akan mengikuti ujian pegawai Setelah peserta yang lulus dala tes penyaringan administrative maka akan mengikuti ujian pegawai dengan materi pengetahuan umum, pengetahuan tehnis, dan lainnya yang dipandang perlu.
dengan materi pengetahuan umum, pengetahuan tehnis, dan lainnya yang dipandang perlu. 4. Pe
4. Pengumungumu man.man.
Pengumuman ini berisi peserta yang lolos dalam seleksi sesuai ketentuan dan penempatan kerja. Pengumuman ini berisi peserta yang lolos dalam seleksi sesuai ketentuan dan penempatan kerja.
C. Pengangkatan dan Penempatan Tenaga Kependidikan
Penempatan dan penugasan berkaitan erat dengan pengangkatan seseorang dalam suatu kedudukan dan jabatan tertentu. Pengangkatan dan penempatan tenaga kependidikan yang bukan tenaga pendidik pada satuan pendidikan yang disclenggarakan oleh Pemerintah dilakukan oleh Menteri, Menteri lain, atau Pimpinan Lembaga Pemerintah Non Departemen dengan memperhatikan keseimbangan antara penempatan dan kebutuhan serta ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi pegawai negeri.
Prinsip dasar pengangkatan dan penempatan tenaga kependidikan harus adalah kesesuaian tugas dengan kemampuan yang dimilki pegawai tersebut. Menurut Hadari Nawawi dalam Hartati sukirman (2000: 39) langkah pengorganisasian dalam kegiatan penempatan harus dilakukan dengan mempertimbangkan minat, bakat, kemampuan dan berat ringannya tugas yang akan dipikul bagi setiap personil.
Untuk dapat diangkat sebagai tenaga pendidik, calon tenaga pendidik yang bersangkutan selain memiliki kualifikasi sebagai tenaga pengajar harus pula memenuhi persyaratan berikut:
1. Sehat jasmani dan rohani yang dinyatakan dengan tanda bukti dari yang berwenang , yang meliputi: a. Tidak menderita penyakit menahun (kronis) dan/atau yang menular.
b. Tidak memiliki cacat tubuh yang dapat menghambat pelaksanaan tugas sebagai tenaga pendidik. c. Tidak menderita kelainan mental.
2. Berkepribadian, yang meliputi:
a. Beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. b. Berkepribadian Pancasila.
Kegagalan dalam pengangkatan dan penampatan tenaga kependidikan akan menyebabkan berbagai hal seperti tidak tercapainya sasaran program pendidikan, tidak adanya suasana kerja yang harmonis, pelaksanaan kerja yang tidak efisien, penyimpangan prosedur kerja, kurang diperhatikannya aturan kerja
yang ada, penyalah gunaan tanggung jawab, dan lain sebagainya. D. Pembinaan dan Pengembangan Tenaga Kependidikan
Pembinaan atau pengembangan tenaga kependidikan merupakan usaha mendayagunakan, memajukan dan meningkatkan produktivitas kerja setiap tenaga kependidikan yang ada di seluruh tingkatan manajemen organisasi dan jenjang pendidikan. Tujuan dari kegiatan pembianaan ini adalah tumbuhnya kemampuan setiap tenaga kependidikan yang meliputi pertumbuhan keilmuan, wawasan berpikir, sikap terhadap pekerjaan dan keterampilan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari sehingga produktivitas kerja dapat ditingkatkan.
Pembinaan karier tenaga kependidikan meliputi kenaikan pangkat dan jabatan berdasarkan prestasi kerja dan peningkatan disiplin.Yang pembinaan disini adalah segala usaha untuk memanajukan dan meningkatkan mutu, keahlian, kemampuan, dan keterampilan, demi kelancaran pelaksanaan tugas pendidikan. Adapun alasan diadakannya pengembangan tehn ologi diantaranya yaitu:
1. perkembanagan ilmu dan tehnologi. 2. menutup kelemahan dari seleksi. 3. menumbuhkan ikatan batin.
Prinsip yang patut diperhatikan dalam penyelenggaraan pembinaan tenaga kependidikan, yaitu:
a. Dilakukan untuk semua jenis tenaga kependidikan baik untuk tenaga stuktural, tenaga fungsional maupun tenaga teknis penyelengara pendidikan.
b. Berorientasi pada perubahan tingkah laku dalam rangka peningkatan kemampuan profesional dan atau teknis untuk pelaksanaan tugas sehari-hari sesuai dengan posisinya masing-masing.
c. Mendorong peningkatan kontribusi setiap individu terhadap organisasi pendidikan tau sistem sekolah; dan menyediakan bentuk-bentuk penghargaan, kesejateraan dan insentif sebagai imbalan guna menjamin terpenuhinya secara optimal kebutuhan sosial ekonomis maupun kebutuhan sosial-psikologi. d. Mendidik dan melatih seseorang sebelum maupun sesudah menduduki jabatan/posisi.
e. Dirancang untuk memenuhi tuntutan pertumbuhan dalam jabatan, pengembangan profesi, pemecahan masalah, kegiatan remidial, pemeliharaan motivasi kerja dan ketahanan organisasi pendidikan.
f. Pembinaan dan jenjang karir tenaga kependidikan disesuaikan dengan kategori masing-masing jenis kependidikan itu sendiri.
Menurut Hartati Sukirman (2000: 63) ditinjau dari sudut manajemen secara umum, proses pembinaan dan pengembangan meliputi beberapa langkah yaitu:
1. Menganalisis kebutuhan
Analisis kebutuhan dilakukan dengan cara mengidentifikasi ketrampilan kinerja, menyusun program- program yang sesuai, melaksanakan riset, dan meningkatkan kinerja.
2. Menyusun rancangan intruksional
Rancangan intruksional meliputi sasaran, metode intruksional, media, urutan dan gambaran mengenai materi pelatihan, yang merupakan kurikulum bagi program pelatihan tersebut.
3. Mengesahkan program latihan
Suatu program pelatihan harus memperoleh pertimbangan dan persetujuan dari unsur instansi yang berwenang.
4. Tahap implementasi
Tahap ini merupakan tahap pelaksanaan program pelatihan yang menggunakan berbagai teknik pelatihan misalnya diskusi, loka karya, dan seminar, dalam rangka penyampaian pengetahuan kepada para peserta program pelatihan.
5. Tahap evaluasi dan tindak lanjut
Pada tahap ini program pelatihan dinilai sejauhmana keberhasilannya atau kegagalannya. Aspek yang perlu dievaluasi misalnya kemampuan dan hasil belajar, reaksi peserta terhadap program pelatihan, dan perilaku kinerja setelah mengikuti program pelatihan.
Dalam hal pengembangan pegawai, banyak cara yang sudah dikembangkan. pengembangan ini dilaksanakan dengan:
1. Bimbingan berupa petunjuk yang diberikan kepada pegawai, pada waktu melaksanakan tugasnya. 2. Latihan-latihan berupa intern dan ekstern.
3. Pendidikan formal
4. Promosi berupa pengangkatan jabatan ke yang lebih tinggi. 5. Penataran
6. Lokakarya atau workshop 7. dan sebagainya.
Cara yang lebih populer adalah melalui penataran (inservice training ) baik dalam rangka penyegaran maupun dalam rangka peningkatan kemampuan tenaga kependidikan. Cara-cara lainnya dapat dilakukan sendiri-sendiri ( self propelling growth) atau bersama-sama (collaborative effort ), misalnya mengikuti kegiatan atau kesempatan; ore-service training ,on the job training , seminar, workshop, diskusi panel, rapat-rapat, simposium, konferensi dan sebagainya.
E. Pemberhentian Tenaga Kependidikan
Pemberhentian tenaga kependidikan merupakan proses yang membuat seseorang tenaga kependidikan tidak dapat lagi melaksanakan tugas pekerjaan atau fungsi jabatannya baik untuk sementara waktu maupun untuk selama-lamanya.
Pemberhentian dengan hormat tenaga kependidikan atas dasar: 1. permohonan sendiri.
2. meninggal dunia.
3. mencapai batas usia pensiun, dilakukan oleh penyelenggara satuan pendidikan yang bersangkutan. Sedangkan pemberhentian tidak dengan hormat tenaga kependidikan dilakukan atas dasar:
1. Hukuman jabatan;
2. Akibat pidana penjara berdasarkan keputusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap, dilakukan oleh penyelenggara satuan pendidikan yang bersangkutan.
Selain itu, dalam Pemberhentian tenaga kependidikan dapat dilakukan karena sebab lain diantaranya sebagai berikut :
1. Pemberhentian atas permintaan sendiri
2. Pemberhentian karena mencapai batas usia pensiun
3. Pemberhentian karena adanya penyederhanaan organisasi. 4. Pemberhentian karena melakukan pelanggaran
5. Pemberhentian karena tidak cakap jasmani dan rohani 6. Pemberhentian karena meninggalkan tugas
Tenaga kependidikan
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Tenaga Kependidikan adalah anggota masyarakat yang mengabdikan diri dan diangkat untuk menunjang Penyelenggaraan Pendidikan.
Yang termasuk kedalam tenaga kependidikan adalah:
Kepala Satuan Pendidikan
[sunting sumber ]Kepala Satuan Pendidikan yaitu orang yang diberi wewenang dan t anggung jawab untuk memimpin satuan pendidikan tersebut. Kepala Satuan Pendidikan harus mampu melaksanakan peran dan tugasnya
sebagai edukator , manajer , administrator , supervisor , leader ,inovator , motivator , figur dan mediator (Emaslim-FM) Istilah lain untuk Kepala Satuan Pendidikan adalah:
Kepala Sekolah Rektor
Direktur , serta istilah lainnya.
Pendidik
[sunting sumber ]Pendidik atau di Indonesia lebih dikenal dengan pengajar , adalah tenaga kependidikan yang berpartis ipasi dalam menyelenggarakan pendidikan dengan tugas khusus sebagai pr ofesi pendidik. Pendidik mempunyai sebutan lain sesuai kekhususannya yaitu:
Guru (lihat guru) Dosen (lihat dosen)
Konselor (lihat konselor ) disebut guru BP/BK. Pamong belajar (lihat contoh SMP Terbuka) widyaiswara
tutor instruktur fasilitator
Ustadz, dan sebutan lainnya.
Tenaga Kependidikan lainnya
[sunting sumber ]Orang yang berpartisipasi dalam penyelenggaraan pendidikan di satuan pendidikan, walaupun secara tidak langsung terlibat dalam proses pendidikan, diantaranya:
Wakil-wakil/Kepala urusan umumnya pendidik yang mempunyai tugas tambahan dalam bidang yang khusus , untuk
membantu Kepala Satuan Pendidikan dalam penyelenggaraan pendidikan pada institusi tersebut. Contoh: Kepala Urusan Kurikulum
Tata usaha, adalah Tenaga Kependidikan yang bertugas dalam bidang administrasi instansi tersebut. Bidang
administrasi yang dikelola diantaranya;
Administrasi surat menyurat dan pengarsipan, Administrasi Kepegawaian,
Administrasi Keuangan,
Administrasi Inventaris dan lain-lain.
Laboran, adalah petugas khusus yang bertanggung jawab terhadap alat dan bahan di Laboratorium. Pustakawan (lihat perpustakaan)
Pelatih ekstrakurikuler ,
Petugas keamanan (penjaga sekolah), Petugas kebersihan, dan lainya.
2. PENDIDIK
• TENAGA PROFESIONAL
• MERENCANAKAN PEMBELAJARAN. • MELAKSANAKAN PEMBELAJARAN. • MENILAI HASIL PEMBELAJARAN. • MEMBIMBING
• MELATIH • MENILITI
• MENGABDI KEPADA MASYARAKAT. Seperti: GURU DOSEN TUTOR INSTRUKTUR PAMOMG BELAJAR KONSELOR WIDYAISWARA FASILITATOR PENGUJI DST
JENIS DAN KATEGORI TENAGA
KEPENDIDIKAN
Pengertian Pendidik dan Tenaga Kependidikan
Pendidik adalah tenaga kependidikan yang berkualifikasi sebagai guru, dosen, konselor, pamong belajar, widyaiswara, tutor, instruktur, fasilitator, dan sebutan lain yang sesuai dengan kekhususannya, serta berpartisipasi dalam menyelenggarakan pendidikan.
Tenaga Kependidikan adalah anggota masyarakat yang mengabdikan diri dan diangkat untuk menunjang penyelenggaraan pendidikan.
Perbedaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan
Pendidik dan tenaga kependidikan adalah dua “profesi” yang sangat berkaitan erat dengan dunia pendidikan, sekalipun lingkup keduanya berbeda. Hal ini dapat dilihat dari pengertian keduanya yang tercantum dalam Pasal 1 Undang-undang No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan. Dalam undang-undang tersebut dinyatakan bahwa Tenaga kependidikan adalah anggota masyarakat yang mengabdikan diri dan diangkat untuk menunjang penyelenggaraan pendidikan. Sementara Pendidik adalah tenaga kependidikan yang berkualifikasi sebagai guru, dosen, konselor, pamong belajar, widyaiswara, tutor, instruktur, fasilitator, dan sebutan lain yang sesuai dengan kekhususannya, serta berpartisipasi dalam menyelenggarakan pendidikan.
Dari definisi di atas jelas bahwa tenaga kependidikan memiliki lingkup “profesi” yang lebih luas, yang juga mencakup di dalamnya tenaga pendidik, pustakawan, staf administrasi, staf pusat sumber belajar,
kepala sekolah adalah diantara kelompok “profesi” yang masuk dalam kategori sebagai tenaga kependidikan.
Sementara mereka yang disebut pendidik adalah orang-orang yang dalam melaksanakan tugasnya akan berhadapan dan berinteraksi langsung dengan para peserta didiknya dalam suatu proses yang sistematis, terencana, dan bertujuan. Penggunaan istilah dalam kelompok pendidik tentu disesuaikan dengan lingkup lingkungan tempat tugasnya masing-masing. Guru dan dosen, misalnya, adalah sebutan tenaga pendidik yang bekerja di sekolah dan perguruan tinggi. Hubungan antara pendidik dan tenaga kependidikan dapat digambarkan dalam bentuk spektrum tenaga kependidikan berikut: (Miarso, 1994).
Pendidik (guru) yang akan berhadapan langsung dengan para peserta didik, namun ia tetap memerlukan dukungan dari para tenaga kependidikan lainnya, sehingga ia dapat melaksanakan tugasnya dengan baik. Karena pendidik akan mengalami kesulitan dalam melaksanakan tugasnya apabila berada dalam konteks yang hampa, tidak ada aturan yang jelas, tidak didukung sarana prasarana yang memadai, tidak dilengkapi dengan pelayanan dan sarana perpustakaan serta sumber belajar lain yang mendukung. Karena itulah pendidik dan tenaga kependidikan memiliki peran dan posisi yang sama penting dalam konteks penyelenggaraan pendidikan (pembelajaran). Karena itu pula, pada dasarnya baik pendidik maupun tenaga kependidikan memiliki peran dan tugas yang sama yaitu melaksanakan berbagai aktivitas yang berujung pada terciptanya kemudahan dan keberhasilan siswa dalam belajar.
Untuk lebih jelasnya dapat dilihat di UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 20 TAHUN 2003 BAB XI. PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN.
Pasal 39
(1) Tenaga kependidikan bertugas melaksanakan administrasi, pengelolaan, pengembangan, pengawasan, dan pelayanan teknis untuk menunjang proses pendidikan pada satuan pendidikan.
(2) Pendidik merupakan tenaga profesional yang bertugas merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, melakukan pembimbingan dan pelatihan, serta melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, terutama bagi pendidik pada perguruan tinggi.
Pasal 40
(1) Pendidik dan tenaga kependidikan berhak memperoleh:
1. penghasilan dan jaminan kesejahteraan sosial yang pantas dan memadai;
penghargaan sesuai dengan tugas dan prestasi kerja;
2. pembinaan karier sesuai dengan tuntutan pengembangan kualitas;
3. perlindungan hukum dalam melaksanakan tugas dan hak atas hasil kekayaan intelektual; dan
e. kesempatan untuk menggunakan sarana, prasarana, dan fasilitas pendidikan untuk menunjang kelancaran pelaksanaan tugas
(2) Pendidik dan tenaga kependidikan berkewajiban
a. menciptakan suasana pendidikan yang bermakna, menyenangkan, kreatif, dinamis, dan dialogis.
b. mempunyai komitmen secara profesional untuk meningkatkan mutu pendidikan; dan
c. memberi teladan dan menjaga nama baik lembaga, profesi, dan kedudukan sesuai dengan kepercayaan yang diberikan kepadanya.
Pasal 41
(1) Pendidik dan tenaga kependidikan dapat bekerja secara lintas daerah.
(2) Pengangkatan, penempatan, dan penyebaran pendidik dan tenaga kependidikan diatur oleh lembaga yang mengangkatnya berdasarkan kebutuhan satuan pendidikan formal.
(3) Pemerintah dan Pemerintah Daerah wajib memfasilitasi satuan pendidikan dengan pendidik dan tenaga kependidikan yang diperlukan untuk menjamin terselenggaranya pendidikan yang bermutu.
(4) Ketentuan mengenai pendidik dan tenaga kependidikan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), ayat (2), dan ayat (3) diatur lebih lanjut dengan Peraturan Pemerintah.
Pasal 42
(1) Pendidik harus memiliki kualifikasi minimum dan sertifikasi sesuai dengan jenjang kewenangan mengajar, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional.
(2) Pendidik untuk pendidikan formal pada jenjang pendidikan usia dini, pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan tinggi dihasilkan oleh perguruan tinggi yang terakreditasi.
(3) Ketentuan mengenai kualifikasi pendidik sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dan ayat (2) diatur lebih lanjut dengan Peraturan Pemerintah.
Pasal 43
(1) Promosi dan penghargaan bagi pendidik dan tenaga kependidikan dilakukan berdasarkan latar belakang pendidikan, pengalaman, kemampuan, dan prestasi kerja dalam bidang pendidikan.
(2) Sertifikasi pendidik diselenggarakan oleh perguruan tinggi yang memiliki program pengadaan tenaga kependidikan yang terakreditasi.
(3) Ketentuan mengenai promosi, penghargaan, dan sertifikasi pendidik sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dan ayat (2) diatur lebih lanjut dengan Peraturan Pemerintah.
Pasal 44
(1) Pemerintah dan Pemerintah Daerah wajib membina dan mengembangkan tenaga kependidikan pada satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh Pemerintah dan Pemerintah Daerah.
(2) Penyelenggara pendidikan oleh masyarakat berkewajiban membina dan mengembangkan tenaga kependidikan pada satuan pendidikan yang diselenggarakannya.
(3) Pemerintah dan Pemerintah Daerah wajib membantu pembinaan dan pengembangan tenaga kependidikan pada satuan pendidikan formal yang diselenggarakan oleh masyarakat.
Jenis Tenaga Pendidikan
Peran Tenaga Pendidik dalam Proses Pendidikan
Efektivitas dan efisien belajar individu di sekolah sangat bergantung kepada peran guru. Abin Syamsuddin (2003) mengemukakan bahwa dalam pengertian pendidikan secara luas, seorang guru yang ideal seyogyanya dapat berperan sebagai :
1. Konservator (pemelihara) sistem nilai yang merupakan sumber norma kedewasaan; 2. Inovator (pengembang) sistem nilai ilmu pengetahuan;
3. Transmitor (penerus) sistem-sistem nilai tersebut kepada peserta didik;
4. Transformator (penterjemah) sistem-sistem nilai tersebut melalui penjelmaan dalam pribadinya dan perilakunya, dalam proses interaksi dengan sasaran didik;
5. Organisator (penyelenggara) terciptanya proses edukatif yang dapat dipertanggungjawabkan, baik secara formal (kepada pihak yang mengangkat dan menugaskannya) maupun secara moral (kepada sasaran didik, serta Tuhan yang menciptakannya).
Sedangkan dalam pengertian pendidikan yang terbatas, Abin Syamsuddin dengan mengutip pemikiran Gage dan Berliner, mengemukakan peran guru dalam proses pembelajaran peserta didik, yang mencakup :
1. Guru sebagai perencana (planner) yang harus mempersiapkan apa yang akan dilakukan di dalam proses belajar mengajar (pre-teaching problems).
2. Guru sebagai pelaksana (organizer), yang harus dapat menciptakan situasi, memimpin, merangsang, menggerakkan, dan mengarahkan kegiatan belajar mengajar sesuai dengan rencana, di mana ia bertindak sebagai orang sumber (resource person), konsultan kepemimpinan yang bijaksana dalam arti demokratik & humanistik (manusiawi) selama proses berlangsung (during teaching problems).
3. Guru sebagai penilai (evaluator) yang harus mengumpulkan, menganalisa, menafsirkan dan akhirnya harus memberikan pertimbangan (judgement), atas tingkat keberhasilan proses pembelajaran, berdasarkan kriteria yang ditetapkan, baik mengenai aspek keefektifan prosesnya maupun kualifikasi produknya.
Selanjutnya, dalam konteks proses belajar mengajar di Indonesia, Abin Syamsuddin menambahkan satu peran lagi yaitu sebagai pembimbing (teacher counsel), di mana guru dituntut untuk mampu mengidentifikasi peserta didik yang diduga mengalami kesulitan dalam belajar, melakukan diagnosa, prognosa, dan kalau masih dalam batas kewenangannya, harus membantu pemecahannya (remedial teaching).
Di lain pihak, Moh. Surya (1997) mengemukakan tentang peranan guru di sekolah, keluarga dan masyarakat. Di sekolah, guru berperan sebagai perancang pembelajaran, pengelola pembelajaran, penilai hasil pembelajaran peserta didik, pengarah pembelajaran dan pembimbing peserta didik. Sedangkan dalam keluarga, guru berperan sebagai pendidik dalam keluarga (family educator). Sementara itu di masyarakat, guru berperan sebagai pembina masyarakat (social developer), penemu masyarakat (social inovator), dan agen masyarakat (social agent).
Lebih jauh, dikemukakan pula tentang peranan guru yang berhubungan dengan aktivitas pengajaran dan administrasi pendidikan, diri pribadi (self oriented), dan dari sudut pandang psikologis.
Syarat-syarat Profesi Tenaga Pendidik
Mengingat tugas tenaga kependidikan yang demikian kompleksnya, maka profesi ini memerlukan persyaratan khusus. Pendidik harus memiliki kualifikasi akademik dan kompetensi sebagai agen pembelajaran, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan mewujudkan tujuan pendidikan nasional.
Kualifikasi akademik sebagaimana dimaksud adalah: tingkat pendidikan minimal yang harus dipenuhi oleh seorang pendidik dari perguruan tinggi terakreditasi, yang dibuktikan dengan ijazah dan/atau sertifikat keahlian yang relevan dengan jenis, jenjang, dan satuan pendidikan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
Kompetensi adalah kemampuan atau kecakapan. Selain kemampuan kompetensi juga berarti keadaan berwenang atau memenuhi syarat menurut ketentuan hukum.Jadi kompetensi guru adalah merupakan kemampuan guru dalam melaksanakan kewajiban –kewajibanya secara bertanggung jawab dan layak.
Intinya, Kompetensi merupakan seperangkat pengetahuan, keterampilan, kemampuan dan kewenangan pendidik dan perilaku yang harus dimiliki, dihayati, dan dikuasai oleh pendidik dalam melaksanakan tugas keprofesionalan.
Kompetensi pendidik sebagai agen pembelajaran pada jenjang pendidikan dasar dan menengah serta pendidikan anak usia dini meliputi: (a) kompetensi pedagogik, (b) kompetensi kepribadian, (c) kompetensi perofesional, dan (d) kompetensi sosial. Kompetensi dikemukan dalam penjelasan Pasal 28, ayat 3 adalah sebagai berikut.
1. Kompetensi pedagogik adalah kemampuan mengelola pembelajaran peserta didik yang meliputi pemahaman terhadap peserta didik, perancangan dan pelaksanaan pembelajaran, evaluasi hasil belajar, dan pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya.
2. Kompentensi Pribadi
kemampuan kepribadian yang mantap, stabil, dewasa, arif, dan berwibawa, menjadi teladan bagi peserta didik, dan ber-akhlak mulia.
1. Mengembangkan Kepribadian
- Bertakwa kepada Allah SWT - Berperan akkif dalam masyarakat
- Mengembangkan sifat-sifat terpuji sebagai seorang guru
1. Berinteraksi dan Berkomunikasi
- Berinteraksi dengan rekan sejawat demi pengembangan kemampuan professional - Berinteraksi dengan masyarakat sebagai pengemban misi pendidikan
1. Melaksanakan Bimbingan dan Penyuluhan
- Membimbing siswa yang mengalami kesulitan belajar - Membimbing murid yang berkelainan dan berbakat khusus
1. Melaksanakan Administrasi Sekolah
- Mengenal administrasi kegiatan sekolah - Melaksanakan kegiatan administrasi sekolah
1. Melaksanakan penelitian Sederhana Untuk Keperluan Pengajaran
- Mengkaji konsep dasar penelitian ilmiah - Melaksanakan penelitian sederhana
1. Kompetensi profesional adalah kemampuan penguasaan secara luas dan mendalam yang memungkinkannya membimbing peserta didik memenuhi standar kompetensi yang ditetapkan dalam Standar Nasional Pendidikan. Kompetensi Profesional:
1. Menguasai landasan kependidikan
- Mengenal tujuan pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikan Nasional - Mengenal fungsi sekolah dalam masyarakat.
- Mengenal prinsip-prinsip psikologi pendidikan yang dapat dimanfaatkan dalam proses belajar mengajar.
1. Menguasai bahan pengajaran:
- Menguasai bahan pengajaran kurikulum pendidikan dasar dari menengah - Menguasai bahan pengajaran.
1. Menyusun program pengajaran
- Menetapkan tujuan pembelajaran
- Memilih dan mengembangkan bahan pembelajaran
- Memilih dan mengembangkan media pengajaran yang sesuai
- Memilih dan memanfaatkan sumber belajar.
1. Melaksanakan program pengajaran
- Menciptakan iklim belajar mengajar yang tepat - Mengatur ruangan belajar
- Mengelola interaksi belajar mengajar
1. Menilai hasil dan proses belajar mengajar yang telah dilaksanakan
- Menilai prestasi murid untuk kepentingan pengajaran - Menilai proses belajar mengajar yang telah dilaksanakan.
1. Kompetensi sosial adalah kemampuan pendidik sebagai bagian dari masyarakat untuk berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan peserta didik, sesama pendidik, tenaga kependidikan, orangtua/wali peserta didik, dan masyarakat sekitar.
Kompetensi guru yang diteliti meliputi empat kategori.
1. Kemampuan guru dalam merencanakan program belajar mengajar. 1. Kemampuan guru dalam menguasai bahan pelajaran.
2. Kemampuan guru dalam melaksanakan dan memimpin/mengelola proses belajar mengajar. 3. Kemampuan dalam menilai kemajuan proses belajar mengajar.
Kualifikasi pendidik pada setiap jenjang dan satuan pendidikan, harus memiliki kualifikasi akademik pendidikan minimum diploma empat (D-IV) atau sarjana (S1), namun pada saat ini relatif banyak pendidik yang tidak memenuhi kriteria tersebut.
Karakteristik kepribadian yang berkaitan dengan keberhasilan guru adalah:
1. Fleksibilitas kognitif
Fleksibilitas kognitif ( keluwesan ranah cipta ) merupakan kemampuan berpikir yang diikuti dengan tindakan secara simultan dan memadai dalam situasi tertentu.Kebalikanya adalah frgiditas kognitif atau kekakuan ranah cipta yang ditandai dengan kekurang mampuan berpikir dan bertindak yang sesuai dengan situasi yang sedang dihadapi.Guru yang fleksibel pada umunya di tandai dengan keterbukaan berpikir dan beradaptasi.Selain itu ia juga mempunyai resistensi (daya tahan ) terhadap ketertutupan ranah cipta yang
prematur dalam pengamatan dan pengenalan.Ketika mengamati dan mengenali suatu objek atau situasi tertentu seorang guru yang fleksibel selalu berpikir kritis.Berpikir kritis adalah berpikir dengan penuh pertimbangan akal sehat yang di pusatkan pada pengambilan keputusan untuk mempercayai atau mengingkari sesuatu,dan melakukan atau menghindari sesuatu (Heger & Kaye,1990).
1. Keterbukaan Psikologis pribadi guru.
Keterbukaan Psikologis pribadi guru. Hal lain yang menjadi paktor menentukan keberhasilan tugas guru adalah keterbukaan psikologs guru itu sendiri.Guru yang terbuka secara psikologi akan di tandai dengan kesediaanya yang relatip tinggi untuk mengkomunikasikan dirinya dengan faktor-faktor ekstern antar lain siswa,teman sejawat,dan lingkungan pendidikan tempatnya bekerja.Ia mau menerima kritik dengan ikhlas.Disamping itu ia juga memiliki empati,yakni respon afektip terhadap pengalaman emosionalnya dan perasaan tertentu orang lain.(Reber,1988). Contohnya jika seorang muridnya di ketahui sedang mengalami kemalangan,maka ia turut bersedih dan menunjukan simpati serta berusaha memberi jalan keluar.
Keterbukaan psikologis sangat penting bagi guru mengingat posisinya sebagai anutan siswa..Keterbukaan psikologis merupakan prakondisi atau prasyarat penting yang perlu dimiliki guru untuk memahami pikiran dan perasaan orang lain.Keterbukaan psikologis juga di perlukan untuk menciptakan suasana hubungan antar pribadi guru dan siswa yang harmonis ,sehingga mendorong siswa untuk mengembangkan dirinya secara bebas dan tanpa ganjalan.
Kategori dan Jenis Tenaga Kependidikan
a. Kepala Satuan Pendidikan
Kepala Satuan Pendidikan yaitu orang yang diberi wewenang dan tanggung jawab untuk memimpin satuan pendidikan tersebut. Kepala Satuan Pendidikan harus mampu melaksanakan peran dan tugasnya sebagai edukator, manajer, administrator, supervisor, leader, inovator, motivator, figur dan mediator (Emaslim-FM) Istilah lain untuk Kepala Satuan Pendidikan adalah:
Kepala Sekolah
Kepala Sekolah''' Adalah seorang pemimpin pada sebuah sekolah dan merupakan manajer tingkat atas pada sebuah organisasi pendidikan (khususnya SD, SMP, SMA atau SMK). Kepala sekolah mempunyai dua peran utama, pertama sebagai pemimpin institusi bagi para guru, dan kedua memberikan pimpinan dalam manajemen.
Rektor
Rektor dalam bahasa Indonesia diartikan sebagai pimpinan lembaga perguruan tinggi. Di dalam Undang-Undang Sistim Pendidikan Nasional 2009 (UU SISDIKNAS), Rektor adalah pimpinan tertinggi perguruan tinggi yang berkewajiban memajukan ilmu pengetahuan di masing-masing institusi melalui pendidikan dan penelitian, serta memberikan kontribusi maksimal kepada hal layak luas.
Rektor dalam lingkup akademis merupakan jabatan pimpinan utama dari lembaga pendidikan formal, pada umumnya merupakan lingkup Perguruan Tinggi (universitas dan institut).
b. Pendidik
Pendidik atau di Indonesia lebih dikenal dengan pengajar, adalah tenaga kependidikan yang berpartisipasi dalam menyelenggarakan pendidikan dengan tugas khusus sebagai profesi pendidik. Pendidik mempunyai sebutan lain sesuai kekhususannya yaitu:
Guru adalah pendidik dan pengajar pada pendidikan anak usia dini jalur sekolah atau pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. Guru-guru seperti ini harus mempunyai semacam kualifikasi formal. Dalam definisi yang lebih luas, setiap orang yang mengajarkan suatu hal yang baru dapat juga dianggap seorang guru.
Dosen (lihat dosen)
Konselor
Konselor adalah seorang yang mempunyai keahlian dalam melakukan konseling. Berlatar belakang pendidikan minimal sarjana strata 1 (S1) dari jurusan Psikologi Pendidikan dan Bimbingan (PPB), Bimbingan Konseling (BK), atau Bimbingan Penyuluhan (BP). Mempunyai organisasi profesi bernama Asosiasi Bimbingan Konseling Indonesia (ABKIN). Melalui proses sertifikasi, asosiasi ini memberikan lisensi
bagi para konselor tertentu sebagai tanda bahwa yang bersangkutan berwenang menyelenggarakan konseling dan pelatihan bagi masyarakat umum secara resmi. Konselor bergerak terutama dalam konseling di bidang pendidikan, tapi juga merambah pada bidang industri dan organisasi, penanganan korban bencana, dan konseling secara umum di masyarakat. Khusus bagi konselor pendidikan yang bertugas dan bertanggungjawab memberikan layanan bimbingan dan konseling kepada peserta didik di satuan pendidikan (sering disebut Guru BP/BK atau Guru Pembimbing), ia tidak diwajibkan mempunyai sertifikat terlebih dulu.
Pamong belajar
adalah pembimbing belajar mandiri siswa yaitu Anggota masyarakat yang peduli akan pendidikan. Dengan ketentuan pendidikan minimal SMA, dan berada pada lingkungan sekitar Tempat Kegiatan Belajar
widyaiswara
Widyaiswara adalah pegawai negeri sipil (PNS) yang diangkat sebagai pejabat fungsional oleh pejabat yang berwenang dengan tugas, tanggung jawab, wewenang untuk mendidik, mengajar, dan/atau melatih pegawai negeri sipil (PNS) pada lembaga pendidikan dan pelatihan (diklat) pemerintah.
Tutor
Tutor adalah guru yang bertugas pada pendidikan anak usia dini, pendidikan kesetaraan, dan pendidikan keaksaraan. Tutor merupakan pembimbing dan pemotivasi peserta didik untuk mempelajari sendiri modul pembelajarannya. Tutor pendidikan kesetaraan bertugas membimbing peserta didik untuk secara aktif mempelajari materi ajar yang tersaji dalam modul. Dengan demikian tutor pendidikan kesetaraan lebih bersifat pembimbing dan motivator dari pada guru yang mengajar. Pendidikan kesetaraan meliputi Paket A, Paket B, dan Paket C. Oleh karena itu, tutor pendidikan kesetaraan terdiri dari tutor Paket A, tutor Paket B, dan tutor Paket C. Tutor pendidikan keaksaraan dikenal dengan tutor Keaksaraan Fungsional (KF) mengingat KF merupakan pendekatan penghapusan buta aksara yang digunakan pada saat ini. Pada pendidikan keaksaraan, sifat mengajar tutor lebih kental.
fasilitator
Peran utama seorang fasilitator adalah menjadi pemandu proses. Ia selalu mencoba proses yang terbuka, inklusif, dan adil sehingga setiap individu berpartisipasi secara seimbang. Fasilitator juga menciptakan ruang aman dimana semua pihak bisa sungguh-sungguh berpartisipasi. Kekuatan seorang fasilitator adalah menjadic o n t e n t n e u t r a l dan p e m a n d u p r o s e s . Karakter utama seorang fasilitator yang baik adalah ia netral pada subtansi (contentneutral ). Content neutral berarti ia tidak mengambil posisi pada isu yang sedang dibicarakan dan tidak memiliki kepentingan pada hasil yang dicapai dari proses diskusi tersebut. c. Tenaga Kependidikan lainnya
Orang yang berpartisipasi dalam penyelenggaraan pendidikan di satuan pendidikan, walaupun secara tidak langsung terlibat dalam proses pendidikan, diantaranya:
Wakil-wakil/Kepala urusan umumnya pendidik yang mempunyai tugas tambahan dalam
bidang yang khusus, untuk membantu Kepala Satuan Pendidikan dalam penyelenggaraan pendidikan pada institusi tersebut. Contoh: Kepala Urusan Kurikulum
Tata usaha, adalah Tenaga Kependidikan yang bertugas dalam bidang administrasi instansi
tersebut. Bidang administrasi yang dikelola diantaranya;
Administrasi surat menyurat dan pengarsipan, Administrasi Kepegawaian,
Administrasi Peserta Didik, Administrasi Keuangan,
Administrasi Inventaris dan lain-lain.
Laboran, adalah petugas khusus yang bertanggung jawab terhadap alat dan bahan di
Laboratorium.
Pustakawan
Pustakawan ialah seseorang yang bekerja di perpustakaan dan membantu orang menemukan buku, majalah, dan informasi lain. Pada tahun 2000-an, pustakawan juga mulai membantu orang menemukan informasi menggunakan komputer, basis data elektronik, dan peralatan pencarian di internet. Terdapat berbagai jenis pustakawan, antara lain pustakawan anak, remaja, dewasa, sejarah, hukum, dsb. Pustakawan wanita disebut sebagai pustakawati.
Pelatih ekstrakurikuler,
Petugas keamanan (penjaga sekolah), Petugas kebersihan, dan lainya.
Widyaiswara
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Widyaiswara adalah Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang diangkat sebagai pejabat f ungsional oleh pejabat yang berwenang dengan tugas, tanggung jawab, wewenang untuk mendidik, mengajar, dan/atau melatih Pegawai Negeri Sipil (PNS) pada lembaga pendidikan dan pelatihan (diklat) pemerintah.
Daftar isi
[sembunyikan]
1 Dasar hukum
2 Pencalonan dan pengangkatan widyaiswara 3 Persyaratan administrasi calon widyaiswara 4 Evaluasi kompetensi calon widyaiswara 5 Jenjang jabatan
6 Pemberhentian dari jabatan widyaiswara
o 6.1 Pemberhentian sementara
o 6.2 Pemberhentian dari jabatan widyaiswara o 6.3 Pengangkatan kembali
7 Pranala luar
Dasar hukum
[sunting | sunting sumber ]1. Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2000 tentang Diklat PNS.
2. Peraturan Pemerintah Nomor 52 Tahun 2006 tentang Tunjangan Jabatan Fungsional Widyaiswara.
3. Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara (PERMENPAN) Nomor 14 Tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Widyaiswara dan Angka Kreditnya.
4. Peraturan Bersama Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) dan Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Nomor 1 Tahun 2010 dan Nomor 2 Tahun 2010 tentang Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Widyaiswara dan Angka Kreditnya.
5. Peraturan Kepala LAN Nomor 9 Tahun 2005 tentang Pedoman Penyelenggaraan Diklat Kewidyaiswaraan Berjenjang.
6. Peraturan Kepala LAN Nomor 10 Tahun 2005 tentang Pedoman Penyelenggaraan Diklat Calon Widyaiswara. 7. Peraturan Kepala LAN Nomor 1 Tahun 2006 tentang Petunjuk Teknis Jabatan Fungsional Widyaiswara dan
Angka Kreditnya.
8. Peraturan Kepala LAN Nomor 2 Tahun 2006 tentang Pedoman Tata Kerja dan Tata Cara Tim Penilai Angka Kredit Jabatan Fungsional Widyaiswara.
9. Peraturan Kepala LAN Nomor 3 Tahun 2006 tentang Pelaksanaan Orasi Ilmiah Widyaiswara.
10. Peraturan Kepala LAN Nomor 4 Tahun 2006 t entang Pedoman Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan Kewidyaiswaraan Substansi Diklat Kepemimpinan Tingkat III.
11. Peraturan Kepala LAN Nomor 5 Tahun 2006 t entang Pedoman Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan Kewidyaiswaraan Substansi Diklat.
Pencalonan dan pengangkatan widyaiswara
[sunting | sunting sumber ]Widyaiswara dicalonkan secara internal dan diangkat oleh pejabat yang berwenang dengan penempatan dalam lingkungan instansi dari pejabat yang mengangkat melalui surat rekomendasi yang diterbitkan oleh Lembaga
Administrasi Negara setelah calon widyaiswara dinyatakan lulus syarat administrasi dan uji/evaluasi kompetensi melalui paparan spesialisasi mata diklat.
Persyaratan administrasi calon widyaiswara
[sunting | sunting sumber ]1. Surat usulan mengikuti Diklat dan Seleksi Calon Widyaiswara dari Pejabat Pembina Kepegawaian instansi yang ditujukan kepada Kepala LAN.
2. Lulus dan menerima Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPP) Diklat Calon Widyaiswara. 3. Mengisi Lembar Biodata dari LAN.
4. Berijazah serendah-rendahnya S-1 atau D-IV.
5. Usia maksimal 50 tahun pada saat menerima surat rekomendasi dari Kepala LAN. 6. SK Pengangkatan/Pemberhentian jabatan terakhir.
7. Melengkapi: Daftar Riwayat Hidup, DP-3 terbaru, dan Ijazah/Sertifikat. 8. Rencana kerja mengajar individu minimum 500 JP setahun.
9. Program Diklat di Unit Diklat instansi pengusul satu tahun berjalan. 10. Surat Keterangan Pengalaman Mengajar Diklat PNS (apabila ada). 11. Karya Tulis Ilmiah yang pernah dibuat/diterbitkan (apabila ada).
12. Mempersiapkan minimum 2 (dua) spesialisasi Diklat.
13. Melengkapi GBPP/Rancang Bangun Pembelajaran Mata Diklat, SAP/Rencana Pembelajaran, Bahan Ajar/Modul, dan Copy OHT/Slide sebanyak 2 (dua) rangkap dari spesialisasi yang dipaparkan dan 1 (satu)
rangkap dari yang tidak dipaparkan.
Evaluasi kompetensi calon widyaiswara
[sunting | sunting sumber ]1. Penguasaan materi;
2. Relevansi materi dengan tujuan pembelajaran; 3. Sistematika Penyajian;
4. Penggunaan metode dan alat bantu; 5. Keterampilan menjawab pertanyaan;
6. Daya simpatik, gaya dan sikap dalam penyajian; 7. Penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar; 8. Kualitas bahan Diklat (GBPP, SAP, Modul, OHT); 9. Ketepatan waktu dalam penyajian;
10. Keterampilan bahasa Inggris.
Jenjang jabatan
[sunting | sunting sumber ]1. Widyaiswara Utama (Pembina Utama Madya Gol. IV/d - Pembina Utama Gol. IV/e) 2. Widyaiswara Madya (Pembina Gol. IV/a - Pembina Utama Muda Gol. IV/c)
3. Widyaiswara Muda (Penata Gol. III/c - Penata Tk. I Gol. III/d)
4. Widyaiswara Pertama (Penata Muda Gol. III/a - Penata Muda Tk. I Gol. III/b)
Pemberhentian dari jabatan widyaiswara
[sunting | sunting sumber ]Pemberhentian sementara
[sunting | sunting sumber ]Widyaiswara dibebaskan sementara dari jabatannya apabila:
Dalam jenjang Widyaiswara Pertama sampai dengan Widyaiswara Utama Gol. IV/d tidak dapat mengumpulkan
Angka Kredit minimal untuk kenaikan pangkat/jabatan dalam jangka waktu 5 (lima) tahun sejak pengangkatan/kenaikan jabatan terakhir.
Tidak dapat mengumpulkan Angka Kredit minimal 25 dalam satu tahun bagi Widyaiswara Utama Gol. IV/e. Dijatuhi hukuman disiplin tingkat sedang dan berat, diberhentikan sementara sebagai PNS, ditugaskan penuh di
luar Jabatan Widyaiswara, menjalani cuti di luar tanggungan negara, dan tugas belajar lebih dari 6 (enam) bulan.
Pemberhentian dari jabatan widyaiswara
[sunting | sunting sumber ]Widyaiswara diberhentikan dari jabatannya, apabila:
Dalam jangka waktu 1 (satu) tahun sejak dibebaskan sementara tidak dapat mengumpulkan Angka Kredit minimal
yang ditentukan untuk kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi.
Dijatuhi hukuman disiplin tingkat berat dan telah mempunyai kekuatan hukum tetap, kecuali huk uman disiplin berat
Pengangkatan kembali
[sunting | sunting sumber ]Widyaiswara yang telah selesai menjalani pembebasan sementara dapat diangkat kembali dalam Jabatan Widyaiswara.
Makalah Manajemen Tenaga Pendidikan
MAKAL AH MANAJEMEN PENDIDI KAN M ANAJEMEN TENAGA KEPENDIDI KAN PENDAHULUAN
L atar Belakang
Dalam rangka perkembangan organisasi dari waktu ke waktu di berbagai negara memunculkan kesepakatan bahwa sumber daya manusia merupakan aspek yang sangat penting, karena kontribusi sumber daya manusia dinilai sangat signifikan dalam pencapaian tujuan organisasi. Dalam rangka pencapaian tujuan organisasi melalui pengelolaan sumber daya manusia yang dimiliki secara tepat dan
relevan maka aktivitas yang berkenaan dengan manajemen sumber daya manusia menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari dinamika suatu organisasi.
Mengacu pada era globalisasi yang menuntut keunggulan bersaing dari setiap organisasi, persaingan global telah meningkatkan standar kinerja dalam berbagai dimensi, meliputi kualitas, biaya dan operasionalisasi yang lancar. Penting pula pengembangan lanjut dari organisasi dan para pegawainya. Dengan menerima tantangan yang ditimbulkan dari standar yang makin meningkat ini, organisasi yang efektif bersedia melakukan hal-hal penting untuk dapat bertahan dan meningkatkan kemampuan strategis. Hanya dengan mengantisipasi tantangan ini, organisasi dapat meningkatkan kemampuannya dan para pegawai dapat mempertajam keahlian mereka.
Dalam sistem pendidikan nasional, organisasi yang bergerak dalam sistem tersebut merupakan sub sistem yang memiliki sumber daya manusia yang perlu dikelola secara tepat. Secara nyata mereka adalah para tenaga kependidikan yang memiliki peran sangat penting dalam mewujudkan tujuan organisasi pendidikan yang pada gilirannya memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pencapaian tujuan pendidikan nasional.
PEMBAHASAN
Manajemen tenaga kependidikan merupakan kegiatan yang mencakup penetapan norma, standar, prosedur, pengangkatan, pembinaan, penatalaksanaan, kesejahteraan dan pemberhentian tenaga
kependidikan sekolah agar dapat melaksanakan tugas dan fungsinya dalam mencapai tujuan sekolah. Manajemen tenaga kependidikan atau manajemen personalia pendidikan bertujuan untuk mendayagunakan tenaga kependidikan secara efektif dan efisien untuk mencapai hasil yang optimal, namun tetap dalam kondisi yang menyenangkan. Untuk mewujudkan keseragaman perlakuan dan kepastian hukum bagi tenaga kependidikan sekolah dasar dalam melaksanakan tugas dan fungsi, wewenang dan tanggung jawabnya sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
Konsep Manajemen Tenaga Kependidikan, tenaga kependidikan bertugas menyelenggarakan kegiatan mengajar, melatih, meneliti, mengembangkan, mengelola, dan/atau memberikan pelayanan teknis dalam bidang pendidikan. Adapun komponen dari manajemen ini adalah sebagai berikut:
6. Penyusunan formasi 7. Pengadaan pegawai 8. Kenaikan pangkat
9. Pembinaan dan pengembangan karier pegawai 10. Ketatalaksanaan tenaga kependidikan
a. Pembuatan Buku Induk Pegawai b. Daftar Urut Kepegawaian ( DUK )