Kita tidak ingin bangsa kita terperosok terus menerus pada
gambaran-gambaran bodoh yang meracuni pikiran keluarga
kita, anak-anak kita dan saudara-saudara yang lain dengan
pengenalan-pengenalan yang salah tentang syaitan melalui
film-film picisan, murahan, yang mempersempit otak,
membuat anak-anak menjadi penakut dengan
gambaran-gambaran yang salah dan melenceng. Barangkali tidak
semuanya salah tetapi lebih banyak salahnya daripada benarnya
yang digambarkan dalam bermacam mitos.
Jadi realitas kita sebagai muslim bahwa dalam hidup ini kita
harus mengambil musuh dan harus punya musuh. Siapa yang
dimaksud? Dan yang Allah nyatakan “ ودع مكل ناطيشلا نا
,
Hizbusy Syaitan Mengandung Arti Golongan/Partai
Syaitan.
Sekilas kita bahas jenis-jenis dari Hizbusy syaitan
(Golongan Syaitan) meliputi
1.
Jin.
2.
Iblis
Jin, Allah Swt menyatakan dalam surat Al – Hijr : 26-27
Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia (Adam) dari
tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi
bentuk dan Kami telah menciptakan jin sebelum (Adam) dari api
yang sangat panas.
Jin diciptakan dari api yang sangat panas, sedangkan manusia dari
tanah. Jin diciptakan lebih dahulu dibandingkan dengan manusia.
Iblis merupakan golongan dari Jin. Allah Swt menyatakan dalam surat Al kahfi : 50. Dan (Ingatlah) ketika kami berfirman kepada para malaikat: "Sujudlah kamu kepada Adam[884], Maka sujudlah mereka kecuali iblis. dia adalah dari golongan jin, Maka ia mendurhakai perintah Tuhannya. patutkah kamu mengambil dia dan
turanan-turunannya sebagai pemimpin selain daripada-Ku, sedang mereka adalah musuhmu? amat buruklah Iblis itu sebagai pengganti (dari Allah) bagi orang-orang yang zalim. Iblis asalnya adalah bangsa jin dan akhirnya fasik, menentang perintah tuhannya.
Material dasar api, karakter iblis kafir, sombong. Iblis sering dikatakan sebagai bapaknya syetan. Kesombongan adalah hal yang jelas pada iblis.
Ketika Allah bertanya kepada iblis kenapa tidak mau sujud, jawabannya langsung saja, Qoola ana khoiru minhu kholaqtani minnaari wa kholaqtahu minthiin. Aku lebih baik dari dia, Engkau ciptakan aku dari api dan Adam dari tanah. Jelas aku lebih mulia, tidak mungkin.
Iblis akan masuk ke dalam manusia manapun untuk menyelewengkannya dari jalan Allah swt.
Dia (iblis) berkata: "Terangkanlah kepadaku inikah orangnya yang Engkau muliakan atas diriku? Sesungguhnya jika Engkau memberi tangguh kepadaku sampai hari kiamat, niscaya benar-benar akan aku sesatkan keturunannya, kecuali sebahagian kecil."
Syaitan. Allah swt menyatakan dalam surat Al an`am : 112
Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu syaitan-syaitan (dari jenis) manusia dan (dan jenis) jin, sebahagian mereka membisikkan kepada sebahagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu
(manusia)[499]. Jikalau Tuhanmu menghendaki, niscaya mereka tidak
mengerjakannya, maka tinggalkanlah mereka dan apa yang mereka ada-adakan.
(Dalam ayat ini) Allah menjadikan setan dari jenis manusia, seperti halnya setan dari jenis jin. Dan hanyalah setiap yang durhaka disebut setan, karena akhlak dan perbuatannya menyelisihi akhlak dan perbuatan makhluk yang sejenisnya, dan karena jauhnya dari kebaikan. (Tafsir Ibnu Jarir, 1/49)
Ibnu Jarir menyatakan, syaithan dalam bahasa Arab adalah setiap yang durhaka dari jin, manusia atau hewan, atau dari segala sesuatu
Al-Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Dzar radhiallahu „anhu, ia berkata: Aku datang kepada Nabi Shallallahu „alaihi wa sallam dan beliau berada di masjid. Akupun duduk. Dan beliau menyatakan: “Wahai Abu Dzar apakah kamu sudah
shalat?” Aku jawab: “Belum.” Beliau mengatakan: “Bangkit dan shalatlah.” Akupun bangkit dan shalat, lalu aku duduk. Beliau berkata: “Wahai Abu Dzar, berlindunglah kepada Allah dari kejahatan setan manusia dan jin.” Abu Dzar berkata: “Wahai
1.
Dikuasai setan (QS. 58:19 /7:30 )
•
Syaitan telah menguasai mereka lalu menjadikan mereka
lupa mengingat Allah; mereka itulah golongan syaitan.
Ketahuilah, bahwa sesungguhnya golongan syaitan itulah
golongan yang merugi. (Q.S Al Mujaadilah :19)
•
Seperti pada masa Fir`au (Q.S Al-A`araf :30)
2.
Membuat mereka lupa kepada Allah swt (QS. 58:19 , 59:19 )
Apa saja yang sering mereka lakukan : Tadhlil atau penyesatan
Ghumuudul haq atau Penyamaran kebenaran,
Membuat kebenaran tertutup jadi program-program, langkah-langkah. Radio, majalah, surat kabar, televisi yang membuat anak-anak tidak baca Qur‟am dan jam-jam sholat mereka lari dari sholat. Itu langkah program syetan yang berbentuk manusia, sehingga kebenaran menjadi tidak jelas, samar, tertutup.
Labsul haq bil bathil, Pembauran haq dan bathil.
Yang benar jadi salah, yang salah jadi benar, membaur di putarbalikan. terdapat bentuk-bentuk langkah syetan. Juga dalam idiom kata yang biasa dipakai.
Misalnya : Sunnah tentang sebenarnya kalau kita mencintai saudara kita ungkapkan, jangan disembunyikan. Kata Rosulullah, ungkapkan kasihmu pada saudara kamu. Contoh, Aku mencintaimu karena Allah wahai saudaraku. Kalau ada seorang pemuda dengan pemuda (temannya) baru turun dari masjid karena mereka rajin ibadah atau keluar dari ruang kuliah, lalu seorang berkata mas aku cinta padamu. Merinding temannya itu.
Tadhlil atau Penyesatan ini ada beberapa sub langkah atau wujud langkah
bagaimana ia menyesatkan dengan tehnik atau caranya itu. Yang bodoh
disesatkan, yang ‘alim ditakut-takuti, diintimidasi.
1. Menimbulkan Rasa Was-was : Was-was pertama yang dilakukan sebagai
prestasi besar syetan adalah membuat was-was nabi Adam dan istrinya
untuk memakan buah.
Kata syetan, tidaklah tuhan kamu melarang kamu untuk mendekati pohon
larangan ini. Allah melarang jangan dekat-dekat pohon ini, apalagi
menikmati buahnya, semua boleh dilakukan, boleh dimakan, kecuali pohon
larangan ini. Sebenarnya ada sesuatu dibalik ini, tuhanmu tidak mau
melarang kamu untuk mendekati atau memakan buah ini kecuali sebenarnya
dia tidak ingin kamu abadi di surga. Kalau kamu mau abadi dan menjadi
raja, menjadi malaikat yang suci, makanlah buah ini. Jadi bukan
pembangkangan begitu saja nabi Adam. Dia mempunyai keinginan tapi
keinginannya itu dipalsukan. Inilah waswas.
2. Nisyan, Membuat orang lupa kebaikan. (Q.S Yusuf : 42)
Nabi Yusuf punya teman 2 orang, yang satu bartender raja, tukang buat
koktail. Yang satu tukang roti untuk raja. Mereka mengatakan bermimpi
sesuatu. Nabi Yusuf diberi Allah kelebihan menafsirkan mimpi. Dan betul.
Yang satu katanya dipancung hukuman mati, yang satu dipekerjakan
kembali, yaitu bartender. Ketika dipekerjakan kembali bartender itu nabi
Yusuf berkata, wa qoola lilladzi dzonna annahu naajin minhuma kudzkurni
indarobbik, faanshohu syaitonu dzikro robbini falabisa fi sijni bil asini,
kalau kamu lepas, bebas dipekerjakan kembali, jangan lupa sebutkan
namaku. Yusuf ini teraniaya, terdzolimi, supaya raja mengeluarkan aku.
Tapi ternyata syaithon membuat lupa hal yang sederhana itu. Apalagi
terhadap temannya yang berjasa membantunya di dalam penjara,
memberikan pelajaran yang baik. Begitulah syetan membuat lupa, dan ini
pelajaran untuk nabi Yusuf, betapapun punya teman itu dia tetap manusia.
Dia mau pergi, buat kita ini artinya orang itu dekat dengan raja, koneksinya
bagus, dan itu haq-haq saja. Tapi tetaplah bahwa kita harus kembali kepada
kenyataan, hakikat kekuasaan itu di tangan Allah, bukan di tangan manusia.
Selanjutnya, maka tinggal teruslah nabi Yusuf di penjara sekian tahun lagi.
3. Tamanni atau Membuat angan-angan,.
Orang lama dan terus semakin asyik dalam maksiat. Berkuasa makin lama
makin asyik. Kalau sudah 3 atau 4 turunan sudah cukuplah berhenti. Tidak
ada orang yang mau berhenti di situ. Karena tamanni, berangan-angan terus.
Yang belum punya berangan-angan ingin punya.
4. Tazyiin, Mengelabui dimana Hal-hal buruk dihias menjadi bagus.
Iblis berkata: "Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa
aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan
ma'siat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya.
(Al-hijr:39)
5. Wa’ad atau Membuat/memberi Janji-janji.
Janji syetan tidak pernah ditepati. Janji syetan kepada nabi Adam tidak ada
isinya, tapi keturunannya (manusia) masih saja percaya.
6. Kaid atau Tipu Daya.
Sebetulnya tipu daya syetan ini Allah katakan, inna kaidasy syaithona kaanadhoifa, lemah. Berarti, Kalau kita masih kalah berarti kita lebih lemah lagi.
7. Buaian atau uluran/menunda-nunda.
Tobatnya nanti-nanti saja, infaqnya nanti saja. Makanya kita lihat segala yang sisa untuk Allah, yang prima untuk kita. Harta diprioritaskan untuk makan, listrik, dan sebagainya, sisanya baru untuk Allah. Umum saja itu. Itu tipu daya syetan, uluran syetan
8. ‘Adaawah, permusuhan
Syetan memusuhi kita dan membuat permusuhan diantara kita
Dan katakanlah kepada hamha-hamba-Ku: "Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik (benar). Sesungguhnya syaitan itu menimbulkan
perselisihan di antara mereka. Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia. (Al Isra : 53)
9. Menyuruh berbuat keji
Sesungguhnya syaitan itu hanya menyuruh kamu berbuat jahat dan keji, dan mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui (Al-baqarah:169)
Takhwif atau Penakutan / Menakut – Nakuti.
Dikisahkan dalam surat Ali Imran : 173-175.
Dari ini muncullah :
1.
‘Adamusy syajaa’ah / hilang keberanian.
2.
Kitmaanul haq / menyembunyikan kebenaran
3.Dhohiyatut takhwif / Korban penakutan
Rekayasa ini diarahkan kepada mereka yang berilmu. Kalau mereka
tidak bisa disesatkan, maka mereka harus dibuat takut.
Ancaman, nanti anakmu jadi yatim, istrimu diambil orang kalau kamu
berbuat yang sejalan dengan perintah Allah. Nanti kamu tidak diterima
di masyarakat, nanti kamu tidak diundang lagi.
Muncullah pribadi yang buruk, Seperti :
Tidak bertanggung jawab (QS. 5:24 )
Mereka berkata: "Hai Musa, kami sekali sekali tidak akan memasukinya
selama-lamanya, selagi mereka ada didalamnya, karena itu pergilah kamu bersama Tuhanmu, dan berperanglah kamu berdua, sesungguhnya kami hanya duduk menanti disini saja." Tidak dinamis dalam hidup (QS. 7:138 )
Dan Kami seberangkan Bani Israil ke seberang lautan itu[562], maka setelah mereka
sampai kepada suatu kaum yang tetap menyembah berhala mereka, Bani lsrail berkata: "Hai Musa. buatlah untuk kami sebuah tuhan (berhala) sebagaimana mereka
mempunyai beberapa tuhan (berhala)." Musa menjawab: "Sesungguh-nya kamu ini adalah kaum yang tidak mengetahui (sifat-sifat Tuhan)."