• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAHAN EKSIPIEN/PEMBAW/NON- zat Aktif Obat. Indra Gunawan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAHAN EKSIPIEN/PEMBAW/NON- zat Aktif Obat. Indra Gunawan"

Copied!
33
0
0

Teks penuh

(1)

BAHAN

BAHAN

EKSIPIEN/PEMBAW/NON-zat Aktif Obat

zat Aktif Obat

Indra Gunawan

(2)

Definisi Eksipiens

Definisi Eksipiens

 Dalam buku Handbook of Pharmaceutical Excipients, Dalam buku Handbook of Pharmaceutical Excipients,

eksipien atau bahan penolong didefinisikan sebagai zat

eksipien atau bahan penolong didefinisikan sebagai zat

tambahan yang digunakan untuk merubah zat aktif

tambahan yang digunakan untuk merubah zat aktif

menjadi bentuk sediaan farmasi yang sesuai untuk

menjadi bentuk sediaan farmasi yang sesuai untuk

digunakan pada pasien.

digunakan pada pasien. The International Pharmaceutical The International Pharmaceutical Excipients Council

Excipients Council (IPEC) mendefinisikan Pharmaceutical (IPEC) mendefinisikan Pharmaceutical excipients sebagai substansi selain obat atau prodrug

excipients sebagai substansi selain obat atau prodrug

yang telah dievaluasi keamanannya dan dimaksudkan

yang telah dievaluasi keamanannya dan dimaksudkan

untuk sistem penghantaran obat untuk berbagai tujuan

untuk sistem penghantaran obat untuk berbagai tujuan

berikut

berikut

 Untuk membantu selama proses pembuatan Untuk membantu selama proses pembuatan

 Melindungi, mendukung dan meningkatkan stabilitas dan Melindungi, mendukung dan meningkatkan stabilitas dan

bioavailabilitas

bioavailabilitas

 Membantu dalam identifikasi produk Membantu dalam identifikasi produk

 Meningkatkan keamanan dan efektifitas produk selama Meningkatkan keamanan dan efektifitas produk selama

distribusi dan penggunaa

(3)

►Beberapa kriterial umum yang esensial Beberapa kriterial umum yang esensial

untuk eksipien yaitu: netral secara

untuk eksipien yaitu: netral secara

fisiologis, stabil secara fisika dan kimia,

fisiologis, stabil secara fisika dan kimia,

memenuhi peraturan perundangan, tidak

memenuhi peraturan perundangan, tidak

mempengaruhi bioavailabilitas obat,

mempengaruhi bioavailabilitas obat,

bebas dari mikroba patogen dan tersedia

bebas dari mikroba patogen dan tersedia

dalam jumlah yang cukup dan murah.

dalam jumlah yang cukup dan murah.

►Eksipien mempunyai peranan atau fungsi Eksipien mempunyai peranan atau fungsi

yang sangat penting dalam formulasi

yang sangat penting dalam formulasi

tablet. Hal ini karena tidak ada satupun

tablet. Hal ini karena tidak ada satupun

zat aktif yang dapat langsung dikempa

zat aktif yang dapat langsung dikempa

menjadi tablet tanpa membutuhkan

menjadi tablet tanpa membutuhkan

eksipien.

(4)

 Eksipien dalam sediaan tablet dapat Eksipien dalam sediaan tablet dapat

diklasifikasikan berdasarkan

diklasifikasikan berdasarkan

peranannya dalam produksi tablet.

peranannya dalam produksi tablet.

Pertama adalah eksipien yang

Pertama adalah eksipien yang

berperan dalam membantu proses

berperan dalam membantu proses

pengempaan (berpengaruh pada

pengempaan (berpengaruh pada

fluiditas dan kompaktibilitas) massa

fluiditas dan kompaktibilitas) massa

yaitu: bahan pengisi-pengencer,

yaitu: bahan pengisi-pengencer,

pengikat, glidan dan lubrikan.

(5)

►Grup yang kedua adalah eksipien yang Grup yang kedua adalah eksipien yang

membantu memperbaiki karakter sifat

membantu memperbaiki karakter sifat

fisik tablet, yaitu bahan: penghancur,

fisik tablet, yaitu bahan: penghancur,

pewarna, serta pembasah dan

pewarna, serta pembasah dan surface- surface-active agents

active agents. Tablet yang . Tablet yang

diperuntukkan untuk hancur dan

diperuntukkan untuk hancur dan

memberi rasa dimulut juga

memberi rasa dimulut juga

membutuhkan bahan pemanis dan

membutuhkan bahan pemanis dan

flavors

(6)

 Tablet yang dimodifikasi pelepasanya

(controlled or modified-release tablets),

membutuhkan polimer, malam, atau material yang lain yang dapat menghambat

pelepasan obatnya. Sementara itu, tablet salut membutuhkan material penyalut untuk melindungi/menutupi inti (core) untuk

(7)

 Dalam tulisan singkat ini hanya akan Dalam tulisan singkat ini hanya akan

membahas beberapa macam

membahas beberapa macam

eksipien yang umumnya

eksipien yang umumnya

ditambahkan dalam produksi sediaan

ditambahkan dalam produksi sediaan

tablet regular (bukan tablet khusus)

(8)

FILLERS/DILUENTS/

BAHAN PENGISI

Bahan pengisi dibutuhkan untuk membuat bulk

(menambah bobot sehingga memiliki bobot yang

sesuai untuk dikempa), memperbaiki kompresibilitas dan sifat alir bahan aktif yang sulit dikempa serta untuk memperbaiki daya kohesi sehingga dapat dikempa langsung. Bahan pengisi dapat dibagi

berdasarkan katagori: material organik (karbohidrat dan modifikasi karbohidrat), material anorganik

(kalsium fosfat dan lainnya), serta co-processed

diluents. Jumlah bahan pengisi yang dibutuhkan

bervariasi, berkisar 5-80% dari bobot tablet

(tergantung jumlah zat aktif dan bobot tablet yang diinginkan). Bila bahan aktif berdosis kecil, sifat

tablet (campuran massa yang akan ditablet) secara keseluruhan ditentukan oleh sifat bahan pengisi.

(9)

• Walaupun eksipien bukan merupakan zat aktif, eksipien sangat penting untuk

kesuksesan produksi sediaan yang dapat diterima. IPEC (The International

Pharmaceutical Excipients Council) membagi

eksipien untuk sediaan padat dalam 13

katagori umum berdasarkan fungsinya yaitu: pengikat, penghancur, pengisi, lubrikan,

glidan, pembantu pengempaan, pewarna, pemanis, pengawet, zat

pensuspensi/pendispersi, material penyalut, pemberi rasa, dan tinta untuk printing.

(10)

Tabel I. Macam-macam bahan pengisi tablet

Tidak larut Larut

Kalsium sulfat

Kalsium fosfat, dibasic dan tribasik Kalsium karbonat Amilum Modifikasi amilum Mikrokritalin selulosa Laktosa Sukrosa Dektrosa Mannitol Sorbitol

(11)

• Bahan pengisi yang dapat digunakan untuk kempa langsung disebut dengan

filler-binders. Filler-binders adalah bahan

pengisi yang sekaligus memiliki

kemampuan meningkatkan daya alir dan kompaktibilitas massa tablet. Filler binders digunakan dalam kempa langsung.

Persyaratan suatu material dapat

berfungsi sebagai filler-binders adalah mempunyai fluiditas dan kompaktibilitas yang baik.

(12)

Filler- binder Diskripsi

Modifikasi tunggal Avicel

Spray dried lactose Ditab

Co-processed

Fast Flo lactose®

Microcellac® Ludipress® Nu-Tab® Di-Pac® Sugartab® Emdex® Cal-Tab® Cal-Carb® Calcium 90® StarLac

Modifikasi dari mikrokristalinselulosa/MCC Hasil spray laktosa

Modifikasi dikalsium fosfat dihidrat

Hasil spray campuran α-lactose kristalin monohidrat dan laktosa amorp.

75% laktosa dan 25% MCC (Microkristalin selulosa).

93% α-laktosa monohidra, 3,5% PVP dan 3,5% crospovidone.

Sukrosa 95-97%, gula invert 3-4% dan magnesium stearat 0,5%.

Sukrosa 97% dan dextrin modifikasi 3% Sukrosa 90-93% dan gula invert 7-10%. Dextrosa 93-99% dan maltosa 1-7% Kalsium sulfat 93% da gom alam 7% Kalsium karbonat 95% dan

maltodektrin5%

Kalsium karbonat (minimum) 90% da Amilum, NF (maksimum) 9%

(13)

BAHAN PENGIKAT (BINDER)

• inders atau bahan pengikat berfungsi memberi daya adhesi pada massa serbuk pada granulasi dan kempa langsung serta untuk menambah daya kohesi yang telah ada pada bahan pengisi. Bahan pengikat dapat

ditambahkan dalam bentuk kering dan bentuk larutan (lebih efektif). Bahan pengikat secara umum dapat dibedakan menjadi: pengikat dari alam, polimer sintetik/semisintetik dan gula.

• Pada granulasi basah, bahan pengikat biasanya ditambahkan dalam bentuk larutan (dibuat solution, musilago atau suspensi), namun dapat juga

ditambahkan dalam bentuk kering, setelah dicampur dengan massa yang akan digranul baru ditambahkan pelarut.

(14)

Nama Konsentrasi

(%dari formula) Pelarut

Selulosa mikrokristalin Polimer (turunan selulosa) CMC Na HPC HPMC MC HEC EC PVP Gelatin Gom Alam Akasia Tragakan Guar Pektin Amilum Amilum pregelatin Sukrosa Lainnya Sirup jagung PEG Na Alginat

Magnesium aluminum silikat

10-50 1-5 2-7 2-5 1-3 1-5 2-5 10-25 2-20 5-10 5-10 Air Air Alcohol Alkohol, air Air Air Air (pasta) Air Air Air

(15)

Tabel IV. Banyaknya larutan pengikat yang dibutuhkan untuk menggranul 3000 g pengisi

Larutan bahan pengikat

Pengisi

Sukrosa Lactosa Dektrosa Mannitol Gelatin 10% Glukosa 50% Metilselulosa 2 % (400 cps) Air Akasia 10% Musilagoamili 10% Alkohol 50% PVP dalam air 10% PVP dalam alcohol 10% Sorbitol dalam air 10%

200 300 290 300 220 285 460 260 780 280 290 325 400 400 400 460 700 340 650 440 500 500 835 660 685 660 1000 470 825 750 560 585 570 750 675 810 1000 525 900 655

(16)

Pada pembuatan tablet dengan metode granulasi kering dan kempa langsung, bahan pengikat ditambahkan

dalam bentuk kering.

Tabel V. Jenis-jenis bahan pengikat yang umum digunakan pada kempa langsung

Bahan Pengikat

Kelas

Avicel (PH 101) Mikrokristalinselulosa

SMCC (50) Silicified Mikrokristalinselulosa

UNI-PURE(DW) Amilum pregelatin partial UNI-PURE (LD) Amilum densitas rendah DC Lactose DC laktosa anhydrous

DI TAB DC-Calsium fosfat dihidrat dibasa

(17)

Tabel VI. Karakteristik bahan pengikat untuk kempa langsung (DC/Direct compression)

Sifat alir

DI TAB > SMCC(50) > DC Lactose , UNI

PURE(DW) > Avicel (PH 101) > UNI PURE(LD) Compresibilitas UNI PURE(LD) > SMCC(50) , Avicel (PH 101) >

UNI PURE(DW) , DC Lactose > DI TAB

Crushing Strength UNI PURE(LD) > SMCC(50) > UNI PURE(DW) > Avicel

(18)

DISINTEGRANTS DAN SUPER

DISINTEGRANTS

• Bioavailabilitas suatu tablet tergantung pada absorpsi obatnya. Absorpsi obat tergantung pada kelarutan obat dalam cairan gastrointestinal dan permeabilitas obat melintasi membran. Kecepatan kelarutan suatu obat dalam tablet tergantung pada sifat fisika-kimia obat,

dan juga kecepatan disintegrasi dan disolusi dari tablet. Untuk mempercepat disintegrasi tablet, maka

ditambahkan disintegran/bahan penghancur. Bahan penghancur akan membantu hancurnya tablet menjadi granul, selanjutnya menjadi partikel partikel penyusun sehingga akan meningkatkan kecepatan disolusi tablet.

(19)

• Bahan penghancur dapat ditambahkan langsung (pada kempa langsung) atau dapat ditambahkan secara intragranular, ekstragranular serta kombinasi intra-ekstra pada granulasi. Aksi bahan penghancur

dalam menghancurkan tablet, ada

beberapa mekanisme, yaitu: aksi kapiler,

swelling/pengembangan, heat of wetting, particle repulsive forces, deformation,

(20)

Tabel VII. Tipe dan jumlah disintegran/bahan penghancur yang umum ditambahkan

Disintegrant Konsentrasi (%)

Amilum

Amilum 1500

Avicel (mikrokristalin selulosa) Solka floc

Asam alginat

Explotab (sodium starch glycolate) Gom guar Policlar AT (Crosslinked PVP) Amberlite IPR 88 Metilselulosa, CMC, HPMC. 5-20 5-15 5-10 5-15 5-10 2-8 2-8 0,5-5 0,5-5 5-10

(21)

BAHAN PELICIN

BAHAN PELICIN

 Bahan pelicin mempunyai 3 fungsi, yaitu:Bahan pelicin mempunyai 3 fungsi, yaitu:

1.

1. LubricantsLubricants

Lubrikan adalah bahan yang berfungsi untuk Lubrikan adalah bahan yang berfungsi untuk

mengurangi friksi antara permukaan dinding/tepi

mengurangi friksi antara permukaan dinding/tepi

tablet dengan dinding

tablet dengan dinding diedie selama kompresi dan selama kompresi dan ejeksi. Lubrikan ditambahkan pada pencampuran

ejeksi. Lubrikan ditambahkan pada pencampuran

akhir/

akhir/final mixing,final mixing, sebelum proses pengempaan. sebelum proses pengempaan. Lubrikan dapat diklasifikasikan berdasarkan

Lubrikan dapat diklasifikasikan berdasarkan

kelarutannya dalam air yaitu larut dalam air dan

kelarutannya dalam air yaitu larut dalam air dan

tidak larut dalam air. Pertimbangan pemilihan

tidak larut dalam air. Pertimbangan pemilihan

lubrikan tergantung pada cara pemakaian, tipe

lubrikan tergantung pada cara pemakaian, tipe

tablet, sifat disintegrasi dan disolusi yang

tablet, sifat disintegrasi dan disolusi yang

dinginkan, sifat fisika-kimia serbuk/granul dan

dinginkan, sifat fisika-kimia serbuk/granul dan

biaya.

(22)

Tabel VIII. Macam-macam lubrikan yang biasa digunakan pada sediaan tablet

Jenis Lubricants Konsentrasi(%)

Water insoluble lubricants

Stearates(Magnesium Stearate, Calcium Stearate, Sodium stearate) 0,25-1 Talc 1-2 Sterotex 0,25-1 Waxes 1-5 Stearowet 1-5 Glyceryl behapate(Compritol®888) 1-5

Liquid paraffin Sampai 5

Water soluble lubricants

Boric acid 1

Sodium benzoate, Sodium oleate, Sodium acetate 5 Sodium Lauryl sulfate (SLS) 1-5 Magnesium lauryl sulfate (MLS) 1-5

(23)

2. Glidants

Glidants ditambahkan dalam formulasi untuk

menaikkan/meningkatkan fluiditas massa yang akan dikempa, sehingga massa tersebut dapat mengisi die dalam jumlah yang seragam.

Amilum adalah glidan yang paling populer

karena disamping dapat berfunsi sebagai glidan juga sebagai disintegran dengan konsentrasi

sampai 10%. Talk lebih baik sebagai glidan

dibandingkan amilum, tetapi dapat menurunkan disintegrasi dan disolusi tablet. Pada tabel IX terlihat beberapa tipe glidan yang biasa

(24)

Tabel IX. Tipe dan jumlah lubrikan yang biasanya digunakan Glidants Konsentrasi (%) Logam stearat Asam stearat Talk Amilum Natrium benzoat Natrium klorida

Natrium dan magnesium lauril sulfat PEG 4000 dan 6000 < 1 1-5 1-5 1-10 2-5 5-20 1-3 2-5

(25)

3. Antiadherents

• Antiadherents adalah bahan yang dapat mencegah melekatnya (sticking)

permukaan tablet pada punch atas dan

punch bawah. Talk, magnesium stearat

dan amilum jagung merupakan material yang memiliki sifat antiadherent yang

(26)

Tabel X. Daftar antiadherent yang biasa digunakan

Jenis antiadherents Konsentrasi (% b/b) Talk 1-5 Magnesium stearat < 1 Amilum jagung 3-10 Colloidal silica 0,1-0,5 DL-Leucine 3-10

(27)

• Bahan pewarna tidak mempunyai aktifitas terapetik, dan tidak

dapat meningkatkan bioavailabilitas atau stabilitas produk, tetapi pewarna ditambahkan kedalam sediaan tablet untuk fungsi menutupi warna obat yg kurang baik, identifikasi produk, dan untuk membuat suatu produk lebih menarik (aesthetic appearance and brand image in the market).

• Akan tetapi penggunaan pewarna yang tidak tepat/salah akan

mempengaruhi mutu produk. Pewarna yang digunakan

haruslah pewarna yang diperbolehkan oleh undang-undang untuk digunakan sebagai pewarna untuk sediaan obat.

• Bahan pewarna ada yang larut dalam air dan ada tidak larut.

Pewarna ditambahkan dalam bentuk larutan atau suspensi dalam granulasi basah, tergantung apakah pewarna tersebut larut atau tidak.

Penggunaan pewarna yang larut kemungkinan dapat terjadi migrasi zat warna selama proses pengeringan yang dapat mengakibatkan tidak meratanya warna.

(28)

Tabel XI: Jenis pewarna (sintetik) yang biasa digunakan

Pewarna Nama umum

Red 3 Erythrosine

Red 40 Allura red AC

Yellow 5 Tartrazine

Yellow 6 Sunset Yellow

Blue 1 Brilliant Blue

Blue 2 Indigotine

(29)

SWEETENERS, FLAVORS

• Penambahan Pemanis dan pemberi rasa biasanya hanya untuk tablet-tablet

kunyah, hisab, buccal, sublingual, effervescent dan tablet lain yg

dimaksudkan untuk hancur atau larut dimulut.

(30)

Tabel XII. Beberapa pemanis yang biasa digunakan dalam formulasi tablet

Pemanis alami Pemanis

sintesis/buatan

Mannitol Sakarin

Lactosa Siklamat

Sukrosa Aspartame

(31)

• Sakarin 500 kali lebih manis dibandingkan sukrosa, kekurangannya berasa pahit pada akhir dan bersifat karsinogenik, sama seperti siklamat yang juga karsinogenik. Aspartame 180 kali lebih manis dibanding sukrosa, tetapi kurang stabil pada kondisi lembab sehingga tidak dapat digunakan dengan komponen

yang higroskopis.

• Flavors digunakan untuk memberi rasa atau meningkatkan rasa pada tablet-tablet yang dikehendaki larut atau hancur dimulut

sehingga lebih dapat diterima oleh konsumen.

Flavors dapat ditambahkan dalam bentuk

padat (spray dried flavors) atau dalam bentuk minyak atau larutan (water soluble) flavors.

(32)

• Dalam bentuk padat lebih mudah

penanganannya dan secara umum lebih stabil dari pad bentuk minyak.

• Minyak biasanya ditambahkan pada tahap lubrikasi sebab minyak sensitif terhadap

moisture dan bertendensi menguap ketika

dipanaskan pada pengeringan.

• Jadi yang paling mungkin adalah diadsorbsikan ke dalam eksipien dan ditambahkan pada

proses lubrikasi. Maksimum penambahan

minyak yang ditambahkan pada granul tanpa mempengaruhi karakter tablet atau proses

penabletan adalah 0,5-0,75. Aqueous flavors tidak banyak digunakan sebab tidak stabil

(33)

PERTIMBANGAN DALAM PEMILIHAN EKSIPIEN UNTUK TABLET

Gambar

Tabel I. Macam-macam bahan pengisi tablet
Tabel IV. Banyaknya larutan pengikat yang dibutuhkan untuk menggranul 3000 g pengisi
Tabel V. Jenis-jenis bahan pengikat yang umum  digunakan pada kempa langsung
Tabel VII. Tipe dan jumlah disintegran/bahan penghancur yang  umum ditambahkan
+4

Referensi

Dokumen terkait

Automotive business which contributed more than 50% to the company’s revenue and profit has shown it’s resilience this semester, where Astra Group’s car and motorcycle

Pencapaian Kinerja baik sasaran strategis maupun program/kegiatan pada Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Blitar tahun anggaran 2016 secara umum semuanya dalam

Factory method mendefinisikan sebuah interface untuk menciptakan sebuah obyek, tetapi mengijinkan sub kelas menentukan kelas mana yang diinstansiasi.. Factory method

Hal tersebut sudah sesuai dengan nilai representasi, dikarenakan untuk menangkap gambar hanya sebagian tubuh GKR Hemas yaitu mulai dari dada sampai kepala sehingga dapat

The alteration zone at the Randu Kuning area and its vicinity can be divided into several hydrothermal alteration zones, such as potassic zone (magnetite-biotite-K feldspar),

Jadi bukan soal Islam kita yang kita pamerkan, yang terpenting adalah aktualisasi, aktualisasi itu adalah akhlak yang terbentuk dari sana, maka kan Al-Qur‟an itu

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah pencapaian dan peningkatan kemampuan berpikir kreatif matematik siswa yang pembelajarannya menggunakan metode

Mocaf terbaik yang dihasilkan pada penelitian ini adalah mocaf yang dibuat dari fermentasi menggunakan ragi tape yang diawali perendaman dengan garam, karena menghasilkan