• Tidak ada hasil yang ditemukan

FRASA DAN PROSES MORFOLOGIS

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "FRASA DAN PROSES MORFOLOGIS"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

1

FRASA DAN PROSES MORFOLOGIS

Semester 1 Kelas XSMA/MA/SMK/MAK –Kurikulum 2013

Standar Kompetensi Kompetensi Dasar

7. Memahami dan menerapkan pengetahuan faktual, konseptual, prosedural dalam ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait fenomena dan kejadian serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifi k sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.

7.1 Mengidentifi kasi konstruksi frasa dan jenis-jenis frasa.

7.2 Mengidentifi kasi kata-kata yang mengalami proses morfologis.

Tujuan Pembelajaran

Setelah mempelajari materi ini, kamu diharapkan mempunyai kemampuan sebagai berikut. 1. Menguasai konsep dasar frasa/kelompok kata.

2. Menguasai konsep dasar proses morfologis.

3. Mengidentifi kasi kontruksi frasa dan jenis-jenis frasa.

4. Mengidentifi kasi kata-kata yang mengalami proses morfologis.

bahasa indonesia

K

e

l

a

s X

(2)

2

A. FRASA (KELOMPOK KATA)

Frasa atau kelompok kata adalah gabungan dua kata atau lebih yang sifatnya tidak predikatif. Tidak predikatif artinya tidak ada fungsi predikat pada gabungan kata itu. Syarat frasa tidak boleh melebihi batas satu fungsi kalimat.

Contoh:

Murid baru itu sedang membaca buku di perpustakaan. Kalimat tersebut terdiri dari:

Subjek: Murid baru itu (frasa karena terdiri dari tiga kata) Predikat: sedang membaca (frasa karena terdiri dari dua kata) Objek: buku (bukan frasa karena satu kata)

Keterangan: di perpustakaan (frasa karena terdiri dari dua kata)

B. MENGIDENTIFIKASI KONSTRUKSI FRASA DAN JENIS-JENIS FRASA

Menurut KBBI, mengidentifikasi adalah menentukan atau menetapkan. Jadi, mengidentifikasi konstruksi frasa dan jenis-jenis frasa berarti menentukan konstruksi frasa dan jenis-jenis frasa. Konstruksi adalah susunan dan hubungan kelompok kata (frasa). Makna suatu kata ditentukan oleh konstruksi frasa. Sebagai contoh, buku sejarah berbeda maknanya dengan sejarah buku.

a. Konstruksi Frasa

Terdapat dua kontruksi frasa sebagai berikut.

1. Konstruksi endosentris merupakan konstruksi yang salah satu konstituennya mempunyai kelas kata yang sama dengan kelas kata dari hasil perpaduan kata yang ada.

Contoh:

bangku kayu (nomina) > bangku (nomina) konstituen, kayu (nomina) lelaki tampan (nomina) > lelaki (nomina) konstituen, tampan (adjektiva)

2. Konstruksi eksosentris merupakan konstruksi yang secara keseluruhan tidak mempunyai kelas kata yang sama dengan konstituennya.

Contoh:

(3)

3

b. Jenis-Jenis Frasa

1. Jenis-jenis frasa berdasarkan unsurnya

• Frasa endosentris adalah frasa yang berkonstruksi endosentris. Frasa ini dibagi menjadi dua sebagai berikut.

- Endosentris koordinatif adalah frasa yang terjadi dari perpaduan komponen-komponen pokok saja dan tidak ada komponen penjelas. Kedua unsurnya merupakan inti. Ciri frasa ini dapat disisipi kata hubung

dan dan atau. Konstruksinya A dan/atau B.

Contoh:

suami istri, ayah ibu, hutan rimba, warta berita, sanak saudara, sawah ladang, cerdas cermat.

- Endosentris subordinatif/modifikatif adalah frasa yang kedua unsurnya tidak sama derajatnya. Frasa yang mengandung unsur inti (D) dan pewatas (M) serta frasa ini mengenal pola DM/MD/MDM.

Contoh:

Pola DM : calon mahasiswa baju baru, roti tawar, sersan mayor Pola MD : seorong prajurit, sehelai kertas, letnan jenderal Pola MDM : selembar uang kertas , sepasang sepatu tua

- Endosentris apositif adalah frasa yang menduduki fungsi sebagai keterangan tambahan. Ciri frasa ini diapit tanda koma atau dibatasi dengan tanda koma.

Contoh:

Devanni, siswi SMA Tunas Bangsa. Indonesia, tanah airku.

Jogya, kota pelajar.

• Frasa eksosentris adalah frasa yang konstruksinya eksosentris. Frasa ini ditandai dengan adanya kata tugas, seperti di, ke, dari, pada, demi, dan untuk.

Contoh:

dari Kalimantan Barat, ke pasar, di sekolah, dsb.

2. Jenis-jenis frasa berdasarkan kelas kata pada inti frasa

(4)

4

• Frasa verba adalah frasa yang intinya verba.

Contoh: akan pergi, sering ribut, sedang membaca, duduk lagi. • Frasa nomina adalah frasa yang intinya kata nomina.

Contoh: mobil baru, gedung sekolah, sepasang sepatu tua, kapal terbang. • Frasa adjektiva adalah frasa yang intinya adjektiva.

Contoh: sangat cerdas, paling pandai, besar sekali, sakit parah. • Frasa numeralia adalah frasa yang intinya numeralia.

Contoh: empat kodi, tiga buah, dua butir, tujuh rupa, sepuluh helai. • Frasa adverbia adalah frasa yang intinya adverbia.

Contoh: tadi siang, nanti malam, besok sore, minggu depan, Jumat kliwon.

c. Pola Frasa

Pola frasa bisa berada dalam kalimat atau dapat pula berdiri sendiri. Hal ini berkaitan dengan unsur inti (D = diterangkan) dan unsur penjelas/pewatas (M = menerangkan) atau jenis kata.

Contoh:

gadis cantik = makan lagi D M D M kepala sekolah = ayah guru KB KB KB KB

B. PROSES MORFOLOGIS

a. Pengertian Proses Morfologis

Proses morfologis adalah proses pembentukan kata dari suatu bentuk dasar menjadi suatu bentuk jadian. Proses ini meliputi afiksasi, reduplikasi, dan komposisi.

1. Afiksasi adalah proses pembentukan kata karena dilekati afiks. 2. Jenis-jenis afiks

 Prefiks: ber-, se-, me-,di-, pe-,ke-, per-, ter- Infiks: -em-, -el-, -er-,

-in- Sufiks: -i, -kan, -an

 Konfiks: me-i, me-kan, ber-an, ber-kan, pe-an, per-an, per-kan, dll.  Kombinasi afiks: memper-, memper-i, memper-kan, dll.

(5)

5

3. Macam-macam afiksasi

• Nasalisasi (Kaidah KTSP) adalah proses mengubah atau memberi nasal pada fonem-fonem. Proses ini dikenal dengan kaidah KTSP.

Prosesnya sebagai berikut.

- Afiksasi (me-, me-i, me-kan, pe-, pe-an) + kata dasar huruf pertama K, T, S, P yang diiringi huruf vokal (a, i, u, e, o) sehingga huruf K, T, S, P lesap/luluh. Contoh:

me- + pesona = memesona, me- + suci = menyuci, me- + kunci = mengunci, me- + tempa = menempa. Jika kata tersebut diberi imbuhan pe- bentukannya pemesona, penyuci, pengunci.

me-kan + terjemah = menerjemahkan, me-kan + pukul = memukulkan, me-kan + sebar = menyebarkan, me-kan + kunci = menguncikan. Jika

kata tersebut diberi imbuhan pe-an maka bentukannya penerjemahan,

pemukulan, penyebaran.

- Afiksasi (me-, me-i, me-kan, pe-, pe-an) + kata dasar huruf pertama K, T, S, P yang diiringi huruf konsonan, huruf K, T, S, P tidak lesap.

Contoh:

me- + proses = memproses, me- + kritik = mengkritik, me- + traktir = mentraktir, me- + sketsa = mensketsa. Jika kata tersebut diberi imbuhan pe- bentukannya pemproses, pengkritik, pentraktir, pensketsa.

me-kan + praktik = mempraktikkan, me-kan + khusus = mengkhususkan. me-kan + syarat = mensyaratkan, me-kan + standar = menstandarkan. Jika

kata tersebut mendapat imbuhan pe-an maka bentukannya pempraktikan,

pengkhususan, pensyaratan, penstandaran.

- Afiksasi (me-, me-i, me-kan, pe-, pe-an) + kata dasar bersuku kata satu maka

me- menjadi menge-, menge-i, menge-kan, penge-, penge-an

Contoh:

me- + bom = mengebom, me- + cor = mengecor, me- + tik = mengetik. Jika

kata tersebut diberi imbuhan pe- maka bentukannya pengebom, pengecor,

(6)

6

Me-kan + bom = mengebomkan, kan + cor = mengecorkan, me-kan + tik = mengetikme-kan. Jika kata tersebut diberi imbuhan pe-an maka

bentukannya pengeboman, pengecoran, dan pengetikan.

- Afiksasi (me-, me-i, me-kan, pe-, pe-an) + kata dasar yang berhuruf awal vokal (a, i, u, e, o), akan mendapat /ng/.

Contoh:

me- + ungkap = mengungkap, me- + ajar = mengajar, me- + ambil = mengambil. Jika kata tersebut mendapat imbuan pe- bentukannya pengungkap, pengajar, dan pengambil.

Prefiks pe- bernasal dan pe- tak bernasal

- Prefiks pe- bernasal adalah kata dasar yang berawalan pe mendapat fonem nasal /m, n, ny, ng/.

- Prefiks pe- tak bernasal adalah kata dasar yang berawalan pe tidak mendapat fonem nasal.

Kata dasar Pe- bernasal Makna Pe- tak bernasal

Makna

tembak penembak orang yang menembak

petembak orang yang ditembak suruh penyuruh orang yang

menyuruh

pesuruh orang yang disuruh

tatar penatar orang yang menatar

petatar orang yang ditatar

Prefiks me- sejajar dengan pe- dan ber- sejajar dengan per-Contoh:

Mukim > memukimkan> pemukiman (proses). Mukim> bermukim> permukiman (tempat).

Pemukim (orang yang bermukim) bukan permukim Dagang > mendagangkan (apa?) > pendagangan (proses). Dagang > berdagang > perdagangan (tempat)

(7)

7

Tatar > menatar > penataran (proses) Tatar > bertatar > pertataran (tempat)

Menggunakan me-i dan me-kan dalam kalimat

Konfiks me-i dan me-kan digunakan dalam kalimat haruslah disesuaikan dengan ketentuan sebagai berikut.

- Kelogisan, yaitu apakah kata bentukan me-i dan me-kan yang berfungsi sebagai predikat logis jika diiringi dengan objek tertentu.

- Jika logis, objek yang menyertai kata bentukan me-i haruslah orang dan objek yang menyertai kata bentukan me-kan haruslah benda.

Contoh:

Andika memasukkan kelas. (Ttidak logis karena Andika memasukkan kelas yang ruangannya besar ke dalam sakunya). Seharusnya Andika memasuki kelas.

Presiden menganugerahi bintang jasa kepada Gubernur Sumatera Barat. (Salah karena objeknya benda). Seharusnya, Presiden menganugerahi Gubernur Sumatera Barat sebuah bintang jasa atau presiden menganugerahkan bintang jasa kepada Gubernur Sumatera Barat. Husni menghindarkan lobang di jalan itu untuk menyelamati kendaraannya. (Salah). Seharusnya, Husni menghindari lobang di jalan. itu untuk menyelamatkan kendaraannya.

b. Afiks, Fungsi, dan Makna Gramatikal

Afiks Fungsi Membentuk

Makna Gramatikal Contoh

me- kata kerja aktif, transitif, dan aktif taktransitif - melakukan perbuatan - menjadi - menuju ke-- mencari menangis, mencium memerah, menguning mendarat, melaut merotan, mendamar pe- kata benda - alat untuk

- mempunyai sifat

Pembersih pemarah

(8)

8

ber- kata kerja aktif

taktransitif - mempunyai - memakai - mengerjakan sesuatu beribu, bernama bersepeda, bersepatu bersawah, berladang per- kata kerja - membuat lebih

- menganggap

perlebar, pertinggi pertuan, perbudak ter- kata kerja pasif - tidak sengaja

- dapat

di-tersandung, tertidur terangkat, teraih se- kata keterangan - satu

- seluruh

seekor, seorang sekota, sekampung di- kata kerja pasif - menyatakan pekerjaan

yang telah selesai

dicetak, dibawa, ditulis ke- kata benda/

bilangan - yang di-- bilangan tingkat kekasih, kesayangan kesatu, kedua Sufiks

-an kata benda - hasil pekerjaan - kumpulan - tiap-tiap

tulisan, lukisan daratan, lautan harian, bulanan -kan kata kerja

imperative - membuat jadi - membawa hitamkan, hijaukan terbangkan, larikan -i kata kerja imperative - menyatakan tempat - berulang-ulang jauhi, dekati lempari, ciumi Konfiks

ke-an kata benda - menunjukkan tempat - dikenai

- bersifat seperti

kerajaan, kelurahan kehujanan, kepanasan kekanak-kanakan pe-an kata benda - menyatakan proses

- menyatakan tempat

peleburan penggorengan per-an kata benda - tempat

ber-- hasil

persemaian perikanan per-kan kata kerja - jadikan supaya perkenalkan per-i kata kerja - supaya jadi perbaiki me-kan kata kerja - menganggap seperti

- kausatif

membudakkan melebarkan

(9)

9

me-i kata kerja

transitif

- kausatif - benefaktif

mengotori menganugerahi ber-kan kata kerja - memakai beralaskan ber-an kata kerja

intransitif

- saling bersalaman

berpelukan ter-kan kata kerja - dapat dilakukan terselesaikan ter-i kata kerja - dapat dilakukan terseberangi di-kan kata kerja pasif - menjadi dilebarkan di-i kata kerja pasif - menjadi dikotori

c. Reduplikasi

1. Pengertian reduplikasi adalah proses dan hasil pengulangan satuan bahasa sebagai alat fonologis atau gramatikal. Reduplikasi disebut juga kata ulang. Sebagai contoh, rumah-rumah, tetamu, bolak-balik, siswa-siswi, tetumbuhan, bermain-main, dan sebagainya. Berbeda dengan bentuk ulang, yaitu bentuk yang mengalami perulangan yang pada dasarnya merupakan kata dasar. Sebagai contoh, sia-sia,

laba-laba, biri-biri, dan kupu-kupu.

2. Fungsi kata ulang sebagai alat untuk membentuk jenis kata di antaranya: • Kata kerja, contoh bersalam-salaman dan memanggil-manggil.Kata sifat, contoh kebapak-bapakan dan kekanak-kanakan.Kata benda, contoh buah-buahan dan perumahan-perumahan. Kata keterangan, contoh sebaik-baiknya dan secantik-cantiknya.

Selain itu, perulangan sebuah kata akan menurunkan jenis kata yang sama seperti apabila kata itu tidak diulang. Contohnya, mobil (kata benda) dan mobil-mobilan (kata benda).

3. Jenis-jenis reduplikasi

• Dwilingga (kata ulang utuh) adalah reduplikasi seluruh bentuk dasar.

Contoh: gadis-gadis, mobil-mobil, peraturan-peraturan, dan

permainan-permainan.

• Dwilingga salin suara (kata ulang berubah bunyi) adalah pengulangan kata penuh dengan variasi vokal.

(10)

10

• Dwipurwa (kata ulang sebagian) adalah pengulangan sebagian atau seluruh suku awal sebuah kata.

Contoh: laki > lalaki>lelaki, tamu > tatamu> tetamu, jaka > jajaka> jejaka. • Dwilingga berimbuhan adalah reduplikasi dengan mendapat imbuhan, baik

pada lingga pertama maupun pada lingga kedua.

Contoh: surat-menyurat, bertanya-tanya, bermain-main, dan melihat-lihat. • Kata ulang semu merupakan kata dasar yang selintas tampaknya seperti kata

ulang.

Contoh: kupu-kupu, gado-gado, compang-camping, anai-anai, pura-pura,

mondar-mandir, dan alih-alih.

4. Makna kata ulang adalah sebagai berikut.

Menyatakan hal. Contoh: masak-memasak dan karang-mengarang.

Menyatakan menyerupai. Contoh: anak-anakan, kuda-kudaan, rumah-rumahan, dan langit-langit.

Menyatakan agak atau melemahkan. Contoh: pening-pening, pusing-pusing,

kekanak-kanakan, kebarat-baratan, sakit- sakitan, dan kemerah-merahan.

Menyatakan serba atau seragam. Contoh: putih-putih, hitam-hitam.

Menyatakan resiprokal (berbalasan). Contoh: bersalam-salaman,

berpeluk-pelukan, pukul-memukul, dan tikam-menikam.

Mengandung arti banyak yang tak tentu. Contoh: lima buah buku (banyak tentu);

buku-buku (banyak tak tentu).

Perulangan pada kata bilangan mengandung arti kolektif. Contoh: dua-dua,

tiga-tiga, dan lima-lima.

• Mengeraskan arti (intensitas):

- intensitas kuantitatif: siswa-siswa, guru-guru, dan rumah-rumah.

- intensitas kualitatif: cantik-cantik, kuat-kuat, benar-benar, dan

segiat-giatnya.

- Intensitas frekuentatif: memukul-mukul, memeluk-meluk,

menggeleng-gelengkan, dan mondar-mandir.

- intensitas variatif: tetumbuhan, pepohonan, pohon-pohonan, dan

buah-buahan. d. Komposisi (Pemajemukan)

1. Pengertian komposisi adalah proses pembentukan kata majemuk atau kompositum. Kata majemuk atau kompositum adalah dua kata atau lebih yang telah mengalami

(11)

11

proses pemajemukan dan mempunyai satu kesatuan arti. Unsurnya berupa morfem. Jika unsurnya diartikan berupa kata, hasil konstruksinya tidak dapat disebut kata majemuk, melainkan frasa.

2. Ciri-ciri kata majemuk adalah sebagai berikut. • Terdiri dari dua kata atau lebih.

Contoh: rumah sakit, rumah sakit bersalin, dan pesawat tempur.

• Hubungan antarkata bersifat senyawa, artinya di antara kata dasar tidak dapat disematkan kata lain.

Contoh: kamar mandi bukan kamar sedang mandi, rumah sakit bukan rumah

sedang sakit, dan rumah makan bukan rumah sedang makan.

• Gabungan itu membentuk satu arti yang baru yang ditimbulkan berbeda dengan arti dari unsur-unsur pembentukannya.

Contoh:

pesawat tempur artinya pesawat yang digunakan untuk bertempur.

rumah sakit bersalin artinya rumah yang digunakan untuk merawat orang yang

bersalin.

• Jika mengalami pengulangan, kata majemuk berupa kata benda diulang unsur pertamanya saja, misalnya rumah-rumah makan, surat-surat kabar, dan

kereta-kereta api cepat. Akan tetapi, kata majemuk yang padu diulang seluruh katanya,

misalnya segitiga-segitiga dan saputangan-saputangan, kacamata-kacamata. 3. Jenis-jenis kata majemuk

Berdasarkan sifat kata majemuk dengan melihat adanya inti dari kesatuan itu, kata majemuk dapat dibagi atas:

• kata majemuk koordinatif/setara adalah kata majemuk yang kedua katanya merupakan inti.

Contoh: tua muda, hancur lebur, kaki tangan, suami isteri, sawah ladang, dan

ayam itik.

• kata majemuk subordinatif/bertingkat adalah kata majemuk yang salah satu unsur yang menjadi inti dari gabungan itu.

Contoh: kamar mandi dan kapal terbang.

• kata majemuk idiomatik adalah kata majemuk bermakna kias, lazimnya disebut ungkapan.

(12)

12

LATIHAN SOAL

1. Perhatikan kalimat-kalimat berikut dengan saksama!

1) Pengusaha melakukan perjanjian. 2) Siang malam ayah bekerja. 3) Rudi menjadi kambing hitam.

4) Saya dan adik berangkat ke sekolah bersama. 5) Sepasang kekasih ini akan segera menikah. Frasa bertingkat terdapat pada kalimat nomor .… A. (1) dan (2)

B. (1) dan (5) C. (2) dan (3) D. (3) dan (4) E. (4) dan (5)

2. Frasa berikut yang intinya verba adalah …. A. meja gambar

B. sedang belajar C. indah sekali D. mesin hitung E. rambut gondrong

3. Cermatilah paragraf berikut!

Transylvania di Romania sudah dikenal sebagai sarang drakula. Berita ini pun akan tersebar ke seantero bumi. Daerah tersebut sedang menakutkan, tetapi banyak pelancong yang datang ke daerah Transylvania untuk mencari kebenaran tentang adanya drakula.

Perbaikan frasa yang bercetak tebal pada paragraf tersebut adalah …. A. paling tersebar, paling menakutkan

B. sudah tersebar, sangat menakutkan C. tersebar sekali, paling menakutkan D. tidak tersebar, agak menakutkan E. sedang tersebar, tidak menakutkan

(13)

13

4. Cermatilah paragraf berikut!

Dia menghadiri acara rapat itu. Dia … setiap saran yang disampaikan temannya dalam rapat itu. Tampaknya, dia tidak … dahulu apa yang patut dikritiknya dari saran-saran tersebut. Oleh karena itu, teman-temannya menjadi kesal dan membalas pula dengan … tajam sehingga dia tidak berkutik lagi.

Kata berimbuhan yang tepat untuk melengkapi paragraf tersebut adalah …. A. mengkritik, menyeleksi, kritikan

B. mengeritik, menseleksi, keritik C. mengeritik, menyeleksi, kritikan D. mengeritik, menyeleksi, pengeritikan E. mengeritik, menseleksi, dikritik

5. Cermatilah kalimat berikut!

Terdakwa terbukti bersalah di pengadilan.

Makna imbuhan pe-an pada kata pengadilan dalam kalimat tersebut adalah .… A. proses

B. cara C. hasil

D. tempat E. bentuk

6. Cermatilah kalimat berikut!

Jangan bermimpi mudah menjadi kaya kendati sudah habis-habis berjerih payah.

Kalimat berikut yang menggunakan kata ulang dengan makna peran sama dengan yang terdapat dalam kalimat tersebut adalah .…

A. Tampak sungguh-sungguh benar usaha orang itu. B. Peraturan-peraturan desa telah disepakati bersama. C. Tampak pada benda asing itu butiran-butiran merah. D. Rumah-rumah yang dibuatnya mirip rumah Joglo.

E. Bendera telah dipasang di halaman-halaman rumah penduduk.

7. Cermatilah kalimat berikut!

Setelah lima tahun di Eropa, cara bergaulnya kebarat-baratan. Karena sikapnya itu, teman-temannya mulai menjauhi dia.

Makna perulangan pada kata kebarat-baratan sama dengan makna perulangan kata dalam kalimat ....

(14)

14

A. Buku-buku di perpustakaan disusun dengan rapi. B. Mereka duduk berdekat-dekatan dalam ruangan itu.

C. Umurnya cukup dewasa, tetapi cara berpikirnya masih kekanak-kanakan. D. Kedua orang itu saling bersalam-salaman dihadapan tamunya.

E. Para remaja tidak diperkenankan mencoret-coret fasilitas umum.

UAN Bahasa Indonesia, 2001

8. Penulisan reduplikasi gabungan kata yang benar dari contoh kata majemuk yang tepat adalah ....

A. rumah sakit-rumah sakit B. rumah-rumah sakit C. rumah sakit-sakit D. rumah-rumah sakit-sakit E. rumah sakit

9. Gabungan dua kata yang menimbulkan suatu arti baru namun masih memiliki hubungan dengan kata dasarnya disebut proses majemuk. Kata-kata berikut ini yang termasuk kata majemuk adalah ….

A. cuci mata, ruang baca, jual beli

B. simpan pinjam, jago merah, kursi malas C. kambing hitam, siang malam, cuci mata D. kamar kerja, ringan tangan, hidung belang E. jual beli, simpan pinjam, siang malam 10. Cermatilah kalimat berikut!

Buah-buahan yang dijual pedagang kaki lima harganya lebih murah daripada di toko

swalayan.

Kata ulang yang semakna dengan kata ulang dalam kalimat di atas adalah …. A. Petugas perpustakaan sedang menyusun buku-buku di rak buku.

B. Untuk menakuti burung para petani membuat orang-orangan. C. Setiap hari kita harus memakan lauk-pauk yang bergizi.

D. Sudah lama aku tidak surat-menyurat dengan temanku di Padang. E. Wajah anak itu kemerah-merahan ketika diketahui menyontek.

Referensi

Dokumen terkait

an semantik. Setelah meneliti pemakaian bahasa lisan dan bahasa tulis , dapatlah di- simpulkan ciri-ciri kata benda bahasa Batak Toba sebagai berikut. dengan contoh

Persetujuan Umum atau General consent (HPK 6.3): pernyataan kesepakatan yang diberikan oleh pasien terhadap peraturan.. rumah sakit yang bersifat

Dari data yang didapatkan di Rumah Sakit Bersalin Paradise Simpang Empat Kabupaten Tanah Bumbu sebagian besar (60%) dari responden yang termasuk penyembuhan luka

Berdasarkan studi pendahuluan yang telah dilakukan di Rumah Sakit Umum Ganesha didapatkan data dari hasil wawancara yang dilakukan pada 10 orang yang bersalin sebanyak

Berdasarkan data yang diperoleh bahwa hubungan pengetahuan tentang menejemen laktasi dengan sikap ibu post partum dalam proses menyusui diruang bersalin Rumah

Ciri khas berikut yang menjadi penanda struktur iklan kecik adalah berupa pengekalan dua huruf pertama pada kata, seperti contoh berikut:.. (2) Hi Wnt2,YgSndr Yg g

Terdapat hubungan yang signifikan antara pelaksanaan asuhan sayang ibu dengan proses persalinan di Ruang Bersalin BLUD Rumah Sakit Kabupaten Konawe dengan nilai ρ<ɑ (0.000

Kontak Resmi WA : +62 819 3171 8989 Ijazah Asmak Sunge Rajeh. Keberadaan Ijazah Asmak Sunge Rajeh Sangat diburu para pencari ilmu dan pendekar di seluruh dunia. Setelah menemukan Ijazah Asmak Sunge Rajeh (ASR) dan mendapatkan keilmuan dari Ijazah Asmak Sunge Rajeh boleh dirasakan Keilmuan Tingkat tinggi. Karena kehebatan sangat dahsyat. Siap ditajrib, dicoba, ditest Keilmuan yang Mampu ditransfer jarak jauh dimanapun berada, kapanpun waktunya, dan mampu dimiliki oleh siapapun yang berkeinginan untuk memilikinya. Guru Ilmu Hikmah, pengamal ilmu hikmah, pemilik ilmu hikmah, Spiritualis, guru spiritual, Guru Supranatural, Pemilik Perguruan, Pemilik Padepokan, Pengasuh Perguruan, Pengasuh Padepokan, Pengasuh pondok, Guru Ilmu gaib,santri perguruan, pelajar perguruan, murid perguruan, siswa perguruan wajib menemukan Ijazah Asmak Sunge Rajeh. Dapatkan Ijazah Asmak Sunge Rajeh ( ASR ) secara sempurna dengan sanad yang shahih. Ijazah Asmak Sunge Rajeh ( ASR ) merupakan keilmuan Asma yang sangat ampuh Jalan Pintas menjadi spiritualis sejati Asma yang sangat diburu oleh spiritualis di muka bumi Keampuhannya telah dibuktikan dan dirasakan oleh pemakainya diberbagai negara dimuka bumi ini merupakan raja dan mustikanya ilmu kesaktian. Kekuatan gaibnya sangat luar biasa, dan termasuk ilmu langka yang multi fungsi. Artinya, dapat dipergunakan untuk segala macam keperluan. Tak heran jika ada yang berpendapat, bahwa Ijazah Asmak Sunge Rajeh (ASR) bagaikan mewarisi 10 macam ilmu kesaktian yang sangat ampuh. Hebatnya lagi, bersifat siap pakai, bisa langsung difungsikan tanpa perlu ditirakati atau dipuasai terlebih dahulu, serta bukan berbentuk isim, gembolan, benda pusaka, jimat dan semacamnya. Setiap kali diperlukan, cukup dengan mengucapkan beberapa kata khusus yang sangat pendek, singkat dan mudah diingat. Sifatnya pun permanen dan untuk seumur hidup. bisa diamalkan oleh siapa saja baik muslim maupun non muslim. di dalam Ijazah Asmak Sunge Rajeh terkumpul bermacam macam khasiat ilmu kesaktian kelas tinggi, diantaranya: Ilmu Pawang Hujan (untuk mengusir mendung dan menghentikan hujan lebat, Ilmu Khulhu Sungsang (agar kebal dari berbagai macam serangan ilmu hitam), Aji Panglimunan (dalam keadaan terjepit dapat menghilang), Aji Pukulan Maut (musuh bisa muntah darah atau pingsan), Aji Tameng Baja (Kebal senjata tajam dan senjata api), Aji Tiwikrama (Saat dikeroyok oleh musuh bisa tampak seperti raksasa yang sangat menakutkan), Aji Macan Putih (Membuat lawan menjadi takut dan gemetar), Aji Gembolo Geni (Membakar tubuh mahluk halus), Aji Bandung Bondowoso (dapat mengangkat benda berat dan menangkis serangan musuh), Aji Pupu Bayu (Membuat lumpuh tenaga lawan),kebal,sakti,ampuh, dll. Ijazah Asmak Sunge Rajeh ( ASR ) luar biasa ini merupakan salah satu ilmu gaib yang dimiliki oleh Nabi Khidir AS. (Balya bin Malkan), seorang nabi yang dipercaya telah ada sejak jaman Nabi Musa dan hingga sekarang masih dipercaya hidup serta diantara tugasnya adalah sebagai penjaga lautan. Ijazah Asmak Sunge Rajeh ( ASR ) telah beliau turunkan kepada beberapa orang, yang dianggap pantas untuk mewarisinya. Insya Allah bisa dicoba setiap saat. Di antara Manfaat Asma Sunge Rajeh ASR dalam Asmak Sunge Rajeh ialah : * Mempengaruhi pikiran orang lain untuk berbagai tujuan positif. * Mengaktifkan daya pengasihan dan menerapkan puter giling. * Mendamaikan setiap persoalan rumit yang sedang dialami. * Keselamatan dalam pengeroyokan massal ataupun pengepungan. * Dapat menghentikan keluarnya darah akibat luka. * Penyembuhan diri sendiri dan orang lain. * Dapat menetralisir rumah dan tanah angker atau ada jin penunggu jahat. * Membuat pelarisan untuk toko, kedai dan sejenisnya. * Mempercepat jenjang karir dan menciptakan keberuntungan. * Bisa digunakan untuk mempengaruhi atasan ataupun majikan. * Membuang aura negatif dalam tubuh. * Dapat mengatasi berbagai masalah alam di lautan dan daratan seperti serangan ombak besar, terjangan badai, tiupan angin puting beliung, menjinakkan hewan buas di hutan, dan lain sebagainya. * Bisa dipakai untuk nagih hutang, dll * Terlindung dari ledakan bom atau serangan sedahsyat apapun. * Memiliki kekuatan pukulan tangan * Pengasihan umum dan khusus * Keberanian Luar Biasa * Kewibawaan Tingkat Tinggi * Merendam Amarah orang lain * Kekuatan Tangan Luar Biasa * Anti Pukulan Tangan dan Benda Tumpul * Kekuatan Fizik – Tidak Mudah Lelah * Meningkatkan Kekuatkan Ilmu Yang Ada * Melumpukan Kesaktian Ilmu Lawan * Selamat Dari Senjata Tajam, Senjata Api dan Lendakkan Bom * Selamat dari Kecelakaan Darat,Laut dan Udara * Menundukkan Musuh * Menagih Hutang agar lancer * Meluluhkan hati seseorang * Pulihkan Tanah yang “keras” * Pulihkan Tanah yang di tanam sihir/barang * Menangkal Sihir,Teluh,Tenung,Santet,Hipnotis dan Ilmu Gendam * Ditakuti/disegani segala macam mahkluk halus,jin,setan,hantu dan lain-lain * Mengobati orang kesurupan,terkena guna-guna, penyakit medis dan non-medis * Pagar Rumah, Kedai dan lain-lain * Menghentikan badai/rebut atau angina putting beliung * Menghentikan ombak yang ganas * Menjinakkan Haiwan yang ganas * Usir Tamu yang tak di undang atau rusuhan * Pawang Hujan – Usir Hujan/Mendung * Mendatangkan Hujan * Agar Di sayangi oleh majikan * Memudah proses kelahiran * Penglimunan * Mengisi Asma dan sejenisnya agar ampuh * Menghantam Musuh Jarak Jauh * Mengisi Kekuatan pada orang lain * Menetrulakan racun dan sejenisnya, baik di dalam makanan dan minuman * Mendapat kepercayaan dari orang besar * Memaksa pencuri agar mengembalikan barang telah di curinya * Menpertajamkan indera ke-enam * Menpengaruhi fikiran orang lain * Menutup Sesuatu Tempat Agar Sepi/Tutup * Sebagai ilmu keselamatan dan kekuatan kekebalan * Selamat dari senjata tajam dan tumpul serta senjata api di mana saja. * Kewibawaan dan menggentarkan musuh. * Membuat pemagaran gaib untuk tempat dan lain sebagainya. * Menangkal sihir, teluh, santet, hipnotis, gendam dan sejenisnya dan bisa membalikkan lagi kepada pengirimnya. * Dan Masih Banyak Lagi Khasiat lainnya Mengijazahkan juga Asma BERIKUT INI : ASMA SUNGE RAJEH (ASR) CIREBON (SEMUA TINGKAT ASMA SUNGE RAJEH (ASR) MADURA SELATAN (SEMUA TINGKAT) ASMA SUNGE RAJEH (ASR) BLORA, ASMA SUNGE RAJEH (ASR) MADURA UTARA, ASMA SUNGE RAJEH (ASR) SOLO ASMA SINGA RAJEH ASMA KAYU RAJEH / ASMA KAJUH RAJEH / ASMA KAJUK RAJEH ASMA GAJAH RAJEH ASMA GENI RAJEH ASMA TANAH RAJEH ASMA LAUT RAJEH ASMA BLEDUG AWU RAJEH ASMA NUR RAJEH ASMA LANGIT RAJEH ASMA RAJEH PETIR ASMA RAJEH KUBRO ASMA SHAHADAT RAJEH ASMA SINGKIR RAJEH ASMA RAJA IBLIS ASMA TASIK MIRING ASMA SUNGE RAJEH SUNAN KALIJOGO ASMA SUNGE RAJEH ACEH ASMA SUNGE RAJEH BAGHDAD ASMA RAJEH PAMUNGKAS DLL HUBUNGI USTADZ HABIB ALAMAT: Yogyakarta, 55000 Indonesia. Kontak Resmi WA : +62 819.3171.8989 [Tidak buka cabang] PERHATIAN : Hati-hati mempelajari keilmuan tanpa adanya Pengijazahan karena terbukti berakibat buruk terhadap kejiwaan anda. HATI-HATI!!! Terhadap oknum yang mengatasnamakan guru Asmak Sunge Rajeh. Kontak resmi hanya yang tertera di laman