• Tidak ada hasil yang ditemukan

DAFTAR GAMBAR. Manajemen Kesehatan Tahun

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "DAFTAR GAMBAR. Manajemen Kesehatan Tahun"

Copied!
73
0
0

Teks penuh

(1)
(2)
(3)

ii

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ………. i

DAFTAR ISI ……… ii

DAFTAR TABEL ……… iii

DAFTAR GAMBAR ……… iv

DAFTAR LAMPIRAN ……… v

BAB I PENDAHULUAN ………. 1

1.1. Latar Belakang ………. 1

1.2. Tujuan dan Manfaat Penyusunan Rencana Aksi ……….. 2

1.3. Kondisi Umum ………. 2

1.3.1. Organisasi ………. 2

1.3.2. Sumberdaya (Manusia, Sarana Prasarana dan Anggaran) ……… 6

1.3.3. Kinerja Puslitbang HMK 2015-2019. ……… 13

1.4. Potensi, Permasalahan dan Implikasi ……… 18

1.4.1. Potensi ……… 19

1.4.2. Permasalahan ……… 21

1.4.3. Implikasi ……….. 23

BAB II VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN ……… 25

2.1. Visi dan Misi Presiden Republik Indonesia ……….. 25

2.2. Visi dan Misi Puslitbang Humaniora dan Manajemen Kesehatan ……… 26

2.3. Tujuan Strategis Kementerian Kesehatan ………. 26

2.4. Tujuan Strategis Puslitbang Humaniora dan Manajemen Kesehatan ….. 27

2.5. Sasaran Strategis Kementerian Kesehatan ……….. 27

2.6. Sasaran Strategis Puslitbang Humaniora dan Manajemen Kesehatan……….. 28

BAB III ARAH KEBIJAKAN, STRATEGI, KERANGKA REGULASI DAN KERANGKA KELEMBAGAAN ……… 29

3.1. Arah Kebijakan dan Strategi Nasional ……….. 29

3.2. Arah Kebijakan dan Strategi Kementerian Kesehatan ……… 35

3.3. Arah Kebijakan dan Strategi Puslitbang Humaniora dan Manajemen Kesehatan ………. 40

3.3.1. Arah Kebijakan ……… 40

3.3.2. Strategi ……… 41

3.4. Kerangka Regulasi ……….. 41

3.5. Kerangka Kelembagaan 46 BAB IV PROGRAM, KEGIATAN, TARGET KINERJA DAN KERANGKA PENDANAAN ……… 48

4.1. Program ………. 48

4.2. Kegiatan ………. 50

4.2.1. Penelitian dan Pengembangan Bidang Humaniora dan Manajemen Kesehatan ……….. ……….. 50

4.2.2. Dukungan Manajemen Penelitian dan Pengembangan Bidang Humaniora dan Manajemen Kesehatan ………. 54

4.3. Kerangka Pendanaan ……….. 56

BAB V PENUTUP ………. 57 LAMPIRAN

(4)

iii

DAFTAR TABEL

Tabel 1.1 Jumlah SDM Puslitbang HMK Tahun 2015 - 2019 ………. 7 Tabel 1.2 Jumlah SDM Puslitbang HMK Tahun 2015-2019 Berdasarkan Tingkat

Pendidikan ……… 7

Tabel 1.3 Jumlah SDM Puslitbang HMK Berdasarkan Jabatan Fungsional

………. 8

Tabel 1.4 Jenjang Jabatan Peneliti Puslitbang HMK Tahun 2015-2019………. 8 Tabel 1.5 Tugas Belajar Pusat Humaniora, Kebijakan Kesehatan dan

Pemberdayaan Masyarakat ………. 9 Tabel 1.6 Kepakaran Peneliti Puslitbang HMK Tahun 2019 ……….. 9 Tabel 1.7 Ringkasan Laporan SIMAK BMN Puslitbang HMK Tahun 2019 ………... 10 Tabel 1.8 Laboratorium Puslitbang HMK ………. 11 Tabel 1.9 Alokasi Realisasi Anggaran Puslitbang HMK Tahun 2015 - 2019 ……… 12 Tabel 1.10 Indikator Renstra Kemenkes Tahun 2015 - 2019 ..………. 15 Tabel 1.11 Daftar Profesor Riset Menurut Kepakaran Puslitbang HMK Tahun 2019. 20 Tabel 2.1 Tujuan dan Sasaran Strategis Kementerian Kesehatan .. ………. 27 Tabel 3.1 Indikator Sasaran Strategis RPJMN 2020-2024 yang menjadi Tanggung

Jawab Kementerian Kesehatan ………. 29 Tabel 3.2 Kerangka Regulasi Program Litbangkes Tahun 2020-2024 ……….. 42 Tabel 3.3 Jenis dan Keterangan Kerangka Regulasi Program Litbangkes Tahun

2020-2024 ………. 43

Tabel 4.1 Target Kinerja Program Riset dan Inovasi Ilmu Pengetahuan dan

Teknologi dan Program Dukungan Manajemen ……… 49 Tabel 4.2 Target Kinerja Kegiatan Penelitian dan Pengembangan Puslitbang

HMK……… …… 51

Tabel 4.3 Rincian Target Kinerja Kegiatan Penelitian dan Pengembangan

Puslitbang HMK dan Ampuan ………. ……….. 52 Tabel 4.4 Target Indikator Hasil Penelitian dan Pengembangan di Bidang

Humaniora dan Manajemen Kesehatan ..……… 53 Tabel 4.5 Target Kinerja Kegiatan Dukungan Manajemen Penelitian dan

Pengembangan Bidang Humaniora dan Manajemen Kesehatan

Tahun 2020- 2024 ………. 54

Tabel 4.6 Kebutuhan Anggaran Program dan Kegiatan pada Puslitbang HMK

(5)

iv DAFTAR GAM BAR

Gambar 1.1 Struktur Organisasi Puslitbang Humaniora dan Manajemen

Kesehatan……… 3

Gambar 1.2 Target dan Capaian IKK Litbangkes Bidang Humaniora dan

Manajemen Kesehatan Tahun 2015-2019 ………. 15 Gambar 1.3 Target dan Capaian Riset Status Kesehatan Masyarakat pada Riset

Kesehatan Nasional Wilayah III pada Tahun 2015-2019 ……… 16 Gambar 1.4 Target dan Capaian IKK Publikasi Artikel Ilmiah Bidang Humaniora dan

Manajemen Kesehatan Tahun 2015-2019 ……… 17 Gambar 1.5 Target dan Capaian IKK Rekomendasi Kebijakan Bidang Humaniora

(6)

v DAFTAR LAM PIRAN

Lampiran 1 Analisa Penetapan Target Rencana Aksi Kegiatan 2020-2024 Puslitbang HMK

Lampiran 2 Target dan Anggaran Indikator Kinerja Program (IKP) dan Indikator Kinerja Kegiatan (IKK) Satker Badan Litbangkes TA 2020-2024 Lampiran 3 Target dan Anggaran Penelitian Bidang Puslitbang Humaniora dan

Manajemen Kesehatan Tahun 2020-2024

Lampiran 4 Roadmap Riset Prioritas Nasional Puslitbang Humaniora dan Manajemen Kesehatan Tahun 2020-2024

Lampiran 5 Roadmap Riset Prioritas Bidang Puslitbang Humaniora dan Manajemen Kesehatan Tahun 2020-2024

(7)

RAK Puslitbang HMK 2020-2024 1

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Dalam upaya menjamin keberhasilan dan kesinambungan pembangunan kesehatan telah disusun Rencana Pembangunan Jangka Panjang Bidang Kesehatan (RPJP-K) tahun 2005-2025 sebagai penjabaran dari Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJP-N) tahun 2005-2025 dan tentu saja merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dengan Sistem Kesehatan Nasional (SKN).

Undang-Undang 25/2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan

Nasional tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (SPPN)

mengamanatkan bahwa setiap kementerian perlu menyusun Rencana Strategis (Renstra) sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya dengan berpedoman kepada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).

Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 1995 tentang Penelitian dan Pengembangan Kesehatan menyebutkan bahwa Menteri Kesehatan melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap penelitian dan pengembangan kesehatan. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 64 Tahun 2015 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Kesehatan menyebutkan bahwa Pusat Penelitian dan Pengembangan Humaniora dan Manajemen Kesehatan (Puslitbang HMK) bertugas untuk melaksanakan penelitian dan pengembangan, penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang humaniora dan manajemen kesehatan. Sehubungan dengan hal tersebut, meningkatnya penelitian dan pengembangan di bidang humaniora dan manajemen kesehatan merupakan sasaran kinerja Puslitbang HMK selama 10 tahun terakhir, meskipun dengan penguraian indikator yang berbeda.

Agar arah kebijakan pelaku pembangunan bidang kesehatan searah dengan tujuan Pembangunan Nasional telah disusun Rencana Strategis Kementerian Kesehatan 2020-2024 yang merupakan dokumen perencanaan yang memuat berbagai program pembangunan kesehatan yang akan dilaksanakan langsung oleh Kementerian Kesehatan.

Tantangan dan masalah pembangunan kesehatan dirasakan semakin kompleks sehingga memerlukan dukungan semua unsur pembangunan kesehatan termasuk masyarakat. Kebijakan pembangunan kesehatan belum seluruhnya dirumuskan dengan memanfaatkan hasil penelitian sehingga belum sepenuhnya berbasis bukti, sehingga pijakan pada fakta di lapangan belum sepenuhnya disikapi. Dari satu sisi, dukungan berbagai unsur lembaga penelitian (pendidikan, Litbangda,

(8)

RAK Puslitbang HMK 2020-2024 2

Litbang Kementerian, LSM, dan lain-lain) telah melakukan penelitian yang dapat didayagunakan untuk penyusunan kebijakan pembangunan kesehatan.

Oleh karenanya untuk menggerakkan semua unsur pembangunan kesehatan dalam mencapai tujuan pembangunan kesehatan khususnya dalam konteks penelitian dan pengembangan bidang humaniora dan manajemen kesehatan berlandaskan Undang-Undang 25/2004 dan Peraturan Pemerintah Nomor 39 tahun 1995 perlu disusun Rencana Aksi Kegiatan (RAK) Pusat Penelitian dan Pengembangan Humaniora dan Manajemen Kesehatan (Puslitbang HMK) periode 2020-2024 sebagai panduan dan arahan Puslitbang HMK dalam mendukung keberhasilan capaian Indikator Kinerja Kegiatan yang tercantum di dalam Rencana Strategis Kementerian Kesehatan 2020-2024.

1.2. Tujuan Penyusunan Rencana Aksi

Tujuan disusunnya Rencana Aksi Kegiatan Puslitbang HMK Tahun 2020-2024 adalah untuk:

1. Memberikan arah dan acuan semua unit struktural (bagian, sub-bagian, bidang, sub-bidang) dan fungsional (fungsional peneliti, pustakawan, dll) di Puslitbang HMK dalam mengelola kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang humaniora dan manajemen kesehatan.

2. Memberi manfaat sebagai alat manajemen, baik dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi dari kegiatan Puslitbang HMK dalam periode lima tahun mendatang dan juga sebagai alat komunikasi kepada pemangku kepentingan (stakeholder) terkait tentang rencana kegiatan Puslitbang HMK dalam rangka mendapatkan dukungan dan kerja sama.

3. Memberikan dasar dalam penilaian akuntabilitas kinerja kegiatan Puslitbang HMK.

1.3. Kondisi Umum

1.3.1. Organisasi

Dengan mengacu Peraturan Menteri Kesehatan Nomor: 64 tahun 2015 tentang Struktur Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Kesehatan, Struktur Organisasi Puslitbang HMK adalah sebagai berikut:

(9)

RAK Puslitbang HMK 2020-2024 3

Gambar 1.1 Struktur Organisasi Puslitbang HMK

Tugas Puslitbang HMK: melaksanakan penyusunan kebijakan teknis, pelaksanaan, dan pemantauan, evaluasi, dan pelaporan penelitian dan pengembangan kesehatan di bidang humaniora dan manajemen kesehatan sesuai dengan ketentuan peraturan perudang-undangan.

Fungsi Puslitbang HMK:

1. Penyusunan kebijakan teknis penelitian dan pengembangan kesehatan di bidang humaniora dan manajemen kesehatan;

2. Pelaksanaan penelitian dan pengembangan kesehatan di bidang humaniora dan manajemen kesehatan;

3. Pemantauan, evaluasi, dan pelaporan penelitian dan pengembangan kesehatan di bidang humaniora dan manajemen kesehatan; dan

(10)

RAK Puslitbang HMK 2020-2024 4

Tugas Bagian Tata Usaha: melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana, program, dan anggaran, kerjasama, urusan keuangan, kepegawaian, dan umum.

Fungsi Bagian Tata Usaha:

1. Penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana, program, dan anggaran, serta kerjasama; dan

2. Pelaksanaan urusan keuangan, kepegawaian dan umum.

Tugas Sub Bagian Program dan Kerjasama (Sub Bagian PKS): melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana, program, dan anggaran, pemantauan, evaluasi, pelaporan, kerjasama, penyiapan bahan diseminasi, dan advokasi hasil penelitian dan pengembangan, serta pengelolaan jaringan informasi ilmiah dan perpustakaan.

Tugas Sub Bagian Keuangan, Kepegawaian, dan Umum (Sub Bagian KKU): melakukan urusan keuangan, dan barang milik negara, kepegawaian, kerasipan, tata persuratan, rumah tangga dan perlengkapan, serta pengelolaan museum kesehatan dan laboratorium penunjang.

Tugas Bidang Humaniora Kesehatan: melaksanakan penyusunan kebijakan teknis dan pelaksanaan penelitian dan pengembangan kesehatan di bidang humaniora kesehatan.

Fungsi Bidang Humaniora Kesehatan:

1. Penyiapan penyusunan kebijakan teknis penelitian dan pengembangan kesehatan di bidang hukum, etika, sosial, dan budaya, dan

2. Penyiapan pelaksanaan penelitian dan pengembangan kesehatan di bidang hukum, etika, sosial, dan budaya.

Tugas Subbidang Hukum dan Etika (HE): melakukan penyiapan kebijakan teknis dan pelaksanaan penelitian dan pengembangan kesehatan di bidang hukum, etika, politik kesehatan, dan bidang terkait lainnya.

Tugas Subbidang Sosial dan Budaya: melakukan penyiapan kebijakan teknis, dan pelaksanaan penelitian dan pengembangan di bidang social, demografi, psikologi, perilaku, budaya, dan bidang terkait lainnya.

Tugas Bidang Manajemen Kesehatan: melaksanakan penyusunan kebijakan teknis dan pelaksanaan penelitian dan pengembangan kesehatan di bidang manajemen kesehatan.

(11)

RAK Puslitbang HMK 2020-2024 5

Fungsi Bidang Manajemen Kesehatan:

1. Penyiapan penyusunan kebijakan teknis penelitian dan pengembangan kesehatan di bidang pembiayaan dan analisis kebijakan; dan

2. Penyiapan pelaksanaan penelitian dan pengembangan kesehatan di bidang pembiayaan dan analisis kebijakan.

Tugas Subbidang Pembiayaan: melakukan penyiapan penyusunan kebijakan teknis dan pelaksanaan penelitian dan pengembangan kesehatan di bidang pembiayaan dan penganggaran.

Tugas Subbidang Analisis Kebijakan: melakukan penyiapan penyusunan kebijakan teknis dan pelaksanaan penelitian dan pengembangan kesehatan di bidang analisis kebijakan dan pengkajian desentralisasi.

Di samping itu, Puslitbang HMK, sebagai lembaga penelitian dan pengembangan, juga mempunyai struktur ad-hoc yakni:

1. Panitia Pembina Ilmiah (PPI)

Tugas Panitia Pembina Ilmiah Puslitbang HMK adalah sebagai berikut: a. Meningkatkan kapasitas peneliti terutama di bidang metodologi penelitian

dan HSR (Health System Research).

b. Menyusun Protap penelitian dan pengembangan c. Menyusun prioritas penelitian

d. Melakukan seleksi dan menilai usulan penelitian sesuai dengan kriteria/pedoman yang telah ditentukan

e. Memberikan saran-saran perbaikan usulan penelitian, perbaikan protokol penelitian, perbaikan terhadap laporan penelitian, penyebaran hasil penelitian, seminar penelitian dan publikasi.

f. Menyusun agenda kegiatan pembinaan penelitian dan pengembangan. g. Memberikan saran rumusan kebijakan dan rekomendasi dari hasil

penelitian dan pengembangan, policy option, policy brief, policy memoranda.

h. Melaksanakan tugas lain yang diminta Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Humaniora dan Manajemen Kesehatan khususnya yang menyangkut kegiatan pembinaan ilmiah dalam rangka pembinaan institusi secara keseluruhan

i. Melakukan kerjasama dengan Dewan Redaksi Buletin Sistem Kesehatan dan Tim Penilai Peneliti Unit (TP2U).

j. Memfasilitasi hasil-hasil litbangkes untuk memperoleh Hak Kekayaan Intelektual (HKI).

k. Bersama Bidang memfasilitasi pengembangan Health Technology Assessment (HTA).

(12)

RAK Puslitbang HMK 2020-2024 6

l. Bersama Komisi Etik Badan Litbangkes membina peneliti untuk mendapatkan Ethical Clearance.

2. Tim Penilai Peneliti Unit (TP2U)

Tugas Tim Penilai Peneliti Instansi Puslitbang HMK adalah sebagai berikut: a) Memeriksa karya tulis ilmiah dalam bidang ilmu yang menjadi

tanggung jawabnya

b) Memeriksa dan meneliti butir-butir kegiatan dalam DUPAK

c) Memeriksa kebenaran dokumen-dokumen DUPAK yang dianggap perlu

d) Mengusulkan angka kredit bagi pejabat peneliti ke Ketua LIPI melalui Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Humaniora dan

Manajemen Kesehatan dan Kepala Badan Penelitian dan

Pengembangan Kesehatan

e) Menyampaikan laporan kegiatan tahunan kepada Pejabat Pembina Kepegawaian Departemen/Instansi

1.3.2. Sumberdaya (Manusia, Sarana-Prasarana, dan Anggaran)

Dalam pengembangan sumberdaya Puslitbang HMK berupaya dalam mengembangkan kapasitas institusi menuju pengelolaan litbang yang profesional dan bekualitas.Untuk mewujudkan hal tersebut, Puslitbang HMK memerlukan dukungan Sumber Daya Manusia (SDM) yang handal, berkarakter dan berintegritas. SDM litbangkes berbeda dengan SDM program kesehatan. SDM litbangkes terbagi dalam dua fungsi yaitu fungsi manajemen atau administrasi dan fungsi substansi atau metodologi penelitian. Saat ini kondisi SDM Puslitbang HMK memang belum dikatakan optimal, karena dalam perkembangannya kebutuhan data, informasi dan teknologi sangat dibutuhkan bagi pembangunan kesehatan sehingga untuk menjawab tantangan ini dibutuhkan SDM litbang yang lebih banyak dan lebih profesional. Dalam pengembangan SDM, Puslitbang HMK berupaya memberikan prioritas tinggi terhadap peningkatan kuantitas maupun kualitas SDM dalam menjamin tersedianya tenaga yang handal dalam melaksanakan program penelitian dan pengembangan bidang humaniora dan manajemen kesehatan.

Bila dikaitkan dengan implementasi Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN) di tahun 2015, maka pemetaan SDM PNS di lingkungan Puslitbang HMK sangat penting untuk melihat kesenjangan antara kegiatan dengan jumlah SDM sehingga dapat diperhitungkan kebutuhan jumlah PNS dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) agar pelaksanaan kegiatan litbang bidang humaniora dan manajemen kesehatan dapat berjalan optimal dan efisien. Dalam pencapaian kinerja, selain anggaran yang optimal, juga didukung oleh sumber daya manusia dan sarana prasarana yang dimiliki oleh Puslitbang Humaniora dan Manajemen Kesehatan. Jumlah SDM pada Tahun 2019 sebanyak pegawai negeri sipil sebanyak 119 orang. Bila ditinjau dari fungsi dan

(13)

RAK Puslitbang HMK 2020-2024 7

tugasnya, pegawai Pegawai Puslitbang Humaniora dan Manajemen Kesehatan dapat digolongkan menjadi:

a. Pejabat Struktural murni sebanyak 5 orang

b. Pejabat Struktural merangkap Fungsional Peneliti sebanyak 5 orang c. Fungsional Peneliti aktif sebanyak 58 orang

d. Fungsional Pranata Komputer sebanyak 1 orang e. Fungsional Analis Kebijakan sebanyak 1 orang f. Jabfung Umum sebanyak 40 orang

g. Peneliti tanpa JFT (Status Jabatan Pelaksana Peneliti/Statistisi/ Perekayasa) sebanyak 14 orang.

Kondisi jumlah SDM Puslitbang HMK dalam lima tahun terakhir disajikan pada tabel 1.1 berikut ini.

Tabel 1.1 Jumlah SDM Puslitbang HMK Tahun 2015–2019

NO SATKER Tahun 2015 2016 2017 2018 2019 1 Fungsional 43 47 51 51 50 2 Struktural 10 10 10 10 10 3 Staf 87 83 73 73 59 JUMLAH 140 140 134 134 119

Dalam mewujudkan tugas dan fungsi Puslitbang HMK, maka membutuhkan SDM yang tepat baik dari sisi kuantitas dan kualitas.Dalam memenuhi kebutuhan tersebut dapat dilakukan melalui 2 strategi. Pemenuhan kuantitas dilakukan melalui rekrutmen tenaga baru, sedangkan pemenuhan kualitas dilakukan melalui standarisasi pendidikan yang disesuaikan dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan uraian jabatan. Standarisasi pendidikan tersebut dapat dicapai melalui kriteria rekrutmen dan peningkatan jenjang pendidikan bagi SDM. Dengan demikian pengusulan tugas belajar bagi SDM tidak hanya semata untuk peningkatan kapasitas pribadi tetapi sebagai strategi suatu organisasi dalam melaksanakan tugas dan fungsinya. Kondisi jumlah pegawai berdasarkan tingkat pendidikan dalam lima tahun terakhir disajikan pada tabel 1.2 berikut ini.

Tabel 1.2 Jumlah SDM Puslitbang HMK Tahun 2015-2019 Berdasarkan Tingkat Pendidikan

No. Pendidikan Tahun

2015 2016 2017 2018 2019 1. S3 10 11 11 12 11 2. S2 41 34 46 51 61 3. S1 45 57 45 38 27 4. D3/D2 3 4 3 2 5 5. SLTA/D1 25 21 20 17 8

(14)

RAK Puslitbang HMK 2020-2024 8

No. Pendidikan Tahun

2015 2016 2017 2018 2019

6. SLTP 10 7 5 5 3

7. SD 6 6 5 5 1

Jumlah 140 140 135 130 123

Berdasarkan bidang tugasnya, SDM Puslitbang HMK terdiri dari tenaga fungsional dan struktural. Dalam struktur organisasi Puslitbang HMK, terdapat 3 (tiga) eselon jabatan struktural yang terdiri atas eselon II, eselon III dan eselon IV. Selain jabatan struktural, Puslitbang HMK juga memiliki pejabat dengan jabatan fungsional tertentu. Jabatan fungsional adalah sekelompok jabatan yang berisi fungsi dan tugas berkaitan dengan pelayanan fungsional yang berdasarkan pada keahlian dan keterampilan tertentu. Kondisi jumlah pegawai Puslitbang HMK berdasarkan fungsionalnya dalam lima tahun terakhir disajikan pada tabel 1.3 berikut ini.

Tabel 1.3 Jumlah SDM Puslitbang HMK Tahun 2015-2019 Berdasarkan Jabatan Fungsional NO SATKER Tahun 2015 2016 2017 2018 2019 1 Peneliti 47 51 55 55 53 2 Pustakawan 1 1 1 1 0 3 Analis Kebijakan 0 0 0 0 1 4 Pranata Komputer 0 0 0 0 1 JUMLAH 48 52 56 56 55

Tenaga fungsional di Puslitbang HMK terdiri atas peneliti, pustakawan, analis kebijakan dan pranata komputer. Sedangkan khusus untuk tenaga fungsional peneliti, distribusi menurut jenjang jabatan disajikan pada tabel 1.4 berikut ini.

Tabel I.4 Jenjang Jabatan Peneliti Puslitbang HMK Tahun 2015-2019

NO SATKER Tahun 2015 2016 2017 2018 2019 1 Peneliti Pertama 9 16 20 20 23 2 Peneliti Muda 22 16 14 14 12 3 Peneliti Madya 13 13 16 16 13 4 Peneliti Utama 3 6 5 5 5 JUMLAH 47 51 55 55 53

Pengembangan jumlah peneliti memang dikatakan belum optimal jika dibandingkan dengan permintaan kebutuhan penelitian dan data yang semakin

(15)

RAK Puslitbang HMK 2020-2024 9

meningkat dari unit program dan stake holder.Untuk itu upaya-upaya percepatan peningkatan kuantitas dan kulitas SDM harus sangat giat dilakukan kedepannya. Untuk meningkatkan kompetensi SDM lingkup Puslitbang HMK, selama periode 2015-2019 telah dilakukan pengiriman tugas belajar S1, S2, S3 baik ke universitas dalam negeri dan luar negeri sebanyak 20 orang dengan rincian pada tabel 1.5 berikut:

Tabel 1.5 Tugas Belajar Puslitbang HMK Dalam dan Luar Negeri Tahun 2015–2019

Tugas Belajar Tahun Jumlah

2015 2016 2017 2018 2019 Dalam Negeri S1 1 1 S2 4 2 5 1 12 S3 4 1 5 Luar Negeri S1 S2 2 2 S3 Jumlah 10 2 7 1 0 20

Pengembangan institusi litbang juga tidak lepas dari jumlah kepakaran yang ada pada institusi tersebut. Pada tabel 1.6 berikut akan diperlihatkan bagaimana jumlah dan jenis kepakaran SDM Peneliti sampai dengan tahun 2019 yang ada di Puslitbang HMK.

Tabel 1.6 Kepakaran Peneliti Puslitbang HMK Tahun 2019 Kode

Bidang Kepakaran

Nama Bidang Kepakaran

Kode Bidang Penelitian

Nama Bidang Penelitian Jumlah

11.01 Kedokteran 11.01 Kedokteran 3

11.01 Kedokteran 11.01.01 Kedokteran Klinik 1

11.02 Kesehatan Masyarakat 11.02 Kesehatan Masyarakat 4

11.02 Kesehatan Masyarakat 11.02.01 Pelayanan Kesehatan 20

11.02 Kesehatan Masyarakat 11.02.02 Kebijakan dan Manajemen

Kesehatan

7

11.02 Kesehatan Masyarakat 11.02.03 Epidemiologi dan Biostatistik 8

(16)

RAK Puslitbang HMK 2020-2024 10

Kode Bidang Kepakaran

Nama Bidang Kepakaran

Kode Bidang Penelitian

Nama Bidang Penelitian Jumlah

11.06 Makanan dan Gizi 11.06.01 Gizi/ Gizi Masyarakat 1

31.06 Sosiologi Kesehatan 31.06 Sosiologi Kesehatan 1

31.06 Sosiologi Kesehatan 31.06.05 Sosiologi Kesehatan Lainnya

yang belum diklasifikasikan

1

32.07 Antropologi Kesehatan 32.07 Antropologi Kesehatan 4

37.01 Psikologi 37.01 Psikologi 1

38.08 Hukum Kesehatan 38.08 Hukum Kesehatan 1

Total 53

Selain sumber daya manusia yang berkompeten, tentunya sarana prasarana yang memadai turut andil dalam pencapaian kinerja. Berdasarkan data SIMAK-BMN, sarana dan prasarana yang dimiliki Puslitbang Humaniora dan Manajemen Kesehatan sebagai berikut.

Tabel 1.7 Ringkasan Laporan SIMAK BM N Puslitbang Humaniora dan M anajemen Kesehatan Tahun 2019

No Sarana Satuan Saldo per

1 Jan '19 Bertambah Berkurang

Saldo per 31 Des '19 1 Tanah Bangunan Kantor Pemerintah M2 52.400 0 0 52.400 2 Peralatan dan Mesin Unit 6.037 46 471 5.612 3 Gedung dan bangunan Unit 14 0 0 14 4 Jalan dan Jembatan M2 17.460 0 0 17.460 5 Jaringan Unit 2 0 0 2 6 Aset Tetap Lainnya Buah 15,499 0 0 15,499

7 Aset Tetap yang

Tidak Digunakan

Unit /

Buah 166 78 0 166

Gedung kantor di Surabaya memiliki aset sarana-prasarana yang sangat memadai dan merupakan bangunan cagar budaya. Gedung perkantoran yang berada di Jl. Indrapura 17 Surabaya berdiri di atas tanah seluas 52.400 m2. Dari data SIMAK BMN tercatat ada 10 gedung dan bangunan yang luasnya mencapai 17.278,02 m2.

(17)

RAK Puslitbang HMK 2020-2024 11

Akhir Tahun 2018 terbentuk Unit Pelaksana Fungsional (UPF) Inovasi dan Teknologi Kesehatan, yang menempati bangunan kantor Puslitbang Humaniora dan Manajemen Kesehatan di Surabaya. UPF Inovasi dan Teknologi Kesehatan mengelola operasional dan kegiatan penunjang lain, yaitu Laboratorium Penelitian dan Pengembangan Pelayanan Pengobatan Tradisional, Laboratorium Penelitian dan Pengembangan Pelayanan Kesehatan Reproduksi dan Laboratorium Penelitian dan Pengembangan Pelayanan Akupunktur. Keempat laboratorium tersebut dapat dimanfaatkan untuk penelitian mengenai pengobatan tradisional, alternatif dan komplementer dalam rangka menunjang pelayanan kesehatan konvensional. Selain laboratorium, juga mengelola Museum Kesehatan dr. Adhyatma, MPH yang bertujuan untuk melestarikan warisan budaya kesehatan dan mengabadikan setiap peristiwa penting yang berkaitan dengan bidang kesehatan.

Untuk meningkatkan daya saing hasil litbangkes dan jasa penelitian, Puslitbang HMK harus mampu memberikan jaminan mutu terhadap hasil-hasil penelitiannya dan mendapat pengakuan secara nasional dan internasional melalui proses akreditasi/sertifikasi. Bentuk pengakuan akreditasi/serftifikasi ini adalah laboratorium yang telah terakreditasi. Puslitbang HMK memiliki beberapa laboratorium yang mendukung kegiatan litbang bidang humaniora dan manajemen kesehatan.

Tabel 1.8 Laboratorium Puslitbang HMK

No. Nama Laboratorium Tahun Berdiri Keterangan 1 Laboratorium Penelitian dan

Pengembangan Pelayanan Pengobatan Obat Tradisional (LP4OT)

10 Agustus 1990 Belum Terakreditasi

2 Laboratorium Penelitian dan Pengembangan Pelayanan Penyembuhan Tenaga Dalam dan Kesehatan Jiwa

22 Pebruari 1992 Belum Terakreditasi

3 Laboratorium Penelitian dan Pengembangan Pelayananan Akupunktur (LP3A)

April 1990 Belum Terakreditasi

4 Laboratorium Penelitian dan Pengembangan Pelayananan Anak dan Remaja Berkebutuhan Khusus

2 Januari 2015 Belum Terakreditasi

5 Laboratorium Penelitian dan Pengembangan Sosial Budaya Kesehatan (merupakan pengembangan Laboratorium Penelitian dan Pengembangan Informasi Kesehatan)

(18)

RAK Puslitbang HMK 2020-2024 12

Salah satu faktor tercapainya kinerja adalah dukungan anggaran kegiatan yang optimal. Anggaran satker Puslitbang Humaniora dan Manajemen Kesehatan pada Tahun 2015-2019 dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 1.9 Alokasi dan Realisasi Anggaran Puslitbang Humaniora dan M anajemen Kesehatan Tahun 2015-2019

Catatan:

* Pagu revisi DIPA hibah uang langsung

Realisasi anggaran TA 2019 per 21 Januari 2020

Dari matriks di atas terlihat bahwa jumlah anggaran satker sangat dipengaruhi oleh jumlah kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang Humaniora dan Manajemen Kesehatan yang dilaksanakan pada tahun tersebut.

Pagu awal DIPA Tahun Anggaran 2019 Puslitbang Humaniora dan Manajemen Kesehatan sebesar Rp. 87.130.830.000,-. (delapan puluh tujuh milyar seratus tiga puluh juta delapan ratus tiga puluh ribu rupiah). Setelah revisi DIPA dengan memasukkan satu kegiatan hibah uang langsung dari Australian National University (ANU) untuk kegiatan Peningkatan Kapasitas di Pemerintah dan Akademik untuk Pembangunan sebesar Rp. 2.836.860.000,- (dua milyar delapan ratus tiga puluh enam juta delapan ratus enam puluh ribu rupiah) maka pagu akhir bertambah menjadi Rp. 89.967.690.000,-. (delapan puluh sembilan milyar sembilan ratus enam puluh tujuh juta enam ratus sembilan puluh ribu rupiah). Pada revisi DIPA 2019, kegiatan hibah masuk pada output Layanan Dukungan Manajemen Satker dengan tidak ada penambahan jumlah output. Hingga 31 Desember 2019, realisasi anggaran terhadap pagu akhir mencapai 82,96%. Realisasi anggaran Tahun 2019 ini lebih kecil daripada realisasi anggaran Tahun 2018 yang sebesar 90,21%.

Penurunan realisasi anggaran Tahun 2019 daripada realisasi anggaran tahun sebelumnya disebabkan oleh turunnya realisasi anggaran masing-masing kegiatan terutama kegiatan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan di Bidang Humaniora dan Manajemen Kesehatan, kegiatan Riset Status Kesehatan Masyarakat pada

Tahun Pagu (Rp) Realisasi (Rp) %

2015 49.010.842.000 41.593.821.729 84,9 2016 111.718.235.000 83.983.885.000 (non Blokir) 78.690.015.928 78.690.015.928 69,8 92,9 2017 75.286.930.000 66.580.337.535 88,4 2018 131.011.302.000 118.181.492.782 90,2 2019 89.967.690.000 74.641.453.689 82,9*

(19)

RAK Puslitbang HMK 2020-2024 13

Riset Kesehatan Nasional Wilayah III, dan Layanan Perkantoran. Walaupun dari realisasi terjadi penurunan tetapi dari aspek kinerja telah terlaksana dengan cukup baik.

1.3.3. Kinerja Puslitbang HMK 2015-2019

Pengukuran Kinerja diperlukan untuk mengetahui sejauh mana realisasi atau capaian kinerja yang berhasil dilakukan oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Humaniora dan Manajemen Kesehatan selama Tahun 2019. Dari perbandingan capaian ini diperoleh informasi yang berkaitan dengan masing-masing sasaran. Dengan demikian, informasi tersebut dapat ditindaklanjuti dalam perencanaan kegiatan di masa mendatang sehingga setiap kegiatan yang direncanakan dapat berhasil guna dan berdaya guna. Langkah-langkah yang dilakukan adalah dengan terlebih dahulu membandingkan antara masing-masing komponen sasaran dengan target dan realisasi sehingga diperoleh capaian tiap komponen sasaran.

Pada dasarnya, proses monitoring, pengukuran dan evaluasi kinerja dilakukan langsung oleh masing-masing bidang/bagian yang bertanggungjawab atas pencapaian sasaran dan program/kegiatan. Selanjutnya, informasi kinerja dari masing-masing bidang/bagian tersebut disampaikan kepada Sub Bagian Program dan Kerjasama untuk dikompilasi, dianalisis, dan dievaluasi lebih lanjut sebelum diteruskan kepada pihak-pihak yang berkepentingan. Melalui proses ini diharapkan ada upaya-upaya perbaikan kinerja sehingga target kinerja dapat tercapai sebagaimana yang diharapkan.

Pada Renstra Kemenkes Tahun 2015-2019, indikator kinerja kegiatan hanya ada 2 yaitu Rekomendasi Kebijakan dan Publikasi Karya Tulis Ilmiah di Bidang Humaniora dan Manajemen Kesehatan. Sedangkan pada Renstra Kemenkes Tahun 2015-2019 Revisi I, terdapat penambahan 2 (dua) indikator kinerja kegiatan yaitu Hasil Riset Status Kesehatan Masyarakat Hasil Riset Kesehatan Nasional Wilayah III, dan Hasil Penelitian dan Pengembangan Bidang Humaniora dan Manajemen Kesehatan.

Sedangkan sasaran strategis yang menjadi amanah Puslitbang Humaniora dan Majajemen Kesehatan adalah meningkatnya penelitian dan pengembangan di bidang Humaniora dan Manajemen Kesehatan. Sasaran strategis ini dicapai dengan 4 Indikator Kinerja Kegiatan (IKK) yaitu:

1. Jumlah rekomendasi kebijakan yang dihasilkan dari penelitian dan pengembangan di bidang Humaniora dan Manajemen Kesehatan selama 5 tahun akan dicapai sebanyak 45 rekomendasi kebijakan

2. Jumlah Publikasi karya tulis ilmiah di bidang Humaniora dan Manajemen Kesehatan selama 5 tahun akan dicapai sebanyak 125 publikasi

(20)

RAK Puslitbang HMK 2020-2024 14

3. Jumlah hasil penelitian dan pengembangan di bidang Humaniora dan Manajemen Kesehatan selama 5 tahun akan dicapai sebanyak 59 penelitian

4. Jumlah laporan status kesehatan masyarakat hasil riset kesehatan nasional wilayah III selama 5 tahun akan dicapai sebanyak 11 riset kesehatan nasional.

Selama Tahun 2015-2019, Puslitbang Humaniora dan Manajemen Kesehatan melaksanakan beberapa terobosan riset seperti Riset Budaya Kesehatan, terdiri dari Riset Etnografi Kesehatan dilanjutkan Riset Intervensi Kesehatan. Ada pula Riset Pembiayaan Kesehatan di FKTP dan FKRTL. Puslitbang Humaniora dan Manajemen Kesehatan juga melaksanakan riset prioritas nasional sejak Tahun 2016 seperti pengembangan Sampling Registration System, Riset Responsiveness Sistem Pelayanan Kesehatan, Riset Beban Penyakit Nasional dan Sub Nasional, serta Pengembangan Civil Registration Vital Statistics/Pencatatan Sipil dan Statistitk Hayati.

Perencanaan merupakan hal yang paling mendasar dalam menjalankan sebuah organisasi. Perencanaan ini akan dijadikan dasar dalam melaksanakan kegiatan dan dalam mengevaluasi hasil kegiatan atau kinerja. Pada awal Tahun 2016 terjadi restrukturisasi di dalam Kementerian Kesehatan sesuai Permenkes No. 64 Tahun 2015. Pusat Penelitian dan Pengembangan Humaniora, Kebijakan Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat mengalami reorganisasi menjadi Pusat Penelitian dan Pengembangan Humaniora dan Manajemen Kesehatan. Oleh karena itu dalam melaksanakan perencanaan kegiatannya, Pusat Penelitian dan Pengembangan Humaniora dan Manajemen Kesehatan mengacu pada Kegiatan Penelitian dan Pengembangan Humaniora dan Manajemen Kesehatan sesuai dengan Renstra Kemenkes RI Tahun 2015-2019 Revisi I pada Tahun 2017 (Kepmenkes RI No.01.07/Menkes/422/2017).

(21)

RAK Puslitbang HMK 2020-2024 15

Tabel 1.10 Indikator Renstra Kementerian Kesehatan Tahun 2015-2019

Program/ Kegiatan

Sasaran Indikator (IKK) Target (Kumulatif)

2015 2018 2018 2018 2019 Penelitian dan Pengembangan Humaniora dan Manajemen Kesehatan Meningkatnya penelitian dan pengembangan di bidang Humaniora, dan Manajemen Kesehatan Meningkatnya penelitian dan pengembangan di bidang Humaniora, dan Manajemen Kesehatan Jumlah rekomendasi kebijakan yang dihasilkan dari penelitian dan pengembangan di bidang humaniora dan manajemen kesehatan

9 18 27 36 45

Jumlah publikasi karya tulis ilmiah di bidang humaniora dan manajemen kesehatan yang dimuat pada media cetak atau elektronik nasional dan internasional

25 50 75 100 125

Jumlah hasil penelitian dan pengembangan di bidang Humaniora dan Manajemen Kesehatan

23 38 45 49 59

Jumlah laporan Status Kesehatan Masyarakat hasil Riset Kesehatan Nasional Wilayah III

0 2 3 10 11

Trend 2015-2019 jumlah target hasil litbangkes Bidang Humaniora dan Manajemen Kesehatan dan capaiannya dapat dilihat pada grafik berikut.

Gambar 1.2 Target dan capaian IKK Litbangkes Bidang Humaniora dan M anajemen Kesehatan Tahun 2015-2019

Realisasi kumulatif IKK Litbangkes Bidang Humaniora dan Manajemen Kesehatan selama Tahun 2015-2019 yang lebih rendah daripada target kumulatif disebabkan oleh revisi target IKK Litbangkes Bidang Humaniora dan Manajemen Kesehatan pada Tahun 2019. Hal ini tertuang pada dokumen Rencana Aksi Kegiatan (RAK) 2015-2019 Revisi III.

23 38 45 49 59 23 38 45 49 55 0 10 20 30 40 50 60 70 2015 2016 2017 2018 2019 target realisasi

(22)

RAK Puslitbang HMK 2020-2024 16

Kegiatan penelitian dan pengembangan kesehatan di Bidang Humaniora dan Manajemen Kesehatan yang merupakan penelitian unggulan atau prioritas nasional pada Tahun 2015-2019 adalah:

a. Riset Pembiayaan Kesehatan di FKTP (2015) b. Riset Pembiayaan Kesehatan di FKRTL (2016)

c. Riset Khusus Budaya-Riset Etnografi Kesehatan dan Riset Intervensi Kesehatan (2013-2019)

d. Pengembangan Model Pemicuan Pengendalian Penyakit Tidak Menular berbasis Masyarakat (2015-2016)

e. Pengembangan Sistem Registrasi Sampel Kematian dan Penyebab Kematian (2016-2018)

f. Pengembangan Responsiveness Sistem Pelayanan Kesehatan dan Perlindungan Resiko terhadap Permasalahan Kesehatan (2017)

g. Pengembangan Analisis Beban Penyakit di Indonesia (2018)

h. Pengembangan Civil Registration Vital Statistics/Pencatatan Sipil dan Statistitk Hayati (CRVS/PS2H) (2019)

Anggaran yang besar juga terdapat pada kegiatan Riset Status Kesehatan Masyarakat pada Riset Kesehatan Nasional Wilayah III. Besaran anggaran disesuaikan dengan metodologi penelitian seperti besar dan lokasi sampel penelitian riset kesehatan nasional pada tahun tersebut. Puslitbang Humaniora dan Manajemen Kesehatan menjadi Koordinator Wilayah III, yang meliputi Provinsi Jawa Timur, Sumatera Barat, Bali, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Utara, Maluku Utara, dan Papua.

Gambar 1.3 Target dan capaian IKK Riset Status Kesehatan Masyarakat pada Riset Kesehatan Nasional Wilayah III Tahun 2015-2019

Kegiatan Riset Status Kesehatan Masyarakat pada Riset Kesehatan Nasional pada Tahun 2016-2019 adalah:

0 2 3 10 11 0 2 3 10 11 0 2 4 6 8 10 12 2015 2016 2017 2018 2019 target realisasi

(23)

RAK Puslitbang HMK 2020-2024 17

a. Tahun 2016: Survei Indikator Kesehatan Nasional (Sirkesnas) Tahun 2016, dan Riset Penyakit Tidak Menular Tahun 2016, dengan target dan capaian 2 laporan

b. Tahun 2017: Riset Ketenagaan di Bidang Kesehatan Tahun 2017, dengan target dan capaian 1 laporan

c. Tahun 2018: Riset Kesehatan Dasar Tahun 2018, dengan target dan capaian 7 laporan

d. Tahun 2019: Riset Fasilitas Kesehatan Tahun 2019, dengan target dan capaian 1 laporan.

Pada Tahun 2017, Puslitbang Humaniora dan Manajemen Kesehatan mengajukan revisi target indikator Publikasi Karya Tulis Ilmiah di Bidang Humaniora dan Manajemen Kesehatan karena tidak tercapainya target publikasi pada tahun sebelumnya. Perubahan target publikasi termuat pada Renstra Kemenkes Tahun 2015-2019 Revisi I, semula 25 publikasi per tahun menjadi 15 pada Tahun 2017-2018, dan 45 pada Tahun 2019. Sesuai surat Kepala Pusat Analisis Determinan Kesehatan, Sekjen Kemenkes RI No. AD.03.01/2/0194/2018 tanggal 8 Februari 2018 yang menyampaikan arahan Sekretaris Jenderal Kemenkes bahwa tidak diperbolehkan untuk menurunkan target indicator Renstra Kemenkes 2015-2019 sehingga target kumulatif publikasi tetap 125 publikasi selama 5 tahun seperti terlihat pada Grafik 1.4.

Gambar 1.4 Target dan capaian IKK Publikasi Artikel Ilmiah Bidang Humaniora dan M anajemen Kesehatan Tahun 2015-2019

Target indikator Rekomendasi Kebijakan Bidang Humaniora dan Manajemen Kesehatan setiap tahun adalah 9 rekomendasi kebijakan. Capaian rekomendasi

25 50 65 90 125 23 32 52 98 129 0 20 40 60 80 100 120 140 2015 2016 2017 2018 2019 target realisasi

(24)

RAK Puslitbang HMK 2020-2024 18

kebijakan di Puslitbang Humaniora dan Manajemen Kesehatan melebihi target setiap tahunnya seperti terlihat pada grafik di bawah ini.

Gambar 1.5 Target dan capaian IKK Rekomendasi Kebijakan Bidang Humaniora dan M anajemen Kesehatan Tahun 2015-2019

1.4. Potensi, Permasalahan dan Implikasi

Penelitian dan pengembangan bidang humaniora dan manajemen kesehatan adalah kegiatan ilmiah yang dilakukan menurut metode yang sahih untuk menemukan informasi ilmiah dan/atau teknologi yang baru untuk tujuan pembangunan di bidang kesehatan humaniora dan manajemen kesehatan. Untuk itu kegiatan penelitian dan pengembangan kesehatan humaniora dan manajemen kesehatan merupakan bagian yang esensial dari kegiatan pembangunan kesehatan. Hasil-hasil penelitian dan pengembangkan kesehatan (litbangkes) harus dimanfaatkan sebagai dasar bertindak dan pengambilan keputusan.

Puslitbang HMK sebagai salah satu lembaga riset diharapkan mampu memberikan kontribusi positif bagi pengembangan IPTEK Kesehatan.Seiring berkembangnya hasil penelitian yang lebih bermutu, maka kebutuhan hasil-hasil penelitian juga semakin meningkat. Namun masih dirasakan kurangnya akses informasi terhadap hasil-hasil penelitian.

Terkait dengan dinamika perubahan lingkungan strategis domestik maupun internasional, perlu dicermati berbagai aspek terkait dengan potensi (kekuatan dan peluang) maupun permasalahan/kelemahan dan implikasinya yang dihadapi sektor kesehatan khususnya yang terkait dengan litbang kesehatan agar mampu merumuskan perencanaan strategis lima tahun ke depan secara lebih kontekstual.

9 18 27 36 45 18 29 39 52 62 0 10 20 30 40 50 60 70 2015 2016 2017 2018 2019 target realisasi

(25)

RAK Puslitbang HMK 2020-2024 19

1.4.1. Potensi

A. Hasil Litbangkes Sebagai Dasar Perencanaan

Untuk menghadapi era globalisasi yang ditandai dengan perdagangan dan pasar bebas serta arus investasi modal, sehingga negara-negara dunia akan semakin tergantung satu sama lain, dimana diperlukan daya saing yang tinggi maka seluruh perencanaan program kesehatan haruslah berdasarkan data dan informasi yang akurat, tepat waktu dan benar sehingga sasaran yang ditetapkan dapat dicapai sesuai dengan target yang telah ditentukan.

Penelitian dan pengembangan kesehatan diarahkan pada riset yang menyediakan informasi untuk mendukung program kesehatan baik dalam bentuk kajian, riset kesehatan nasional, pemantauan berkala, riset terobosan berorientasi produk, maupun riset pembinaan dan jejaring. Salah satu upaya ini terlihat dari beberapa terobosan riset seperti Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas), Riset Fasilitas Kesehatan (Rifaskes), Riset Budaya Kesehatan, Riset Pembiayaan Kesehatan dan Survey Status Gizi Indonesia (SSGI).

Data penelitian dan pengembangan semakin dibutuhkan oleh masyarakat luas maupun pengambil kebijakan.Pemerintah pusat tentu sangat membutuhkan data dasar kesehatan data evaluasi program kesehatan yang mencakup nasional sebagai dasar pengambil kebijakan dan bahan evaluasi program, juga pemerintah daerah memerlukan data sebagai bahan perencanaan program kesehatan di daerah.

B. Kerja Sama dan Jejaring Penelitian dan Pengembangan Kesehatan

Kerjasama penelitian tentu didukung dengan jejaring penelitian dan pengembangan kesehatan yang sudah dibangun dan terkoordinasi sejak lama.Jejaring penelitian dan pengembangan kesehatan merupakan jejaring penelitian dan pengembangan yang terkait dengan kesehatan untuk mendukung komunikasi, koordinasi dan sinkronisasi pengembangan IPTEK kesehatan dalam proses pengambilan keputusan dalam bidang kesehatan serta pelaksanaannya. C. Dukungan Sumber Daya (SDM, Sarana dan Prasarana, Anggaran)

Puslitbang HMK berupaya memberikan prioritas tinggi terhadap peningkatan kuantitas maupun kualitas SDM dalam menjamin tersedianya tenaga yang handal dalam melaksanakan program penelitian dan pengembangan bidang humaniora dan manajemen kesehatan. Dukungan SDM dengan jumlah seluruh pegawai pada tahun 2019 sebanyak 119 orang dengan berbagai kepakaran. Persentase peneliti dengan pendidikan S2 sangat besar bila dibandingkan dengan pendidikan S3. Oleh kerena itu perlu dorongan agar JFT peneliti melanjutkan ke jenjang pendidikan yang

(26)

RAK Puslitbang HMK 2020-2024 20

lebih tinggi yaitu S3, sehingga memenuhi syarat untuk menjadi Profesor Riset. Hingga saat ini Puslitbang Humaniora dan Manajemen Kesehatan hanya memilki 3 profesor riset, setelah 3 orang profesor riset memasuki usia pensiun.

Tabel 1.11 Daftar Profesor Riset menurut Kepakaran, Puslitbang Humaniora dan M anajemen Kesehatan Tahun 2019

No. Nama Kepakaran Pengukuhan

1. Prof. Dr. dr. Lestari Handayani, M.Med.PH

Pelayanan Kesehatan 25-11-2014

2. Prof. Dr. Niniek Lely Pratiwi, M.Kes

Perilaku Kesehatan 07-11-2017

3. Prof. Dr. Dede Anwar Musadad, SKM, M.Kes

Kesehatan Lingkungan 13-06-2019

Puslitbang Humaniora dan Manajemen Kesehatan memiliki 2 (dua) kantor yang berada di Surabaya dan Jakarta. Keberadaan 2 kantor di tempat berbeda ini memberikan keuntungan dalam jangkauan wilayah penelitian. Peneliti Jakarta lebih leluasa untuk melakukan penelitian di Indonesia bagian barat disamping lebih dekat dengan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan dan Kementerian Kesehatan. Sedangkan peneliti yang berposisi di Surabaya dapat menjangkau Indonesia Timur. Keberadaan peneliti di Jakarta juga memudahkan akses terhadap informasi baik dari Kementerian Kesehatan maupun hubungan dengan institusi lain secara nasional.

Gedung perkantoran yang berada di Jl. Indrapura 17 Surabaya berdiri di atas tanah seluas 52.400 m2. Dari data SIMAK BMN tercatat ada 10 gedung dan bangunan yang luasnya mencapai 17.278,02 m2. Di gedung ini dilakukan berbagai kegiatan baik terkait penelitian maupun kegiatan penunjang lain. Akhir Tahun 2018 terbentuk Unit Pelaksana Fungsional (UPF) Inovasi dan Teknologi Kesehatan, yang menempati bangunan kantor Puslitbang Humaniora dan Manajemen Kesehatan di Surabaya. UPF Inovasi dan Teknologi Kesehatan mengelola operasional dan kegiatan penunjang lain, yaitu Laboratorium Penelitian dan Pengembangan Pelayanan Pengobatan Tradisional, Laboratorium Penelitian dan Pengembangan

Pelayanan Kesehatan Reproduksi dan Laboratorium Penelitian dan

Pengembangan Pelayanan Akupunktur. Keempat laboratorium tersebut dapat dimanfaatkan untuk penelitian mengenai pengobatan tradisional, alternatif dan komplementer dalam rangka menunjang pelayanan kesehatan konvensional.

Sebagai lembaga negara di bawah naungan Badan Litbang Kesehatan Kementerian Kesehatan, pembiayaan penelitian dan pengembangan Puslitbang HMK bersumber dari APBN yang dituangkan dalam DIPA. Kepastian adanya pembiayaan ini merupakan landasan yang kuat bagi Puslitbang HMK untuk menjalankan tugas pokok dan fungsinya. Tiap tahun anggaran DIPA makin meningkat, meskipun kenaikannya rendah, hal ini terkait dengan situasi dan kondisi

(27)

RAK Puslitbang HMK 2020-2024 21

negara yang masih dalam tahap membangun, yang fokus pada sektor-sektor yang

langsung berkontribusi pada stabilitas, pertumbuhan dan pemerataan

pembangunan, dalam bidang kesehatan adalah pemberantasan penyakit menular, gizi dan makanan. Walaupun begitu kecenderungan anggaran Puslitbang HMK akan meningkat pada tahun berikutnya karena semakin dibutuhkan litbang dalam proses perencanaan, evaluasi dan pengambilan keputusan bagi program kesehatan.

Dalam hal penggalian sumber dana lain di luar APBN, penerapan UU No. 18/2002 muncul sebagai paradigma baru yaitu: (a) menggiatkan kerjasama penelitian dan pengembangan antara lembaga tingkat pusat dan lembaga tingkat daerah; (b) merangsang kerjasama penelitian dan pengembangan antara lembaga publik dan lembaga swasta; (c) mengupayakan dan memberi porsi lebih besar pada kerjasama penelitian dan pengembangan antara lembaga nasional dan internasional. Dampak positif dari kerjasama tersebut antara lain adalah adanya sumber pendanaan di luar APBN yang apabila dapat dikelola dengan baik secara mandiri dapat memberikan dorongan bagi perkembangan litbang kesehatan. Dari tahun ke tahun Puslitbang HMK mendapat dana hibah baik dari dalam maupun luar negeri antara lain PT. Bayer Indonesia, WHO, Global Fund, dan The University of Queensland.

1.4.2. Permasalahan

A. Pemanfaatan Hasil Litbangkes

Masalah kesehatan, senantiasa berubah dari waktu ke waktu serta berbeda antara tempat yang satu dengan tempat yang lain. Masalah kesehatan juga dipengaruhi hal-hal yang sifatnya spesifik lokal.Perubahan-perubahan serta perbedaan-perbedaan tersebut harus senantiasa diketahui sebagai dasar tindak pemecahan masalah.Sampai saat ini telah banyak dihasilkan penelitian dan pengembangan kesehatan, namun pemanfaatannya belum optimal dalam mendukung pengambilan keputusan. Disadari bahwa hal tersebut antara lain disebabkan oleh belum adanya iklim yang kondusif dan sistem informasi yang mantap dalam mendukung komunikasi dialogis antara peneliti dan pelaksana program kesehatan.

Potensi penelitian dan pengembangan kesehatan yang tersebar di berbagai unit kerja di sektor kesehatan dan di luar sektor kesehatan baik di tingkat pusat maupun daerah belum tergalang sebagai satu kemampuan nasional.Tampak bahwa identifikasi dan perumusan masalah, perencanaan, pelaksanaan, evaluasi dan penilaian hasil penelitian dan pengembangan kesehatan belum sepenuhnya

dilakukan melalui kerjasama yang aktif terencana, terprogram dan

berkesinambungan antara peneliti dengan pengambil keputusan di berbagai tingkat administrasi penyelenggara upaya kesehatan.

(28)

RAK Puslitbang HMK 2020-2024 22

Hasil penelitian berupa rekomendasi kebijakan belum dimanfaatkan sepenuhnya oleh pengambil kebijakan serta penyaluran hasil penelitian masih berskala lokal (pemerintah daerah setempat, unit utama terkait) tingkat komersialisasinya masih rendah.Permasalahan ini terkait dengan masih rendahnya kesadaran peneliti akan paten dan masih belum kondusifnya sistem hukum yang mengatur komersialisasi hasil penelitian.

B. Sumber Daya Litbangkes

Sampai dengan tahun 2019 Puslitbang HMK kondisi jabatan fungsional peneliti menurut jenjang pendidikannya, sebagian peneliti sudah menduduki jenjang S2 yaitu 48 orang, S3 ada 11 orang, dan S1 ada 35 orang.

Ditinjau dari SDM PHKKPM, dimana peneliti dengan pendidkan S3 hanya 11%, tampaknya perlu didorong lagi agar para peneliti dengan pendidikan S1 dan S2 mau melanjutkan ke jenjang pendidikan S3. Kedepan perencanaan untuk pendidikan lanjutan perlu lebih diperhatikan dan diperjuangkan lagi. Jumlah professor riset yang ada saat ini yaitu 3 orang dan memasuki usia pensiun 3 orang, sehingga perlu pencalonan lagi menjadi prosesor riset.

Sarana penelitian berupa laboratorium makin lama makin menurun karena kurang optimal pengelolaannya, hal ini disebabkan berkurangnya tenaga yang mengelola laboratoriun tersebut. Tantangan ke depan adalah peningkatan kompetensi laboratorium yang belum terakreditasi hingga diperoleh pengakuan internasional melalui akreditasi. Daya saing ilmiah dan komersial selanjutnya harus dijadikan sasaran dalam pengembangan laboratorium dan sarana penelitian lain. C. Kebijakan Pelaksanaan Anggaran dan Tingkat Inflasi

Anggaran Badan Penelitian dan Pengembangan Tahun 2015-2019 meningkat namun masih dalam tingkat yang rendah. Jika dilihat persentase anggaran penelitian dan pengembangan kesehatan hanya berkisar 1,5% dari

anggaran Kementerian Kesehatan. Idealnya anggaran penelitian dan

pengembangan kesehatan adalah 4% dari anggaran Kementerian.Hal ini secara otomatis berdampak pada anggaran dari Puslitbang HMK sebagai eselon dibawahnya. Selain itu kebijakan pelaksanaan anggaran dirasa kurang bersahabat dengan riset atau penelitian. Seperti adanya kebijakan pencairan anggaran dengan sistem UP/TUP, atau pun kebijakan efisiensi anggaran yang menghambat pelaksanaan penelitian. Juga pengaruh inflasi keuangan yang mempengaruhi harga reagen atau alat-alat penelitian yang harus dibeli dari luar negeri dengan harga mata uang asing akan berpengaruh pada kebutuhan anggaran penelitian. Tingkat naik turunnya harga bisa secara tiba-tiba menghentikan penelitian dikarenakan adanya harga barang yang tidak sesuai dengan rencana anggaran dan adanya gagal lelang.

(29)

RAK Puslitbang HMK 2020-2024 23

D. Dukungan Peraturan Litbang belum Optimal

Dalam kenyataannya, kegiatan dan hasil penelitian dan pengembangan kesehatan belum terkoordinasi dengan baik serta belum dimanfaatkan secara optimal dan sepenuhnya mampu mendukung program pembangunan kesehatan, baik tingkat nasional maupun daerah.Hal ini disebabkan penelitian dan pengembangan kesehatan belum didukung dengan peraturan atau kebijakan yang baru yang sudah mengakomodir perkembangan iptek maupun tantangan perkembangan jaman.Terutama aturan-aturan atau kebijakan terkait peran penelitian dan pengembangan dalam kebijakan atau aturan-aturan atau kebijakan terkait HKI dan atau aturan-aturan atau kebijakan terkait pengiriman spesimen dan bahan-bahan berisiko serta perlindungan risiko bagi peneliti. Saat ini aturan terkait penelitian dan pengembangan kesehatan yang masih merupakan aturan-aturan yang cukup lama seperti Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 1995 tentang Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 1179A/ Menkes/ SK/ X/ 1999 tentang Kebijakan Nasional Penelitian dan

Pengembangan Kesehatan, Keputusan Menteri Kesehatan Nomor

791/Menkes/SK/VII/ 1999 tentang Koordinasi Penyelenggaraan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. Yang semua aturan dan kebijakan ini perlu direvisi dan diperbaharui ke depannya.

1.4.3. Implikasi

Tuntutan perkembangan jaman menghendaki pergeseran peranan

masyarakat yang lebih dominan dan pemerintah lebih berperan sebagai fasilitator. Dengan demikian, reformasi birokrasi menuntut perlunya segera melaksanakan rekonstruksi kelembagaan pemerintahan publik berdasarkan prinsip good governance dengan tiga karakteristik utama, yaitu kredibilitas, akuntabilitas, dan transparansi. Kebijakan pembangunan dirancang secara transparan dan melalui debat publik, dilaksanakan secara transparan dan diawasi oleh publik, sedangkan pejabat pelaksana bertanggung jawab penuh atas keberhasilan dari kebijakan tersebut.

Implikasi penting bagi Puslitbang HMK adalah perlunya; (1) meningkatkan akuntabilitas dan kredibilitas lembaga dengan meningkatkan efektifitas dan efisiensi program/kegiatan, output serta peningkatan kualitas SDM; (2) meningkatkan penguasaan Iptek mutakhir dalam pelaksanaan penelitian dan pengembangan kesehatan serta kemutakhiran teknologi yang dihasilkan; (3) memperluas jaringan kerjasama penelitian antar lembaga penelitian nasional secara sinergis dalam rangka pemanfaatan/diseminasi hasil penelitian. Penelitian dan pengembangan kesehatan diarahkan pada riset untuk penyediaan informasi untuk mendukung program/kegiatan dalam bentuk riset kesehatan nasional, riset khusus, maupun riset-riset tematik lainnya, dan riset untuk inovasi pembangunan kesehatan antara lain berupa model pelayanan kesehatan.

(30)

RAK Puslitbang HMK 2020-2024 24

Kegiatan penelitian dan pengembangan kesehatan di Bidang Humaniora dan Manajemen Kesehatan yang merupakan penelitian unggulan atau prioritas nasional pada Tahun 2015-2019 adalah:

i. Riset Pembiayaan Kesehatan di FKTP (2015)

j. Riset Pembiayaan Kesehatan di FKRTL (2016)

k. Riset Khusus Budaya-Riset Etnografi Kesehatan dan Riset Intervensi Kesehatan (2013-2019)

l. Pengembangan Model Pemicuan Pengendalian Penyakit Tidak Menular

berbasis Masyarakat (2015-2016)

m. Pengembangan Sistem Registrasi Sampel Kematian dan Penyebab Kematian (2016-2018)

n. Pengembangan Responsiveness Sistem Pelayanan Kesehatan dan Perlindungan Resiko terhadap Permasalahan Kesehatan (2017)

o. Pengembangan Analisis Beban Penyakit di Indonesia (2018)

p. Pengembangan Civil Registration Vital Statistics/Pencatatan Sipil dan Statistitk Hayati (CRVS/PS2H) (2019)

Penelitian kebijakan tetap diperlukan baik dalam rangka evaluasi kebijakan

maupun penyusunan usulan rekomendasi kebijakan pembangunan

kesehatan.Rekomendsai kebijakan mencakup aspek teknologi, ekonomi, sosial (kelembagaan) dan lingkungan serta fokus pada upaya untuk mendukung terwujudnya kesehatan yang adil dan merata.

Mengingat tantangan yang besar di era global, maka untuk mencapai hasil yang optimal perlu dikembangkan kegiatan riset kesehatanyang lebih terarah dan sistematis.Selain mempertimbangkan kebijakan pembangunan kesehatan dan iptek, kegiatan riset kesehatan juga harus mempertimbangkan situasi kesehatan saat ini.

(31)

RAK Puslitbang HMK 2020-2024 25

BAB II

VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN

2.1. Visi dan Misi Presiden Republik Indonesia1

Dalam Rencana Aksi Kegiatan Puslitbang Humaniora dan Manajemen kesehatan Tahun 2020-2024 tidak tertuang visi dan misi, namun mengikuti visi dan misi Presiden Republik Indonesia yang tertuang pula pada Rencana Strategis

Kementerian Kesehatan 2020-2024 yaitu “Terwujudnya Indonesia Maju yang

Berdaulat, Mandiri, dan Berkepribadian, Berlandaskan Gotong Royong”. Untuk

melaksanakan visi Presiden 2020-2024 tersebut, Kementerian Kesehatan menjabarkan visi Presiden di bidang kesehatan yaitu menciptakan manusia yang sehat, produktif, mandiri, dan berkeadilan.

Dalam rangka mencapai terwujudnya Visi Presiden, maka telah ditetapkan 9 (sembilan) Misi Presiden 2020-2024, yakni:

1. Peningkatan Kualitas Manusia Indonesia

2. Penguatan Struktur Ekonomi yang Produktif, Mandiri dan Berdaya Saing 3. Pembangunan yang Merata dan Berkeadilan

4. Mencapai Lingkungan Hidup yang Berkelanjutan

5. Kemajuan Budaya yang Mencerminkan Kepribadian Bangsa

6. Penegakan Sistem Hukum yang Bebas Korupsi, Bermartabat, dan Terpercaya

7. Perlindungan bagi Segenap Bangsa dan Memberikan Rasa Aman pada Seluruh Warga

8. Pengelolaan Pemerintahan yang Bersih, Efektif, dan Terpercaya 9. Sinergi Pemerintah Daerah dalam Kerangka Negara Kesatuan

Guna mendukung peningkatan kualitas manusia Indonesia, termasuk penguatan struktur ekonomi yang produktif, mandiri dan berdaya saing (khususnya di bidang farmasi dan alat kesehatan), Kementerian Kesehatan telah menjabarkan Misi Presiden Tahun 2020-2024, sebagai berikut:

1. Menurunkan angka kematian ibu dan bayi

Angka kematian ibu (maternal mortality rate) dan angka kematian bayi (infant mortality rate) merupakan indikator sensitif untuk mengukur keberhasilan pencapaian pembangunan kesehatan, dan juga sekaligus mengukur pencapaian indeks modal manusia. Pemerintah telah menetapkan penurunan angka kematian ibu sebagai major project, yang harus digarap dengan langkah-langkah strategis, efektif dan efisien.

2. Menurunkan angka stunting pada balita Proporsi balita

(32)

RAK Puslitbang HMK 2020-2024 26

Stunting sangat penting sebagai parameter pembangunan modal manusia. Seperti halnya penurunan angka kematian ibu, pemerintah juga telah menetapkan percepatan penurunan stunting sebagai major project yang harus digarap dengan langkah-langkah strategis, efektif dan efisien.

3. Memperbaiki pengelolaan Jaminan Kesehatan Nasional

Sebagaimana diketahui bersama, program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) telah mampu memperbaiki akses pelayanan kesehatan baik ke FKTP maupun FKRTL dan juga telah memperbaiki keadilan (ekualitas) pelayanan kesehatan antar kelompok masyarakat. Namun demikian, pembiayaan JKN selama lima tahun terakhir telah mengalami ketidakseimbangan antara pengeluaran dan pemasukan. Dalam rangka meningkatkan efektivitas dan efisiensi JKN, Kementerian Kesehatan memiliki peran sentral dalam kendali mutu dan kendali biaya (cost containment).

4. Meningkatkan kemandirian dan penggunaan produk farmasi dan alat

kesehatan dalam negeri.

Sesuai dengan peta jalan kemandirian farmasi dan alat kesehatan, pemerintah telah bertekad untuk meningkatkan industri bahan baku obat dan juga peningkatan produksi alat kesehatan dalam negeri. Agar produksi dalam negeri ini dapat diserap oleh pasar, pemerintah harus melakukan langkah-langkah strategis untuk mendorong penggunaan obat dan alat kesehatan produksi dalam negeri.

2.2. Visi dan Misi Puslitbang Humaniora dan Manajemen Kesehatan

Visi dan Misi Puslitbang Humaniora dan Manajemen Kesehatan mengikuti

Visi dan Misi Badan Litbangkes sebagai unit utamanya. Badan Litbangkes sebagai

unit eselon satu Kementerian Kesehatan membuat visi dan misi sebagai berikut: Visi Badan Litbangkes Tahun 2020-2024:

“Lokomotif, Legitimator dan Pengawal Pembangunan Kesehatan” Misi Badan Litbangkes Tahun 2020-2024:

1. Mengembangkan sumberdaya litbangkes

2. Mengembangkan kerjasama strategis litbang dan iptek kesehatan 3. Menghasilkan rekomendasi untuk pembangunan kesehatan 4. Menghasilkan iptek kesehatan.

2.3. Tujuan Strategis Kementerian Kesehatan2

Guna mewujudkan Misi Presiden dalam Bidang Kesehatan Tahun 2020-2024, Kementerian Kesehatan menetapkan 5 (lima) Tujuan Strategis, yakni: 1. Peningkatan derajat kesehatan masyarakat melalui pendekatan siklus hidup 2. Penguatan pelayanan kesehatan dasar dan rujukan

(33)

RAK Puslitbang HMK 2020-2024 27

3. Peningkatan pencegahan dan pengendalian penyakit dan pengelolaan kedaruratan kesehatan masyarakat 4. Peningkatan sumber daya kesehatan 5. Peningkatan tata kelola pemerintahan yang baik, bersih dan inovatif

2.4. Tujuan Strategis Puslitbang Humaniora dan Manajemen Kesehatan

Dalam mendukung dua tujuan Kementerian Kesehatan pada Tahun 2020-2024, Puslitbang HMK memiliki tujuan strategis memberikan hasil penelitian dan pengembangan kesehatan yang berkualitas dan berinovasi untuk dimanfaatkan oleh para pengambil keputusan dan pengelola program pembangunan kesehatan.

Tujuan strategis ini sejalan dengan tujuan strategis Badan Penelitian dan

Pengembangan Kesehatan yaitu “meningkatnya penelitian dan pengembangan

kesehatan yang berkualitas dan berinovasi untuk mendukung program pembangunan Kesehatan”.

2.5. Sasaran Strategis Kementerian Kesehatan3

Dalam rangka mencapai 5 (lima) Tujuan Strategis Kementerian Kesehatan tersebut di atas, ditetapkan 8 (delapan) Sasaran Strategis sebagai berikut:

Tabel 2.1 Tujuan dan Sasaran Strategis Kementerian Kesehatan

No Tujuan Strategis No Sasaran Strategis

1 Peningkatan derajat kesehatan masyarakat melalui pendekatan siklus hidup

1 Meningkatnya kesehatan ibu, anak dan gizi masyarakat

2 Penguatan pelayanan kesehatan dasar dan rujukan

2 Meningkatnya ketersediaan dan mutu fasyankes dasar dan rujukan

3 Peningkatan pencegahan dan pengendalian penyakit dan pengelolaan kedaruratan kesehatan masyarakat

3 Meningkatnya pencegahan dan pengendalian penyakit serta pengelolaan kedaruratan kesehatan

4 Peningkatan sumber daya kesehatan 4 Meningkatnya akses, kemandirian dan mutu kefarmasian dan alat kesehatan 5 Meningkatnya pemenuhan SDM

Kesehatan dan kompetensi sesuai standar 6 Terjaminnya pembiayaan kesehatan 5 Peningkatan tata kelola pemerintahan

yang baik, bersih dan inovatif

7 Meningatnya sinergisme pusat dan daerah serta meningkatnya tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih 8 Meningkatnya efektivitas pengelolaan

litbangkes dan sistem informasi kesehatan untuk pengambilan keputusan

(34)

RAK Puslitbang HMK 2020-2024 28

2.6. Sasaran Strategis Puslitbang HMK

Sasaran strategis yang menjadi amanah Puslitbang HMK adalah meningkatnya penelitian dan pengembangan di bidang humaniora dan manajemen kesehatan. Sasaran strategis ini dicapai dengan 6 indikator kinerja yaitu:

1) Jumlah rekomendasi kebijakan yang dihasilkan dari Penelitian dan

Pengembangan di Bidang Humaniora dan Manajemen Kesehatan selama 5 tahun akan dicapai sebanyak 70 rekomendasi.

2) Jumlah kabupaten/kota yang menerapkan sistem pencatatan kelahiran,

kematian dan penyebab kematian dalam mendukung Pencatatan Sipil dan Statistik Hayati (PS2H) selama 5 tahun akan dicapai sebanyak 17 kab/kota.

3) Jumlah rekomendasi penguatan sistem pencatatan data rutin program

kesehatan selama 5 tahun akan dicapai sebanyak 6 hasil riset.

4) Jumlah hasil Riset Kesehatan Nasional (RISKESNAS) pada wilayah III

(Provinsi: Sumbar, Jatim, Bali, NTB, Sulut, Malut dan Papua) selama 5 tahun akan dicapai sebanyak 12 hasil riset.

5) Jumlah hasil Penelitian dan Pengembangan di bidang Humaniora dan

Manajemen Kesehatan selama 5 tahun akan dicapai sebanyak 59 hasil penelitian.

6) Jumlah publikasi karya tulis ilmiah di bidang Humaniora dan Manajemen

Kesehatan yang dimuat di media cetak dan atau elektronik nasional dan internasional selama 5 tahun akan dicapai sebanyak 210 publikasi.

(35)

RAK Puslitbang HMK 2020-2024 29

BAB III

ARAH KEBIJAKAN, STRATEGI, KERANGKA REGULASI

DAN KERANGKA KELEMBANGAAN

3.1. Arah Kebijakan dan Strategi Nasional4

Arah kebijakan dan strategi pembangunan kesehatan nasional 2020- 2024 merupakan bagian dari Rencana Pembangunan Jangka Panjang bidang Kesehatan (RPJPK) 2005-2025. Tujuan pembangunan kesehatan adalah meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya, sebagai investasi bagi pembangunan sumber daya manusia yang produktif secara sosial dan ekonomis. Kondisi ini akan tercapai apabila penduduknya hidup dengan perilaku dan dalam lingkungan sehat, memiliki kemampuan untuk menjangkau pelayanan kesehatan yang bermutu, adil dan merata, serta didukung sistem kesehatan yang kuat dan tangguh.

Sasaran pembangunan kesehatan yang akan dicapai pada tahun 2025 adalah meningkatnya derajat kesehatan masyarakat yang ditunjukkan oleh meningkatnya umur harapan hidup, menurunnya angka kematian ibu, menurunnya angka kematian bayi, dan menurunnya prevalensi undernutrisi pada balita.

Dalam RPJMN 2020-2024, sasaran yang ingin dicapai adalah meningkatkan derajat kesehatan dan status gizi masyarakat melalui upaya kesehatan dan pemberdayaan masyarakat yang didukung dengan perlindungan finansial dan pemeratan pelayanan kesehatan. Sasaran pembangunan kesehatan pada RPJMN 2020-2024 yang menjadi tanggung jawab Kementerian Kesehatan sebagai berikut:

Tabel 3.1 Indikator Sasaran Strategis RPJMN 2020-2024 yang Menjadi Tanggung Jawab Kementerian Kesehatan

No Indikator Status Awal Target

2024

1 Angka kematian ibu (per 100.000 kelahiran

hidup)

305 (SUPAS 2015)

183

2 Angka kematian bayi (per 1000 kelahiran hidup) 24 (SDKI 2017) 16

3 Prevalensi stunting (pendek dan sangat pendek)

pada balita (%)

27,7 (SSGBI 2019)

14%

4 Prevalensi wasting (kurus dan sangat kurus) pada

balita (%)

10,2 (Riskesdas 2018)

7

Gambar

Tabel 1.1 Jumlah  SDM Puslitbang HMK Tahun 2015 –2019
Tabel 1.3 Jumlah  SDM Puslitbang HMK Tahun 2015-2019  Berdasarkan  Jabatan  Fungsional  NO  SATKER  Tahun  2015  2016  2017  2018  2019  1  Peneliti  47  51  55  55    53  2  Pustakawan  1  1  1  1  0  3  Analis Kebijakan  0  0  0  0  1  4  Pranata Kompute
Tabel 1.5 Tugas Belajar Puslitbang  HMK Dalam dan Luar Negeri  Tahun 2015 –2019
Tabel 1.7  Ringkasan Laporan SIMAK BM N Puslitbang Humaniora dan M anajemen  Kesehatan Tahun 2019
+7

Referensi

Dokumen terkait

Sesuai dengan Pasal 23 Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 15 Tahun 1989 tersebut, maka Pembentukan, Susunan Organisasi dan Tatakerja Kantor Arsip Daerah Propinsi Daerah

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan etnografi pada materi geometri yang menjadi salah satu konten dari PISA.Tujuan dari penelitian ini untuk

Tahun 2008 sampai dengan tahun 2016 rasio kemandirian masih dibawah 25% dan berdasarkan kriteria kemandirian keuangan daerah termasuk rendah sekali dan pola hubungan

Merek Produk Rabbani No Pernyataan 1 2 3 4 1 Menurut Anda merek “Rabbani” sudah dikenal sejak dahulu Sangat tidak dikenal sejak dahulu Tidak dikenal sejak dahulu

Tuberkulosis  adalah  penyakit  yang  disebabkan  oleh  infeksi  Mycobacterium  tuberculosis  complex.  Menurut  World 

Konsistensi konsepsi sebagai efek penerapan model Interactive Lecture Demonstration yaitu untuk konsep faktor-faktor yang mempengaruhinya cepat rambat gelombang

Skripsi ini disusun sebagai syarat untuk mendapatkan gelar S.Kep di Program Studi S1 Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Surabaya tahun

Begitu juga pada berat badan akhir, dan pertambahan berat badan babi Landrace persilangan fase “finisher” yang mengalami peningkatan setelah diberikan