• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB III METODOLOGI PENELITIAN"

Copied!
24
0
0

Teks penuh

(1)

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

3.1 Tipe Penelitian

Tipe penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis eksplanatif. Penelitian eksplanatif yaitu peneliti menghubungkan atau mencari sebab akibat antara dua atau lebih konsep (variabel) yang akan diteliti. Peneliti membutuhkan definisi konsep, kerangka konseptual, dan kerangka teori. Periset perlu melakukan kegiatan berteori untuk menghasilkan dugaan awal (hipotesis) antara variabel satu dengan lainnya. Variabel adalah konsep yang bisa diukur, dan kegiatan berteori ini ada dalam kerangka teori. Sering disebut pula sebagai jenis riset korelasional dan komparatif. 1

Dalam penelitian ini peneliti menggunakan tipe penelitian eksplanatif, karena penelitian ini menghubungkan atau mencari sebab akibat antara dua atau lebih konsep (variabel), yaitu mengenai Pengaruh Tayangan One Stop Football Terhadap Pembentukan Citra Trans 7 Sebagai TV Sport Edukasi di lingkungan komunitas PSSI Pers.

1 Rachmat Kriyantono, Teknik Praktis Riset Komunikasi, Jakarta: Kencana, 2010, hlm.69

(2)

43

3.2 Paradigma Penelitian

Menurut Thomas Kuhn paradigma adalah landasan berpikir atau konsep dasar yang dianut atau dijadikan model atau pola oleh para ilmuwan, dalam upaya mengandalkan studi-studi keilmuan2. Positivistik, Post-positivistik,

Konstruktivistik dan Kritis merupakan empat paradigma yang digunakan dalam melakukan penelitian. Di antara keempat paradigma tersebut, dalam penelitian tentang Pengaruh Tayangan One Stop Football Terhadap Pembentukan Citra Trans 7 Sebagai TV Sport Edukasi di lingkungan komunitas PSSI Pers peneliti menggunakan paradigma positivistik.

Paradigma ini memandang realitas sosial sebagai sesuatu yang utuh, kompleks, dinamis, penuh makna, dan interaktif. Hasil penelitian yang diperoleh bersifat nyata, dapat diukur dengan adanya data-data berupa angka, tidak adanya spekulasi, tidak dimanipulasi peneliti dan kehadiran peneliti tidak mempengaruhi obyek yang diteliti.

3.3. Metode Penelitian

Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode penelitian survey yang merupakan bagian dari metode kuantitatif. Metode penelitian dengan survey adalah metode yang dilakukan di lapangan dengan memberikan

2 Diakses pada http://dilihatya.com/768/pengertian-paradigma-menurut-para-ahli pada tanggal 18/2/2016 jam 13.25 wib

(3)

44

kuisioner, angket, atau wawancara terhadap koresponden. Menurut Zikmund, metode penelitian survey adalah satu bentuk teknik penelitian di mana informasi dikumpulkan dari sejumlah sample berupa orang, melalui pertanyaan-pertanyaan. 3

Pada penelitian ini peneliti menggunakan teknik survey dengan menyebarkan kuesioner guna mendapatkan keterangan atau informasi-informasi yang dibutuhkan mengenai Pengaruh Tayangan One Stop Football Terhadap Pembentukan Citra Trans 7 Sebagai TV Sport Edukasi di lingkungan komunitas PSSI Pers.

3.4. Populasi dan Sampel 3.4.1 Populasi

Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri dari obyek atau subyek yang menjadi kuantitas dan karasteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti. Populasi menggambarkan berbagai karakteristik subjek penelitian untuk kemudian menentukan pengambilan sample.4

Berdasarkan pemahaman tersebut, maka penentuan populasi dalam penelitian ini adalah suatu komunitas sepak bola media di Jakarta yang bernama PSSI PERS. Dalam penelitian pengaruh tayangan One

3 Rosady Ruslan, Metode Penelitian Public Relations dan Komunikasi, Jakarta, Raja Grafindo, 2006, Hal 59

4 Jonathan Sarwono, Metode Riset Skripsi Pendekatan Kuantitatif (Menggunakan Prosedur SPSS), Jakarta: PT Elex Media Komputindo, 2012, Hal 18

(4)

45

Stop Football terhadap pembentukan citra Trans7 sebagai TV Sport Edukasi di lingkungan komunitas PSSI Pers populasinya adalah anggota aktif dari PSSI Pers yang terdiri dari berbagai macam wartawan dari berbagai media yang berjumlah 60 orang.5

3.4.2 Sampel

Sampel dapat didefinisikan sebagai suatu bagian yang ditarik dari populasi. Akibatnya, sampel selalu merupakan bagian yang lebih kecil dari populasi. Sampel yang representatif pada dasarnya menyangkut masalah sampai dimana ciri-ciri yang terdapat dalam sampel yang terdapat tersebut dapat mewakili keadaan sebenarnya dalam keseluruhan populasi. 6

Seperti yang telah dijelaskan oleh Arikunto “apabila subjeknya kurang dari 100 responden. Lebih baik diambil semua sehingga penelitianya merupakan penelitian populasi”.7 Dalam penelitian

mengenai Pengaruh Tayangan One Stop Football Terhadap Pembentukan Citra Trans 7 Sebagai TV Sport Edukasi di lingkungan komunitas PSSI Pers peneliti telah menentukan terdapat 60 orang

5 Data keanggotan PSSI PERS th.2016

6 Istijanto, Aplikasi Praktis Riset Pemasaran, Jakarta : Gramedia Pustaka Utama, 2005, hlm. 109 7 Suhasimi Arikunto, Suatu Pendekatan Praktik, cetakan ke 13, Jakarta : Rineka Cipta, 2006, hlm.134

(5)

46

anggota aktif dari komunitas sepak bola PSSI PERS yang masih aktif tergabung dalam komunitas yang akan menjadi sampel untuk diteliti.

3.4.3 Teknik Penarikan Sampel

Teknik penarikan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik sensus. Teknik sensus adalah ”sebuah riset survei, dimana peneliti mengambil seluruh anggota populasi sebagai respondennya. Sensus dapat dilakukan jika anggota populasi tidak terlalu besar.”8

Teknik sensus juga mempunyai kelebihan yaitu dapat menghilangkan kesalahan dalam penarikan sampel serta menyediakan data tentang semua individu dalam suatu populasi tertentu. Keuntungan dalam menggunakan teknik ini ialah peneliti dapat memperoleh tingkat ketepatan yang tinggi karena sampel yang diperoleh sama dengan populasi, artinya sampel tersebut memang mewakili kondisi nyata.9

Dalam penelitian mengenai Pengaruh Tayangan One Stop Football Terhadap Pembentukan Citra Trans 7 Sebagai TV Sport Edukasi di lingkungan komunitas PSSI Pers peneliti menggunakan teknik sensus karena peneliti mengambil seluruh anggota populasi

8 Rosady Ruslan, Op.Cit, Hal 139

9 Jonathan Sarwono, Metode Riset Skripsi Pendekatan Kuantitatif Menggunakan Prosedur SPSS, Jakarta : Elex Media Komputindo, 2012, hlm. 23

(6)

47

sebagai responden yaitu anggota aktif dari komunitas sepak bola PSSI PERS yang masih aktif tergabung dalam komunitas.

3.5. Definisi Konsep dan Operasionalisasi Konsep 3.5.1 Definisi Konsep

3.5.1.1 Tayangan One Stop Football

One Stop Football adalah acara yang menyajikan berita-berita sepakbola mancanegara yang up to date setiap minggunya. Acara ini tayang di Trans 7 satu minggu dua kali setiap hari Sabtu dan Minggu. Hasil-hasil pertandingan baik dari liga Inggris, Spanyol, liga Champion dan liga Europa terkini dan actual akan hadir di segmen pertama. Di segmen kedua ada profil pemain dan pelatih yang sedang menjadi headline. Dan pada segmen ketiga football lovers panggilan sapaan yang diberikan kepada penonton One Stop Football menyajikan feature tentang sepak bola dunia. 3.5.1.2 Citra Perusahaan Trans 7 sebagai TV Sport Edukasi

Citra perusahaan adalah citra dari suatu organisasi secara keseluruhan, jadi bukan hanya citra pada produk dan pelayanannya, hal-hal positif yang meningkatkan citra perusahaan lebih dikenal dan diterima publiknya adalah sejarah

(7)

48

atau riwayat hidup perusahaan yang gemilang, kualitas pelayanannya, keberhasilan dalam bidang marketing dan hingga berkaitan dengan tanggung jawab sosial

3.5.2 Operasionalisasi Konsep

Tabel 3.1.

Operasionalisasi Konsep

Variabel Dimensi Indikator Interval Skala

Likert Variabel X Pengaruh Tayangan One Stop Football

1. Pemirsa  Setiap orang yang menonton

tayangan One Stop Football. Skala Likert Skala 5 = Sangat Setuju Skala 4 = Setuju Skala 3 = Netral Skala 2 = Tidak Setuju Skala 1 = Sangat

2. Waktu  Menyesuaikan waktu

penayangan dengan minat dan kebiasaan pemirsa

3. Durasi  Durasi berkaitan dengan

waktu, yakni jumlah menit dalam setiap tayangan acara.han, atau atasan. 4. Metode Penyajian  Bagaimana suatu tayangan

dapat menarik minat penonton

Variabel Y Citra Perusahaan

1. Kepercayaan  Merupakan kesan, dan pendapat atau penilaian positif khalayak terhadap suatu perusahaan..

2. Realitas  Menggambarkan suatu yang

realitas, jelas terwujud, dapat diukur, dan hasilnya dapat dirasakan di pertanggung jawabkan dengan

perencanaan yang matang dan sistematis bagi

(8)

49 responden. Tidak Setuju 3. Terjadinya Kerjasama yang saling menguntungkan  Menggambarkan keadaan yang saling menguntungkan antara perusahaan dan publiknya

4. Kesadaran  Adanya kesadaran

khalayak tentang perusahaan dan perhatian terhadap produk yang dihasilkan

3.6 Teknik Pengumpulan Data

Pengumpulan data adalah prosedur yang sistematik dan standar untuk memperoleh data yang diperlukan. Selalu ada hubungan antara metode atau teknik pengumpulan data dengam masalah, tujuan, dan hipotesis penelitian.10

Dalam penelitian ini, terdapat dua teknik pengumpulan data yaitu data primer dan data sekunder.

3.6.1. Data Primer

Data primer yaitu data yang langsung dikumpulkan oleh peneliti (atau petugas-petugasnya) dari sumber pertamanya.11 Data primer adalah

“data yang diperoleh dari sumber data pertama atau tangan pertama di lapangan. Sumber data ini bisa responden atau subjek riset dari hasil pengisian kuisioner, wawancara, observasi.12

10 Moh. Panbudu Tika, Metodologi Riset Bisnis, Jakarta: Bumi Aksara, 2006, Hal 58

11 Sumadi Suryabrata, Metodologi Penelitian, Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2010, Hal 39 12 Rachmat Kriyantono, Op Cit, 2009, Hal 157

(9)

50

Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan data primer berupa kuesioner. Kuesioner diberikan kepada responden (anggota PSSI PERS yang masih aktif tergabung) yang tergabung yang menjadi objek penelitian peneliti yang berada di Jakarta mengenai Pengaruh Tayangan One Stop Football Terhadap Pembentukan Citra Trans 7 Sebagai TV Sport Edukasi di lingkungan komunitas PSSI Pers.

Kuesioner merupakan daftar tertulis pertanyaan yang harus dijawab oleh responden. Kadang-kadang dan bahkan seringkali daftar pertanyaan tertulis tersebut telah disertai pilihan jawaban-jawaban untuk dipilih responden guna menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut.13

Pengisian kuesioner biasanya dengan memberikan tanda (x) atau (√). Penyebaran kuesioner ini peneliti mempunyai tujuan untuk mencari informasi yang lengkap mengenai suatu masalah dari responden tanpa merasa kuatir bila responden memberikan jawaban yang tidak sesuai dengan kenyataan dalam pengisian daftar pertanyaan kuesioner yang digunakan oleh peneliti.14 Dalam penyebaran kuesioner mengenai

Pengaruh Tayangan One Stop Football Terhadap Pembentukan Citra Trans 7 Sebagai TV Sport Edukasi di lingkungan komunitas PSSI Pers,

13 Restu Kartiko Widi, Asas Metodologi Penelitian Sebuah pengenalan dan Penuntun Langkah demi

Langkah Pelaksanaan Penelitian, Yogyakarta: Graha Ilmu, 2010, Hal 243

(10)

51

responden memilih jawaban yang menurutnya sesuai dengan memberikan tanda checklist (√).

3.6.2 Data Sekunder

Data sekunder merupakan data yang diambil dari sumber kedua atau bukan dari sumber aslinya. Data sekunder bisa bentuk data yang tersaji dalam bentuk tabel, grafik, dan lain sebagainya. Sumber data sekunder dapat berasal dari lembaga pemerintah, lembaga swasta, dan lain sebagainya.15

Dalam penelitian ini peneliti mengumpulkan data sekunder dengan mencari sumber data internal yaitu dengan mengambil beberapa berita mengenai tayangan One Stop Football dan menggunakan buku-buku sebagai pengantar teori di bab 2. Kutipan mengenai tayangan di ambil di www.trans7.co.id.

3.7 Validitas dan Reliabilitas 3.7.1 Validitas

Validitas dalam suatu penelitian merupakan suatu derajat ketetapan alat ukur peneliti tentang isi atau arti sebenarnya yang diukur.16 Dalam menetapkan validitas suatu instrumen pengukuran kita

15 Usman Rianse & Abdi, Metodologi Penelitian Sosial dan Ekonomi (Teori dan Aplikasinya), Bandung: Alfabeta, 2008, Hal 212

(11)

52

dapat menghasilkan derajat yang tinggi dari kedekatan data yang di peroleh dengan apa yang kita yakini pengukuran.17

Dalam penelitian kuantitatif, validitas atau kesahihan berkaitan dengan permasalahan apakah instrumen yang digunakan untuk mengukur sesuatu itu memang dapat mengukur secara tepat sesuatu yang akan diukur18. Validitas dapat dibuktikan melalui sampling yang cermat,

pemilihan instrumen yang tepat dan penafsiran data statistik yang tepat. Tujuh langkah yang diperlukan untuk menguji validitas suatu instrumen secara manual menurut Sinambela19 adalah sbb.:

a. Menghitung jumlah skor masing-masing butir

b. Menghitung jumlah dan kuadrat jumlah untuk setiap responden c. Menghitung jumlah kuadrat masing-masing butir

d. Menghitung jumlah perkalian antara butir dengan jumlah

e. Mencari deviasi skor dari data kemudian masuk dalam rumus product moment.

f. Membandingkan rhasil dengan rtabel dengan ketentuan jika rhasil > rtabel

berarti valid, jika rhasil < rtabel berarti tidak valid

g. Jika tidak valid maka diuji ulang kembali dengan mengeluarkan bukti yang tidak valid.

17 Suharsimi Arikunto, Op. Cit.,halaman 230

18 Burhan Nurgiyantoro, Gunawan dan Marzuki. Statistik Terapan untuk Penelitian Ilmu-ilmu Sosial. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. 2012 hal. 338

(12)

53

Hasil rumus tersebut akan diinterpretasikan dengan koefisien yang diartikan oleh kekuatan yang hubungan yang menunjukkan derajat hubungan ini disebut koefisien korelasi. Adapun kriteria penafsiran koefisien validitas adalah sebagai berikut:

Tabel 3.2.

Kriteria penafsiran koefisien validitas

Koefisien Validitas Tafsiran

0,8 < rxy ≤ 1,00 Validitas sangat tinggi (sangat baik)

0,6 < rxy ≤ 0,8 Validitas tinggi (baik)

0,4 < rxy ≤ 0,6 Validitas sedang

0,2 < rxy ≤ 0,4 Validitas rendah (kurang)

0,0 < rxy ≤ 0,2 Validitas sangat rendah

rxy ≤ 0,00 Tidak valid

(Riduwan, Adun Rusyana, Enas, Cara Mudah Belajar SPSS 17.0 dan

Aplikasi Statistik Penelitian, hlm.174)20

Pada tabel di atas, dapat dilihat bahwa untuk mengukur nilai koefisien validitas yang tinggi atau rendah, ”diatas 0,8 berarti sangat tinggi (sangat baik) sedangkan 0,2 berarti sangat rendah.”21

Pada penelitian ini, peneliti memperoleh nilai validitas dari data kuesioner yang telah disebarkan, kemudian mengolah data tersebut dengan menggunakan program statistik komputer SPSS.16. Peneliti menentukan besarnya r tabel dengan taraf kepercayaan 95%, df (degree of freedom) yaitu n-2 atau 60-2 = 58, taraf signifikansi 5% (0,05) maka

20 Riduwan, Adun Rusyana, Enas, Cara Mudah Belajar SPSS 17.0 dan aplikasi statistic penelitian, Bandung: Alfabeta, 2011, hlm.174

21Suharsimi Arikunto. Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik, Rineka Cipta, Jakarta 2006,halaman 230

(13)

54

nilai r tabel yang didapat adalah 0,2542. Untuk nilai r hitung uji validitas Pengaruh Tayangan dan Pembentukan Citra Perusahaan adalah sebagai berikut:

Tabel 3.3.

Nilai r.hitung dan r.tabel Uji Validitas Pengaruh Tayangan

Pernyataan r.hitung r.tabel Keterangan

Item_1 Correlation Coefficient .842** 0.2542 r.hitung > r.tabel

Valid

Sig. (2-tailed) .000

N 60

Item_2 Correlation Coefficient .775** 0.2542 r.hitung > r.tabel

Valid

Sig. (2-tailed) .000

N 60

Item_3 Correlation Coefficient .842** 0.2542 r.hitung > r.tabel

Valid

Sig. (2-tailed) .000

N 60

Item_4 Correlation Coefficient .751** 0.2542 r.hitung > r.tabel

Valid

Sig. (2-tailed) .000

N 60

Item_5 Correlation Coefficient .816** 0.2542 r.hitung > r.tabel

Valid

Sig. (2-tailed) .000

N 60

Item_6 Correlation Coefficient .762** 0.2542 r.hitung > r.tabel

Valid

Sig. (2-tailed) .000

N 60

Item_7 Correlation Coefficient .568** 0.2542 r.hitung > r.tabel

Valid

Sig. (2-tailed) .000

N 60

Item_8 Correlation Coefficient .692** 0.2542 r.hitung > r.tabel

Valid

Sig. (2-tailed) .000

N 60

Item_9 Correlation Coefficient .576** 0.2542 r.hitung > r.tabel

(14)

55

N 60 Valid

Item_10 Correlation Coefficient .730** 0.2542 r.hitung > r.tabel

Valid

Sig. (2-tailed) .000

N 60

Item_11 Correlation Coefficient .851** 0.2542 r.hitung > r.tabel

Valid

Sig. (2-tailed) .000

N 60

Item_12 Correlation Coefficient .825** 0.2542 r.hitung > r.tabel

Valid

Sig. (2-tailed) .000

N 60

Item_13 Correlation Coefficient .892** 0.2542 r.hitung > r.tabel

Valid

Sig. (2-tailed) .000

N 60

Item_14 Correlation Coefficient .795** 0.2542 r.hitung > r.tabel

Valid

Sig. (2-tailed) .000

N 60

Item_15 Correlation Coefficient .864** 0.2542 r.hitung > r.tabel

Valid

Sig. (2-tailed) .000

N 60

Item_16 Correlation Coefficient .819** 0.2542 r.hitung > r.tabel

Valid

Sig. (2-tailed) .000

N 60

Item_17 Correlation Coefficient .851** 0.2542 r.hitung > r.tabel

Valid

Sig. (2-tailed) .000

N 60

Item_18 Correlation Coefficient .765** 0.2542 r.hitung > r.tabel

Valid

Sig. (2-tailed) .000

N 60

Item_19 Correlation Coefficient .881** 0.2542 r.hitung > r.tabel

Valid

Sig. (2-tailed) .000

N 60

(15)

56

Tabel 3.4.

Nilai r.hitung dan r.tabel Uji Validitas Pembentukan Citra

Pernyataan r.hitung r.tabel Keterangan

Item_1 Correlation Coefficient .807** 0.2542 r.hitung > r.tabel

Valid

Sig. (2-tailed) .000

N 60

Item_2 Correlation Coefficient .823** 0.2542 r.hitung > r.tabel

Valid

Sig. (2-tailed) .000

N 60

Item_3 Correlation Coefficient .832** 0.2542 r.hitung > r.tabel

Valid

Sig. (2-tailed) .000

N 60

Item_4 Correlation Coefficient .841** 0.2542 r.hitung > r.tabel

Valid

Sig. (2-tailed) .000

N 60

Item_5 Correlation Coefficient .784** 0.2542 r.hitung > r.tabel

Valid

Sig. (2-tailed) .000

N 60

Item_6 Correlation Coefficient .792** 0.2542 r.hitung > r.tabel

Valid

Sig. (2-tailed) .000

N 60

Item_7 Correlation Coefficient .776** 0.2542 r.hitung > r.tabel

Valid

Sig. (2-tailed) .000

N 60

Item_8 Correlation Coefficient .795** 0.2542 r.hitung > r.tabel

Valid

Sig. (2-tailed) .000

N 60

Item_9 Correlation Coefficient .788** 0.2542 r.hitung > r.tabel

Valid

Sig. (2-tailed) .000

N 60

Item_10 Correlation Coefficient .803** 0.2542 r.hitung > r.tabel

Valid

Sig. (2-tailed) .000

N 60

(16)

57

Sig. (2-tailed) .000 Valid

N 60

Item_12 Correlation Coefficient .839** 0.2542 r.hitung > r.tabel

Valid

Sig. (2-tailed) .000

N 60

(Hasil Output SPSS.16 Data Kuesioner Pembentukan Citra Perusahaan)

Hasil nilai uji validitas pengaruh tayangan One Stop Football berada pada rentang 0,568 – 0,892 masuk kedalam kriteria penafsiran koefisien validitas sedang sampai dengan validitas sangat tinggi. Sedangkan hasil nilai uji validitas sense of belonging berada pada rentang 0,772 – 0, 841 masuk kedalam kriteria penafsiran koefisien validitas tinggi sampai dengan validitas sangat tinggi.

3.7.2 Reliabilitas

Reliabilitas adalah derajat ketetapan, ketelitian atau keakuratan yang ditujukan oleh instrumen pengukuran.22 Dalam menetapkan

validitas suatu instrumen pengukuran kita dapat menghasilkan derajat yang tinggi dari kedekatan data yang di peroleh dengan apa yang kita yakini pengukuran.23

Dalam penelitian ini peneliti menguji reliabilitas pada variabel proses perencanaan program kerja dengan suatu angka indeks yang menunjukkan konsistensi suatu alat ukur di dalam gejala yang sama. Alat

22Husein Umar, Riset SDM dalam Organisasi, Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Umum, 2000,halaman 127 23Husein Umar. Op. Cit., halaman 128

(17)

58

ukur yang peneliti gunakan adalah software SPSS 16.0 yang memiliki kemampuan untuk memberikan hasil pengukuran yang konsisten.24

Reliabilitas memiliki tiga dimensi, yaitu stabilitas (stability), konsisten internal (internal consistency), dan kesamaan (equivalency).25

Pengujian reliabilitas dalam penelitian ini, peneliti lakukan dengan pengujian reliabilitas secara internal consistency, yaitu dapat diuji dengan menganalisis konsistensi butir-butir analisis yang ada. Pengujian reliabilitas dengan internal consistency yang dilakukan sekali uji coba saja.

Reliabilitas instrument adalah hasil pengukuran yang dapat di percaya. Reliabilitas instrument diperlukan untuk mendapatkan data sesuai dengan tujuan pengukuran. Untuk mencapai hal tersebut, dilakukan uji reliabilitas dengan menggunakan metode alpha cronbach’s diukur berdasarkan skala alpha cronbac’s 0 sampai 1.26 Kriterianya

adalah sebagai berikut:

Tabel 3.5. Klasifikasi Reliabilitas Reliabilitas (r) Kriteria 0,8 – 1,00 Sangat Tinggi 0,6 – 0,79 Tinggi 0,4 – 0,59 Sedang 0,2 – 0,39 Rendah

24Wahyu Agung, Panduan SPSS , Jogjakarta: Gerai ilmu, 2010, halaman 95 25Suharsimi Arikunto Op. Cit., halaman 146

26Agus Eko Sujianto, Aplikasi Statistik drngan SPSS untuk pemula, Jakarta:Prestasi Pustaka, 2007, halaman 91

(18)

59

< 0,2 Sangat Rendah

Sumber : Suharsimi Arikunto, 2007, Hal 245

Pada penelitian ini, peneliti memperoleh nilai reliabilitas dari data kuesioner yang telah disebarkan, kemudian mengolah data tersebut dengan menggunakan program statistik komputer SPSS.16 sehingga diperoleh nilai reliabilitas untuk Pengaruh Tayangan One Stop Football dan Pembentukan Citra Perusahaan sebesar:

Tabel 3.6.

Uji Reliabilitas Pengaruh Tayangan

(Hasil Output SPSS.16 Data Kuesioner Pengaruh Tayangan)

Tabel 3.7.

Uji Reliabilitas Pembentukan Citra Perusahaan

(Hasil Output SPSS.16 Data Kuesioner Pembentukan Citra) Reliability Statistics

Cronbach's Alpha N of Items

.962 19

Reliability Statistics

Cronbach's Alpha N of Items

(19)

60

Nilai reliabilitas pengaruh tayangan dan pembentukan citra di atas adalah 0,962 dan 0,950 berdasarkan tabel klasifikasi reliabilitas maka hasil tersebut termasuk dalam kriteria sangat tinggi.

3.8 Teknik Analisis Data

Analisis data merupakan kegiatan setelah data dari seluruh responden atau sumber data lain terkumpul. Kegiatan dalam analisis data adalah: mengelompokkan data berdasarkan variabel dari jenis responden, mentabulasi data berdasarkan variabel dari seluru responden, menyajikan data tiap variabel yang diteliti, melakukan perhitungan untuk menjawab rumusan masalah, dan melakukan perhitungan untuk menguji hipotesis yang telah diajukan.27

Analisis data adalah proses penyederhanaan data ke dalam bentuk yang lebih mudah dibaca dan diintepretasikan. Dalam hal ini, tujuan penelitian ini adalah untuk menghubungkan satu variabel dengan variabel lainnya. Pengukuran hasil dari pengumpulan data mengenai pengaruh perubahan logo dan citra perusahaan menggunakan skala likert. Penggunaan skala likert dalam penelitian adalah dengan menentukan beberapa alternatif (bisa tiga, empat, lima, enam kategori atau lebih) jawaban atau satu seri pernyataan untuk direspon

(20)

61

individu.28 Skala likert pada penelitian ini diawali dengan bobot nilai 1 untuk

jawaban “sangat tidak setuju”, nilai 2 untuk jawaban “tidak setuju”, nilai 3 untuk “ragu-ragu”, nilai 4 untuk “setuju” dan nilai 5 untuk jawaban “sangat setuju”. Sebagaimana terlihat pada tabel berikut :

Tabel 3.8.

Pemberian Skor Berdasarkan Skala Likert

Jawaban Skor

Sangat Setuju 5

Setuju 4

Ragu-ragu 3

Tidak Setuju 2

Sangat Tidak Setuju 1

Metode statistik yang digunakan dalam analisis bivariat adalah :

a. Analisis yang menggunakan Pearson Correlations untuk melihat hubungan antara variabel bebas perubahan logo dan variabel terikat citra perusahaan serta mengukur hubungan kedua variabel tersebut. Pearson Correlations juga digunakan apabila variabel-variabel yang dianalisis terukur dalam skala interval atau rasio. Interpretasi kekuatan hubungan antara kedua variable dapat dilihat dari Rumus Korelasi Product Moment adalah: 29

r = N∑XY - ∑X∑Y

√[N∑X2 – (∑X)2][N∑Y2 – (∑Y)2]

Keterangan :

28 Ulber Silalahi, Metode dan Metodologi Penelitian (Bandung : Bina Budhaya,1999) Hal.16 29 Ibid., hlm. 175-176.

(21)

62

r = koefisien korelasi Pearson’s Product Moment N = jumlah individu dalam sampel

X = angka mentah untuk variabel X Y = angka mentah untuk variabel Y

Tabel 3.9.

Nilai Koefisien Korelasi (r)

Nilai Koefisien Penjelasan

+ 0,70 ─ Keatas Hubungan positif yang sangat kuat

+ 0,50 ─ +0,69 Hubungan positif yang mantap

+0,30 ─ +0,49 Hubungan positif yang sedang

+0,10 ─ +0,29 Hubungan positif yang tak berarti

0,0 Tidak ada hubungan

-0,01 ─ -0,09 Hubungan negatif tak berarti

-0,10 ─ -0,29 Hubungan negatif yang rendah

-0,30 ─ -0,49 Hubungan negatif yang sedang

-0,50 ─ -0,69 Hubungan negatif yang mantap

-0,70 ─ - kebawah Hubungan negatif yang sangat kuat

(Burhan Bungin, Metodologi Penelitian Kuantitatif, hlm. 184)

b. Analisis dengan uji regresi. Uji regresi digunakan untuk menguji hubungan pengaruh kedua variabel, yaitu antara variabel bebas (independen) dan variabel terikat (dependen). Dalam uji regresi ini variabel idependennya adalah pengaruh tayangan dan variabel dependennya adalah citra perusahaan. Karena hanya ada satu variabel bebas, maka uji regresi yang dilakukan adalah uji regresi sederhana. Dalam uji linear ini ingin diketahui variabel independen pengaruh tayangan terhadap variabel dependen citra perusahaan. Persamaan umum uji regresi linear sederhana adalah :

(22)

63

Keterangan : Y= variabel terikat a= konstanta regresi X= Variabel bebas

b= Koefisiensi regresi variabel bebas

c. Uji F digunakan untuk mengetahui apakah variabel-variabel independen secara simultan berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen. Derajat kepercayaan yang digunakan adalah 0,05. Apabila nilai F hasil perhitungan lebih besar daripada nilai F menurut tabel maka hipotesis alternatif, yang menyatakan bahwa semua variabel independen secara simultan berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen. Penggunaan tingkat signifikansinya beragam, tergantung keinginan peneliti, yaitu 0,01 (1%) ; 0,05 (5%) dan 0,10 (10%). Hasil uji F dilihat dalam tabel ANOVA dalam kolom sig. Sebagai contoh, kita menggunakan taraf signifikansi 5% (0,05), jika nilai probabilitas < 0,05, maka dapat dikatakan terdapat pengaruh yang signifikan secara bersama-sama antara variabel bebas terhadap variabel terikat. Namun, jika nilai signifikansi > 0,05 maka tidak terdapat pengaruh yang signifikan secara bersama-sama antara variabel bebas terhadap variabel terikat.

3.9. Hipotesis Penelitian

Hipotesis nol (Ho) yaitu hipotesis yang diuji dengan statistik, hipotesis ini mempunyai bentuk dasar yang menyatakan tidak ada pengaruh antara variabel X dan variabel Y. Sedangkan lawan dari hipotesis nol adalah hipotesis

(23)

64

alternatif (Ha), hipotesis ini menyatakan ada pengaruh, yang berarti ada pengaruh yang signifikansi antara variabel X dan Variabel Y.30

Hipotesis dalam penelitian ini adalah:

Ho : Tidak Ada Pengaruh Tayangan One Stop Football terhadap Pembentukan Citra Trans 7 sebagai TV Sport Edukasi di lingkungan komunitas PSSI Pers. Ha : Ada Pengaruh Tayangan One Stop Football terhadap Pembentukan Citra Trans 7 sebagai TV Sport Edukasi di lingkungan komunitas PSSI Pers.

Menggunakan uji kolom t dengan membandingkan nilai t hitung dengan nilai t tabel, dengan ketentuan sebagai berikut:

1. Ho ditolak Ha diterima, apabila t hitung > t tabel maka dapat disimpulkan bahwa nilai t hitung yang diperoleh dari penelitian lebih besar dari batas nilai yang tercantum dalam tabel pengukuran, berarti koefisien regresi (pengaruh) tersebut berarti atau signifikan (artinya nilai koefisien regresi tersebut tidak hanya berlaku pada sampel yang diteliti, tetapi juga terdapat pada populasi) dan hipotesis diterima.

2. Ha ditolak Ho diterima, apabila t hitung < t tabel maka dapat disimpulkan bahwa nilai koefisien regresi yang diperoleh dari penelitian lebih kecil dari batas nilai yang tercantum dalam tabel pengukuran,

(24)

65

berarti koefisien regresi (pengaruh) tersebut tidak berarti atau tidak signifikan (artinya nilai koefisien regresi tersebut tidak berlaku pada sampel yang diteliti, tetapi juga tidak terdapat pada populasi) dan hipotesis ditolak.

Referensi

Dokumen terkait

[r]

3) Dalam hal terjadi perubahan kondisi lingkungan strategis akibat bencana yang ditetapkan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, rencana induk simpul transportasi

Perspektif ketiga dan perspektif yang akan digunakan oleh penulis dalam menganalisis proses ratifikasi perjanjian ekstradisi antara Indonesia dengan Singapura

Analisis situasi disini dilakukan dengan memperhatikan faktor SWOT (strenght, weakness, opportunity, dan threads) yang ada pada situasi sebelum menentukan strategi

Metode analisis data yang dilakukan adalah metode deskriptif. Metode deskriptif digunakan untuk mengungkapkan gejala-gejala atau keadaan yang terjadi pada subjek

Dengan kata lain level ruang media dalam konteks akun @qurancall dapat diidentifikasi melalui berbagai elemen postingan mereka yang menjadi identitas sebagai bagian

Pandangan ini juga secara tidak langsung membongkar nilai patriarkis bahwa perempuan sebagai pemegang “gender mandate” -dimana perempuan tidak diperbolehkan

Dapat juga advokasi didefinisikan, sebagai suatu usaha yang dilakukan secara sistematis dan terorganisir untuk melakukan aksi dengan target untuk; terbentuknya atau