Prosldlng Pertamuan dan PrasentaslllmJah FlIIIDslonal TeknJs Non PenoDtLmDasomlJer 2006 ISSN :1410·5381
TEKNIK SAMPLING DAN PENENTUAN UMUR l~C AIR TANAH
Neneng Laksminingpuri R.
PATIR-BATAN
ABSTRAK
TEKNIK SAMPLING DAN PENENTUAN UMUR 14C AIR TANAH. Telah dilakukan
penentuan umur 14C dan teknik pengambilan air tanah untuk keperluan analisis. Sebelum
proses pengendapan BaCO), terlebih dahulu dilakukan pen<gukuran ion bikarbonat di
lapangan, untuk mengetahui jumlah volume air yang harus diproses untuk pengendapan
BaCO) dengan cara titrasi. Sampel air tanah kemudian diendapkan sebagai BaCO) dan
kemudian dibawa ke laboratorium untuk diproses lebih lanjut. Endapan BaCO) kemudian
dipreparasi di laboratorium dengan menggunakan metode absorpsi carbosorb dimana gas
CO2 yang diperoleh dari sam pel langsung dialirkan kedalam larutan absorber C02 dan
selanjutnya aktivitasnya ditentukan dengan menggunakan pencacah sintilasi cair Hasil
pengukuran ion bikarbonat berkisar antara 65 hingga 365 ppm dan jumlah voiume air
tanah diambil sebanyak 2 hingga 5 kali ulangan. Sedangkan penentuan umur 14C
menunjukkan bahwa semakin sedikit jumlah karbon dalam sam pel menunjukkan semakin
tua umur air tanah tersebut.
ABSTRACT
SAMPLING TECHNIQUES AND DETERMINATION OF 14C DATING OF
GROUNDWATER. The determination of 14Cdating and groundwater sampling technique
have been done. Before BaCO) precipitation process, measurement of bicarbonate ion was
done first to know the water volume that have to be processed to precipitate BaCO) by
titration.The groundwater sample was then precipitated as BaCO) and be processed in the laboratory. By using carbosorb absorption method, CO2 gas which is obtained from sample was flowed directly into CO2 absorber solution and then its activity was determined by
using Liquid Scintillation Counter. The result of the measurement of bicarbonate ion
approximately 65 to 365 ppm and the groundwater volume was taken 2 to 5 times of
repetition. Meanwhile, the determination of 14C dating showed that the smaller carbon
amount of the sample, the older the groundwater age.
PENDAHULUAN
Air merupakan suatu kebutuhan mutlak lIntuk kehidupan mahluk di muka bumi,
sehingga pengelolaan dan pemanfaatannya perlu diperlakukan dengan sebaik-baiknya demi
kelangsungan kehidupan dan pemenuhan sarana kebutuhan yang diperlukan oleh manusia.
Dengan meningkatnya keblltuhan akan air, ilmuwan memberikan perhatian yang besar
terhadap kelangsungan perllbahan air di atmosfer, laut dan daratan. Sirklilasi air di bumi
Prosidinu Pertemuan dan Presentaslilmlah funuslonaJ Teknls Non PenolitL 19 Desember 2006 ISSN :14W • 5381
yang tidak berhcnti disebut siklus hidrologi. Siklus hidrologi adalah gerakan air laut ke udara yang kcmudian jatuh ke permukaan tanah sebagai hujan atau berbentuk presipitasi lain, dan akhirnya mengalir ke laut kembali [2].
Oalam bidang hidrologi berbagai penelitian mengenai dinamika air tanah dilakukan dengan menggunakan isotop, baik isotop alam maupun isotop buatan. Isotop alam yang digunakan untuk menentukan umur air tanah adalah 14C (radiokarbon). Radiokarbon dihasilkan di dalam atmosfer oleh variasi reaksi nuklir hasil interaksi neutron sinar kosmik dengan isotop nitrogen stabiI. Salah satu hal yang penting dalam reaksi ini adalah rekasi antara neutron lambat sinar kosmik dan inti stabil14N menurut reaksi sebagai berikut
[I] :
Ino + 14N7 ~ 14C6 + +IHI
Atom-atom radiokarbon teroksidasi dan membentuk molekul-molekuI 14C dioksida. Molekul-molekul 14C dioksida ini bercampur dengan CO2 atmosfer yang tidak aktif dan sclanjutnya memasuki biosfer dan hidrosfer. Karbondioksida di atmosfer dibawa oleh air hujan l11asuk dalal11 siklus hidrologi atau turun ke permukaan _tanah dan merembes mel11asuki aliran air tanah (akuifer). Peristiwa terdapatnya karbon-14 di dalam zat-zat organik berbeda dengan proses terjadinya dan terdapatnya karbon-l 4 di dalam air tanah. Biasanya karbon-14 terdapat pad a semua zat organik hidup seperti terdapat pada semua cangkang karbonat laut, biasanya berbentuk kalsium karbonat (CaC03). Karbon dioksida
(C02) masuk ke dalam siklus air melalui dua proses utama, yaitu proses kimia murni dan
proses produksi biokimia karbon dioksida dan bikarbonat . Proses tersebut terjadi pada tumbuhan, biota Iaut dan lapisan tanah yang berinteraksi dengan sedimen kalsiul11 karbonat. Melalui proses erosi dan sedimentasi, sedimen kalsium karbonat bersama karbon dioksida yang terkandung dalam tallah beserta air, membentuk bikarbonat air tanah [1].
Pada penentuan aktifitas karbon-14 di laboratorium terlebih dahulu dilakukan sampling air tanah di lapangan. Sam pel air tanah diendapkan sebagai ion karbonat dengan menambahkan larutan BaCI2 yang akhirnya l11embentuk endapan barium karbonat (BaCO]). Mula-mula sampel terIebih dahulu diukur kandungan ion karbonatnya dengan menggunakan metode titrasi, hal ini penting dilakukanjika konsentrasi ion karbonat rendah perlu dilakukan penyamplingan sal11pel berulang-ulang hingga didapatkan endapan karbonat yang mencukupi untuk keperIuan analisis.
Prosldlng Pertemuan dan Presentasl ilrnlah FWlgslona/ Teknls Non PeneUtL 18 Desember 2006 ISSN :1410 . 5381
absorber. Selanjutnya sampel terse but diukur aktivitasnya dengan menggunakan alat pcncac;lh s;nl iI<lsiellir <llln hasi Inya dinyatakan dalam pcrscn modcrn carbon (pmc).
TEOR!
Sil~lus Radiol{arbon Dalam Hidrologi
Radiokarbon (14C) adalah isotop radioaktif dari karbon dan merupakan isotop pemancar Bdengan energi maksimum 1560 KeY dan mempunyai waktu paruh 5730 tahun. Tc~jadinya radiokarbon di alam adalah mCl'upakan I'caksi antara sinar kosmik dengan neutron. Sinar kosmik tcrsebut menycbabkan inti gas melepaskan neutron yang selanjutnya diserap oleh nitrogen (14N7) dan menyebabkan nukleusnya memancarkan proton. Akibatnya nomor atom akan turun menjadi 6 dan terbentuk unsur baru yaitu 14C [3]. Hal tersebut di atas dijclaskan pada Gambar I di bawah ini.
sinar kosmik
atom nitrogen-14
atom karbon-14 +proton
molekul karbon dioksida 14C02
Gambar I. Produksi Radiokarbon di Alam
Karbon- I 4 yang dihasilkan radiasi kosmis teroksidasi membentuk 14C dioksida, kemudian bercampur dengan karbon dioksida atmosfer yang tidak aktif. Oari atmosfer, karbon dioksida bersama air hujan tersebut masuk ke dalam siklus hidrologi at au turun ke permukaan tanah dan merembes memasuki aliran air tanah (akuifer). Air tanah pada akuifcr bawah mcmpunyai tckanan hidrostatik yang Icbih bcsar daripada akuifer atas. Oem ikian juga halnya j ika dua akuifer terpisahkan oleh aquiclude (lapisan yang membatasi
Presiding Pertemuan dan Presentasilimiah funos!enai Teknls Nen peneUtl19 Oesember 2006 ISSN :1410 . 5381
dua akuifcr). Akuifer tcrkebng dan akllifer tidak terkekang dibatasi oleh aquiclude. Perbedaan tekanan hidrostatik antara lapisan akllifer terkekang dan tidak terkekang akan positifjika akllifer terkckang mempllnyai tekanan hidrostatik yang lcbih tinggi, schingga aliran akan naik ke atas pad a lubang sumur.
Karbon dioksida masllk kedalam sikilis air tanah melailli proses erosi dan sedimentasi, sedimen kalsillm karbonat bersama dengan karbon dioksida yang terkandung dalam air tanah membentllk bikarbonat. Radiokarbon y,mg terdapat dalam bikarbonat air tanah ditentukan umurnya dengan teknik isotop hidrologi. Reaksi pembentukan bikarbonat dalam air tanah adalah sebagai berikut :
Oiketahui bahwa 14C dapat dibentuk di atmosfer dengan kecepatan produksinya
kira-kira 2,5 atom 14C;cm2 sctiap detik. Konstanta peluruhan adalah 1,2 x 10-4 per tahun atall 2,30 x 10-10 per men it. Untllk menentllkan umur 14C, harus diketahui dengan pasti konsentrasi 14C pad a sa at dimlllainya pembentukan 14C, dan dinyatakan dengan persen kadar modern 14c.
Secara singkat terjadinya 14C di dalam air tanah dapat diterangkan pada diagram di bawah ini [1].
Prosldlng Pertemuan dan Presentas! IImlah FungslonaI Tekms Non peneUtl19 Desember 2006 14C dari reaksi sinar kosmis Tumbuhan ISSN :1410·5381 Sedimen kalsium karbon at Intiltrasi pad a daerah r~sapan
14C dalam air tanah
Gambar 2. Sikills Karbon dalam Air Tanah
Konsentrasi 14C dipengaruhi oleh proses hidrokimia, pertllkaran isotop dan efek difllSi, sehingga nilai lImllr tersebllt menllnjllkkan lImllr terhitllng sejakjatuhnya.
Konsentrasi karbon dioksida pada daerah lapisan atas tanah lebih besar daripada
claerah lapisan bawah tanah, karena 14C pada daerah lapisan atas tanah masih muda dan
juga beillm mengalami pe~jalanan jallh secara clifusi, sehingga pengurangan konsentrasi akibat interaksi 14C dengan mineral-mineral lain masih relatif kecil bila dibandingkan dengan 14Cyang slldah mengalami perjalanan jauh seperti air artesis.
BAHAN DAN METODE
Bahan dan alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
Seperangkat alat tangki pengendapan barium karbonat (Lampiran 1), botol
kontainer 2L, selang plastik, botol sam pel 1 L, FeS04.7H20, larutan NaOH bebas CO2,
Larutan BaCb jenuh, larutan praestol, larutan HCl, indikator merah metil, seperangkat alat gelas, pipet gondok, alat pencacah sintilasi cair Packard 1900TR, etanol amin, larutan sintilator, etanol, akuades daD nitrogen cair.
Prasldlnu PW'tomuan daD ProsoDtaslllmIah FWll/slonaJ TeknIs Non P8II8IItL 19 DosombW' 2006
Metode
ISSN :1410 .6381
Bahan kimia dan peralatan disiapkan untuk dibawa ke lapangan sampling. Pada saat sampling air tanah terlebih dahulu dilakukan pengukuran konsentrasi ion bikarbonat dengan metode titrasi HCl, sebanyak 10mL sam pel diberi beberapa tetes indikator merah metil dan dititar dengan menggunakan larutan HCl O,OIN. Konsentrasi karbonat dihitung menggunakan formula sebagai berikut :
Oimana :
Vs =volume sam pel
Ns =konsentrasi karbonat sam pel Vt =volume HCl Nt =konsentrasi HCl
Bobot setara (bst) HC03' =61 glL ppm karbonat sampel = Ns x bst HC03'
Penentuan konsentrasi ion karbon at penting dilakukan untuk memperkirakan bcrapa kali ulangan sam pel harus dilakukan untuk mendapatkan endapan BaC03 yang cukup untuk analisis 14C di laboratorium. Setelah pengukuran ion karbon at dilakukan, masukkan 60 Lair kedalam tangki pengendap tambahkan FeS04.7H20, larutan NaOH bebas CO2 dan BaCb jenuh, aduk secara perlahan selama 5 men it lalu tambahkan larutan praestol aduk perlahan selama 30 menit. Pad a bagian penampung akan terlihat endapan BaC03 yang berwarna hijau kekuningan. Oiamkan beberapa saat dan masukkan endapan BaC03 ke dalam botol sampel I L. Pada proses pengendapan ini sangat penting untuk mencegah CO2 udara masuk yaitu dengan menutup serapat mungkin tutup tangki penampung.
Endapan sam pel BaC03 dipreparasi di laboratorium dengan menggunakan metode absorpsi carbosorb dimana gas C02 yang diperoleh dari sampel langsung dialirkan ke dalam larutan absorber CO2 dan selanjutnya aktivitasnya ditentukan dengan menggunakan pencacah sintilasi cairo Perhitungan aktivitas radiokarbon tertera pad a Lampiran 2.
ProsldLJJOPertamuan dan Presentaslllmlah FunuslonaJ Teknls Non PGfleUtL 19 De~ember 2006
HASIL DAN PEMBAHASAN
ISSN :1410 - 5381
Data hasil pengukuran ion bikarbonat dan jumlah sampling tertera pada Tabel-I
(Lampiran 3). Dari hasil analisis terhadap ion karbonat didapatkan data konsentrasi
karbon at pada contoh air tanah bervariasi antara 65 hingga 365 ppm dan pengulangan
sampling air tanah dilakukan antara 2 hingga 5 kali, hal ini berkaitan dengan jumlah
endapan BaC03 yang dibutuhkan. Sedangkan menurut prosedur yang dilakukan di
laboratorium Isotope Hydrology IAEA volume air yang dibutuhkan untuk penentuan umur
radiokarbon tergantung pad a konsentrasi ion karbon at dan bikarbonat dalam sampel [4].
Dua gram karbon yang dibutuhkan untuk analisis, jumlah ini sebandingdengan 10 gram
konsentrasi ion bikarbonat dan karbonat. Sehingga jika sampel air mengandung 200 ppm
ion bikarbonat volume sam pel air tanah yang diblltuhkan cukllP 60 liter, sebaliknya jika
jllmlah kandungan total karbon kurang dari 200 ppm, maka dibutuhkan volume air yang
lebih ban yak lagi [4]. Dalam hal ini untuk keperluan analisis 14C di laboratorillm hidrologi
Kebllmian dan lingkungan diperlukan sekitar 4 gram total
,
karbon. Pada prosespengendapan BaC03 dalam tangki pengendap, dilakukan penambahan lar~ltan NaOH hal
ini dilakllkan untuk menaikkan pH menjadi sekitar 12 schingga diharapkan sam pel berada
dalam bentuk ion karbon at semua [1]. Sedangkan penambahan praestol berguna untuk
mempercepat terbentuknya gumpalan endapan karbonat (koagulan).
Pencacah sintilasi cair digunakan untuk mendeteksi pancaran partikel B dari
radioisotop 14C yang berasal dari sampel air tanah. Akumlliasi cacahan yang terdeteksi
dinyatakan dalam count per minute (cpm) dan digunakan untuk menentukan aktivitas dari
suatu sam pel. Dalam perhitungan hams ditentukan pula nilai Ol3C sebagai koreksi yang
diukur relatif terhadap standar. Data hasil perhitungan lImur 14C tertera pada Tabcl-2 (Lampiran 4).
Dari data hasil perhitllngan umur 14C air tanah yang tertera pad a Tabel-2
(Lampiran 3) tersebllt memberikan gambaran mengenai lImur sam pel air tanah, sehingga
dapat dipastikan bahwa adanya aktivitas 14C sisa dalam sampel jelas terlihat. Semakin
scdikit jumlahnya dalam sam pel semakin tua umur sampel tersebllt. Berdasarkan data
pcrhitungan umur air tanah pada Tabel-2, diperoleh informasi bahwa umur air tanah
bervariasi scsuai arah alirannya. Pada daerah masllkan/imbuh biasanya memiliki umur
yang lebih muda dibandingkan dengan daerah di sekitarnya (daerah eksploitasi), hal ini
Prosldtng Pertomuan dan Presentasilimiah FWlDslonal Teknls Non PeneUtL 18 Oesember 2006 ISSN :1410·5381
keluaran (discharge). Informasi mengenai poJa distribusi umur air tanah sangat bermanfaat terutama lIntuk kebijakan pengelolaan sumber daya air tanah.
KESIMPULAN
Kesimpulan yang dapat diambil dari evaluasi dan interpretasi data pada penelitian ini adalah sebagai berikllt :
I. Pengllkuran pendahuluan konsentrasi ion bikarbonat penting dilakukan untllk
memperkirakan jumlah volume air yang akan diproses untuk pengendapan BaC03•
2. Umur air tanah diperlihatkan oleh kandungan aktivitas 14C sisa yang dinyatakan
dalam pmc (persen modern carbon). Semakin kecil kandungan karbon di dalam air tanah, semakin tua umllr dari radiokarbon.
UCAP AN TERIMA KASIH
Penulis menyampaikan terima kasih kepada Bapak Drs. Satrio, bapak Agus
Martinus, bapak Ir. Wandowo, bapak Prof. Dr. Syafalni, Dip.H. MSc. dan bapak Alip atas
bantuannya hingga terselesaikannya penelitian ini. Semoga Allah SWT membalas budi
baik anda semlla.
DAFT AR PUST AKA
I. Clark, D. Ian., and Fritz, Peter., Environmental Isotopes in Hydrogeology, Lewis Publishers, 112, New York, (1997).
2. Guidebook on Nuclear Techniques in Hydrology, IAEA Tcchnical Report Series
No. 91 (1983).
3. http://www.rlaha.ox.ac.uc.lo/source.php. 24 Maret 2006, pkI.13.00.
Prosldlna Portamuan dan Presentasillmiah Funaslonal TeknlsNOliPeneUtL lR Oeseml!or 2006
LAMPIRAN 1. Gambar Alat Sampling Karbon-14
Proslrnna Pertemuan dan Presentasilimlah Funaslonal Toknls Non PBneUtl18 Dosember 2006
LAMP IRAN 2. Perhitungan :
Q Larutan Mixture = Wv
Q Larutan Mixture +CO2 = Wvc
o Serat CO2 terabsorpsi dalam 30 mL larutan mixture (W30 ) adalah
ISSN :1410 • 5381
W30 = Wvc-Wv ',"
Q Serat CO2 terabsorpsi dalam 21 mL larlltan mixture (W21) adalah
w _
W30 x2121
-30
Q Serat karbon yang terserap dalam 21 mL larutan mixture (W )adalah
MrC
W =W21 xMrC02
I-Iasil Pengllkuran setelah data direduksi :
Q ~ata-rata cacahan sampel (cpm) =As Q Penyimpangan data cacahan sam pel =oAs
Q Rata-rata cacahan background =BG Q Penyimpangan cacahan background =oBG
N k" I ( ) A As - BG
Q et a 'tlvltas sam pc cpm, =
---W
Q Kesalahan (error) sigma aktivitas sampel,
O'A = (O'A.s/ +(O'BG) 2
W
Q Aktivitas standar ternormalisasi,
Prasldlng Perternuan dan PresentaslllrnJah Fungslanal Teknls Nan peneUtl19
-
Desernber 2006o Fraksi Modern Sam pel(t),
f+d'
_VJ -_
As--+
AsAON
_--x
AONo Penyimpangan standar,
o Aktivitas sam pel ternormalisasi,
As = cacahan sam pel (cpm)
o Penyimpangan setelah normalisasi,
o
Persen Modern Carbon (pmC),o Umllf (tahlln),
/ = 8033 In(AON )ASN
t = -8033In(1 +DI4C)1000
dengan kesalahan umur
+01 = -80331n(1 + D"C -OD"C)_1000 t
Prosldlng Pertamuan dan Presentasillmiah FlUl(JslollaJTeknls Non PeneUtL 18 Oesember 2006
LAMPIRAN 3.
Tabel-I. Data Hasil Pengukuran Ion Bikarbonat dan lumlah Sampling
ISSN :1410 - 5381
No.
LokasiKarbonatlumlah pengambilan (ppm) sampling sampel
I
PT. Kian2 250 Hin 2 PT. 2 365 Arthamas 3 PT. Sinar3 180 Sosro 4 PT. 3 175 Wonderful 5 PT. Trcbor.) 200 6 PT. Kaos3 160 Aseli 7 PT. Susu4 105 Bendera 8 PT. Peony3 215 Blanket 9 PT. Sari2 270 1---Sedap to PT. YKK3 180 Zipper 11 PT. 5 65 Yuparin 12 PT. Sinar3 210 Plataco No.LokasiKarbonatlumlah pengambilan (ppm) sampling sampel 13 PT. Yuasa2 300 14 Puri Beta2 250 15 BSD 4 70 16 PT. Gillete4 90 17 Wisma 3 200 Mulia 18 Gerbang Tol2 270 Pd. Gede 19 PT. Aqua2 280 G.M. 20 Ciketing3 165 Udik 21 PT. KAI2 300 Bekasi 22 Gerbang Tol2 280 Tambun 23 Gerbang Tol3 180 Cibitung 24 PT. Fajar3 175 Gemilang 25 PT. Kones3 175
_Presldina Parlemuan dan Prasenlasillmlah Funosienai Toknls Neil PanaOlt 19 Dasembar 2006 No. LokasiKarbonat JlImlah pengarnbilan (ppm) sampling sam pc
I
26 Gerbang3 Tal 180 Cikarang 27 Gerbang3 Tal 200 Karawang Barat 28 Kedllng3Gede 180 29 Ds. Kertasari2 280 30Os. SlImber2 Urip 300 31 PT. BlIana SF3 165 32 PT. KlIk Dong3 170 33 Os. CikiwlIl3 170 ISSN :1410·5381
Prosldlng Pertemuan dan Prosentasillmiah FungslonaJTeknls Non PeneUtL 19 Oesember 2006
LAMPI RAN 4.
Tabel-2. Hasil Perhitungan Umur 14C Sampel Air Tanah
No I Lokasi 813C PMC Corrected Age pengam bi Ian (tahlln) sam pel (0/00)
I
PT. Kian Hin6,0 ± 1.1121935± 1520-12,30 .. 2 PT. Arthamas5,3 ± 0,4023030 ± 2200-12,60 3 PT. Sinar Sosro12,0 ± 1,3016240 ± 895-13,50 4 PT. Wonderful71,1 ± 1,271600 ± 200-14,90 5 PT. Trebor69,3 ± 1,281800 ± 200-14,50 6 PT. Kaos Aseli55,6 ± 1,363600 ± 250-14,00 7PT. SliSU Bendera80,0 ± 1,6061O±200-14,00 8 PT. Peony Blanket57,7 ± 1,133300 ± 215-15,00 9 PT. Sari Sedap13,0 ± 1,4215590 ± 900-14,50 10 PT. YKK Zipper75,7 ± 1,771055 ± 195-15,00
II
PT. Yupharin95,0 ± 1,95Modern-15,00 12 PT. Sinar Plataco61,5 ± 1,552770 ± 210-16,00 13 PT. Yllasa21,6 ± 1,2911410 ± 500-14,00 14 Pliri Beta18,2 ± 1,4212860 ± 650-14,00 15 BSD 90,1 ± 1,74Modern-16,50 16 PT. Gillete89,2 ± 1,92Modern-15,00 17 Wisma Mulia39, I ± 0,596510 ± 130-14,00 ] 8 Gerbang Tol Pd.18,3 ± 0,5012850 ± 230-14,00 Gede ISSN :1410 - 5381Prl!sldlnO Portamuan dan Prosontasillmiah FWloslonai Toknls Non PonaJltL 19 Dosombor 2006
No.
Lokasi pengambilanCorrected AgePMC O13C
sam pel (0/00) (tahun) 19 PT. Aqua G.M.10,9 ± 0,4817020 ± 350-13,50 20 Ciketing Udik76,0 ± 0,351025 ± 95-15,00 21 PT. KAI Bekasi13,8 ± 0,49151}0 ± 300-13,50 22
Gerbang Tol Tambun -14,0021,4 ± 0,5211500 ± 200 23 Gerbang Tol38,7 ± 0,596600± 130-14,00 Cibitung 24 PT. Fajar Gemilang45,5 ± 0,635260 ± 120-14,00 25 PT. Kones45,5 ± 0,635260 ± 120-14,00 26 Gerbang Tol47, I ± 0,645000 ± 135-14,00 Cikarang 27 Gerbang Tol64,9 ± 0,762330 ± 100-16,00 Karawang Barat 28 Kedung Gede34,6 ± 0,577535 ± 140-14,00 29 Os. Kertasari19,912080 ± 200±0,51 -14,00 30
Os. Sumber Urip14,3 ± 0,4914850 ± 280-13,50 31 PT. Buana SF50,0 ± 0,67. 4500 ± 115-15,00 32 PT. Kuk Dong73,6 ± 0,831300 ± 100-15,00
""
Os. Cikiwul71,0 ± 0,811580 ± 100-15,00 .).) ISSN :1410 - 6381ProsldInC Pertornuan dan PresentaslllmJah Funoslonal Teknls Non peneDtl18 Desember 2006
Tanya - Jawab :
ISSN :1410 • 5381
: Nunick (P A TIR - BAT AN)
: Dcwi Sckar (P A TIR -. BA TAN) 1. Pcnanya
Pcrtanyaall
Mengapa ion bikarbonat penting dilakukan untllk memperkirakanjumlah volume air
yang akan diproses lIntllk pengendapan BaC03?
Jawaban : NCllcng L (PATIR-BATAN)
Ion bikarbonat diendapkan sebagai endapan BaC03, untuk an~lisis /preparasi C-14 di lab
dibutuhkan setidaknya 4 g C (karbon) yang setara dengan 400 ppm bikarbonat. Untuk
mendapatkan 4 g karbon paling tidak dibutuhkan 120 Lair, sedangkan kapasitas tangki
pengendapan adalah 60 L sehingga untuk 400 ppm bikarbonat dilakukan pengambilan
sam pel 2x. 2. Pcnanya
Pcrtanyaan
Apa gunanya mengetahui umllr air tanah? Dan mengapa makin sedikitjumlah C-14
makin tua umur air tanahnya ?
Jawaban : NCllcng L (PATIR-BATAN)
Umur air tanah ditentukan untuk mengetahui pola aliranldinamika air tanah serta untuk kebijakan pengelolaan sumber daya air tanah (konservasi).
Konsentrasi C-14 dipengaruhi oleh proses hidrokimia, pertukaran isotop dan efek difusi.
Konsentrasi CO2 pada lapisan atas tanah Iebih besar daripada daerah lapisan bawah
tanah, karena C-14 pada daerah lapisan atas tanah masih muda dan juga belum
mengalami perjalanan jauh secara difusi, sehingga pengurangan konsentrasi akibat
interaksi C-14 dengan mineral lain masih relatif kecil bila dibandingkan dengan C-14 yang slldah mengalami perjalanan jallh.