• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN"

Copied!
32
0
0

Teks penuh

(1)

49

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1 Analisis Pendahuluan

4.1.1 Orientasi Kancah Penelitian

4.1.1.2. Latar Belakang SMK Negeri 1 Salatiga

Orientasi kancah penelitian dilakukan untuk mengetahui dengan jelas tempat dilaksanakannya penelitian. Orientasi kancah penelitian dilakukan dengan survei langsung ke lokasi penelitian yaitu SMK Negeri 1 Salatiga. SMK Negeri 1 Salatiga merupakan salah satu sekolah unggulan kejuruan yang berada di daerah Salatiga dengan standar nasional yang telah ditetapkan oleh Kementrian Pendidikan untuk Sekolah Menengah Kejuruan.

SMK Negeri 1 Salatiga berdiri di mulai tahun 1967 atas dasar Walikotamadya Salatiga untuk mewujudkan semangat dan keinginan sekolah kejuruan pertama di Salatiga dan membantu melakukan pembinaan anak didik agar memiliki kepribadian yang baik dan sesuai dengan filsafat negara yaitu agar menjadi manusia yang berjiwa dan berbudi pekerti luhur, serta berkualitas dan bertakwa kepada Tuhan YME sejalan dengan nilai – nilai pancasila.

Saat ini SMK Negeri 1 Salatiga dipimpin seorang kepala sekolah yaitu Haris Wahyudi, S.Pd, M.Pd. Lokasi SMK Negeri 1 Salatiga beralamat di Jalan Nakula Sadewa 1/3 Kelurahan Duku, Kecamatan Sidomukti Salatiga. SMK Negeri 1 Salatiga memiliki enam progam keahlian antara lain Akuntansi, Administrasi Perkantoran, Pemasaran, Tata Boga, Tata Kecantikan dan Tata Busana.

(2)

50

SMK Negeri 1 Salatiga memiliki Visi sekolah yaitu menjadi wahana pendidikan vokasi yang unggul dan kreatif untuk mencetak Sumber Daya Manusia yang berbudi pekerti luhur, kompeten, kompetitif dan peduli lingkungan. Dan selain visi ada misi dari SMK Negeri 1 Salatiga yaitu sebagai berikut :

1) Meningkatkan keimanan dan ketaqwaan peserta didik.

2) Mendidik peserta yang unggul dan kreatif dan inovatif menjadi warga negara yang bertanggung jawab dan berkarakter.

3) Mendidik peserta didik, mampu menerapkan hidup sehat, memiliki wawasan pengetahuan, lingkungan dan seni.

4) Mendidik dan melatih peserta didik memiliki keterampilan sesuai kompetensi keahliannya.

5) Menumbuhkan jiwa dan semangat wirausaha sesuai dengan bidangnya yang peduli terhadap lingkungannya.

6) Membekali peserta didik dengan ilmu pengetahuan dan keterampilan sebagai bekal bagi yang berminat untuk melanjutkan pendidikan.

Tujuan SMK Negeri 1 Salatiga antara lain: Tujuan Umum

1. Menghasilkan lulusan yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa

2. Menghasilkan lulusan yang sehat, cerdas, kreatif, mandiri, bertanggung jawab serta peduli lingkungan.

3. Menghasilkan lulusan pada jenjang yang lebih tinggi. Tujuan Khusus

(3)

51

1. Menghasilkan lulusan yang siap mengisi lapangan kerja di dunia usaha, dunia industri sesuai dengan kompetensi keahliannya.

2. Menghasilkan lulusan yang mampu memilih karir, ulet dan gigih dalam kompetisi, mudah beradaptasi dengan lingkungan kerja dan siap mengembangkan sikap profesional pada kompetensi keahliannya.

3. Menghasilkan lulusan yang memiliki jiwa dan semangat wirausaha. SMK Negeri 1 Salatiga dipilih sebagai lokasi penelitian berdasarkan pertimbangan berikut:

1. Siswa SMK Negeri 1 Salatiga memenuhi persyaratan penelitian.

2. Pihak sekolah SMK Negeri 1 Salatiga memberikan ijin untuk melaksanakan penelitian.

3. Lokasi penelitian belum pernah digunakan untuk melakukan penelitian

“Pengaruh Kepercayaan diri, Lingkungan Keluarga dan Pengalaman Berorganisasi Terhadap Keterampilan Berkomunikasi Siswa SMK Negeri 1 Salatiga”

1.1.2. Deskripsi Data

Penelitian yang berjudul “Pengaruh Kepercayaan Diri, Lingkungan

Keluarga dan Pengalaman Berorganisasi Terhadap Keterampilan Berkomunikasi Siswa SMK Negeri 1 Salatiga” dalam pengambilan datanya menggunakan

kuesioner atau biasa yang di sebut angket yang sudah memiliki pernyataan tentang topik dari judul yang kemudian disebar dan diisi oleh siswa SMK Negeri 1 Salatiga.

(4)

52

Hasil yang diperoleh nantinya dalam penelitian ini adalah hanya untuk mengetahui dan menguji apakah keterampilan berkomunikasi dipengaruhi oleh kepercayaan diri, lingkungan keluarga dan pengalaman berorganisasi yang mengambil sampel sebanyak 179 dengan populasi siswa kelas X SMK Negeri 1 Salatiga sebanyak 470 siswa.

1.1.3. Deskripsi Responden

1.1.3.1. Deskripsi Responden Berdasarkan Progam Keahlian dan Kelas

Siswa Kelas X SMK Negeri 1 Salatiga terdiri dari beberapa progam keahlian antara lain: Akuntansi, Pemasaran, Administrasi Perkantoran, Tata Busana, Tata Boga, Tata Busana dan Tata Kecantikan. Pengambilan banyaknya sampel responden berdasarkan Cluster Random Sampling dengan kelas yang terpilih untuk dijadikan subyek penelitian yaitu kelas X1 Administrasi Perkantoran, X2 Administrasi Perkantoran dan kelas X3 Administrasi Perkantoran.

(5)

53

Bisa dilihat pada tabel 4.1 responden yang disajikan sebagai berikut. Tabel 4.1 Sampel dan Jumlah Siswa

No Kegiatan Tanggal Jumlah

Siswa 1 Pengambilan data penelitian di kelas

X3 Administrasi Perkantoran

26 Juli 2018 35

2 Pengambilan data penelitian di kelas X1 Administrasi Perkantoran

26 Juli 2018 36

3 Pengambilan data penelitian di kelas X2 Administrasi Perkantoran

26 Juli 2018 36

4 Pengambilan data penelitian di kelas X1 Akuntansi

1 Agustus

2018

36

5 Pengambilan data penelitian di kelas X2 Akuntansi

2 Agustus

2018

36

Total 179 Siswa

Total dari lima kelas untuk penelitian sejumlah 179 siswa, dan seluruh siswa pada saat itu hadir untuk bisa diambil sampel penelitian berjumlah total 179 sampel di SMK Negeri 1 Salatiga.

(6)

54

Responden dalam penelitian yang berjudul “Pengaruh Kepercayaan Diri,

Lingkungan Keluarga dan Pengalaman Berorganisasi Terhadap Keterampilan Berkomunikasi Siswa SMK Negeri 1 Salatiga” terdiri dari progam keahlian

Administrasi Perkantoran dan Akuntansi kelas X SMK Negeri 1 Salatiga, dengan pembagian jenis kelamin sesuai dengan presentase dari sampel sebanyak 179 adalah sebagai berikut :

Tabel 4.2 Jumlah Jenis Kelamin

Jenis Kelamin Responden Banyaknya Responden Persentase (%)

Laki – Laki 5 3 %

Perempuan 174 97 %

Jumlah 179 100 %

Berdasarkan hasil tabel 4.2 tersebut berarti Kelas X siswa SMK Negeri 1 Salatiga yang diambil sampel untuk melakukan penelitian, perempuan lebih banyak menjadi responden dalam penelitian sedangkan laki – laki hanya sebagian kecil saja yang terlibat dalam penelitian di SMK Negeri 1 Salatiga.

1.1.4. Deskripsi Variabel Penelitian

Deskripsi variabel penelitian dalam penelitian ini meliputi mean, median, mode, standard deviation, minimum, maximum dan sum. Deskripsi variabel penelitian ini digunakan untuk mendeskripsikan dan menguji penelitian yang berjudul “Pengaruh Kepercayaan Diri, Lingkungan Keluarga dan Pengalaman

Organisasi Terhadap Keterampilan Berkomunikasi Siswa SMK Negeri 1 Salatigta”. Variabel dalam penelitian yang akan di kategorikan berdasarkan

kriteria nilai di atas meliputi variabel kepercayaan diri (X1), lingkungan keluarga (X2), pengalaman berorganisasi (X3) dan keterampilan berkomunikasi (Y).

(7)

55

Berdasarkan data penelitian yang telah diolah dengan menggunakan SPSS versi 21, berikut penyajian tentang deskripsi data:

Berdasarkan hasil data statistik deskriptif tentang keterampilan berkomunikasi (Y), kepercayaan diri (X1), lingkungan keluarga (X2) dan pengalaman berorganisasi (X3) dapat dijelaskan sebagai berikut:

Tabel 4.3

Analisis Deskriptif Variabel Penelitian

X1 X2 X3 Y N Valid 179 179 179 179 Missing 0 0 0 0 Mean 3,9131 4,4693 4,2944 3,9489 Median 3,8800 4,5000 4,3000 3,9100 Mode 3,88 4,50 4,00a 3,73a Std. Deviation ,38576 ,37552 ,41970 ,42730 Minimum 3,00 3,17 2,90 3,00 Maximum 5,00 5,00 5,00 5,00 Sum 700,44 800,01 768,70 706,86

(8)

56

Berdasarkan hasil data statistik deskriptif mengenai variabel Y yaitu keterampilan berkomunikasi, kepercayaan diri (X1), lingkungan keluarga (X2) dan pengalaman berorganisasi (X3) dapat dijelaskan sebagai berikut :

1.1.4.1. Keterampilan Berkomunikasi

Berdasarkan data variabel tentang keterampilan berkomunikasi Siswa SMK Negeri 1 Salatiga kelas X yang berjumlah responden 179 siswa, maka data yang di peroleh menggunakan SPSS versi 21 adalah 3,9489 (mean), 3,9100

(median), 3,73 untuk modus (mode), standar deviasi sebesar 0,42730, skor minimum yaitu sebesar 3,00, skor maksimum sebesar 5,00 dan skor penjumlahan

(sum) sebesar 706,86.

4.1.4.2. Kepercayaan Diri

Berdasarkan data tentang variabel kepercayaan diri Siswa SMK Negeri 1 Salatiga kelas X dengan jumlah responden 179 siswa, maka data yang diperoleh menggunakan SPSS versi 21 adalah 3,9131 (mean), 3,8800 (median), 3,88 untuk modus (mode), standar deviasi sebesar 0,38576, skor minimum yaitu sebesar 3,00, skor maksimum sebesar 5,00 dan skor penjumlahan (sum) sebesar 700,44.

4.1.4.3. Lingkungan Keluarga

Berdasarkan data tentang variabel lingkungan keluarga Siswa SMK Negeri 1 Salatiga kelas X dengan jumlah responden 179 siswa, maka data yang diperoleh menggunakan SPSS versi 21 adalah 4,4693 (mean), 4,5000 (median), 4,50 untuk modus (mode), standar deviasi sebesar 0,37552, skor minimum yaitu sebesar 3,17, skor maksimum sebesar 5,00 dan skor penjumlahan (sum) sebesar 800,01.

(9)

57 4.1.4.4. Pengalaman Berorganisasi

Berdasarkan data tentang variabel pengalaman berorganisasi Siswa SMK Negeri 1 Salatiga kelas X dengan jumlah responden 179 siswa, maka data yang diperoleh menggunakan SPSS versi 21 adalah 4,2944 (mean), 4,3000 (median),

4,00a untuk modus (mode), standar deviasi sebesar 0,41970, skor minimum yaitu sebesar 2,90, skor maksimum sebesar 5,00 dan skor penjumlahan (sum) sebesar 768,70.

1.2. Analisis Inferensial

4.2.1. Validitas

1. Uji Validitas Kepercayaan Diri

Pernyataan variabel kepercayaan diri yang berupa angket atau kuesioner dari instrumen variabel yang dikembangkan menjadi menjadi 16 butir pernyataan. Berdasarkan hasil uji validitas, tidak terdapat item pernyataan penelitian yang tidak valid dan semua melebihi nilai R dari corrected item total correlation yaitu sebesar > 0.30.

Dari pertanyaan nomor 1 tentang kepercayaan diri bisa dijelaskan bahwa total correlation nya adalah 0,556 yang berarti lebih dari 0,30 pada standar yang telah ditetapkan atau dijelaskan.

(10)

58

hasil yang diperoleh dapat dilihat pada tabel 4.4 di bawah ini sebagai berikut :

Tabel 4.4 Hasil Uji Validitas Kepercayaan Diri

No. Item Pernyataan Corrected Item Total Correlation Syarat Keterangan 1 0.556 0.3 Valid 2 0.539 0.3 Valid 3 0.583 0.3 Valid 4 0.457 0.3 Valid 5 0.311 0.3 Valid 6 0.507 0.3 Valid 7 0.391 0.3 Valid 8 0.500 0.3 Valid 9 0.502 0.3 Valid 10 0.688 0.3 Valid 11 0.456 0.3 Valid 12 0.603 0.3 Valid 13 0.333 0.3 Valid 14 0.581 0.3 Valid 15 0.604 0.3 Valid 16 0.625 0.3 Valid

(11)

59

2. Uji Validitas Lingkungan Keluarga

Pernyataan variabel lingkungan keluarga yang berupa angket atau kuesioner dari instrumen variabel yang dikembangkan menjadi menjadi 12 butir pernyataan. Berdasarkan hasil uji validitas, tidak terdapat item pernyataan penelitian yang tidak valid dan semua melebihi nilai R dari corrected item total correlation yaitu sebesar > 0.30. hasil yang diperoleh dapat dilihat pada tabel 4.5 sebagai berikut :

Tabel 4.5 Hasil Uji Validitas Lingkungan Keluarga

No. Item Pernyataan Corrected Item Total Correlation Syarat Keterangan 1 0.432 0.3 Valid 2 0.613 0.3 Valid 3 0.638 0.3 Valid 4 0.498 0.3 Valid 5 0.588 0.3 Valid 6 0.712 0.3 Valid 7 0.733 0.3 Valid 8 0.634 0.3 Valid 9 0.654 0.3 Valid 10 0.603 0.3 Valid 11 0.604 0.3 Valid 12 0.341 0.3 Valid

(12)

60

3. Uji Validitas Pengalaman Berorganisasi

Pernyataan variabel pengalaman berorganisasi yang berupa angket atau kuesioner dari instrumen variabel yang dikembangkan menjadi menjadi 10 butir pernyataan. Berdasarkan hasil uji validitas, tidak terdapat item pernyataan penelitian yang tidak valid dan semua melebihi nilai R dari corrected item total correlation yaitu sebesar > 0.30. hasil yang diperoleh dapat dilihat pada tabel 4.6 sebagai berikut:

Tabel 4.6 Hasil Uji Validitas Pengalaman Berorganisasi

No. Item Pernyataan Corrected Item Total Correlation Syarat Keterangan 1 0.558 0.3 Valid 2 0.683 0.3 Valid 3 0.726 0.3 Valid 4 0.632 0.3 Valid 5 0.712 0.3 Valid 6 0.762 0.3 Valid 7 0.589 0.3 Valid 8 0.708 0.3 Valid 9 0.590 0.3 Valid 10 0.563 0.3 Valid

(13)

61

4. Uji Validitas Keterampilan Berkomunikasi

Pernyataan variabel Keterampilan Berkomunikasi yang berupa angket atau kuesioner dari instrumen variabel yang dikembangkan menjadi menjadi 11 butir pernyataan. Berdasarkan hasil uji validitas, tidak terdapat item pernyataan penelitian yang tidak valid dan semua melebihi nilai R dari corrected item total correlation yaitu sebesar > 0.30. hasil yang diperoleh dapat dilihat pada tabel 4.7 sebagai berikut:

Tabel 4.7. Hasil Uji Validitas Keterampilan Berkomunikasi

No. Item Pernyataan Corrected Item Total Correlation Syarat Keterangan 1 0.457 0.3 Valid 2 0.585 0.3 Valid 3 0.529 0.3 Valid 4 0.592 0.3 Valid 5 0.599 0.3 Valid 6 0.685 0.3 Valid 7 0.698 0.3 Valid 8 0.681 0.3 Valid 9 0.665 0.3 Valid 10 0.474 0.3 Valid 11 0.432 0.3 Valid

(14)

62

4.2.2. Reliabilitas

Reliabilitas adalah untuk mengetahui sejauh mana hasil pengukuran tetap konsisten, apabila dilakukan pengukuran dua kali atau lebih terhadap gejala yang sama dengan menggunakan alat pengukur yang sama pula (Siregar, 2013:55). Pengujian reliabilitas dengan menggunakan teknik Alpha Cronbach dimana kriteria suatu instrumen penelitian dikatakan

reliable dengan menggunakan teknik ini. Batasan reliablitas adalah bila

koefisien reliabilitas ( ) > 0,6. Adapun hasil uji reliabilitas tiap variabel sebagai bila koefisien reliabilitas ( ) > 0,6. Adapun hasil uji reliabilitas tiap variabel pada tabel 4.8 sebagai berikut:

Tabel 4.8 Hasil Uji Reliabilitas

Variabel Cronbach’s

Alpha

Syarat Keterangan

Kepercayaan Diri 0.815 0.6 Reliabel

Lingkungan Keluarga 0.802 0.6 Reliabel

Pengalaman Berorganisasi 0.846 0.6 Reliabel Keterampilan Berkomunikasi 0.801 0.6 Reliabel

Sumber: Penghitungan reliabilitas SPSS 21 (data diolah)

4.2.3. Pengujian Asumsi Klasik 4.2.3.1. Uji Normalitas

(15)

63

Uji normalitas berguna untuk menguji apakah dalam model regresi, variabel bebas atau prediktor maupun variabel terikat memiliki distribusi normal atau tidak. Data dikatakan valid dan normal apabila dalam uji normalitas memiliki nilai signifikansi lebih besar dari 0,05, tetapi apabila dalam uji normalitas memiliki nilai signifikansi kurang dari 0,05 maka bisa dikatakan bahwa data dalam penelitian tidak berdistribusi normal.

Tabel 4.9 Uji Normalitas

Unstandardized Residual

N 179

Normal Parametersa,b

Mean ,0000000 Std. Deviation ,27234525 Most Extreme Differences Absolute ,059 Positive ,030 Negative -,059 Kolmogorov-Smirnov Z ,794

Asymp. Sig. (2-tailed) ,553

(16)

64

Berdasarkan hasil analisis uji normalitas menggunakan SPSS versi 21 dapat dilihat dan di ketahui bahwa nilai signifikansi sebesar 0,553, sehingga pengujian dalam penelitian tentang keterampilan berkomunikasi siswa kelas X SMK Negeri 1 Salatiga telah diuji dan berdistribusi normal.

4.2.3.2. Uji Linearitas

Tabel 4.10 Hasil Uji Linearitas Kepercayaan Diri Terhadap Keterampilan Berkomunikasi ANOVA Table Sum of Squares Df Mean Square F Sig. Y * X1 Between Groups (Combine d) 17,439 28 ,623 6,203 ,000 Linearity 14,110 1 14,110 140,522 ,000 Deviation from Linearity 3,329 27 ,123 1,228 ,219 Within Groups 15,061 150 ,100 Total 32,500 178 Sumber: SPSS Versi 21.00

Berdasarkan hasil uji linearitas pada tabel 4.10, bisa di lihat dan di ketahui bahwa nilai signifikansi linearitasnya sebesar 0,219, karena nilai

(17)

65

signifikansi lebih dari 0,05 maka dapat diartikan bahwa terdapat suatu hubungan yang linear terhadap variabel terikat.

Tabel 4.11. Hasil Uji Linearitas Lingkungan Keluarga

Berdasarkan hasil uji linearitas pada tabel 4.11, di ketahui bahwa nilai signifikansi linearitas sebesar 0,020. Karena nilai signifikansi 0.020 kurang dari 0,05 maka untuk variabel X2 yaitu pengalaman berorganisasi tidak terdapat hubungan yang linear dengan variabel terikat (keterampilan berkomunikasi).

ANOVA Table Sum of Squares Df Mean Square F Sig. Y * X2 Between Groups (Combined) 8,861 19 ,466 3,137 ,000 Linearity 3,799 1 3,799 25,555 ,000 Deviation from Linearity 5,062 18 ,281 1,892 ,020 Within Groups 23,639 159 ,149 Total 32,500 178

(18)

66

Tabel 4.12 Hasil Uji Linearitas Pengalaman Berorganisasi

Sumber : SPSS data di olah versi 21

Berdasarkan hasil uji linearitas menggunakan SPSS versi 21.00 dari variabel X3 yaitu pengalaman berorganisasi, di ketahui bahwa nilai signifikansi linearitasnya sebesar 0,328. karena nilai signifikansi dari variabel X3 0,328 lebih besar daripada 0,05 maka dapat diartikan bahwa terdapat hubungan yang linear dengan variabel terikat (keterampilan berkomunikasi).

Tabel 4.10 dan 4.12 menunjukan hasil dari uji linearitas dari variabel bebas terhadap variabel terikat dengan menggunakan SPSS versi 21 bahwa untuk variabel X1 dan X3 yaitu kepercayaan diri dan pengalaman berorganisasi menunjukan bahwa keduanya memiliki hubungan yang linear dengan variabel terikat yaitu keterampilan berkomunikasi. Sedangkan untuk X2 pada tabel 4.11

ANOVA Table Sum of Squares Df Mean Square F Sig. Y * X3 Between Groups (Combined) 17,134 18 ,952 9,912 ,000 Linearity 15,287 1 15,287 159,177 ,000 Deviation from Linearity 1,848 17 ,109 1,132 ,328 Within Groups 15,366 160 ,096 Total 32,500 178

(19)

67

yaitu lingkungan keluarga tidak memiliki hubungan yang linear dengan variabel terikat (keterampilan bekomunikasi).

4.2.3. Uji Homogenitas

Uji Homogenitas untuk mengetahui variabel independen atau variabel bebas mempunyai varian yang sama dengan variabel dependen atau variabel terikat dengan syarat dikatakan homogenitas apabila signifikansinya lebih besar 0,05. Berikut hasil data dengan bantuan SPSS versi 21.00 berdasarkan dengan uji homogenitas:

ANOVA

Tabel 4.13 Uji Homogenitas Variabel X1 dengan Y

Sum of Squares Df Mean Square F Sig.

Between Groups 17,439 28 ,623 6,203 ,000

Within Groups 15,061 150 ,100

Total 32,500 178

Sumber: SPSS data diolah versi 21.00

Tabel 4.13 diketahui hasil signifikansi sebesar 0,000 yang di mana hasil tersebut lebih kecil dari 0,05. Oleh karena itu bisa dikatakan bahwa variabel bebas yaitu kepercayaan diri berdasarkan variabel terikat yaitu keterampilan berkomunikasi tidaklah sama. Dapat di katakan juga hasil data tidak homogenitas.

(20)

68

Kemudian dengan pengujian homogenitas data dari variabel bebas yaitu lingkungan keluarga (X2) dengan variabel terikat keterampilan berkomunikasi dengan bantuan SPSS versi 21 sebagai berikut:

ANOVA

Tabel 4.14 Uji Homogenitas Variabel X2 dengan Y

Sum of Squares Df Mean Square F Sig.

Between Groups 8,861 19 ,466 3,137 ,000

Within Groups 23,639 159 ,149

Total 32,500 178

Sumber: data diolah SPSS versi 17.00

Tabel 4.14 diketahui hasil signifikansi sebesar 0,000 yang di mana hasil tersebut lebih kecil dari 0,05, maka dapat di ambil keputusan bahwa variabel bebas yaitu lingkungan keluarga berdasarkan variabel terikat yaitu keterampilan berkomunikasi tidaklah sama. Dapat di katakan juga hasil data tidak homogenitas.

Kemudian dengan pengujian homogenitas data dari variabel pengalaman berorganisasi dengan variabel keterampilan berkomunikasi dengan bantuan SPSS versi 21.00 adalah sebagai berikut :

(21)

69

Tabel 4.15

Uji Homogenitas Variabel X3 dengan Y

Sum of Squares Df Mean Square F Sig.

Between Groups 17,134 18 ,952 9,912 ,000

Within Groups 15,366 160 ,096

Total 32,500 178

Sumber: data di olah, SPSS versi 21.00

Tabel 4.15 di ketahui hasil signifikansi sebesar 0,000 yang di mana hasil tersebut lebih kecil dari 0,05, maka dapat di ambil keputusan bahwa variabel bebas yaitu pengalaman berorganisasi berdasarkan variabel terikat yaitu keterampilan berkomunikasi tidaklah sama. Dapat di katakan juga hasil data tidak homogenitas.

4.2.4. Uji Multikolinearitas

Hasil data dalam penelitian bisa dikatakan baik apabila tidak terdapat hubungan antara variabel – variabel independen. Uji multikolinearitas di lakukan untuk menguji apakah ada korelasi antara variabel – variabel bebas yang satu dengan yang lainnya. Berdasarkan data dalam penelitian yang berjudul “

Pengaruh Kepercayaan Diri, Lingkungan Keluarga dan Pengalaman Berorganisasi Terhadap Keterampilan Berkomunikasi Siswa SMK Negeri 1

(22)

70

Salatiga” untuk mencari uji multikolinearitas data dengan bantuan SPSS versi 21

adalah sebagai berikut:

Tabel 4.16

Hasil Uji Multikolinearitas Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients T Sig. Collinearity Statistics

B Std. Error Beta Tolerance VIF

1

(Constant) ,041 ,289 ,143 ,886

X1 ,449 ,065 ,406 6,921 ,000 ,676 1,480

X2 ,027 ,060 ,023 ,440 ,661 ,821 1,218

X3 ,473 ,059 ,464 8,060 ,000 ,699 1,430

a. Dependent Variable: Y (Keterampilan Berkomunikasi

Tabel 4.16 menunjukan hasil bahwa X1 yaitu kepercayaan diri memiliki nilai tolerance sebesar 0,676 dan VIF senilai 1,480 yang berarti bahwa tidak terjadi multikolinearitas sehingga data dikatakan model regresinya baik dan penelitian bisa dilanjutkan ke tahap berikutnya karena syarat minimum nilai

tolerance adalah 0,10 dan syarat minimum nilai VIF adalah 10. X2 yaitu

lingkungan keluarga memiliki nilai tolerance sebesar 0,821 dan nilai VIF sebesar 1,218 sehingga tidak terjadi multikolinearitas. Kemudian untuk X3 yaitu pengalaman berorganisasi memiliki nilai tolerance 0,699 dan nilai VIF sebesar

(23)

71

1,430 sehingga dikatakan tidak terjadi multikolinearitas. Jadi dapat disimpulkan bahwa untuk variabel bebas tidak terjadi multikolinearitas.

4.3. UjiHipotesis

4.3.1. Analisis Regresi Berganda

Analisis regresi berganda adalah hubungan antara dua atau lebih variabel bebas (X1, X2 dan X3) dengan variabel terikat (Y) untuk mengetahui arah apakah masing – masing variabel bebas berpengaruh positif atau negatif. Berdasarkan data hasil penelitian dengan menggunakan SPSS versi 21.00, maka di ketahui sebagai berikut :

(24)

72

Tabel 4.17.

Hasil Analisis Regresi Berganda X1, X2 dan X3 Terhadap Y

Model Unstandardized Coefficients Standardized

Coefficients t Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) ,041 ,289 ,143 ,886 X1 ,449 ,065 ,406 6,921 ,000 X2 ,027 ,060 ,023 ,440 ,661 X3 ,473 ,059 ,464 8,060 ,000 a. Dependent Variable: Y

Sumber : SPSS, data diolah SPSS versi 21.00

Dari tabel analisis 4.17 , maka di ambil persamaan garis regresi yang dinyatakan dalam persamaan sebagai berikut :

Y = 0,041 + 0,449 X1 + 0,027 X2 + 0,473 X3

4.3.2. Analisis Regresi Ganda Uji T (Parsial)

Uji statistik parsial atau T adalah uji untuk menghitung seberapa pengaruh satu variabel bebas secara individual terhadap variabel terikat. Uji T pada penelitian ini dilakukan dengan membandingkan signifikansi t dengan α sebesar 0,05.

(25)

73

a) Bila nilai signifikansi t kurang dari 0,05 maka terdapat pengaruh positif dan berpengaruh antara variabel bebas dengan variabel terikat.

b) Bila nilai signifikansi t lebih dari 0,05 maka tidak ada pengaruh antara variabel bebas terhadap variabel terikat dan berpengaruh negatif.

Tabel 4.18 Hasil Uji Parsial Coefficientsa

Model Unstandardized Coefficients Standardized

Coefficients t Sig. B Std. Error Beta (Constant) ,041 ,289 ,143 ,886 X1 ,449 ,065 ,406 6,921 ,000 X2 ,027 ,060 ,023 ,440 ,661 X3 ,473 ,059 ,464 8,060 ,000 a. Dependent Variable: Y

Sumber : SPSS data diolah versi 21.00

a) X1 memiliki nilai t sebesar 6,921 dengan nilai probabilitas signifikansi sebesar 0,000. Signifikan t lebih kecil dari α yaitu 0,05. Maka berarti terdapat pengaruh signifikan antara X1 dengan Y.

(26)

74

b) X2 memiliki nilai t sebesar 0,44 dengan nilai probabilitas signifikansi sebesar 0,661. Signifikan t lebih besar dari α yaitu 0,05. Maka berarti tidak terdapat pengaruh signifikan antara X2 dengan Y.

c) X3 memiliki nilai t sebesar 8,060 dengan nilai probabilitas signifikansi sebesar 0,000. Signifikansi t lebih kecil dari α yaitu 0,05. Maka berarti terdapat pengaruh signifikan antara X3 dengan Y

4.3.3. Analisis Regresi Ganda Uji F (Simultan)

Uji simultan atau F bertujuan untuk mengetahui pengaruh variabel bebas secara bersama – sama atau simultan terhadap variabel terikat (Y).

Tabel 4.19 Hasil Uji F (Simultan)

Model Sum of Squares Df Mean Square F Sig.

1 Regression 19,297 3 6,432 85,263 ,000b Residual 13,203 175 ,075 Total 32,500 178 a. Dependent Variable: Y b. Predictors: (Constant), X3, X2, X1

Dari tabel 4.19 terlihat bahwa nilai signifikansi F sebesar 0,000 (lebih kecil dari α yaitu 0,05). Artinya dengan kata lain, X1 kepercayaan diri, X2 lingkungan keluarga dan X3 pengalaman berorganisasi secara simultan berpengaruh signifikan terhadap keterampilan berkomunikasi (Y)

(27)

75

Model Summaryb

Tabel 4.20 Uji Koefisien Determinasi

Model R R Square Adjusted

R Square

Std. Error

of the Estimate

1 ,771a ,594 ,587 ,27467

Berdasarkan tabel 4.20, diperoleh nilai R Square adalah 0.594, hal ini berarti bahwa 59% variasi variabel terikat yaitu keterampilan berkomunikasi dapat dijelaskan oleh tiga variasi variabel bebas yaitu kepercayaan diri, lingkungan keluarga dan pengalaman berorganisasi. Sedangkan sisanya (100% - 59% = 41%) variabel lain di luar penelitian.

(28)

76 4.4. Pembahasan Hasil Penelitian

4.4.1. Pengaruh Kepercayan Diri Terhadap Keterampilan Berkomunikasi Siswa SMK Negeri 1 Salatiga.

Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Kepercayaan Diri berpengaruh secara signifikan terhadap Keterampilan Berkomunikasi. Hal ini ditunjukan dengan nilai signifikansi sebesar berdasarkan uji t hitung = 6,921 dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05 yang berarti kepercayaan diri berpengaruh terhadap keterampilan berkomunikasi siswa SMK Negeri 1 Salatiga .

Kepercayaan diri sangat dibutuhkan dan juga membantu siswa di SMK Negeri 1 Salatiga untuk terampil dalam berkomunikasi kepada semua orang. Beberapa hal yang bisa di lakukan siswa agar dapat berkomunikasi dengan baik dan lancar adalah antara lain dengan percaya pada kemampuan diri sendiri, memiliki rasa positif terhadap diri sendiri dan siswa memiliki ketenangan sikap. Dari penelitian ini di harapkan siswa SMK Negeri 1 Salatiga memahami pentingnya memiliki kepercayaan diri untuk berkomunikasi baik itu di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah.

Hal ini diperkuat dengan pernyataan Lautser (dalam Saputro, 2009:4) yaitu percaya pada kemampuan diri sendiri, yakin serta bertanggung jawab atas apa yang telah diperbuat akan bisa mempengaruhi keterampilan berkomunikasi siswa SMK Negeri 1 Salatiga baik dalam lingkup formal maupun informal.

Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Hermadi Fajar Arifin (2011) yang menemukan bahwa variabel – variabel kepercayaan diri (empati, keterbukaan, dukungan, sikap positif dan kesamaan) berpengaruh secara

(29)

77

signifikan terhadap komunikasi interpersonal santri di pondok pesantren modern islam assalaam surakarta solo.

4.4.2. Pengaruh Lingkungan Keluarga Terhadap Keterampilan Berkomunikasi Siswa SMK Negeri 1 Salatiga

Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Lingkungan Keluarga tidak berpengaruh terhadap keterampilan berkomunikasi siswa SMK Negeri 1 Salatiga. Hal ini ditunjukan dengan nilai signifikansi sebesar berdasarkan uji t hitung = 0,440 dengan nilai signifikansi 0,661 > 0,06 maka berarti bahwa lingkungan keluarga tidak berpengaruh terhadap keterampilan berkomunikasi siswa SMK Negeri 1 Salatiga.

Keterampilan berkomunikasi pada dasarnya tidak dipengaruhi oleh faktor eksternal seperti lingkungan keluarga. Siswa SMK Negeri 1 Salatiga melihat bahwa keterampilan berkomunikasi bisa dikembangkan dan dilatih melalui kegiatan – kegiatan di luar lingkungan tempat tinggalnya karena siswa merasa kegiatan di luar lebih terbuka dan bisa mengekplorasi dirinya sendiri hingga siswa bisa berkembang sesuai dengan keterampilannya. Sejalan dengan kenyataannya bahwa SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) lebih banyak melakukan kegiatan belajar mengajar dengan praktek atau terjun langsung sehingga siswa terbiasa dengan kegiatan secara langsung. Lingkungan keluarga hanya mencukupi kebutuhan materiil dan relasi seperti kasih sayang, perhatian, pengertian, kebencian, acuh tak acuh (cara mendidik anak atau siswa) yang tidak ada hubungannya dengan keterampilan berkomunikasi siswa SMK Negeri 1 Salatiga.

(30)

78

Hal ini diperkuat dengan teri dari Dimyati Mahmud yang menyatakan bahwa lingkungan keluarga adalah hanya sebagian kelompok kecil anak melakukan sosialisasinya, lebih besar lagi bahwa anak bisa melakukan kegiatan sosialiasi di lingkungan luar maupun di sekitarnya bukan hanya di keluarga saja yang hanya terdiri dari ayah, ibu dan anak.

4.4.3 Pengaruh Pengalaman Berorganisasi Terhadap Keterampilan Berkomunikasi Siswa SMK Negeri 1 Salatiga

Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Pengalaman Berorganisasi berpengaruh secara signifikan terhadap Keterampilan Berkomunikasi siswa SMK Negeri 1 Salatiga. Hal ini ditunjukan dengan nilai signifikansi sebesar berdasarkan uji t hitung = 8,060 dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05 maka yang berarti bahwa pengalaman berorganisasi berpengaruh signifikan terhadap keterampilan berkomunikasi siswa SMK Negeri 1 Salatiga.

Pengalaman Berorganisasi memiliki manfaat bagi siswa SMK Negeri 1 Salatiga. Selain untuk melatih bagaimana cara berorganisasi yang baik, benar dan belajar bersosialisasi, pengalaman dalam mengikuti organisasi melatih siswa SMK Negeri 1 Salatiga secara tidak langsung dalam hal soft skill. Soft Skill di sini adalah proses untuk menjalin hubungan dengan orang lain dan kemampuan dalam hal berkomunikasi. Semuanya terbentuk ketika siswa sudah memiliki pengalaman organisasi baik itu lingkungan masyarakat, lingkungan sekolah maupun lingkungan kegiatan kerohanian. Dengan memunculkan pertemanan dan pergaulan, secara tidak langsung akan mempengaruhi siswa dalam berinteraksi

(31)

79

dengan bersosialisi secara terus – menerus ketika berada dalam berorganisasi daripada siswa yang kurang memiliki pengalaman berorganisasi.

Hal ini sejalan dengan penelitian Sohidin (2016) dengan penelitian yang berjudul “Pengaruh Keaktifan Berorganisasi Terhadap Kompetensi Interpersonal

Mahasiswa Pendidikan Akuntansi FKIP UNS Tahnu 2016” yang menyatakan

bahwa terdapat pengaruh yang kuat dan signifikan antara keaktifan berorganisasi terhadap kompetensi interpersonal mahasiswa Pendidikan Akuntansi FKIP UNS Tahun 2016. Keaktifan berorganisasi terhadap kompetensi interpersonal mahasiswa terdapat arah yang positif. Artinya semakin tinggi keaktifan berorganisasi maka semakin tinggi pula kompetensi interpersonal mahasiswa. Sebaliknya semakin rendah keaktifan berorganisasi maka semakin rendah pula kompetensi interpersonal mahasiswa.

4.4.4. Pengaruh Kepercayaan Diri, Lingkungan Keluarga dan Pengalaman Berorganisasi Terhadap Keterampilan Berkomunikasi Siswa SMK Negeri 1 Salatiga.

Hasil Penelitian ini menunjukan bahwa Kepercayaan Diri, Lingkungan Keluarga dan Pengalaman Berorganisasi berpengaruh signifikan terhadap Keterampilan Berkomunikasi Siswa SMK Negeri 1 Salatiga. Hal ini ditunjukan dengan nilai signifikansi sebesar sebesar 0,000 (lebih kecil dari α yaitu 0,05), dengan kata lain, X1 kepercayaan diri, X2 lingkungan keluarga dan X3 pengalaman berorganisasi secara simultan berpengaruh signifikan terhadap keterampilan berkomunikasi (Y).

(32)

80

SMK Negeri 1 Salatiga adalah sekolah kejuruan yang memiliki beberapa jurusan atau progam keahlian yang menuntut siswa – siswanya lebih banyak mengikuti kegiatan praktek di sekolah daripada kegiatan belajar mengajar baik itu diskusi maupun tanya jawab (presentasi). Bisa dilihat bahwa dalam aspek keterampilan berkomunikasi siswa SMK Negeri 1 Salatiga sangat dipengaruhi oleh faktor internal yaitu kepercayaan diri siswa SMK Negeri 1 Salatiga, Hal ini perlu dikembangkan dan dilatih lebih lagi karena SMK memiliki banyak jam praktek dibandingkan dengan siswa SMA yang lebih memungkinkan untuk memiliki tingkat kepercayaan diri yang lebih tinggi karena banyaknya jam belajar mengajar dengan kegiatan diskusi kelompok maupun presentasi. Sama halnya dengan faktor eksternal yaitu lingkungan keluarga dan pengalaman berorganisasi, siswa dituntut untuk belajar tidak hanya dari pendidikan formal seperti sekolah, tetapi di lingkungan keluarga harus melatih dalam tata berbahasa yang baik dan benar maupun sopan. Sedangkan untuk kegiatan organisasi, siswa bisa mengikuti kegiatan organisasi yang mereka sukai dan minati di lingkungan sekolah maupun di lingkungan luar sekolah. Kegiatan organisasi yang diminati dan disukai ini harus memiliki nilai edukasi dan pastinya bermanfaat positif bagi siswa, untuk melatih keterampilan bersosialisasi dan keterampilan interpersonal siswa yang saat ini banyak siswa yang masih kurang memahami pentingnya mengikuti kegiatan organisasi karena dengan mengikuti organisasi akan mendapatkan bekal tambahan ilmu maupun pengalaman pribadi.

Gambar

Tabel 4.1 Sampel dan Jumlah Siswa
Tabel 4.2 Jumlah Jenis Kelamin
Tabel 4.6 Hasil Uji Validitas Pengalaman Berorganisasi
Tabel 4.7. Hasil Uji Validitas Keterampilan Berkomunikasi
+7

Referensi

Dokumen terkait

Setelah persyaratan tersebut di atas dipenuhi, Jaksa Penuntut Umum melakukan penelitian apakah terdapat cukup bukti awalyang menunjukkan bahwa orang yang akan ditangkap

Lapangan berhingga atau Galois Field adalah lapangan dengan elemen-elemennya berhingga.Elemen-elemen dalam Galois Field dapat digunakan untuk mengkontruksi suatu geometri

KARTU RENCANA STUDI  OUTPUT DARI PERWALIAN ONLINE Bisa diakses melalui Sistem Informasi Akademik (LAN).. Periksa Mata Kuliah yang Anda ambil

Adanya pengaruh yang signifikan dari tipe auditor terhadap luas pengungkapan IC disebabkan karena auditor Big 4 cenderung memiliki independensi yang lebih besar

 Drive device : berupa alat yang digunakan untuk menekan simbol dalam bentuk yang hanya dapat dibaca oleh mesin pada media seperti mislanya disk magnetik atau tape magnetik,

Dari 16 variabel independen, terdapat 4 variabel yang memiliki nilai p-value (sig) dibawah 0,1, yakni variabel jarak perjalanan yang merupakan karakteristik pola pergerakan;

Tujuan penelitian yang akan dicapai dalam penelitian ini adalah menghasilkan penilaian terhadap usaha perubahan yang dilakukan PT SEMEN INDONESIA DISTRIBUTOR dalam

dapat diperoleh bahwa pendapatan bersih pada strata I menurut luas lahan usahatani padi sebelum terjadi peningkatan harga dan sesudah terjadi peningkatan harga beras dengan