LKjIP Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Blitar Tahun 2016 9
KATA PENGANTAR
Atas limpahan rahmat dan hidayah-Nya semata kepada kita semua, sehingga Laporan Kinerja Instansi Pemerintah SKPD Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Blitar dapat terselesaikan.
Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LkjIP) Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Blitar Tahun Anggaran 2016 ini disusun dalam rangka memenuhi ketentuan Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah.
Penyusunan laporan ini telah diupayakan seoptimal mungkin agar dapat memberikan keterangan dan penjelasan mengenai akuntabilitas kinerja di Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Blitar pada tahun 2016. Untuk itu kami berharap kiranya laporan ini dapat menjadi bahan masukan, pengkajian dan evaluasi serta pembinaan lebih lanjut untuk pelaksanaan tugas di masa yang akan datang.
Demikian Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LkjIP) Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Blitar Tahun Anggaran 2016 ini disampaikan, kiranya Tuhan Yang Maha Kuasa senantiasa melimpahkan taufik dan hidayah-Nya kepada kita semua.
Tidak lupa ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyelesaian Laporan ini. Akhirnya Kami berharap semoga Laporan ini nantinya dapat menunjang dalam segala kegiatan pemerintahan di Lingkungan
Pemerintah Kabupaten Blitar.
Blitar, Pebruari 2017 Kepala Badan Lingkungan Hidup
Kabupaten Blitar
Ir. M. KRISNA TRIATMANTO, M.Si Pembina Utama Muda
LKjIP Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Blitar Tahun 2016 10 DAFTAR ISI KATA PENGANTAR DAFTAR ISI DAFTAR LAMPIRAN BAB I. PENDAHULUAN ... Latar Belakang ... BAB II. PERENCANAAN KINERJA ... Perjanjian Kinerja ... BAB III. AKUNTABILITAS KINERJA ... 3.1. Capaian Kinerja Organisasi ... 3.2. Realisasi Anggaran ... BAB IV. PENUTUP ... LAMPIRAN-LAMPIRAN
LKjIP Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Blitar Tahun 2016 11 BAB I
PENDAHULUAN
LATAR BELAKANG
Tugas dan Fungsi Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Blitar secara umum dibentuk berdasarkan Peraturan Bupati Blitar Nomor 46 Tahun 2011 tentang Penjabaran Tugas dan Fungsi Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Blitar.
Sebagaimana tercantum dalam Peraturan Bupati Blitar Nomor 46 Tahun 2011 pasal 2 disebutkan bahwa Badan Lingkungan Hidup adalah unsur pendukung tugas Bupati dalam bidang Lingkungan Hidup yang dipimpin oleh Kepala Badan yang berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Bupati melalui Sekretaris Daerah. Badan Lingkungan Hidup sebagaimana dimaksud dalam pasal 2 tersebut mempunyai tugas melaksanakan urusan pemerintahan Daerah dalam penyusunan dan pelaksanaan kebijakan daerah di bidang lingkungan hidup. Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 3, Badan Lingkungan Hidup mempunyai fungsi :
a. Perencanaan strategis pembangunan berkelanjutan berwawasan lingkungan; b. Perumusan kebijakan Teknis bidang lingkungan hidup;
c. Penyelenggaraan urusan pemerintahan dan pelayanan umum bidang lingkungan hidup;
d. Pelaksanaan, pengawasan, Pengendalian serta evaluasi dan pelaporan penyelenggaraan bidang lingkungan hidup;
e. Pelaksanaan standard pelayanan minimal yang wajib dilaksanakan dalam bidang lingkungan hidup;
f. Penyelenggaraan urusan kesekretariatan pada Badan Lingkungan Hidup; g. Pembinaan Unit Pelaksana Teknis Badan;
h. Pengkoordinasian, Integrasi dan Sinkronisasi kegiatan bidang Lingkungan Hidup di lingkungan Pemerintah Daerah;
i. Pembinaan dan pelaksanaan kerjasama dengan masyarakat, lembaga Pemerintah dan lembaga lainnya;
LKjIP Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Blitar Tahun 2016 12 Wilayah Kabupaten Blitar terbagi dua oleh sungai Brantas wilayah selatan sungai Brantas telah dikenal dengan sebuatan Blitar selatan dengan luas + 698,94 km2. Sedangkan Blitar utara memiliki luas + 898,94 km2. Wilayah Kabupaten Blitar dengan kondisi geografis terdiri dari wilayah pegunungan, dataran rendah, daerah aliran sungai dan pesisir. Daerah pegunungan berada di bagian utara dengan adanya gunung Kelud yang aktif dan gunung Kawi di sebelah timur. Sedangkan pegunungan kapur berada di sebelah selatan berbatasan dengan wilayah pesisir pantai selatan. Daerah dataran rendah berada dibagian tengah dan barat. Daerah aliran sungai berada dibagian tengah. Dibagian selatan terbentang dari timur ke barat wilayah pesisir Kabupaten Blitar sepanjang 45 km menghadap samudra Indonesia. Selain itu, Kabupaten Blitar juga memiliki potensi unggulan di bidang peternakan, pertanian ataupun pertambangan, yang tentu saja potensi-potensi tersebut selain mendatangkan nilai ekonomis juga bisa menimbulkan dampak negatif terhadap kelestarian sumber daya alam di Kabupaten Blitar. Dengan kondisi Kabupaten Blitar seperti yang tersebut di atas, maka menimbulkan isu-isu strategis baik skala regional, nasional maupun internasional. Adapun isu-isu strategis atau permasalahan-permasalahan yang dihadapi oleh Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Blitar antara lain :
- Populasi Penduduk terus meningkat - Banyaknya alih fungsi lahan
- Kerusakan hutan - Anomali Iklim - Pemanasan Global
- Peningkatan Emisi Gas Rumah Kaca - Daerah rawan Tsunami
- Daerah rawan bencana gunung berapi - Daerah rawan banjir
- Daerah rawan angin puting beliung - Daerah rawan longsor
- Peningkatan pencemaran air, udara maupun tanah
Yang mana apabila hal ini dtidak segera diatasi, maka akan menimbulkan masalah-masalah yang serius di Kabupaten Blitar.
LKjIP Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Blitar Tahun 2016 13 BAB II
PERENCANAAN KINERJA
PERJANJIAN KINERJA
Untuk mengatasi isu-isu strategis atau permasalahan-permasalahan yang berkembang di Kabupaten Blitar, khususnya yang sesuai dengan tugas pokok dan fungsi, maka Badan Lingkungan Hidup sesuai dengan kekuatan anggaran yang dikelola sesuai dengan yang tertuang dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran Perubahan ( DPPA SKPD ) Tahun Anggaran 2016, berusaha akan menjalankan program dan kegiatan untuk mengatasi isu-isu strategis atau permasalahan-permasalahan yang telah dijabarkan dalam bab I. Untuk menjamin keberhasilan dalam melaksanakan program dan kegiatan serta dalam pengelolaan anggaran SKPD, maka dibuatlah Perjanjian Kinerja. Perjanjian Kinerja pada dasarnya adalah pernyataan komitmen secara tertulis dari Kepala SKPD kepada Bupati yang berisikan tekad dan janji untuk mencapai kinerja yang jelas dan terukur dalam rentang waktu satu tahun tertentu dengan mempertimbangkan sumber daya yang dikelola untuk dipertanggungjawabkan kepada Bupati sesuai dengan Dokumen Pelaksanaan Anggaran ( DPA ) Satuan Kerja Perangkat Daerah. Perjanjian Kinerja pada Tahun 2016 dibuat berdasarkan DPPA SKPD 2016 disesuaikan dengan IKU SKPD. Adapun Perjanjian Kinerja pada Tahun 2016 adalah sebagai berikut:
LKjIP Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Blitar Tahun 2016 14 Tabel. 2.1
PERJANJIAN KINERJA TAHUN 2016
No. Sasaran strategis Indikator Kinerja Target
(1) (2) (3) (4) 1. Meningkatnya kualitas pelayanan administrasi perkantoran - Persentase kecukupan administrasi perkantoran 100% ( 12 bulan ) - Persentase ketercukupan sarana dan prasarana aparatur
100% ( 12 bulan )
2. Meningkatnya tata kelola organisasi yang akuntabel dan profesional Persentase pemenuhan jenis/dokumen perencanaan, laporan kinerja dan keuangan yang tepat waktu
100% ( 6 Eks )
3. Peningkatan Indeks Kualitas Lingkungan Hidup
Indeks Kualitas Lingkungan Hidup
66,7
Dari tabel Perjanjian Kinerja diatas dapat dijelaskan sebagai berikut : 1. IKU I :
Kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan untuk mencapai target yang telah ditentukan adalah dengan meyediakan kecukupan kebutuhan administrasi perkantoran seperti belanja air, telepon, listrik, jasa tenaga kebersihan dan keamanan, serta belanja perjalanan dinas baik dalam daerah maupun luar daerah. Dengan tercukupinya kegiatan-kegiatan rutin administrasi perkantoran selama 12 bulan diharapkan dapat mencapai target kinerja yang ditentukan.
2. IKU II :
Kegiatan yang akan dilakukan untuk mencapai target 100% yaitu dengan memenuhi kebutuhan sarana dan prasarana aparatur seperti pembiayaan untuk pemeliharaan kantor, pengadaan meja dan kursi kerja, pengadaan komputer ataupun laptop, pengadaan printer, pengadaan AC, perawatan alat-alat kantor dan perawatan kendaraan operasional kantor. Kegiatan-kegiatan untuk mencukupi sarana dan prasarana aparatur ini akan dilaksanakan selama 12 bulan sehingga target 100% dapat tercapai.
LKjIP Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Blitar Tahun 2016 15 3. IKU III :
Kegiatan yang akan dilakukan untuk mencapai target 100% (6 eks) adalah dengan mencukupi kebutuhan belanja cetak dan penggandaan untuk pemenuhan dokumen perencanaan, pelaporan kinerja dan keuangan.
4. IKU IV
IKLH merupakan alat untuk mengukur kualitas lingkungan hidup di suatu daerah, dimana tujuan ditetapkannya indeks kualitas lingkungan hidup (IKLH) adalah :
a. Memberikan informasi kepada para pengambil keputusan di tingkat pusat dan daerah tentang kondisi lingkungan di daerah sebagai bahan evaluasi kebijakan pembangunan yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan.
b. Memberikan informasi kepada masyarakat mengenai kondisi lingkungan hidup di wilayahnya apakah bertambah baik atau malah sebaliknya. c. Sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada publik tentang pencapaian
target program-program pemerintah di bidang pengelolaan lingkungan hidup.
Perhitungan Indeks Kualitas Lingkungan Hidup diukur dari parameter indeks pencemaran air sungai (IPA), indeks pencemaran udara (IPU) dan indeks tutupan lahan/vegetasi (ITH).
Adapun untuk mencapai target IKU IKLH tersebut, ditempuh melalui 5 Program Yaitu :
Program Pembinaan Lingkungan Sosial
Kegiatan yang akan dilakukan untuk mencapai target dari program ini adalah dengan menyelenggarakan pelatihan dan pembinaan untuk masyarakat dengan tujuan agar masyarakat mendapatkan pengetahuan serta kesadaran diri tentang pentingnya meningkatkan Indeks Kualitas Lingkungan Hidup.
Progam Pengendalian, Pencemaran dan Perusakan Lingkungan Hidup Kegiatan yang akan dilakukan untuk mencapai target yaitu dengan melakukan pengawasan kegiatan/usaha serta pengadaan barang ataupun jasa untuk mendukung peningkatan Indeks Kualitas Lingkungan Hidup.
Program perlindungan dan Konservasi Sumber Daya Alam
Kegiatan yang akan dilakukan untuk mencapai target dari program ini adalah dengan menyelenggarakan pelatihan dan pembinaan untuk masyarakat agar masyarakat mendapatkan kesadaran untuk menjaga lingkungan.
LKjIP Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Blitar Tahun 2016 16 Program Peningkatan Kualitas dan Akses Informasi Sumber Daya
Alam dan Lingkungan Hidup
Kegiatan yang dilakukan yaitu menyediakan informasi kepada masyarakat melalui media cetak maupun elektronik mengenai isu-isu lingkungan sehingga masyarakat dapat mengambil tindakan yang tepat berkaitan dengan kondisi lingkungannya. Selain itu, penyusunan peraturan perundangan tentang lingkungan hidup juga perlu dilakukan untuk melindungi kelestarian lingkungan dari tindakan yang tidak bertanggung jawab.
Program Pengelolaan Ruang Terbuka Hijau (RTH)
Kegiatan yang dilakukan adalah dengan menjaga kawasan Ruang terbuka hijau serta memperluas taman kota maupun hutan kota.
LKjIP Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Blitar Tahun 2016 17 BAB III
AKUNTABILITAS KINERJA
Laporan Akuntabilitas akan memberikan gambaran untuk menilai keberhasilan dan kegagalan pelaksanaan kegiatan sesuai dengan program, sasaran yang telah ditetapkan dalam rangka mewujudkan visi-misi Bupati/Wakil Bupati Kabupaten Blitar yang tertuang dalam Peraturan Daerah Kabupaten Blitar Nomor 4 Tahun 2016 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2016-2021. Pengukuran yang dimaksud itu merupakan suatu hasil dari suatu penilaian yang sistimatis dan didasarkan pada kelompok indikator kegiatan berupa masukan, keluaran, hasil, manfaat dan dampak. Penilaian dimaksud tidak terlepas dari kegiatan mengolah masukan menjadi keluaran dan penilaian dalam proses penyusunan kegiatan yang dianggap penting dan berpengaruh terhadap pencapaian sasaran tujuan.
3.1. CAPAIAN KINERJA ORGANISASI
Capaian Kinerja merupakan dasar dalam menilai keberhasilan dan kegagalan pelaksanaan kegiatan sesuai tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan dalam rangka mewujudkan visi misi Bupati/Wakil Bupati.
Pengukuran Capaian Kinerja pada tahun 2016 dilakukan dengan cara :
1. Membandingkan antara target dengan realisasi masing-masing indikator kinerja pada tahun bersangkutan.
2. Membandingkan antara realisasi kinerja serta capaian kinerja tahun bersangkutan dengan tahun lalu.
3. Membandingkan realisasi kinerja, anggaran dan efisiensi yang telah dilakukan sampai dengan tahun bersangkutan.
4. Analisi penyebab keberhasilan/kegagalan atau peningkatan/penurunan kinerja serta alternatif solusi yang telah dilakukan.
5. Analisis atas efesiensi penggunaan sumber daya.
6. Analisis Program/Kegiatan yang menunjang keberhasilan ataupun kegagalan pencapaian pernyataan kinerja.
LKjIP Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Blitar Tahun 2016 18 Untuk memperjelas capaian kinerja organisasi pada tahun 2016 kami sajikan pada tabel-tabel dibawah ini :
Tabel 3.1
Pencapaian Kinerja tahun 2016
SASARAN STRATEGIS
INDIKATOR
KINERJA TARGET REALISASI
% CAPAIAN 1 2 3 4 5 Meningkatnya kualitas pelayanan administrasi perkantoran Persentase kecukupan layanan administrasi perkantoran 100% 100% 100% Persentase ketercukupan sarana dan prasarana aparatur 100% 100% 100% Meningkatnya tata kelola organisasi yang akuntabel dan profesional Persentase pemenuhan dokumen perencanaan, pelaporan kinerja dan keuangan yang tepat waktu 100% 100% 100% Meningkatnya Indeks Kualitas Lingkungan Hidup Indeks Kualitas Lingkungan Hidup 66,7 66,87 125%
Dari tabel diatas dapat dijelaskan beberapa hal sebagai berikut : 1. Bahwa Indikator Kinerja Utama (IKU) Persentase kecukupan layanan
administrasi perkantoran dengan target 100% dan realisasi kinerjanya adalah 100%.
2. Bahwa Indikator Kinerja Utama (IKU) Persentase ketercukupan sarana dan prasarana aparatur dengan target 100% dan realisasi kinerjanya adalah 100%.
3. Bahwa Indikator Kinerja Utama (IKU) Persentase pemenuhan dokumen perencanaan, pelaporan kinerja dan keuangan yang tepat waktu dengan target 100% dan realisasi kinerjanya adalah 100%.
LKjIP Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Blitar Tahun 2016 19 4. Bahwa Indikator Kinerja Utama (IKU) Indeks Kualitas Lingkungan Hidup
dengan target 66,7 dan realisasi kinerjanya adalah 66,87 ( 125% )
Tabel 3.2
Perbandingan Antara Realisasi Kinerja tahun 2015 dengan tahun 2016
SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA TARGET REALISASI 2015 2016 1 2 3 4 5 Meningkatnya kualitas pelayanan administrasi perkantoran Persentase kecukupan layanan administrasi perkantoran 100% 100% 100% Persentase ketercukupan sarana dan prasarana aparatur 100% 100% 100% Meningkatnya tata kelola organisasi yang akuntabel dan profesional Persentase pemenuhan dokumen perencanaan, pelaporan kinerja dan keuangan yang tepat waktu 100% 100% 100% Meningkatnya Indeks Kualitas Lingkungan Hidup Indeks Kualitas Lingkungan Hidup 66,7 - 125%
Dari tabel diatas dapat dijelaskan beberapa hal sebagai berikut :
1. 3 Indikator Kinerja Utama ( IKU) memperoleh realisasi kinerja yang sangat baik yaitu realisasi kinerja pada tahun 2015 100% dan pada tahun 2016 juga 100%
2. Untuk Indikator Kinerja Utama Indeks Kualitas Lingkungan Hidup pada tahun tahun 2016 ditargetkan 66,7, dan pada realisasi kinerjanya tercapai 66,87 (125%). Akan tetapi Iku ini tidak bisa dibandingkan dengan tahun 2015 karena Indeks Kualitas Lingkungan Hidup di Kabupaten Blitar baru dihitung pada tahun 2016.
LKjIP Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Blitar Tahun 2016 20 Tabel 3.3
Perbandingan Realisasi Kinerja s/d akhir periode RPJMD/RENSTRA
SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA TARGET AKHIR RPJMD/RENSTRA REALISASI TINGKAT KEMAJUAN 1 2 3 4 5 Meningkatnya kualitas pelayanan administrasi perkantoran Persentase kecukupan layanan administrasi perkantoran 100% 100% 100% Persentase ketercukupan sarana dan prasarana aparatur 100% 100% 100% Meningkatnya tata kelola organisasi yang akuntabel dan profesional Persentase pemenuhan dokumen perencanaan, pelaporan kinerja dan keuangan yang tepat waktu 100% 100% 100% Meningkatnya Indeks Kualitas Lingkungan Hidup Indeks Kualitas Lingkungan Hidup 71 66,87 94,18%
Dari tabel diatas dapat diketahui bahwa sebagian besar dari target yang ditetapkan pada akhir capaian kinerja Renstra Badan Lngkungan Hidup telah tercapai dengan tingkat kemajuan rata-rata pada tahun 2016 adalah sebesar 98%. Hal ini menunjukkan bahwa realisasi pencapaian target pada awal target renstra sudah cukup baik.
Adapun beberapa hal yang mendukung keberhasilan Badan Lingkungan Hidup dalam pemenuhan target indikator kinerja utama adalah sebagai berikut :
1. Publikasi dan Sosialisasi tentang pengelolaan lingkungan kepada para pelaku usaha/kegiatan yang dilakukan oleh Badan Lingkungan Hidup.
LKjIP Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Blitar Tahun 2016 21 2. Adanya Monitoring dan evaluasi baik rutin/berkala kepada Kegiatan/usaha
dalam pengelolaan lingkungan.
3. Adanya kerja sama dengan lembaga pendidikan formal maupun non formal dalam menciptakan lingkungan pendidikkan yang bersih, sehat dan asri.
Tabel 3.4
Alokasi Per sasaran Pembangunan NO SASARAN STRATEGIS INDIKATOR
KINERJA ANGGARAN % ANGGARAN
1 Meningkatnya kualitas pelayanan administrasi perkantoran Persentase kecukupan layanan administrasi perkantoran 394.593.100 5,85% Persentase ketercukupan sarana dan prasarana aparatur 517.890.150 7,67% 2 Meningkatnya tata kelola organisasi yang akuntabel dan profesional Persentase pemenuhan dokumen perencanaan, pelaporan kinerja dan keuangan yang tepat waktu 22.164.000 0,33% 3 Meningkatnya Indeks Kualitas Lingkungan Hidup Indeks Kualitas Lingkungan Hidup 5.815.205.104 86,15% TOTAL 6.749.852.354 100%
Pencapaian Kinerja dan Anggaran pada tahun 2016 berdasarkan indicator kinerja utama yang dijabarkan dengan program/kegiatan disajikan berdasarkan tabel berikut :
LKjIP Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Blitar Tahun 2016 22 Tabel 3.5
Pencapaian Kinerja dan Anggaran
Sasaran Program Indikator Kinerja Anggaran
Target Realisasi capaian Target Realisasi capaian Meningkatnya kualitas pelayanan administrasi perkantoran Program 1.1 Pelayanan Administrasi Perkantoran Indikator 1.1
Persentase kecukupan layanan administrasi perkantoran
100% 100% 100% 394.593.100 388.802.750 98,53%
Program 1.2 Peningkatan Sarana dan
Prasarana Aparatur
Indikator 1.2
Persentase ketercukupan sarana dan prasarana aparatur
100% 100% 100% 517.890.150 511.083.867 98,69%
Meningkatnya tata kelola organisasi yang akuntabel dan profesional
Program 2.1
Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan
Indikator 2.1
Persentase pemenuhan Jenis/ dokumen perencanaan, pelaporan kinerja dan keuangan yang tepat waktu
100% 100% 100% 22.164.000 21.729.000 98,04%
Peningkatan Indeks Kualitas Lingkungan Hidup
Indikator 3.1
Indeks Kualitas Lingkungan Hidup
66,7 66,87 125% 5.815.205.104 3.210.805.859 55,21% Program 3.1
Pembinaan Lingkungan Sosial
Prosentase peningkatan SDM bagi Tenaga Kerja dalam menerapkan pengelolaan lingkungan hidup berwawasan lingkungan
40% 40% 100% 606.887.650 554.814.550 91,42%
Program 3.2 Pengendalian Pencemaran dan Perusakan Lingkungan Hidup
Cakupan pengawasan
Kegiatan/Usaha terhadap pelaksanaan dokumen lingkungan
150 usaha/ keg 150 usaha/ keg 100% 4.119.889.454 1.655.219.844 40,18%
LKjIP Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Blitar Tahun 2016 23
Sasaran Program Indikator Kinerja Anggaran
Target Realisasi capaian Target Realisasi capaian Program 3.3
Perlindungan dan Konservasi Sumber Daya Alam
Prosentase Peningkatan Jumlah Ds/kel Berseri di Kabupaten Blitar
20% 20% 100% 221.750.000 220.623.750 99,49%
Program 3.4 Peningkatan Kualitas dan Akses Informasi Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup
Prosentase peningkatan akses informasi SDA dan lingkungan hidup ke masyarakat
5% 5% 100% 412.220.000 397.573.676 96,45%
Program 3.5 Pengelolaan Ruang Terbuka Hijau ( RTH )
Prosentase RTH dan Taman Kota yang dikelola pemerintah yang terpelihara dg baik
LKjIP Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Blitar Tahun 2016 24 Dari tabel diatas dapat disajikan analisa sebagai berikut :
1. Pelayanan administrasi perkantoran mendapat alokasi anggaran Rp.394.593.100,- dipergunakan untuk membiayai belanja rutin kantor seperti belanja air, telepon, listrik, tenaga keamanan, tenaga kebersihan, belanja perjalanan dalam daerah serta luar daerah, sehingga ketercukupan belanja rutin perkantoran dapat mencapai target yang ditentukan yaitu 100 %
2. Program peningkatan Sarana Prasarana mendapat alokasi anggaran Rp. 517.890.150,- dipergunakan untuk membiayai pemeliharaan kantor, pembelian meja dan kursi kerja, pembelian komputer dan laptop , pembelian printer, pembelian AC, perawatan alat kantor, serta perawatan kendaraan operasional kantor sehingga ketercukupan sarana dan prasarana dapat mencapai target kinerja 100%.
3. Program pengembangan system pelaporan Capaian Kinerja dan keuangan mendapat alokasi Rp. 22.164.000,- dipergunakan untuk belanja cetak dan penggandaan dalam rangka pemenuhan dokumen perencanaan, pelaporan kinerja dan keuangan sehingga Badan Lingkungan Hidup dapat mencapai target kinerja 100 %.
4. Program – program untuk mendukung indikator kinerja IKLH mendapat alokasi anggaran Rp. 5.815.205.104,- dipergunakan untuk pembiayaan pelatihan kepada masyarakat, pengawasan kegiatan / usaha, pemeliharaan RTH, serta pengadaan alat – alat untuk mendukung peningkatan IKLH dengan dukungan anggaran yang besar, Badan lingkungan Hidup mampu melampaui target kinerja yang telah ditentukan yaitu sebesar 125 %.
LKjIP Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Blitar Tahun 2016 25 Tabel 3.6
EFISIENSI PENGGUNAAN SUMBER DAYA
NO SASARAN INDIKATOR SASARAN % CAPAIAN KINERJA % PENYERAPAN ANGGARAN TINGKAT EFISIENSI 1 Meningkatnya kualitas pelayanan administrasi perkantoran Persentase kecukupan layanan administrasi perkantoran 100% 98,53% 1,47% Persentase ketercukupan sarana dan prasarana aparatur 100% 98,69% 1,31% 2 Meningkatnya tata kelola organisasi yang akuntabel dan profesional Persentase pemenuhan dokumen perencanaan, pelaporan kinerja dan keuangan yang tepat waktu 100% 98,04% 1,96% 3 Meningkatnya Indeks Kualitas Lingkungan Hidup Indeks Kualitas Lingkungan Hidup 125% 55,2% 69,8%
Dari Tabel diatas dapat dikemukakan analisa sebagai berikut :
Pada tahun 2016 ada 3 sasaran strategis serta 4 indikator kinerja utama yang ditentukan. Dari ke empat indikator tersebut Badan Lingkungan Hidup berhasil mencapai target kinerja bahkan ada yang melampaui target kinerja yang ditentukan. Tercapainya target kinerja tentunya didukung oleh besarnya anggaran. Pada tahun 2016 Badan Lingkungan Hidup mampu melakukan efisiensi penggunaan anggaran tanpa mengabaikan pencapaian target kinerja.
Adapun pencapaian target IKU IKLH dapat dijelaskan sebagai berikut :
Pencapaian KInerja Indeks Kualitas Air 70
Pencapaian Kinerja Indeks Kualitas Udara 95,69
Pencapaian Kinerja Indeks Tutupan Lahan/Vegetasi 42,90
Adapun program-program yang mendukung tecapainya target kinerja IKU IKLH adalah :
Program Pembinaan Lingkungan Sosial
Kegiatan yang akan dilakukan untuk mencapai target dari program ini adalah dengan menyelenggarakan pelatihan dan pembinaan untuk masyarakat dengan
LKjIP Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Blitar Tahun 2016 26 tujuan agar masyarakat mendapatkan pengetahuan serta kesadaran diri tentang pentingnya meningkatkan Indeks Kualitas Lingkungan Hidup. Di dalam program ini terdapat 4 kegiatan yaitu Sosialisasi Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH) di Kabupaten Blitar, Pembinaan kemampuan dan ketrampilan kerja bagi tenaga kerja dan masyarakat dalam pengelolaan sampah rumah tangga, Pembinaan kemampuan dan ketrampilan kerja bagi tenaga kerja dan masyarakat dalam pengelolaan limbah organic dan Penerapan Sistem Managemen lingkungan melalui Uji Kualitas Air dan Udara di sekitar industri Tembakau.
Progam Pengendalian, Pencemaran dan Perusakan Lingkungan Hidup
Kegiatan yang akan dilakukan untuk mencapai target yaitu dengan melakukan pengawasan kegiatan/usaha serta, peningkatan kesadaran kepada masyarakat dalam pengelolaan lingkungan dan pengadaan barang ataupun jasa untuk mendukung peningkatan Indeks Kualitas Lingkungan Hidup. Di dalam program ini terdapat 6 kegiatan yaitu Peningkatan peran serta masyarakat dalam pengelolaan lingkungan dan lomba lingkungan (Adipura), Peningkatan Bidang Lingkungan Hidup ( DAK dan Pendamping), Koordinasi Penilaian Adiwiyata, Pembinaan Eco-Pesantren, Peningkatan Standart Pelayanan Minimum (SPM) Pengendalian Pencemaran air, Udara, Tindak Lanjut Pengaduan Masyarakat dan Moneva serta Inventarisasi Kerusakan Lahan dan kegiatan Peningkaan Peran serta masyarakat dalam pengelolaan sampah rumah tangga ( Bank sampah&TPS 3R).
Program perlindungan dan Konservasi Sumber Daya Alam
Kegiatan yang akan dilakukan untuk mencapai target dari program ini adalah dengan menyelenggarakan pelatihan dan pembinaan untuk masyarakat agar masyarakat mendapatkan kesadaran untuk menjaga lingkungan. Di dalam program ini tedapat 2 kegiatan yaitu Pembinaan Pengelolaan lingkungan menuju desa/Kelurahan Berseri (Bersih, Sehat, Asri dan Lestari).
Program Peningkatan Kualitas dan Akses Informasi Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup
Kegiatan yang dilakukan yaitu menyediakan informasi kepada masyarakat melalui media cetak maupun elektronik mengenai isu-isu lingkungan sehingga masyarakat dapat mengambil tindakan yang tepat berkaitan dengan kondisi
LKjIP Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Blitar Tahun 2016 27 lingkungannya. Selain itu, penyusunan peraturan perundangan tentang lingkungan hidup juga perlu dilakukan untuk melindungi kelestarian lingkungan dari tindakan yang tidak bertanggung jawab. Di dalam Program ini terdapat 4 kegiatan yaitu Penyusunan Buku Informasi Lingkungan Hidup, Publikasi Lingkungan Hidup, Pekan Lingkungan Hidup dan Penyusunan Peraturan perundangan bidang lingkungan hidup.
Program Pengelolaan Ruang Terbuka Hijau (RTH)
Kegiatan yang dilakukan adalah dengan menjaga kawasan Ruang terbuka hijau serta memperluas taman kota maupun hutan kota. Di dalam Program ini tedapat 1 kegiatan yaitu Pemeliharaan Taman, Gapura Perbatasan Kabupaten dan Kota Wlingi.
Beberapa faktor yang mendukung/berpengaruh terhadap tercapainya target Indikator KInerja Utama ( IKU ) Badan Lingkungan Hidup tahun 2016.
Mengoptimalkan Pelaksanakan SOP dalam pelaksanaan Program/kegiatan.
Meningkatkan kemampuan SDM ASN yang disesuaikan dengan jenjang jabatan dan kompetensi melalui Diklat Kepemimpinan, Diklat Teknis dan Fungsional sehingga ASN lebih berkompeten dan berdaya saing.
Mengoptimalkan pengawasan rutin dan berkala kepada usaha/kegiatan dalam pengelolaan lingkungan
Mengpptimalkan kerja sama antar instansi atau lembaga dalam pengelolaan lingkungan.
Mengoptimalkan media elektronik (Internet) sehingga informasi dari Badan Lingkungan Hidup mudah diakses oleh masyarakat.
3.2. REALISASI ANGGARAN
Untuk pencapaian target kinerja tahun anggaran 2016, Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Blitar mempunyai 8 program, dimana dari masing-masing program tersebut terdapat beberapa kegiatan yang mengikutinya. Program – program APBD Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Blitar yang dilaksanakan pada tahun 2016 adalah sebagai berikut :
1. Program Pelayanan Administrasi Perkantoran.
LKjIP Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Blitar Tahun 2016 28 3. Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan
Keuangan.
4. Program Pembinaan Lingkungan Sosial.
5. Program Pengendalian Pencemaran dan Perusakan Lingkungan Hidup 6. Program Perlindungan dan Konservasi Sumber Daya Aam
7. Program Peningkatan Kualitas dan Akses Informasi Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup
8. Program Pengelolaan Ruang Terbuka Hijau ( RTH).
Untuk melaksanakan program-program tersebut Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Blitar mendapat pagu anggaran sebesar Rp. 6.749.852.354. Realisasi Anggaran Program - program pada akhir tahun 2016 sebesar Rp. 4.132.421.476,- Atau 61,22 persen dari pagu anggaran Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Blitar, dengan demikian jumlah anggaran Program/kegiatan yang tidak dapat diserap sebesar Rp. 2.617.430.878,- Atau 38,78 persen yang dirinci dalam program/kegiatan sebagai berikut :
Tabel 3.7
Program dan Kegiatan beserta Pagu Anggaran dan Realisasi Tahun 2016
No Program/Kegiatan Anggaran Realisasi %
1 2 3 4 5
1
Program Pelayanan Administrasi Perkantoran
394.593.100
388.802.750 98,53%
Penyediaan dan Peningkatan Administrasi Perkantoran 394.593.100 388.802.750 98,53% 2
Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur
517.890.150
511.083.867 98,69%
Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur
517.890.150
511.083.867 98,69%
3 Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan 22.164.000 21.729.000 98,04%
Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan
22.164.000
21.729.000
98,04%
4 Program Pembinaan Lingkungan Sosial 606.887.650 554.814.550 91,42%
Pembinaan Ketrampilan Kerja Masyarakat Dalam Pengelolaan Limbah Organik Yang Mengacu Pada Dokumen Lingkungan (DBHCHT)
- - -
Penerapan Manajemen Limbah Industri Hasil Tembakau yang Mengacu pada Dokumen Lingkungan (DBHCHT)
LKjIP Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Blitar Tahun 2016 29
No Program/Kegiatan Anggaran Realisasi %
1 2 3 4 5
Pelatihan Petani Tembakau Dalam Pengelolaan Limbah dan Sampah Rumah Tangga Yang Berwawasan Lingkungan di Kabupaten Blitar (DBHCHT)
- - -
Sosialisasi Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH) di Kabupaten Blitar 106.877.650 106.777.650 99,91%
Pembinaan Kemampuan dan Ketrampilan Kerja bagi Tenaga Kerja dan Masyarakat Dalam Pengelolaan Sampah Rumah Tangga (DBHCHT) 140.010.000 132.591.950 94,70%
Pembinaan Kemampuan dan Ketrampilan Kerja bagi Tenaga Kerja dan Masyarakat Dalam Pengelolaan Limbah Organik (DBHCHT) 210.000.000 206.804.950 98,48%
Penerapan Sistem Manajemen Lingkungan Melalui Uji Kualitas Air dan Udara di Sekitar Industri Tembakau (DBHCHT)
150.000.000 108.640.000 72,43% 5
Program Pengendalian Pencemaran dan Perusakan Lingkungan Hidup
4.119.889.454
1.655.219.844
40,18%
Peningkatan Peran Serta Masyarakat dalam Pengelolaan Lingkungan dan Lomba Lingkungan (Adipura) 130.375.000 98.216.651 75,33%
Peningkatan Bidang Lingkungan Hidup ( DAK dan Pendamping DAK )
3.692.953.954
1.272.130.403
34,45%
Koordinasi penilaian ADIWIYATA
87.890.000
81.494.100
92,72%
Pembinaan Eco-Pesantren (Pesantren Peduli dan Berbudaya Lingkungan)
39.610.000
39.359.900
99,37%
Peningkatan Standart Pelayanan Minimum (SPM) Pengendalian Pencemaran Air, Udara, Tindak Lanjut Penganduan
Masyarakat dan Monev serta Inventarisasi Kerusakan Lahan 101.513.000 99.860.490 98,37%
Peningkatan Peran Serta Masyarakat dalam Pengelolaan Sampah Rumah Tangga (Bank Sampah & TPS 3R)
67.547.500 64.158.300 94,98% 6
Program Perlindungan dan Konservasi Sumber Daya Alam
221.750.000
220.623.750
99,49%
Pembinaan Pengelolaan Lingkungan Pedesaan Menuju Desa/Kelurahan BERSERI ( Bersih, Sehat, Asri dan Lestari)
161.750.000
160.940.950
99,50%
Program Kabupaten Hijau (PKH) Kota Baru Kanigoro 60.000.000 59.682.800 99,47%
7 Program Peningkatan Kualitas dan Akses Informasi Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup 412.220.000 397.573.676 96,45%
Penyusunan Buku Informasi Lingkungan Hidup 23.200.000 18.484.000 79,67%
Publikasi Lingkungan Hidup
321.300.000
312.160.807
97,16%
Pekan Lingkungan Hidup
37.010.000
36.237.000
LKjIP Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Blitar Tahun 2016 30
No Program/Kegiatan Anggaran Realisasi %
1 2 3 4 5
Penyusunan Ranperda Ijin Pembuangan Limbah Cair dan Ijin Pengelolaan Limbah B3 - - -
Penyusunan Peraturan Perundangan Bidang Lingkungan Hidup
30.710.000 30.691.869 99,94% 8
Program Pengelolaan Ruang Terbuka Hijau ( RTH )
454.458.000
382.574.039 84,18%
Pemeliharaan Taman, Gapuro, Perbatasan Kabupaten dan Kota Wlingi
454.458.000 382.574.039 84,18% JUMLAH 6.749.852.354 4.132.421.476 61,22%
Dari tabel diatas dapat dianalisa sebagai berikut :
Bahwa secara keseluruhan realisasi kinerja anggaran pada program/kegiatan tidak mencapai 100% bahkan hanya terserap sebesar 62,22%.
Adapun kendala dan hambatan yang dihadapi oleh Badan Lingkungan HIdup Kabupaten Blitar dalam melaksanakan Program dan Kegiatan pada Tahun 2016 adalah sebagai berikut :
1. Program Pembinaan Lingkungan Sosial ( DBHCHT)
Tiga kegiatan DBHCHT pada program ini tidak bisa dilaksanakan sebelum dilakukan perubahan karena tidak sesuai Permenkeu dan bisa dilaksanakan setelah PAK, sehingga kegiatan-kegiatan pemberdayaan kepada masyarakat dalam pengelolaan lingkungan hidup kurang maksimal.
2. Kegiatan Peningkatan Bidang Lingkungan Hidup (DAK dan Pendamping)
Ada beberapa item belanja modal/belanja bahan yang tidak bisa dilaksanakan dan harus dilakukan PAK karena peruntukannya kurang sesuai dengan juklak/juknis DAK bidang lingkungan hidup. Sebetulnya pada saat penyusunan rencana anggaran (RKA) sudah melalui asistensi2 dengan instansi terkait, sehingga belanja modal sarana-prasarana untuk mendukung pengelolaan lingkungan hidup di Kabupaten Blitar utamanya dalam mendukung IKU Indeks Kualitas Lingkungan Hidup di Kabupaten Blitar, realisasinya anggaran kurang maksimal.
LKjIP Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Blitar Tahun 2016 32
BAB IV PENUTUP
Pencapaian Kinerja baik sasaran strategis maupun program/kegiatan pada Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Blitar tahun anggaran 2016 secara umum semuanya dalam kategori cukup baik, namun demikian capaian kinerja tersebut tidak berarti bahwa pelaksanaan kegiatan tersebut sudah sempurna dilakukan, masih ada kekurangan-kekurangan yang harus dibenahi guna meningkatkan kinerja Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Blitar. Dari aspek keuangan (anggaran program/kegiatan) tidak semuanya terserap 100%, rata-rata serapan dari 21 kegiatan adalah 61,22%, hal ini bisa diartikan bahwa ada efisiensi dalam pelaksanaan kegiatan, dan ada juga belanja kegiatan (belanja pegawai/barang danjasa/modal) yang tidak bisa dilaksanakan karena terkendala oleh faktor-faktor teknis.
A. KESIMPULAN
Dari uraian Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LkjIP) OPD Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Blitar Tahun Anggaran 2016 dapat ditarik beberapa kesimpulan sebagai berikut :
1. Dari aspek pelaksanaan kegiatan, kinerja yang dicapai sudah cukup baik, hal ini dapat dilihat dari kinerja pencapaian sasaran yang telah mencapai rata-rata dan dari pencapaian kinerja output keseluruhan program dan kegiatan rata-rata 61,22%,, namun demikian kualitas dan ketepatan waktu pelaksanaan masih memerlukan peningkatan
2. Apabila dibandingkan antara pencapaian kinerja output dengan realisasi anggaran, maka dari aspek efisiensi anggaran, pelaksanaan kegiatan di Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Blitar telah cukup efisien.
3. Pada Kegiatan Peningkatan Bidang Lingkungan Hidup ( DAK dan Pendamping) anggaran hanya bisa terserap 34,45%. Adapun kendala-kendala yang dihadapi dalam kegiatan ini adalah Juklak/juknis DAK bidang lingkungan hidup datangnya DPA 2016 sudah jadi, sehingga ada beberapa kegiatan strategis yang harus dibenahi/dirubah lewat perubahan anggaran keuangan (PAK) karena sudah tidak sesuai dengan juklak/juknis DAK, dan setelah dilakukan PAK waktu efektif sangat
LKjIP Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Blitar Tahun 2016 33 terbatas sehingga ada beberapa kegiatan belanja modal yang tidak bisa dilaksanakan.
B. SARAN DAN TINDAK LANJUT
Dari kesimpulan yang telah diuraikan, untuk meningkatkan kinerja pelaksanaan tugas pokok kedepan perlu dilakukan hal-hal sebagai berikut : 1. Agar kegiatan dapat terlaksana sesuai dengan sasaran yang ditetapkan
dan waktu yang ditentukan perlu dipertimbangkan kemampuan aparatur dan keterkaitan kegiatan tersebut dengan kegiatan pada Instansi lain, selain itu pemantauan dan evaluasi tetap harus dilaksanakan secara berkala
2. Untuk meningkatkan kualitas produk kegiatan perlu meningkatkan motivasi kerja personal maupun mengikuti pelatihan, sosialisasi peraturan dan perundang-undangan dan bintek teknis lainnya untuk peningkatan SDM Aparatur.
3. Tersedianya basic data lingkungan hidup yang akurat dan lengkap yang digunakan untuk menentukan besaran target indikator kinerja utama dan indikator kinerja program/kegiatan. Target yang tepat akan menjadikan rencana kerja terarah dan terukur.
4. Mengoptimalkan fungsi laboratorium lingkungan hidup, hal ini sangat dibutuhkan untuk menunjang pelaksanaan kegiatan dan bisa dijadikan salah satu sumber pendapatan asli daerah di bidang retribusi.
Akhirnya dengan harapan laporan ini bisa diterima dan bermanfaat bagi pihak-pihak yang terkait serta menjadi bahan masukan untuk peningkatan penyelenggaraan Pemerintahan Daerah pada umumnya dan khususnya SKPD Badan Lingkungan Hidup di masa yang akan datang, sehingga visi-misi Bupati/Wakil Bupati segera dapat terwujud.
Kepala Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Blitar
Ir. M. KRISNA TRIATMANTO, M.Si Pembina Utama Muda