• Tidak ada hasil yang ditemukan

Sintesis Karboksimetil Kitosan untuk Aplikasi Proton Exchange Membrane Fuel Cell

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Sintesis Karboksimetil Kitosan untuk Aplikasi Proton Exchange Membrane Fuel Cell"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

Sintesis Karboksimetil Kitosan untuk Aplikasi Proton

Exchange Membrane Fuel Cell

SKRIPSI

Adit Pradhana Jayusman S

NIM 10504013

PROGRAM STUDI KIMIA

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG

(2)

Surat Pernyataan Pelimpahan Hak Cipta dan Keaslian Hasil Karya Tulis

(Skripsi)

Yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama : Adit Pradhana Jayusman Setyogroho NIM : 10504013

Menyatakan bahwa penulis skripsi dengan Judul: Sintesis Karboksimetil Kitosan untuk Aplikasi Proton Exchange Membrane Fuel Cell dibawah bimbingan : Dr. Ing. Cynthia L. Radiman dan Dr. Veinardi Suendo

Adalah benar-benar skripsi tersebut hasil karya tulis berdasarkan data hasil eksperimen/perhitungan/pemodelan penulis selama melakukan Tugas Akhir Sarjana di Program Studi Kimia FMIPA- ITB.

Dengan ini penulis menyerahkan /melimpahkan Hak Cipta dari karya tulis Skripsi tersebut kepada Program Studi Kimia FMIPA-ITB.

Bandung, 26 Juni 2008

(3)

Sintesis Karboksimetil Kitosan untuk Aplikasi Proton

Exchange Membrane Fuel Cell

(Synthesis of Carboxymethyl Chitosan and Its Application

for Proton Exchange Membrane Fuel Cell)

SKRIPSI

Adit Pradhana Jayusman S

NIM 10504013

PROGRAM STUDI KIMIA

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG

(4)

Abstract

Chitosan membranes have a bright future as a proton exchange membrane in proton exchange membranes fuel cell (PEMFC). However, chitosan membranes’ proton conductivity is inferior compares to Nafion®. Therefore, a modification is needed to improve chitosan’s proton conductivity. The aim of carboxymethyl chitosan (CC) synthesis is to improve the ion exchange capacity (IEC) and proton conductivity of chitosan membranes by forming an amphoteric system (O-carboxymethyl chitosan, OCC). CC can be synthesized from chitin and chitosan as starting materials. From the experiments, CC has been synthesized succesfully by reacting chitosan (degree of deacetylation 83.23%) with chloroacetic acid, heterogenously. Infra-red spectra and thermogravimetri analysis results indicate that CC membranes have higher hydrophilicity and water content than of chitosan membranes. CC membranes’ IEC have the same magnitude as chitosan, but membrane potential analysis of CC membranes indicates that it has higher effective charge than chitosan. Impedance spectroscopy results indicate that CC membranes’ proton conductivity is higher than chitosan and show a different proton transport mechanism as observed in threshold frequency. However, the presence of carboxymethyl groups substituents in CC membranes increase the fragility of membranes, decrease the thermal stability, and also increase membranes’ methanol permeability relative to chitosan membranes. Some improvements, especially in mechanical and fuel barrier properties, are required to compete with Nafion®.

Keyword: Chitosan; Carboxymethyl chitosan (N,carboxymethyl chitosan or O-carboxymethyl chitosan); PEMFC.

(5)

Abstrak

Membran kitosan memiliki prospek yang cerah sebagai membran penukar proton pada

proton exchange membrane fuel cell (PEMFC). Akan tetapi, membran kitosan memiliki

konduktivitas proton yang rendah jika dibandingkan dengan Nafion® sehingga modifikasi membran kitosan masih perlu dilakukan supaya konduktivitas proton kitosan dapat meningkat. Sintesis karboksimetilasi kitosan (CC) bertujuan untuk meningkatkan kapasitas penukar ion dan konduktivitas proton membran kitosan, melalui pembentukan sistem amfoterik (O-karboksimetil kitosan, OCC). CC dapat disintesis dari dua bahan baku, yaitu kitin dan kitosan. Studi yang dilakukan menunjukkan bahwa CC berhasil disintesis melalui reaksi heterogen antara asam kloroasetat dengan kitosan (derajat deasetilasi 83,23%). Spektrum infra-merah dan hasil analisis termogravimetri (TGA), menunjukkan bahwa membran CC memiliki hidrofilisitas dan kandungan air yang lebih tinggi daripada membran kitosan. Kapasitas penukar ion antara membran kitosan dengan membran CC tidak berbeda jauh, tetapi analisis potensial membran dari membran CC menunjukkan bahwa membran ini memiliki muatan efektif yang lebih tinggi daripada kitosan. Analisis impedansi menunjukkan bahwa membran CC memiliki konduktivitas proton yang lebih tinggi daripada membran kitosan dan memiliki mekanisme transpor proton yang berbeda sebagaimana yang ditunjukkan oleh adanya perbedaan frekuensi ambang. Namun, masuknya gugus karboksimetil mengakibatkan membran CC menjadi rapuh, memiliki kestabilan termal yang lebih rendah, dan memiliki permeabilitas metanol yang lebih besar daripada membran kitosan. Peningkatan performa, terutama sifat mekanik dan fuel barrier masih perlu dilakukan supaya membran ini dapat bersaing dengan Nafion®.

Kata kunci: Kitosan; Karboksimetil kitosan (N,karboksimetil kitosan atau O-karboksimetil kitosan); PEMFC.

(6)

Persembahan buat Ayah, Mama, Ayu, Pak Aki, keluarga, Selesai sudah penantian 4 tahun,

What’s Next.... Come What May....

(7)

Program Studi Kimia

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Institut Teknologi Bandung

Menerangkan bahwa Skripsi yang disusun oleh: Nama: Adit Pradhana Jayusman S

NIM: 10504013

telah disetujui sebagai persyaratan untuk mendapatkan gelar Sarjana Kimia

Bandung, Juni 2008

Pembimbing I, Pembimbing II,

Dr. Ing. Cynthia L. Radiman Dr. Veinardi Suendo

(8)

Ucapan Terimakasih

ﻢﻴﺣﺮ ﻟا ﻦﻤﺣﺮ ﻟا ﷲا ﻢ ﺴﺑ

ﻦﻴﻤﻟﺎ ﻌﻟا بر ﷲ ﺪ ﻤﺤﻟا

Alhamdulillah, puji syukur ke hadirat Allah SWT yang memberi hamba kesempatan untuk kuliah di ITB, bagi-Nya impossible is nothing. Shalawat dan salam senantiasa dipanjatkan kepada Nabi Muhammad SAW, Sang Manusia Ideal.

Kepada pihak-pihak yang telah membantu Saya untuk menyelesaikan skripsi ini, Saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya.

1. Keluarga besar R. Bambang Setyogroho (Ayah, Mama, Ayu), keluarga besar Muhammad Yusuf Adhi, keluarga besar Muhammad Sumarhab (alm.), Om Soni, dan Teh Yanti. Thanks atas bantuan dan do’anya,

2. Ibu Cynthia L. Radiman dan Pak Veinardi Suendo selaku pembimbing yang sabar dan menyediakan waktunya untuk bimbingan dan memberi masukan-masukan, 3. Pak Bambang Prijamboedi yang sudah bersedia membantu mengukur impedance

spectroscopy,

4. Pak Achmad Saifuddin Noer dan Pak Aminuddin Sulaeman selaku dosen penanggung jawab MK Seminar dan Sidang Sarjana,

5. Para dosen di Program Studi Kimia yang tidak bisa disebutkan satu persatu. Terima kasih atas ilmu yang telah diberikan selama 4 tahun ini. Semoga ilmu tersebut dapat Saya amalkan,

6. Teh Mia, Pak Dhany, Pak Bampito, Pak Wahyo, Bu Entin, Pak Mudi, dan seluruh warga LKFM atas bantuannya selama 1,5 tahun terakhir ini (prosus dan TA),

7. Para pengunjung camp konsentrasi: Obet, Bhoim, Rangga, Vidhan, Angga, Anson, Andree, Dikhi, Dhani, Tri (FI), Ajie (FI), Yuyus atas hiburannya menjelang ujian, 8. Teman-teman warga LKFM dan para pengunjung gelap: Fahri, Veli, Lelly, Trio

Dango (Rona, Hana, Herlina), MutiW, Anti, MutiF, Opick, Maul, Genk Oni (Eni, Eryth, Hani, Iis FM, Ratih),

9. Teman-teman Kimia 2004: Hendra, Edu, Tian, Fajar, Fendy, Daniel, Yoad, Tina, Ria, Indah, dan semuanya yang tidak bisa disebut satu persatu,

(9)

10. Bang Rijal, Ma’il, Naldo, para mentor (Kang Wahyu, Kang Angki, Kang Zul, Kang Ali), Kang Emir, Kiki ‘00, dan semua mahasiswa kimia ITB,

11. Teman-teman Maltavista (IC ’04),

12. Semua pihak yang tidak dapat disebut satu-persatu.

Walaupun skripsi ini masih banyak kekurangan, Saya berharap semoga skripsi ini bermanfaat.

Bandung, Juni 2008

(10)

Daftar Isi

Abstract ... ii 

Abstrak ... iii 

Ucapan Terimakasih ... vi 

Daftar Isi ... viii 

Daftar Tabel ... x 

Daftar Gambar ... xi 

Daftar Lampiran ... xii 

Bab 1  Pendahuluan ... 1 

1.1  Latar Belakang ... 1 

1.2  Rumusan Masalah ... 2 

1.3  Tujuan Penelitian ... 2 

1.4  Ruang Lingkup Penelitian ... 3 

Bab 2  Tinjauan Pustaka ... 4 

2.1  Fuel Cell (Sel Bahan Bakar) ... 4 

2.2  Kitin ... 6 

2.3  Kitosan ... 6 

2.4  Karboksimetil kitosan ... 7 

2.5  Membran ... 8 

2.6  Transfer Proton pada Membran Kitosan ... 10 

2.7  Potensial Membran ... 11 

2.8  Impedance Spectroscopy (IS) ... 13 

Bab 3  Metode Penelitian ... 16 

(11)

3.2  Isolasi Kitin dan Pembuatan Kitosan ... 17 

3.3  Sintesis karboksimetil kitosan ... 18 

3.4  Pembuatan Membran Kitosan dan Karboksimetil Kitosan ... 19 

3.5  Karakterisasi Polimer ... 20 

3.6  Karakterisasi Membran ... 22 

Bab 4  Hasil dan Pembahasan ... 26 

4.1  Pembuatan dan Kitosan ... 26 

4.2  Pembuatan Karboksimetil Kitosan ... 28 

4.3  Analisis Termal ... 31  4.4  Pembuatan Membran ... 33  4.5  Karakterisasi Membran ... 33  Bab 5  Penutup ... 43  5.1  Kesimpulan ... 43  5.2  Saran ... 43  Daftar Pustaka ... 44  Lampiran ... 46 

(12)

Daftar Tabel

Tabel 2.1 Kandungan kitin, pigmen karotenoid, dan protein pada kulit udang dan kulit kepiting salju. ... 6  Tabel 4.1 Rincian massa yang tersisa pada tiap tahap pembuatan kitosan ... 26  Tabel 4.2 Jenis vibrasi gugus-gugus pada kitosan. ... 27  Tabel 4.3. Perbandingan kelarutan antara kitosan dengan karboksimetil kitosan

(CMChitosan). ... 30  Tabel 4.4 Nilai muatan efektif (Q+X+), W, dan perbandingan mobilitas kation terhadap

mobilitas anion ... 34  Tabel 4.5 Perbandingan permeabilitas metanol untuk membran kitosan, karboksimetil

kitosan, dan Nafion® 117. ... 36  Tabel 4.6 Hasil analisis impedance spectroscopy ... 38 

(13)

Daftar Gambar

Gambar 2.1 Diagram Fuel Cell. ... 5 

Gambar 2.2 Struktur (a) selulosa, (b) kitin, dan (c) kitosan. ... 7 

Gambar 2.3 Sintesis karboksimetil kitosan dari kitosan. ... 7 

Gambar 2.4 Klasifikasi membran. ... 8 

Gambar 2.5 Polielektrolit penukar kation dan polielektrolit penukar anion. ... 9 

Gambar 2.6 Struktur Nafion®. ... 9 

Gambar 2.7 Skema tranfer proton pada membran kitosan (1 – 3). ... 10 

Gambar 2.8 Kurva Nyquist untuk membran kitosan dengan berbagai derajat deasetilasi (DD) dengan amplitudo 1 V dan rentang frekuensi 0,1 – 104 kHz. ... 14 

Gambar 3.1 Skema alat pengukuran potensial membran. ... 24 

Gambar 3.2 Skema alat penentuan permeabilitas metanol.. ... 24 

Gambar 4.1 Spektrum serapan infra-merah kitin. ... 27 

Gambar 4.2 Spektrum serapan infra-merah kitosan (dua kali deasetilasi). ... 28 

Gambar 4.3 Spektrum serapan infra-merah karboksimetil kitosan. ... 30 

Gambar 4.4 Kurva analisis termogravimetri kitosan. ... 31 

Gambar 4.5 Kurva analisis termogravimetri karboksimetil kitosan. ... 32 

Gambar 4.6 Kurva potensial membran terhadap konsentrasi KCl yang bervariasi. ... 34 

Gambar 4.7 Model transpor metanol pada (a) kitosan dan (b) karboksimetil kitosan. ... 36 

Gambar 4.8 Kurva Nyquist untuk membran kitosan dan karboksimetil kitosan. ... 37 

Gambar 4.9 Reaksi protonasi (a) kitosan dan (b) karboksimetil kitosan. ... 39 

Gambar 4.10 Mekanisme transpor proton I pada karboksimetil kitosan (1 – 3). ... 40 

Gambar 4.11 Mekanisme transpor proton II pada karboksimetil kitosan (1 – 3). ... 41 

(14)

Daftar Lampiran

Lampiran A Penentuan Massa Molekul Rata-Rata Kitosan Secara Viskometri ( ... 47 

Lampiran B Penentuan Derajat Deasetilasi Kitosan ... 48 

Lampiran C Spektrum Serapan Inframerah Kitin, Karboksimetil kitin dan Karboksimetil kitosan ... 50 

Lampiran D Kurva Analisis Termogravimetri (TGA) dan Differential Scanning Calorimetry (DSC) ... 52 

Lampiran E Analisis Potensial Membran ... 56 

Lampiran F Analisis Permeabilitas Metanol ... 58 

Referensi

Dokumen terkait

Peningkatan hasil belajar pada setiap siklus menunjukkan bahwa dengan menggunakan metode pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT) materi FPB dan

Selama melakukan kegiatan kerja praktik pada Baitul Mal Aceh, penulis ditempatkan pada bidang pengawasan dan juga di bagian counter. Selama ditempatkan pada bidang

Berdasarkan hasil-hasil yang diperoleh dari analisis dan perancangan aplikasi yang telah dilakukan pada bab-bab sebelumnya, penulis dapat menyimpulkan bahwa : Dengan adanya

rempah dalam setiap masakannya serta menggunakan bahan makanan yang segar seperti sayur sayuran terutama terung dan menggunkan banyak daging kambing walau ayam dan

Sistem  Penyediaan  Air  Minum Bukan Jaringan  Perpipaan  adalah  satu

Metode kuantitatif (dilakukan pada tahun pertama) digunakan dengan metode pengebaran kusioner terhadap responden, sedangkan metode kualitatif (dilakukan pada

Jalan Kabupeten Jalan lokal dalam sistem jaringan jalan primer yang tidak termasuk jalan yang menghubungkan ibukota kabupaten dengan ibukota Kecamatan, antaribukota Kecamatan,

Selanjutnya dijelaskan bahwa berhubung beberapa diantara Dewan-dewan Perwakilan Rakyat Daerah dimaksud telah berakhir masa kerjanya sebelum berlakunya